Kupang Jadi Pusat Diplomasi Budaya Pasifik, Gubernur NTT: Laut Menghubungkan Kita, Bukan Memisahkan

Kupang nwartapedia.com  –  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) E. Melkiades Laka Lena secara resmi membuka Opening Ceremony Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di Sabu Ballroom, Hotel Harper Kupang, Rabu (12/11) pagi.

Dalam sambutannya, Gubernur Melkiades menegaskan bahwa laut bukanlah batas yang memisahkan, melainkan jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik.

“Di kepulauan ini kita diingatkan bahwa laut tidak pernah memisahkan kita, tetapi justru menghubungkan kita. Nenek moyang kita telah membawa kita sampai pada titik ini, di mana kita bertemu dalam komitmen dan tantangan maritim untuk menyatukan kawasan,” ujarnya di hadapan para delegasi.

IPACS 2025 mengusung tema “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom” dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara Pasifik, antara lain Papua Nugini, Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon, Fiji, Tonga, Vanuatu, Tuvalu, Palau, Kiribati, Nauru, Kepulauan Marshall, serta Timor-Leste.

Turut hadir Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, duta besar, perwakilan diplomatik, serta pejabat daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Gubernur Melkiades menyampaikan kebanggaannya karena NTT dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan budaya berskala internasional tersebut.

Ia menyebut Kupang sebagai pintu gerbang Indonesia menuju Pasifik, tempat laut, budaya, dan sejarah bertemu.

“IPACS adalah momentum penting untuk memperkuat hubungan budaya dan memperluas kerja sama dalam bidang kebudayaan, lingkungan, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Gubernur juga menyoroti pentingnya menjadikan kearifan lokal sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.

“Kita perlu menggali bagaimana budaya lokal dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekologis sekaligus menjadi pendorong ekonomi melalui industri kreatif,” tambahnya.

Ia mencontohkan program One Village One Product (OVOP), NTT Mart, dan Dapur Flobamorata sebagai model ekonomi berbasis komunitas dan budaya yang telah memberi dampak nyata bagi masyarakat NTT.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI tahun 2024, sektor industri kreatif nasional menyumbang sekitar Rp1,53 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menunjukkan potensi besar ekonomi berbasis budaya di masa depan.

Gubernur Melkiades menutup sambutannya dengan pesan optimistis:

“Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang kolaborasi nyata untuk memperkuat pelestarian, pengembangan, dan diplomasi budaya. Dari Kupang, biarlah cahaya persaudaraan Pasifik ini menyala hingga ke seluruh samudra.”.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan IPACS di Kupang dan menyebut kegiatan ini sebagai simbol persaudaraan lintas samudra.

“Merupakan kehormatan bagi saya menyambut IPACS di Kupang. Di kepulauan ini, kita diingatkan bahwa laut tidak pernah memisahkan kita, melainkan menghubungkan kita. Nenek moyang kita telah membawa kita sampai pada titik ini untuk bertemu dalam komitmen dan tantangan maritim demi menyatukan kawasan,” ujarnya.

Fadli Zon menilai bahwa kesamaan budaya antarnegara di Pasifik menjadi kekuatan untuk memperkuat diplomasi regional dan solidaritas budaya.

“Indonesia mencerminkan keberagaman luar biasa dengan ribuan pulau, lebih dari seribu etnis, dan ratusan bahasa lokal. Namun dalam keberagaman itu, kita menemukan kesamaan nilai dan akar budaya yang juga dimiliki saudara-saudara kita di Pasifik,” katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya generasi muda dalam menjaga dan mentransformasikan budaya menjadi peluang di era digital.

“Kekuatan budaya kita berada di tangan generasi muda. Mereka adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara tradisi dan inovasi,” ujar Fadli.

Fadli menegaskan bahwa IPACS berupaya memperkuat hubungan antara Indonesia dan negara-negara di Pasifik melalui kerja sama budaya dan diplomasi kolektif. Ia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh delegasi untuk terus memperkuat kolaborasi lintas negara.

“Mari kita terus melakukan kerja sama budaya. Saya mengundang para menteri dan utusan dari berbagai negara untuk merayakan IPACS bersama,” ucapnya.

