Pj. Wali dan Pj. Ketua Dekranasda Jadi Pasangan Paling Anggun Pada Parade Tenun Sepe

 

Kupang,nwartapedia.com – Memeriahkan dan mengenakan busana adat bermotif tenun sepe , Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., bersama istrinya yang juga menjabat sebagai Penjabat Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ny. Angela Lusi-Deran dinobatkan sebagai Pasangan Paling Anggun dalam Parade Tenun Sepe dengan mengelilingi kompleks Kantor Wali Kota Kupang, Jl. S.K. Lerik pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si., bersama Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, Ny. Lousje Marlinda Funay Pellokila, juga ikut serta dalam parade dan dinyatakan sebagai “Parade Sepe Paling Megah.”

Parade Tenun Sepe merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Lomba Tarian Kreasi Ayam Kaki Kuning dan Parade Tenun Sepe yang diadakan di lingkungan Perangkat Daerah Kota Kupang. Acara ini dihadiri oleh sejumlah Kepala Perangkat Daerah bersama pasangan masing-masing, serta Penjabat Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Santi Ambarwati, S.E., perwakilan Forkopimda Kota Kupang, dan para camat serta lurah se-Kota Kupang.

Dalam arahannya, Linus mengapresiasi antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kehadiran pejabat tinggi dari Provinsi NTT. Ia menekankan keunikan Tenun Sepe sebagai warisan budaya eksklusif Kota Kupang. “Sepe hanya ada di Kota Kupang, tidak ada di provinsi atau kabupaten lain,” katanya.

Penjabat Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Santi Ambarwati juga memberikan apresiasi kepada Dekranasda Kota Kupang yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya ini merupakan salah satu bentuk nyata upaya pelestarian budaya di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kota Kupang. “Tenun Sepe yang ada di Kota Kupang tidak kalah cantik dengan motif tenun dari kabupaten lain di NTT. Dengan segala keunikan dan keindahan, Tenun Sepe bisa menjadi salah satu tenun yang digemari,” ungkapnya.

Santi berharap acara ini dapat dikemas lebih baik di masa mendatang agar Tenun Sepe semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Ia menambahkan bahwa event ini merupakan momentum penting dalam pelestarian budaya Kota Kupang, terutama dalam pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Lebih lanjut, Santi menekankan bahwa Tenun Sepe, dengan berbagai corak dan warna, dapat dibuat secantik dan semenarik mungkin, menjadikannya diminati oleh semua kalangan, baik muda maupun tua. Ia menginginkan agar Tenun Sepe tidak hanya digunakan untuk acara adat, tetapi juga sebagai fashion modern, seperti jas, semi jas, outer dan kreasi lainnya.

Acara diakhiri dengan pengumuman hasil Lomba Tarian Kreasi “Ayam Kaki Kuning.” Dalam lomba tersebut, Kecamatan Alak berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh Dinas Pariwisata sebagai juara kedua, dan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Kupang sebagai juara ketiga. (*)




Ansy Lema Protes Keras dan Tolak Cagar Alam Mutis Menjadi Taman Nasional

Kupang,nwartapedia.com – Penurunan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Wisata Alam terus menuai protes keras, salah satunya datang dari Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Fransiskus Lema atau yang akrab disapa Ansy Lema.

Ansy, yang pernah menjadi anggota Komisi IV DPR RI, secara tegas menolak langkah ini dan menganggapnya sebagai ancaman terhadap keberlanjutan sumber air serta keseimbangan ekosistem di wilayah Timor.

Bagi Ansy Lema, air adalah elemen vital bagi kehidupan. “Air adalah sumber peradaban. Jika tidak ada air, tidak akan ada kehidupan,” ungkap Ansy dalam sebuah pernyataan.

Sikap tegasnya ini ia sampaikan karena memahami betul bahwa keanekaragaman hayati dan kehidupan manusia bergantung pada kelestarian sumber daya air, yang salah satunya berasal dari Cagar Alam Mutis.

Sebagai satu-satunya wakil rakyat asal NTT yang bersuara lantang menolak perubahan status Cagar Alam Mutis, Ansy menegaskan pentingnya menjaga kawasan tersebut dari eksploitasi.

“Saya adalah penjaga Cagar Alam Mutis. Jangan coba-coba ganggu Mutis. Mutis itu ibarat ibu yang menyusui masyarakat Timor. Sangat mengecewakan melihat keputusan sepihak dari KLHK yang menurunkan statusnya menjadi Taman Nasional,” ujar Ansy dalam sebuah konferensi pers di Kupang, Kamis (17/10/2024).

Menurut Ansy, penurunan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional atau Taman Wisata Alam akan membuka peluang bagi pembangunan fasilitas komersial yang bisa merusak ekosistem.

Luas kawasan Mutis, sekitar 12.315,61 hektar, yang selama ini difokuskan untuk konservasi, dapat terancam jika wilayah tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur seperti penginapan atau atraksi wisata lainnya.

Dalam pandangan Ansy, Cagar Alam Mutis memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai simbol budaya dan peradaban masyarakat Timor, tetapi juga sebagai sumber air bagi tiga kabupaten di Pulau Timor, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Selain itu, Mutis juga menjadi sumber empat sungai utama di wilayah Timor Barat, termasuk yang mengalir hingga Timor Leste, yaitu Noel Mina, Noel Besi, Noel Fail, dan Noel Benanain.

