Pangdam IX/Udayana Apresiasi Semangat Kebersamaan Prajurit dan PNS dalam Upacara 17-an

 

Kupang,nwartapedia.com  – Semangat kebersamaan yang terjalin erat antara Prajurit dan PNS jajaran Kodam IX/Udayana menjadi kunci sukses dalam melaksanakan berbagai tugas dan kegiatan sepanjang tahun 2024.

Hal ini disampaikan oleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP., M.Si., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasrem 161/Wira Sakti, Kolonel Inf. Riko Haryanto, S.I.P., pada upacara 17-an di Lapangan Hitam Makorem 161/Wira Sakti, Jalan W.Z. Lalamentik, Oebufu, Kota Kupang, Senin (17/12/2024).

Dalam amanat tersebut, Pangdam mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh prajurit dan PNS yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi dan loyalitas.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi kerja dan loyalitas selama ini, sehingga berbagai kegiatan sepanjang tahun 2024 dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap Pangdam.

Pangdam memaparkan bahwa sepanjang tahun 2024, Kodam IX/Udayana telah berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional. Beberapa di antaranya adalah:

“Penyelenggaraan AKS (Ajang Kompetisi Siswa) TNI AD, Pengamanan VVIP Presiden RI di wilayah NTT, NTB, dan Bali, Kejuaraan Judo Southeast Asia Championship dan Pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) WWF dan KTT IAF,”ungkapbya.

Selain itu, jajaran Kodam IX/Udayana juga aktif dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Lewotobi hingga tahap rehabilitasi, dengan membentuk Satgas Pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

“Di akhir tahun, kita juga telah menyelesaikan rangkaian peringatan HUT ke-79 TNI, yang dimeriahkan dengan berbagai kejuaraan Open Tournament Piala Panglima TNI,” tambahnya.

Menyongsong agenda 2025, Pangdam IX/Udayana menegaskan bahwa berbagai program akan dilaksanakan untuk mendukung Asta Cita pemerintahan Kabinet Merah Putih.

“Program unggulan yang akan segera dilaksanakan adalah Program Makan Bergizi Gratis: Dimulai serentak pada awal Januari 2025, Pilot Project Dapur Sehat: Pembangunan di Kupang, Mataram, dan Karangasem telah rampung 100% dan siap operasional dan Pembangunan 41 Titik Dapur Sehat: Direncanakan tersebar di wilayah Bali-Nusra,”tegasnya.

Dalam pembinaan satuan, Pangdam juga menginstruksikan kepada para Dansat untuk menginventarisir materiil satuan, termasuk menyelesaikan Penetapan Status Pengguna (PSP) guna mewujudkan tertib administrasi dan mempermudah pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).

“Hal ini penting untuk memastikan kesiapan satuan dalam mendukung pelaksanaan program secara maksimal,” tegas Pangdam.

Upacara 17-an yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan di tahun mendatang.

Dengan semangat kebersamaan, Kodam IX/Udayana siap terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. (Penrem)




Meningkatkan Patriotisme, Dandim 1618/TTU Melepas Pleton Beranting Gerak Jalan Yudha Wastu Pramuka Jaya

 

Kefamenanu,nwartapedia.com – Dalam rangka memperingati Hari Juang Infanteri Ke-76 Tahun 2024, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., memimpin langsung Upacara serah terima Pleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dari Etape Ke-4 menuju Etape Ke-5.

Acara ini berlangsung pada Selasa, 17 Desember 2024, di Halaman Kantor Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU, dengan penuh khidmat dan semangat juang yang tinggi.

Dengan tema Infanteri yang Profesional, Modern dan Adaptif Mendukung Indonesia Maju, kegiatan ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga simbol semangat kejuangan, jiwa korsa, dan ketangguhan prajurit Infanteri TNI AD. Rute gerak jalan Yudha Wastu Pramuka Jaya ini menantang dengan medan naik-turun gunung serta melalui perkampungan, mencerminkan ketahanan fisik dan mental para peserta.

Dalam sambutannya, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto S.E,. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengawal, termasuk Menwa, yang dengan penuh dedikasi telah menyelesaikan perjalanan pada etape keempat.

“Saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan kepada para prajurit dan peserta Pleton Beranting yang telah melaksanakan rute perjalanan ini dengan penuh kesungguhan dan loyalitas. Untuk regu selanjutnya, lanjutkan tradisi infanteri ini dengan semangat, tanggung jawab, serta menghayati makna perjuangan Palagan Ambarawa,”ujar Dandim dalam sambutannya.

Dandim juga mengingatkan kembali pesan luhur Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang menjadi penyemangat perjuangan:

“Kemerdekaan satu negara, yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga.”ungkapnya.

