22 Anak NTT Raih Beasiswa Kuliah di Tiongkok, INTI Dorong Generasi Muda Kembali Bangun Daerah

Kupang, nwartapedia.com — Sebanyak 22 anak asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok melalui program beasiswa penuh yang difasilitasi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT.

Ke-22 siswa tersebut akan menempuh pendidikan tinggi di Nantong College of Science and Technology (NTCST), Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Pelepasan 22 calon mahasiswa ini berlangsung di Shoto Kai Resto and Cafe, Kota Kupang, Rabu (23/9/2026) sore. 

Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D.

Ketua Umum INTI NTT Ir. Theo Widodo yang juga ayah dari Walikota Kupang dr.Christian Widodo mengatakan, keberangkatan 22 siswa tersebut merupakan bagian dari komitmen INTI NTT dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda di NTT.

Program ini menjadi keberangkatan ketiga yang difasilitasi INTI NTT. Sebelumnya, tiga siswa diberangkatkan pada 2024 dan 12 siswa pada 2025.

“Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membangun daerah melalui pendidikan,” ujar Theo.

Menurut Theo, para penerima beasiswa memperoleh sejumlah fasilitas, termasuk pembebasan biaya kuliah, tempat tinggal di asrama serta uang saku selama menjalani pendidikan.

Ia menjelaskan, calon mahasiswa tidak diwajibkan menguasai Bahasa Mandarin sejak awal. 

Seleksi dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris melalui proses wawancara jarak jauh bersama konsultan pendidikan dan pihak kampus.

“Tidak ada tes tertulis dan persyaratan TOEFL. Nanti tahun pertama di Tiongkok, mereka akan belajar Bahasa Mandarin,” jelasnya.

Theo menyebut para mahasiswa akan menempuh pendidikan pada sejumlah bidang yang berkaitan dengan teknologi dan kebutuhan industri.

Empat jurusan tersebut yakni Food Intelligence Technology, Mekatronika, Software Technology dan Horticultural Technology.

Para mahasiswa akan menempuh pendidikan Diploma III.

Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka dapat mengembangkan pengalaman dan kompetensi yang diperoleh sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Theo yang juga adalah ketua Forum Pembauran Kebangsaan disingkat FPK NTT mengatakan, kesempatan belajar di Tiongkok diharapkan dapat memperluas wawasan dan kemampuan anak-anak NTT, terutama dalam memahami perkembangan teknologi, etos kerja dan kemanpuan bahasa Mandarin bukan hanya bidang study yg dipelajari.

Ia berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target dan nantinya kembali ke NTT.

“Kami berharap mereka menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali membangun NTT,” katanya.

Agen Pendidikan INTI di Jakarta, Yovandra, mengatakan sebanyak 26 peserta mengikuti proses seleksi untuk program tahun ketiga tersebut.

Setelah melalui tahapan seleksi, 22 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan di Nantong.

Menurut Yovandra, proses seleksi dilakukan melalui dua tahap wawancara. Tahap pertama dilakukan bersama dirinya, sedangkan tahap berikutnya dilakukan bersama pihak kampus secara daring.

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak mensyaratkan test tertulis maupun nilai TOEFL tertentu.

Para peserta yang dinyatakan lolos kemudian harus menyiapkan sejumlah dokumen, seperti paspor, rapor, pemeriksaan kesehatan dll.

Secara nasional, terdapat 108 peserta yang dinyatakan lolos tahun ini. Dari jumlah tersebut, 22 orang berasal dari NTT.

Yovandra mengatakan para mahasiswa dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk pengurusan visa tgl 24 September sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Tiongkok dibantu oleh Konsultan Pendidikan .

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak NTT memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri, terutama dinegri maju Tiongkok.

Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam arahannya memberikan apresiasi terhadap program yang dilakukan INTI NTT.

Melki mengatakan kesempatan belajar di Tiongkok dapat menjadi pengalaman penting bagi para siswa untuk mengenal perkembangan teknologi, pendidikan dan berbagai sektor industri dan terutama bahasa serta etos kerja.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama berada di Nantong nantinya dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan di NTT.

“Pulang kembali ke NTT bawa proposal ide. Kami siap memfasilitasi,” kata Melki.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa menjadi bagian dari generasi yang membawa perubahan bagi daerah setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurut Gubernur yang pernah mengunjungi kampus tsb, kebutuhan NTT terhadap sumber daya manusia dengan kemampuan teknologi akan semakin besar seiring perkembangan pembangunan dan hilirisasi berbagai sektor.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Stella Christie PhD turut memberikan motivasi kepada 22 calon mahasiswa tersebut.

Ia meminta para siswa tidak hanya fokus menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan berada di Tiongkok untuk mempelajari berbagai perkembangan baru.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Perubahan di Tiongkok ini sangat besar. Buka telinga dan mata untuk mempelajari sesuatu yang baru,” pesannya.

Prof. Stella juga mengingatkan para mahasiswa untuk tetap memiliki komitmen terhadap pendidikan dan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan studi.

