SMAN 1 Amarasi Barat Kembangkan Bakat dan Karakter Siswa Lewat HUT Sekolah dan HUT RI

Oelamasi, nwartapedia.com — SMAN 1 Amarasi Barat menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 sekolah sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung sejak 8 hingga 15 Agustus 2026 tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, minat sekaligus membentuk karakter melalui berbagai pertandingan dan perlombaan.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sekolah yang berada di bawah bidang kesiswaan dan telah dirancang dalam rencana kerja tahunan.

Menurutnya, kegiatan tidak hanya bertujuan mengeksplorasi bakat dan minat siswa, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter peserta didik.

“Intinya untuk mengeksplor bakat dan minat, tetapi lebih dari itu adalah untuk pengembangan karakter anak,” ujar Thomas.

Ia menjelaskan, terdapat dua momentum yang dipadukan dalam kegiatan tersebut, yakni HUT ke-24 SMAN 1 Amarasi Barat dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah ingin menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, saling menghormati, menghargai serta meningkatkan rasa nasionalisme siswa.

Thomas menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan setiap tahun. Bahkan, pada 2027 mendatang, SMAN 1 Amarasi Barat akan memasuki usia ke-25 atau pesta perak.

“Pastinya itu hari ulang tahun pesta perak sekolah dan itu yang kita siapkan tahun depan mungkin akan lebih banyak lagi kegiatan,” katanya.

Rangkaian kegiatan tahun ini diisi dengan pertandingan olahraga dan perlombaan seni. Untuk bidang olahraga, sekolah menggelar pertandingan sepak bola putra antarkelas dan futsal putri yang diikuti sebanyak 15 tim.

Sementara pada bidang kesenian, siswa mengikuti lomba tari kreasi yang konsep dan model tariannya dikemas sendiri oleh peserta.

Selain itu, terdapat lomba storytelling dalam bahasa Inggris yang menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian dari siswa maupun panitia.

Ketua Panitia, Falentina F.K. Ito, S.Pd., mengatakan seluruh persiapan dilakukan melalui rapat masing-masing seksi. Setiap seksi kemudian melaporkan kesiapan sebelum kegiatan dimulai.

Menurutnya, sejumlah kendala memang muncul selama persiapan maupun pelaksanaan. Namun, kendala tersebut dapat diselesaikan melalui evaluasi dan koordinasi setiap hari.

Falentina menilai salah satu hal yang paling berkesan adalah kemampuan siswa dalam mengikuti lomba storytelling.

“Mereka masing-masing menunjukkan kemampuan dalam berbahasa Inggris dan bagaimana menceritakan dengan ekspresinya,” ungkapnya.

Ia menilai kemampuan bahasa Inggris siswa SMAN 1 Amarasi Barat cukup baik dan tidak kalah dengan siswa dari sekolah-sekolah di perkotaan.

Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Amarasi Barat, Anastasia Boleng Laka, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pendampingan bidang kesiswaan.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan harus dikawal dengan baik dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, orang tua siswa maupun kepala satuan pendidikan.

Anastasia mengaku bersyukur mendapat kepercayaan untuk mendampingi kegiatan tersebut bersama panitia dan para guru.

Ia menilai kegiatan perlombaan dan pertandingan mampu memupuk rasa persahabatan antara siswa, guru dengan siswa, maupun sesama guru.

“Guru dan siswa sangat antusias dalam mengikuti seluruh kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Amarasi Barat, Aizahra Harlensya Paru, siswa kelas XII, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini memberikan pengalaman yang berbeda.

Menurutnya, selain untuk memeriahkan HUT sekolah dan HUT RI, kegiatan tersebut melatih siswa untuk bertanggung jawab, kreatif, bekerja sama dan disiplin.

Salah satu bentuk pembinaan disiplin diterapkan melalui kewajiban setiap kelas menghadirkan minimal 15 siswa dalam apel pagi.

Kebijakan tersebut, menurut Aizahra, membuat siswa terpacu untuk datang tepat waktu dan mengikuti berbagai kegiatan.

“Kami banyak belajar bahwa disiplin itu penting. Kegiatan-kegiatan yang ada juga tidak kami dapat di dalam kelas. Kami dilatih mental untuk berani tampil di depan,” ujarnya.

Aizahra berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang, khususnya lomba storytelling bahasa Inggris.

