Akhir Tahun 2025, BNNP NTT Tegaskan Komitmen Perang Melawan Narkoba

Kupang,nwartapedia.com  –   Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran gelap narkoba melalui press rilis akhir tahun 2025 yang digelar di Aula BNNP NTT, Senin (22/12/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BNNP NTT, Kombes Pol. Yulianus Yulianto, SH, S.I.K, MBA.

Kombes Pol. Yulianus Yulianto melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, BNNP NTT berhasil mengungkap 6 kasus tindak pidana narkotika, dengan 5 kasus telah dinyatakan lengkap (P21) dan masuk tahap II, sementara 1 kasus masih dalam proses penyidikan.

“Dari pengungkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa sabu seberat 0,1513 gram dan ganja seberat 23,3017 gram yang telah dilimpahkan ke JPU untuk kepentingan pembuktian di persidangan,”ungkapnya.

Selain penindakan, BNNP NTT juga menerapkan pendekatan hukum yang berkeadilan melalui asesmen terpadu terhadap 33 tersangka, guna memastikan penanganan yang seimbang antara penegakan hukum dan pemulihan.

Di bidang rehabilitasi, Kepala BNNP NTT menjelaskan, tercatat 55 klien penyalahguna narkoba telah mendapatkan layanan rehabilitasi sepanjang 2025.

“Untuk meningkatkan mutu layanan, 22 petugas rehabilitasi dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi konselor adiksi,”jelasnya.

BNNP NTT juga memperluas akses rehabilitasi dengan menggandeng Yayasan Mitra Harapan Soe dan Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang, serta membentuk 1 unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Sementara itu, pada bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNNP NTT menetapkan empat Desa Bersinar, membentuk 200 relawan anti narkoba, serta menyebarluaskan edukasi P4GN kepada 10.600 pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.

“Upaya pemberdayaan juga diperkuat melalui pembentukan 90 penggiat P4GN dan pelaksanaan tes urine terhadap 1.080 orang di berbagai lingkungan,”ujarnya.

Menutup rilis akhir tahun, Kepala BNNP NTT menekankan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar ketahanan sosial di NTT semakin kuat dan berkelanjutan. (MI)




Dispora NTT Sukses Gelar Workshop Desain Olahraga Daerah Provinsi NTT

Kupang, nwartapedia.com – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses menyelenggarakan Workshop/Seminar tentang Desain Olahraga Daerah (DOD) Provinsi NTT.

Kegiatan ini merupakan bentuk penjabaran dan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Undang-Undang tentang Sistem Keolahragaan Nasional, serta Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2023 tentang Desain Olahraga Daerah sebagai turunan dari DBON.

Workshop ini dilandasi pemikiran bahwa pembinaan atlet berprestasi bermula dari daerah, khususnya kabupaten dan kota.

Bahkan, potensi atlet usia dini banyak ditemukan di tingkat kecamatan, kelurahan, desa, hingga lingkungan RW, RT, dusun, dan kampung.

Oleh karena itu, penyusunan Desain Olahraga Daerah menjadi sangat penting sebagai fondasi penataan pembinaan dan pengembangan olahraga yang berkelanjutan di Provinsi NTT serta kabupaten/kota se-NTT.

Kegiatan ini berlangsung pada 19 Desember 2025, bertempat di Hotel Pelangi Kita, Kota Kupang. Workshop dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dispora NTT, Dr. Alfons Theodorus, ST, MT, yang diwakili oleh Sekretaris Dispora NTT, Karel Muskanan, S.Sos., M.Si.

