Pj. Gubernur NTT Koordinasi Langkah Mitigasi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan atensi yang tinggi dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait langkah-langkah penanganan dampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur yang terjadi pada Minggu (3/11/2024) malam sekitar pukul 23.24 Wita.

Berdasarkan Surat Kepala PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) No. 95.1.Lap/GL.03/BGV/2024 serta hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Lewotobi Laki-laki yang cukup signifikan, sehingga tingkat aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki dinaikkan dari Level III (SIAGA) menjadi Level IV (AWAS), terhitung mulai tanggal 3 November 2024 pukul 24.00 WITA.

Oleh sebab itu, Pemprov NTT telah mengambil langkah cepat dan tanggap dengan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk penanganan dampak bencana tersebut. Pada Senin (4/11/2024) pukul 07.00 pagi, Pj. Gubernur NTT telah melakukan rapat sekaligus menginstruksikan Perangkat Daerah terkait untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi bersama Pemkab Flotim.

“Yang pertama, atas nama Pemprov NTT dan pribadi, saya menyampaikan dukacita yang mendalam bagi keluarga korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi malam tadi. Bencana ini merupakan dukacita bagi kita semua masyarakat NTT. Dan tadi pagi saya sudah melakukan rapat bersama Perangkat Daerah terkait serta Pemkab Flotim untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi lainnya,” ujar Pj. Gubernur NTT.

“Saya juga sudah memerintahkan Dinas PUPR untuk segera didata rumah-rumah dan berbagai fasilitas umum yang terdampak serta penyediaan air bersih untuk kebutuhan warga. Kebutuhan obat-obatan juga oleh Dinkes cepat didistribusikan agar meminimalisir warga masyarakat terkena infeksi saluran pernafasan serta Tenaga Kesehatan juga siap sedia untuk turun ke lokasi. Penyaluran beras pemerintah juga harus cepat oleh Dinsos dan bulog. Serta Dinas Pendidikan juga akan turun untuk melaksanakan sekolah lapangan sehingga proses kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan baik,” jelas Pj. Andriko.

“Kemudian sudah dikeluarkan keputusan Bupati Flores Timur tentang Penetapan Status Tanggap Darurat yang berlaku selama 58 hari terhitung sejak tanggal 4 November sampai tanggal 31 Desember 2024 ini. Maka dapat dikolaborasikan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten dalam rangka penanggulangan dampak bencana dengan anggaran dari APBN, APBD 1, maupun APBD 2. Nanti kalau misalnya di dalam masa tanggap darurat 3 bulan pertama ini belum cukup maka akan bisa kita lanjutkan ke tanggap darurat berikutnya. Jadi keputusan ini penting agar segala upaya dapat kita kerjakan secara maksimal,” tambah Pj. Gubernur Andriko.

Pj. Gubernur NTT juga telah menerima laporan terkait korban jiwa dan kerusakan materil baik rumah-rumah warga serta berbagai fasilitas umum lainnya. Tiga kecamatan yang terdampak erupsi tersebut meliputi Kecamatan Wulanggitang, Ile Bura, dan Titehena.

“Tadi saya juga sudah mendapatkan laporan terkini terkait dengan korban, jadi ada 10 korban. Laki-lakinya ada 4, perempuannya ada 6. Kemudian yang luka-luka ada 53 orang yaitu dari berbagai desa, meliputi Desa Dulipali, Klatanlo, dan Hokeng Jaya yang dirawat di Puskesmas Boru dan Puskesmas Lewolaga serta yang dirujuk ke RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka ada 1 orang. Kemudian fasilitas umum yang rusak ada TK, PAUD ada 18 unit, SD 1 unit, SMP 3 unit, SMK/SMA itu 3 unit. Lalu rumah hunian masyarakat yang menyebar pada 8 desa itu ada sekitar 2.384 unit. Fasilitas umum lainnya yang juga terdampak ada asrama 3 unit, ada biara 3 unit, ada kapel 3 unit, ada gedung koperasi 2 unit, bank 2 unit yaitu Bank BRI dan Bank NTT, kantor pos dan Giro 1 unit, Koramil dan Polsek,” urai Andriko.