Salah satu penerima beasiswa, Malesia Seanaz Aurolia, lulusan SMA Kristen Citra Bangsa, memilih jurusan Mekatronika.

Seanaz mengetahui program tersebut setelah INTI NTT melakukan sosialisasi di sekolahnya.

Ia mengatakan proses seleksi yang dijalani tidak terlalu sulit karena wawancara menggunakan Bahasa Inggris dengan pertanyaan-pertanyaan mudah.

Bagi Seanaz, kesempatan kuliah di Tiongkok merupakan pengalaman berharga yang harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.

“Saya berkomitmen untuk tidak mengecewakan orangtua dan INTI NTT yang sudah memfasilitasi saya dan teman-teman,” ujarnya.

Ketua Bidang Pendidikan INTI NTT Ir. Mariana Nenobais, M.Si., menilai anak-anak NTT memiliki kemampuan untuk bersaing dengan siswa dari berbagai daerah maupun negara lain.

Menurutnya, keberhasilan 22 siswa lolos seleksi menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak NTT memiliki potensi besar apabila diberikan akses dan kesempatan.

Ia berharap semakin banyak orang tua memberikan dukungan kepada anak-anak mereka untuk mengikuti berbagai pendidikan, termasuk belajar di luar negeri.

Program beasiswa tersebut diharapkan tidak hanya menjadi jalan bagi 22 siswa untuk memperoleh pendidikan, tetapi juga menjadi investasi sumber daya manusia bagi NTT.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Tiongkok, para mahasiswa diharapkan membawa pulang ilmu, pengalaman dan keterampilan untuk kemudian berkontribusi dalam pembangunan daerah. (MI)




Undana Perluas Peluang Studi Global, Beasiswa Mesir hingga Irak Dibuka

Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka akses informasi sejumlah beasiswa internasional bagi sivitas akademika dan masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Peluang pendidikan tersebut berasal dari tiga negara, yakni Mesir, Belgia dan Irak, dengan pilihan program mulai dari kursus bahasa hingga jenjang Sarjana (S1) dan Master (S2).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Undana memperluas peluang studi global sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan jejaring akademik internasional.

Beasiswa Mesir

Salah satu peluang yang tersedia adalah EGYAID Scholarships untuk studi di berbagai universitas di Mesir di luar Al-Azhar.

Program tersebut juga menyediakan kelas bahasa Arab di Pusat Kebudayaan Mesir bagi penutur non-Arab. Calon peserta perlu menyiapkan CV dan surat rekomendasi sesuai ketentuan program.

Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi Study in Egypt:

https://admission.study-in-egypt.gov.eg/

Beasiswa ARES Belgia

Peluang berikutnya berasal dari ARES Belgia, yang menyediakan beasiswa untuk program pendidikan dan pelatihan internasional. Laman resmi ARES saat ini mencantumkan pembukaan beasiswa untuk tahun akademik 2027–2028 dengan batas pendaftaran 18 September 2026 pukul 12.00 waktu Belgia.

Informasi lengkap persyaratan dan proses pendaftaran dapat diakses melalui:

ARES – International Training Scholarships

Beasiswa Study in Iraq

Sementara itu, program Study in Iraq menawarkan berbagai beasiswa bagi mahasiswa internasional pada sejumlah perguruan tinggi di Irak.

Program tersebut mencakup beasiswa penuh maupun sebagian untuk berbagai jenjang pendidikan.

Calon peserta dapat melihat universitas, program studi, persyaratan dan proses pendaftaran melalui situs resmi:

Study in Iraq – Portal Resmi

Undana berharap penyebaran informasi beasiswa tersebut dapat membantu sivitas akademika memperoleh akses pendidikan internasional yang lebih luas.

Kesempatan kuliah di luar negeri tidak hanya membuka ruang peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga memberikan pengalaman lintas budaya serta peluang membangun jejaring pendidikan dan riset di tingkat internasional. *




INTI NTT Sosialisasikan Beasiswa Kuliah Gratis ke Tiongkok bagi Siswa SMAN 9 Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT melakukan sosialisasi program beasiswa kuliah ke Tiongkok kepada siswa SMAN 9 Kupang, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Senin (24/8/2026).

Sosialisasi tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengetahui peluang melanjutkan pendidikan ke Nantong College of Science and Technology, Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Ketua INTI NTT, Ir. Theodorus Widodo, bersama Penasehat INTI NTT, Ir. Betty Khuana Lay, hadir dalam kegiatan tersebut. 

Tim sosialisasi didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 9 Kupang, Matias Nenometa, S.Pd., M.Hum.

Program beasiswa yang ditawarkan merupakan beasiswa penuh, meliputi pembebasan uang kuliah, asrama gratis, serta uang saku bagi mahasiswa penerima beasiswa.

Nantong College of Science and Technology sendiri telah berusia 81 tahun dan berada di pusat Kota Nantong. 

Kampus tersebut memiliki area yang luas serta dilengkapi berbagai fasilitas olahraga, seperti lapangan sepak bola, badminton, voli, dan basket.

