Perumda Air Minum Kota Kupang Gelar Diseminasi Dokumen RPAM dan Bimtek SOP RPAM

 

Kupang,nwartapedia.com –  Guna meningkatkan pelayanan air yang lebih baik, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang menggelar Diseminasi Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dan Bimtek SOP RPAM yang berlangsung di Hotel Sotis Kupang pada Senin (01/07/2024).

Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan ini memberikan apresiasi kepada kegiatan workshop yang bekerjasama dengan PLAN Internasional Indonesia untuk mengatasi bahaya kekeringan di Kota Kupang.

“Atas nama pemerintah Kota Kupang, saya mengapresiasi dan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan workshop diseminasi karena kita ketahui bersama bahwa Kota Kupang menghadapi tantangan besar dalam penyajian air minum yang aman dan berkelanjutan dengan risiko kekeringan dan bencana alam yang mengancam pasokan air oleh karena itu dokumen RPAM yang telah disusun merupakan langkah strategis dalam memastikan pasokan air minum agar tahan terhadap dampak perubahan iklim dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat termasuk kelompok rentan,”ungkapnya.

Menurutnya. bekerjasama dengan PLAN Internasional Indonesia dan stakholder terkait, diharapkan Perumda Air Minum dapat memberikan pelayanan penyediaan air bersih 

“Dengan kerjasama dengan PLAN internasional Indonesia kita telah mempelajari banyak praktek dan pembelajaran dari program ini berhasil kepada penerima manfaat tetapi juga menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam perencanaan presentasi dan penyediaan air minum,”ujarnya.

Dia berharap melalui kerjasama ini Perumda Air Minum dapat memiliki perencanaan ketahanan pasokan air baik melalui peningkatan maupun perencanaan berbasis resiko sehingga mampu menyediakan layanan air minum yang aman, baik dan kualitas.

“Melalui kerjasama dengan berbagai pihak tentu mempertimbangkan berbagai dampak perubahan iklim dan kebutuhan kelompok rentan termasuk perempuan, anak-anak dan penyandang disabilitas serta para lansia,”katanya.

Djidja Kadiwanu menambahkan, dokumen yang dibahas dalam workshop hari ini mengandung berbagai rencana aksi yang harus  diimplementasikan secara bersama-sama.

“Saya berharap melalui workshop  ini kita dapat menyebarluaskan informasi dan pemahaman mengenai dokumen RPAM kepada seluruh pemangku kepentingan menentukan peluang dan tantangan dalam implementasi RPAM serta merumuskan perencanaan yang konkret untuk mengatasi tantangan tersebut dan memastikan keberhasilan pelaksanaan RPAM di Kota Kupang,”harapnya.

Sementara itu, Area Program Manager PLAN Internasional Indonesia, Samuel Niap dokumen RPAM ini sangat penting karena dokumen ini merupakan yang pertama di Provinsi NTT.

‘Menyadari bahwa dokumen ini penting untuk bisa menjamin kualitas air minum untuk dimanfaatkan bagi masyarakat Kota Kupang, kegiatan ini ada di bawah project PLAN namanya project quarter volume yang sudah mulai dijalankan sejak awal 2023 jadi terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah  bekerja keras untuk kolaborasi dengan pemerintah Kota Kupang,”Ujarnya 

Ia menjelaskan, Kota Kupang memiliki 28 sumber air dimana terdapat 1 mata air, 1 air permukaan dan 26 air tanah

“Didefinisikan hari ini terkait dengan air permukaan jadi khusus untuk kali Denteng dengan informasi itu terpapar ada tiga kelurahan yakni Kelurahan Fontein, Kelurahan Air Mata dan Kelurahan Nunleu,”jelasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PDAM Kota Kupang bersama tim narasumber yang telah menyusun RPAM.

“Terima kasih banyak untuk teman-teman PDAM informasi bahwa RPAM peyusun ini sudah memasukkan unsur adaptasi perubahan iklim semoga bersama lintas sektor terkait depannya secara aktif,”pungkasnya, (MI)




Dosen dan Mahasiswa FKM UNDANA Beri Edukasi Penyebaran Varian Baru Virus Covid-19 di Pasar Oebobo

Kupang,mwartapedia.com – Sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) mengadakan pengabdian masyarakat dengan mengambil tema Penegakan Protokol Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Varian EG.5 – Covid 19 yang berlangsung Pasar Oebobo, Kota Kupang pada Jumad (24/05/2024).


