Bobby Lianto Lantik KADIN TTS, Dorong Sinergi untuk Bangkitkan Ekonomi Daerah

Soe, nwartapedia.com — Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto melantik Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Aula Kantor Bupati TTS, Jumat (21/8/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Stephen Tafui resmi dikukuhkan sebagai Ketua KADIN TTS bersama jajaran pengurus lainnya. Prosesi pelantikan disaksikan langsung oleh Bupati TTS Eduard Markus Lioe.

Turut hadir Wakil Ketua KADIN NTT Yes Natonis, Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan, serta sejumlah anggota Dewan Pakar KADIN NTT, yakni Stefanus Tani Temu, Adios Asbanu dan Patrick.

Bobby Lianto mengatakan, pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran KADIN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten TTS.

Menurutnya, KADIN harus mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia menegaskan, KADIN NTT akan terus mengambil bagian dalam mendukung berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.

Salah satu bentuk dukungan KADIN NTT diwujudkan melalui pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T.

Bobby menjelaskan, KADIN NTT mengambil tanggung jawab untuk mendukung pembangunan 60 titik dapur MBG yang tersebar di desa-desa terpencil dengan kondisi geografis dan akses yang sulit.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. KADIN NTT mengambil peran untuk mendukung pembangunan di 60 titik di desa-desa yang sangat terpencil. Saat ini sudah banyak yang selesai 100 persen dan siap beroperasi,” kata Bobby.

Usai pelantikan KADIN TTS, Bobby bersama rombongan langsung meninjau salah satu dapur MBG yang telah selesai dibangun di Desa Bikekneno, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS.

Sejumlah dapur yang telah selesai dibangun kini menunggu proses dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum mulai beroperasi dan melayani masyarakat.

Selain meninjau dapur MBG, Bobby Lianto juga melihat potensi wisata alam di wilayah Bikekneno. Kawasan pegunungan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, termasuk wisata camping.

Bobby menilai TTS memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari pariwisata, pertanian, kelautan hingga budaya.

“Potensi TTS sangat luar biasa. Tidak hanya pariwisata, tetapi juga pertanian, budaya dan berbagai potensi lainnya yang dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi kepada KADIN NTT dan pengurus KADIN TTS yang baru dilantik.

Ia berharap KADIN dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program pembangunan, membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten TTS menyiapkan kantor KADIN TTS untuk menunjang kegiatan operasional organisasi.

Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten TTS mendapatkan bantuan bibit kakao dan kelapa. Ia berharap KADIN NTT dapat ikut mendukung pengembangan sektor perkebunan tersebut sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan pengurus KADIN TTS diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mengembangkan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat TTS. **




Bank NTT Sosialisasikan KUR di Gedung Golkar, UMKM NTT Didorong Manfaatkan Pembiayaan

Kupang,nwartapedia.com  — Bank NTT bersama Partai Golkar menggelar sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Aula Gedung Golkar, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi langsung mengenai program KUR Bank NTT, termasuk persyaratan, mekanisme pengajuan dan peluang pembiayaan bagi pelaku usaha produktif.

Sosialisasi ini menyasar terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Dalam kegiatan tersebut, Bank NTT menjelaskan bahwa pada 2026 terdapat kuota pembiayaan sebesar Rp350 miliar yang akan disalurkan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Dari jumlah tersebut, Rp200 miliar dialokasikan untuk KUR Kecil dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.

Selain itu, terdapat KUR Penempatan PMI sebesar Rp50 miliar yang ditujukan secara khusus bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT untuk membantu kebutuhan biaya pemberangkatan kerja ke luar negeri.

Program KUR Bank NTT tersebut menyasar sektor UMKM yang tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT. Sementara KUR Penempatan PMI ditargetkan dapat menjangkau sedikitnya 1.000 debitur baru.

Direktur Kredit Bank NTT, Alloysius Nggeong, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap informasi dan akses pembiayaan KUR masih sangat besar.

“Dari target 2.500 peserta, ternyata yang ikut 2.800 peserta. Ini gambaran bahwa masyarakat memang sangat membutuhkan informasi terkait KUR,” ujar Alloysius.

Menurutnya, sosialisasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih memahami ketentuan KUR sekaligus mempersiapkan usahanya dengan baik sebelum mengajukan pembiayaan.

