Pesan Kaka Jane Natalia Suryanto Kepada Tim Relawan dan Simpatisan

Kupang,nwartapedia.com – Setelah mengakhiri kontestasi Pilkada Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kaka Jane Natalia Suryanto calon Wakil Gubernur NTT yang mendampingi Kaka Ansy Lema menuliskan pesan untuk seluruh relawan dan simpatisan yang telah memberikan dukungan di Pilkada pada 27 November yang lalu.

Inilah pesan Kaka Jane Natalia Suryanto di story WhastApp pada Minggu tanggal 1 Desember 2024 pukul 21.30 WITA.

Kepada seluruh tim relawan dan simpatisan yang saya kasihi.

Tibalah saatnya kita mengatakan bahwa masa kampanye dan Pilkada telah selesai.

Begitu banyak suka duka yangt kita lalui bersama yang membuat pengalaman dan pertemanan berharga dalam rangkaian cerita.

Kaka Jane sudah berkeliling sambil mengucapkan terima kasih secara langsung sekaligus ijin pamit dari NTT untuk beberapa bulan kedepan, menata kembali pekerjaan, dan juga sedikit liburan.

Namun banyak sekali tempat yang tidak akan sempat saya kunjungi secara langsung, karena itu ijinkan pesan ini sebagai sebagai ungkapan rasa terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada semua relawan dan simpatisan yang telah berjuang bersama dan mengasihi Kaka Ansy dan Kaka Jane.

Yakinlah bahwa saya tidak meninggalkan NTT selamanya, dan akan selalu menyala untuk NTT dari jauh untuk sementara.

Sampai Jumpa!

Jane Natalia Suryanto (MI)




Christian–Serena Cum Socius 

Oleh: Isidorus Lilijawa
Ketua Tim Pemenangan CSan

Kupang,nwartapedia.com – Pertandingan Pilkada Kota Kupang belum usai dari sisi proses dan tahapannya. Namun, dari hasil rekapan suara berbasis C1 plano di 552 TPS se-Kota Kupang, sebenarnya sudah selesai kompetisi ini. Sang jawara sudah ada, Christian – Serena (CS).

Data center CSan menunjukkan data bahwa CSan unggul dengan perolehan suara sebanyak 68.853 atau 36,29% dari total DPT Kota Kupang 275.085 (124.400 laki-laki dan 140.685 perempuan). Paslon nomor urut Pancasila ini menang telak di Kecamatan Oebobo (18.130 suara), Kecamatan Maulafa (17.506 suara), Kecamatan Kelapa Lima (10.821 suara), Kecamatan Kotaraja (7.388) dan kalah tipis di Kecamatan Alak (10.280 suara). Selisih dengan paslon suara terbanyak kedua sebesar 18.661 suara. Yang menarik, rerata suara CSan di setiap TPS adalah 125 suara.

Mengingat pertandingan sudah akan segera usai dari proses dan tahapannya, maka persandingan pun sudah harus dimulai. Yah, kontestasi politik itu selalu menarik karena setelah bertanding ada persandingan; setelah berkompetisi bisa kompak lagi; sesudah berseteru dapat bersekutu lagi. Itulah esensi politik: tremendum et fascinosum (menggetarkan tetapi mempesonakan).

Politik bisa bikin hati bergetar, nurani teriris-iris. Namun politik selalu mempesona dan memikat, tak lekang oleh lindasan masa. Dalam bahasa yang sederhana, kompetisi politik itu 5 tahun sekali. Tetapi jejaring persaudaraan dirajut untuk waktu yang lama dan mungkin selamanya.

Kami mengawali perjalanan CSan tidak dengan optimisme yang vulgar. Karena kami sadar CSan memang bukan siapa-siapa dan mungkin belum apa-apa di blantika perpolitikan Kota Kupang.

Apalagi kami adalah segolongan orang muda dan orang-orang yang berjiwa muda, yang berikhtiar melakukan pembaharuan dan perubahan di Kota Kupang, yang sering dilihat sebagai ilusi karena belum berpengalaman, tidak dari kelompok birokrasi bahkan masih terlalu bocil untuk takaran kontestasi Pilkada.

 

Terus Belajar

Karena kami tahu diri dan paham potensi yang kami miliki, maka yang kami lakukan adalah belajar. Kami belajar mendengarkan apa hasrat dan keingingan rakyat Kota Kupang. Kami belajar menerjemahkan apa kebutuhan rakyat. Kami membuka diri untuk diberi pelajaran dan masukan oleh berbagai pihak. Tidak hanya tim pakar, tim pengarah.

