Pengamat Politik Nilai Jokowi Berharap Christian-Serena Jadi Pemimpin Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat Politik Universitas Muhammadyah Kupang (UMK), Dr, Ahmad Atang, M.Si menilai atensi mantan Presiden RI, Joko Widodo terhadap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Cristian Widodo-Serena Francis sebagai bentuk dukungan nyata dan memastikan agar Pasangan ini yang akan memimpin Kota Kupang lima tahun ke depan.

Hal ini disampikan oleh Pengamat Politik yang juga sebagai Direktur Pascasarjana pada UMK ketika dimintai keterangan terkait panggilan Jokowi kepada paslon Dokter Christian Widodo dan Serena Francis pada Jumad tanggal 25 Oktober 2024 di Solo.

Menurut Ahmad Atang, jejak politik Jokowi untuk NTT umumnya dan Kota Kupang khususnya, secara politik akan memberikan supporting yang sangat besar bagi paslon Dokter Christian Widodo dan Serena Francis.

“Walaupun Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden RI, namun pengaruhnya masih cukup kuat,”ujarnya.

Ia menegaskan, tipikal kepemimpinan Jokowi yang sederhana, populis, dan cepat tanggap terhadap kebutuhan rakyat telah menjiwai paslon Dokter Christian Widodo-Serena Francis.

“Dokter Christian Widodo telah banyak belajar banyak hal dari Jokowi, terkait tata kelola politik pemerintahan,”tegasnya.

Ahmad Atang menjelaskan, Jokowi ternyata tahu banyak soal problem Kota Kupang, seperti masalah sampah, air bersih dan kesehatan.

“Sehingga Jokowi berkeyakinan jika masalah ini akan terselesaikan jika rakyat memberikan kepercayaan kepada paslon Christian-Serena untuk memimpin,”ujarnya.

Ia mengatakan bahwa hal ini tidak berarti bahwa Paslon yang lain jika menang tidak mampu menyelesaikan persoalan ini.

“Namun secara politik dukungan Jokowi tidak saja sumbang saran tetapi juga akan memastikan dukungan pemerintah pusat di bawah presiden Prabowo terhadap kemajuan Kota Kupang,”kata Ahmad Atang.

Baginya, jalan untuk membuat Kota Kupang semakin baik dan maju telah dibuka oleh Jokowi, sekarang tinggal bagaimana rakyat Kota Kupang menentukan pilihan.

“Jangan membuang kesempatan emas karena dia tidak mungkin datang untuk kedua kali,”pungkasnya. (MI).




Hadiri Panggilan Jokowi di Solo, Christian-Serena Akui Dapat Pesan Penting

Kupang,nwartapedia.com – Pasangan Calon (Paslon) Walikota Kupang dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo-Serena Francis (CS’an) mengaku mendapat titipan pesan dari Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Pesan itu disampaikan saat pasangan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis tiba di Solo pada Jumad (25/10/2024).

Dalam pertemuan di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jokowi meminta paslon CS’an memberi perhatian khusus kepada sampah, air bersih dan bidang kesehatan. 

 

“Bagi saya, Pak Jokowi seperti sosok ayah sendiri. Pesan beliau ini sangat berarti dan akan menjadi fokus perhatian kami,” kata Dokter Christian usai melakukan bakti sisial pengoatan gratis di Kampung Sumba, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang pada Senin  (28/10/2024).

Menurut Dokter Christian, pesan tersebut sama dengan yang pernah disampaikan Jokowi dalam pertemuannya di Kota Kupang pada 2 Oktober 2024. Saat itu, Jokowi menitipkan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur untuk dibenahi.

“Saya titip untuk bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur untuk dibenahi,” ujar Jokowi dalam kesempatan itu.

Dokter Christian memastikan, pesan tersebut akan menjadi pijakan utama dalam merumuskan program-program kerjanya, terutama jika paket CS’an terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Kupang. 

“Pak Jokowi saking sayangnya dengan kita di NTT dan juga sayangnya dengan saya dan Kaka Serena sehingga beliau panggil kami ke Solo dan titipkan pesan apa-apa yang harus kita benahi di Kota Kupang jika kita terpilih,”ungkapnya.

“Artinya Pak Jokowi menaruh kepercayaan yang besar kepada kita berdua bahwa peluang kita bisa menang sangat besar sehingga beliau titip pesan,”tambahnya.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan kali ini, Jokowi menitipkan pesan untuk penanganan sampah, air bersih, bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.

“Untuk kali ini, Bapak Jokowi titip sampah agar tata kelolahnya diperbaiki, yang kedua air bersih agar bisa bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk perbaikan air bersih di Kota Kupang dan ketiga bidang pelayanan kesehatan agar diperhatikan,”jelasnya.

“Kami berkomitmen memastikan pesan ini diwujudkan secara konkret dan menjadi prioritas utama,”tambahnya.

