PT Klinik Olahraga Kupang NTT Hadirkan Layanan Terpadu: Fisioterapi, NTT Mart hingga Cafe Kesehatan dalam Satu Lokasi

Kupang, nwartapedia.com  – Direktur PT Klinik Olahraga Kupang, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM, menyampaikan apresiasi atas kunjungan sejumlah tokoh masyarakat Maumere dan komunitas KKBM Kupang ke PT Klinik Olahraga Kupang NTT pada Jumat (13/6/2026).

Menurut Frans Sales, kehadiran Barthol, Nas, Ade Martin Raja, Yoris, Moat Moat Budayawan, serta sejumlah tokoh lainnya menjadi motivasi besar bagi pihaknya untuk terus mengembangkan PT Klinik Olahraga Kupang NTT meski di tengah berbagai keterbatasan.

“Kehadiran para tokoh masyarakat ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bergerak dan berinovasi dalam mengembangkan PT Klinik Olahraga Kupang NTT sebagai pusat layanan olahraga, kesehatan, belanja, dan rekreasi bagi masyarakat,” ujarnya.

PT Klinik Olahraga Kupang NTT mengusung konsep layanan terpadu yang mengintegrasikan klinik olahraga, NTT Mart, dan Cafe/Warkop dalam satu kawasan.

Di sektor olahraga dan kesehatan, tersedia berbagai layanan seperti fisioterapi, massage terapi, pendidikan dan pelatihan olahraga, rekreasi olahraga, tes kesamaptaan, tes kesegaran jasmani, bela diri, pencarian bakat olahraga (talent scouting), latihan strength conditioning, hingga penjualan buku-buku olahraga.

Sementara itu, NTT Mart menyediakan berbagai kebutuhan olahraga seperti jersey, kaos olahraga, jaket olahraga, sepatu olahraga, sepatu skets, kain tenun motif NTT, serta penyewaan alat tes dan pengukuran olahraga.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat menikmati fasilitas Cafe atau Warung Kopi yang menawarkan kopi kesehatan dengan berbagai varian, aneka minuman dingin, jus buah segar, roti, serta camilan dengan beragam cita rasa.

Sebagai pelengkap layanan, PT Klinik Olahraga Kupang NTT juga menyediakan ATM Mini BNI 46 Kupang serta jasa penyewaan mobil harian maupun per jam untuk memudahkan kebutuhan masyarakat.

Melalui konsep layanan terpadu tersebut, Dr. Frans Sales mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang, khususnya warga KKBM Kupang dan sekitarnya, untuk datang menikmati berbagai fasilitas yang tersedia.

“Silakan datang untuk menyegarkan badan melalui layanan olahraga dan kesehatan, berbelanja kebutuhan olahraga maupun produk khas NTT, sekaligus menikmati kopi kesehatan dan aneka sajian yang tersedia di Cafe PT Klinik Olahraga Kupang NTT,” pungkasnya. **




Kolaborasi UPTD Sarpras Dispora NTT, IGORNAS dan Perguruan Tinggi Gelar Launching Senam Bersama di Sport Center Oepoi Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – UPTD Sarana dan Prasarana (Sarpras) Olahraga Dispora Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi meluncurkan kegiatan Senam Bersama yang akan menjadi agenda rutin mingguan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara IGORNAS Provinsi NTT, Dispora NTT, Program Studi Penjaskesrek Undana, PJKR UKSW Kupang, dan para guru PJOK se-Kota Kupang.

Acara launching yang berlangsung di Sport Center Oepoi Kupang pada Sabtu tanggal 14 Juni 2025 ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dunia olahraga pendidikan di NTT, di antaranya Pelaku Olahraga dan senior olahraga NTT, Henock Bire ,S.Pd, Ketua IGORNAS NTT Markus Masneno, S.Pd, M.Fis., Aifo, Sekretaris IGOR NTT yang juga sebagai Ketua Panitia Peluncuran senam, Isya Kause, S.Pd, Bendahara Monika, S.Pd, Gr bersama anggota dan Dr. Jhoni Lumba, Dosen FKIP Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang yang juga dikenal sebagai pemerhati dan aktivis sepak bola di NTT.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala UPTD Sarpras Dispora NTT,  Dr. Frans SalesS. Pd, MM, menekankan pentingnya kolaborasi untuk membudayakan olahraga di tengah masyarakat.

