FKIP UCB Gelar Yudisium, 124 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana Pendidikan

Kupang,nwartapedia.com  — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) resmi menyelenggarakan Yudisium Sarjana Pendidikan Tahun Akademik 2024/2025, Jumat (21/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Citra Bangsa itu diikuti oleh 124 mahasiswa dari tiga program studi: PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Informatika.

Suasana kegiatan tampak khidmat dan kental nuansa budaya, karena seluruh peserta mengenakan busana adat Nusa Tenggara Timur.

Dekan FKIP: Yudisium Momentum Meneguhkan Integritas Calon Pendidik

Acara dibuka dengan sambutan Dekan FKIP UCB, Heryon Bernard Mbuik, yang menegaskan bahwa yudisium bukan hanya seremonial formalitas, melainkan tonggak penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia pendidikan.

“Guru bukan hanya profesi, tetapi panggilan untuk melayani dengan hati. Hari ini kalian tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga diutus untuk menjadi agen perubahan di dunia pendidikan,” tegasnya.

Rektor UCB (diwakili Warek III): Pendidik Harus Adaptif dan Inovatif

Sambutan Rektor disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, John Enstein, M.Kom.

Ia menekankan bahwa pendidik di era digital harus mampu beradaptasi cepat dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman.

“Dunia pendidikan berubah dengan cepat, dan kalian harus menjadi generasi pendidik yang kreatif, adaptif, dan mampu memimpin perubahan,” ujarnya.

Pembacaan SK Yudisium

Prosesi utama ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Yudisium oleh Wakil Dekan I, Dr. Maria B. Sogen, S.Kom., M.Pd. Dalam SK tersebut dinyatakan bahwa seluruh peserta yang telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi secara resmi berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).

Penghargaan Mahasiswa Berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi, FKIP UCB memberikan sertifikat penghargaan kepada mahasiswa terbaik dari masing-masing program studi.

Penghargaan diserahkan oleh Dekan FKIP, Wakil Rektor II Dr. Yoseph Liem, Wakil Rektor III, para Wakil Dekan, serta para Ketua Program Studi.

A. Program Studi Pendidikan Informatika

  1. Elisabet Beama – Peringkat 1
  2. Elisabet Remenda – Peringkat 2
  3. Gracelin Mbuik – Peringkat 3

B. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

  1. Desi Amne Awang – Peringkat 1
  2. Fort Fander Moro Wewo – Peringkat 2
  3. Nofitri Taosu – Peringkat 3

C. Program Studi PGSD

  1. Grasella Yulianti Mona – Peringkat 1
  2. Asbin Selten Umbu Deta – Peringkat 2
  3. Bernadino Ceunfin – Peringkat 3

Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi serta meningkatkan kontribusi dalam bidang akademik dan pengabdian masyarakat.

Capaian Umum Yudisium

Pada yudisium tahun ini, FKIP UCB mencatat sejumlah prestasi kolektif:

  • Rata-rata IPK lulusan: 3,52
  • Predikat Cum Laude: 27 mahasiswa
  • Keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi seperti BEM, HMP, kegiatan kerohanian, Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), lomba debat, inovasi media pembelajaran, serta program literasi di berbagai kabupaten.

Penutup: Resmi Menjadi Pendidik Profesional

Acara ditutup dengan pemanggilan seluruh peserta dan penyematan selempang fakultas, dilanjutkan sesi foto bersama pimpinan universitas dan fakultas.

Momen ini menjadi simbol resmi keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan studi dan memasuki tahap baru sebagai pendidik profesional.

FKIP Universitas Citra Bangsa menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh lulusan serta berharap mereka mampu menjadi pendidik yang unggul, berkarakter, dan memberi dampak nyata bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur. ***

 




Pimpin Apel Pagi, PLT Kadis P dan K Tegaskan Komitmen Lahirkan Generasi Hebat Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang, Ernest Ludji, M.M, memberikan pengarahan inspiratif kepada seluruh aparatur dan pegawai dalam apel pagi yang berlangsung di halaman kantor dinas, Selasa (25/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ernest menegaskan kembali pentingnya peran jajaran Dinas P dan K sebagai wajah pendidikan dan kebudayaan Kota Kupang.

