Pemkot Kupang Dukung Gerakan BioMom, Wujudkan Kota Kupang sebagai Kota Probiotik Berbasis Keluarga Sehat

Kupang, nwartapedia.com– Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan edukasi kesehatan usus BioMom sebagai upaya membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga.

Dukungan tersebut disampaikan melalui sambutan Wali Kota Kupang yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, pada pembukaan kegiatan sosialisasi bertajuk “Sehat Dimulai dari Dalam: Gerakan Bersama Menuju Kota Kupang Lebih Sehat” di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Senin (6/7/2026).

Dalam sambutannya, drg. Retnowati menyampaikan apresiasi kepada BioMom dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan pencernaan sebagai fondasi kesehatan tubuh.

Menurutnya, kesehatan tidak hanya dimulai dari pelayanan medis, tetapi juga dari lingkungan keluarga melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari.

“Kesehatan dimulai dari rumah, dari makanan yang kita pilih setiap hari. Hari ini kita belajar bahwa kesehatan usus merupakan salah satu fondasi daya tahan tubuh seseorang, sehingga sangat penting untuk dijaga,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat luas.

“BioMom yang kita dapat hari ini jangan berhenti sampai di sini. Sebarkan dan bagikan kepada orang lain agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan usus,” katanya.

Lebih lanjut, Retnowati menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang memiliki komitmen kuat membangun kota yang sehat dan berdaya saing. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui program BioMom dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan perubahan perilaku hidup sehat.

“Kami ingin membangun Kota Kupang menjadi kota yang baik dan sehat. Program BioMom yang melibatkan masyarakat sangat penting dalam mendukung tujuan tersebut. Saya berharap BioMom menjadi budaya di setiap rumah tangga,” tambahnya.

Program BioMom di Kupang berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Setelah pembukaan di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, kegiatan dilanjutkan di sejumlah posyandu dan puskesmas dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas masyarakat.

Gerakan ini diselenggarakan oleh GenBio dan dipimpin langsung oleh pendirinya, Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, siswi kelas XI Tzu Chi School PIK yang dikenal sebagai penggagas BioMom, gerakan edukasi kesehatan pencernaan berbasis komunitas.

Swiluva menjelaskan bahwa kesehatan usus masih sering dianggap sebagai persoalan medis yang rumit. Padahal, kebiasaan sederhana di rumah dapat menjadi langkah awal membangun keluarga yang lebih sehat.

“Usus sehat adalah fondasi keluarga sehat. Ayah dan ibu bisa produktif, sementara anak-anak dapat tumbuh dan belajar dengan baik. Kesadaran itulah yang ingin kami bangun melalui BioMom,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan cara membuat water kefir, minuman probiotik hasil fermentasi yang dipercaya membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selain praktik pembuatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya bakteri baik, kebersihan selama proses fermentasi, serta pola hidup sehat yang mendukung kesehatan usus.

Pendekatan BioMom mengedepankan penyampaian ilmu kesehatan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Edukasi dilakukan melalui pelatihan langsung maupun konten digital yang telah menjangkau jutaan penonton di media sosial.

Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, BioMom juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi keluarga melalui produksi minuman probiotik skala rumah tangga.

“Visi kami sederhana, yaitu menjadikan setiap kota di Indonesia sebagai kota probiotik, di mana masyarakatnya lebih sehat sekaligus memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi,” tutur Swiluva.

Kupang menjadi kota kedua setelah Serang, Banten, yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan gerakan BioMom. Program ini melibatkan Pemerintah Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta berbagai komunitas warga sebagai bentuk kolaborasi membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan pencernaan demi mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Probiotik. (MI)




Tangis Ibunda Dokter Icha Pecah di Pemakaman, Sebut Putrinya Alami Tekanan Psikologis Sebelum Meninggal

Kupang, nwartapedia.com  – Suasana haru menyelimuti rumah duka Baunata, Kota Kupang, Senin (29/6/2026). Tangis keluarga pecah saat prosesi pemakaman almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa Dokter Icha.