Pada tempat yang sama, Calon Wakil Walikota Kupang, Serena Francis mengucapkan terima kasih kepada mantan Presiden RI, Joko Widodo yang telah memberikan undangan kepada paket CS’an untuk melakukan pertemuan. 

“Tentunya kami sangat berterima kasih dan akan mengikuti arahan dari Bapak Jokowi, siap menjalankan dan bekerja keras sesuai apa yang diharapkan oleh Bapak Jokowi,”pungkasnya. (MI).




Pengamat Nilai Ansy Lema Tempatkan Pemimpin Secara Rasional dan Etis Dalam Debat

 

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat politik Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSI menilai visi, misi dan program kerja yang disampaikan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur nomor urut 1, Yohanes Ansy Lema dan Jane Natalia suryanto dalam debat pertama dengan tema pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT menempatkan posisi pemimpin yang rasional dan etis.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Politik  yang juga Direktur Pascasarjana pada Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang ketika dimintai keterangan terkait pernyataan Ansy Lema yang mengatakan Pemimpin harus siap melayani masyarakat bukan pamer kesombongan.

Baginya, kesombongan bukan tipe kepemimpinan tetapi terkait dengan karakter yang melekat pada diri seseorang.

“Maka apa yang dikatakan oleh Pak Ansy Lema bahwa pemimpin harus melayani dan bukan pamer kesombongan tentu beliau ingin mendudukkan posisi pemimpin secara rasional di satu sisi dan pemimpin secara etis di sisi yang lain,”kata Ahmad Atang pada Jumad, (25/10/2024)

Ia menjelaskan, Ansy-Jane siap menjadi pemimpin yang bertugas untuk melayani, menjaga, dan memelihara kesejahteraan masyarakat.

“Menjadi pemimpin yang rasional artinya mengedepankan pola pikir dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat bukan pemimpin etis yang akan menunjukkan dan mempromosikan perilaku sesuai dengan norma melalui tindakan pribadi seseorang,”jelasnya.

Menurut Ahmad Atang, salah satu aspek penting dari seorang pemimpin adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, atau dalam terminologi lain disebutkan bahwa pemimpin adalah pelayan masyarakat.

“Di pundak pemimpin tentu banyak label yang melekat, tergantung pada sudut mana kita memaknainya,”ungkapnya.

Ahmad Atang menyebut, di tengah dinamika politik Pilkada yang tengah berlangsung, rakyat diperhadapkan pada pilihan akan kepemimpinan NTT ke depan.

“Dari wacana tersebut di atas, masyarakat memiliki persepsi untuk menentukan pemimpin NTT yang baik,”pungkasnya. (mI)




Ansy Lema: Pemimpin Harus Melayani Masyarakat Bukan Pamer Kesombongan

Kupang,nwartapedia.com – Calon Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur nomor urut 1, Yohanes Ansy Lema dalam debat pertama yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT  di Milenium Ballroom Kupang, Rabu (23/1/2024) mengatakan bahwa pemimpin seharusnya menjadi pelayan bagi masyarakat bukan pemimpin yang pamer kesombongan.

Dalam memaparkan visi, misi dan program kerjanya, pasangan Ansy Lema-Jane Natalia Suryanto menempatkan rakyat sebagai raja sehingga harus dilayani dengan baik oleh seorang pemimpin.

“Rakyat sebenarnya adalah raja yang sesungguhnya dan pemimpin seharusnya menjadi pelayan bagi masyarakat jadi kita (Ansy-Jane) bukan pemimpin yang pamer kesombongan tetapi pemimpin yang melayani rakyat,”ungkapnya.

Ansy Lema menekankan, tema debat pertama mengenai pelayanan publik sangat penting karena selain menjalankan pembangunan dan pemberdayaan rakyat, fungsi utama dari pemerintah adalah melahirkan dan menghadirkan pelayanan publik yang prima.

“Pemimpin berarti melayani, pemimpin sejatinya adalah pelayan maka Pilkada ini merupakan ajang dan mekanisme demokrasi untuk memilih pelayan,”ucapnya.

Ansy Lema juga membeberkan program Menyala dan menempatkan sebagai program pertama yang menghadirkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel kepada masyarakat.

“Untuk mewujudkan program ini maka pemimpin harus memimpin proses transformasi birokrasi sehingga kemudian bisa menghadirkan birokrasi yang memenuhi empat spirit yakni birokrasi yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, birokrasi yang transparan terbuka dan mudah dibuka oleh publik, birokrasi yang akuntabel yang selalu rutin dan berkala memberikan laporan hasil kinerja kepada masyarakat dan birokrasi yang profesional,”jelasnya.

Ia mengaku, program ini telah dijalani ketika dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR RI.

