Charlie Paulus Ajak KADIN NTT Bangkitkan UMKM dan Buka Akses Pasar ke Timor-Leste

Kupang, nwartapedia.com – Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengajak Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus membuka peluang perdagangan dengan negara tetangga.

Ajakan tersebut disampaikan Charlie dalam kegiatan coffee morning KADIN NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang, Kamis (24/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Charlie memberikan apresiasi atas langkah KADIN NTT membangun jejaring kerja sama ekonomi dengan Timor-Leste dan Australia.

Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan usaha masyarakat NTT.

“Bank NTT membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya KADIN NTT, untuk menghidupkan UMKM masyarakat NTT. Apalagi dengan adanya peluang kerja sama dengan Timor-Leste,” ujar Charlie.

Ia berharap pengusaha yang tergabung dalam KADIN NTT turut memberikan perhatian kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan usaha, dan menjangkau pasar internasional.

Bank NTT Berharap Hadir di Negara Tetangga

Charlie juga menyampaikan harapannya agar Bank NTT suatu saat dapat memperluas layanan perbankan hingga ke negara tetangga.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu mempermudah aktivitas transaksi serta mendukung pelaku usaha NTT yang menjalankan kegiatan perdagangan lintas negara.

Menurutnya, peluang kerja sama dengan Timor-Leste bukan hanya membuka pasar baru bagi produk lokal, tetapi juga dapat menciptakan kesempatan ekonomi bagi masyarakat NTT.

Karena itu, dukungan dunia usaha melalui KADIN dinilai penting untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan peluang bisnis yang lebih luas.

Evaluasi Kredit, KUR Harus Tepat Sasaran

Di sisi lain, Charlie menegaskan Bank NTT terus melakukan pembenahan terhadap sistem pembiayaan, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia mengakui pengalaman masa lalu menjadi pelajaran penting bagi manajemen Bank NTT untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas penyaluran kredit.

“Kita tidak bisa lagi seperti pengalaman masa lalu. Pengalaman masa lalu memberikan pelajaran yang berarti bagi kami,” katanya.

Menurut Charlie, pembenahan dilakukan agar kredit yang disalurkan benar-benar membantu pengembangan usaha masyarakat tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian perbankan.

“Akibat masa lalu yang menimbulkan beban bagi Bank NTT saat ini, kami terus membenahi sistem kerja dan pembiayaan. KUR harus benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan UMKM,” jelasnya.

Setiap pengajuan pembiayaan, lanjutnya, harus melalui proses seleksi dan analisis sesuai ketentuan bank.

Bank NTT juga menyediakan fasilitas pembiayaan bagi kelompok masyarakat tertentu, termasuk imigran, dengan tetap memperhatikan persyaratan dan kriteria yang berlaku.

Kolaborasi untuk Memperkuat Ekonomi NTT

Charlie berharap kerja sama Bank NTT dan KADIN tidak berhenti pada pembukaan peluang perdagangan internasional, tetapi juga menyentuh kebutuhan pelaku usaha kecil di daerah.

Ia mendorong keterlibatan pengusaha, pemerintah, dan perbankan untuk bersama-sama memperkuat UMKM agar memiliki kemampuan bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui sinergi tersebut, Bank NTT berharap semakin banyak pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan dan kesempatan mengembangkan usaha, sekaligus memanfaatkan potensi perdagangan dengan Timor-Leste dan Australia. (MI)

 




KADIN NTT Dorong Free Trade Zone, Gubernur Melki Bidik Tiga Pasar Strategis

Kupang, nwartapedia.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur menggelar Coffee Morning bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjelang Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) VIII KADIN NTT yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Kamis (24/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas strategi penguatan ekonomi NTT, termasuk pengembangan kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ), investasi, serta perluasan pasar internasional.

Gubernur Melki Laka Lena yang hadir secara daring dari Jakarta mendorong KADIN dan pemerintah untuk mengoptimalkan tiga pasar, yakni pasar internasional, nasional, dan lokal.

Menurut Melki, posisi NTT yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste dan berdekatan dengan Australia menjadi peluang untuk memperkuat perdagangan lintas negara.

“Pada aras internasional kita harus mengoptimalkan rencana dan desain Free Trade Zone yang mau kita bangun di NTT,” ujar Melki.

Ia juga mendorong penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memperbesar kontribusi NTT terhadap perekonomian nasional.

Di sisi lain, pasar lokal juga perlu diperkuat agar pelaku usaha NTT mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, mengatakan KADIN siap mendukung pemerintah dalam mempercepat rencana Free Trade Zone.

KADIN NTT sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan BP Batam dan KADIN Kepulauan Riau untuk mempelajari pengembangan kawasan perdagangan bebas, khususnya terkait kemudahan perizinan dan investasi.

Bobby menyebut penyusunan studi kelayakan awal Free Trade Zone NTT ditargetkan dapat diselesaikan tahun ini. KADIN juga siap membantu menjajaki calon investor.

