Ratusan Kepala Sekolah di Kota Kupang Ikuti Refleksi dan Evaluasi Tryout TKA

Kupang, nwartapedia.com — Ratusan kepala sekolah jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang mengikuti kegiatan refleksi dan evaluasi pelaksanaan Tryout 1 Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Neo Aston pada Selasa (10/3/2926)

Kegiatan ini menjadi forum bersama untuk meninjau pelaksanaan tryout sekaligus mempersiapkan langkah perbaikan menuju pelaksanaan asesmen akademik yang lebih baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, mengatakan bahwa tryout merupakan instrumen penting untuk memetakan kemampuan akademik siswa sekaligus mengukur efektivitas proses pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, hasil tryout memberikan gambaran awal tentang tingkat penguasaan materi oleh siswa, sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dan sekolah dalam melakukan perbaikan strategi pembelajaran.

“Tryout ini bukan hanya menjadi latihan bagi siswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk melihat capaian pembelajaran dan menyiapkan langkah-langkah perbaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan Tryout 1 TKA di Kota Kupang berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari berbagai sekolah.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperhatikan, seperti kesiapan teknis di beberapa sekolah serta perlunya peningkatan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Fontein 2 Kupang, Yulita Dapa Wungga, yang turut sebagai peserta dalam kegiatan tersebut menilai bahwa forum refleksi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tryout ke depan.

Ia menambahkan, melalui diskusi bersama para kepala sekolah dapat saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai kendala yang ditemui selama pelaksanaan tryout.

“Dengan evaluasi seperti ini kita bisa melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga pelaksanaan tryout berikutnya dapat berlangsung lebih optimal,” katanya.

Melalui kegiatan refleksi ini diharapkan koordinasi antar sekolah dan pemerintah daerah semakin kuat, sehingga pelaksanaan tryout pada tahap berikutnya dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang. *




Undana Gandeng Pakar Jepang Perkuat Diagnostik Rabies di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah strategis dalam menekan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur melalui kerja sama transfer teknologi bersama pakar internasional. Bersama Center for Animal Disease Control Universitas Miyazaki (CADIC), Jepang, Undana menggelar Rabies Diagnostic Training Program untuk meningkatkan kemampuan deteksi virus rabies pada hewan.

Program pelatihan tersebut resmi dibuka oleh Rektor Undana, Jefri S. Bale, pada Senin (9/3) di Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana (FKKH).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya akademik dalam merespons ancaman rabies sebagai penyakit zoonosis yang berdampak langsung pada kesehatan manusia.

Dekan FKKH Undana, Christina Olly Lada, menegaskan bahwa penguatan kapasitas diagnostik merupakan langkah penting dalam strategi pengendalian rabies di NTT.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi mitra dari Jepang dalam penguatan penelitian kesehatan hewan. Dengan peningkatan kemampuan diagnostik, respons penanganan rabies di lapangan diharapkan menjadi lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pakar dari Jepang, di antaranya Direktur CADIC Universitas Miyazaki Ayako Yoshida, pakar Veterinary Public Health Kentaro Yamada, serta peneliti dari Japan Institute for Health Security, Akitoyo Hotta. Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung teknik diagnostik rabies di laboratorium.

Menurut Prof. Yoshida, pengalaman Jepang dalam pengendalian penyakit hewan diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan para peneliti dan tenaga kesehatan hewan di Indonesia, khususnya di NTT.

Sementara itu, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa kolaborasi internasional tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi komitmen bersama untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat dalam pengendalian rabies yang masih menjadi tantangan besar di NTT,” tegasnya.

Program pelatihan yang berlangsung hingga 13 Maret 2026 ini juga melibatkan Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT sebagai mitra praktik. Melalui penguatan kapasitas laboratorium dan sumber daya manusia, Undana diharapkan dapat menjadi pusat rujukan diagnostik rabies guna mendukung terwujudnya NTT bebas rabies di masa mendatang. *




FKKH Undana Terapkan Indikator AEE untuk Dorong Kelulusan Tepat Waktu Mahasiswa

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana melalui Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana (FKKH) resmi mengadopsi indikator kinerja baru bernama Angka Efisiensi Edukasi (AEE) pada tahun anggaran 2026.