Dengan penuh kebanggaan, Dandim 1618/TTU resmi melepas keberangkatan regu gerak jalan menuju Etape Ke-6 di Kantor Desa Kaubele pada pukul 13.40 WITA.

Ia menegaskan bahwa keringat dan kelelahan para peserta tidak sebanding dengan pengorbanan darah dan nyawa para pejuang kemerdekaan dalam peristiwa Palagan Ambarawa.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan semangat juang dan kebanggaan Korps Infanteri, tetapi juga memelihara nilai-nilai patriotisme serta kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ini adalah wujud nyata soliditas dan loyalitas yang harus selalu kita jaga,” tegas Dandim.

Gerak jalan Pleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya merupakan tradisi Korps Infanteri yang bertujuan memelihara dan meningkatkan nilai-nilai kejuangan serta kebanggaan sebagai prajurit infanteri. Selain itu, kegiatan ini berfungsi untuk meningkatkan mobilitas pasukan pejalan kaki, ketahanan fisik, dan kualitas jasmani prajurit Infanteri TNI-AD.

Antusiasme warga Desa Supun turut menambah semarak acara ini. Warga menyaksikan dengan penuh kebanggaan dan turut mendoakan kelancaran perjalanan peserta menuju etape berikutnya.

Dengan tradisi yang sarat makna ini, TNI AD khususnya prajurit Infanteri semakin mengokohkan peran mereka sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan menjalin kemanunggalan dengan rakyat. **




Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Dandim 1618/TTU Bagikan 50 Paket Sembako di Desa Supun

 

Kefamenanu,nwartapedua.com  – Memperingati Hari Juang TNI AD Ke-79, Komandan Kodim (Dandim) 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan melaksanakan bakti sosial di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Bertempat di halaman Kantor Desa Supun, kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat dengan membagikan 50 paket sembako kepada warga kurang mampu.

Acara yang berlangsung pada Selasa pagi tersebut turut dihadiri oleh pejabat penting dari Korem 161/Wira Sakti, yakni Kasiter Kasrem 161/WS Kolonel Arm I Made Mertayaza dan Kasiops Kasrem 161/WS Letkol Inf Tri Heri Ginting Suka.

Kehadiran mereka semakin menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah-tengah rakyat, memperkuat hubungan yang harmonis, dan memberikan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membawa manfaat langsung kepada masyarakat.

“Hari Juang TNI AD adalah momen bersejarah yang mengingatkan kami akan tugas mulia untuk terus bersama rakyat. Kegiatan bakti sosial ini adalah salah satu cara TNI berkontribusi, bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kesejahteraan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Dandim.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, sebuah nilai luhur yang terus dijunjung tinggi oleh seluruh prajurit TNI Angkatan Darat. 

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa TNI selalu ada untuk membantu, berbuat baik, dan memberi contoh dalam kehidupan sosial. Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin merasakan manfaat dari kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.

Kegiatan bakti sosial ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Supun, yang sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan.

Banyak warga yang merasa sangat terbantu, terutama dalam menghadapi kebutuhan sehari-hari.

Mereka mengucapkan terima kasih atas kepedulian TNI, yang selalu hadir di saat-saat yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan TNI semakin dekat dengan masyarakat dan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan serta menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat. *




Ching Mei Diduga Lakukan Pemalsuan Dokumen Tanah 3,8 Ha Desa Waiterang Kecamatan Waigete

       

Kupang,mwartapedia.com –  CHING Mei warga Kota Uneng Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Kabupaten Sikka diduga telah melakukan pemalsuan dokumen sertifikat tanah 3,8 ha di Desa Waiterang Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka.

Hal ini disampaikan pihak keluarga besar Parera di Kota Uneng kepada media pada Senin, (19/8/24)  di Kota Uneng Maumere.

Kami keluarga besar menyesal dan kecewa dan Ching Mei yang punya sikap mencurigakan kaget-kaget memiliki dokumen sertifikat tanah tanpa sepengetahuan keluarga. Tanah seluas 3,8 hektar itu milik  Dudu Alm. Mang Kaka dan inang Mina (Dudu: bapak besar -red) dan kemudian tanah itu diurus oleh  Gabriel Archile Kaka anak Dudu yang terlah urus sertifikat  terbit tahun 2016. Tapi kenyataannya sudah over hak milik tahun 2018 menjadi miliknya Ching Mei tanpa sepengetahuan kami keluarga. Inikan aneh, tutur Stefanus Parera, SE.

