Berkat KUR BRI, Usaha Sembako Ansi di Kupang Terus Bertumbuh

Kupang,nwartapedia.com  –  Dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI membantu Ansi mengembangkan usaha sembako yang dirintisnya dari sebuah kios sederhana di Kota Kupang.

Selama sekitar tiga tahun menjalankan usaha, Ansi secara bertahap memperluas bisnisnya hingga kini memiliki empat titik usaha. Tiga di antaranya berada di Kelurahan Naimata, sedangkan satu lainnya berada di kawasan Jalur 40, Kota Kupang.

Usaha sembako tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarga Ansi. Selain mengelola kios, Ansi juga dipercaya menjadi agen BRILink yang telah dijalankannya selama sekitar dua bulan.

Perjalanan mengembangkan usaha tidak terlepas dari dukungan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ansi yang telah menjadi nasabah BRI selama sekitar 10 tahun memanfaatkan fasilitas KUR untuk memperkuat modal dan mengembangkan usahanya.

“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya kios sembako biasa. Tapi saya ingin kios ini bisa lebih lengkap, supaya masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain,” ujar Ansi.

Untuk memperbesar usahanya, Ansi sebelumnya memperoleh pinjaman mulai dari Rp25 juta dan kemudian meningkat menjadi Rp50 juta. Modal tersebut digunakan secara bertahap untuk menambah stok barang dan mengembangkan usaha.

Menurut Ansi, ketersediaan barang menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan pelanggan. Semakin lengkap kebutuhan yang tersedia, semakin mudah masyarakat sekitar mendapatkan barang keperluan sehari-hari.

Selain dukungan permodalan, Ansi juga merasakan manfaat dari pendampingan BRI dalam menjalankan usahanya. Ia mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan stok, menjaga perputaran modal, hingga melihat peluang berdasarkan kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi usaha.

Seiring waktu, usaha sembako Ansi terus menunjukkan perkembangan. Pelanggan semakin bertambah dan kiosnya menjadi salah satu pilihan masyarakat sekitar untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti beras, minyak goreng dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Perjalanan membangun kios sembako ini sangat panjang. Namun, karena dukungan petugas dari BRI, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” katanya.

Perkembangan usaha tersebut juga berdampak positif terhadap kondisi ekonomi keluarga Ansi. Penghasilan yang lebih stabil membuatnya lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk memastikan pendidikan anaknya tetap berjalan.

“Selama di Kupang, BRI sudah banyak membantu saya,” tuturnya.

Bagi Ansi, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan sekaligus memperluas usaha. Karena itu, ia berencana kembali memanfaatkan fasilitas KUR untuk mengembangkan bisnisnya.

“Selagi masih ada dana KUR, pasti saya akan mengajukan terus untuk pengembangan usaha,” ujarnya.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan BRI berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro dan kecil melalui akses pembiayaan serta pendampingan sesuai kebutuhan usaha.

“BRI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil, melalui akses pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kami berharap dukungan permodalan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu pelaku usaha untuk terus bertumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Menurut Hery, perjalanan Ansi menjadi salah satu gambaran bahwa usaha yang dirintis secara bertahap dapat berkembang ketika didukung dengan perencanaan usaha dan akses permodalan yang tepat.

“Setiap pelaku usaha memiliki perjalanan dan tantangan masing-masing. BRI akan terus berupaya memberikan layanan dan pendampingan agar pelaku usaha dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kisah Ansi menunjukkan bahwa usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Dari sebuah kios sederhana dengan pilihan barang yang terbatas, ia secara bertahap mengembangkan usaha hingga memiliki empat titik usaha.

Tidak hanya memperluas usaha sembako, Ansi juga turut memberikan layanan perbankan kepada masyarakat melalui agen BRILink.

Ke depan, Ansi berharap usahanya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarganya maupun masyarakat sekitar. Ia juga berharap dukungan BRI terhadap pelaku usaha kecil dapat terus berlanjut.

