Ario Trisaksono Tekankan Transparansi dan Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan Media

Kupang,nwartapedia.com  – BPJS Kesehatan Cabang Kupang menggelar diskusi bersama para jurnalis di Rumah Makan Tanjung, Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai ajang silaturahmi serta upaya memperkuat komunikasi antara BPJS Kesehatan dan insan pers, khususnya terkait layanan dan kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Ario Trisaksono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jurnalis yang selama ini berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak Ibu untuk memenuhi undangan kami. Intinya kegiatan ini adalah silaturahmi, sekaligus ruang bagi kita berdiskusi terkait hal-hal yang mungkin masih mengganjal atau memerlukan klarifikasi,” ujar Ario.

Ario menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara BPJS Kesehatan dan media, terutama terkait informasi yang beredar di masyarakat.

“Saya yakin Bapak Ibu sekalian sering berjumpa dengan berbagai berita dan informasi yang mungkin belum jelas. Di sinilah kami berharap bisa menjawab dan memberikan keterangan yang memuaskan, agar masyarakat mendapat informasi yang benar,” jelasnya.

Ia mengajak jurnalis untuk terus mendorong peserta JKN agar melapor bila menemukan layanan yang tidak sesuai prosedur di fasilitas kesehatan.

“Kalau ada keluhan, mohon sampaikan kepada kami secara detail. Rumah sakit mana, kapan kejadiannya, apa bentuk masalahnya. Tanpa informasi lengkap, kami sulit melakukan tindak lanjut,” tegas Ario.

Dalam kesempatan tersebut, Ario juga memaparkan upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan, salah satunya melalui pemanfaatan telekonsultasi pada aplikasi Mobile JKN.

“Kami sudah mendorong seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mengaktifkan layanan telekonsultasi. Namun, kembali lagi kepada peserta, apakah mereka ingin memanfaatkannya atau tidak,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap fasilitas kesehatan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai standar.

Ario menyoroti pentingnya transparansi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang wajib diperbarui secara berkala.

“Kami meminta rumah sakit memperbarui data ketersediaan tempat tidur secara rutin. Jika tidak melakukan update, kami bisa memberikan teguran tertulis,” jelasnya.

Ario menjelaskan bahwa idealnya rumah sakit memiliki sistem yang mampu memperbarui data tempat tidur secara otomatis, seperti konsep sensor parkir di gedung-gedung besar.

Terkait banyaknya pertanyaan tentang kecelakaan tunggal dan koordinasi dengan Jasa Raharja, Ario menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

“Kita pastikan dulu apakah kasus tersebut dijamin Jasa Raharja atau tidak. Jika pelanggarannya berat, seperti tidak memiliki SIM atau melanggar aturan lalu lintas, bisa saja tidak dijamin,” katanya.

Ario juga menekankan kewajiban rumah sakit memasang poster informasi pengaduan peserta JKN, yang berisi kontak petugas rumah sakit dan petugas BPJS Kesehatan.

“Poster itu wajib dipasang. Kalau rumah sakit tidak memasangnya, kami bisa memberikan teguran. Ini penting agar peserta tahu harus lapor ke mana saat mengalami masalah layanan,” ujarnya.

Di akhir sesi, Ario berharap forum seperti diskusi ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan media dalam meningkatkan literasi publik mengenai Program JKN.

“Kami terbuka terhadap saran, masukan, dan laporan dari masyarakat maupun jurnalis. Semua demi perbaikan layanan bagi peserta JKN,” tutupnya. (MI)




Satya JKN Award 2025: Wujud Gotong Royong Bangsa Lindungi Pekerja

Jakarta, nwartapedia.com – BPJS Kesehatan memberikan apresiasi kepada 110 badan usaha terbaik di Indonesia yang dinilai paling berkomitmen dalam menjalankan kewajiban kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut diberikan melalui ajang Satya JKN Award 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan dan membayarkan iuran pekerja bukan hanya bentuk kewajiban administratif, tetapi juga wujud tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap kesejahteraan pekerja.