Peserta workshop terdiri dari unsur pimpinan atau perwakilan Dispora kabupaten/kota se-NTT, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTT, para akademisi dari sejumlah perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), serta unsur KONI NTT dan pengurus cabang olahraga.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini antara lain Emir, SH, M.Hum dari Sekretariat Biro Hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Drs. Lamberyus A. Tukan, MM dari KONI NTT, Karel Muskanan, S.Sos., M.Si dari Dispora NTT, Dr. Alfons Theodorus, ST, MT selaku Kepala Bapperinda NTT, Ronal Amatiran, SE, MM, Kabid Anggaran Badan Keuangan Daerah, Ibu Yus, perwakilan Biro Hukum Setda NTT dan Dr. Frans Sales, S.Pd., MM, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT.

Peserta terlihat sangat antusias mengikuti seminar penyusunan Desain Olahraga Daerah tingkat Provinsi NTT. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut ke depan, termasuk adanya pendampingan teknis dalam penyusunan DOD di 21 kabupaten dan 1 kota se-NTT.

Workshop berlangsung selama satu hari penuh dalam suasana kebersamaan, dengan dialog yang sangat interaktif antara peserta dan para narasumber.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar berkat kolaborasi internal ASN Bidang Peningkatan Prestasi Dispora NTT bersama para pemangku kepentingan eksternal.

Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Plt. Kepala Dispora NTT melalui Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM. (MI)




Gubernur NTT Tegaskan  Fokus Sejahtera Bersama dalam Coffee Morning Bersama Media

Kupang,nwartapedia.com   – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mewujudkan Sejahtera Bersama melalui penguatan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning Gubernur NTT bersama media massa yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (18/12/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa kesejahteraan bersama merupakan salah satu program strategis Pemerintah Provinsi NTT pada tahun anggaran 2025.

Program ini secara khusus diarahkan untuk memastikan masyarakat NTT mendapatkan perlindungan sosial yang memadai, terutama di sektor kesehatan dan ketenagakerjaan.

“Kesejahteraan bersama adalah wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Kita ingin masyarakat NTT hidup sehat, produktif, dan terlindungi,” ujar Gubernur di hadapan para pimpinan dan jurnalis media massa.

Di tingkat daerah, implementasi kesejahteraan bersama diwujudkan melalui sejumlah program konkret, salah satunya Posyandu Tangguh.

Program ini bertujuan menciptakan masyarakat yang sehat serta menekan angka stunting di NTT. Pemerintah Provinsi juga mengalokasikan anggaran khusus dengan estimasi mencapai Rp10,8 miliar untuk mendukung jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi masyarakat.

Gubernur menjelaskan bahwa kebijakan daerah tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional tahun 2025.

Kesejahteraan bersqma NTT sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Lebih lanjut, Gubernur memaparkan sejumlah program prioritas nasional tahun 2025 yang turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTT.

Di antaranya adalah Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang menargetkan 60 juta warga secara nasional dengan dukungan anggaran sekitar Rp4,7 triliun. Program ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai penyakit.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan guna mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).

Mulai 1 Oktober 2025, peserta BPJS Kesehatan juga diwajibkan mengisi skrining riwayat kesehatan sebagai langkah deteksi dini risiko penyakit tidak menular.

Melalui forum Coffee Morning tersebut, Gubernur NTT berharap sinergi antara pemerintah dan media massa dapat terus terjalin dengan baik, terutama dalam menyampaikan informasi pembangunan yang edukatif dan berimbang kepada masyarakat. (MI)




Wagub NTT Resmikan Puma Archery Club Venue dan Buka Turnamen Panahan Danlanud El Tari Cup 2025

Kupang, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meresmikan Puma Archery Club Venue sekaligus membuka secara resmi Turnamen Panahan Danlanud El Tari Cup 2025 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTT.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Panahan Lanud El Tari, Kupang, Kamis (18/12/2025) pagi.

Meski diguyur hujan, semangat Wakil Gubernur NTT tidak surut untuk menghadiri acara yang sebelumnya telah diikuti unsur Forkopimda NTT, keluarga besar Lanud El Tari Kupang, panitia penyelenggara, serta para peserta turnamen panahan dari berbagai kategori usia.

Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komandan Lanud El Tari atas diresmikannya Puma Archery Club Venue serta inisiatif penyelenggaraan Turnamen Panahan Danlanud El Tari Cup 2025.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Lanud El Tari dalam pembinaan dan pengkaderan atlet panahan di Provinsi NTT.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komandan Lanud El Tari yang telah menghadirkan Puma Archery Club Venue dan menginisiasi turnamen panahan ini. Kehadiran venue ini bukan hanya menambah sarana olahraga, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun pembinaan atlet yang berkelanjutan dan berkualitas,” ujar Wagub Johni.

Ia menegaskan bahwa peresmian Puma Archery Club Venue memiliki makna strategis, tidak sekadar sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter, disiplin, dan prestasi. Olahraga panahan, menurutnya, mengajarkan fokus, ketenangan, presisi, serta konsistensi.

“Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tema kegiatan hari ini, Archery for Focus and Consistency in All Aspects, yang menekankan pentingnya sportivitas dan konsistensi dalam peningkatan prestasi atlet panahan di NTT,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wagub Johni Asadoma menyebut keberadaan venue dan turnamen ini sangat penting dalam mempersiapkan atlet-atlet panahan NTT menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, di mana Provinsi NTT akan menjadi tuan rumah bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pembinaan berkelanjutan dan kompetisi yang berkualitas seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan teknis dan mental bertanding atlet kita dalam menyongsong PON 2028,” jelasnya.

Ia juga menginformasikan bahwa pada Senin (15/12) dan Selasa (16/12) lalu, Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan kunjungan kerja ke Kantor KONI Pusat serta studi tiru ke Provinsi Jawa Barat guna memperkuat persiapan PON XXII/2028, khususnya terkait manajemen venue, penguatan prestasi olahraga, sport tourism, dan aspek pendukung lainnya.

Dalam momentum HUT ke-67 Provinsi NTT, Wagub Johni turut mengajak Puma Archery Club untuk melibatkan pelaku UMKM dalam setiap event olahraga.

Ia menyampaikan bahwa Pemprov NTT saat ini tengah menggelar pameran UMKM di 12 kabupaten/kota se-NTT pada 16–20 Desember 2025.

“Event olahraga harus mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. Inilah semangat pembangunan terintegrasi yang terus kami dorong, agar manfaatnya dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Mengakhiri sambutan, Wagub Johni Asadoma mengajak seluruh peserta turnamen untuk menjunjung tinggi sportivitas dan semangat juang, serta mengucapkan terima kasih kepada panitia, wasit, dan seluruh pihak yang terlibat.

“Semoga Turnamen Panahan Danlanud El Tari Cup 2025 berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga panahan di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Komandan Lanud El Tari, Marsekal Pertama TNI Somad, mengatakan bahwa peresmian Puma Archery Club Venue dan pembukaan turnamen ini turut dihadiri jajaran Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI).

Kehadiran PERPANI, menurutnya, menunjukkan keseriusan dalam pembinaan olahraga panahan di NTT.

“Turnamen ini tidak hanya untuk atlet senior, tetapi juga membuka kategori usia junior seperti U-13 dan U-19. Ini adalah upaya kami melahirkan bibit-bibit atlet panahan yang profesional dan berprestasi,” jelas Danlanud El Tari.

Peresmian Puma Archery Club Venue ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama Danlanud El Tari Marsekal Pertama TNI Somad.

Kegiatan dilanjutkan dengan panahan simbolis bersama jajaran Forkopimda NTT sebagai tanda dibukanya secara resmi Turnamen Panahan Danlanud El Tari Cup 2025. ***




Membaca Ambiguitas Eksistensi Guru Dalam Pembelajaran Mendalam

Oleh: E. Nong Yonson
Praktisi & Konsultan Pendidikan

Kuoang, nwartapedia.com — Gagasan pembelajaran mendalam (deep learning) kini menjadi salah satu agenda utama kebijakan pendidikan nasional. Konsep ini secara sadar menggeser peran guru dari sekadar pelaksana rutinitas kelas menuju pencipta perjumpaan yang berkualitas dan bermakna.

