HUT RI ke-80, Larissa Aesthetic Center Kupang Tawarkan Diskon 50 Persen Layanan Kecantikan

Kupang, nwartapedia.com – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Larissa Aesthetic Center Kupang, Nusa Tenggara Timur, menghadirkan promo spesial berupa potongan harga 50 persen untuk sejumlah layanan kecantikan.

Program ini diumumkan langsung oleh Owner Larissa Indonesia, Sutedjo, pada acara peluncuran dua Taman Baca Masyarakat (TBM) di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, Selasa (5/8/2025).

Menurut Sutedjo, ide pemberian diskon ini lahir dari masukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si., yang hadir memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan dan peresmian dua TBM tersebut.

“Usulan ini sejalan dengan semangat kami untuk terus memberikan manfaat, baik di bidang kecantikan maupun sosial,” ungkap Sutedjo.

Dua TBM yang diluncurkan merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Larissa Indonesia di bidang pendidikan, khususnya dalam mendukung budaya literasi di NTT.

Pimpinan Larissa Aesthetic Center Kupang, Try Rosamery, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Salam Kulit Sehat Larissa. Kami sangat senang dapat berbagi dan menjalin silaturahmi melalui kegiatan Larissa Peduli Pendidikan di Gereja St. Fransiskus Asisi. Sebagai bentuk apresiasi, kami memberikan voucher diskon 50 persen untuk perawatan di klinik kami. Promo ini berlaku hingga 31 Agustus 2025 dan dapat digunakan di Larissa Aesthetic Center Kupang, Jl. Frans Seda No. 16, Fatululi, Kota Kupang,” jelasnya.

Hingga saat ini, sudah sekitar enam pelanggan memanfaatkan promo tersebut. Try Rosamery berharap kesempatan ini digunakan masyarakat untuk merawat sekaligus memanjakan diri.

“Kulit yang sehat adalah investasi jangka panjang,” tambahnya.

Larissa Aesthetic Center merupakan perusahaan jasa perawatan kecantikan berbasis bahan alami dengan kantor pusat di Jakarta. Selain fokus pada perawatan kulit, tubuh, dan rambut, Larissa juga aktif menggelar kegiatan sosial dan pendidikan melalui berbagai program CSR di sejumlah daerah. (Goe)




Caecilia Ruli Hikmawati: Meniti Jalan dari Mikrofon, Menembus Dunia Bisnis, hingga Menggugah Literasi Perempuan

Kuoang,nwartapedia.com  —  Bagi sebagian orang, perjalanan karier berjalan lurus dalam satu bidang. Namun, bagi Caecilia Ruli Hikmawati, S.Psi., MM, hidup adalah rangkaian kesempatan yang saling terhubung dan membentuk mozaik pengalaman yang kaya makna.

Dari lantang suara di ruang siaran radio, tampil memandu acara sebagai presenter dan MC, menukik ke ranah manajemen sumber daya manusia, hingga memimpin di industri kecantikan semua ia jalani dengan keyakinan dan visi yang jelas: membantu orang menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Dari Penyiaran ke Manajemen

Latar belakang akademis Caecilia di bidang Psikologi (S.Psi) dan Magister Manajemen (MM).

ibu dua orang anak laki laki itu memberinya pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan strategi organisasi. Dunia penyiaran mengasah kemampuannya berkomunikasi, membangun jejaring, dan memahami audiens. Saat peluang di bidang Human Resources terbuka, ia melangkah mantap memulai dari posisi manajerial, memimpin tim, hingga menyusun kebijakan strategis.

Sejak 2012, ia bergabung dengan Larissa Aesthetic Center dan menapaki perjalanan 13 tahun yang konsisten. Dari awal, keputusannya masuk ke industri kecantikan bukan semata soal bisnis, melainkan panggilan hati.

“Kecantikan bukan sekadar penampilan luar, tapi bagaimana kita membantu orang merasa percaya diri,” ujarnya.

Baginya, di bidang manapun seseorang bekerja, esensinya tetap sama: menciptakan dampak positif bagi orang lain.

