Gelar Pengobatan Gratis, Warga Ucap Terima Kasih Dokter Christian Widodo

Kupang,nwartapedia.com –  Warga Kelurahan Fatukoa mengucapkan terima kasih kepada Dokter Christian Widodo bersama tim menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis yang berlangsung di Gereja GMIT Luz Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Kamis (18/07/2024).

Yublina Manggoa sebagai Koordinatoa  Bidang Diakonina Gereja Luz Fatukoa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dokter Christian Widodo dan para medis yang memberikan pengobatan gratis. 

“Terima kasih kepada Dokter Christian Widodo bersama tim media yang sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada kami berupa pemeriksaan kesehatan, dapat obat-obatan, pembagian masker dan kaca mata secara gratis,”ungkapnya.

Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo dan tim adalah momen yang sangat berharga karena ini merupakan kunjungan pelayanan kesehatan pertama di Gereja GMIT Luz Fatukoa.

“Puji Tuhan, ini momen berharga bagi kami khususnya para lansia di jemaat ini sehingga semua warga dengan senang hati datang untuk berobat,”kata Yublina.

Ditempat yang sama, Pendeta Gereja GMIT Luz Fatukoa, Marlien Ellen Pie Bani, S,Th disela-sela kegiatan juga menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Dokter Christian Widodo dan tim medis yang hadir memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaatnya.

“Saya mengucapkan terima kasih untuk pengobatan gratis dari Dokter Christian dan tim yang peduli terhadap kesehatan jemaat saya khususnya para lansia,”ujarnya.

Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo merupakan suatu panggilan pelayanan kesehatan, hal ini dikerenakan jemaatnya takut untuk melakukan pengobatan di rumah sakit.

“Jemaat disini takut berobat ke dokter sehingga kehadiran Dokter Christian dan tim medis merupakan suatu panggilan pelayanan disini kami merasa diperhatikan,”ucapnya.

Ia berharap kegiatan bakti sosial ini terus dilakukakan untuk membantu masyarakat Fatukoa.

“Saya berharap kegiatan pengobatan gratis ini terus dilakukan karena bekerjasama dengan tim dari puskesmas yang ada,”harapnya.

Pendeta yang menakhodai 200-an Kepala Keluarga di Gereja GMIT Luz Fatukoa ini menuturkan, jemaatnya sangat antusias dengan pengobatan gratis yang diberikan.

“Memang tidak semua hadir karena kesibukan di kebun karena mayoritas jemaat berprofesi sebagai petani tetapi puji Tuhan sebagian besar datang dalam pelayanan kesehatan ini,”ungkapnya. 

Sementara itu, bakal calon (balon) Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengatakan, dalam periode tahun 2024 telah melakukan pengobatan gratis sebanyak empat kali di Kelurahan Fatukoa.

“Dalam periode tahun ini (2024, red) untuk Fatukoa sudah empat kali pengobatan gratis. Tapi ini kita rutin keliling Kota Kupang dalam seminggu bisa lima kali di enam kecamatan,”kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT ini.

Baginya, memberikan pelayanan pengobatan gratis yang sudah dijalankan selama 8 (delapan) tahun terakhir memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat Kota Kupang. 

“Kami konsisten untuk menjemput bola karena banyak masyarakat yang sakit tapi mau ke puskesmas jaraknya jauh dimana ada yang kekurangan biaya transportasi. Apalagi yang berpenghasilan harian jika sakit maka tidak bisa mendapat penghasilan. sehingga kami datang dan memberikan pelayanan agar mereka bisa sembuh dan kembali melakukan aktivitasnya,”ungkap anggota DPRD Provinsi NTT ini dari daerah pemilihan (dapil) Kota Kupang.

Dalam kesempatan itu dirinya menghimbau masyarakat untuk segera mengurus kartu BPJS Kesehatan. 

