Anak Binaan LPKA Kupang Terima Komuni Pertama di Paroki Kolhua, Jadi Momen Haru dan Bersejarah

 

Kupang,nwartapedia.com  — Suasana haru dan penuh makna menyelimuti Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kota Kupang.

Di antara 108 anak yang menerima Komuni Pertama pada Minggu pagi, satu sosok istimewa turut hadir: Mefi Melkianus Sae, anak binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kupang.

Keterlibatan Mefi dalam perayaan sakramen suci ini menjadi momen bersejarah, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh jajaran pembina, pendamping, dan keluarga besar LPKA.

Ia telah menjalani pembinaan rohani secara konsisten selama delapan bulan terakhir, termasuk bimbingan iman Katolik yang difasilitasi oleh petugas dari Kementerian Agama dan pembina internal lembaga.

“Anak-anak binaan punya hak yang sama dengan anak-anak lain di luar. Kami bersyukur karena Pastor Paroki Assisi membuka ruang dan melibatkan Mefi dalam perayaan sakral ini,” ujar Adeodatus, Kepala Seksi Pembinaan dan Wasmat LPKA Penfui Kupang, mewakili Kepala LPKA Lukas Laksana Frans.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Paroki Kolhua dan semua pihak yang telah mendukung.

“Tiga bulan terakhir, Mefi mendapat pendampingan khusus, termasuk menerima Sakramen Tobat dari Romo yang datang langsung ke LPKA. Hari ini, ia bergabung dengan 107 anak lainnya menerima Komuni Pertama secara terbuka di gereja,” ungkapnya.

Saat ini, ada delapan anak Katolik yang sedang menjalani pembinaan di LPKA Kupang. Dari jumlah tersebut, tujuh anak sudah menerima Komuni Pertama. Mefi menjadi satu-satunya peserta yang ikut tahun ini.

Proses ini juga melibatkan komunikasi intens dengan keluarga Mefi yang berada di Soe, agar seluruh tahapan berjalan dengan restu dan dukungan orangtua.

Momen ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan anak di LPKA tidak hanya fokus pada aspek hukum dan sosial, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual.

Keterlibatan Gereja, Kementerian Agama, dan lembaga pembinaan ini menjadi contoh sinergi positif dalam merawat masa depan anak-anak, tanpa memandang latar belakang maupun status mereka. (Goe)




Rustam, Anak dari Keluarga Non-Katolik Terima Komuni Pertama

 

Kupang,nwartapedia.com  – Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kota Kupang, Minggu (22/6), menjadi momen istimewa bagi 108 anak yang menerima Komuni Suci untuk pertama kalinya.

Dari jumlah itu, 55 anak berasal dari Stasi Santo Agustinus Bello, 52 anak dari Paroki Kolhua, dan satu anak dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Penfui.

Yang paling menarik perhatian adalah kehadiran Rustam One Tuan (13), satu-satunya peserta yang berasal dari keluarga non-Katolik.

Meskipun kedua orang tuanya dan keempat adiknya beragama Protestan, Rustam tampil mantap dan penuh semangat melangkah bersama teman-temannya menerima Sakramen Ekaristi Pertama.

Misa Kudus dipimpin oleh RD Dus Bone, Pastor Paroki Kolhua, didampingi RD Toni Kobesi selaku Pastor Rekan, dan imam tamu Pater Yustinus Tegu Wona, SVD.

Dalam homilinya, RD Dus Bone menekankan bahwa Komuni adalah puncak iman Katolik dan anak-anak merupakan harapan masa depan keluarga dan Gereja.

“Anak-anak harus mendapat tempat dalam hati Tuhan, baik melalui Gereja maupun dalam keluarga. Jangan ragu terhadap Ekaristi, sebab saat konsekrasi, tubuh dan darah Kristus sungguh hadir. Setelah menyambut-Nya, bawalah hati dan perilaku yang baik kepada sesama,” ujar RD Dus.

Perayaan ini semakin khusyuk dan meriah berkat persembahan lagu dari koor anak-anak SEKAMI Paroki Kolhua yang dipimpin oleh dirigen Nona Putri Kembo dan diiringi oleh organis Nus Selly Seng.(goe)




Esok Ratusan Anak Terima Komuni Pertama di Paroki Kolhua, Rustam One Tuan Jadi Sorotan karena Latar Belakang Keluarga Protestan

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sebanyak 108 anak akan menerima Sakramen Ekaristi Pertama atau Komuni Suci Perdana dalam perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang berlangsung esok, Sabtu (21/6/2025), di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kota Kupang.

