Masa Depan NTT Ke Mana?

Oleh: Jane Natalia Suryanto
Calon Wakil Gubernur NTT

Kupang,nwartapedia.comSaya memutuskan mengabdikan hidup dan perjuangan politik untuk masyarakat NTT.

Saya sayang daerah ini. Saya meninggalkan segala usaha saya di Jakarta untuk datang ke daerah ini.

Saya berani maju menjadi wakil gubernur untuk berpasangan dengan kaka Ansy (ANSY-JANE) berlangkah menuju gelanggang politik Pilgub 27 November, 2024.

Di daerah ini saya bertemu dengan jutaan pasang mata. Mama-mama sangat ramah.

Di sini mama bantu mama. Bapa-bapa juga sangat sayang saya. Sahabat-sahabat saya juga banyak.

Keluarga baru saya juga banyak. Saya sangat diterima dan mencintai daerah ini.

Di balik pasang mata bapa, mama bersaudara semua, saya melihat daerah ini memiliki pesona luar biasa.

Namun, ekonomi NTT tak semengkilap seperti daerah-daerah lain di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan wilayah-wilayah di Sulawesi.

Kita harus realistis melihat perputaran ekonomi daerah ini. Fakta-faktanya harus kita munculkan agar kita paham bagaimana cara mendiagnosa dan mengobati daerah ini.

Fakta-fakta itu juga perlu disampaikan kepada para investor ataupun pengembang properti agar mereka bisa mendesain bisnis yang agak murah dan mudah dijangkau masyarakat dengan daya beli rendah seperti NTT.

Setidaknya kita bisa membaca dengan baik kemunduran ekonomi daerah ini dari indikator-indikator ekonomi yang disodorkan Badan Pusat Statistik NTT dari tahun ke tahun.

Jumlah penduduk NTT tahun 2024 sudah mencapai 5.656.039 manusia. Dari jumlah ini, 19,48 % (1,079.068 jiwa ) orang NTT hidup di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan per kapita Rp 416.00 per bulan.

Pertumbuhan ekonomi kita masih rendah (4,35%/2024), pengangguran masih sangat tinggi, tingkat konsumsi rendah, inflasi juga masih tinggi, perputaran arus barang, jasa dan manusia antar kabupaten masih rendah.

Begitupun pertumbuhan sektor-sektor penyangga kehidupan warga NTT, seperti pertanian, peternakan dan kelautan masih sangat rendah.

Gairah investasi masuk ke NTT juga rendah, karena wilayah ini dikenal sebagai daerah berbiaya ekonomi tinggi.

Daerah berbiaya ekonomi tinggi biasanya memiliki kualitas infrastruktur darat, laut dan udara yang tak memadai.

Kebutuhan-kebutuhan pemenuhan hak hidup warga, seperti air dan listrik juga masih sulit.

Angka buta huruf tinggi dan tingkat pendidikan masih rendah. Semua indikator-indikator ini berkontribusi pada daya ungkit sektor properti, sektor perumahan di wilayah ini.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi berkontribusi langsung pada rendahnya pendapatan per kapita masyarakat NTT.

Jika pendapatan rendah, masyarakat sulit memiliki tabungan (saving) yang berefek langsung pada rendahnya daya beli, rendahnya tingkat pendidikan dan indeks ratio gini yang memprihatinkan.

Masyarakat NTT, masih berjibaku pada kebutuhan makan-minum sehari-hari atau ekonomi subsistem.

Dalam ekonomi subsistem, masyarakatnya hanya bisa bertahan hidup saja. Tentu kita tak boleh berdiam diri berhadapan dengan situasi ini. Perlu menata dan mencermati kembali, kemana NTT berlari dan menuju 5 atau 10 tahun ke depan?

Masa Depan NTT
Ansy dan Jane Selalu bertumpu pada konsep Nelayan, Tani, Ternak.

Suatu konsep kebenaran yang mewakili 80% perekonomian NTT. Tapi kali ini, saya akan membahas masa depan NTT di sektor satu lagi yakni Pariwisata.

NTT adalah provinsi dengan kekayaan alam dan budaya yang sangat unik, indah, eksotis dan beragam.

Keberagaman, keindahan, kekhasan, atau eksotisme alam dan budaya itu membentang dan tersebar di semua pulau, khususnya pulau-pulau utama seperti Flores, Sumba dan Timor.

Alam dan budaya di NTT beragam dan unik karena dibentuk oleh lingkungan ekologis, kondisi bio-geografis, sejarah dan tradisi berbeda, yang disparitas keunikannya antarpulau, kabupaten, bahkan desa. Jumlah desa di NTT adalah 3.268 dan seberagam itulah keindahan dan kekhasannya.

Pecinta keindahan alam dan budaya dari daerah lain mungkin hanya mengagumi keindahan dan keunikan Pulau Komodo dan pulau-pulau sekitar Labuan Bajo di Manggarai Barat, Danau Kelimutu di Ende, tradisi penangkapan paus di Lembata, festival pasola di Sumba, kekayaan bawah laut Alor, dan berbagai ikon pariwisata populer di NTT.