Selain itu, KADIN NTT tengah membangun komunikasi dengan pelaku usaha dari Northern Territory, Australia.

Sekitar 15–20 pengusaha direncanakan berkunjung ke NTT untuk menjajaki peluang kerja sama.
Bobby juga mendorong terbentuknya konektivitas ekonomi Kupang–Dili–Darwin.

KADIN bahkan tengah menjajaki peluang penerbangan langsung Kupang–Dili menggunakan pesawat ATR.

Rapimprov VIII KADIN NTT sendiri dilaksanakan secara serentak bersama KADIN di seluruh Indonesia, baik secara tatap muka maupun daring.

Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi dunia usaha untuk merumuskan program dan strategi penguatan ekonomi NTT. (MI)




BI NTT Perluas Promosi Produk Lokal Lewat Flobamorata Creative Expo

Kupang, nwartapedia.com — Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperluas promosi produk unggulan daerah melalui Flobamorata Creative Expo yang akan digelar pada 2–4 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan pengembangan dari Exotic Tenun Fest yang sebelumnya lebih menitikberatkan pada promosi produk tenun.

Kali ini, BI NTT memperluas cakupan expo dengan menghadirkan berbagai produk unggulan dan kreatif dari sejumlah daerah di NTT.

Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso, mengatakan perubahan konsep dilakukan karena potensi ekonomi kreatif NTT tidak hanya berasal dari produk tenun.

Menurutnya, NTT memiliki beragam produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan, mulai dari kopi, kelor, produk kelautan, makanan dan minuman, wastra hingga berbagai produk kreatif lainnya.

“Bukan hanya masalah tenun saja, tapi produk-produk yang dihasilkan oleh NTT,” kata Adidoyo dalam kegiatan Sante-Sante Duduk ba Omong deng Media (Sasando Dia) di Kupang, Selasa (22/9/2026).

Analisis Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, KI dan Syariah KPw BI NTT, Reyza Lisembina Budiarjo, menjelaskan Flobamorata Creative Expo menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi kreatif dari berbagai daerah di NTT kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia mengatakan, expo tersebut tidak hanya menampilkan produk yang sudah berkembang, tetapi juga mendorong inovasi serta membantu pelaku UMKM meningkatkan nilai tambah produknya.

Dengan demikian, produk UMKM diharapkan tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sejumlah kategori produk akan ditampilkan dalam Flobamorata Creative Expo, di antaranya kopi, wastra, makanan dan minuman, serta berbagai produk kreatif dan inovatif dari pelaku usaha di NTT.

BI NTT juga memberikan ruang bagi masyarakat yang menghasilkan produk inovatif.

Salah satu yang akan diperkenalkan adalah inovasi es krim berbahan kulit pisang yang dikembangkan sebuah sekolah di Kabupaten Malaka. Produk tersebut disebut telah memperoleh penghargaan di tingkat Asia Pasifik.

Adidoyo mengatakan inovasi tersebut menjadi contoh bahwa bahan yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi dapat diolah menjadi produk kreatif yang bernilai tambah.

Menurutnya, kreativitas dan inovasi menjadi bagian penting dalam pengembangan produk lokal agar mampu memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Selain pameran produk, Flobamorata Creative Expo juga akan diisi dengan kegiatan sosial melalui Program Charity.

Reyza menjelaskan, sebagian hasil penjualan produk selama expo akan disalurkan untuk kegiatan sosial guna membantu masyarakat di wilayah Flores.

Selain itu, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan lelang tenun sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap produk lokal sekaligus kegiatan sosial.

“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya mendorong UMKM, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Reyza.

Adidoyo juga memperkenalkan dua Deputi Kepala Perwakilan BI NTT yang baru, yakni Alvin Ari Wijayanto dan Ari Setyo Wibowo.

Alvin Ari Wijayanto akan menangani sejumlah bidang, antara lain sistem pembayaran, pengelolaan dan penyetoran uang rupiah serta manajemen internal.

Sementara Ari Setyo Wibowo akan menangani bidang asesmen perekonomian, UMKM dan sejumlah bidang terkait lainnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Alvin Ari Wijayanto, juga menyampaikan perkembangan penggunaan QRIS di NTT.

Hingga triwulan II 2026, jumlah merchant QRIS di NTT mencapai sekitar 340 ribu, atau tumbuh sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara jumlah pengguna QRIS mencapai sekitar 378 ribu, meningkat sekitar 20 persen secara tahunan.

BI NTT terus mendorong pemanfaatan QRIS dalam berbagai aktivitas transaksi masyarakat, termasuk pembayaran retribusi daerah, pajak restoran, pasar murah, festival kuliner hingga kegiatan Car Free Day.

Di tengah meningkatnya transaksi digital, BI NTT juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan perlindungan data pribadi ketika menggunakan layanan pembayaran digital, termasuk QRIS.