Pengabdian ini merupakan bagian dari tri darma perguruan tinggi selain pendidikan, pengajaran dan penelitian. Adapun dosen yang melaksanakan pengabdian tersebut adalah Eryc Z. Haba Bunga, S.KM., M.Epid sebagai Ketua Tim, Dr. Marni, S.KM., M.Kes sebagai anggota dan Indriati A. Tedju Hinga, S.KM., M.Sc sebagai anggota dan kegiatan ini juga melibatkan empat orang mahasiswa FKM UNDANA.


Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Eryc Z. Haba Bunga, S.KM., M.Epid mengatakan bahwa COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia. 


“Virus tersebut terus bermutasi dan diketahui terdapat varian baru yang lebih dikenal dengan varian EG.5 atau eris yang mempunyai kemampuan untuk menyerang kekebalan tubuh serta tingkat penularannya yang cepat yaitu telah tersebar ke 51 Negara,”ujarnya.




Eryc Bunga mengungkapkan, Varian EG.5 menyebar saat orang terinfeksi batuk dan menyebarkan droplet yang mengandung virus ke udara. 


“Ini bisa terhirup masuk atau menyebabkan infeksi jika anda menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang menyentuh permukaan tempat virus jatuh,”ungkapnya. 


Eryc Bunga menerangkan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, hal yang paling penting mencegah penularan adalah menjaga kebersihan dan beberapa langkah yang perlu dilakukan adalah dengan sering cuci tangan dengan sabun dan air atau dengan gel pembersih. 


“Langkah ini dapat membunuh virus di tangan, dan jangan menyentuh mata, hidung, mulut. Tangan yang menyentuh banyak permukaan dapat membawa virus. Dari situ, virus masuk ke tubuh bila menyentuh wajah,”terangnya.


Ia menambahkan, adapun tantangan yang dihadapi bersama saat ini adalah bagaimana upaya yang maksimal untuk dapat mencegah penyebaran varian EG.5 ini. Pasar tradisional memang menjadi tempat yang cukup rawan dalam kaitannya dengan potensi penyebaran virus Corona. 


“Oleh karena pasar tradisional salah satu tempat yang cukup rawan untuk penyebaran varian EG.5 maka ditentukan untuk menjadi lokus dalam melakukan pengabadian masyarakat dengan sasaran para pedagang maupun pengunjung pasar dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang penyebaran virus corona varian EG.5 dan dampaknya serta penegakkan protokol Kesehatan seperti pembagian masker dan hand sanitizer serta cara pemakaian yang baik dan benar, kemudian stimulus pengetahuan tentang protokol kesehatan yang juga mencakup etika batuk dan bersin,”tambahnya. 


Eryc Bunga menuturkan, kegiatan penegakkan protokol kesehatan dilaksanakan dengan metode pemberian edukasi dengan cara penyuluhan  dan juga membagikan masker bagi para pedagang dan pembeli di Pasar Tradisional Oebobo. 


“Sebelum memulai kegiatan peserta terlebih dulu diberikan pretest untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan mengenai protokol kesehatan varian EG.5. Selama kegiatan berlangsung peserta dalam hal ini penjual dan pengunjung Pasar Tradisional Oebobo terlihat antusias, dan itu terlihat dari terjadinya peningkatan pengetahuan yang signifikan terkait etika dalam protokol kesehatan,”pungkasnya. (MI)




Cegah Dampak Merokok Terhadap Remaja, FKM UNDANA Adakan Pengabdian Masyarakat di SMPN 20

Kupang,nwartapedia.com –  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi dampak merokok terhadap kesehatan remaja di SMP Negeri 20 Kota Kupang yang berlangsung pada Kamis, (06/06/2024).

Tim yang terdiri dari Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes., sebagai dosen tetap PNS pada Program studi Kesehatan  Masyarakat; sedangkan pemateri tunggal dari kegiatan ini adalah Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si yang juga adalah dosen tetap PNS pada prodi Kesehatan  Masyarakat dan juga dihadiri oleh beberapa staf dosen FKM UNDANA dan beberapa mahasiswa aktif pada FKM UNDANA.

Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes mengatakan bahwa Rokok adalah penyebab kematian dini yang bisa dicegah. Sudah banyak terbukti dari hasil penelitian bahwa racun dalam rokok dapat membahayakan Kesehatan seseorang (Cahyono, 2008).

“Menurut Partodiharjo (2006) rokok mengandung zat psikoaktif bernama nikotin dan 4000 zat kimia yang berbahaya, yaitu 20 macam diantaranya adalah toksik atau zat racun yang mematikan,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, usia remaja merupakan usia yang penuh gejolak dan cenderung lebih menuruti kemauan mereka yang cenderung menuntun mereka untuk mengambil keputusan yang salah, termasuk didalamnya adalah keputusan untuk merokok. 