Bank NTT Targetkan KUR Terserap hingga Akhir Tahun

Alloysius mengatakan, dari kuota KUR yang tersedia melalui Bank NTT, sekitar Rp20 miliar telah tersalurkan.

Bank NTT menargetkan seluruh kuota yang tersedia dapat terserap hingga akhir 2026 dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran.

Penyaluran KUR Bank NTT mulai berjalan efektif sejak Juni 2026 setelah adanya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) bersama Kementerian UMKM dan perbaikan integrasi sistem internal.

Bank NTT juga memastikan penyaluran dilakukan secara selektif untuk menjaga kualitas kredit dan memastikan pembiayaan diterima oleh debitur yang memenuhi ketentuan.

“Syarat kelayakan memperoleh KUR adalah bagi usaha yang sudah dan sedang berjalan serta punya tabungan aktif Bank NTT sebagai dasar penilaian kelayakan,” jelas Alloysius.

Realisasi KUR NTT Capai Rp1,714 Triliun

Secara keseluruhan, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT mencatat realisasi KUR dari seluruh bank penyalur hingga akhir Juni 2026 telah mencapai Rp1,714 triliun.

Realisasi tersebut disalurkan kepada sekitar 33.460 debitur di seluruh wilayah NTT.

Kehadiran Bank NTT dalam penyaluran KUR diharapkan semakin memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM di 22 kabupaten/kota.

Melalui sosialisasi yang digelar bersama Partai Golkar tersebut, masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa KUR bukan sekadar akses modal, tetapi pembiayaan yang harus didukung usaha yang berjalan dan memiliki prospek pengembangan.

Bank NTT menargetkan penyaluran KUR terus meningkat hingga akhir tahun sehingga dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat NTT. (MI)




KUR BRI Bantu Hana Kembangkan Usaha Kuliner hingga Rp2 Juta per Bulan

Kupang,nwartapedia.com  — Talenta memasak yang dimiliki Hana Agsamina Patttypelohi menjadi awal perjalanan dalam membangun usaha kuliner di Kota Kupang.

Melalui sebuah kantin di kompleks perkantoran Kantor Gubernur Lama, Hana kini mampu mengembangkan usahanya dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Sebelum memiliki usaha sendiri, Hana sempat membantu adiknya berjualan di Kelurahan Airnona. Namun, setelah adiknya meninggal dunia pada 2019, Hana sempat berhenti berjualan.

Hana kemudian memilih bangkit dan kembali produktif dengan memanfaatkan kemampuan memasak yang dimilikinya. Pada 2023, ia mulai membuka usaha kantin.

“Saya berpikir, daripada duduk-duduk di rumah, lebih baik saya membuat usaha. Kebetulan saya bisa memasak, sehingga saya mulai usaha kantin pada tahun 2023,” ujar Hana.

Sejak beroperasi, usaha tersebut terus berjalan meski pendapatan belum selalu stabil. Dalam sebulan, Hana menyebut pendapatannya dapat mencapai sekitar Rp2 juta.
Makanan yang dijualnya juga mendapat respons positif dari pelanggan.

Bahkan, pada hari tertentu makanan yang disediakan dapat habis lebih cepat sehingga kantin sudah tutup sekitar pukul 13.00 WITA.

“Usaha Mama yang paling diminati. Walaupun penjual lain sudah buka, pelanggan tetap membeli. Kadang jam satu siang sudah tutup karena makanan sudah habis,” katanya.

Dalam sehari, kantin Hana dapat menghabiskan sekitar 7 hingga 8 kilogram beras. Untuk membantu menjalankan usaha, ia mempekerjakan dua orang tenaga kerja.

Hana saat ini menyewa tempat usaha dengan biaya sekitar Rp1 juta per bulan. Untuk memperkuat modal dan mengembangkan bisnisnya, ia memanfaatkan pembiayaan melalui KUR BRI.

Hana mengaku telah menjadi nasabah BRI selama kurang lebih lima tahun. Pembiayaan KUR pertama yang diajukannya sebesar Rp20 juta dengan jangka waktu dua tahun.

Seiring perkembangan usaha, Hana kembali mengajukan pembiayaan dengan nominal Rp100 juta dan Rp50 juta. Menurutnya, KUR BRI memberikan manfaat bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

“Saya merekomendasikan masyarakat yang ingin membangun usaha untuk mengajukan KUR karena sangat bermanfaat untuk membantu mengembangkan usaha,” ujar Hana.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kisah Hana menunjukkan bahwa keberanian mengembangkan kemampuan yang dimiliki dapat menjadi langkah awal untuk membangun usaha.

