Cegah Dampak Merokok Terhadap Remaja, FKM UNDANA Adakan Pengabdian Masyarakat di SMPN 20

Kupang,nwartapedia.com –  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi dampak merokok terhadap kesehatan remaja di SMP Negeri 20 Kota Kupang yang berlangsung pada Kamis, (06/06/2024).

Tim yang terdiri dari Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes., sebagai dosen tetap PNS pada Program studi Kesehatan  Masyarakat; sedangkan pemateri tunggal dari kegiatan ini adalah Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si yang juga adalah dosen tetap PNS pada prodi Kesehatan  Masyarakat dan juga dihadiri oleh beberapa staf dosen FKM UNDANA dan beberapa mahasiswa aktif pada FKM UNDANA.

Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes mengatakan bahwa Rokok adalah penyebab kematian dini yang bisa dicegah. Sudah banyak terbukti dari hasil penelitian bahwa racun dalam rokok dapat membahayakan Kesehatan seseorang (Cahyono, 2008).

“Menurut Partodiharjo (2006) rokok mengandung zat psikoaktif bernama nikotin dan 4000 zat kimia yang berbahaya, yaitu 20 macam diantaranya adalah toksik atau zat racun yang mematikan,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, usia remaja merupakan usia yang penuh gejolak dan cenderung lebih menuruti kemauan mereka yang cenderung menuntun mereka untuk mengambil keputusan yang salah, termasuk didalamnya adalah keputusan untuk merokok. 

“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun kesadaran pada remaja dalam rangka menghindari kebiasaan merokok dan menerapkan kebiasaan pola hidup yang sehat,”jelasnya. 

Menurutnya, kegiatan pengabdian ini merupakan wujud nyata dari kampus, khususnya FKM UNDANA dalam pelaksanaan fungsi tridharma perguruan tinggi di samping pendidikan/pengajaran dan penelitian. 

“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan secara langsung kepada remaja yakni di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan membagikan pula leaflet kepada para remaja untuk mengerti secara visual bahaya rokok bagi kesehatan mereka,”ucapnya. 

Deviarbi Tira menambahkan, target luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan para siswa terkait bahaya merokok dan upaya pencegahan kebiasaan merokok. 

“Beberapa X-Banner dibuat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya merokok bagi remaja,”tambahnya.   

Sebagai pemateri tunggal, Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si memaparkan, para perokok memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk terkena penyakit kanker,

“Kanker paru menjadi yang paling umum dan merupakan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90 persen kematian akibat penyakit paru di seluruh dunia,”paparnya.

Ia menjelaskan, hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika berhenti, risiko kematian akibat kanker paru akan turun 50 persen dibandingkan mereka yang merokok. 

“Sepuluh tahun berhenti merokok, risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun,”jelasnya.

Menurutnya, mayoritas penyakit Ca paru disebabkan oleh karsinogen dan promotor tumor yang masuk ke dalam tubuh melalui kebiasaan merokok. 

“Secara keseluruhan, risiko relatif terjadinya kanker paru meningkat sekitar 13 kali lipat oleh kebiasaan merokok yang aktif dan sekitar 1,5 kali lipat oleh pajanan pasif dalam waktu yang lama (Soemantri, 2009),”pungkasnya.

Kegiatan ini dibuka oleh ibu Oktaviana Djara Balle, S.Pd, guru pada SMP Negeri 20 Kota Kupang. yang diikuti oleh 100 Pelajar berusia remaja dan diakhiri dengan evaluasi berupa tanya jawab dengan peserta kegiatan untuk mengetahui  pemahaman mereka atas materi penyuluhan yang diberikan. (MI)




Tim Pengabdian Masyarakat FKM UNDANA Berikan Edukasi CTPS di Paud dan TK St. A. Paulo

Kupang,nwartapedia.com – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana yang diketuai oleh Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menggagas program untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dengan kebiasaan kecil Mencuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) bagi siswa Pendidikan Usia Dini dan TK. St. A. Paulo di Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang berlangsung pada Jumad (07/06/2024).

Tim yang terdiri dari 3 dosen dan 4 mahasiswa FKM UNDANA ini  menyelenggarakan “Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui pola CTPS di sekolah berbasis animasi di Wilayah Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata”. 

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menuturkan, sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. 