Kebijakan ini menjadi langkah strategis fakultas dalam menciptakan keseimbangan ideal antara jumlah mahasiswa dan tingkat kelulusan tepat waktu hingga mencapai 100 persen.

Penerapan indikator tersebut dibahas dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) FKKH yang digelar di ruang rapat Gedung Dekanat, Kamis (5/3).

Forum ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) serta pendampingan cascading Perjanjian Kinerja (PK) bagi seluruh pimpinan program studi, mulai dari Kedokteran, Kedokteran Hewan, Farmasi hingga program spesialis.

Tim Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Undana menjelaskan bahwa AEE merupakan instrumen baru untuk mengukur kesehatan akademik di lingkungan fakultas.

Nilai ideal AEE berada pada kisaran 16 hingga 25 persen, yang mencerminkan keseimbangan antara jumlah mahasiswa dalam satu angkatan dengan jumlah lulusan setiap tahun.

“Secara teori, AEE akan mendorong mahasiswa untuk lulus tepat waktu. Jika indikator ini dijalankan secara konsisten, maka secara otomatis akan memperkuat akreditasi program studi karena mutu proses pembelajaran juga meningkat,” ujar Dekan FKKH Undana, Christina Olly Lada.

Sebagai perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum (BLU), Undana kini harus memenuhi standar akuntabilitas dari dua kementerian sekaligus, yakni Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Kondisi ini membuat sejumlah indikator kinerja terlihat serupa namun memiliki mekanisme penilaian yang berbeda.

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FKKH, Yohanes T. R. M. R. Simarmata, menegaskan pentingnya pemahaman pimpinan unit terhadap definisi operasional setiap indikator agar target kinerja dapat dicapai secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, FKKH juga meluncurkan tagline akselerasi “Ayo Bangun Undana, Ayo Bangun NTT” sebagai penguatan slogan utama “Undana Berdampak”.

Dekan FKKH menekankan bahwa seluruh target kinerja fakultas harus bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi mahasiswa.

Hal itu didorong melalui produktivitas dosen dalam publikasi ilmiah, penelitian, serta inovasi yang tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga diterapkan langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading yang hanya kuat di dalam lingkungannya sendiri. Kampus harus menghadirkan dampak nyata melalui kegiatan mahasiswa dan kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.

Selain penguatan mutu akademik, RTM 2026 juga menjadi pijakan bagi FKKH dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Melalui mekanisme cascading Perjanjian Kinerja dari tingkat universitas hingga unit terkecil, FKKH menargetkan capaian kinerja akhir tahun melampaui 95 persen.

Hasil rapat manajemen ini diharapkan menjadi kompas bagi seluruh program studi di lingkungan FKKH dalam menjalankan program kerja sepanjang 2026, sehingga setiap alokasi anggaran mampu berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas lulusan serta kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. *




Awal 2026, Budaya Baca di Undana Melonjak Drastis: Kunjungan Perpustakaan Capai 615 Orang per Hari

Kupang, nwartapedia.com – Semangat literasi mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) menunjukkan grafik menanjak pada awal tahun akademik 2026.

Laporan terbaru dari UPT Perpustakaan Undana mencatat lonjakan signifikan jumlah kunjungan dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dengan puncak kunjungan harian menembus angka 615 orang.

Statistik Januari–Februari 2026 memperlihatkan rata-rata kunjungan harian meningkat secara konsisten. Jika pada awal 2025 jumlah kunjungan masih berada di bawah 400 orang per hari dan cenderung fluktuatif, maka pada periode yang sama tahun ini terjadi kenaikan tajam yang dinilai sebagai dampak nyata penguatan ekosistem literasi di lingkungan kampus.

Kepala UPT Perpustakaan Undana, Dr. Ir. Silvester Tena, S.T., M.T., menegaskan bahwa tingginya angka kunjungan berkaitan erat dengan kebutuhan referensi akademik, khususnya bagi mahasiswa yang tengah menyusun tugas akhir maupun memperdalam materi perkuliahan.

“Ketersediaan koleksi terbaru, baik buku fisik maupun jurnal ilmiah, sangat berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk datang dan menghabiskan waktu lebih lama di ruang baca. Kami melihat tren ini sebagai sinyal positif bagi budaya riset di Undana,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/3).