Kepemimpinan yang Memberdayakan

Kini, Caecilia dipercaya memegang posisi General Manager. Ia memimpin dengan menggabungkan ketegasan visi, empati, dan strategi yang matang.

Dunia kecantikan yang selalu berkembang membuatnya terus berinovasi, membaca tren, dan membangun peluang bisnis yang berkelanjutan.

Di luar kepemimpinan korporat, ia adalah Assessor Kompetensi bersertifikat BNSP, praktisi NLP (Neuro Linguistic Programming), pemegang sertifikasi grafologi, hingga statement analysis. Semua keterampilan ini memperkaya perannya sebagai coach, trainer, dan konsultan pengembangan SDM.

Karya untuk Literasi dan Perempuan

Kecintaannya pada dunia literasi lahir dari keyakinan bahwa kata-kata dapat mengubah cara pandang dan menggerakkan tindakan. Buku perdananya,

“Tangan Perempuan: Kisah Wanita yang Mampu Mengubah Dunia”, memuat cerita-cerita perempuan tangguh yang menginspirasi pembaca untuk melihat potensi diri.

Melalui karya itu, ia menegaskan bahwa kekuatan perempuan adalah kekuatan transformatif yang layak dirayakan.

Filosofi Hidup

Caecilia memegang teguh motto “Be the best version of you” hidup bukan tentang meniru orang lain, melainkan menjadi yang terbaik dari diri sendiri, baik dalam hati, pikiran, sikap, maupun penampilan.

Ia percaya, setiap hari adalah kesempatan untuk berkembang, belajar dari pengalaman, dan memanfaatkan keunikan yang telah Tuhan anugerahkan.

Lewat kiprah di dunia penyiaran, kepemimpinan bisnis, pengembangan SDM, dan literasi, Bagi Caecilia Ruli Hikmawati istri dari Yohanes Wahyu Sutanto telah membangun jejak yang menginspirasi.

Sosoknya menjadi bukti bahwa ketika bakat, pendidikan, pengalaman, dan hati berpadu, seseorang bukan hanya dapat sukses tetapi juga meninggalkan warisan nilai yang bermakna bagi banyak orang.(goe)




Larissa Aesthetic Center Perkuat Bisnis dengan Sentuhan CSR Pendidikan dan UMKM

Kupang,nwartapedia.com  —  Di tengah persaingan industri kecantikan yang kian ketat, Larissa Aesthetic Center tidak hanya fokus pada layanan perawatan kulit, tubuh, dan rambut, tetapi juga mengembangkan strategi bisnis berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

General Manager Larissa Aesthetic Center, Caecilia Ruli Hikmawati, S.Psi., M.M., mengungkapkan bahwa komitmen ini menjadi bagian penting dari positioning Larissa di pasar.

“Kami percaya kecantikan itu tidak hanya soal penampilan, tetapi juga pemberdayaan. Melalui program CSR, kami hadir di sekolah dan kampus untuk membekali generasi muda dengan keterampilan relevan sesuai kebutuhan industri,” ujarnya dalam diskusi bersama media, Jumat (8/8).

Larissa rutin berkolaborasi dengan sekolah kejuruan, khususnya SMK bidang kecantikan, melalui pelatihan seperti teknik grooming, hair curling, hingga sesi motivasi siswa. Perusahaan juga kerap menjadi “guru tamu” untuk memberikan wawasan industri secara langsung.

Di bidang pendidikan, Larissa memberikan beasiswa akademis maupun non-akademis melalui program pemilihan siswa berprestasi.

Sementara di ranah kesehatan kulit, mereka menjalankan kampanye edukasi seperti gerakan “Cuci Muka yang Baik dan Benar” serta penyuluhan kulit sehat.

Selain itu, Larissa membentuk Larissa Community, wadah bagi individu berprestasi yang peduli kesehatan kulit, guna membangun jaringan dan kolaborasi lintas bidang.

Di sektor ekonomi, Larissa melatih pelaku UMKM untuk memulai bisnis skincare baik dengan modal maupun tanpa modal, dilengkapi pelatihan keterampilan pemasaran.