“Penyebaran penyakit menular di sekolah sangat rentan terjadi, baik dari teman sekelas yang sedang sakit atau lingkungan sekolah yang tidak bersih,”ungkapnya. 

Oleh karena itu, tambahnya, seluruh masyarakat sekolah harus selalu waspada dan melakukan berbagai langkah-langkah pencegahan agar kesehatan anak tetap terjaga. 

“Anak-anak lebih berisiko terkena penyakit menular, sebab daya tahan tubuhnya masih lemah dan kesadaran akan menjaga kebersihan diri yang masih kurang,”tambahnya. 

Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan tempat yang rentan bagi anak untuk tertular berbagai macam penyakit, mulai dari lingkungan yang kotor, jajanan yang tidak sehat, hingga interaksi yang tinggi dengan teman sekelas. 

Cathrin Geghi menjelaskan, sebagian besar anak juga belum memahami sepenuhnya tentang kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan setiap saat, dan masih perlu selalu diingatkan. 

“Oleh karena itu, bimbingan dan pengawasan dari guru, orang tua, dan para pemerhati kesehatan sangat penting dilakukan dan dibiasakan,”jelasnya. 

Baginya, perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan kegiatan yang biasa dilakukan setiap hari, namun aktivitas tersebut sering dilupakan oleh orang-orang. 

“Melakukan CTPS merupakan hal yang sepele buat kebanyakan orang,”kata Chatrin. 

Diharapkan aksi nyata yang dilakukan sivitas akademi FKM UNDANA ini mampu untuk terus meningkatkan pengetahuan dan sikap anak-anak sejak dini untuk terbiasa melakukan pola CTPS dimana saja sebelum dan setelah melakukan kegiatan. 

Dosen yang terlibat yakni Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc, Tanti Rahayu, S.Si. M.Sc dan drh. Galuh W. K. D. Larasati, M.Si

Sementara mahasiswa yang terlibat terdiri dari Stefanus K. Nahak, Eusebia De F. Mulci Wulan, Gracia A. C. Putri Hany dan Regina P. M. Tengko. (MI)




Cegah Dampak Merokok Terhadap Remaja, FKM UNDANA Adakan Pengabdian Masyarakat di SMPN 20

 

Kupang,mwartapedia.com –  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi dampak merokok terhadap kesehatan remaja di SMP Negeri 20 Kota Kupang yang berlangsung pada Kamis, (06/06/2024).


Tim yang terdiri dari Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes., sebagai dosen tetap PNS pada Program studi Kesehatan  Masyarakat; sedangkan pemateri tunggal dari kegiatan ini adalah Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si yang juga adalah dosen tetap PNS pada prodi Kesehatan  Masyarakat dan juga dihadiri oleh beberapa staf dosen FKM UNDANA dan beberapa mahasiswa aktif pada FKM UNDANA.


Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes mengatakan bahwa Rokok adalah penyebab kematian dini yang bisa dicegah. Sudah banyak terbukti dari hasil penelitian bahwa racun dalam rokok dapat membahayakan Kesehatan seseorang (Cahyono, 2008).


“Menurut Partodiharjo (2006) rokok mengandung zat psikoaktif bernama nikotin dan 4000 zat kimia yang berbahaya, yaitu 20 macam diantaranya adalah toksik atau zat racun yang mematikan,”ungkapnya.


Ia menjelaskan, usia remaja merupakan usia yang penuh gejolak dan cenderung lebih menuruti kemauan mereka yang cenderung menuntun mereka untuk mengambil keputusan yang salah, termasuk didalamnya adalah keputusan untuk merokok. 

“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun kesadaran pada remaja dalam rangka menghindari kebiasaan merokok dan menerapkan kebiasaan pola hidup yang sehat,”jelasnya. 


Menurutnya, kegiatan pengabdian ini merupakan wujud nyata dari kampus, khususnya FKM UNDANA dalam pelaksanaan fungsi tridharma perguruan tinggi di samping pendidikan/pengajaran dan penelitian. 


“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan secara langsung kepada remaja yakni di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan membagikan pula leaflet kepada para remaja untuk mengerti secara visual bahaya rokok bagi kesehatan mereka,”ucapnya. 


Deviarbi Tira menambahkan, target luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan para siswa terkait bahaya merokok dan upaya pencegahan kebiasaan merokok. 


“Beberapa X-Banner dibuat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya merokok bagi remaja,”tambahnya.   


Sebagai pemateri tunggal, Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si memaparkan, para perokok memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk terkena penyakit kanker.