“Dan bagi masyarakat yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan silahkan diurus karena ada BPJS gratis dan mandiri supaya masyarakat sakit tidak perlu biaya yang besar,”ucapnya.

Lebih lanjut kata dia, saat ini pemerintah minta agar semua warga harus mempunyai kartu BPJS Kesehatan.

“Nanti urus surat keterangan tidak mampu di kantor kelurahan lalu bawa ke Kantor Dinas Sosial dan BPJS supaya dapat kartu BPJS Kesehatan gratis,”pungkasnya. (MI)




Jane Natalia Suryanto Sumbang 7 Ekor Hewan Kurban Pada Perayaan Idul Adha 2024

Kupang,mwartapedia.com – Jane Natalia Suryanto sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur NTT yang juga Ketua Dewan Pembina PSI NTT menyumbangkan 7 ekor hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1445 H/2024 M.


Ketujuh ekor hewan kurban tersebut terdiri dari 5 ekor sapi dan 2 ekor kambing, dengan rinciannya sebagai berikut Kota Kupang mendapatkan1 ekor sapi dan 2 ekor kambing, Kabupaten Malaka, Ende, Sikka dan Rote Ndao masing-masing 1 ekor sapi.


Sumbangan ini diwakilkan oleh tim di daerah, baik itu dari PSI maupaun dari relawan.


Jane Natalia Suryanto yang akrab disapa Sis Jane juga membagikan 2060 paket sembako yang sudah disebar dalam bentuk Beras 5 kg  sebanyak 760 paket dan Sembako sebanyak 1300 paket.


Sis Jane menyampaikan bahwa tahun 2024 ini merupakan tahun berkah sehingga di bulan Idul Adha Hari Raya Kurban ini, dirinya ikut berpartisipasi lewat sumbangan hewan kurban.


“Saya atas nama PSI menyumbangkan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, tentu ini adalah semangat berbagi terhadap sesama dan saudara melebihi perbedaan agama yang ada,”ungkapnya.


Sementara itu, salah satu warga Kota Kupang, Nur Asty, menyampaikan terima kasih atas sumbangan hewan kurban yang diberikan Jane Natalia Suryanto.


‘Kami dari Kelurahan Pasir Panjang  mengucapkan  terima kasih  kepada ibu Jane Natalia Suryanto yang memberikan hewan kurban, semoga semangat yang diberikan dapat menjadi berkah dalam perjuangan Ibu kedepan,”kata Nur Asty.


Nama Jane Natalia Suryanto yang disebut Melki Laka Lena tentu berdasar, pasalnya sebagai pembina partai, Jane berhasil mengantarkan PSI meraih hasil maksimal pada Pileg Februari 2024 lalu


Enam (6) kursi DPRD NTT dan 28 kursi DPRD Kabupaten/Kota se-NTT yang diraih PSI sebagai partai yang terbilang masih sangat muda dalam kancah perpolitikan.


Dalam proses menuju Pilkada, Melki dan Jane sama – sama mendapatkan rekomendasi dari DPP PAN untuk membangun koalisi.


Keduanya juga belum lama ini sama – sama mengikuti Fit and Proper Test di DPP PKB dan juga di Gerindra masih menunggu hasil survey yang dilakukan.***




Cegah Gingivitis pada Remaja, Dosen Poltekes Kemenkes Kupang Jurusan Kesehatan Gigi Edukasi Cara Kumur Antiseptik

Kupang,mwartapedia.com – Dosen Kemenkes Poltekkes Kupang Jurusan Kesehatan Gigi Drg. Emma Krisyudhanti, MDSc, Drg. Ratih Variani, M. Kes dan Drg. Shri Ayu Purnami Mahastuti, MKM melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan edukasi tentang cara kumur antiseptik serta pemberian obat untuk menurunkan angka gingivitis pubertas.


Kegiatan ini berlangsung di SMPN 5 Kota Kupang, Kamis (16/05/2024).