“Saya memberikan laporan kinerja saya sebagai bukti transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat NTT secara rutin setiap enam bulan sekali,”sebut Ansy Lema.

Ansy Lema menegaskan, dirinya tidak sekalipun menerima uang yang tidak ada potongan pajak.

“Saya tidak pernah sekalipun menerima uang yang tidak ada potongan pajak dan inilah yang disebut dengan integritas seorang pemimpin dan pelayan publik dan hari ini NTT membutuhkan hal ini,”tegasnya.

Ansy Lema menekankan, jika teladan pemimpin bersih maka birokrasinya bersih pasti berorientasi menjadi pelayan publik dan akan melayani secara prima dan berkualitas sehingga menghadirkan sesuatu yang sangat mahal dalam politik.

“Ini akan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat dan juga dunia usaha sehingga lapangan kerja akan terbentuk dan kami (Ansy-Jane) hadir untuk memberi diri menjadi pelayan publik bagi masyarakat,”pungkasnya. (MI)




Usack Benu: Kehadiran Kapal Dharma Kartika dan Dharma Rucitra Berdampak Penambahan PAD Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Kehadiran kapal Dharma Kartika V dan Dharma Rucitra Vlll  yang bersandar di pelabuhan Tenau Kupang akan membawa dampak  pada perkembangan ekonomi secara paralel yang ujungnya akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Kupang.

Demikian disampaikan oleh Ketua Indonesian National Shipowner Asosiasion (INSA) dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Kupang, Usack Viktor Benu SE ketika dimintai tanggapan terhadap hasil debat pertama yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang pada Sabtu (19/10/2024).

Sebagai Wakil Ketua koordinator investasi dan maritim di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi NTT, Usack Benu menegaskan, pernyataan yang diberikan tidak ada tendensi politik dan tidak membela pasangan calon Walikota Kupang manapun.

“Saya hanya meluruskan bahwa ketika manusia pindah pasti akan ada usaha baru dan ketika ada usaha baru maka retribusi pada PAD itu akan bertambah dan meningkat,”jelasnya kepada media ini pada Selasa (22/10/2024).

Menurutnya, untuk menambah PAD di pelabuhan, Presiden Jokowi mencanangkan banyak program salah satunya adalah tol laut.

“Tol laut adalah visi besar dari presiden Jokowi kalau transportasi lancar maka akan mendatangkan pengusaha baru, UMKM baru dan beberapa sektor akan bertumbuh maka perkembangan ekonomi pasti akan berdampak secara paralel yang ujungnya adalah penambahan PAD,”ungkapnya. 

Usack Benu menjelaskan, kehadiran kapal Dharma Kartika V dan Dharma Rucitra Vlll di pelabuhan secara langsung akan mendatangkan PAD bagi Kota Kupang.

“Ketika dua kapal  ini beroperasi ada ketepatan jam dan perbaikan service maka akan ada dampak perbaikan perdagangan yang pasti PAD akan meningkat karena perdagangan meningkat, jangankan ada kapal baru, perbaikan service dari perkapalan saja akan berdampak pada PAD,”jelasnya.

Usack Benu mengucapkan, kapal Dharma Kartika dan Dharma Rucitra adalah kapal roro yang menggunakan solar bersubsidi maka 50 persen lebih murah sehingga berdampak pada bangkitnya UMKM, pengusaha-pengusaha baru dan perdagangan yang lebih meningkat dari sebelumnya.

 “Selama ini perdagangan kita didominasi oleh kapal-kapal kontainer dengan bahan bakar solar non subsidi yang mahal dengan satu kontainer sebesar 12-13 juta tetapi ketika kapal Dharma Kartika masuk mengunakan solar subsidi harganya hanya 5.800.000 rupiah maka harganya menjadi 50 persen lebih murah,”ucapnya.

“Kalau stoknya dulu 100 akan meningkat menjadi 200 karena hemat dari biaya ongkos kirim dan akan berdampak pada penambahan quantity barang maka perdagangannya pun akan berdampak,”tambahnya.

Dari sektor pariwisata, Usack Benu mengatakan bahwa kedua kapal ini memberikan banyak kemudahan pelayaran dengan harga yang murah.

“Sektor pariwisata off course, sekarang orang Kupang mau ke Labuan Bajo harganya sama seperti ke Jakarta. Naik Dharma Rucitra cuma 200.000 ribu rupiah, kalau kita naik dengan mobil maka tidak perlu menyewa mobil lagi dan dampaknya ke PAD seperti itu,”ungkapnya.

Usack Benu juga mengucaokan terima kasih kepada Serena Francis selaku Ketua Tetap Bidang Perhubungan di KADIN Provinsi NTT yang telah memperjuangkan kedua kapal ini untuk membantu masyarakat.