Ansy juga mengingatkan, penurunan status ini berisiko besar bagi kelangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di Mutis. “Kalau Mutis terganggu karena eksploitasi yang tidak bertanggung jawab, masyarakat Timor akan menghadapi kekeringan ekstrem. Jika air hilang, maka kehidupan dan identitas kultural Atoni Pah Meto akan ikut terancam,” tambah Ansy.

Penolakan Ansy Lema didasarkan pada minimnya studi ilmiah yang mendukung langkah penurunan status ini. Ia menegaskan bahwa belum ada kajian ilmiah yang secara komprehensif mengevaluasi dampak alih fungsi lahan di Cagar Alam Mutis terhadap keseimbangan ekologis. Oleh karena itu, menurutnya, upaya konservasi harus menjadi prioritas, bukan komersialisasi.

Mantan dosen ini juga menyatakan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan pelestarian Cagar Alam Mutis di level legislatif. Sebagai inisiator utama revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAE), Ansy berupaya memastikan bahwa undang-undang tersebut diperbarui untuk lebih sesuai dengan kondisi saat ini, terutama dalam melibatkan masyarakat adat dalam proses konservasi.

Dalam pandangannya, keterlibatan masyarakat adat adalah salah satu kunci untuk memastikan keberhasilan upaya konservasi. Eksistensi dan peran mereka harus dipertegas dan diperkuat agar konservasi dapat berjalan dengan efektif.

Ansy juga menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Konservasi air adalah level paling dasar dalam menjaga kehidupan. Jika kita tidak menjaga sumber air di hulu, maka segala upaya di hilir, seperti pembangunan embung atau sumur bor, akan sia-sia,” tegas Ansy. Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan terus berjuang untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air di NTT.

Dengan tagline “Manyala Kaka,” Ansy Lema ingin menunjukkan bahwa ia akan terus menyala sebagai penjaga konservasi Cagar Alam Mutis dan sumber daya alam di tanah Flobamora.

Perjuangannya untuk menolak penurunan status Mutis menjadi simbol komitmennya dalam melestarikan lingkungan dan melindungi kehidupan masyarakat Timor.

Ansy berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mau mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dan lebih mengutamakan prinsip konservasi.

Menurutnya, kelestarian Cagar Alam Mutis bukan hanya masalah lokal, tetapi juga berhubungan dengan keberlangsungan kehidupan di seluruh Pulau Timor dan sekitarnya.(Tim)




Kunker di Labuan Bajo, Pj. Gubernur NTT Bertemu Menteri Industri Pangan, Komoditas dan Pembangunan Regional Serawak

Kupang,nwartapedia.com – Di sela-sela kunjungan ke Pulau Padar dan Pulau Komodo, Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto melakukan pertemuan dengan Menteri Industri Pangan, Komoditas dan Pembangunan Regional Serawak Malaysia, Dato Sri Stephen Rundi Anak Utom di atas Kapal Pinishi Milik Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Minggu (20/10).

Perkenalan tak terduga dengan Dato Sri Stephen Rundi Anak Utom terjadi saat Pj. Gubernur Andriko melakukan pendakian ke puncak Padar. Pada saat bersamaan Dato Sri Stephen bersama rombongan juga melakukan trekking ke puncak Padar.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur menyinggung tentang banyaknya tenaga kerja NTT yang bekerja di Malaysia. Dan kebanyakan PMI asal NTT mengambil jalur illegal untuk bekerja di Malaysia.

“Mudah-mudahan Sri Dato bisa mengatur tentang ini secara lebih baiklah. Prinsipnya banyak tenaga kerja asal NTT yang kerja di Malaysia,” jelas Andriko Noto Susanto.

Lebih lanjut, Pj. Gubernur mengatakan, problemnya adalah masyarakat NTT butuh pekerjaan tapi kadang-kadang jalur legal dilihat masyarakat yang cari kerja agak ribet. Karena itu, masuklah orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menawarkan jalur illegal dengan jalan mudah.

“Kita ingin perusahaan yang cari pekerja dari Malaysia langsung berhubungan dengan para pencari kerja, kemudian kedua pemerintah saling memonitor. Ilegal lebih agresif karena mereka manfaatkan ketidaktahuan para pekerja. Dijanjikan yang muluk-muluk sampai di sana, ternyata jauh dari harapan setelah sampai di Malaysia serta timbulkan persoalan baru. Inilah yang kita mau carikan jalan keluarnya,” jelas Andriko.

Dato Sri Stephen mengungkapkan, prosedur seperti ini sudah banyak didengarnya. Dan dia sepakat bahwa semuanya harus diatur dengan baik dan legal.

“Untuk itulah saya datang. Malaysia membutuhkan banyak tenaga kerja Indonesia. Namun perlu sekali diatur secara baik melalui jalur yang sesuai aturan,”kata Dato Sri Stephen.

Lebih lanjut Dato Sri Stephen menjelaskan bahwa ia membawa serta Petinggi dari SALCRA, perusahaan milik Pemerintah yang bergerak di bidang kelapa Sawit.

“Kita ingin langsung tanpa melalui agen. Ini kita mau bangun direct tanpa melalui agent, tapi resmi,” jelas Joseph Blandoi, General Manager SALCRA.