“Kanker paru menjadi yang paling umum dan merupakan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90 persen kematian akibat penyakit paru di seluruh dunia,”paparnya.


Ia menjelaskan, hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika berhenti, risiko kematian akibat kanker paru akan turun 50 persen dibandingkan mereka yang merokok. 


“Sepuluh tahun berhenti merokok, risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun,”jelasnya.


Menurutnya, mayoritas penyakit Ca paru disebabkan oleh karsinogen dan promotor tumor yang masuk ke dalam tubuh melalui kebiasaan merokok. 


“Secara keseluruhan, risiko relatif terjadinya kanker paru meningkat sekitar 13 kali lipat oleh kebiasaan merokok yang aktif dan sekitar 1,5 kali lipat oleh pajanan pasif dalam waktu yang lama (Soemantri, 2009),”pungkasnya.


Kegiatan ini dibuka oleh Oktoviana Djara Balle, S.Pd sebagai guru di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan diikuti oleh 100 pelajar yag berusia remaja. 


Kegiatan tersebut diakhiri dengan evaluasi berupa tanya jawab dengan peserta untuk mengetahui pemahaman mereka atas materi penyuluhan yang diberikan. (MI)`




Tim Pengabdian Masyarakat FKM UNDANA Berikan Edukasi CTPS di Paud dan TK St. A. Paulo

Kupang,mwartapedia.com – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana yang diketuai oleh Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menggagas program untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dengan kebiasaan kecil Mencuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) bagi siswa Pendidikan Usia Dini dan TK. St. A. Paulo di Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang berlangsung pada Jumad (07/06/2024).


Tim yang terdiri dari 3 dosen dan 4 mahasiswa FKM UNDANA ini  menyelenggarakan “Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui pola CTPS di sekolah berbasis animasi di Wilayah Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata”. 


Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menuturkan, sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. 


“Penyebaran penyakit menular di sekolah sangat rentan terjadi, baik dari teman sekelas yang sedang sakit atau lingkungan sekolah yang tidak bersih,”ungkapnya. 


Oleh karena itu, tambahnya, seluruh masyarakat sekolah harus selalu waspada dan melakukan berbagai langkah-langkah pencegahan agar kesehatan anak tetap terjaga. 


“Anak-anak lebih berisiko terkena penyakit menular, sebab daya tahan tubuhnya masih lemah dan kesadaran akan menjaga kebersihan diri yang masih kurang,”tambahnya. 


Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan tempat yang rentan bagi anak untuk tertular berbagai macam penyakit, mulai dari lingkungan yang kotor, jajanan yang tidak sehat, hingga interaksi yang tinggi dengan teman sekelas. 


Cathrin Geghi menjelaskan, sebagian besar anak juga belum memahami sepenuhnya tentang kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan setiap saat, dan masih perlu selalu diingatkan. 


“Oleh karena itu, bimbingan dan pengawasan dari guru, orang tua, dan para pemerhati kesehatan sangat penting dilakukan dan dibiasakan,”jelasnya. 


Baginya, perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan kegiatan yang biasa dilakukan setiap hari, namun aktivitas tersebut sering dilupakan oleh orang-orang. 


“Melakukan CTPS merupakan hal yang sepele buat kebanyakan orang,”kata Chatrin. 


Diharapkan aksi nyata yang dilakukan sivitas akademi FKM UNDANA ini mampu untuk terus meningkatkan pengetahuan dan sikap anak-anak sejak dini untuk terbiasa melakukan pola CTPS dimana saja sebelum dan setelah melakukan kegiatan. 


Dosen yang terlibat yakni Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc, Tanti Rahayu, S.Si. M.Sc dan drh. Galuh W. K. D. Larasati, M.Si


Sementara mahasiswa yang terlibat terdiri dari Stefanus K. Nahak, Eusebia De F. Mulci Wulan, Gracia A. C. Putri Hany dan Regina P. M. Tengko. (MI)




PT Mandala Jes Indo Beri Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Pertambangan Penggalian Bagi Siswa SMKN Insana Barat

Kefamenanu,mwartapedia.com – Ratusan siswa di SMK Negeri Insana Barat Tuamau, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengikuti pelatihan berbasis kompetensi sektor pertambangan dan penggalian yang diadakan oeh Lembaga Pelatihan Kerja yang digagas oleh PT Mandala Jes Indo. 


