Guru PNS dan Guru Honorer D2 Sumba Timur Ucap Terima Kasih Kepada Rektor UPG 1945


Kupang,mwartapedia.com – Guru yang pada dasarnya memiliki tugas mulia dalam mendidik calon-calon generasi penerus bangsa Indonesia ke depannya, justru masih menyimpan permasalahan yang tak kunjung berakhir. seperti yang dialami oleh 290 Sekolah Dasar dari Kabupaten Sumba Timur masih mengantongi ijasah D2 pada Fakultas Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) ketika hadir Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikannya sampai pada tingkat sarjana sehingga mereka mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945. 

Pengurus PGRI Sumba Timur, Fekky A. M. Parinussa, A.Ma.Pd.OR saat dihubungi media Wartapedia pada Sabtu (6/8/2022) mengatakan bahwa pada saat penutupan pengukuhan Pengurus Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Kabupaten Sumba Timur pada tanggal  6 Agustus 2022 yang dihadiri langsung oleh Rektor UPG 1945 Provinsi Nusa Tenggara Timur dan menyambut baik keinginan mereka untuk melanjutkan pendidikannya.


“Mewakili teman-teman guru PNS dan uuru honorer D2 PJOK di Sumba Timur kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga khususnya kepada Bapak Rektor, serta Para Dosen dan Pengajar di Kampus UPG 1945 yang sudah membuka dan menjalin hubungan baik dengan kami dan mau menerima kami dalam memperjuangkan guru-guru berijazah D2 ke jenjang S1,”ungkapnya.


Ia menjelaskan, sebanyak 290 Sekolah Dasar dimana guru-gurunya masih memiliki ijasah D2 dari Universitas Terbuka (UT) adalah guru PNS dan guru honorer dari mata pelajaran Olahraga tidak sesuai dengan standar yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

 .

“Kami merasa ketinggalan karena tidak sesuai dengan tuntutan undang-undang nomor 14 tahun 2005 dimana kualifikasi guru harus sarjana, karena pendidikan kami masih D2 sehingga upah yang kami terima juga dibawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP),” ungkapnya.


Lebih lanjut, Fekky Parinussa berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur agar dapat memberikan kemudahan bagi mereka untuk berjuang melanjutkan pendidikannya.


“Kami berharap Pemerinta Kabupaten Sumba Timur agar dapat memberikan ijin belajar bertahap kepada kami sehingga kedepan kami karena kami sudah ada kemudahan dari Kampus UPG 1945 untuk kuliah lanjut di Kupang dengan waktu yang tidak terlalu lama,”harapnya.


Sementara itu, Rektor UPG 1945 sekaligus Wakil Ketua PGRI Provinsi NTT, David Selan, S.E, M.M saat dihubungi media ini pada Sabtu, 6 Agustus 2022 mengatakan bahwa ketika mendapatkan keluhan dari dari guru-guru di Kabupaten Sumba Timur pihaknya menyambut baik niat dari PNS dan guru-guru honorer D2 PJOK di Kabupaten Sumba timur yang sedang memperjuangkan nasibnya. 


“Mewakili Pengurus PGRI Provinsi NTT, Kami dari Kampus UPG 45 NTT menyambut baik maksud mereka tetapi harus sesuai dengan regulasi atau aturan agar kelak dikemudian hari tidak ada kesulitan dalam penyesuaian diri,”ungkapnya.


Dirinya juga berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumba Timur agar nasib PNS dan guru-guru honorer D2 PJOK menjadi lebih baik. 


“Semoga Pemda Sumba Timur bisa mewujudkan harapan dari  PNS dan guru-guru honorer D2 PJOK dalam memperjuangkan nasib mereka,”pungkasnya. (MI)




Bobby Lianto Berhasil Membawa Melbourne University Jajaki Kerjasama dengan UNDANA dan UCB

 


Kupang,mwartapedia.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, MM, MBA dalam kunjungannya di Melbourne bertemu dan berdiskusi tentang peluang kerjasama dengan Universitas di Australia.


Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto kepada media Wartapedia pada Jumad (05/8/2022).

 

Ketum KADIN NTT bertemu dengan Dr. Justin L. Wejak Putra Lembata NTT yang sudah lebih dari 30 tahun tinggal di Australi. Beliau adalah Dosen The University of Melboune yang mengajar tentang Ethnographic dan Indonesian Studies pada Asia Institute Faculty of Arts.


Bobby Lianto mengatakan bahwa setiap Tahun  Dr. Justin mengirim mahasiswanya untuk belajar tentang Indonesia langsung ke Bali.


“Kali ini melalui kerjasama ini mahasiswanya juga akan datang belajar bahasa dan Budaya ke NTT melalui kampus Universitas Nusa Cendana (UNDANA) dan Universitas Citra Bangsa (UCB).

Ket: Dari kiri ke kanan: Dr. Justin Wejak (Dosen Melbourne University), Mr. George Marantika (Chairman Indonesian-Australia Business Council), Dr. Siswo Pramono (Dubes RI utk Australia), Bobby Lianto M.M., MBA (Ketum KADIN NTT)


Kesan dan Pesan Dr Justin L Wejak


Saya berterima kasih berkesempatan bertemu, kendati cuma sejenak, dengan Ketua KADIN RI, Pak Arsjad Rasjid, dan Ketua Kadin NTT, Pak Bobby Lianto serta beberapa tamu VIP lain dari Indonesia dan Australia. Perjumpaan itu terjadi secara kebetulan. Saya kebetulan diundang Pak Bobby menghadiri sebuah pertemuan santap malam bersama para tetamu di sebuah restoran di pinggir Sungai Yarra di pusat kota Melbourne, kota domisili saya sejak 1990. Perjumpaan itu sungguh mengesankan. Saya terkesan dengan keramahtamahan Ketua KADIN RI dan NTT. Keduanya mampu menciptakan suasana penuh keakraban dan keterbukaan berbagi cerita dan informasi tentang pengalaman dan kemungkinan kerjasama antara Indonesia dan manca negara. 


Kedua negara bertetangga dekat. Fakta kedekatan geografis itu seyogianya mendorong keduanya untuk senantiasa mengeksplorasi kerjasama berkelanjutan dalam bidang-bidang strategis tertentu. Untuk Provinsi NTT, misalnya, niscaya perlu dijalin kerjasama berkelanjutan dengan Australia dalam bidang pertanian dan perkebunan, perikanan dan perternakan, pariwisata, kesehatan  dan pendidikan. 


Australia dengan jumlah penduduk tidak lebih dari 26 juta jiwa, sementara populasi Indonesia melampaui 270 juta jiwa, tentu membuat Indonesia sangat dibutuhkan Australia. Faktor demografis dan sumber daya alam dan laut Indonesia merupakan daya tarik bagi komunitas-komunitas dunia. 


Satu hal mahapenting lain yang perlu diperhatikan Indonesia untuk memikat para investor asing ialah faktor keamanan dan keselamatan dalam negeri. Orang harus merasa aman dan nyaman untuk berinvestasi di negeri kepulauan kita, Indonesia. Pemerintahan Jokowi, juga para gubernur di provinsi-provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi NTT di bawah kendali Viktor Bungtilu Laiskodat, cukup memperhatikan hal ini. (MI)




Bobby Lianto Berhasil Membawa Melbourne University Jajaki Kerjasama dengan UNDANA dan UCB

 


Kupang,mwartapedia.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, MM, MBA dalam kunjungannya di Melbourne bertemu dan berdiskusi tentang peluang kerjasama dengan Universitas di Australia.


Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto kepada media Wartapedia pada Jumad (05/8/2022).

 

Ketum KADIN NTT bertemu dengan Dr. Justin L. Wejak Putra Lembata NTT yang sudah lebih dari 30 tahun tinggal di Australi. Beliau adalah Dosen The University of Melboune yang mengajar tentang Ethnographic dan Indonesian Studies pada Asia Institute Faculty of Arts.