Dalam pertemuan tersebut, Dato Sri Stephen sangat terkesan dengan keindahan Labuan Bajo, termasuk Kawasan Taman Nasional Komodo dan juga pulau sekitarnya.

Dato Sri Stephen yang baru pertama kali datang ke Labuan Bajo berjanji akan datang lagi dan membawa lebih banyak rombongan.

“Next time saya akan datang lagi dan akan membawa lebih banyak lagi orang,” katanya dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.

Joseph menjelaskan semuanya gratis, biaya rekrut dibayar oleh SALCRA termasuk tiket pesawatnya. Sampai di Malaysia pun mereka akan ditanggung biayanya selama satu bulan sebelum mereka terima gaji.

“Kita punya memang yang terbaiklah. Sudah sampai di sana kita bagi semua semacam kasur, peralatan dapur dan termasuk beras selama satu bulan gratis, tidak akan dipotong gajinya. Laki dan perempuan diakomodir, kalau perempuan yang sudah berkeluarga, harus dengan suami supaya tidak menimbulkan masalah sosial di sana. Yang sakit kita tanggung biaya pengobatan. Pernah tahun lepas (tahun sebelumnya, red), ada yang sakit dan dioperasi, butuh biaya sekitar 20 juta, semua ditanggung perusahaan,” jelas Joseph.

Lebih lanjut, Joseph mengungkapkan kontrak kerja yang disepakati minimal dua tahun dan diperpanjang maksimal sepuluh tahun. Setiap dua tahun bisa pulang libur dan uang pesawatnya ditanggung perusahaan.

“Kalau ada kecelakaan atau meninggal saat kerja akan ada santunan termasuk untuk ahli waris semacam asuransi jiwa. Gaji minimal sebesar 1.700 ringgit atau setara sekitar 6 juta rupiah sebulan,” jelas Joseph.

Sementara itu, Edy Simson Pardaman Sinurat, Direktur PT Wira Karitas, Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Resmi yang terdaftar di SISKOP2MI yang jadi mitra dari SALCRA di Indonesia mengungkapkan persyaratan untuk bekerja di SALCRA minimal bisa membaca, menulis dan berhitung.

“Minimal tamat SD, tidak tamat SD pun tidak apa-apa yang penting bisa membaca, menulis dan berhitung. PT Perkebunan Kelapa Sawit ini adalah Perusahaan Pemerintah semacam PTPN kalau di Indonesia,” pungkas Edy Simon.

Edy Simon menjelaskan mereka telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh NTT tentang hal ini.

“Kita akan secepatnya merekrut tenaga kerja ini sesuai prosedur yang legal. Dari 3.000 tenaga kerja yang dibutuhkan tahun ini untuk kerja di SALCRA, 1.000 orang kita khususkan dari NTT. Rencananya untuk tahap pertama, kita berangkatkan 215 orang, rencanaya carter flight langsung dari Kupang ke Serawak. Job ordernya sudah ,” jelas Edy Simon.

Pj. Gubernur Andriko Susanto menanggapi gembira hal ini dan berharap segera dikonsepkan perjanjiannya dengan pemerintah daerah dengan melibatkan juga BP2MI.

“Ini tentunya berita bagus dan terobosan keren karena sekaligus bisa memutus rantai persoalan PMI Ilegal yang selama ini menjadi salah satu masalah krusial di NTT. Prinsipnya kita tahu mereka kerja di mana sehingga kalau ada masalah, kita tahu harus berhubungan dengan siapa. Kalau bisa segera direalisasikan dan kalau perlu pelepasan pertama, saya bersedia melepaskan secara resmi,” ungkap Pj Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut Pj. Gubernur didampingi oleh Pjs Bupati Manggarai Barat, Ondy Christian Siagian, Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda. Tampak hadir pada kesempatan tersebut Sikin Sentok, Deputy General Manager SACRA, Addie Ngu Financial Controller, Wili Paul Blun, Chief Operating Officer, Alexander Wong, Human Resources Manager, Bobby Sangai, Plantation Production Manager,Maria Moritricia Layasna Ginting, Direktur Utama PT Wira Caritas dan beberapa petinggi SALCRA lainnya. (MI)




Nikmati September Ceria dan Promo Savetember Stay Bersama Aston Kupang Hotel

Kupang,mwartapedia.com –  Dalam rangka menyambut bulan September, Aston Kupang Hotel & Convention Center meluncurkan promo kamar dengan tajuk Savetember Stay.

Demikian release yang diterima media ini dari Schoniya Hutsim selaku Marketing Communication pada Selasa (03/9/2024).

Promo tersebut berupa pemberian harga spesial untuk menginap di hotel berbintang empat dengan 18 lantai yang terkenal luas dan bersih ini. 

Aston Kupang Hotel & Convention Center memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti kolam renang, Fitness Center dan Leet Sky Dining & Lounge yang terletak di Lantai 18.

Harga kamar yang ditawarkan dibanderol dari Rp.608.000 nett/kamar/malam untuk tipe kamar Superior (pemandangan ke kota), sedangkan untuk tipe kamar Deluxe (pemandangan langsung pantai) harga dibanderol sebesar Rp.708.000 nett/kamar/malam. 