Menurutnya, storytelling sangat membantu siswa yang berasal dari daerah untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus meningkatkan keberanian tampil di depan umum.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan HUT ke-24 sekolah dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, SMAN 1 Amarasi Barat berkomitmen menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan untuk mengembangkan potensi, karakter, kreativitas, disiplin dan nasionalisme siswa. (MI)




SMAN 1 Amarasi Barat Padukan HUT Sekolah dan HUT RI ke-81 Lewat Beragam Lomba

Kupang. nwartapedia.com — SMAN 1 Amarasi Barat memadukan peringatan hari ulang tahun sekolah dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui berbagai kegiatan olahraga, seni dan sastra.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 8 Agustus 2026 tersebut dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026 dengan agenda pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., M.M, kepada media ini, Kamis (13/8/2026), mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dirancang untuk membangun karakter dan jiwa nasionalisme peserta didik.

“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah penguatan karakter anak-anak untuk memaknai dua momen penting ini, yakni bagaimana mereka terus memberikan motivasi dan menunjukkan sikap patriotisme serta nasionalisme sebagai masyarakat Indonesia,” ujar Thomas.

Beragam perlombaan digelar, antara lain sepak bola putra antarkelas, futsal putri, serta lomba story telling dalam bahasa Inggris dengan tema kemerdekaan.

Menurut Thomas, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat sekaligus membangun kebersamaan antarkelas.

Tidak hanya siswa, para guru juga turut ambil bagian. Tim futsal yang terdiri dari guru perempuan serta pertandingan sepak bola yang melibatkan guru laki-laki menjadi bagian dari kegiatan untuk memberikan motivasi kepada peserta didik.

Latih Disiplin Lewat Perlombaan

Thomas menjelaskan, pihak sekolah juga memanfaatkan rangkaian kegiatan tersebut sebagai sarana melatih kedisiplinan siswa.

Salah satu aturan yang diterapkan adalah kesepakatan antara guru, wali kelas dan siswa terkait ketepatan waktu mengikuti kegiatan.

“Melalui kegiatan ini kami dilatih untuk disiplin dan tepat waktu. Jadi bukan sekadar datang, bermain dan selesai, tetapi ada proses bagaimana menciptakan disiplin melalui kegiatan ini,” jelasnya.

Menurutnya, aturan tersebut mendapat respons positif dari siswa. Setiap pagi, siswa diwajibkan mengikuti apel atau upacara sebelum kegiatan perlombaan dimulai.

Pihak sekolah juga memberikan batas waktu kehadiran sehingga setiap kelas berusaha memastikan seluruh anggotanya hadir tepat waktu.

Anggaran Sekitar Rp8 Juta

Untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan, panitia menyiapkan anggaran sekitar Rp8 juta.

Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan administrasi, akomodasi kegiatan, hadiah perlombaan serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Sumber pembiayaan berasal dari dana BOS dan Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) sekolah.

Kegiatan ini dirancang oleh Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Amarasi Barat, Anastasia Boleng Laka, S.H., sebagai bagian dari Rencana Kerja Tahunan bidang kesiswaan.

Sementara Falentina F.K. Ito, S.Pd. dipercaya sebagai Ketua Panitia.

Dalam laporan panitia, Falentina mendorong para siswa untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki.

Ia juga mengajak para guru untuk terus menjadi pendidik yang mampu memahami tumbuh kembang dan talenta peserta didik serta mendukung proses belajar mereka.

Bangun Kebersamaan dan Nasionalisme

Anastasia Boleng Laka memberikan apresiasi kepada panitia, guru dan seluruh siswa yang telah terlibat dalam kegiatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kebersamaan dalam keberagaman sekaligus menyatukan tekad seluruh warga sekolah dalam mencapai visi dan misi SMAN 1 Amarasi Barat.

“Mari dari anak-anak Amarasi kita buatkan sejarah untuk Indonesia, karena kita adalah Indonesia. Mimpi besar lahir dari sebuah langkah kecil,” pesannya.

Puncak kegiatan internal sekolah dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 melalui pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Sementara pada 17 Agustus 2026, seluruh satuan pendidikan dan masyarakat di Kecamatan Amarasi Barat akan mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dipusatkan di lapangan kecamatan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMAN 1 Amarasi Barat berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, kreativitas, sportivitas dan nasionalisme generasi muda. (MI)




Perdana, FKIP UCB Hadirkan Narasumber 4 Negara dalam Konferensi Internasional di Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang untuk pertama kalinya menggelar Workshop dan Konferensi Internasional tentang Ilmu Pendidikan 2026 dengan menghadirkan narasumber dari empat negara.

Kegiatan yang mengusung tema “Mentransformasi Pendidikan di Era Digital: Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan, Kolaborasi Global, dan Keterampilan Abad ke-21” tersebut berlangsung di Aula Kampus UCB, Kupang, Selasa (11/8/2026).

Konferensi internasional perdana ini menghadirkan akademisi dan praktisi pendidikan dari Amerika Serikat, Thailand, Timor Leste dan Indonesia.

