Resmi Ansy-Jane Dapat Nomor Urut 1 Pada Pilgub 2024

 

Kupang,mwartapedia.com – Ansy Lema-Jane Natalia Suryanto resmi mendapat nomor urut 1 (satu) dalam ajang Pemilihan Gubernur NT November 2024 mendatang. 


Pengundian nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur ini dilaksanakan di Kantor KPU Provinsi NTT, Senin (23/9/2024) sore.


Dari pantauan media, sebelum dilakukan pengundian nomor urut, dilakukan pengambilan nomor urut berturut-turut dilakukan oleh Cagub Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma dan terakhir Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto.


Selain Paslon Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto, paslon Cagub Cawagub NTT Simon Petrus Kamlasi-Andre Garu mendapat nomor urut 3 dan Melkiades Laka Kena dan Jhony Asadoma mendapat nomor urut 2. 


Hingga berita ini diturunkan acara pengundian nomor urut masih berjalan. (Tim)




Program Mama Bantu Mama Bukti Nyata Ansy-Jane Bukan Sekedar Janji Politik

Kupang,mwartapedia.com – Program “Mama Bantu Mama” yang diusung oleh Jane Natalia Suryanto bukan sekadar janji politik, melainkan sebuah strategi transformasi yang menggugah. 

Inisiatif ini menyentuh inti kehidupan sehari-hari perempuan Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana peran mereka sering kali direduksi dalam struktur patriarki yang mengakar.

Jane, dengan visi yang tajam ini, menyadari bahwa perubahan besar dimulai dari dapur, dari setiap perempuan yang berjuang untuk kesejahteraan keluarganya.

Di tengah ketimpangan gender yang masih kental, Jane hadir dengan keberanian dan keyakinan bahwa kolaborasi antarperempuan adalah kunci.

Ini bukan tentang meminta kesetaraan, tetapi tentang menunjukkan bahwa perempuan, dengan segala kemampuan dan ketekunan mereka, sudah sejak lama memegang peran vital dalam pembangunan. Sayangnya, kontribusi ini kerap diabaikan atau dianggap sepele.

Pilihan Ansy Lema untuk menggandeng Jane dalam Pilgub NTT adalah langkah signifikan yang harus diapresiasi. Namun, apresiasi ini hanya akan memiliki makna jika diikuti dengan kebijakan nyata yang menempatkan isu-isu perempuan di garis depan.

“Saya memilih calon wakil gubernur seorang perempuan sebagai bentuk apresiasi yang tinggi, penghormatan yang khusus kepada kaum perempuan, kepada mama-mama,” ungkap Ansy Lema saat mendaftarkan diri di KPU Provinsi NTT kala itu.

Menempatkan Jane sebagai calon wakil gubernur bukanlah sekadar simbol, tetapi juga sebuah tantangan besar untuk membuktikan bahwa NTT siap untuk mengubah wajah pembangunan yang lebih inklusif.

“Saya sepenuhnya menyadari bahwa banyak persoalan, banyak PR, banyak tantangan yang dihadapi oleh provinsi ini terkait erat dengan eksistensi, peran, dan juga kesejahteraan kaum perempuan,” kata Ansy.

Gerakan “Mama Bantu Mama” menawarkan harapan, tetapi juga mengingatkan bahwa upaya ini membutuhkan komitmen dan tindakan nyata.

“Kultur patriarki dalam struktur masyarakat di Nusa Tenggara Timur belum sepenuhnya memberi ruang yang setara dan berkeadilan bagi kaum perempuan NTT,” ujar Ansy lagi.

Ini bukan sekadar retorika politik atau alat untuk meraih suara, tetapi langkah konkret menuju masa depan yang lebih berkeadilan gender.

Kolaborasi antarperempuan harus menjadi kekuatan yang menggerakkan perubahan sosial, ekonomi, dan politik di NTT.

“Karena itu saya meletakkan wakil gubernur ini seorang perempuan. Saya berharap, Kaka Jane akan menjadi mama bagi masyarakat NTT. Bagi mama-mama, Mama Tolong Mama, Perempuan Tolong Perempuan,” tutur Ansy.