Penawaran tersebut sudah termasuk sarapan untuk 2 orang, Gratis akses ke Fitness Center, Swimming Pool dan Leet Sky Dining & Lounge serta akses Wifi gratis di seluruh area hotel.Penawaran tersebut hanya berlaku mulai dari tanggal 1 sampai 30 September 2024, dan dikhususkan untuk warga NTT.

“Dengan adanya promo“Savetember Stay” yang kami tawarkan, Aston Kupang Hotel & Convention Center dapat menjadi salah satu tempat bagi para tamu untuk menikmati moment bersantai bersama keluarga tercinta dengan sukacita, atau hanya sekedar berkumpul bersama kerabat dan rekan kerja di bulan September ini” ucap Schoniya Hutsim selaku Marketing Communication.

Rayakan liburan mu di bulan ini bersama kami dengan menginap di ASTON Kupang Hotel & Convention Center, hotel berbintang 4 yang memiliki pemandangan pantai yang sangat indah serta sunset yang mempesona di sore hari.

Pemesanan kamar bisa melalui telepon ke +62 380 858 6333, atau WhatsApp ke +62 811 3940 6333, dan via website kami kupang.astonhotelsinternational.com atau email ke kupanginfo@astonhotelsinternational.com.

 Tentang ASTON Kupang Hotel & Convention Center

ASTON Kupang Hotel & Convention Center merupakan tempat yang sempurna baik untuk pertemuan bisnis, seminar maupun tempat berlibur di akhir pekan dengan menawarkan pengalaman pelayanan jasa modern yang sesungguhnya.

 Menampilkan 8 ruang pertemuan dengan berbagai fasilitas yang dapat menampung sampai dengan 1.600 tamu, hingga 179 kamar dengan 4 tipe berbeda. 

Hotel yang berhadapan langsung dengan tepi laut ini adalah pilihan yang tepat saat menjelajahi Kota Kupang, tempat-tempat wisata di sekitarnya hingga kawasan perbelanjaan. kupang.astonhotelsinternational.com


About Archipelago

Southeast Asia’s largest privately owned hospitality group, with more than 40,000 rooms and residences in over 200 locations across Southeast Asia, the Caribbean, the Middle East and Oceania. A trusted hotel company with a long track record and a portfolio of 11 award-winning brands including ASTON, Collection by ASTON, Alana, Huxley, Kamuela, Harper, Quest, Hotel NEO, fave, Nordic and Powered by ARCHIPELAGO. Archipelagointernational.com. (***)




Kolaborasi 13 Executive Chef Sajikan 250 Hidangan Makanan Laut Lokal dan Internasional di Archipelago Food Festival

                                   

Atas: Para Executive Chef dari Archipelago International di acara  Archipelago Food Festival – favehotel Pamanukan

Kupang.mwartapedia.com  – Archipelago Food Festival: Pamanukan Culinary Feast sukses digelar dengan tema “Ocean Odyssey Sea Fest – A Celebration of Seafood Delights.


Acara yang berlangsung pada Jumat, 30 Agustus 2024 di favehotel Pamanukan ini menghadirkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan bagi para pengunjung. Ini merupakan acara Archipelago Food Festival ke-34 yang sudah diadakan oleh Archipelago International.


Festival kuliner ini menampilkan keahlian luar biasa dari 13 Executive Chef dari Archipelago International yaitu Santoso Windoe – Corporate Executive Chef, Risman Sukmawan- Corporate Pastry Chef, Riswan Pramudia- favehotel Pamanukan, Sukma Nuryadinata – Grand Aston Puncak Hotel & Resort, Faiz Firmansyah Ma’ruf- Aston Cilegon Boutique Hotel, Ujang Rahmat – favehotel Hypersquare, Febrian Sjarif – Aston Pasteur, Moh Nurus – favehotel Karawang, Sigit Hendrawan – Harper Cikarang, Ari Gusti  – favehotel Gatot Subroto, Riyan Syaban Pamungkas – Aston Pasteur Bandung, Husni Thamrin – Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center, dan Bayu Sidiq Tresna – Grand Aston Puncak Hotel & Resort. Para Executive Chef ini juga menyajikan sebanyak 250 hidangan istimewa. 


Kiri ke kanan: Para Executive Chef menyajikan makanan di Archipelago Food Festival, Media Briefing, Seafood live cooking dari Executive Chefs


Beragam hidangan ini mencakup makanan tradisional hingga internasional, dengan fokus utama pada makanan olahan laut seperti; Japanese Octopus Salad, Sashimi, Tenggiri Pan Seared, Swordfish, Prawn Scampi with Butter Chives Sauce, Pan Seared Lobster, dan masih banyak lagi. Beberapa menu yang disajikan menggunakan bahan yang disediakan oleh tambak lokal seperti oyster dan juga udang. selain itu, untuk memastikan kepuasan semua tamu dengan menu beragam, para chef juga menyediakan juga berbagai pilihan hidangan dari bahan daging ayam, daging sapi, dan daging kambing. Untuk hidangan penutup, tersedia pilihan pastry terbaik seperti Watermelon Granita, Fave Sunset, dan Lemongrass Tart.


“Archipelago International berkomitmen untuk terus menghadirkan acara-acara berkualitas tinggi yang mempromosikan kekayaan kuliner khususnya kuliner nusantara. Archipelago Food Festival diselenggarakan sebagai wadah para pecinta kuliner. Kali ini kami mengangkat menu olahan laut yang ada banyak sekali variannya. Ini juga sebagai bukti makanan produk lokal juga bisa diolah dengan cita rasa international,” imbuh Chef Windoe selaku Executive Chef Archipelago International. 


