Safari Politik ke Sumba, Jane Natalia Suryanto Bertekat Angkat Kekayaan Budaya dan Alam NTT

Waikabubak,mwartapedia.com  – Safari politik ke Pulau Sumba, Jane Natalia Suryanto, calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkapkan rasa cintanya yang mendalam terhadap Sumba.


Hal ini diungkapkan Jane, saat mengunjungi wilayah Sumba Barat pada Jumat, 20 September 2024.


Dalam kesempatan tersebut, Jane berbagi tentang hubungan emosionalnya dengan pulau yang indah ini.


“Sumba adalah rumahku, sebuah pulau yang kaya akan keindahan alam dan budaya. Di sini, langit biru dan padang savana membentang luas, menciptakan suasana damai yang menenangkan,” tulis Jane dalam unggahan Instagram pribadinya, @janenataliasuryanto_.


Unggahan ini mengundang banyak tanggapan positif dari para pengikutnya.


Jane menjelaskan bahwa Sumba bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga bagian dari jiwanya.


Menurutnya, setiap sudut pulau tersebut menyimpan kenangan berharga dari kebersamaan dengan keluarga hingga tradisi adat yang diwariskan turun-temurun.


“Ritual dan perayaan adat mengikatku dengan tanah ini, membuatku merasa bagian dari sesuatu yang lebih besar. Sumba adalah sumber inspirasi dan rasa syukur, tempat di mana aku menemukan makna dan identitasku,” lanjutnya.


Sebagai calon Wakil Gubernur NTT yang berpasangan dengan Ansy Lema, Jane Natalia berkomitmen untuk mengangkat kekayaan budaya dan keindahan alam NTT, termasuk Sumba, ke tingkat yang lebih tinggi. 


Kunjungannya ke Sumba Barat semakin memperkuat ikatan emosionalnya dengan masyarakat dan tanah Sumba, yang menurutnya memiliki potensi besar untuk berkembang.


Dengan latar belakang budaya yang kuat dan kecintaannya pada Sumba, Jane Natalia siap membawa semangat perubahan bagi NTT, sambil tetap menjaga tradisi dan nilai-nilai yang telah diwariskan di tanah kelahirannya.***




Ansy Lema Unggul Hasil Survei Pilgub NTT Versi Indikator Politik Indonesia


Kupang,mwartapedia.com  – Dalam dinamika terbaru menjelang Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024, hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam peta elektabilitas para kandidat. 


Meskipun sebelumnya Emanuel Melkiades Laka Lena selalu menempati posisi teratas dalam berbagai survei, kali ini Ansy Lema berhasil memimpin dengan elektabilitas tertinggi.


Survei yang dilaksanakan pada 9-14 Juli 2024 tersebut menunjukkan bahwa Ansy Lema, yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), mendapatkan elektabilitas sebesar 6,9 persen.


Emanuel Melkiades Laka Lena harus puas berada di posisi kedua dengan perolehan 6,8 persen, terpaut sangat tipis dari Ansy. 


Sementara itu, Benny Kabur Harman berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 6,3 persen.


Hasil ini cukup mengejutkan mengingat dalam survei yang dilakukan oleh IndekStat sebelumnya, Melki Laka Lena memimpin dengan perolehan elektabilitas sebesar 38,3 persen dari tujuh kandidat yang disimulasikan. 


Dominasi Melki dalam survei-survei sebelumnya membuat banyak pihak memprediksi bahwa ia akan dengan mudah memimpin dalam kontestasi politik ini.


Namun, hasil survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan fakta berbeda. Kendati Ansy Lema memimpin dalam hal elektabilitas, mayoritas responden, yaitu sebesar 57,5 persen, masih belum menentukan pilihan. 


Dalam hal popularitas, Ansy Lema dikenal oleh 38,8 persen responden. Meskipun angka ini masih di bawah tokoh-tokoh besar seperti Gubernur petahana Victor Laiskodat, Ansy tetap menunjukkan peningkatan yang signifikan.


Pasangan Simon Petrus dan Adrianu Gahru berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 13,7 persen dalam survei ini, yang menunjukkan bahwa mereka juga memiliki basis dukungan yang cukup kuat.


Dukungan resmi PDI-P kepada Ansy Lema sebagai calon gubernur NTT dan Partai Hanura kepada Jane Natalia Suryanto sebagai wakilnya juga sangat mempengaruhi peta politik ke depan. 