Pj. Gubernur NTT juga menghimbau masyarakat di sekitar gunung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 km dari pusat erupsi, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan jika terjadi hujan deras. Selain itu, masyarakat yang terpapar hujan abu dianjurkan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

“Dari BNPB pusat akan datang besok pagi, kemudian dari Kementerian Sosial juga akan datang besok pagi dan Kesehatan juga akan datang besok pagi untuk bersama-sama berkolaborasi di lapangan untuk sama-sama melakukan penanganan dampak dari erupsi gunung berapi ini. Kami menghimbau juga kepada masyarakat dalam radius 7 km harus keluar dari situ karena informasi dari BMKG masih ada getaran-getaran kecil tapi tidak menutup kemungkinan karena kita sudah arahkan untuk 7 km untuk keluar agar nanti tidak terjadi korban-korban susulan. Pemerintah akan melakukan segala upaya untuk menyelesaikan persoalan bencana ini sebaik-baiknya.” Tegas Andriko. (***)




Ansy-Jane Gerak Cepat Bantu Korban Bencana Gunung Lewotobi

Kupang,nwartapedia.com – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) dan Jane Natalia Suryanto (Ansy-Jane) gerak cepat untuk membantu masyarakat korban bencana letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.

Politisi PDI Perjuangan itu menelpon langsung Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Wahyu Suparyono dan Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita untuk membahas bantuan kemanusiaan bagi masyarakat korban bencana Lewotobi.

Melalui sambungan telepon, Ansy Lema mengatakan niat hatinya untuk membeli sejumlah sembako dari pihak Bulog untuk didistribusikan ke lokasi bencana. Dirinya menegaskan untuk terus membangun koordinasi bersama dalam rangka tanggap darurat bencana.

“Pak Dirut, kami di NTT sekarang sedang mengalami bencana gunung meletus, tepatnya di Flores Timur. Saya ingin bekerja cepat, membeli sembako dari pihak Bulog untuk didistribusikan kepada korban bencana sekarang juga,” ucap Ansy Lema melalui sambungan telepon, Senin (04/11/24).

Selain itu, Politisi Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini juga meminta Bulog agar memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa paket sembako untuk membantu korban bencana. Langkah gerak cepat ini perlu diambil agar masyarakat Flores Timur bisa langsung mendapatkan perhatian dan penanganan.

“Kita harus bergotong-royong dan bekerja cepat untuk membantu masyarakat Flores Timur. Bencana yang terjadi di sana adalah bencana kita semua,” terang pria kelahiran Kota Kupang ini.

Wahyu Suparyono selaku Direktur Utama Bulog menyambut baik gerak cepat peduli kemanusiaan ini. Ia menyampaikan bahwa pihaknya siap bekerja sama dan membangun koordinasi bersama pihak Ansy Lema untuk menggelontorkan bantuan bagi masyarakat Flores Timur. Hal ini termasuk memberikan CSR berupa sembako.

“Iya Pak Ansy. Kami siap untuk bantu menyediakan bahan-bahan kebutuhan pokok tersebut. Memang bencana seperti ini butuh koordinasi cepat berbagai pihak,” jelas Wahyu.

Bantuan kemanusiaan dari Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini akan segera didistribusikan ke lokasi bencana melalui posko peduli kemanusiaan milik Ansy-Jane di wilayah tersebut. Selain paket sembako, Ansy Lema juga membantu mengirimkan air bersih bagi korban bencana.

Sebelumnya diketahui, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT meletus dan memuntahkan lahar panas ke rumah warga. Laporan sementara menyatakan sepuluh orang tewas dalam bencana itu. Erupsi gunung api itu terjadi pada dini hari tadi Minggu malam (03/11/2024) hingga dini hari tadi (04/11/2024) (baca di https://news.detik.com/berita/d-7620970/korban-tewas-letusan-gunung-lewotobi-laki-laki-jadi-10-orang)

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki disertai muntahan lahar panas, pasir, dan bebatuan menyebabkan beberapa rumah terbakar. Sekolah dan rumah warga rusak parah. Saat ini gunung berapi Lewotobi Laki-laki berstatus Awas (Level IV).***




Kunker di Manggarai, Pj. Gubernur Dorong Percepatan Penanganan Stunting

Manggarai,nwartapedia.com – Pj. Gubernur NTT Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Manggarai dengan menyerahkan langsung bantuan kepada anak terdampak stunting bertempat di Puskesmas Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai pada Jumat (01/11/24) sore.

Pj. Gubernur NTT Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P dalam arahannya mengungkapkan bahwa Kabupaten Manggarai merupakan tempat yang subur dan memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menanam tanaman berbasis pangan lokal yang dapat dimaksimalkan untuk penanganan stunting.