“Kaka Serena Francis adalah teman kami dan juga anggota INSA maka diluar urusan politik, kami berterima kasih karena apa yang dikerjakan oleh Kaka Serena Francis ini sudah sangat baik untuk membantu masyarakat,”pungkasnya.  (MI)




Pengamat Ferdy Hasiman Nilai Penampilan Christian-Serena dalam Debat Pertama Paling Brilian

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat Ekonomi dan Politik, Ferdy Hasiman menilai penampilan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota kupang, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis (CS’an) dalam debat pertama paling brilian.

Hal ini disampaiakn oleh Pengamat Ekonomi dan Politik, Ferdy Hasiman ketika dimintai tanggapannya terhadap hasil debat pertama diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang pada Sabtu (19/10/2024).

Peneliti Alpha Research Database Indonesia ini mengatakan, penampilan pasangan calon CS’an dalam debat dari orasi dan gaya bicara diatas panggung paling ideal.

“Debat Walikota Kupang yang saya lihat penampilan paling Brilian ya Pa Dokter Christian dan Kaka Serena. Orasi dan gaya bicara memainkan dinamika di atas panggung pa dokter christ itu paling ideal dan oke,”ungkapnya pada Senin (21/10/2024).

Menurutnya, Salah satu modal besar bagi politisi adalah seni berdebat dan pasangan Dokter Chritian menampilkan wajah baru bagi Kota Kupang.

“Calon muda, energik, sehat, cerdas, menarik simpatik, bijaksana, mengkritisi lawan dengan cara yang sangat santun. Ini menjjadi bekal untuk tampil ke panggung politik,”kata Ferdy Hasiman.

Ferdy Hasiman melihat dari segi substansi, paket CS’an paling oke, paling siap, argumentasinya mudah dicerna publik biasa dan program mereka terukur.

“Sementara yang lain saya lihat hanya jualan prgam dengan angka-angka fantastis,”ujarnya.

Menurut Ferdy Hasiman, Angka dan program besar harus diukur juga dari kemampuan fiskal daerah yang kecil dan ditengah beban APBN yang berat dari pusat.

“Program-program calon yang bombastis mestinya harus diuji dalam debat selanjutnya. Biar masyrakat Kota Kupang aware mana calon yang terukur,”jelasnya.

Selain itu, Gagasan kapal dan pesta rakyat itu adalah ide brlian untuk pompa ekonomi Kota Kupang yang outpunya ke peningkatan PAD.

Kota Kupang sebagai kota jasa dan pusat ibu kota provinsi memang harus andalkan manusia. Maka, kebijakan inovatif seperti pesta rakyat, pentas seni, itu bernas untuk menggerakan roda konsumsi Kota Kupang agar ekonomi tumbuh,”pungkasnya. (MI)




Kolom Komentar YouTube KPU Kota Kupang Didominasi Paket CS’an

Kupang,nwartapedia.com – Kolom komentar YouTube Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang yng menyajikan siaran langsung debat pertama Pilkada Kota Kupang dihiasi dan didominasi oleh komentar dari warganet yang menjagokan pasangan calon nomor urut 5, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis.

Pantauan media ini  hingga Senin (21/10/2024) pukul 00.45 WITA, komentar warganet pada YouTube KPU Kota Kupang tesebut berjumlah 97 akun.

Setelah mengikuti debat pertama dengan tema ‘Membangun Kupang Kota Kasih Menuju Kota Transformatif tersebut, jumlah warganet yang komen memilih dan menyebut pasangan calon Dokter Christian Widodo dan Serena Francis sebanyak 34 akun. 

Yang menarik dari komentar warganet yakni akun @jacobasachannel mengatakan bahwa “Setelah pemaparan visi misi, saya justru tertarik dengan pasangan no urut 5. Keren . Buat pak Geogeh, dosen aman mana yang pak mau urus ? Kalau guru itu kewenangan pemda/pemkot tapi dosen itu sdah ranahnya Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Kalau Pemkot membangun kerjasama dengan PTN/PTS ok-ok saja tapi soal mutu dosen bukan kewenangan Pemkot untuk mengurus. hahahah”.

Sementara itu, komentar dari akun @ramoluan5081 berbunyi “Benar sekali apa yang di sebut oleh Pak christian data masyarakat itu harus jelas struktur pemerintahan teredah adalah RT maka RT harus betul tahu akan program2 pemerintah agar bisa di sampaikan ke masyarakat secara transparan bukan pilih kasih”

Akun @kanisiuspono662 menyebut “Dosa lama kandidat yg harus pikul sendiri,jgn simpan di maskota,biar orang baru yg pimpin,Dodo dan Ine cocok 5 tahun yg akan datang”.

Dari total 97 komen akun YouTube warganet tersebut, sebanyak 40 akun memilih untuk berkomentar seputaran materi debat. Sedangkan 18 warganet menyebut keempat pasangan calon yang lain. 