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknik (FST) serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi kelompok pemustaka paling aktif. Jurusan Teknik Elektro, Pendidikan Biologi, dan Biologi murni tercatat mendominasi daftar sepuluh besar pemustaka dengan durasi kunjungan terlama.

Dominasi mahasiswa bidang eksakta ini dinilai sejalan dengan kebutuhan literatur teknis dan referensi ilmiah yang lebih intensif, terutama dalam penyusunan proposal penelitian dan skripsi.

Peningkatan kunjungan juga didukung pembenahan fasilitas perpustakaan yang kini semakin nyaman dan representatif sebagai pusat belajar.

Selain penguatan koleksi, Undana menghadirkan ruang diskusi yang lebih kondusif serta sistem layanan yang semakin responsif.

Tak hanya itu, program apresiasi bagi pengunjung teraktif turut menjadi daya tarik tersendiri. Kampus bekerja sama dengan mitra strategis, termasuk komunitas transportasi daring, untuk memberikan reward kepada sepuluh mahasiswa dengan jam kunjungan terbanyak setiap bulan.

Pihak rektorat mengapresiasi capaian tersebut sebagai indikator keberhasilan transformasi perpustakaan menjadi pusat pembelajaran inklusif dan adaptif.

Sistem pemantauan aktivitas literasi yang dilakukan secara berkala akan terus menjadi dasar evaluasi dalam pengembangan layanan ke depan.

Dengan tren positif ini, UPT Perpustakaan Undana diharapkan semakin berperan sebagai motor penggerak peningkatan kualitas akademik dan penguatan budaya riset mahasiswa di bumi Flobamora.

Sumber: undana.ac.id




Undana Perkuat Transformasi Tata Kelola, Tegaskan Peran Strategis Kampus untuk Pembangunan NTT

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan komitmennya sebagai kampus berdaya saing global yang tetap relevan dengan kebutuhan lokal melalui Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tingkat Universitas yang dirangkaikan dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama bersama pemerintah daerah dan mitra strategis. Kegiatan berlangsung di Hotel Harper Kupang, Selasa (24/2/2026).

Rektor Undana, Prof. Dr. Jefri Balle dalam sambutannya menegaskan bahwa forum RTM merupakan bagian penting dari transformasi tata kelola universitas menuju institusi yang lebih profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar agenda evaluasi rutin, tetapi momentum untuk memastikan Undana terus bertumbuh menjadi lebih baik. Kita mengevaluasi kinerja secara komprehensif demi meningkatkan kedewasaan dalam manajemen dan tata kelola,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kampus harus menjadi mesin penggerak pembangunan daerah. Karena itu, seluruh sivitas akademika Undana berkomitmen mendukung program pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Undana juga menyalurkan dana riset berdampak sebesar Rp1 miliar kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten Rote Ndao, dan Kabupaten Kupang .

Dukungan ini diarahkan untuk memperkuat kebijakan berbasis data dan solusi ilmiah atas berbagai persoalan strategis daerah.

Rektor menegaskan, visi World Class–Locally Relevant bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis agar Undana mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan tanggung jawab terhadap kebutuhan lokal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah NTT, Fransisus Mau, yang mewakili Gubernur NTT, memberikan apresiasi atas langkah progresif Undana dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

“Rapat Tinjauan Manajemen ini membawa misi besar. Pemerintah sebagai pemegang fungsi eksekusi membutuhkan dukungan akademik untuk merumuskan kebijakan yang tepat dan berdampak,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menekan angka kemiskinan dan stunting di NTT. Optimalisasi komoditas lokal, penguatan sektor peternakan, serta tata kelola koperasi yang transparan dan akuntabel dinilai menjadi kunci mendorong kemandirian ekonomi daerah.

“Kita ingin NTT tidak lagi bergantung pada daerah lain, tetapi menjadi daerah penyedia dan penghasil produk unggulan. Undana diharapkan menjadi mitra strategis sekaligus pengawal pembangunan berbasis ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Undana dengan Pemerintah Provinsi NTT, sejumlah pemerintah kabupaten, serta mitra dari luar negeri, termasuk Timor-Leste.