Ernest menyebut seluruh staf Dinas P dan K adalah pribadi terdidik dan berbudaya yang memegang peran strategis dalam melahirkan generasi unggul bagi masa depan daerah.

“Staf Dinas P dan K Kota Kupang adalah manusia terdidik dan berbudaya. Di sinilah etalase masyarakat Kota Kupang yang melahirkan orang-orang hebat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pegawai menjadikan momen apel pagi sebagai ruang refleksi tentang kontribusi nyata yang telah diberikan.

“Momentum ini mengajak kita melihat ke dalam diri masing-masing: apa peran yang sudah kita jalankan dan karya apa yang telah kita berikan bagi kota ini, khususnya bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang kita cintai,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan seputar statusnya sebagai Pelaksana Tugas, Ernest menegaskan bahwa dirinya memegang mandat penuh hingga Februari 2025.

Ia menekankan bahwa jabatan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh.

“Saya menerima mandat sampai Februari dengan kewenangan penuh untuk memimpin dan memastikan tugas kita berjalan dengan baik. Jabatan ini bukan saya minta, tetapi perintah pimpinan, yang dalam pemerintahan kita yakini sebagai wakil Tuhan di dunia,” kata Ernest.

Pada kesempatan itu, Ernest juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang merayakan HUT ke-80 pada 25 November 2025.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk keluarga besar PGRI. Tanpa kue pun, doa dan rasa syukur adalah persembahan terbaik bagi guru,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta apel.

Ia menambahkan bahwa tidak ada satu pun tokoh besar dunia yang berhasil tanpa jasa seorang guru.

“Semua orang hebat lahir dari tangan seorang guru. Tanpa guru, kita tidak mungkin berdiri dan mencapai apa yang kita raih hari ini,” tegasnya.

Menutup arahannya, Ernest mengingatkan bahwa peran tenaga pendidik sangat menentukan kesiapan generasi muda menghadapi Bonus Demografi 2045 dan mewujudkan Indonesia Emas.

“Apakah bonus demografi 2045 menjadi berkah atau beban, sangat tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini,” pungkasnya.

Apel pagi ditutup dengan seruan semangat bersama:

“Merdeka Belajar! Guru Hebat Indonesia Maju!” (Disdikbud)




Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Atasi Stunting di Desa Baumata Timur

Kupang,nwartapedia.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak, Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Baumata Timur pada tanggal 27 September 2024.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Kegiatan yang dihadiri oleh 6 kader dari Posyandu Desa Baumata Timur dan 15 ibu balita stunting dengan gizi kurang ini, menampilkan demonstrasi cara pembuatan susu sari kedelai yang bernilai gizi tinggi bagi ibu hamil dan anak balita.

Selain itu, tim Poltekkes Kupang juga melakukan pendampingan cara pemberian makan pada anak gizi kurang dan stunting, serta memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi dan status gizi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Desa Baumata Timur dapat memahami pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ibu Aben B.Y.H. Romana, S.Kep, Ns., M.Kep, Ketua Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang.

Dalam kegiatan ini, tim Poltekkes Kupang juga membagikan booklet yang berisi materi pemberian makanan bergizi pada anak balita.

Booklet ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat Desa Baumata Timur dalam meningkatkan kesadaran gizi dan pencegahan stunting.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di masa depan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak,” ujar Ketua Tim Kerjasama Kegiatan Masyarakat Desa Baumata Timur.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Baumata Timur tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak, serta menurunkan angka stunting di daerah tersebut. (MI)




Poltekkes Kemenkes Kupang Wujudkan Desa Raknamo Sebagai Desa Model Bebas Tuberkulosis Paru

Kupang, nwartapedia.com — Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program nasional eliminasi tuberkulosis (TBC), dosen Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Active Case Finding (ACF) dengan menggunakan Portable X-Ray serta penyuluhan kesehatan tentang TBC di Desa Raknamo, Kabupaten Kupang, pada 17 September 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjadi aksi nyata Poltekkes Kupang dalam upaya mewujudkan Desa Raknamo sebagai Desa Model Bebas Tuberkulosis Paru tahun 2030.