Tetapi, keindahan alam dan budaya NTT bukan hanya itu. Jika disibak, kita akan menyaksikan alam dan budaya yang sangat asli, eksotis, indah, menakjubkan dan beragam.

Sejuta pesona alam dan budaya NTT seharusnya sudah mengantar provinsi ini sebagai garda depan pariwisata nasional atau bersaing dengan Bali.

Akan tetapi, pariwisata NTT seperti singa tidur yang tidak memberikan dampak signifikan bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Banyak faktor penyebab tidak maksimalnya sumbangan sektor pariwisata di NTT. Faktor penyebab utama adalah minimnya infrastruktur (dan amenitas), selain masalah promosi kurang, SDM rendah, dan sebagainya.

Melihat pesona wisata inilah, makanya pariwisata NTT mulai dibangun. Pariwisata NTT sekarang sudah mulai tumbuh.

Itu setidaknya bisa dilihat dari indicator- indikator positif di sektor pariwisata.

Saya lebih menganjurkan teman-teman investor untuk siap-siap melirik pembangunan sektor pariwisata. Jika hotel yang akan dibangun.

Anda juga harus mengintip data jumlah wisatawan asing dan domestic yang masuk ke NTT. Pada tahun 2023, jumlah tamu asing dan local yang menginap di hotel-hotel di NTT mencapai 778 568 tamu (BPS NTT:2023) dengan rincian terbanyak Kota Kupang sebesar 315.301 tamu dan Manggarai Barat/Labuan Bajo sebanyak 216.800 tamu.

Kabupaten lainnya di NTT, masih sangat rendah. Jika anda ingin membangun hotel, masih ada ruang untuk tumbuh, karena pemerintah memproyeksikan jumlah wisatawan masuk ke NTT sampai tahun 2030 mencapai 2 juta tamu. Itu artinya, masih ada ruang terbuka untuk melakukan investasi di sektor perhotelan.

Untuk itu, saya menganjurkan teman-teman pengusaha ekowisata.

Di beberapa tempat wisata di Indonesia, banyak sekali best practices yang bisa dikembangkan dalam rangka menciptakan objek wisata yang ekologis sekaligus berdampak ekonomis. Beberapa best practices berikut dapat ditiru atau dimodifikasi sesuai konteks NTT.

Pertama, akomodasi (vila, penginapan, resort) berkonsep ramah lingkungan. Akomodasi yang ekologis dan ekonomis menyediakan air panas dengan pemanfaatan pemanas tenaga surya, menggunakan air limbah dapur dan kamar mandi untuk mengairi kebun mereka dengan pengolahan limbah sederhana.

Restoran dilengkapi dengan perpustakaan mini, tempat bersantai dan makan. Resort dibangun dengan bukaan yang memanfaatkan pemandangan laut dan kebun yang indah sehingga tidak perlu menggunakan AC.

Tidak hanya ramah lingkungan, resort ekowisata juga menyediakan pelayanan wisata berupa penjelajahan lingkungan sekitar seperti pengamatan burung atau tracking di hutan.

Kedua, sistem pengolahan sampah. Saat ini banyak penyedia jasa industri pariwisata (restoran atau hotel) melakukan pemilahan sampah menjadi sampah organik dan non-organik. Sampah sisa makanan dipisahkan dengan sampah-sampah seperti kaleng, kaca, maupun plastik.

Selain itu, kertas daur ulang bisa dijadikan bahan dasar industri kerajinan seperti kotak pensil, tas, dompet, agenda, kartu ucapan dari kertas bekas koran, majalah maupun dokumen kantor yang tidak terpakai lagi.

Dedaunan dan bunga rontok juga bisa dijadikan sebagai ornamen/hiasan.

Hemat kami, ini sangat penting bagi NTT.
Ketiga, menghemat penggunaan air. Untuk menghindari penggunaan botol plastik air minum mineral, usaha penyedia jasa pariwisata dapat menjual air minum isi ulang sebagai pengganti air minum mineral dengan botol plastik.

Selain untungnya lebih banyak, praktik ini juga membantu mengurangi penggunaan botol plastik air minum mineral.

Hotel-hotel juga memberlakukan langkah hemat air. Usaha ini bukan sesuatu yang baru.

Hotel-hotel di Yogyakarta, Bali dan Lombok memberlakukan langkah penghematan air dengan meminta kepada tamunya untuk tidak mencuci handuk dan seprei setiap hari, karena cukup banyak air yang digunakan untuk mencuci handuk dan seprei.

Bahkan salah satu hotel bintang empat di Sanur, Bali, mengadakan undian berhadiah bagi tamu yang mendukung langkah penghematan air tersebut. Hal-hal seperti ini bisa dicoba di NTT.

Keempat, ekowisata di Hutan Bakau. Penyedia jasa paket wisata manggrove atau bakau dapat menawarkan paket ekowisata kepada pengunjung.

Aktivitas seperti tracking, pengamatan burung, naik sampan dan penanaman bakau merupakan tawaran yang diberikan kepada pengunjung.