“BRI senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil, agar dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” ujar Hery.

Menurut Hery, talenta, keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus berusaha merupakan modal penting bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis.

Bagi Hana, menjalankan usaha bukan sekadar untuk memperoleh penghasilan. Ia ingin memanfaatkan kemampuan memasak yang dimilikinya agar menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat.

“Kenapa Tuhan kasih talenta untuk berusaha? Daripada di rumah hanya duduk dan ngerumpi sana-sini, lebih baik kita gunakan talenta yang ada untuk usaha. Dengan berusaha, kita juga bisa mengenal banyak orang,” ungkapnya.

Perjalanan Hana menunjukkan bahwa usaha kuliner dapat dimulai dari kemampuan sederhana. Dengan ketekunan, keberanian mengambil peluang dan dukungan pembiayaan, usaha kecil dapat terus berkembang sekaligus membuka kesempatan kerja bagi orang lain. **




Berkat KUR BRI, Usaha Sembako Ansi di Kupang Terus Bertumbuh

Kupang,nwartapedia.com  –  Dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI membantu Ansi mengembangkan usaha sembako yang dirintisnya dari sebuah kios sederhana di Kota Kupang.

Selama sekitar tiga tahun menjalankan usaha, Ansi secara bertahap memperluas bisnisnya hingga kini memiliki empat titik usaha. Tiga di antaranya berada di Kelurahan Naimata, sedangkan satu lainnya berada di kawasan Jalur 40, Kota Kupang.

Usaha sembako tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarga Ansi. Selain mengelola kios, Ansi juga dipercaya menjadi agen BRILink yang telah dijalankannya selama sekitar dua bulan.

Perjalanan mengembangkan usaha tidak terlepas dari dukungan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ansi yang telah menjadi nasabah BRI selama sekitar 10 tahun memanfaatkan fasilitas KUR untuk memperkuat modal dan mengembangkan usahanya.

“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya kios sembako biasa. Tapi saya ingin kios ini bisa lebih lengkap, supaya masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain,” ujar Ansi.

Untuk memperbesar usahanya, Ansi sebelumnya memperoleh pinjaman mulai dari Rp25 juta dan kemudian meningkat menjadi Rp50 juta. Modal tersebut digunakan secara bertahap untuk menambah stok barang dan mengembangkan usaha.

Menurut Ansi, ketersediaan barang menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan pelanggan. Semakin lengkap kebutuhan yang tersedia, semakin mudah masyarakat sekitar mendapatkan barang keperluan sehari-hari.

Selain dukungan permodalan, Ansi juga merasakan manfaat dari pendampingan BRI dalam menjalankan usahanya. Ia mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan stok, menjaga perputaran modal, hingga melihat peluang berdasarkan kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi usaha.

Seiring waktu, usaha sembako Ansi terus menunjukkan perkembangan. Pelanggan semakin bertambah dan kiosnya menjadi salah satu pilihan masyarakat sekitar untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti beras, minyak goreng dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Perjalanan membangun kios sembako ini sangat panjang. Namun, karena dukungan petugas dari BRI, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” katanya.

Perkembangan usaha tersebut juga berdampak positif terhadap kondisi ekonomi keluarga Ansi. Penghasilan yang lebih stabil membuatnya lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk memastikan pendidikan anaknya tetap berjalan.

“Selama di Kupang, BRI sudah banyak membantu saya,” tuturnya.

Bagi Ansi, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan sekaligus memperluas usaha. Karena itu, ia berencana kembali memanfaatkan fasilitas KUR untuk mengembangkan bisnisnya.

“Selagi masih ada dana KUR, pasti saya akan mengajukan terus untuk pengembangan usaha,” ujarnya.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan BRI berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro dan kecil melalui akses pembiayaan serta pendampingan sesuai kebutuhan usaha.

“BRI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil, melalui akses pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kami berharap dukungan permodalan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu pelaku usaha untuk terus bertumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Menurut Hery, perjalanan Ansi menjadi salah satu gambaran bahwa usaha yang dirintis secara bertahap dapat berkembang ketika didukung dengan perencanaan usaha dan akses permodalan yang tepat.