Ketua kegiatan, Fransiskus Salesius Onggang, SKp, Ns, MSc, menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat ini menargetkan penemuan kasus TBC paru, khususnya pada individu yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita tuberkulosis.

“Kegiatan ini bertujuan menemukan kasus TBC sejak dini agar penularan dapat ditekan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dan pengobatan TBC,” ujarnya.

Tim pengabdian terdiri dari para dosen Poltekkes Kemenkes Kupang yakni Gadur Blasius, SKep, Ns, MSi, Aben B.Y.H. Romana, SKep, Ns, MKep, Simon Sani Kleden, SKep, Ns, MKep, dan Dominggus Gonsalves, SKep, Ns, MSc.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mereka memanfaatkan alat X-Ray portable yang merupakan hibah dari Pemerintah Arab Saudi, sebagai salah satu inovasi dalam mendukung deteksi dini kasus TBC di NTT.

Selain pemeriksaan menggunakan X-Ray portable, kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan sputum dan uji tuberkulin (Mantoux Test) untuk mendeteksi infeksi akibat Mycobacterium tuberculosis.

Hasil pemeriksaan yang dinyatakan positif akan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan dan rujukan pengobatan di puskesmas setempat.

Menurut Simon Sani Kleden, kegiatan ACF ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak lintas program dan lintas sektor.

“Semakin banyak kasus yang ditemukan, maka cakupan pengobatan akan semakin luas, dan penularan TBC dapat ditekan semaksimal mungkin di Desa Raknamo,” jelasnya.

Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Kupang, Dinas Kesehatan Provinsi NTT (Program P2M), Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Puskesmas Fatukanutu, dan Puskesmas Pembantu Raknamo, serta melibatkan kader TBC desa.

Metode yang digunakan mencakup survei, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan langsung dengan portable X-Ray, dan tindak lanjut bagi masyarakat yang dinyatakan positif.

Sebanyak 94 warga yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC dan menunjukkan gejala TBC paru telah menjalani pemeriksaan.

Kepala Desa Raknamo, Augusto S, SPt, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Kupang. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Raknamo dalam upaya membebaskan desa kami dari TBC,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Raknamo semakin memahami pentingnya pencegahan, pengobatan, dan kepatuhan terapi TBC, serta mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam upaya eliminasi TBC di Kabupaten Kupang.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Poltekkes Kemenkes Kupang bersama pemerintah dan masyarakat menegaskan komitmen untuk mewujudkan NTT Bebas Tuberkulosis Paru pada tahun 2030. (MI)




Bidan Puskesmas Sulamu Tingkatkan Keterampilan Melalui Pelatihan Hypnobirthing

Penulis: Dr. Bringiwatty Batbual, M.Sc (Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang, Prodi D3 Kebidanan)

Kupang, nwartapedia.com — Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan persalinan bagi ibu hamil, Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang bekerja sama dengan Puskesmas Sulamu menyelenggarakan pelatihan hypnobirthing bagi para bidan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini berlangsung pada 15 September 2025 dan diikuti oleh 15 bidan aktif Puskesmas Sulamu.

Hypnobirthing merupakan metode pendampingan persalinan yang menekankan pada teknik relaksasi, pernapasan, dan visualisasi, dengan tujuan membantu ibu hamil mengurangi rasa takut, cemas, serta nyeri saat melahirkan.

Metode ini juga memberikan dampak positif bagi bayi, karena proses kelahiran berlangsung lebih tenang dan aman.

Pelatihan ini mencakup berbagai materi penting, mulai dari pengertian dan prinsip dasar hypnobirthing, manfaat bagi ibu dan bayi, teknik membimbing ibu hamil, hingga simulasi praktik melalui metode role-play.

