Raker Jasa Konstruksi Digelar, Gubernur NTT Tegaskan Infrastruktur Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kupang,nwartapedia.com  –  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menggelar Rapat Kerja (Raker) Jasa Konstruksi dalam Mendukung Mutu Penyelenggaraan dan Pertumbuhan Ekonomi Pelaku Jasa Konstruksi, Selasa (13/01/2026), bertempat di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan jasa konstruksi sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di NTT.

Rapat kerja diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah provinsi, balai-balai teknis kementerian yang beroperasi di NTT, pejabat pembuat komitmen (PPK), kontraktor, konsultan, asosiasi jasa konstruksi, akademisi, aparat penegak hukum, hingga Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat membuka raker menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pemerataan pembangunan antarwilayah di Provinsi NTT.

“Pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya mengejar target fisik, tetapi harus menjamin mutu, keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, dan prinsip keberlanjutan,” tegas Gubernur.

Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut tertuang dalam RPJMD Provinsi NTT Tahun 2025–2029, yang menempatkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah.

Menurut Gubernur, sepanjang Tahun Anggaran 2025 Pemprov NTT telah melaksanakan berbagai program strategis di sektor jalan, sumber daya air, permukiman, serta pelayanan dasar lainnya.

Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh guna menilai capaian pembangunan, mengidentifikasi berbagai kendala, serta merumuskan langkah perbaikan yang lebih efektif ke depan.

“Rapat kerja ini menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi bersama agar pelaksanaan pembangunan infrastruktur ke depan semakin berkualitas, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur menilai raker ini sebagai wujud keterbukaan informasi publik melalui penyampaian capaian pembangunan secara transparan dan akuntabel kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Beny Nahak, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa raker ini bertujuan mengevaluasi hasil pembangunan infrastruktur Tahun 2025 serta meningkatkan mutu penyelenggaraan jasa konstruksi di Provinsi NTT.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan rekomendasi perbaikan, sekaligus memperkuat peran sektor jasa konstruksi sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui rapat kerja ini, kami juga menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik mengenai capaian pembangunan infrastruktur Provinsi NTT Tahun 2025 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan,” ungkap Beny.

Raker Jasa Konstruksi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang menjadi dasar penyusunan kebijakan, perencanaan program pembangunan, serta pembinaan sektor jasa konstruksi yang berkelanjutan dan berkualitas di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Warga Kelurahan Bello Berduka, Ketua RW 004 Oktovianus Sina Tutup Usia

Kupang,nwartapedia.com  –  Duka mendalam menyelimuti warga Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Ketua RW 004, Oktovianus Sina, dikabarkan tutup usia pada Jumat petang, 9 Januari 2026, di salah satu rumah sakit swasta di Kota Kupang, setelah berjuang melawan penyakit komplikasi yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir.

Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar serta seluruh warga RW 004 dan sekitarnya. Semasa hidupnya, Oktovianus Sina dikenal sebagai sosok pemimpin yang sederhana, rendah hati, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kebutuhan warganya.

Sekretaris Lurah Bello, Denny Paty, mewakili pemerintah kelurahan menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam. Menurutnya, almarhum merupakan figur pemimpin lingkungan yang penuh dedikasi dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Almarhum sangat bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua RW. Ia menjadi penghubung yang baik antara warga dan pemerintah kelurahan,” ujar Denny Paty.

Ungkapan duka juga datang dari Ketua RT 009, Yusuf Koro. Ia mengaku sangat kehilangan sosok pemimpin yang selama ini menjadi panutan dan tempat berdiskusi bagi para ketua RT.

“Bapak Oktovianus Sina adalah pemimpin yang mengayomi. Beliau selalu terbuka, mau mendengar keluhan warga dan para ketua RT, serta cepat mengambil langkah jika ada persoalan di lingkungan,” kata Yusuf Koro dengan nada haru.

Menurut Yusuf, almarhum juga dikenal aktif hadir dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan, baik dalam suasana sukacita maupun kedukaan warga. Keteladanan dan sikap melayani yang ditunjukkan almarhum akan selalu dikenang oleh masyarakat.

Atas wafatnya Oktovianus Sina, pemerintah Kelurahan Bello bersama seluruh warga mengajak masyarakat untuk mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan.

Kepergian Ketua RW 004 ini menjadi kehilangan besar bagi warga Kelurahan Bello, namun semangat pengabdian dan kepeduliannya akan tetap hidup dalam ingatan masyarakat.