IPACS 2025 merupakan ajang kebudayaan internasional yang mempertemukan negara-negara di kawasan Pasifik dalam berbagai kegiatan, mulai dari dialog budaya, pertunjukan seni, pameran karya, hingga residensi seniman.

Tahun ini, NTT menampilkan beragam tarian, musik tradisional, serta pameran kearifan lokal dari seluruh nusantara sebagai wujud semangat persatuan dan perayaan budaya bebersama. (MI)




Fachri Yulizar Angkat Pamor Pisang Barangan Lewat Inovasi dan Kemitraan Petani

Jakarta,nwartapedia.com  – Di tengah upaya peningkatan nilai tambah sektor pertanian nasional, sosok Fachri Yulizar, Direktur Utama PT Mandiri Banana Indonesia, hadir membawa visi besar: menjadikan pisang barangan sebagai komoditas unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus bersaing di pasar global.

Melalui perusahaan yang dipimpinnya, Fachri berfokus pada budidaya Pisang Barangan Jumbo Merah (BJM) dengan pendekatan modern dan berkelanjutan.

Tujuan utamanya bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani lokal di berbagai daerah.

“Peningkatan produktivitas menjadi kunci untuk memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh. Karena itu, kami mengintegrasikan teknologi pertanian modern dalam setiap tahap budidaya,” ujar Fachri.

PT Mandiri Banana Indonesia diketahui telah menerapkan sejumlah teknologi pertanian mutakhir, mulai dari penggunaan bibit unggul, sistem irigasi tetes yang efisien, hingga pemupukan presisi. Selain itu, perusahaan juga menjalankan pengendalian hama terpadu untuk menekan kerugian hasil panen secara optimal.

Tak hanya fokus pada pisang segar, Fachri juga melihat peluang besar dalam diversifikasi produk turunan pisang barangan. Berbagai produk olahan seperti keripik pisang, selai, sale pisang, hingga tepung pisang kini tengah dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal. Langkah ini sekaligus membuka peluang ekspor dan memperluas jaringan pasar.

Fachri menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tak akan tercapai tanpa kolaborasi erat dengan petani. Untuk itu, PT Mandiri Banana Indonesia menjalankan program kemitraan petani, yang mencakup pelatihan budidaya modern, pendampingan teknis, serta akses ke pasar dan pembiayaan.

“Kami ingin para petani menjadi bagian dari rantai nilai yang berkeadilan. Dengan peningkatan kapasitas dan akses teknologi, mereka bisa memperoleh pendapatan lebih baik,” jelas Fachri.

Langkah tersebut terbukti berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ekosistem agribisnis berbasis pisang barangan.

Dalam upaya memperluas pasar, PT Mandiri Banana Indonesia juga aktif melakukan promosi dan branding melalui berbagai kanal, termasuk pameran pertanian, media sosial, serta kerja sama dengan supermarket dan restoran.

Selain itu, Fachri menjalin kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga keuangan guna memperoleh dukungan dalam bentuk subsidi pupuk, infrastruktur pertanian, pelatihan, dan akses pembiayaan.

Dengan strategi yang komprehensif dan visi yang jelas, Fachri Yulizar berhasil menempatkan pisang barangan sebagai simbol inovasi dan kemandirian petani Indonesia.

“Melalui inovasi, kemitraan, dan kerja keras, kami ingin menjadikan pisang barangan bukan hanya produk lokal, tapi juga ikon agribisnis nasional yang berdaya saing global,” pungkas Fachri. ***




Satya JKN Award 2025: Wujud Gotong Royong Bangsa Lindungi Pekerja

Jakarta, nwartapedia.com – BPJS Kesehatan memberikan apresiasi kepada 110 badan usaha terbaik di Indonesia yang dinilai paling berkomitmen dalam menjalankan kewajiban kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut diberikan melalui ajang Satya JKN Award 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan dan membayarkan iuran pekerja bukan hanya bentuk kewajiban administratif, tetapi juga wujud tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap kesejahteraan pekerja.

