Pangdam IX/Udayana Melayat ke Rumah Duka Prada Lucky, Pastikan Proses Hukum Berjalan Transparan

Kupang nwartapedia.com  –  Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melayat ke rumah duka Prada Lucky Cepril Saputra Namo di Asrama Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Senin (11/8/2025).

Kehadiran Pangdam menjadi wujud empati dan dukungan moril bagi keluarga almarhum, sekaligus menunjukkan kepedulian pimpinan terhadap prajuritnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan bahwa kehilangan Prada Lucky merupakan duka besar bagi keluarga besar TNI.

Ia juga menyampaikan penyesalan atas peristiwa tragis yang menimpa almarhum.

“Pimpinan TNI, mulai dari Menteri Pertahanan RI, Panglima TNI, Wakil Panglima TNI, hingga Kepala Staf Angkatan Darat, telah memerintahkan pengusutan mendalam serta proses hukum terhadap siapa pun yang terlibat. Perintah ini sudah kami tindaklanjuti sesuai prosedur di lingkungan TNI,” tegas Pangdam.

Ia menjelaskan, seluruh pihak yang diduga terlibat kini menjalani pemeriksaan intensif di Polisi Militer.

Pangdam juga memerintahkan Danpomdam IX/Udayana berada langsung di Kupang untuk menangani kasus tersebut. Berdasarkan laporan awal, rekonstruksi kejadian akan segera dilakukan.

“Hingga kini, empat prajurit telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Subdenpom Ende, sedangkan 16 prajurit lainnya masih dalam proses penyidikan intensif dan dalam waktu dekat akan ditahan. Motif kejadian masih dalam penyelidikan, dan hasilnya akan disampaikan setelah pemeriksaan rampung,” ujar Pangdam.

Pangdam turut menyampaikan permintaan keluarga korban, khususnya ayah almarhum, Serma Christian Namo, agar proses hukum dijalankan secara adil, transparan, dan tanpa pandang bulu. Keluarga berharap seluruh pelaku menerima hukuman sesuai ketentuan hukum militer.

Ia memastikan, hukuman terberat akan dijatuhkan sesuai aturan yang berlaku, dengan pengumuman resmi dari Polisi Militer. Transparansi menjadi prinsip utama dalam penanganan kasus ini demi menjaga kepercayaan publik.

Di akhir kunjungan, Pangdam mengajak masyarakat untuk menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada TNI dan hanya mengacu pada informasi resmi dari Penerangan Kodam IX/Udayana.

Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh prajurit. ***




Tanggapi Kematian Prajurit, Kodam IX/Udayana Gelar Konferensi Pers

Denpasar,nwartapedia.com  —  Kodam IX/Udayana mengambil langkah cepat dan tegas menyikapi peristiwa meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit Yonif TP 834/Wakanga Mere, dengan menggelar konferensi pers resmi yang dipimpin oleh Wakil Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Letkol Inf Amir Syarifudin, S.H.,M.I.P. pada Jumat (8/8/2025), di ruang wartawan Pendam IX/Udayana, Denpasar.

Dalam pernyataannya, Letkol Inf Amir menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian yang menimpa almarhum dan menyampaikan empati kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ia menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana telah membentuk tim investigasi gabungan guna mengungkap fakta yang sebenar-benarnya.

“Tim investigasi saat ini sedang bekerja. Kami belum bisa menyampaikan detail kejadian karena proses masih berjalan. Kodam berkomitmen untuk mengedepankan transparansi, namun tetap menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.

Tim investigasi terdiri atas unsur Subdenpom Ende, Staf Intelijen, serta personel terkait lainnya.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat Pangdam IX/Udayana untuk memastikan penanganan dilakukan secara profesional, obyektif, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu pihak keluarga, yang diwakili ayah almarhum, Serma Christian Namo, menyatakan keikhlasan atas kepergian putranya dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas pernyataan emosional sebelumnya di hadapan media, yang menurutnya terjadi akibat ketidakmampuan menahan kesedihan dan amarah.

Pihak keluarga berharap pelaku dapat menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Menanggapi beredarnya kabar tentang dugaan keterlibatan empat personel dalam peristiwa ini, Letkol Inf Amir menegaskan bahwa informasi tersebut belum bisa dijadikan rujukan resmi. Ia meminta semua pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk bersikap bijak dan menunggu hasil akhir dari proses penyelidikan.