Proses pembelajaran dilakukan secara ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami dan menerapkan teknik hypnobirthing dengan baik.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan bidan setelah mengikuti pelatihan.

Sebelum kegiatan, rata-rata keterampilan bidan dalam membimbing ibu melakukan teknik relaksasi dan pernapasan hanya berada di kisaran 35–40%, namun meningkat hingga 75–85% setelah pelatihan.

Salah satu peserta pelatihan mengaku memperoleh manfaat besar dari kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya kini lebih percaya diri membimbing ibu hamil menggunakan hypnobirthing, sehingga persalinan bisa lebih nyaman dan aman,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Sulamu menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen mengembangkan kompetensi bidan melalui pelatihan berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan, sekaligus memberikan pelayanan persalinan yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat.

Pelatihan hypnobirthing ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan dalam mewujudkan persalinan yang positif dan menyehatkan bagi ibu dan bayi di wilayah Sulamu dan sekitarnya.

Dosen yang ikut dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yakni Dr Bringiwatty Batbual, MSc, Melinda Wariyaka,SST,MKeb dan Bidan Tri Maryati.Str.Keb. (MI)




12 Anak NTT Raih Beasiswa Kuliah ke Tiongkok: INTI NTT Lepas Duta Pendidikan dari Timur

Kupang, nwartapedia.com — Sebanyak 12 anak muda Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menorehkan prestasi gemilang. Mereka resmi dilepas menuju Nantong Collage of Science and Technology (NCST) di Provinsi Jiangsu, Tiongkok, melalui program beasiswa penuh yang difasilitasi oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT.

Acara pelepasan bertajuk “Malam Pelepasan dan Pembekalan Siswa/i Beasiswa Penuh Angkatan II Tahun 2025” berlangsung hangat dan penuh haru di Kedai Hopeng Oesapa, Kota Kupang, Senin (6/10/2025) malam.

Acara ini menandai keberangkatan angkatan kedua penerima beasiswa INTI NTT, setelah pada tahun 2024 lalu, tiga anak NTT lebih dahulu berangkat dan kini tengah menempuh studi di kampus yang sama di Tiongkok.

Perjalanan Menuju Negeri Tirai Bambu

Ketua INTI NTT, Ir. Theo Widodo, menjelaskan bahwa para penerima beasiswa telah melalui proses seleksi ketat selama setahun penuh. Mereka diuji melalui wawancara daring berbahasa Inggris oleh pihak Komsultan Pendidikan di Jakarta dan langsung oleh perwakilan kampus NCST di Tiongkok.

 “Dua belas anak ini adalah pahlawan pendidikan dari NTT. Mereka kuliah gratis, tinggal di asrama gratis, dan mendapat uang saku setiap bulan.  Dan menjadi inspirasi bagi anak-anak NTT lainnya untuk belajar di RRC,” tegas Theo.

Dari 12 mahasiswa yang dilepas, 10 orang berangkat dari Kupang ke Jakarta pada Selasa (7/10/2025) untuk mengurus visa sebelum ke Tiongkok, sementara dua lainnya telah lebih dulu berangkat.

Theo menambahkan, para penerima beasiswa kali ini berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Belu.

Harapan agar NTT Terus Maju

Menurut Theo, program ini merupakan bagian dari upaya INTI NTT untuk membuka akses pendidikan tinggi ke luar negeri bagi anak-anak dari daerah.

“Tahun depan kami berharap lebih banyak lagi anak-anak dari berbagai kabupaten di NTT yang bisa berangkat. Karena itu, kami akan mendorong pembentukan DPC INTI di setiap kabupaten,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi Konsultan  Pendidikan INTI di Jakarta, Yovandra, yang selama ini menjadi jembatan antara INTI NTT dan kampus mitra di Tiongkok.

“Terima kasih kepada Pak Jovandra dan semua orangtua yang mempercayakan anak-anaknya untuk berjuang menuntut ilmu di luar negeri,” ujarnya.