Dalam sambutannya, sang ibunda, Nur Azizah, SKM, M.Kes, menyampaikan curahan hati mengenai kondisi psikologis putrinya sebelum meninggal dunia.

Dengan linangan air mata, Nur Azizah mengungkapkan bahwa putrinya diduga mengalami tekanan psikologis yang berat setelah menangani seorang pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Menurut penuturannya, sebelum mengambil tindakan medis, Dokter Icha telah berkonsultasi dengan dokter spesialis yang dinilai memiliki kompetensi sesuai standar pelayanan kesehatan.

Namun, Nur Azizah mengklaim putrinya justru mendapat tekanan dari pihak luar yang dinilai tidak memiliki kewenangan dalam menentukan tindakan medis.

Ia menyebut putrinya pulang dalam keadaan menangis karena merasa takut setelah menerima ancaman yang disebut dapat menghentikan praktik dokter maupun operasional rumah sakit.

Ia juga mengaku putrinya mendapat intimidasi dari oknum yang memperkenalkan diri sebagai anggota DPRD yang membidangi sektor kesehatan.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi di hadapan banyak pasien sehingga membuat Dokter Icha mengalami tekanan mental yang sangat berat.

Sejak peristiwa dugaan intimidasi itu terjadi, kata Nur Azizah, kondisi putrinya berubah drastis.

Dokter Icha disebut langsung menangis histeris dan diopname usai kejadian akhirnya dipulangkan karena sudah tidak sanggup melanjutkan pekerjaannya akibat tekanan psikologis yang dialaminya.

“Anak saya pulang dalam keadaan menangis. Saya berusaha menenangkan dan menjelaskan bahwa menghentikan praktik dokter maupun pelayanan rumah sakit memiliki mekanisme, aturan, dan tahapan yang jelas. Saya katakan agar dia tidak takut. Tetapi rasa takut itu ternyata sangat membekas,” ujar Nur Azizah.

Nur Azizah mengatakan, sebagai orang tua, dirinya bersama sang suami terus berusaha menguatkan putrinya agar tidak larut dalam rasa takut.

Namun, menurutnya, tekanan yang dialami Dokter Icha sudah begitu berat hingga memengaruhi kondisi mentalnya.

“Dia berkata kepada saya, ‘Mama, saya tidak kuat lagi karena kejadian tersebut di depan banyak pasien.’ Sebagai seorang ibu, saya tidak pernah membayangkan harus kehilangan anak yang saya besarkan dengan penuh kasih sayang dalam keadaan seperti ini,” ucapnya sambil menahan tangis.

Nur Azizah berharap peristiwa yang menimpa putrinya menjadi perhatian seluruh pihak, khususnya pemerintah, agar tenaga kesehatan memperoleh perlindungan hukum dan perlindungan profesi saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya akan memperjuangkan agar tenaga kesehatan mendapat perlindungan hukum dan perlindungan dalam menjalankan profesinya. Jangan sampai ada lagi tenaga kesehatan yang mengalami intervensi atau intimidasi saat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, tenaga kesehatan, kerabat, serta para pejabat yang telah memberikan dukungan dan perhatian kepada keluarga selama masa duka.

Kronologi Kasus

Untuk diketahui, Dokter Icha yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026).

Peristiwa yang menjadi sorotan publik bermula ketika Dokter Icha menangani seorang pasien berusia 19 tahun yang dirujuk dari RSUD Kefamenanu ke RS Leona pada Sabtu (13/6/2026) akibat gigitan ular.

Pasien tersebut diketahui merupakan keluarga salah satu anggota DPRD Kabupaten TTU.

Saat memberikan penanganan, Dokter Icha disebut telah melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Berdasarkan hasil konsultasi, pasien belum direkomendasikan menerima serum anti-bisa ular tertentu.

Selain itu, Rumah Sakit Leona juga dilaporkan tidak memiliki stok anti-venom yang diminta pihak keluarga pasien. (MI)




Menkes RI Turunkan Tim Investigasi ke NTT, Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Kupang, nwartapedia.com  – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bergerak cepat menyikapi kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha.