Ching Mei juga terkesan menutupi persoalan tersebut ketika keluarga berusaha mencari tahu bagaimana tiba-tiba saja sudah memiliki sertifikat tanah dan dibalik menjadi haknya. Keluarga berulang kali datang meminta penjelasan tentang proses adanya sertifikat atas nama dirinya dan memintanya menunjukkan kwitansi serta akta jual beli, namun tidak pernah dilayani dan diladeni. Bahkan mengundang pertengkaran.

“Kami melihat Ching Mei menyembunyikan masalah ini sampai memiliki sertifikat. Sertifikat ini tidak prosedural sesuai undang-undang dan peraturan tentang kepemilikan tanah. Sertifikat tanah itu atas namanya saat jual  keluarga terkait juga harus mengetahui. Kami ingin mengetahui semua proses itu. Ching Mei tidak terbuka kepada kami,” ujar Stefanus.

Stefanus sebagai saudara sepupu kandung Alm. Arche menambahkan upaya lain yang dilakukan adalah pihaknya juga telah menemui BPN Kabupaten Sikka tapi jawabannya tidak memuaskan terkesan diplomatis dan kabur.

“Ke kantor pertanahan juga kami pernah pergi tapi tidak jelas jawabannya, kurang meyakinkan mereka sebagai pihak terakhir menerbitkan sertifikat. Seharusnya mereka menunjukkan surat-surat usulan dari bawah. Karena tidak mungkin sertifikat terbit tanpa dokumen awal,  seperti kwitansi dan akta jual beli tanah. BPN kurang kooperatif dalam pelayanannya,” jelas Stefanus.

Tanah 3,8 ha itu oleh BPN Kabupaten Sikka telah menerbitkan menjadi dua sertifikat  tahun 2016 dengan pemilik atas nama Gabriel Archile Kaka. Sertifikat pertama bernomor 579 dan Sertifikat kedua bernomor 580 dan berubah menjadi pemegang hak milik di tahun 2018 dengan nama Ching Mei berdasarkan proses jual beli yang dibuat oleh Notaris/PPATK Gervatius Portasius Mude, SH,MH. 

Pihak notaris/ PPATK ini pun telah ditemui keluarga untuk mendapatkan informasi dan bukti dokumen proses dan bukti seperti akta jual beli dan kwitansi tapi  tidak ada transparansi sedikit pun, sehingga membuat kesan tersendiri dan penuh tanya.

“Sama saja pihak notaris kami telah pergi untuk mendapatkan informasi dan bukti juga tertutup sekali. Ada apa sebenarnya, apa mungkin karena patut diduga Ching Mei sudah mengatur mereka semua sampai lembaga pelayanan publik seperti ini,” paparnya kesal.

Thrice Parera saudarinya Gabriel Archile Kaka mengatakan sikap Ching Mei yang tertutup itu jelas ada tindakan sepihak merampas dan menguasai tanah tersebut yang tidak sangkut pautnya hubungan darah denganya. Ia telah merampok  hak asasi tanah keluarga. Keluarga datang selalu pulang dengan kecewa, karena  Ching Mei apatis tidak menghargai keluarga datang mencari kejelasan pindah hak atas tanah kepadanya.

“Saya sampai bertengkar dengan dia ketika dengan keluarga datang minta keterangan dari dia. Sikapnya tidak terbuka. Malah mengundang aduh mulut. Ini saya lihat dia melakukan perampasan atas hak kami. Kalau ada sertifikat pindah atas namanya, tentu awalnya harus ada kami keluarga juga tau. Masa tiba-tiba ada sertifikat terbit  2018 pindah tangan atas namanya. Ini tidak betul lagi,” ungkap Ice sapaan akrabnya.

Sementara moat Jong orang kepercayaan sejak dari  orang tua Arche  sejak tahun 1983 untuk menjaga dan menggarap tanah tersebut, menyampaikan tanah kini sudah di  pasang plang dicat berwarna  biru dan tulisan warna putih tanah milik Ching Mei SHM nomor  579 dan 580 di jual.

“Sekarang Ching Mei sudah pasang plang biru tulisan putih tanah miliknya dengan nomor sertifikat tanah mau jual. Sementara diatas tanah itu ada bangunan, rumah yang tinggalnya. Tanah ini kalau dijual setahu saya Almarhum  pernah menjual tahun 2012 pada  Pak Didi (Didi Lusi Gudipung-red) yang tinggal di Bali   seluas 2,8 hektar dengan harga 1,3 miliar. Tanah itu ada sawah 63 petak. Waktu itu Didi baru panjar  500 juta dan ada perjanjian sertifikat diserahkan setelah dilunaskan yang sisa. Lalu sertifikat pun diproses dan baru jadi di tahun 2016 dan  moat Arche serahkan sertifikat ke moat Didi tapi moat Didi tidak mampu bayar lagi. Namun sesuai perjanjian keduanya sebelum itu untuk pelunasan diberi waktu selama satu tahun,  jika tidak hangus, tanah sebagian dijual itu diambil kembali.  Itu perjanjian keduanya,” tutur Jong.