Penggunaan layanan pembayaran digital perlu dilakukan secara aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar manfaat digitalisasi transaksi dapat dirasakan masyarakat secara optimal. (MI)⁹




KADIN NTT Matangkan Rencana Free Trade Zone dengan Timor Leste, Libatkan Otorita Batam

Kupang, nwartapedia.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong terwujudnya Free Trade Zone (FTZ) sebagai strategi membuka peluang perdagangan dan investasi antara NTT dengan negara tetangga, khususnya Timor Leste.

Rencana pengembangan Free Trade Zone antara NTT dan Timor Leste tersebut dimotori oleh KADIN NTT dan dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Wisma Alak Resort, Kota Kupang, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Otorita Batam serta Ketua KADIN Provinsi Kepulauan Riau, untuk memberikan masukan dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan kawasan perdagangan bebas di Batam.

Ketua KADIN NTT, Dr (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA, mengatakan posisi geografis NTT menjadi salah satu modal penting dalam mendorong pengembangan kawasan perdagangan bebas.

NTT memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan Timor Leste dan Australia. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi NTT untuk membangun konektivitas perdagangan regional sekaligus memperluas pasar ke tingkat internasional.

“Kita manfaatkan posisi ini untuk bisa membuka triangle antara tiga negara, antara Kota Kupang, Dili dan Darwin, atau antara Indonesia, Timor Leste dan Australia,” ujar Bobby.

Menurutnya, rencana FTZ tidak hanya diarahkan untuk menjadikan Timor Leste sebagai pasar, tetapi juga sebagai pintu menuju pasar yang lebih luas.

Bobby menjelaskan bahwa KADIN NTT telah membangun komunikasi dengan dunia usaha di Timor Leste dan Australia untuk mengidentifikasi peluang perdagangan dan investasi yang dapat dikembangkan.

Dalam kegiatan tersebut, KADIN NTT juga menggali pengalaman Batam dalam mengembangkan kawasan ekonomi dan perdagangan bebas.

Bobby menilai pengalaman Batam penting menjadi bahan pembelajaran bagi NTT, terutama dalam membangun infrastruktur, kawasan industri, pelabuhan, konektivitas, serta kebijakan yang mendukung investasi.

Batam dinilai berhasil memanfaatkan posisi geografisnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi.

Karena itu, KADIN NTT berharap kolaborasi dengan Otorita Batam dan KADIN Provinsi Kepulauan Riau dapat memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu dipersiapkan NTT dalam mewujudkan FTZ.

Bobby juga mendorong peningkatan konektivitas antara Kupang, Dili dan Darwin.

Menurutnya, keberadaan penerbangan langsung maupun konektivitas perdagangan akan menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas pelaku usaha, wisatawan, barang dan investasi.

KADIN NTT bahkan terus mendorong terwujudnya penerbangan langsung Kupang-Dili dan Kupang-Darwin.

Selain perdagangan, kerja sama dengan Darwin juga diarahkan pada sejumlah sektor, antara lain pendidikan, pariwisata, perdagangan, olahraga dan kesehatan.

KADIN NTT juga sedang menginisiasi hubungan Friendship City atau Sister City antara Kota Kupang dan Darwin.

Bobby menegaskan bahwa rencana Free Trade Zone harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat NTT.

Menurutnya, apabila kawasan perdagangan bebas mampu menarik industri dan investor, maka kebutuhan terhadap tenaga kerja lokal akan meningkat.

Di sisi lain, UMKM juga berpeluang menjadi bagian dari rantai pasok industri.

“Begitu banyak pabrik-pabrik dibuka, mereka pasti membutuhkan supply dari UMKM-UMKM kita. Mereka akan membutuhkan supply dari industri kecil dan menengah,” kata Bobby.

Karena itu, KADIN NTT akan terus mendorong UMKM agar mampu naik kelas dan memenuhi kebutuhan industri yang nantinya masuk ke NTT.

Bobby berharap rencana Free Trade Zone antara NTT dan Timor Leste dapat menjadi momentum untuk membangun ekosistem ekonomi baru yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, investor, UMKM dan masyarakat.

Dengan memanfaatkan posisi strategis NTT sebagai pintu gerbang selatan Indonesia, KADIN NTT optimistis perdagangan dengan Timor Leste, Australia dan pasar internasional dapat semakin berkembang. 

Ketua KADIN Kepulauan Riau Ir Nur Mustava menjelaskan, Kota Batam merupakan salah satu pintu perdagangan bebas antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia. 

Karena itu, pihaknya siap untuk bekerja sama, berkoordinasi untuk membuka pusat perdagangan baru di daerah perbatasan, seperti di NTT. 

“Kami siap mendukung, berbagi pengalaman, membuka jaringan dan menjalin kerja sama. Semoga FGD ini menjadi awal kolaborasi untuk membangun Indonesia dari perbatasan NTT dengan Timor Leste,” ungkapnya.