Atas arahan langsung Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, tim investigasi resmi diterjunkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengusut dugaan intimidasi yang diduga dialami almarhumah saat menjalankan tugas sebagai dokter.

Tim investigasi tiba di NTT pada Senin (29/6/2026) dan langsung memulai proses penyelidikan bersama Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), serta aparat penegak hukum.

Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mengungkap fakta di balik kasus yang menjadi perhatian publik tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, membenarkan bahwa investigasi telah dimulai.

“Ya benar, hari ini tim dari Kemenkes RI sudah tiba di NTT dan mulai melakukan investigasi bersama Pemprov NTT, Pemkab TTU, dan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Selain melakukan investigasi, Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI, dr. Yuli Farianti, juga menghadiri misa pemakaman Dokter Icha.

Ia menegaskan bahwa kasus tersebut mendapat perhatian langsung dari Menteri Kesehatan RI sehingga seluruh proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan transparan.

Dr. Yuli datang bersama Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) periode 2024–2028, drg. Arianti Anaya, serta jajaran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTT untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Dalam proses penyelidikan, Inspektorat Kemenkes akan menelusuri seluruh rangkaian peristiwa yang diduga bermula dari insiden di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.

Tim akan mengumpulkan keterangan para saksi serta mendalami seluruh informasi terkait dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha.

Dr. Yuli mengajak seluruh tenaga kesehatan yang mengetahui kejadian tersebut agar memberikan keterangan secara jujur tanpa rasa takut.

Menurutnya, keterbukaan semua pihak sangat penting untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan di Indonesia agar tidak ragu melaporkan tindakan intimidasi, perundungan, maupun intervensi saat menjalankan profesi.

Kemenkes, kata dia, telah menyediakan saluran pengaduan resmi dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor.

Menurutnya, peristiwa yang menimpa Dokter Icha menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan harus menjadi perhatian bersama.

Ia menegaskan hak tenaga medis untuk bekerja tanpa tekanan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Di hadapan keluarga dan para pelayat, dr. Yuli juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Dokter Icha.

Ia mengenang almarhumah sebagai dokter muda yang memiliki dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Kasus ini mencuat setelah keluarga almarhumah menyebut adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oleh tiga anggota DPRD TTU saat Dokter Icha menangani pasien korban gigitan ular berbisa di IGD RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.

Dugaan tersebut kini menjadi bagian dari investigasi yang sedang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama aparat penegak hukum.

Pemerintah berharap hasil investigasi dapat mengungkap fakta secara menyeluruh sekaligus memperkuat sistem perlindungan bagi tenaga kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. ***




BPJS Kesehatan Kupang Perkuat Pencegahan Kecurangan JKN, Media Diajak Edukasi Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com  –  BPJS Kesehatan Cabang Kupang terus memperkuat upaya pencegahan kecurangan (fraud) dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Komitmen tersebut disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr. Ario Trisaksono, SH, MH, dalam kegiatan Diskusi Media yang digelar di Swiss-Belhotel Kupang, Jumat (12/6/2026).

Dalam sambutannya, dr. Ario menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai penyambung informasi kepada masyarakat mengenai berbagai kebijakan dan pelaksanaan Program JKN.

“Kami berharap informasi yang disampaikan hari ini dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga memberikan manfaat luas, khususnya terkait pelaksanaan Program JKN dan upaya pencegahan kecurangan,” ujarnya.

Menurutnya, potensi kecurangan dapat terjadi di berbagai pihak sehingga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari peserta JKN, fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan hingga masyarakat dan media massa.

Ia menjelaskan, upaya pencegahan fraud telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Kecurangan dalam Pelaksanaan Program JKN.

“Upaya pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPJS Kesehatan. Dibutuhkan sistem yang melibatkan seluruh pihak agar potensi kecurangan dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Dalam paparannya, BPJS Kesehatan juga menjelaskan berbagai bentuk kecurangan yang dapat dilakukan oleh peserta, badan usaha, fasilitas kesehatan maupun penyelenggara program.