“Semoga BRI tetap jaya dan terus membantu masyarakat,” pungkas Ansi. *




Dapat KUR BRI, Usaha Advertising Henos di Kupang Kini Buka Lapangan Kerja

Kupang,nwartapedia.com  – Akses permodalan menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangkan bisnis.

Hal itu dirasakan Henos Efendi Serak, pelaku usaha advertising di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang.

Henos merintis usahanya sejak 2020. Berawal dari usaha kecil, kini bisnisnya berkembang dengan menyediakan berbagai produk advertising dan percetakan, seperti huruf timbul, plakat, spanduk, plat nomor kendaraan, stempel hingga batu kubur.

Dalam perjalanan mengembangkan usaha, Henos mendapat dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ia sendiri telah menjadi nasabah BRI sejak 2015.

“Dukungan dari BRI melalui pinjaman KUR sebesar Rp75 juta. Ini sudah kali kedua saya meminjam, dengan nilai Rp100 juta,” ujar Henos saat ditemui media, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Henos, pembiayaan KUR sangat membantu memenuhi kebutuhan modal usaha.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut seiring dengan perkembangan bisnisnya.

“Kalau usaha lebih berkembang, sudah pasti akan mengajukan pinjaman lagi kalau masih diberikan kesempatan oleh BRI. Kalau soal modal, pasti lari ke situ. BRI sangat-sangat membantu kami para pengusaha kecil,” katanya.

Henos menegaskan, usahanya kini tidak hanya dikenal sebagai pembuat batu kubur. Berbagai layanan advertising terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Usaha kami bergerak di bidang advertising. Ada pembuatan huruf timbul, plakat, spanduk dan masih banyak lagi, termasuk plat motor dan mobil serta stempel,” jelasnya.

Dari usaha tersebut, Henos juga mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan operasional bisnis.

Ia menyebut pendapatan usaha masih fluktuatif dengan pendapatan terendah sekitar Rp5 juta per bulan.

Pendapatan itu digunakan untuk membiayai kebutuhan anak-anak, membayar cicilan, listrik dan kebutuhan usaha. Sebagian pendapatan juga masih dapat disisihkan untuk ditabung.

Tak hanya memberikan manfaat bagi keluarga, perkembangan usaha Henos turut menciptakan lapangan kerja. Saat ini, ia memiliki dua karyawan tetap dan hingga tujuh tenaga freelance yang bekerja sesuai kebutuhan produksi.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, pelaku usaha mikro dan kecil memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Pelaku usaha seperti Pak Henos merupakan bagian penting dari penggerak ekonomi di masyarakat. Ketika usaha berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha dan keluarga, tetapi juga dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Hery menegaskan, BRI akan terus berupaya menghadirkan akses layanan dan pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil.

“BRI ingin terus hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha, mulai dari tahap merintis hingga ketika usaha tersebut berkembang. Kami berharap dukungan pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengembangkan kapasitas bisnis dan naik kelas,” tambahnya.

Henos pun berharap BRI terus berkembang dan semakin banyak memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil di berbagai daerah.

“Pesan dan harapan saya, BRI terus berkembang menjadi lebih baik sehingga bisa membantu lebih banyak orang, terutama para pengusaha kecil,” pungkas Henos. *




Bandara El Tari Kembali Berstatus Internasional, KADIN NTT dan CCI Dili Dorong Penerbangan Langsung Kupang–Dili

Kupang, nwartapedia.com  – Kembalinya status internasional Bandara El Tari menjadi momentum penting bagi penguatan konektivitas antara Indonesia dan Timor Leste. Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, Dr.cand., M.M., MBA, bersama Presiden CCI Dili, Helder Viera, terus mendorong pembukaan rute penerbangan langsung Kupang–Dili–Kupang.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang turut dihadiri General Manager Lion Group, Rinus Zebua, di Ghaura Chocolatier & Cafe, Kupang.