Kami membuka hati lebar-lebar untuk setiap kata hati rakyat, di mana saja yang kami jumpai secara langsung ataupun melalui medsos. Kami juga belajar mempersiapkan debat secara baik. Pertarungan ini bukan main-main. Ini pertarungan bermartabat. Maka kami memang mempersiapkan segalanya dengan maksimal. Kami terus belajar.

Yang paling luar biasa adalah kami memiliki CHRISTIAN – SERENA yang begitu massif bergerak menjumpai rakyat dari pagi hingga dini hari. begitu banyak agenda kami susun, begitu banyak permintaan warga dijadwalkan, CS berusaha menjawab semua itu.

Di saat Sebagian warga kota telah terlelap di malam hari, CS masih berjalan dalam perjumpaan dengan warga. Setiap perjumpaan selalu ada makna, pasti ada pesan. Entah itu perjumpaan dalam nuansa sukacita, dalam kedukaan, dalam acara formal, dalam agenda non formal. Selalu ada makna.

Setelah saya renungkan, ternyata semua sudah terbingkai sejak lama. Ada filsafat kehadiran. Di manapun, kapan pun, dengan siapapun CS hadir, pasti ada ego yang ditanggalkan, ada kisah yang ditinggalkan, ada hati yang terbuka dan ada niat yang lahir untuk berjalan bersama.

Tak cuma itu. Ada juga teologi terlibat. Kami yakin, semua perjalanan politik ini bergulir sesuai Providentia Dei (Penyelenggaraan Ilahi). Maka, ada banyak lantunan doa dari lubuk hati CS dan tim, ada begitu banyak orang yang mendoakan CS.

Kita pun sampai pada kesimpulan soal resep politik CS. Ora et labora. Labora et ora. Berdoa dan bekerja. Bekerja dan berdoa. Kita doakan apa yang akan kita kerjakan. Kita kerjakan apa yang kita doakan. Di situlah, Sabda bisa menjadi daging dan tinggal diantara kita.

Setelah sekian lama berinteraksi dengan warga kota ini bahkan sebelum kontestasi Pilkada ini dimulai, kami mulai paham bahwa yang warga kota ini butuhkan itu dua hal saja. Pertama, pembaharuan dan perubahan. Kedua, energi baru atau energi muda.

Dua hal ini ternyata menjadi kekuatan CSan. Visi CS adalah pembaharuan dan mereka adalah energi muda itu sendiri. Maka pendekatan politik CS adalah bagaimana meyakinkan publik bahwa CS bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk warga.

Hal ini sejalan dengan spirit CS: berpikir beda, kreatif – inovatif, beri solusi. CS hadir dengan keyakinan penuh menjawab kerindungan warga dengan semangat pembaharuan, menjadi problem solver bukan probem maker. Karena visi perubahan itu, maka CS tidak mempertengkarkan masa lalu tetapi menatap masa depan dengan optimis.

Kami paham benar bahwa 58 % pemilih di Kota Kupang adalah golongan kelapa muda yakni kaum milenial, orang muda dan gen Z. kelompok ini memang suka minum air kelapa muda karena menyegarkan dan menyehatkan.

Dengan segmentasi yang jelas ini, maka kampanye orang muda pilih orang muda digencarkan. Christian – Serena melakukan aksi-aksi politik yang atraktif dan edukatif untuk menjawab segmentasi ini. Hasilnya memang luar biasa.

Seperti spirit kelapa muda: menyegarkan, menyehatkan, menguatkan, menggairahkan dan tentunya melahirkan optimisme.

Dokter Christian selalu katakan demikian. Kalau mau jalan dekat, jalanlah sendiri. Tetapi jika mau berjalan jauh, jalanlah bersama-sama. Serena selalu bilang begini. Yang muda adalah kekuatan. Jika orang muda bersatu, tak ada yang bisa menghalangi lahirnya perubahan.

Dengan paradigma semacam ini maka sejarah itu tercipta. Orang muda bisa menjadi pemimpin di Kota Kupang. Bahkan si bocil ‘serena’ bisa menjadi wakil walikota termuda se-Indonesia, persis di usia yang 3 bulan lalu genap 25 tahun. Benar kata rekan-rekan muda. Ini bocil, pak. Bukan kaleng-kaleng.