(goe)




Keluarga Besar TKK Santa Maria Helena Bello Gelar Natal Bersama

Kupang,nwartapedia.com 
Pagi Jumat (9/1/2026) itu, halaman aula Susteran Ssps Bello, Kota Kupang, seakan menyimpan kisahnya sendiri. Sisa hujan semalam masih meninggalkan udara sejuk, namun suasana terasa hangat,bukan oleh terik matahari yang perlahan menampakkan wajahnya, melainkan oleh sukacita Natal yang memancar dari senyum polos anak-anak Taman Kanak-kanak Katolik Santa Maria Helena Bello.

Langkah demi langkah para orang tua, guru, dan para suster SSPS mengalir menuju aula susteran Bello. Saat perayaan Misa Natal keluarga besar sekolah hendak dimulai, keheningan pagi tiba-tiba terpecah oleh alunan suara bening. Koor suara cilik anak-anak TKK Santa Maria Helena Bello mengalun lembut, sederhana, dan jujur,seolah lahir langsung dari hati yang masih murni.
Nada demi nada melayang perlahan, menghipnotis siapa pun yang hadir. Para orang tua terdiam, mengikuti setiap bait nyanyian dari awal hingga akhir misa.

Beberapa suster dan orang tua tersenyum haru, sementara yang lain tak kuasa menyeka sudut mata.

Para guru berdiri mematung, menatap dengan bangga. Di hadapan mereka, anak-anak kecil itu bernyanyi tentang kelahiran Sang Juruselamat tanpa beban, tanpa kepura-puraan, hanya ketulusan, diiringi petikan musik yang dimainkan Jhon Samara, salah satu orang tua murid.

Kepala Sekolah TKK Santa Maria Helena Bello, Sr Helena, SSPS, menuturkan bahwa perayaan Natal bersama ini bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, Natal menjadi ruang perjumpaan iman, cinta, dan harapan.

“Melalui suara dan kehadiran anak-anak, kita diingatkan kembali bahwa iman tumbuh dari kesederhanaan dan kasih yang tulus,” ujarnya.

Dalam suasana khidmat, Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD Toni Kobesi. Dalam homilinya, ia mengajak seluruh komunitas sekolah, anak-anak, orang tua, guru, dan para suster, untuk memaknai Natal sebagai panggilan hidup untuk berbagi.

“Yesus Kristus, Sang Guru Ilahi, mengajarkan kita untuk peduli dan mengasihi tanpa syarat. Nilai-nilai inilah yang perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak,” tutur RD Toni dengan suara tenang namun sarat makna.

Ia menegaskan, pendidikan iman tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau di dalam gereja, tetapi terutama melalui teladan hidup sehari-hari di dalam keluarga. Anak-anak belajar bukan dari banyaknya kata, melainkan dari apa yang mereka lihat, rasakan, dan alami.

Usai misa, suasana kembali mencair. Tawa anak-anak memenuhi ruangan, berpadu dengan canda para orang tua dan guru.

Di sela kebersamaan itu, salah seorang anak TKK Santa Maria Helena dengan polos menyampaikan ungkapan hatinya di hadapan semua yang hadir.

Dengan suara lirih namun tulus, ia berkata bahwa ia senang bisa bernyanyi untuk Yesus dan bahagia karena bisa merayakan Natal bersama mama, papa, guru, dan teman-temannya.

Kalimat sederhana itu justru menggetarkan hati, menutup perayaan dengan Pertunjukan Drama Natal oleh seluruh anak anak TKK Maria Helena, dangan rasa syukur yang mendalam.

Kebersamaan pun dilanjutkan dengan makan siang bersama. Di meja-meja sederhana, Natal menjelma menjadi pengalaman iman yang hidup, hadir dalam tawa, dalam cerita, dan dalam kepolosan anak-anak.

Dan pagi itu, semua yang hadir seakan sepakat dalam diam: Natal sungguh hadir di TKK Santa Maria Helena Bello, dalam kasih yang sederhana dan kebersamaan yang tulus.
(goe)




Johni Asadoma Dorong Strategi Pengembangan Olahraga NTT Berbasis Kondisi Empirik Daerah

Oleh: Dr. Fransiskus Sales, S.Pd., MM

Kupang,nwartapedia.com   – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, bersama Gubernur Melkiades Laka Lena, menempatkan pembangunan olahraga sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan manusia di NTT.