Momen ini menjadi penuh makna tidak hanya bagi anak-anak dan keluarga mereka, tetapi juga bagi umat paroki secara keseluruhan.

Yang menarik perhatian adalah kehadiran seorang anak bernama Rustam One Tuan, yang menjadi satu-satunya peserta komuni perdana dari keluarga non-Katolik.

Kedua orang tuanya serta empat adik kandungnya diketahui beragama Kristen Protestan.

Namun, Rustam dengan kesadaran pribadi memilih memeluk iman Katolik dan telah menjalani pembaptisan secara resmi pada malam Paskah tahun ini, April 2025.

Menurut penjelasan Goris Takene, salah satu anggota keluarga Rustam, keputusan tersebut diambil dengan persetujuan dan dukungan penuh dari kedua orang tua serta keluarga besar.

“Rustam memang sejak lama sudah aktif dalam kegiatan gereja Katolik karena tinggal bersama tantenya, Ibu Yohana Bistolen, dan neneknya, Oma Petronela Takene, yang keduanya Katolik. Ia tumbuh dalam lingkungan yang membentuk imannya secara alami,” jelas Goris kepada media, Jumat (20/6).

Lebih lanjut, Goris menambahkan bahwa hal ini mencerminkan tingginya nilai toleransi antara keluarga besar Takene dan keluarga besar Tuan.

“Kami bersyukur bahwa dalam perbedaan iman pun, kasih dan dukungan tidak berkurang. Rustam diberi ruang untuk menentukan jalannya sendiri, dan itu dihormati sepenuhnya oleh kedua belah pihak.”tambahnya.

Rustam One Tuan sendiri menyatakan rasa syukur dan sukacitanya menjelang penerimaan komuni perdana.

“Saya senang menjadi Katolik dan siap menerima tubuh dan darah Kristus untuk pertama kali. Saya ingin hidup dalam ajaran yang saya pilih dengan hati,” ujarnya dengan antusias.

Perayaan Ekaristi besok akan dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Kolhua dan dihadiri ratusan umat, keluarga, serta para katekis yang telah membina para calon penerima komuni.

Momen ini menjadi wujud nyata pertumbuhan iman anak-anak dan juga cermin indahnya keberagaman yang dirawat dengan cinta kasih di tengah masyarakat Kota Kupang.(goe)




108 Anak di Paroki Kolhua dan Stasi Bello Akan Terima Komuni Suci Pertama di Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sebanyak 108 orang anak dari Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dan Stasi Santo Agustinus Bello, Kota Kupang, akan menerima Komuni Suci untuk pertama kalinya pada hari Minggu, 22 Juni 2025, yang bertepatan dengan perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dalam kalender liturgi Gereja Katolik.

Ketua Katekis Paroki Kolhua, Kaytanus Korbafo, mengungkapkan bahwa anak-anak ini telah menjalani masa pembinaan rohani yang intensif selama tiga bulan terakhir.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 anak berasal dari Stasi Bello, pusat Paroki Kolhua 52 dan LP 1 orang.

“Mereka sudah mengikuti pembinaan rohani secara teratur, termasuk doa Triduum dan persiapan pengakuan. Ini adalah tahap penting sebelum mereka menerima komuni pertama kalinya,” ujar Kaytanus di sela-sela kegiatan doa Triduum hari ketiga di Gereja Paroki Kolhua, Jumat sore (20/6).

Ia menambahkan, Komuni Pertama atau yang sering disebut sambut baru merupakan momen sakral bagi setiap umat Katolik.

Melalui penerimaan Tubuh dan Darah Kristus dalam rupa roti dan anggur, umat disatukan secara spiritual dengan Kristus dan menerima rahmat keselamatan.

“Ekaristi bukan sekadar simbol. Kita percaya bahwa hosti yang telah dikonsekrasi dalam Misa adalah sungguh-sungguh Tubuh dan Darah Kristus yang hadir secara nyata. Ini bukan hanya bentuk tradisi, tetapi inti iman Katolik,” tegasnya.

Salah satu anak yang akan menerima Komuni Suci Rustam One Tuan, seorang anak yang baru beberapa bulan lalu dibaptis Katolik setelah sebelumnya memeluk agama Kristen Protestan.

Meski orang tuanya bukan Katolik, Rustam diperbolehkan menjalani proses ini karena sejak lama tinggal bersama tante dan omanya yang beragama Katolik.

