INTI Kembali Salurkan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores di Nagekeo

Nagekeo, nwartapedia.com — Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak gempa Flores. Sebanyak 200 paket sembako disalurkan kepada warga di Kabupaten Nagekeo, Minggu (30/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian INTI terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa. Penyaluran dikoordinasikan oleh Pengurus Cabang INTI Kabupaten Ende dan menyasar dua wilayah kecamatan.

Lokasi pertama berada di Kecamatan Nangaroro, tepatnya di tiga dusun yang berada di Desa Degalea.

Di wilayah tersebut, sebanyak 100 paket sembako disalurkan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp15 juta. 

Paket bantuan terdiri dari beras, gula, mi instan dan minyak goreng.

Bantuan diterima oleh Kepala Desa Degalea, Adrianus Pati. Tim penyaluran di Kecamatan Nangaroro dipimpin oleh Ketua INTI Kabupaten Ende, Robby Tjieputra.

Selanjutnya, bantuan juga disalurkan di Kecamatan Mauponggo, tepatnya di Desa Ua, Kabupaten Nagekeo.

Sebanyak 100 paket sembako kembali diberikan kepada warga dengan total nilai bantuan sebesar Rp15 juta. Isi paket berupa beras, gula, mi instan dan minyak goreng.

Bantuan tersebut diterima oleh Kepala Desa Ua, Benyamin Meo. Tim yang bertugas di wilayah Mauponggo dipimpin oleh dr. Robiyanto Wahyudi dan Bruder Kristianus Riberu.

Kepala desa Ua, Benyamin Meo menyampaikan terimakasih kepada Perhimpunan Indonesia Tionghoa INTI yang berkenan datang dari jauh membantu warga desanya yang sedang terbeban berat akibat gempa 15 Agustus dan yang masih terus berulang.

“Hampir setiap hari kami alami gempa susulan yang membuat kami selalu siaga ketika tidur malam. Untuk itu mewakili warga, saya mengucapkan limpah terima kasih kepada INTI Ende sebagai perpanjangan tangan INTI seluruh Indonesia, datang dari jauh dalam ketulusan hati membantu kami disini.” ujanya.

dr.Robby mewakili team lapangan INTI selanjutnya menyampaikan Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meringankan beban masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan pascabencana.

INTI menegaskan kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari semangat solidaritas dan gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Flores yang terdampak gempa. (MI)




Pengurus INTI Kembali Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Flores

Borong,nwartapedia.com – Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Pulau Flores.

Kali ini, bantuan disalurkan kepada warga Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan oleh relawan INTI yang berdomisili di kota Ruteng, ibukota kabupaten Manggarai.

Tim relawan yang terdiri dari Bonafantura Teobaldus Erwin sebagai ketua bersama Florianus Panding, Hohanes Sardin dan Thomas Aquino sebagai anggota turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

Kedatangan tim relawan diterima oleh masyarakat Desa Golo Lero yang dipimpin langsung oleh Camat Lamba Leda Timur, Rikardus Rivaldo Yasman.

Sebanyak 100 paket bantuan disalurkan dalam aksi tersebut. Bantuan terdiri dari kebutuhan pokok berupa beras, mi instan, telur dan minyak goreng. Total bantuan yang disalurkan memiliki nilai sekitar Rp15 juta.

Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pengurus INTI terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa.

Bantuan kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meringankan beban warga.

Kepedulian Pengurus INTI terhadap korban gempa Flores akan terus berlanjut.

Tim relawan merencanakan kembali melanjutkan penyaluran bantuan pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Untuk lokasi penyaluran bantuan berikutnya masih disurvei dan dibahas oleh tim relawan bersama pengurus INTI.

Penyaluran bantuan secara langsung ke wilayah terdampak menjadi wujud solidaritas Pengurus INTI untuk hadir bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana gempa di Flores. (MI)




Solidaritas Gempa Flores, 38 BEM Nusantara NTT Alihkan Gerakan ke Aksi Kemanusiaan

Kupang, nwartapedia.com – Tragedi gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores mendorong mahasiswa di Nusa Tenggara Timur untuk mengutamakan gerakan kemanusiaan.

Sebanyak 38 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam BEM Nusantara NTT memutuskan mengalihkan fokus gerakan mereka untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Keputusan tersebut sekaligus membuat 38 BEM untuk sementara tidak mengambil bagian dalam berbagai aksi di daerah masing-masing.

Seluruh perhatian diarahkan pada upaya membangun solidaritas dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa.

Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Andhy Umbu Sanjaya, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi darurat.