Kebijakan ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi geografis, demografis, sosial, serta tantangan empirik yang dihadapi masyarakat NTT.

Secara geografis, Provinsi Nusa Tenggara Timur berada pada posisi 8–12 Lintang Selatan dan 112–127 Bujur Timur, dengan jumlah penduduk sekitar 5,7 juta jiwa yang tersebar di 1.192 pulau, dan 45 di antaranya berpenghuni.

Kondisi topografi yang berbukit, berpegunungan, padang ilalang yang luas, hutan, sawah, sungai, hingga wilayah laut yang terbentang luas, serta karakter tanah yang kering dan berbatuan, membentuk masyarakat NTT yang dikenal sabar, tabah, tangguh, pantang menyerah, dan pekerja keras.

Selain itu, masyarakat NTT hidup dalam keberagaman yang inklusif dengan tingkat toleransi yang tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang kuat dalam pembangunan daerah, termasuk pembangunan olahraga.

Namun demikian, keterbatasan aksesibilitas transportasi darat, laut, dan udara, minimnya sarana dan prasarana olahraga, rendahnya budaya gerak masyarakat, tingkat kebugaran jasmani yang masih rendah, serta keterbatasan sumber daya manusia keolahragaan, menjadi tantangan besar yang harus diatasi.

Visi dan Misi Pembangunan Olahraga

Dalam kepemimpinan Melkiades Laka Lena dan Jhoni Asadoma, visi pembangunan NTT dirumuskan sebagai “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”

Visi tersebut dijabarkan ke dalam berbagai misi pembangunan, termasuk penguatan sektor olahraga sebagai bagian dari pembangunan manusia seutuhnya.

Jika visi dan misi ini dijalankan secara profesional dan berkualitas, maka tujuan utama yang ingin dicapai adalah terwujudnya masyarakat NTT yang sejahtera dan berkelanjutan, dengan indikator fisik yang bugar, mentalitas yang baik, kebutuhan hidup yang terpenuhi, serta relasi sosial yang humanis dan harmonis.

Dalam konteks olahraga, tujuan tersebut diarahkan pada terbangunnya sistem pembinaan dan strategi pengembangan olahraga yang terintegrasi, serta meningkatnya prestasi olahraga di tingkat regional, nasional, hingga internasional, yang diukur melalui perolehan medali emas, perak, dan perunggu.

Kebijakan Strategis Olahraga Daerah

Pada tahun pertama kepemimpinan Melkiades–Johni, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan kebijakan fundamental di bidang pembangunan olahraga melalui penerbitan Peraturan Gubernur tentang Desain Olahraga Daerah (DOD) dan Naskah Desain Olahraga Daerah.

Kebijakan ini merupakan penjabaran dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang berlandaskan pada:

Peraturan Presiden Nomor 86 tentang DBON

– Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Sistem Keolahragaan Nasional

– Permenpora Nomor 15 Tahun 2023 tentang Desain Olahraga Daerah

– DOD menjadi rujukan utama dalam pola pembinaan dan pengembangan olahraga di NTT.

Program Kerja Prioritas

Dalam implementasinya, pemerintah daerah menetapkan sejumlah program kerja strategis, antara lain:

1. Meningkatkan partisipasi siswa dalam olahraga pendidikan, selaras dengan kurikulum, dengan menekankan korelasi antara prestasi belajar dan kebugaran jasmani.

2. Mendorong partisipasi masyarakat dalam olahraga masyarakat, menjadikan olahraga sebagai budaya gerak dan gaya hidup. Sebagai langkah konkret, Pemprov NTT mencanangkan senam bersama ASN setiap bulan pada Jumat pertama, pukul 06.00–08.00 WITA.

3. Mengembangkan pembinaan olahraga prestasi melalui pembentukan sentra-sentra pembinaan atlet.

4. Mengembangkan industri olahraga dan ekonomi kreatif, sebagai penopang ekonomi keluarga dan masyarakat menuju prestasi olahraga yang lebih tinggi.

Seluruh program olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, olahraga prestasi, dan industri olahraga diwajibkan terdokumentasi secara sistematis sebagai bank data olahraga daerah.

Prestasi Atlet NTT

Sepanjang tahun 2025, atlet-atlet NTT menunjukkan peningkatan prestasi dalam berbagai event nasional dan regional. 

Data capaian tersebut menjadi bukti awal efektivitas kebijakan dan strategi pengembangan olahraga yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah.