“Saya senang dan siap menerima Tubuh dan Darah Tuhan Yesus. Saya yang minta sendiri untuk dibaptis dan sambut baru. Orang tua saya tidak melarang karena saya yang ingin, bukan karena disuruh siapa-siapa,” ujar Rustam dengan polos, menampilkan semangat dan ketulusan hati seorang anak yang merindukan kedekatan dengan Sang Juru Selamat.

Perayaan Misa Komuni Pertama ini akan menjadi peristiwa penuh sukacita dan iman bagi umat di Paroki Kolhua dan Stasi Bello. Tidak hanya sebagai langkah awal dalam kehidupan sakramental anak-anak tersebut, tetapi juga sebagai pengingat bagi seluruh umat tentang pentingnya Ekaristi sebagai pusat kehidupan iman Katolik. (goe)




Ziarah Iman WKRI Paroki St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua Kupang: Melayani dalam Diam, Mencintai dalam Doa

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Di tengah hembusan angin dan keheningan alam Fulanfehan, langkah-langkah penuh makna dari para anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua menapaki tanah ziarah dengan hati yang menyala oleh cinta.

Ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi sebuah pulang ke dalam batin yang terdalam, tempat Tuhan hadir dalam sunyi dan kasih menemukan bentuknya yang paling murni: pelayanan dalam keheningan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa anggota WKRI bukan hanya hadir dalam kegiatan-kegiatan liturgis gereja, tetapi juga menjelma sebagai cahaya kecil di banyak ruang kehidupan umat.

Mereka hadir dalam dapur pelayanan, ruang-ruang diskusi komunitas, rumah-rumah sakit, hingga lorong-lorong yang jarang tersentuh, menjadi pelita yang tak padam meski dalam gelap.

“Ziarah ini menjadi momentum kontemplasi yang menghidupkan kembali semangat kami untuk terus melayani, bahkan ketika dunia tidak melihat,” ujar salah satu peserta dengan mata yang berkaca-kaca.

Di bukit sunyi dan langit yang luas, para peziarah mendengarkan ulang bisikan kasih dari Sang Pencipta, menyadari kembali bahwa tugas pelayanan bukanlah beban, melainkan rahmat yang dipercayakan kepada hati-hati yang terbuka.

Mereka merenungkan kata-kata Santo Fransiskus dari Assisi, pelindung paroki mereka:

“Mulailah dengan melakukan apa yang perlu, lalu apa yang mungkin; dan kelak engkau akan melakukan yang tidak mungkin.” Kalimat itu menjadi napas bagi langkah mereka yang tak hanya berjalan di bumi, tetapi juga menapak di dalam jiwa, menuju kedalaman iman dan cinta.

Romo Kondradus dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas semangat WKRI yang terus konsisten menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial dan rohani.

“Terima kasih atas pengorbanan dan catatan indah yang ditorehkan bagi WKRI Paroki kita. Pergi dengan sukacita dan pulang dengan tetap membawa sukacita,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Ketua WKRI DPC Assisi, Ketua Panitia, serta seluruh sahabat hati dan tim yang telah menjalin kebersamaan dalam perjalanan rohani ini.

“Semoga sukacita yang kami alami dalam ziarah ini juga mengalir dalam tugas pelayanan kami di tengah keluarga dan masyarakat,” tambah salah satu pengurus.

Ziarah iman ini menegaskan bahwa pelayanan sejati tidak selalu diukur dari besar kecilnya peran, tetapi dari kesetiaan dalam melayani dengan cinta. WKRI Paroki BTN Kolhua telah menorehkan kisah indah.

Kisah tentang kasih yang bekerja dalam diam, tentang tangan seorang ibu yang tak lelah membasuh luka dunia dengan ketulusan.  (RD Dus)




Begini,! Cara Warga Bello Turut Serta Memperingati Hari Raya Idul Adha Ditengah Keberagaman

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah pada 6 Juni 2025 Komunitas Masyarakat Litarasi dan Taman Baca Masyarakat Gading Taruna Kelurahan Bello Kota Kupang akan menggelar lomba tangkap ikan lele

Kegiatan ini menurut rencana akan berlangsung esok Minggu, 8 Juni 2025 di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT.