 

Cum Socius

Dalam permenungan saya sebagai Ketua Tim Pemenangan CSan, saya menyadari ternyata CS (Christian – Serena) itu punya filosofi yang sangat mendalam. CS itu bukan sekadar Christian – Serena. CS itu adalah Cum Socius (bahasa Latin yang artinya dengan kawan atau bersama rakyat). Christian – Serena cum socius.

Christian – Serena bersama kawan, bersama rakyat. CS memenangkan kontestasi Pilkada Kota Kupang karena berjalan bersama dengan kawan, sahabat, rekan dan berjalan bersama-sama rakyat Kota Kupang. Faktor penentu kemenangan, selain penyelenggaraan Tuhan, juga karena CS mau dan senang berjalan bersama-sama dengan rakyat.

Sekitar pukul 16.00 tanggal 27 November 2024 lalu di Posko CSan Transmart tangis pecah. Melihat pergerakan data-data dari berbagai TPS, kami menjadi yakin bahwa CSan pasti unggul. Ternyata mayoritas warga kota ini berjalan bersama CS. Pukul 20.30 di Posko CSan TDM, dokter Christian menyampaikan pernyataan politik di hadapan para pendukung.

“Kemenangan ini kami persembahkan untuk rakyat Kota Kupang. Ini kemenangan rakyat. Kami (Christian – Serena) bukan siapa-siapa tanpa dukungan yang luar biasa dari rakyat Kota Kupang.”

Serena pun melanjutkan, “terima kasih untuk kawan-kawan orang muda. Ternyata yang muda tidak pergi ke mana-mana. Yang muda kembali ke orang muda. Muda adalah kekuatan.”

Setelah memenangkan hati rakyat Kota Kupang, tugas selanjutnya adalah bagaimana membuat hati rakyat tenang dan senang. Kuncinya adalah lakukan komitmen politik secara konsisten. Karena itu, kami memang tidak bisa berjalan sendiri. Kita tidak menjadi CS (cum socius) hanya untuk Pilkada.

Kita adalah CS untuk 5 tahun ke depan dan seterusnya. Tanpa dukungan dan doa dari bapa, mama, basodara, rekan-rekan muda semuanya, Christian – Serena tidak bisa maksimal membumikan visi, misi dan program-program prioritas 5 tahun ke depan.

Mari kita terus berjalan bersama-sama di jalan yang masih panjang ini. Sebagai pemimpin muda, orang-orang muda, kami selalu membuka hati untuk menerima apapun catatan publik karena kami selalu dalam proses belajar.

Tim pemenangan pasti akan berakhir. Namun CS tidak boleh kita akhiri. Apalagi CS sebagai cum socius, berjalan bersama kawan, bergerak bersama rakyat. Hidup yang tidak dipertaruhkan adalah hidup yang tidak layak untuk dihidupi.

Kita sudah mempertaruhkan hidup untuk berjalan bersama CS, maka mari kita maknai semakin lebih baik dalam perjalanan ke depan bersama CS untuk Kota Kupang yang bonum, verum, pulchrum (baik, benar, indah).

CS sudah memenangkan hati rakyat. Saatnya membuat hati itu tenang dan senang. Terima kasih untuk segala dukungan dan doa. Maaf untuk semua kekurangan dalam proses politik ini. Deo gratias. Semoga Tuhan merestui perjuangan ini.

Salve! ***




Pengamat Ahmad Atang Sebut Tiga Faktor Kemenangan Christian-Serena di Pilkada Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat Politik yang juga Direktur Pascasarjana pada Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, MSi menyebut pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang nomor urut 5, Dokter Cristian Widodo dan Serena Francis merupakan pemain baru dalam politik Kota Kupang, namun mampu mendapatkan simpati publik dan keluar sebagai pemenang.

Kepada media ini pada Kamis tanggal 28 November 2024, Ahmad Atang mengatakan, ada beberapa faktor yang sebagai penentu kemenangan, diantaranya

Pertama, sebagai figur muda millenial, Paslon Scan tidak terjebak oleh pola politik lama yang berbasis etnisitas. Paslon ini lebih mengedepankan politik gagasan dalam membangun persepsi publik.

Kedua, sebagai figur muda milenial, segmentasi sasaran anak muda merupakan pilihan yang tepat untuk memberikan garansi akan masa depan mereka. Maka bidikan publik setidak memberi harapan terhadap masa depan anak muda di tengah besarnya pengangguran terbuka.