Para pembicara yang hadir antara lain Prof. Linda A. Pelch, Ph.D., Prof. Dr. Marshela Lie, Ed.D., M.A.Ed., dan Prof. Dr. Cynthia S. Wiseman, Ed.D. dari City University of New York (CUNY), Amerika Serikat.

Hadir pula Dr. Ana Mae dari Asponshire International School, Thailand, Antonio Contantino Soares, S.S., M.Hum. dari Instituto Sao Joao de Brito, Timor Leste, serta Dr. Agnes M.D. Rafael, S.Pd., M.Hum. dari Universitas Citra Bangsa.

Narasumber dari City University of New York, Prof. Dr. Marshela Lie kepada media ini mengatakan konferensi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, AI saat ini semakin banyak digunakan mahasiswa sehingga pemanfaatannya perlu disertai pemahaman mengenai etika dan kemampuan berpikir kritis.

“Penggunaan kecerdasan buatan itu hanyalah sebagai bantuan, tetapi bukan sebagai pengganti,” katanya.

Marshela menjelaskan, mahasiswa harus tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan mandiri dalam proses pembelajaran.

Ia juga berharap kehadiran akademisi internasional dapat memotivasi mahasiswa UCB untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa untuk mengikuti konferensi internasional maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di luar negeri.

“Kami berharap mahasiswa bisa lebih aktif dan lebih semangat dalam belajar bahasa Inggris sehingga nantinya mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.

Dekan FKIP UCB, Heryon Bernard Mbuik, PAK, M.Pd., yang akrab ddisapa Bernard Mbuik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan kerja sama yang telah dibangun sejak beberapa bulan sebelumnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut kemudian dikembangkan menjadi kolaborasi antarlembaga dengan melibatkan akademisi dan institusi pendidikan dari berbagai negara.

Konferensi internasional ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan kerja sama yang berlangsung selama beberapa hari.

Bernard Mbuik mengatakan terdapat sejumlah target yang ingin dicapai melalui kerja sama tersebut, salah satunya meningkatkan kolaborasi riset antara dosen UCB dengan akademisi dari luar negeri.

Selain itu, kerja sama juga membuka peluang bagi mahasiswa UCB untuk melakukan studi banding ke Amerika Serikat serta memberikan kesempatan bagi dosen untuk mengikuti kegiatan akademik di luar negeri.

“Perlu adanya pertukaran ilmu pengetahuan maupun teknologi. Dengan kemajuan dari berbagai aspek, sepantasnya kita berguru pada negara-negara yang maju dan berkembang sangat luar biasa,” jelasnya.

Bernard Mbuik berharap kolaborasi internasional tersebut dapat memberikan terobosan baru bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

Selain konferensi, para akademisi internasional juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah institusi pendidikan di Kota Kupang, termasuk sekolah dan perguruan tinggi.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pendidikan di NTT sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring Global

Bernard Mbuik juga mendorong mahasiswa UCB memanfaatkan kehadiran para akademisi internasional untuk membangun jejaring dan meningkatkan wawasan.

Menurutnya, keterlibatan akademisi dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya menunjukkan bahwa perguruan tinggi di NTT memiliki peluang untuk membangun kerja sama dengan institusi pendidikan internasional.

“Mahasiswa harus termotivasi bahwa negara besar seperti Amerika ternyata mau berkolaborasi dengan institusi pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya kita di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses mahasiswa terhadap informasi, pengetahuan serta peluang melanjutkan studi ke luar negeri.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Maria Sogen, M.Pd., mengatakan persiapan konferensi telah dilakukan selama kurang lebih enam bulan.

Menurut Maria, konferensi menghadirkan enam narasumber dengan materi yang disesuaikan dengan tema kegiatan.

Kegiatan juga melibatkan peserta dari sejumlah perguruan tinggi di luar UCB serta mahasiswa.

“Acara ini berjalan dengan lancar karena kami melakukan kolaborasi bersama adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan rangkaian kegiatan diawali dengan workshop sebelum dilanjutkan dengan konferensi internasional sebagai puncak kegiatan.

“Hasil kegiatan akademik tersebut juga direncanakan untuk dipublikasikan melalui jurnal internasional,”ungkapnya.

Kerja sama UCB dengan City University of New York menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pendidikan internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik.

Melalui konferensi internasional perdana ini, FKIP UCB berharap mahasiswa dan dosen dapat memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan pendidikan global, pemanfaatan AI secara etis, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas di tingkat internasional (MI)




Ribuan Pramuka Ramaikan Kota Kupang, Karnaval Jamda NTT 2026 Penuh Warna Budaya

Kupang,nwartapedia.com  –  Kota Kupang berubah semarak ketika ribuan anggota Pramuka turun ke jalan mengikuti Karnaval Budaya Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026.