Diterus keterangannya, pak Didi kemudian menggugat di pengadilan karena tidak puas dengan perjanjian dan uangnya sebagian besar telah dibayar ke moat Ache, sisanya dia tidak mampu membayar jatuh tempo setahun sesuai perjanjian, maka hakim pengadilan memediasi disepakati moat Arche mengembalikan uang  350 juta dan 1 ha tanah dari 2,8 ha yang dijual itu dan sisanya dianggap sebagai sewa lahan. Karena diatas lahan itu Pak Didi melalui tenaga kerjanya telah menanam jati mas, almarhum minta boleh dipotong dan cabut sampai akarnya oleh pihak Didi, tanah tetap menjadi miliknya. 

“Dalam perjalanan di tahun 2022 ada orang  dari Labuan Bajo datang ke Saya bilang mau beli tanah mereka dengar dari Ching Mei yang suruh  cari tau tanah ini, karena saya sebagai orang yang jaga tanah ini. Saya bilang tanah ini tidak dijual, sudah di beli moat Didi dan ada persoalan belum lunas.  Orang ini pulang dan beberapa waktu kemudian tiba-tiba datang orang baru lagi rumah saya mau beli tanah yang disuruh Ching Mei. Saya bilang  moat Arche mau jual tanah ini untuk kembalikan Didi punya uang. Kami berdua lalu ke Ching Mei, karena dia ada pegangan foto copi  sertifikat tanah, dan anehnya  sertifikat copian itu terbit 2018 yang telah dirubah atas namanya yang seharusnya sertifikat tanah terbit 2016 atas nama Arche,” tuturnya.

 

Ching Mei lalu ajaknya ketemu moat Arche dan tanyakan kalau tanah ini dijual 75 ribu per meter bagaimana. Moat Arche bilang harga 80 ribu pun saya tidak jual. Akhirnya  muncullah  perkara Didi  gugat di Pengadilan. Karena itu menurut Jong , Didi mungkin merasa dia yang beli koq sertifikat atas nama Ching Mei. 

“Kami juga bertanya kenapa sertifikat atasan nama dia, masa semua harga tanah harus tanya di bapak tua (Arche -red). Setahu kami bapak tua pernah bilang tahun 2023 keluarkan sertifikat copi perbanyak dan edar ke masyarakat untuk beri informasi tanah ini dijual, tujuannya untuk kembalikan uang Moat Didi. Tapi rencana itu tidak jadi ketika foto copi sertifikat tanah itu sudah atas nama Ching Mei terbit tahun 2018. Itu yang mungkin Didi gugat,” kisah Jong.

Dilanjutkan, Arche pun bersedia memberikan tanah ke Didi sesuai jumlah uang telah dibayar 500 juta. Kasus gugatan Didi juga melibatkan dirinya sebagai pihak terlapor.  

“Sidang pertama bapak tua sakit dan saya juga tidak hadir lagi menjaga bapak tua, maka ditunda dan hari berikutnya sesuai waktu ditentukan gelar perkara terjadi saya dengan bapak tua melau video call saat itu saya di sampingnya. Sidang itu selesai putusan hakim agar bapak tua kembalikan uang Didi 350 juta dengan tanah satu hektar. Sedangkan uang  150 juta itu dianggap uang sewa tanah dan menurut bapak tua kalau uang sewa tanah kamu potong dan cabut jati itu sampai tanah kosong dan serahkan  tanah kosong  kepada saya.,” jelas Jong.

Setelah itu tambah Jong,  “bapak tua lagi sakit Ching Mei datang dan bilang tanah ini dia beli lalu usir saya dan lapor saya ke polisi. Saya bilang saya ini tinggalkan tanah ini kecuali keluarga bapak tua. Waktu usir saya itu dia datang dengan pengacara dan ia pernah tawarkan kepada saya, karena anak saya rawat bapak tua. Kata Ching Mei apa bisa om Jong saya bayar satu bulan 1 juta rawat bapak tua. Jadi kalau dihitung dari 2018 sampai 2023 lima tahun 60 bulan berarti 60 juta.  Saya bilang biar saya susah saya tidak mau ambil uang itu. Karena bapak tua hanya pesan kepada kerja dan rawat dia, jika dia mati kubur di samping rumah di atas tanah itu. Semua perlengkapan dalam rumah itu pun tidak ada satu orang angkat termasuk keluarga dekatnya. Saat itu dia serahkan satu unit motor, rumah dan luas tanah sekitar rumah kepada  saya. Jadi saya tidak terima tawaran itu, saya ingat jasa bapak tua selama ini terhadap saya orang tanah ai orang susah, dan selama  kerja garap tanah ini saya bisa beli tanah dan bangunan rumah. Jadi sampai hari ini saya tetap ingat jasa bapak tua, walaupun berbagai upaya dilakukan Ching Mei saya libatkan polisi untuk ikut kemauannya saya tetap dengan prinsip saya, tidak mau tawarannya. Maka kalau dia bilang, dia beli buktinya dimana,” kisah Jong dengan tanya.