“Setiap pelaku usaha memiliki perjalanan dan tantangan masing-masing. BRI akan terus berupaya memberikan layanan dan pendampingan agar pelaku usaha dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kisah Ansi menunjukkan bahwa usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Dari sebuah kios sederhana dengan pilihan barang yang terbatas, ia secara bertahap mengembangkan usaha hingga memiliki empat titik usaha.

Tidak hanya memperluas usaha sembako, Ansi juga turut memberikan layanan perbankan kepada masyarakat melalui agen BRILink.

Ke depan, Ansi berharap usahanya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarganya maupun masyarakat sekitar. Ia juga berharap dukungan BRI terhadap pelaku usaha kecil dapat terus berlanjut.

“Semoga BRI tetap jaya dan terus membantu masyarakat,” pungkas Ansi. *




Dapat KUR BRI, Usaha Advertising Henos di Kupang Kini Buka Lapangan Kerja

Kupang,nwartapedia.com  – Akses permodalan menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangkan bisnis.

Hal itu dirasakan Henos Efendi Serak, pelaku usaha advertising di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang.

Henos merintis usahanya sejak 2020. Berawal dari usaha kecil, kini bisnisnya berkembang dengan menyediakan berbagai produk advertising dan percetakan, seperti huruf timbul, plakat, spanduk, plat nomor kendaraan, stempel hingga batu kubur.

Dalam perjalanan mengembangkan usaha, Henos mendapat dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ia sendiri telah menjadi nasabah BRI sejak 2015.

“Dukungan dari BRI melalui pinjaman KUR sebesar Rp75 juta. Ini sudah kali kedua saya meminjam, dengan nilai Rp100 juta,” ujar Henos saat ditemui media, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Henos, pembiayaan KUR sangat membantu memenuhi kebutuhan modal usaha.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut seiring dengan perkembangan bisnisnya.

“Kalau usaha lebih berkembang, sudah pasti akan mengajukan pinjaman lagi kalau masih diberikan kesempatan oleh BRI. Kalau soal modal, pasti lari ke situ. BRI sangat-sangat membantu kami para pengusaha kecil,” katanya.

Henos menegaskan, usahanya kini tidak hanya dikenal sebagai pembuat batu kubur. Berbagai layanan advertising terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Usaha kami bergerak di bidang advertising. Ada pembuatan huruf timbul, plakat, spanduk dan masih banyak lagi, termasuk plat motor dan mobil serta stempel,” jelasnya.

Dari usaha tersebut, Henos juga mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan operasional bisnis.

Ia menyebut pendapatan usaha masih fluktuatif dengan pendapatan terendah sekitar Rp5 juta per bulan.

Pendapatan itu digunakan untuk membiayai kebutuhan anak-anak, membayar cicilan, listrik dan kebutuhan usaha. Sebagian pendapatan juga masih dapat disisihkan untuk ditabung.

Tak hanya memberikan manfaat bagi keluarga, perkembangan usaha Henos turut menciptakan lapangan kerja. Saat ini, ia memiliki dua karyawan tetap dan hingga tujuh tenaga freelance yang bekerja sesuai kebutuhan produksi.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, pelaku usaha mikro dan kecil memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Pelaku usaha seperti Pak Henos merupakan bagian penting dari penggerak ekonomi di masyarakat. Ketika usaha berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha dan keluarga, tetapi juga dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Hery menegaskan, BRI akan terus berupaya menghadirkan akses layanan dan pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil.

“BRI ingin terus hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha, mulai dari tahap merintis hingga ketika usaha tersebut berkembang. Kami berharap dukungan pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengembangkan kapasitas bisnis dan naik kelas,” tambahnya.

Henos pun berharap BRI terus berkembang dan semakin banyak memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil di berbagai daerah.

“Pesan dan harapan saya, BRI terus berkembang menjadi lebih baik sehingga bisa membantu lebih banyak orang, terutama para pengusaha kecil,” pungkas Henos. *




Bandara El Tari Kembali Berstatus Internasional, KADIN NTT dan CCI Dili Dorong Penerbangan Langsung Kupang–Dili

Kupang, nwartapedia.com  – Kembalinya status internasional Bandara El Tari menjadi momentum penting bagi penguatan konektivitas antara Indonesia dan Timor Leste. Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, Dr.cand., M.M., MBA, bersama Presiden CCI Dili, Helder Viera, terus mendorong pembukaan rute penerbangan langsung Kupang–Dili–Kupang.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang turut dihadiri General Manager Lion Group, Rinus Zebua, di Ghaura Chocolatier & Cafe, Kupang.