Ketua Tim, Drg. Emma Krisyudhanti, MDSc menuturkan, Gingivitis adalah peradangan atau inflamasi yang mengenai jaringan lunak di sekitar gigi. 


“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk melakukan studi epidemiologi kesehatan gigi dan mulut pada kelompok usia 15 tahun yang merupakan usia kritis untuk mengukur indikator penyakit periodontal remaja sebagai usia pemeriksaan, karena gigi tetap yang menjadi indeks penelitian telah lengkap. Berdasarkan data RISKESDAS pada tahun 2018, proporsi masalah kesehatan mulut di Nusa Tenggara Timur karakteristik gingiva bengkak sebanyak 15,7persen, Gusi berdarah sebesar 17,4 persen,”ujarnya. 


Drg. Emma Krisyudhanti mengatakan jika belum semua SMP  di Kota Kupang  mendapatkan layanan UKGS secara optimal. SMPN 5 Kota Kupang adalah salah satu sekolah menengah di Kota Kupang yang belum  mendapat layanan UKGS dari puskesmas setempat secara optimal  serta belum ada peran guru sekolah untuk memperhatikan kesehatan rongga mulut siswanya., upaya promotif dan preventif kesehatan gigipun belum didapatkan sekolah ini secara rutin dan berkesinambungan.


“Kondisi tersebut menyebabkan siswa belum memiliki oral self care atau perilaku pemeliharaan kesehatan gigi sendiri, sehingga di masa remaja kemungkinan terjadi gingivitis meningkat,”ujarnya.


Drg. Emma Krisyudhanti menerangkan sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas 8 yang berjumlah 340 orang.


“Siswa yang mengalami gingivitis pubertas sebanyak 29 orang,”terangnya.


Ia menjelaskan, Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah edukasi pada siswa dan guru tentang gusi sehat, perawatan dan pencegahan gingivitis pubertas. Kemudian siswa diperiksa gusinya dan bagi yg mengalami gingivitis, diberikan obat kumur antiinflamasi sekaligus antiseptik serta tablet untuk menjaga flora normal dalam rongga mulut. 


“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMPN 5 Kota Kupang tentang Gingivitis, meningkatkan kesehatan gusi siswa SMPN 5 Kota Kupang, memberdayakan siswa SMPN 5 Kota Kupang untuk memiliki perilaku Oral Self Care, membentuk Healthy – Toothed Youth Community di SMPN 5 Kota Kupang,”harapnya.


Drg. Emma Krisyudhanti menegaskan masih kurangnya keperdulian dan kesadaran masyarakat dalam hal ini siswa untuk melakukan perawatan pada gusi yang mengalami bengkak maupun gusi berdarah.


“Maka harapan kami setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pemahaman guru dan siswa dalam menjaga kesehatan gusinya meningkat sehingga dapat meningkatkan perilaku oral self care siswa dan Healthy – Toothed Youth Community di sekolah ini dapat terbentuk,”harapnya.


Drg. Emma Krisyudhanti juga berharap agar dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi Dinas Kesehatan Kota Kupang, agar capaian kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah terutama bagi siswa sekolah menengah pertama dapat terlaksana.


“Selain itu bagi Puskesmas setempat, agar kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah secara tidak langsung terlaksana dan memperluas cakupannya karena adanya peran serta siswa dalam menjaga kesehatan mulutnya,”pungkasnya. (MI)




Jane Natalia suryanto Beri Modal Usaha Bagi Kelompok Tekat Maju Naikolan

Kupang,mwartapedia.com – Paska dikunjungi oleh Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jane Natalia Suryanto beberapa waktu lalu, hari ini Kelompok Usaha Tekat Maju menerima bantuan modal usaha berupa uang tunai sebesar 6 juta untuk membantu perekonomian keluarga.


Ketua Kelompok Usaha Tekat Maju, Emi Yanti Ledo merasa haru dan bahagia atas bantuan modal usaha yang diberikan oleh Jane Natalia Suryanto.