Menuju NTT Bugar dan Berprestasi

Dengan memperhatikan kondisi empirik geografis, topografi, dan sosial masyarakat NTT, serta ditopang oleh visi, misi, kebijakan, program kerja, dan data faktual,

pembangunan olahraga di NTT diharapkan menjadi kekuatan kolaboratif dalam mewujudkan NTT yang bugar, unggul, dan berkarakter.

Upaya ini sejalan dengan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045, dengan olahraga sebagai salah satu instrumen strategis pembangunan sumber daya manusia.

Penulis: Dr. Fransiskus Sales, S.Pd., MM sebagai Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT. ***




RD Christian Dominicus Juang Sogen Rayakan Misa Perdana di Paroki Santa Familia Sikumana

Kupang,nwartapedia.com  — Sukacita, haru, dan rasa syukur menyatu dalam perayaan Misa Perdana RD Christian Dominicus Juang Sogen, Pr, di Gereja Paroki Santa Familia Sikumana, Kupang, Rabu (7/1/2026) sore.

Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh keluarga besar, umat paroki, para imam, frater, suster, serta sejumlah tokoh Gereja.

Imam muda yang akrab disapa Romo Rigen ini baru sehari sebelumnya ditahbiskan menjadi imam bersama sepuluh diakon lainnya di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Selasa (6/1/2026).

Tahbisan imamat tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.

Misa perdana dimulai pukul 17.00 WITA dan diawali dengan penyambutan adat Lamaholot di halaman gereja. Iringan tarian adat menjadi ungkapan syukur dan penghormatan umat atas kehadiran seorang imam baru dari tengah komunitas mereka.

Sukacita tampak jelas ketika Romo Rigen untuk pertama kalinya memimpin Ekaristi di paroki asalnya, tempat ia bertumbuh dan dibentuk dalam iman Katolik.

Pada tahbisan imamatnya, RD Christian Dominicus Juang Sogen memilih moto:
“In verbo autem tuo laxabo rete” (Luk. 5:5) — “Tetapi karena firman-Mu, aku akan menebarkan jala.”

Moto ini mencerminkan sikap iman dan ketaatan total kepada Sabda Tuhan sebagai dasar pelayanan imamatnya di tengah dunia yang penuh tantangan.

Dalam homilinya, imam pendamping sekaligus pengkhotbah, RD Frengky Kopong, Kepala SMA Seminari Santo Rafael Oepoi Kupang, menegaskan bahwa kebanggaan terbesar orang tua bukanlah harta, jabatan, atau kedudukan, melainkan ketika seorang anak mempersembahkan hidupnya secara total untuk melayani Tuhan dan Gereja sebagai imam Katolik.

La juga mengingatkan bahwa di tengah dunia yang sarat godaan kuasa, materi, dan popularitas, kekuasaan sejati seorang imam terletak pada pelayanan, kesetiaan pada kebenaran dan keadilan, serta keberpihakan kepada mereka yang kecil, lemah, dan tersingkir.

RD Christian Dominicus Juang Sogen lahir di Kupang, 15 Desember 1996. Ia merupakan putra dari pasangan Thomas Akaraya Sogen dan Antonia Nogo, serta berasal dari Paroki Santa Familia Sikumana.

Momen paling mengharukan terjadi di akhir perayaan Ekaristi. Setelah memberikan berkat kepada pastor paroki dan para imam rekan, Romo Rigen memberikan berkat khusus kepada kedua orang tuanya dan keluarga.

Saat orang tua dan saudara-saudaranya berlutut di hadapannya, ia menumpangkan tangan sambil meneteskan air mata.

Tangis haru pun pecah, menyatukan syukur, doa, dan kasih keluarga dalam keheningan yang sarat makna.
Umat Paroki Santa Familia Sikumana memaknai misa perdana ini bukan sekadar perayaan hadirnya seorang imam baru, tetapi juga sebagai panggilan bersama untuk mendukung karya pelayanan Gereja di tengah dinamika dan tantangan zaman.

Perayaan ditutup dengan ramah tamah sebagai ungkapan syukur dan sukacita bersama.

Misa perdana ini menandai awal perjalanan pelayanan RD Christian Dominicus Juang Sogen sebagai gembala umat, dengan harapan ia senantiasa setia pada Sabda Tuhan, rendah hati dalam pelayanan, dan berani “menebarkan jala” di mana pun ia diutus.
(Goe)




BPS NTT Rilis NTP Desember 2025, Turun 0,09 Persen Dibanding November

Kupang, nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi merilis data Nilai Tukar Petani (NTP) Bulan Desember 2025.