“Ketika saudara-saudara kita di Flores sedang kehilangan rumah, kehilangan keluarga dan hidup dalam ketidakpastian akibat gempa, maka kemanusiaan harus menjadi prioritas,” kata Andhy.

Ia menegaskan, pilihan untuk fokus pada persoalan kemanusiaan tidak berarti mahasiswa berhenti bersikap kritis terhadap persoalan bangsa maupun daerah.

Menurutnya, gerakan mahasiswa memiliki ruang yang luas, termasuk menghadirkan kepedulian ketika masyarakat sedang mengalami bencana.

“Gerakan mahasiswa bukan hanya soal turun ke jalan dan menyuarakan kritik. Ketika rakyat sedang tertimpa bencana, mahasiswa juga harus hadir untuk mengulurkan tangan, menguatkan korban, dan memastikan mereka tidak menghadapi penderitaan sendirian,” ujarnya.

BEM Nusantara NTT kini mendorong 38 BEM yang tergabung di dalamnya untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui penggalangan bantuan serta dukungan bagi masyarakat terdampak gempa.

Selain itu, mahasiswa juga mengajak berbagai elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pihak terkait untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Flores.

Andhy menilai, situasi yang dihadapi para korban membutuhkan keterlibatan nyata dari berbagai pihak.

“Flores sedang berduka. Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya kata-kata simpati, tetapi tindakan nyata. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” tegasnya.

Ia berharap solidaritas tersebut dapat terus berkembang sehingga masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.

BEM Nusantara NTT memastikan gerakan 38 BEM untuk sementara dipusatkan pada aksi kemanusiaan bagi korban gempa Flores.

“Hari ini, hati dan gerakan kami ada di Flores. Kami memilih untuk menunda keterlibatan dalam berbagai aksi, karena bagi kami, ketika rakyat sedang menderita akibat bencana, kemanusiaan harus berada di atas kepentingan apa pun,” pungkas Andhy. **




Yuventus Tukung: Nakes Korban Gempa Flores Butuh Dukungan dan Penambahan Tenaga Medis

Nagekeo, nwartapedia.com – Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuventus Tukung, meminta perhatian serius terhadap kondisi tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban gempa Flores tetapi tetap harus memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Yuventus saat Relawan Kemanusiaan Gempa Flores dari Pemuda Katolik Komda NTT memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Nagekeo, Senin (24/8/2026).

Yuventus mengatakan, para nakes di wilayah terdampak berada dalam situasi sulit. Mereka tidak hanya menghadapi dampak langsung bencana, tetapi juga harus tetap bekerja merawat masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

“Kita tahu teman-teman nakes di wilayah terdampak mengalami tingkat stres tinggi. Di satu sisi sebagai korban terdampak langsung, di sisi lain mereka juga harus tetap menjalankan kewajiban profesinya untuk merawat para korban,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memengaruhi efektivitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.

Yuventus pun mendorong pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat mengambil langkah cepat dengan memberikan kebijakan yang dapat meringankan beban para nakes korban gempa.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memberikan kelonggaran jam kerja serta menambah tenaga kesehatan dari luar daerah untuk memperkuat pelayanan di puskesmas dan titik-titik terdampak.

“Harus ada intervensi pemerintah daerah, provinsi sampai pusat untuk dapat mengambil kebijakan taktis strategis, berupa memberikan kelonggaran jam kerja para nakes yang menjadi korban bencana,” jelasnya.

Ia menambahkan, penambahan tenaga kesehatan sangat diperlukan agar nakes yang terdampak tidak bekerja dalam tekanan berlebihan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 nakes dari RS Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT, serta Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Puskesmas Kapan, Timor Tengah Selatan, turut memberikan pendampingan kesehatan jiwa dan psikososial.

Ketua Tim Dukungan Kesehatan Jiwa Psikososial (DKJPS), Imakulata Bete, S.Kep., Ns., mengatakan nakes yang terlibat langsung dalam penanganan bencana rentan mengalami kelelahan emosional.

Karena itu, para nakes diberikan sejumlah teknik manajemen stres, di antaranya latihan napas dalam, relaksasi otot progresif, imagery, grounding, dan butterfly hug.

Selain pendampingan kepada tenaga kesehatan, relawan Pemuda Katolik Komda NTT juga diterjunkan ke sejumlah posko pengungsian dan membantu aktivitas dapur umum.

Yuventus mengatakan pihaknya membagi relawan dalam empat tim yang ditempatkan di beberapa lokasi untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak.

Pemuda Katolik Komda NTT juga membuka kesempatan bagi relawan lain yang ingin bergabung dalam aksi kemanusiaan membantu korban gempa Flores. **




BRI Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Ruteng, nwartapedia.com – Gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan duka bagi masyarakat terdampak.

