Dekan FKIP UCB Optimistis 80 Persen Mahasiswa Lulus Tepat Waktu Melalui PPL-KKN Integratif

Kupang, nwartapedia.com  –  Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB), Heryon Bernard Mbuik, PAK., M.Pd., optimistis sedikitnya 80 persen mahasiswa peserta Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif Tahun Ajaran 2026/2027 mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

Optimisme tersebut disampaikan Bernard Mbuik saat ditemui nwartapedia.com di ruang kerjanya usai kegiatan Pembekalan PPL-KKN Integratif FKIP Universitas Citra Bangsa, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, pelaksanaan PPL-KKN Integratif merupakan terobosan baru yang diterapkan FKIP UCB dengan menggabungkan program PPL dan KKN dalam satu rangkaian kegiatan akademik. Sebelumnya, kedua program tersebut dilaksanakan secara terpisah.

“Ini merupakan pertama kalinya kami mengintegrasikan PPL dan KKN. Selain menghemat waktu pelaksanaan, program ini juga memangkas masa studi mahasiswa tanpa mengurangi kualitas pengalaman belajar mereka di lapangan,” ujar Bernard Mbuik.

Ia menjelaskan, selama menjalani PPL di sekolah, mahasiswa juga didorong untuk mulai menyusun proposal skripsi.

Dengan demikian, setelah program berakhir pada akhir November 2026, mahasiswa sudah dapat mengikuti ujian proposal sehingga proses penyelesaian skripsi menjadi lebih cepat.

“Kami sedang mengubah pola pikir bahwa mahasiswa tidak harus menyelesaikan kuliah hingga semester sembilan atau sepuluh. Jika setelah semester tujuh mereka sudah siap secara akademik, maka semester delapan dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan tahapan akhir studi,” jelasnya.

Menurut Bernard Mbuik, kebijakan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi mahasiswa dan orang tua karena biaya pendidikan menjadi lebih efisien seiring singkatnya masa studi.

Ia mengungkapkan, FKIP UCB selama ini menjadi salah satu fakultas dengan tingkat kelulusan tepat waktu tertinggi di Universitas Citra Bangsa.

Tahun sebelumnya, tingkat kelulusan tepat waktu mencapai sekitar 77 persen, bahkan salah satu program studi berhasil mencatatkan angka hingga 99 persen.

“Melalui PPL-KKN Integratif ini kami memberikan tantangan baru kepada mahasiswa. Target kami, minimal 80 persen peserta angkatan tahun ini mampu lulus tepat waktu,” tegasnya.

Bernard Mbuik menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya mengejar persentase kelulusan, tetapi lebih menekankan kualitas lulusan agar siap menjadi guru profesional yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Ia juga berpesan agar mahasiswa memiliki empat kompetensi utama, yakni mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan lingkungan sekolah, mengembangkan inovasi dan kreativitas, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik sebagai bekal menjadi pendidik profesional.

“Selain kompetensi, saya juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjaga nama baik almamater, fakultas, program studi, dan menjaga integritas diri selama menjalankan PPL maupun KKN,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia PPL-KKN Integratif Universitas Citra Bangsa, Dr. Maria Sogen, M.Pd., mengatakan sebanyak 180 mahasiswa mengikuti program tersebut.

Mereka akan ditempatkan di 24 Sekolah Dasar (SD), satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta sejumlah SMA dan SMK di Kota Kupang.

Pengantaran mahasiswa ke lokasi PPL dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Juli 2026, sedangkan pelaksanaan PPL-KKN Integratif berlangsung hingga November 2026 atau sekitar lima bulan.