Rilis tersebut disampaikan melalui kegiatan livestreaming pada Senin (5/1/2026).

NTP Bulan Desember 2025 dihitung menggunakan tahun dasar 2018 (2018=100) dan mencakup lima subsektor pertanian, yakni subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, serta perikanan.

Berdasarkan rilis BPS NTT, NTP Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar 101,46.

Angka ini menunjukkan bahwa secara umum petani masih berada pada posisi surplus, meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara rinci, NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 103,67 untuk subsektor tanaman padi dan palawija (NTP-P), 92,71 untuk subsektor hortikultura (NTP-H), 96,77 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 105,74 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt), dan 96,18 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

BPS NTT mencatat, NTP Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dibandingkan NTP November 2025.

Penurunan ini disebabkan oleh laju perkembangan indeks harga yang diterima petani lebih lambat dibandingkan dengan indeks harga yang dibayarkan petani.

Selain itu, di wilayah perdesaan juga terjadi perubahan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,60 persen selama periode Desember 2025.

Kondisi tersebut turut memengaruhi daya beli petani di Nusa Tenggara Timur.

Rilis ini menjadi salah satu indikator penting dalam menggambarkan kondisi kesejahteraan petani serta perkembangan ekonomi sektor pertanian di NTT menjelang akhir tahun 2025. (MI)




Wali Kota Kupang Lantik Pengurus KKBM Kupang Periode 2025–2028

Kupang, nwartapedia.com – Badan Pengurus Komunitas Kita Bersaudara Maumere Kupang (KKBM Kupang) periode 2025–2028 resmi dilantik oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pada Sabtu (27/12/2025).

Pelantikan badan pengurus yang dirangkaikan dengan Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama tersebut berlangsung khidmat di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Jalan Polisi Militer Oebobo, Kota Kupang.

Rangkaian acara diawali dengan misa syukur yang dipimpin Pastor Paroki Santo Yoseph, Romo John Rusae, didampingi empat imam konselebran, yakni Pater Dagobertus, Pater Edu Dosi, Romo Deo, dan Romo Lery Conterius.

Kegiatan ini mengusung tema “Allah Menyertai dan Menyelamatkan Kita” dengan subtema “Merajut Kebersamaan dalam Organisasi, Mewujudkan Kekuatan Transformatif.”

Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji jabatan, serta penyerahan pataka organisasi dari Wali Kota Kupang selaku pembina kepada Ketua Umum KKBM Kupang, Agustinus Bajo, yang diawali dengan prosesi tutur adat.

“Selaku pelindung KKBM Kupang, maka saya melantik secara resmi pengurus KKBM Kupang periode 2025–2028,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bentuk pengesahan struktur organisasi agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua Umum KKBM Kupang, Agustinus Bajo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena kembali dipercaya memimpin KKBM Kupang untuk periode kedua. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi demi kepentingan anggota dan masyarakat luas.

Menurutnya, kekuatan utama KKBM Kupang terletak pada kebersamaan yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan seluruh program organisasi.

“Masih ada sejumlah agenda yang belum terealisasi pada periode sebelumnya, namun itu menjadi pembelajaran penting untuk tiga tahun ke depan. Dengan komitmen kuat antara pengurus dan anggota, saya yakin eksistensi KKBM Kupang akan semakin baik,” ujarnya.

Agustinus Bajo juga memaparkan bahwa berdasarkan data resmi organisasi, keanggotaan KKBM Kupang saat ini terdiri dari 20 kelompok arisan dengan jumlah 424 kepala keluarga atau sekitar 2.120 jiwa.

“Itu adalah anggota yang secara resmi telah menjalankan kewajiban dan memperoleh manfaat organisasi sesuai dengan haknya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat KKBM Kupang, Kristo Blasin, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang yang berkenan hadir dan mendukung kegiatan pelantikan tersebut.

Ia juga mengapresiasi kesediaan Agustinus Bajo dan Fidelis Nogor yang kembali mengabdikan diri memimpin KKBM Kupang.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang dalam membangun daerah,” tegas Kristo.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya mengucapkan selamat dan proficiat kepada pengurus KKBM Kupang yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pengurus memikul tanggung jawab besar untuk membawa KKBM keluar dari zona nyaman dan bertransformasi menjadi penggerak sosial.