“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun kesadaran pada remaja dalam rangka menghindari kebiasaan merokok dan menerapkan kebiasaan pola hidup yang sehat,”jelasnya. 

Menurutnya, kegiatan pengabdian ini merupakan wujud nyata dari kampus, khususnya FKM UNDANA dalam pelaksanaan fungsi tridharma perguruan tinggi di samping pendidikan/pengajaran dan penelitian. 

“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan secara langsung kepada remaja yakni di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan membagikan pula leaflet kepada para remaja untuk mengerti secara visual bahaya rokok bagi kesehatan mereka,”ucapnya. 

Deviarbi Tira menambahkan, target luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan para siswa terkait bahaya merokok dan upaya pencegahan kebiasaan merokok. 

“Beberapa X-Banner dibuat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya merokok bagi remaja,”tambahnya.   

Sebagai pemateri tunggal, Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si memaparkan, para perokok memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk terkena penyakit kanker,

“Kanker paru menjadi yang paling umum dan merupakan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90 persen kematian akibat penyakit paru di seluruh dunia,”paparnya.

Ia menjelaskan, hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika berhenti, risiko kematian akibat kanker paru akan turun 50 persen dibandingkan mereka yang merokok. 

“Sepuluh tahun berhenti merokok, risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun,”jelasnya.

Menurutnya, mayoritas penyakit Ca paru disebabkan oleh karsinogen dan promotor tumor yang masuk ke dalam tubuh melalui kebiasaan merokok. 

“Secara keseluruhan, risiko relatif terjadinya kanker paru meningkat sekitar 13 kali lipat oleh kebiasaan merokok yang aktif dan sekitar 1,5 kali lipat oleh pajanan pasif dalam waktu yang lama (Soemantri, 2009),”pungkasnya.

Kegiatan ini dibuka oleh ibu Oktaviana Djara Balle, S.Pd, guru pada SMP Negeri 20 Kota Kupang. yang diikuti oleh 100 Pelajar berusia remaja dan diakhiri dengan evaluasi berupa tanya jawab dengan peserta kegiatan untuk mengetahui  pemahaman mereka atas materi penyuluhan yang diberikan. (MI)




Tim Pengabdian Masyarakat FKM UNDANA Berikan Edukasi CTPS di Paud dan TK St. A. Paulo

Kupang,nwartapedia.com – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana yang diketuai oleh Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menggagas program untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dengan kebiasaan kecil Mencuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) bagi siswa Pendidikan Usia Dini dan TK. St. A. Paulo di Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang berlangsung pada Jumad (07/06/2024).

Tim yang terdiri dari 3 dosen dan 4 mahasiswa FKM UNDANA ini  menyelenggarakan “Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui pola CTPS di sekolah berbasis animasi di Wilayah Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata”. 

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menuturkan, sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. 

“Penyebaran penyakit menular di sekolah sangat rentan terjadi, baik dari teman sekelas yang sedang sakit atau lingkungan sekolah yang tidak bersih,”ungkapnya. 

Oleh karena itu, tambahnya, seluruh masyarakat sekolah harus selalu waspada dan melakukan berbagai langkah-langkah pencegahan agar kesehatan anak tetap terjaga. 

“Anak-anak lebih berisiko terkena penyakit menular, sebab daya tahan tubuhnya masih lemah dan kesadaran akan menjaga kebersihan diri yang masih kurang,”tambahnya. 

Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan tempat yang rentan bagi anak untuk tertular berbagai macam penyakit, mulai dari lingkungan yang kotor, jajanan yang tidak sehat, hingga interaksi yang tinggi dengan teman sekelas. 

Cathrin Geghi menjelaskan, sebagian besar anak juga belum memahami sepenuhnya tentang kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan setiap saat, dan masih perlu selalu diingatkan. 

“Oleh karena itu, bimbingan dan pengawasan dari guru, orang tua, dan para pemerhati kesehatan sangat penting dilakukan dan dibiasakan,”jelasnya. 

Baginya, perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan kegiatan yang biasa dilakukan setiap hari, namun aktivitas tersebut sering dilupakan oleh orang-orang. 

“Melakukan CTPS merupakan hal yang sepele buat kebanyakan orang,”kata Chatrin. 

Diharapkan aksi nyata yang dilakukan sivitas akademi FKM UNDANA ini mampu untuk terus meningkatkan pengetahuan dan sikap anak-anak sejak dini untuk terbiasa melakukan pola CTPS dimana saja sebelum dan setelah melakukan kegiatan. 

