Didukung Julie Laiskodat, Randy Elgianto Sinlae Raih Juara di Ajang Internasional

 

Kupang,mwartapedia.com –  Randy Elgianto Sinlae berhasil mengharumkan nama Indonesia dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di kancah dunia Internasional. Betapa tidak, Randy  yang pernah mendapat gelar sebagai Putera Wisata Ekonomi Kreatif Indonesia  2022 ini, mendapat 1st Runner up Mr. Teen Glocal international 2022,  Mr. Teen Glocal international ambassador of ecotourism 2022, Mr. Teen Glocal international Best Talent 2022 dan Mr. Teen Glocal international Best National Costume 2022.


Untuk mengikuti ajang ini, Randy telah mengikuti berbagai kejuaraan mulai tingkat Daerah  dan Nasional hingga kini meraih gelar internasional.


” Semua ini saya dapatkan berkat dukungan Ketua Dekranasda NTT, Bunda Julie Sutrisno Laiskodat dan Pemerintah Provinsi NTT. Saya didukung oleh bunda melalui Wardrobe-Wardrobe yang disiapkan oleh Boutique Levico  NTT,” kata Randy kepada media dalam jumpa pers bersama wartawan di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu, 28/08/2022.


Tak hanya dukungan melalui Wardrobe-Wardrobe, Julie Sutrisno Laiskodat  kata Randy melakukan pendampingan melalui Class-Class  untuk mendukung penampilan di ajang internasional itu.


” Terima kasih bunda Julie, Dekranasda NTT dan Boutique Levico NTT  yang sudah mendukung saya untuk meraih juara nasional hingga ajang Internasional . Dan juga setelah diumumkan untuk mengikuti ajang internasional untuk mewakili Indonesia, saya juga didukung oleh bunda Julie. Kami bertemu langsung dengan bunda Julie dengan panitia panitia di pusat untuk membahas mengenai lomba internasional itu. Puji Tuhan, Bunda Julie meng ACC semua yang saya perlukan” jelasnya.


Dengan bantuan Julie Sutrisno Laiskodat kata Randy, Ia berhasil meraih gelar First Runner up Mister Glocal Teen Internasiona 2022. Diajang internasional ini Randy berhasil meraih tiga award yakni Best Nasional Kostum, Ambasador Ekotorourism, dan Best Talent.


” Sekali lagi terimakasih Bunda Julie, Dekranasda NTT  dan Setiap orang yang sudah bergerak dibelakang Randy sehingga bisa sampai di titik ini,” Jelasnya.


Randy mengatakan sebelum mengikuti ajang tersebut ia sudah dipersiapkan oleh Julie Sutrisno Laiskodat sudah jauh hari. Ia di latih melalui berbagai kelas. Dijelaskannya, kelas yang dipersiapkan oleh bunda Julie adalah kelas  Class Talent, Class  Publik Speaking, Class Bahasa Inggris, Class Make Up dan Class Catwalk. Juga masih ada support lainya seperti Video dan Fotografer.


Dari dukungan tersebut kata Randy memiliki untuk bekal untuk mengikuti ajang nasional hingga internasional hingga mendapat juara.


Randy memiliki harapan setelah menjuarai ajang internasional untuk menjadi motivator generasi muda di NTT untuk mengembang bakat dan potensi yang ada. Dengan itu kata dia, generasi muda NTT bisa menjadi kebanggaan daerah maupun negara. 


” Sambil terus menjalan tugas saya sebagai putra pariwisata ekonomi kreatif Indonesia dan Mister Teen Internasional, saya akan mempersiapkan diri untuk test masuk kepolisian” jelasnya.


Pada ajang Mister Glocal Teen Internasional,Randy menampikan berbagai materi yang sudah ditentukan oleh panitia. Ia menguraikan diantaranya adalah Opening Statement yaitu memperkenalkan tentang Indonesia, Sport Calange, yang saya tampikan adalah olaharga renang. Kebetulan Randy adalah anak Pantai. Dan video renang tersebut ia ambil di pantai di Semau. 


” Saya perkenalkan pantai yang ada di pulau Semau dalam ajang internasional tersebut. Alamnya sangat bagus dan asli. Saya juga perkenalkan  nasional kostum di ajang tersebut. Diantara nasional kostum dari Alor, semuanya dari Levico NTT yang di support oleh Bunda Julie.(*)




Dukung Pemprov NTT, KADIN Beli 1000 Membership Senilai 15 Miliar

 

Kupang,mwartapedia.com – Keputusan Pemerintah Provinsi untuk memberikan konservasi di Taman Nasional Komodo (TNK) dan Pulau Padar mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wujud nyata dukungan dari KADIN  ditunjukan dengan membeli 1000 membership senilai 15 miliar. 


Demikian disampaikan oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, MM, MBA saat dihubungi media Wartapedia pada Kamis (11/08/2022).


Ketum KADIN NTT kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya  mendukung keputusan yang diambil oleh Pemprov NTT dalam pengelolaan dan konservasi Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar serta mendukung MoU dari Pemprov kepada PT. Flobamor.