“Hari ini kita mulai sebuah inovasi besar. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dalam mencapai visi olahraga sebagai budaya hidup, kuncinya adalah kolaborasi dan gotong royong,” tegas Frans Sales.

Ia juga menyoroti dua persoalan besar dunia olahraga saat ini yakni rendahnya budaya olahraga di masyarakat dan sulitnya pencapaian prestasi tingkat dunia.

“Melalui senam bersama ini, kita ingin menjadikan olahraga sebagai habit, sebagai gaya hidup,” tambahnya.

Lebih lanjut, Frans Sales menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung setiap Sabtu pagi di Sport Center Oepoi, yang kini diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga di Kota Kupang, menggantikan konsep Car Free Day di Jalan El Tari yang berubah fungsi menjadi pasar.

“Ini bukan hanya tempat senam. Dari sini bisa muncul atlet potensial. Kebugaran masyarakat harus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Jhoni Lumba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini sebagai peluang berharga bagi mahasiswa dan guru olahraga.

“Kegiatan ini adalah bekal emas bagi adik-adik mahasiswa yang sedang dan akan terjun ke sekolah. Senam harus menjadi budaya di sekolah. Tidak mungkin belajar dengan baik kalau kebugaran jasmani rendah,” kata Dr. Jhoni.

Ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi PON 2028 di mana NTT akan menjadi tuan rumah.

“Kalianlah yang akan berdiri di garis depan. Kalau kamu kerja baik hari ini, kamu panen masa depanmu nanti,” pesan Jhoni kepada para mahasiswa dan peserta.

Acara launching ditutup dengan tepuk tangan meriah dan senam bersama yang diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari Guru- guru Olahraga dati tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan Mahasiswa PJKR UKAW Kupang, Penjaskesrek Undana hingga anak-anak calon instruktur senam dan diakhiri dengan kerja bakti di pelataranGOR Oepoi. 

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi pembudayaan olahraga di NTT demi mencetak generasi sehat dan berprestasi. (MI)




Bupati Kupang Resmi Tutup Ajang Offroad KAT-Sejahtera Land 2025

 

Kupang, nwartapedia.com — Ajang offroad bergengsi “KAT-Sejahtera Land Offroad Competition 2025” resmi ditutup pada Minggu (25/1/2025) oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, yang hadir langsung untuk menyerahkan Piala Bupati Kupang kepada para pemenang.

Penutupan ini menjadi puncak dari tiga hari kompetisi penuh tantangan, semangat, dan antusiasme masyarakat yang luar biasa.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan yang berlangsung aman dan lancar.

“Tiga hari ini, puji Tuhan, saya dengar tidak ada kecelakaan atau tawuran. Semua berjalan dengan baik semata-mata karena kemurahan Tuhan,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dari peserta dan masyarakat yang memadati arena offroad.

Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada panitia penyelenggara, termasuk Bobby Lianto yang berperan besar sebagai tokoh penggerak kegiatan ini.

Menurutnya, ajang seperti ini bukan hanya sebatas olahraga, melainkan juga hiburan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

“Di Kabupaten Kupang, hiburan sangat ditunggu. Saya lihat dengan kejuaraan ini, UMKM hidup, ekonomi bergerak, dan masyarakat bersukacita. Ini hiburan luar biasa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Yosef menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung kegiatan serupa di masa depan.

Ia bahkan menyebut agenda olahraga lainnya seperti road race dan grasstrack yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Kalau ditanya apakah saya, Bupati Kupang, mendukung kegiatan seperti ini? Saya jawab: mau bikin berapa kali pun, kita siap,” tegasnya.

