Mudik Lebaran 2026: BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Aktif, Posko dan Layanan Digital Disiagakan

Jakarta, nwartapedia.com – BPJS Kesehatan memastikan pelayanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap berjalan optimal selama periode libur dan arus mudik Lebaran 2026.

Berbagai skema layanan disiapkan agar masyarakat tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan secara mudah, baik secara langsung maupun melalui layanan digital.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa tradisi mudik yang menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia tidak boleh menghambat akses peserta terhadap layanan kesehatan.

Menurutnya, BPJS Kesehatan telah menyiapkan berbagai langkah agar perlindungan kesehatan peserta JKN tetap terjamin di seluruh wilayah Indonesia, termasuk bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Kami memastikan layanan JKN tetap dapat diakses dengan mudah sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih tenang,” ujarnya, Senin (9/3).

Untuk mendukung pelayanan administrasi secara langsung, BPJS Kesehatan tetap membuka layanan di kantor cabang pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga menyiagakan Posko Mudik di sejumlah jalur strategis guna membantu peserta yang membutuhkan informasi maupun bantuan layanan selama perjalanan.
Posko Mudik BPJS Kesehatan akan beroperasi pada 13–16 Maret 2026 di sejumlah titik penting jalur mudik, di antaranya Pelabuhan Merak di Banten, Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, Rest Area Tol 88A Cipularang Purwakarta, Rest Area Tol 166A Cipali Majalengka, Rest Area Tol 429A Ungaran Semarang, Rest Area Tol 519A Masaran Sragen, Terminal Purabaya Sidoarjo, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menjelaskan bahwa selama masa libur Lebaran peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal digital untuk mengakses layanan administrasi kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta dapat melakukan berbagai layanan secara mandiri, mulai dari perubahan data kepesertaan, pemindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga pengecekan status kepesertaan.

Selain itu, layanan juga dapat diakses melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165 serta Care Center 165.

“Kami mengimbau peserta memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik. Peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membayar iuran maupun melunasi tunggakan,” jelas Akmal.

Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menegaskan bahwa peserta JKN tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan meskipun berada di luar daerah domisili.

Jika fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, maka peserta tetap dapat memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan lain yang sedang beroperasi.

Informasi mengenai fasilitas kesehatan yang tetap buka selama periode libur Lebaran dapat diakses melalui aplikasi pencarian fasilitas kesehatan Aplicares.

BPJS Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pelayanan bagi peserta dengan penyakit kronis, termasuk peserta Program Rujuk Balik (PRB). Dengan demikian, peserta tetap dapat memperoleh obat-obatan yang dibutuhkan selama menjalani terapi tanpa terganggu oleh periode libur.

Selain itu, BPJS Kesehatan tetap menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan lalu lintas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam kasus kecelakaan ganda, biaya pelayanan kesehatan pertama akan ditanggung oleh Jasa Raharja hingga batas maksimal Rp20 juta.

Apabila biaya pelayanan melebihi jumlah tersebut, selisihnya dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Bambang Wibowo, menyatakan bahwa rumah sakit di seluruh Indonesia telah mempersiapkan layanan kesehatan bagi peserta JKN selama libur Lebaran.

Menurutnya, rumah sakit tetap beroperasi selama 24 jam dengan memastikan layanan rawat inap, rawat jalan, hingga layanan cuci darah tetap berjalan normal.

Sementara itu, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, mengingatkan masyarakat untuk memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik agar tidak mengalami kendala administratif saat membutuhkan layanan kesehatan.

Di sisi lain, Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Sandhi Wiedyanoe, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan analisis lalu lintas menjelang periode mudik Lebaran 2026 untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan selama arus mudik maupun arus balik.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi fisik dan mental selama perjalanan, mengingat faktor kelelahan masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas.

“Pastikan kondisi tubuh tetap prima, beristirahat cukup, dan tetap berhati-hati selama perjalanan agar mudik dapat berlangsung aman dan selamat,” pungkasnya. *




NTT Siapkan 22 Cabor dan Sejumlah Venue Strategis untuk PON XXII/2028 Nusa Tenggara

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mematangkan rencana venue dan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara. Sebagai salah satu tuan rumah bersama dengan Nusa Tenggara Barat dan dukungan DKI Jakarta, NTT dijadwalkan menggelar 22 cabang olahraga, termasuk sejumlah cabor bersama.