Survei ini dilakukan dengan melibatkan 1.000 responden dan memiliki margin of error sekitar 3 persen. (*)




Menyala Kaka, Ribuan Relawan Ansy-Jane Padati GOR Atambua

Atambua,mwartapedia.com  – Gedung Olahraga Atambua tampak semarak. Ribuan orang berkumpul, memenuhi setiap ruangan olahraga di daerah perbatasan itu . Di antara riuh rendah suara dukungan dan senyum lebar yang menghiasi wajah para relawan, terlihat baju-baju relawan dengan nama “Ansy-Jane”Menyala Kaka” berkibar pada Rabu (18/09/2024).


Mereka datang dari berbagai penjuru Kabupaten Belu, tanpa paksaan, tanpa imbalan, hanya satu tujuan: mendukung pasangan Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto untuk Nusa Tenggara Timur yang lebih baik.


Jane Natalia Suryanto, dengan kesederhanaannya, tampak terharu melihat lautan manusia yang hadir cuma-cuma untuk memberikan dukungan kepada paket Ansy-Jane.


“Terima kasih kepada para relawan dari berbagai penjuru yang telah hadir dan mendengarkan arah kami. Ini sungguh luar biasa. Mereka datang tanpa paksaan, tanpa fasilitas, ini benar-benar dukungan murni dari hati,” terang Jane.


Ketika Jane naik ke panggung, tepuk tangan dan sorakan meriah menggema memenuhi gedung. Di hadapan ribuan pendukungnya, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas, yang telah terbukti bekerja untuk kemajuan NTT. 


“Harapannya, kita menjaga perdamaian dan persatuan. Pilih pemimpin yang berkualitas dan sudah bekerja,” tegasnya, disambut anggukan setuju dari para hadirin.


Jane juga menyinggung tentang isu identitas yang kerap digunakan dalam perpolitikan. Baginya, isu semacam itu sudah tidak laku dijual di masyarakat NTT. 


“Orang yang memainkan isu identitas itu tidak berkualitas. Masyarakat kita sudah cerdas, mereka tidak butuh drama, tapi aksi nyata,” katanya.


Meski acara baru dimulai pukul 16.00 WITA, relawan sudah berdatangan sejak siang hari. Ada yang datang berombongan dari desa-desa terpencil, ada pula yang menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi. Mereka membawa harapan dan tekad untuk perubahan yang lebih baik.


Kisah mereka beragam. Seperti Maria, seorang ibu rumah tangga dari Desa Halilulik, yang menempuh perjalanan hampir dua jam untuk tiba di Atambua.


 “Saya datang karena percaya pada Bu Jane. Kami datang tanpa difasilitasi. Dia satu-satunya perempuan yang berani maju sebagai calon wakil gubernur. Itu bukan hal yang mudah,” katanya, sambil menunggu giliran untuk bersalaman dengan Jane. Bagi Maria dan banyak relawan lainnya, kehadiran Jane adalah simbol keberanian dan harapan.


Tidak hanya Maria, ada juga Edmundus Moruk, seorang petani dari desa tetangga. Ia datang bersama belasan rekannya. “Kami ingin pemimpin yang mengerti kebutuhan petani. Bu Jane pernah datang ke desa kami, mendengar keluhan kami. Itu sebabnya saya dukung dia,” ujarnya.


Kehadiran ribuan relawan ini bukan sekadar angka, tetapi adalah wujud nyata dari harapan dan semangat perubahan yang mereka dambakan. Tanpa pamrih, tanpa embel-embel fasilitas, mereka rela meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir di sana. Mereka adalah wajah-wajah yang meyakini bahwa Ansy-Jane mampu membawa NTT ke arah yang lebih baik.


Acara berakhir pada pukul 18.00 WITA, para relawan perlahan meninggalkan gedung itu. Mereka membawa pulang keyakinan bahwa dengan dukungan tulus dari hati, perubahan bisa dimulai.


Jane Natalia Suryanto pun meninggalkan panggung itu. Ia tahu, perjuangan ini belum berakhir, tapi melihat semangat dan ketulusan para relawan, ia yakin bahwa perjuangan ini adalah jalan yang benar.


“Perubahan butuh waktu, tapi dengan dukungan seperti ini, saya optimis kita bisa mewujudkannya,” tutupnya. (*)




Ikuti Rakor Bersama Bawaslu, Pj Gubernur NTT Tegaskan Netralitas ASN pada Pilkada Serentak 2024

Kupang,mwartapedia.com – Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P menyampaikan hal tersebut saat membacakan Deklarasi Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 pada Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Kepala Daerah Menjaga Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Ecovention Ancol Jakarta Utara, Selasa (17/9/2024).