“Pendekatan ini bukan hanya membangun citra merek, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambah Caecilia.

Untuk masyarakat Kupang, NTT, layanan Larissa Aesthetic Center tersedia di Jalan Frans Seda No. 16, Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0811-2984-998.(goe)




Rektor UCB Hadirkan Nirmala Bonat, Suarakan Harapan dan Perlindungan Pekerja Migran di Hadapan BP2MI

Kupang,nwartapedia.com — Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdaya saing global.

Kampus yang berada di jantung Kota Kupang ini menjadi tuan rumah dalam kunjungan Kementerian Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), yang berlangsung di Aula Lantai 5 Kampus UCB pada Rabu (6/8/2025)

Hadir dalam kegiatan ini, Inspektur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dr. Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak serta Direktur ABRI,  Danu Prababa, S.E., M.P.A.

Mereka disambut secara resmi oleh Rektor UCB Kupang, jajaran dosen, mahasiswa, serta mitra strategis universitas.

Namun momen paling menyentuh dalam acara ini adalah ketika Rektor UCB secara khusus menghadirkan sosok Nirmala Bonat, seorang mantan TKW asal NTT yang pernah mengalami kekerasan berat saat bekerja di Malaysia.

“Kehadiran Nirmala hari ini bukan sekadar testimoni, melainkan simbol nyata dari perjuangan, harapan, dan perubahan nasib para pekerja migran kita yang kerap terpinggirkan. Ia adalah suara dari ribuan TKW yang berjuang di luar negeri, dan kini bangkit menjadi pribadi yang luar biasa,” ujar Rektor dalam sambutannya.

Nirmala Bonat, yang dulunya bekerja sebagai tenaga kerja informal di Malaysia, mengalami penderitaan berat di tangan majikannya.

Namun berkat dukungan dari banyak pihak, termasuk Anggota DPR RI asal NTT, Abraham Paul Liyanto, ia diselamatkan dan difasilitasi pulang ke NTT.

Dengan suara penuh haru, Nirmala menyampaikan kesaksiannya di hadapan jajaran BP2MI dan ratusan peserta kegiatan.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Abraham Paul Liyanto yang tidak hanya menyelamatkan saya dari penderitaan, tapi terus membiayai hidup saya sejak dari Malaysia hingga sekarang dan bisa berdiri di sini hari ini,” tutur Nirmala yang disambut tepuk tangan haru seluruh hadirin.

Dalam forum ini, Rektor UCB juga memaparkan perkembangan UCB sejak masa embrio tahun 2005—2007, yang kemudian menjadi lembaga pendidikan formal pada 2008, berkembang pesat pada 2013, dan pada 2019 resmi menjadi universitas.

UCB kini sedang gencar memperkuat konektivitas internasional. Beberapa program strategis yang tengah berjalan antara lain Kelas Bahasa Jepang (46 mahasiswa aktif), Kelas Bahasa Mandarin (lebih dari 100 mahasiswa), Kolaborasi dengan institusi di Timor Leste (saat ini sudah ada 63 mahasiswa), Permintaan kerja sama dari Inggris untuk pengiriman ribuan tenaga profesional terlatih, Dan rencana peluncuran Fakultas Kedokteran pada Oktober 2025 sebagai upaya memenuhi kebutuhan dokter di wilayah NTT.

“Kami ingin anak-anak muda NTT memiliki kompetensi global, tidak hanya siap kerja, tetapi siap memimpin. Melalui kerja sama dengan BP2MI, kami percaya mereka bisa diberangkatkan bukan sebagai korban, tapi sebagai profesional yang dihargai,” ujar Rektor menutup sambutannya.

Kegiatan ditutup dengan Kuliah umum oleh Dirhen Promosi dan Pemanfaatan Kerja Luar Negeri PB2MI dengan tema Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Peresmian Migran Centre di Kupang, dialog interaktif, serta penegasan dari BP2MI bahwa mereka akan terus menjalin kemitraan dengan lembaga pendidikan seperti UCB untuk memastikan bahwa pekerja migran asal Indonesia tidak hanya terlindungi, tetapi juga sukses secara ekonomi dan sosial di negeri orang. (MI)




Umat Stasi Bello Hidupkan Semangat Persaudaraan Lewat Lomba dan Kegiatan Pesta Pelindung Santo Agustinus

Kupang, nwartapedia.com Dalam semangat kasih dan kebersamaan yang diwariskan Santo Agustinus, umat Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Kupang, NTT, memulai rangkaian kegiatan menyongsong pesta pelindung stasi yang akan dirayakan pada 28 Agustus 2025.