Momentum ini mempertegas posisi Undana sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih maju dan mandiri. (MI)




Anggota DPRD NTT Filmon Loasana dan Bapilu PSI NTT Salurkan Bantuan untuk Dua Anak Yatim Piatu di Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Di tengah suasana sore yang teduh, kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Anggota DPRD Provinsi NTT dari PSI, Filmon Loasana, bersama Ketua Bapilu DPW PSI NTT, Kanis To. Keduanya mengunjungi sebuah rumah sederhana di Tofa yang dihuni dua anak yatim piatu yang hidup sebatang kara.

Dua bersaudara tersebut harus melanjutkan hidup dan pendidikan tanpa kehadiran kedua orang tua yang telah meninggal dunia. 

Meski dalam keterbatasan, mereka tetap berjuang untuk melanjutkan sekolah secara mandiri.

Filmon Loasana kepada media ini menyampaikan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan, tetapi bentuk nyata kepedulian dan dukungan moral agar kedua anak tersebut tetap semangat mengejar pendidikan.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan perhatian. Jangan sampai mereka merasa sendiri. Mereka harus tahu bahwa masih ada yang peduli,” ujar Filmon pada Senin (22/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Filmon bersama Kanis To yang mewakili Wali Kota Kupang menyerahkan bantuan berupa tas sekolah, buku tulis, bolpoin, serta bantuan sembako seperti beras dan bingkisan kasih sebagai bentuk perhatian dan empati.

Menurut Filmon, salah satu dari kedua anak tersebut, yakni sang kakak perempuan, saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan dukungan beasiswa. 

Namun demikian, ia menilai tetap dibutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi NTT, agar keberlanjutan pendidikan dan kebutuhan hidup mereka dapat terjamin.

“Kami berharap ada perhatian yang lebih serius dari pemerintah provinsi. Anak perempuan ini sedang kuliah dan mendapat beasiswa, tetapi tetap membutuhkan dukungan agar bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran negara bagi anak-anak yang hidup tanpa orang tua, terutama dalam memastikan hak atas pendidikan dan kehidupan yang layak.

Kunjungan tersebut berlangsung penuh haru. Selain menyerahkan bantuan, keduanya juga memberikan motivasi agar kedua anak tersebut tetap kuat dan tidak menyerah pada keadaan.

“Kami berharap perhatian terhadap mereka tidak berhenti di sini. Mereka adalah generasi masa depan NTT yang harus kita jaga bersama,” tutup Filmon. (MI)




DPRD Kota Kupang Dorong Pendampingan Psikologis bagi Anak yang Dituduh Mencuri

Kupang, Nwartapedia.com — Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Muhamad Ramli, mendorong instansi terkait untuk segera memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga, khususnya seorang anak yang diduga mengalami tekanan mental setelah dituduh mencuri.

Kepada media ini, Kamis (12/2/2026), Ramli mengatakan pihaknya telah mendatangi langsung keluarga anak tersebut untuk mendengar keluhan dari orang tua.

Dari pertemuan itu, keluarga berharap adanya pemulihan nama baik sekaligus dukungan pemulihan kondisi mental anak.

“Kami sudah datang dan mendengar langsung keluhan dari ibu anak tersebut. Keluarga berharap ada pemulihan nama baik dan pendampingan psikologis, terutama bagi anak,” ujar Ramli.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor, terutama Dinas Pendidikan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), guna memastikan kondisi psikologis anak tidak semakin terganggu akibat persoalan tersebut.

Menurut Ramli, perlindungan terhadap anak tidak cukup hanya pada penyelesaian administratif, tetapi juga harus menyentuh aspek pemulihan psikologis dan sosial keluarga.

Ia mengingatkan bahwa dampak tekanan mental pada anak bisa berpengaruh terhadap perkembangan emosional dan proses belajar di sekolah.

Sementara itu, Pengawas Pendamping Sekolah SDN Oehendak, Maulafa, Johni Rihi, S.Pd., menyatakan pihak sekolah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Dalam waktu dekat, akan digelar pertemuan bersama yang melibatkan sekolah, orang tua siswa, pengurus lingkungan, tokoh agama, serta tokoh adat.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang klarifikasi sekaligus upaya penyelesaian persoalan secara komprehensif dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

“Kami sudah berkoordinasi dan segera akan dilakukan pertemuan lengkap dengan semua unsur terkait agar persoalan ini dapat diselesaikan secara bijak,” kata Johni.