Kehadiran guru tidak lagi diukur dari frekuensi tatap muka atau jumlah capaian pembelajaran, melainkan dari jejak nilai yang tumbuh dan membekas dalam diri murid.

Dalam pembelajaran mendalam, murid tidak cukup hanya mengetahui. Mereka dituntut untuk merasakan, mengalami, dan menggunakan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya paradoks. Pasca terbitnya Surat Edaran Mendikdasmen tertanggal 24 Januari 2025 yang memuat sembilan prioritas pendidikan salah satunya pelaksanaan pembelajaran mendalam berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru mulai digelar dengan label deep learning.

Sayangnya, kegiatan tersebut kerap berlangsung singkat, padat ceramah, minim refleksi, dan lebih dominan seremoni.

Guru-guru dibekali regulasi dan arahan yang bersifat instruktif, bahkan seolah diasumsikan belum pernah menyentuh praktik pembelajaran yang mendalam.

Mereka dikumpulkan, diseragamkan, dan dijejali definisi tanpa ruang dialog yang memadai. Kebingungan pun muncul, meski sering disamarkan lewat senyum dan anggukan.

Padahal, jika ditelisik lebih dalam, guru sejatinya adalah kurikulum itu sendiri. Guru bukan sekadar pelaksana sistem yang sarat kepentingan, melainkan jiwa pendidikan, penentu arah mimpi, dan fondasi pembentukan karakter.

Kerangka dasar tugas guru telah lama dirintis Ki Hajar Dewantara melalui empat aspek pendidikan karakter: olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.

Empat aspek tersebut menempatkan guru dalam empat peran utama: pengajar, pendidik, pembimbing, dan pelatih. Namun, di era kecerdasan buatan dan teknologi digital, hanya dua peran yang tak tergantikan mendidik dan membimbing. Mengajar dan melatih kini dapat difasilitasi oleh AI, platform digital, dan media daring yang menyediakan materi serta tutorial sangat lengkap. Sebaliknya, mendidik dan membimbing menuntut perjumpaan manusiawi yang tidak dapat direplikasi mesin.

Secara konseptual, pembelajaran mendalam merujuk pada empat pilar pendidikan UNESCO yang dirumuskan Jacques Delors pada 1996: learn to know, learn to do, learn to be, dan learn to live together.

Namun pendidikan Indonesia dinilai masih berkutat pada level awal hafalan, pendiktean, dan pertanyaan dangkal belum menyentuh puncak pembelajaran yang membentuk kesadaran hidup dan tanggung jawab sosial murid.

Pertanyaan kritis pun mengemuka: apakah guru benar-benar telah dibekali penguatan kompetensi yang substansial untuk menjalankan pembelajaran mendalam?

Ataukah mereka hanya hadir secara fisik dalam pelatihan, lalu kembali belajar secara otodidak di tengah keterbatasan sistem?

Perbandingan dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat menunjukkan perbedaan mencolok. Di sana, peran administrasi sekolah dan guru dipisahkan secara tegas.

Guru difokuskan pada riset pedagogi, penguasaan materi esensial, serta pengembangan metode mengajar. Sementara di Indonesia, beban administrasi justru menumpuk di pundak guru, menyita waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk memahami murid dan memaknai pembelajaran.

Akibatnya, tidak sedikit guru yang lebih fasih menghafal regulasi, naskah akademik, dan slogan kebijakan ketimbang menjelaskan kepada murid mengapa suatu materi penting dipelajari dan apa relevansinya dengan kehidupan nyata.

Konsep critical thinking dan problem solving pun kerap tereduksi menjadi jargon atau sekadar pelengkap sesi ice breaking.