“Perlindungan kesehatan pekerja adalah fondasi keberlanjutan sebuah perusahaan. Ketika pekerja merasa aman dan terlindungi, produktivitas meningkat dan loyalitas terbentuk. Inilah makna kepatuhan dalam Program JKN bukan karena kewajiban, tapi karena kesadaran akan tanggung jawab sosial,” ujar Ghufron.

Ghufron juga menyampaikan bahwa hingga 1 Oktober 2025, jumlah kepesertaan JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,6 persen dari total penduduk Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 67,2 juta peserta merupakan pekerja penerima upah (PPU) baik di sektor publik maupun swasta.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran badan usaha yang patuh mendaftarkan seluruh pekerjanya, sehingga membantu mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) dan keberlanjutan Program JKN.

“Setiap pekerja berhak atas jaminan kesehatan. Karena itu, kami terus mendorong seluruh badan usaha agar memastikan para pekerjanya terlindungi dalam Program JKN,” tambah Ghufron.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dalam sambutannya menyebut penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan negara terhadap badan usaha yang berkomitmen melindungi kesejahteraan pekerja.

“Komitmen ini sejalan dengan amanat UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak atas jaminan sosial. Kepatuhan badan usaha mendukung keberlanjutan JKN adalah bentuk gotong royong dan investasi jangka panjang bagi produktivitas pekerja,” kata Cak Imin.

Cak Imin menambahkan, Satya JKN Award diharapkan menjadi pendorong untuk meningkatkan kepatuhan badan usaha, memperkuat kualitas layanan, dan mempererat sinergi lintas sektor demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera.

Dalam proses penilaian, BPJS Kesehatan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk menjamin objektivitas dan transparansi.

Penilaian dilakukan berdasarkan indikator kepatuhan pendaftaran pekerja, pelaporan upah, pemanfaatan aplikasi Electronic Data Badan Usaha (EDABU), serta kontribusi sosial perusahaan.

Direktur Pertimbangan Hukum Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan TUN Kejaksaan Agung RI, Rudi Irmawan, menegaskan pentingnya sinergi antara BPJS Kesehatan dan lembaga hukum dalam meningkatkan kepatuhan badan usaha.

“Kami terus memperkuat upaya hukum baik preventif maupun litigasi untuk mendukung keberhasilan Program JKN. Kepatuhan seharusnya menjadi budaya perusahaan, bukan sekadar kewajiban hukum,” tegas Rudi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Cris Kuntadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperluas perlindungan bagi pekerja formal maupun informal sebagai bagian dari transformasi sistem ketenagakerjaan nasional.

“Seluruh pekerja berhak atas jaminan sosial yang layak. Mari kita bangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, berdaya saing, dan berkeadilan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Deputi III Kantor Staf Presiden RI, Syska Hutagalung, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan JKN.

“Kami berkomitmen mengawal agar Program JKN terus berjalan baik. BPJS Kesehatan harus memaksimalkan sumber daya demi peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta,” pungkas Syska.

Melalui Satya JKN Award 2025, BPJS Kesehatan meneguhkan semangat gotong royong nasional dalam memastikan setiap pekerja mendapatkan perlindungan kesehatan.

Program ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem jaminan sosial yang kuat, adil, dan berkelanjutan. ***




Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Atasi Stunting di Desa Baumata Timur

Kupang,nwartapedia.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak, Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Baumata Timur pada tanggal 27 September 2024.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Kegiatan yang dihadiri oleh 6 kader dari Posyandu Desa Baumata Timur dan 15 ibu balita stunting dengan gizi kurang ini, menampilkan demonstrasi cara pembuatan susu sari kedelai yang bernilai gizi tinggi bagi ibu hamil dan anak balita.

Selain itu, tim Poltekkes Kupang juga melakukan pendampingan cara pemberian makan pada anak gizi kurang dan stunting, serta memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi dan status gizi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Desa Baumata Timur dapat memahami pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ibu Aben B.Y.H. Romana, S.Kep, Ns., M.Kep, Ketua Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang.