Di tengah situasi tersebut, BRI menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan sekaligus memastikan layanan perbankan tetap dapat diakses masyarakat.

Direktur Operation BRI Hakim Putratama dan Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, didampingi Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya, hadir langsung di sejumlah wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan melalui program BRI Peduli.

Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, sembako, air bersih, selimut, tikar, masker, serta berbagai kebutuhan lainnya sesuai kondisi masyarakat di lapangan.

Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. BRI memastikan bantuan akan terus dipantau dan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Selain membantu masyarakat, jajaran manajemen BRI juga memastikan kondisi Insan BRILiaN yang terdampak gempa.

Dukungan diberikan agar para pekerja tetap dapat menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah kondisi pascagempa, BRI juga memantau kesiapan unit kerja, jaringan layanan, serta AgenBRILink. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap transaksi dan layanan keuangan yang dibutuhkan.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kehadiran BRI merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

“Kami turut berduka atas musibah yang terjadi dan memahami bahwa gempa ini memberikan dampak yang tidak ringan bagi masyarakat. Karena itu, BRI hadir secara langsung untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Hery.

Menurut Hery, bantuan akan terus disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.

“Kami juga memastikan kondisi Insan BRILiaN yang terdampak serta kesiapan layanan BRI, termasuk AgenBRILink. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan perbankan meskipun berada dalam situasi yang penuh tantangan,” tambahnya.

Hery menegaskan, penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, BRI akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

“BRI akan terus hadir dan bergerak bersama masyarakat. Penyaluran bantuan akan kami lanjutkan sesuai kondisi serta kebutuhan yang ditemukan di lapangan,” pungkasnya. *




Gempa Flores, Undana Kerahkan 75 Relawan dan Siapkan Bantuan UKT bagi Mahasiswa Terdampak

Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah konkret menghadapi dampak gempa bumi di Flores. Sebanyak 75 relawan disiapkan untuk turun ke wilayah terdampak, sementara mahasiswa yang menjadi korban bencana mendapat skema relaksasi akademik dan bantuan UKT.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat Undana Disaster Relief Task Force (Satgas Penanganan Bencana) yang dipimpin langsung Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., di Aula Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana, Senin (17/8/2026).

Langkah Undana menyasar lima kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Respons tersebut tidak hanya difokuskan pada pengiriman bantuan logistik, tetapi juga mencakup asesmen lapangan, layanan kesehatan, dukungan kemanusiaan, hingga perlindungan keberlanjutan pendidikan mahasiswa yang terdampak bencana.

Undana membagi mobilisasi relawan dalam dua gelombang utama. Gelombang pertama dijadwalkan berangkat Rabu (19/8/2026) menggunakan kapal feri DLU melalui Ende menuju wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Tim respon awal dan asesmen cepat ini berjumlah 20 personel, terdiri dari 10 anggota Mapala, lima anggota Menwa, empat dosen pendamping lapangan, dan satu pengemudi. Tim membawa satu kendaraan logistik.

Selanjutnya, gelombang kedua dijadwalkan berangkat Sabtu (22/8/2026) melalui program KKN Tematik Proyek Kemanusiaan.

Sebanyak 55 personel akan dilibatkan, terdiri dari Tim Medis FKKH, dosen, dan mahasiswa relawan dengan perwakilan lima hingga tujuh orang dari setiap fakultas.

Dengan dua gelombang tersebut, total 75 personel Undana disiapkan untuk memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak.

Tidak hanya turun ke masyarakat, Undana juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang terdampak langsung bencana.

Undana menetapkan relaksasi akademik berupa kompensasi dan fleksibilitas jadwal perkuliahan hingga awal September 2026 bagi mahasiswa asal Flores yang terdampak gempa.

Bagi mahasiswa aktif yang rumah atau kediamannya mengalami kerusakan total, Undana menyiapkan skema Beasiswa Bencana atau bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa agar bencana tidak memaksa mereka menghentikan proses perkuliahan.

Rektor Undana menetapkan kebijakan pemotongan remunerasi jajaran pimpinan, mulai dari Rektor hingga Koordinator Program Studi dan Sub Koordinator.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung operasional Posko Undana dan kegiatan tim relawan di daerah terdampak.

Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., menjelaskan bahwa Undana telah mencairkan Dana Taktis Pengabdian Masyarakat sebesar Rp100 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai lima proposal pengabdian KKN berdampak dan proyek kemanusiaan.

Selain dana universitas, gerakan solidaritas juga dihimpun melalui rekening resmi UndanaPeduli.