Beberapa di antaranya adalah pemalsuan data kepesertaan, penyalahgunaan kartu JKN, manipulasi klaim pelayanan kesehatan, pemberian suap, hingga penggunaan data kepesertaan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

BPJS Kesehatan menegaskan bahwa setiap dugaan kecurangan akan melalui proses identifikasi, verifikasi, investigasi hingga pemberian sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sanksi tersebut dapat berupa sanksi administratif, sanksi perdata maupun sanksi pidana sesuai tingkat pelanggaran.

Selain itu, masyarakat juga diimbau ikut berpartisipasi dengan melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan dalam pelaksanaan Program JKN.

Melalui kegiatan diskusi media ini, BPJS Kesehatan Cabang Kupang berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga integritas Program JKN sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal, transparan, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta di Indonesia. (MI)




NTT Resmi Miliki Program Bayi Tabung, Gubernur Apresiasi Layanan Baru di Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini resmi memiliki program layanan bayi tabung setelah diluncurkannya Grand Launching layanan fertilitas modern di Hotel Harper Kupang, Sabtu (25/4/2026).

Kehadiran program ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat, khususnya pasangan suami istri yang selama ini mendambakan kehadiran buah hati.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Henderina Laiskodat, menyampaikan apresiasi tinggi atas hadirnya layanan bayi tabung pertama di NTT melalui kerja sama Arra Fertility Clinic dan Morula IVF Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas hadirnya program bayi tabung ini. Ini adalah langkah maju dalam dunia kesehatan NTT,” demikian sambutan Gubernur.

Menurutnya, selama ini banyak warga NTT yang harus pergi ke Surabaya, Bali, maupun Jakarta untuk mengikuti program bayi tabung. Selain memerlukan biaya besar, proses tersebut juga menguras waktu, tenaga, dan kondisi psikologis pasien.

Dengan hadirnya layanan ini di Kupang, masyarakat kini memiliki akses kesehatan reproduksi yang lebih dekat, mudah, dan terjangkau. Bahkan, biaya yang sebelumnya sangat besar dapat ditekan hingga 30 sampai 40 persen.

Gubernur menilai kehadiran program bayi tabung bukan sekadar pelayanan medis, tetapi menjadi simbol harapan baru bagi keluarga di NTT.

“Banyak pasangan telah menanti bertahun-tahun untuk mendapatkan keturunan. Kehadiran layanan ini menjawab kerinduan dan perjuangan mereka,” lanjut sambutan tersebut.

Selain memberi manfaat medis, program ini juga diyakini memberi dampak psikologis positif. Pasien dapat menjalani proses kehamilan tetap dekat dengan keluarga dan lingkungan terdekat, sehingga mengurangi stres dan meningkatkan peluang keberhasilan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTT, dr. Stefanus Dhe Soka,Sp.B, M.KM menyebut kehadiran program bayi tabung di NTT sebagai lompatan besar pelayanan kesehatan daerah.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Kami bangga karena NTT kini memiliki pelayanan kesehatan reproduksi yang maju dan modern,” ujarnya.

Ia berharap layanan tersebut terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi etika kedokteran dan nilai kemanusiaan.

Di kesempatan yang sama, dr. Andree Hartanto, Sp.OG, FEIICOG, FICS dari Arra Fertility Clinic dalam materinya menjelaskan bahwa banyak pasangan di NTT membutuhkan penanganan fertilitas lanjutan, bukan sekadar pengobatan biasa.

Selama tujuh tahun praktik di Kupang, ia menemukan banyak kasus gangguan kesuburan yang membutuhkan teknologi reproduksi berbantu, seperti bayi tabung.

“Tujuan kami bukan hanya menjalankan program, tetapi membantu pasangan mendapatkan hasil nyata, yaitu kehadiran buah hati,” jelasnya.

Menurut dr. Andree, hadirnya program bayi tabung di Kupang merupakan buah dari kerja sama besar antara Arra Fertility Clinic dan Morula IVF Indonesia.

Setiap tahunnya, Morula IVF Indonesia melalui Morula IVF Surabaya dipercaya menangani banyak pasien dari wilayah Indonesia Timur.