Penutupan ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa Kabupaten Kupang siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala besar.

Menurut Bupati, keberhasilan kompetisi ini bisa menjadi tolok ukur penyelenggaraan event otomotif lainnya.

“Ini bisa jadi barometer. Hadiahnya besar, penyelenggaraannya sukses, dan pesertanya pecahkan rekor,” ujarnya.

Kegiatan yang mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian ini juga turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, perwakilan dari Timor Leste, dan komunitas offroader dari berbagai daerah.

Bupati menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk kemungkinan kerja sama internasional ke depannya.

“Saya yakin ini bukan yang terakhir. Semoga ke depan kita bisa lebih besar, lebih ramai, dan lebih berdampak,” tutupnya sembari meresmikan penutupan Kejuaraan Offroad KAT-Sejahtera Land 2025.

Sementara itu, tokoh otomotif NTT sekaligus Dewan Pembina Offroad KAT-Sejahtera Land, Bobby Lianto, juga menyampaikan rasa bangganya atas kelancaran dan kesuksesan acara ini.

“Hari ini merupakan kehormatan bagi kita semua karena Piala Bupati Kupang bisa diserahkan langsung oleh Bapak Bupati sendiri. Ini dukungan luar biasa dari pemerintah daerah,” ujar Bobby.

Ia juga menyoroti antusiasme generasi muda dalam dunia offroad. Salah satunya adalah Rivan, offroader muda yang tampil menonjol dalam kompetisi ini.

“Saya senang melihat anak-anak muda mulai terlibat. Kami dari pembina siap mendukung penuh. Mau buat sirkuit baru? Alat berat kami siapkan, tanpa biaya. Event rutin? Kami siap bantu pembiayaan,” ungkap Bobby dengan penuh semangat.

“Tidak ada insiden besar. Mobil terbalik adalah bagian dari serunya offroad. Tapi semua tetap aman, semua luar biasa. Terima kasih kepada semua panitia dan offroader atas sportivitas dan semangat tinggi,” pungkas Bobby Lianto. (MI)




Frans Sales: Digitalisasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Transformasi Sarpras Olahraga NTT Sambut PON 2028

 

Kupang nwartapedia.com –  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) terus melakukan berbagai terobosan dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Barat (NTB).

Plt. Kepala UPTD Sarpras Olahraga Dispora NTT, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM., menyampaikan sejumlah langkah strategis yang sedang ditempuh, mulai dari digitalisasi pengelolaan fasilitas hingga pelibatan komunitas lokal secara aktif.

Saat ditemui media pada Selasa (27/5), Frans menegaskan pentingnya modernisasi dalam pengelolaan sarana olahraga. Salah satu langkah konkret adalah penerapan sistem tiket dan parkir berbasis online.

“Digitalisasi ini penting agar sistem jadi transparan, efisien, dan akuntabel. Tiket bisa dibeli online, parkir bisa tercatat otomatis. Tidak ada lagi kebocoran,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan pengelolaan fasilitas olahraga. UPTD tidak bekerja sendiri, tetapi menggandeng Dinas Perhubungan, komunitas lokal, hingga pelaku UMKM.

“Kami bukan mencari popularitas, tapi menggerakkan potensi yang sudah ada. Kolaborasi itu penting. Komunitas-komunitas yang sudah terbentuk kami libatkan agar semua merasa memiliki,” katanya.

Frans juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan fasilitas olahraga agar dapat menyambut tamu dan atlet dari seluruh Indonesia pada ajang PON 2028.

“NTT akan menjadi tuan rumah pembukaan PON 2028. Ini momentum besar. Kita harus siapkan dengan sungguh-sungguh, dari infrastruktur hingga pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Salah satu sumber pendapatan baru yang sedang dirancang adalah sistem retribusi parkir di area sarana olahraga.