Pengunjung dapat juga mengadopsi bakau. Penyedia paket harus sering melakukan aktivitas penyadaran dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya bakau bagi kawasan pesisir serta mengadakan kegiatan pelatihan kepada pelajar, guru sekolah, dan LSM.

Kelima, kursus memasak dan sajian makanan khas lokal. Restoran dan warung makan harus berani menyajikan masakan khas daerah.

Masakan yang disajikan diolah secara higienis. Selain itu, untuk lebih memperkenalkan makanan tradisional, restoran dan warung makan berani mengadakan kursus memasak makanan khas bagi wisatawan.

Pada saat itu, tarian-tarian daerah dipertontonkan oleh para penari lokal.

Keenan, sajian makanan khas lokal dengan memanfaatkan rumah tinggal.

Salah seorang pencinta seni yang pintar memasak di Yogyakarta, membuka warung dengan menyulap ruang tamu di rumahnya yang berbentuk joglo khas Jawa menjadi sebuah restoran kecil yang nyaman dan bersih.

Warung dengan nama ”Warung Opera” ini menyajikan masakan khas Yogya serta memodifikasi penganan tradisional seperti pisang goreng berbalut gula merah.

Ketujuh, kelompok tenun yang menggunakan bahan pewarna alami.

Ibu-ibu penenun di Ndona, Kabupaten Ende di Flores mendirikan kelompok tenun bernama ”Bou Sama Sama”. Para wanita ini masih menggunakan pewarna alami yang diambil dari alam sekitar seperti mengkudu, nila serta berbagai jenis akar-akar pohon lainnya.

Kain-kain tenun ikat yang dibuat dalam waktu 3 – 12 bulan tersebut dijual langsung kepada wisatawan.

Kelompok ini juga bekerja keras agar dapat menjalin kerjasama dengan pemilik galeri di Bali untuk memasarkan hasil kain tenun ikat buatan mereka.

Kedelapan, makanan sehat tanpa penyedap rasa dan sayuran organik. Saat ini di berbagai kota besar di Indonesia dan kawasan wisata seperti Bali, Lombok, Yogyakarta banyak restoran menyajikan makanan sehat tanpa penyedap rasa serta menyajikan masakan dari sayuran organik yang dijual lebih mahal.

Menu vegetarian (makanan non-daging) menjadi salah satu menu andalan di berbagai restoran di kawasan wisata tersebut.

Kesembilan, mempertahankan alat musik tradisional. Saung Angklung Mang Udjo yang berada di Jawa Barat menampilkan permainan alat musik tradisional Sunda, yaitu angklung.

Pertunjukan dilakukan oleh anak-anak berumur di bawah 12 tahun. Mereka berlatih memainkan angklung, menyanyi dan menari serta tampil di hadapan wisatawan mancanegara dan nusantara.

Inisiatif ini menandakan pentingnya kreativitas “seni pertunjukkan”.

Di NTT, alat musik suling, sasando, dan lain-lain dapat dipertahankan dengan cara seperti ini.

Mekarnya pariwisata di NTT tak ada gunanya jika tak ditopang kekuatan sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Tani, ternak dan nelayan adalah harga mati bagi Ansy-Jane untuk diperjuangkan.

Memperjuangkan tani,ternak dan nelayan adalah memperjuangkan martabat rakyat NTT, karena hampir 90 persen rakyat bertumpu di situ.

Pariwisata juga wajib ditopang produk pertanian, peternakan dan perikanan yang baik.

Tekat Ansy-Jane adalah membangun tani, ternak dan nelayan dalam rangka menyongsong tamu-tamu yang datang dari berbagai belahan dunia.

Pariwisata tak ada gunanya jika hasil pertanian, peternakan dan perikanan dibawah dari luar.

Pariwisata akan berdaya guna, jika produk pertanian, peternakan dan perikanan adalah hasil alam warga NTT.

Akhirnya, mari kita sama-sama membangun NTT menuju rakyat adil, Makmur dan sejahtera.

Pesona alam NTT adalah magnet besar bagi pengembangan pariwisata ke depan. (***)




Jane Natalia Suryanto Disambut Hangat Warga Sumba Barat Daya

Tambolaka,nwartapedia.com – Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor Urut 1, Jane Natalia Suryanto melanjutkan kampanyenya pada Pemilihan Gubernur 2024 dengan mengunjungi Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Sabtu (12/10/2024).

Kehadiran Jane disambut hangat oleh masyarakat dan pengurus Partai Hanura setempat dengan tarian adat khas Sumba sebagai tanda penghormatan dan penyambutan tamu penting.

Kampanye kali ini dihadiri langsung oleh Ketua DPC Partai Hanura SBD Yohanes Ngongo, dan Ketua DPD Hanura NTT Refafi Gah.

Dalam pidatonya, Jane Natalia Suryanto, menegaskan komitmennya untuk membangun NTT, terutama dengan menciptakan lapangan kerja dan memajukan sektor pertanian, nelayan, dan peternakan.