Dalam pertemuan itu, Bobby Lianto menegaskan bahwa KADIN NTT bersama CCI Dili terus menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan, agar rute internasional Kupang–Dili dapat segera direalisasikan.

Menurut Bobby, potensi kerja sama ekonomi antara Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste sangat besar. Selama ini, tingginya mobilitas masyarakat kedua wilayah masih bergantung pada jalur darat yang memerlukan waktu perjalanan sekitar delapan hingga sepuluh jam, bahkan kendaraan menuju Dili sering kali penuh.

“Karena itu, kehadiran penerbangan langsung akan menjadi solusi yang lebih cepat, nyaman, dan efisien bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat Kota Kupang maupun daerah lain di NTT yang belum pernah mengunjungi Dili. Begitu pula masyarakat Timor Leste yang belum menjadikan NTT sebagai tujuan utama perjalanan. Salah satu penyebabnya adalah lamanya waktu tempuh melalui jalur darat.

Dengan adanya penerbangan langsung, Bobby optimistis arus wisatawan, pelaku usaha, investor, hingga masyarakat umum akan meningkat secara signifikan. Kondisi tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, pariwisata, investasi, dan hubungan ekonomi kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Lianto dan Helder Viera juga membahas dukungan dari Lion Group terhadap rencana pembukaan rute internasional tersebut. Lion Group yang membawahi sejumlah maskapai seperti Batik Air, Super Air Jet, Wings Air, dan Lion Air dinilai memiliki kapasitas untuk melayani penerbangan Kupang–Dili.

Bobby menegaskan bahwa perjuangan menghadirkan penerbangan langsung Kupang–Dili bukanlah hal baru. Upaya tersebut telah dilakukan selama bertahun-tahun dan kini semakin terbuka setelah Bandara El Tari kembali menyandang status sebagai bandara internasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, atas dukungan penuh hingga Bandara El Tari kembali berstatus internasional.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang telah mendukung penuh sehingga Bandara El Tari kembali berstatus internasional. Sekarang saatnya bersama-sama mengundang maskapai agar membuka layanan penerbangan internasional dari Kupang,” kata Bobby.

Bobby menegaskan KADIN NTT akan terus memperjuangkan pembukaan rute Kupang–Dili karena diyakini memiliki prospek yang sangat besar bagi kemajuan ekonomi kawasan.

“Kami tidak akan pernah menyerah karena kami yakin rute ini memiliki potensi yang sangat besar dan akan memberikan manfaat terbaik bagi kedua negara, khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste,” tutup Bobby Lianto.




Ketum KADIN NTT Lantik Pengurus KADIN Nagekeo dan Hadiri Pembukaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTT

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, melantik Pengurus KADIN Kabupaten Nagekeo periode 2026–2031 sekaligus menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di Kabupaten Nagekeo.

Pelantikan tersebut merupakan rangkaian dari Musyawarah Kabupaten (Mukab) KADIN Nagekeo yang digelar pada Selasa, 23 Juni 2026, dengan tema “Bersinergi Bangun Nagekeo, KADIN, UMKM, dan Pemerintah Satu Tujuan.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan sektor perbankan dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

Dalam forum Mukab tersebut, peserta secara aklamasi kembali mempercayakan Sambu Aurelius Ignatius sebagai Ketua KADIN Kabupaten Nagekeo untuk masa bakti 2026–2031.

Prosesi pengukuhan dan pelantikan pengurus dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, dipimpin langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto.

Acara tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada, S.Fil., yang mewakili Bupati Nagekeo.

Dalam sambutan tertulis Bupati Nagekeo yang dibacakan pada acara tersebut, ditegaskan bahwa KADIN memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah melalui kemitraan dengan pemerintah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sinergi dalam mengembangkan dunia usaha, mendorong investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan dilantiknya Pengurus KADIN Nagekeo periode 2026–2031, diharapkan organisasi ini mampu membawa perubahan dan menjadi motor kebangkitan ekonomi, khususnya di Kabupaten Nagekeo,” demikian isi sambutan Bupati.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto menegaskan komitmennya untuk terus mendukung KADIN Nagekeo dalam memperkuat iklim investasi dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Menurut Bobby, Kabupaten Nagekeo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, serta sektor keuangan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua KADIN Kabupaten Ende, Herry Jufry, serta Direktur Eksekutif KADIN NTT, Mercy Siubelan.