Jika inisiatif ini dapat dijalankan dengan baik, maka NTT bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, bahwa perempuan bukan hanya bagian dari masyarakat yang perlu dibantu, tetapi juga motor penggerak perubahan itu sendiri.

Ansy-Jane dan gerakan “Mama Bantu Mama” adalah simbol perjuangan, dan keberhasilan yang akan menjadi tolok ukur seberapa serius NTT, dalam memperjuangkan kesetaraan gender yang nyata.*




Ansy Lema Tetapkan Pilar Utama Perjuangannya Lewat Program Nyata untuk Nelayan, Tani dan Ternak

                   

Kupang,mwartapedia.com  – Yohanis Fransiskus Lema, yang akrab disapa Kaka Ansy, telah menetapkan “Nelayan, Tani, dan Ternak” sebagai pilar utama dalam perjuangannya membangun Nusa Tenggara Timur (NTT).


Sebagai calon Gubernur NTT untuk periode 2024, Ansy menegaskan bahwa sektor-sektor fundamental ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata selama masa jabatannya sebagai wakil rakyat di Senayan.


Menurut Ansy, pembangunan NTT harus dimulai dari sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.


“Nelayan” merepresentasikan sektor kelautan dan perikanan, yang sangat penting bagi NTT sebagai provinsi kepulauan dengan potensi laut yang kaya.



“Tani” mencerminkan sektor pertanian dan perkebunan, yang menjadi mata pencaharian mayoritas masyarakat. 


Sedangkan “Ternak” menggambarkan sektor peternakan, yang juga menjadi salah satu sumber penghidupan utama di NTT.


“Pertanian di NTT memang rentan gagal panen, sehingga perlu diperhatikan agar dapat mendorong kemajuan NTT. Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan adalah identitas kita sebagai orang NTT,” ujar Ansy dalam unggahan Instagram pribadinya @ansi.lema. 


Selama menjadi anggota DPR RI, Ansy telah bekerja sama dengan mitra seperti Badan Ketahanan Pangan (BKP) dan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga petani melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).


Program ini meliputi bantuan uang tunai dan alat pertanian, yang menurut Ansy, sudah terbukti manfaatnya.


“Sudah terbukti, Saya Belum Janji,” ungkapnya.


Dengan semangat perubahan yang diusungnya, Ansy Lema, menjadi sosok yang energik dan tahu cara bekerja untuk mencapai lompatan kemajuan menuju visi Indonesia Emas 2045. (***)




PON XXI Aceh-Sumut Resmi Berakhir, NTT dan NTB Siap Jadi Tuan Rumah 2028

Aceh,mwartapedia.com – Penjabat Gubernur NTT Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P menghadiri penutupan PON XXI Aceh-Sumatra Utara 2024 yang dilaksanakan di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang pada Jumat 20 September 2024. 


Dalam Upacara penutupan tersebut juga dilaksanakan Prosesi Lepas Sambut Bendera KONI dari Provinsi Aceh-Sumut kepada Provinsi NTT dan NTB sebagai Provinsi Penyelenggara PON XXII Tahun 2028. 

  

Hadir dalam kegiatan tersebut Presiden Joko Widodo yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, Menteri Dalam Negeri RI M. Tito Karnavian, Menteri PUPR RI, Dr. Ir. Basuki Mulyono, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Dito Ariotedjo, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjenpol Agus Andrianto, Pimpinan Lembaga Negara, Ketua Komisi X DPR RI, Duta Besar dan Konsulat Jenderal Negara Sahabat, Ketua Umum KONI Pusat dan Provinsi, Gubernur/Pj Gubernur, Bupati/Pj Bupati, Walikota/Pj Walikota se-Indonesia.


Presiden Joko Widodo yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan PON ke-XXI Aceh-Sumut khususnya para atlet yang telah berlaga dengan daya juang yang tinggi.


“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mengantarkan PON ke XXI ke pintu gerbang keberhasilan. Selamat kepada para Atlet dari berbagai kontingen yang telah meraih juara dan prestasi sedangkan yang belum berhasil mari tetap berjuang untuk meraih prestasi gemilang di masa yang akan datang. Saya mewakili Pemerintah RI dengan ini menyatakan PON Ke-XXI tahun 2024 ditutup, sampai bertemu di PON ke XXII di NTB-NTT 2028,” ujar Muhadjir.