Bobby Lianto mengatakan bahwa setiap Tahun  Dr. Justin mengirim mahasiswanya untuk belajar tentang Indonesia langsung ke Bali.


“Kali ini melalui kerjasama ini mahasiswanya juga akan datang belajar bahasa dan Budaya ke NTT melalui kampus Universitas Nusa Cendana (UNDANA) dan Universitas Citra Bangsa (UCB).

Ket: Dari kiri ke kanan: Dr. Justin Wejak (Dosen Melbourne University), Mr. George Marantika (Chairman Indonesian-Australia Business Council), Dr. Siswo Pramono (Dubes RI utk Australia), Bobby Lianto M.M., MBA (Ketum KADIN NTT)


Kesan dan Pesan Dr Justin L Wejak


Saya berterima kasih berkesempatan bertemu, kendati cuma sejenak, dengan Ketua KADIN RI, Pak Arsjad Rasjid, dan Ketua Kadin NTT, Pak Bobby Lianto serta beberapa tamu VIP lain dari Indonesia dan Australia. Perjumpaan itu terjadi secara kebetulan. Saya kebetulan diundang Pak Bobby menghadiri sebuah pertemuan santap malam bersama para tetamu di sebuah restoran di pinggir Sungai Yarra di pusat kota Melbourne, kota domisili saya sejak 1990. Perjumpaan itu sungguh mengesankan. Saya terkesan dengan keramahtamahan Ketua KADIN RI dan NTT. Keduanya mampu menciptakan suasana penuh keakraban dan keterbukaan berbagi cerita dan informasi tentang pengalaman dan kemungkinan kerjasama antara Indonesia dan manca negara. 


Kedua negara bertetangga dekat. Fakta kedekatan geografis itu seyogianya mendorong keduanya untuk senantiasa mengeksplorasi kerjasama berkelanjutan dalam bidang-bidang strategis tertentu. Untuk Provinsi NTT, misalnya, niscaya perlu dijalin kerjasama berkelanjutan dengan Australia dalam bidang pertanian dan perkebunan, perikanan dan perternakan, pariwisata, kesehatan  dan pendidikan. 


Australia dengan jumlah penduduk tidak lebih dari 26 juta jiwa, sementara populasi Indonesia melampaui 270 juta jiwa, tentu membuat Indonesia sangat dibutuhkan Australia. Faktor demografis dan sumber daya alam dan laut Indonesia merupakan daya tarik bagi komunitas-komunitas dunia. 


Satu hal mahapenting lain yang perlu diperhatikan Indonesia untuk memikat para investor asing ialah faktor keamanan dan keselamatan dalam negeri. Orang harus merasa aman dan nyaman untuk berinvestasi di negeri kepulauan kita, Indonesia. Pemerintahan Jokowi, juga para gubernur di provinsi-provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi NTT di bawah kendali Viktor Bungtilu Laiskodat, cukup memperhatikan hal ini. (MI)




Maxen Mauk Berharap Program Merdeka Belajar Harus Disosialisasikan Kepada Guru

 

Kupang,mwartapedia.com  Selama pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) menghadirkan Program Merdeka Belajar dan memastikan peserta didik benar-benar merasakan manfaat dari program dan kebijakan kementerian, hal ini semata untuk memastikan bahwa seluruh rakyat Indonesia merasakan kemerdekaan untuk mendapatkan pendidikan yang layak, namun harus disosialisasikan program tersebut kepada guru.


Demikian disampaikan oleh Kepala sekolah SMA Plus Masa Depan Mandiri Kupang, Maxen A. Mauk, S Pd, M.Pd saat ditemui media ini diruang kerjanya pada Senin (25/7/2022)


Kepada media mwartapedia.com, Kepala Sekolah SMA Plus Masa Depan Mandiri Kupang  mengatakana bahwa mengawali tahun ajaran baru dengan program kurikulum merdeka belajar yang belum  disosialisasikan oleh Dinas terkait membuat pihaknya masih mengikuti kurikulum yang lama karena pemerinah juga memberikan pilihan bagi sekolah untuk menjalankan program yang ditawarkan dan dinggap baik bagi sekolah.



