Tak Jadi Pengawas Ujian, Guru SDN Sikumana 1 Kupang Tetap Produktif Siapkan Administrasi Pembelajaran

Kupang, nwartapedia.com  –  Guru di SDN Sikumana 1, Kota Kupang, tetap menunjukkan produktivitas di tengah pelaksanaan ujian sekolah.

Meski tidak mendapat tugas sebagai pengawas, para guru tetap hadir dan memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan administrasi pembelajaran.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Decky Jois Kalukur, para guru aktif bekerja di ruang kelas yang sementara difungsikan sebagai ruang guru.

Mereka menyusun rencana pembelajaran, menyiapkan perangkat ajar, serta merancang soal untuk Ujian Semester II.

Kegiatan tersebut mencerminkan komitmen profesional guru dalam menjaga kualitas dan kesinambungan proses belajar mengajar, meskipun tidak terlibat langsung dalam pengawasan ujian.

Data sekolah mencatat, UPTD SDN Sikumana 1 memiliki total 341 siswa, dengan 44 siswa kelas VI yang saat ini sedang mengikuti ujian sekolah.

Guru kelas VI, Adriana Deo, menegaskan bahwa kehadiran di sekolah tetap menjadi bagian dari tanggung jawab profesi sebagai pendidik.

“Walaupun tidak mendapat tugas mengawas ujian, kami tetap masuk sekolah untuk menyelesaikan administrasi pembelajaran agar proses belajar ke depan lebih terarah dan berkualitas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan guru kelas I, Yuliana Bulu. Ia menyebut momentum ujian dimanfaatkan untuk menuntaskan penyusunan perangkat evaluasi pembelajaran.

“Kami tetap hadir di sekolah sebagai bentuk tanggung jawab dalam menyiapkan pembelajaran yang lebih baik,” katanya.

Kepala Sekolah Decky Jois Kalukur menilai kedisiplinan guru menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ia berharap budaya kerja positif tersebut terus dipertahankan.

“Komitmen guru untuk tetap hadir dan bekerja secara produktif menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan di sekolah,” tegasnya.

Suasana kerja yang kondusif terlihat dari keseriusan para guru dalam menyelesaikan tugas masing-masing.

Upaya ini sekaligus menunjukkan dedikasi tenaga pendidik dalam mempersiapkan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik. (goe)




Undana Dorong Pendirian EU Centre di Indonesia Timur

Kupang,nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan menjajaki pembentukan European Union (EU) Centre pertama di Indonesia Timur melalui kemitraan dengan Delegasi Uni Eropa di Indonesia.

Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya strategis Undana dalam memperluas jejaring global, khususnya di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan kapasitas mahasiswa.

Komunikasi awal telah dilakukan oleh Kantor Urusan Internasional Undana dengan pihak Uni Eropa untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dalam rencana kerja sama tersebut, Undana berpeluang mengimplementasikan Model European Union, sebuah simulasi proses pengambilan kebijakan di Uni Eropa yang bertujuan melatih kemampuan diplomasi, negosiasi, dan analisis mahasiswa, terutama dari rumpun ilmu sosial dan politik.

Selain itu, kerja sama ini juga membuka akses ke berbagai program unggulan Uni Eropa, seperti Horizon Europe untuk pendanaan riset serta program mobilitas internasional melalui skema Erasmus.

Melalui program tersebut, mahasiswa dan dosen Undana dapat memperluas pengalaman akademik di tingkat global.

Saat ini, kedua pihak tengah menyusun Nota Kesepahaman (MoU) yang akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program kolaboratif, termasuk kuliah umum, pengembangan kurikulum European Studies, hingga peluang kunjungan akademik ke kantor Delegasi Uni Eropa di Jakarta.

Ke depan, kehadiran EU Centre di Undana diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi institusi di tingkat internasional, tetapi juga mencetak lulusan yang adaptif, berwawasan global, dan mampu bersaing di era kolaborasi lintas negara, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. *




SMA Katolik Giovanni Kupang Tegaskan Mutu Pendidikan Lewat Kelulusan 100 Persen

Kupang, nwartapedia.com  – SMA Katolik Giovanni Kupang kembali menunjukkan konsistensi dalam menjaga mutu pendidikan dengan mencatatkan kelulusan 100 persen bagi seluruh siswa kelas XII pada Tahun Pelajaran 2025/2026.