Dosen yang terlibat yakni Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc, Tanti Rahayu, S.Si. M.Sc dan drh. Galuh W. K. D. Larasati, M.Si

Sementara mahasiswa yang terlibat terdiri dari Stefanus K. Nahak, Eusebia De F. Mulci Wulan, Gracia A. C. Putri Hany dan Regina P. M. Tengko. (MI)




Cegah Dampak Merokok Terhadap Remaja, FKM UNDANA Adakan Pengabdian Masyarakat di SMPN 20

 

Kupang,mwartapedia.com –  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi dampak merokok terhadap kesehatan remaja di SMP Negeri 20 Kota Kupang yang berlangsung pada Kamis, (06/06/2024).


Tim yang terdiri dari Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes., sebagai dosen tetap PNS pada Program studi Kesehatan  Masyarakat; sedangkan pemateri tunggal dari kegiatan ini adalah Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si yang juga adalah dosen tetap PNS pada prodi Kesehatan  Masyarakat dan juga dihadiri oleh beberapa staf dosen FKM UNDANA dan beberapa mahasiswa aktif pada FKM UNDANA.


Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes mengatakan bahwa Rokok adalah penyebab kematian dini yang bisa dicegah. Sudah banyak terbukti dari hasil penelitian bahwa racun dalam rokok dapat membahayakan Kesehatan seseorang (Cahyono, 2008).


“Menurut Partodiharjo (2006) rokok mengandung zat psikoaktif bernama nikotin dan 4000 zat kimia yang berbahaya, yaitu 20 macam diantaranya adalah toksik atau zat racun yang mematikan,”ungkapnya.


Ia menjelaskan, usia remaja merupakan usia yang penuh gejolak dan cenderung lebih menuruti kemauan mereka yang cenderung menuntun mereka untuk mengambil keputusan yang salah, termasuk didalamnya adalah keputusan untuk merokok. 

“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun kesadaran pada remaja dalam rangka menghindari kebiasaan merokok dan menerapkan kebiasaan pola hidup yang sehat,”jelasnya. 


Menurutnya, kegiatan pengabdian ini merupakan wujud nyata dari kampus, khususnya FKM UNDANA dalam pelaksanaan fungsi tridharma perguruan tinggi di samping pendidikan/pengajaran dan penelitian. 


“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan secara langsung kepada remaja yakni di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan membagikan pula leaflet kepada para remaja untuk mengerti secara visual bahaya rokok bagi kesehatan mereka,”ucapnya. 


Deviarbi Tira menambahkan, target luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan para siswa terkait bahaya merokok dan upaya pencegahan kebiasaan merokok. 


“Beberapa X-Banner dibuat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya merokok bagi remaja,”tambahnya.   


Sebagai pemateri tunggal, Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si memaparkan, para perokok memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk terkena penyakit kanker.


“Kanker paru menjadi yang paling umum dan merupakan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90 persen kematian akibat penyakit paru di seluruh dunia,”paparnya.


Ia menjelaskan, hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika berhenti, risiko kematian akibat kanker paru akan turun 50 persen dibandingkan mereka yang merokok. 


“Sepuluh tahun berhenti merokok, risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun,”jelasnya.


Menurutnya, mayoritas penyakit Ca paru disebabkan oleh karsinogen dan promotor tumor yang masuk ke dalam tubuh melalui kebiasaan merokok. 


“Secara keseluruhan, risiko relatif terjadinya kanker paru meningkat sekitar 13 kali lipat oleh kebiasaan merokok yang aktif dan sekitar 1,5 kali lipat oleh pajanan pasif dalam waktu yang lama (Soemantri, 2009),”pungkasnya.


Kegiatan ini dibuka oleh Oktoviana Djara Balle, S.Pd sebagai guru di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan diikuti oleh 100 pelajar yag berusia remaja. 


Kegiatan tersebut diakhiri dengan evaluasi berupa tanya jawab dengan peserta untuk mengetahui pemahaman mereka atas materi penyuluhan yang diberikan. (MI)`




Tim Pengabdian Masyarakat FKM UNDANA Berikan Edukasi CTPS di Paud dan TK St. A. Paulo

Kupang,mwartapedia.com – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana yang diketuai oleh Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menggagas program untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dengan kebiasaan kecil Mencuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) bagi siswa Pendidikan Usia Dini dan TK. St. A. Paulo di Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang berlangsung pada Jumad (07/06/2024).


Tim yang terdiri dari 3 dosen dan 4 mahasiswa FKM UNDANA ini  menyelenggarakan “Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui pola CTPS di sekolah berbasis animasi di Wilayah Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata”. 


Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menuturkan, sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. 


“Penyebaran penyakit menular di sekolah sangat rentan terjadi, baik dari teman sekelas yang sedang sakit atau lingkungan sekolah yang tidak bersih,”ungkapnya. 


Oleh karena itu, tambahnya, seluruh masyarakat sekolah harus selalu waspada dan melakukan berbagai langkah-langkah pencegahan agar kesehatan anak tetap terjaga. 


“Anak-anak lebih berisiko terkena penyakit menular, sebab daya tahan tubuhnya masih lemah dan kesadaran akan menjaga kebersihan diri yang masih kurang,”tambahnya. 


Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan tempat yang rentan bagi anak untuk tertular berbagai macam penyakit, mulai dari lingkungan yang kotor, jajanan yang tidak sehat, hingga interaksi yang tinggi dengan teman sekelas. 


Cathrin Geghi menjelaskan, sebagian besar anak juga belum memahami sepenuhnya tentang kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan setiap saat, dan masih perlu selalu diingatkan. 


“Oleh karena itu, bimbingan dan pengawasan dari guru, orang tua, dan para pemerhati kesehatan sangat penting dilakukan dan dibiasakan,”jelasnya. 


Baginya, perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan kegiatan yang biasa dilakukan setiap hari, namun aktivitas tersebut sering dilupakan oleh orang-orang. 


“Melakukan CTPS merupakan hal yang sepele buat kebanyakan orang,”kata Chatrin. 


Diharapkan aksi nyata yang dilakukan sivitas akademi FKM UNDANA ini mampu untuk terus meningkatkan pengetahuan dan sikap anak-anak sejak dini untuk terbiasa melakukan pola CTPS dimana saja sebelum dan setelah melakukan kegiatan. 


Dosen yang terlibat yakni Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc, Tanti Rahayu, S.Si. M.Sc dan drh. Galuh W. K. D. Larasati, M.Si


Sementara mahasiswa yang terlibat terdiri dari Stefanus K. Nahak, Eusebia De F. Mulci Wulan, Gracia A. C. Putri Hany dan Regina P. M. Tengko. (MI)




Cegah Gingivitis pada Remaja, Dosen Poltekes Kemenkes Kupang Jurusan Kesehatan Gigi Edukasi Cara Kumur Antiseptik

Kupang,mnartapedia.com – Dosen Kemenkes Poltekkes Kupang Jurusan Kesehatan Gigi Drg. Emma Krisyudhanti, MDSc, Drg. Ratih Variani, M. Kes dan Drg. Shri Ayu Purnami Mahastuti, MKM melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan edukasi tentang cara kumur antiseptik serta pemberian obat untuk menurunkan angka gingivitis pubertas.

Kegiatan ini berlangsung di SMPN 5 Kota Kupang, Kamis (16/05/2024).

Ketua Tim, Drg. Emma Krisyudhanti, MDSc menuturkan, Gingivitis adalah peradangan atau inflamasi yang mengenai jaringan lunak di sekitar gigi.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk melakukan studi epidemiologi kesehatan gigi dan mulut pada kelompok usia 15 tahun yang merupakan usia kritis untuk mengukur indikator penyakit periodontal remaja sebagai usia pemeriksaan, karena gigi tetap yang menjadi indeks penelitian telah lengkap. Berdasarkan data RISKESDAS pada tahun 2018, proporsi masalah kesehatan mulut di Nusa Tenggara Timur karakteristik gingiva bengkak sebanyak 15,7persen, Gusi berdarah sebesar 17,4 persen,”ujarnya.

Drg. Emma Krisyudhanti mengatakan jika belum semua SMP  di Kota Kupang  mendapatkan layanan UKGS secara optimal. SMPN 5 Kota Kupang adalah salah satu sekolah menengah di Kota Kupang yang belum  mendapat layanan UKGS dari puskesmas setempat secara optimal  serta belum ada peran guru sekolah untuk memperhatikan kesehatan rongga mulut siswanya., upaya promotif dan preventif kesehatan gigipun belum didapatkan sekolah ini secara rutin dan berkesinambungan.

“Kondisi tersebut menyebabkan siswa belum memiliki oral self care atau perilaku pemeliharaan kesehatan gigi sendiri, sehingga di masa remaja kemungkinan terjadi gingivitis meningkat,”ujarnya.

 

Drg. Emma Krisyudhanti menerangkan sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas 8 yang berjumlah 340 orang.

“Siswa yang mengalami gingivitis pubertas sebanyak 29 orang,”terangnya.