Theo berharap, pemerintah daerah juga dapat ikut berperan, terutama dalam membantu biaya perjalanan awal sebelum mahasiswa tiba di Tiongkok dan beasiswa resmi diberlakukan.

Pesan dan Doa dari Nusa Tenggara Timur

Wakil Bidang Pendidikan INTI NTT, Mariana Nenobais, menyampaikan rasa bangga kepada para penerima beasiswa yang berani melangkah keluar dari zona nyaman.

“Kalian adalah generasi berani dan cerdas. Ini kesempatan emas untuk membuktikan bahwa anak NTT bisa bersaing di mana saja,” pesannya.

Perwakilan orangtua mahasiswa, Adrianus Laka, mengutip pepatah kuno, “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China.”

 “Hari ini, pepatah itu jadi nyata. Anak-anak kami telah mewujudkan mimpi banyak orang untuk menuntut ilmu hingga ke negeri Tiongkok,” ujarnya penuh haru.

Romo Stef Mau Pr, Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, juga memberi semangat kepada para mahasiswa.

“Jangan takut. Kalian adalah anak-anak terbaik. Anak NTT bisa bersaing dengan siapa pun di dunia. Teruslah belajar dan berdoa,” katanya.

Bangga Jadi Duta Pendidikan NTT

Salah satu calon mahasiswa, Christian GC Alo asal Kabupaten Belu, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari angkatan kedua program ini.

“Saya bermimpi bisa kuliah di luar negeri, dan hari ini mimpi itu terwujud. Kami akan belajar sebaik mungkin untuk membanggakan NTT,” ungkapnya.

Sementara Konsultan Pendidikan INTI, Yovandra, menjelaskan bahwa selain 12 mahasiswa dari NTT, terdapat sekitar 40 mahasiswa lain dari berbagai provinsi di Indonesia yang akan berangkat bersamaan ke Tiongkok.

“Mereka akan berkumpul di Jakarta pada 7 Oktober dan berangkat ke Shanghai pada 14 Oktober mendatang,” katanya.

Yovandra menambahkan, pada semester kelima nanti, mahasiswa diberi kesempatan untuk memilih jalur kuliah penuh atau kuliah sambil berbisnis.

“Kalau mereka mau lanjut, bisa ambil S2 atau S3 di universitas Eropa. Semua tergantung semangat dan tekad mereka,” ujarnya.

Dari Timur untuk Dunia

Program beasiswa ini bukan sekadar peluang akademik, tetapi juga simbol perubahan dan kemajuan pendidikan di NTT.

Melalui dukungan INTI NTT, semakin banyak generasi muda daerah yang berani bermimpi besar dan siap menjadi “Duta Pendidikan dari Timur Indonesia Untuk Dunia”.




Wali Kota Kupang Geram, Janji Tindak Tegas Kasus Kekerasan di SMPN 11

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menunjukkan sikap tegas terhadap dugaan kasus kekerasan yang menimpa sejumlah siswa di SMP Negeri 11 Kota Kupang.

Orang tua murid bersama 12 siswa mendatangi Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (30/8/2025), untuk melaporkan langsung berbagai tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah dan oknum guru.

Dalam pertemuan itu, para siswa mengungkapkan pengalaman pahit mereka. Ada yang dipukul dengan gagang sapu, ditendang di kepala, hingga dihina dengan kata-kata kasar yang merendahkan martabat.

Tak hanya siswa, seorang guru bernama Intan Moni juga disebut mengalami kekerasan di depan kelas, namun memilih diam karena takut tekanan.

Mendengar kesaksian tersebut, Wali Kota tak dapat menyembunyikan emosinya.

“Saya marah sekali. Kekerasan tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun verbal. Anak-anak ini adalah warga saya, mereka juga anak-anak saya. Kalau mereka disakiti, saya juga merasa tersakiti,” tegasnya.