Kegiatan yang dibuka pada Rabu (6/8) di Aula Stasi Bello ini menghadirkan suasana meriah sekaligus penuh makna, dengan partisipasi aktif dari seluruh 16 Kelompok Umat Basis (KUB), yang mewakili hampir 2.500 jiwa umat. Lomba dan pertandingan yang digelar menjadi ajang membangun persaudaraan lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Jenis kegiatan yang diselenggarakan cukup beragam, antara lain lomba mewarnai sketsa Santo Agustinus untuk anak usia dini, pertandingan futsal antar siswa SD dan SMP, lomba mazmur, serta lomba lektor.

Sejak hari pertama, antusiasme umat terlihat tinggi, khususnya dari anak-anak yang menjadi generasi penerus Gereja.

Ketua Panitia, Martinus Mudu, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang bukan semata-mata untuk memperingati pesta pelindung, tetapi juga sebagai ruang membangun kembali tali persaudaraan dan kekompakan antarumat.

“Dengan total anggaran Rp15 juta dari kas stasi, kami ingin membuktikan bahwa semangat gotong royong masih sangat hidup. Ini bukti bahwa umat tidak hanya hadir di gereja, tapi juga hadir satu untuk yang lain,” ujarnya.

Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kolhua, Adri Ceme, turut memberikan apresiasi tinggi atas semangat umat Stasi Bello yang berhasil menggerakkan kegiatan secara mandiri.

“Kegiatan ini membanggakan. Jarang ada stasi yang bisa menggalang dukungan umat sebesar ini. Lebih membanggakan lagi karena Stasi Bello juga telah ditunjuk menjadi tuan rumah pesta pelindung Paroki Kolhua pada 4 Oktober 2025 mendatang,” kata Adri.

Menurutnya, tanggung jawab ini bukan beban, melainkan kepercayaan besar dari paroki yang perlu dijawab dengan semangat pelayanan dan kekompakan yang terus dijaga.

Pastor Paroki, Romo Longginus Bone (Romo Dus), dalam sambutan pembukaan menegaskan pentingnya keterlibatan umat dalam seluruh dinamika kehidupan gereja.

Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi menjadikan setiap kegiatan sebagai sarana membangun tubuh Kristus yang hidup.

“Tujuan utama kita bukanlah siapa yang menang, melainkan siapa yang mau terlibat. Ini adalah cara kita menghidupi cinta Tuhan dalam kebersamaan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan bagi generasi muda, Romo Dus secara pribadi menyatakan akan memberikan hadiah khusus bagi pemenang lomba mewarnai.

Dengan dimulainya rangkaian kegiatan ini, umat Stasi Santo Agustinus Bello tidak hanya tengah menyambut pesta pelindungnya, tetapi juga tengah membangun komunitas yang tangguh, bersatu, dan beriman kuat sejalan dengan semangat Santo Agustinus yang menjadi teladan. (goe)




Puluhan Anak Antusias Ikuti Lomba Mewarnai Sketsa Santo Agustinus di Stasi Bello

Kupang, nwartapedia.com – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Aula Stasi Santo Agustinus Bello, Rabu (6/8/2025), saat puluhan anak usia dini dari 16 Kelompok Umat Basis (KUB) berkumpul mengikuti lomba mewarnai sketsa wajah Santo Agustinus.

Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian acara dalam menyongsong pesta pelindung Stasi yang akan diperingati pada 28 Agustus mendatang.

Sejak pagi, anak-anak hadir dengan membawa perlengkapan mewarnai dan meja kecil masing-masing. Mereka tampak antusias dan tak sabar untuk segera mulai.