“Kami menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Penyebutan nama atau jumlah terduga sebelum ada hasil investigasi hanya akan menyesatkan opini publik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengklarifikasi bahwa Kodam tidak memiliki kewenangan untuk memverifikasi foto-foto atau dokumen yang beredar luas di media sosial. Semua data resmi hanya akan disampaikan oleh tim investigasi sesuai hasil temuan lapangan.

Wakapendam menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana saat ini terus meningkatkan kualitas pembinaan personel dengan pendekatan yang lebih humanis. Penekanan terhadap pencegahan kekerasan dalam proses pelatihan maupun penugasan menjadi bagian dari reformasi internal yang sedang berlangsung di lingkungan Kodam.

Terkait sanksi, Letkol Inf Amir memastikan bahwa keputusan akan sepenuhnya berada di ranah pengadilan militer setelah seluruh proses investigasi rampung.

“Kami menghormati kekecewaan pihak keluarga. Namun, seluruh proses telah diserahkan ke institusi yang berwenang untuk ditangani secara objektif dan sesuai hukum,” tambahnya.

Dengan konferensi pers ini, Kodam IX/Udayana menegaskan komitmennya dalam menegakkan keadilan dan memastikan bahwa setiap proses hukum dijalankan tanpa intervensi.

Tindakan cepat Pangdam dalam membentuk tim investigasi mencerminkan keseriusan institusi dalam menangani kasus ini secara profesional.

“Kodam tidak akan menoleransi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh siapa pun. Prinsip kebenaran dan keadilan adalah landasan utama dalam menyikapi setiap insiden di lingkungan militer,” pungkas Wakapendam. (Pendam IX/Udy)




Film “Believe” Tumbuhkan Nasionalisme dan Jiwa Korsa, Pemprov NTT Dorong Generasi Muda Teladani TNI

 

Kupang,nwartapedia.com   — Film Believe dengan tema Takdir, Mimpi, dan Keberanian, yang disebut sebagai film laga perang terbesar tahun ini, sukses menggugah semangat nasionalisme penonton dalam acara nonton bareng (nobar) di Transmart Kupang, Sabtu (5/7/2025).

Hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Linus Lusi, yang mewakili Gubernur NTT, menyampaikan apresiasi atas pesan yang diangkat film ini.

Menurutnya, Believe tidak hanya menampilkan kisah heroik prajurit TNI di medan perang, tetapi juga mengajarkan tentang keberanian, pengorbanan, dan pentingnya jiwa korsa.

“Kami mewakili Gubernur NTT menyampaikan bahwa film ini membangkitkan emosi kebangsaan dan nasionalisme. Kalau negara kita tanpa TNI, tentu akan hancur. Jiwa korsa yang ditunjukkan para prajurit dalam film ini harus kita teladani dalam kerja-kerja sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT,” kata Linus Lusi.

Ia menegaskan bahwa pesan moral dalam film ini sangat relevan untuk disampaikan melalui sektor pendidikan agar generasi muda memahami nilai perjuangan dan menghargai jasa para pahlawan.

“Film ini perlu digelorakan melalui pendidikan. TNI adalah harga mati bagi keutuhan negara. Saya berharap siswa-siswa kita  dari SD, SMP, SMA, hingga SMK  bisa menonton film ini untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan menghormati para pahlawan,” tambahnya.

Linus Lusi juga menyinggung figur inspiratif dalam konteks kekinian yang digambarkan melalui film ini, yaitu Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ia menyebut, Presiden Prabowo adalah simbol keberanian yang pernah berjuang dengan jiwa dan raga di Timor Leste, dan kini menjadi teladan bagi generasi bangsa untuk terus bekerja keras dan mengabdi.

“Mari kita tanamkan jiwa korsa dengan menabur benih-benih nasionalisme sejak usia dini. Itu harapan kami dari pemerintah provinsi, supaya anak-anak bangsa mencintai negeri ini, menghormati jasa para pahlawan, dan siap mengabdi untuk negara,” pungkasnya.

Film Believe berhasil menghadirkan bukan hanya adegan laga yang heroik, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, mimpi, dan pengorbanan para prajurit dan keluarganya.