“Harapan saya agar dengan adanya kurikulum merdeka belajar ini sebaiknya semua sekolah di berikan sosialisasi atau Bimtek paling tidak untuk Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Kurikulum,”harapnya.



Menurutnya, setelah mendapat bimtek, tenaga pengajar akan membagikan ilmunya kepada semua guru yang ada disekolah untuk menjalankan program tersebut dengan baik.


“Setelah mendapat bimtek kemudian disosialisasikan ke semua guru sehingga dengan demikian sekolah yang memilih melaksakanan kurikulum merdeka belajar rata-rata mempunyai pemahaman yang sama dan menurut saya karena menjalani hal yang baru paling tidak kurang  sedikit tetapi pasti semuanya bisa menjalankan dengan baik,”ungkapnya.



Baginya Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, penerapan kurikulum merdeka ini bersifat opsional, sehingga setiap sekolah mempunyai pilihan untuk menerapkan kurikulum.



Kurikulum merdeka ini baru tercipta di Kemendikbud yang baru kalau saya melihat ini berawal dari adanya Covid-19 sehingga kurikulum ini bertujuan supaya tercipta pilihan yang dianggap baik karena disini ada tiga pilihan bagi sekolah untuk menerapkannya,”jelasnya.


Lebih lanjut Maxen menambahkan, meski dua kurikulum ini masih berlaku, namun tidak semua sekolah menerapkan kurikulum yang sama.



“Menurut saya masih ada banyak sekolah yang masih bingung menjalankannya karena belum semua sekolah diberikan Biimtek termasuk Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah Kurikulum dan semua tenaga pengajar,”tuturnya.


Ia mengakui dengan adanya perkembangan teknologi sekarang ini  mungkin pihaknya dianggap mampu dan bisa belajar materi dari media online yang ada tetapi percepatan sekolah mengikuti tidak sama sehingga pihaknya masih bingung menjalannaknya.



“Kalau dulu ketika ada perubahan kita dibimtek dan dikasih pelatihan supaya semuanya berjalan dengan mudah,”ucapnya.


Maxen mengakui bahwa untuk saat ini, Sekolah SMA Plus Masa Depan Mandiri masih menggunakan kurikulum K-13 tetapi metodeloginya disesuaikan dengan kurikulum merdeka.


“Memang itulah salah satu pilihan yang ditawarkan kesekolah sehingga jangan sampai karena kita terlalu bersemangat memilih kurikulum merdeka secara utuh lalu kemudian bikin guru dan siswa bingung,”tutur Kepala Sekolah yang saat ini mempunyai  134 siswa.



Maxen menjelaskan , dalam program merdeka belajar ada merdeka penuh, merdeka berbagi, disini ada sekolah yang sudah melakukan pelatihan berulang-ulang dan seharusnya mereka berbagi dengan sekolah lain yang belum mendapat pelatihan tetapi implementasinya sampai dengan saat ini belum ada karena semuanya baru memulai seiring meredanya Covid-19.



“Menurut saya, Kita jalani dulu dan ini artinya masing-masing harus menata sekolahnya sendiri dan dikendalikan dari Dinas Pendidikan,”pungkasnya  (MI)




Maxen Mauk Berharap Program Merdeka Belajar Harus Disosialisasikan Kepada Guru

 

Kupang,mwartapedia.com  Selama pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) menghadirkan Program Merdeka Belajar dan memastikan peserta didik benar-benar merasakan manfaat dari program dan kebijakan kementerian, hal ini semata untuk memastikan bahwa seluruh rakyat Indonesia merasakan kemerdekaan untuk mendapatkan pendidikan yang layak, namun harus disosialisasikan program tersebut kepada guru.