Christian menegaskan, kasus ini akan diproses dengan serius melalui dua jalur sekaligus: hukum dan disiplin ASN.

“Tidak ada kompromi. Proses hukum berjalan, sanksi disiplin juga berjalan. Jangan ada yang coba-coba melindungi kesalahan hanya karena jabatan. Jika ada guru yang membela, saya tindak juga,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia juga mendorong orang tua dan siswa untuk tidak takut dalam mencari keadilan.

“Laporan yang sudah dibuat harus diteruskan. Jangan mundur. Saya siap berdiri di depan untuk membela anak-anak kita. Untuk apa saya diberi jabatan oleh rakyat kalau saya tidak bisa melindungi mereka?” pungkasnya.

Kasus dugaan kekerasan di SMPN 11 ini kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Kupang.

Wali Kota memastikan seluruh proses hukum dan administratif akan dikawal hingga tuntas. (MI)




Pengawas SD Kota Kupang Intensif Dampingi Guru untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran

Kupang, nwartapedia.com – Upaya peningkatan mutu pendidikan dasar di Kota Kupang kembali mendapat perhatian serius. Tiga pengawas sekolah dasar (SD) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yakni Johni Eduard Rihi, S.Pd., Marthen Boboy, S.Pd., dan Rukiati, S.Pd., turun langsung melakukan pendampingan pembelajaran di sejumlah sekolah, Rabu (20/8/2025).

Koordinator Pengawas SD, Johni Rihi, menegaskan bahwa peran pengawas tidak hanya sebatas memantau, tetapi juga membina dan memberi masukan kepada guru dalam proses belajar mengajar.

“Pengawas bertugas menyusun laporan hasil pengawasan secara berkala, sekaligus membangun hubungan baik dengan kepala sekolah, guru, dan warga sekolah agar tercipta suasana kerja yang kondusif serta kolaboratif,” jelas Johni Rihi di sela kegiatan monitoring di SD Inpres Oetete 2 Kota Kupang.

Menurutnya, supervisi akademik maupun manajerial yang dilakukan pengawas bertujuan meningkatkan profesionalisme guru sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih berkualitas.

Sementara itu, Gayus Pating Illu, S.Pd., guru kelas di SD Negeri 1 Oetete yang berlokasi berdampingan dengan SD Inpres Oetete 2, mengaku banyak mendapat manfaat dari kegiatan pendampingan tersebut.

“Ada guru yang merasa lega dan termotivasi, karena masukan yang diberikan bisa memperbaiki perangkat ajar dan kualitas mengajar. Namun, ada juga yang merasa cemas atau terbebani, terutama jika belum siap,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski begitu, Gayus menilai pengawasan yang dilakukan secara profesional sangat membantu guru untuk berkembang.

“Masukan konstruktif justru menjadi dorongan bagi kami guru-guru untuk memperbaiki pembelajaran di kelas,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Kehadiran pengawas di sekolah bukan sekadar mengawasi, melainkan membimbing agar guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih baik bagi setiap peserta didik.

(Goris Takene/Disdikbud Kota Kupang)




Desa Oeltua Jadi Pilot Project Pemberdayaan Kader Posyandu untuk Tekan Stunting Lewat Kesehatan Gigi Balita

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kupang kini mendapat perhatian khusus. Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang mengadakan program Pemberdayaan Kader Kesehatan Posyandu dan Ibu Balita Stunting di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, dengan fokus pada pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut balita serta pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi.

Desa Oeltua dipilih bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, prevalensi stunting di desa ini masih tinggi, yakni 37% pada tahun 2020—jauh di atas rata-rata nasional.

Kondisi sosial ekonomi, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta pola asuh yang belum optimal menjadi faktor utama tingginya kasus stunting di wilayah ini.

Stunting selama ini identik dengan kurang gizi, padahal ada kaitan erat dengan kesehatan gigi dan mulut.

Balita stunting lebih rentan mengalami karies, penyakit gusi, hingga infeksi mulut yang dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka.