Pj. Gubernur Sumatera Utara, Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si didamping Penjabat Gubernur Aceh,  Dr. Drs. Safrizal ZA, M.Si juga dalam Laporan Panitia menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dalam penyelenggaraan PON XXI.


“Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi dan sukses ekonomi. Kami harap PON XXI menjadi pengalaman yang indah. Terimakasih untuk pahlawan olahraga, selamat kepada juara semuanya, Juara untuk semua, Juara untuk kita, Juara untuk Indonesia. Salam olahraga, pungkas Safrizal.


Sementara itu Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Letnan Jenderal TNI (purn) Marsiano Norman menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan PON ke-XXI serta harapan untuk penyelenggaraan PON ke-XII NTB dan NTT Tahun 2028 dapat dipersiapkan dengan lebih baik lagi.


“Dengan selesainya pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini maka kami jajaran KONI pusat akan melaksanakan evaluasi yang akan digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan PON ke-XXII NTB dan NTT pada Tahun 2028 sesuai Keputusan Musernas KONI Tahun 2022. Terima kasih untuk dukungan yang luar biasa dari semua pihak sehingga PON dapat berjalan sesuai agenda yang ditentukan, sampai jumpa dipenyelenggaraan PON ke-XXII NTB-NTT,” kata Marsiano.


Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Aryotedjo, menyampaikan harapan untuk penyelenggaraan PON kedepannya. 


“Penyelenggaraan PON adalah pencapaian besar yang melibatkan banyak pihak dan dalam setiap proses tentu ada tantangan yang perlu dijadikan evaluasi  untuk menyelenggarakan PON yang lebih baik dimasa mendatang. Mari kita jaga semangat ini dan melangkah menuju prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.


NTT dan NTB Siap Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028


Dalam acara tersebut dilaksanakan Penyerahan kembali Bendera PON oleh Pj. Gubernur Aceh didampingi ketua KONI Aceh dan Pj. Gubernur Sumut didampingi ketua KONI Sumut kepada Ketua Umum KONI Pusat yang selanjutnya diserahkan kepada panitia besar PON ke XXII Tahun 2028 yakni Pj. Gubernur NTB didampingi oleh ketua KONI NTB dan Pj. Gubernur NTT didampingi oleh ketua KONI NTT.


Adapun Pj. Gubernur NTT Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P yang ditemui sebelum pelaksanaan acara Penutupan PON XXI di Stadion Utama Sport Center menyampaikan apresiasi untuk para atlet serta KONI Provinsi NTT.


“Saya menyampaikan apresiasi untuk para atlet yang sudah berjuang untuk mengharumkan nama NTT sehingga kita mendapatkan peringkat 19 dan mendapat medali yang lebih banyak dari PON sebelumnya. Hal ini menjadi peningkatan dari PON sebelumnya dan diharapkan kedepannya kita dapat mencapai prestasi yang lebih baik lagi. Terima kasih juga kepada semua pihak yang terlibat yakni KONI Provinsi NTT yang telah bekerja keras dari persiapan hingga pelaksanaan,” ucap Andriko.


Ia juga mengutarakan harapannya sebagai panitia besar PON XXII untuk segera melakukan persiapan dalam penyelenggaraan PON tahun 2028.


“Bendera PON ke-XXII NTT dan NTB 2028 yang diterima diharapkan dapat memberikan motivasi dalam menyelenggarakan PON XXII yang lebih baik karena PON sendiri merupakan ajang kita berkompetisi dalam rangka olahraga nasional agar prestasi anak bangsa dapat kita wadahi dan fasilitasi dengan baik. Kita akan melakukan persiapkan yang akan dimulai dari Panitia Persiapan untuk PON ke-XXII Tahun 2028,” jelas beliau.


Untuk diketahui Atlet-atlet NTT berhasil mendulang rangkaian medali dalam pagelaran PON XXI Aceh Sumatra utara 2024. Hingga penutupan PON XXI klasemen NTT berada diurutan 19 dan tercatat 36 medali berhasil diraih diantaranya 7 medali emas, 13 medali perak dan 16 medali perunggu.  Capaian ini melampaui raihan medali pada PON XX Papua tahun 2021 lalu dengan total 24 medali.