Pemerintah Provinsi NTT berharap pemutaran film ini dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak sekolah dan daerah sebagai media edukasi nasionalisme bagi masyarakat, terutama generasi muda. (MI)




Kisah Perjuangan Jenderal Agus Subiyanto Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Believe, Danrem: Ini Adalah Kisah Nyata

 

Kupang,nwartapedia.com  — Film laga perang terbesar tahun ini, Believe, yang mengusung tema Takdir, Mimpi, dan Keberanian, kembali diputar dalam acara nonton bareng (nobar) di Transmart Kupang, Sabtu (5/7/2025).

Film ini bukan hanya sebuah karya sinema, melainkan potret nyata perjuangan para prajurit TNI di medan tugas, termasuk perjalanan hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan rekannya, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M   yang turut hadir dalam pemutaran film.

Dalam wawancaranya, Brigjen Joao Xavier menegaskan bahwa kisah yang ditampilkan di film Believe adalah cerminan nyata dari pengalaman mereka di lapangan, mulai dari masa kecil hingga menjadi prajurit TNI yang mengabdi untuk bangsa.

“Saat pasukan Indonesia pertama masuk ke Timor Leste, saya masih berusia 8 tahun. Adegan penerjunan pertama yang disambut tembakan itu nyata. Bahkan orang tua Pak Agus sudah bergabung saat itu, dan sejak momen itu beliau mulai ditempa menjadi prajurit sejati,” ungkapnya.

Brigjen Joao Xavier juga mengenang masa-masa ketika ia dan Jenderal Agus menjadi satu angkatan sebagai Rajawali 1 pada 1995, lalu berangkat bersama untuk operasi di Timor Leste.

“Kami dilantik bersama pada 1995, beliau ditugaskan di Batalyon 323, saya di Batalyon 327. Setelah pulang, beliau melanjutkan karier di Komando, saya tetap di batalyon. Tahun 1998–1999 beliau kembali ke Timor Leste dan saya ke Irian Jaya. Semua yang diceritakan dalam film ini benar-benar kami alami bersama,” tambahnya.

Film Believe tak hanya menyoroti keberanian di medan perang, tetapi juga menampilkan sisi kemanusiaan dan pengorbanan para istri prajurit yang mendampingi suami dalam suka dan duka.

“Adegan Pak Agus melamar istrinya dengan sederhana, hanya dengan sayur-mayur, itu juga nyata. Istri tentara adalah perempuan-perempuan hebat, karena mereka siap menanggung kerasnya hidup saat suaminya menyerahkan jiwa dan raga untuk negara,” jelas Brigjen Joao Xavier.

Kisah hidup Jenderal Agus, yang dimulai dari keluarga sederhana hingga meraih jabatan tertinggi sebagai Panglima TNI, menjadi contoh nyata bahwa mimpi besar bisa diraih dengan kerja keras, keberanian, dan pengabdian tanpa henti.

“Film ini adalah kisah nyata yang patut disaksikan generasi muda. Kita harus belajar menghargai pengorbanan prajurit dan meneladani semangat juang beliau. Kami bangga pada Pak Agus dan bangga bisa bersama dalam perjalanan panjang itu,” pungkas Danrem.

Film Believe dengan apik memadukan heroisme, kemanusiaan, mimpi, dan keberanian menjadi sebuah cerita inspiratif.

Pemerintah dan jajaran TNI berharap film ini bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai tanah air dan menghormati jasa para pahlawan. (MI)




Haru Istri Prajurit Saksikan Believe: Takdir, Mimpi, dan Keberanian di Balik Perjuangan untuk Merah Putih

 

Kupang,nwartapedia.com  — Film Believe, sebuah karya sinematik bertema Takdir, Mimpi, dan Keberanian, resmi tayang di Bioskop Transmart Kupang pada Jumat (4/7).

Digadang sebagai film laga perang terbesar tahun ini, Believe menyajikan kisah nyata perjuangan seorang prajurit Indonesia yang mempertaruhkan segalanya demi rakyat dan Merah Putih.

Film ini tidak hanya memukau penonton dengan adegan pertempuran yang megah dan penuh aksi, tetapi juga menggugah jiwa dengan pesan tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air.

Kisah Agus: Takdir yang Membentuk Seorang Prajurit

Believe mengisahkan perjalanan Agus, anak seorang tentara yang sejak kecil kehilangan ayahnya yang gugur dalam tugas di Timor Timur, sementara ibunya pergi meninggalkan rumah.