Dalam pertemuan itu, Bobby Lianto menegaskan bahwa KADIN NTT bersama CCI Dili terus menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan, agar rute internasional Kupang–Dili dapat segera direalisasikan.

Menurut Bobby, potensi kerja sama ekonomi antara Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste sangat besar. Selama ini, tingginya mobilitas masyarakat kedua wilayah masih bergantung pada jalur darat yang memerlukan waktu perjalanan sekitar delapan hingga sepuluh jam, bahkan kendaraan menuju Dili sering kali penuh.

“Karena itu, kehadiran penerbangan langsung akan menjadi solusi yang lebih cepat, nyaman, dan efisien bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat Kota Kupang maupun daerah lain di NTT yang belum pernah mengunjungi Dili. Begitu pula masyarakat Timor Leste yang belum menjadikan NTT sebagai tujuan utama perjalanan. Salah satu penyebabnya adalah lamanya waktu tempuh melalui jalur darat.

Dengan adanya penerbangan langsung, Bobby optimistis arus wisatawan, pelaku usaha, investor, hingga masyarakat umum akan meningkat secara signifikan. Kondisi tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, pariwisata, investasi, dan hubungan ekonomi kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Lianto dan Helder Viera juga membahas dukungan dari Lion Group terhadap rencana pembukaan rute internasional tersebut. Lion Group yang membawahi sejumlah maskapai seperti Batik Air, Super Air Jet, Wings Air, dan Lion Air dinilai memiliki kapasitas untuk melayani penerbangan Kupang–Dili.

Bobby menegaskan bahwa perjuangan menghadirkan penerbangan langsung Kupang–Dili bukanlah hal baru. Upaya tersebut telah dilakukan selama bertahun-tahun dan kini semakin terbuka setelah Bandara El Tari kembali menyandang status sebagai bandara internasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, atas dukungan penuh hingga Bandara El Tari kembali berstatus internasional.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang telah mendukung penuh sehingga Bandara El Tari kembali berstatus internasional. Sekarang saatnya bersama-sama mengundang maskapai agar membuka layanan penerbangan internasional dari Kupang,” kata Bobby.

Bobby menegaskan KADIN NTT akan terus memperjuangkan pembukaan rute Kupang–Dili karena diyakini memiliki prospek yang sangat besar bagi kemajuan ekonomi kawasan.

“Kami tidak akan pernah menyerah karena kami yakin rute ini memiliki potensi yang sangat besar dan akan memberikan manfaat terbaik bagi kedua negara, khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste,” tutup Bobby Lianto.




Ketum KADIN NTT Lantik Pengurus KADIN Nagekeo dan Hadiri Pembukaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTT

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, melantik Pengurus KADIN Kabupaten Nagekeo periode 2026–2031 sekaligus menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di Kabupaten Nagekeo.

Pelantikan tersebut merupakan rangkaian dari Musyawarah Kabupaten (Mukab) KADIN Nagekeo yang digelar pada Selasa, 23 Juni 2026, dengan tema “Bersinergi Bangun Nagekeo, KADIN, UMKM, dan Pemerintah Satu Tujuan.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan sektor perbankan dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

Dalam forum Mukab tersebut, peserta secara aklamasi kembali mempercayakan Sambu Aurelius Ignatius sebagai Ketua KADIN Kabupaten Nagekeo untuk masa bakti 2026–2031.

Prosesi pengukuhan dan pelantikan pengurus dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, dipimpin langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto.

Acara tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada, S.Fil., yang mewakili Bupati Nagekeo.

Dalam sambutan tertulis Bupati Nagekeo yang dibacakan pada acara tersebut, ditegaskan bahwa KADIN memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah melalui kemitraan dengan pemerintah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sinergi dalam mengembangkan dunia usaha, mendorong investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan dilantiknya Pengurus KADIN Nagekeo periode 2026–2031, diharapkan organisasi ini mampu membawa perubahan dan menjadi motor kebangkitan ekonomi, khususnya di Kabupaten Nagekeo,” demikian isi sambutan Bupati.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto menegaskan komitmennya untuk terus mendukung KADIN Nagekeo dalam memperkuat iklim investasi dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Menurut Bobby, Kabupaten Nagekeo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, serta sektor keuangan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua KADIN Kabupaten Ende, Herry Jufry, serta Direktur Eksekutif KADIN NTT, Mercy Siubelan.