“Dukungan sepenuhnya dari KADIN untuk Pemprov dibidang pariwisata yaitu kami akan membeli 1000 membership dengan rincian 15 juta untuk setiap membership yang bisa digunakan untuk 4 orang dan akan kami distribusikan bagi teman-teman KADIN di seluruh Indonesia dan juga tentu untuk rekanan-rekanan dari KADIN,”ungkapnya.


Bobby Lianto juga mengucapkan terima kasih bahwa Pemprov NTT yang telah memberikan konpensasi sehingga kenaikan tarif Rp. 3.750.000 yang berlaku di TNK dan Pulau Padar akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2023 sehingga memberikan waktu untuk disosialisasikan kepada para pelaku usaha dan masyarakat agar bisa berjalan seperti yang diharapkan.


“Saya pikir ini adalah satu program yang bagus sekali dimana konservasi untuk melindungi Komodo tetapi saya juga melihat bahwa komunikasinya yang masih kurang sehingga banyak sekali pelaku usaha, Asosiasi dan juga masyarakat belum mengerti secara keseluruhan maksud dan tujuan dari program yang baik ini sehingga waktu enam bulan kedepan saya rasa cukup,”ucapnya.


Menurut Bobby Lianto perlu dilakukan sosialisasi dalam membangun komunikasi bagi para pelaku usaha dan stakeholder dibidang pariwisata khususnya Labuan Bajo dan NTT pada umunnya. 


“Keputusan ini,  saya pikir cukup untuk membuat teman-teman pelaku usaha dan asosiasi paham, saya juga mengajak kita semua harus berpikiran yang positif untuk menjaga Komodo dan tentu mendatangkan penghasilan untuk konservasi Komodo tersebut,”pungkasnya. (MI)




Dukung Pemprov NTT, KADIN Beli 1000 Membership Senilai 15 Miliar

 

Kupang,mwartapedia.com – Keputusan Pemerintah Provinsi untuk memberikan konservasi di Taman Nasional Komodo (TNK) dan Pulau Padar mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wujud nyata dukungan dari KADIN  ditunjukan dengan membeli 1000 membership senilai 15 miliar. 


Demikian disampaikan oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, MM, MBA saat dihubungi media Wartapedia pada Kamis (11/08/2022).


Ketum KADIN NTT kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya  mendukung keputusan yang diambil oleh Pemprov NTT dalam pengelolaan dan konservasi Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar serta mendukung MoU dari Pemprov kepada PT. Flobamor.


“Dukungan sepenuhnya dari KADIN untuk Pemprov dibidang pariwisata yaitu kami akan membeli 1000 membership dengan rincian 15 juta untuk setiap membership yang bisa digunakan untuk 4 orang dan akan kami distribusikan bagi teman-teman KADIN di seluruh Indonesia dan juga tentu untuk rekanan-rekanan dari KADIN,”ungkapnya.


Bobby Lianto juga mengucapkan terima kasih bahwa Pemprov NTT yang telah memberikan konpensasi sehingga kenaikan tarif Rp. 3.750.000 yang berlaku di TNK dan Pulau Padar akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2023 sehingga memberikan waktu untuk disosialisasikan kepada para pelaku usaha dan masyarakat agar bisa berjalan seperti yang diharapkan.


“Saya pikir ini adalah satu program yang bagus sekali dimana konservasi untuk melindungi Komodo tetapi saya juga melihat bahwa komunikasinya yang masih kurang sehingga banyak sekali pelaku usaha, Asosiasi dan juga masyarakat belum mengerti secara keseluruhan maksud dan tujuan dari program yang baik ini sehingga waktu enam bulan kedepan saya rasa cukup,”ucapnya.


Menurut Bobby Lianto perlu dilakukan sosialisasi dalam membangun komunikasi bagi para pelaku usaha dan stakeholder dibidang pariwisata khususnya Labuan Bajo dan NTT pada umunnya. 


“Keputusan ini,  saya pikir cukup untuk membuat teman-teman pelaku usaha dan asosiasi paham, saya juga mengajak kita semua harus berpikiran yang positif untuk menjaga Komodo dan tentu mendatangkan penghasilan untuk konservasi Komodo tersebut,”pungkasnya. (MI)




Keresahan Pelaku Pariwisata Terhadap Kenaikan Tarif Wisatawan di Labuan Bajo

Kupang,mwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berencana akan menaikan tarif wisatawan di Pulau Komodo dan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat sebesar 3.750.000 per orang yang akan berlaku pada tanggal 1 Agustus 2022 sangat meresahkan pelaku pariwisata sehingga hal ini menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha karena bisa berdampak pada bisnis mereka.

David Kenenbudi sebagai seorang pelaku pariwisata saat dihubungi media Wartapedia pada Kamis, 14 Juli 2022 mengatakan bahwa pelaku pariwisata di Labuan Bajo saat ini sangat resah melihat dampak dari rencana kenaikan tarif wisatawan tersebut.