Sementara itu Kontingen Jawa Barat berhasil menjadi juara umum dengan total raihan 539 medali dengan rincian 195 medali emas, 163 medali perak, dan 182 perunggu.


Berikut Perolehan Medali NTT :


Emas

1. SILAT Andini Aklis A Putri

2. SILAT Antonius Tuke A Putra

3. SILAT Zaki Prasong B Putra

4. KEMPO Siska 65 Kg ke Atas

5. KEMPO Embu Pasangan Putra II/III Dan

6. KEMPO Embu Pasangan Mix  II/III Dan

7. TINJU Dio Koebanu 45-48 Kg


Perak 

1. CRIKET Tim Putra T20

2. TRIATHLON Dama Laksmytha Sukaton

3. GATEBALL Regu Putra

4. KEMPO Hilda Ratu 45-50 Kg

5. KEMPO Aurelia Belmo 50-55 Kg

6. KEMPO Walfridus Kapitan 50-55 Kg

7. KEMPO Embu Pasangan Putra Yudhansya

8. KEMPO Embu Beregu Putra

9. TINJU Erni Ngongo 54-57 Kg

10. TINJU Asnat Bayo 60-63 Kg

11. TINJU Eman Mau HereHere 57-60 Kg

12. TINJU Libertus Gua 63,5-67 Kg

13. KICK BOXING Susanty Ndapataka 60 Kg 



Perunggu

1. CRIKET Tim Putri T20

2. TAKRAW  Double Event Putri 

3. CRICKET Tim Putra Super 8

4. CRICKET Tim Putri Super 8

5. WUSHU Marvend Alianto

6. SILAT Jenny Kause C Putri

7. SILAT Ronaldo Neno I Putra

8. TINJU Jerikho Daud 51-54 Kg

9. TINJU Mardianus Bullu 54-57 Kg

10. TINJU Yudith Maunino 50-52 Kg

11. GATEBALL Triple Putra

12. KEMPO Yulia Safitri Badar 55-60 Kg

13. KEMPO Toba Rajagukguk 65-70 Kg

14. KEMPO Irwanto Suwanto 70 Kg ke atas

15. KEMPO Embu Pasangan Putra Kyukenshi

16. KEMPO Embu Pasangan Putri Kyukenshi

(Biro AP)




Safari Politik ke Sumba, Jane Natalia Suryanto Bertekat Angkat Kekayaan Budaya dan Alam NTT

Waikabubak,mwartapedia.com  – Safari politik ke Pulau Sumba, Jane Natalia Suryanto, calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkapkan rasa cintanya yang mendalam terhadap Sumba.


Hal ini diungkapkan Jane, saat mengunjungi wilayah Sumba Barat pada Jumat, 20 September 2024.


Dalam kesempatan tersebut, Jane berbagi tentang hubungan emosionalnya dengan pulau yang indah ini.


“Sumba adalah rumahku, sebuah pulau yang kaya akan keindahan alam dan budaya. Di sini, langit biru dan padang savana membentang luas, menciptakan suasana damai yang menenangkan,” tulis Jane dalam unggahan Instagram pribadinya, @janenataliasuryanto_.


Unggahan ini mengundang banyak tanggapan positif dari para pengikutnya.


Jane menjelaskan bahwa Sumba bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga bagian dari jiwanya.


Menurutnya, setiap sudut pulau tersebut menyimpan kenangan berharga dari kebersamaan dengan keluarga hingga tradisi adat yang diwariskan turun-temurun.


“Ritual dan perayaan adat mengikatku dengan tanah ini, membuatku merasa bagian dari sesuatu yang lebih besar. Sumba adalah sumber inspirasi dan rasa syukur, tempat di mana aku menemukan makna dan identitasku,” lanjutnya.


Sebagai calon Wakil Gubernur NTT yang berpasangan dengan Ansy Lema, Jane Natalia berkomitmen untuk mengangkat kekayaan budaya dan keindahan alam NTT, termasuk Sumba, ke tingkat yang lebih tinggi. 


Kunjungannya ke Sumba Barat semakin memperkuat ikatan emosionalnya dengan masyarakat dan tanah Sumba, yang menurutnya memiliki potensi besar untuk berkembang.