Meski hidup penuh kesepian dan kegagalan, Agus berpegang pada mimpinya untuk mengikuti jejak sang ayah.

Setelah beberapa kali gagal, termasuk saat mendaftar menjadi satpam, ia akhirnya lolos Akademi Militer dan ditugaskan di medan perang yang sama seperti ayahnya dahulu.

Dalam sebuah misi penyelamatan rakyat yang disandera musuh, Agus menunjukkan keberanian luar biasa, bahkan saat harus mempertaruhkan nyawa demi rakyat dan Merah Putih.

Adegan dramatis ketika Agus menyelamatkan seorang anak kecil dengan bendera Merah Putih yang terbakar di tangannya menjadi salah satu momen paling mengharukan dan ikonik dalam film ini.

Haru Para Penonton: “Seperti Merasakan Sendiri”

Usai penayangan, sejumlah penonton menyampaikan kesan mereka kepada media.

Putu Suwartini, seorang istri prajurit yang hadir, mengaku film ini membuatnya larut dalam emosi.

“Sebagai istri prajurit, saya sangat terharu. Adegan Agus menyelamatkan anak kecil membuat saya merasa seperti berada di dalam cerita itu sendiri,”ungkapnya.

“Saya jadi teringat saat suami saya bertugas, antara cemas, bangga, dan takut kehilangan,”tambahnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menonton film ini sebagai penghormatan bagi para pejuang bangsa.

“Film ini membuka mata kita tentang betapa beratnya pengorbanan prajurit dan keluarganya. Sangat menginspirasi,” tambahnya.

Hamzar, prajurit Yonzipur 18 Bali, mengatakan Perjuangan Agus menunjukkan bahwa tentara adalah bagian dari rakyat, berjuang demi rakyat.

“Film ini mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah pada takdir dan selalu memperjuangkan mimpi demi bangsa,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sersan Kepala Putu Aryanta dari Kodim 1616 menyampaikan Film ini penuh nilai pengorbanan, keberanian, dan nasionalisme.

“Saya berharap generasi muda bisa belajar dari semangat Agus: berjuang dengan tulus untuk rakyat dan bangsa. NKRI harga mati,” tegasnya.

Sebuah Film Laga Perang Terbesar Tahun Ini

Sebagai film laga perang terbesar tahun ini, Believe berhasil memadukan kisah nyata yang penuh emosi dengan adegan pertempuran yang intens dan sinematografi megah.

Film ini tidak hanya menyajikan aksi, tetapi juga mengajak penonton merenungi arti keberanian dan pengorbanan sejati.

Film ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menghargai para prajurit yang rela mempertaruhkan hidupnya demi rakyat, bangsa, dan negara.

Believe kini tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Masyarakat diajak untuk menyaksikan film ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pengorbanan para patriot sejati yang menjaga Merah Putih tetap berkibar di bumi pertiwi. (MI)




Korem 161/Wira Sakti Perkuat Sinergi dengan Keluarga Besar TNI untuk Menjaga Keutuhan NKRI

 

Kupang,nwartapedia.com  — Dalam upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat wawasan kebangsaan, Korem 161/Wira Sakti menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Keluarga Besar TNI (KBT) Tahun Anggaran 2025.

Acara ini berlangsung di Aula Sudirman Makorem 161/Wira Sakti dan dipimpin oleh Kasiter Kasrem, Letkol Inf. Pedro Suares Sarmento, mewakili Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M.

Dalam amanat Danrem yang dibacakan Kasiter, ditekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi visi besar pemerintah: “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, yang dijabarkan melalui Asta Cita.

Visi ini mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk keluarga besar TNI, untuk memperkokoh ideologi Pancasila dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik dari dalam negeri maupun dari dinamika global yang terus berkembang.

“TNI Angkatan Darat secara historis selalu hadir di tengah masyarakat untuk mengatasi berbagai persoalan kebangsaan. Dalam konteks itu, Keluarga Besar TNI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung pembangunan. Karena itu, komunikasi dan hubungan yang harmonis harus terus dibina secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Danrem dalam amanatnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang merupakan fungsi utama TNI AD. Melalui metode Komsos, Korem 161/Wira Sakti membangun pemahaman dan sinergi dengan KBT tentang peran TNI AD, serta menyosialisasikan kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di bidang teritorial tahun 2025.