Morula IVF Indonesia melihat kebutuhan tersebut bukan sekadar layanan medis, tetapi juga panggilan untuk mendekatkan harapan bagi pasangan yang merindukan buah hati.

Karena itu, Morula hadir di Kupang bersama Arra Fertility Clinic untuk membangun layanan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Kolaborasi ini dibangun bukan hanya untuk menghadirkan teknologi reproduksi modern, tetapi juga membawa harapan lebih dekat ke tempat pasangan memulainya, yaitu rumah mereka sendiri,” ujar dr. Andree.

Ia menambahkan, tujuan utama program ini bukan hanya menjalankan prosedur medis, tetapi membantu pasangan memperoleh hasil nyata berupa kehadiran buah hati.

Dengan dimulainya layanan ini, NTT menorehkan sejarah baru dalam sektor kesehatan sekaligus membuka harapan baru bagi banyak keluarga. (MI)




YJI NTT Gelar Senam Jantung Sehat dan Salurkan Bantuan bagi Pasien Anak dengan Kelainan Jantung

Kupang, nwartapedia.com — Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar kegiatan Senam Jantung Sehat yang dirangkaikan dengan aksi sosial berupa penyaluran bantuan YJI Pusat kepada keluarga pasien anak dengan kelainan jantung, Keynandra Yanselino Porwata . 

Kegiatan ini berlangsung di halaman BPR Christa Jaya, Sabtu (4/4/2026).

Ketua YJI Cabang NTT, Ir. Theodorus Widodo, menegaskan bahwa senam jantung sehat merupakan program berbasis ilmiah yang dirancang oleh para ahli kardiologi dan telah diterapkan secara konsisten dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.

“Gerakan dalam senam ini bukan sekadar gerakan fisik senam biasa, tetapi gerakan fisik yang telah melalui kajian medis dan praktik jangka panjang sehingga memberikan manfaat optimal bagi kesehatan jantung,” Ujar Theo Widodo.

Ia menambahkan, kegiatan senam dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu pertama dan ketiga, serta selalu disertai dengan edukasi kesehatan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah.

Dalam kesempatan tersebut, YJI NTT juga menyalurkan bantuan YJI Pusat kepada keluarga bayi Kinandra Yanselino yang telah menjalani tindakan operasi medis di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta yang difasilitasi Yayasan Jantung Indonesia.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan berkelanjutan bagi pasien dan keluarga.

Theo Widodo turut menyampaikan apresiasi kepada para dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiologi) Kota Kupang juga pengurus YJI NTT yang telah berperan aktif dalam penanganan pasien jantung di NTT, termasuk memfasilitasi rujukan dan pendampingan medis bagi pasien anak.

Pada sesi edukasi, dr. Lowry Yunita Sp.JP menjelaskan bahwa penyakit jantung pada anak terbagi menjadi dua kategori utama, yakni penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung yang didapat.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pengenalan gejala awal.

“Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan warna kulit menjadi kebiruan, infeksi saluran pernapasan yang berulang, serta gangguan pertumbuhan seperti berat badan yang tidak meningkat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan jantung yang tersedia di Kota Kupang mengingat akses layanan spesialis jantung kini semakin luas.

Sementara itu, ibu dari Kinandra Yanselino, Dewi Karibera, menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

Ia mengisahkan perjalanan panjang penanganan medis anaknya sejak lahir hingga menjalani tindakan di Jakarta.

“Dengan dukungan Yayasan Jantung Indonesia, para dokter dan berbagai pihak, anak kami yang waktu itu baru berusia 28 hari bisa mendapatkan penanganan yang diperlukan. Saat ini anak kami sudah berusia 6 bulan dan kondisinya semakin membaik dan masih dalam tahap pemantauan lanjutan oleh dr Lowry,” tuturnya.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen YJI dalam mengintegrasikan upaya promotif, preventif, dan sosial kemanusiaan, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia dini. (MI)




Mudik Lebaran 2026: BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Aktif, Posko dan Layanan Digital Disiagakan

Jakarta, nwartapedia.com – BPJS Kesehatan memastikan pelayanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap berjalan optimal selama periode libur dan arus mudik Lebaran 2026.