Dengan latar belakang budaya yang kuat dan kecintaannya pada Sumba, Jane Natalia siap membawa semangat perubahan bagi NTT, sambil tetap menjaga tradisi dan nilai-nilai yang telah diwariskan di tanah kelahirannya.***




Ansy Lema Unggul Hasil Survei Pilgub NTT Versi Indikator Politik Indonesia


Kupang,mwartapedia.com  – Dalam dinamika terbaru menjelang Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024, hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam peta elektabilitas para kandidat. 


Meskipun sebelumnya Emanuel Melkiades Laka Lena selalu menempati posisi teratas dalam berbagai survei, kali ini Ansy Lema berhasil memimpin dengan elektabilitas tertinggi.


Survei yang dilaksanakan pada 9-14 Juli 2024 tersebut menunjukkan bahwa Ansy Lema, yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), mendapatkan elektabilitas sebesar 6,9 persen.


Emanuel Melkiades Laka Lena harus puas berada di posisi kedua dengan perolehan 6,8 persen, terpaut sangat tipis dari Ansy. 


Sementara itu, Benny Kabur Harman berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 6,3 persen.


Hasil ini cukup mengejutkan mengingat dalam survei yang dilakukan oleh IndekStat sebelumnya, Melki Laka Lena memimpin dengan perolehan elektabilitas sebesar 38,3 persen dari tujuh kandidat yang disimulasikan. 


Dominasi Melki dalam survei-survei sebelumnya membuat banyak pihak memprediksi bahwa ia akan dengan mudah memimpin dalam kontestasi politik ini.


Namun, hasil survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan fakta berbeda. Kendati Ansy Lema memimpin dalam hal elektabilitas, mayoritas responden, yaitu sebesar 57,5 persen, masih belum menentukan pilihan. 


Dalam hal popularitas, Ansy Lema dikenal oleh 38,8 persen responden. Meskipun angka ini masih di bawah tokoh-tokoh besar seperti Gubernur petahana Victor Laiskodat, Ansy tetap menunjukkan peningkatan yang signifikan.


Pasangan Simon Petrus dan Adrianu Gahru berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 13,7 persen dalam survei ini, yang menunjukkan bahwa mereka juga memiliki basis dukungan yang cukup kuat.


Dukungan resmi PDI-P kepada Ansy Lema sebagai calon gubernur NTT dan Partai Hanura kepada Jane Natalia Suryanto sebagai wakilnya juga sangat mempengaruhi peta politik ke depan. 


Survei ini dilakukan dengan melibatkan 1.000 responden dan memiliki margin of error sekitar 3 persen. (*)




Menyala Kaka, Ribuan Relawan Ansy-Jane Padati GOR Atambua

Atambua,mwartapedia.com  – Gedung Olahraga Atambua tampak semarak. Ribuan orang berkumpul, memenuhi setiap ruangan olahraga di daerah perbatasan itu . Di antara riuh rendah suara dukungan dan senyum lebar yang menghiasi wajah para relawan, terlihat baju-baju relawan dengan nama “Ansy-Jane”Menyala Kaka” berkibar pada Rabu (18/09/2024).


Mereka datang dari berbagai penjuru Kabupaten Belu, tanpa paksaan, tanpa imbalan, hanya satu tujuan: mendukung pasangan Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto untuk Nusa Tenggara Timur yang lebih baik.


Jane Natalia Suryanto, dengan kesederhanaannya, tampak terharu melihat lautan manusia yang hadir cuma-cuma untuk memberikan dukungan kepada paket Ansy-Jane.


“Terima kasih kepada para relawan dari berbagai penjuru yang telah hadir dan mendengarkan arah kami. Ini sungguh luar biasa. Mereka datang tanpa paksaan, tanpa fasilitas, ini benar-benar dukungan murni dari hati,” terang Jane.


Ketika Jane naik ke panggung, tepuk tangan dan sorakan meriah menggema memenuhi gedung. Di hadapan ribuan pendukungnya, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas, yang telah terbukti bekerja untuk kemajuan NTT. 


“Harapannya, kita menjaga perdamaian dan persatuan. Pilih pemimpin yang berkualitas dan sudah bekerja,” tegasnya, disambut anggukan setuju dari para hadirin.