Jane menyebut salah satu program konkret yang telah dikerjakannya adalah pembangunan pabrik Sumba Manis di Waingapu, sebagai bagian dari upayanya untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

“Saya punya program untuk menciptakan lapangan kerja dan membangun pabrik. Salah satunya adalah pabrik Sumba Manis di Waingapu. Ini adalah langkah nyata untuk mengurangi angka pengangguran di NTT,” ungkap Jane.

Jane juga mengungkapkan pengalamannya selama 10 tahun bekerja dan berjuang di NTT, yang membuatnya memahami kebutuhan masyarakat secara mendalam.

“Menurut saya dan kaka Ansy, kalau mau jadi calon kepala daerah, kita harus berbuat dulu di masyarakat baru berani dan mau menjadi calon,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya pemimpin yang bekerja untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Kita bukan orang yang memalukan. Kita sudah bekerja di masyarakat, dan kita akan melanjutkan itu. Menyala artinya terang. Pemimpin harus membawa terang, bukan kegelapan,” tegas Jane.*




Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto Unggul di Survei Terbaru Pilgub NTT 2024

Kupang,nwartapedia.com –  – Survei terbaru yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia mengungkapkan dinamika elektoral pasca penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Survei yang dilakukan dari tanggal 28 September hingga 5 Oktober 2024 ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 1.000 orang yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di NTT.

Hasil simulasi dengan tiga nama calon menunjukkan bahwa Yohanes Fransiskus Lema (Ansy Lema) berada di posisi terdepan dengan dukungan 33,5%.

Posisi kedua ditempati oleh Emanuel Melkiades Laka Lena (Melki Laka Lena) dengan 26,7%, disusul oleh Simon Petrus Kamasi (SPK) dengan 22,5%. Sebanyak 17,3% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Sementara itu, berdasarkan hasil simulasi dengan tiga pasangan calon menunjukkan bahwa Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto berada di posisi terdepan dengan dukungan 36,6%.

Posisi kedua ditempati oleh Melki Laka Lena dan Johni Asadoma dengan 27,4%, disusul oleh SPK dan Adrianus Garu dengan 23,9%. Sebanyak 12,1% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Alasan utama pemilih memilih calon gubernur juga terungkap dalam survei ini. Sebanyak 24,3% responden menyatakan bahwa perhatian pada rakyat menjadi faktor utama.

Di antara ketiga kandidat, Yohanes Fransiskus Lema memperoleh dukungan tertinggi dalam kategori ini, dengan 31,8% responden memilihnya karena kepeduliannya terhadap rakyat.

SPK, yang berada di urutan ketiga dalam simulasi, justru dipilih oleh mayoritas responden (34,6%) karena statusnya sebagai putra daerah.

Selain itu, pengalaman di pemerintahan juga menjadi faktor penting bagi pemilih Emanuel Melkiades Laka Lena, dengan 18% responden memilihnya berdasarkan kriteria ini.

Faktor-faktor lain seperti kewibawaan, kejujuran, serta latar belakang politik dan agama juga turut mempengaruhi keputusan pemilih.

Survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,6% pada tingkat kepercayaan 95%. Dalam pelaksanaan survei, Indikator juga melakukan quality control terhadap hasil wawancara dan penentuan sampel, memastikan bahwa hasil yang diperoleh adalah representatif.

Simulasi ini memberikan gambaran awal mengenai potensi kekuatan elektoral para calon dalam pemilihan gubernur Nusa Tenggara Timur mendatang.***




Berlatar Belakang Pendidik, Ansy Lema Bawa Harapan Baru Bagi Generasi Muda NTT

Kupang,nwartapedia.com  – Yohanis Fransiskus Lema, atau yang akrab disapa Ansy Lema, menyampaikan pernyataan menarik melalui unggahan di salah satu akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Ansy menegaskan dirinya sebagai satu-satunya calon Gubernur NTT yang memiliki latar belakang pendidik.

Setelah menamatkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia (UI), Ansy langsung meniti karier sebagai dosen di tiga universitas ternama di Jakarta.

Ansy mengungkapkan bahwa menjadi seorang dosen adalah cita-cita yang telah lama ia idamkan, dan dengan restu Tuhan, impian itu tercapai.

Pengalaman tersebut memperkuat kepedulian Ansy terhadap dunia pendidikan, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Karena itu, saya memiliki perhatian khusus untuk dunia pendidikan,” tulis Ansy Lema dalam unggahan Instagram pribadinya @ansy.lema, pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Bagi Ansy, sekolah-sekolah di NTT adalah “laboratorium” yang berperan penting dalam melahirkan generasi muda berkualitas. Menurutnya, setiap anak di NTT berhak mendapatkan pendidikan yang adil, inklusif, berkualitas, dan setara.

“Sekolah-sekolah adalah laboratorium untuk melahirkan generasi muda NTT berkualitas. Setiap anak NTT berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang adil, inklusif, berkualitas dan setara,” ungkapnya.

Ansy tidak hanya berhenti pada pernyataan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan pemuda NTT.

Sebagai seseorang yang peduli dengan masa depan mereka, Ansy selalu berusaha untuk terlibat langsung dan mendengar kebutuhan serta harapan mereka.