Setelah acara dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Romo Longginus Bone, para peserta diarahkan untuk mengambil tempat dan memulai lomba.

Dengan aba-aba sederhana dari panitia, suasana aula pun berubah menjadi ladang kreativitas.

Jemari kecil sibuk memberi warna pada kertas bergambar wajah sang santo pelindung, sementara senyum polos dan sorot mata penuh semangat menghiasi wajah-wajah mungil mereka.

Romo Longginus Bone yang turut memantau jalannya lomba, sesekali menghampiri dan menyapa peserta. Ia tampak bahagia melihat antusiasme yang ditunjukkan oleh anak-anak.

“Semangat seperti inilah yang perlu kita tanamkan sejak dini. Mewarnai bukan hanya soal keterampilan tangan, tetapi juga cara menghidupi nilai-nilai iman melalui ekspresi kreatif anak-anak,” ungkap Romo Dus Bone usai meninjau kegiatan.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa lomba mewarnai ini dirancang sebagai media pengenalan figur Santo Agustinus kepada anak-anak dalam bentuk yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Tak hanya sekadar lomba, kegiatan ini juga menjadi bentuk pendidikan iman yang kontekstual dan menyentuh.

Pesta pelindung Stasi Santo Agustinus Bello setiap tahunnya memang selalu diisi dengan berbagai kegiatan yang menggugah semangat kebersamaan umat.

Tahun ini, rangkaian acara dimulai dari anak-anak, sebagai generasi penerus gereja, untuk terus menumbuhkan semangat religius dan kekeluargaan dalam lingkungan stasi.

Dengan dimulainya rangkaian kegiatan ini, semangat menuju perayaan 28 Agustus tampak sudah menyala sejak dini dimulai dari coretan warna penuh makna dari tangan-tangan kecil umat Stasi Bello. (goe)




UCB Kupang Jadi Pusat Migran NTT, Sekjen BP2MI Apresiasi Komitmen Internasionalisasi Mahasiswa

Kupang, nwartapedia.com – Sekretaris Jenderal Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Irjen Pol. Dwiyono, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang yang dinilainya sebagai salah satu kampus unggulan di Indonesia Timur.

Hal ini disampaikannya saat memberikan kuliah umum dalam rangka penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UCB dan BP2MI, yang berlangsung di Aula Lantai 5 Kampus UCB, Rabu, 6 Agustus 2025.

Menurut Dwiyono, UCB menunjukkan kepedulian nyata terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa untuk dapat bersaing di pasar kerja internasional.

Ia menyoroti bahwa upaya kampus dalam mempersiapkan mahasiswa bekerja ke luar negeri secara legal adalah langkah strategis yang patut diapresiasi.

“Data kami mencatat bahwa pada tahun 2025, NTT telah mengirim sebanyak 2.249 Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara prosedural. Namun, 95–97% korban kekerasan dan eksploitasi merupakan PMI yang berangkat secara ilegal. Kita tidak tahu mereka kerja di mana, dengan siapa, dan dalam kondisi seperti apa,” ungkap Dwiyono.

Ia menambahkan, jalur ilegal kerap dipilih karena dianggap cepat, mudah, dan murah. Namun jalur ini mengabaikan pelatihan, jaminan BPJS, dan visa kerja yang sah.

Sebaliknya, jalur prosedural membutuhkan proses yang lebih panjang, tetapi menjamin perlindungan dan hak PMI secara menyeluruh.

“Saya melihat UCB merupakan universitas yang patut menjadi contoh dalam mengembangkan potensi mahasiswa untuk bekerja di luar negeri dan sekaligus memberi perlindungan yang baik bagi para pekerja. Dengan penandatanganan MoU ini, saya menyatakan UCB sebagai Migrant Center di NTT,” tegas Dwiyono yang disambut tepuk tangan mahasiswa yang hadir.

Sementara itu, Rektor UCB, Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M.Kes., menyampaikan bahwa kampus UCB lahir dari transformasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Citra Husada Mandiri, lembaga yang didirikan oleh senator Ir. Abraham Paul Lianto dan fokus pada pengembangan keterampilan tenaga kerja kesehatan.