Jane juga menyinggung tentang isu identitas yang kerap digunakan dalam perpolitikan. Baginya, isu semacam itu sudah tidak laku dijual di masyarakat NTT. 


“Orang yang memainkan isu identitas itu tidak berkualitas. Masyarakat kita sudah cerdas, mereka tidak butuh drama, tapi aksi nyata,” katanya.


Meski acara baru dimulai pukul 16.00 WITA, relawan sudah berdatangan sejak siang hari. Ada yang datang berombongan dari desa-desa terpencil, ada pula yang menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi. Mereka membawa harapan dan tekad untuk perubahan yang lebih baik.


Kisah mereka beragam. Seperti Maria, seorang ibu rumah tangga dari Desa Halilulik, yang menempuh perjalanan hampir dua jam untuk tiba di Atambua.


 “Saya datang karena percaya pada Bu Jane. Kami datang tanpa difasilitasi. Dia satu-satunya perempuan yang berani maju sebagai calon wakil gubernur. Itu bukan hal yang mudah,” katanya, sambil menunggu giliran untuk bersalaman dengan Jane. Bagi Maria dan banyak relawan lainnya, kehadiran Jane adalah simbol keberanian dan harapan.


Tidak hanya Maria, ada juga Edmundus Moruk, seorang petani dari desa tetangga. Ia datang bersama belasan rekannya. “Kami ingin pemimpin yang mengerti kebutuhan petani. Bu Jane pernah datang ke desa kami, mendengar keluhan kami. Itu sebabnya saya dukung dia,” ujarnya.


Kehadiran ribuan relawan ini bukan sekadar angka, tetapi adalah wujud nyata dari harapan dan semangat perubahan yang mereka dambakan. Tanpa pamrih, tanpa embel-embel fasilitas, mereka rela meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir di sana. Mereka adalah wajah-wajah yang meyakini bahwa Ansy-Jane mampu membawa NTT ke arah yang lebih baik.


Acara berakhir pada pukul 18.00 WITA, para relawan perlahan meninggalkan gedung itu. Mereka membawa pulang keyakinan bahwa dengan dukungan tulus dari hati, perubahan bisa dimulai.


Jane Natalia Suryanto pun meninggalkan panggung itu. Ia tahu, perjuangan ini belum berakhir, tapi melihat semangat dan ketulusan para relawan, ia yakin bahwa perjuangan ini adalah jalan yang benar.


“Perubahan butuh waktu, tapi dengan dukungan seperti ini, saya optimis kita bisa mewujudkannya,” tutupnya. (*)




Jane Natalia Suryanto Kenalkan Program Mama Bantu Mama dan Perempuan Bantu Perempuan

Kupang,mwartapedia.com – Jane Natalia Suryanto yang maju mendampingi Ansy Lema sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, memperkenalkan program Mama Bantu Mama dan Perempuan Bantu Perempuan merupakan sebuah inisiatif untuk memperkuat kolaborasi antar perempuan di NTT, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.


Dalam kunjungannya di Kabupaten Kupang pada Minggu tnggal 15 September 2024, dihadapan puluhan perempuan, Jane Natalia Suryanto hadir dengan membawa sesuatu yang berbeda. Bukan hanya resep masakan, melainkan juga “resep” untuk kehidupan yang lebih baik. 


“Di setiap dapur yang berasap, ada potensi besar yang bisa dioptimalkan,” ungkap Jane, membuka diskusi siang itu. 


Kata-katanya begitu menggugah, mengingatkan para perempuan bahwa setiap dari mereka memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan, dimulai dari rumah mereka sendiri.


Dalam pertemuan itu, Jane menyalakan semangat para perempuan agar bangkit dari tantangan dan stigma yang selama ini mengekang mereka.


Inisiatif ini lahir dari keyakinan Jane bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam pembangunan, dan bahwa kerja sama antar perempuan dapat menciptakan perubahan yang nyata.


Suasana semakin hangat ketika Mama Clara, salah satu warga Kabupaten Kupang, menyuarakan dukungannya untuk Jane.


 “Kita punya tanggung jawab untuk mendukung calon yang memiliki visi jelas seperti Kaka Jane. Pilihlah perempuan yang siap membawa perubahan positif,” tegas Mama Clara. Bagi dia, sosok Jane adalah simbol kekuatan dan ketahanan.