“Puji Tuhan, terima kasih Ibu Jane, bantuan yang diberikan sudah kami terima dan kami ucapkan terima kasih atas kepedulian Ibu Jane dengan modal yang diberikan untuk bercocok tanam sayuran dan ayam potong,”ucap Emi Ledo pada Senin (13/05/2024).


Ia menambahkan, bantuan modal usaha yang diberikan akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya agar dapat berguna bagi semua anggota.


“Bantuan ini akan kami gunakan dengan baik untuk menambah pendapatan sehari-hari,”kata Emi Ledo.



Emi Ledo bersama kelompok usaha tekat maju juga memberikan dukungan buat Jane Natalia Suryanto yang sudah mendaftarkan dirinya sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur NTT.


“Kami dari Kelompok Usaha Tekat Maju mendukung Ibu Jane sebagai Calon Wakil Gubernur NTT karena kami percaya Ibu Jane orang baik dan saat ini NTT butuh orang baik dan pekerja keras seperti Ibu Jane,”ucapnya bahagia.


Sementara itu, Sekretaris Kelompok Usaha maju, Farida Ismau juga memberikan dukungan dan doa buat Jane Natalia suryanto agar mendapatkan pasangan Calon Gubernur yang cocok.


“Insyaallah semoga Ibu Jane mendapatkan pasangan yang baik dan cocok untuk bisa membangun NTT agar menjadi lebih baik lagi,”ungkapnya.


Farida juga berharap agar bantuan yang diberikan oleh Jane Natalia suryanto memberikan dampak yang baik bagi anggota Kelompok Usaha tekat Maju.


“Kami akan jaga kepercayaan yang telah diberikan oleh Ibu Jane dan kami bertekat agar kelompok kami menjadi contoh bagi kelompok yang lain,”tutupnya. (MI)




Kupang Fishing Club Gelar Deklarasi dan Aksi Sosial di Panti Asuhan Alma Sikumana

 

Kupang,mwartapedia.com – Kupang Fishing Club (KFC) menggelar deklarasi dan aksi sosial dengan mengusung tema Berbagi Bahagia Bersama Mereka di Panti Asuhan Bakti Luhur Susteran Alma Sikumana pada Sabtu (11/05/2024).


Ketua KFC, Martin Jo disela-sela kegiatan kepada awak media mengatakan bahwa alasan memilih deklarasi dan aksi sosial di Panti Asuhan Alma karena di panti asuhan ini ada banyak anak yang disabilitas ada sekitar 27 orang anak 2 orang pengasuh dan 3 orang pengurus.


“Kami memilih disini karena kami lebih tertarik dengan keadaan anak yang lebih banyak disabilitas sehingga kami tergerak hati untuk membantu mereka untuk mengurangi rasa empati mereka kepada kami apalagi mereka masih anak-anak otomatis dengan adanya kehadiran kami mereka merasa dihargai,”ungkapnya.


Baginya kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat kaum disabilitas seperti layaknya orang normal.


“Kita mengangkat harkat dan martabat mereka supaya mereka juga bisa bergaul seperti anak-anak yang normal,”kata Martin.


Martin menjelaskan, KFC sendiri terbentuk pada tanggal 18 Maret 2022 dan sudah mempunyai anggota sebanyak 325 orang yang tersebar di seluruh  Indonesia.


“Sebagian besar KFC berada di Kota Kupang, Jakarta, Yogyakarta, Ambon, Aceh dan hampir seluruh provinsi di Indonesia,”jelasnya.


Martin menambahkan, selama dua tahun KFC terbentuk sudah melakukan kegiatan mancing di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.


“Kebanyakan kami berdomisili di Kota Kupang maka kegiatan memancing kami meliputi Pulau Rote, Papela, Semau, Naikliu, Tanjung Purung, Tanjung Gundul ini adalah spot mancing yang pernah kami lewati dan jenis ikan yang paling banyak adalah ikan dusun (Red), lancang babi, ikan merah dan kerapu,”tambahnya.