Ketiga, ide-ide Paslon ini tentang Kupang sebagai kota modern lebih diterima publik karena cukup realistik dan bisa dilaksanakan. Keempat, kerja tim yang solid, jaringan yang luas ikut memainkan peran atas kemenangan ini. Karena itu, kita beri apresiasi kepada Paslon SC’an dan seluruh pemangku politik yang berjibaku tanpa lelah.

Menurutnya, berdasar data C1 yang diinput melalui hasil perhitungan dan rekapitulasi berbasis TPS seluruh Kota Kupang, maka diketahui bahwa perolehan suara pasangan Cristian Widodo-Serena menempati urutan pertama, yakni 36,29 persen dengan jumlah dukungan 68.853 suara.

“Jika melihat perolehan suara ini dan sambil menunggu hasil pleno KPU, maka sudah dapat dipastikan bahwa Paslon nomor urut 5 akan keluar sebagai pemenang dan menjabat sebagai walikota dan wakil walikota 2024-2029,”ungkapnya.

Ahmad Atang menilai, melihat jumlah kompetitor politik pilkada Kota Kupang, maka yang dilawan oleh Dokter Cristian Widodo dan Serena Francis merupakan pemain lama, baik sebagai walikota, seperti Jonas Salean maupun Jeriko dan penjabat walikota, George Hajo, kecuali Paslon nomor urut satu.

“Ini merupakan lawan yang memiliki pengalaman politik dan birokrasi,”tutupnya. (MI)




Pasangan Calon Christian-Serena Menang di Pilkada Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Kupang nomor urut 5, Dokter Christian Widodo dan Serena francis mengklaim kemenangan dari hasil perolehan suara sementara Pilkada serentak 2024 yang berlangsung di Posko Kemenangan CS’an, Kelurahan Tuak Daun Merah pada Kamis (28/11/2024).

Pengumuman kemenangan paket CS’an ini disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan, Isodorus Lilijawa dan didampingi Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, tim sukses, relawan dan partai pengusung.

”Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa, sesuai dengan hasil kerja keras dari tim relawan dan seluruh pendukung paket CS’an tadi malam sampai  pukul 00.00 WITA, kami closing tabulasi data berdasarkan C1 plano yang kami input dari saksi CS”an yang ada di 552 TPS sudah 100 persen menunjukan hasil yang luar biasa bahwa Paket CS’an menjadi juara dari pertarungan politik ini dengan memperoleh 36,29 persen,”ujarnya.

Isodorus mengatakan, konferensi pers yang digelar ini tidak lain untuk menyampaikan berita gembira kepada seluruh pendukung CS’an bahwa kerja sama selama ini telah membuahkan hasil.

”Kami menyampaikan kemenangan ini sesuai hasil rekapan C1 menunjukan bahwa total suara yang sah di 552 TPS sebesar 189.751 dan paket CS’an meraih suara tertinggi sebesar 68.853,”sebutnya.

Isodorus menjelaskan, paket CS’an akan menghargai semua proses dan tahapan yang akan berlangsungn di KPUD Kota Kupang.

“Kita hargai mekanisme dan aturan yang berlaku di KPUD Kota Kupang dan kami percaya bahwa masyarakat Kota Kupang sudah memberikan dukungan dan pilihan yang terbaik kepada paket CS’an,”ungkapnya.

Sementara itu, calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo mengatakan perolehan suara paket CS’an yang unggul pada Pilkada serentak 2024 ini merupakan keinginan masyarakat Kota Kupang  memberikan kepercayaan untuk menjadi pemimpin.

“Kemenangan ini kami persembahkan untuk warga Kota Kupang.tidak hanya untuk yang memilih tetapi yang belum memilih kami menjadi pemimpin,”ujarnya.

Dokter Christian Widodo berjanji akan merangkul semua paslon yang sudah berkompetisi dalam ajang perhelatan Pilkada Kota Kupang.

“Kami berdua sudah berjanji akan merangkul kembali semua paslon dan tim sukses karena mereka semua adalah warga kami,”sebutnya.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada tim partai koalisi, tim relawan, tim sukses, tim orang muda, tim keluarga dan semua yang bergabung dalam tim kerja.

“Saya tidak percaya Superman tetapi kerja super tim yang hebat seperti inilah yang bisa mengantarkan kita untuk meraih kemenangan dan mimpi kita menjadi kenyataan,”ujarnya 

Calon Walikota Kupang juga menambahkan selanjutnya pihaknya akan menunggu Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara yang akan dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan KPUD Kota Kupang secara berjenjang.

Meskipun berbeda pilihan, Dokter Christian Widodo menghimbau kepada masyarakat, agar tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan.