Ia menjelaskan, Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah edukasi pada siswa dan guru tentang gusi sehat, perawatan dan pencegahan gingivitis pubertas. Kemudian siswa diperiksa gusinya dan bagi yg mengalami gingivitis, diberikan obat kumur antiinflamasi sekaligus antiseptik serta tablet untuk menjaga flora normal dalam rongga mulut.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMPN 5 Kota Kupang tentang Gingivitis, meningkatkan kesehatan gusi siswa SMPN 5 Kota Kupang, memberdayakan siswa SMPN 5 Kota Kupang untuk memiliki perilaku Oral Self Care, membentuk Healthy – Toothed Youth Community di SMPN 5 Kota Kupang,”harapnya.

Drg. Emma Krisyudhanti menegaskan masih kurangnya keperdulian dan kesadaran masyarakat dalam hal ini siswa untuk melakukan perawatan pada gusi yang mengalami bengkak maupun gusi berdarah.

“Maka harapan kami setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pemahaman guru dan siswa dalam menjaga kesehatan gusinya meningkat sehingga dapat meningkatkan perilaku oral self care siswa dan Healthy – Toothed Youth Community di sekolah ini dapat terbentuk,”harapnya.

Drg. Emma Krisyudhanti juga berharap agar dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi Dinas Kesehatan Kota Kupang, agar capaian kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah terutama bagi siswa sekolah menengah pertama dapat terlaksana.

“Selain itu bagi Puskesmas setempat, agar kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah secara tidak langsung terlaksana dan memperluas cakupannya karena adanya peran serta siswa dalam menjaga kesehatan mulutnya,”pungkasnya. (MI)




Cegah Gingivitis pada Remaja, Dosen Poltekes Kemenkes Kupang Jurusan Kesehatan Gigi Edukasi Cara Kumur Antiseptik

Kupang,mwartapedia.com – Dosen Kemenkes Poltekkes Kupang Jurusan Kesehatan Gigi Drg. Emma Krisyudhanti, MDSc, Drg. Ratih Variani, M. Kes dan Drg. Shri Ayu Purnami Mahastuti, MKM melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan edukasi tentang cara kumur antiseptik serta pemberian obat untuk menurunkan angka gingivitis pubertas.


Kegiatan ini berlangsung di SMPN 5 Kota Kupang, Kamis (16/05/2024).


Ketua Tim, Drg. Emma Krisyudhanti, MDSc menuturkan, Gingivitis adalah peradangan atau inflamasi yang mengenai jaringan lunak di sekitar gigi. 


“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk melakukan studi epidemiologi kesehatan gigi dan mulut pada kelompok usia 15 tahun yang merupakan usia kritis untuk mengukur indikator penyakit periodontal remaja sebagai usia pemeriksaan, karena gigi tetap yang menjadi indeks penelitian telah lengkap. Berdasarkan data RISKESDAS pada tahun 2018, proporsi masalah kesehatan mulut di Nusa Tenggara Timur karakteristik gingiva bengkak sebanyak 15,7persen, Gusi berdarah sebesar 17,4 persen,”ujarnya. 


Drg. Emma Krisyudhanti mengatakan jika belum semua SMP  di Kota Kupang  mendapatkan layanan UKGS secara optimal. SMPN 5 Kota Kupang adalah salah satu sekolah menengah di Kota Kupang yang belum  mendapat layanan UKGS dari puskesmas setempat secara optimal  serta belum ada peran guru sekolah untuk memperhatikan kesehatan rongga mulut siswanya., upaya promotif dan preventif kesehatan gigipun belum didapatkan sekolah ini secara rutin dan berkesinambungan.


“Kondisi tersebut menyebabkan siswa belum memiliki oral self care atau perilaku pemeliharaan kesehatan gigi sendiri, sehingga di masa remaja kemungkinan terjadi gingivitis meningkat,”ujarnya.


Drg. Emma Krisyudhanti menerangkan sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas 8 yang berjumlah 340 orang.


“Siswa yang mengalami gingivitis pubertas sebanyak 29 orang,”terangnya.


Ia menjelaskan, Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah edukasi pada siswa dan guru tentang gusi sehat, perawatan dan pencegahan gingivitis pubertas. Kemudian siswa diperiksa gusinya dan bagi yg mengalami gingivitis, diberikan obat kumur antiinflamasi sekaligus antiseptik serta tablet untuk menjaga flora normal dalam rongga mulut. 


“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMPN 5 Kota Kupang tentang Gingivitis, meningkatkan kesehatan gusi siswa SMPN 5 Kota Kupang, memberdayakan siswa SMPN 5 Kota Kupang untuk memiliki perilaku Oral Self Care, membentuk Healthy – Toothed Youth Community di SMPN 5 Kota Kupang,”harapnya.