Archipelago Food Festival diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat, terutama dari Subang, Indramayu, dan Pamanukan. Acara ini menunjukkan bahwa favehotel Pamanukan tidak hanya menaruh fokus pada kepuasan tamu dalam pelayanan, tetapi juga berupaya terus memberikan kesan dan pengalaman menarik melalui festival kuliner yang terbuka untuk umum.


“Kami ingin mengajak para tamu untuk merasakan sebuah perjalanan kuliner, di mana hidangan laut menjadi pusat perhatian. Festival makanan ini merayakan cita rasa otentik dari pesisir pantai, khususnya di Pamanukan. Kami turut mengundang para tamu untuk merasakan semangat para chef dalam mengubah hasil tangkapan laut lokal yang segar menjadi hidangan yang luar biasa,” ucap Winston Hanes, Vice President Operations Archipelago International

Selama acara berlangsung, para tamu menikmati suasana yang penuh hiburan, dengan pertunjukan magician night dari Rudy Sulap dan penampilan modern dance dari UBC Dance Cirebon. Acara ini ditutup dengan spektakuler oleh serangkaian kembang api, dan berhasil menarik perhatian banyak pengunjung serta memberikan pengalaman kuliner yang unik dan memuaskan.


“Kami sangat bangga dapat kembali dipercaya menyelenggarakan acara Archipelago Food Festival pada tahun ini. Ini merupakan salah satu komitmen kami kepada seluuruh pelaggan setia favehotel Pamanukan untuk terus memberikan pengalaman kuliner yang tidak terlupakan, yaitu dengan terus menyelenggarakan acara festival kuliner setidaknya 2 kali dalam setahun,”ujar Bintang Adhipradipta selaku General Manager Favehotel Pamanukan. 


Tentang Archipelago International


Grup perhotelan swasta terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 45.000 kamar dan residence di lebih dari 200 lokasi di seluruh Asia Tenggara, Karibia, Timur Tengah, dan Oseania. Perusahaan hotel terpercaya dengan rekam jejak panjang dan portofolio dari 12 merek pemenang penghargaan termasuk Aston, Aston Collection Hotels, Alana, Huxley, Kamuela, Avanika, Harper, Quest, Hotel Neo, fave, Nordic, dan Powered by Archipelago. (***)




Pemkot Kupang Gelar Festival Terbaik Untuk Rakyat Tahun 2024

Kupang,mwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata Kota Kupang menggelar Festival Terbaik Untuk Rakyat Tahun 2024. Event tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd. Jum’at (30/8) malam bertempat di Alun-Alun Kota yang berlokasi di Kelapa Lima.


 Hadir mendampingi Penjabat Wali Kota, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita lega, SH., dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang  Yanuar Dally, SH., M.Si.


Hadir pula Ketua DPRD Kota Kupang sementara, Richard Elvis Odja, Kajari Kota Kupang Hotma Tambunan, S.H., M.Hum., Danramil 1604 -01/Kota, Mayor Inf. Hendri Dunant, S.I.P., Kapolsek Kelapa Lima, AKP. Jemy O. Noke, SH., para Pimpinan Perangkat Daerah, para Pengurus DWP Kota Kupang, para Pengurus Dekranasda Kota Kupang, sejumlah Lurah dan Camat, para sponsor serta tamu undangan lainnya.


Penjabat Wali Kota dalam sambutannya mengapresiasi Dinas Pariwisata Kota Kupang dan semua pihak yang telah bekerja keras hingga event ini terselenggara. Pj. Wali Kota juga mengapresiasi atas kerja keras para seniman, pengrajin dan seluruh pelaku budaya yang turut berpartisipasi karena masih memiliki semangat melestarikan warisan budaya. 


Dia meyakini bahwa dengan kolaborasi yang baik event tersebut akan mampu ditingkatkan kualitasnya di tahun-tahun yang akan datang. 


Menurutnya, festival ini merupakan wujud nyata komitmen bersama semua pihak untuk melestarikan kebudayan lokal sebagai bagian dari identitas pribadi masing-masing. 


Dikatakannya, sarung tenun bukan hanya sekedar kain tapi juga simbol keindahan, ketekunan dan tentunya merupakan kearifan yang diwariskan lintas generasi.


“Di dalam sarung tenun ada unsur seni dan cerita, ada perjuangan, ada doa dan harapan yang mencerminkan kehidupan masyarakat tempo dulu maupun masa kini. Sarung tenun ini merupakan identitas diri, harga diri dan karakter dari masyarakat etnis se-Nusa Tenggara Timur. Karena itu, kekayaan yang dimiliki ini patut di-festival-kan secara masif tidak hanya di tingkat kota tapi juga tingkat kelurahan yang sementara berlangsung secara masif beberapa minggu ini,” ujarnya.


Diakuinya, festival ini membuktikan bahwa produk budaya kita khususnya sarung tenun memiliki daya tarik yang kuat hingga pada level international. 


Untuk itu, Pemerintah telah menjadikan sarung tenun sebagai salah satu busana yang digunakan oleh seluruh ASN pada hari kerja tertentu sebagai bentuk dukungan dalam melestarikan kekayaan intelektual dan juga mempromosikannya. 