“Sudah disiapkan. Roda dua Rp3.000, roda empat Rp5.000. Ini akan diajukan sebagai bagian dari kebijakan pendapatan daerah,” ujarnya.

Selain aspek teknis, Frans juga menekankan pentingnya peran sosial fasilitas olahraga sebagai ruang publik.

“Kita bukan hanya membangun stadion, tapi ruang interaksi sosial yang sehat. Kita harus ciptakan ekosistem olahraga yang ramah dan menyenangkan bagi masyarakat,” katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran dan sumber daya, pihaknya tetap optimistis dan mengajak semua pihak untuk bekerja sama.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Mari kita gotong royong, pemerintah, masyarakat, media, semua elemen harus punya rasa tanggung jawab yang sama,” ujarnya menutup pernyataan. MI)




Pemprov NTT Beri Penghargaan dan Bonus Bagi Atlet dan Pelatih Berprestasi di PON XXI dan Peparpenas VIII 2024

 

Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar acara penyerahan penghargaan dan bonus kepada para atlet peraih medali dan pelatih berprestasi yang tergabung dalam kontingen NTT pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 di Aceh-Sumatera Utara dan Pekan Paralimpik Nasional (PEPARNAS) VIII 2024 di Solo, Jawa Tengah.

Acara tersebut berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (24/5/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menekankan bahwa prestasi yang diraih para atlet dan pelatih bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kerja keras, disiplin, semangat juang tinggi, serta doa dan dukungan dari banyak pihak.

Pada PON XXI 2024, kontingen NTT berhasil meraih total 36 medali, terdiri dari 7 emas, 13 perak, dan 16 perunggu.

Sementara itu, dalam ajang PEPARNAS VIII 2024, para atlet paralimpik asal NTT menunjukkan prestasi membanggakan dengan perolehan 7 emas, 12 perak, dan 13 perunggu, total 32 medali.

“Prestasi ini tidak hanya membanggakan secara pribadi atau keluarga, tapi juga mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional. Kalian semua adalah inspirasi bagi generasi muda NTT,” ujar Gubernur.

Pemerintah Provinsi NTT memberikan penghargaan dalam bentuk bonus kepada para atlet dan pelatih berprestasi.

Namun, Gubernur menyampaikan permohonan maaf karena nilai bonus tahun ini tidak sebesar PON sebelumnya akibat kondisi keuangan daerah.

“Kami berharap agar para atlet melihat nilai moral dan apresiasi dari penghargaan ini, bukan semata besaran nominalnya,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak seluruh pihak, khususnya KONI dan pengurus cabang olahraga, untuk segera mempersiapkan diri menyambut PON XXII tahun 2028, di mana NTT akan menjadi tuan rumah bersama Provinsi NTB.

“Kita tidak hanya ingin menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga menjadi tuan rumah yang berprestasi,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi bersama KONI dan pengurus cabang olahraga didorong untuk menggandeng sponsor dan mitra demi mendukung pembinaan dan persiapan atlet ke depan.

Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan kontingen NTT.

Ia menutup dengan ajakan untuk terus membangun prestasi olahraga di NTT demi masa depan yang lebih maju, sehat, dan berkelanjutan.

“Mari Bangun Prestasi Olahraga NTT!” (MI)




Dr. Frans Sales: Bonus Atlet Bentuk Perhatian, Bukan Sekadar Nilai Uang

 

Kupang,nwartapedia.com — Plt. Kepala UPTD Sarana dan Prasarana Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Frans Sales, S.Pd., MM, menyampaikan pandangannya terkait pemberian penghargaan berupa bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi yang mewakili Provinsi NTT pada PON XXI 2024 di Aceh-Sumatera Utara dan Peparpenas VIII 2024 di Solo, Jawa Tengah.

Dalam keterangannya, Dr. Frans menekankan bahwa penghargaan dalam bentuk bonus tidak semata-mata dinilai dari besarannya, tetapi dari makna perhatian dan motivasi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTT kepada para pejuang olahraga.