Ketua Kadin Kota Batam Roman Nasir Hutabarat mengungkapkan, pihaknya hadir di Kota Kupang untuk melihat pertumbuhan ekonomi di kota ini.

“Kami bermaksud, bertujuan untuk barangkali ada bisa kolaborasi yang baik antara Kota Batam dengan Kupang. Kami melihat Kota Kupang sangat dekat dengan Papua New Guinea, Australia, dan Timor Leste. Kami lihat ini adalah peluang-peluang bisnis. Kami siap berkolaborasi,” tegasnya.

Dia menjelaskan, Kota Batam itu maju karena hanya 24 kilometer ke Singapura dan 36 kilometer ke Malaysia demikianpun Kota Kupang akan maju karena sangat dekat dengan Dili dan Darwin.

Dia berharap karena letak geografis ini, Kota Kupang menjadi kota industri dan kota pariwisata karena didukung dengan panorama yang sangat bagus.

“Kami perdana datang ke Kota Kupang, tetapi kami melihat ada peluang untuk kerja sama. Ada prospek-prospek pertemuan ekonomi yang kelihatan mudah untuk dilaksanakan,” pungkasnya.

Stafsus Presiden yang juga ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Billy Mambrasar mengapresiasi ekosistem yang dibangun oleh Kadin NTT. 

Berdasarkan kondisi geografis, dia melihat warga Timor Leste yang datang ke Kota Atambua untuk berbelanja. Ini menjadi peluang bagi Kadin NTT untuk mengembangkan usaha di perbatasan. 

Sayangnya NTT saat ini memiliki bahan baku tetapi tidak memiliki pabrik untuk usaha ekspor. NTT harusnya bisa memanfaatkan SMK-SMK yang ada. 

“Untuk mewujudkannya, ini bukan soaln NTT memiliki produk, tetapi seberapa besar NTT berani untuk mendatangkan orang untuk menciptakan produk,” jelasnya. 

Dia mendodorng NTT untuk memikiii produk sendiri. Apalagi alur transportasi NTT dan Timor Leste sangat mendukung. 

Kepala Bapperida Provinsi NTT Theresia Maria Florentina, SE., M.Ec.Dev., ketika membuka FGD itu mengapresiasi Kadin NTT yang telah menggagas FGD ini.

Bagi Pemprov NTT, kata dia, langkah ini penting mengenai potensi NTT memanfaatkan letaknya yang strategis untuk kesejahteraan masyarakat.

NTT, kata dia, merupakan daerah kepulauan yang berada perbatasan negara Timor Letste. Karena itu ada peluang pembangunan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan letak geografis ini.

Perbatas harus menjadi ruang kerja sama yang dapat menghadirkan manfat poembangunan negara. Dalam konteks itulah free trade zone perlu dilihat dari upaya pembangunan ekonomi yang kuat dan menguntungkan.

“Kita memiliki hubungan dekat dengan Timor Leste secara sosial dan sejarah dalam waktu yang panjang. Modal sosial ini harus kita rawat untuk mengembangkan bidang ekomomi dan perdagangan,” ungkapnya.

Dia berharap, melalui FGD ini, ke depan ada kerja sama yang baik dan berkenbang serta memiliki dampak bagi masyarakat, khusunya di perbatasan.

Dia juga mengajak para peserta FGD dengan berbagai untur pemangku kepentingan di dalamnya untuk belajar dari Kota Batam yang memilki pengalaman industri, perdagangan.

“Kita memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, seperti UMKM dan pariwisata yang perlu didorong, sehingg tidak berhenti dalam potensi, tetapi bisa dikenal daerah luar,” jelasnya.

Dia berharap KADIN NTT bisa mnejadi mitra pemerintah dalam mengembangkana investasi di NTT. “Kita ingin gagasan ini tidak hanya wacana, namun dipersiapkan dengan baik, sehingha memiliki kontribusi bagi kawaaan perbatasan,” pungkasnya.(MI)




Bobby Lianto Lantik Pengurus KADIN Manggarai Timur, Maximilian Firman Demorin Kembali Memimpin

Borong, nwartapedia.com — Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, melantik Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Manggarai Timur untuk periode 2026–2031.

Dalam pelantikan tersebut, Maximilian Firman Demorin kembali dipercaya memimpin KADIN Manggarai Timur untuk periode kedua.

Pelantikan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Manggarai Timur, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 19.00 WITA dan disaksikan langsung oleh Bupati Manggarai Timur Andreas Agas bersama jajaran pemerintah daerah.

Bobby Lianto hadir bersama sejumlah pengurus KADIN NTT. Turut hadir Wakil Ketua Umum KADIN NTT Bidang Ekonomi Christopher Samara dan Dewan Pakar KADIN NTT Stefanus Tani Temu.