Penetapan tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi Persiapan PON XXII/2028 yang digelar di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada 27 Februari 2026.

Kesepakatan ini menjadi dasar perencanaan teknis pembangunan dan rehabilitasi venue di wilayah NTT.

Fokus Cabor dan Klasifikasi
Sejumlah cabang olahraga yang direncanakan dipertandingkan di NTT mencakup berbagai kategori, antara lain

Cabang Olympic Sports:
Bola tangan, bola voli indoor, layar, modern pentathlon, selancar ombak, tenis meja, kriket, bulutangkis, sepak bola, taekwondo, dan tinju.

Cabang DBON (Desain Besar Olahraga Nasional):
Pencak silat dan wushu.

Cabang SEA Games:
Kick boxing, sepak takraw, dan catur.

Cabang Privilege:
Shorinji kempo, gate ball, berkuda pacuan non pelana, dan barongsai.

Cabang World Games:
Aerosport (paramotor dan gantole) serta angkat berat.

Selain itu, terdapat cabang olahraga bersama yang akan digelar lintas provinsi, yakni berkuda, bola voli, sepak bola, dan aerosport.

Strategi Penguatan Infrastruktur
Dengan ditetapkannya 22 cabang olahraga tersebut, Pemerintah Provinsi NTT bersama KONI NTT akan melakukan pemetaan kebutuhan infrastruktur, peningkatan fasilitas olahraga, serta penyesuaian standar venue sesuai regulasi nasional.

Langkah ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kesiapan teknis penyelenggaraan PON, tetapi juga sebagai bagian dari legacy pembangunan olahraga jangka panjang di NTT.

Pemerintah daerah menargetkan agar venue yang dibangun atau direvitalisasi nantinya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk pembinaan atlet, kompetisi regional, hingga pengembangan sport tourism.

PON XXII/2028 Nusa Tenggara diharapkan menjadi momentum strategis bagi NTT untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor konstruksi, pariwisata, dan UMKM. (MI)




NTT-NTB Mantapkan Langkah Tuan Rumah PON 2028, Pembagian 62 Cabor Resmi Disepakati di KONI Pusat

Jakarta, nwartapedia.com – Komitmen bersama menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 semakin menguat setelah rapat penentuan cabang olahraga digelar di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Senayan, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Rapat strategis tersebut dipimpin langsung Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, dan dihadiri jajaran pengurus KONI Pusat, KONI NTB, KONI NTT, serta perwakilan DKI Jakarta sebagai daerah penyangga.

Rombongan Nusa Tenggara Timur dipimpin Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, yang juga menjabat Wakil Ketua I KONI NTT.

Ia hadir bersama Sekretaris Umum KONI NTT Alfons Theodorus, Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak (Wakil Ketua KONI NTT), Plt Kadispora NTT Linus Lusi, Sekretaris Dispora NTT Karel Muskanan, serta dua pengusaha muda NTT, Bobby Lianto dan Restu Dupe yang turut memperkuat struktur kepengurusan KONI NTT.

Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu menghasilkan keputusan penting terkait pembagian cabang olahraga pada PON Nusa Tenggara 2028. Sebanyak 22 cabang olahraga akan dipertandingkan di Nusa Tenggara Timur, 26 cabang olahraga di Nusa Tenggara Barat, dan 14 cabang olahraga di DKI Jakarta sebagai daerah penyangga.

Keputusan tersebut dituangkan dalam berita acara resmi yang ditandatangani oleh KONI Pusat, KONI NTB, dan KONI NTT sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab bersama.

PON 2028 yang mengusung nama PON Nusa Tenggara 2028 diharapkan menjadi momentum bersejarah bagi kawasan timur Indonesia.

Selain sebagai ajang kompetisi olahraga terbesar nasional, perhelatan ini juga diyakini akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas venue, pertumbuhan sektor pariwisata, serta perputaran ekonomi daerah.

Dengan pembagian cabang olahraga yang telah disepakati, Pemerintah Provinsi NTB dan NTT bersama jajaran KONI menyatakan kesiapan penuh untuk bekerja secara terintegrasi demi memastikan PON 2028 berlangsung sukses, aman, dan berkelas nasional.

Salam olahraga! (MI)




Ekspedisi NTT Resmi Dimulai, LPS II Surabaya Hadirkan Layanan Kesehatan dan Literasi Keuangan di Fatukoa

Kupang, nwartapedia.com – Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya resmi memulai rangkaian Ekspedisi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyelenggarakan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan (KSK) berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen LPS dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran lembaga negara di tengah masyarakat.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang, layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kondisi kesehatan umum, hingga konsultasi medis.