Goris Takene, Pengelolah Taman Baca Masyarakat (TBM) Gading Taruna (GT) selaku sponsor saat ditemui di Bello Sabtu sore, (7/6-2025) membenarkan, kegiatan ini akan melibatkan anak-anak yang sering berkunjung di TBM Gading Taruna dengan memperebutkan sejumlah hadiah hiburan selain buku bacaan.

“Jadi begini kami sengaja memilih momen Idul Adha karena kita tau bahwa momen Idul Adha bukan hanya sekedar ritual berqurban dan mengingat kisah keimanan Nabi Ibrahim. Namun, juga menjadi simbol persatuan ditengah keberagaman, selain itu juga hari raya Idul Adha sarat dengan makna ketulusan, dan kepatuhan kepada Allah SWT Yang mengajarkan tentang keberagaman dan kebersamaan antar umat manusia,” jelas Goris.

Sebab menurut ASN pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaa. kota Kupang itu bahwa, menghormati dan menghargai perbedaan baik dari sisi budaya, adat hingga agama menjadi kunci penting sehingga terciptanya kerukunan antar masyarakat Kelurahan Bello khususnya di Kota Kupang.

Kegiatan lomba menangkap ikan lele itu mengambil tema, Idul Adha momen persatuan dalam keberagaman. (goe)




Masjid Darusalam Sikumana Sembelih 7 Ekor Sapi dan 16 Ekor Kambing pada Idul Adha 1446 H

 

Kupang,nwartapedia.com — Dalam rangka perayaan Idul Adha 1446 H yang jatuh pada 10 Zulhijjah, Masjid Darusalam Sikumana melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa 7 ekor sapi dan 16 ekor kambing.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Kurban, Patria Anwar, S.Sos., S.H., kepada awak media pada Sabtu (7/6/2025) di halaman masjid.

“Alhamdulillah, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berjalan lancar. Terdapat 7 ekor sapi dan 16 ekor kambing yang kami sembelih hari ini. Satu ekor sapi berasal dari Bapak Wali Kota, enam ekor sapi lainnya dari para donatur jamaah Masjid Darusalam, dan kambing seluruhnya merupakan sumbangan dari jamaah,” jelas Patria.

Ia juga menyampaikan bahwa Masjid Darusalam menerima bantuan tambahan dari pihak luar.

“Rencananya, akan ada 10 ekor sapi tambahan dari pihak donatur di Turki. Namun hingga saat ini baru 5 ekor yang diinformasikan akan dikirim hari ini, dan sisanya menyusul besok,” tambahnya.

Patria menyebutkan bahwa daging kurban akan didistribusikan kepada sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat.

“Penerima kurban mencakup donatur, warga sekitar, tetangga, aparat keamanan, petugas medis, hingga rekan-rekan media. Kami ingin memastikan semua yang berhak mendapatkan bagian kurban ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, H. Dr. Abdul Rasaksundu, M.Si. sebagai Dewan Pembina Yayasan Darussalam Sikumana menyampaikan makna mendalam dari pelaksanaan kurban.

“Idul Adha adalah peringatan atas keteladanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT. Ini adalah momen penting untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat rasa kekeluargaan, serta membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama,” jelas Dr. Abdul Rasaksundu.

Beliau juga menekankan pentingnya menjadikan kurban sebagai sarana kemanusiaan lintas iman.

“Di lingkungan ini, banyak warga Muslim maupun non-Muslim. Kami ingin kurban ini menjadi simbol kepedulian sosial yang menyentuh semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Diperkirakan jumlah jiwa di sekitar wilayah Masjid Darusalam Sikumana telah mencapai lebih dari seribu orang, dengan 43 RT aktif. Panitia berharap ke depan jumlah hewan kurban bisa terus meningkat agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak warga. (MI)




Ribuan Umat Paroki Kolhua Kota Kupang Menutup Bulan Maria Dengan Perarakan dan Misa.

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Ribuan umat Katolik Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Keuskupan Agung Kupang berjubel penuh khidmat dan sukacita, menutup Bulan Maria melalui prosesi mengarak Arca Bunda Maria menuju tempat perayaan misa penutupan Bulan Maria Sabtu sore, 31 Mei 2025.

Prosesi diawali dengan arak-arakan kendaraan roda dua dan empat diikuti mobil yang membawa Patung Bunda Maria yang telah dihiasi kain tenunan adat dari Kapela Santo Agustinus Bello menuju gua Maria di Kapela Santo Paulus Bello dengan menempuh jarak sekitar tiga (3) km.