Dengan adanya kegiatan aksi sosial ini dirinya berharap agar dapat menggugah hati pemerintah maupun komunitas yang lain untuk memberikan sedikit dari kekurangan yang dimiliki untuk orang lain.


“Kita melihat anak-anak disini dari hati dimana sedikit tidaknya kita tergerak hati untuk membantu walaupun jujur kami berdiri KFC masih terlalu mudah dan belum ada dana sehingga kami berusaha untuk menggandeng sponsor maupun dan para donatur untuk memberikan warna bagi anak-anak panti,”kata Martin.


Sekretaris Panti Asuhan Bakti Luhur Susteran Alma, Suster Yolanda Rahadet Alma mengungkapkan rasa terharu dan bangga atas kehadiran KFC untuk memberikan bantuan.


“Sore hari ini kami merasa terharu dan bangga atas kehadiran KFC untuk menolong dan berbagi bersama kami,”ucapnya.


Suster Yolanda menuturkan, mengurus 27 anak disabilitas tidak mengalami kendala karena mengasuh mereka dengan penuh kasih.


“Bersama anak-anak disabilitas dan autis, kami serumah, sekamar, semeja makan dan tidak mengalami kendala,”tutur Suster Yolanda.


Ia menambahkan, pelayanan yang diberikan kepada anak-anak Panti Asuhan Alma sesuai dengan injil Matius 25:40 berbunyi Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.


“Didalam ayat ini kami percaya bahwa anak-anak ini adalah anak Tuhan yang harus dilayani dengan penuh kasih,”tambahnya.


Suster Yolanda berharap agar ke depan KFC semakin jaya dan selalu memberi kepada sesama yang membutuhkan.


“Kami berharap agar KFC selalu jaya dan sukses kedepannya dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang,”tutupnya. 


Kegiatan deklarasi dan aksi sosial ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan berupa sembako, vitamin dan stimuno dan pakaian layak pakai.  (MI)




Dinas Sosial Kota Kupang Sebut November 2023 Penerima PKH 11,766 KK

Kupang,mwartapedia.com – Pada November 2023 tercatat program Bantuan Sosial (Bansos) dari APBN dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang ada di Kota Kupang berjumlah 11.766 Kepala Keluarga.


Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodowyck Djungu Lape ketika ditemui media ini di Kantor DPRD Kota Kupang pada Rabu (29/11/2023) menyebut dari total penerima Bansos PKH ini dari berbagai komponen.


“Posisi terakhir penerima PKH ada 11.766 Kepala Keluarga atau 23.000 lebih komponen diantaranya pendidikan, komponen kesehatan, komponen kesejahteraan sosial,”ungkapnya.


Lodowyck menjelaskan, untuk komponen pendidikan di Kota Kupang ada 14,000 penerima yang terdiri dari bantuan tunai untuk anak sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA.


“Untuk bantuan tunai anak sekolah ada tiga tingkatan yaitu anak SD berjumlah 900.000, SMP berjumlah 1.500.000 dan SMA berjumlah 2 juta ,”terangnya.


Ia menambahkan, untuk penerima komponen kesejahteraan dalam setahun untuk lansia sebesar 2,4 juta dan kaum disabilitas sebesar2,4 juta.


“Untuk komponen kesehatan bagi ibu hamil dalam setahun sebesar 3 juta dan anak Balita sebesar 3 juta,”tambahnya.


Lodowyk Lape menerangkan, dari total penerima di Kota Kupang 17.766Kepala Keluarga tersebut mendapatkan anggaran sebesar 43 miliar dan untuk bantuan pangan non tunai sekitar 39 miliar lebih.