Membaca ambiguitas eksistensi guru dalam pembelajaran mendalam sejatinya adalah membaca kegamangan sistem pendidikan kita sendiri.

Idealnya, setiap kebijakan pendidikan melewati lima tahapan: temuan, perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Namun yang terjadi, sistem seolah melompat dari temuan langsung ke intervensi, melupakan perencanaan dan persiapan yang matang.

Akibatnya, yang lahir bukan dampak nyata, melainkan narasi pembelaan. Padahal, tidak ada guru yang menolak belajar. Yang mereka rindukan adalah kehadiran mentor yang menemani proses tumbuh, bukan kebijakan yang menghakimi. Guru yang tenang adalah fondasi utama bagi masa depan pendidikan yang terang. (MI(




Wagub NTT Johni Asadoma Kunjungi KONI Pusat, Bahas Persiapan PON XXII NTT–NTB 2028

Jakarta,nwartapedia.com  —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di Senayan, Jakarta, pada Senin (15/12/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka membahas persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Provinsi NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Johni Asadoma didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT, Alfonsus Theodorus, beserta jajaran.

Rombongan Pemerintah Provinsi NTT diterima langsung oleh Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Suwarno.

Pertemuan ini membahas berbagai aspek penting terkait perencanaan, koordinasi, serta tata kelola penyelenggaraan PON XXII/2028. Dalam forum tersebut, dibicarakan pula kesiapan daerah, pengelolaan venue, pembinaan prestasi atlet, hingga dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Persiapan PON XXII NTT–NTB 2028

Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah memulai berbagai langkah strategis dalam rangka menyukseskan PON XXII/2028.

Salah satunya adalah melakukan pembahasan bersama DPRD Provinsi NTT terkait penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur penyelenggaraan PON.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT juga tengah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat serta melakukan perhitungan matang terhadap kebutuhan venue dan infrastruktur olahraga.

“Harapan kami sangat besar agar persiapan venue dan infrastruktur dapat terlaksana dengan baik. Namun demikian, kami masih membutuhkan kepastian terkait dukungan anggaran. Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan penuh dari KONI Pusat dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia,” ujar Johni Asadoma.

Melalui kunjungan ini, Pemprov NTT berharap dapat memperkuat koordinasi dengan KONI Pusat serta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebijakan, manajemen penyelenggaraan PON, penguatan prestasi olahraga, pengembangan sport tourism, dan aspek pendukung lainnya.

Studi Tiru ke Provinsi Jawa Barat

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada Selasa (16/12/2025), Wakil Gubernur NTT bersama rombongan melanjutkan kunjungan kerja dengan melakukan studi tiru ke Provinsi Jawa Barat.

Rombongan disambut langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai proses persiapan PON, pelaksanaan kegiatan, hingga pengelolaan pasca-PON. Rombongan Pemprov NTT juga berkesempatan mengunjungi sejumlah venue yang digunakan pada pelaksanaan PON sebelumnya.

“Venue-venue tersebut masih terawat dengan baik dan hingga kini tetap aktif digunakan. Hal ini memberikan kami pelajaran berharga tentang pentingnya pengelolaan venue olahraga dalam jangka panjang,” ungkap Johni Asadoma.

Dengan adanya kunjungan kerja dan studi tiru ini, Pemerintah Provinsi NTT optimistis dapat menyerap pengalaman dan praktik terbaik guna mewujudkan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 NTT–NTB yang sukses dan berkelanjutan.

“Semoga seluruh tahapan persiapan dapat berjalan dengan lancar demi menyukseskan PON XXII/2028 di NTT dan NTB,” tutup Johni Asadoma. ***




Direktur Utama Bank NTT Hadiri Bazar Natal di Halaman Kantor Gubernur

Kupang,nwartapedia.com  —   Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terus menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Memasuki usia ke-63 tahun, Bank NTT menggelar Bazar Natal 2025 berupa sembako murah yang berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di halaman Kantor Gubernur NTT.