Dengan mengenakan pakaian adat dan menampilkan beragam kesenian daerah, sekitar 5.000 peserta menyuguhkan parade budaya yang menjadi salah satu kegiatan menarik dalam rangkaian Jamda NTT 2026.

Karnaval berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WITA, dengan mengambil titik awal dari Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT dan berakhir di Saboak Taman Nostalgia Kota Kupang.

Peserta terdiri dari kontingen Jambore Daerah yang mewakili 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-NTT, serta ribuan Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega dari berbagai Gugus Depan (Gudep) di Kota Kupang.

Sepanjang rute karnaval, masyarakat disuguhkan berbagai penampilan budaya dari kabupaten dan kota se-NTT.

Pakaian adat, tarian tradisional, atribut daerah dan berbagai kreativitas peserta tampil menghiasi barisan karnaval.

Keberagaman yang ditampilkan masing-masing kontingen menjadi gambaran kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karnaval tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Antusiasme masyarakat turut menambah kemeriahan. Warga memadati sejumlah titik sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya yang melibatkan ribuan anggota Pramuka.

Kehadiran ribuan peserta dan penonton tidak hanya menciptakan suasana meriah, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Area Saboak Taman Nostalgia yang menjadi titik akhir karnaval berubah menjadi salah satu pusat keramaian. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan makanan, minuman, jajanan lokal hingga berbagai produk kerajinan.

Tingginya jumlah pengunjung memberikan peluang bagi pedagang untuk meningkatkan transaksi dibandingkan hari biasa.

Dampak ekonomi juga dirasakan penyedia jasa transportasi dan usaha perparkiran di sekitar jalur karnaval akibat meningkatnya mobilitas masyarakat. **

Ketua Kwarda NTT menilai kegiatan tersebut membuktikan bahwa gerakan Pramuka tidak hanya berkaitan dengan pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain menampilkan budaya, para peserta juga membawa berbagai pesan sosial melalui kreativitas masing-masing kontingen.

Sejumlah isu yang disampaikan meliputi pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, perlindungan anak dan ketahanan pangan.

Dalam bidang lingkungan, peserta mengangkat pentingnya penanganan sampah, menjaga kebersihan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim.

Pada bidang kesehatan, pesan yang disampaikan antara lain pencegahan stunting dan perlindungan anak. Sementara dalam bidang pangan, peserta mendorong pemanfaatan potensi lokal NTT untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Pesan tentang persatuan dalam keberagaman juga menjadi bagian penting dalam karnaval. Perbedaan budaya yang ditampilkan justru menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat NTT.

Karnaval Budaya Jamda NTT 2026 menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka tidak hanya menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan dan kepemimpinan.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda juga diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan mereka.

Dengan memadukan budaya, kreativitas dan pesan sosial, para peserta menegaskan peran Pramuka sebagai generasi muda yang dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan daerah.

Jambore Daerah NTT 2026 menjadi momentum penting bagi pembinaan generasi muda Pramuka di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut memadukan semangat kemandirian, kebudayaan, kepedulian sosial dan pembentukan karakter.

Karnaval yang berlangsung di jalanan Kota Kupang akhirnya bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi panggung keberagaman budaya NTT sekaligus ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan sosial dan menunjukkan kepedulian terhadap daerahnya.

Melalui semangat kebersamaan dan keberagaman, Karnaval Jamda NTT 2026 diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya NTT serta memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman. **




Diundang Khusus FMIPA UGM, SMA Katolik Giovanni Kupang Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan

Kupang,nwartapedia.com  —  SMA Katolik Giovanni Kupang mendapat undangan khusus dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengikuti International Workshop Penguatan Kemitraan Pendidikan yang berlangsung di Yogyakarta, 29–31 Juli 2026.

Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, RD. Drs. Stefanus Mau, Pr., atau yang akrab disapa Romo Stef, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan sekolah.

Undangan khusus tersebut menjadi momentum penting bagi SMA Katolik Giovanni Kupang untuk memperluas jaringan kerja sama sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan kualitas pendidikan.

Workshop internasional tersebut mengangkat tema “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” dan mempertemukan unsur perguruan tinggi, kepala sekolah serta tenaga pendidik dari berbagai daerah.

Kegiatan diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan literasi sains dan teknologi bagi para pendidik.

Dalam kegiatan tersebut, empat sekolah dari Nusa Tenggara Timur mendapat kesempatan untuk hadir.

Keempatnya yakni SMA Katolik Giovanni Kupang, SMA Arnoldus Janssen Kupang, SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, dan SMA Negeri 1 Kota Kupang.