“Jangan melihat jumlah uangnya. Lihatlah bentuk perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah sebagai nilai utama. Ini bukan sekadar bonus, tapi modal sosial yang membangkitkan semangat atlet dan pelatih untuk terus berlatih dan berprestasi,” tegasnya keoada media ini di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (24/5/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa di bawah naungan Dispora NTT, telah berdiri lembaga pembinaan seperti Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) serta Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) yang menjadi pusat pelatihan atlet pelajar daerah.

Dr. Frans menjelaskan, kedua institusi ini menjadi sentra mandiri yang disiapkan untuk menghadapi PON XXII tahun 2028, yang akan digelar di NTT dan NTB.

“Walaupun kita berada dalam keterbatasan ekonomi, semangat untuk menyiapkan diri menghadapi PON 2028 terus dibangun. PPLPD dan SKO adalah bukti keseriusan kita dalam menyiapkan atlet masa depan,” ungkapnya.

Terkait teknis pemberian bonus, Dr. Frans menyatakan bahwa data penerima berada di bawah koordinasi langsung Dispora NTT dan menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan akurat dan transparan.

Tak lupa, ia mengajak seluruh masyarakat dan elemen terkait untuk turut serta memberikan dukungan dan apresiasi kepada para atlet.

“Prestasi olahraga adalah tanggung jawab bersama. Mari kita semua masyarakat, media, sponsor, dan pemerhati olahraga kut berperan aktif dalam membangun prestasi olahraga NTT,” ajaknya.

Dr. Frans juga menyebut bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menyukseskan NTT sebagai tuan rumah bersama NTB di PON XXII 2028.

“Saya berharap seluruh pihak menyadari pentingnya membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan demi kejayaan NTT di masa mendatang.,”pungkasnya.  (MI)




Ketua Taekwondo NTT Apresiasi Pemberian Bonus Atlet PON dan Peparpenas: Dorongan Semangat Menuju PON 2028

 

Kupang,nwartapedia.com — Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur, Fransisco Bernando Bessi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap para atlet dan pelatih yang berprestasi dalam ajang PON XXI 2024 di Aceh-Sumatera Utara dan Peparpenas VIII 2024 di Solo, Jawa Tengah.

“Saya sebagai Ketua Taekwondo NTT sangat bangga kepada Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, yang telah memberikan apresiasi dalam bentuk bonus kepada para atlet dan pelatih. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk bekerja dan berlatih lebih keras lagi,” ujar Fransisco saat diwawancarai usai acara penyerahan penghargaan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (24/5/2025).

Ia menambahkan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga pemacu semangat menjelang PON XXII tahun 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.

Dalam konteks itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat olahraga di NTT untuk mulai mempersiapkan diri dari sekarang, khususnya cabang olahraga taekwondo.

“Pak Gubernur sudah memberi kepastian bahwa NTT tetap menjadi tuan rumah PON 2028. Maka dari itu, kami dari Taekwondo Indonesia akan mempersiapkan diri secara maksimal agar bisa meraih prestasi tertinggi, yakni medali emas. Khususnya di Kota Kupang, kami ingin jadi lumbung atlet berprestasi,” tambahnya.

Terkait persiapan menghadapi PON 2028, Fransisco menyampaikan bahwa pihaknya tengah fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia pelatih dan dukungan penuh dari para orang tua atlet.

Ia mengklaim bahwa taekwondo menjadi salah satu cabang olahraga yang paling aktif menyelenggarakan turnamen dan event lokal di NTT.

“Dukungan orang tua sangat besar. Dan kami bangga bahwa dari semua cabang olahraga, taekwondo adalah salah satu yang paling konsisten mengadakan kompetisi. Hasilnya mungkin belum terlihat sekarang, tapi kami yakin apa yang ditanam hari ini akan kami panen dengan prestasi di masa mendatang,” ujarnya optimis.