Selain menghadiri agenda pelantikan, Bobby Lianto juga memenuhi undangan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi NTT yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Nagekeo.

Kehadiran Ketua Umum KADIN NTT dalam dua agenda penting tersebut menunjukkan komitmen KADIN NTT untuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan dunia usaha, tetapi juga mendukung terciptanya kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur. **




Pemprov NTT Percepat Pembentukan Free Trade Zone Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Target Sebelum 2028

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus mempercepat pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan target sebelum tahun 2028.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Bapperida NTT, Jumat (12/6/2026), yang dihadiri jajaran Bapperida, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, serta tim percepatan FTZ.

Plt. Kepala Bapperida NTT, Theresia Maria Florensia, SE., M.Ec.Dev., menegaskan bahwa penyusunan dokumen Pre-Feasibility Study (Pre-FS) menjadi prioritas utama pada tahun 2026 sesuai arahan Gubernur NTT.

“Tahun 2027 ditargetkan masuk tahap pembahasan di pemerintah pusat untuk penyusunan Feasibility Study (FS), kemudian dilanjutkan proses penetapan sehingga FTZ dapat beroperasi sebelum tahun 2028,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama KADIN saat ini fokus memperkuat kajian awal secara detail agar pemerintah pusat memperoleh gambaran komprehensif mengenai urgensi pembentukan FTZ di kawasan perbatasan, yang diyakini mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di NTT.

Kepala BPPD NTT, Ir. Maksi Y.E. Nenabu, MT, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha untuk memetakan potensi ekonomi yang akan dikembangkan di kawasan FTZ.

Pemprov NTT juga menggandeng akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam penyusunan kajian, sekaligus mengintegrasikan data dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Percepatan FTZ KADIN NTT, Dr. Miki Natun, mengusulkan agar KADIN dilibatkan langsung dalam tim penyusun Pre-FS sehingga pengalaman praktis dan jejaring investasi yang dimiliki dapat memperkuat dokumen tersebut.

Ketua Umum KADIN NTT, Dr. Bobby Lianto, MM., MBA., menjelaskan bahwa hubungan kerja sama dengan pemerintah dan pelaku usaha Timor Leste terus berkembang melalui berbagai nota kesepahaman serta pembentukan Satgas Percepatan FTZ sejak dua tahun terakhir.

KADIN NTT juga aktif melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari audiensi dengan pemerintah, kunjungan ke Timor Leste, hingga partisipasi dalam pameran perdagangan internasional di Dili sebagai upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk NTT.

Ketua Tim Percepatan FTZ KADIN NTT, Chris Samara, menilai peluang ekonomi kawasan perbatasan sangat besar, terutama dengan keberadaan FTZ Timor Leste di Oecussi yang kini telah memasuki tahap pembangunan.

Menurutnya, pembukaan kembali pasar perbatasan, pengembangan kawasan free packing, pemanfaatan akses ekspor bebas pajak ke negara-negara berbahasa Portugis, hingga peluang investasi di kawasan industri Suai menjadi potensi besar yang dapat dimanfaatkan NTT.

Selain sektor perdagangan, peluang di bidang pariwisata dan investasi berbasis mata uang dolar Amerika Serikat (USD) juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat perbatasan.

Pemprov NTT menegaskan bahwa konsep FTZ yang sedang disusun tidak hanya berorientasi pada perdagangan lintas batas, tetapi juga membangun cross-border value chain yang melibatkan sektor pertanian, peternakan, logistik, transportasi, industri, hingga UMKM.