Tema kegiatan kali ini, “Peran Keluarga Besar TNI dalam Mencegah Timbulnya Disintegrasi Bangsa Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan dalam Rangka Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI”, menegaskan pentingnya peran aktif KBT dalam merawat semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

Selain penyampaian materi pokok, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang membahas isu-isu strategis kebangsaan serta kontribusi nyata KBT dalam kehidupan sosial di wilayah masing-masing.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh semangat nasionalisme dan kekeluargaan. Hal ini mencerminkan komitmen bersama untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini para perwakilan Purnawirawan TNI, Warakawuri, FKPPI, Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Jalasenastri, Pia Ardhya Garini, serta unsur Keluarga Besar TNI lainnya di wilayah Korem 161/Wira Sakti.

(Penrem 161/Wira Sakti)




Pangdam IX/Udayana Kunjungi Makodim 1629/SBD: Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

 

Tambolaka,nwartapedia.com – Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P., M.Si., bersama Ketua Persit KCK Daerah IX/Udayana, Ibu Dessy Zamroni, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Makodim 1629/SBD di Desa Watukawula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada Selasa (18/03/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

Kedatangan Pangdam disambut hangat dengan prosesi adat khas Sumba Barat Daya, termasuk pengalungan kain adat oleh Dandim 1629/SBD, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M.Han.

Selain itu, regu jaga kesatriaan memberikan jajar kehormatan, sementara prajurit dan Persit menyanyikan “Mars Udayana” dengan penuh semangat.

Keindahan budaya lokal turut memeriahkan acara dengan penampilan tarian adat Sumba yang menggambarkan kekayaan seni dan tradisi daerah.

Dalam arahannya kepada prajurit dan anggota Persit Kodim 1629/SBD, Pangdam menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI, yang berdasarkan survei mencapai 97%.

“Kepercayaan ini adalah aset berharga yang harus kita jaga. Sebagai satuan kewilayahan, kita harus hadir di tengah rakyat, menjadi bagian dari solusi, dan selalu dicintai masyarakat,” ujar Pangdam.

Selain menyoroti peran strategis TNI di wilayah, Pangdam juga menekankan pentingnya kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

Ia mendorong mereka untuk aktif dalam program kemandirian ekonomi, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Prajurit harus memiliki kemandirian ekonomi agar tidak hanya bergantung pada gaji pokok. Manfaatkan peluang usaha yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan, Pangdam dan Ketua Persit KCK Daerah IX/Udayana turut melakukan penanaman pohon sukun di area Makodim 1629/SBD.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program penghijauan dan ketahanan pangan.

Usai rangkaian kegiatan di Makodim, rombongan Pangdam melanjutkan kunjungan ke lokasi sumur bor di Desa Pogotena, Kecamatan Loura.

Di sana, Pangdam menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat, menegaskan komitmen TNI dalam membantu kesejahteraan rakyat. Kunjungan kerja ini diakhiri dengan peninjauan pembibitan ikan Bioflok di Desa Weerena, sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat setempat.

Kunjungan Pangdam IX/Udayana ini tidak hanya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, tetapi juga memberikan motivasi bagi prajurit untuk terus mengabdi dengan sepenuh hati serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

(Penrem)




Danrem 161/Wira Sakti Kunjungi Sertu Muslim, Dukung Pengembangan Budidaya Lele Bioflok di SBD

 

Tambolaka,nwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Ibu Paula Nunes, melakukan kunjungan ke Sertu Muslim, anggota Ba Unit Intel Kodim 1629/Sumba Barat Daya (SBD).

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung implementasi budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang dikembangkan oleh Sertu Muslim di wilayah SBD, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam pertemuan tersebut, Sertu Muslim menyampaikan bahwa budidaya lele dengan sistem bioflok merupakan solusi bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas dan keterbatasan sumber air.

“Saya berharap masyarakat tidak perlu khawatir untuk membudidayakan lele, meski memiliki lahan terbatas dan akses air yang minim. Dengan sistem bioflok, budidaya lele bisa dilakukan di pekarangan rumah dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Sertu Muslim saat dihubungi oleh Penerangan Korem 161/Wira Sakti, Senin (17/3).

Lebih lanjut, Sertu Muslim menjelaskan bahwa budidaya lele dengan sistem bioflok memiliki banyak keunggulan dibandingkan sistem konvensional.