“Itulah mengapa saya tidak hanya mengunjungi sekolah-sekolah, tetapi juga mendengar langsung kebutuhan dan harapan mereka,” katanya.

Selama 14 tahun berkarier sebagai dosen di Jakarta, ia menyaksikan bagaimana pendidikan mampu membuka peluang tak terbatas bagi masa depan seseorang.

Ansy ingin menjadikan pendidikan sebagai jembatan bagi generasi muda NTT untuk meraih masa depan yang lebih cerah.***




INTI NTT Ucap Terima Kasih Kepada Kemen PPPA Untuk Aksi Kemanusiaan Bagi Siswa SLB

Kupang,nwartapedia.com – Perhimpunan Indonesia Thionghoa (INTI) mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang telah melibatkan Perhimpunan Perempuan Indonesia Thionghoa (PINTI) memilih Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu tempat untuk aksi kemanusiaan. 

Hal ini disampaikan oleh Ketua INTI NTT, Ir. Theo Widodo saat kegiatan Kunjungan Kerja Kemen PPPA dalam rangka bakti sosial dan koordinasi untuk mencegah kekerasan terhadap anak di Kota Kupang dengan menggelar pengobatan gratis bagi siswa SLB Pembina dan SLB Negeri Kota Raja Kupang yang bertempat di SLB Pembina, Penfui, Kota Kupang, Senin (7/10/2024).

“INTI NTT mengucapkan terima kasih kepada kementerian PPPA yang telah memilih NTT menjadi pusat dari bantuan aksi kemanusiaan ini,”ucapnya. 

Theo Widodo yang juga merupakan ayah dari calon Walikota Kupang, dr. Christian Widodo ini berharap kemitraan yang telah terjalin untuk kegiatan kemanusiaan ini terus berkelanjutan.

“Saya berharap bahwa tahun-tahun mendatang kegiatan seperti ini akan terus berlangsung di NTT,”ungkapnya.

Theo Widodo menambahkan, pihaknya berharap Kemen PPPA terus menjadi mitra untuk memberikan perhatian kepada anak-anak NTT.

“Pinti siap menjadi mitra dan mendukung program ini’tambahnya. 

Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Kementerian PPPA, Ciput Eka Purwianti S.Si, MA  mengungkapkan, untuk menggelar kegiatan pengobatan gratis ini, pihaknya bermitra dengan PINTI yang para anggotanya berprofesi sebagai dokter.

“Kami tidak memilih PINTI tetapi PINTI yang melibatkan diri dan memilih anak-anak Indonesia,”ujarnya.. 

Ia menjelaskan, pihaknya dari Kemen PPPA berharap kepada komunitas yang mempunyai kepedulian terhadap ana-anak Indonesia untuk bergabung.

“Kami juga ingin mengundang semua komunitas dan organisasi yang punya kepedulian kepada anak-anak Indonesia bergabung bersama kemen PPPA,”kata Ciput Eka.

Ciput Eka menambahkan, kegiatan ini adalah program tahunan mulai dari bulan Juni hingga November 2024 dalam rangka Hari Anak Nasional. 

“Karena tanggal 20 November adalah Hari Anak Internasional jadi ada rangkaian kegatan edukasi, sosial dan memberikan ruang partisipasi anak untuk menyampaikan pendapat dan keluhan,”tambahnya..

Menurutnya, anak-anak ibarat kertas putih dan  orangtua yang harus menulis hal-hal indah dan terbaik untuk masa depan mereka, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, karena mereka juga adalah Generasi Emas Indonesia.

“Hari ini kami melakukan pengobatan gratis yang diawali dengan pemeriksaan dari tim Dokter PINTI. Kami memberikan kepada para siswa obat-obatan, seperti obat cacing dan vitamin A,” jelasnya.

Ketua Umum PINTI Pusat dr. Metta agustina yang hadir langsung pada kegiatan itu mengakui bahwa PINTI bermitra dengan Kementerian PPPA, khususnya pada peeayaan Hari Anak Nasional.

Bersama Kementerian PPPA, sejak Juli lalu mereka sudah menggelar aneka kegiatan yang dimulai dari  Kampung Pemulung Bantar Gebang, di Ende, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Hari ini kami melakukan pengobatan gratis kepada 150 anak. Kami menyiapkan obat umum, vitamin A, susu, roti, telur dan pisang. Hal ini kami lakukan karena anak berkebutuhan khusus lebih kompleks kesehatan mereka,”pungkasnya. (MI)




Relawan Batas Indonesia-Timor Leste Resmi Dukung Ansy Jane di Pilgub NTT

Kupang,nwartapedia.com –  Komunitas Relawan Batas Indonesia-Timor Leste yang mencakup wilayah Belu, Timor Tengah Utara (TTU), dan Malaka secara resmi mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto, dalam Pemilihan Gubernur NTT 2024. 

Deklarasi ini diadakan di Birafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, dengan dihadiri oleh puluhan relawan  pada Rabu malam, 2 Oktober 2024,

Yohanes Brechmans Ngga’a Rua, Ketua Koordinator Komunitas Relawan, menyampaikan bahwa dukungan ini diberikan karena kepedulian yang ditunjukkan oleh pasangan Ansy-Jane terhadap masyarakat perbatasan yang terdiri dari petani, nelayan, tukang ojek, sopir, penyandang disabilitas, hingga pemulung.