Kawasan utama FTZ direncanakan berada di TTU-Oecussi dengan dukungan Pelabuhan Wini, sementara wilayah penyangga meliputi Kabupaten Belu, Malaka, dan Alor.

Sebagai tindak lanjut, rapat menyepakati lima langkah strategis, mulai dari pertemuan intensif tim penyusun Pre-FS, koordinasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, rapat besar di kawasan perbatasan bersama berbagai pemangku kepentingan, penyerahan Position Paper KADIN kepada Bapperida, hingga pelibatan resmi KADIN dalam Tim Penyusun Feasibility Study.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kawasan perdagangan bebas yang menjadi pintu gerbang baru perdagangan internasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.




LPDB Perkuat Kemitraan dengan KSP Kopdit Obor Mas TTS untuk Tingkatkan Layanan Koperasi

TTS, nwartapedia.com  –  Komitmen memperkuat peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Tim Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) ke Kantor Cabang Utama KSP Kopdit Obor Mas Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (10/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara LPDB dan KSP Kopdit Obor Mas dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana bergulir untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Rombongan LPDB disambut Manajer KCU TTS, Yohanes Severinus Padeng, bersama jajaran manajemen.

Dalam pertemuan tersebut dibahas perkembangan koperasi, pertumbuhan jumlah anggota, hingga strategi peningkatan kualitas layanan keuangan yang inklusif bagi masyarakat.

Tim LPDB memberikan apresiasi atas tata kelola koperasi yang dinilai berjalan dengan baik, transparan, dan mampu memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi anggota.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai contoh pengelolaan koperasi yang profesional.

Manajer KCU TTS Yohanes Severinus Padeng menyampaikan bahwa dukungan LPDB menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas koperasi untuk terus berkembang.

Ia memastikan pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara LPDB dan koperasi menjadi modal besar dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi masyarakat, sehingga koperasi dapat terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di daerah.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol komitmen kedua pihak untuk terus membangun kerja sama yang berkelanjutan dalam memperkuat gerakan koperasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Timor Tengah Selatan. *

 




Delegasi FGBMFI Indonesia Kunjungi KJRI Los Angeles, Produk NTT Siap Tembus Pasar Amerika

Los Angeles, nwartapedia.com – Delegasi Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Indonesia melakukan kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles, Rabu (20/8/2025).

Rombongan dipimpin oleh National President FGBMFI Indonesia, Dalie Sutanto, bersama Ketua Umum Kadin Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Kandidat Bobby Lianto, MM., MBA., usai menghadiri World Convention FGBMFI di Miami, Florida.

Dalam pertemuan tersebut, Dalie Sutanto menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Purnomo Ahmad Chandra. Ia juga memaparkan rencana besar FGBMFI, termasuk penyelenggaraan World Convention tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Bali, Indonesia.

“Kami senang bisa diterima dengan baik di KJRI. Selain berbagi pengalaman dari World Convention Miami, kami juga ingin mendorong potensi ekspor Indonesia, khususnya produk-produk unggulan daerah, agar semakin dikenal di pasar Amerika,” ujar Dalie.

Menanggapi hal tersebut, Konjen Purnomo Ahmad Chandra menegaskan peluang ekspor Indonesia ke Amerika terbuka lebar, terutama dengan adanya kebijakan tarif khusus yang lebih ringan bagi produk asal Indonesia.

“Sebagai contoh, kopi dari Brasil dikenakan tarif hingga 50 persen di Amerika, sementara kopi dari Indonesia hanya 19 persen. Ini kesempatan besar yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha kita,” jelasnya.

Dalam rombongan turut hadir pengusaha perkebunan kakao asal NTT, Hengky Lianto, yang juga menjabat sebagai Badan Pengawas FGBMFI. Hengky memperkenalkan produk cokelat unggulan asal Sumba Barat, Ghaura Chocolate, serta produk La Moringa, yang telah lebih dulu menembus pasar Eropa dan Singapura.