Menariknya, proses seleksi beasiswa tidak menggunakan ujian tertulis. Calon penerima hanya mengikuti dua kali wawancara secara daring, yakni wawancara pertama bersama konsultan Yovandra pada Februari dan wawancara kedua dengan tim dari universitas pada Juli.

Wawancara dilakukan menggunakan bahasa Inggris dengan durasi tidak lebih dari lima menit. Calon mahasiswa juga tidak diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Mandarin sebelum berangkat.

Pada tahun pertama, mahasiswa akan fokus mempelajari bahasa Mandarin. Memasuki tahun kedua dan seterusnya, mahasiswa melanjutkan pembelajaran sesuai bidang studi yang dipilih.

Terdapat sejumlah pilihan bidang studi, di antaranya Software Technology, Mechatronic Technology yang menggabungkan teknik mesin dan teknik elektro, Food Intelligent Processing Technology serta Horticultural Technology.

Program beasiswa ini telah memasuki tahun ketiga. Pada 2025, sebanyak 12 siswa mengikuti program tersebut. 

Sementara pada 2026, sebanyak 22 siswa dinyatakan lolos dan dijadwalkan berangkat ke Nantong, Tiongkok, pada 8 Oktober 2026.

Dalam kegiatan sosialisasi di SMAN 9 Kupang, enam siswa angkatan 2026 turut mendampingi tim INTI NTT, yakni Seanaz Aurolia Malesi, Candy Prasetyo, Sisilia Haobenu Panggalewu, Keisha Leneng, Graysan Dyendri Jomarthin Luan, dan Frederico Darren Elim.

Salah satu penerima beasiswa tersebut, Sisilia Haobenu Panggalewu, merupakan siswi SMAN 9 Kupang. 

Kehadiran para penerima beasiswa diharapkan dapat memberikan gambaran langsung kepada siswa mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan ke Tiongkok melalui program beasiswa tersebut.

Kepala SMAN 9 Kupang, Adelgina Nortintje Liu, S.Pd, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang memberikan informasi mengenai peluang pendidikan internasional bagi para siswa.

Melalui sosialisasi ini, INTI NTT berharap semakin banyak siswa di Kota Kupang dan NTT yang mengetahui serta memanfaatkan peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. (MI)




SMAN 1 Amarasi Barat Kembangkan Bakat dan Karakter Siswa Lewat HUT Sekolah dan HUT RI

Oelamasi, nwartapedia.com — SMAN 1 Amarasi Barat menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 sekolah sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung sejak 8 hingga 15 Agustus 2026 tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, minat sekaligus membentuk karakter melalui berbagai pertandingan dan perlombaan.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sekolah yang berada di bawah bidang kesiswaan dan telah dirancang dalam rencana kerja tahunan.

Menurutnya, kegiatan tidak hanya bertujuan mengeksplorasi bakat dan minat siswa, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter peserta didik.

“Intinya untuk mengeksplor bakat dan minat, tetapi lebih dari itu adalah untuk pengembangan karakter anak,” ujar Thomas.

Ia menjelaskan, terdapat dua momentum yang dipadukan dalam kegiatan tersebut, yakni HUT ke-24 SMAN 1 Amarasi Barat dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah ingin menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, saling menghormati, menghargai serta meningkatkan rasa nasionalisme siswa.

Thomas menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan setiap tahun. Bahkan, pada 2027 mendatang, SMAN 1 Amarasi Barat akan memasuki usia ke-25 atau pesta perak.

“Pastinya itu hari ulang tahun pesta perak sekolah dan itu yang kita siapkan tahun depan mungkin akan lebih banyak lagi kegiatan,” katanya.

Rangkaian kegiatan tahun ini diisi dengan pertandingan olahraga dan perlombaan seni. Untuk bidang olahraga, sekolah menggelar pertandingan sepak bola putra antarkelas dan futsal putri yang diikuti sebanyak 15 tim.

Sementara pada bidang kesenian, siswa mengikuti lomba tari kreasi yang konsep dan model tariannya dikemas sendiri oleh peserta.

Selain itu, terdapat lomba storytelling dalam bahasa Inggris yang menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian dari siswa maupun panitia.

Ketua Panitia, Falentina F.K. Ito, S.Pd., mengatakan seluruh persiapan dilakukan melalui rapat masing-masing seksi. Setiap seksi kemudian melaporkan kesiapan sebelum kegiatan dimulai.

Menurutnya, sejumlah kendala memang muncul selama persiapan maupun pelaksanaan. Namun, kendala tersebut dapat diselesaikan melalui evaluasi dan koordinasi setiap hari.

Falentina menilai salah satu hal yang paling berkesan adalah kemampuan siswa dalam mengikuti lomba storytelling.

“Mereka masing-masing menunjukkan kemampuan dalam berbahasa Inggris dan bagaimana menceritakan dengan ekspresinya,” ungkapnya.

Ia menilai kemampuan bahasa Inggris siswa SMAN 1 Amarasi Barat cukup baik dan tidak kalah dengan siswa dari sekolah-sekolah di perkotaan.

Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Amarasi Barat, Anastasia Boleng Laka, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pendampingan bidang kesiswaan.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan harus dikawal dengan baik dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, orang tua siswa maupun kepala satuan pendidikan.

Anastasia mengaku bersyukur mendapat kepercayaan untuk mendampingi kegiatan tersebut bersama panitia dan para guru.

Ia menilai kegiatan perlombaan dan pertandingan mampu memupuk rasa persahabatan antara siswa, guru dengan siswa, maupun sesama guru.

“Guru dan siswa sangat antusias dalam mengikuti seluruh kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Amarasi Barat, Aizahra Harlensya Paru, siswa kelas XII, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini memberikan pengalaman yang berbeda.

Menurutnya, selain untuk memeriahkan HUT sekolah dan HUT RI, kegiatan tersebut melatih siswa untuk bertanggung jawab, kreatif, bekerja sama dan disiplin.

Salah satu bentuk pembinaan disiplin diterapkan melalui kewajiban setiap kelas menghadirkan minimal 15 siswa dalam apel pagi.

Kebijakan tersebut, menurut Aizahra, membuat siswa terpacu untuk datang tepat waktu dan mengikuti berbagai kegiatan.

“Kami banyak belajar bahwa disiplin itu penting. Kegiatan-kegiatan yang ada juga tidak kami dapat di dalam kelas. Kami dilatih mental untuk berani tampil di depan,” ujarnya.

Aizahra berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang, khususnya lomba storytelling bahasa Inggris.

Menurutnya, storytelling sangat membantu siswa yang berasal dari daerah untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus meningkatkan keberanian tampil di depan umum.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan HUT ke-24 sekolah dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, SMAN 1 Amarasi Barat berkomitmen menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan untuk mengembangkan potensi, karakter, kreativitas, disiplin dan nasionalisme siswa. (MI)




SMAN 1 Amarasi Barat Padukan HUT Sekolah dan HUT RI ke-81 Lewat Beragam Lomba

Kupang. nwartapedia.com — SMAN 1 Amarasi Barat memadukan peringatan hari ulang tahun sekolah dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui berbagai kegiatan olahraga, seni dan sastra.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 8 Agustus 2026 tersebut dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026 dengan agenda pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., M.M, kepada media ini, Kamis (13/8/2026), mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dirancang untuk membangun karakter dan jiwa nasionalisme peserta didik.

“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah penguatan karakter anak-anak untuk memaknai dua momen penting ini, yakni bagaimana mereka terus memberikan motivasi dan menunjukkan sikap patriotisme serta nasionalisme sebagai masyarakat Indonesia,” ujar Thomas.

Beragam perlombaan digelar, antara lain sepak bola putra antarkelas, futsal putri, serta lomba story telling dalam bahasa Inggris dengan tema kemerdekaan.

Menurut Thomas, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat sekaligus membangun kebersamaan antarkelas.

Tidak hanya siswa, para guru juga turut ambil bagian. Tim futsal yang terdiri dari guru perempuan serta pertandingan sepak bola yang melibatkan guru laki-laki menjadi bagian dari kegiatan untuk memberikan motivasi kepada peserta didik.

Latih Disiplin Lewat Perlombaan

Thomas menjelaskan, pihak sekolah juga memanfaatkan rangkaian kegiatan tersebut sebagai sarana melatih kedisiplinan siswa.

Salah satu aturan yang diterapkan adalah kesepakatan antara guru, wali kelas dan siswa terkait ketepatan waktu mengikuti kegiatan.

“Melalui kegiatan ini kami dilatih untuk disiplin dan tepat waktu. Jadi bukan sekadar datang, bermain dan selesai, tetapi ada proses bagaimana menciptakan disiplin melalui kegiatan ini,” jelasnya.

Menurutnya, aturan tersebut mendapat respons positif dari siswa. Setiap pagi, siswa diwajibkan mengikuti apel atau upacara sebelum kegiatan perlombaan dimulai.

Pihak sekolah juga memberikan batas waktu kehadiran sehingga setiap kelas berusaha memastikan seluruh anggotanya hadir tepat waktu.

Anggaran Sekitar Rp8 Juta

Untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan, panitia menyiapkan anggaran sekitar Rp8 juta.

Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan administrasi, akomodasi kegiatan, hadiah perlombaan serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Sumber pembiayaan berasal dari dana BOS dan Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) sekolah.

Kegiatan ini dirancang oleh Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Amarasi Barat, Anastasia Boleng Laka, S.H., sebagai bagian dari Rencana Kerja Tahunan bidang kesiswaan.

Sementara Falentina F.K. Ito, S.Pd. dipercaya sebagai Ketua Panitia.

Dalam laporan panitia, Falentina mendorong para siswa untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki.

Ia juga mengajak para guru untuk terus menjadi pendidik yang mampu memahami tumbuh kembang dan talenta peserta didik serta mendukung proses belajar mereka.