“Perlindungan kesehatan pekerja adalah fondasi keberlanjutan sebuah perusahaan. Ketika pekerja merasa aman dan terlindungi, produktivitas meningkat dan loyalitas terbentuk. Inilah makna kepatuhan dalam Program JKN bukan karena kewajiban, tapi karena kesadaran akan tanggung jawab sosial,” ujar Ghufron.

Ghufron juga menyampaikan bahwa hingga 1 Oktober 2025, jumlah kepesertaan JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,6 persen dari total penduduk Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 67,2 juta peserta merupakan pekerja penerima upah (PPU) baik di sektor publik maupun swasta.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran badan usaha yang patuh mendaftarkan seluruh pekerjanya, sehingga membantu mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) dan keberlanjutan Program JKN.

“Setiap pekerja berhak atas jaminan kesehatan. Karena itu, kami terus mendorong seluruh badan usaha agar memastikan para pekerjanya terlindungi dalam Program JKN,” tambah Ghufron.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dalam sambutannya menyebut penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan negara terhadap badan usaha yang berkomitmen melindungi kesejahteraan pekerja.

“Komitmen ini sejalan dengan amanat UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak atas jaminan sosial. Kepatuhan badan usaha mendukung keberlanjutan JKN adalah bentuk gotong royong dan investasi jangka panjang bagi produktivitas pekerja,” kata Cak Imin.

Cak Imin menambahkan, Satya JKN Award diharapkan menjadi pendorong untuk meningkatkan kepatuhan badan usaha, memperkuat kualitas layanan, dan mempererat sinergi lintas sektor demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera.

Dalam proses penilaian, BPJS Kesehatan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk menjamin objektivitas dan transparansi.

Penilaian dilakukan berdasarkan indikator kepatuhan pendaftaran pekerja, pelaporan upah, pemanfaatan aplikasi Electronic Data Badan Usaha (EDABU), serta kontribusi sosial perusahaan.

Direktur Pertimbangan Hukum Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan TUN Kejaksaan Agung RI, Rudi Irmawan, menegaskan pentingnya sinergi antara BPJS Kesehatan dan lembaga hukum dalam meningkatkan kepatuhan badan usaha.

“Kami terus memperkuat upaya hukum baik preventif maupun litigasi untuk mendukung keberhasilan Program JKN. Kepatuhan seharusnya menjadi budaya perusahaan, bukan sekadar kewajiban hukum,” tegas Rudi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Cris Kuntadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperluas perlindungan bagi pekerja formal maupun informal sebagai bagian dari transformasi sistem ketenagakerjaan nasional.

“Seluruh pekerja berhak atas jaminan sosial yang layak. Mari kita bangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, berdaya saing, dan berkeadilan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Deputi III Kantor Staf Presiden RI, Syska Hutagalung, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan JKN.

“Kami berkomitmen mengawal agar Program JKN terus berjalan baik. BPJS Kesehatan harus memaksimalkan sumber daya demi peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta,” pungkas Syska.

Melalui Satya JKN Award 2025, BPJS Kesehatan meneguhkan semangat gotong royong nasional dalam memastikan setiap pekerja mendapatkan perlindungan kesehatan.

Program ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem jaminan sosial yang kuat, adil, dan berkelanjutan. ***




Ribuan Anak di Kupang Terima Layanan Kesehatan Gratis, Bukti Kepedulian PINTI–INTI

Kupang, nwartapedia.com  Sebanyak 1.000 anak di Kota Kupang menerima layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang digelar Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) Pusat bersama PINTI NTT, berkolaborasi dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT serta Pemerintah Kota Kupang, Minggu (7/9/2025) di Balai Kota Kupang.

Bakti sosial bertema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” ini didukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Selain pemeriksaan kesehatan, anak-anak juga menerima vitamin, bingkisan, serta makan siang bergizi.

Merayakan Hari Anak Nasional

Ketua Umum PINTI Pusat, dr. Metta Agustina, menyampaikan kebahagiaan bisa memperingati Hari Anak Nasional ke-41 di Kupang.

“Masa tumbuh kembang anak adalah masa emas yang menentukan masa depan mereka. Karena itu, perhatian terhadap gizi, kesehatan, dan pendidikan sangat penting,” tegasnya.