Demikian disampaikan oleh Kepala sekolah SMA Plus Masa Depan Mandiri Kupang, Maxen A. Mauk, S Pd, M.Pd saat ditemui media ini diruang kerjanya pada Senin (25/7/2022)


Kepada media mwartapedia.com, Kepala Sekolah SMA Plus Masa Depan Mandiri Kupang  mengatakana bahwa mengawali tahun ajaran baru dengan program kurikulum merdeka belajar yang belum  disosialisasikan oleh Dinas terkait membuat pihaknya masih mengikuti kurikulum yang lama karena pemerinah juga memberikan pilihan bagi sekolah untuk menjalankan program yang ditawarkan dan dinggap baik bagi sekolah.



“Harapan saya agar dengan adanya kurikulum merdeka belajar ini sebaiknya semua sekolah di berikan sosialisasi atau Bimtek paling tidak untuk Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Kurikulum,”harapnya.



Menurutnya, setelah mendapat bimtek, tenaga pengajar akan membagikan ilmunya kepada semua guru yang ada disekolah untuk menjalankan program tersebut dengan baik.


“Setelah mendapat bimtek kemudian disosialisasikan ke semua guru sehingga dengan demikian sekolah yang memilih melaksakanan kurikulum merdeka belajar rata-rata mempunyai pemahaman yang sama dan menurut saya karena menjalani hal yang baru paling tidak kurang  sedikit tetapi pasti semuanya bisa menjalankan dengan baik,”ungkapnya.



Baginya Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, penerapan kurikulum merdeka ini bersifat opsional, sehingga setiap sekolah mempunyai pilihan untuk menerapkan kurikulum.



Kurikulum merdeka ini baru tercipta di Kemendikbud yang baru kalau saya melihat ini berawal dari adanya Covid-19 sehingga kurikulum ini bertujuan supaya tercipta pilihan yang dianggap baik karena disini ada tiga pilihan bagi sekolah untuk menerapkannya,”jelasnya.


Lebih lanjut Maxen menambahkan, meski dua kurikulum ini masih berlaku, namun tidak semua sekolah menerapkan kurikulum yang sama.



“Menurut saya masih ada banyak sekolah yang masih bingung menjalankannya karena belum semua sekolah diberikan Biimtek termasuk Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah Kurikulum dan semua tenaga pengajar,”tuturnya.


Ia mengakui dengan adanya perkembangan teknologi sekarang ini  mungkin pihaknya dianggap mampu dan bisa belajar materi dari media online yang ada tetapi percepatan sekolah mengikuti tidak sama sehingga pihaknya masih bingung menjalannaknya.



“Kalau dulu ketika ada perubahan kita dibimtek dan dikasih pelatihan supaya semuanya berjalan dengan mudah,”ucapnya.


Maxen mengakui bahwa untuk saat ini, Sekolah SMA Plus Masa Depan Mandiri masih menggunakan kurikulum K-13 tetapi metodeloginya disesuaikan dengan kurikulum merdeka.


“Memang itulah salah satu pilihan yang ditawarkan kesekolah sehingga jangan sampai karena kita terlalu bersemangat memilih kurikulum merdeka secara utuh lalu kemudian bikin guru dan siswa bingung,”tutur Kepala Sekolah yang saat ini mempunyai  134 siswa.



Maxen menjelaskan , dalam program merdeka belajar ada merdeka penuh, merdeka berbagi, disini ada sekolah yang sudah melakukan pelatihan berulang-ulang dan seharusnya mereka berbagi dengan sekolah lain yang belum mendapat pelatihan tetapi implementasinya sampai dengan saat ini belum ada karena semuanya baru memulai seiring meredanya Covid-19.



“Menurut saya, Kita jalani dulu dan ini artinya masing-masing harus menata sekolahnya sendiri dan dikendalikan dari Dinas Pendidikan,”pungkasnya  (MI)




Walikota Terima Penghargaan Implementasi SPBE dari STIKOM Uyelindo

Kupang,mwartapedia.com – Walikota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore., MM, MH menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah yang Berakselerasi dan Mengimplementasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Dukungan dalam Pembangunan Kota Kupang melalui Dimensi Smart Governance sebagai gerakan menuju Smart City yang berlangsung di Aula Stikom Uyelindo Kupang, Senin (18/7). 

