Gelar Pengobatan Gratis, Warga Ucap Terima Kasih Dokter Christian Widodo

Kupang,nwartapedia.com –  Warga Kelurahan Fatukoa mengucapkan terima kasih kepada Dokter Christian Widodo bersama tim menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis yang berlangsung di Gereja GMIT Luz Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Kamis (18/07/2024).

Yublina Manggoa sebagai Koordinatoa  Bidang Diakonina Gereja Luz Fatukoa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dokter Christian Widodo dan para medis yang memberikan pengobatan gratis. 

“Terima kasih kepada Dokter Christian Widodo bersama tim media yang sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada kami berupa pemeriksaan kesehatan, dapat obat-obatan, pembagian masker dan kaca mata secara gratis,”ungkapnya.

Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo dan tim adalah momen yang sangat berharga karena ini merupakan kunjungan pelayanan kesehatan pertama di Gereja GMIT Luz Fatukoa.

“Puji Tuhan, ini momen berharga bagi kami khususnya para lansia di jemaat ini sehingga semua warga dengan senang hati datang untuk berobat,”kata Yublina.

Ditempat yang sama, Pendeta Gereja GMIT Luz Fatukoa, Marlien Ellen Pie Bani, S,Th disela-sela kegiatan juga menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Dokter Christian Widodo dan tim medis yang hadir memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaatnya.

“Saya mengucapkan terima kasih untuk pengobatan gratis dari Dokter Christian dan tim yang peduli terhadap kesehatan jemaat saya khususnya para lansia,”ujarnya.

Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo merupakan suatu panggilan pelayanan kesehatan, hal ini dikerenakan jemaatnya takut untuk melakukan pengobatan di rumah sakit.

“Jemaat disini takut berobat ke dokter sehingga kehadiran Dokter Christian dan tim medis merupakan suatu panggilan pelayanan disini kami merasa diperhatikan,”ucapnya.

Ia berharap kegiatan bakti sosial ini terus dilakukakan untuk membantu masyarakat Fatukoa.

“Saya berharap kegiatan pengobatan gratis ini terus dilakukan karena bekerjasama dengan tim dari puskesmas yang ada,”harapnya.

Pendeta yang menakhodai 200-an Kepala Keluarga di Gereja GMIT Luz Fatukoa ini menuturkan, jemaatnya sangat antusias dengan pengobatan gratis yang diberikan.

“Memang tidak semua hadir karena kesibukan di kebun karena mayoritas jemaat berprofesi sebagai petani tetapi puji Tuhan sebagian besar datang dalam pelayanan kesehatan ini,”ungkapnya. 

Sementara itu, bakal calon (balon) Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengatakan, dalam periode tahun 2024 telah melakukan pengobatan gratis sebanyak empat kali di Kelurahan Fatukoa.

“Dalam periode tahun ini (2024, red) untuk Fatukoa sudah empat kali pengobatan gratis. Tapi ini kita rutin keliling Kota Kupang dalam seminggu bisa lima kali di enam kecamatan,”kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT ini.

Baginya, memberikan pelayanan pengobatan gratis yang sudah dijalankan selama 8 (delapan) tahun terakhir memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat Kota Kupang. 

“Kami konsisten untuk menjemput bola karena banyak masyarakat yang sakit tapi mau ke puskesmas jaraknya jauh dimana ada yang kekurangan biaya transportasi. Apalagi yang berpenghasilan harian jika sakit maka tidak bisa mendapat penghasilan. sehingga kami datang dan memberikan pelayanan agar mereka bisa sembuh dan kembali melakukan aktivitasnya,”ungkap anggota DPRD Provinsi NTT ini dari daerah pemilihan (dapil) Kota Kupang.

Dalam kesempatan itu dirinya menghimbau masyarakat untuk segera mengurus kartu BPJS Kesehatan. 

“Dan bagi masyarakat yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan silahkan diurus karena ada BPJS gratis dan mandiri supaya masyarakat sakit tidak perlu biaya yang besar,”ucapnya.

Lebih lanjut kata dia, saat ini pemerintah minta agar semua warga harus mempunyai kartu BPJS Kesehatan.

“Nanti urus surat keterangan tidak mampu di kantor kelurahan lalu bawa ke Kantor Dinas Sosial dan BPJS supaya dapat kartu BPJS Kesehatan gratis,”pungkasnya. (MI)




Gelar Baksos Pengobatan Gratis, Warga Ucap Terima Kasih Dokter Christian Widodo

                                  

Kupang,mwartapedia.com –  Warga Kelurahan Fatukoa mengucapkan terima kasih kepada Dokter Christian Widodo bersama tim menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis yang berlangsung di Gereja GMIT Luz Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Kamis (18/07/2024).