Sebanyak 340 siswa Angkatan ke-61 dinyatakan lulus, menegaskan keberhasilan sistem pendidikan yang diterapkan secara terstruktur, disiplin, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah tersebut.

Capaian ini tidak diposisikan sebagai hasil instan, melainkan sebagai akumulasi dari proses pembinaan yang dirancang sejak awal masa pendidikan.

Pihak sekolah menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan refleksi dari sistem kerja internal yang berjalan konsisten, meskipun tidak selalu tampak di permukaan.

Proses pendidikan di SMA Katolik Giovanni Kupang dijalankan melalui pola yang terukur, mencakup kedisiplinan harian, metode pembelajaran terarah, serta evaluasi berkala yang berlapis.

Pendekatan ini bertujuan memastikan setiap siswa berkembang secara optimal, baik secara akademik maupun karakter.

Kepala Sekolah, Romo Drs. Stefanus Mau, Pr, menegaskan bahwa capaian kelulusan merupakan indikator dari efektivitas proses pendidikan yang berlangsung selama tiga tahun.

“Kelulusan bukan sekadar hasil akhir, tetapi bagian dari rangkaian proses pembinaan yang telah dirancang secara sistematis dan dijalankan dengan konsistensi tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kelulusan dipandang sebagai titik transisi menuju jenjang berikutnya, baik di perguruan tinggi, sekolah kedinasan, maupun jalur pengabdian lainnya seperti TNI dan Polri.

Sekolah, menurutnya, tidak hanya berperan dalam menyelesaikan proses pendidikan formal, tetapi juga dalam mempersiapkan siswa menjadi pribadi yang memiliki integritas, karakter kuat, serta kemampuan beradaptasi di tengah tantangan global.

Berbeda dengan praktik umum, SMA Katolik Giovanni Kupang tidak mendorong perayaan kelulusan secara berlebihan.

Tidak terdapat kegiatan konvoi ataupun aksi coret-coret seragam sebagai bentuk ekspresi kelulusan.

Pendekatan ini diambil untuk menanamkan nilai kedewasaan serta penekanan bahwa keberhasilan akademik merupakan bagian dari tanggung jawab, bukan sekadar momentum selebrasi.

Selain kelulusan menyeluruh, kualitas pendidikan juga tercermin dari capaian individu siswa. Sepuluh siswa dengan nilai tertinggi menjadi representasi keberhasilan sistem pembinaan yang diterapkan secara konsisten.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang disiplin dan terarah mampu menghasilkan lulusan dengan daya saing yang kuat.

Keberhasilan ini turut didukung oleh kolaborasi yang solid antara pihak sekolah, orang tua, dan siswa. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang efektif dan berkelanjutan.

Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Swasti Sari Keuskupan Agung Kupang, SMA Katolik Giovanni terus memperkuat komitmen dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik serta memiliki nilai moral dan spiritual yang kokoh.

Kelulusan siswa dirangkaikan dalam kegiatan pelepasan dan penganugerahan medali alumni Angkatan ke-61 dengan mengusung tema:

“Luceat Lux Vestra – Melangkah Pasti, Memancarkan Terang di Setiap Jejak.”

Tema tersebut menjadi simbol arah dan harapan bagi para lulusan untuk terus membawa nilai-nilai kebaikan dalam perjalanan hidup mereka.

Sekretaris Yayasan Swasti Sari, Romo Guido Umbu Yami, dalam pesannya mengajak para lulusan untuk tetap berpegang pada nilai kebenaran serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

Ia juga menekankan pentingnya kontribusi nyata, dimulai dari lingkungan terdekat, sebagai wujud tanggung jawab sosial para lulusan.

Capaian kelulusan 100 persen yang diraih SMA Katolik Giovanni Kupang kembali menegaskan bahwa sistem pendidikan yang dijalankan secara disiplin, konsisten, dan kolaboratif mampu menghasilkan lulusan berkualitas.