Dalam kegiatan ini, tim Poltekkes Kupang juga membagikan booklet yang berisi materi pemberian makanan bergizi pada anak balita.

Booklet ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat Desa Baumata Timur dalam meningkatkan kesadaran gizi dan pencegahan stunting.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di masa depan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak,” ujar Ketua Tim Kerjasama Kegiatan Masyarakat Desa Baumata Timur.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Baumata Timur tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak, serta menurunkan angka stunting di daerah tersebut. (MI)




Poltekkes Kemenkes Kupang Wujudkan Desa Raknamo Sebagai Desa Model Bebas Tuberkulosis Paru

Kupang, nwartapedia.com — Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program nasional eliminasi tuberkulosis (TBC), dosen Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Active Case Finding (ACF) dengan menggunakan Portable X-Ray serta penyuluhan kesehatan tentang TBC di Desa Raknamo, Kabupaten Kupang, pada 17 September 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjadi aksi nyata Poltekkes Kupang dalam upaya mewujudkan Desa Raknamo sebagai Desa Model Bebas Tuberkulosis Paru tahun 2030.

Ketua kegiatan, Fransiskus Salesius Onggang, SKp, Ns, MSc, menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat ini menargetkan penemuan kasus TBC paru, khususnya pada individu yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita tuberkulosis.

“Kegiatan ini bertujuan menemukan kasus TBC sejak dini agar penularan dapat ditekan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dan pengobatan TBC,” ujarnya.

Tim pengabdian terdiri dari para dosen Poltekkes Kemenkes Kupang yakni Gadur Blasius, SKep, Ns, MSi, Aben B.Y.H. Romana, SKep, Ns, MKep, Simon Sani Kleden, SKep, Ns, MKep, dan Dominggus Gonsalves, SKep, Ns, MSc.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mereka memanfaatkan alat X-Ray portable yang merupakan hibah dari Pemerintah Arab Saudi, sebagai salah satu inovasi dalam mendukung deteksi dini kasus TBC di NTT.

Selain pemeriksaan menggunakan X-Ray portable, kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan sputum dan uji tuberkulin (Mantoux Test) untuk mendeteksi infeksi akibat Mycobacterium tuberculosis.

Hasil pemeriksaan yang dinyatakan positif akan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan dan rujukan pengobatan di puskesmas setempat.

Menurut Simon Sani Kleden, kegiatan ACF ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak lintas program dan lintas sektor.

“Semakin banyak kasus yang ditemukan, maka cakupan pengobatan akan semakin luas, dan penularan TBC dapat ditekan semaksimal mungkin di Desa Raknamo,” jelasnya.

Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Kupang, Dinas Kesehatan Provinsi NTT (Program P2M), Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Puskesmas Fatukanutu, dan Puskesmas Pembantu Raknamo, serta melibatkan kader TBC desa.

Metode yang digunakan mencakup survei, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan langsung dengan portable X-Ray, dan tindak lanjut bagi masyarakat yang dinyatakan positif.

Sebanyak 94 warga yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC dan menunjukkan gejala TBC paru telah menjalani pemeriksaan.

Kepala Desa Raknamo, Augusto S, SPt, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Kupang. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Raknamo dalam upaya membebaskan desa kami dari TBC,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Raknamo semakin memahami pentingnya pencegahan, pengobatan, dan kepatuhan terapi TBC, serta mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam upaya eliminasi TBC di Kabupaten Kupang.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Poltekkes Kemenkes Kupang bersama pemerintah dan masyarakat menegaskan komitmen untuk mewujudkan NTT Bebas Tuberkulosis Paru pada tahun 2030. (MI)




PINTI NTT Gelar Bhakti Sosial untuk 1.000 Anak di Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI), sebagai organisasi sayap dari INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa), menggelar bhakti sosial bagi 1.000 anak berkebutuhan khusus, anak stunting, dan anak dari keluarga kurang mampu lintas agama di Kota Kupang.

Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Minggu (7/9).

Bhakti sosial ini menjadi kegiatan perdana PINTI NTT setelah kepengurusannya resmi dilantik sehari sebelumnya, Sabtu (6/9), di Harper Hotel Kupang.

Pengurus Daerah PINTI NTT dipimpin oleh dr. Theresia Avila Widodo sebagai Ketua dan Ir. Mariana Nenobais sebagai Sekretaris.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-41 sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak NTT, PINTI menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian obat dan vitamin, serta bingkisan berupa susu, telur, roti, biskuit, dan makanan bergizi.

Chris Liyanto, Bendahara INTI NTT sekaligus Ketua Panitia Bhakti Sosial, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin INTI pusat yang kali ini memilih NTT sebagai penerima manfaat.

“Sejak INTI hadir di NTT, berbagai bantuan dari pusat selalu disalurkan, mulai dari badai Seroja hingga masa pandemi. Kali ini, bersama PINTI yang baru dibentuk, kami melaksanakan bhakti sosial untuk 1.000 anak dengan pemeriksaan kesehatan, vitamin, serta pembagian makanan bergizi,” jelasnya.

Ketua PINTI NTT, dr. Theresia Avila Widodo, menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan 48 tenaga medis yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi anak-anak.

“Kami tidak menyangka antusiasme begitu besar. Kehadiran 1.000 anak hari ini menjadi semangat bagi kami untuk terus melakukan aksi sosial ke depan,” ujarnya.

Ketua INTI Pusat, dr. Meta Agustin, menekankan pentingnya kepedulian bersama untuk mewujudkan generasi emas 2045.

“Anak adalah masa depan bangsa. Mereka berhak mendapat gizi, pendidikan, dan kasih sayang. Karena itu, PINTI dan INTI menghadirkan bhakti sosial ini sebagai wujud nyata perlindungan anak sesuai amanat undang-undang,” tegasnya.

Sementara itu, Pj. Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, mengapresiasi langkah PINTI dan INTI.

“Kegiatan ini bukan sekadar pemberian bantuan, melainkan pesan cinta kasih. Kita semua bertanggung jawab memastikan anak-anak sehat, kuat, dan bergizi, karena mereka adalah penerus estafet pembangunan,” tandasnya.

Dengan mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini diharapkan menjadi awal sinergi PINTI NTT bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan program sosial berkelanjutan demi kesejahteraan anak-anak di NTT.

Acara ini turut dihadiri oleh Deputi Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, dr. Ir. Sri Budiarta Nur Sitepu, M.M, yang mewakili Menteri PPPA, Pj. Sekda Kota Kupang Ignasius R. Lega, Ketua INTI Pusat Tedi Sugianto, Ketua INTI NTT Teo Widodo, serta jajaran pengurus PINTI NTT. (MI)




Pemkot Kupang dan PKK Salurkan Bantuan Gizi untuk Balita, Target Tekan Stunting

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Kupang melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang mengalami gizi kurang.

Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Kota Lama, Selasa (3/9/2025) pagi, dan dibuka langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyerahkan bantuan secara simbolis kepada orang tua balita penerima manfaat, didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya.

Turut hadir anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Talib, Kepala Dinas Kesehatan drg. Retnowati, M.Kes., Camat Kota Lama Mohamad Adriyanto Abdul Jalil, Kapolsek Kota Lama, Danramil Kelapa Lima, para lurah, kepala puskesmas, pengurus PKK, dan para orang tua balita.

Sebanyak 250 balita menjadi sasaran program PMT, dengan tahap awal distribusi kepada 20 balita di Kecamatan Kota Lama.

Setiap paket bantuan berisi susu formula SGM 1 Plus 900 gram, kacang hijau 1 kilogram, dan satu rak telur ayam, khusus untuk bayi dan balita berusia 1–3 tahun yang teridentifikasi mengalami gizi kurang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menekankan bahwa PMT tidak hanya sekadar pembagian bahan makanan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian pemerintah.