Yublina Manggoa sebagai Koordinatoa  Bidang Diakonina Gereja Luz Fatukoa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dokter Christian Widodo dan para medis yang memberikan pengobatan gratis. 


“Terima kasih kepada Dokter Christian Widodo bersama tim media yang sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada kami berupa pemeriksaan kesehatan, dapat obat-obatan, pembagian masker dan kaca mata secara gratis,”ungkapnya.


Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo dan tim adalah momen yang sangat berharga karena ini merupakan kunjungan pelayanan kesehatan pertama di Gereja GMIT Luz Fatukoa.


“Puji Tuhan, ini momen berharga bagi kami khususnya para lansia di jemaat ini sehingga semua warga dengan senang hati datang untuk berobat,”kata Yublina.


Ditempat yang sama, Pendeta Gereja GMIT Luz Fatukoa, Marlien Ellen Pie Bani, S,Th disela-sela kegiatan juga menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Dokter Christian Widodo dan tim medis yang hadir memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaatnya.


“Saya mengucapkan terima kasih untuk pengobatan gratis dari Dokter Christian dan tim yang peduli terhadap kesehatan jemaat saya khususnya para lansia,”ujarnya.


Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo merupakan suatu panggilan pelayanan kesehatan, hal ini dikerenakan jemaatnya takut untuk melakukan pengobatan di rumah sakit.


“Jemaat disini takut berobat ke dokter sehingga kehadiran Dokter Christian dan tim medis merupakan suatu panggilan pelayanan disini kami merasa diperhatikan,”ucapnya.


Ia berharap kegiatan bakti sosial ini terus dilakukakan untuk membantu masyarakat Fatukoa.


“Saya berharap kegiatan pengobatan gratis ini terus dilakukan karena bekerjasama dengan tim dari puskesmas yang ada,”harapnya.


Pendeta yang menakhodai 200-an Kepala Keluarga di Gereja GMIT Luz Fatukoa ini menuturkan, jemaatnya sangat antusias dengan pengobatan gratis yang diberikan.


“Memang tidak semua hadir karena kesibukan di kebun karena mayoritas jemaat berprofesi sebagai petani tetapi puji Tuhan sebagian besar datang dalam pelayanan kesehatan ini,”ungkapnya. 


Sementara itu, bakal calon (balon) Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengatakan, dalam periode tahun 2024 telah melakukan pengobatan gratis sebanyak empat kali di Kelurahan Fatukoa.


“Dalam periode tahun ini (2024, red) untuk Fatukoa sudah empat kali pengobatan gratis. Tapi ini kita rutin keliling Kota Kupang dalam seminggu bisa lima kali di enam kecamatan,”kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT ini.


Baginya, memberikan pelayanan pengobatan gratis yang sudah dijalankan selama 8 (delapan) tahun terakhir memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat Kota Kupang. 


“Kami konsisten untuk menjemput bola karena banyak masyarakat yang sakit tapi mau ke puskesmas jaraknya jauh dimana ada yang kekurangan biaya transportasi. Apalagi yang berpenghasilan harian jika sakit maka tidak bisa mendapat penghasilan. sehingga kami datang dan memberikan pelayanan agar mereka bisa sembuh dan kembali melakukan aktivitasnya,”ungkap anggota DPRD Provinsi NTT ini dari daerah pemilihan (dapil) Kota Kupang.


Dalam kesempatan itu dirinya menghimbau masyarakat untuk segera mengurus kartu BPJS Kesehatan. 


“Dan bagi masyarakat yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan silahkan diurus karena ada BPJS gratis dan mandiri supaya masyarakat sakit tidak perlu biaya yang besar,”ucapnya.


Lebih lanjut kata dia, saat ini pemerintah minta agar semua warga harus mempunyai kartu BPJS Kesehatan.


“Nanti urus surat keterangan tidak mampu di kantor kelurahan lalu bawa ke Kantor Dinas Sosial dan BPJS supaya dapat kartu BPJS Kesehatan gratis,”pungkasnya. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Gelar Diseminasi Dokumen RPAM dan Bintek SOP RPAM

 

Kupang,nwartapedia.com –  Guna meningkatkan pelayanan air yang lebih baik, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang menggelar Diseminasi Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dan Bimtek SOP RPAM yang berlangsung di Hotel Sotis Kupang pada Senin (01/07/2024).

Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan ini memberikan apresiasi kepada kegiatan workshop yang bekerjasama dengan PLAN Internasional Indonesia untuk mengatasi bahaya kekeringan di Kota Kupang.