Kegiatan ini mengusung tema “Ayo Bersinergi Bangun NTT” sebagai wujud nyata dukungan Bank NTT terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Kota Kupang.

Dalam bazar tersebut, masyarakat dapat memperoleh paket sembako murah berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, turut hadir memeriahkan kegiatan Bazar Natal tersebut. Saat ditemui media, Charlie menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bank NTT dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

“Bank NTT menyiapkan sekitar enam ratus lebih paket sembako dalam Bazar Natal ini guna membantu masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru. Meski jumlahnya terbatas, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program sosial bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha,” ujar Charlie Paulus.

Lebih lanjut, Charlie menegaskan bahwa Bank NTT tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, tetapi juga terus mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai produk layanan perbankan, termasuk kredit pinjaman usaha yang mudah diakses.

“Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, Bank NTT berupaya meningkatkan pelayanan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi pelaku UMKM di NTT,” tambahnya.

Bazar Natal 2025 ini disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari kontribusi Bank NTT dalam membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih sejahtera. (MI)




Abraham Paul Liyanto Apresiasi Tanam Perdana Jagung Hibrida PTI NTT di Area Hotel Harper

Kupang,nwartapedia.com  —  Pemilik lahan tanam perdana jagung hibrida yang digelar DPD Pemuda Tani Indonesia (PTI) Nusa Tenggara Timur, Abraham Paul Liyanto, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Kegiatan tanam perdana berlangsung di area Hotel Harper Kupang, Sabtu (13/12/2025).

Abraham Paul Liyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pemuda Tani Indonesia NTT sekaligus Senator DPD RI asal NTT, menyebut pemanfaatan lahan ini merupakan bentuk nyata komitmen mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan petani muda.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Pemuda Tani Indonesia NTT, para petani, warga binaan, serta pihak sekolah dan mitra lainnya. Lahan ini memang kami siapkan untuk kegiatan produktif, dan hari ini kita buktikan bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” ujar Paul Liyanto dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pemilihan waktu tanam jagung hibrida di musim hujan merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya dipenuhi rumput liar.

“Daripada rumput tumbuh tinggi dan tidak produktif, lebih baik kita ganti dengan jagung. Ini bukti bahwa tidak ada istilah lahan tidur di NTT, yang ada hanyalah kemauan untuk mengelolanya,” tegasnya.

Paul Liyanto menilai kegiatan tanam perdana ini juga menjadi etalase atau promosi awal bagi Pemuda Tani Indonesia NTT, sekaligus menunjukkan bahwa lahan di kawasan perkotaan pun bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif.

“Lokasi ini sangat strategis. Banyak tamu hotel dan masyarakat akan melihat langsung aktivitas pertanian. Ini bisa menjadi sarana edukasi sekaligus motivasi bahwa pertanian itu dekat dengan kehidupan kita,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih memiliki lahan lain yang potensial untuk dikembangkan, termasuk sekitar 50 hektare lahan kosong di wilayah Tablolong yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian selanjutnya.

Sebagai anggota DPD RI, Paul Liyanto menegaskan perannya untuk menjadi penghubung antara petani, organisasi kepemudaan, dunia usaha, serta pemerintah daerah hingga pusat.

“Tugas saya adalah memastikan ekosistem pertanian ini berjalan lengkap, dari produksi, pendampingan, hingga pemasaran. Kalau petani bekerja sendiri tentu berat, tapi kalau ekosistemnya dibangun bersama, semua akan lebih ringan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya jaminan pasar dan harga bagi petani. Menurutnya, kehadiran koperasi dan kerja sama dengan dunia usaha menjadi solusi agar petani tidak dirugikan saat harga panen turun.

“Kalau ada aksi nyata seperti ini, tidak perlu banyak janji. Orang akan melihat, mengikuti, dan merasakan manfaatnya,” ujar Paul Liyanto.

