Kenali Gejala Awal Stroke

 

Oleh: dr. Evita Jodjana

(Dokter Magang Saraf di RSUD Prof DR. W. Z Johannes)

Kupang, Mwartapedia.com  – Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga di dunia. Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah yang mengakibatkan sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel/jaringan.

Beban akibat stroke terutama  disebabkan kecacatan permanen yang tentunya akan mempengaruhi produktivitas penderitanya sehingga berdampak terhadap ekonomi dan sosialnya. Selain itu juga dapat menambah beban biaya pembiayaan kesehatan. Jumlah pasien stroke meningkat setiap tahunnya, terbukti dari data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun 2013 yaitu dari 7% menjadi 10,9% kasus. 

Dampak buruk penyakit stroke dapat diminimalisir jika serangan stroke dikenali dan mendapatkan penanganan tepat sesegera mungkin dalam jangka waktu antara 3 hingga 4,5 jam dari gejala awal diharapkan dapat mengurangi risiko kematian dan cacat permanen. Ada tips mudah untuk mengenali gejala atau tanda stroke, yaitu cukup mengingat slogan “ Se-Ge-Ra-Ke-R-S “.

                                                                  Sumber: P2PTM Kemenkes RI,2019 

Beberapa studi terbaru, menunjukkan penderita COVID-19 dengan penyakit penyerta salah satunya stroke/riwayat stroke akan memiliki resiko kematian yang lebih tinggi dibandingan dengan penderita COVID-19 tanpa riwayat penyakit penyerta. Oleh karena itu pencegahan terhadap terjadinya kasus stroke sangat penting dilakukan selama pandemi COVID-19 ini. Pencegahan bisa dengan pengendalian fakor risiko yaitu dengan mengubah pola hidup seperti berhenti merokok dan minum alkohol, rajin berolahrga serta mengatur pola makan yang sehat (tidak mengonsumsi makan-makanan yang manis ataupun berlemak secara berlebihan), istirahat yang cukup, kelola stress dan yang paling penting cek kesehatan secara berkala. Cek kesehatan secara berkala di tempat fasilitas kesehatan dan konsumsi obat secara teratur sangat penting terutama yang sudah memiliki hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung ataupun kadar lemak yang tinggi.

Selama pandemi COVID-19 ini banyak yang tidak melakukan cek kesehatan secara berkala dikarenakan keengganan pasien untuk datang ke fasilitas kesehatan karena takut terkena virus SARS-CoV-2 . Penting diketahui setiap fasilitas kesehatan sudah mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan pasien dan tenaga medis terlindungi dan fasilitas kesehatan tetap menjadi tempat terbaik untuk memberikan perawatan yang tepat, mengingat penanganan stroke dapat efektif jika stroke diketahui dan didiagnosis dalam periode emas yaitu 4,5 jam setelah gejala pertama muncul. Bila sudah lebih dari 4,5 jam maka stroke akan bertambah parah dan bahkan berisiko kematian atau kecacatan permanen. Oleh karena itu, penting bagi pasien stroke untuk segera dibawa ke rumah sakit meskipun gejala yang timbulkan hanya ringan. (ML)




pengungsi Erupsi Gunung Berapi Ile Lewotolok di Swab Secara Masal

 

Lewoleba,Wartapedia.com  –  Pemerintah kabupaten Lembata lewat Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata bersama tim medis melakukan tes swab secara masal kepada pengungsi gunung berapi Ile Lewotolok pada Senin (07/12/2020).

Pantauan media tepat di posko Donbosco keluarhan Lewoleba Tengah kecamatan Nubatukan kabupaten Lembata ratusan warga dari dua desa Aulesa dan desa Waimatan dialkukan swab masal dan tes demam berdarah

Dari data yang diinput  desa Waimatan sebanyak 62 orang, desa Aulesa 128 orang, desa Todanara 38 orang,desa Napasabok 88 orang total yang disawab dari tempat pengungsian dari 22 tempat pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah daerah kabupaten Lembata sebanyak 316 orang

Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota tim Rosalinda Tuto kepala seksi P2PM Anggota tim kesehatan klaster kesehatan dan sub klaster pengendalian penyakit menyampaikan bahwa kegiataan survelence ditengah bencana diantaranya pemeriksaan masal darah malaria dan swab dimana kita ditengah Pandemi Covid-19 sehingga semua orang perlu dideteksi secara dini karena kita tidak bisa berada di kerumunan 

Saat ini Lembata juga masuk dalam endemik malaria karena para pengungsi saat ini tidur tidak pakai kelambu dan traking Covid-19 kita naik,ini juga atas instruksi namun dinas kesehatan punya tanggung jawab kepada masyarakat dimusim seperti ini dan sudah mengikuti SOP 

Tim yang diturunkan setiap tempat pengungsian sebanyak 5 orang  untuk hari ini hasil dari 316 orang diantaranya pada swab massal non reaktif dan untuk Malaria juga non reaktif, Rosalinda juga menyampaikan kami akan melakukan giat ini sampai kesemua tempat pengungsian hingga tuntas

Salah seorang warga dari desa Aulesa ibu Laurensia mengaku dirinya lega dan senang walau diawal masih takut dan gelisah terhadap dilakukan tes swab dan tes malaria

Kepala desa Aulesa juga memberikan keterangan secara singkat di tempat pelaksanaan giat swab massal masyarakat juga butuh pelayanan kesehatan karena sudah menjadi kewajiban dan apapun alasannya semua haru di periksa sesuai prosedur yang berlaku harapan saya bahwa dalam hasil tes swab ini dapat memberikan motivasi baru dan mendapatkan hasil yang baik karena bukan hanya soal bencana erupsi gunung ile lewotolok namun kita masih ditengah Pandemi dan kasus Lembata masih meningkat untuk itu kita mendorong dinas kesehatan untuk diperiksa secara tuntas 

Penulis. : Roy

Editor.    : Mery




Pastikan Aman Covid-19, Makorem 161/Wira gelar Rapid Test.

 

Kupang,Wartapedia.com  – Seperti kita ketahui bersama bahwa berbagai cara dan upaya telah diambil oleh Satgas Covid-19 dan seluruh komponen masyarakat, termasuk didalamnya Korem 161/Wira Sakti beserta komponen bangsa lainnya dalam upaya pendisiplinan masyarakat tentang protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19, baik itu di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan Makorem 161/Wira Sakti sendiri.

Hal tersebut disampaikan Kasrem 161/Wira Sakti Kol Inf Jemz A. Ratu Edo, disela sela pelaksanaan kegiatan Rapid Test, Selasa (27/10/2020) di Ruang Sonbai 2 Makorem 161/Wira Sakti.

Lebih lanjut dikatakan tujuan dari pelaksanaan Rapid test ini sebagai upaya melawan Covid-19 di lingkungan Makorem 161/Wira Sakti.

“Kegiatan Rapid Test ini dilaksanakan sebagai upaya terus menerus dan tanpa henti untuk memastikan seluruh anggota Makorem 161/Wira Sakti aman Covid-19, selain itu juga wahana untuk mengingatkan pentingnya protokol kesehatan,” jelasnya.

Rapid test yang diselenggarakan Denkesyah 09.04.01 Kupang ini diikuti oleh 130 personel anggota Makorem 161/Wira Sakti.(penrem161ws)