“Atas nama pemerintah Kota Kupang, saya mengapresiasi dan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan workshop diseminasi karena kita ketahui bersama bahwa Kota Kupang menghadapi tantangan besar dalam penyajian air minum yang aman dan berkelanjutan dengan risiko kekeringan dan bencana alam yang mengancam pasokan air oleh karena itu dokumen RPAM yang telah disusun merupakan langkah strategis dalam memastikan pasokan air minum agar tahan terhadap dampak perubahan iklim dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat termasuk kelompok rentan,”ungkapnya.

Menurutnya. bekerjasama dengan PLAN Internasional Indonesia dan stakholder terkait, diharapkan Perumda Air Minum dapat memberikan pelayanan penyediaan air bersih 

“Dengan kerjasama dengan PLAN internasional Indonesia kita telah mempelajari banyak praktek dan pembelajaran dari program ini berhasil kepada penerima manfaat tetapi juga menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam perencanaan presentasi dan penyediaan air minum,”ujarnya.

Dia berharap melalui kerjasama ini Perumda Air Minum dapat memiliki perencanaan ketahanan pasokan air baik melalui peningkatan maupun perencanaan berbasis resiko sehingga mampu menyediakan layanan air minum yang aman, baik dan kualitas.

“Melalui kerjasama dengan berbagai pihak tentu mempertimbangkan berbagai dampak perubahan iklim dan kebutuhan kelompok rentan termasuk perempuan, anak-anak dan penyandang disabilitas serta para lansia,”katanya.

Djidja Kadiwanu menambahkan, dokumen yang dibahas dalam workshop hari ini mengandung berbagai rencana aksi yang harus  diimplementasikan secara bersama-sama.

“Saya berharap melalui workshop  ini kita dapat menyebarluaskan informasi dan pemahaman mengenai dokumen RPAM kepada seluruh pemangku kepentingan menentukan peluang dan tantangan dalam implementasi RPAM serta merumuskan perencanaan yang konkret untuk mengatasi tantangan tersebut dan memastikan keberhasilan pelaksanaan RPAM di Kota Kupang,”harapnya.

Sementara itu, Area Program Manager PLAN Internasional Indonesia, Samuel Niap dokumen RPAM ini sangat penting karena dokumen ini merupakan yang pertama di Provinsi NTT.

‘Menyadari bahwa dokumen ini penting untuk bisa menjamin kualitas air minum untuk dimanfaatkan bagi masyarakat Kota Kupang, kegiatan ini ada di bawah project PLAN namanya project quarter volume yang sudah mulai dijalankan sejak awal 2023 jadi terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah  bekerja keras untuk kolaborasi dengan pemerintah Kota Kupang,”Ujarnya 

Ia menjelaskan, Kota Kupang memiliki 28 sumber air dimana terdapat 1 mata air, 1 air permukaan dan 26 air tanah

“Didefinisikan hari ini terkait dengan air permukaan jadi khusus untuk kali Denteng dengan informasi itu terpapar ada tiga kelurahan yakni Kelurahan Fontein, Kelurahan Air Mata dan Kelurahan Nunleu,”jelasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PDAM Kota Kupang bersama tim narasumber yang telah menyusun RPAM.

“Terima kasih banyak untuk teman-teman PDAM informasi bahwa RPAM peyusun ini sudah memasukkan unsur adaptasi perubahan iklim semoga bersama lintas sektor terkait depannya secara aktif,”pungkasnya, (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Gelar Diseminasi Dokumen RPAM dan Bimtek SOP RPAM

 

Kupang,nwartapedia.com –  Guna meningkatkan pelayanan air yang lebih baik, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang menggelar Diseminasi Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dan Bimtek SOP RPAM yang berlangsung di Hotel Sotis Kupang pada Senin (01/07/2024).

Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan ini memberikan apresiasi kepada kegiatan workshop yang bekerjasama dengan PLAN Internasional Indonesia untuk mengatasi bahaya kekeringan di Kota Kupang.

“Atas nama pemerintah Kota Kupang, saya mengapresiasi dan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan workshop diseminasi karena kita ketahui bersama bahwa Kota Kupang menghadapi tantangan besar dalam penyajian air minum yang aman dan berkelanjutan dengan risiko kekeringan dan bencana alam yang mengancam pasokan air oleh karena itu dokumen RPAM yang telah disusun merupakan langkah strategis dalam memastikan pasokan air minum agar tahan terhadap dampak perubahan iklim dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat termasuk kelompok rentan,”ungkapnya.

Menurutnya. bekerjasama dengan PLAN Internasional Indonesia dan stakholder terkait, diharapkan Perumda Air Minum dapat memberikan pelayanan penyediaan air bersih 

“Dengan kerjasama dengan PLAN internasional Indonesia kita telah mempelajari banyak praktek dan pembelajaran dari program ini berhasil kepada penerima manfaat tetapi juga menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam perencanaan presentasi dan penyediaan air minum,”ujarnya.