Melalui program ini, FKIP Universitas Citra Bangsa berharap dapat melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, berkarakter, serta mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu sehingga siap berkontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. (MI)




Pembekalan PPL-KKN Integratif FKIP UCB Siapkan Calon Guru Berkarakter Hadapi Pendidikan Abad ke-21

Kupang, nwartapedia.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) menegaskan komitmennya dalam mencetak calon pendidik berkualitas melalui kegiatan Pembekalan PPL-KKN Integratif Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di Aula Kampus Universitas Citra Bangsa, Kamis (9/7/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Calon Guru Profesional, Adaptif, dan Berkarakter di Era Pendidikan Abad ke-21,” kegiatan ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa sebelum menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif di berbagai sekolah dan lingkungan masyarakat.

Dekan FKIP Universitas Citra Bangsa, Heryon Bernard Mbuik, PAK., M.Pd, mengatakan bahwa dunia pendidikan saat ini membutuhkan sosok guru yang tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai karakter.

Menurutnya, tantangan pendidikan terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital dan kemajuan kecerdasan buatan. Karena itu, mahasiswa calon guru harus memiliki kesiapan kompetensi sekaligus karakter yang kuat.

“Guru masa kini harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, mampu beradaptasi terhadap perubahan, namun tetap menjaga integritas dan etika profesi sebagai landasan utama dalam mendidik generasi bangsa,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Bernard Mbuik menjelaskan bahwa Program Pengalaman Lapangan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam praktik pembelajaran di sekolah.

Sementara KKN Integratif menjadi ruang belajar bersama masyarakat untuk mengembangkan kepedulian sosial, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata.

Ia menegaskan bahwa kedua program tersebut merupakan bagian penting dalam membentuk lulusan FKIP yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Bernard Mbuik juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater, menjunjung disiplin, serta mengedepankan etika selama menjalankan tugas di sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Kompetensi akan membuka kesempatan, tetapi karakter akan menentukan kepercayaan. Guru yang berkarakter akan selalu dikenang karena mampu memberi inspirasi bagi peserta didiknya,” katanya.

Kegiatan pembekalan menghadirkan tiga narasumber, yakni Dekan FKIP, Heryon Bernard Mbuik, PAK., M.Pd, Sekretaris Program Studi jurusan PGSD, Kristina E. Noya Nahak, S.Pd., M.Pd., dan Dosen PGSD, Radka Bodkova Koli, S.Pd., M.Pd.

Mereka membawakan materi mengenai profesionalisme guru, implementasi PPL-KKN Integratif, pembelajaran abad ke-21, hingga penguatan karakter calon pendidik.

Salah seorang mahasiswa peserta, Juninda C. Saduk, mengaku pembekalan tersebut memberikan motivasi dan kepercayaan diri sebelum terjun ke sekolah.

Ia berharap seluruh ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Citra Bangsa dapat diterapkan secara nyata saat melaksanakan PPL.

“Saya ingin menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi, menjaga kedisiplinan, serta membawa nama baik Universitas Citra Bangsa selama berada di sekolah,” ungkapnya.

Juninda juga mengajak seluruh peserta untuk menjalankan PPL-KKN Integratif dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan dedikasi sehingga kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi sekolah, peserta didik, maupun masyarakat.

Melalui pembekalan ini, FKIP Universitas Citra Bangsa berharap seluruh mahasiswa siap menjadi calon guru profesional yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki integritas tinggi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia. (MI)




Wakil Rektor III Undana Dr. Rudi Rohi Prioritaskan Penguatan Soft Skill Mahasiswa dan Konsolidasi Alumni

Kupang, nwartapedia.com  – Kepemimpinan baru di Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai menghadirkan arah pembaruan. Setelah resmi dilantik sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si. langsung menetapkan penguatan kapasitas mahasiswa dan pembentukan jejaring alumni sebagai dua program prioritas.

Pelantikan jajaran wakil rektor yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Rektorat Undana pada Senin (29/6/2026) menjadi awal bagi Dr. Rudi menjalankan tanggung jawab baru di bidang kemahasiswaan dan alumni.

Meski mengaku baru mengetahui penempatan tugasnya saat Surat Keputusan Rektor dibacakan, Dr. Rudi memastikan dirinya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kualitas lulusan Undana.