Debat Pilkada Kota Kupang akan diselenggarakan sebanyak tiga kali, yakni dua kali pada Oktober 2024 dan satu kali pada November 2024. Debat pertama digelar Minggu (19/10/2024) ini.

Nantinya, debat kedua akan digelar pada Minggu (26/10/2024). Sementara debat ketiga alias terakhir pada Minggu (16/11/2024). (MI)




Jane Natalia Suryanto Soroti Pentingnya Peran Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi Lokal

Kupang,nwartapedia.com – Jane Natalia Suryanto calon Wakil Gubernur NTT yang berpasangan dengan Ansy Lema dalam Pilgub 2024, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian.

Dalam berbagai kesempatan kampanye, Jane mengungkapkan bahwa perempuan NTT merupakan pilar kekuatan yang dapat memajukan sektor-sektor vital seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Perempuan NTT memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan semangat dan inovasi, kita dapat memajukan pertanian demi masa depan yang lebih sejahtera,” ujar Jane dalam salah satu kampanyenya di Sumba Barat Daya.

Jane menginisiasi gerakan sosial seperti, Nelayan Tani Ternak, Mama Bantu Mama, dan Perempuan Bantu Perempuan, yang bertujuan mendorong kolaborasi antara perempuan di NTT untuk mendukung satu sama lain dalam meningkatkan taraf hidup. “Kami percaya bahwa perempuan membantu perempuan adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas,” tambahnya.

Pasangan calon Ansy Lema-Jane Natalia Suryanto berfokus pada program pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, dengan memprioritaskan inovasi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Mereka optimis bahwa dengan semangat gotong-royong, kesejahteraan masyarakat NTT dapat meningkat secara signifikan.

Selain mengusung program-program inovatif, Jane juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap usaha mikro dan kecil yang dikelola oleh perempuan, serta pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Jane Natalia Suryanto berharap dapat membangun masa depan NTT yang lebih cerah, adil, dan sejahtera, melalui pemberdayaan perempuan di seluruh pelosok daerah. (Tim)




Masa Depan NTT Ke Mana?

Oleh: Jane Natalia Suryanto
Calon Wakil Gubernur NTT

Kupang,nwartapedia.comSaya memutuskan mengabdikan hidup dan perjuangan politik untuk masyarakat NTT.

Saya sayang daerah ini. Saya meninggalkan segala usaha saya di Jakarta untuk datang ke daerah ini.

Saya berani maju menjadi wakil gubernur untuk berpasangan dengan kaka Ansy (ANSY-JANE) berlangkah menuju gelanggang politik Pilgub 27 November, 2024.

Di daerah ini saya bertemu dengan jutaan pasang mata. Mama-mama sangat ramah.

Di sini mama bantu mama. Bapa-bapa juga sangat sayang saya. Sahabat-sahabat saya juga banyak.

Keluarga baru saya juga banyak. Saya sangat diterima dan mencintai daerah ini.

Di balik pasang mata bapa, mama bersaudara semua, saya melihat daerah ini memiliki pesona luar biasa.

Namun, ekonomi NTT tak semengkilap seperti daerah-daerah lain di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan wilayah-wilayah di Sulawesi.

Kita harus realistis melihat perputaran ekonomi daerah ini. Fakta-faktanya harus kita munculkan agar kita paham bagaimana cara mendiagnosa dan mengobati daerah ini.

Fakta-fakta itu juga perlu disampaikan kepada para investor ataupun pengembang properti agar mereka bisa mendesain bisnis yang agak murah dan mudah dijangkau masyarakat dengan daya beli rendah seperti NTT.

Setidaknya kita bisa membaca dengan baik kemunduran ekonomi daerah ini dari indikator-indikator ekonomi yang disodorkan Badan Pusat Statistik NTT dari tahun ke tahun.

Jumlah penduduk NTT tahun 2024 sudah mencapai 5.656.039 manusia. Dari jumlah ini, 19,48 % (1,079.068 jiwa ) orang NTT hidup di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan per kapita Rp 416.00 per bulan.

Pertumbuhan ekonomi kita masih rendah (4,35%/2024), pengangguran masih sangat tinggi, tingkat konsumsi rendah, inflasi juga masih tinggi, perputaran arus barang, jasa dan manusia antar kabupaten masih rendah.

Begitupun pertumbuhan sektor-sektor penyangga kehidupan warga NTT, seperti pertanian, peternakan dan kelautan masih sangat rendah.

Gairah investasi masuk ke NTT juga rendah, karena wilayah ini dikenal sebagai daerah berbiaya ekonomi tinggi.

Daerah berbiaya ekonomi tinggi biasanya memiliki kualitas infrastruktur darat, laut dan udara yang tak memadai.

Kebutuhan-kebutuhan pemenuhan hak hidup warga, seperti air dan listrik juga masih sulit.