“Saya bersama teman-teman pelaku pariwisata di Labuan Bajo saat ini bisa merasakan bagaimana keresahan dengan adanya kenaikan tarif yang tentunya akan sangat berdampak kepada kami,”ungkapnya.


David juga menambahkan, untuk saat ini ada beberapa hal krusial yang terjadi di Labuan Bajo yang dirasakan tidak memihak pada UMKM yang ada.

“Ada beberapa hal yang terjadi ditempat pariwisata Labuan Bajo antara lain naiknya harga tiket masuk Taman Nasional Kamodo (TKN), tidak masuk akalnya harga tiket penerbangan menuju ke Labuan Bajo dan kebijakan Hotel Meruorah atas Corkage fee 50 persen untuk vendor event,”jelasnya.

Lebih lanjut, David menegaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya  agar pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan yang sudah dikeluarkan.

“Bersama elemen masyarakat yang bergabung dalam usaha pariwisata di Labuan Bajo, kami sudah melayangkan Surat Pernyataan Sikap Lintas Asosiasi yang ditujukan untuk Bapak Presiden Jokowi dan apabila tidak ditanggapi maka aksi demo akan menjadi pilihan yang masuk akal ketika upaya komunikasi dan teriakan tidak didengarkan lagi,”tegasnya.

Menurutnya, tujuan dari perjuangan ini adalah untuk menindaklanjuti rencana kenaikan tarif yang dirasa bisa meresahkan masyarakat dalam dunia usaha.

“Untuk mempertahankan hidup manusia bisa melakukan tindakan yang tidak diinginkan, oleh karena itu kami menghimbau agar kebijakan tersebut bisa ditinjau kembali,”ucap David.

Membuka usaha pariwisata di Labuan Bajo, baginya sudah menjadi tuan rumah dan penerima tamu yang baik bagi wisatawan yang datang berkunjung.

David juga berharap agar Presiden dapat memberikan tanggapan yang positif untuk menjawab keresahan para pelaku usaha di Labuan Bajo.

“Untuk Bapak Presiden Jokowi kami berharap agar dapat mendengar dan memperhatikan suara pelaku pariwisata yang ada di Labuan Bajo,”tutupnya. (MI).




Keresahan Pelaku Pariwisata Terhadap Kenaikan Tarif Wisatawan di Labuan Bajo

Kupang,mwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berencana akan menaikan tarif wisatawan di Pulau Komodo dan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat sebesar 3.750.000 per orang yang akan berlaku pada tanggal 1 Agustus 2022 sangat meresahkan pelaku pariwisata sehingga hal ini menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha karena bisa berdampak pada bisnis mereka.

David Kenenbudi sebagai seorang pelaku pariwisata saat dihubungi media Wartapedia pada Kamis, 14 Juli 2022 mengatakan bahwa pelaku pariwisata di Labuan Bajo saat ini sangat resah melihat dampak dari rencana kenaikan tarif wisatawan tersebut.

“Saya bersama teman-teman pelaku pariwisata di Labuan Bajo saat ini bisa merasakan bagaimana keresahan dengan adanya kenaikan tarif yang tentunya akan sangat berdampak kepada kami,”ungkapnya.


David juga menambahkan, untuk saat ini ada beberapa hal krusial yang terjadi di Labuan Bajo yang dirasakan tidak memihak pada UMKM yang ada.

“Ada beberapa hal yang terjadi ditempat pariwisata Labuan Bajo antara lain naiknya harga tiket masuk Taman Nasional Kamodo (TKN), tidak masuk akalnya harga tiket penerbangan menuju ke Labuan Bajo dan kebijakan Hotel Meruorah atas Corkage fee 50 persen untuk vendor event,”jelasnya.

Lebih lanjut, David menegaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya  agar pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan yang sudah dikeluarkan.

“Bersama elemen masyarakat yang bergabung dalam usaha pariwisata di Labuan Bajo, kami sudah melayangkan Surat Pernyataan Sikap Lintas Asosiasi yang ditujukan untuk Bapak Presiden Jokowi dan apabila tidak ditanggapi maka aksi demo akan menjadi pilihan yang masuk akal ketika upaya komunikasi dan teriakan tidak didengarkan lagi,”tegasnya.

Menurutnya, tujuan dari perjuangan ini adalah untuk menindaklanjuti rencana kenaikan tarif yang dirasa bisa meresahkan masyarakat dalam dunia usaha.

“Untuk mempertahankan hidup manusia bisa melakukan tindakan yang tidak diinginkan, oleh karena itu kami menghimbau agar kebijakan tersebut bisa ditinjau kembali,”ucap David.

Membuka usaha pariwisata di Labuan Bajo, baginya sudah menjadi tuan rumah dan penerima tamu yang baik bagi wisatawan yang datang berkunjung.

David juga berharap agar Presiden dapat memberikan tanggapan yang positif untuk menjawab keresahan para pelaku usaha di Labuan Bajo.

“Untuk Bapak Presiden Jokowi kami berharap agar dapat mendengar dan memperhatikan suara pelaku pariwisata yang ada di Labuan Bajo,”tutupnya. (MI).