Berbagai skema layanan disiapkan agar masyarakat tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan secara mudah, baik secara langsung maupun melalui layanan digital.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa tradisi mudik yang menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia tidak boleh menghambat akses peserta terhadap layanan kesehatan.

Menurutnya, BPJS Kesehatan telah menyiapkan berbagai langkah agar perlindungan kesehatan peserta JKN tetap terjamin di seluruh wilayah Indonesia, termasuk bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Kami memastikan layanan JKN tetap dapat diakses dengan mudah sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih tenang,” ujarnya, Senin (9/3).

Untuk mendukung pelayanan administrasi secara langsung, BPJS Kesehatan tetap membuka layanan di kantor cabang pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga menyiagakan Posko Mudik di sejumlah jalur strategis guna membantu peserta yang membutuhkan informasi maupun bantuan layanan selama perjalanan.
Posko Mudik BPJS Kesehatan akan beroperasi pada 13–16 Maret 2026 di sejumlah titik penting jalur mudik, di antaranya Pelabuhan Merak di Banten, Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, Rest Area Tol 88A Cipularang Purwakarta, Rest Area Tol 166A Cipali Majalengka, Rest Area Tol 429A Ungaran Semarang, Rest Area Tol 519A Masaran Sragen, Terminal Purabaya Sidoarjo, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menjelaskan bahwa selama masa libur Lebaran peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal digital untuk mengakses layanan administrasi kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta dapat melakukan berbagai layanan secara mandiri, mulai dari perubahan data kepesertaan, pemindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga pengecekan status kepesertaan.

Selain itu, layanan juga dapat diakses melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165 serta Care Center 165.

“Kami mengimbau peserta memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik. Peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membayar iuran maupun melunasi tunggakan,” jelas Akmal.

Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menegaskan bahwa peserta JKN tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan meskipun berada di luar daerah domisili.

Jika fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, maka peserta tetap dapat memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan lain yang sedang beroperasi.

Informasi mengenai fasilitas kesehatan yang tetap buka selama periode libur Lebaran dapat diakses melalui aplikasi pencarian fasilitas kesehatan Aplicares.

BPJS Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pelayanan bagi peserta dengan penyakit kronis, termasuk peserta Program Rujuk Balik (PRB). Dengan demikian, peserta tetap dapat memperoleh obat-obatan yang dibutuhkan selama menjalani terapi tanpa terganggu oleh periode libur.

Selain itu, BPJS Kesehatan tetap menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan lalu lintas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam kasus kecelakaan ganda, biaya pelayanan kesehatan pertama akan ditanggung oleh Jasa Raharja hingga batas maksimal Rp20 juta.

Apabila biaya pelayanan melebihi jumlah tersebut, selisihnya dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Bambang Wibowo, menyatakan bahwa rumah sakit di seluruh Indonesia telah mempersiapkan layanan kesehatan bagi peserta JKN selama libur Lebaran.

Menurutnya, rumah sakit tetap beroperasi selama 24 jam dengan memastikan layanan rawat inap, rawat jalan, hingga layanan cuci darah tetap berjalan normal.

Sementara itu, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, mengingatkan masyarakat untuk memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik agar tidak mengalami kendala administratif saat membutuhkan layanan kesehatan.

Di sisi lain, Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Sandhi Wiedyanoe, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan analisis lalu lintas menjelang periode mudik Lebaran 2026 untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan selama arus mudik maupun arus balik.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi fisik dan mental selama perjalanan, mengingat faktor kelelahan masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas.

“Pastikan kondisi tubuh tetap prima, beristirahat cukup, dan tetap berhati-hati selama perjalanan agar mudik dapat berlangsung aman dan selamat,” pungkasnya. *




Ario Trisaksono Tekankan Transparansi dan Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan Media

Kupang,nwartapedia.com  – BPJS Kesehatan Cabang Kupang menggelar diskusi bersama para jurnalis di Rumah Makan Tanjung, Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai ajang silaturahmi serta upaya memperkuat komunikasi antara BPJS Kesehatan dan insan pers, khususnya terkait layanan dan kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Ario Trisaksono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jurnalis yang selama ini berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak Ibu untuk memenuhi undangan kami. Intinya kegiatan ini adalah silaturahmi, sekaligus ruang bagi kita berdiskusi terkait hal-hal yang mungkin masih mengganjal atau memerlukan klarifikasi,” ujar Ario.