“Manggarai punya lahan yang subur sehingga musim hujan harus kita tanam beraneka ragam. Artinya tanah ini makmur banyak tanaman hasil bumi yang bisa kita hasilkan sehingga tidak ada alasan untuk daerah ini mengalami stunting,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam penanganan stunting sehingga saat ini stunting di kabupaten Manggarai turun hingga 11,1 persen dibawah target nasional.

“Sesuai laporan bapak Asisten tadi bahwa Stunting di Kabupaten Manggarai tinggal 11,1 persen ini merupakan prestasi yang luar biasa, secara keseluruhan NTT cukup tinggi tetapi Kabupaten Manggarai dapat diapresiasi karna dapat membantu menurunkan dalam mengentaskan persoalan stunting di NTT” ujar Pj. andriko

ia juga menjelaskan bahwa dalam menyambut bonus demografi 2045 perlu mempersiapkan anak anak Generasi masa depan yang baik dengan merawat dan memberikan asupan gizi yang baik sejak dini dan untuk menekan angka stunting

“Kita sedang menyiapkan generasi emas 2045 sehingga dari sekarang harus dirawat dengan baik anak-anak kita sehingga mereka kita persiapkan untuk menyongsong bonus demografi generasi emas 2045,” ungkapnya.

Pj. Gubernur juga berpesan, “kepada para ibu- ibu untuk merawat dengan baik anak-anak nya dengan pola asuh yang baik dan bantuan yang diberikan pemerintah agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Juga untuk para tenaga kesehatan hingga Bupati dan Pimpinan Perangkat Daerah harus turut serta aktif dan bertanggung jawab melalui program orang tua asuh dalam memastikan bantuan sampai kepada penerima bantuan,” jelasnya.

Diakhir sambutannya ia kembali menegaskan bahwa sesuai peraturan presiden nomor 81 tahun 2024 tentang Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal perlu melihat potensi yang ada di wilayah dalam memanfaatkan penganekaragaman pangan yang cocok pada wilayah itu

“Peraturan ini merupakan spirit untuk swasembada pangan yang artinya mendorong kita untuk mandiri dalam mengembangkan potensi pangan yang ada di wilayah kita untuk dapat dimanfaatkan” tutup Pj. Gubernur Andriko.

Asisten administrasi umum Kabupaten Manggarai Frumensius dalam laporannya menyampaikan bahwa Stunting untuk Mabupaten Manggarai pada bulan Agustus tahun 2024 menurun sebesar 11,1 persen yang sebelumnya pada bulan Februari 2024 sebesar 11,48 persen dan angka stunting terus bergerak turun yang sebelumnya di tahun 2022 sebesar 20,1 persen

“Ada satu inovasi melalui Surat keputusan Bupati Nomor 277 tahun 2024 dimana diwajibkan seluruh Pimpinan Perangkat Daerah menjadi orang tua asuh untuk 2.791 anak-anak kami di Kabupaten Manggarai yang butuh pendampingan,” ucapnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kunjungan Penjabat Gubernur NTT yang berkunjung di Kecamatan Ruteng yang memiliki stunting tertinggi dan Ia berharap kunjungan dan penyerahan bantuan tersebut dapat mendukung percepatan penurunan stunting di kabupaten Manggarai.

“Untuk Kecamatan Ruteng yang bapak kunjungi ini adalah kecamatan yang tertinggi stunting diantara 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai sehingga dengan kunjungan dan bantuan yang bapak berikan kiranya dapat mendukung kami dalam menurunkan angka stunting di kecamatan di daerah kami,” ucapnya

Kegiatan pun diakhiri dengan penyerahan bantuan dari Pemprov NTT bekerja sama dengan Bank NTT berupa Beras Fortivit 10 kg, telur 2 papan, kacang hijau 2 kg, abon ikan 1 bungkus, bubuk kelor 1 bungkus dan biskuit kelor 1 bungkus dan diserahkan secara simbolis kepada 5 anak penerima bantuan.

Turut hadir mendampingi Pj. Gubernur NTT dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pertanian Dr. Ben De Rozari, PLT Dirut Bank NTT Yohanes Landu Praing, Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Ir. Benyamin Nahak, MT, dan Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Manggarai. (MI)




Adu Solusi TPPO di NTT, Jane Natalia Suryanto Tampil Memukau pada Debat Pertama

Kupang,nwartapedia.com – Calon Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jane Natalia Suryanto tampil memukau ketika beradu solusi dengan Johny Asadoma terkait penanganan mafia Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di NTT pada debat pertama yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT di Millenium Ballroom, Kupang pada Rabu 23 Oktober 2024.