Deklarasi ini turut ditandai penandatanganan Kesepakatan Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 sebagai komitmen bersama seluruh Kepala Daerah, oleh Pj. Gubernur Andriko Susanto sebagai perwakilan Gubernur seluruh Indonesia kemudian Perwakilan Bupati oleh Pj. Bupati Biak Numfor Sofia Bonspia, S.H., M.Hum, Perwakilan Walikota oleh Pj. Walikota Palembang Dr. A. Damenta, Mag.rer.Pulp. CGCAE, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, SH. LL. M, Tenaga Ahli Menteri Dalam Negeri, Dr. Suhajar Diantoro, M.Si, Plt. Deputi SDM Aparatus Kemenpan-RB, Aba Subagja, S.Sos, MAD dan Plt. Ketua BKN, Drs. Haryomo Dwi Putranto, M. Hum.


“Hari ini Saya beserta Para Penjabat Bupati, Penjabat Walikota Kupang dan Bawaslu Provinsi NTT menghadiri Rakor Kesiapan Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024. Melalui kegiatan ini, Kepala Daerah dihimbau untuk menjaga netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024. Ada tiga titik kritis yang kita jaga, yaitu tahapan pendaftaran, kampanye, pemungutan dan perhitungan suara oleh karena itu, Saya terus berkomunikasi dengan Para Pj Bupati, Pj Walikota Kupang untuk mendukung pelaksanaan Pilkada dengan baik sehingga pemerintahan dapat berjalan efektif dan efisien,” ungkap Pj. Gubernur Andriko usai kegiatan tersebut.


Sebelumnya, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengungkapkan Rakor yang diikuti oleh seluruh Kepala Daerah Kabupaten/ Kota dan Ketua Bawaslu Tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota ini bertujuan untuk menjaga netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024.


“Dalam indeks kerawanan yang dirilis oleh Bawaslu, isu netralitas ASN adalah ketiga yang terawan, sehingga bersama Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI), Bawaslu akan terus berkoordinasi untuk menindaklanjuti laporan dan temuan terhadap netralitas ASN. Kami harapkan kita bersama bisa menjaga netralitas ASN agar ASN dapat tetap menjalankan fungsi pelayanan publiknya, tidak terganggu pada tahapan pendaftaran, kampanye, pemungutan dan perhitungan suara agar ASN mengerti bagaimana posisinya yang boleh memilih namun, tidak boleh berkampanye. Inilah yang kami harapkan bisa koordinasikan dan sosialisasikan bersama seluruh Kepala Daerah di Indonesia,” jelasnya. (***)




Jane Natalia Suryanto Kenalkan Program Mama Bantu Mama dan Perempuan Bantu Perempuan

Kupang,mwartapedia.com – Jane Natalia Suryanto yang maju mendampingi Ansy Lema sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, memperkenalkan program Mama Bantu Mama dan Perempuan Bantu Perempuan merupakan sebuah inisiatif untuk memperkuat kolaborasi antar perempuan di NTT, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.


Dalam kunjungannya di Kabupaten Kupang pada Minggu tnggal 15 September 2024, dihadapan puluhan perempuan, Jane Natalia Suryanto hadir dengan membawa sesuatu yang berbeda. Bukan hanya resep masakan, melainkan juga “resep” untuk kehidupan yang lebih baik. 


“Di setiap dapur yang berasap, ada potensi besar yang bisa dioptimalkan,” ungkap Jane, membuka diskusi siang itu. 


Kata-katanya begitu menggugah, mengingatkan para perempuan bahwa setiap dari mereka memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan, dimulai dari rumah mereka sendiri.


Dalam pertemuan itu, Jane menyalakan semangat para perempuan agar bangkit dari tantangan dan stigma yang selama ini mengekang mereka.


Inisiatif ini lahir dari keyakinan Jane bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam pembangunan, dan bahwa kerja sama antar perempuan dapat menciptakan perubahan yang nyata.


Suasana semakin hangat ketika Mama Clara, salah satu warga Kabupaten Kupang, menyuarakan dukungannya untuk Jane.


 “Kita punya tanggung jawab untuk mendukung calon yang memiliki visi jelas seperti Kaka Jane. Pilihlah perempuan yang siap membawa perubahan positif,” tegas Mama Clara. Bagi dia, sosok Jane adalah simbol kekuatan dan ketahanan.


Gerakan ini tidak hanya berhenti pada wacana. Jane memiliki program nyata untuk memperluas akses pendidikan dan kesehatan bagi perempuan, serta mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor.


 “Jangan pernah meremehkan kemampuan kita. Kerja keras dan kolaborasi adalah kunci untuk membangun ekonomi keluarga yang lebih baik,” ujar Jane.