Ario menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara BPJS Kesehatan dan media, terutama terkait informasi yang beredar di masyarakat.

“Saya yakin Bapak Ibu sekalian sering berjumpa dengan berbagai berita dan informasi yang mungkin belum jelas. Di sinilah kami berharap bisa menjawab dan memberikan keterangan yang memuaskan, agar masyarakat mendapat informasi yang benar,” jelasnya.

Ia mengajak jurnalis untuk terus mendorong peserta JKN agar melapor bila menemukan layanan yang tidak sesuai prosedur di fasilitas kesehatan.

“Kalau ada keluhan, mohon sampaikan kepada kami secara detail. Rumah sakit mana, kapan kejadiannya, apa bentuk masalahnya. Tanpa informasi lengkap, kami sulit melakukan tindak lanjut,” tegas Ario.

Dalam kesempatan tersebut, Ario juga memaparkan upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan, salah satunya melalui pemanfaatan telekonsultasi pada aplikasi Mobile JKN.

“Kami sudah mendorong seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mengaktifkan layanan telekonsultasi. Namun, kembali lagi kepada peserta, apakah mereka ingin memanfaatkannya atau tidak,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap fasilitas kesehatan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai standar.

Ario menyoroti pentingnya transparansi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang wajib diperbarui secara berkala.

“Kami meminta rumah sakit memperbarui data ketersediaan tempat tidur secara rutin. Jika tidak melakukan update, kami bisa memberikan teguran tertulis,” jelasnya.

Ario menjelaskan bahwa idealnya rumah sakit memiliki sistem yang mampu memperbarui data tempat tidur secara otomatis, seperti konsep sensor parkir di gedung-gedung besar.

Terkait banyaknya pertanyaan tentang kecelakaan tunggal dan koordinasi dengan Jasa Raharja, Ario menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

“Kita pastikan dulu apakah kasus tersebut dijamin Jasa Raharja atau tidak. Jika pelanggarannya berat, seperti tidak memiliki SIM atau melanggar aturan lalu lintas, bisa saja tidak dijamin,” katanya.

Ario juga menekankan kewajiban rumah sakit memasang poster informasi pengaduan peserta JKN, yang berisi kontak petugas rumah sakit dan petugas BPJS Kesehatan.

“Poster itu wajib dipasang. Kalau rumah sakit tidak memasangnya, kami bisa memberikan teguran. Ini penting agar peserta tahu harus lapor ke mana saat mengalami masalah layanan,” ujarnya.

Di akhir sesi, Ario berharap forum seperti diskusi ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan media dalam meningkatkan literasi publik mengenai Program JKN.

“Kami terbuka terhadap saran, masukan, dan laporan dari masyarakat maupun jurnalis. Semua demi perbaikan layanan bagi peserta JKN,” tutupnya. (MI)




Satya JKN Award 2025: Wujud Gotong Royong Bangsa Lindungi Pekerja

Jakarta, nwartapedia.com – BPJS Kesehatan memberikan apresiasi kepada 110 badan usaha terbaik di Indonesia yang dinilai paling berkomitmen dalam menjalankan kewajiban kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut diberikan melalui ajang Satya JKN Award 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan dan membayarkan iuran pekerja bukan hanya bentuk kewajiban administratif, tetapi juga wujud tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap kesejahteraan pekerja.

“Perlindungan kesehatan pekerja adalah fondasi keberlanjutan sebuah perusahaan. Ketika pekerja merasa aman dan terlindungi, produktivitas meningkat dan loyalitas terbentuk. Inilah makna kepatuhan dalam Program JKN bukan karena kewajiban, tapi karena kesadaran akan tanggung jawab sosial,” ujar Ghufron.