Kehadiran sekolah-sekolah tersebut menjadi kesempatan bagi lembaga pendidikan di NTT untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring dengan institusi pendidikan tinggi.

Bagi SMA Katolik Giovanni Kupang, kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai penguatan literasi sains dan teknologi bagi guru.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep coaching program sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik.

FMIPA UGM juga memperkenalkan sejumlah program akademik dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk International Undergraduate Program (IUP), program Magister, penelitian, inovasi, serta peluang pengembangan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi.

Informasi tersebut membuka ruang bagi sekolah untuk mengenal lebih jauh berbagai peluang pendidikan lanjutan dan pengembangan kompetensi bagi guru maupun siswa.

International Workshop tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri.

Di antaranya Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM; Prof. Lee Hon-man, Ph.D. dari National Changhua University of Education, Taiwan; Dr.-Ing. Hutomo Suryo Wasisto, M.Eng. dari Infineon Technologies AG, Jerman; serta Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Dekan FMIPA UGM.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai tantangan pendidikan, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), serta penjajakan peluang kemitraan dan inovasi pendidikan.

Keikutsertaan SMA Katolik Giovanni Kupang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi dan inovasi.

Penguatan literasi sains dan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan guru dan siswa menghadapi perubahan serta tantangan pendidikan di masa depan.

Melalui jejaring kemitraan yang semakin luas, SMA Katolik Giovanni Kupang berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kompetensi, kreativitas, dan kesiapan siswa menghadapi persaingan global.

Dari Nusa Tenggara Timur, GIVANS terus mendorong langkah-langkah strategis untuk membangun pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terus dihidupi SMA Katolik Giovanni Kupang:

Love • Service • Obedience

Cinta • Pelayanan • Ketaatan. ***




Rektor Undana Pastikan Jessica Pulih dan Lulus, Kampus Siapkan Pengawalan Akademik

Kupang,nwartapedia.com  — Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., memastikan pihak kampus memberikan perhatian penuh terhadap kondisi Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi semester X Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana.

Hal tersebut disampaikan Prof. Jefri saat membesuk Jessica yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Wirasakti Kupang, Sabtu (1/8/2026) pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan langsung jajaran pimpinan Undana menyusul persoalan akademik yang dialami Jessica terkait pembatalan ujian skripsi yang disebut terjadi secara mendadak.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Jefri didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. dr. Annytha I. R. Detha, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi, M.Si., Wakil Rektor IV Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., Dekan FKM Prof. Dr. Apris A. Adu, M.Kes., serta sejumlah dosen dan pegawai.

Prof. Jefri mengatakan, prioritas utama saat ini adalah memastikan Jessica mendapatkan pemulihan kesehatan secara maksimal.

“Saya sudah bertemu keluarga dan adik Jessica. Kami sampaikan agar fokus dulu pada pemulihan kesehatannya. Soal kelanjutan studi dan hak akademiknya, kampus menjamin akan dipenuhi sepenuhnya,” ujar Prof. Jefri.

Menurut Rektor, kondisi Jessica menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif dan beristirahat selama beberapa hari.

“Kami tentu bukan ahli kesehatan, namun dari penuturan adik Jessica sendiri, kondisinya terasa jauh lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya. Walau masih butuh perawatan medis lanjutan, kabar perkembangan ini menjadi penyemangat bagi kita semua,” jelasnya.

Prof. Jefri menegaskan, setelah kondisi Jessica pulih, pihak rektorat bersama fakultas dan program studi akan mengawal proses penyelesaian studi, mulai dari proposal hingga skripsi.

Pengawalan tersebut dilakukan agar hak akademik Jessica tetap terpenuhi dan proses penyelesaian studinya dapat berjalan dengan baik hingga meraih gelar sarjana.

Prosedur Akademik Akan Dievaluasi

Selain memastikan kelanjutan studi Jessica, Undana juga akan melakukan evaluasi terhadap prosedur bimbingan dan pelaksanaan proses akademik.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bahan perbaikan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di lingkungan akademik Undana.

Rektor juga mengungkapkan bahwa persoalan Jessica telah mendapat perhatian dari tingkat kementerian.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, ST., M.Eng., Ph.D., disebut sempat berkomunikasi langsung dengan Jessica melalui sambungan video call.

“Tadi Pak Menteri berkomunikasi langsung via video call dengan adik Jessica untuk menanyakan kondisi kesehatannya. Pihak kementerian mendukung penuh agar Jessica bisa pulih dan menyelesaikan studinya sampai meraih gelar sarjana,” terang Prof. Jefri.