Apresiasi dari Pemerintah

Deputi Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Dr. Ir. Pribudiarta Nur Sitepu, M.M, menilai kegiatan ini memberikan dampak nyata.

“Ini contoh kolaborasi semua pihak dalam perlindungan anak. Kementerian PPPA sendiri tengah mendorong gerakan Ruang Bersama Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti capaian NTT yang berhasil mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2024 sebesar 83,21, melampaui rata-rata nasional 75,2.

“NTT membuktikan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Harapan untuk Anak-Anak Kupang

Plt Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, yang hadir mewakili Wali Kota Christian Widodo, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar bantuan.

“Ini adalah pesan cinta kasih dan tanggung jawab bersama. Anak-anak adalah bintang masa depan, mereka harus sehat, kuat, dan bergizi agar siap melanjutkan estafet pembangunan,” ujarnya.

Dukungan Organisasi

Ketua Umum INTI Pusat, Tedy Sugianto, menyampaikan selamat atas suksesnya kegiatan ini.

Ia mengajak semua pihak memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak Indonesia.

Ketua PINTI NTT, Theresia Avila, menambahkan bahwa kegiatan ini menyasar anak-anak berkebutuhan khusus, penderita stunting, dan dari keluarga kurang mampu.

“Kami tidak menyangka peserta hadir begitu banyak. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” katanya.

Ketua Panitia, Kris Lianto, berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di NTT.

Sementara Ketua INTI NTT, Ir. Theo Widodo, mengungkapkan bahwa acara ini menghadirkan 60 tenaga medis dan dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis. (MI)




Patris Sola Persembahkan Medali Emas untuk NTT di Kejurnas Atletik U-20

Kupang, nwartapedia.com – Atlet muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Patris Sola, berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik U-20.

Bertanding di nomor lari 5.000 meter putra, Senin (1/9/2025) pagi, Patris mencatatkan waktu 16 menit 15 detik.

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi NTT. Meski catatan waktunya sedikit lebih lambat empat detik dibanding saat Kejurda Atletik NTT 2025 lalu (16.11), Patris tetap tampil gemilang dan sukses menempati podium tertinggi.

Sekretaris PASI NTT, Karel Muskanan menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Perbedaan catatan waktu ini bisa dipengaruhi faktor teknis maupun non-teknis. Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi ke depan. Namun, puji Tuhan, Patris mampu mempersembahkan medali emas bagi NTT,” ujarnya.

Patris Sola sendiri merupakan atlet binaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT melalui Sentra Pembinaan Olahragawan Berprestasi Nasional (SPOBNAS).

Keberhasilannya di ajang nasional ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda NTT lainnya.

“Mohon doa dan dukungan masyarakat NTT untuk atlet-atlet kita yang masih akan berlaga di nomor lainnya,” tambah Sekretaris PASI NTT.

Dengan prestasi ini, NTT kembali membuktikan diri mampu melahirkan talenta muda berkelas di dunia atletik nasional. (MI)




Bobby Lianto Laporkan Perjalanan Rombongan Retret KADIN Indonesia 2025, Dilepas Langsung Presiden Prabowo

Kupang, nwartapedia.com – Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Dr. Bobby Lianto, MM. MBA melaporkan perkembangan perjalanan rombongan peserta Retret KADIN Indonesia 2025 pada Jumat (8/8/2025).

Rangkaian kegiatan dimulai pagi hari di Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan pembukaan dan pemaparan materi oleh Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus.

Setelah itu, rombongan yang berjumlah sekitar 200 peserta melanjutkan perjalanan menuju Hambalang untuk bertemu Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan, motivasi, dan secara resmi melepas rombongan.

Dalam pesannya,

Seelah menjelaskan tentang Geopolitik dan Geoekonomi Dunia, Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan Jadilah Pengusaha yang Patriotik bagi Bangsa Ini.

 

Seusai agenda di Hambalang, peserta kembali ke Halim Perdanakusuma untuk melanjutkan perjalanan udara menggunakan dua unit pesawat Super Hercules C-130.