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak Senin 20-22 Mei 2024 dengan materi meliputi pelatihan dasar administrasi pertambangan, pelatihan dasar teknis dan manajemen pertambangan, serta pelatihan teknis dan manajemen administrasi pertambangan.


Direktur Utama (Dirut) PT Mandala Jes Indo, Yohanes Jone, ST,MT mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapka siswa agar dapat menjadi tenaga kerja yang terampil, amanah dan siap menghadapi tantangan serta peluang kerja di sektor pertambangan dan penggalian.


“Tujuan dari pelatihan ini bisa membawa ranah baru yang berkaitan dengan skill dan kemamuan kerja agaar lulusan SMKini mampu memiliki kemampuan dibidang administrasi,teknisi bahkan menjadi tenaga kerja lapangan,”ungkapnya.


Ia menjelaskan, pihaknya memberikan pelatihan kepada SMKN Insana Barat Tuamau Prodi Pertambangan merupakan kegiatan pelatihan kerja berbasis kompetensi sekaligus merupakan pra kualifikasi kerja.


“Saya bisa bilang bahwa satu-satunya SMK di NTT yang mempunyai Prodi Pertambangan yaitu di Tuamau SMKN Insana Barat tentunya menjadi perhatian besar buat kami yang memiliki embaga kusus pelatihn kerja disektor pertmbangan,”jelasnya.


Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN Insana Barat Tuamau, Alexius Taus, menyambut positif kegiatan ini karena selain terkait dengan jurusan energi dan pertambangan di sekolah, juga dapat menambah keterampilan siswa dan mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja.


“Kita harapkan dengan kerjasama ini, kompetensi anak-anak benar benar nampak, sehingga kelak nanti mereka bisa dibutuhkan di berbagi bidang kerja sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang mereka dapat hari ini,”Kata lexius Taus, Senin, (20/5/2024).


Ansel dan ita, siswa kelas XII SMK Negeri Insana Barat Tuamau di sela-sela pelatihan itu mengaku sangat senang karena kali ini Prodi Energi dan Pertambangan di sekolah mereka baru pertamakali mendapatkan pelatihan kerja seperti ini.


“kami senang sekali karena, menambah wawasan kami terutama pada program studi EP sekaligus membuka wawasan kami tentang dunia kerja di bidang Energi dan Pertambangan ke depan saat kami sudah tamat sekolah,”Ungkap Ansel dan Ita.


Dengan pelatihan ini, siswa diharapkan menjadi tenaga kerja yang terampil, amanah, dan siap menghadapi tantangan serta peluang kerja di sektor pertambangan dan penggalian. {***)




Tiga Dosen Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang Adakan Pengabdian Masyarakat di Desa Baumata

 

Kupang,mwartapedia.com – Tiga orang dosen Jurusan Kesehatan Gigi Poltekes Kemenkes Kupang yakni Agusthinus Wali, S.Kp.G.,MDSc, Mery Novaria Pay, S.Kp.G.,MDSc dan Antonius Radja Ratu, S.Kp. G.,MDSc melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang yang berlangsung pada Selasa tanggal 16 April 2024.


Bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat tersebut berupa pemberdayaan orangtua balita stunting melalui penggunaan Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting yang ditujukan kepada masyarakat Desa Baumata.


Ketua Tim, Agusthinus Wali kepada media ini mengatakan, Penyakit gigi dan mulut dapat menyebabkan keterbatasan fungsional serius seperti fungsi bicara dan pengunyahan. Selain itu,akan menimbulkan ketidaknyamanan seperti bau mulut, gigi yang rusak, dan dampak psikologis tidak percaya diri.


“Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian dari kesehatan tubuh yang sangat penting, karena gigi dan mulut adalah pintu gerbang masuknya kuman dan bakteri dan dapat mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya. Permasalahan ini dapat memicu terjadinya stunting. Hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 menunjukkan bahwa provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan angka stunting tertinggi secara nasional dengan catatan angka stunting mencapai 37,8 persen,”ungkapnya. 



Menurut Agusthinus, Sejauh ini, penyuluhan kesehatan gigi di posyandu dilakukan melalui pengajaran secara langsung kepada kader posyandu tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar, dan tentang pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.


Ia menjelaskan, Permenkes No.80 tahun 2015 tentang upaya kesehatan gigi dan mulut telah menyebutkan Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) digunakan dalam upaya pemberdayaan dan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan gigi. 


“Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) menggunakan sistem penilaian dengan menggunakan warna, sehingga seorang ibu maupun kader Posyandu dapat menilai faktor resiko karies gigi dini pada gigi susu anak usia balita,”ucapnya.


Agusthinus menerangkan, berdasarkan wawancara dengan pihak Kepala Desa Baumata terdapat 10 anak dengan status gizi kurang dan sangat kurang. 


“Berdasarkan hal tersebut diatas, maka tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang bermaksud akan melaksanakan pemberdayaan orang tua balita stunting untuk dapat menggunakan kartu menuju gigi sehat (KMGS) dan pemberian makanan tambahan bagi balita stunting di Desa Baumata,”kata Agusthinus.



 Agusthinus menambahkan, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya ialah pengabdian kepada masyarakat di sekitar Desa Baumata.

 

“Melalui kegiatan ini kami memberikan penyuluhan/konseling kepada ibu balita stunting, kami juga memberikan konseling kepada ibu agar rutin mengantarkan anaknya ke Puskesmas untuk memeriksakan kondisi Kesehatan gigi anaknya menggunakan KMGS dan pemberian makanan tambahan bagi balita stunting,”tambahnya.


Ia menerangkan, metode pelaksanaan dalam kegiatan ini berupa pengukuran tingkat pengetahuan ibu balita stunting, status kesehatan gigi dan status gizi balita stunting. MMD dengan pengurus posyandu tentang masalah yang dihadapi dan program kegiatan yang akan dilakukan meliputi kegiatan promotive, prefentif, pemberdayaan ibu dibidang Kesehatan gigi (penggunaan KMGS bagi balita stunting).


“Selain itu, kami juga melakukan pendampingan pemberian makanan tambahan bagi balita stunting, memutar video tentang menyikat gigi yang baik dan benar. Demostrasi dan bimbingan cara menyikat gigi yang baik dan benar untuk meningkatkan keterampilan dan status kebersihan gigi dan mulut balita stunting,”pungkasnya. (MI)




PDPM Kota Kupang Serahkan Paket Sembako Kepada Warga Kurang Mampu

Kupang,nwartapedia.com – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadyah (PDPM) Kota Kupang menyerahkan paket sembako kepada warga kurang mampu di di RT. 013 RW 010 Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada Selasa, (5/3/2024).

Paket sembako tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua PDPM Kota Kupang, Muhammad Saleh, S.Pd kepada warga.

Ketua PDPMKota Kupang, Muhammad Saleh, S.Pd kepada media ini mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian atau Tali Asih untuk membantu meringankan warga yang tidak mampu.

“Kegiatan bakti sosial ini berupa penyerahan sembako kepada kepada Ny. Merry Alma dan Ny. Pora  Kase,”ungkapnya.

Ia menjelaskan,  kegiatan bakti sosial penyerahan sembako oleh Ketua PDPM Kota Kupang kepada warga masyarakat yang kurang mampu tersebut, merupakan kegiatan positif yang terbangun dari rasa kepedulian dan perhatian dari organisasi kemahasiswaan maupun OKP yang ada di Kota Kupang.

“Kegiatan ini juga merupakan upaya cooling system dalam rangka cipta kondisi pasca Pilpres dengan melibatkan OKP. Selain itu juga kegiatan dimaksud merupakan bentuk kepedulian sosial oleh beberapa OKP yang ada,”jelasnya.

Muhamad Saleh berharap agar kegiatan serupa dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan OKP maupun organisasi kemahasiswaan yang terwadah dalam lingkungan Kampus, sehingga dampak dari kegiatan tersebut dapat menjadi perhatian publik, dan berimbas terhadap kondusifitas kamdagri pasca kontestasi pilpres.

“Sebelum pelaksanaan kegiatan cipkon dilakukan,  perlu kiranya dlakukan spotting dan pendalaman terlebih dahulu terhadap OKP maupun organisasi kemahasiswaan yang ada, sehingga latar belakang maupun keterlibatan organisasi tersebut dalam suatu partai politik dapat diketahui dan dihindari, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,”pungkasnya. (MI)




ESCS Hadir di Pameran Lippo Plaza Tampilkan Bakat dan Talenta yang Luar Biasa

Kupang,mwartapedia.com – Dalam menyambut hari raya Imlek, anak-anak siswa siswi Excellent Spirit Christian School (ESCS) Kupang membawa semangat dan talenta mereka ke atas panggung dalam Event Bazaar Spesial Imlek yang diselenggarakan oleh Lippo Plaza. Acara ini berlangsung dengan sangat meriah di Atrium Lippo Plaza Kupang pada Rabu, 7 Februari 2024, mulai dari pukul 19.00 hingga 20.30 WITA.