Angka buta huruf tinggi dan tingkat pendidikan masih rendah. Semua indikator-indikator ini berkontribusi pada daya ungkit sektor properti, sektor perumahan di wilayah ini.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi berkontribusi langsung pada rendahnya pendapatan per kapita masyarakat NTT.

Jika pendapatan rendah, masyarakat sulit memiliki tabungan (saving) yang berefek langsung pada rendahnya daya beli, rendahnya tingkat pendidikan dan indeks ratio gini yang memprihatinkan.

Masyarakat NTT, masih berjibaku pada kebutuhan makan-minum sehari-hari atau ekonomi subsistem.

Dalam ekonomi subsistem, masyarakatnya hanya bisa bertahan hidup saja. Tentu kita tak boleh berdiam diri berhadapan dengan situasi ini. Perlu menata dan mencermati kembali, kemana NTT berlari dan menuju 5 atau 10 tahun ke depan?

Masa Depan NTT
Ansy dan Jane Selalu bertumpu pada konsep Nelayan, Tani, Ternak.

Suatu konsep kebenaran yang mewakili 80% perekonomian NTT. Tapi kali ini, saya akan membahas masa depan NTT di sektor satu lagi yakni Pariwisata.

NTT adalah provinsi dengan kekayaan alam dan budaya yang sangat unik, indah, eksotis dan beragam.

Keberagaman, keindahan, kekhasan, atau eksotisme alam dan budaya itu membentang dan tersebar di semua pulau, khususnya pulau-pulau utama seperti Flores, Sumba dan Timor.

Alam dan budaya di NTT beragam dan unik karena dibentuk oleh lingkungan ekologis, kondisi bio-geografis, sejarah dan tradisi berbeda, yang disparitas keunikannya antarpulau, kabupaten, bahkan desa. Jumlah desa di NTT adalah 3.268 dan seberagam itulah keindahan dan kekhasannya.

Pecinta keindahan alam dan budaya dari daerah lain mungkin hanya mengagumi keindahan dan keunikan Pulau Komodo dan pulau-pulau sekitar Labuan Bajo di Manggarai Barat, Danau Kelimutu di Ende, tradisi penangkapan paus di Lembata, festival pasola di Sumba, kekayaan bawah laut Alor, dan berbagai ikon pariwisata populer di NTT.

Tetapi, keindahan alam dan budaya NTT bukan hanya itu. Jika disibak, kita akan menyaksikan alam dan budaya yang sangat asli, eksotis, indah, menakjubkan dan beragam.

Sejuta pesona alam dan budaya NTT seharusnya sudah mengantar provinsi ini sebagai garda depan pariwisata nasional atau bersaing dengan Bali.

Akan tetapi, pariwisata NTT seperti singa tidur yang tidak memberikan dampak signifikan bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Banyak faktor penyebab tidak maksimalnya sumbangan sektor pariwisata di NTT. Faktor penyebab utama adalah minimnya infrastruktur (dan amenitas), selain masalah promosi kurang, SDM rendah, dan sebagainya.

Melihat pesona wisata inilah, makanya pariwisata NTT mulai dibangun. Pariwisata NTT sekarang sudah mulai tumbuh.

Itu setidaknya bisa dilihat dari indicator- indikator positif di sektor pariwisata.

Saya lebih menganjurkan teman-teman investor untuk siap-siap melirik pembangunan sektor pariwisata. Jika hotel yang akan dibangun.

Anda juga harus mengintip data jumlah wisatawan asing dan domestic yang masuk ke NTT. Pada tahun 2023, jumlah tamu asing dan local yang menginap di hotel-hotel di NTT mencapai 778 568 tamu (BPS NTT:2023) dengan rincian terbanyak Kota Kupang sebesar 315.301 tamu dan Manggarai Barat/Labuan Bajo sebanyak 216.800 tamu.

Kabupaten lainnya di NTT, masih sangat rendah. Jika anda ingin membangun hotel, masih ada ruang untuk tumbuh, karena pemerintah memproyeksikan jumlah wisatawan masuk ke NTT sampai tahun 2030 mencapai 2 juta tamu. Itu artinya, masih ada ruang terbuka untuk melakukan investasi di sektor perhotelan.

Untuk itu, saya menganjurkan teman-teman pengusaha ekowisata.

Di beberapa tempat wisata di Indonesia, banyak sekali best practices yang bisa dikembangkan dalam rangka menciptakan objek wisata yang ekologis sekaligus berdampak ekonomis. Beberapa best practices berikut dapat ditiru atau dimodifikasi sesuai konteks NTT.

Pertama, akomodasi (vila, penginapan, resort) berkonsep ramah lingkungan. Akomodasi yang ekologis dan ekonomis menyediakan air panas dengan pemanfaatan pemanas tenaga surya, menggunakan air limbah dapur dan kamar mandi untuk mengairi kebun mereka dengan pengolahan limbah sederhana.