Dia berharap melalui kerjasama ini Perumda Air Minum dapat memiliki perencanaan ketahanan pasokan air baik melalui peningkatan maupun perencanaan berbasis resiko sehingga mampu menyediakan layanan air minum yang aman, baik dan kualitas.

“Melalui kerjasama dengan berbagai pihak tentu mempertimbangkan berbagai dampak perubahan iklim dan kebutuhan kelompok rentan termasuk perempuan, anak-anak dan penyandang disabilitas serta para lansia,”katanya.

Djidja Kadiwanu menambahkan, dokumen yang dibahas dalam workshop hari ini mengandung berbagai rencana aksi yang harus  diimplementasikan secara bersama-sama.

“Saya berharap melalui workshop  ini kita dapat menyebarluaskan informasi dan pemahaman mengenai dokumen RPAM kepada seluruh pemangku kepentingan menentukan peluang dan tantangan dalam implementasi RPAM serta merumuskan perencanaan yang konkret untuk mengatasi tantangan tersebut dan memastikan keberhasilan pelaksanaan RPAM di Kota Kupang,”harapnya.

Sementara itu, Area Program Manager PLAN Internasional Indonesia, Samuel Niap dokumen RPAM ini sangat penting karena dokumen ini merupakan yang pertama di Provinsi NTT.

‘Menyadari bahwa dokumen ini penting untuk bisa menjamin kualitas air minum untuk dimanfaatkan bagi masyarakat Kota Kupang, kegiatan ini ada di bawah project PLAN namanya project quarter volume yang sudah mulai dijalankan sejak awal 2023 jadi terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah  bekerja keras untuk kolaborasi dengan pemerintah Kota Kupang,”Ujarnya 

Ia menjelaskan, Kota Kupang memiliki 28 sumber air dimana terdapat 1 mata air, 1 air permukaan dan 26 air tanah

“Didefinisikan hari ini terkait dengan air permukaan jadi khusus untuk kali Denteng dengan informasi itu terpapar ada tiga kelurahan yakni Kelurahan Fontein, Kelurahan Air Mata dan Kelurahan Nunleu,”jelasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PDAM Kota Kupang bersama tim narasumber yang telah menyusun RPAM.

“Terima kasih banyak untuk teman-teman PDAM informasi bahwa RPAM peyusun ini sudah memasukkan unsur adaptasi perubahan iklim semoga bersama lintas sektor terkait depannya secara aktif,”pungkasnya, (MI)




Dosen dan Mahasiswa FKM UNDANA Beri Edukasi Penyebaran Varian Baru Virus Covid-19 di Pasar Oebobo

Kupang,mwartapedia.com – Sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) mengadakan pengabdian masyarakat dengan mengambil tema Penegakan Protokol Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Varian EG.5 – Covid 19 yang berlangsung Pasar Oebobo, Kota Kupang pada Jumad (24/05/2024).


Pengabdian ini merupakan bagian dari tri darma perguruan tinggi selain pendidikan, pengajaran dan penelitian. Adapun dosen yang melaksanakan pengabdian tersebut adalah Eryc Z. Haba Bunga, S.KM., M.Epid sebagai Ketua Tim, Dr. Marni, S.KM., M.Kes sebagai anggota dan Indriati A. Tedju Hinga, S.KM., M.Sc sebagai anggota dan kegiatan ini juga melibatkan empat orang mahasiswa FKM UNDANA.


Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Eryc Z. Haba Bunga, S.KM., M.Epid mengatakan bahwa COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia. 


“Virus tersebut terus bermutasi dan diketahui terdapat varian baru yang lebih dikenal dengan varian EG.5 atau eris yang mempunyai kemampuan untuk menyerang kekebalan tubuh serta tingkat penularannya yang cepat yaitu telah tersebar ke 51 Negara,”ujarnya.




Eryc Bunga mengungkapkan, Varian EG.5 menyebar saat orang terinfeksi batuk dan menyebarkan droplet yang mengandung virus ke udara. 


“Ini bisa terhirup masuk atau menyebabkan infeksi jika anda menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang menyentuh permukaan tempat virus jatuh,”ungkapnya. 


Eryc Bunga menerangkan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, hal yang paling penting mencegah penularan adalah menjaga kebersihan dan beberapa langkah yang perlu dilakukan adalah dengan sering cuci tangan dengan sabun dan air atau dengan gel pembersih. 