Hadir pula Ketua KADIN Kabupaten Ende Haji Herry Jufry dan Ketua KADIN Kabupaten Nagekeo Sambu Aurelius.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto memberikan ucapan selamat kepada Maximilian Firman Demorin dan jajaran pengurus KADIN Manggarai Timur yang kembali dipercaya menjalankan amanah organisasi.

Bobby juga memberikan apresiasi atas respons cepat KADIN Manggarai Timur dalam membantu masyarakat setelah bencana gempa melanda wilayah Flores.

Menurut Bobby, pada hari kedua setelah gempa, KADIN Manggarai Timur telah turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan sosial berupa sembako serta melibatkan tenaga ahli kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

Bobby menegaskan, KADIN Indonesia melalui KADIN NTT bersama KADIN daerah se-Flores terus mengambil bagian dalam penanganan dampak gempa.

Sejumlah bantuan telah disalurkan kepada masyarakat, mulai dari beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya, terpal, selimut hingga material bangunan.

Gerakan kemanusiaan tersebut tidak hanya dilakukan oleh KADIN, tetapi juga melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Di antaranya Yayasan Peduli Flores, Persekutuan Doa Zurich, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut serta Washeng Travel & Cargo.

Bobby mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen dunia usaha untuk hadir membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Usai prosesi pelantikan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan penyerahan bantuan di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores Kabupaten Manggarai Timur.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi simbol bahwa pelantikan kepengurusan KADIN Manggarai Timur tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Andreas Agas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada dunia usaha yang telah ikut membantu pemerintah dalam menangani dampak serta pemulihan pascagempa.

Menurutnya, dukungan dunia usaha sangat berarti dalam memperkuat upaya pemerintah membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Andreas juga mengapresiasi sinergi yang dibangun KADIN Indonesia melalui KADIN NTT bersama berbagai asosiasi dunia usaha, termasuk Apindo NTT dan REI NTT, dalam mendukung penanganan bencana di Flores.

Dengan kembali dipercayanya Maximilian Firman Demorin memimpin KADIN Manggarai Timur, organisasi dunia usaha tersebut diharapkan semakin aktif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kontribusi sosial bagi masyarakat.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara KADIN, pemerintah daerah dan berbagai elemen dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi maupun kondisi kebencanaan di Manggarai Timur dan wilayah Flores secara lebih luas. **




Kadin Indonesia Ajukan 12 Usulan Penting dalam Revisi UU Kadin di DPR RI

Jakarta,nwartapedia.com  – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan 12 usulan Kadin dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri bersama Komisi VI DPR RI.

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja (Panja) penyusunan RUU Kadin tersebut dipimpin oleh Adisatrya Suryo Sulisto, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, dan berlangsung di Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Anindya mengatakan, pembaruan UU Kadin diperlukan karena regulasi yang berlaku saat ini telah berusia 39 tahun.

Menurutnya, aturan tersebut lahir sebelum perkembangan ekonomi digital, rantai pasok global dan perubahan ekonomi dunia seperti yang dihadapi dunia usaha saat ini.

“Ini momentum bersejarah untuk memutakhirkan dan menyempurnakannya untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Anindya.

Dalam pembahasan RUU Kadin, Anindya menyampaikan empat pesan utama, yakni mendorong UMKM naik kelas, menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong usaha Indonesia mendunia, serta memperkuat posisi Kadin sebagai induk dunia usaha.

12 Usulan Kadin Indonesia

Berikut 12 masukan Kadin Indonesia dalam pembahasan perubahan UU Kadin:

1. Mitra strategis pemerintah

Kadin diusulkan menjadi lembaga mitra strategis pemerintah yang bersifat sui generis dan independen.

2. Satu induk dunia usaha

Kadin menjadi satu-satunya induk dunia usaha di tingkat nasional, provinsi, serta kabupaten/kota.

3. Mitra konsultasi kebijakan

Kadin menjadi mitra konsultasi pemerintah dalam perumusan kebijakan yang berdampak terhadap ekonomi dan dunia usaha, termasuk Musrenbang, RPJMN, RPJMD, serta RUU dan PP terkait dunia usaha.

4. Keterlibatan dalam APBN dan APBD

Kadin diusulkan menjadi mitra konsultasi dalam perumusan butir APBN dan APBD yang berkaitan dengan ekonomi dan dunia usaha.

5. Penguatan pendanaan

Kadin mendorong pendanaan berkelanjutan melalui iuran dan sumbangan yang dapat memperoleh fasilitas deductible hingga super deduction, pengecualian PPh untuk fungsi organisasi, serta hibah pemerintah dan kanal CSR yang dikelola secara transparan dan diaudit.

6. Akses dan pertukaran data ekonomi

Kadin mengusulkan penguatan akses serta pertukaran data ekonomi secara timbal balik antara pemerintah dan Kadin.

7. Pembinaan dan akreditasi asosiasi

Kadin memperoleh fungsi pembinaan, akreditasi, dan pengukuhan asosiasi serta himpunan.