Upaya pendampingan dan dialog bersama itu diharapkan mampu memulihkan kondisi psikologis anak serta menjaga keharmonisan lingkungan sosial di sekitar sekolah.(goe)




Dinas P dan K Kota Kupang Sosialisasikan TKA untuk SKB dan PKBM, Perkuat Standar Mutu Pendidikan Kesetaraan

Kupang, nwartapedia.com —
Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menggelar sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi satuan pendidikan nonformal Sanggar

Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Kupang, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan menegaskan peran TKA sebagai indikator terstandar untuk mengukur capaian akademik peserta didik pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B, khususnya sebagai syarat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ketua Panitia, Feri Paulus Fraga, menjelaskan bahwa TKA merupakan bagian dari sistem penilaian dan penjaminan mutu pendidikan.

Hasil TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian belajar peserta didik, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pendidik untuk memperbaiki proses pembelajaran serta mengembangkan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.

“Perlu ditegaskan bahwa TKA tidak menentukan kelulusan peserta didik. Kewenangan kelulusan tetap berada pada satuan pendidikan masing-masing,” ujar Feri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, saat membuka kegiatan tersebut menjelaskan bahwa sejak penghapusan Ujian Nasional, satuan pendidikan diberikan otonomi penuh untuk menentukan kelulusan melalui ujian sekolah.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan perbedaan alat ukur antar satuan pendidikan sehingga menyulitkan pemerintah dalam membandingkan capaian akademik peserta didik secara objektif.

“Karena itu, pemerintah menghadirkan Asesmen Nasional sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan, serta TKA sebagai indikator terstandar bagi peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” jelas Okto.

Ia menambahkan, mata uji dalam TKA difokuskan pada Matematika dan Bahasa Indonesia sebagai representasi kemampuan numerasi dan literasi peserta didik.

Bagi peserta pendidikan kesetaraan, TKA dinilai sangat strategis karena berfungsi sebagai sarana penyetaraan capaian akademik dengan jalur pendidikan formal.

Selain itu, hasil TKA dapat digunakan sebagai dokumen pendukung dalam proses seleksi masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Pada tahun ajaran 2025–2026, TKA mulai diterapkan secara bertahap dan direncanakan menjadi salah satu pertimbangan dalam penerimaan peserta didik baru di masa mendatang. (goe)




Plt. Kadis P dan K Kota Kupang Panggil Kepala SD Negeri Oehendak Terkait Kasus Tuduhan Pencurian Siswa

Kupang,nwartapedia.com b —
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang memanggil Kepala SD Negeri Oehendak, Kecamatan Maulafa, menyusul kasus tuduhan pencurian telepon genggam yang dialamatkan kepada seorang siswa kelas III berinisial YA (9).

Tuduhan tersebut belakangan dinyatakan tidak terbukti, namun diduga telah menimbulkan trauma psikologis pada anak tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas P dan K Kota Kupang, Ernest Ludji, melalui Plt Sekretaris Dinas Okto Naitboho, pada Rabu (11/2/2026) menyampaikan bahwa pemanggilan kepala sekolah dilakukan untuk meminta klarifikasi atas sejumlah laporan yang menjadi perhatian dinas terkait penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.

“Pemanggilan ini merupakan bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap satuan pendidikan di bawah kewenangan pemerintah kota. Kami ingin memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku,” kata Okto Naitboho.

Dalam pertemuan tersebut, pihak dinas meminta penjelasan langsung terkait kondisi internal sekolah, tata kelola, serta kronologi penanganan kasus yang menimpa siswa bersangkutan.

Hasil klarifikasi akan menjadi dasar bagi dinas dalam menentukan langkah pembinaan dan evaluasi lanjutan.

Kepala SD Negeri Oehendak Maulafa memenuhi panggilan dinas dan memberikan keterangan sesuai permintaan.

Ia menyatakan kesiapan untuk bekerja sama serta mengikuti arahan pemerintah daerah guna menjaga kelancaran proses belajar mengajar.

Dinas P dan K Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui pengawasan, evaluasi, dan pendampingan terhadap seluruh satuan pendidikan di wilayah Kota Kupang.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, YA (9) kini menolak kembali bersekolah setelah sebelumnya dituduh mencuri telepon genggam milik penjaga sekolah.