Jong juga menerangkan bahwa bukti almarhum tidak menjual tanah ketika Ching Mei pernah datang memetik tomat di lahan itu satu ember oker besar penuh tanpa sepengetahuannya, disampaikan ke Arche, lalu beliau minta supaya buat laporan pencurian kepala desa.


“Ketika Ching Mei pernah memetik tomat satu ember oker besar penuh saya sampaikan ke pak Archi mendengar itu, dia langsung suruh saya buat laporan hukum. Kau lapor itu pencurian. Ini bukti bahwa tanah ini bukan milik Ching Mei. Tapi kaget kemudian Ching Mei klaim miliknya,” jelasnya.


Woga suami Triche menuturkan tanah itu tidak ada rencana dijual oleh almarhum Arche Kaka iparnya berdasarkan rekaman pembicaraan ketika almarhum dalam keadaan sakit tak bisa bangun. 


“Ada rekaman yang saya ambil untuk menanyakan tentang tanah tersebut.Kakak Arche tidak pernah mengatakan tanah itu dijual ke Ching Mei. Tapi bisa sertifikat sudah alih tangan hak milik Ching Mei,” ungkap Woga sambil dibukakan rekaman.


Dari hasil pertemuan itu keluarga bersepakat untuk tetap memiliki tanah tersebut, karena menganggap ada pemalsuan dokumen, dan akan membongkar plang informasi jual tanah dipasang Ching Mei. *(go)




Danrem 161/WS Sambut Kedatangan KASAL di Vip Room Pemda NTT

Kupang,mwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M di dampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana Ibu Paula Nunes, menjemput kedatangan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI DR Muhammad Ali.,S.E.,M.M.M.Tr.Opsla, bersama Ibu Ketua Umum Jalasenastri, Ny Fera Muhammad Ali dan rombongan, di Vip Room Pemda NTT. Kamis (08/08/2024).


Kedatangan Kasal dan rombongan di sambut secara adat Natoni dan tarian Taibenu di depan Vip Room Pemda Bandara Eltari Kupang (NTT) Kedatangan Kasal dalam rangka kunjungan kerja Kunker di Lantamal VII Kupang.


Kasal beserta rombongan datang menggunakan pesawat CN 235-220 MPA P-8305 Skuadron 800 Patroli Maritim milik TNI Angkatan Laut.


Turut menjemput di bandara VIP Pemda PJ. Gubernur NTT  Ayodhia G. L. Kalake, S.H, M.D.C.Pangkoarmada II Laksdya TNI Ariantyo Condrowibowo, M.Tr.Opsla, Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang S., S.H., M.A., Danrem 161/WS Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M.Danlanud El Tari Marsma TNI Djoko Hadipurwanto, S.E., M.M, Danlantamal VII Kupang Laksma TNI I Putu Darjatna, M.Tr.Opsla, Danlanudal Kupang Letkol Laut (P) Arief Sukmono Akbar, M.Tr.Opsla.Kabinda NTT. Puguh Sadadi, S.Sos., M.A., MASSS., Ph.D, Wakajati NTT N Rahmat R. SH.,MH serta pejabat utama TNI Polri.

(Penrem)




Kapendam Udayana Ungkap Joni Kala Bisa Lanjut Seleksi Prajurit TNI AD

Denpasar,mwartapedia.com  – Yohanes Ande Kala atau yang dikenal Joni, masih diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi Prajurit TNI AD TA. 2024 atau seleksi prajurit yang digelar Kodam IX/Udayana. 


Joni diberikan kesempatan untuk melanjutkan serangkaian tes yang berlangsung di Kota Kupang, wilayah Korem 161/WS.


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana, S.E., M.M., terkait update seleksi Prajurit TNI AD terhadap Joni yang sempat dinyatakan tidak memenuhi syarat seleksi.


“Utamanya karena tinggi badan persyaratan minimal 163 cm, sedangkan daerah tertinggal seperti di wilayah NTT dengan ketentuan khusus 160 cm, sedangkan yang bersangkutan tingginya hanya 155,8 cm. Namun ini masih tahap administrasi,” ujar Kapendam saat dikonfirmasi, pada Selasa (6/8/2024).