Sebanyak 75 warga Kelurahan Fatukoa memanfaatkan layanan tersebut. Antusiasme warga terlihat tinggi, mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan gratis.

Mendorong Kesadaran Hidup Sehat Sejak Dini

Melalui kegiatan ini, LPS mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan melakukan deteksi dini terhadap kondisi tubuh, sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diantisipasi lebih awal.

Tidak hanya menyasar aspek kesehatan jasmani, LPS KPW II Surabaya juga menghadirkan edukasi literasi keuangan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Edukasi disampaikan melalui kuis interaktif yang dipandu langsung oleh pegawai LPS, sehingga masyarakat dapat memahami peran dan fungsi LPS dengan cara yang sederhana, komunikatif, dan menyenangkan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial LPS kepada masyarakat. Melalui Ekspedisi NTT, kami ingin menghadirkan manfaat yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di wilayah kerja LPS,” ujar Bambang S. Hidayat, Kepala KPW LPS II Surabaya.

Pemerintah Kelurahan Beri Apresiasi

Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Fatukoa, Oktavianus Nifu, yang membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian LPS terhadap masyarakat di wilayahnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada LPS atas kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini. Manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat Fatukoa dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya,” ungkapnya.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang dengan menurunkan tenaga medis yang terlibat langsung dalam pemeriksaan dan konsultasi kesehatan bagi warga.

Melalui Ekspedisi NTT, LPS berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap peran strategis LPS dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan stabilitas sistem perbankan nasional.

Rangkaian Ekspedisi NTT selanjutnya akan dilanjutkan ke berbagai wilayah lain di Nusa Tenggara Timur guna memperluas jangkauan edukasi dan kontribusi sosial LPS di kawasan Timur Indonesia.

Tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merupakan lembaga independen yang memiliki fungsi menjamin simpanan nasabah serta turut menjaga stabilitas sistem perbankan nasional sesuai kewenangannya.

Kantor Perwakilan LPS II Surabaya membawahi wilayah kerja Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan.

Kontak Media: Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Situs Web: www.lps.go.id� Instagram: @lps_idic (MI)




Ekspedisi NTT LPS II Hadir di Fatukoa, Ratusan Warga Nikmati Layanan Kesehatan Gratis

Kupang, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II melalui Kegiatan Sosial Kemasyarakatan (KSK) Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang digelar di Gedung Gereja GPDI Debora Fatukoa, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Ekspedisi NTT LPS II ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Fatukoa, Oktovianus Nifu, dan mendapat sambutan antusias dari warga, khususnya masyarakat RW 02 Kelurahan Fatukoa.

Dalam sambutannya, Oktovianus Nifu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPS II yang telah menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu warga sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kesehatan adalah fondasi utama kehidupan. Jika tubuh tidak sehat, maka pekerjaan dan aktivitas apa pun tidak dapat berjalan optimal. Karena itu, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pelayanan kesehatan gratis yang diberikan kepada masyarakat hari ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga di masa mendatang.

Pemerintah Kelurahan Fatukoa, kata dia, siap mendukung dan berkolaborasi demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami berharap ke depan LPS dapat kembali hadir dengan kegiatan serupa di Fatukoa. Ini bentuk perhatian yang sangat berarti bagi warga kami,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, menjelaskan bahwa LPS memiliki peran strategis dalam menjamin simpanan nasabah perbankan serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Di luar tugas tersebut, LPS juga berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial dengan hadir langsung di tengah masyarakat.

“Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan wujud nyata kepedulian LPS kepada masyarakat. Seluruh layanan hari ini diberikan secara gratis, tanpa dipungut biaya apa pun,” tegas Bambang.

Ia juga mengungkapkan bahwa wilayah kerja Kantor Perwakilan LPS II Surabaya mencakup Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Kalimantan. Karena itu, pihaknya membuka peluang untuk kembali menggelar kegiatan sosial serupa di NTT, termasuk di Kelurahan Fatukoa.