“Kami bersyukur atas kontribusi besar senator Ir. Abraham Paul Lianto bagi NTT, termasuk dalam pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri melalui BLK yang beliau dirikan. Beliau juga memberi perhatian serius pada kasus-kasus TKW yang mendapat perlakuan tidak manusiawi, termasuk kasus tragis yang dialami Nirmala Bonat,” jelas Prof. Frans.

Ia menegaskan bahwa semangat kemanusiaan dan perlindungan terhadap pekerja migran menjadi bagian penting dari nilai-nilai yang ditanamkan UCB kepada para mahasiswa.

MoU antara UCB dan BP2MI diharapkan memperkuat kerja sama strategis dalam hal pelatihan, pelindungan, dan penempatan tenaga kerja yang berkualitas, aman, dan bermartabat ke luar negeri, khususnya dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. (MI)




Larissa Aesthetic Center Dukung Peluncuran Dua TBM di Kupang, Wujud Kepedulian Sosial Lewat Literasi

Kupang, nwartapedia.com — Larissa Aesthetic Center, salah satu perusahaan kecantikan ternama nasional yang berbasis di Jakarta, menunjukkan kepedulian sosialnya di luar sektor bisnis utama. Melalui kerja sama strategis dengan Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dan Stasi Bello, Larissa turut memfasilitasi peluncuran dua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/8/2025).

Dua TBM tersebut, yakni TBM Asisi Kolhua dan TBM Santo Yoseph Bello, diresmikan dalam seremoni meriah yang digelar di Aula Gereja Katolik St. Fransiskus dari Assisi Kolhua.

Acara ini dihadiri oleh tokoh agama, perwakilan pemerintah, penggiat literasi, dan manajemen Larissa Aesthetic Center.

Langkah Larissa di Kupang bukan sekadar promosi merek, melainkan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi.

“Sebagai brand yang tumbuh bersama masyarakat, Larissa tidak hanya peduli pada kecantikan luar, tapi juga pembangunan karakter dan kualitas hidup masyarakat. Literasi adalah fondasi penting untuk kemajuan bangsa,” ujar Sutedjo, perwakilan Larissa Aesthetic Center, dalam sambutannya.

Dikenal sebagai pelopor layanan estetika berbasis herbal dengan pendekatan medis, Larissa kini tampil sebagai perusahaan modern yang inklusif dan progresif. Komitmen mereka untuk mendukung taman baca ini mencerminkan perluasan visi bisnis yang holistik menggabungkan estetika, kesehatan, dan pembangunan sosial.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, turut memberikan apresiasi atas dukungan sektor swasta dalam gerakan literasi.

“Keterlibatan Larissa adalah contoh nyata sinergi dunia usaha dengan pemerintah dan gereja dalam menciptakan ekosistem literasi yang hidup dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Forum TBM NTT, Polikarpus Do, menegaskan bahwa kehadiran dua TBM ini bukan sekadar menambah fasilitas, tapi membangun ekosistem literasi baru.

“Larissa telah menunjukkan bahwa bisnis pun bisa menjadi bagian dari gerakan literasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan lebih dari 50 cabang di seluruh Indonesia, Larissa Aesthetic Center kini terus memperluas pengaruhnya—bukan hanya dalam layanan kecantikan, tetapi juga dalam menciptakan nilai sosial di berbagai daerah yang membutuhkan. (Goe)




Larissa Center Dukung Literasi di NTT, Dua TBM Diluncurkan di Kolhua Kupang

Kupang,nwartapedia.com  –  Komitmen untuk membangun budaya literasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat dukungan nyata. Selasa (5/8), dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) resmi diluncurkan di aula Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kota Kupang.

Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi antara Paroki Kolhua dan Larissa Aesthetic Center, sebuah perusahaan nasional yang berbasis di Jakarta, namun menunjukkan kepedulian serius terhadap pembangunan literasi di daerah.