Lebih dari sekadar angka, keberhasilan ini menjadi indikator kuat bahwa proses pendidikan yang terencana dengan baik akan memberikan hasil yang berkelanjutan. *




Dari Guru Honorer Jadi Kepala Sekolah, Elisabeth Siap Benahi SD Negeri Oehendak

Kupang, nwartapedia.com  – Perjalanan panjang pengabdian di dunia pendidikan membawa Elisabeth Ose Tifoona, S.Pd., meraih amanah baru sebagai Kepala UPTD SD Negeri Oehendak, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Pelantikan yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang pada Selasa (26/4/2026) itu menjadi momentum penting bagi Elisabeth untuk membawa perubahan positif di lingkungan sekolah dasar, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter siswa.

Bagi Elisabeth, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan tanggung jawab besar untuk mencetak generasi masa depan yang cerdas, disiplin, dan berakhlak baik.

Wanita kelahiran Ende, 2 September 1975, ini memulai karier sebagai tenaga honorer pada 1 Juni 2003. Setelah menunjukkan dedikasi dan kinerja yang konsisten, ia resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada 1 Januari 2007.

Selama lebih dari 20 tahun, Elisabeth mengabdi sebagai guru di SDI Perumnas I Kota Kupang. Pengalaman panjang itu menjadi modal penting dalam memimpin SD Negeri Oehendak ke arah yang lebih baik.

“Pendidikan bukan hanya soal mengajar, tetapi bagaimana membentuk karakter dan masa depan anak-anak,” ujarnya.

Sebagai kepala sekolah baru, Elisabeth menempatkan penguatan pendidikan karakter sebagai program utama. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan semangat belajar.

Salah satu program yang akan diterapkan adalah Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat, aktif bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

Selain itu, budaya sekolah juga akan diperkuat melalui doa bersama, upacara bendera, gotong royong, serta berbagai kegiatan positif lainnya.

Elisabeth optimistis, dengan dukungan guru, orang tua, komite sekolah, dan pemerintah, SD Negeri Oehendak dapat berkembang menjadi sekolah yang unggul dan mampu melahirkan siswa berprestasi serta berkarakter kuat.

Kehadirannya sebagai kepala sekolah baru diharapkan menjadi energi baru bagi kemajuan pendidikan dasar di Kecamatan Maulafa dan Kota Kupang secara umum. (goe)




Undana Buka Kesempatan Terakhir, Pendaftaran Wisuda Juni 2026 Diperpanjang

Kupang, nwartapedia.com  — Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi memperpanjang masa Pendaftaran Wisuda Undana untuk periode Juni 2026 guna memberikan kesempatan lebih luas bagi calon lulusan menyelesaikan proses administrasi akhir.

Batas waktu pendaftaran yang sebelumnya berakhir pada 27 April 2026 kini diperpanjang hingga Senin, 4 Mei 2026. Kebijakan ini diambil agar seluruh mahasiswa yang telah memenuhi syarat kelulusan dapat mengikuti prosesi wisuda mendatang.

Perpanjangan Pendaftaran Wisuda Undana berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari program Diploma, Sarjana, Profesi, Magister hingga Doktor.

Seluruh proses registrasi dilakukan secara daring melalui sistem SIADIKNONA Undana. Pihak kampus mengimbau mahasiswa untuk aktif berkoordinasi dengan operator program studi masing-masing guna memastikan data kelulusan tervalidasi dengan baik.

Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Undana juga meminta para calon wisudawan segera melengkapi seluruh dokumen persyaratan sebelum batas akhir pendaftaran ditutup.

Keterlambatan pengurusan administrasi, menurut pihak kampus, berpotensi menyebabkan penundaan status kelulusan ke periode wisuda berikutnya.

Setelah masa pendaftaran berakhir pada 4 Mei mendatang, pihak universitas akan melakukan proses verifikasi dan kurasi data secara menyeluruh.

Pengumuman resmi calon wisudawan yang dinyatakan layak atau eligible dijadwalkan akan diumumkan pada 25 Mei 2026.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menyampaikan bahwa perpanjangan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk merampungkan seluruh kebutuhan administrasi akhir studi.