Per 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, dana yang telah terkumpul mencapai Rp53,5 juta.

Posko Utama Undana juga menerima bantuan fisik berupa 125 kilogram beras, 15 dus mi instan, 10 dus air mineral gelas, susu, ikan kaleng, biskuit, paket pampers, dan minyak tolak angin.

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan Undana menerapkan kebijakan local sourcing dalam pengadaan bantuan.

Pasokan sembako akan dibeli langsung dari distributor di Flores. Strategi ini ditujukan untuk menekan biaya logistik sekaligus menjaga agar perputaran ekonomi tetap terjadi di wilayah terdampak.

Sesuai rekomendasi BNPB, Undana menetapkan dua pusat distribusi utama.

Posko Maumere melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada, sedangkan Posko Labuan Bajo melayani Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Undana memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah di Flores, BNPB, TNI/Polri, tenaga medis, dan Menwa.

Koordinasi tersebut mencakup distribusi logistik, asesmen kebutuhan masyarakat, layanan kesehatan fisik dan mental, serta dukungan bagi warga di lokasi terdampak.

Melalui langkah ini, Undana menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat bergerak langsung ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Respons tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda Kemdiktisaintek Berdampak, serta apresiasi Undana terhadap perguruan tinggi negeri di wilayah timur Indonesia yang turut mengirimkan relawan dan bantuan untuk masyarakat Flores. **




Peduli Korban Gempa Flores, BRI Salurkan Bantuan Pangan di Manggarai dan Manggarai Timur

Manggarai, nwartapedia.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores terus ditunjukkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli.

BRI melalui Branch Office (BO) Ruteng menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur pada 16–17 Agustus 2026.

Bantuan yang disalurkan berupa nasi box, mie instan, telur, dan air mineral. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat pascabencana.

Branch Office Head BRI Ruteng, Akarius Armayadi P., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BRI sekaligus komitmen perusahaan untuk hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit.

“Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pangan, di tengah kondisi pascabencana,” ujar Akarius.

Akarius menambahkan, BRI terus memantau kondisi masyarakat di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“BRI akan terus berupaya menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami berharap dukungan ini dapat membantu masyarakat dalam menghadapi masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen BRI Peduli dalam menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat yang membutuhkan akibat bencana.

BRI berharap bantuan pangan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Manggarai dan Manggarai Timur serta mendukung kebutuhan mereka selama proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. **




KADIN NTT Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Tujuh Kabupaten

Kupang, nwartapedia.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Melalui tujuh Dewan Pengurus KADIN Daerah di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat, KADIN NTT melakukan pemantauan kondisi lapangan sekaligus menyalurkan bantuan tanggap darurat.

Begitu gempa terjadi, Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto langsung berkoordinasi dengan para ketua KADIN daerah untuk memantau kondisi masyarakat, melakukan survei, melaporkan perkembangan, serta mengeksekusi bantuan awal.

Bantuan yang diprioritaskan meliputi sembako, terpal, uang tunai, serta kebutuhan mendesak lainnya bagi masyarakat yang harus mengungsi dan berkumpul di sejumlah titik, termasuk lapangan terbuka.

Di Kabupaten Sikka, Ketua KADIN Sikka Hari Japira turun langsung menyalurkan bantuan sembako dan uang tunai kepada masyarakat terdampak. Bantuan juga diberikan kepada korban yang menjalani perawatan di rumah sakit serta disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Sikka.

Sementara di Kabupaten Manggarai, bantuan KADIN disalurkan ke sejumlah lokasi pengungsian. Ketua KADIN Manggarai, Boni, turun langsung ke wilayah Reo dan mengunjungi tiga titik pengungsian.

Bantuan serupa juga dilakukan KADIN Kabupaten Ende. Ketua KADIN Ende, Haji Heri Jufri, membawa bantuan langsung ke sejumlah lokasi terdampak.

Perjalanan menuju lokasi sempat terkendala akibat sejumlah ruas jalan tertutup material longsor dan terputus akibat gempa. Dengan dukungan alat berat dan kerja keras tim di lapangan, rombongan KADIN akhirnya dapat menembus akses tersebut untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus menyerahkan bantuan.

Langkah tanggap darurat juga dilakukan KADIN di Kabupaten Nagekeo dan sejumlah wilayah lainnya yang terdampak gempa.

Bobby Lianto mengatakan, tim tanggap cepat KADIN NTT telah melakukan bantuan awal di sejumlah wilayah. Namun, kondisi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama di Kabupaten Nagekeo.

Berdasarkan laporan Ketua KADIN Nagekeo, Sambu Airelius, ketersediaan bahan makanan dan minuman masih menjadi persoalan karena sejumlah toko dan tempat usaha ikut terdampak gempa.