“Setelah seluruh Tahapan Pilkada ini selesai, mari kita bersama-sama membangun Kota Kupang,”harapnya 

Di tempat yang sama, calon Wakil Walikota Kupang, Serena Francis  mengucapkan terima kasih kepada warga Kota Kupang yang telah memberikan kepercayaan kepada paket CS’an.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Kupang yang telah memberikan hak pilihnya dan kepercayaan kepada kami untuk memimpin 5 tahun ke depan,” tuturnya.

Serena Francis menyampaikan untuk merangkul semua masyarakat kota Kupang.

“Sebagai calon Wakil Walikota perempuan dan juga yang paling mudah se-Indonesia, kami akan merangkul seluruh masyarakat Kota Kupang karena keberhasilan ini merupakan kerja keras dari tim dan juga seluruh pendukung  yang telah mempercayakan kami sebagai Walikota dan wakil Walikota Kupang,”tutupnya. (Mi)




Pengamat Ferdy Hasiman: Saya Sudah Lihat Aura Kemenangan Paslon Christian-Serena Sejak Awal

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat Ekonomi dan Politik, Ferdy Hasiman menyebut sejak awal sudah melihat aura kemenangan dari pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang nomor urut 5, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis.

“Saya sudah melihat aura kemenangan pasangan Christian-Serena sejak awal dan semakin yakin ketika tampil memukau dalam debat ke debat calon Walikota Kupang,”ungkapnya kepada media ini pada Kamis (28/11/2024).

Ferdy Hasiman menilai perolehan total suara sementara sebanyak 63.709 dari paslon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis karena pemilih Kota Kupang sudah sangat rasional.

“Pemilih sudah melihat dan mencermati track record calon,”kata Ferdy Hasiman.

Menurut Ferdy Hasiman, Paslon Christian-Serene adalah dua pemimpin muda yang sangat bisa diandalkan untuk memimpin Kota Kupang dengan cara muda, baru dan modern.

“Mereka bukan sekedar muda tetapi matang berpolitik dan mempunyai pengetahuan yang sangat menadai untuk mempin hampir 500 ribu warga Kota Kupang,”kata Ferdy Hasiman..

Bagi Ferdy Hasiman, Paslon Christian-Serena adalah pemimpin muda mempunyai karakter, keperibadian matang, wise dan penuh semangat.

“Kita butuh rule model pemimpin muda seperti mereka di NTT lebih khususnya di Kota Kupang,”ujarnya.

Ferdy Hasiman meyakini kepemimpinan pasangan ini bisa membawa Kota Kupang lebih baik untuk lima tahun kedepan

“Saya yakin, mereka membawa Kota Kupang untuk bersaing dalam meja kompetisi nasional dan bebas KKN,”pungkasnya. (MI)




Dokter Christian Widodo Mencoblos di TPS 03 TDM

Kupang,nwartapedia.com – Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo didampingi Istri, Dokter Widya Cahya Widodo menggunakan hak pilih (mencoblos) di TPS 03 Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) pada Rabu 27 November 2024 pukul 08.30 WITA.

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap dan  mencoblos surat suara atau memberikan hak suaranya pada pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak 2024 di Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. 

Mengenakan busana serasi berupa baju biru laut yang dipadu celana panjang kain hitam, dr. Christian dan istrinya tampil sederhana namun berwibawa. Setibanya di lokasi, keduanya disambut oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mengarahkan mereka ke kursi di deretan depan.

Di tengah suasana pencoblosan yang tertib dan ramai,Dokter Christian tak segan menyapa warga yang hadir. Senyum ramahnya membuat suasana di TPS terasa akrab. Kehadiran calon Wali Kota tersebut menjadi perhatian warga setempat yang antusias mengikuti proses demokrasi lima tahunan ini.

“Saya mengapresiasi warga Kota Kupang yang datang untuk menggunakan hak pilihnya. Ini adalah momen penting bagi masa depan kota kita tercinta,” ujar dr. Christian singkat saat ditanya usai mencoblos.

Pelaksanaan pemilu di TPS 03 berjalan lancar, dengan partisipasi warga yang cukup tinggi sejak pagi hari. TPS ini menjadi salah satu lokasi penting dalam pesta demokrasi yang akan menentukan pemimpin Kota Kupang lima tahun ke depan.