Usai bertemu Konjen, delegasi melanjutkan kunjungan ke Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang berada di bawah koordinasi KJRI Los Angeles. Mereka melihat langsung berbagai produk unggulan Indonesia yang dipamerkan di sana.

Momen membanggakan hadir ketika delegasi menemukan bahwa dua produk asal NTT, yakni La Moringa dan Ghaura Chocolate, sudah lebih dulu dipamerkan di ITPC Los Angeles.

“Kami bangga karena produk-produk NTT ternyata sudah lebih dulu hadir di pasar Amerika melalui ITPC. Ini bukti bahwa kualitas produk lokal kita mampu bersaing di tingkat global,” kata Bobby Lianto.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pintu masuk yang lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah, khususnya dari NTT, untuk meraih pasar Amerika Serikat. ***




KADIN NTT Siap Bawa Investor & UMKM Hadiri Trade Expo Timor Leste

 

Kupang,nwartapedia.com  — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapannya untuk membawa investor dan pelaku UMKM NTT berpartisipasi dalam Trade Expo Timor Leste yang akan digelar pada 28 Agustus hingga 1 September 2025 di Kota Dili.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, dalam Forum Bisnis yang digelar di Hotel Harper Kupang, Senin (30/6/2025), sebagai bagian dari rangkaian kunjungan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Timor Leste, Nino Pereira, ke Kota Kupang.

“Kami sangat mengapresiasi undangan dari Menteri Nino. Ini adalah kesempatan emas bagi pelaku usaha dan UMKM NTT untuk memperluas pasar dan membangun jaringan bisnis lintas batas. Ayo kita masuk pasar Timor Leste!” ujar Bobby Lianto dengan optimis.

Forum Bisnis tersebut menghadirkan pengusaha lokal NTT, asosiasi usaha, dinas teknis terkait, hingga mitra strategis dari kedua negara.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat konektivitas ekonomi antara NTT dan Timor Leste, yang selama ini telah terjalin dalam berbagai bentuk kerja sama perdagangan dan investasi.

Menteri Nino Pereira dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KADIN NTT atas inisiatif dan konsistensinya dalam membangun relasi bisnis bilateral.

“Saya berterima kasih karena ini sudah kunjungan ketiga saya melalui forum bisnis. Saya juga mengapresiasi para pengusaha NTT yang telah menjalin kerja sama dan berinvestasi di Timor Leste,” ujar Menteri Nino.

Selain Forum Bisnis, kunjungan Menteri Nino diisi dengan berbagai agenda strategis. Ia bertemu dengan Gubernur NTT dan mengundang secara resmi untuk menjadi pembicara dalam Trade Expo mendatang di Dili.

Kunjungan dilanjutkan ke Pasar Impres bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meninjau Kawasan Industri Bolok, serta berkunjung ke dermaga pelabuhan bersama INSA NTT dan Pelindo, hingga ke pabrik Cendana.

Malam harinya, Menteri Nino juga menggelar pertemuan informal dengan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, serta jajaran pengurus KADIN NTT di La Moringa, guna membangun relasi yang lebih erat dan santai di luar forum formal.

Dalam Forum Bisnis, Bobby Lianto juga menyampaikan bahwa KADIN NTT akan mengundang KADIN Indonesia dan KADIN Jawa Timur untuk memperluas jaringan kerja sama.

Menteri Nino dijadwalkan hadir dalam KADIN Diplomatik pada 11 Juli 2025 di Jakarta.

Kunjungan ini menandai babak baru dalam penguatan hubungan ekonomi antara NTT dan Timor Leste, membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih konkret antara sektor swasta dan pemerintah dari kedua negara. ***




Offroad Terbesar di NTT Segera Digelar di Kupang, Piala Bupati Kupang Jadi Rebutan

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Event offroad terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertajuk Piala Bupati Kupang akan segera digelar di Sejahtera Land, Oetalu, mulai Jumat, 30 Mei hingga Minggu, 1 Juni 2025.