Mama-mama di Kabupaten Kupang terinspirasi oleh Jane, yang dengan visi dan misinya bertekad menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai prioritas utama. 


Di depan hadirin, Jane mengucapkan terima kasih kepada perempuan NTT yang telah mendukung perjuangannya bersama Ansy Lema dalam Pilkada Gubernur NTT mendatang. 


“Gerakan ini mengajak setiap perempuan di NTT agar bersinergi. Kolaborasi antar perempuan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup, baik di ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” tambah mama Arni yang juga warga Kabupaten Kupang.


Gerakan “Mama Bantu Mama” menjadi simbol perjuangan perempuan di NTT untuk menciptakan perubahan. Di akhir pertemuan, mama-mama Kupang berjanji untuk terus mendukung pasangan Ansy Lema dan Jane Natalia dalam Pilkada mendatang, dengan harapan bahwa suara mereka akan didengar dan diwakili.


“Perempuan bisa berperan aktif dan memberdayakan diri sendiri. Bersama Ansy dan Jane, kita bisa mewujudkan perjuangan ini,” seru para mama. Gerakan ini, bagi mereka, bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata menuju masa depan yang lebih baik bagi NTT. (*)




Prof. Frans Salesman Sebut Dua Keunggulan Paket Dokter Christian Widodo-Serena Francis

                             


Kupang,mwartapedia.com – Ketua Tim Pakar Pemenangan Pasangan Calon Walikota Kupang dan Wakil Walikita Kupang, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis (CS’an), Prof. Dr. Frans Salesman, SE, M.Kes menyebut pasangan ini mempunyai dua keunggulan yang tidak dimiliki oleh paket yang lain.


Demikian diungkapkan Frans Salesman dalam sambutannya pada acara silaturahmi dan konsolidasi tim pemenangan pasangan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis (CS’an) yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang pada Senin (16/092024).


“Saya mencatat ada dua kelebihan yang dimiliki oleh paket ini, pertama Dokter Christian Widodo dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ketua umumnya adalah anaknya Presiden Joko Widodo dan wakilnya Nona Serena dari partai Gerindra yang juga ketua umumnya adalah presiden terpilih Prabowo Subianto dan saya kira tidak ada satu paketpun di Kota Kupang yang seperti ini,”kata Frans Salesman..


Frans Salesman menjelaskan, Kota Kupang akan mendapat aliran dana kebijakan presiden terpilih dan juga wakil presiden yang nanti akan diusulkan oleh calon Walikita Kupang Paket CS’an..


“Tentu kita akan menyiapkan wadahnya, logikanya tidak mungkin orang kirim uang yang bukan anaknya sendiri apalagi yang bukan sealiran ideologi partai politik,”jelasnya.


Keunggulan kedua, lanjut Frans Salesman, selama ini Kota Kupang dipimpin oleh para senior dan kali ini diera milenial pasangan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis mulai merubah paradigma baru Kota Kupang yang seyogyanya nanti akan dipimpin oleh junior.


“Kalau kita melihat pemimpin dunia saat ini adalah para pemimpin yang usianya berkisar antara 30-45 tahun begitu juga di Indonesia dengan Pilkada 5 tahun yang lalu didominasi oleh para generasi muda,”ungkapnya.


Ia menambahkan, kehadiran pasangan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis yang mempunyai usia milenial akan merubah Kota Kupang dengan ide dan gagasan yang baru.

 

“Pasangan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis akan merubah kepemimpinan dan mencatat sejarah baru di provinsi Nusa Tenggara Timur terutama di Kota Kupang,”ucapnya.


Menurutnya, kedua keunggulan ini akan menjadi modal sosial yang harus digaungkan keseluruh pelosok Kota Kupang.


“Dengan adanya dua keunggulan ini, kita akan memenangkan paket Dokter Christian Widodo dan Serena Francis menjadi sangat spektakuler pada 27 Novembar mendatang,”pungkasnya. (MI)




Tim Pemenangan Paket Christian Widodo dan Serena Francis Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi

Kupang,mwartapedia.com –  Dalam rangka memperkuat struktur barisan untuk pemenangan Pilkada 2024, tim pemenangan Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dan Calon Wakil Walikota Kupang, Serena Francis (CS’an) menggelar acara silaturahmi dan konsolidasi bersama ratusan pendukung dan relawan di Hotel Kristal Kupang pada Senin (16/09/2024).


Ketua Tim Isodorus Lilijawa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua pendukung dan relawan, serta menegaskan tujuan utama pertemuan ini adalah mempererat silaturahmi dan membahas agenda penting terkait tahapan Pemilihan Walikota Kupang 2024.