“Posisi sekarang untuk warga Kota Kupang memegang kartu BPJS gratis sebanyak 157.203 anggaran dari pusat sekitar 69 miliar kalau di Kota Kupang, kita lebih pada bantuan untuk kelompok kaum disabilitas, lansia, anak terlantar dan ada juga bantuan pemberdayaan sudah jalan tahun ini sebanyak 67 kelompok mendapatkan10 juta perkelompok,”pungkasnya. (MI).




Dinas Sosial Kota Kupang Lebih Fokus Kepada Data Base DTKS

 

Kupang,mwartapedia.com –  Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi acuan dalam pemberian Bantuan Sosial (Bansos) kepada warga masyarakat dan tahun ini Dinas Sosial Kota Kupang lebih fokus pada pendataan fakir miskin dan masyarakat yang tidak mampu untuk mengusulan agar masuk kedalam data base kemiskinan.


Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Lodiwyk Djungu Lape, S.Sos di Kantor DPRD Kota Kupang pada Rabu (29/11/2023).


Lodiwyk Lape menjelaskan, dalam setiap bulan Kota Kupang melakukan pembersihan dan pembaharuan DTKS guna memastikan kesesuaian dan keayakan penerima bantuan.


“Hal ini dilakukan agar pemberian bantuan dapat tepat sasaran kepada warga masyarakat yang dinilai benar-benar tidak mampu,”jelasnya.


Dikatakannya, tahun 2023 kota Kupang sudah terdata karena setiap bulan dikerjakan secara rutin untuk mendapatkan data terbaru maupun verifikasi dan validasi data yang sudah ada.


“Dalam setiap bulan pengusulan KIS/BPJS gratis pada tanggal 1 sampai dengan 10 sedangkan pengusulan lain seperti PKH, bantuan pangan non tunai termasuk usul baru untuk masuk dalam basis data terpadu pada tanggal 15 sampai  dengan 25 itu rutin dan  harus,”tegasnya.


Dikatakannya, pemerintah pusat telah menyiapkan banyak program untuk masyarakat tidak mampu yang ada di Kota Kupang oleh karena itu harus mempunyai data yang lengkap sehingga dinas sosial berperan untuk melayani kebutuhan masyarakat.


“Program dari pemerintah berupa Program Keluarga Harapan (PKH), program bantuan pangan non tunai, program PBI kiss gratis atau BPJS gratis dan bantuan lain KIP kuliah dan subsidi listrik,”ujarnya.


Ia berharap dalam konteks pembangunan kesejahteraan semua pihak harus terlibat dan membantu dalam memberikan data yang benar sehingga dapat memberikan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.


“Saya berharap semua orag yang mempunyai kemampuan dan berpotensi dalam kesejahteraan seharusnya terlibat sehingga jangan ada warga Kota Kupang yang tidak terdata,”harapnya, (MI)




Kadis Nakertrans Kota Kupang Sebut Tahun 2023 Tidak Ada Kasus bagi PMI


Kupang,mwartapedia.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Kupang, Thomas Dagang menyebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kota Kupang yang dikirim untuk bekerja keluar negeri pada tahun 2023 tidak mengalami kasus,


Hal ini disampaikan Kelapa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang, Thomas Dagang  kepada media ini di Kantor DPRD Kota Kupang disele-sela Sidang DPRD pada Rabu (29/11/2023).  


Thomas Dagang mengatakan, selama ini PMI yang akan dikirim keluar negeri sebelumnya diberikan pelatihan sehingga mereka mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk bekrja dengan baik.


“Sebelum diberangkatkan para PMI tersebut diberikan pelatihan pada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) selama tiga bulan,”ungkapnya.


Dijelaskan, perusahaan jasa pengiriman PMI legal yang terdaftar di dinas Nakertrans Kota Kupang berjumlah 20 lebih.


“Selama ini di NTT banyak PMI yang mengalami kasus kekerasan bahkan ada yang meninggal di luar negeri adalah mereka yang diurus oleh perusahaan ilegal dari kabupaten lain,”terangnya.