Menurutnya, keluarga Jessica menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan pihak kampus maupun kementerian.

Undana Tegaskan Tidak Toleransi Pelanggaran Etika

Sebelumnya, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan bahwa kampus tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran etika di lingkungan akademik.

“Prinsipnya Undana zero tolerance. Tidak ada toleransi untuk kekerasan atau pelanggaran dalam bentuk apa pun di kampus. Kami sedang mendalami seluruh fakta agar informasi yang keluar benar-benar akurat,” tegas Philiphi.

Ia meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim internal Undana untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Menurutnya, proses pemeriksaan harus dilakukan secara objektif sehingga penyelesaian persoalan dapat memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.

Pendampingan Psikologis Disiapkan

Sementara itu, Dekan FKM Undana, Prof. Apris Adu, mengatakan pihak fakultas terus memberikan perhatian terhadap kondisi Jessica.

Pendampingan psikologis dari Program Studi Psikologi Undana juga disiapkan setelah kondisi medis Jessica dinyatakan membaik.

Terkait informasi mengenai pembatalan ujian skripsi yang beredar, Prof. Apris mengatakan proses klarifikasi masih berlangsung.

Ia menjelaskan, proses tersebut perlu dilakukan secara hati-hati karena salah satu dosen penguji tengah berduka, sedangkan dosen pembimbing Jessica berada di luar daerah.

Karena itu, pihak kampus mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Undana memastikan seluruh fakta akan didalami dan hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam mengambil langkah selanjutnya.

Fokus pada Pemulihan dan Masa Depan Akademik

Kunjungan Rektor Undana bersama jajaran pimpinan ke RS Wirasakti menjadi bentuk perhatian kampus terhadap kondisi Jessica.

Undana memastikan pemulihan kesehatan Jessica menjadi prioritas sebelum kembali melanjutkan proses akademiknya.

Setelah dinyatakan pulih, pihak rektorat, fakultas, dan program studi akan mengawal proses penyelesaian proposal hingga skripsi.

Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi Jessica untuk melanjutkan studi dengan baik dan menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana. **




Abraham Paul Liyanto Apresiasi Pentas Seni PGSD UCB, Dorong Budaya NTT Jadi Daya Tarik Pariwisata

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (YCBIM) yang juga Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, menghadiri Pentas Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Citra Bangsa (UCB) yang digelar di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Paul Liyanto memberikan apresiasi kepada mahasiswa PGSD UCB yang dinilai telah menunjukkan kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri melalui pertunjukan seni berbasis tradisi.

Menurutnya, pentas seni bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana membentuk karakter calon guru melalui kedisiplinan, kerja sama tim, serta kemampuan mengekspresikan hasil pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan.

“Saya memberikan penghargaan kepada Universitas Citra Bangsa yang mampu memanfaatkan momen seperti ini. Pentas seni bukan hanya ajang hiburan, tetapi tempat melatih disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri mahasiswa sebagai calon guru,” ujar Paul Liyanto.

Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal Nusa Tenggara Timur yang memiliki kekayaan tradisi dari puluhan etnis.

Menurutnya, budaya daerah harus terus dieksplorasi dan ditampilkan kepada masyarakat agar tidak hilang ditelan zaman.

Paul mengatakan, NTT memiliki potensi budaya yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.

Namun, potensi tersebut harus didukung dengan ruang-ruang kreativitas yang melibatkan generasi muda dan institusi pendidikan.

Ia mencontohkan pengalaman saat berkunjung ke Portugal, di mana sektor pariwisata mampu menjadi penggerak utama ekonomi melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya yang disajikan secara terbuka kepada wisatawan.

“NTT memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kalau terus dieksplorasi dan dipentaskan seperti ini, saya yakin akan menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Paul berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat sehingga seni dan budaya NTT semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mendorong mahasiswa PGSD Universitas Citra Bangsa agar terus mengembangkan kreativitas selama menempuh pendidikan, sehingga ketika menjadi guru nantinya mampu mengajarkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik melalui pembelajaran yang inovatif.

Pada kesempatan tersebut, Paul Liyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, panitia, serta mahasiswa yang telah menyelenggarakan Pentas Seni bertema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak.”

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan pendidikan yang berbasis budaya lokal.

Pentas seni ini juga diikuti oleh lima sekolah mitra Universitas Citra Bangsa, yakni SD GMIT Oepura, UPTD RSS Oesapa, UPTD SD Bertingkat Kelapa Lima 1, UPTD SDN Danau Ina, dan UPTD SDN 2 Fontein, sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat pendidikan berbasis seni dan budaya. (MI)




Dekan FKIP UCB: Pentas Seni Mahasiswa PGSD Jadi Wadah Lahirkan Guru Kreatif dan Berbudaya

Kupang, nwartapedia.com  –  Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB), Heryon Bernard Mbuik, secara resmi membuka Pentas Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) bertema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak” di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Heryon Bernard Mbuik menegaskan bahwa pentas seni merupakan bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya menampilkan kemampuan mahasiswa dalam bidang seni, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan calon guru yang kreatif, inovatif, dan mampu melestarikan budaya lokal.