Masyarakat berharap siapapun yang terpilih nanti dapat membawa perubahan positif dan kemajuan bagi Kota Kupang. ***




Tim Pemenangan Paslon Christian-Serena Bantah Tudingan Politik Uang

 

 

 

 

 

 

 

Kupang,nwartapedia.com – Tim Pemenangan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Kupang nomor urut 5, Dokter Christian Widodo-Serena Francis merespons soal isu yang menuding pihaknya menggunakan politik uang atau money politik dalam kontestasi Pilkada. Ketua Tim Pemenangan Christian-Serena, Isodorus Lilijawa, membantah tegas tudingan itu. Katanya, tidak ada hubungan atau relasi antara kartu relawan CS’an dengan politik uang.

“Kalau itu dikait-kaitkan maka sebenarnya itu adalah sesuatu isu  yang datangnya dari luar dan bukan dari kami,”kata Isodorus kepada media ini pada Selasa (26/11/2024).

Isodorus meminta kepada pihak-pihak lain untuk tidak melemparkan isu atau fitnah tersebut di masa tenang ini.

“Saya tegaskan, kami membuat kartu itu sebagai alat kontrol untuk para pemilih kami di Tempat Pemungutan Suara (TPS) jadi sebagai saksi kami berikan kartu itu sekaligus untuk mengajak keluarganya dan itu tanpa uang,”tegasnya.

Sekretaris Partai Gerindra Kota Kupang ini juga mempersilakan untuk melaporkan hal tersebut kepada pengawas penyelenggaraan pemilu apabila memang terbukti. Terlebih, kata Isodorus, tuduhan politik uang itu sama sekali tak berdasar.

“Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada kaitannya antara kartu CS’an dengan politik uang karena kita tidak bermain uang dalam proses Pilkada ini tetapi kita menjunjung fair play, Jurdil dan Luber,”tegasnya menepis tuduhan yang beredar.

“Informasi ada dugaan politik uang, kami katakan bahwa itu tidak benar dan kalau ada dugaan silahkan dibuktikan karena kita tidak bermain-main dengan politik uang tetapi kita sebagai calon pemimpin muda yang menjunjung tinggi integritas, bermain fair dalam Pilkada,”tambah Isodorus.

Isodorus menambahkan, pasa tenang ini adalah kesempatan kita mengedukasi masyarakat untuk menjadi pemilih yang rasional dan menjatuhkan pilihan kepada paslon tertentu bukan karena iming-iming uang tetapi karena lahir dari kesadaran dan pemahaman yang benar tentang rekam jejak dan mengenal calon tersebut karena mereka yang mempunyai harapan yang bisa diperjuangkn oleh calon tersebut.

“Kita bahkan menjunjung pemilu Luber dan Jurdil oleh karena itu, bahkan kita mau supaya pihak Bawaslu dan Panwascam melakukan kerja-kerja pemantauan secara efektif supaya menemukan aksi-aksi politik uang yang mungkin saja terjadi di lapangan sehingga jangan cuma kita yang disoroti,”ungkapnya.

Isodorus menantang pihak-pihak yang melemparkan isu tersebut untuk memberikan bukti valid. Menurutnya, jangan hanya sekadar berkomentar di media sosial atau media massa.

“Silakan buktikan. Jangan hanya berkomentar dan menyebarkan berita yang belum tentu benar.  Jangan hanya sekadar membuat kegaduhan,” pungkasnya. (MI)




Surat Terbuka Paket SIAGA untuk Tim dan Pendukung

Kupang,nwartapedia.com  – Jelang hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November 2024, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) dan Tim Pemenangan SIAGA, menyampaikan surat terbuka untuk seluruh tim partai, keluarga, relawan dan simpatisan, Sabtu, 20 November 2024.

Surat terbuka yang ditandatangani oleh Ketua Tim Pemenangan SIAGA, Kristo Blasin dan Sekretaris Tim Pemenangan, Donatus Djo serta Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu berisi ajakan untuk tetap solid dan menjaga semangat menghadapi hari-hari terakhir perjuangan di Pilkada.

“Kita telah menempuh perjalanan yang panjang dan penuh tantangan. Dari langkah pertama hingga saat ini, perjuangan kita diwarnai dengan kerja keras, doa dan kebersamaan,” kata Kristo Blasin menyampaikan surat terbuka itu, Sabtu, 23 November 2024.

Dirinya mengatakan, hari penentuan dari perjuangan selama ini telah di depan mata. “Saatnya untuk memberikan yang terbaik. Untuk itu, kami mengajak seluruh tim partai, keluarga, relawan dan simpatisan agar tetap solid. Menjaga semangat dan bekerja lebih keras dan cerdas di hari-hari yang terakhir ini,” ucap Kristo Blasin.