Acara spektakuler ini diselenggarakan oleh KAT-Sejahtera Offroad Land dan telah membuka pendaftarannya sejak beberapa waktu lalu.

Ketua Panitia, Rusdi Haryanto Sidin, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi hingga hari ini, bahkan peserta dari luar kota dan luar negeri seperti Timor Leste pun turut ambil bagian.

“Sudah beberapa minggu ini sirkuit telah diuji coba oleh peserta dari Timor Leste. Sirkuit ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu SS1, SS2, dan SS3. SS1 memiliki lahan terbuka dengan kubangan air dan belokan tajam. SS2 berada di bawah pepohonan seperti hutan dan memiliki rintangan yang lebih menantang, dan SS3 merupakan kombinasi dari keduanya,” jelas Rusdi.

Sementara itu, Ketua KAT, dr. Ari Wijana, menyebut bahwa event kali ini adalah yang paling fantastis dengan total hadiah mencapai Rp500 juta, ditambah voucher menarik dari para sponsor.

“Kami melihat lonjakan minat yang luar biasa. Ini menunjukkan gairah otomotif, khususnya offroad, makin tinggi di wilayah NTT,” ujar dr. Ari.

Acara ini akan secara resmi dibuka oleh Bupati Kupang pada Jumat, 30 Mei 2025, pukul 13.00 WITA.

Ketua Umum KADIN NTT sekaligus CEO Sejahtera Group, Bobby Lianto, yang juga merupakan pemilik dari Sejahtera Land, menjelaskan bahwa event ini adalah hasil kerja sama antara pihaknya dan komunitas KAT untuk mengembangkan minat otomotif di NTT.

“Setelah sukses menggelar Festival Salib Paskah, kami lanjutkan dengan event offroad ini. Ke depannya, juga akan digelar motor cross. Sirkuit akan terus ditingkatkan agar lebih menarik bagi penonton,” katanya.

Bobby juga menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat. Event ini terbuka untuk umum dan gratis, tanpa biaya tiket masuk maupun parkir.

“Kami mengundang seluruh warga Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan sekitarnya untuk datang dan menyaksikan langsung acara ini secara gratis,” ajaknya.

Selain itu, dalam event ini juga akan diluncurkan produk terbaru dari Sejahtera Group, yakni perumahan Town House dua lantai tipe 50/90.

Rumah komersil modern minimalis ini ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp350 juta hingga Rp385 juta.

Program ini bahkan didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BTN, memungkinkan pekerja swasta dan BUMN yang memiliki kartu BPJS TK untuk memiliki rumah hanya dengan Rp1 juta sebagai uang muka, serta cicilan jangka panjang 20-30 tahun dengan berbagai subsidi dan bebas biaya administrasi.

“Tentu unitnya terbatas. Jadi segera manfaatkan kesempatan ini,” tutup Bobby. ***




KADIN NTT Minta Danantara Bawa Investasi ke NTT

 

Jakarta,nwartapedia.com  –  Dalam rangka meningkatkan perekonomian di Nusa Tenggara Timur (NTT), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Bobby Lianto, meminta dukungan dari Danantara untuk membawa investasi ke NTT.

Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Doni Oskaria, di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Bobby Lianto menjelaskan bahwa NTT memiliki potensi besar di berbagai sektor, termasuk kelautan, dengan komoditas seperti garam dan rumput laut.

Namun, ia juga menyebutkan bahwa NTT masih mengalami defisit besar akibat impor barang yang tinggi dan ekspor barang mentah yang rendah.

“Kami minta Danantara untuk membawa investasi ke NTT dan membantu meningkatkan perekonomian di daerah kami,” kata Bobby Lianto.

Doni Oskaria, COO Danantara, menyatakan bahwa perusahaan tersebut siap mendukung investasi di NTT dan berkolaborasi dengan KADIN NTT untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan investasi di NTT dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

KADIN NTT siap membantu memfasilitasi dan mendukung investasi yang masuk ke NTT. ***