Bangun Kebersamaan dan Nasionalisme

Anastasia Boleng Laka memberikan apresiasi kepada panitia, guru dan seluruh siswa yang telah terlibat dalam kegiatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kebersamaan dalam keberagaman sekaligus menyatukan tekad seluruh warga sekolah dalam mencapai visi dan misi SMAN 1 Amarasi Barat.

“Mari dari anak-anak Amarasi kita buatkan sejarah untuk Indonesia, karena kita adalah Indonesia. Mimpi besar lahir dari sebuah langkah kecil,” pesannya.

Puncak kegiatan internal sekolah dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 melalui pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Sementara pada 17 Agustus 2026, seluruh satuan pendidikan dan masyarakat di Kecamatan Amarasi Barat akan mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dipusatkan di lapangan kecamatan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMAN 1 Amarasi Barat berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, kreativitas, sportivitas dan nasionalisme generasi muda. (MI)




Perdana, FKIP UCB Hadirkan Narasumber 4 Negara dalam Konferensi Internasional di Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang untuk pertama kalinya menggelar Workshop dan Konferensi Internasional tentang Ilmu Pendidikan 2026 dengan menghadirkan narasumber dari empat negara.

Kegiatan yang mengusung tema “Mentransformasi Pendidikan di Era Digital: Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan, Kolaborasi Global, dan Keterampilan Abad ke-21” tersebut berlangsung di Aula Kampus UCB, Kupang, Selasa (11/8/2026).

Konferensi internasional perdana ini menghadirkan akademisi dan praktisi pendidikan dari Amerika Serikat, Thailand, Timor Leste dan Indonesia.

Para pembicara yang hadir antara lain Prof. Linda A. Pelch, Ph.D., Prof. Dr. Marshela Lie, Ed.D., M.A.Ed., dan Prof. Dr. Cynthia S. Wiseman, Ed.D. dari City University of New York (CUNY), Amerika Serikat.

Hadir pula Dr. Ana Mae dari Asponshire International School, Thailand, Antonio Contantino Soares, S.S., M.Hum. dari Instituto Sao Joao de Brito, Timor Leste, serta Dr. Agnes M.D. Rafael, S.Pd., M.Hum. dari Universitas Citra Bangsa.

Narasumber dari City University of New York, Prof. Dr. Marshela Lie kepada media ini mengatakan konferensi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, AI saat ini semakin banyak digunakan mahasiswa sehingga pemanfaatannya perlu disertai pemahaman mengenai etika dan kemampuan berpikir kritis.

“Penggunaan kecerdasan buatan itu hanyalah sebagai bantuan, tetapi bukan sebagai pengganti,” katanya.

Marshela menjelaskan, mahasiswa harus tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan mandiri dalam proses pembelajaran.

Ia juga berharap kehadiran akademisi internasional dapat memotivasi mahasiswa UCB untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa untuk mengikuti konferensi internasional maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di luar negeri.

“Kami berharap mahasiswa bisa lebih aktif dan lebih semangat dalam belajar bahasa Inggris sehingga nantinya mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.

Dekan FKIP UCB, Heryon Bernard Mbuik, PAK, M.Pd., yang akrab ddisapa Bernard Mbuik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan kerja sama yang telah dibangun sejak beberapa bulan sebelumnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut kemudian dikembangkan menjadi kolaborasi antarlembaga dengan melibatkan akademisi dan institusi pendidikan dari berbagai negara.

Konferensi internasional ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan kerja sama yang berlangsung selama beberapa hari.

Bernard Mbuik mengatakan terdapat sejumlah target yang ingin dicapai melalui kerja sama tersebut, salah satunya meningkatkan kolaborasi riset antara dosen UCB dengan akademisi dari luar negeri.

Selain itu, kerja sama juga membuka peluang bagi mahasiswa UCB untuk melakukan studi banding ke Amerika Serikat serta memberikan kesempatan bagi dosen untuk mengikuti kegiatan akademik di luar negeri.

“Perlu adanya pertukaran ilmu pengetahuan maupun teknologi. Dengan kemajuan dari berbagai aspek, sepantasnya kita berguru pada negara-negara yang maju dan berkembang sangat luar biasa,” jelasnya.

Bernard Mbuik berharap kolaborasi internasional tersebut dapat memberikan terobosan baru bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

Selain konferensi, para akademisi internasional juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah institusi pendidikan di Kota Kupang, termasuk sekolah dan perguruan tinggi.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pendidikan di NTT sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring Global

Bernard Mbuik juga mendorong mahasiswa UCB memanfaatkan kehadiran para akademisi internasional untuk membangun jejaring dan meningkatkan wawasan.

Menurutnya, keterlibatan akademisi dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya menunjukkan bahwa perguruan tinggi di NTT memiliki peluang untuk membangun kerja sama dengan institusi pendidikan internasional.

“Mahasiswa harus termotivasi bahwa negara besar seperti Amerika ternyata mau berkolaborasi dengan institusi pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya kita di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses mahasiswa terhadap informasi, pengetahuan serta peluang melanjutkan studi ke luar negeri.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Maria Sogen, M.Pd., mengatakan persiapan konferensi telah dilakukan selama kurang lebih enam bulan.