Mulanya, Jane mengatakan bahwa dirinya pernah terlibat dalam pemulangan korban TPPO dengan kondisi telah meninggal dunia maupun yang masih hidup. Politikus eks PSI itu mengungkapkan sulitnya memberantas pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal.

“Karena yang sering memperdagangkan orang itu adalah orang yang mereka kenal, kerabat, dan orang yang sudah dikenal,” ujar kaka Jane.

Menurut Jane, pencegahan TPPO dapat dilakukan dengan menyiapkan lapangan kerja yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat NTT. Ia menilai perlunya menyiapkan balai latihan kerja bagi calon pekerja migran Indonesia sebelum mereka diberangkatkan ke luar negeri.

“Apabila balai latihan kerja sudah merata di setiap kabupaten dan mereka yang merekrut pekerja-pekerja itu dengan gaji yang sesuai, maka tidak menarik karena adanya TPPO di NTT,” ungkap Jane yang mendampingi Ansy Lema dalam Pilgub NTT 2024.

Sementara itu, Johny Asadoma mengklaim dirinya telah menangkap 53 pelaku kasus TPPO saat menjabat sebagai Kapolda NTT. Menurutnya, penanganan kasus TPPO di NTT harus dilakukan secara berkolaborasi, mulai dari tingkat desa hingga provinsi.

“Semua harus bersatu dari tingkat desa karena perekrutan TPPO itu dimulai dari desa dengan sosialisasi dan kampanye anti-TPPO,” tutur Johny yang diusung partai Gerindra untuk mendampingi Melki Laka Lena dalam Pilgub NTT.

Johny mengungkapkan masyarakat NTT yang hendak bekerja di luar negeri harus melalui perusahaan yang legal. Dia berjanji akan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat untuk dapat melaporkan berbagai kejadian terkait dugaan TPPO jika menang dalam Pilgub NTT 2024.

“Kami tetap menuntaskan persoalan TPPO di NTT dengan menyiapkan lapangan kerja secara merata,” pungkas Johny.

Untuk diketahui, Pemilihn Gubernur NTT 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon gubernur-wakil gubernur. Adapun, paslon nomor urut 1 Ansy Lema-Jane Suryanto didukung oleh PDIP, Hanura, Partai Buruh, dan PBB.

Paslon nomor urut 2 Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma diusung oleh Partai Gerindra, Golkar, PSI, Perindo, Demokrat, Gelora, PKN, dan PPP.

Selanjutnya, paslon nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi – Adrianus Garu didukung oleh NasDem, PKB, dan PKS. (Tim)




Pengamat Nilai Ansy Lema Tempatkan Pemimpin Secara Rasional dan Etis Dalam Debat

 

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat politik Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSI menilai visi, misi dan program kerja yang disampaikan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur nomor urut 1, Yohanes Ansy Lema dan Jane Natalia suryanto dalam debat pertama dengan tema pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT menempatkan posisi pemimpin yang rasional dan etis.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Politik  yang juga Direktur Pascasarjana pada Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang ketika dimintai keterangan terkait pernyataan Ansy Lema yang mengatakan Pemimpin harus siap melayani masyarakat bukan pamer kesombongan.

Baginya, kesombongan bukan tipe kepemimpinan tetapi terkait dengan karakter yang melekat pada diri seseorang.

“Maka apa yang dikatakan oleh Pak Ansy Lema bahwa pemimpin harus melayani dan bukan pamer kesombongan tentu beliau ingin mendudukkan posisi pemimpin secara rasional di satu sisi dan pemimpin secara etis di sisi yang lain,”kata Ahmad Atang pada Jumad, (25/10/2024)

Ia menjelaskan, Ansy-Jane siap menjadi pemimpin yang bertugas untuk melayani, menjaga, dan memelihara kesejahteraan masyarakat.

“Menjadi pemimpin yang rasional artinya mengedepankan pola pikir dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat bukan pemimpin etis yang akan menunjukkan dan mempromosikan perilaku sesuai dengan norma melalui tindakan pribadi seseorang,”jelasnya.

Menurut Ahmad Atang, salah satu aspek penting dari seorang pemimpin adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, atau dalam terminologi lain disebutkan bahwa pemimpin adalah pelayan masyarakat.