“Lele yang dibudidayakan dengan sistem bioflok memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat, lebih tahan terhadap penyakit, serta mengonsumsi pakan yang lebih efisien. Dagingnya juga lebih enak dikonsumsi. Selain itu, budidaya ini lebih menguntungkan dan menjadi bagian penting dalam program ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Sebagai salah satu komoditas utama perikanan Indonesia, budidaya lele dengan sistem bioflok telah banyak diadopsi oleh para pembudidaya di berbagai daerah.

Hal ini mendorong Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur untuk terus mengembangkan program ini guna memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di wilayahnya.

Sertu Muslim berharap program budidaya lele bioflok ini mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah dan pihak terkait, terutama dalam bentuk bantuan langsung bagi para pembudidaya.

“Bantuan berupa teknologi bioflok sangat penting, karena sistem ini mengandalkan suplai oksigen dan mikroorganisme untuk meningkatkan produktivitas budidaya. Dengan inovasi ini, produksi ikan bisa meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan sistem konvensional,” ungkapnya.

Lebih jauh, Sertu Muslim memiliki visi besar untuk memperluas usahanya, tidak hanya terbatas pada budidaya ikan lele, tetapi juga jenis ikan tawar lainnya, termasuk udang.

“Saat ini, saya sudah menguasai pasar untuk Pulau Sumba di empat kabupaten. Ke depan, saya berharap bisa memperluas distribusi hingga mencakup seluruh wilayah NTT,” tambahnya.

Dengan adanya dukungan dari Korem 161/Wira Sakti dan inovasi dalam budidaya perikanan, diharapkan sistem bioflok dapat semakin berkembang dan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. ***




Danrem 161/Wira Sakti Tinjau Patok Batas RI-RDTL di Naktuka, Tegasksn Kedaulatan Wilayah 

Kupang,nwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., bersama Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY Letkol Arh Reindi Tri Setyo Nugroho dan Komandan Pengamanan Perbatasan RDTL Superintendente Policia Letkol Polisi Euclides Belo, meninjau langsung patok batas negara antara Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Naktuka, Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.

Dalam inspeksi tersebut, Danrem 161/Wira Sakti menegaskan komitmen TNI dalam menjaga batas negara dan memastikan keabsahan patok yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua negara.

“Kami mengecek langsung sejumlah patok batas negara di sepanjang wilayah perbatasan Indonesia dengan Oeccusi, termasuk area persawahan yang selama 25 tahun tidak digarap,” ujar Brigjen Joao Xavier dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa di Pos Oepoli Tengah, Jumat (14/02/2025).

Sebagai Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Satgas Pamtas RI-RDTL, Brigjen Joao Xavier menegaskan bahwa patok-patok batas negara tidak bisa diubah atau dipindahkan secara sepihak.

“Secara hukum internasional, setiap patok yang menjadi titik koordinat batas negara sudah dipatenkan dan tidak bisa digeser atau diubah. Ini adalah hasil kesepakatan antara Indonesia dan Timor Leste,” tegasnya.

Dalam menentukan batas negara, digunakan sistem Common Border Datum Reference Frame (CBDRF), yang menjadi patokan utama dalam memastikan keakuratan letak setiap patok.

“TNI AD akan terus menjaga perbatasan Indonesia-Timor Leste, meskipun masih ada beberapa titik yang belum terselesaikan secara resmi. Kami berharap proses penyelesaiannya bisa segera dipercepat,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bapak Raja Tom Kameo, salah satu tokoh adat wilayah Amfoang, menegaskan bahwa Naktuka merupakan bagian dari Kerajaan Amfoang berdasarkan kesepakatan adat.

“Para raja dari Anbenu dan Amfoang sudah sepakat, disaksikan oleh Raja Naekake, bahwa batas wilayah adat menyusuri Sungai Noelbesi hingga muara Kolam Besak. Ini menegaskan bahwa Naktuka adalah bagian dari wilayah adat Amfoang,” jelasnya.

Ia juga menyoroti persoalan lahan di Naktuka, yang sejak Timor Leste merdeka pada tahun 1999 tidak lagi dikelola oleh warga Indonesia karena masih dalam status sengketa.