“Anak-anak ini adalah masa depan kita. Kalau sejak kecil mereka sehat dan bergizi baik, mereka akan lebih berprestasi di sekolah, konsentrasi lebih tinggi, daya ingat kuat, dan jarang sakit. Pemerintah hadir bukan hanya memberi bantuan, tapi juga berbagi kasih sayang agar generasi kita tumbuh cerdas dan berkualitas,” ujar dr. Christian.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Kupang kini bertransformasi menjadi pemerintah yang melayani, salah satunya melalui Dana Pengaman Kesehatan RSUD S.K. Lerik.

Dana ini menjamin layanan gawat darurat bagi warga, meski belum terdaftar atau menunggak iuran BPJS.

“Tidak boleh ada nyawa hilang hanya karena masalah administrasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, menjelaskan bahwa data balita gizi kurang dihimpun oleh puskesmas, sekaligus menjadi jalur distribusi bantuan agar tepat sasaran.

“Target kita 250 balita tersebar di seluruh kecamatan. Program ini diharapkan dapat mencegah stunting, yang berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Selain itu, PKK Kota Kupang akan menurunkan tim ke 367 Posyandu untuk mendata sarana dan prasarana kesehatan.

Hasilnya akan menjadi dasar kerja sama dengan Dinas Kesehatan guna melengkapi fasilitas dan mendorong pengembangan Posyandu Terpadu dengan enam standar pelayanan minimal.

Program PMT dilaksanakan melalui tiga tahapan: pendataan balita gizi kurang, distribusi bantuan makanan tambahan, serta edukasi gizi kepada orang tua oleh tenaga kesehatan.

Dengan langkah kolaboratif ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka gizi kurang dan stunting.

Harapannya, generasi muda Kota Kupang tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas, mendukung terwujudnya “Kota Kasih” yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. (MI)




Sepotong Kisah dari Ruang Sunyi RSJ Naimata

Kupang,nwartapedia.com   — Pagi itu, matahari baru saja naik, menyinari jalanan Bello Kota Kupang yang masih lengang. Sekitar pukul 09.00 WITA, saya bersama seorang tante menyalakan sepeda motor tua, meluncur pelan menuju Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata.

Di tangan tante, sebuah termos berisi air panas dan bekal makan siang sederhana: tanda kasih sayang yang tulus untuk salah satu ponakan kami, pasien ODGJ yang baru sehari menjalani perawatan.

Perjalanan tak sampai 20 menit. Begitu memasuki gerbang RSJ, suasana senyap menyambut. Gedung-gedung kokoh berdiri, namun halaman terasa lengang.

Beberapa pasien tampak berjalan pelan, sebagian duduk termenung di bangku taman. Ada rasa asing sekaligus hening yang menyelimuti.

Setelah melapor di resepsionis, kami diarahkan ke Unit Gawat Darurat (UGD). Di ruang berukuran sekitar lima kali lima meter itu, ponakan kami terbaring ditemani ibunya.

Hanya ada tiga ranjang besi dua beralas kasur tipis, satu lainnya kosong tanpa alas. Cahaya matahari menembus lewat enam jendela besar berterali besi, menghadirkan terang sekaligus bayangan keheningan.

Seorang satpam berbadan tegap mengantar kami masuk, lalu pintu besi dikunci kembali dari luar. Dari balik gembok itu,

ruang semakin terasa asing. Ada kamar mandi kecil tanpa pintu di pojok, menambah rasa sempit sekaligus kaku.

Kami hanya bisa duduk, hadir dalam diam. Ponakan kami lebih banyak tertidur. Sesekali ia terbangun sebentar, cukup untuk meneguk teh hangat yang disodorkan perawat, lalu kembali terlelap.

Hampir satu jam kami menunggu tanpa banyak kata, tanpa banyak interaksi. Di ruang sunyi itu, waktu seolah berjalan lambat.