Ia berharap program penanaman jagung hibrida ini dapat berjalan lancar hingga panen dalam waktu sekitar empat bulan ke depan dan menjadi contoh kolaborasi produktif antara pemuda, petani, dunia usaha, dan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Pemuda Tani Indonesia NTT Gelar Tanam Jagung Perdana, Libatkan Warga Binaan

Kupang,nwartapedia.com  —  DPD Pemuda Tani Indonesia (PTI) Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan tanam jagung perdana sebagai langkah awal penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani muda di NTT.

Kegiatan ini berlangsung di lahan milik Senator DPD RI asal NTT sekaligus Ketua Dewan Pembina Pemuda Tani Indonesia NTT, Abraham Paul Liyanto, do Area Hotel Harper pada Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan PT Sumber Energi Pangan, PT Silvano Maynardi Jaya (SMJ), Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan NTT Ketut Akbar Herry Achjar, Ketua HIPMI, Ketua Pemuda Tani Kota Kupang, serta kelompok petani muda.

Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia NTT, Bobby Lianto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemilik lahan yang telah memberikan izin penggunaan lahan untuk kegiatan tanam perdana.

“Adalah suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami karena atas kebaikan hati Bapak Abraham Paul Liyanto, hari ini kita bisa berdiri bersama di sini dan melaksanakan penanaman jagung perdana,” ujar Bobby.

Bobby menjelaskan, meskipun kepengurusan Pemuda Tani Indonesia NTT baru dilantik pada 27 November 2025, pihaknya langsung bergerak cepat. Sehari setelah pelantikan, jajaran pengurus langsung turun ke lapangan untuk melakukan survei lahan dan memulai proses penanaman.

“Ketua umum memang memuji langkah cepat ini, tetapi bagi saya itu adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa program perdana yang dijalankan adalah kerja sama strategis dengan PT Silvano Maynardi Jaya (SMJ) untuk penanaman jagung hibrida di wilayah timur Indonesia, khususnya NTT.

“Dalam waktu tiga sampai empat bulan ke depan, kita akan melihat hasil jagung di Pulau Timor. Pola kerja sama dilakukan dengan pemilik lahan, bisa sistem sekali pakai atau bagi hasil 50:50, dan semuanya berbasis pemberdayaan petani yang disupport penuh oleh SMJ,” jelas Bobby.

Menurutnya, seluruh hasil panen akan dibeli oleh Pemuda Tani Indonesia sehingga petani tidak perlu khawatir terkait pemasaran. Saat ini, sejumlah lahan di Kota Kupang dan beberapa kabupaten lain di NTT telah disiapkan untuk penanaman jagung.

“Bahkan kami sudah berkomitmen bekerja sama dengan warga binaan untuk mengelola sekitar 40 hektare lahan. Ke depan, bukan hanya di Kupang, tetapi seluruh lapas di NTT akan kita tanami jagung,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh program ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan.

“Kami memiliki sekitar 500 warga binaan dan siap menyiapkan tenaga kerja dari proses tanam hingga panen. Semangat kami untuk ketahanan pangan sudah berjalan sejak lama,” ungkap Ketut Akbar.

Ia berharap kolaborasi antara Pemuda Tani Indonesia, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan kemandirian pangan di NTT.

Selain program jagung, Bobby Lianto juga memaparkan sejumlah program strategis lainnya, seperti pengadaan mesin pengemasan kopi sachet yang telah beroperasi di Kupang,

pembentukan Koperasi Pemuda Tani Indonesia yang dilengkapi aplikasi digital dan akan diuji coba tahun ini, serta pengembangan Sekolah Pangan bagi petani muda.

“Kita ingin membangun pemuda tani menjadi pengusaha muda di bidang pertanian,” tegasnya.