Selain layanan pemeriksaan kesehatan, peserta kegiatan juga menerima paket makanan sehat sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan pola hidup sehat. Bambang berharap kegiatan tersebut benar-benar memberikan manfaat dan mempererat hubungan silaturahmi antara LPS dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan tertib, serta manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh bapak dan ibu semua. Terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Fatukoa,” pungkasnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga dan menjadi bagian penting dari rangkaian Ekspedisi NTT LPS II, yang bertujuan memperkuat kehadiran negara serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui aksi nyata di bidang sosial dan kesehatan. (MI)




Ratusan Kepala Daerah Terima UHC Awards 2026, Cakupan JKN Tembus 98 Persen Penduduk Indonesia

Jakarta, nwartapedia.com – Komitmen pemerintah daerah dalam menjamin perlindungan kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan nasional. Sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota menerima penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, Selasa (27/1).

Penghargaan tersebut diberikan kepada para kepala daerah yang dinilai berhasil mendorong perluasan dan keberlanjutan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang adil dan merata.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa capaian UHC merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.

“Hingga 31 Desember 2025, kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa, atau lebih dari 98 persen total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Angka ini melampaui target nasional RPJMN 2025–2029,” ujar Ghufron.

Ia menyebutkan, peran kepala daerah sangat krusial, terutama dalam memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta JKN serta menjaga keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah.

Sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai indikator utama pembangunan kesehatan. Program JKN menjadi instrumen strategis dalam pencapaian target SDGs 3.8, yakni cakupan kesehatan semesta bagi seluruh penduduk.

Ghufron menambahkan, dampak UHC tidak hanya dirasakan pada meningkatnya akses layanan kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kesejahteraan sosial.

Penelitian LPEM FEB UI tahun 2025 menunjukkan bahwa daerah yang telah mencapai UHC memiliki tingkat kesakitan lebih rendah, akses layanan lebih baik, serta penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga.

Peningkatan cakupan kepesertaan juga mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara signifikan. Saat ini, rata-rata kunjungan peserta JKN ke fasilitas kesehatan mencapai sekitar dua juta kunjungan per hari, mencerminkan terbukanya akses layanan kesehatan bagi masyarakat luas.

Untuk menjaga mutu pelayanan, BPJS Kesehatan terus memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan, mengoptimalkan layanan primer, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital.

Berbagai kanal layanan non-tatap muka telah dikembangkan, seperti Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA melalui WhatsApp 08118165165, dan Care Center 165.

“Peserta juga dapat memanfaatkan antrean online dan fitur i-Care JKN yang memungkinkan tenaga medis melihat riwayat pelayanan peserta hingga satu tahun terakhir, sehingga pelayanan dapat diberikan lebih cepat dan tepat,” jelas Ghufron.

Sebagai bentuk apresiasi, UHC Awards 2026 diberikan kepada kepala daerah dalam kategori Utama, Madya, dan Pratama. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu bagi daerah yang belum mencapai UHC untuk mempercepat perluasan perlindungan kesehatan melalui Program JKN.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

“Program JKN memastikan masyarakat tidak jatuh miskin karena sakit. Dengan masyarakat yang sehat, akan tercipta bangsa yang makmur, sejahtera, dan berdaya saing,” kata Cak Imin.

Ia menargetkan cakupan kepesertaan JKN mencapai 99 persen penduduk pada tahun 2029 dan menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kepesertaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Pemberian UHC Awards 2026 diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh daerah untuk mempercepat pencapaian Universal Health Coverage, demi mewujudkan Indonesia yang semakin sehat dan sejahtera. ***




Goris Takene Hadirkan Gasing Timor di TMII, Ketua KPOTI Titip Salam untuk Wali Kota Kupang

Jakarta,nwartapedia.com  –  Pembukaan Teras Main Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (15/11/2025), berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya.

Dalam acara yang digagas oleh Komite Permainan Rakyat dan. Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Pusat tersebut, Ketua KPOTI Kota Kupang Goris Takene tampil membawa permainan tradisional gasing kayu khas Timor, menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung.

Gasing Timor yang dibawa delegasi dari Kupang menarik perhatian karena bentuknya yang unik, teknik memainkannya yang khas, serta nilai budaya yang dikandungnya.

Bagi KPOTI Kota Kupang dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, partisipasi di ajang nasional ini bukan sekadar hadir, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menjaga identitas dan warisan permainan rakyat.

“Permainan tradisional ini adalah identitas kita. Kami membawa gasing Timor sebagai simbol bahwa Kupang ikut bergerak menghidupkan kembali permainan rakyat Indonesia,” ujar Goris Takene.