Lebih lanjut Kapendam menanggapi pemberitaan yang viral karena Joni memperoleh Piagam Penghargaan dari Panglima TNI dan Mendikbud berkat aksi heroik Joni saat Upacara Peringatan HUT RI ke- 73, 17 Agustus 2018 silam. 


Terkini, hal tersebut menjadi bahan pertimbangan pimpinan angkatan darat agar Joni bisa melanjutkan tes seleksi prajurit.


“Terkait Piagam Penghargaan tersebut telah dilaporkan ke Mabesad. Perintah dari Mabesad untuk diberikan kesempatan mengikuti tes, nanti akan kita gali apakah ada potensi-potensi yang lebih di bidang lainnya,” ungkap Kapendam.


Dimana tes yang akan dijalani secara gambaran besar, meliputi tes kesehatan, Postur, jasmani dan akademik sampai dengan psikotes. 


Nantinya dari serangkaian tes tersebut apakah terdapat potensi yang sangat kuat sebagai keunggulan dari sdr. Joni.


Adapun proses seleksi dari Kodam IX/Udayana sudah dimulai hari ini. Dengan serangkaian tes yang sudah disiapkan untuk nantinya dilaporkan ke Mabes TNI AD selaku pengambil keputusan akhir.


“Nah kalau memang ada poin-poin potensi yang bersangkutan sebagai keunggulan khusus yang bisa menutup kekurangan tadi, ya kita laporkan ke Mabesad. Oleh karenanya, Joni tetap diikutkan. Nanti kita nilai secara keseluruhannya, kemudian datanya kita sampaikan ke Mabesad. Mabesad yang berikan keputusan,” demikian tegas Kapendam. (Pendam IX/Udy)




Tim Wasev Mabes TNI Laksanakan Peninjauan Progres TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU

Kefamenanu,nwartapedia.com – Rombongan Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI. Alvis Anwar, S.A.P., M.Tr. Han (Wakil Inspektur Jenderal Wairjen TNI) Dan Letkol Inf Amin M. Said S.H., yang di dampingi Langsung oleh  Dansatgas TMMD Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., Tiba Di Desa Makun, Kec. Biboki Feotleu, Kab. TTU dalam rangka Peninjauan Progres TMMD yang ke 119, Dalam hal ini Pembangunan Sekolah SMKN Peternakan Feotleu.

Setibanya Di Desa Makun, Senin 04/03/2024., Tim Wasev Mabes TNI Yang di Dampingi Langsung Oleh Dandim 1618/TTU dan rombongan lainya Melihat Langsung secara Detail Progres pembangunan Sekolah ini.

Dalam kunjungan yang penuh makna dan dedikasi, Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI. Alvis Anwar, S.A.P., M.Tr. Han (Wakil Inspektur Jenderal Wairjen TNI) Di Dampingi Oleh Letkol Inf Amin M. Said S.H., Dan Dansatgas TMMD Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., dengan tegas menyampaikan pentingnya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 di Wilayah Kodim 1618/TTU. Program ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan merupakan wujud nyata dari komitmen Markas Besar TNI untuk mengatasi kesulitan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

“Saat ini, TMMD dilaksanakan di 50 lokasi di seluruh Indonesia, dan salah satunya berada di wilayah Kodim 1618/TTU, tepatnya di Desa Makun,” ungkap Tim Wasev Mabes TNI dengan penuh semangat.

Sasarannya sangat jelas, membangun Lima (5)., ruang kelas SMKN Peternakan Feotleu. Namun, pembangunan ini bukanlah tugas yang dapat dijalankan sendiri oleh TNI semata. Kerjasama dengan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat Desa Makun menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini.

“Kita berharap dalam waktu kurang lebih satu bulan, progres pembangunan dapat selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta siswa-siswi SMK N Feotleu,” tambah Tim Wasev Mabes TNI, sambil menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa tersebut.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Melalui interaksi dan komunikasi yang intens, diharapkan masyarakat dapat tumbuh rasa cinta dan kepercayaan terhadap TNI, serta menjadi bagian aktif dalam membangun bangsa dan negara.

“Saya hadir di Desa ini Desa Makun untuk melakukan pengawasan terhadap progres kegiatan TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU, dan memastikan bahwa semua yang direncanakan oleh Bapak Dandim 1618/TTU dapat terlaksana dengan baik,” tegas Tim Wasev Mabes TNI.

Sementara itu, banyak kegiatan teritorial TNI terus berlangsung untuk membantu kesulitan masyarakat sekitar. Seperti TMMD menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen TNI dalam membangun kemanunggalan dengan rakyat, dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari air bersih, Rumah Tidak Layak Huni, hingga peningkatan kesejahteraan dan pendidikan.