Ghufron juga menyampaikan bahwa hingga 1 Oktober 2025, jumlah kepesertaan JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,6 persen dari total penduduk Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 67,2 juta peserta merupakan pekerja penerima upah (PPU) baik di sektor publik maupun swasta.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran badan usaha yang patuh mendaftarkan seluruh pekerjanya, sehingga membantu mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) dan keberlanjutan Program JKN.

“Setiap pekerja berhak atas jaminan kesehatan. Karena itu, kami terus mendorong seluruh badan usaha agar memastikan para pekerjanya terlindungi dalam Program JKN,” tambah Ghufron.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dalam sambutannya menyebut penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan negara terhadap badan usaha yang berkomitmen melindungi kesejahteraan pekerja.

“Komitmen ini sejalan dengan amanat UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak atas jaminan sosial. Kepatuhan badan usaha mendukung keberlanjutan JKN adalah bentuk gotong royong dan investasi jangka panjang bagi produktivitas pekerja,” kata Cak Imin.

Cak Imin menambahkan, Satya JKN Award diharapkan menjadi pendorong untuk meningkatkan kepatuhan badan usaha, memperkuat kualitas layanan, dan mempererat sinergi lintas sektor demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera.

Dalam proses penilaian, BPJS Kesehatan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk menjamin objektivitas dan transparansi.

Penilaian dilakukan berdasarkan indikator kepatuhan pendaftaran pekerja, pelaporan upah, pemanfaatan aplikasi Electronic Data Badan Usaha (EDABU), serta kontribusi sosial perusahaan.

Direktur Pertimbangan Hukum Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan TUN Kejaksaan Agung RI, Rudi Irmawan, menegaskan pentingnya sinergi antara BPJS Kesehatan dan lembaga hukum dalam meningkatkan kepatuhan badan usaha.

“Kami terus memperkuat upaya hukum baik preventif maupun litigasi untuk mendukung keberhasilan Program JKN. Kepatuhan seharusnya menjadi budaya perusahaan, bukan sekadar kewajiban hukum,” tegas Rudi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Cris Kuntadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperluas perlindungan bagi pekerja formal maupun informal sebagai bagian dari transformasi sistem ketenagakerjaan nasional.

“Seluruh pekerja berhak atas jaminan sosial yang layak. Mari kita bangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, berdaya saing, dan berkeadilan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Deputi III Kantor Staf Presiden RI, Syska Hutagalung, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan JKN.

“Kami berkomitmen mengawal agar Program JKN terus berjalan baik. BPJS Kesehatan harus memaksimalkan sumber daya demi peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta,” pungkas Syska.

Melalui Satya JKN Award 2025, BPJS Kesehatan meneguhkan semangat gotong royong nasional dalam memastikan setiap pekerja mendapatkan perlindungan kesehatan.

Program ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem jaminan sosial yang kuat, adil, dan berkelanjutan. ***




Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Atasi Stunting di Desa Baumata Timur

Kupang,nwartapedia.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak, Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Baumata Timur pada tanggal 27 September 2024.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Kegiatan yang dihadiri oleh 6 kader dari Posyandu Desa Baumata Timur dan 15 ibu balita stunting dengan gizi kurang ini, menampilkan demonstrasi cara pembuatan susu sari kedelai yang bernilai gizi tinggi bagi ibu hamil dan anak balita.

Selain itu, tim Poltekkes Kupang juga melakukan pendampingan cara pemberian makan pada anak gizi kurang dan stunting, serta memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi dan status gizi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Desa Baumata Timur dapat memahami pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ibu Aben B.Y.H. Romana, S.Kep, Ns., M.Kep, Ketua Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang.

Dalam kegiatan ini, tim Poltekkes Kupang juga membagikan booklet yang berisi materi pemberian makanan bergizi pada anak balita.

Booklet ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat Desa Baumata Timur dalam meningkatkan kesadaran gizi dan pencegahan stunting.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di masa depan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak,” ujar Ketua Tim Kerjasama Kegiatan Masyarakat Desa Baumata Timur.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Baumata Timur tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak, serta menurunkan angka stunting di daerah tersebut. (MI)