“Langkah ini dapat membunuh virus di tangan, dan jangan menyentuh mata, hidung, mulut. Tangan yang menyentuh banyak permukaan dapat membawa virus. Dari situ, virus masuk ke tubuh bila menyentuh wajah,”terangnya.


Ia menambahkan, adapun tantangan yang dihadapi bersama saat ini adalah bagaimana upaya yang maksimal untuk dapat mencegah penyebaran varian EG.5 ini. Pasar tradisional memang menjadi tempat yang cukup rawan dalam kaitannya dengan potensi penyebaran virus Corona. 


“Oleh karena pasar tradisional salah satu tempat yang cukup rawan untuk penyebaran varian EG.5 maka ditentukan untuk menjadi lokus dalam melakukan pengabadian masyarakat dengan sasaran para pedagang maupun pengunjung pasar dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang penyebaran virus corona varian EG.5 dan dampaknya serta penegakkan protokol Kesehatan seperti pembagian masker dan hand sanitizer serta cara pemakaian yang baik dan benar, kemudian stimulus pengetahuan tentang protokol kesehatan yang juga mencakup etika batuk dan bersin,”tambahnya. 


Eryc Bunga menuturkan, kegiatan penegakkan protokol kesehatan dilaksanakan dengan metode pemberian edukasi dengan cara penyuluhan  dan juga membagikan masker bagi para pedagang dan pembeli di Pasar Tradisional Oebobo. 


“Sebelum memulai kegiatan peserta terlebih dulu diberikan pretest untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan mengenai protokol kesehatan varian EG.5. Selama kegiatan berlangsung peserta dalam hal ini penjual dan pengunjung Pasar Tradisional Oebobo terlihat antusias, dan itu terlihat dari terjadinya peningkatan pengetahuan yang signifikan terkait etika dalam protokol kesehatan,”pungkasnya. (MI)




Cegah Dampak Merokok Terhadap Remaja, FKM UNDANA Adakan Pengabdian Masyarakat di SMPN 20

Kupang,nwartapedia.com –  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi dampak merokok terhadap kesehatan remaja di SMP Negeri 20 Kota Kupang yang berlangsung pada Kamis, (06/06/2024).

Tim yang terdiri dari Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes., sebagai dosen tetap PNS pada Program studi Kesehatan  Masyarakat; sedangkan pemateri tunggal dari kegiatan ini adalah Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si yang juga adalah dosen tetap PNS pada prodi Kesehatan  Masyarakat dan juga dihadiri oleh beberapa staf dosen FKM UNDANA dan beberapa mahasiswa aktif pada FKM UNDANA.

Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes mengatakan bahwa Rokok adalah penyebab kematian dini yang bisa dicegah. Sudah banyak terbukti dari hasil penelitian bahwa racun dalam rokok dapat membahayakan Kesehatan seseorang (Cahyono, 2008).

“Menurut Partodiharjo (2006) rokok mengandung zat psikoaktif bernama nikotin dan 4000 zat kimia yang berbahaya, yaitu 20 macam diantaranya adalah toksik atau zat racun yang mematikan,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, usia remaja merupakan usia yang penuh gejolak dan cenderung lebih menuruti kemauan mereka yang cenderung menuntun mereka untuk mengambil keputusan yang salah, termasuk didalamnya adalah keputusan untuk merokok. 

“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun kesadaran pada remaja dalam rangka menghindari kebiasaan merokok dan menerapkan kebiasaan pola hidup yang sehat,”jelasnya. 

Menurutnya, kegiatan pengabdian ini merupakan wujud nyata dari kampus, khususnya FKM UNDANA dalam pelaksanaan fungsi tridharma perguruan tinggi di samping pendidikan/pengajaran dan penelitian. 

“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan secara langsung kepada remaja yakni di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan membagikan pula leaflet kepada para remaja untuk mengerti secara visual bahaya rokok bagi kesehatan mereka,”ucapnya. 

Deviarbi Tira menambahkan, target luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan para siswa terkait bahaya merokok dan upaya pencegahan kebiasaan merokok. 

“Beberapa X-Banner dibuat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya merokok bagi remaja,”tambahnya.   

Sebagai pemateri tunggal, Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si memaparkan, para perokok memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk terkena penyakit kanker,

“Kanker paru menjadi yang paling umum dan merupakan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90 persen kematian akibat penyakit paru di seluruh dunia,”paparnya.

Ia menjelaskan, hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika berhenti, risiko kematian akibat kanker paru akan turun 50 persen dibandingkan mereka yang merokok. 

“Sepuluh tahun berhenti merokok, risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun,”jelasnya.

Menurutnya, mayoritas penyakit Ca paru disebabkan oleh karsinogen dan promotor tumor yang masuk ke dalam tubuh melalui kebiasaan merokok. 