“Momentum malam hari ini memang didesain supaya kita bisa bertemu tujuannya agar kita merajut tali silaturahmi sekaligus kita membangun konsolidasi dan kerjasama untuk bisa meraih kemenangan,”tegasnya.


Kehadiran ratusan pendukung dalam kegiatan ini menurut Isodorus merupakan tanda-tanda alam untuk kemenangan Paket CS’an pada Pilkada November mendatang.


“Kehadiran yang luar biasa pada malam ini merupakan tanda-tanda alam dan bukti bahwa kita semua mencintai Dokter Christian Widodo dan Serena Francis orang muda energik yang sangat dinantikan di Kota Kupang,”ucapnya.


Isodorus menegaskan, untuk meraih kemenangan butuh kerjasama, kolaborasi dan sinergi sehingga pembentukan tim kemenangan ini penting dilakukan dalam kerja-kerja tim yang terukur.


“Kami kumpulkan semua disini supaya bisa tahu kita bekerja di posisi apa sehingga tidak blunder dan tidak akan menjadi sasaran tembak dari lawan tetapi kita bisa mencapai tujuan bersama untuk memenangkan Paket CS’an,”tegasnya.


Isodorus menjelaskan, tim pemenangan terdiri dari partai pengusung dan para relawan yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan kalangan akademisi.


“Struktur dari tim pemenangan sebagai penanggung jawab adalah pimpinan partai politik pengusung dan pendukung, unsur penasehat, tim pengarah, tim pakar dan pengurus harian yang mana ada ketua, wakil ketua dan koordinator bidang serta anggota-anggotanya,”jelasnya.


Ia menambahkan, maksud dari terbentuknya tim kemenangan adalah untuk meringankan kerja calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang paket CS’an dalam kurun waktu 2 bulan menjelang Pilkada.


“Kurang lebih 2 bulan Pilkada adalah waktu yang sangat singkat, kita harus berpacu dengan waktu dan kerja-kerja politik Pak Dokter Christian dan Nona Serena setiap hari terus berjalan sehingga kita sebagai tim harus membantu supaya beliau berdua tidak berjalan dan bekerja sendiri tetapi kehadiran kita untuk meringankan pekerjaan mereka,”tambahnya.


Setelah membacakan struktur tim kemenangan paket CS’an, Isodorus mengajak semua yang hadir menyamakan frekuensi dan gelombang untuk memenangkan paket CS’an.


“Kita harus tegak lurus pada paket yang kita dukung dan kita harus mengantar Dokter Christian Widodo – Serena Francis menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang,”ajaknya.

Pertemuan perdana Tim Pemenangan Dokter Christian Widodo dan Serrena Francis dihadiri sejumlah elit partai politik dari Partai Gerindra, PSI, Prima, PKN dan PPP.

 

Acara ini berhasil mengumpulkan ratusan pendukung Christian Widodo dan Serena Francis dari berbagai elemen masyarakat dan lintas partai, yang menunjukkan antusiasme dan dukungan kuat bagi pasangan ini.


Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab serta diskusi terbuka, di mana para pendukung dan relawan memberikan masukan serta saran konstruktif untuk kesuksesan pasangan Christian Widodo dan Serena Francis dalam Pilkada Kota Kupang Tahun 2024. (MI)




Tekat Menangkan Ansy Jane di Pilgub, Kornelis Dola Resmi Jadi Kader PDIP

Kupang,mwartapedia.com  – Mempunyai tekat yang kuat untuk memenangkan pasangan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto (Ansy-Jane) dalam Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024 mendatang, Kornelis Dola, salah satu tokoh politik di Manggarai, secara resmi menjadi kader PDI Perjuangan. 

Keputusan ini diumumkannya pada Sabtu tanggal 14 September 2024.

“Keputusan ini sudah melalui banyak pertimbangan. Saya kini sudah resmi memiliki KTA PDI Perjuangan,” ujar Kornelis.

Ia menambahkan bahwa bergabungnya ia dengan PDI Perjuangan merupakan bagian dari strategi pengembangan karier politiknya, mengingat partai tersebut dikenal sebagai pembela ideologi Pancasila dan masyarakat kecil yang terpinggirkan.

Sebagai kader baru, Kornelis menyatakan siap mengikuti arahan partai, termasuk memenangkan pasangan Ansy-Jane di Pilgub NTT. 

Kornelis menilai Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto sebagai pasangan yang ideal, mewakili keseimbangan antara kepemimpinan laki-laki dan perempuan, serta dekat dengan masyarakat.