Salah satu fokus utamanya adalah mendorong keseimbangan antara kemampuan akademik dan keterampilan nonteknis atau soft skill.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki indeks prestasi akademik yang tinggi, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, bekerja sama, memimpin, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia berencana memperbanyak program kemahasiswaan yang mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan dengan peningkatan karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

“Mahasiswa harus dipersiapkan menjadi lulusan yang lengkap, bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja dan kehidupan sosial,” ungkap Dr. Rudi.

Selain pembinaan mahasiswa, Dr. Rudi juga menaruh perhatian terhadap belum optimalnya hubungan antara Undana dan para alumninya.

Ia menilai hingga saat ini belum tersedia organisasi alumni yang mampu menghimpun seluruh lulusan secara terpadu.

Padahal, keberadaan alumni memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kampus, membuka peluang kerja bagi lulusan baru, hingga memperluas jaringan kerja sama.

Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memulai pemetaan data alumni sebagai langkah awal membangun organisasi alumni yang lebih kuat dan terintegrasi.

Menurutnya, jejaring alumni yang solid akan menjadi modal penting bagi Undana untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat posisi kampus di tingkat nasional.

Program yang diusung Dr. Rudi juga diharapkan mampu mengubah pola pembinaan mahasiswa yang selama ini lebih berorientasi pada prestasi akademik semata menjadi pembinaan yang menyeluruh.

Dengan perpaduan antara kecerdasan intelektual, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta dukungan jejaring alumni yang kuat, Undana diharapkan mampu melahirkan lulusan yang lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun persaingan global.

Kehadiran Dr. Rudi Rohi sebagai Wakil Rektor III menjadi harapan baru bagi sivitas akademika Undana untuk membangun ekosistem kemahasiswaan yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dengan para alumni demi mendukung kemajuan Universitas Nusa Cendana di masa depan. **




Ivone Sarmento dan 8 Siswa Wakili NTT Ikut Olimpiade Aritmatika Nasional

Kupang, nwartapedia.com – Sebanyak sembilan siswa Sekolah Dasar (SD) asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan mewakili daerahnya pada Olimpiade Aritmatika Tingkat Nasional 2026 yang digelar di Hotel Four Points Makassar pada 28 Juni 2026.

Kesembilan peserta merupakan siswa binaan UMC Kupang yang berhasil lolos seleksi dan akan bersaing bersama lebih dari 800 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Adapun sembilan peserta yang mewakili NTT yakni Ivone Debora Masae Patrocinio Sarmento (SD NTO National Plus Kupang), Made Airlangga Ariaputra (SD Dian Harapan Kupang), Krisna Lucky Jonathan Toy (SD Dian Harapan Kupang), Vania Arifin (SD NTO National Plus Kupang), Ayana Arifin (SD NTO National Plus Kupang), Edward S. Helmyanto Mahodim (SDK St. Yoseph Noelbaki Kupang), Made Harsa Pradhirsta (SD Negeri Naikoten 1 Kupang), Alica Nataniela Fema Zakarias (SD Negeri Oetona Kupang), serta Sona Wasalinda Molina (SD Lentera Harapan Kupang).

Guru pendamping yang mewakili pimpinan UMC Kupang, Yanti Jonatan, mengatakan seluruh peserta telah dipersiapkan secara maksimal untuk mengikuti kompetisi nasional tersebut.

“Peserta Olimpiade Aritmatika Nasional tahun ini sebanyak lebih dari 800 orang yang dikirim oleh UMC-UCMAS Indonesia dari seluruh Indonesia, termasuk Kupang. Kali ini kami mengirim sembilan peserta,” ujar Yanti.

Menurutnya, peserta yang meraih hasil terbaik di tingkat nasional akan memperoleh kesempatan mengikuti Olimpiade Aritmatika tingkat internasional. Karena itu, kesiapan mental maupun kemampuan akademik menjadi fokus utama pembinaan.