Menurut Maria, konferensi menghadirkan enam narasumber dengan materi yang disesuaikan dengan tema kegiatan.

Kegiatan juga melibatkan peserta dari sejumlah perguruan tinggi di luar UCB serta mahasiswa.

“Acara ini berjalan dengan lancar karena kami melakukan kolaborasi bersama adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan rangkaian kegiatan diawali dengan workshop sebelum dilanjutkan dengan konferensi internasional sebagai puncak kegiatan.

“Hasil kegiatan akademik tersebut juga direncanakan untuk dipublikasikan melalui jurnal internasional,”ungkapnya.

Kerja sama UCB dengan City University of New York menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pendidikan internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik.

Melalui konferensi internasional perdana ini, FKIP UCB berharap mahasiswa dan dosen dapat memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan pendidikan global, pemanfaatan AI secara etis, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas di tingkat internasional (MI)




Ribuan Pramuka Ramaikan Kota Kupang, Karnaval Jamda NTT 2026 Penuh Warna Budaya

Kupang,nwartapedia.com  –  Kota Kupang berubah semarak ketika ribuan anggota Pramuka turun ke jalan mengikuti Karnaval Budaya Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026.

Dengan mengenakan pakaian adat dan menampilkan beragam kesenian daerah, sekitar 5.000 peserta menyuguhkan parade budaya yang menjadi salah satu kegiatan menarik dalam rangkaian Jamda NTT 2026.

Karnaval berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WITA, dengan mengambil titik awal dari Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT dan berakhir di Saboak Taman Nostalgia Kota Kupang.

Peserta terdiri dari kontingen Jambore Daerah yang mewakili 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-NTT, serta ribuan Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega dari berbagai Gugus Depan (Gudep) di Kota Kupang.

Sepanjang rute karnaval, masyarakat disuguhkan berbagai penampilan budaya dari kabupaten dan kota se-NTT.

Pakaian adat, tarian tradisional, atribut daerah dan berbagai kreativitas peserta tampil menghiasi barisan karnaval.

Keberagaman yang ditampilkan masing-masing kontingen menjadi gambaran kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karnaval tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Antusiasme masyarakat turut menambah kemeriahan. Warga memadati sejumlah titik sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya yang melibatkan ribuan anggota Pramuka.

Kehadiran ribuan peserta dan penonton tidak hanya menciptakan suasana meriah, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Area Saboak Taman Nostalgia yang menjadi titik akhir karnaval berubah menjadi salah satu pusat keramaian. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan makanan, minuman, jajanan lokal hingga berbagai produk kerajinan.

Tingginya jumlah pengunjung memberikan peluang bagi pedagang untuk meningkatkan transaksi dibandingkan hari biasa.

Dampak ekonomi juga dirasakan penyedia jasa transportasi dan usaha perparkiran di sekitar jalur karnaval akibat meningkatnya mobilitas masyarakat. **

Ketua Kwarda NTT menilai kegiatan tersebut membuktikan bahwa gerakan Pramuka tidak hanya berkaitan dengan pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain menampilkan budaya, para peserta juga membawa berbagai pesan sosial melalui kreativitas masing-masing kontingen.

Sejumlah isu yang disampaikan meliputi pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, perlindungan anak dan ketahanan pangan.

Dalam bidang lingkungan, peserta mengangkat pentingnya penanganan sampah, menjaga kebersihan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim.

Pada bidang kesehatan, pesan yang disampaikan antara lain pencegahan stunting dan perlindungan anak. Sementara dalam bidang pangan, peserta mendorong pemanfaatan potensi lokal NTT untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Pesan tentang persatuan dalam keberagaman juga menjadi bagian penting dalam karnaval. Perbedaan budaya yang ditampilkan justru menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat NTT.

Karnaval Budaya Jamda NTT 2026 menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka tidak hanya menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan dan kepemimpinan.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda juga diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan mereka.

Dengan memadukan budaya, kreativitas dan pesan sosial, para peserta menegaskan peran Pramuka sebagai generasi muda yang dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan daerah.

Jambore Daerah NTT 2026 menjadi momentum penting bagi pembinaan generasi muda Pramuka di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut memadukan semangat kemandirian, kebudayaan, kepedulian sosial dan pembentukan karakter.

Karnaval yang berlangsung di jalanan Kota Kupang akhirnya bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi panggung keberagaman budaya NTT sekaligus ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan sosial dan menunjukkan kepedulian terhadap daerahnya.

Melalui semangat kebersamaan dan keberagaman, Karnaval Jamda NTT 2026 diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya NTT serta memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman. **




Diundang Khusus FMIPA UGM, SMA Katolik Giovanni Kupang Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan

Kupang,nwartapedia.com  —  SMA Katolik Giovanni Kupang mendapat undangan khusus dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengikuti International Workshop Penguatan Kemitraan Pendidikan yang berlangsung di Yogyakarta, 29–31 Juli 2026.

Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, RD. Drs. Stefanus Mau, Pr., atau yang akrab disapa Romo Stef, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan sekolah.

Undangan khusus tersebut menjadi momentum penting bagi SMA Katolik Giovanni Kupang untuk memperluas jaringan kerja sama sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan kualitas pendidikan.

Workshop internasional tersebut mengangkat tema “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” dan mempertemukan unsur perguruan tinggi, kepala sekolah serta tenaga pendidik dari berbagai daerah.

Kegiatan diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan literasi sains dan teknologi bagi para pendidik.

Dalam kegiatan tersebut, empat sekolah dari Nusa Tenggara Timur mendapat kesempatan untuk hadir.

Keempatnya yakni SMA Katolik Giovanni Kupang, SMA Arnoldus Janssen Kupang, SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, dan SMA Negeri 1 Kota Kupang.

Kehadiran sekolah-sekolah tersebut menjadi kesempatan bagi lembaga pendidikan di NTT untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring dengan institusi pendidikan tinggi.

Bagi SMA Katolik Giovanni Kupang, kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai penguatan literasi sains dan teknologi bagi guru.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep coaching program sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik.

FMIPA UGM juga memperkenalkan sejumlah program akademik dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk International Undergraduate Program (IUP), program Magister, penelitian, inovasi, serta peluang pengembangan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi.

Informasi tersebut membuka ruang bagi sekolah untuk mengenal lebih jauh berbagai peluang pendidikan lanjutan dan pengembangan kompetensi bagi guru maupun siswa.

International Workshop tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri.

Di antaranya Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM; Prof. Lee Hon-man, Ph.D. dari National Changhua University of Education, Taiwan; Dr.-Ing. Hutomo Suryo Wasisto, M.Eng. dari Infineon Technologies AG, Jerman; serta Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Dekan FMIPA UGM.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai tantangan pendidikan, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), serta penjajakan peluang kemitraan dan inovasi pendidikan.

Keikutsertaan SMA Katolik Giovanni Kupang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi dan inovasi.

Penguatan literasi sains dan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan guru dan siswa menghadapi perubahan serta tantangan pendidikan di masa depan.

Melalui jejaring kemitraan yang semakin luas, SMA Katolik Giovanni Kupang berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kompetensi, kreativitas, dan kesiapan siswa menghadapi persaingan global.

Dari Nusa Tenggara Timur, GIVANS terus mendorong langkah-langkah strategis untuk membangun pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terus dihidupi SMA Katolik Giovanni Kupang:

Love • Service • Obedience

Cinta • Pelayanan • Ketaatan. ***




Rektor Undana Pastikan Jessica Pulih dan Lulus, Kampus Siapkan Pengawalan Akademik

Kupang,nwartapedia.com  — Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., memastikan pihak kampus memberikan perhatian penuh terhadap kondisi Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi semester X Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana.

Hal tersebut disampaikan Prof. Jefri saat membesuk Jessica yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Wirasakti Kupang, Sabtu (1/8/2026) pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan langsung jajaran pimpinan Undana menyusul persoalan akademik yang dialami Jessica terkait pembatalan ujian skripsi yang disebut terjadi secara mendadak.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Jefri didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. dr. Annytha I. R. Detha, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi, M.Si., Wakil Rektor IV Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., Dekan FKM Prof. Dr. Apris A. Adu, M.Kes., serta sejumlah dosen dan pegawai.

Prof. Jefri mengatakan, prioritas utama saat ini adalah memastikan Jessica mendapatkan pemulihan kesehatan secara maksimal.

“Saya sudah bertemu keluarga dan adik Jessica. Kami sampaikan agar fokus dulu pada pemulihan kesehatannya. Soal kelanjutan studi dan hak akademiknya, kampus menjamin akan dipenuhi sepenuhnya,” ujar Prof. Jefri.

Menurut Rektor, kondisi Jessica menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif dan beristirahat selama beberapa hari.

“Kami tentu bukan ahli kesehatan, namun dari penuturan adik Jessica sendiri, kondisinya terasa jauh lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya. Walau masih butuh perawatan medis lanjutan, kabar perkembangan ini menjadi penyemangat bagi kita semua,” jelasnya.

Prof. Jefri menegaskan, setelah kondisi Jessica pulih, pihak rektorat bersama fakultas dan program studi akan mengawal proses penyelesaian studi, mulai dari proposal hingga skripsi.

Pengawalan tersebut dilakukan agar hak akademik Jessica tetap terpenuhi dan proses penyelesaian studinya dapat berjalan dengan baik hingga meraih gelar sarjana.

Prosedur Akademik Akan Dievaluasi

Selain memastikan kelanjutan studi Jessica, Undana juga akan melakukan evaluasi terhadap prosedur bimbingan dan pelaksanaan proses akademik.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bahan perbaikan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di lingkungan akademik Undana.