“Secara keseluruhan, risiko relatif terjadinya kanker paru meningkat sekitar 13 kali lipat oleh kebiasaan merokok yang aktif dan sekitar 1,5 kali lipat oleh pajanan pasif dalam waktu yang lama (Soemantri, 2009),”pungkasnya.

Kegiatan ini dibuka oleh ibu Oktaviana Djara Balle, S.Pd, guru pada SMP Negeri 20 Kota Kupang. yang diikuti oleh 100 Pelajar berusia remaja dan diakhiri dengan evaluasi berupa tanya jawab dengan peserta kegiatan untuk mengetahui  pemahaman mereka atas materi penyuluhan yang diberikan. (MI)




Tim Pengabdian Masyarakat FKM UNDANA Berikan Edukasi CTPS di Paud dan TK St. A. Paulo

Kupang,nwartapedia.com – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana yang diketuai oleh Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menggagas program untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dengan kebiasaan kecil Mencuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) bagi siswa Pendidikan Usia Dini dan TK. St. A. Paulo di Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang berlangsung pada Jumad (07/06/2024).

Tim yang terdiri dari 3 dosen dan 4 mahasiswa FKM UNDANA ini  menyelenggarakan “Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui pola CTPS di sekolah berbasis animasi di Wilayah Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata”. 

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menuturkan, sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. 

“Penyebaran penyakit menular di sekolah sangat rentan terjadi, baik dari teman sekelas yang sedang sakit atau lingkungan sekolah yang tidak bersih,”ungkapnya. 

Oleh karena itu, tambahnya, seluruh masyarakat sekolah harus selalu waspada dan melakukan berbagai langkah-langkah pencegahan agar kesehatan anak tetap terjaga. 

“Anak-anak lebih berisiko terkena penyakit menular, sebab daya tahan tubuhnya masih lemah dan kesadaran akan menjaga kebersihan diri yang masih kurang,”tambahnya. 

Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan tempat yang rentan bagi anak untuk tertular berbagai macam penyakit, mulai dari lingkungan yang kotor, jajanan yang tidak sehat, hingga interaksi yang tinggi dengan teman sekelas. 

Cathrin Geghi menjelaskan, sebagian besar anak juga belum memahami sepenuhnya tentang kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan setiap saat, dan masih perlu selalu diingatkan. 

“Oleh karena itu, bimbingan dan pengawasan dari guru, orang tua, dan para pemerhati kesehatan sangat penting dilakukan dan dibiasakan,”jelasnya. 

Baginya, perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan kegiatan yang biasa dilakukan setiap hari, namun aktivitas tersebut sering dilupakan oleh orang-orang. 

“Melakukan CTPS merupakan hal yang sepele buat kebanyakan orang,”kata Chatrin. 

Diharapkan aksi nyata yang dilakukan sivitas akademi FKM UNDANA ini mampu untuk terus meningkatkan pengetahuan dan sikap anak-anak sejak dini untuk terbiasa melakukan pola CTPS dimana saja sebelum dan setelah melakukan kegiatan. 

Dosen yang terlibat yakni Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc, Tanti Rahayu, S.Si. M.Sc dan drh. Galuh W. K. D. Larasati, M.Si

Sementara mahasiswa yang terlibat terdiri dari Stefanus K. Nahak, Eusebia De F. Mulci Wulan, Gracia A. C. Putri Hany dan Regina P. M. Tengko. (MI)




Cegah Dampak Merokok Terhadap Remaja, FKM UNDANA Adakan Pengabdian Masyarakat di SMPN 20

 

Kupang,mwartapedia.com –  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi dampak merokok terhadap kesehatan remaja di SMP Negeri 20 Kota Kupang yang berlangsung pada Kamis, (06/06/2024).


Tim yang terdiri dari Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes., sebagai dosen tetap PNS pada Program studi Kesehatan  Masyarakat; sedangkan pemateri tunggal dari kegiatan ini adalah Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si yang juga adalah dosen tetap PNS pada prodi Kesehatan  Masyarakat dan juga dihadiri oleh beberapa staf dosen FKM UNDANA dan beberapa mahasiswa aktif pada FKM UNDANA.


Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, Deviarbi Sakke Tira, SKM., M. Kes mengatakan bahwa Rokok adalah penyebab kematian dini yang bisa dicegah. Sudah banyak terbukti dari hasil penelitian bahwa racun dalam rokok dapat membahayakan Kesehatan seseorang (Cahyono, 2008).


“Menurut Partodiharjo (2006) rokok mengandung zat psikoaktif bernama nikotin dan 4000 zat kimia yang berbahaya, yaitu 20 macam diantaranya adalah toksik atau zat racun yang mematikan,”ungkapnya.