Gerakan ini tidak hanya berhenti pada wacana. Jane memiliki program nyata untuk memperluas akses pendidikan dan kesehatan bagi perempuan, serta mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor.


 “Jangan pernah meremehkan kemampuan kita. Kerja keras dan kolaborasi adalah kunci untuk membangun ekonomi keluarga yang lebih baik,” ujar Jane.


Mama-mama di Kabupaten Kupang terinspirasi oleh Jane, yang dengan visi dan misinya bertekad menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai prioritas utama. 


Di depan hadirin, Jane mengucapkan terima kasih kepada perempuan NTT yang telah mendukung perjuangannya bersama Ansy Lema dalam Pilkada Gubernur NTT mendatang. 


“Gerakan ini mengajak setiap perempuan di NTT agar bersinergi. Kolaborasi antar perempuan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup, baik di ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” tambah mama Arni yang juga warga Kabupaten Kupang.


Gerakan “Mama Bantu Mama” menjadi simbol perjuangan perempuan di NTT untuk menciptakan perubahan. Di akhir pertemuan, mama-mama Kupang berjanji untuk terus mendukung pasangan Ansy Lema dan Jane Natalia dalam Pilkada mendatang, dengan harapan bahwa suara mereka akan didengar dan diwakili.


“Perempuan bisa berperan aktif dan memberdayakan diri sendiri. Bersama Ansy dan Jane, kita bisa mewujudkan perjuangan ini,” seru para mama. Gerakan ini, bagi mereka, bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata menuju masa depan yang lebih baik bagi NTT. (*)




Tekat Menangkan Ansy Jane di Pilgub, Kornelis Dola Resmi Jadi Kader PDIP

Kupang,mwartapedia.com  – Mempunyai tekat yang kuat untuk memenangkan pasangan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto (Ansy-Jane) dalam Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024 mendatang, Kornelis Dola, salah satu tokoh politik di Manggarai, secara resmi menjadi kader PDI Perjuangan. 

Keputusan ini diumumkannya pada Sabtu tanggal 14 September 2024.

“Keputusan ini sudah melalui banyak pertimbangan. Saya kini sudah resmi memiliki KTA PDI Perjuangan,” ujar Kornelis.

Ia menambahkan bahwa bergabungnya ia dengan PDI Perjuangan merupakan bagian dari strategi pengembangan karier politiknya, mengingat partai tersebut dikenal sebagai pembela ideologi Pancasila dan masyarakat kecil yang terpinggirkan.

Sebagai kader baru, Kornelis menyatakan siap mengikuti arahan partai, termasuk memenangkan pasangan Ansy-Jane di Pilgub NTT. 

Kornelis menilai Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto sebagai pasangan yang ideal, mewakili keseimbangan antara kepemimpinan laki-laki dan perempuan, serta dekat dengan masyarakat.

“NTT butuh pemimpin yang merakyat, dan Ibu Jane adalah sosok ibu yang penuh kepedulian. Ia sudah terbukti melalui kegiatan sosialnya selama 14 tahun terakhir di NTT,” ungkap Kornelis. 

Menurutnya, kepedulian Jane terhadap masyarakat menjadikannya sosok penting yang dibutuhkan oleh NTT, terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil.

Kornelis meyakini bahwa Ansy-Jane adalah pasangan yang akan membawa perubahan bagi NTT. Dengan latar belakang kepedulian sosial Jane dan integritas Ansy sebagai pemimpin, Kornelis optimis pasangan ini akan mendapatkan dukungan besar dari masyarakat.

Ia juga menyoroti hasil survei yang menempatkan Jane sebagai kandidat wakil gubernur terkuat, yang semakin memperkuat keyakinannya.

“Ansy-Jane adalah pasangan ideal yang mewakili laki-laki dan perempuan. Ibu Jane dikenal dengan kegiatan sosialnya yang tak kenal pamrih dan tanpa menghitung segala pengorbanan, persis seperti sosok seorang ibu yang mengurus anak-anaknya,” pungkas Kornelis. (*)




Hadirnya Calon Pemimpin Perempuan Bisa Bawa Harapan Baru Bagi NTT

Kupang,mwartapedia.com – Pemimpin perempuan dalam ranah politik khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih sangat terbatas untuk menempati posisi teratas sehingga kehadiran perempuan dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) November mendatang bisa membawa harapan baru bagi NTT. 