Ketua Umum KPOTI, Arsjad Rasjid, turut memberikan apresiasi atas kehadiran tim dari Kota Kupang yang menempuh perjalanan jauh demi menunjukkan komitmen mereka terhadap pelestarian permainan rakyat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari Kota Kupang yang bersedia datang jauh-jauh membawa gasing Timor. Ini bentuk komitmen nyata dari daerah dalam merawat permainan rakyat,” ujarnya.

Arsjad juga menitipkan salam khusus kepada Wali Kota Kupang dan menyampaikan harapannya untuk kolaborasi yang lebih besar di masa mendatang.

“Nanti tolong sampaikan salam kami kepada Bapak Wali Kota Kupang. Mari bersama KPOTI kita kolaborasi untuk menghidupkan permainan rakyat dan olahraga tradisional, dari Kota Kupang untuk Indonesia dan dunia,” tambah mantan Ketua KADIN tersebut.

Pembukaan acara ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Wakil Kepala BPIP sekaligus pembina KPOTI, Rima Agristina. Beragam permainan rakyat dari berbagai daerah ditampilkan dan dimainkan secara langsung, menciptakan suasana edukatif dan merayakan kekayaan budaya Nusantara. (goe)




Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon Apresiasi Festival Drone di Pantai Lasiana Kupang

Kupang nwartapedia.com  –   Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choylin Yim Douglas, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kota Kupang atas penyelenggaraan Festival Drone di Pantai Lasiana, yang menjadi salah satu rangkaian acara penutupan Indonesia Pacific  Cultural Synergy (IPACS) 2025.

Dalam sambutannya pada acara penutupan IPACS di Hotel Harper, Kamis (13/11/2025), Menteri Douglas menilai pertunjukan budaya dan teknologi yang ditampilkan dalam festival tersebut sebagai bentuk inovasi luar biasa yang memperlihatkan semangat kolaborasi antara tradisi dan modernitas.

“Tidak banyak yang bisa saya katakan selain terima kasih yang sebesar-besarnya. Hati kami sangat tersentuh dan kami sangat menikmati malam yang indah di Pantai Lasiana. Di sana ada inovasi budaya dan kreativitas yang luar biasa, dan menurut saya penting bagi kita untuk terus bekerja sama dalam semangat ini,” ujar Douglas.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan Pantai Lasiana dan sambutan masyarakat Kupang yang begitu hangat.

“Malam di pantai itu sungguh luar biasa. Saya berharap kolaborasi budaya antara Kepulauan Solomon dan Indonesia, khususnya dengan Kota Kupang, dapat terus dikembangkan di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa bangga karena Kota Kupang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan IPACS 2025.

“Ini adalah sebuah kehormatan bagi kami. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman budaya, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian Kota Kupang. Di mana ada pertemuan besar, di situ ekonomi tumbuh  hotel-hotel terisi, restoran ramai, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” tutur Wali Kota Kupang.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kebudayaan internasional seperti IPACS juga membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, dan ekonomi.

“Kami sempat berdiskusi mengenai kemungkinan kerja sama Sister City antara Kota Kupang dan salah satu kota di Kepulauan Solomon. Bentuknya bisa berupa pertukaran budaya, kegiatan ekonomi, sosial, bahkan program beasiswa. Ini baru langkah awal, dan tentu kami berharap ada tindak lanjut yang konkret ke depannya,” ungkapnya.

Penutupan IPACS 2025 menandai akhir dari rangkaian kegiatan kebudayaan Pasifik yang berlangsung selama beberapa hari di Kupang.

Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan seni, kuliner, dan inovasi budaya dari negara-negara peserta, sekaligus memperkuat kerja sama budaya antara Indonesia dan kawasan Pasifik. (MI)




Menteri Kebudayaan Fiji Apresiasi Kerja Sama Budaya dengan Indonesia di Penutupan IPACS 2025

Kupang nwartapedia.com  –   Penutupan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 berlangsung meriah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Acara tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Republik Fiji, Ifereimi Vasu, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Timur, atas sambutan dan kerja sama yang hangat selama kegiatan berlangsung.

“Atas nama seluruh masyarakat Fiji, kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur atas keramahtamahan dan semangat persaudaraan yang kami rasakan seperti di negara sendiri,” ujar Menteri Vasu.

Beliau menegaskan bahwa kuliner dan kebudayaan lokal menjadi semangat yang luar biasa selama acara berlangsung, mencerminkan kekayaan dan keberagaman budaya yang menjadi jembatan antarbangsa di kawasan Pasifik.