Sekolah Pangan tersebut akan bekerja sama dengan Yayasan Pelita Timur, dengan mengirim peserta untuk belajar ke Mojokerto, serta membuka Sekolah Pangan Nasional yang akan diikuti sekitar 100 petani muda dari berbagai daerah. (MI)




Pemuda Tani Indonesia NTT dan PT SMJ Lakukan Tanam Perdana Jagung Hibrida di Kupang

Kupang,nwartapedia.com   – DPD Pemuda Tani Indonesia (PTI) Nusa Tenggara Timur bersama PT Silvano Maynardi Jaya (SMJ) melaksanakan kegiatan tanam perdana jagung hibrida di area depan Hotel Harper Kupang, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis dalam mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan petani di NTT.

Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia NTT, Bobby Lianto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut cepat pascapelantikan kepengurusan PTI NTT pada 27 Desember 2025.

“Sehari setelah pelantikan, tepatnya tanggal 28 kami sudah melakukantanam jagung di Kelurahan Penfui dan  kami juga langsung bergerak melakukan survei lahan-lahan di Kota Kupang dan kabupaten sekitar. Hari ini kita langsung mulai lagi penanaman jagung hibrida di lahan sekitar Hotel Harper,” ujar Bobby.

Ia menyampaikan bahwa penanaman ini merupakan bagian dari program kolaborasi antara Pemuda Tani Indonesia dan PT SMJ untuk memanfaatkan lahan-lahan produktif, sekaligus memberdayakan petani, termasuk mereka yang tidak memiliki modal memadai.

Menjawab pertanyaan terkait pola kerja sama dengan petani yang tidak memiliki lahan atau modal, Bobby Lianto menegaskan bahwa sistem yang diterapkan adalah pemberdayaan petani berbasis kemitraan.

“Jagung yang ditanam ini sudah ada penjamin pembelinya. Semua hasil panen akan dibeli kembali dengan harga yang pantas oleh mitra PT SMJ, sehingga petani tidak perlu khawatir soal pemasaran,” jelasnya.

Bobby Lianto berharap program ini dapat menjadi contoh dan diperluas ke seluruh kabupaten/kota di NTT.

“Kalau ini sukses, kita akan evaluasi dan kembangkan lebih luas. Target kita bukan hanya tanam, tapi memastikan petani sejahtera dan NTT tidak lagi bergantung pada impor,”tutupnya.

Sementara itu, Direktur PT. Silvano Maynardi Jaya, Silvester Sudin, menjelaskan bahwa perusahaan hadir untuk menjawab persoalan klasik petani, yakni keterbatasan modal, sarana produksi, dan akses pasar.

“Untuk petani yang hanya punya lahan tapi tidak punya modal, seluruh sarana produksi seperti benih, pupuk, dan pendukung lainnya ditanggung oleh PT SMJ. Saat panen, hasil produksi dikurangi biaya operasional, dan 100 persen sisanya menjadi hak petani,” tegasnya.

PT SMJ juga menjamin pembelian seluruh hasil panen, baik dalam skala ratusan hingga jutaan ton. Bahkan, perusahaan siap menyiapkan jalur distribusi besar, termasuk pengiriman antarpulau.

Dalam kegiatan tersebut, digunakan benih jagung hibrida bioteknologi unggulan yang mampu beradaptasi di berbagai kondisi lahan, baik dataran rendah maupun perbukitan.

Selain itu, teknologi pertanian modern juga diterapkan, seperti alat semprot bertenaga baterai serta pupuk khusus yang telah disesuaikan dengan kondisi tanah di NTT.

“Biaya produksi ditekan seminimal mungkin, sementara produktivitas diharapkan maksimal. Ini yang kami dorong agar petani benar-benar merasakan manfaat,” ungkap perwakilan perusahaan.

Kegiatan tanam perdana ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok petani, warga binaan lembaga pemasyarakatan, serta mitra penyedia sarana pertanian. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kekuatan utama dalam membangun pertanian NTT yang modern dan berkelanjutan. (MI)