“Akan ada lomba internasional setelah kompetisi nasional ini. UMC Kupang berharap anak-anak NTT mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sebagai bagian dari upaya melatih mental dan menggali potensi mereka,” katanya.

Yanti menjelaskan, Olimpiade Aritmatika Nasional merupakan agenda tahunan UCMAS Indonesia. Menariknya, pada tahun 2027 mendatang, UMC Kupang direncanakan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional tersebut.

“Menjadi tuan rumah diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak NTT untuk mengikuti kompetisi nasional dan meraih prestasi bersama UMC Kupang,” tambahnya.

Dalam mengikuti kompetisi di Makassar, para peserta akan didampingi dua guru, yakni Yanti Jonatan dan Cornelia Darius.

Sebelumnya, UMC Kupang juga rutin bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam menggelar Lomba Berhitung Cepat. Selama dua tahun terakhir, UMC Kupang secara mandiri menyelenggarakan Lomba Sempoa Aritmatika dan Tes IGE UMC Kupang (LASIGE) 2026 yang terakhir digelar di Harper Hotel Kupang pada 17 Mei 2026 dengan melibatkan 375 peserta dari berbagai sekolah di Kota Kupang.

“Kami melihat anak-anak kita memiliki potensi besar asalkan diberikan ruang untuk dilatih dan dipersiapkan secara baik,” jelas Yanti.

Sementara itu, salah seorang orang tua peserta, Ipi Masae, mengaku bangga atas prestasi putrinya, Ivone Debora Masae Patrocinio Sarmento, yang berhasil lolos mewakili NTT di ajang nasional tersebut.

Ia juga mengapresiasi UMC Kupang yang telah membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan berkompetisi secara sehat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara siswa, guru, dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran. Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai wadah bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.

“Setiap anak memiliki potensi luar biasa. Jika berada di lingkungan yang tepat dan mendapat pendampingan yang baik, mereka akan mampu menunjukkan prestasi terbaiknya,” tutupnya. (***)




Undana Siap Cetak Dokter Spesialis Berkualitas untuk Perkuat Layanan Kesehatan di NTT

Kupang, nwartapedia.com  – Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pendaftaran angkatan perdana yang dibuka sejak 8 Juni 2026 tersebut menghadirkan dua program studi spesialis, yakni Obstetrik dan Ginekologi (Obgyn) serta Anestesiologi dan Terapi Intensif. Kehadiran PPDS di Undana menjadi tonggak penting dalam upaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis di wilayah kepulauan yang selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga medis.

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi, menjelaskan bahwa pembukaan PPDS merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah dalam mempercepat penyediaan dokter spesialis di daerah, khususnya kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Melalui program ini, Undana diharapkan menjadi pusat penghasil tenaga medis spesialis yang siap mengabdi di seluruh wilayah NTT.

Kebutuhan dokter spesialis di NTT dinilai sangat mendesak karena distribusi tenaga kesehatan yang belum merata.

Sebagian besar dokter spesialis masih terkonsentrasi di Kota Kupang, sementara sejumlah kabupaten hanya memiliki satu dokter spesialis yang harus melayani seluruh kebutuhan masyarakat.

Ketua Dewan Penasihat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) NTT menyebut kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan apabila dokter yang bertugas berhalangan.

Hal serupa juga terjadi pada layanan anestesi yang menjadi penunjang utama operasional kamar bedah di rumah sakit daerah.

Untuk menjaga kualitas lulusan, FKKH Undana menerapkan kuota penerimaan yang terbatas. Program Spesialis Obstetrik dan Ginekologi menerima empat peserta setiap semester, sedangkan Program Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif menerima tiga peserta setiap semester atau enam peserta setiap tahun.

Proses seleksi dilakukan secara bertahap melalui pendaftaran daring, seleksi administrasi, Tes Potensi Akademik (TPA), psikotes, tes tertulis, hingga wawancara.