Beberapa ratus meter sebelum tiba di tempat ditahtahkan, ribuan umat sudah menunggu dalam khusuk berdoa.

Di sana Arca Bunda Maria diturunkan dari mobil pick up kemudian diusung oleh tidak lebih dari sepuluh orang bapak berbusana adat, mengusung Arca Bunda Maria diiringi lantuman lagu Maria dan doa khusuk menuju Kapela Santu Paulus untuk dilakukan Misa penutupan Bulan Rosario.

Dalam barisan perarakan itu, selain umat amam juga turut berbaur bersama umat para Suster, frater dan Pastor Paroki santo Fransiskus Assisi Kolhua RD Dus Bone dan Pastor rekan RD Toni Kobesi bersama Ketua DPP Adrianus Ceme juga Ketua Stasi Bello Don Manehat yang dikawal ketat Anggota Babinkamtibmas Kelurahan Bello dari Polsek Maulafa Kota Kupang 

RD Dus Bone diawal perayaan misa menyatakan devosi terhadap Bunda Maria boleh dibilang penuh sukacita berawal dari melantumkan doa bersama di Gua Maria Oebello di awal Bulan Mei 2025 hingga menutup peryaan bersama di gua Maria Bello. 

“Dari Oebelo menuju Bello menimba air kehidupan iman bersama Bunda Maria paling tidak itulah perjalan iman bersama Bunda Maria umat Separoki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dalam memaknai bulan Maria 2025 selain saling mengunjungi berdoa dari rumah ke rumah,” ucap Romo Dus 

Sementara itu Romo Toni Kobesi pastor rekan Paroki Fransiskus Assisi Kolhua dalam kotbahnya juga menyinggung soal peran besar Bunda Maria dalam kehidupan iman Katolik.

Bunda Maria sejak awal menanggapi tawaran Allah dengan kesetian, ketaatan, ketekunan serta kerendahan hati untuk menerima kehendak Allah mengandung dan melahirkan Sang Penebus Yesus Kristus, 

“Ada ungkapan bahwa, surga ada di telapak kaki ibu, bila demikian bagaimana dengan doannya, sehingga, penghormatan terhadap Bunda Maria bagi Iman Katolik tidak terlepas dari penghormatan kepada Yesus Kristus. Per Mariam Ad Jesum Kepada Yesus dengan Perantaraan Maria, kita menuju Yesus melalui Bunda Maria,” ujar RD Toni.

Ketua Stasi Santo Agustinus Bello Donatus Manehat mengatakan, Umat Katolik menghormati Bunda Maria dan melakukan devosi dengan berdoa kepada-Nya, seperti berdoa Rosario, ziarah ke tempat suci Maria, dan meneladani hidup Bunda Maria, semua ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Yesus melalui Bunda Maria.

“Ad Jesum per Mariam merupakan ungkapan Latin yang berarti “Melalui Maria, kita sampai pada Yesus, ungkapan ini menekankan peran Bunda Maria sebagai jalan atau media yang digunakan untuk mencapai Yesus,” ungkap Manehat. Usai perayaan misa, unat bersama mendaraskan doa Novena Roh Kudus..(goe)




Temu SEKAMI Stasi Santo Agustinus Bello Kota Kupang, Sederhana Namun Meriah

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pertemuan anak-anak dan remaja misioner (SEKAMI) se Stasi Santo Agustinus Bello Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Kupang meskipun berlangsung sedehana namun terbilang cukup meriah.

Setelah anak-anak dan remaja binaan dari 18 Kelompok Umat Basis (KUB) bertemu hanya dalam waktu beberapa jam dengan menampilkan sejumlah acara seperti; tarian daerah, puisi dan lagu. Yang berlangsung di Aula kapela itu usai misa ke-2 (Minggu, 25-5/2025).

Ketua panitia Muni Tuan salah satu anggota SEKAMI Santa Maria Virgo pada kesempatan itu mengaku, senang dirinya dan teman-teman se wilayah I Kapela Bello bisa berhasil menyelenggarakan acara itu meskipun berlangsung singkat dan sederhana namun cukup meriah dengan menghadirkan lebih dari 100 orang anak Sekami.

“Saya dan teman-teman bersyukur bisa menyelenggarakan kegiatan temu sekami perdana ini meskipun singkat dan sedehana namun meriah karena sejumlah sekami wilayah tampilkan beberapa acara, juha ini meeupakan kerinduan kami sejak lama akhirnya tercapai berkat dukungan dari semua,” jelas Muni Tuan usai acara

 

Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua RD Dus Bone yang sempatkan diri hadir menyampaikan terimakasih dan profisiat untuk semua yang telah menggagas acara Temu Sekami perdana Bello.