Ketika pamit, satpam kembali membuka pintu besi. Kami melangkah keluar, meninggalkan ruang hening dengan hati yang berat. Ada kesadaran sederhana yang kami bawa pulang: menjenguk pasien ODGJ bukan sekadar membawakan bekal, tetapi menghadirkan dukungan meski lewat kehadiran yang diam, meski tanpa kata-kata.

(goe)




Larissa Kupang Ingatkan Pentingnya Perawatan Kulit Wajah di Tengah Kualitas Udara yang Menurun

Kupang,nwartapedia.com. — Di tengah kualitas udara yang kian menurun akibat polusi dan paparan sinar matahari yang semakin intens, Larissa Aesthetic Center Kupang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan kulit wajah.

Pimpinan Larissa Aesthetic Center Kupang, Try Rosamery, mengatakan, perawatan wajah bukan hanya soal kecantikan, tetapi juga bagian dari investasi kesehatan diri.

“Banyak orang masih kurang memperhatikan perawatan kulit wajah. Padahal, udara kita sekarang berbeda. Polusi dan sinar matahari yang lebih kuat bisa mempercepat penuaan dan kerusakan kulit,” ujarnya saat ditemui di Kupang, Jumat (8/8).

Menurutnya, perawatan rutin jauh lebih bermanfaat dibanding sekadar menutupi kulit dengan riasan tebal.

“Daripada hanya mengandalkan foundation yang pada sore hari membuat wajah kusam, lebih baik rawat kulit sejak awal. Hasilnya akan lebih sehat dan alami,” tambahnya.

Di Larissa, proses perawatan dimulai dengan pendaftaran dan konsultasi untuk mengetahui jenis kulit serta bahan alami yang cocok digunakan, seperti buah atau sayuran tertentu.

Setelah itu, konsumen diarahkan ke ruang perawatan yang dilengkapi tempat berbaring dan peralatan khusus perawatan wajah.

Tahapan perawatan meliputi pembersihan (cleansing), pengelupasan ringan (scrub), frimator, pengolesan sari bengkoang, pemijatan wajah, stim, ekstraksi komedo, terapi high frequency (HF), pemakaian masker, kompres timun, dan diakhiri dengan pelembap. Seluruh bahan yang digunakan berasal dari sumber alami.

Salah satu bahan andalan adalah buah persik (peach), yang kaya vitamin C dan E serta antioksidan. Buah ini bermanfaat menjaga elastisitas kulit, mencegah penuaan dini, mencerahkan, melembapkan, dan membantu mengatasi jerawat.

“Perawatan dengan bahan alami membantu kulit tetap sehat tanpa efek samping bahan kimia berlebih. Kulit yang sehat bukan hanya meningkatkan kepercayaan diri, tapi juga mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan,” kata Try Rosamery.(goe)




Wali Kota Kupang Luncurkan Program Dana Pengaman untuk Pasien Gawat Darurat: Komitmen Nyata “Memerintah Adalah Melayani”

Kupang, nwartapedia.com – Dalam momentum peringatan HUT ke-15 RSUD S.K. Lerik Kota Kupang, Wali Kota Kupang secara resmi meluncurkan Program Dana Pengaman senilai Rp3 miliar per tahun.

Program ini ditujukan bagi pasien dalam kondisi gawat darurat yang tidak memiliki kartu BPJS, atau memiliki BPJS yang sudah tidak aktif akibat tunggakan, maupun tidak memiliki identitas sama sekali.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTT, Darius Beda Daton; Kapolsek Kelapa Lima; Danramil; Sekda Kota Kupang dan para asisten; Kepala OPD lingkup Pemkot Kupang; Direktur RSUD S.K. Lerik beserta jajaran; dokter dan tenaga medis; Ketua TP PKK Kota Kupang; serta tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi khusus kepada Ombudsman yang disebutnya sebagai mitra penting dalam mengawal transparansi dan pelayanan publik.