Restoran dilengkapi dengan perpustakaan mini, tempat bersantai dan makan. Resort dibangun dengan bukaan yang memanfaatkan pemandangan laut dan kebun yang indah sehingga tidak perlu menggunakan AC.

Tidak hanya ramah lingkungan, resort ekowisata juga menyediakan pelayanan wisata berupa penjelajahan lingkungan sekitar seperti pengamatan burung atau tracking di hutan.

Kedua, sistem pengolahan sampah. Saat ini banyak penyedia jasa industri pariwisata (restoran atau hotel) melakukan pemilahan sampah menjadi sampah organik dan non-organik. Sampah sisa makanan dipisahkan dengan sampah-sampah seperti kaleng, kaca, maupun plastik.

Selain itu, kertas daur ulang bisa dijadikan bahan dasar industri kerajinan seperti kotak pensil, tas, dompet, agenda, kartu ucapan dari kertas bekas koran, majalah maupun dokumen kantor yang tidak terpakai lagi.

Dedaunan dan bunga rontok juga bisa dijadikan sebagai ornamen/hiasan.

Hemat kami, ini sangat penting bagi NTT.
Ketiga, menghemat penggunaan air. Untuk menghindari penggunaan botol plastik air minum mineral, usaha penyedia jasa pariwisata dapat menjual air minum isi ulang sebagai pengganti air minum mineral dengan botol plastik.

Selain untungnya lebih banyak, praktik ini juga membantu mengurangi penggunaan botol plastik air minum mineral.

Hotel-hotel juga memberlakukan langkah hemat air. Usaha ini bukan sesuatu yang baru.

Hotel-hotel di Yogyakarta, Bali dan Lombok memberlakukan langkah penghematan air dengan meminta kepada tamunya untuk tidak mencuci handuk dan seprei setiap hari, karena cukup banyak air yang digunakan untuk mencuci handuk dan seprei.

Bahkan salah satu hotel bintang empat di Sanur, Bali, mengadakan undian berhadiah bagi tamu yang mendukung langkah penghematan air tersebut. Hal-hal seperti ini bisa dicoba di NTT.

Keempat, ekowisata di Hutan Bakau. Penyedia jasa paket wisata manggrove atau bakau dapat menawarkan paket ekowisata kepada pengunjung.

Aktivitas seperti tracking, pengamatan burung, naik sampan dan penanaman bakau merupakan tawaran yang diberikan kepada pengunjung.

Pengunjung dapat juga mengadopsi bakau. Penyedia paket harus sering melakukan aktivitas penyadaran dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya bakau bagi kawasan pesisir serta mengadakan kegiatan pelatihan kepada pelajar, guru sekolah, dan LSM.

Kelima, kursus memasak dan sajian makanan khas lokal. Restoran dan warung makan harus berani menyajikan masakan khas daerah.

Masakan yang disajikan diolah secara higienis. Selain itu, untuk lebih memperkenalkan makanan tradisional, restoran dan warung makan berani mengadakan kursus memasak makanan khas bagi wisatawan.

Pada saat itu, tarian-tarian daerah dipertontonkan oleh para penari lokal.

Keenan, sajian makanan khas lokal dengan memanfaatkan rumah tinggal.

Salah seorang pencinta seni yang pintar memasak di Yogyakarta, membuka warung dengan menyulap ruang tamu di rumahnya yang berbentuk joglo khas Jawa menjadi sebuah restoran kecil yang nyaman dan bersih.

Warung dengan nama ”Warung Opera” ini menyajikan masakan khas Yogya serta memodifikasi penganan tradisional seperti pisang goreng berbalut gula merah.

Ketujuh, kelompok tenun yang menggunakan bahan pewarna alami.

Ibu-ibu penenun di Ndona, Kabupaten Ende di Flores mendirikan kelompok tenun bernama ”Bou Sama Sama”. Para wanita ini masih menggunakan pewarna alami yang diambil dari alam sekitar seperti mengkudu, nila serta berbagai jenis akar-akar pohon lainnya.

Kain-kain tenun ikat yang dibuat dalam waktu 3 – 12 bulan tersebut dijual langsung kepada wisatawan.

Kelompok ini juga bekerja keras agar dapat menjalin kerjasama dengan pemilik galeri di Bali untuk memasarkan hasil kain tenun ikat buatan mereka.

Kedelapan, makanan sehat tanpa penyedap rasa dan sayuran organik. Saat ini di berbagai kota besar di Indonesia dan kawasan wisata seperti Bali, Lombok, Yogyakarta banyak restoran menyajikan makanan sehat tanpa penyedap rasa serta menyajikan masakan dari sayuran organik yang dijual lebih mahal.