Dalam sejarah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, belum ada perempuan yang menduduki posisi tersebut. Namun, gelombang baru kini tengah berkembang, didorong oleh harapan masyarakat akan kepemimpinan yang lebih inklusif dan berimbang gender.


Ditengah proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2024, satu nama perempuan mencuat, membawa visi besar tentang perubahan dan emansipasi politik perempuan. 


Seiring dengan meningkatnya dukungan dari ribuan perempuan di NTT, pencalonan ini tidak hanya dilihat sebagai langkah politik, tetapi juga sebagai simbol dari perubahan budaya dan nilai yang lebih luas di masyarakat.


Kepemimpinan Perempuan yang Dibutuhkan


Menurut Cari E. Guittard, seorang ahli diplomasi korporasi dan kepemimpinan perempuan, salah satu kunci keberhasilan perempuan dalam kepemimpinan adalah kehadiran lebih banyak role model perempuan yang berani berbagi cerita dan perjalanan hidup mereka. 


Dalam dunia yang didominasi oleh laki-laki, penting bagi perempuan untuk melihat dan terinspirasi oleh kesuksesan para pemimpin perempuan lainnya. 


Harapannya, semakin banyak perempuan yang mau berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta membuka jalan bagi generasi penerus.


Di NTT, meski belum ada perempuan yang menduduki posisi gubernur atau wakil gubernur, para perempuan yang terlibat dalam politik di tingkat lokal telah membuktikan diri mereka mampu.


 Kini, dengan munculnya calon perempuan di level provinsi, ada harapan bahwa perempuan tidak lagi hanya berperan di belakang layar, tetapi juga tampil sebagai pemimpin utama.


Membangun Kepemimpinan Berbasis Kekuatan


Guittard juga menyoroti pentingnya mengembangkan kekuatan dan kemampuan perempuan dalam memimpin. 


Ia mengatakan, perempuan seringkali terjebak dalam upaya mengatasi kelemahan mereka, ketimbang fokus pada pengembangan kekuatan. Untuk mengubah paradigma ini, diperlukan lebih banyak dukungan sosial dan profesional agar perempuan merasa lebih percaya diri dalam menunjukkan kemampuan mereka sebagai pemimpin.


Dalam konteks NTT, calon perempuan ini memiliki kemampuan luar biasa dalam beradaptasi dan mengelola tantangan. Kualitas seperti kemampuan menyerap masukan, pandai merancang kebijakan, dan memimpin dengan hati telah mencerminkan sosok pemimpin yang tangguh dan berorientasi pada solusi.


Mengubah Sejarah di NTT


Pemilihan kepala daerah ini memberikan kesempatan untuk mengubah sejarah kepemimpinan di NTT. Keterlibatan perempuan dalam kontestasi politik di level provinsi bisa menjadi momentum penting bagi perkembangan politik perempuan di kawasan timur Indonesia.


Sebagai provinsi yang berpengaruh, langkah ini tidak hanya akan berdampak pada NTT, tetapi juga menginspirasi kota-kota lain di Indonesia untuk lebih membuka ruang bagi kepemimpinan perempuan.


Saat ini, salah satu perempuan yang ikut bertarung di Pilgub NTT adalah Jane Natalia Suryanto. Ia mendapat dukungan penuh dari ribuan perempuan di NTT menunjukkan bahwa ada harapan besar terhadap perubahan ini.


Di Manggarai, Bagi ibu-ibu menyebut, pencalonan perempuan ini adalah simbol dari perjuangan panjang emansipasi dan keberanian untuk memecahkan batas-batas sosial yang ada.


Miliki visi yang jelas tentang modernisasi tata kota dan penciptaan lapangan kerja, bskal calon ini tidak hanya menawarkan perubahan dalam kepemimpinan, tetapi juga solusi konkret bagi kesejahteraan warga NTT.


Jika berhasil, kehadiran perempuan di posisi puncak akan menjadi batu loncatan bagi kemajuan perempuan dalam politik di Indonesia. (*)