Sistem seleksi tersebut dirancang untuk menghasilkan calon dokter spesialis yang kompeten dan berintegritas.

Selain itu, Undana juga mengupayakan berbagai skema pembiayaan bagi peserta didik melalui peluang beasiswa LPDP maupun kerja sama dengan pemerintah kabupaten di NTT agar dokter daerah dapat melanjutkan pendidikan spesialis dan kembali mengabdi di daerah asal setelah lulus.

Di sisi lain, pihak universitas mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai praktik percaloan dalam proses penerimaan mahasiswa baru PPDS. Seluruh proses seleksi dilakukan secara murni melalui sistem resmi tanpa melibatkan pihak ketiga.

“Undana tidak melibatkan siapa pun atau institusi mana pun dalam seleksi mahasiswa baru. Semua melalui jalur resmi. Proses pembayaran juga langsung disetorkan secara transparan ke rekening resmi Undana,” tegas Dr. Christina.

Melalui penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis ini, Undana menargetkan lahirnya puluhan dokter spesialis berkualitas yang mampu memperkuat pelayanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur.

Kehadiran mereka diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses layanan medis sekaligus menjawab kebutuhan tenaga spesialis di berbagai daerah, khususnya wilayah kepulauan dan pelosok NTT. **




Bank NTT dan Undana Perkuat Sinergi Digitalisasi Keuangan Kampus untuk Literasi Mahasiswa dan UMKM

Kupang, nwartapedia.com  –  PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) menjajaki kerja sama strategis yang berfokus pada transformasi layanan keuangan digital di lingkungan kampus, penguatan literasi finansial mahasiswa, serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Undana, Kupang, Senin (8/6/2026), menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor perbankan daerah dalam mendukung ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penerapan sistem pembayaran kuliah berbasis Host to Host (H2H) dan Virtual Account Custom API. Sistem tersebut memungkinkan transaksi pembayaran mahasiswa berlangsung secara cepat, aman, dan tercatat secara otomatis sehingga memudahkan pengelolaan administrasi keuangan kampus.

Selain digitalisasi pembayaran, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan UMKM melalui pemanfaatan sumber daya akademik yang dimiliki Undana.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan memberi manfaat bagi kedua belah pihak sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Di sisi lain, Bank NTT menilai keberadaan sekitar 30 ribu mahasiswa Undana menjadi potensi besar untuk memperluas edukasi literasi keuangan digital, investasi, dan penggunaan layanan perbankan modern bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur.

Sinergi ini juga diharapkan mampu mendorong percepatan transformasi digital di sektor pendidikan sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi daerah melalui dukungan terhadap UMKM dan peningkatan akses layanan keuangan yang lebih modern dan efisien.

Dengan kolaborasi tersebut, Undana dan Bank NTT optimistis dapat menciptakan inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. *




Rapat Anggota BLM PT Undana Dorong Penguatan Demokrasi Kampus dan Perlindungan Hak Mahasiswa

Kupang, nwartapedia.com  –  Badan Legislatif Mahasiswa Perguruan Tinggi (BLM PT) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Rapat Anggota Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk memperkuat demokrasi kampus, meningkatkan sinergi dengan birokrasi universitas, serta mengawal berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa.

Dalam forum tersebut, BLM PT Undana menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan transparan antara organisasi kemahasiswaan dengan pimpinan universitas.

Dialog dua arah dinilai menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola kampus yang partisipatif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan sivitas akademika.

BLM PT Undana juga menilai kolaborasi yang sehat antara organisasi mahasiswa dan birokrasi kampus merupakan fondasi penting dalam mewujudkan perguruan tinggi yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional, tanpa mengesampingkan prinsip demokrasi dan independensi mahasiswa.

Selain membahas agenda kelembagaan, rapat anggota tersebut menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian mahasiswa, di antaranya penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), peningkatan fasilitas pembelajaran, serta perlindungan terhadap hak-hak dasar mahasiswa di lingkungan kampus.