Ketua Forum TBM Provinsi NTT, Polikarpus Do, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran dua TBM ini bukan sekadar menambah jumlah TBM di NTT, melainkan memperkuat ekosistem literasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Yang kita butuhkan saat ini bukan hanya angka, tetapi ruang-ruang hidup literasi. TBM ini adalah energi baru, menjadi rumah bagi pikiran, imajinasi, dan harapan masyarakat,” ujar Polikarpus.

Ia menambahkan, dari data terakhir tercatat sudah ada 1.839 TBM di NTT. Namun, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kualitas atau jangkauan literasi yang ideal.

“Jujur kita harus akui, literasi kita masih jauh dari harapan. Maka setiap inisiatif yang mendukung literasi, sekecil apapun, patut diapresiasi dan diperkuat,” tegasnya.

Polikarpus juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Larissa Center yang telah berkontribusi bukan hanya secara materi, tetapi juga secara nilai.

“Di balik TBM ini ada kesadaran dan cinta yang tersirat maupun tertulis. Larissa Center bukan sekadar sponsor, tetapi mitra dalam misi mencerdaskan bangsa dari pinggiran,” tandasnya.

Peluncuran dua TBM ini ditandai dengan penyerahan simbolis buku dan pelepasan balon udara oleh Direktur Larissa Center dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang disaksikan para tokoh gereja, perwakilan pemerintah, dan pihak sponsor.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh masyarakat, penggiat literasi, anak-anak sekolah, dan umat Paroki Kolhua.

TBM yang diluncurkan ini akan menjadi sarana belajar bersama, ruang kreativitas, serta pusat kegiatan literasi yang terbuka bagi seluruh warga. Fokus utamanya tidak hanya membaca buku, tetapi juga mendorong kegiatan menulis, berdiskusi, serta mengembangkan minat dan bakat generasi muda.

Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pihak swasta, gereja, dan masyarakat dalam membangun peradaban literasi di tengah tantangan zaman.(goe)




Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang: Literasi Adalah Jalan Menuju Perubahan

Kupang,nwartapedia.com  –  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Larissa Aesthetic Center dalam mendukung peningkatan literasi di Kota Kupang.

Hal ini disampaikan saat peluncuran dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Aula Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Asisi, Kolhua, Selasa (5/8).

Dua TBM yang diresmikan yakni TBM Asisi di Gereja Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dan TBM Agustinus di Stasi Bello, merupakan hasil kerja sama antara Pastor Paroki Kolhua dan Larissa Center, sebuah perusahaan kecantikan nasional yang berbasis di Jakarta dan memiliki cabang di Kupang.

“Ini bukti bahwa Larissa tidak hanya peduli pada kecantikan kulit dan wajah manusia, tetapi juga mempercantik kemampuan manusia NTT, khususnya di Kota Kupang, melalui literasi,” ungkap Dumuliahi Djami dalam sambutannya.

Menurutnya, upaya membangun literasi tidak semata-mata tugas pemerintah. Dukungan sektor swasta dan komunitas sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dumuliahi mengungkapkan bahwa sejak dirinya dilantik menjadi Kadis Pendidikan pada 2019, ia langsung bergerak cepat menangani berbagai tantangan, termasuk rendahnya kemampuan membaca di tingkat dasar.

“Saat itu, lebih dari 200 anak usia sekolah dasar dan menengah pertama di kota ini tidak bisa membaca dan tidak lancar membaca. Ketika saya buka data itu ke publik, banyak yang keberatan, tapi saya yakin, masalah harus diungkap agar bisa diperbaiki bersama,” ujarnya.

Setelah lima tahun kerja keras, ia bersyukur angka tersebut kini telah ditekan secara signifikan. Namun, menurutnya, perjuangan belum usai.

“Penambahan dua TBM ini menjadi energi baru bagi kita. Literasi bukan hanya soal bisa baca dan tulis, tetapi membangun kemampuan generasi agar mampu bersaing secara sosial, ekonomi, dan budaya,” tambahnya.

Kepala Dinas itu berharap agar langkah nyata ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak ruang belajar alternatif di masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen gereja, swasta, dan masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan literasi yang berkelanjutan.

“Dengan semangat kolaborasi, saya yakin Kupang bisa menjadi kota yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” pungkasnya. (goe)