“Kalau Ombudsman hadir, kita bisa lebih kuat. Kalau ada yang salah, mereka akan arahkan. Kita butuh itu,” ujar Wali Kota pada Jumat (1/8/2025).

Ia menegaskan bahwa kehadiran program ini adalah bentuk nyata dari semangat pelayanan yang humanis.

“Tidak boleh lagi ada nyawa yang hilang karena urusan administrasi. Kalau pasien datang ke IGD dalam keadaan darurat, langsung ditangani. Nanti setelah stabil baru kita urus dokumennya,” tegasnya.

Menurutnya, tidak sedikit warga Kota Kupang yang mengalami kondisi sulit seperti kehilangan pekerjaan, tunggakan iuran BPJS, bahkan kehilangan identitas akibat bencana.

Dengan program ini, mereka tetap berhak atas pelayanan kesehatan darurat tanpa harus memikirkan biaya atau dokumen terlebih dahulu.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa program ini sempat ditertawakan dan dianggap mustahil. Namun kini, dengan dukungan penuh jajaran RSUD dan pemerintah kota, program tersebut telah resmi dijalankan.

“Dulu banyak yang mengabaikan, menertawakan, bahkan melawan. Tapi hari ini kita buktikan: kita bisa dan kita benar,” tegasnya mengutip Mahatma Gandhi.

Di akhir sambutannya, Wali Kota juga memberikan penghargaan kepada insan pers. Ia mengakui bahwa media memiliki peran vital dalam membangun optimisme dan mengangkat wajah positif Kota Kupang di tengah keterbatasan anggaran.

“Kalau sendirian, kita hanya setetes air. Tapi bersama-sama, kita menjadi samudra. Teman-teman wartawan adalah bagian dari perjalanan besar ini. Terima kasih untuk semua dukungannya,” ujarnya haru.

Program Dana Pengaman ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berpihak pada kelompok rentan. Pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga saldo program tetap tersedia setiap tahun, dan akan menambahnya bila dibutuhkan. (MI)




Pemkot Kupang Dorong Edukasi, Vaksinasi, dan Skrining untuk Tekan Kasus Kanker Serviks

 

Kupang, nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat komitmen dalam pencegahan kanker serviks melalui edukasi, vaksinasi HPV, dan deteksi dini.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat membuka kegiatan Road to Zero HPV: Langkah Berkelanjutan dalam Pencegahan Kanker Leher Rahim untuk Perempuan Indonesia di Hotel Harper Kupang, Sabtu (12/7/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota mengungkapkan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit mematikan bagi perempuan di Indonesia. Berdasarkan laporan terakhir, terdapat sekitar 36.000 kasus baru setiap tahun dengan lebih dari 21.000 kematian.

“Ironisnya, sekitar 70% kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut karena tidak dilakukan deteksi dini,” ujarnya.

Ia menekankan tiga langkah penting untuk menekan angka kejadian kanker serviks, yaitu edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, pemberian vaksin HPV, serta pemeriksaan skrining secara berkala.

“Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Mari kita ajak masyarakat peduli pada deteksi dini,” imbaunya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe 16 dan 18. Data Global Cancer Observatory tahun 2020 menunjukkan, Indonesia mencatat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks dengan tingkat kematian sekitar 58% atau lebih dari 21.000 kasus per tahun.

“Pada tahun 2024, Kota Kupang ditetapkan sebagai lokasi pilot project pemeriksaan deteksi dini dengan metode tes IVA. Sebanyak 585 perempuan usia 30–69 tahun telah mengikuti pemeriksaan ini,” papar Retnowati.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi tentang pentingnya pencegahan kanker serviks kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Retnowati menambahkan, pencegahan primer paling efektif adalah vaksinasi HPV yang diberikan pada anak perempuan usia 9–14 tahun sebelum aktif secara seksual, disertai edukasi kesehatan reproduksi, perilaku seksual yang aman, serta promosi kesehatan di sekolah dan masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Pemkot Kupang berharap angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang. (MI)