Dengan semangat kemanunggalan yang terus berkobar, TMMD ke-119 di Kodim 1618/TTU menjadi tonggak penting dalam membangun kebersamaan dan kemajuan bagi masyarakat desa Makun dan Indonesia secara luas. Ucap Tim Wasev.

(Pendim 1618/TTU).




Komitmen Untuk Kemajuan, TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU Berperan Dalam Transformasi Pendidikan Lokal

Kefamenanu,mwartapedia com – Bertempat Di Desa Makun, Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU),. Yang menjadi saksi progres yang membanggakan dari kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119, yang berlangsung pada Minggu, 03 Maret 2024. 


Salah satu pencapaian luar biasa dalam proyek ini adalah pembangunan Gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) N Feotleu, yang menjadi titik fokus utama.


Pembangunan gedung sekolah ini tidaklah biasa. Dengan dimensi yang mengesankan, yakni panjang 40 meter, lebar 8 meter, dan tinggi 5 meter untuk setiap ruangannya, proyek ini menjanjikan fasilitas pendidikan yang representatif bagi masyarakat setempat. 


Meskipun skala pembangunannya besar, semangat dan kerja keras tim pelaksana telah menghasilkan kemajuan yang signifikan.


Adapun kegiatan fisik yang dilakukan dalam pembangunan gedung sekolah meliputi tahapan-tahapan penting, seperti plester tembok, pemasangan latah atap dan seng, serta rangka plafon. Setiap langkah demi langkah dilakukan dengan teliti dan penuh dedikasi.


Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han) mengatakan pihaknya sangat bersemangat melihat perkembangan pembangunan ini. TMMD ke-119 membawa harapan baru bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses pendidikan di wilayah ini,.


Pembangunan SMK N Feotleu ini juga menjadi contoh nyata dari sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan bersama. 


Dengan adanya sekolah yang representatif, diharapkan akan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda Desa Makun untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.


Dengan progres yang terus meningkat, TMMD ke-119 di Kodim 1618/TTU bukan hanya sekedar proyek pembangunan, tetapi juga menjadi bukti nyata dari komitmen TNI dalam mendukung pembangunan di tingkat lokal. 


Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan yang harmonis antara aparat militer dan masyarakat setempat.


Dandim 1618/TTU menegaskan, Sinergi yang terjalin dalam TMMD ke-119 merupakan tonggak penting dalam memperkuat kembali hubungan antara TNI dan masyarakat serta membangun masa depan yang lebih baik bagi wilayah ini. (***)




TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU Langkah Nyata dalam Membangun Sekolah di Pedalaman

 

Kefamenanu,mwartapedia.com – Sebuah semangat kebersamaan dan kerja nyata terpancar di Desa Makun, Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), saat Kodim 1618 menggelar kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-119 pada Selasa tanggal 27 Februari 2024.


Dalam upaya membangun Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Foetleu, berbagai tahapan pembangunan dilakukan dengan tekad yang kuat.


Aksi nyata para prajurit dalam TMMD kali ini tampak begitu konkret. Mulai dari pemasangan batu batako, pembangunan tembok yang telah mencapai 60 persen, hingga penghalusan dinding dalam menggunakan batu yang dikerjakan dengan penuh semangat oleh Sertu dan teman-temannya, dengan hasil yang mengesankan mencapai 100 oersen, Persiapan juga dilakukan untuk pemasangan besi slof atas dan persiapan kosen pintu serta jendela, yang telah diselesaikan sepenuhnya.


Meskipun masih ada langkah-langkah berikutnya yang harus diambil, seperti persiapan material seperti pasir, batu batako, dan batu cor, serta persiapan besi baja atap seng yang masih berlanjut, semangat tak kenal lelah terus mewarnai setiap langkah yang diambil. Kebersamaan antara Kodim 1618/TTU dan masyarakat Desa Makun menjadi kunci utama dalam mencapai impian bersama ini.


Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., memberikan penyampaian yang membangkitkan semangat, Kehadiran Kodim 1618/TTU, dan para Prajurit Lainnya di Desa Makun membawa harapan. Kami menunjukkan kerja sama yang baik dengan masyarakat Desa Makun demi mewujudkan impian kita bersama.


Ucapan ini mencerminkan komitmen dan kepedulian Kodim 1618/TTU untuk berkolaborasi dengan masyarakat setempat dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan.


Kerja keras dan semangat gotong royong yang terpancar dalam kegiatan TMMD ini tidak hanya membawa harapan baru bagi pendidikan di Desa Makun, tetapi juga memperkuat ikatan antara TNI dan masyarakat. Sinergi ini menjadi pilar utama dalam membangun kesejahteraan dan kemajuan bagi wilayah tersebut.