8. Standardisasi bisnis dan dokumen perdagangan

Kadin mendorong standardisasi bisnis dan dokumen perdagangan, termasuk penerbitan Surat Keterangan Asal sesuai praktik internasional kamar dagang, standar lembaga sertifikasi, pelatihan, serta penegakan kode etik.

9. Sistem keanggotaan berbasis NIB

Seluruh pelaku usaha yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) diusulkan otomatis menjadi anggota Kadin untuk membuka akses pembinaan, pendampingan, dan kemitraan rantai pasok agar UMKM dapat naik kelas.

10. Penyelesaian sengketa bisnis

Kadin mengusulkan pembentukan lembaga penyelesaian sengketa bisnis melalui arbitrase dan/atau mediasi.

11. Penyiapan talenta kerja

Kadin mendorong penyiapan talenta kerja nasional dan global melalui registrasi pemagangan dan ujian kompetensi vokasi, serta pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan calon pekerja migran Indonesia.

12. Penguatan diplomasi ekonomi

Kadin mengusulkan penguatan diplomasi ekonomi dan jaringan global melalui pendayagunaan bersama Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan atase perdagangan, serta penguatan Indonesian Chamber (IndCham) berbasis diaspora di negara mitra.

Anindya menegaskan, berbagai agenda tersebut bukan sekadar rencana. Kadin telah menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, perluasan pasar global, serta penguatan posisi Kadin sebagai induk dunia usaha.

Melalui perubahan UU Kadin, Kadin berharap tercipta kepastian dan kemudahan berusaha sekaligus ekosistem dunia usaha yang semakin kuat untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. (MI)




KADIN NTT Matangkan Persiapan Rapimprov 2026, Bahas Penguatan Ekonomi Daerah

Kupang, nwartapedia.com  – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT terus mematangkan persiapan pelaksanaan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN NTT 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026 di Hotel Harper Kupang.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat Dewan Pengurus Harian KADIN NTT bersama Panitia Pengarah atau Steering Committee (SC) dan Panitia Pelaksana atau Organizing Committee (OC) di Hotel Harper Kupang, Senin (1/9/2026).

Rapat dipimpin langsung Ketua Umum KADIN NTT, Dr. Cand. Bobby Lianto. Turut hadir Ketua Panitia Pengarah yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Blasius Lema, serta Sekretaris Panitia Pengarah, Restu Herdani Dupe.

Sejumlah anggota SC yang hadir di antaranya Mersy Siubelan, Francisco Besi, Yeskiel Natonis dan Wilson Lianto. Sementara dari OC hadir Ketua Panitia Christopher Samara, Wakil Ketua Yusak Benu bersama jajaran panitia.

Dalam rapat tersebut, jajaran KADIN NTT bersama panitia membahas berbagai kesiapan teknis dan substansi Rapimprov yang akan menjadi salah satu agenda penting organisasi dunia usaha di NTT.

Rapimprov KADIN NTT dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WITA. Pembukaan akan dilaksanakan secara serentak bersama Rapimprov KADIN di seluruh Indonesia dan disiarkan secara langsung secara virtual dengan dipimpin Ketua Umum KADIN Indonesia.

Setelah pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sidang pleno dan komisi. Peserta akan membahas program kerja serta berbagai pokok pikiran yang berkaitan dengan perkembangan dunia usaha dan perekonomian daerah.

Agenda berikutnya yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus. Hasil pembahasan dalam komisi selanjutnya akan dirumuskan menjadi hasil Rapimprov sebelum seluruh rangkaian kegiatan ditutup pada malam hari.

Pada bagian akhir, laporan hasil Rapimprov dari seluruh provinsi akan disampaikan secara serentak melalui virtual, kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Sejumlah pihak juga dijadwalkan hadir dalam Rapimprov KADIN NTT, termasuk Gubernur NTT selaku Ketua Dewan Penasihat KADIN NTT, Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan KADIN, serta Anggota Luar Biasa (ALB) KADIN NTT dari berbagai asosiasi dunia usaha.

Saat ini, KADIN NTT mencatat terdapat 28 asosiasi dunia usaha yang terdaftar sebagai Anggota Luar Biasa. Di antaranya APINDO, PHRI, REI, HIPMI, GAPENSI dan sejumlah asosiasi lainnya.

Rapimprov KADIN NTT diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpelaku usaha sekaligus membangun sinergi yang lebih erat antara dunia usaha dan pemerintah.

Melalui forum tersebut, KADIN NTT juga mendorong lahirnya berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat mendukung pertumbuhan serta kebangkitan ekonomi Nusa Tenggara Timur.