Ia menjelaskan, usia remaja merupakan usia yang penuh gejolak dan cenderung lebih menuruti kemauan mereka yang cenderung menuntun mereka untuk mengambil keputusan yang salah, termasuk didalamnya adalah keputusan untuk merokok. 

“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun kesadaran pada remaja dalam rangka menghindari kebiasaan merokok dan menerapkan kebiasaan pola hidup yang sehat,”jelasnya. 


Menurutnya, kegiatan pengabdian ini merupakan wujud nyata dari kampus, khususnya FKM UNDANA dalam pelaksanaan fungsi tridharma perguruan tinggi di samping pendidikan/pengajaran dan penelitian. 


“Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan secara langsung kepada remaja yakni di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan membagikan pula leaflet kepada para remaja untuk mengerti secara visual bahaya rokok bagi kesehatan mereka,”ucapnya. 


Deviarbi Tira menambahkan, target luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan para siswa terkait bahaya merokok dan upaya pencegahan kebiasaan merokok. 


“Beberapa X-Banner dibuat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya merokok bagi remaja,”tambahnya.   


Sebagai pemateri tunggal, Yuliana Radja Riwu, S,KM., M.Si memaparkan, para perokok memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk terkena penyakit kanker.


“Kanker paru menjadi yang paling umum dan merupakan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90 persen kematian akibat penyakit paru di seluruh dunia,”paparnya.


Ia menjelaskan, hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika berhenti, risiko kematian akibat kanker paru akan turun 50 persen dibandingkan mereka yang merokok. 


“Sepuluh tahun berhenti merokok, risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun,”jelasnya.


Menurutnya, mayoritas penyakit Ca paru disebabkan oleh karsinogen dan promotor tumor yang masuk ke dalam tubuh melalui kebiasaan merokok. 


“Secara keseluruhan, risiko relatif terjadinya kanker paru meningkat sekitar 13 kali lipat oleh kebiasaan merokok yang aktif dan sekitar 1,5 kali lipat oleh pajanan pasif dalam waktu yang lama (Soemantri, 2009),”pungkasnya.


Kegiatan ini dibuka oleh Oktoviana Djara Balle, S.Pd sebagai guru di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan diikuti oleh 100 pelajar yag berusia remaja. 


Kegiatan tersebut diakhiri dengan evaluasi berupa tanya jawab dengan peserta untuk mengetahui pemahaman mereka atas materi penyuluhan yang diberikan. (MI)`




Tim Pengabdian Masyarakat FKM UNDANA Berikan Edukasi CTPS di Paud dan TK St. A. Paulo

Kupang,mwartapedia.com – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana yang diketuai oleh Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menggagas program untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dengan kebiasaan kecil Mencuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) bagi siswa Pendidikan Usia Dini dan TK. St. A. Paulo di Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang berlangsung pada Jumad (07/06/2024).


Tim yang terdiri dari 3 dosen dan 4 mahasiswa FKM UNDANA ini  menyelenggarakan “Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui pola CTPS di sekolah berbasis animasi di Wilayah Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata”. 


Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc menuturkan, sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. 


“Penyebaran penyakit menular di sekolah sangat rentan terjadi, baik dari teman sekelas yang sedang sakit atau lingkungan sekolah yang tidak bersih,”ungkapnya. 


Oleh karena itu, tambahnya, seluruh masyarakat sekolah harus selalu waspada dan melakukan berbagai langkah-langkah pencegahan agar kesehatan anak tetap terjaga. 


“Anak-anak lebih berisiko terkena penyakit menular, sebab daya tahan tubuhnya masih lemah dan kesadaran akan menjaga kebersihan diri yang masih kurang,”tambahnya. 


Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan tempat yang rentan bagi anak untuk tertular berbagai macam penyakit, mulai dari lingkungan yang kotor, jajanan yang tidak sehat, hingga interaksi yang tinggi dengan teman sekelas. 


Cathrin Geghi menjelaskan, sebagian besar anak juga belum memahami sepenuhnya tentang kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan setiap saat, dan masih perlu selalu diingatkan. 


“Oleh karena itu, bimbingan dan pengawasan dari guru, orang tua, dan para pemerhati kesehatan sangat penting dilakukan dan dibiasakan,”jelasnya. 


Baginya, perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan kegiatan yang biasa dilakukan setiap hari, namun aktivitas tersebut sering dilupakan oleh orang-orang. 


“Melakukan CTPS merupakan hal yang sepele buat kebanyakan orang,”kata Chatrin. 