Linus juga berharap agar lewat festival ini, identitas budaya dan tali persaudaraan lintas etnis, lintas suku, lintas bangsa yang tumbuh dan berkembang di Kota Kupang sebagai ibu kota propinsi yang penuh dengan keberagaman ini dapat semakin dipererat dari waktu ke waktu.


Mengakhiri sambutannya, Penjabat Wali Kota mengingatkan seluruh ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang untuk bersikap netral ditengah hajatan politik yang sementara berlangsung karena ASN merupakan pelayan masyarakat. Menurutnya, tanpa bersikap netral maka sendi-sendi pelayanan akan tercabik-cabik. Namun demikian, Linus optimis bahwa melalui koordinasi yang baik dari seluruh perangkat pemerintah, pimpinan OPD dan Forkompimda upaya mewujudkan pemilu yang beradab dapat terlaksana.


Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Margaritha Salean, SE., M.A.P. saat membacakan lapora panitia menyebutkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan festival terbaik untuk rakyat 2024 adalah melestarikan serta mempromosikan adat serta budaya daerah yang ada di Kota Kupang, mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya penenun serta untuk membangkitkan kebanggaan dikalangan generasi muda dan kaum milenial terhadap kain sarung NTT.


“Kota Kupang sebagai miniatur provinsi Nusa Tenggara Timur dengan berbagai ciri khas sarung tenun dari beragam etnis memiliki filosofi berbeda-beda dan unik untuk itu lewat Festival Terbaik Untuk Rakyat Tahun 2024 ini, sarung tenunan khas Nusa Tenggara Timur diberikan tempat untuk dapat menunjukan daya tariknya sebagai salah satu kekayaan intelektual yang eksotik,” jelasnya.


Pembukaan festival ditandai dengan alunan petikan alat musik sasando yang dimainkan oleh Gianina Meok dan Ricky Pingga serta penampilan tarian masal Kebalai yang juga diikuti oleh Penjabat Wali Kota juga para tamu undangan yang hadir.


Dalam festival juga disuguhkan dengan sederat kegiatan yaitu lomba fashion show sarung NTT, Local Expo, penampilan tari masal daerah NTT oleh IKKEF Kota Kupang, perwakilan dari kelurahan Manutapen dan kelurahan Naimata, juga Penampilan Musik Sasando dan Live Music. (***)




Pemkot Kupang Gelar Festival Sarung Tenun Terbaik Untuk Rakyat

Kupang,mwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata menggelar Festifal Sarung Tenun yang merupakan festifal terbaik untuk rakyat pada tahun 2024 dengan mengusung tema From East Nusa Tenggara, To Nusantara yang berlangsung di Alun-alun Kota Kupang pada tanggal 30-31 Agustus2024.

Acara tersebut dikemas dengan berbagai kegiatan yakni Fashion show compettition, Tarian masal daerah NTT, lokal expo, sasando perform, live music, DJ perform dan dorrprize.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M.D. Gheta, ST, MM sebagai penyelenggara dalam sambutannya mengatakan bahwa Kota Kupang merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berperan sebagai pusat pemerintahan, pusat perekonomian dan pusat pendidikan. 

“Peranan Kota Kupang mempengaruhi perpindahan penduduk dari kabupaten ke Kota Kupang untuk berbagai tujuan hidup,”ungkapnya. 

Ia menambahkan, Kota Kupang saat ini dengan penduduk multikultur memiliki kekuatan tersendiri bagi sektor pariwisata titik berbagai suku dan budaya ada di kota Kupang yang terdiri dari 6 kecamatan dan 51 kelurahan yang ditempati oleh 466.632 jiwa yang berasal dari berbagai etnis suku signifikan yaitu suku Timur Rote Sumba Tionghoa Flores dan sebagian kecil pendatang dari Bugis dan Jawa. 

“Kota Kupang dijadikan miniatur provinsi NTT dengan berbagai ciri khas dari berbagai kabupaten yang ada salah satu ciri khas dari setiap kabupaten adalah sarung tenun,”tambahnya. 

Menurutnya, setiap sarung tenun dari masing-masing kabupaten memiliki filosofi dan makna yang berbeda serta unik baik dari motif teknik menenun bahkan bahan baku yang digunakan untuk dibentuk menjadi sebuah sarung. 

“Pada kegiatan ini sarung tenun NTT akan menunjukkan daya tariknya bukan hanya sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia seperti untuk ritual upacara adat dan kreativitas dalam berbusana,”ujarnya..

 Josefina Gheta mengucapkan, pada festival terbaik kali ini akan melibatkan pegawai pada opd kota Kupang yang akan menggunakan sarung tenun NTT serta ikut bersama dalam tari massal daerah NTT. 

“Berbagai kreativitas desain sarung tenun NTT akan disuguhkan kepada para penikmat seni budaya dan khalayak dalam festival terbaik untuk rakyat 2024 yang dilaksanakan oleh dinas pariwisata kota Kupang dengan tema sarung tenun from etnis Nusa tenggara Timur 2 Nusantara,”ucapnya. 

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada koepan festival 2004 yakni lomba fashion show menggunakan sarung NTT, local Expo, perform tari massal daerah NTT oleh Kelurahan Manutapen dan Kelurahan Naimata, perform alat musik sasando dan live musik. 