Meski tuduhan tersebut tidak terbukti, peristiwa itu disebut berdampak pada kondisi psikologis siswa.

Pihak dinas menyatakan perkembangan lebih lanjut terkait hasil klarifikasi dan evaluasi akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.
(goe)




Fakultas Kedokteran UCB Dinilai Mampu Hasilkan SDM Unggul untuk Bangun NTT

Kupang,nwartapedia.com  —  Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri Kupang sekaligus Senator DPD RI asal NTT, Abraham Paul Liyanto, menyatakan optimisme bahwa Fakultas Kedokteran UCB akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu membangun Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut disampaikan Abraham Paul Liyanto di sela-sela kegiatan tanam jagung perdana bersama Pemuda Tani Indonesia (PTI) NTT yang berlangsung di area Hotel Harper Kupang, Sabtu (13/12/2025).

Menurutnya, Fakultas Kedokteran UCB hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor kesehatan melalui pendidikan berkualitas yang terintegrasi.

Fakultas ini tidak hanya membuka Program Studi Kedokteran, tetapi juga Sarjana Kebidanan dan Profesi Kebidanan, serta telah lebih dulu mengembangkan program studi Perawat, Farmasi, dan Apoteker.

“Di Fakultas Kesehatan ini kita sudah mulai dari bidan, perawat, farmasi, apoteker hingga kedokteran. Ini adalah fondasi penting untuk membangun SDM NTT yang lebih baik,” ujar Abraham.

Ia menegaskan, pembangunan sektor pendidikan kesehatan akan berdampak langsung pada sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan, lulusan Fakultas Kesehatan diharapkan dapat kembali mengabdi ke desa-desa sebagai dokter, perawat, dan tenaga paramedis.

“Kalau persediaan SDM di tingkat desa sudah bagus, pembangunan akan berjalan lebih cepat. Kita tidak lagi dipimpin oleh orang-orang yang tidak berpendidikan, tetapi oleh sarjana. Saya yakin 5 sampai 10 tahun ke depan NTT bisa keluar dari kemiskinan,” tegasnya.

Abraham juga mengungkapkan bahwa UCB saat ini tengah memproses pembangunan rumah sakit pendidikan yang akan menjadi penunjang utama Fakultas Kedokteran.

Rumah sakit tersebut direncanakan mulai dibangun sekitar April 2026 dan akan berada di bawah pembinaan Universitas Airlangga (Unair).

“Fakultas Kedokteran UCB dibina langsung oleh Universitas Airlangga, fakultas kedokteran terbaik kedua di Indonesia setelah Universitas Indonesia. Dengan pembinaan ini, kualitas SDM kita pasti meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, UCB menjadi universitas swasta pertama di NTT yang membuka Fakultas Kedokteran.

Mahasiswa baru akan mendapatkan berbagai kemudahan, termasuk biaya pendidikan yang relatif lebih terjangkau serta fasilitas penunjang yang lengkap.

“Kita siapkan sekitar 14 laboratorium, termasuk laboratorium farmasi. Saya jamin kualitas dokter lulusan UCB tidak kalah dengan universitas di Jawa,” katanya.

Pada tahun pertama pembukaan, Fakultas Kedokteran UCB memperoleh kuota 50 mahasiswa, jumlah yang lebih besar dibandingkan standar nasional yang umumnya hanya 25–30 mahasiswa. Kuota tersebut diberikan karena akreditasi yang dinilai sangat baik.

Abraham menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan 60–70 persen mahasiswa asal NTT, sementara sisanya terbuka bagi pendaftar dari luar daerah.

“Website pendaftaran melalui situs resmi UCB yakni findfuture.ucb.ac.id sudah dibuka mulai hari ini. Ada tiga gelombang pendaftaran, yakni Januari, April, dan Juni–Juli 2026. Saya mengimbau anak-anak NTT untuk mempersiapkan diri dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini,” pungkasnya.

Ia berharap, dengan lahirnya dokter-dokter dari NTT sendiri, provinsi kepulauan ini dapat mandiri dalam pelayanan kesehatan dan tidak lagi bergantung pada tenaga medis dari luar daerah. (MI)