Kondisi tersebut membuat pasokan kebutuhan dasar bagi masyarakat menjadi terbatas.

“Di Nagekeo masih ada kendala dalam hal suplai makanan dan minuman karena toko-toko yang terdampak gempa. Ini menjadi perhatian kami,” kata Bobby.

Untuk memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak, Bobby Lianto juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.

KADIN NTT mengupayakan dukungan tambahan berupa lampu tenaga surya, genset, serta berbagai kebutuhan lainnya yang dapat digunakan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Bobby menegaskan KADIN NTT akan terus berada di tengah masyarakat dan siap menjadi salah satu ujung tombak dalam kegiatan sosial maupun penanganan bencana di NTT.

Menurutnya, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui kepedulian dan gotong royong.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan KADIN daerah dan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Bobby.

KADIN NTT bersama jajaran KADIN daerah akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperkuat bantuan selama masa tanggap darurat. ***




BRI Peduli Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Korban Gempa di Nagekeo

Nagekeo, nwartapedia.com — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut disalurkan oleh BRI Branch Office (BO) Bajawa pada 15 dan 16 Agustus 2026 di Posko Tanggap Bencana Kabupaten Nagekeo. Bantuan berupa sembako dengan total nilai mencapai Rp20 juta.

Sembako yang disalurkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok, di antaranya beras, minyak goreng, mi instan, roti, air mineral, serta kebutuhan lainnya.

Bantuan diterima oleh Satgas Penanggulangan Bencana Kabupaten Nagekeo untuk selanjutnya disalurkan guna mendukung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Branch Office Head BRI Bajawa, Justinus Hasudungan Lumban Batu, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BRI terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir dan memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan kebutuhan pokok ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat,” ujar Justinus.

Selain Nagekeo, BRI juga menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada. Bantuan berupa sembako dan air minum tersebut direncanakan disalurkan pada 17 Agustus 2026.

Justinus menegaskan, BRI akan terus memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“BRI akan terus berupaya menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami berharap dukungan ini dapat membantu masyarakat dalam menghadapi masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana,” tambahnya.

BRI berharap bantuan melalui BRI Peduli dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak gempa sekaligus mendukung upaya penanganan bencana yang dilakukan oleh Satgas Penanggulangan Bencana di Nagekeo dan Ngada.

Melalui program BRI Peduli, BRI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi sosial, terutama dalam situasi tanggap darurat akibat bencana. **




BRI Maumere Salurkan 200 Kotak Nasi untuk Korban Gempa Flores

Maumere,nwartapedia.com  — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, BRI melalui Branch Office (BO) Maumere menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga yang berada di lokasi pengungsian dan fasilitas kesehatan di wilayah Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut berupa 200 kotak nasi yang disalurkan kepada masyarakat terdampak di Camp Pengungsi Lingkar Luar dan RSUD TC Hillers Maumere pada Sabtu (15/8/2026).

Pemimpin Branch Office BRI Maumere, Risky Darmawan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BRI melalui program BRI Peduli untuk hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya dalam kondisi tanggap darurat.

“BRI turut prihatin atas kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores. Melalui BRI Peduli, kami berupaya memberikan bantuan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya pada masa tanggap darurat,” ujar Risky.

Menurutnya, bantuan disalurkan ke sejumlah titik yang membutuhkan, termasuk camp pengungsian dan rumah sakit.

Selain bantuan kemanusiaan, BRI juga terus memperhatikan keberlangsungan layanan perbankan bagi masyarakat di wilayah Maumere. Operasional dan layanan perbankan tetap menjadi perhatian dengan mengedepankan kondisi serta aspek keselamatan di lapangan.

“Di tengah situasi tanggap darurat, kami juga terus memantau kondisi operasional dan kebutuhan layanan perbankan masyarakat. BRI berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kepada nasabah dengan mengedepankan keselamatan pekerja, nasabah, dan masyarakat,” jelas Risky.

Risky menambahkan, BRI akan terus memantau kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Penyaluran bantuan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan situasi di wilayah terdampak.

“Kami akan terus berkoordinasi dan melihat kebutuhan di lapangan. Apabila masih terdapat kebutuhan masyarakat yang perlu didukung, BRI akan terus berupaya menyalurkan bantuan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tersebut,” tambahnya.

Melalui program BRI Peduli, BRI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam situasi bencana dan kondisi darurat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga terdampak sekaligus menjadi bentuk kepedulian BRI terhadap masyarakat di wilayah operasionalnya. **