Dengan demikian, TMMD Kodim 1618/TTU tidak hanya menjadi ajang pembangunan fisik semata, tetapi juga wadah untuk membangun kebersamaan, harapan, dan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang. Semangat ini bukan hanya sebuah janji, tetapi juga sebuah komitmen untuk terus bergerak maju demi kesejahteraan bersama.(***)




Danrem 161/Wira Sakti Resmikan Sumur Bor dan tanam pohon di Camplong 2

Kupang,nwartapedia.com –  Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., resmikan sumur bor dan tanam pohon di SD Inpres Camplong II, Desa Camplong 2, Kec Kupang Timur, Kab Kupang, Sabtu (24/02/2024)

Peresmian sumur bor ini ditandai dengan pengguntingan pita, lepas kayu penyumbat selang air dan dilanjutkan dengan penanaman pohon.

Kepala Desa Camplong 2, Melkianus Faot pada sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Danrem 161/Wira atas atas sumur bor ini.

“Atas nama masyarakat Desa Camplong 2, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan sumur bor ini, yang mana pembangunannya di perjuangan oleh Kepala Sekolah bersama orang tua murid yang ada ditempat ini,” jelas Kades.

Kades Camplong 2 menggambarkan situasi dan kondisi sebelum dibangunnya sumur bor.

“Sejak sekolah ini berdiri Tahun 1981, setiap hari setiap anak membawa air satu liter setiap hari, sebagai kebutuhan bersama di sekolah, maka dengan adanya pembangunan sumur bor ini, kami percaya Tuhan menyertai bapak-bapak yang telah membantu kami, bagi masyarakat terutama ini di Dusun 4 dan 5. Kami berharap kepada bapak TNI jangan bosan- bosan menerima keluhan kami sehingga lewat kesempatan ini kami percaya TNI khususnya TNI AD makin kuat, itulah harapan kami kedepan,” ucap Kades Camplong 2 dengan mata berkaca-kaca.

Dalam kesempatan ini Kades Camplong 2 menyampaikan terima kasih seraya mendoakan kepada yang telah membantu Pembangunan sumur bor.

“Untuk itu pada kesempatan ini, kami ucapkan terima kasih atas apa yang telah dilakukan. Kami percaya, kami masyarakat Desa Camplong 2 dan para anak-anak akan menyampaikan do’a terbaik. Akhirnya bapak-bapak pasti diberkati dan mendapat jalan baik,sehingga kedepan sama-sama bergandengan tangan membangun Desa dan Negeri ini”, ungkap Kades Camplong 2.

Kepala Sekolah SD Inpres Camplong II, Viktorianus Suan, S.Pd.K menyampaikan secara singkat tentang pembangunan sumur bor.

” Hari ini merupakan sebuah kebanggaan, bagi kami semua,karena impian ini menjadi nyata, salah satu masalah kami, yaitu kesulitan air sejak sekolah ini berdiri tahun 1981. Dengan bantuan pembangunan sumur bor, maka terjawab sudah,” jelas Kepala Sekolah SD Inpres Camplong II.

Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih pada Tuhan atas semua ini, melalui Bapak Kasad kebutuhan air bisa terpenuhi.

” Kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena melalui manusia yang dikasihi Tuhan, Bapak Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc yang mana sejak beliau menjadi Pangdam sudah memikirkan tentang air, maka sekarang bapak Kasad disebut Bapak Air, karena punya misi yang besar untuk dan bagaimana Pulau Timor yang kering ini penuh dengan suka cita yaitu adanya air,” jelas Danrem 161/Wira Sakti.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa apa yang diberikan oleh Tuhan kepada kita adalah Tuhan menciptakan alam itu indah.

” Dengan alam yang indah ini, maka Bapak Kasad menyampaikan bahwa TNI AD Bersama Rakyat Bersatu dengan Alam untuk NKRI. Oleh karena itu maka kita harus memelihara alam salah satunya dengan menanam pohon, dan dengan Jum’at Bersih, Sabtu Hijau dan Minggu Seroja (sehat jasmani rohani),” ungkap Danrem 161/Wira Sakti.

Dalam kesempatan ini Danrem 161/Wira Sakti membagikan Kaos Gejala (Gerakan Jaga Alam Jaga Air) kepada masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini Kasrem 161/Wira Sakti, Para Kasi Kasrem 161/Wira Sakti, Kepala Desa Camplong 2, Kepala Sekolah SD Inpres II Camplong, Kasdim 1604/Kupang, Tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah undangan lainnya.

Hadir juga Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana serta pengurus persit KCK Koorcab Rem 161,( Penrem)