Selain menghadiri agenda pelantikan, Bobby Lianto juga memenuhi undangan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi NTT yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Nagekeo.

Kehadiran Ketua Umum KADIN NTT dalam dua agenda penting tersebut menunjukkan komitmen KADIN NTT untuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan dunia usaha, tetapi juga mendukung terciptanya kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur. **




Pemprov NTT Percepat Pembentukan Free Trade Zone Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Target Sebelum 2028

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus mempercepat pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan target sebelum tahun 2028.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Bapperida NTT, Jumat (12/6/2026), yang dihadiri jajaran Bapperida, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, serta tim percepatan FTZ.

Plt. Kepala Bapperida NTT, Theresia Maria Florensia, SE., M.Ec.Dev., menegaskan bahwa penyusunan dokumen Pre-Feasibility Study (Pre-FS) menjadi prioritas utama pada tahun 2026 sesuai arahan Gubernur NTT.

“Tahun 2027 ditargetkan masuk tahap pembahasan di pemerintah pusat untuk penyusunan Feasibility Study (FS), kemudian dilanjutkan proses penetapan sehingga FTZ dapat beroperasi sebelum tahun 2028,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama KADIN saat ini fokus memperkuat kajian awal secara detail agar pemerintah pusat memperoleh gambaran komprehensif mengenai urgensi pembentukan FTZ di kawasan perbatasan, yang diyakini mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di NTT.

Kepala BPPD NTT, Ir. Maksi Y.E. Nenabu, MT, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha untuk memetakan potensi ekonomi yang akan dikembangkan di kawasan FTZ.

Pemprov NTT juga menggandeng akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam penyusunan kajian, sekaligus mengintegrasikan data dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Percepatan FTZ KADIN NTT, Dr. Miki Natun, mengusulkan agar KADIN dilibatkan langsung dalam tim penyusun Pre-FS sehingga pengalaman praktis dan jejaring investasi yang dimiliki dapat memperkuat dokumen tersebut.

Ketua Umum KADIN NTT, Dr. Bobby Lianto, MM., MBA., menjelaskan bahwa hubungan kerja sama dengan pemerintah dan pelaku usaha Timor Leste terus berkembang melalui berbagai nota kesepahaman serta pembentukan Satgas Percepatan FTZ sejak dua tahun terakhir.

KADIN NTT juga aktif melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari audiensi dengan pemerintah, kunjungan ke Timor Leste, hingga partisipasi dalam pameran perdagangan internasional di Dili sebagai upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk NTT.

Ketua Tim Percepatan FTZ KADIN NTT, Chris Samara, menilai peluang ekonomi kawasan perbatasan sangat besar, terutama dengan keberadaan FTZ Timor Leste di Oecussi yang kini telah memasuki tahap pembangunan.

Menurutnya, pembukaan kembali pasar perbatasan, pengembangan kawasan free packing, pemanfaatan akses ekspor bebas pajak ke negara-negara berbahasa Portugis, hingga peluang investasi di kawasan industri Suai menjadi potensi besar yang dapat dimanfaatkan NTT.

Selain sektor perdagangan, peluang di bidang pariwisata dan investasi berbasis mata uang dolar Amerika Serikat (USD) juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat perbatasan.

Pemprov NTT menegaskan bahwa konsep FTZ yang sedang disusun tidak hanya berorientasi pada perdagangan lintas batas, tetapi juga membangun cross-border value chain yang melibatkan sektor pertanian, peternakan, logistik, transportasi, industri, hingga UMKM.

Kawasan utama FTZ direncanakan berada di TTU-Oecussi dengan dukungan Pelabuhan Wini, sementara wilayah penyangga meliputi Kabupaten Belu, Malaka, dan Alor.