Adapun landasan diberikan penghargaan di atas karena dalam proses Implementasi SPBE yang berjalan di Kota Kupang melibatkan Mahasiswa dan Alumni Kampus Stikom Uyelindo Kupang yang sudah bekerja di Dinas Kominfo maupun yang sementara melaksanakan magang di Instansi Pemerintahan Kota Kupang. 

Pada kesempatan tersebut Walikota Kupang juga memberikan Kuliah Umum bagi Para Mahasiswa Peserta MBKM TA.2022/2023. Para mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan pemerintah, masyarakat, perusahaan dan sekolah dalam mengimplementasikan ilmu yang sudah di dapatkan. 

Walikota Kupang memberikan apresiasi dan bangga kepada mahasiswa dan alumnus Stikom Uyelindo yang sudah punya pemikiran yang sangat bagus untuk mengambil jurusan Teknologi Informasi yang mana saat sekarang dan masa depan akan sangat dibutuhkan dalam dunia kerja maupun berwirausaha. 

“Saya bilang begini bukan karena saya berada di Kampus Stikom yang memiliki Jurusan tentang Teknologi Informatika, tapi sudah barang tentu yang berbasis Teknologi Informasi akan berkembang terus dan sangat dibutuhkan, kita tidak pernah bayangkan bahwa saat ini semua bisa hanya dengan sekali klik,” jelas Wali Kota yang akrab disapa Jeriko. 


Jeriko juga menyampaikan mahasiswa di sini sangat beruntung karena sudah mempelajari semua yang akan di pakai sekarang dan masa depan, selanjutnya ilmu yang diperoleh dapat memberikan kontribusi terbaik bagi Masyarakat, Pemerintah, Perusahaan dan sebagainya di tempat kerja masing-masing 

“Pemerintah sudah barang tentu harus bergandengan tangan dengan adik sekalian untuk menghasilkan aplikasi yang nanti bisa membantu Pemerintah Kota Kupang. Salah satu yang sudah berhasil yakni Sihebat, itu adalah kolaborasi dari Dinas Kominfo dengan pendampingan oleh mahasiswa Stikom Uyelindo, Sihebat ini sudah membuat efisiensi anggaran dalam penggunaan BBM bagi kendaraan dinas yang awalnya 8 M, kini bisa ada efisiensi anggaran sebesar 780 juta rupiah,” tegas Jeriko.

Dalam Kesempatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, M.M atau yang biasa disapa Andre Otta menyampaikan beberapa Capaian dan Kerja sama antara Pemerintah Kota Kupang dan Stikom Uyelindo Sendiri. 

“Pemerintah sebagai salah satu _playfield_ Pengetahuan yang di dapat dari Stikom Uyelindo menghasilkan beberapa kerja sama yakni MoU dalam membangun SPBE (Aplikasi Sipintar untuk efisiensi Penggunaan BBM Kendaraan Dinas Pemkot), Smart City, dan beberapa kali bekerja sama dalam perlombaan dan mendapatkan Penghargaan dari Pemerintah Pusat,” pungkas Andre 

Ketua Umum Stikom Marinus Ignasius Jawawuan Lamabelawa, S.Kom,M.Cs menyampaikan bterima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang sudah menyediakan _playfield_ bagi Mahasiswa Stikom Uyelindo untuk mengekspresikan apa yang sudah mereka pelajari di Kampus. Acara di Akhiri dengan Pemukulan Gong oleh Walikota Kupang di dampingi Kepala Dinas Kominfo dan Ketua Stikom sebagai tanda dilepasnya Mahasiswa Peserta MBKM TA.2022/2023 yang akan menjalankan magang. (PKP_frd)




Walikota Terima Penghargaan Implementasi SPBE dari STIKOM Uyelindo

Kupang,mwartapedia.com – Walikota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore., MM, MH menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah yang Berakselerasi dan Mengimplementasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Dukungan dalam Pembangunan Kota Kupang melalui Dimensi Smart Governance sebagai gerakan menuju Smart City yang berlangsung di Aula Stikom Uyelindo Kupang, Senin (18/7). 