“NTT butuh pemimpin yang merakyat, dan Ibu Jane adalah sosok ibu yang penuh kepedulian. Ia sudah terbukti melalui kegiatan sosialnya selama 14 tahun terakhir di NTT,” ungkap Kornelis. 

Menurutnya, kepedulian Jane terhadap masyarakat menjadikannya sosok penting yang dibutuhkan oleh NTT, terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil.

Kornelis meyakini bahwa Ansy-Jane adalah pasangan yang akan membawa perubahan bagi NTT. Dengan latar belakang kepedulian sosial Jane dan integritas Ansy sebagai pemimpin, Kornelis optimis pasangan ini akan mendapatkan dukungan besar dari masyarakat.

Ia juga menyoroti hasil survei yang menempatkan Jane sebagai kandidat wakil gubernur terkuat, yang semakin memperkuat keyakinannya.

“Ansy-Jane adalah pasangan ideal yang mewakili laki-laki dan perempuan. Ibu Jane dikenal dengan kegiatan sosialnya yang tak kenal pamrih dan tanpa menghitung segala pengorbanan, persis seperti sosok seorang ibu yang mengurus anak-anaknya,” pungkas Kornelis. (*)




Hadirnya Calon Pemimpin Perempuan Bisa Bawa Harapan Baru Bagi NTT

Kupang,mwartapedia.com – Pemimpin perempuan dalam ranah politik khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih sangat terbatas untuk menempati posisi teratas sehingga kehadiran perempuan dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) November mendatang bisa membawa harapan baru bagi NTT. 


Dalam sejarah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, belum ada perempuan yang menduduki posisi tersebut. Namun, gelombang baru kini tengah berkembang, didorong oleh harapan masyarakat akan kepemimpinan yang lebih inklusif dan berimbang gender.


Ditengah proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2024, satu nama perempuan mencuat, membawa visi besar tentang perubahan dan emansipasi politik perempuan. 


Seiring dengan meningkatnya dukungan dari ribuan perempuan di NTT, pencalonan ini tidak hanya dilihat sebagai langkah politik, tetapi juga sebagai simbol dari perubahan budaya dan nilai yang lebih luas di masyarakat.


Kepemimpinan Perempuan yang Dibutuhkan


Menurut Cari E. Guittard, seorang ahli diplomasi korporasi dan kepemimpinan perempuan, salah satu kunci keberhasilan perempuan dalam kepemimpinan adalah kehadiran lebih banyak role model perempuan yang berani berbagi cerita dan perjalanan hidup mereka. 


Dalam dunia yang didominasi oleh laki-laki, penting bagi perempuan untuk melihat dan terinspirasi oleh kesuksesan para pemimpin perempuan lainnya. 


Harapannya, semakin banyak perempuan yang mau berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta membuka jalan bagi generasi penerus.


Di NTT, meski belum ada perempuan yang menduduki posisi gubernur atau wakil gubernur, para perempuan yang terlibat dalam politik di tingkat lokal telah membuktikan diri mereka mampu.


 Kini, dengan munculnya calon perempuan di level provinsi, ada harapan bahwa perempuan tidak lagi hanya berperan di belakang layar, tetapi juga tampil sebagai pemimpin utama.


Membangun Kepemimpinan Berbasis Kekuatan


Guittard juga menyoroti pentingnya mengembangkan kekuatan dan kemampuan perempuan dalam memimpin. 


Ia mengatakan, perempuan seringkali terjebak dalam upaya mengatasi kelemahan mereka, ketimbang fokus pada pengembangan kekuatan. Untuk mengubah paradigma ini, diperlukan lebih banyak dukungan sosial dan profesional agar perempuan merasa lebih percaya diri dalam menunjukkan kemampuan mereka sebagai pemimpin.


Dalam konteks NTT, calon perempuan ini memiliki kemampuan luar biasa dalam beradaptasi dan mengelola tantangan. Kualitas seperti kemampuan menyerap masukan, pandai merancang kebijakan, dan memimpin dengan hati telah mencerminkan sosok pemimpin yang tangguh dan berorientasi pada solusi.


Mengubah Sejarah di NTT


Pemilihan kepala daerah ini memberikan kesempatan untuk mengubah sejarah kepemimpinan di NTT. Keterlibatan perempuan dalam kontestasi politik di level provinsi bisa menjadi momentum penting bagi perkembangan politik perempuan di kawasan timur Indonesia.


Sebagai provinsi yang berpengaruh, langkah ini tidak hanya akan berdampak pada NTT, tetapi juga menginspirasi kota-kota lain di Indonesia untuk lebih membuka ruang bagi kepemimpinan perempuan.