“Kami melihat dua figur yang peduli kepada kami, masyarakat perbatasan yang sederhana. Oleh karena itu, kami membentuk komunitas ini agar bisa berpartisipasi mendukung Kakak Ansy-Jane, dengan cara-cara sederhana namun terorganisir,” kata Yohanes dalam pidatonya.

Yohanes menambahkan bahwa komunitas relawan ini bekerja sama dengan partai politik yang mendukung pasangan Ansy-Jane dan mengikuti arahan dari Bawaslu serta KPU terkait aturan kampanye, seperti pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan sosialisasi yang sesuai dengan regulasi.

“Kami memastikan bahwa kegiatan kami tidak memicu konflik di tengah masyarakat. Selain deklarasi ini, kami juga membentuk dan mengarahkan karakter relawan agar memberikan dampak positif di tiga kabupaten yang kami wakili,” tambahnya.

Dalam penjelasannya, Yohanes menegaskan bahwa semangat relawan semakin kuat untuk memenangkan Ansy-Jane dalam Pilgub NTT 2024. Ia meyakini bahwa pasangan ini memiliki kepedulian, kapasitas, kapabilitas, integritas, dan intelektualitas yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Kami yakin dengan dukungan kecil kami, Kakak Ansy-Jane akan memenangkan Pilgub NTT 2024 dan memimpin NTT hingga 2029,” ujarnya penuh keyakinan.

Selain itu, Yohanes juga mengajak relawan di luar komunitas untuk bersinergi dalam mendukung Ansy-Jane, guna menciptakan komunikasi dan koordinasi yang baik serta menghindari kesalahpahaman antarrelawan.

Ia berharap bahwa komunikasi dan kolaborasi yang terjalin di komunitas perbatasan ini dapat menjadi contoh bagi relawan lainnya di tingkat RT, desa, kecamatan, hingga kabupaten. (Tim)




Deklarasi Ribuan Relawan Pro Jane Kota kupang Siap Menangkan Ansy-Jane

Kupang,nwartapedia.com – Ribuan relawan Pro Jane Kota Kupang mendeklarasikan dukungan ke Pasangan Calon (Paslon) 01 Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2024-2029, Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto (Ansy-Jane) di Pilkada NTT 27 November 2024 mendatang.

Deklarasi Ansy-Jane berlangsung di Alun-Alun Kota Kupang pada Selasa sore, 01 Oktober 2024, dihadiri kurang lebih 1000 relawan Pro Jane Kota Kupang, yang dikemas dengan kampanye Rapat terbatas Cagub – Cawagub NTT Ansy- Jane.

Jane Natalia pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada simpatisan Ansy-Jane yang sepenuh hati memberikan dukungan kepada Calon Wakil Gubernur NTT, Jane Natalia Suryanto, perempuan tunggal di perhelatan Pilgub NTT tahun 2024. 

Hal ini merupakan dasar dan dorongan utama Ribuan Relawan Pro Jane Kota Kupang, untuk mendukung Ansy-Jane sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT di Pilkada NTT 2024.

 

Ketua Relawan Pro Jane, Maxi Ndun kepada media menjelaskan, bahwa Relawan Pro Jane tidak punya afiliasi ke partai politik manapun di Kota Kupang. Relawan Pro Jane fokus pada kerja tim untuk mendukung dan menyukseskan kemenangan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ansy-Jane di Pilkada NTT.

“Relawan Pro Jane dari 6 kecamatan dan 51 kelurahan di Kota Kupang bekerja all out door to door untuk mensosialisasikan Program kerja dan visi misi ANSY-JANE,” imbuh Maxi Ndun.

Dengan kekuatan yang sudah terbentuk di seluruh kelurahan di Kota Kupang, Maxi Ndun percaya diri ANSY – JANE akan memenangkan hari rakyat  dan memenangkan Pilkada ini di tanggal 27 November 2024 mendatang.

Sementara itu, Calon Gubernur NTT Nomor 1 Ansy Lema yang turut hadir pada kesempatan itu memberikan motivasi, agar Relawan Pro Jane berkerja cerdas dan Ikhlas. 

Ia mengaku Pilkada NTT kali ini sangat berkualitas, dikarenakan para kandidat merupakan putra-putri terbaik NTT, yang pintar dan mempunyai kapabilitas yang baik di bidangnya masing-masing. 

Menurut Ansy, dua periode dirinya menjadi DPR RI sudah  ia buktikan dengan memperjuangkan NTT di Pusat. “Dan Kaka Jane telah menjadi pelengkap perjuangan itu untuk memimpin NTT ke depan,” tandasnya.

Sumber: matalinenews.com




Keluarga Dokter Christian Widodo Hibahkan 5.000 Meter Tanah Untuk Monumen Flobamora

 

Kupang,mwartapedia.com – Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo bersama keluarga menyerahkan tanah seluas 5.000 meter persegi kepada Pemerintah Provinsi NTT, sebagai tempat dibangunnya Monumen Flobamora Rumah  Pancasila. 