Sebagai tindak lanjut, rapat menyepakati lima langkah strategis, mulai dari pertemuan intensif tim penyusun Pre-FS, koordinasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, rapat besar di kawasan perbatasan bersama berbagai pemangku kepentingan, penyerahan Position Paper KADIN kepada Bapperida, hingga pelibatan resmi KADIN dalam Tim Penyusun Feasibility Study.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kawasan perdagangan bebas yang menjadi pintu gerbang baru perdagangan internasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.




LPDB Perkuat Kemitraan dengan KSP Kopdit Obor Mas TTS untuk Tingkatkan Layanan Koperasi

TTS, nwartapedia.com  –  Komitmen memperkuat peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Tim Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) ke Kantor Cabang Utama KSP Kopdit Obor Mas Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (10/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara LPDB dan KSP Kopdit Obor Mas dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana bergulir untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Rombongan LPDB disambut Manajer KCU TTS, Yohanes Severinus Padeng, bersama jajaran manajemen.

Dalam pertemuan tersebut dibahas perkembangan koperasi, pertumbuhan jumlah anggota, hingga strategi peningkatan kualitas layanan keuangan yang inklusif bagi masyarakat.

Tim LPDB memberikan apresiasi atas tata kelola koperasi yang dinilai berjalan dengan baik, transparan, dan mampu memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi anggota.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai contoh pengelolaan koperasi yang profesional.

Manajer KCU TTS Yohanes Severinus Padeng menyampaikan bahwa dukungan LPDB menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas koperasi untuk terus berkembang.

Ia memastikan pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara LPDB dan koperasi menjadi modal besar dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi masyarakat, sehingga koperasi dapat terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di daerah.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol komitmen kedua pihak untuk terus membangun kerja sama yang berkelanjutan dalam memperkuat gerakan koperasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Timor Tengah Selatan. *

 




Delegasi FGBMFI Indonesia Kunjungi KJRI Los Angeles, Produk NTT Siap Tembus Pasar Amerika

Los Angeles, nwartapedia.com – Delegasi Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Indonesia melakukan kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles, Rabu (20/8/2025).

Rombongan dipimpin oleh National President FGBMFI Indonesia, Dalie Sutanto, bersama Ketua Umum Kadin Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Kandidat Bobby Lianto, MM., MBA., usai menghadiri World Convention FGBMFI di Miami, Florida.

Dalam pertemuan tersebut, Dalie Sutanto menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Purnomo Ahmad Chandra. Ia juga memaparkan rencana besar FGBMFI, termasuk penyelenggaraan World Convention tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Bali, Indonesia.

“Kami senang bisa diterima dengan baik di KJRI. Selain berbagi pengalaman dari World Convention Miami, kami juga ingin mendorong potensi ekspor Indonesia, khususnya produk-produk unggulan daerah, agar semakin dikenal di pasar Amerika,” ujar Dalie.

Menanggapi hal tersebut, Konjen Purnomo Ahmad Chandra menegaskan peluang ekspor Indonesia ke Amerika terbuka lebar, terutama dengan adanya kebijakan tarif khusus yang lebih ringan bagi produk asal Indonesia.

“Sebagai contoh, kopi dari Brasil dikenakan tarif hingga 50 persen di Amerika, sementara kopi dari Indonesia hanya 19 persen. Ini kesempatan besar yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha kita,” jelasnya.

Dalam rombongan turut hadir pengusaha perkebunan kakao asal NTT, Hengky Lianto, yang juga menjabat sebagai Badan Pengawas FGBMFI. Hengky memperkenalkan produk cokelat unggulan asal Sumba Barat, Ghaura Chocolate, serta produk La Moringa, yang telah lebih dulu menembus pasar Eropa dan Singapura.

Usai bertemu Konjen, delegasi melanjutkan kunjungan ke Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang berada di bawah koordinasi KJRI Los Angeles. Mereka melihat langsung berbagai produk unggulan Indonesia yang dipamerkan di sana.

Momen membanggakan hadir ketika delegasi menemukan bahwa dua produk asal NTT, yakni La Moringa dan Ghaura Chocolate, sudah lebih dulu dipamerkan di ITPC Los Angeles.

“Kami bangga karena produk-produk NTT ternyata sudah lebih dulu hadir di pasar Amerika melalui ITPC. Ini bukti bahwa kualitas produk lokal kita mampu bersaing di tingkat global,” kata Bobby Lianto.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pintu masuk yang lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah, khususnya dari NTT, untuk meraih pasar Amerika Serikat. ***