Diharapkan aksi nyata yang dilakukan sivitas akademi FKM UNDANA ini mampu untuk terus meningkatkan pengetahuan dan sikap anak-anak sejak dini untuk terbiasa melakukan pola CTPS dimana saja sebelum dan setelah melakukan kegiatan. 


Dosen yang terlibat yakni Cathrin W. D. Geghi, S.KM, M.Sc, Tanti Rahayu, S.Si. M.Sc dan drh. Galuh W. K. D. Larasati, M.Si


Sementara mahasiswa yang terlibat terdiri dari Stefanus K. Nahak, Eusebia De F. Mulci Wulan, Gracia A. C. Putri Hany dan Regina P. M. Tengko. (MI)




Cegah Gingivitis pada Remaja, Dosen Poltekes Kemenkes Kupang Jurusan Kesehatan Gigi Edukasi Cara Kumur Antiseptik

Kupang,mnartapedia.com – Dosen Kemenkes Poltekkes Kupang Jurusan Kesehatan Gigi Drg. Emma Krisyudhanti, MDSc, Drg. Ratih Variani, M. Kes dan Drg. Shri Ayu Purnami Mahastuti, MKM melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan edukasi tentang cara kumur antiseptik serta pemberian obat untuk menurunkan angka gingivitis pubertas.

Kegiatan ini berlangsung di SMPN 5 Kota Kupang, Kamis (16/05/2024).

Ketua Tim, Drg. Emma Krisyudhanti, MDSc menuturkan, Gingivitis adalah peradangan atau inflamasi yang mengenai jaringan lunak di sekitar gigi.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk melakukan studi epidemiologi kesehatan gigi dan mulut pada kelompok usia 15 tahun yang merupakan usia kritis untuk mengukur indikator penyakit periodontal remaja sebagai usia pemeriksaan, karena gigi tetap yang menjadi indeks penelitian telah lengkap. Berdasarkan data RISKESDAS pada tahun 2018, proporsi masalah kesehatan mulut di Nusa Tenggara Timur karakteristik gingiva bengkak sebanyak 15,7persen, Gusi berdarah sebesar 17,4 persen,”ujarnya.

Drg. Emma Krisyudhanti mengatakan jika belum semua SMP  di Kota Kupang  mendapatkan layanan UKGS secara optimal. SMPN 5 Kota Kupang adalah salah satu sekolah menengah di Kota Kupang yang belum  mendapat layanan UKGS dari puskesmas setempat secara optimal  serta belum ada peran guru sekolah untuk memperhatikan kesehatan rongga mulut siswanya., upaya promotif dan preventif kesehatan gigipun belum didapatkan sekolah ini secara rutin dan berkesinambungan.

“Kondisi tersebut menyebabkan siswa belum memiliki oral self care atau perilaku pemeliharaan kesehatan gigi sendiri, sehingga di masa remaja kemungkinan terjadi gingivitis meningkat,”ujarnya.

 

Drg. Emma Krisyudhanti menerangkan sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas 8 yang berjumlah 340 orang.

“Siswa yang mengalami gingivitis pubertas sebanyak 29 orang,”terangnya.

Ia menjelaskan, Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah edukasi pada siswa dan guru tentang gusi sehat, perawatan dan pencegahan gingivitis pubertas. Kemudian siswa diperiksa gusinya dan bagi yg mengalami gingivitis, diberikan obat kumur antiinflamasi sekaligus antiseptik serta tablet untuk menjaga flora normal dalam rongga mulut.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMPN 5 Kota Kupang tentang Gingivitis, meningkatkan kesehatan gusi siswa SMPN 5 Kota Kupang, memberdayakan siswa SMPN 5 Kota Kupang untuk memiliki perilaku Oral Self Care, membentuk Healthy – Toothed Youth Community di SMPN 5 Kota Kupang,”harapnya.

Drg. Emma Krisyudhanti menegaskan masih kurangnya keperdulian dan kesadaran masyarakat dalam hal ini siswa untuk melakukan perawatan pada gusi yang mengalami bengkak maupun gusi berdarah.

“Maka harapan kami setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pemahaman guru dan siswa dalam menjaga kesehatan gusinya meningkat sehingga dapat meningkatkan perilaku oral self care siswa dan Healthy – Toothed Youth Community di sekolah ini dapat terbentuk,”harapnya.

Drg. Emma Krisyudhanti juga berharap agar dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi Dinas Kesehatan Kota Kupang, agar capaian kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah terutama bagi siswa sekolah menengah pertama dapat terlaksana.

“Selain itu bagi Puskesmas setempat, agar kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah secara tidak langsung terlaksana dan memperluas cakupannya karena adanya peran serta siswa dalam menjaga kesehatan mulutnya,”pungkasnya. (MI)