“Kami di Fiji meyakini bahwa budaya merupakan inti dari identitas bangsa. Budaya memastikan kebijakan kita sejalan dengan arah nasional dan regional, serta menjadi sarana belajar dan berkolaborasi antarnegara,” tambahnya.

Menteri Vasu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh budayawan atas dedikasi luar biasa dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

Ia berharap kerja sama antara Indonesia dan Fiji terus berlanjut, terutama dalam bidang pelestarian budaya, digitalisasi, dan pendidikan generasi muda.

“Mari kita terus membangun sinergi budaya yang berkelanjutan agar warisan kita tetap hidup dan berkembang untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Selain Fiji, turut hadir Menteri Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya Papua Nugini, Belden Norman Namah, serta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choylin Yim Douglas.

Menteri Choylin Yim Douglas menyampaikan rasa terima kasihnya atas undangan dan persahabatan yang terjalin melalui forum IPACS 2025.

“Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi budaya antarnegara Pasifik. Seperti Fiji, Kepulauan Solomon juga melihat kerja sama ini sebagai langkah penting untuk masa depan kawasan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Fadly Zon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi negara Pasifik dan para kepala daerah yang hadir.

“Selamat datang kembali dalam upacara penutupan IPACS 2025. Kehadiran para delegasi menunjukkan semangat kebersamaan kita untuk memperkuat ikatan budaya antara Indonesia dan negara-negara Pasifik,” kata Fadly Zon.

Ia menambahkan bahwa budaya adalah pilar keberlanjutan, dan kegiatan IPACS menjadi bukti nyata bahwa nilai budaya mampu mempererat hubungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta beradaptasi dengan era digital.

Sebagai bentuk penghargaan, Fadly Zon menyerahkan sertifikat partisipasi kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Fiji, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon, serta penghargaan khusus kepada Gubernur dan Wali Kota Kupang atas dukungan dan kontribusinya terhadap penyelenggaraan IPACS 2025.

“Semoga semangat IPACS menjadi inspirasi untuk terus memperkuat kolaborasi budaya dan persahabatan antarbangsa di kawasan Pasifik,” tutup Fadly Zon. (MI)




Wagub Johni Asadoma: “Transformasi Ayo Bangun NTT” Berawal dari Akar Budaya Kita

Kupang, nwartapedia.com – “Transformasi Ayo Bangun NTT lahir dari akar budaya kita sendiri. NTT adalah tanah di mana gotong royong, solidaritas, dan adat istiadat menjadi napas kehidupan masyarakat,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, saat menjadi pembicara dalam sesi pleno Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) di Hotel Harper Kupang, Rabu (12/11/2025).

Dalam forum yang menghadirkan Tantowi Yahya, Ifereimi Vasu (Menteri Kebudayaan Fiji), dan Joseph Lo (Asia Pacific Crafts Alliance), Wagub Johni menegaskan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan budaya sebagai dasar pembangunan berkelanjutan di NTT.

“Kami membangun dari bawah, dari desa dan komunitas, dengan semangat saling menghidupi. Pembangunan sejati bukan sekadar membangun fisik, tapi juga membangun manusia dan relasi sosialnya,” tegasnya.

Program “Ayo Bangun NTT” berdiri di atas tiga pilar utama: ekonomi berkelanjutan, pemberdayaan komunitas, dan pemerataan infrastruktur.

Ekonomi hijau, tenun ikat, kriya, dan pariwisata berbasis budaya menjadi penggerak utama pembangunan.

Wagub juga menyoroti pentingnya pendidikan budaya sejak dini.

“Muatan lokal budaya kami integrasikan ke kurikulum sekolah agar anak-anak tidak sekadar belajar budaya, tapi mengalaminya,” jelasnya.

Menurut Johni, menjaga budaya berarti menjaga jiwa masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong pelestarian warisan budaya tak benda, penguatan ekonomi kreatif, dan gerakan Beli Produk NTT.

“Tenun bagi kami bukan sekadar ekonomi, tapi martabat dan spiritualitas. Ekonomi kreatif NTT tumbuh dari nilai, bukan hanya nilai tukar,” katanya.

Menutup pemaparannya, Johni menyerukan agar NTT menjadi jembatan diplomasi budaya Indonesia di Pasifik.

“Kita punya laut yang sama, langit yang sama, dan harapan yang sama. Dari timur Indonesia, kita menyalakan cahaya bagi dunia,” pungkasnya. ***