Band “Faith for Freedom,” adalah band remaja yang terdiri dari siswa-siswi SMP di ESCS Kupang yang menampilkan keahlian mereka dalam live musik yang sangat menghibur. Merlinda (Rhythm Guitar), Christy (Vokalis), Miguel (Melody Guitar), Matthew (Keyboard), Jhosua (Bass), dan Levine (Drum) berhasil memukau para pengunjung Lippo Plaza Kupang dengan penampilan yang begitu luar biasa. Dengan keterampilan masing-masing, mereka membawakan dua lagu, yaitu “Confidence” dan “God’s Not Dead.”


“Waktu yang diberikan kepada kita cukup terbatas, sehingga kita mempersiapkan anak-anak juga sudah sangat terburu-buru, bahkan kita mempersiapkan anak-anak dalam 3 kali latihan saja, oleh karena itu mereka hanya bisa menampilkan 2 lagu, kalau waktu persiapannya lebih lama, saya yakin, mereka bisa menampilkan lebih banyak lagu lagi” ujar salah satu guru musik mereka.


Meskipun dengan waktu latihan yang terbatas, anak-anak ESCS Kupang berhasil mempersiapkan diri dengan sangat baik. Penampilan mereka berhasil menarik perhatian pengunjung yang sedang berkunjung ke Lippo Plaza. Selain menambah daya tarik pengunjung melalui penampilan anak-anak, ESCS juga membuka booth sekolah untuk memberikan informasi kepada pengunjung yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang sekolah tersebut.


Dibalik kesuksesan penampilan band, peran penting juga dimainkan oleh dua guru musik yang berbakat, yaitu Mr. Eli dan Mr. Anjash, yang dengan penuh dedikasi melatih dan membimbing anak-anak ESCS Kupang dalam bidang musik hingga mampu menghadirkan penampilan yang mengagumkan. Dalam rangkaian acara yang meriah, ESCS juga mempersembahkan bakat-bakat lainnya, di antaranya adalah Jaden Lianto, seorang murid ESCS Kupang yang mahir memainkan piano dengan keindahan yang luar biasa. 


Jaden memukau seluruh penonton dengan membawakan instrumental “River Flows in You” dan mengalunkan lagu “I’m His Child,” menciptakan perasaan dan suasana yang tak terlupakan bagi semua yang menyaksikan. “The song is about love and struggle, the song also inspires many people to strive towards their dreams, and be better than what they have today.” Ujar Jaden menjelaskan makna dari lagu river flows in you.


Tak hanya menjadi ajang hiburan, penampilan ini juga mencerminkan komitmen ESCS Kupang sebagai sekolah dengan penerapan Kurikulum Internasional Accelerated Christian Education yang menekan pada nilai-nilai Kristiani tetapi juga mendukung pengembangan potensi dan bakat siswa-siswinya di berbagai bidang, termasuk seni musik. ” Kami berharap melalui penampilan anak-anak ESCS Kupang ini dapat menginspirasi dan menggugah hati para orang tua untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada anak-anak mereka di lingkungan ESCS Kupang dan kami juga bangga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa-siswa kami,” tambah perwakilan sekolah.


Dan Khusus dalam Pameran ini MENDAPAT PROMO DISCON SAMPAI 40 persen.


Segera dapatkan promo nya di booth Lippo Plaza atau langsund datang sekolah ESCS di TDM depan rumah sakit Dedari. (***)




Kantor Berita Provinsi NTT Gelar Pelatihan Bagi Wartawan di NTT

 

Kupang,mwartapedia.com –  Kantor Berita Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pelatihan peningkatan kemitraan berbahasa dengan tema penyegaran kompetensi berbahasa bagi wartawan media massa Se-Provinsi NTT tahun 2024 yang berlangsung di Hotel Kristal pada tanggal 24-26 Januari 2024.


Pangkul Ferdinandus, S.Pd., sebagai Widyabasa Ahli Muda mewakili Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT membuka kegiatan yang dihadiri oleh 50 peserta yang ada di NTT.