Drg. Emma Krisyudhanti menegaskan masih kurangnya keperdulian dan kesadaran masyarakat dalam hal ini siswa untuk melakukan perawatan pada gusi yang mengalami bengkak maupun gusi berdarah.


“Maka harapan kami setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pemahaman guru dan siswa dalam menjaga kesehatan gusinya meningkat sehingga dapat meningkatkan perilaku oral self care siswa dan Healthy – Toothed Youth Community di sekolah ini dapat terbentuk,”harapnya.


Drg. Emma Krisyudhanti juga berharap agar dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi Dinas Kesehatan Kota Kupang, agar capaian kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah terutama bagi siswa sekolah menengah pertama dapat terlaksana.


“Selain itu bagi Puskesmas setempat, agar kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah secara tidak langsung terlaksana dan memperluas cakupannya karena adanya peran serta siswa dalam menjaga kesehatan mulutnya,”pungkasnya. (MI)




Tiga Dosen Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang Adakan Pengabdian Masyarakat di Desa Baumata

 

Kupang,mwartapedia.com – Tiga orang dosen Jurusan Kesehatan Gigi Poltekes Kemenkes Kupang yakni Agusthinus Wali, S.Kp.G.,MDSc, Mery Novaria Pay, S.Kp.G.,MDSc dan Antonius Radja Ratu, S.Kp. G.,MDSc melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang yang berlangsung pada Selasa tanggal 16 April 2024.


Bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat tersebut berupa pemberdayaan orangtua balita stunting melalui penggunaan Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting yang ditujukan kepada masyarakat Desa Baumata.


Ketua Tim, Agusthinus Wali kepada media ini mengatakan, Penyakit gigi dan mulut dapat menyebabkan keterbatasan fungsional serius seperti fungsi bicara dan pengunyahan. Selain itu,akan menimbulkan ketidaknyamanan seperti bau mulut, gigi yang rusak, dan dampak psikologis tidak percaya diri.


“Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian dari kesehatan tubuh yang sangat penting, karena gigi dan mulut adalah pintu gerbang masuknya kuman dan bakteri dan dapat mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya. Permasalahan ini dapat memicu terjadinya stunting. Hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 menunjukkan bahwa provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan angka stunting tertinggi secara nasional dengan catatan angka stunting mencapai 37,8 persen,”ungkapnya. 



Menurut Agusthinus, Sejauh ini, penyuluhan kesehatan gigi di posyandu dilakukan melalui pengajaran secara langsung kepada kader posyandu tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar, dan tentang pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.


Ia menjelaskan, Permenkes No.80 tahun 2015 tentang upaya kesehatan gigi dan mulut telah menyebutkan Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) digunakan dalam upaya pemberdayaan dan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan gigi. 


“Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) menggunakan sistem penilaian dengan menggunakan warna, sehingga seorang ibu maupun kader Posyandu dapat menilai faktor resiko karies gigi dini pada gigi susu anak usia balita,”ucapnya.


Agusthinus menerangkan, berdasarkan wawancara dengan pihak Kepala Desa Baumata terdapat 10 anak dengan status gizi kurang dan sangat kurang. 


“Berdasarkan hal tersebut diatas, maka tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang bermaksud akan melaksanakan pemberdayaan orang tua balita stunting untuk dapat menggunakan kartu menuju gigi sehat (KMGS) dan pemberian makanan tambahan bagi balita stunting di Desa Baumata,”kata Agusthinus.



 Agusthinus menambahkan, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya ialah pengabdian kepada masyarakat di sekitar Desa Baumata.

 

“Melalui kegiatan ini kami memberikan penyuluhan/konseling kepada ibu balita stunting, kami juga memberikan konseling kepada ibu agar rutin mengantarkan anaknya ke Puskesmas untuk memeriksakan kondisi Kesehatan gigi anaknya menggunakan KMGS dan pemberian makanan tambahan bagi balita stunting,”tambahnya.


Ia menerangkan, metode pelaksanaan dalam kegiatan ini berupa pengukuran tingkat pengetahuan ibu balita stunting, status kesehatan gigi dan status gizi balita stunting. MMD dengan pengurus posyandu tentang masalah yang dihadapi dan program kegiatan yang akan dilakukan meliputi kegiatan promotive, prefentif, pemberdayaan ibu dibidang Kesehatan gigi (penggunaan KMGS bagi balita stunting).