Rapimprov KADIN NTT 2026 mengusung tema “Ayo Bangun NTT, Sinergi Dunia Usaha Bersama Pemerintah untuk Kebangkitan Ekonomi NTT.” **




Bobby Lianto Lantik KADIN TTS, Dorong Sinergi untuk Bangkitkan Ekonomi Daerah

Soe, nwartapedia.com — Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto melantik Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Aula Kantor Bupati TTS, Jumat (21/8/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Stephen Tafui resmi dikukuhkan sebagai Ketua KADIN TTS bersama jajaran pengurus lainnya. Prosesi pelantikan disaksikan langsung oleh Bupati TTS Eduard Markus Lioe.

Turut hadir Wakil Ketua KADIN NTT Yes Natonis, Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan, serta sejumlah anggota Dewan Pakar KADIN NTT, yakni Stefanus Tani Temu, Adios Asbanu dan Patrick.

Bobby Lianto mengatakan, pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran KADIN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten TTS.

Menurutnya, KADIN harus mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia menegaskan, KADIN NTT akan terus mengambil bagian dalam mendukung berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.

Salah satu bentuk dukungan KADIN NTT diwujudkan melalui pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T.

Bobby menjelaskan, KADIN NTT mengambil tanggung jawab untuk mendukung pembangunan 60 titik dapur MBG yang tersebar di desa-desa terpencil dengan kondisi geografis dan akses yang sulit.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. KADIN NTT mengambil peran untuk mendukung pembangunan di 60 titik di desa-desa yang sangat terpencil. Saat ini sudah banyak yang selesai 100 persen dan siap beroperasi,” kata Bobby.

Usai pelantikan KADIN TTS, Bobby bersama rombongan langsung meninjau salah satu dapur MBG yang telah selesai dibangun di Desa Bikekneno, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS.

Sejumlah dapur yang telah selesai dibangun kini menunggu proses dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum mulai beroperasi dan melayani masyarakat.

Selain meninjau dapur MBG, Bobby Lianto juga melihat potensi wisata alam di wilayah Bikekneno. Kawasan pegunungan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, termasuk wisata camping.

Bobby menilai TTS memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari pariwisata, pertanian, kelautan hingga budaya.

“Potensi TTS sangat luar biasa. Tidak hanya pariwisata, tetapi juga pertanian, budaya dan berbagai potensi lainnya yang dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi kepada KADIN NTT dan pengurus KADIN TTS yang baru dilantik.

Ia berharap KADIN dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program pembangunan, membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten TTS menyiapkan kantor KADIN TTS untuk menunjang kegiatan operasional organisasi.

Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten TTS mendapatkan bantuan bibit kakao dan kelapa. Ia berharap KADIN NTT dapat ikut mendukung pengembangan sektor perkebunan tersebut sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan pengurus KADIN TTS diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mengembangkan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat TTS. **




Bank NTT Sosialisasikan KUR di Gedung Golkar, UMKM NTT Didorong Manfaatkan Pembiayaan

Kupang,nwartapedia.com  — Bank NTT bersama Partai Golkar menggelar sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Aula Gedung Golkar, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi langsung mengenai program KUR Bank NTT, termasuk persyaratan, mekanisme pengajuan dan peluang pembiayaan bagi pelaku usaha produktif.

Sosialisasi ini menyasar terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Dalam kegiatan tersebut, Bank NTT menjelaskan bahwa pada 2026 terdapat kuota pembiayaan sebesar Rp350 miliar yang akan disalurkan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Dari jumlah tersebut, Rp200 miliar dialokasikan untuk KUR Kecil dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.

Selain itu, terdapat KUR Penempatan PMI sebesar Rp50 miliar yang ditujukan secara khusus bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT untuk membantu kebutuhan biaya pemberangkatan kerja ke luar negeri.

Program KUR Bank NTT tersebut menyasar sektor UMKM yang tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT. Sementara KUR Penempatan PMI ditargetkan dapat menjangkau sedikitnya 1.000 debitur baru.

Direktur Kredit Bank NTT, Alloysius Nggeong, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap informasi dan akses pembiayaan KUR masih sangat besar.

“Dari target 2.500 peserta, ternyata yang ikut 2.800 peserta. Ini gambaran bahwa masyarakat memang sangat membutuhkan informasi terkait KUR,” ujar Alloysius.

Menurutnya, sosialisasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih memahami ketentuan KUR sekaligus mempersiapkan usahanya dengan baik sebelum mengajukan pembiayaan.

Bank NTT Targetkan KUR Terserap hingga Akhir Tahun

Alloysius mengatakan, dari kuota KUR yang tersedia melalui Bank NTT, sekitar Rp20 miliar telah tersalurkan.

Bank NTT menargetkan seluruh kuota yang tersedia dapat terserap hingga akhir 2026 dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran.

Penyaluran KUR Bank NTT mulai berjalan efektif sejak Juni 2026 setelah adanya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) bersama Kementerian UMKM dan perbaikan integrasi sistem internal.

Bank NTT juga memastikan penyaluran dilakukan secara selektif untuk menjaga kualitas kredit dan memastikan pembiayaan diterima oleh debitur yang memenuhi ketentuan.