Menurutnya, pendidikan di era modern harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, memiliki kepekaan budaya, serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik bagi peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa seorang guru tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan relevan dengan kehidupan siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak” mencerminkan komitmen FKIP Universitas Citra Bangsa dalam mengembangkan pembelajaran yang berpijak pada kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Bernard Mbuik juga memberikan apresiasi kepada dosen pengampu Mata Kuliah Pendidikan Seni Musik, Apris Yulianto Saefatu, M.Sn. dan Abraham Satya Graha, Ph.D., yang dinilai berhasil membimbing mahasiswa menghasilkan karya seni yang kreatif dan edukatif.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada sekolah-sekolah mitra yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, yakni SD GMIT Oepura, UPTD RSS Oesapa, UPTD SD Bertingkat Kelapa Lima 1, UPTD SDN Danau Ina, dan UPTD SDN 2 Fontein. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD Universitas Citra Bangsa, Yulsi Marselina Nite, mengatakan pentas seni merupakan implementasi hasil pembelajaran mahasiswa semester IV pada Mata Kuliah Pendidikan Seni Musik.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas melalui seni, sekaligus memperkenalkan inovasi pembelajaran berbasis budaya kepada sekolah-sekolah mitra.

Yulsi juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Citra Bina Insan Mandiri atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Ia berharap kolaborasi antara Program Studi PGSD UCB dan sekolah-sekolah mitra terus diperkuat melalui berbagai kegiatan akademik maupun praktik pembelajaran.

Pentas seni yang diikuti mahasiswa PGSD Universitas Citra Bangsa bersama lima sekolah mitra tersebut menampilkan berbagai pertunjukan musik, tari, dan kreasi seni berbasis budaya lokal. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UCB dalam mencetak calon guru sekolah dasar yang profesional, inovatif, serta mampu menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya Indonesia melalui dunia pendidikan. (MI)




Dekan FKIP UCB Optimistis 80 Persen Mahasiswa Lulus Tepat Waktu Melalui PPL-KKN Integratif

Kupang, nwartapedia.com  –  Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB), Heryon Bernard Mbuik, PAK., M.Pd., optimistis sedikitnya 80 persen mahasiswa peserta Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif Tahun Ajaran 2026/2027 mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

Optimisme tersebut disampaikan Bernard Mbuik saat ditemui nwartapedia.com di ruang kerjanya usai kegiatan Pembekalan PPL-KKN Integratif FKIP Universitas Citra Bangsa, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, pelaksanaan PPL-KKN Integratif merupakan terobosan baru yang diterapkan FKIP UCB dengan menggabungkan program PPL dan KKN dalam satu rangkaian kegiatan akademik. Sebelumnya, kedua program tersebut dilaksanakan secara terpisah.

“Ini merupakan pertama kalinya kami mengintegrasikan PPL dan KKN. Selain menghemat waktu pelaksanaan, program ini juga memangkas masa studi mahasiswa tanpa mengurangi kualitas pengalaman belajar mereka di lapangan,” ujar Bernard Mbuik.

Ia menjelaskan, selama menjalani PPL di sekolah, mahasiswa juga didorong untuk mulai menyusun proposal skripsi.

Dengan demikian, setelah program berakhir pada akhir November 2026, mahasiswa sudah dapat mengikuti ujian proposal sehingga proses penyelesaian skripsi menjadi lebih cepat.

“Kami sedang mengubah pola pikir bahwa mahasiswa tidak harus menyelesaikan kuliah hingga semester sembilan atau sepuluh. Jika setelah semester tujuh mereka sudah siap secara akademik, maka semester delapan dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan tahapan akhir studi,” jelasnya.

Menurut Bernard Mbuik, kebijakan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi mahasiswa dan orang tua karena biaya pendidikan menjadi lebih efisien seiring singkatnya masa studi.

Ia mengungkapkan, FKIP UCB selama ini menjadi salah satu fakultas dengan tingkat kelulusan tepat waktu tertinggi di Universitas Citra Bangsa.

Tahun sebelumnya, tingkat kelulusan tepat waktu mencapai sekitar 77 persen, bahkan salah satu program studi berhasil mencatatkan angka hingga 99 persen.