Pangkul Ferdinandus dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan peningkatan kaidah kompetensi berbahasa bagi wartawan sangat penting sehingga Kantor Bahasa Provinsi NTT melaksanakan tugas tanggung jawabnya untuk memberikan pembinaan bahasa dan sastra kepada para jurnalis 


“Kegiatan ini merupakant tanggung jawab kami sebagai instansi pemerintah di bidang bahasa,”ungkapnya 


Menurut Ferdinandus, media sebagai alat kontrol pemerintah harus memberikan informasi dengan kaidah tulisan yang benar.


“Peran media sebagai penyampai informasi juga sebagai alat kontrol pemerintah harus penempatan kalimat, tanda, dan menempatkan kata  dengan baik dan benar,”ucapnya.


 Ia menjelaskan, uji kompetisi wartawan di kantor bahasa merupakan uji kemahiran berbahasa Indonesia sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.


“Saya harap agar ke depan kita bisa bekerja sama dalam peningkatan atau menambah referensi teman-teman dalam tugas dan bidang kerja di masyarakat,”ucapnya.


Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada peserta yang hadir.


“Kami memberikan apresiasi atas kehadirannya agar teman-teman dapat menyampaikan informasi yang berimbang, objektif dan benar,”pungkasnya. (MI)




Pj. Gubernur Hadiri Wisuda Ke-39 Akademi Teknik Kupang

Kupang,mwartapedia.com – Akademi Teknik Kupang (ATK) kembali melakasanakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Diploma III ke – 39 Tahun 2023 bertempat di Aula El Tari, Sabtu (9/12/2023). 


Dalam sambutannya, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake , SH., MDC menyampaikan selamat dan profisiat kepada para wisudawan/ti dan ATK serta orang tua dan keluarga yang berbahagia. 


“Selamat kepada para wisudawan/i, Akademi Teknik Kupang serta orang tua dan keluarga yang berbahagia. Hari ini Akademi Teknik Kupang (ATK) melepas para lulusan baru ke tengah masyarakat. Saya yakin para wisudawan/ti telah melalui proses yang panjang dan berliku untuk sampai pada puncak perjuangan pada hari ini,” Ungkapnya. 


Kepada para wisudawan/i, Ayodhia berpesan agar terus mengembangkan diri melalui inovasi dan kreativitas serta menjadi pribadi yang patut diteladani. 


“Saat ini, kita sedang memasuki era 4.0 dengan kemampuan _Artificial Intellegence (AI)_ yang terus berkembang pesat. Semakin banyak pekerjaaan yang selama ini dikerjakan dengan tenaga manusia akan digantikan oleh mesin atau robot. Untuk itu, saya mengharapkan agar para wisudawan/ti tidak cepat puas dengan gelar akademik yang diperoleh pada hari ini,” 


“Teruslah mengembangkan diri melalui inovasi dan kreativitas di kampus kehidupan, karena dunia yang akan kalian hadapi penuh dengan disrupsi yang tak terduga. Jangan biarkan seorangpun menganggap kalian rendah, tetapi tunjukanlah bahwa kalian patut dihargai dan diteladani”, Ujar Ayodhia. 


Menurut Ayodhia, untuk membangun NTT ke depan, dibutuhkan tenaga-tenaga terampil yang memiliki pengetahun, keterampilan serta berdedikasi untuk memajukan daerah ini optimalisasi potensi-potensi yang dimiliki baik di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, pariwisata, energi baru dan terbarukan serta berbagai potensi lainnya. 


“Peran saudara/i ahli madya teknik tentu dibutuhkan untuk merancang dan membangun jaringan infrastruktur jalan, jembatan, pengairan dan gedung yang kokoh dan berkelanjutan untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah. Oleh karena itu, saya mengajak para wisudawan/ti sekalian, mari kita terus berkolaborasi untuk NTT Maju dan Sejahtera dengan menghasilkan sumber daya manusia NTT yang berkualitas,” Jelas Ayodhia menutup sambutannya. 


Untuk diketahui, pada kesempatan ini juga diumumkan tiga orang wisudawan terbaik pada Wisuda Diploma II ATK ke -39 atas nama,  pertama Yuliana Lanam, kedua Hermanus Tanmenu dan ketiga Susanti Suan. (Biro AP)