Menurutnya, KKBM Kupang memiliki peran strategis sebagai wadah pemikiran dan jembatan aspirasi warga Maumere di Kupang, sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Pelantikan ini harus menjadi momentum agar KKBM Kupang terlibat langsung dalam proses pembangunan, baik di Kota Kupang maupun di Provinsi NTT,” ujar Gubernur.

Ia juga menyoroti masih adanya disparitas pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Sikka yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Melalui KKBM, warga Sikka di Kupang diharapkan dapat ikut berkontribusi membangun kampung halaman masing-masing,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, KKBM Kupang juga meluncurkan sejumlah produk UMKM yang ditandai dengan penyerahan produk kepada Gubernur NTT.

Produk yang diluncurkan antara lain stik rumput laut Mujizat, beras merah pulen organik dan beras jagung organik Nawasena, serta aksesoris ekonomi kreatif khas Maumere.

Gubernur Melki mendorong agar produk-produk tersebut dikemas dengan label KKBM dan dipasarkan melalui NTT Mart.

Ia juga menawarkan pendampingan bagi UMKM anggota KKBM untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank NTT yang direncanakan menyalurkan dana sebesar Rp1 triliun pada tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena selaku pembina KKBM mendapat kehormatan dipakaikan busana adat Sikka saat tiba di lokasi acara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD NTT, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan NTT Theo Widodo, Anggota DPRD Kota Kupang, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta sejumlah undangan lainnya. (*)




Kolaborasi Pemuda Tani Indonesia dan Ditjenpas NTT, Jagung Ditanam di Lapas dan Rutan

Kupang, wartapedia.com – Ketua Pemuda Tani Indonesia (PTI) Nusa Tenggara Timur sekaligus Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, MM, MBA, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) NTT, Ketut Akbar, bersama Kalapas Penfui, Karutan Penfui, serta seluruh mitra strategis Pemuda Tani NTT yang telah melaksanakan kegiatan penanaman jagung bersama.

Hal tersebut disampaikan Bobby Lianto kepada media ini pada Minggu (28/12/2025).

Ia menyebutkan bahwa penanaman jagung yang dilaksanakan pada 27 Desember 2025 di kawasan dan lahan milik Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, baik di rutan maupun lapas, merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis yang telah dibangun sebelumnya.

“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata yang sangat kami apresiasi. Kerja sama antara Pemuda Tani NTT, Ditjen Pemasyarakatan, serta mitra strategis menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan di NTT,” ujar Bobby Lianto.

Bobby Lianto menjelaskan, sejak dilantik pada 27 November 2025, Pemuda Tani Indonesia NTT langsung bergerak aktif menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis dalam program penanaman jagung. Penanaman telah dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain di kawasan Lanud El Tari, lahan Hotel Harper, serta berbagai lahan potensial di sekitar Kota Kupang.

“Kerja sama ini tidak berhenti di sini. Kami melanjutkan penanaman di lahan-lahan lapas dan rutan, dan ke depan akan diperluas ke seluruh wilayah lapas di NTT,” tambahnya.

Tidak hanya di tingkat provinsi, Bobby Lianto juga menegaskan bahwa Pemuda Tani Indonesia di tingkat DPC kabupaten/kota se-NTT terus bergerak aktif melakukan kegiatan serupa di wilayah masing-masing.

Saat ini, Bobby Lianto diketahui sedang berada di Shanghai, Tiongkok, bersama keluarga. Di sela-sela kunjungan tersebut, ia juga merencanakan pertemuan dengan sejumlah investor untuk mengajak berinvestasi di sektor pertanian, khususnya di bidang pakan ternak.

“Kami menyiapkan produksi jagung sebanyak-banyaknya agar ke depan pabrik pakan ternak bisa dibuka di NTT. Dengan demikian, kebutuhan pakan dapat dipenuhi dari daerah sendiri dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Bobby Lianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program Pemuda Tani Indonesia NTT.

“Terima kasih dari Shanghai, Tiongkok. Salam dan selamat Natal serta Tahun Baru untuk seluruh masyarakat NTT,” pungkasnya. (MI)




Laurensius Abiakto Ratu Wewo Koordinasi dengan BKD NTT Terkait Pembatalan Kelulusan 54 Peserta P3K Paruh Waktu

Kuoang, nwartapedia.com — Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Laurensius Abiakto Ratu Wewo, bersama sejumlah rekan melakukan koordinasi dan konsultasi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/12/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk membahas rencana Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua yang berencana membatalkan kelulusan 54 orang peserta seleksi P3K paruh waktu yang berasal dari perangkat desa, meskipun sebelumnya telah dinyatakan lulus.