Dengan semangat kolaborasi antara pengurus, atlet, pelatih, dan orang tua, Fransisco berharap taekwondo NTT dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam PON mendatang dan turut mengharumkan nama daerah di kancah nasional. (MI)




Francisco Bessi Raih Penghargaan Pos Kupang Award Sebagai Tokoh Peduli Taekwondo NTT

 

Kupang,nwaretapedia.com – Francisco Bernando Bessi  SH, MH, C.Me,CLA adalah sosok yang telah mendedikasikan hidupnya untuk perkembangan olahraga taekwondo di Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima penghargaan Pos Kupang Award dalam kategori Tokoh Peduli Taekwondo.

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya selama hampir 25 tahun, mulai dari menjadi atlet, pelatih, hingga kini menjabat sebagai Ketua Taekwondo NTT.

Di sela-sela kegiatan, Fernando Bessi menyampaikan rasa terima kasih kepada Pos Kupang atas pengakuan yang diterimanya.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk perjalanan panjang saya selama 25 tahun, mulai dari menjadi atlet, pelatih, wasit, pengurus, hingga kini dipercaya menjadi Ketua Taekwondo NTT. Saya berharap kerja keras ini dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan taekwondo di daerah kita,” ungkapnya di Hotel Kristal pada jumad, 13 Desember 2024.

Fernando juga menekankan mimpi besar komunitas taekwondo NTT untuk menyelesaikan program pembinaan hingga mencapai puncaknya di PON 2028.

Ia berharap cabang olahraga taekwondo dapat diselenggarakan di Kota Kupang pada PON mendatang, sehingga menjadi kebanggaan bagi masyarakat NTT.

“Saat ini, kami fokus pada pembinaan atlet usia dini. Atlet-atlet muda inilah yang akan menjadi tulang punggung prestasi taekwondo NTT di masa depan,”ujarnya..

“Harapan kami, dengan pemerintahan baru di tingkat provinsi maupun kota, ada dukungan yang lebih besar untuk pengembangan taekwondo, sehingga olahraga ini dapat berkembang lebih baik lagi,” tambahnya.

Sebagai figur yang telah berkiprah puluhan tahun, Fernando Bessi juga menyoroti peran penting media, termasuk Pos Kupang, dalam mempublikasikan dan mendukung olahraga taekwondo di NTT.

Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk memajukan olahraga di daerah tersebut.

Acara penganugerahan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh olahraga, pejabat pemerintah, serta komunitas taekwondo NTT, yang turut memberikan apresiasi atas pencapaian luar biasa Fernando Bessi. (MI)




Tiga Atlet Taekwondo Lolos Wakili NTT Menuju PON 2024

Kupang,nwartapedia.com – Sebanyak tiga atlet Taekwondo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) lolos dalam kualifiikasi Pra PON 2023 di Cibubur, Jakarta untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXl yang akan berlangsung di Aceh – Sumatera Utara pada 2024 mendatang.

“Ketiga atlet yang lolos di antaranya, Yasfin Mahben Kelas Under 54 KG Putra, Mariano Rewong, kelas 63 kg Putra dan Mike kamengasa under 57 Putri,” ungkap Ketua TI NTT, Fransisco Bernando Bessi, Minggu (29/10/2024).

Dikatakan Fransisco, ajang ini merupakan debutnya dalam masa kepemimpinan sebagai Ketua TI NTT. Karena itu, menurutnya, tidak ada target yang muluk -muluk.

“Jujur saya tidak punya target sama sekali, tapi Puji Tuhan sudah 3 orang lolos kualifikasi ke PON 2024,” ujar Fransisco.

“Kita doakan yang terbaik bagi atlet yang masih berjuang,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dari 11 atlet yang dikirim ke ajang kualifikasi Pra PON, sudah tiga (3) orang mendapat tiket ke PON Aceh – Sumut 2024 mendatang. (MI)