“Pesawat yang kami tumpangi adalah Super Hercules Y130 yang dipesan oleh Bapak Prabowo pada tahun 2022 dan tiba pada 2023. Saat ini, kami sedang terbang menuju Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, dengan waktu tempuh sekitar satu jam,” ujar Dr. Bobby Lianto melalui laporan langsung dari dalam pesawat.

Rombongan dijadwalkan tiba di Yogyakarta malam ini, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Akademi Militer (Akmil) Magelang untuk menginap di Akmil Magelang.

Kegiatan Retret KADIN Indonesia 2025 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta mempererat hubungan antarprovinsi di tubuh KADIN. (MI)




Membanggakan ! Dokter Christian Widodo Terpilih Jadi Anggota Dewan Pembina DPP PSI di Kongres Solo

 

Solo,nwartapedia.com  – Kabar membanggakan datang dari arena Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 yang berlangsung di Solo. Dalam kongres yang juga menetapkan Ketua Umum PSI melalui mekanisme voting tersebut, peserta memutuskan menunjuk Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebagai salah satu Anggota Dewan Pembina DPP PSI, mewakili pengurus daerah dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia.

Penunjukan dr. Christian Widodo dinilai sebagai penghargaan atas kiprahnya selama ini sebagai salah satu tokoh pendiri PSI yang sukses mengantarkan banyak kader ke kursi legislatif maupun eksekutif, serta melahirkan kepala daerah dan wakil kepala daerah di berbagai daerah.

Saat ini, dr. Christian juga masih menjabat sebagai Ketua DPW PSI Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus merangkap sebagai anggota Dewan Pembina DPP PSI. Posisi strategis di tingkat pusat ini menjadi bentuk kepercayaan dan apresiasi dari DPP PSI atas dedikasi dan prestasinya sejak awal berdirinya PSI di NTT.

Dewan Pembina DPP PSI periode ini hanya diisi oleh tujuh nama tokoh penting, yakni:

  • Ketua: Jefri Geofani
  • Sekretaris Jenderal & Menteri Kehutanan: Raja Juli Antoni
  • Anggota: Grace Natalia
  • Anggota: Dr. Andi Saiful Haq
  • Anggota: Dr. Endang Tritana
  • Anggota: Isyana Bagus Oka (Wakil Menteri Kependudukan & Pembangunan Keluarga)
  • Anggota: dr. Christian Widodo (Wali Kota Kupang, Ketua DPW PSI NTT)

Kehadiran dr. Christian di jajaran Dewan Pembina diharapkan memperkuat suara kader daerah dalam menentukan arah dan kebijakan strategis partai ke depan.

“Ini adalah penghargaan luar biasa yang saya dedikasikan untuk seluruh kader PSI di daerah, khususnya di NTT. Ke depan, kami akan terus bekerja keras memperjuangkan aspirasi rakyat bersama PSI,” ujar dr. Christian usai penetapan.

dr. Christian Widodo juga menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Terima kasih semua yang sudah mendoakan. Saya merasa bangga, terhormat, dan terharu. Ini capaian prestasi yang luar biasa, bukan hanya bagi saya pribadi, tetapi juga keluarga, warga Kota Kupang, dan NTT. Kita bisa mewakili pengurus provinsi, kabupaten, kota di seluruh Indonesia dan dipercaya masuk sebagai Dewan Pembina di pusat — bagi saya ini sebuah pencapaian dalam hidup. Semua karena tuntunan Tuhan, dukungan keluarga, tim, dan seluruh warga Kota Kupang,” tuturnya.

Kongres PSI 2025 ini juga menjadi momentum konsolidasi nasional partai untuk menghadapi tantangan politik lima tahun ke depan dengan mengusung semangat solidaritas, inovasi, dan keberanian untuk Indonesia yang lebih baik. (MI)




SMA Katolik Giovanni Kupang Harumkan Nama NTT di Ajang Nasional, Sabet Penghargaan Best Presentation

 

Kupang,nwartapedia.com Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Nusa Tenggara Timur. Tim SMA Katolik Giovanni Kupang berhasil meraih penghargaan Best Presentation dalam Lomba Business Plan Tingkat Nasional 2025 yang digelar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (12/7).