Acara penyerahan akta hibah dan sertifikat tanah seluas 0,5 hektar (Ha) atau (5000 meter persegi) tersebut dilakukan pada tanggal  3 September 2017 di ruang kerja Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang dihadiri oleh Notaris, Alex Djari.


“Hari itu tanggal 1 Juni 2017, saya bersama anak dan istri  seusai berdiskusi saat makan siang bersepakat menyerahkan tanah seluas 5.000 meter persegi kepada Pemprov NTT untuk dibangun Monumen Flobamora Rumah Pancasila,”ungkap Theo Widodo ketika dihubungi media ini pada Sabtu (21/09/2024).


Menurut Theo, anak laki-lakinya, Christian Widodo menganjurkan untuk menyerahkan tanah tersebut. Sebab bagi Christian, Monumen Rumah Pancasila sebagai salah satu wadah mengingatkan selalu kepada generasi muda tentang persatuan dan kesatuan, semangat cinta tanah air dan Bhineka tunggal Ika. 


“Anak Christian yang duduk di samping saya waktu itu bilang, jangan tanyakan apa yang sudah negara berikan pada kita bapa Theo tapi apa yang bisa kita berikan pada Ibu Pertiwi lebih dulu” kenang Theo Widodo.


Sikap nasionalisme yang dimiliki Christian, tegas Theo Widodo sudah terlihat semenjak dia masih di bangku sekolah dasar. 


“Christian selalu senang jika saya ajak mengikuti kegiatan upacara, organisasi-organisasi bahkan dia pernah menjadi Ketua OSIS saat bersekolah di SMPK Sta. Theresia dan juga pernah menjuarai lomba pidato bahasa Inggris dalam rangka perayaan HUT RI” tambah Theo.


Tahun 2017, awal dimulainya pembangunan Monumen Rumah Pancasila yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya. Monumen ini berwujud seekor burung Garuda yang hendak terbang dari tanah. 


“Ini melambangkan pancasila yang lahir dari Tanah NTT dan akan terbang ke Jakarta membawa nilai-nilai pancasila. Monumen ini direncanakan akan menjadi objek wisata baru dan sekaligus ikon NTT sebagai Bumi Pancasila karena pancasila lahir di Ende-NTT,”ujarnya. 


Theo menjelaskan, didalam monumen tersebut menurut master plan akan ada diorama, galeri Bhineka Tunggal Ika, teater dan ruang perpustakaan. Monumen ini dilengkapi dengan tangga dan lift agar pengunjung dapat naik ke puncak kepala burung dan bisa melihat kota Kupang dengan teropong layaknya di puncak monas.


“Monumen sejarah ini, harus terhenti sebentar pembangunannya karena terjerat urusan hukum. Theodorus berharap, Gubernur, Walikota, Bupati Kupang terpilih, nantinya bisa menyelesaikan pembangunan karena banyak nilai historis, semangat kebangsaan, nilai-nilai pancasila untuk anak cucu kita bisa ketahui dan hayati,”jelasnya.


Cinta Dokter Christian Widodo Untuk Tanah Lahirnya Pancasila



Sikap dermawan dari Dokter Christian Widodo ini semata-mata demi merawat persatuan dan kesatuan serta rasa cinta  tanah air yang diwariskan dalam  nilai-nilai dasar Pancasila.


Mereka ingin meningalkan sebuah legacy (warisan) kepada kita semua agar selalu ingat bahwa Indoneisa rumah kita bersama, yang harus dirawat oleh setiap anak bangsa.


Sikap dermawan ini, pernah dilakukan Sultan Aceh, Sultan Syarif Kasim II yang menyerahkan hartanya berupa uang dan tanah untuk membantu pemerintah di awal kemerdekaan. Ribuan hektar tanah dan uang senilai 120,1 juta dolar (1,074 terliun) diserahkan kepada Presiden RI, IR. Soekarno.


Rasa cinta pada tanah air, Sultan Syarif Kasim II, Theodorus Widodo dan Christian Widodo bukan bertujuan menyatakan pada publik bahwa mereka orang kaya, tapi berangkat dari rasa cinta tanah air yang begitu besar sampai menggugah mereka mau menghibahkan tanah seluas 5.000 meter persegi untuk pemerintah provinsi. (MI)




Malam Anugerah Duta Anti Narkoba Provinsi NTT, Apriani Virginia Kulla Dangga Resmi Menjadi Pemenang

                      

Kupang.mwartapedia.com – Setelah melalui berbagai rangkaian acara, mala puncak pemilihan Duta Anti Narkoba Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2024 akhirnya dilaksanakan. Acara malam anugerah tersebut digelar di Auditorium Universitas Katolik Widya Mandira pada Jumad (20/09/2024). Pemenang pada ajang Duta Anti Narkoba tersebut adalah Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga, mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Undana.