Melalui forum ini, BLM PT Undana berkomitmen mengembalikan peran mahasiswa sebagai kekuatan penyeimbang (force multiplier) dalam kehidupan akademik.

Organisasi tersebut juga berupaya memastikan proses transisi kepemimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan BLM berlangsung secara demokratis, transparan, serta bebas dari intervensi pihak mana pun.

BLM PT Undana berharap hasil rapat anggota ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat tata kelola organisasi kemahasiswaan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan berpihak pada kepentingan seluruh mahasiswa. *




Undana Jadi Episentrum AJIVE ke-10, Perkuat Status NTT sebagai Lumbung Ternak Nasional

Kupang, nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor peternakan di Nusa Tenggara Timur melalui penyelenggaraan AJIVE ke-10 yang menjadi wadah kolaborasi ilmiah Indonesia dan Jepang di bidang kesehatan hewan.

Kegiatan tersebut ditutup secara simbolis dengan penukaran cendera mata serta pementasan seni budaya etnik yang dibawakan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana sebagai bentuk persahabatan dan pertukaran budaya kedua negara.

Penunjukan Undana sebagai episentrum AJIVE ke-10 dinilai memiliki arti strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan di sektor peternakan.

Melalui forum ilmiah tersebut, para akademisi dan peneliti membahas berbagai inovasi teknologi serta metode pencegahan penyakit hewan yang diharapkan dapat diterapkan di Nusa Tenggara Timur, daerah yang selama ini dikenal memiliki potensi besar sebagai kawasan peternakan.

Hasil-hasil kajian dan rekomendasi dari simposium ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata dalam meningkatkan produktivitas ternak, memperkuat sistem kesehatan hewan, sekaligus mendukung keamanan pangan asal hewan di daerah.

Kolaborasi Indonesia-Jepang melalui AJIVE ke-10 juga diharapkan mampu mempercepat peningkatan standar kesehatan hewan di NTT. Dengan dukungan inovasi sains dan teknologi, kesejahteraan peternak lokal dapat terus meningkat sehingga memperkuat posisi NTT sebagai salah satu lumbung ternak nasional di masa mendatang. *




Cegah Sakit Gigi pada Balita Stunting, Poltekkes Kemenkes Kupang Perkuat Peran Orang Tua di Desa Baumata

Oelamasi, nwartapedia.com – Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada pemberdayaan orang tua balita stunting melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang pada Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Agusthinus Wali, S.Kp.G.,MDSc, Melkisedek O. Nubatonis, SKM.,MDSc dan Mery N..Pay, S.Kp.G.,MDSc ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting pada anak.

Balita yang mengalami stunting diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena karies gigi dan berbagai gangguan kesehatan mulut lainnya.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit, kesulitan makan, menurunkan asupan gizi, hingga memperburuk kondisi pertumbuhan anak.

Melalui kegiatan ini, para ibu balita stunting dari empat posyandu di Desa Baumata mendapatkan edukasi mengenai cara menjaga kebersihan gigi dan mulut anak secara benar.

Materi yang diberikan mencakup teknik menyikat gigi, pemilihan makanan sehat bagi kesehatan gigi, serta pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala di fasilitas kesehatan.

Tim pengabdian juga memberikan simulasi langsung mengenai cara membersihkan gigi dan rongga mulut balita menggunakan alat peraga phantom gigi dan kain kasa bersih yang dibasahi air hangat.

Praktik ini dilakukan agar orang tua memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain edukasi, kegiatan turut disertai pemberian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau kepada balita yang hadir di posyandu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung perbaikan status gizi anak sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya asupan makanan bergizi.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan.

Sebelum edukasi, sebagian besar peserta masih memiliki pemahaman yang rendah mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut balita.

Namun setelah edukasi, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat secara nyata.

Tim pelaksana menilai keberhasilan program ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis masyarakat mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian dari pencegahan stunting.

Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, tim bersama kader kesehatan melakukan kunjungan rumah untuk memantau penerapan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut balita.

Pada kesempatan tersebut, keluarga juga menerima paket kesehatan berupa sikat gigi, pasta gigi, dan susu formula.

Menurut tim pengabdian, kesehatan gigi dan mulut yang terjaga akan membantu anak mengonsumsi makanan dengan nyaman, meningkatkan status gizi, serta mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Karena itu, keterlibatan aktif orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan anak sejak usia dini.

Program ini mendapat dukungan dari Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Poltekkes Kemenkes Kupang, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Pemerintah Desa Baumata, kader kesehatan, serta para ibu balita stunting yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (MI)




Kelulusan SMP Negeri Keliwumbu Capai 100 Persen, Kepala Sekolah Ajak Siswa Lanjutkan Pendidikan

Ende, nwartapedia.com — SMP Negeri Keliwumbu yang berada di Desa Keliwumbu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang pendidikan. Seluruh siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 berhasil lulus dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen.

Kepala SMP Negeri Keliwumbu, Markus Aku, S.Pd yang sering di sapa Mache kepada media ini, Jumat (5/6/2026), menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta dedikasi para guru dalam mendampingi proses pembelajaran selama tiga tahun terakhir.

Dari total 36 peserta ujian yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan, seluruhnya dinyatakan lulus berdasarkan hasil sidang dewan guru yang dilaksanakan pada 1 Juni 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses evaluasi dan penilaian yang objektif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Setelah melalui proses pendidikan selama tiga tahun dan penilaian yang objektif terhadap seluruh peserta didik, sidang dewan guru menetapkan bahwa siswa-siswi SMP Negeri Keliwumbu Angkatan XI Tahun Pelajaran 2025/2026 dinyatakan lulus 100 persen,” ujar Markus Aku.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik siswa, sekolah memberikan piagam penghargaan kepada 10 lulusan terbaik. Posisi pertama diraih oleh Maria Magdalena Mbu dengan total nilai 949 dan rata-rata 86,27.

Peringkat kedua ditempati Kanisius Putra Balo dengan total nilai 945 dan rata-rata 85,95, sedangkan posisi ketiga diraih Childayana Pe Mbena dengan total nilai 940 dan rata-rata 85,48.

Selain ketiga siswa tersebut, penghargaan juga diberikan kepada Michaela Devailar Sabu, Maria Yunita Riti, Ermelkrina Uja, Angelina Ngura, Maria Clarista Lengu, Maria Asri Dimitri Lanu, dan Benyamin Brekmans Jaghu yang masuk dalam daftar 10 besar lulusan terbaik tahun ini.

Pada kesempatan itu, Markus Aki mengingatkan para orang tua dan wali murid bahwa kelulusan dari jenjang SMP bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan anak-anak mereka.

Ia berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA, SMK, atau sederajat.

“Pendidikan anak-anak kita belum selesai. Mereka harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Saya berharap tidak ada satu pun dari 36 lulusan tahun ini yang berhenti sekolah karena mereka masih berada pada usia belajar dan masih memiliki masa depan yang panjang,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh orang tua dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, pendidikan merupakan modal penting untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.

“Kejarlah cita-cita dan raihlah mimpi kalian. Jagalah nama baik almamater di mana pun kalian melanjutkan pendidikan. Dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, kalian akan mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMP Negeri Keliwumbu, Ferdinandus Leve, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah membimbing dan mendidik para siswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di jenjang SMP.

Menurutnya, komite sekolah akan terus menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pendidikan guna menciptakan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Ia juga mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain itu, Ferdinandus berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada SMP Negeri Keliwumbu sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia berkualitas.

Keberhasilan kelulusan 100 persen ini menjadi bukti nyata komitmen SMP Negeri Keliwumbu dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang siap melanjutkan pendidikan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa mendatang. (MI)