Ajang bergengsi ini diikuti oleh 50 tim dari berbagai SMA/SMK dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Setelah melewati proses seleksi ketat, hanya 10 tim terbaik yang melaju ke babak final, terdiri dari 6 tim perguruan tinggi dan 4 tim SMA/SMK.

Daftar Pemenang Lomba Business Plan Nasional 2025

Kategori Perguruan Tinggi:

  • Juara 1: Universitas Brawijaya – Malang
  • Juara 2: Universitas Negeri Surabaya (UNESA) – Surabaya
  • Juara 3: Universitas Siliwangi – Tasikmalaya

Kategori Sekolah Menengah (SMA/SMK):

  • Best Presentation: SMA Katolik Giovanni – Kupang, NTT
  • Best Paper: SMA Mutiara Bangsa – Jakarta
  • Best Idea: SMA Negeri 3 – Yogyakarta
  • Best Poster: Universitas Pendidikan Indonesia – Tasikmalaya

Dari Timur, Menjadi Teladan

SMA Katolik Giovanni Kupang diwakili oleh dua siswa berbakat, Aldrick Raphael Luly dan Bernadinus Maryo Aloyciano Assan, dengan bimbingan guru pendamping Romo Tomy.

Dengan konsep bisnis yang matang, presentasi yang memukau, serta kemampuan menjawab pertanyaan juri secara sistematis dan meyakinkan, mereka berhasil menyisihkan puluhan peserta dan memikat hati dewan juri untuk meraih penghargaan Best Presentation.

Kemenangan ini membuktikan bahwa pelajar dari Timur Indonesia memiliki potensi dan daya saing tinggi di tingkat nasional.

Tak hanya unggul secara akademis, mereka juga menunjukkan kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.

Kepala sekolah serta keluarga besar SMA Katolik Giovanni Kupang menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan tim.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras dan doa kita semua. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh pelajar di NTT untuk terus percaya diri dan berani bersaing di panggung nasional,” ujar salah satu guru pendamping.

Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda NTT untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.

“Dari Timur, Kami Buktikan: NTT Bisa Berprestasi!” ***




Pengkhotbah Cilik Asal NTT, Jaden Lianto, Sampaikan Firman Tuhan di GBI Japan Tokyo

 

Tokyo,nwartapedia.com  — Pengkhotbah cilik berbakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Jaden Lianto, kembali menginspirasi banyak orang lewat pelayanan Firman Tuhan, kali ini di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Japan yang berlokasi di pusat kota Shibuya, Tokyo.

Didampingi oleh ayahnya, Bobby Lianto,  Ketua Umum KADIN NTT,  Jaden berbagi pesan rohani yang menyentuh hati para jemaat, khususnya anak-anak muda yang mendominasi wilayah tersebut.

Dalam kotbah singkatnya, Jaden yang baru berusia 12 tahun menyampaikan sharing Firman Tuhan dengan tema yang unik dan menggugah rasa ingin tahu: “100 – 1 = 0”.

“Semua orang tahu secara hitungan matematika bahwa 100 dikurangi 1 sama dengan 99. Namun, dalam hidup sering kali kita bertindak seolah-olah 100 dikurangi 1 menjadi 0, karena satu kesalahan membuat kita lupa akan seratus kebaikan,” jelas Jaden di hadapan jemaat.

Pesan ini ia sampaikan untuk mengingatkan semua yang hadir agar tidak mudah melupakan kebaikan demi kebaikan yang Tuhan maupun orang lain telah berikan, hanya karena satu peristiwa buruk.

Lebih jauh, Jaden mengajak jemaat untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan.

“Firman Tuhan berkata: bersyukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan. Bahkan masalah yang kita alami kadang adalah bagian dari rencana-Nya yang lebih besar. Di balik masalah selalu ada berkat Tuhan yang menanti,” ujarnya.

Dalam khotbah yang disampaikan dengan penuh semangat, Jaden juga mengajak jemaat untuk selalu menghitung berkat Tuhan.

“Mari kita hitung berkat Tuhan, supaya kita ingat kebaikan-Nya dan tetap punya hati yang bersyukur. Mari kita semakin dewasa di dalam Tuhan,” tambahnya.