Dalam pertemuan itu, rombongan DPRD diterima langsung oleh Kepala BKD Provinsi NTT, Sekretaris BKD, serta sejumlah kepala bidang.

Laurensius Abiakto Ratu Wewo bertindak sebagai juru bicara tim dan memaparkan secara rinci seluruh proses seleksi sejak awal hingga para peserta dinyatakan lulus sebagai P3K paruh waktu.

Menurut Laurensius, Kepala BKD Provinsi NTT menjelaskan bahwa kebijakan rekrutmen P3K paruh waktu merupakan kebijakan afirmasi yang ditujukan bagi tenaga honorer yang belum lulus seleksi P3K penuh waktu.

Oleh karena itu, kepala daerah memiliki hak otonomi untuk mengangkat mereka sebagai P3K paruh waktu.

“Kebijakan ini tidak menyalahi aturan dan selaras dengan kebijakan nasional. Karena itu, keputusan akhirnya tetap berada di tangan Bupati Sabu Raijua,” ujar Laurensius menirukan penjelasan Kepala BKD NTT.

Selain itu, Kepala BKD NTT, Yos Rasi, juga menyampaikan bahwa pembiayaan bagi seluruh P3K paruh waktu akan diusulkan kepada pemerintah pusat.

Draf surat dan analisis kebutuhan telah disiapkan dan direncanakan akan diantar langsung oleh Gubernur NTT kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Daerah di tingkat pusat.

“Dalam draf tersebut sudah termasuk data 1.209 orang P3K paruh waktu dari Kabupaten Sabu Raijua, termasuk mereka yang berasal dari perangkat desa,” jelas Laurensius.

Menutup pernyataannya, Laurensius berharap agar Bupati Sabu Raijua dapat mengambil keputusan yang bijaksana dan adil atas persoalan tersebut.

“Semua kembali kepada Bapak Bupati. Semoga Tuhan memberikan hikmat dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Setiap masukan dan informasi dari pihak mana pun perlu dipertimbangkan dengan baik, karena tidak semua yang memberi informasi benar-benar mendukung, bahkan ada yang justru menikam, sementara di tempat lain mereka bertepuk tangan saat bupati dibully,” pungkasnya. (MI)




UMP NTT Tahun 2026 Resmi Ditetapkan Naik 5,45 Persen

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2026 sebesar Rp2.455.898. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur NTT Nomor 528/KEP/HK/2025 tertanggal 19 Desember 2025 dan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor PUPR Provinsi NTT pada Selasa (23/12/2015).

Penetapan UMP 2026 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan yang ditetapkan pada 17 Desember 2025. Dalam regulasi tersebut, perhitungan upah minimum mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi guna mendukung pemenuhan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) masyarakat. Pemerintah menetapkan rentang penyesuaian atau Alpha antara 0,5 hingga 0,9, yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Pembahasan besaran UMP NTT 2026 dilakukan oleh Dewan Pengupahan Provinsi NTT yang melibatkan unsur pekerja/buruh, pengusaha (Apindo), akademisi, serta perwakilan pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dari hasil pembahasan tersebut, mayoritas anggota Dewan Pengupahan merekomendasikan penggunaan Alpha 0,7 sebagai dasar perhitungan.

Dengan rekomendasi tersebut, UMP NTT Tahun 2026 mengalami kenaikan sebesar Rp126.929 atau 5,45 persen dibandingkan UMP Tahun 2025 yang sebesar Rp2.328.969.

Gubernur NTT menegaskan bahwa keputusan ini menjadi pedoman wajib bagi seluruh pemberi kerja, baik pemerintah maupun swasta, di wilayah Provinsi NTT. UMP ditetapkan sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Sementara itu, perusahaan yang telah memberikan upah di atas UMP dilarang menurunkan besaran upah yang telah diberikan.

UMP NTT Tahun 2026 berlaku hingga 31 Desember 2026. Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten/kota serta Dewan Pengupahan akan melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaannya sebagai bagian dari jaring pengaman ketenagakerjaan.

Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan kesejahteraan pekerja, sekaligus menjaga iklim usaha yang kondusif di Nusa Tenggara Timur. (MI)