“Selain itu, kami juga melakukan pendampingan pemberian makanan tambahan bagi balita stunting, memutar video tentang menyikat gigi yang baik dan benar. Demostrasi dan bimbingan cara menyikat gigi yang baik dan benar untuk meningkatkan keterampilan dan status kebersihan gigi dan mulut balita stunting,”pungkasnya. (MI)




Direktur TI BPJS Kesehatan Ungkap Layanan Digital Program JKN ke Belahan Dunia


Denpasar,nwartapedia.com
– BPJS Kesehatan terus melakukan pengembangan layanan digital untuk menghadirkan akses pelayanan kesehatan yang mudah kepada seluruh masyarakat. 

Digitalisasi terhadap berbagai pelayanan yang diterapkan baik di kantor hingga di fasilitas kesehatan kini dianggap telah menjawab kebutuhan masyarakat di era perkembangan teknologi saat ini. 
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan menyebut upaya peningkatan infrastruktur dengan memanfaatkan teknologi kesehatan digital saat ini sangat dibutuhkan. 
Menurutnya, digitalisasi terhadap pelayanan dapat memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan layanan kesehatan berkualitas bagi semua orang, sehingga Indonesia bisa mencapai Universal Health Coverage (UHC). 
“Saat ini, implementasi Program JKN telah ditunjang dengan infrastruktur digital yang mumpuni. Inovasi berbasis digital, pengelolaan data sampel dan didukung dengan pengelolaan command center yang baik menjadi salah satu tonggak penting untuk penyelenggaraan Program JKN yang optimal,” ungkap Edwin pada Rabu (06/04/2024).
Edwin menjelaskan, pengembangan kompetensi digital dalam memperkuat penyelenggaraan jaminan kesehatan juga sangat penting, termasuk penerapan teknologi baru seperti Artificial Intellegent (AI). 
Bukan hanya itu, ia juga menekankan pentingnya tata kelola data kesehatan guna memastikan pengelolaan data yang aman, efisien, serta menumbuhkan kepercayaan dan integritas dalam perlindungan data pribadi dalam ekosistem layanan kesehatan. 

Ia menyebut, penyelenggaraan Program JKN juga telah mengelola data yang sangat besar. Hingga saat ini, jumlah pemanfaatan data sampel lebih dari Setiap harinya, ada 112 juta transaksi data yang berlangsung di dalam ekosistem Program JKN, atau 1.296 transaksi data per detik. Terdapat 397,8 miliar row data, yang meliputi data kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan iuran.“Dengan pengelolaan data yang sangat besar, tentu keamanan data yang dibutuhkan semakin tinggi. Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan telah menerapkan enam layer proteksi terhadap keamanan data, dimulai dari menentukan parameter keamanan, keamanan jaringan, keamanan endpoint, keamanan di elemen manusia, kemanan terhadap aplikasi hingga kemanan terhadap data yang dimiliki,” jelas Edwin. 

Dalam kesempatan tersebut, Edwin juga memperkenalkan berbagai inovasi berbasis digital yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan. Salah satu inovasi yang dihadirkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal melalui Aplikasi Mobile JKN. Inovasi ini telah mengubah pengalaman peserta di fasilitas kesehatan, mengurangi waktu tunggu di rumah sakit yang sebelumnya bisa mencapai 6 jam menjadi hanya 2,5 jam. Selain itu, Aplikasi Mobile JKN juga memungkinkan peserta untuk mengakses riwayat pelayanan kesehatan mereka dalam 12 bulan terakhir melalui i-Care JKN. 

Dengan i-Care JKN, dokter dan peserta dapat melihat riwayat kunjungan, tindakan medis, dan obat yang diberikan oleh fasilitas kesehatan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, sehingga dokter juga dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat.

 BPJS Kesehatan juga telah menghadirkan layanan digital yang bisa diakses peserta untuk kebutuhan informasi pelayanan dan pengaduan, seperti Chat Asisstant JKN (CHIKA), Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), Voice Interractive JKN (VIKA) hingga BPJS Kesehatan Care Center 165.

Di sektor pendaftaran, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan E-Dabu yang bisa dimanfaatkan oleh badan usaha untuk mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta JKN.

“Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah memperkenalkan berbagai inovasi lainnya, seperti skrining riwayat kesehatan, yang bertujuan sebagai upaya preventif bagi peserta JKN dalam mencegah penyakit kronis. Ada juga telemedicine yang bisa memudahkan peserta untuk berobat jarak jauh. Harapannya, dengan inovasi digital yang dihadirkan bisa menghadirkan sistem layanan kesehatan yang mudah bagi seluruh peserta JKN,” tutup Edwin. (***)