“Syarat kelayakan memperoleh KUR adalah bagi usaha yang sudah dan sedang berjalan serta punya tabungan aktif Bank NTT sebagai dasar penilaian kelayakan,” jelas Alloysius.

Realisasi KUR NTT Capai Rp1,714 Triliun

Secara keseluruhan, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT mencatat realisasi KUR dari seluruh bank penyalur hingga akhir Juni 2026 telah mencapai Rp1,714 triliun.

Realisasi tersebut disalurkan kepada sekitar 33.460 debitur di seluruh wilayah NTT.

Kehadiran Bank NTT dalam penyaluran KUR diharapkan semakin memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM di 22 kabupaten/kota.

Melalui sosialisasi yang digelar bersama Partai Golkar tersebut, masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa KUR bukan sekadar akses modal, tetapi pembiayaan yang harus didukung usaha yang berjalan dan memiliki prospek pengembangan.

Bank NTT menargetkan penyaluran KUR terus meningkat hingga akhir tahun sehingga dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat NTT. (MI)




KUR BRI Bantu Hana Kembangkan Usaha Kuliner hingga Rp2 Juta per Bulan

Kupang,nwartapedia.com  — Talenta memasak yang dimiliki Hana Agsamina Patttypelohi menjadi awal perjalanan dalam membangun usaha kuliner di Kota Kupang.

Melalui sebuah kantin di kompleks perkantoran Kantor Gubernur Lama, Hana kini mampu mengembangkan usahanya dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Sebelum memiliki usaha sendiri, Hana sempat membantu adiknya berjualan di Kelurahan Airnona. Namun, setelah adiknya meninggal dunia pada 2019, Hana sempat berhenti berjualan.

Hana kemudian memilih bangkit dan kembali produktif dengan memanfaatkan kemampuan memasak yang dimilikinya. Pada 2023, ia mulai membuka usaha kantin.

“Saya berpikir, daripada duduk-duduk di rumah, lebih baik saya membuat usaha. Kebetulan saya bisa memasak, sehingga saya mulai usaha kantin pada tahun 2023,” ujar Hana.

Sejak beroperasi, usaha tersebut terus berjalan meski pendapatan belum selalu stabil. Dalam sebulan, Hana menyebut pendapatannya dapat mencapai sekitar Rp2 juta.
Makanan yang dijualnya juga mendapat respons positif dari pelanggan.

Bahkan, pada hari tertentu makanan yang disediakan dapat habis lebih cepat sehingga kantin sudah tutup sekitar pukul 13.00 WITA.

“Usaha Mama yang paling diminati. Walaupun penjual lain sudah buka, pelanggan tetap membeli. Kadang jam satu siang sudah tutup karena makanan sudah habis,” katanya.

Dalam sehari, kantin Hana dapat menghabiskan sekitar 7 hingga 8 kilogram beras. Untuk membantu menjalankan usaha, ia mempekerjakan dua orang tenaga kerja.

Hana saat ini menyewa tempat usaha dengan biaya sekitar Rp1 juta per bulan. Untuk memperkuat modal dan mengembangkan bisnisnya, ia memanfaatkan pembiayaan melalui KUR BRI.

Hana mengaku telah menjadi nasabah BRI selama kurang lebih lima tahun. Pembiayaan KUR pertama yang diajukannya sebesar Rp20 juta dengan jangka waktu dua tahun.

Seiring perkembangan usaha, Hana kembali mengajukan pembiayaan dengan nominal Rp100 juta dan Rp50 juta. Menurutnya, KUR BRI memberikan manfaat bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

“Saya merekomendasikan masyarakat yang ingin membangun usaha untuk mengajukan KUR karena sangat bermanfaat untuk membantu mengembangkan usaha,” ujar Hana.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kisah Hana menunjukkan bahwa keberanian mengembangkan kemampuan yang dimiliki dapat menjadi langkah awal untuk membangun usaha.

“BRI senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil, agar dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” ujar Hery.

Menurut Hery, talenta, keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus berusaha merupakan modal penting bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis.

Bagi Hana, menjalankan usaha bukan sekadar untuk memperoleh penghasilan. Ia ingin memanfaatkan kemampuan memasak yang dimilikinya agar menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat.

“Kenapa Tuhan kasih talenta untuk berusaha? Daripada di rumah hanya duduk dan ngerumpi sana-sini, lebih baik kita gunakan talenta yang ada untuk usaha. Dengan berusaha, kita juga bisa mengenal banyak orang,” ungkapnya.

Perjalanan Hana menunjukkan bahwa usaha kuliner dapat dimulai dari kemampuan sederhana. Dengan ketekunan, keberanian mengambil peluang dan dukungan pembiayaan, usaha kecil dapat terus berkembang sekaligus membuka kesempatan kerja bagi orang lain. **