 

Josefina Gheta menerangkan tujuan diadakan kegiatan Festival Terbaik Untuk Rakyat 2024 ini adalah untuk melestarikan serta mempromosikan adat serta budaya daerah yang ada di kota Kupang dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya penenun. 

“Selain itu, untuk membangkitkan kebanggaan di kalangan generasi muda dan kaum milenial terhadap kain sarung NTT, peserta kaum milenial Kota Kupang, pelaku ekonomi kreatif Ikatan Keluarga Kabupaten Ende Flores, kelompok Tari Kelurahan Manuta dan, Kelompok Tari Kelurahan Air Mata, pelaku seni dan budaya Kota Kupang,”terangnya. 

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH dalam sambutan sekaligus menutup kegiatan tersebut mengatakan festifal Sarung Tenun terbaik untuk rakyat mengundang masyarakat unduk menyaksikan.

“Festival Sarung Tenin terbaik untuk rakyat ini mengundang ribuan masyarakat Kota Kupang mengambil bagian dalam kegiatan ini,”ungkapnya. 

Ignasius Lega menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. 

“Atas nama pemerintah Kota Kupang, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Dinas pariwisata, dan panitia, para donatur dan UMKM yang sudah memeriahkan kegiatan sarung tenun ini,”ucapnya.  

Baginya, kesuksesan dari kegiatan Festival Sarung Tenun ini merupakan kerja kolaborasi dan koordinasi dari semua pihak.

“Suksesnya kegiatan selama dua hari ini adalah bagian dari kerja-kerja kolaborasi antar pemerintah dan UMKM baik itu pemerintah kelurahan dan kecamatan maupun Dinas Pariwisata Kota Kupang yang mewakili pemerintah Kota Kupang,”kara Ignasius Lega. 

Ia menjelaskan, festifal Sarung Tenun terbaik untuk rakyat ini merupakan festival tahunan maka dirinya berharap kebepan menjadi lebih baik lagi.

“Ini adalah kegiatan rutin setiap tahun dan harapan saya bahwa tahun depan kita bisa bertemu lagi dalam satu ekspektasi yang besar dan dalam kegiatan yang lebih meriah dan lebih woww lagi,”harapnya. (MI)




Pemprov NTT Gelar’ Kupang Exotic Run & Jazz Festival

Kupang,mwartapedia.comPemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menggelar Kupang Exotic Run & Jazz Festival 2024 yang akan berlangsung di NTT pada Sabtu, 31 Agustus 2024. 


Demikian disampaikan Pj. Gubernur NTT, Ayodhya Kalake saat Press Conference di Kantor Gubernur NTT pada Kamis, 29 Agustus 2024.


“Disebut exotic karena memang kita memasukkan unsur budaya (budaya daerah NTT, red) di dalam. Pelari pria gunakan ikat kepala motif tenun ikat NTT. Yang lainnya kita beri ikat pinggang selendang motif NTT,” jelasnya.


Ayodhya menjelaskan, diharapkan di setiap kecamatan yang dilewati akan ada atraksi budaya yan ditampilkan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya semata olahraga, tetapi ada nuansa budaya NTT di dalamnya.


“Kita ingin buat Kupang Exotic Run ini berbeda dengan lomba lari lainnya,” tambahnya.


Ia juga mengharapkan, kegiatan Kupang Exotic Run akan memberi efek domino bagia pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya masyarakat dengan melibatkan UMKM yang ada.


UMKM dimaksud yaitu UMKM yang selama ini dibina dan didampingi Pemprov NTT dan Pemda lainnya di NTT, termasuk UMKM-UMKM binaan Bank NTT dan Bank Indonesia.


“Jadi kita akan adakan pameran UMKM untuk.menghidupkan ekonomi lokal,” ujar Ayodhya.


Terkait kegiatan lomba ini, Ayodhya membeberkan bahwa per 17 Agustus 2024 lalu ada sekitar 4.300 peserta yang sudah mendaftar untuk mengikuti kegiatan Kupang Exotic Run 2024. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, atau dari luar NTT.


Kegiatan ini, kata Ayodhya Kalake, diharapkan dapat menggali potensi dan bakat-bakat di NTT, khususnya di bidang atletik.


Ayodhya mengungkapkan pula kegiatan ini juga merupakan penghormatan kepada para pahlawan olahraga NTT, khususnya keluarga para legenda atletik atletik NTT.


Oleh karena itu, Pemprov NTT kan turut mengundang keluarga para legenda atletik NTT yakni almarhum Eduardus Nabunome, Marlince Sonbai, ibunda Katerina Nesimnasi. (MI)




PJ. Gubernur NTT Buka Festival Mini Meko di Flotim

 

Larantuka,nwartapedia.com – Penjabat Gybernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake membuka festival Mini Meko yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang terletak di Pasir Putih Meko, Deda Pledo, Dusun Meko, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur – NTT. 

Festival yang berlangsung selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu 3-4 Agustus 2024 tersebut mengusung tema Dari Laut Kita Membangun Peradaban dan Menjaga Lingkungan.

Pj. Gubernur NTT dalam sambutannya saat membuka festival tersebut mengatakan bahwa festival ini merupakan ajang untuk mempromosikan keindahan alam Flores Timur dan mengharapkan Pemerintah Daerah dan masyarakat Flores Timur terus memperkuat destinasi wisata setempat.