Saat ini, salah satu perempuan yang ikut bertarung di Pilgub NTT adalah Jane Natalia Suryanto. Ia mendapat dukungan penuh dari ribuan perempuan di NTT menunjukkan bahwa ada harapan besar terhadap perubahan ini.


Di Manggarai, Bagi ibu-ibu menyebut, pencalonan perempuan ini adalah simbol dari perjuangan panjang emansipasi dan keberanian untuk memecahkan batas-batas sosial yang ada.


Miliki visi yang jelas tentang modernisasi tata kota dan penciptaan lapangan kerja, bskal calon ini tidak hanya menawarkan perubahan dalam kepemimpinan, tetapi juga solusi konkret bagi kesejahteraan warga NTT.


Jika berhasil, kehadiran perempuan di posisi puncak akan menjadi batu loncatan bagi kemajuan perempuan dalam politik di Indonesia. (*)




Pj. Gubernur NTT Dampingi Menteri ATR/BPN RI Serahkan Serifikat TORA untuk Warga Eks Timor Timur

Kupang,mwartapedia.com – Penjabat Gubernur NTT Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P. Mendampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam penyerahan sertifikat Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) pada lokasi pembangunan rumah khusus warga eks Timor Timur di Desa Oebola Dalam, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Sabtu, (14/09/25) sore.


Sebelumnya Pj. Gubernur NTT bersama unsur Forkopimda Provinsi NTT menjemput kedatangan Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono beserta rombongan di bandara El Tari Kupang tepat pukul 13.05 Wita. Kemudian Menteri ATR/BPN beserta rombongan terlebih dahulu mengunjungi Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi NTT didampingi Penjabat Gubernur NTT sekaligus untuk Ishoma sebelum bertolak ke Desa Oebola Dalam, Kabupaten Kupang.


Setibanya di lokasi acara Desa Oebola Dalam, Menteri ATR/BPN disambut secara adat Natoni dan dipakaikan pakaian adat Amarasi oleh Tetua Adat setempat.


Acara ditandai dengan penyerahan sertifikat redistribusi TORA secara simbolis kepada 20 orang penerima perwakilan warga rumah khusus eks Timor Timur oleh Menteri ATR/Kepala BPN di dampingi Dirjen Penataan Agraria, Pj. Gubernur NTT, Kakanwil ATR/BPN Prov. NTT.


Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bukti bahwa negara, pemerintah, kementerian BPN telah hadir melalui program ini dan menjawab apa yang telah ditunggu Tunggu masyarakat Eks Timor Timur. 


“ketika tadi melihat lokasi ini, inilah bentuk negara, pemerintah, dan kementerian ATR/BPN hadir disini untuk memenuhi hak-hak warga negara untuk semakin sejahtera ke depan dan untuk itu saya mengapresiasi kepada masyarakat eks Timor Timur dengan keterbatasan tetap tegak dan teguh kepada NKRI” Ungkap Menteri AHY


Lebih lanjut Iapun berkomitmen akan terus berjuang  bagi nasib dan masa depan masyarakat eks Timor Timur dan juga masyakarat NTT pada umumnya dalam menyelesaikan berbagai tugas-tugas konstitusional dan tugas kemanusiaan.


“Kita tahu angka kemiskinan masih menjadi tantangan terbesar di provinsi yang mulia ini. Stunting, pendidikan, kesehatan dan semua yang menjadi indikator kualitas kehidupan manusia  yang masih harus terus kita tingkatkan di NTT oleh karena itu mari kita terus membangun sinergi dan berkolaborasi juga siap dalam melayani bapak ibu dalam urusan pertanahan. Karena tanah tidak bertambah, penduduk terus bertambah, nilai semakin tinggi harus ditata dengan baik mana yang menjadi pertanian dan mana yang menjadi tempat hunian harus ditata dengan baik karena sesungguhnya dibalik geografis ini, di NTT memilki banyak potensi dan yang perlu kita dukung adalah bagaimana kehidupan masyarakat NTT semakin hari semakin lebih baik ke depan.” jelas AHY.


Pj. Gubernur Dr. Andriko Noto Susanto, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri ATR/BPN yang pada hari ini menunjukan komitmen yang kuat dari Kementerian ATR/BPN beserta jajaran dalam mendukung perwujudan kesejahteraan masyarakat NTT melalui pemberian sertifikat tanah Objek Reforma Agraria.


“Kehadiran Bapak Menteri ATR/Kepala BPN hari ini menunjukan komitmen yang kuat dari Kementerian ATR/BPN untuk mendukung perwujudan kesejahteraan masyarakat NTT melalui pemberian sertifikat tanah Objek Reforma Agraria melalui kerja keras sampai dengan diterbitkan dan diserahkannya  Sertifikat Hak Milik Atas Tanah pada hari ini.” Ucap Pj. Gubernur NTT.


Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendukung penuh pelaksanaan Program Strategis Nasional Reforma Agraria yang berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional melalui kepastian Hukum Hak Atas Tanah dalam rangka mendorong peningkatan iklim investasi dan kesejahteraan masyarakat.


“Dengan pemberian sertifikat pada hari ini, tanah ini sudah menjadi hak milik saudara-saudara dan ke depannya saya berharap agar sertifikat ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki serta meningkatkan keadaan sosial ekonomi saudara-saudara dan tentunya Pemerintah Provinsi NTT selalu mendukung agar kegiatan Reforma Agraria ini terus dilaksanakan dengan tetap mengacu kaidah-kaidah yang telah ditetapkan sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.” Jelas Andriko


Kepala Kantor Wilayah Badan pertanahan Nasional Provinsi NTT, Dr. Drs. Hiskia Simarmata,M.Si, M.K.M dalam laporannya menyebutkan Kegiatan Redistribusi TORA di Desa Oebola Dalam, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang ini telah dilaksanakan dan diselesaikan pada tahun anggaran 2023 dengan menerbitkan sebanyak 2.100 sertipikat hak atas tanah. Dimana 2.100 Bidang tanah yang menjadi obyek kegiatan Redistribusi Tanah ini bersumber dari tanah bekas Hak Guna Usaha PT. Royal Timur Ostrindo seluas 449,7065 Ha yang telah ditetapkan sebagai tanah terlantar dan selanjutnya ditetapkan sebagai Tanah Cadangan Umum Negara (TCUN) berdasarkan SK Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor :1/Pnp-HGU/KEMATR/BPN/X/2022 tanggal 06 Oktober 2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor :174/KEP23.3/VII/2014 tentang Penetapan Peruntukan Tanah Cadangan Umum Negara Terletak di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 


“Berdasarkan Surat Keputusan tersebut, lahan seluas 259,1496 Ha didayagunakan untuk kepentingan masyarakat dan negara melalui Reforma Agraria dan 190,5569 Ha untuk cadangan negara lainnya. Kemudian dari lahan yang diperuntukan untuk Reforma Agraria, saat ini telah didayagunakan seluas 92,66 Ha untuk lokasi pembangunan Perumahan Pejuang Eks Timor-Timur dan pada hari ini, kita dapat melihat telah terbangun 2.100 rumah oleh Kementerian PUPR, di atas bidang tanah yang telah disertifikatkan oleh Kementerian ATR/BPN melalui kegiatan Redistribusi Tanah Obyek Reforma Agraria Tahun Anggaran 2023, guna memberikan kepastian hukum hak atas tanah melalui penataan aset demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik” Jelasnya.


Sejalan dengan hal itu, Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur Eurico Guterres menyampaikan terima kasih dan kepada Presiden Jokowi melalui Menteri ATR/BPN dan Pemerintah Daerah.


“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang sudah memberikan rumah kepada masyarakat kami. Dan terima kasih kepada Kementerian ATR/BPN yang memberikan sertifikat kepada masyarakat kami yang selama ini dinanti. Terima kasih juga kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Kupang yang juga membangun koordinasi yang baik sehingga penyerahan sertifikat dapat terwujud dengan baik,” ujar Eurico.


Kegiatan pun diakhiri dengan Penanaman Pohon Pulai (Alstonia Scholaris) oleh Menteri ATR/Kepala BPN dan foto bersama dengan 505 penerima sertipikat yang hadir.


Turut hadir pada kesempatan ini Staf Khusus Menteri ATR/BPN Bidang Manajemen Internal, Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Menteri ATR/BPN Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Bapak Si Made Rai Edi Astawa, Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN, Harison Mocodompis, Kepala OJK Provinsi NTT, Japarmen Manalu, Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Widanardi Satryatomo, Direktur Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN, Dr. Dalu Agung Darmawan,M.Si, Direktur Landrefor Direktorat Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN, Rudi Rubijaya, S.P, M.Sc., Para Pejabat Eselon III dari Kementerian ATR/BPN, Unsur Forkopimda Provinsi NTT, Penjabat bupati Kupang Alexon Lumba, Kadis LHK Prov. NTT Ondy Siagian, Plt. Badan Pendapatan Daerah Provinsi NTT Dominikus Payong, Kepala Kantor Pertanahan Kab. Kupang, Camat Fatuleu, para Kepala Desa se kecamatan Fatuleu dan masyarakat penerima sertifikat. (Biro AP)