Menurutnya, kampus berharap tidak ada mahasiswa yang tertunda kelulusannya hanya karena kendala administrasi.

Untuk mendukung kelancaran layanan, Undana juga membuka kanal bantuan melalui surel bak@undana.ac.id. Selain itu, informasi lengkap dapat diakses melalui laman resmi universitas.

Langkah ini menegaskan komitmen Universitas Nusa Cendana dalam memberikan pelayanan prima bagi mahasiswa serta mendukung kelancaran proses menuju kelulusan. (MI)




Penampilan Memukau Siswa SMAN 1 Amarasi Barat Warnai FLS3N Kupang Barat

Kupang, nwartapedia.com  —  Siswa SMAN 1 Amarasi Barat menunjukkan kualitas dan kepercayaan diri dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA se-Kabupaten Kupang yang berlangsung di SMAN 2 Kupang Barat pada Kamis (23/4/2026).

Sekolah tersebut mengikutsertakan peserta dalam sejumlah cabang lomba, meliputi solo vokal oleh Dian Yolita Lawa, cipta dan baca puisi oleh Aizarah H. Paru, tari kreasi oleh Wiwelsia S.D. Mau bersama Melania Y. Kapitan, serta debat Bahasa Indonesia oleh Lutgardis Sengi, Ahyandi A. Tiran, dan Kendi G.L. Ora.

Penampilan pada cabang solo vokal dan debat Bahasa Indonesia yang telah digelar mendapat apresiasi, dengan para peserta tampil percaya diri dan mampu bersaing secara kompetitif.

Khusus solo vokal, siswa SMAN 1 Amarasi Barat dinilai tampil memukau di atas panggung.

Kegiatan FLS3N dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, yang menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi siswa.

“FLS3N menjadi ruang untuk mengasah bakat, melatih tanggung jawab, membangun kerja sama, serta menumbuhkan sikap saling menghargai di antara peserta didik,” ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang, Simon Gasang, bersama jajaran pengawas dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Pihak sekolah berharap keikutsertaan dalam FLS3N mampu memperkuat mental, karakter, serta menggali bakat dan minat siswa secara optimal.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembinaan siswa.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga terbentuk karakter, mental yang kuat, serta mampu mengembangkan bakat dan minat mereka secara maksimal,” ujarnya.

FLS3N tingkat Kabupaten Kupang dijadwalkan berakhir pada Jumat (24/4/2026) dengan agenda penutupan resmi. (MI)




SDN Fatukoa Gelar Try Out Berbasis Komputer, Siapkan Siswa Hadapi Ujian Sekolah Mei

Kupang, nwartapedia.com  —  SD Negeri Fatukoa, Kota Kupang, terus mematangkan persiapan menghadapi ujian sekolah yang akan digelar pada Mei 2026 dengan menyelenggarakan try out berbasis komputer.

Kegiatan ini didukung ketersediaan 38 unit komputer milik sekolah yang dalam dua tahun terakhir memungkinkan pelaksanaan ujian secara mandiri.

Kepala SDN Fatukoa, Der Yulianus Kore, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026), mengatakan bahwa kesiapan sarana prasarana menjadi modal penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah tersebut.

“Puji Tuhan, sudah dua tahun ini kami bisa melaksanakan kegiatan berbasis komputer secara mandiri. Sebelumnya kami harus meminjam peralatan dari sekolah lain dengan konsekuensi biaya yang cukup besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 ini sebanyak 70 siswa mengikuti try out berbasis komputer yang dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 28 April.

Kegiatan ini bertujuan mengukur kesiapan siswa sebelum menghadapi ujian sekolah yang sesungguhnya pada Mei mendatang.

Guru kelas, Maksi Misa, menegaskan bahwa para siswa telah melalui berbagai tahapan persiapan.

“Anak-anak sudah melewati proses latihan dan try out, sehingga kami optimistis mereka siap dan mampu mengerjakan soal dengan baik saat ujian sekolah nanti,” katanya.