“Tempat ini masih asli dan asri. Harapan saya, festival ini memberikan motivasi untuk berlomba memperkuat destinasi wisata yang ada di wilayah ini. Saya juga berharap acara seperti ini perlu diadakan secara rutin. Tidak hanya di Dusun Meko tapi juga di destinasi wisata lain yang ada di Flores Timur,” ujar Ayodhia Kalake.

“Penguatan infrastruktur dan fasilitas untuk menunjang pariwisata menjadi kunci keberhasilan dari pariwisata.” Tambah Pj. Gubernur NTT.

Pj. Gubernur Ayodhia Kalake berharap dengan adanya promosi pariwisata Mini Meko dapat memancing wisatawan mancanegara untuk datang ke Flores Timur. Oleh karenanya Ia mengapresiasi Penjabat Bupati Flores Timur dan jajarannya serta masyarakat terkhusus di Desa Pledo yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Festival Mini Meko di desa tersebut.

Senada dengan harapan Pj. Gubernur NTT, Sulastri H. Rasyid selaku Pj. Bupati Flores Timur, berharap festival itu dapat membuat Pulau Meko semakin dikenal dan mendunia. Ia pun meminta warga setempat bisa terus menjaga keindahan Flores Timur.

“Kewajiban kita untuk melestarikan alam ini adalah dengan menjaga lingkungan laut terutama dari sampah plastik. Karena kita juga hidup dari laut,” ujar Pj. Bupati Flotim.

Pada kesempatan tersebut, Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake juga menyerahkan secara simbolis 15 kapal Dewi Bahari, serta melaunching wahana permainan air di Pulau Meko tersebut.

Usai pembukaan, Festival Mini Meko dilanjutkan dengan berbagai acara mulai dari pementasan tarian daerah, teater, puisi, hiburan musik, dan ragam acara lainnya. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat juga turut dilibatkan dalam festival tersebut.

Sebagai informasi, destinasi wisata pasir timbul di Dusun Meko, Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT meraih juara 2 dalam ajang bergengsi pariwisata Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020.

Turut hadir pada festival tersebut, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, Penjabat Bupati Flores Timur, Sulastri H. Rasyid, Penjabat Ketua TP PKK Provinsi NTT Sofiana Milawati, Unsur Forkopimda Kabupaten Flores Timur, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan serta masyarakat setempat.

 

Penulis : Alexander Leonardo Raditia




Nikmati Promo Spesial Juli Vaganza di Aston Kupang Hotel & Convention Center

       

Kupang,mwartapedia.com – ASTON Kupang Hotel & Convention Center pada bulan Juli kembali menghadirkan spesial promo July Vaganza.


Schoniya Hutsim selaku Marketing Communication kepada media mengatakan bahwa promo ini diberikan karena besarnya antusias Aston Lovers yang ingin staycation di Aston Kupang Hotel.


“Ini adalah salah satu bentuk rasa sayang kami kepada seluruh Aston Lovers yang sangat ingin staycation tanpa rasa takut akan biaya,” ujarnya pada Sabtu (06/07/2023) di Hotel Aston Kupang.


Ia menjelaskan, Aston Kupang Hotel menawarkan promo kamar yang bernama “July Vaganza”.Promo ini akan menjadi solusi liburan tamu sekalian dalam menyambut bulan Juli ini.Promo ini hanya dibanderol dengan harga Rp 598.000,00/ nett/night (Superior) dan  Rp 698.000,00/ nett/night (Deluxe).


“Tamu bisa menikmati fasilitas diantaranya Free Breakfast untuk dua orang, Free access to Fitness Center, Swimming Pool, Free Wifi access dan Free access di Leet Sky Dining & Lounge dan nikmati Panorama Kota Kupang dari lantai 18 dengan pemandangan yang tamu tidak akan bisa dapatkan dari manapun. Promo ini berlaku dari Tanggal 01 sampai 31 Juli 2024 dan ditawarkan khusus untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur,”jelasnya.


Tentang ASTON Kupang Hotel & Convention Center


ASTON Kupang Hotel & Convention Center merupakan tempat yang sempurna baik untuk pertemuan bisnis, seminar maupun tempat berlibur di akhir pekan dengan menawarkan pengalaman pelayanan jasa modern yang sesungguhnya. 


Menampilkan 5 ruang pertemuan dan 1 grand ballroom dengan berbagai fasilitas yang dapat menampung sampai dengan 1.600 tamu, hingga 179 kamar dengan 4 tipe berbeda. 


Hotel yang berhadapan langsung dengan tepi laut ini adalah pilihan yang tepat saat menjelajahi Kota Kupang, tempat-tempat wisata di sekitarnya hingga kawasan perbelanjaan. kupang.astonhotelsinternational.com


Tentang Archipelago International


Grup manajemen hotel swasta dan independen terbesar di Asia Tenggara, mengoperasikan lebih dari 150 hotel dengan lebih dari 50 hotel lainnya sedang dalam pengembangan di seluruh Asia Tenggara, Karibia, dan Timur Tengah. 


Hotel tepercaya dengan rekam jejak panjang dan 20.000 kamar di lebih dari 60 tujuan dengan merek termasuk ASTON, Collection by ASTON, The Alana, Huxley, Kamuela, Harper, Quest, NEO, favehotels, dan Nordic. archipelagointernational.com (***)