Terimakasih untuk semua yang telah menggagas dan mempersiapkan acara ini sering kali saya katakan bahwa kehilangan anak kehilangan sukacita, kehilangan remaja kehilangan harapan dan kehilangan orangtua kehilangan arah, karena itu mari kita terus bersama dalam meyebarkan kebaikan Kasih Kristus di setiap kesemapatan di mana saja kita berada,” ucap Romo Dus sambil melontarkan kuis untuk anak-anak.

Sementara itu Johni Manehat Ketua KUB Santa Maria Virgo Stasi Bello mengatakan, temu Sekami merupakan kesempatan bersua untuk saling belajar antar anak sekami sekaligus sebagai ajang pengkaderan.

“Ini kesempatan saling belajar antar sekami karena kita tidak ada pengkaderan secara formal terapi kesempatan ini kita berharap dapat dimanfaatkan untuk menganti tongkat estafet, hari ini kami mengurus kamu ke depan kamu mengurus kami,” harap Johni.

Kegiatan temu pentas Sekami dilakukan, setelah misa, kedua dalam kegiatan pengisian acara para anak Sekami saling berbagi dan menunjukkan talenta sehingga membuat kegiatan ini sangat meriah dan anak-anak sangat menikmati pertunjukan dari teman-teman sekami se Stasi Bello.(goe)




Dokter Christian Widodo Serahkan Bantuan Kursi di Gereja GMIT Kaisarea BTN Kolhua


Kupang,mwartapedia.com – Guna memberikan rasa nyaman bagi jemaat saat beribadah, Bakal Calon (Balon) Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyerahkan bantuan kursi kepada Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 11 Juli 2024.


Balon Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo didampingi oleh Ketua Partai Solidaritas Indonesai (PSI) Kota Kupang, Filmon Loasana dan Wakil Ketua DPW PSI NTT, Kanisius To menyebut bantuan kursi sebanyak 50 buah ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat dalam bidang keagamaan.


“Kemarin saya dihubungi oleh pengurus gereja dan meminta bantuan berupa kursi sehingga saya bangu sedikit mungkin tidak banyak tetapi bangtuan ini untuk stimulus supaya menjadi rangsangan supaya semua orang ikut menyumbang,”ungkapnya.


dr, Christian Widodo berharap bantuan ini dapat bermanfaat untuk jemaat Gereja GMIT Kaisarea BTN Kolhua Kota Kupang.


Kami berharap dengan bantuan kursi ini dapat bermanfaat dan bisa membuat jemaat Gereja dapat beribadah  dengan nyaman,”ungkapnya.


Balon Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo meminta pengurus GMIT Kaisarea BTN Kolhua Kota Kupang untuk tidak melihat dari berapa banyak jumlah bantuan yang diberikan.

“Jangan dilihat dari jumlahnya tapi ini sebagai stimulan untuk orang lain bisa membantu,”kata Ketua DPW PSI Provinsi NTT.

Sementara itu Wakil Sekertaris GMIT Kaisarea BTN Kolhua, Rospita menyampaikan terima kasih kepada dr. Christian Widodo yang telah memberikan bantuan kursi bagi Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua dalam melaksanakan pelayanan.

“Mewakili jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua Kota Kupang, Saya mengucapkan terima kasih karena banguan ini merupakan salah satu fasilitas yang mendukung kami dalam pelayanan kepada jemaat,”ujarnya.


Menurutnya, bantuan ini akan diserahkan kepada rayon Firdaus Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua.

“Kami di Gereja GMITKaisarea BTN Kolhua mempunyai 12 rayon dan bantuan kursi ini kami akan gunakan untuk ibadah rumah tangga di Rayon Firdaus,”ujar Rospita.

Ia menyebut, GMIT Kaisarea BTN Kolhua yang mempunyai 700-san Kepala Keluarga (KK) ini sering menggunakan jasa sewa kursi untuk eribadah sehingga bantuan ini dirasakan sangat membantu. 

“Selama ini jika ada ibadah di rayon atau rumah tangga dalam jumlah yang besar maka mereka akan sewa kursi dan tenda sehingga dengan adanya bantuan kursi ini bisa membantu dan mengurangi biaya sewa kursi dan tenda,”pungkasnya. (MI)