Materi yang diujikan dalam try out mencakup Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), dan Pendidikan Agama, sesuai dengan kisi-kisi ujian sekolah.

Sekolah juga menargetkan dapat mempertahankan capaian prestasi tahun sebelumnya, di mana SDN Fatukoa meraih peringkat pertama dengan tingkat kelulusan 100 persen.

Sementara itu, Pengawas SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johni Eduard Rihi, berharap langkah SDN Fatukoa dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan evaluasi.

“Dengan fasilitas yang sudah tersedia, diharapkan sekolah mampu menjaga kualitas pelaksanaan ujian serta terus meningkatkan prestasi siswa,” ujarnya. (goe)




Undana Pastikan UTBK-SNBT 2026 Berjalan Transparan dan Berkualitas

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar sosialisasi dan pengarahan intensif bagi pengawas Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Aula Rektorat, Kamis (17/4/2026).

Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian skala nasional tersebut berjalan optimal, transparan, dan memenuhi standar pelayanan profesional.

Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran pengawas serta pimpinan unit kerja yang bertanggung jawab dalam pendampingan teknis di ruang ujian.

Selain membedah prosedur operasional standar (SOP), para petugas juga dibekali protokol penanganan kendala darurat serta penguatan integritas guna mencegah potensi kecurangan selama ujian berlangsung serentak di seluruh Indonesia.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Jefri S. Bale, dalam arahannya secara daring menekankan bahwa UTBK sebagai seleksi tingkat nasional menuntut akuntabilitas tinggi dari setiap personel yang terlibat. Menurutnya, kualitas layanan kepada calon mahasiswa harus menjadi prioritas utama.

“Ini adalah mandat nasional yang menyangkut masa depan calon mahasiswa. Seluruh proses harus berjalan sesuai standar tinggi dengan penuh tanggung jawab. Profesionalisme pengawas menjadi kunci integritas ujian ini,” tegasnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Annytha I.R. Detha, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi antara pengawas dan teknisi di lapangan. Pemahaman yang seragam dinilai penting untuk meminimalisasi risiko kesalahan teknis.

“Koordinasi yang solid dan ketelitian petugas menjadi faktor utama kelancaran UTBK. Kami ingin seluruh pengawas benar-benar memahami peran mereka agar ujian berlangsung tertib sesuai prosedur,” jelasnya.

Selain kesiapan teknis, aspek pengawasan juga menjadi perhatian utama. Para pengawas diingatkan untuk bertindak tegas namun tetap humanis dalam menegakkan tata tertib, demi menciptakan suasana ujian yang adil dan kondusif bagi seluruh peserta.

Dengan persiapan yang semakin matang di tingkat pengawas, Universitas Nusa Cendana menyatakan kesiapan penuh dalam menyelenggarakan UTBK-SNBT 2026 secara akuntabel dan berintegritas.

Sinergi seluruh panitia diharapkan mampu menghadirkan pengalaman ujian yang aman, tertib, dan berkualitas bagi calon intelektual muda Indonesia. *




Pengalaman Siswa SMAN 1 Amarasi Barat Usai Ujian Proyek: Dari Rasa Takut Jadi Percaya Diri

Kupang, nwartapedia.com  — Pelaksanaan ujian sekolah berbasis proyek di SMA Negeri 1 Amarasi Barat tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa yang menjalaninya.

Sejumlah siswa berbagi pengalaman mereka setelah mengikuti ujian tersebut, yang dinilai mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

Salah satu siswa kelas XII, Isna Nepa Burini, mengaku bahwa ujian berbasis proyek menjadi momen penting dalam perjalanan pendidikannya.

Ia menilai proses yang dijalani bukan sekadar ujian, tetapi bagian dari pembelajaran yang membentuk mental dan kemampuan diri.

“Ini bukan beban, tetapi bagian dari proses pembelajaran. Saya yang dulunya pemalu, sekarang bisa lebih berani tampil dan percaya diri,” ungkap Isna kepada media ini, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, seluruh tahapan ujian telah dipersiapkan sejak lama, mulai dari penentuan topik, penelitian lapangan, hingga penyusunan karya tulis ilmiah.