Sedangkan untuk pekerja yang ada di Kota kupang, Thomas Dagang merincikan selama tahun 2023 ada 37 kasus yang ditangani oleh dinas Nakertans Kota Kupang.


“Ada 37 kasus yang saya tangani dan ada yang saya tangani di kantor ada yang ditangani oleh Pengadilan Hukum dan Industri,”jelasnya.


Menurutnya, perusahaan swasta yang ada di Kota Kupang memberikan upah tidak sesuai aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dirinya mengakui bahwa selama ini pihaknya belum menerima laporan. 


“Untuk masalah ini biasanya terjadi persoalan baru mereka lapor ke saya terutama kerjanya sudah lama terus mereka protes minta keluar dan laporannya paling mengenai pembayaran pesangon,”ucapnya.


Dikatakannya, pembayaran upah buruh yang tidak sesuai biasanya terjadi pada perusahaan kecil seperti kios dan warung makan. 


“Kalau perusahaan sedang dan besar banyak laporan sehingga untuk perusahaan besar yang mempunyai kemampian dan standar jika ada yang lapor akan kita atasi jika tidak bisa ditangani akan kita lanjutkan ke tingkat atas,”pungkasnya. (MI)




Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Kupang Ibarat Fenomena Gunung Es


Kupang,mwartapedia.com – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kupang ibarat fenomena gunung es yang mana kasus kekerasan ini dulu hadirnya tidak kelihatan sekarang justru kelihatannya sangat banyak.


Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang, Ir. Clementina R. N. Soengkono ketika ditemui media ini di kantor DPRD Kota Kupang pada Rabu (29/11/2023).


Menurut Clementina Soengkono, sejak adanya Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak hadir di Kota Kupang maka kasus pada perempuan dan anak semakin mengalami peningkatan.


“Dengan adanya UPTD ini, kami berpikir angka kekerasan turun tetapi malah naik karena selama ini istilahnya seperti gunung es dimana kasus kekerasan banyak terjadi di Kota Kupang baik terhadap peremuan maupun anak,”ungkapnya.


Diungkapkannya, data yang diperoleh pada bulan Agustus 2023 adalah kekerasan terhadap perempuan sebanyak 106 kasus dengan rincian kekerasan fisik 15 kasus, psikis 85 kasus, seksual 5 kasus, penelantaran 14 kasus, lainnya 2 kasus.


“Sedangkan kekerasan terhadap anak ada 83 kasus diantaranya 35 laki-laki dan 48 perempuan dengan rincian kekerasan sebagai berikut fisik 3 kasus, psikis 46 kasus, seksual 10 kasus dan penelantaran 15 kasus,”ucapnya.


“Terus terang dari tahun lalu sampai dengan tahun ini kasus kekerasan yang banyak di Kota Kupang adalah perempuan dan yang paling trend adalah kasus perceraian sedangkan keserasan terhadap anak adalah kekerasan seksual yang paling mendominasi,”tambahnya.


Iapun menjelaskan, sesuai motto dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang bahwa perempuan dan anak yang rentan dapat dilindungi dan dilayani dengan baik,


“Sehingga kami ingin melayani dengan baik karena negara melindungi perempuan dan anak karena mereka ini dianggap rentan,”jelasnya.


Clementina Soengkono mengutarakan, ada tiga layanan yang ada di DP3A Kota Kupang yaitu layanan perlindungan bantuan hukum gratis, layanan rumah aman dan layanan pendampingan dan ketiga layanan pemberdayaan.


“Disini yang melayani secara psikologis ada tokoh agama dan ada mediasi dan layanan pemberdayaan artinya perempuan korban kekerasan ini setelah berpisah dengan suaminya sehingga dia tidak ada pekerjaan sehingga kami juga sering bekerjasama dengan Dinas Nakertrans dan UPTD Tenaga Kerjaaan agar mereka diberikan pelatihan sehingga mereka bisa mandiri,”jelasnya.