“Selama 25 tahun terakhir, saudara-saudara kami dari Anbenu telah mengolah lahan persawahan di Naktuka. Kami serahkan kepada Bapak Danrem untuk memperjuangkan penyelesaian batas ini sesuai dengan keputusan adat dan hukum yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut, Raja Tom Kameo mengungkapkan bahwa sebelum pemisahan Timor Leste dari Indonesia, tanah di Naktuka telah dikelola oleh masyarakat setempat yang memiliki lebih dari 200 sertifikat resmi. Namun, hingga saat ini, mereka tidak bisa menggarap lahan tersebut karena khawatir memicu konflik.

“Masyarakat yang memiliki sertifikat sah ingin mengelola tanah mereka kembali, tetapi mereka takut menciptakan ketegangan di perbatasan,” pungkasnya.

Kunjungan Danrem 161/Wira Sakti ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara aparat keamanan Indonesia dan Timor Leste dalam menjaga stabilitas di wilayah perbatasan.

Turut hadir dalam patroli bersama ini, antara lain Dandim 1604/Kupang Kolonel Inf Wiwit Jalu Wibowo, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Letkol Arh Reindi Tri Setyo Nugroho, Wadanramil Naikliu Kapten Inf Said Muhamad,  Perwira Topografi Satgas Pamtas Kapten CPT Edi Handoko, Danunit Intel Kodim 1604/Kupang Kapten Inf Donatus Jelatu, Komandan Pengamanan Perbatasan RDTL Superintendente Policia Euclides Belo beserta jajarannya.  (Penrem)




Pangdam IX/Udayana Apresiasi Semangat Kebersamaan Prajurit dan PNS dalam Upacara 17-an

 

Kupang,nwartapedia.com  – Semangat kebersamaan yang terjalin erat antara Prajurit dan PNS jajaran Kodam IX/Udayana menjadi kunci sukses dalam melaksanakan berbagai tugas dan kegiatan sepanjang tahun 2024.

Hal ini disampaikan oleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP., M.Si., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasrem 161/Wira Sakti, Kolonel Inf. Riko Haryanto, S.I.P., pada upacara 17-an di Lapangan Hitam Makorem 161/Wira Sakti, Jalan W.Z. Lalamentik, Oebufu, Kota Kupang, Senin (17/12/2024).

Dalam amanat tersebut, Pangdam mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh prajurit dan PNS yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi dan loyalitas.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi kerja dan loyalitas selama ini, sehingga berbagai kegiatan sepanjang tahun 2024 dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap Pangdam.

Pangdam memaparkan bahwa sepanjang tahun 2024, Kodam IX/Udayana telah berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional. Beberapa di antaranya adalah:

“Penyelenggaraan AKS (Ajang Kompetisi Siswa) TNI AD, Pengamanan VVIP Presiden RI di wilayah NTT, NTB, dan Bali, Kejuaraan Judo Southeast Asia Championship dan Pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) WWF dan KTT IAF,”ungkapbya.

Selain itu, jajaran Kodam IX/Udayana juga aktif dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Lewotobi hingga tahap rehabilitasi, dengan membentuk Satgas Pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

“Di akhir tahun, kita juga telah menyelesaikan rangkaian peringatan HUT ke-79 TNI, yang dimeriahkan dengan berbagai kejuaraan Open Tournament Piala Panglima TNI,” tambahnya.

Menyongsong agenda 2025, Pangdam IX/Udayana menegaskan bahwa berbagai program akan dilaksanakan untuk mendukung Asta Cita pemerintahan Kabinet Merah Putih.

“Program unggulan yang akan segera dilaksanakan adalah Program Makan Bergizi Gratis: Dimulai serentak pada awal Januari 2025, Pilot Project Dapur Sehat: Pembangunan di Kupang, Mataram, dan Karangasem telah rampung 100% dan siap operasional dan Pembangunan 41 Titik Dapur Sehat: Direncanakan tersebar di wilayah Bali-Nusra,”tegasnya.

Dalam pembinaan satuan, Pangdam juga menginstruksikan kepada para Dansat untuk menginventarisir materiil satuan, termasuk menyelesaikan Penetapan Status Pengguna (PSP) guna mewujudkan tertib administrasi dan mempermudah pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).

“Hal ini penting untuk memastikan kesiapan satuan dalam mendukung pelaksanaan program secara maksimal,” tegas Pangdam.

Upacara 17-an yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan di tahun mendatang.

Dengan semangat kebersamaan, Kodam IX/Udayana siap terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. (Penrem)