Rektor juga mengungkapkan bahwa persoalan Jessica telah mendapat perhatian dari tingkat kementerian.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, ST., M.Eng., Ph.D., disebut sempat berkomunikasi langsung dengan Jessica melalui sambungan video call.

“Tadi Pak Menteri berkomunikasi langsung via video call dengan adik Jessica untuk menanyakan kondisi kesehatannya. Pihak kementerian mendukung penuh agar Jessica bisa pulih dan menyelesaikan studinya sampai meraih gelar sarjana,” terang Prof. Jefri.

Menurutnya, keluarga Jessica menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan pihak kampus maupun kementerian.

Undana Tegaskan Tidak Toleransi Pelanggaran Etika

Sebelumnya, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan bahwa kampus tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran etika di lingkungan akademik.

“Prinsipnya Undana zero tolerance. Tidak ada toleransi untuk kekerasan atau pelanggaran dalam bentuk apa pun di kampus. Kami sedang mendalami seluruh fakta agar informasi yang keluar benar-benar akurat,” tegas Philiphi.

Ia meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim internal Undana untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Menurutnya, proses pemeriksaan harus dilakukan secara objektif sehingga penyelesaian persoalan dapat memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.

Pendampingan Psikologis Disiapkan

Sementara itu, Dekan FKM Undana, Prof. Apris Adu, mengatakan pihak fakultas terus memberikan perhatian terhadap kondisi Jessica.

Pendampingan psikologis dari Program Studi Psikologi Undana juga disiapkan setelah kondisi medis Jessica dinyatakan membaik.

Terkait informasi mengenai pembatalan ujian skripsi yang beredar, Prof. Apris mengatakan proses klarifikasi masih berlangsung.

Ia menjelaskan, proses tersebut perlu dilakukan secara hati-hati karena salah satu dosen penguji tengah berduka, sedangkan dosen pembimbing Jessica berada di luar daerah.

Karena itu, pihak kampus mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Undana memastikan seluruh fakta akan didalami dan hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam mengambil langkah selanjutnya.

Fokus pada Pemulihan dan Masa Depan Akademik

Kunjungan Rektor Undana bersama jajaran pimpinan ke RS Wirasakti menjadi bentuk perhatian kampus terhadap kondisi Jessica.

Undana memastikan pemulihan kesehatan Jessica menjadi prioritas sebelum kembali melanjutkan proses akademiknya.

Setelah dinyatakan pulih, pihak rektorat, fakultas, dan program studi akan mengawal proses penyelesaian proposal hingga skripsi.

Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi Jessica untuk melanjutkan studi dengan baik dan menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana. **




Abraham Paul Liyanto Apresiasi Pentas Seni PGSD UCB, Dorong Budaya NTT Jadi Daya Tarik Pariwisata

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (YCBIM) yang juga Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, menghadiri Pentas Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Citra Bangsa (UCB) yang digelar di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Paul Liyanto memberikan apresiasi kepada mahasiswa PGSD UCB yang dinilai telah menunjukkan kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri melalui pertunjukan seni berbasis tradisi.

Menurutnya, pentas seni bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana membentuk karakter calon guru melalui kedisiplinan, kerja sama tim, serta kemampuan mengekspresikan hasil pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan.

“Saya memberikan penghargaan kepada Universitas Citra Bangsa yang mampu memanfaatkan momen seperti ini. Pentas seni bukan hanya ajang hiburan, tetapi tempat melatih disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri mahasiswa sebagai calon guru,” ujar Paul Liyanto.

Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal Nusa Tenggara Timur yang memiliki kekayaan tradisi dari puluhan etnis.

Menurutnya, budaya daerah harus terus dieksplorasi dan ditampilkan kepada masyarakat agar tidak hilang ditelan zaman.

Paul mengatakan, NTT memiliki potensi budaya yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.

Namun, potensi tersebut harus didukung dengan ruang-ruang kreativitas yang melibatkan generasi muda dan institusi pendidikan.

Ia mencontohkan pengalaman saat berkunjung ke Portugal, di mana sektor pariwisata mampu menjadi penggerak utama ekonomi melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya yang disajikan secara terbuka kepada wisatawan.

“NTT memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kalau terus dieksplorasi dan dipentaskan seperti ini, saya yakin akan menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Paul berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat sehingga seni dan budaya NTT semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mendorong mahasiswa PGSD Universitas Citra Bangsa agar terus mengembangkan kreativitas selama menempuh pendidikan, sehingga ketika menjadi guru nantinya mampu mengajarkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik melalui pembelajaran yang inovatif.

Pada kesempatan tersebut, Paul Liyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, panitia, serta mahasiswa yang telah menyelenggarakan Pentas Seni bertema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak.”

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan pendidikan yang berbasis budaya lokal.

Pentas seni ini juga diikuti oleh lima sekolah mitra Universitas Citra Bangsa, yakni SD GMIT Oepura, UPTD RSS Oesapa, UPTD SD Bertingkat Kelapa Lima 1, UPTD SDN Danau Ina, dan UPTD SDN 2 Fontein, sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat pendidikan berbasis seni dan budaya. (MI)