“Kami juga bekerjasama dengan tokoh agama dan LBH aktif dengan jejaring kami dari GMIT yaitu Rumah Harapan GMIT artinya seperti seperti korban-korban Tindakan Perdagangan Orang (TPO),”tambahnya.


Dirinya juga mengajak warga Kota Kupang ketika mengalami kekerasan langsung menghubungi call center 0813 3770 3300 yang tersedia di UPTD kami dan secara nasional melalui call center 129 dari situ langsung diarahkan kembali ke kami dan layanan ini beraku selama 24 jam. (MI)




Warga Padati Pasar Murah, Lurah Oesapa Barat Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemkot


Kupang,mwartapedia.com – Ratusan warga Kelurahan Oesapa Barat padati pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Perum Bulog Cabang Kupang di Halaman Kantor Lurah Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa lima, Kota Kupang pada Kamis (23/11/2023).


Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra, SH menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat di Kelurahan Oesapa Barat.


“Kami atas nama pemerintah dan warga Kelurahan Oesapa Barat mengucapkan limpah terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Perum Bulog Cabang Kupang yang telah berkenan menyelenggarakan kegiatan operasi pasar murah ini,”ungkapnya.



Kehadiran pasar murah di Kelurahan Oesapa Barat baginya merupakan suatu kegembiraan bagi warga untuk memenuhi kebutuhannya,


“Dari proses pengumuman saja warga sangat antusias untuk pelaksanaan kegiatan ini karena kita tau bersama bahwa saat ini mau masuk ke bulan Desember dimana masyarakat tentu mempersiapkan keluarganya dalam menghadapi hari raya,”ucapnya.


Dijelaskan bahwa dalam kegiatan ini pihaknya telah menghimbau seluruh warga yang ada di Kelurahan Oesapa Barat.


“Kami sampaikan kepada warga bersama dengan daftar harganya sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri dan ini berlaku khusus untuk warga Oesapa Barat, hal ini dibuktikan dengan foto copy Kartu Tanda Penduduk,”jelas Christian.


Menurutnya, Dalam tahun 2023 kegiatan pasar murah seperti ini sudah diadakan sebanyak empat kali di Kelurahan Oesapa Barat.


“Kegiatan pasar murah yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang dalam tahun ini sudah berlangsung dua kali di Kelurahan kami dan untuk Perum Bulog sendiri sudah dua kali juga sehingga sudah empat kali,”ucapnya.


Dirinya berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, pemerintah dapat melakukan kestabilan harga di lapangan terutama dalam menekan angka inflasi sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok mereka dengan harga yang terjangkau. 


“Harapan kami kegiatan ini tidak selesai hari ini tetapi kedepannya masih bisa terlaksana lagi di Kelurahan Oesapa Barat,”tutupnya.



Sementara itu, Ibu Gatima warga RT 04/RW 05 di lokasi kegiatan mengaku dirinya mendapatkan informasi akan diadakan pasar murah oleh Pemkot di Kelurahan Oesapa Barat.


“Hari ini kebetulan ada pasar murah jadi saya akan membeli kebutuhan rumah tangga seperti beras, bawang, telur dan kebutuhan yang lain yang penting uang mencukupi,”ucapnya.


Ibu Gatima yang sehariannya sebagai seorang ibu rumah tanga sangat merasakan peningkatan harga bahan pokok yang akhir-akhir ini terjadi di masyarakat sehingga pelaksanaan pasar murah ini sangat membantu untuk mendapatkan sembako dengan harga yang bisa terjangkau.


“Saya bersyukur karena dengan adanya pasar murah ini karena sekarang juga beras sudah naik harga sehingga saya berharap sekali agar kegiatan seperti ini terus diadakan di sini karena sangat membantu. Disini banyak warga yang hadir berarti bukan hanya saya saja yang membutuhkan tetapi banyak orang juga membutuhkan,”pungkasnya. (MI).