“Melalui PPL-KKN Integratif ini kami memberikan tantangan baru kepada mahasiswa. Target kami, minimal 80 persen peserta angkatan tahun ini mampu lulus tepat waktu,” tegasnya.

Bernard Mbuik menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya mengejar persentase kelulusan, tetapi lebih menekankan kualitas lulusan agar siap menjadi guru profesional yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Ia juga berpesan agar mahasiswa memiliki empat kompetensi utama, yakni mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan lingkungan sekolah, mengembangkan inovasi dan kreativitas, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik sebagai bekal menjadi pendidik profesional.

“Selain kompetensi, saya juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjaga nama baik almamater, fakultas, program studi, dan menjaga integritas diri selama menjalankan PPL maupun KKN,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia PPL-KKN Integratif Universitas Citra Bangsa, Dr. Maria Sogen, M.Pd., mengatakan sebanyak 180 mahasiswa mengikuti program tersebut.

Mereka akan ditempatkan di 24 Sekolah Dasar (SD), satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta sejumlah SMA dan SMK di Kota Kupang.

Pengantaran mahasiswa ke lokasi PPL dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Juli 2026, sedangkan pelaksanaan PPL-KKN Integratif berlangsung hingga November 2026 atau sekitar lima bulan.

Melalui program ini, FKIP Universitas Citra Bangsa berharap dapat melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, berkarakter, serta mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu sehingga siap berkontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. (MI)




Pembekalan PPL-KKN Integratif FKIP UCB Siapkan Calon Guru Berkarakter Hadapi Pendidikan Abad ke-21

Kupang, nwartapedia.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) menegaskan komitmennya dalam mencetak calon pendidik berkualitas melalui kegiatan Pembekalan PPL-KKN Integratif Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di Aula Kampus Universitas Citra Bangsa, Kamis (9/7/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Calon Guru Profesional, Adaptif, dan Berkarakter di Era Pendidikan Abad ke-21,” kegiatan ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa sebelum menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif di berbagai sekolah dan lingkungan masyarakat.

Dekan FKIP Universitas Citra Bangsa, Heryon Bernard Mbuik, PAK., M.Pd, mengatakan bahwa dunia pendidikan saat ini membutuhkan sosok guru yang tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai karakter.

Menurutnya, tantangan pendidikan terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital dan kemajuan kecerdasan buatan. Karena itu, mahasiswa calon guru harus memiliki kesiapan kompetensi sekaligus karakter yang kuat.

“Guru masa kini harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, mampu beradaptasi terhadap perubahan, namun tetap menjaga integritas dan etika profesi sebagai landasan utama dalam mendidik generasi bangsa,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Bernard Mbuik menjelaskan bahwa Program Pengalaman Lapangan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam praktik pembelajaran di sekolah.

Sementara KKN Integratif menjadi ruang belajar bersama masyarakat untuk mengembangkan kepedulian sosial, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata.

Ia menegaskan bahwa kedua program tersebut merupakan bagian penting dalam membentuk lulusan FKIP yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Bernard Mbuik juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater, menjunjung disiplin, serta mengedepankan etika selama menjalankan tugas di sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Kompetensi akan membuka kesempatan, tetapi karakter akan menentukan kepercayaan. Guru yang berkarakter akan selalu dikenang karena mampu memberi inspirasi bagi peserta didiknya,” katanya.

Kegiatan pembekalan menghadirkan tiga narasumber, yakni Dekan FKIP, Heryon Bernard Mbuik, PAK., M.Pd, Sekretaris Program Studi jurusan PGSD, Kristina E. Noya Nahak, S.Pd., M.Pd., dan Dosen PGSD, Radka Bodkova Koli, S.Pd., M.Pd.

Mereka membawakan materi mengenai profesionalisme guru, implementasi PPL-KKN Integratif, pembelajaran abad ke-21, hingga penguatan karakter calon pendidik.

Salah seorang mahasiswa peserta, Juninda C. Saduk, mengaku pembekalan tersebut memberikan motivasi dan kepercayaan diri sebelum terjun ke sekolah.

Ia berharap seluruh ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Citra Bangsa dapat diterapkan secara nyata saat melaksanakan PPL.

“Saya ingin menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi, menjaga kedisiplinan, serta membawa nama baik Universitas Citra Bangsa selama berada di sekolah,” ungkapnya.

Juninda juga mengajak seluruh peserta untuk menjalankan PPL-KKN Integratif dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan dedikasi sehingga kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi sekolah, peserta didik, maupun masyarakat.

Melalui pembekalan ini, FKIP Universitas Citra Bangsa berharap seluruh mahasiswa siap menjadi calon guru profesional yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki integritas tinggi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia. (MI)