Adapun landasan diberikan penghargaan di atas karena dalam proses Implementasi SPBE yang berjalan di Kota Kupang melibatkan Mahasiswa dan Alumni Kampus Stikom Uyelindo Kupang yang sudah bekerja di Dinas Kominfo maupun yang sementara melaksanakan magang di Instansi Pemerintahan Kota Kupang. 

Pada kesempatan tersebut Walikota Kupang juga memberikan Kuliah Umum bagi Para Mahasiswa Peserta MBKM TA.2022/2023. Para mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan pemerintah, masyarakat, perusahaan dan sekolah dalam mengimplementasikan ilmu yang sudah di dapatkan. 

Walikota Kupang memberikan apresiasi dan bangga kepada mahasiswa dan alumnus Stikom Uyelindo yang sudah punya pemikiran yang sangat bagus untuk mengambil jurusan Teknologi Informasi yang mana saat sekarang dan masa depan akan sangat dibutuhkan dalam dunia kerja maupun berwirausaha. 

“Saya bilang begini bukan karena saya berada di Kampus Stikom yang memiliki Jurusan tentang Teknologi Informatika, tapi sudah barang tentu yang berbasis Teknologi Informasi akan berkembang terus dan sangat dibutuhkan, kita tidak pernah bayangkan bahwa saat ini semua bisa hanya dengan sekali klik,” jelas Wali Kota yang akrab disapa Jeriko. 


Jeriko juga menyampaikan mahasiswa di sini sangat beruntung karena sudah mempelajari semua yang akan di pakai sekarang dan masa depan, selanjutnya ilmu yang diperoleh dapat memberikan kontribusi terbaik bagi Masyarakat, Pemerintah, Perusahaan dan sebagainya di tempat kerja masing-masing 

“Pemerintah sudah barang tentu harus bergandengan tangan dengan adik sekalian untuk menghasilkan aplikasi yang nanti bisa membantu Pemerintah Kota Kupang. Salah satu yang sudah berhasil yakni Sihebat, itu adalah kolaborasi dari Dinas Kominfo dengan pendampingan oleh mahasiswa Stikom Uyelindo, Sihebat ini sudah membuat efisiensi anggaran dalam penggunaan BBM bagi kendaraan dinas yang awalnya 8 M, kini bisa ada efisiensi anggaran sebesar 780 juta rupiah,” tegas Jeriko.

Dalam Kesempatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, M.M atau yang biasa disapa Andre Otta menyampaikan beberapa Capaian dan Kerja sama antara Pemerintah Kota Kupang dan Stikom Uyelindo Sendiri. 

“Pemerintah sebagai salah satu _playfield_ Pengetahuan yang di dapat dari Stikom Uyelindo menghasilkan beberapa kerja sama yakni MoU dalam membangun SPBE (Aplikasi Sipintar untuk efisiensi Penggunaan BBM Kendaraan Dinas Pemkot), Smart City, dan beberapa kali bekerja sama dalam perlombaan dan mendapatkan Penghargaan dari Pemerintah Pusat,” pungkas Andre 

Ketua Umum Stikom Marinus Ignasius Jawawuan Lamabelawa, S.Kom,M.Cs menyampaikan bterima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang sudah menyediakan _playfield_ bagi Mahasiswa Stikom Uyelindo untuk mengekspresikan apa yang sudah mereka pelajari di Kampus. Acara di Akhiri dengan Pemukulan Gong oleh Walikota Kupang di dampingi Kepala Dinas Kominfo dan Ketua Stikom sebagai tanda dilepasnya Mahasiswa Peserta MBKM TA.2022/2023 yang akan menjalankan magang. (PKP_frd)