Menu vegetarian (makanan non-daging) menjadi salah satu menu andalan di berbagai restoran di kawasan wisata tersebut.

Kesembilan, mempertahankan alat musik tradisional. Saung Angklung Mang Udjo yang berada di Jawa Barat menampilkan permainan alat musik tradisional Sunda, yaitu angklung.

Pertunjukan dilakukan oleh anak-anak berumur di bawah 12 tahun. Mereka berlatih memainkan angklung, menyanyi dan menari serta tampil di hadapan wisatawan mancanegara dan nusantara.

Inisiatif ini menandakan pentingnya kreativitas “seni pertunjukkan”.

Di NTT, alat musik suling, sasando, dan lain-lain dapat dipertahankan dengan cara seperti ini.

Mekarnya pariwisata di NTT tak ada gunanya jika tak ditopang kekuatan sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Tani, ternak dan nelayan adalah harga mati bagi Ansy-Jane untuk diperjuangkan.

Memperjuangkan tani,ternak dan nelayan adalah memperjuangkan martabat rakyat NTT, karena hampir 90 persen rakyat bertumpu di situ.

Pariwisata juga wajib ditopang produk pertanian, peternakan dan perikanan yang baik.

Tekat Ansy-Jane adalah membangun tani, ternak dan nelayan dalam rangka menyongsong tamu-tamu yang datang dari berbagai belahan dunia.

Pariwisata tak ada gunanya jika hasil pertanian, peternakan dan perikanan dibawah dari luar.

Pariwisata akan berdaya guna, jika produk pertanian, peternakan dan perikanan adalah hasil alam warga NTT.

Akhirnya, mari kita sama-sama membangun NTT menuju rakyat adil, Makmur dan sejahtera.

Pesona alam NTT adalah magnet besar bagi pengembangan pariwisata ke depan. (***)




Warga Fatukoa Sebut Christian-Serena Adalah Pemimpin yang Siap Melayani

Kupang,nwartapedia.com – Warga Fatukoa menyebut kehadiran calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis (paket CS’an) adalah calon pemimpin yang siap melayani masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Made Astika warga RT 11/RW 03 ketika mengikuti pengobatan gratis yang digagas oleh paket CS’an di RT 06/RW 02 Kelurahan Fatukoa pada Sabtu (12/10/2024).

Made Astika mengatakan, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota paket CS’an sudah memberikan pelayanan yang baik karena mengabdi kepada kepentingan kesehatan masyarakat banyak dengan kualitas pelayanan merata di seluruh Kota Kupang.

“Kampanye paket CS’an dengan memberikan pelayanan pengobatan gratis dan pembagian kacamata bagi saya sangat baik karena langsung dirasakan oleh masyarakat kecil sehingga tidak diragukan lagi kelak akan menjadi pemimpin yang siap melayani,”sebut Made.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pakte CS’an yang telah memberikan pelayanan pengobatab gratis dengan penuh humanis dan penuh senyum sehingga dapat meringankan rasa sakit yang diderita oleh masyarakat.

“Kehadiran Pak Dokter Christian Widodo dan Nona Serena Francis memberikan pelayanan dan bekerja dengan hati tulus, ikhlas dan bersikap baik sehingga menurut saya ini menjadi salah satu terapi penyembuhan karena memberikan empati yang membekas di hati pasien yang sedang sakit,”ucap Made.

Sementara itu Nur Hazanah penderita diabetes warga RT 11/RW 02 Kelurahan Fatukoa mengatakan, masyarakat Kota Kupang sering mengeluhkan praktik pembatasan layanan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan sehingga perlu adanya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Perlu adanya peningkatan di bidang kesehatan dan pelayanan karena sekarang kita melihat masyarakat memiliki BPJS tetapi rumah sakit terlalu banyak kasus,”ungkapnya.

Menurutnya, aturan yang ditetapkan oleh pemerintah tidak sejalan dengan pelaksanaan yang diterapkan oleh fasilitas kesehatana di Kota Kupang.

“Yang harus diatasi yakni ketentuan pelayanan karena sekarang pelayanannnya tidak jelas karena pasien BPJS banyak disuruh pulang dan praktik ini dinilai diskriminatif sehingga perlu diawasi lebih ketat,”ucapnya.

Nur Hazanah berharap jika paket CS’an terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang agar lebih memberikan perhatian serius kepada pasien BPJS agar mereka mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.

“Karena kebetulan Pak Dokter Christian di bidang kesehatan sehingga saya mohon supaya pelayanannya diperhatikan dan BPJSnya digatiskan, memang betul BPJS itu gratis tetapi banyak masyarakat yang tidak tau ketika berobat BPJSnya masih aktif  atau tidak agar dikomunikasikan untuk mencari solusinya sehingga bisa diatasi,”harapnya. (MI)