Dalam suratnya Tim Pemenangan SIAGA mengingatkan tiga hal penting kepada seluruh unsur pemenangan SIAGA.

1. Setiap suara adalah masa depan.
Dekati dan yakinkan masyarakat bahwa Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT
nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) calon kita adalah pilihan terbaik.

2. Kemenangan dimulai di TPS.
Pastikan keluarga, tetangga dan lingkungan kita hadir di TPS dan memilih nomor 3.

3. Soliditas adalah kekuatan kita.
Tetaplah bersatu menjaga koordinasi dan kerjasama untuk menjadikan segala upaya berjalan lancar

Pimpinan Tim Pemenangan SIAGA percaya dengan kerja keras, kerja cerdas, doa dan ikhtiar yang sungguh dan tulus SIAGA akan mampu memenangkan hati masyarakat dan meraih amanah ini.
“Kemenangan ini bukan hanya untuk kita tetapi untuk seluruh rakyat yang mendambakan perubahan,” ungkapnya.

Diakhir suratnya, Tim Pemenangan SIAGA mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah dicurahkan untuk perjuangan memenangkan SIAGA di Pilgub NTT.

“Akhir kata, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesarnya atas dedikasi, waktu, tenaga dan hati yang telah saudara curahkan untuk perjuangan ini.
Semoga Tuhan merestui langkah-langkah kita dan memberikan hasil yang terbaik. Tetap semangat, tetap optimis dan tetap SIAGA sampai kemenangan itu tiba,” tutup Kristo Blasin. ****




Mama Karolina Menangis Pilu Saat Anaknya Terima Kursi Roda Dari Christian-Serena

 

Kupang,nwartapedia.com – Mama Karolina warga Bantaran Kali Sembunyi, Kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja menangis pilu saat anaknya Dede Arson mendapat bantuan kursi roda dari pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang nomor urut 5, Dokter Christian dan Serena Francis.

Bantuan ini diserahkan secara langsung oleh pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo-Serena Francis untuk Dede Arson  bocah (9 tahun)  penyendang disabilitas sudah sekitar 8 tahun lumpuh dan tidak bisa berjalan, pada Kamis (21/11/2024)

Mama Karolina mengucapkan terima kasih kepada Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis yang sudah meringankan beban keluarganya.

“Terima kasih banyak kepada Pak Dokter Christian dan Ibu Serena yang sudah datang memberikan bantuan kepada anak saya yang lumpuh sudah 8 tahun. Juga untuk Om Robin tetangga saya yang sudah menyampaikan kondisi anak saya ke Pak Dokter,”ungkap mama Karolina sambil menangis terisak.

Menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga yang juga seharian bekerja sebagai penjual bunga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mapoli dengan kondisi Dede Arson yang mengalami disabilitas membuat mama Karolina sangat mengalami kesulitan.

“Sebagai penjual bunga di kuburan, saya sangat kesulitan karena setiap hari harus menggendong anak Dede sehingga bantuan kursi roda ini sangat membantu dan saya tidak akan pernah lupa kebaikan dan ketulusan dari pasangan calon ini,”ujar Mama Karolina pilu.

Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sebelumnya ia mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada warga penderita disabilitas yang tidak bisa berjalan dan belum memiliki kursi roda.

“Jadi hari ini saya dan Kakak Serena kami bawa kursi roda untuk anak Dede yang sakit sejak umur satu tahun jadi sudah delapan tahun anak Dede digendong oleh mama Karolina,”ungkapnya.

Dokter Christian Widodo menjelaskan, melihat kondisi Dede Arson maka bantuan kursi roda yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya sehingga dapat mempermudah Mama Karolina untuk beraktivitas.

“Kami bawa kursi roda khusus untuk kaum disabilitas sehingga Mama Karolina juga bisa beraktivitas, kasihan kalau digendong terus,”kata Ketua DPW PSI NTT.

Sementara itu, Robin Blegur tetangga Mama Karolina menuturkan, melihat kondisi keluarga Mama Karolina dirinya merasa prihatin sehingga menyampaikan kepada Paslon Christian-Serena untuk meringankan  keluarga ini.

“Saya prihatin dan kasihan melihat Mama Karolina sudah lama menggendong anaknya kemana-mana dan susah untuk beraktivitas sehingga saya sampaikan kepada Pak Dokter minta untuk membantu kursi roda yang bagus untuk kaum disabilitas,”tutur Robin.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Paslon Christian-Serena yang turun langsung ke lokasi yang terjal di bantaran kali.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Dokter Christian yang sudah berulang kali memberikan perhatian dan bantuan dengan tulus kepada anak Dede,”ujarnya.