“Mulut adalah pintu gerbang masuknya makanan ke dalam tubuh. Di dalam mulut makanan mengalami proses pencernaan mekanik oleh gigi. Gigi dan mulut harus dijaga kebersihannya karena berbagai kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui organ ini. Jika kesehatan gigi terganggu, otomatis penyerapan gizi anak juga ikut terhambat,” jelas Agusthinus Wali, Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang yang memimpin program ini.

Agusthinus mengatakan, program ini melibatkan para kader posyandu sebagai ujung tombak kesehatan desa dan ibu dari balita sebagai penggerak pendidikan kesehatan kepada anak.

“Mereka dibekali pelatihan mengenai cara merawat kesehatan gigi balita, cara menyikat gigi yang benar sebagai upaya pencegahan karies, serta pentingnya PMT bergizi seimbang,”ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Agusthinus, para ibu balita juga mendapatkan edukasi langsung dengan metode sederhana, menggunakan leaflet dan poster, agar lebih mudah dipahami dan dipraktikkan sehari-hari bagi anaknya di rumah.

“Selain penyuluhan, kader posyandu melakukan pendampingan langsung ke rumah-rumah balita stunting. Program ini juga disertai monitoring dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan sekaligus merancang tindak lanjut kegiatan,”tambahnya.

Sementara itu, Melkisedek O. Nubatonis, anggota tim pelaksana, menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat penting dalam keberhasilan program. 

“Kami ingin menciptakan kemandirian. Dengan kader kesehatan dan ibu balita yang paham tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi balita, maka status kesehatan balita bisa terjaga dan di tingkatkan, sehingga angka stunting perlahan ditekan,” ujarnya.

Program pemberdayaan di Desa Oeltua ini diharapkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Kupang dan Nusa Tenggara Timur, Provinsi yang masih mencatat prevalensi stunting cukup tinggi di Indonesia.

Tim Dosen Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Kupang yang tergabung dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yakni :

Ketua: Agusthinus Wali1

Anggota: Melkisedek O. Nubatonis2 dan Mery Novaria Pay3,

Email : agusthinuswali@gmail.com ***




Bantu Pemkot Terbitkan 669 NIB untuk UMKM, Undana Terima Penghargaan dari Wali Kota

Kupang,nwartapedia.com   –   Universitas Nusa Cendana (Undana) menerima penghargaan dari Wali Kota Kupang sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam program percepatan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang.

Penghargaan ini diserahkan pada acara 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, yang digelar di Hotel Harper, Kamis (14/8/2025).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, Dr. Apriana Fanggidae, SE., M.Si., mewakili Rektor Undana, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut.

Menurutnya, kerja sama ini berawal dari target minimal 100 NIB yang hendak diterbitkan, namun hasil akhirnya jauh melampaui ekspektasi.

“Kami menurunkan 242 mahasiswa untuk membantu pemerintah dalam proses penerbitan NIB. Target awal minimal 100 wirausaha, tetapi hasilnya justru mencapai 669 NIB. Ini membuktikan mahasiswa bekerja dengan serius dan penuh tanggung jawab,” jelas Dr. Apriana.

Program ini dinilai sangat bermanfaat bagi pelaku usaha kecil, termasuk penjual kaki lima, pedagang malam, maupun pelaku usaha rumahan yang selama ini belum memiliki izin usaha.

Dengan adanya NIB, para pelaku UMKM kini memiliki legalitas yang memudahkan mereka mengakses pembiayaan perbankan serta mendorong kesadaran membayar pajak.

“Selama ini banyak usaha yang berjalan tanpa surat izin atau sertifikat resmi. Program ini membantu mereka mendapatkan pengakuan legal dan peluang untuk mengembangkan usahanya. Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah melibatkan Undana,” tambahnya.

Dr. Apriana juga menegaskan, pihaknya akan terus mendukung program pemerintah daerah dalam pemberdayaan UMKM, termasuk pendampingan dalam pengelolaan keuangan yang masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku usaha kecil di Kota Kupang. (MI(