Keberanian dan kematangan rohani Jaden dalam menyampaikan Firman Tuhan menuai kekaguman jemaat, terutama kaum muda di Jepang. Khotbahnya disampaikan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan oleh sang ayah.

Sebagai informasi, Jaden adalah putra pertama dari pasangan Bobby Lianto dan Yuliana Nesya Angelina. Ia mulai berkhotbah sejak usia 9 tahun dan telah melayani di berbagai gereja di Indonesia maupun mancanegara, termasuk Australia, Singapura, Korea, dan kini Jepang. Tahun depan, Jaden dijadwalkan melayani di Los Angeles, Amerika Serikat.

Lewat pelayanannya, Jaden membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menjadi alat Tuhan.

“Tuhan bisa memakai siapa saja  muda ataupun tua untuk menyampaikan pesan-Nya bagi dunia,” tuturnya di akhir sharingnya.

Kehadiran Jaden di Jepang tidak hanya memberi warna baru bagi jemaat GBI Japan di Shibuya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi berkat bagi sesama. ***




Kesenjangan Gaji PNS dan PPPK Disorot, Pengamat: Pemerintah Harus Tinjau Ulang Skema Penggajian ASN

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Isu ketimpangan gaji antara Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kembali menjadi sorotan publik.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah PNS di berbagai daerah menyuarakan kegelisahan atas perbedaan signifikan dalam besaran penghasilan, di mana PPPK disebut menerima gaji lebih tinggi meskipun memiliki jabatan dan beban kerja yang setara.

Saat ini, penggajian PNS mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024, sedangkan PPPK mengikuti skema yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 11 Tahun 2024. Perbedaan dasar hukum ini menyebabkan disparitas yang cukup mencolok, terutama dalam komponen tunjangan dan potongan pensiun.

PNS Keluhkan Ketimpangan

Seorang guru PNS di Kabupaten Kupang, yang enggan disebutkan namanya, mengaku merasa kecewa dengan kondisi tersebut.

“Kami yang sudah puluhan tahun mengabdi malah mendapat penghasilan lebih rendah dari teman-teman PPPK yang baru masuk. Ini menimbulkan rasa tidak adil dan memengaruhi semangat kerja kami,” ujarnya.

Hal senada disampaikan seorang staf teknis di lingkungan Pemkot Kupang. Ia menyebut tunjangan PPPK dalam beberapa kasus bisa mencapai dua kali lipat dari yang diterima oleh PNS di jabatan yang sama.

“Kami bertanya-tanya, apakah ini bentuk penghargaan atas loyalitas atau justru sebaliknya?” katanya.

Faktor Perbedaan: Potongan Pensiun dan Skema Tunjangan

Pemerhati ekonomi dan pemerintahan Kota Kupang, Oskar Manehat, SE, MM, saat dimintai tanggapannya menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan kesenjangan adalah tidak adanya potongan dana pensiun pada gaji PPPK.

“PNS mendapat gaji yang sudah dipotong untuk iuran pensiun, sementara PPPK tidak. Ini membuat nominal gaji bersih PPPK terlihat lebih besar, meskipun pada kenyataannya mereka tidak mendapatkan jaminan pensiun seperti PNS,” terangnya Selasa (8/7)

Oskar menyarankan pemerintah perlu melakukan peninjauan ulang terhadap skema penggajian ASN agar lebih adil.
“Perlu ada penyamaan struktur golongan, termasuk pengaturan soal tunjangan dan potongan pensiun. Kalau tidak, kondisi ini akan memicu friksi horizontal di lingkungan birokrasi,” tegasnya.

Mendesak Revisi dan Harmonisasi Regulasi

Lebih lanjut, Oskar Manehat mendorong agar pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PAN-RB dan Kementerian Keuangan, segera duduk bersama menyusun revisi sistem penggajian yang harmonis antara PNS dan PPPK.

“Pemerintah harus hadir dan memastikan tidak ada kesenjangan mencolok antar status kepegawaian. ASN sebagai tulang punggung pelayanan publik mesti diperlakukan secara adil dan proporsional,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian PAN-RB mengenai desakan revisi skema gaji ASN ini.(goe)