Menariknya, dalam presentasi, Isna memilih menggunakan bahasa Inggris sebagai bentuk pembuktian kemampuan diri.

“Saya ingin menunjukkan bahwa walaupun kami dari Amarasi Barat, kami juga mampu bersaing dan menggunakan bahasa Inggris dengan baik,” ujarnya.

Isna juga mengungkapkan cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia pun berpesan kepada adik-adik kelas agar terus percaya diri dan tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Setiap orang punya potensi. Tinggal bagaimana kita berani mengembangkan dan percaya pada diri sendiri,” tambahnya.

Hal senada disampaikan siswa lainnya, Maria Bait Tnunai, yang mengaku awalnya merasa ragu menghadapi ujian. Namun, berkat dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman, ia mampu melewati proses tersebut dengan baik.

“Ujian ini sangat membantu kami untuk belajar seperti menyusun skripsi dan menghadapi tantangan ke depan. Kami juga belajar menyelesaikan masalah secara mandiri,” katanya.

Maria juga menyoroti berbagai tantangan selama proses penelitian lapangan, seperti kesulitan menemukan narasumber.

Namun, dari pengalaman tersebut, ia dan teman-temannya belajar tentang kesabaran dan ketekunan.

Ia mengaku bangga dengan inovasi yang diterapkan sekolah, karena tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa secara menyeluruh.

“Yang paling berkesan adalah kehadiran orang tua. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” tuturnya.

Dengan berakhirnya ujian berbasis proyek ini, SMA Negeri 1 Amarasi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menekankan proses serta pembentukan karakter siswa sebagai bekal menghadapi masa depan. (MI)




Ujian Proyek SMAN 1 Amarasi Barat Berakhir, Kepala Sekolah Soroti Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa

Kupang nwartapedia.com  —  Pelaksanaan ujian sekolah berbasis proyek di SMA Negeri 1 Amarasi Barat resmi memasuki hari terakhir, Jumat (17/4/2026).

Kepala sekolah, Thomas Doni, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa model ujian ini membawa dampak positif, meski diakui masih terdapat sejumlah tantangan.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Thomas mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama adalah kesiapan mental siswa, khususnya dalam hal keberanian berbicara di depan umum.

“Awalnya memang ada siswa yang masih minder dan takut tampil. Tapi dengan pendampingan guru pembimbing dan moderator, mereka akhirnya mampu melewati proses ini dengan baik dan percaya diri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam ujian ini, setiap siswa diuji oleh dua penguji dan didampingi satu moderator. Selain itu, presentasi juga disaksikan oleh teman sekelas dan orang tua yang hadir langsung di dalam ruangan.

“Setiap hari ada enam siswa yang presentasi. Orang tua kami libatkan untuk duduk di belakang anaknya sebagai bentuk dukungan moral. Ini menjadi motivasi besar bagi siswa,” jelasnya.

Salah satu momen yang paling berkesan, menurut Thomas, terjadi ketika seorang siswa menangis haru karena untuk pertama kalinya orang tuanya hadir menyaksikan ujian.

“Ada siswa yang mengatakan selama tiga tahun sekolah, orang tuanya tidak pernah hadir. Tapi saat ujian ini, orang tuanya datang. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi siswa tersebut,” ungkapnya.

Meski demikian, ia juga mengakui masih ada kendala teknis, seperti keseragaman penulisan karya ilmiah serta keterbatasan fasilitas, di mana sebagian siswa belum memiliki perangkat seperti laptop.

Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat siswa untuk tetap mengikuti ujian hingga selesai.

“Semua siswa tetap berpartisipasi penuh. Bahkan yang sudah ujian di hari pertama tetap hadir untuk mendukung teman-temannya. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa,” tambahnya.

Thomas juga menegaskan bahwa sekolah akan melakukan evaluasi melalui angket yang dibagikan kepada siswa guna menyempurnakan pelaksanaan di tahun berikutnya.

Ia berharap konsep “rumah belajar” yang selama ini diterapkan di sekolah dapat terus mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua.

“Kami ingin sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi rumah bagi siswa dan orang tua,” katanya. (MI)