Kepala BNN Provinsi NTT, Brigjen. Pol.Totok Lisdiarto,S.S.IK., S.H., M.H dalam sambutannya mengatakan BNN Provinsi NTT sebagai lembaga dalam penanganan masalah narkoba di NTT berubapa menjalankan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan model yang kreatif dan inovatif agar menarik dan mudah diterima oleh masyarakat khususnya generasi muda salah satunya kegiatan kampanye anti narkoba melalui penyelenggaraan kegiatan pemilihan duta anti narkoba.


“Melalui pemilihan duta anti narkoba BNNP NTT memberikan wadah bagi generasi untuk mengekpresikan dan mengembangkan kapasitasnya sebagai peer educator sebaya yang menjadi perpanjangan tangan BNN sebagai penggiat P4GN aktif yang memberikan kontribusi dalam penyebarluasan informasi dan edukasi kepada generasi muda dan masyarakat lebih efektif dan komprehensif,”ungkapnya.


Kombes Totok Lisdiarto berpesan, jangan jadikan pemilihan duta anti narkoba sebagai sebuah kompetisi melainkan sebuah kesempatan dalam pengembangan potensi diri dan kreatifitas sebagai remaja yang berkualitas dan bermakna bagi lingkungan sekitar dan masyarakat khususnya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.


“Adik-adik 20 orang finalis ini merupakan ikon dan representasi generasi muda anti narkoba yang luar biasa dan semuanya sudah menjadi bagian dari BNN Provinsi NTTsebagai penggiat anti narkoba yang merupakan ujung tombak dalam penyebarluasan informasi dan edukasi P4GN di kalangan remaja”pesannya.


KombesTotok Lisdiarto berharap dengan diselenggarakan pemilihan duta anti narkoba untuk pertaa kalinya di Provinsi NTT maka BNNP NTT dapat menjaring kader-kader muda anti narkoba yang berperan aktif dalam gerakan anti narkoba melalui pengembangan kegiatan-kegiatan pencegahan penyalahgunaannarkoba di lingkungan masyarakat khususnya remaja teman sebaya.


“Saya juga mengajak semua pihak dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama menjaga komitmen dalam kebersamaan mencintai Indonesia dengan bersedia menjadi aktor gerakan perlawanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan menjadi relawan atau penggiat P4GN di lingkungan masing-masing,”pungkasnya. (MI) 




Ikuti Rakor Bersama Bawaslu, Pj Gubernur NTT Tegaskan Netralitas ASN pada Pilkada Serentak 2024

Kupang,mwartapedia.com – Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P menyampaikan hal tersebut saat membacakan Deklarasi Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 pada Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Kepala Daerah Menjaga Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Ecovention Ancol Jakarta Utara, Selasa (17/9/2024).


Deklarasi ini turut ditandai penandatanganan Kesepakatan Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 sebagai komitmen bersama seluruh Kepala Daerah, oleh Pj. Gubernur Andriko Susanto sebagai perwakilan Gubernur seluruh Indonesia kemudian Perwakilan Bupati oleh Pj. Bupati Biak Numfor Sofia Bonspia, S.H., M.Hum, Perwakilan Walikota oleh Pj. Walikota Palembang Dr. A. Damenta, Mag.rer.Pulp. CGCAE, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, SH. LL. M, Tenaga Ahli Menteri Dalam Negeri, Dr. Suhajar Diantoro, M.Si, Plt. Deputi SDM Aparatus Kemenpan-RB, Aba Subagja, S.Sos, MAD dan Plt. Ketua BKN, Drs. Haryomo Dwi Putranto, M. Hum.


“Hari ini Saya beserta Para Penjabat Bupati, Penjabat Walikota Kupang dan Bawaslu Provinsi NTT menghadiri Rakor Kesiapan Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024. Melalui kegiatan ini, Kepala Daerah dihimbau untuk menjaga netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024. Ada tiga titik kritis yang kita jaga, yaitu tahapan pendaftaran, kampanye, pemungutan dan perhitungan suara oleh karena itu, Saya terus berkomunikasi dengan Para Pj Bupati, Pj Walikota Kupang untuk mendukung pelaksanaan Pilkada dengan baik sehingga pemerintahan dapat berjalan efektif dan efisien,” ungkap Pj. Gubernur Andriko usai kegiatan tersebut.


Sebelumnya, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengungkapkan Rakor yang diikuti oleh seluruh Kepala Daerah Kabupaten/ Kota dan Ketua Bawaslu Tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota ini bertujuan untuk menjaga netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024.


“Dalam indeks kerawanan yang dirilis oleh Bawaslu, isu netralitas ASN adalah ketiga yang terawan, sehingga bersama Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI), Bawaslu akan terus berkoordinasi untuk menindaklanjuti laporan dan temuan terhadap netralitas ASN. Kami harapkan kita bersama bisa menjaga netralitas ASN agar ASN dapat tetap menjalankan fungsi pelayanan publiknya, tidak terganggu pada tahapan pendaftaran, kampanye, pemungutan dan perhitungan suara agar ASN mengerti bagaimana posisinya yang boleh memilih namun, tidak boleh berkampanye. Inilah yang kami harapkan bisa koordinasikan dan sosialisasikan bersama seluruh Kepala Daerah di Indonesia,” jelasnya. (***)