Bagi Robin, sejak kenal Dokter Christian Widodo dirinya merasa memiliki seorang pemimpin yang selalu memperhatikan nasib orang yang kurang beruntung di Kota kupang.

“Selama ini tidak pernah ada orang yang memberikan bantuan seperti yang dilakukan oleh Pak Dokter yang datang lihat orang-orang kecil apalagi sampai turun ke kali yang curam dan Medan yang begitu ekstrim,”pungkasnya. (MI)




Pasangan Ansy-Jane Nyatakan Siap Ikuti Debat Terakhir

Kupang,nwartapeeia.com – Debat ketiga atau debat terakhir antar pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pemilihan tahun 2024 akan berlangsung Rabu  (20/11/22024).

Pasangan nomor urut satu Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto (Ansy-Jane) menyatakan kesiapannya untuk mengikuti debat mendatang.

“Kita sudah menyiapkan diri untuk debat terakhir. Saya dan Jane mempelajari berbagai hal tentang tema debat, yaitu meningkatkan daya saing daerah bersperspektif Gender Equality Disability and Social Inclusion (GEDSI), Resiliensi, dan Berkelanjutan,” ujar Ansy Lema, Senin (18/11/24).

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut mengatakan daya saing daerah (local competitiveness) menggambarkan kemampuan suatu daerah untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki melalui peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan persaingan demi kesejahteraan masyarakat yang tinggi dan berkelanjutan. Di sini, berbagai aspek daya saing daerah seperti perangkat kebijakan, kemampuan ekonomi daerah, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM) menjadi alat ukur.

Dalam konteks ini, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT dalam kondisi yang minim, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Realisasi PAD NTT sejak lima tahun terakhir hanya berkisar antara Rp 1,1 triliun – Rp 1,4 triliun.

Cagub NTT, Ansy Lema Sudah Berikan Bukti untuk Ribuan Petani di Pulau Sumba! Ini Faktanya
Karena itu, dibutuhkan berbagai upaya untuk meningkatkan PAD, mulai dari menyisir atau merapikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT untuk memangkas inefisiensi anggaran, melakukan digitalisasi pajak dan retribusi daerah untuk mencegah kebocoran penerimaan daerah, serta mengaktifkan aset-aset tidur pemerintah daerah.

“Kemampuan ekonomi NTT memang rendah. Sehingga perlu upaya ekstra untuk meningkatkan daya saing. Kalau kita bisa pelan-pelan berupaya secara mandiri dalam membiayai pembangunan, akan sangat baik untuk peningkatan laju pertumbuhan ekonomi NTT,” terang Ansy Lema.

Menurut Politisi Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut, hal terpenting yang perlu diperhatikan ketika ekonomi NTT hendak ditingkatkan adalah pemerataan dan keadilan. Kelompok-kelompok minoritas seperti kaum perempuan dan anak, serta disabilitas tidak boleh dipinggirkan dan ditinggal.

Hal ini yang menyebabkan, pria berdarah Ende-Belu ini, beberapa waktu lalu pernah melakukan dialog dengan Komunitas Teman Tuli Kota Kupang. Komunitas ini membutuhkan pemerintah yang sadar dan peduli terhadap penyandang disabilitas. Harapannya, setiap instasi pemerintah mulai dari rumah sakit dan sekolah harus memiliki Juru Bahasa Isyarat (JBI).

“Mereka (kelompok rentan) adalah bagian dari NTT. Mereka harus kita rangkul. Perlindungan, pemberdayaan dan pelayanan publik dengan berbagai kebijakan yang mendukung kesejahteraan mereka harus dilakukan,” tegas pria dengan tagline “Manyala Kaka” itu.

Di sisi lain, kaum perempuan adalah kelompok yang memang sedari awal mendapat perhatian dari satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan ini. Ansy-Jane mengusung program Desa Manyala, yang di dalamnya berisikan gerakan 1.000 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk perempuan per tahun. Setiap UMKM mendapatkan modal dana sebesar Rp 5 juta.

“Perempuan adalah penjaga gawang kesejahteraan keluarga. Saya dan Jane adalah pasangan yang sangat memperhatikan perempuan. Tagline kita adalah mama bantu mama, perempuan tolong perempuan,” tutup Ansy.* (***)