“Di pundak pemimpin tentu banyak label yang melekat, tergantung pada sudut mana kita memaknainya,”ungkapnya.

Ahmad Atang menyebut, di tengah dinamika politik Pilkada yang tengah berlangsung, rakyat diperhadapkan pada pilihan akan kepemimpinan NTT ke depan.

“Dari wacana tersebut di atas, masyarakat memiliki persepsi untuk menentukan pemimpin NTT yang baik,”pungkasnya. (mI)




Ansy Lema: Pemimpin Harus Melayani Masyarakat Bukan Pamer Kesombongan

Kupang,nwartapedia.com – Calon Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur nomor urut 1, Yohanes Ansy Lema dalam debat pertama yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT  di Milenium Ballroom Kupang, Rabu (23/1/2024) mengatakan bahwa pemimpin seharusnya menjadi pelayan bagi masyarakat bukan pemimpin yang pamer kesombongan.

Dalam memaparkan visi, misi dan program kerjanya, pasangan Ansy Lema-Jane Natalia Suryanto menempatkan rakyat sebagai raja sehingga harus dilayani dengan baik oleh seorang pemimpin.

“Rakyat sebenarnya adalah raja yang sesungguhnya dan pemimpin seharusnya menjadi pelayan bagi masyarakat jadi kita (Ansy-Jane) bukan pemimpin yang pamer kesombongan tetapi pemimpin yang melayani rakyat,”ungkapnya.

Ansy Lema menekankan, tema debat pertama mengenai pelayanan publik sangat penting karena selain menjalankan pembangunan dan pemberdayaan rakyat, fungsi utama dari pemerintah adalah melahirkan dan menghadirkan pelayanan publik yang prima.

“Pemimpin berarti melayani, pemimpin sejatinya adalah pelayan maka Pilkada ini merupakan ajang dan mekanisme demokrasi untuk memilih pelayan,”ucapnya.

Ansy Lema juga membeberkan program Menyala dan menempatkan sebagai program pertama yang menghadirkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel kepada masyarakat.

“Untuk mewujudkan program ini maka pemimpin harus memimpin proses transformasi birokrasi sehingga kemudian bisa menghadirkan birokrasi yang memenuhi empat spirit yakni birokrasi yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, birokrasi yang transparan terbuka dan mudah dibuka oleh publik, birokrasi yang akuntabel yang selalu rutin dan berkala memberikan laporan hasil kinerja kepada masyarakat dan birokrasi yang profesional,”jelasnya.

Ia mengaku, program ini telah dijalani ketika dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR RI.

“Saya memberikan laporan kinerja saya sebagai bukti transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat NTT secara rutin setiap enam bulan sekali,”sebut Ansy Lema.

Ansy Lema menegaskan, dirinya tidak sekalipun menerima uang yang tidak ada potongan pajak.

“Saya tidak pernah sekalipun menerima uang yang tidak ada potongan pajak dan inilah yang disebut dengan integritas seorang pemimpin dan pelayan publik dan hari ini NTT membutuhkan hal ini,”tegasnya.

Ansy Lema menekankan, jika teladan pemimpin bersih maka birokrasinya bersih pasti berorientasi menjadi pelayan publik dan akan melayani secara prima dan berkualitas sehingga menghadirkan sesuatu yang sangat mahal dalam politik.

“Ini akan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat dan juga dunia usaha sehingga lapangan kerja akan terbentuk dan kami (Ansy-Jane) hadir untuk memberi diri menjadi pelayan publik bagi masyarakat,”pungkasnya. (MI)




Ansy Lema Protes Keras dan Tolak Cagar Alam Mutis Menjadi Taman Nasional

Kupang,nwartapedia.com – Penurunan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Wisata Alam terus menuai protes keras, salah satunya datang dari Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Fransiskus Lema atau yang akrab disapa Ansy Lema.

Ansy, yang pernah menjadi anggota Komisi IV DPR RI, secara tegas menolak langkah ini dan menganggapnya sebagai ancaman terhadap keberlanjutan sumber air serta keseimbangan ekosistem di wilayah Timor.

Bagi Ansy Lema, air adalah elemen vital bagi kehidupan. “Air adalah sumber peradaban. Jika tidak ada air, tidak akan ada kehidupan,” ungkap Ansy dalam sebuah pernyataan.

Sikap tegasnya ini ia sampaikan karena memahami betul bahwa keanekaragaman hayati dan kehidupan manusia bergantung pada kelestarian sumber daya air, yang salah satunya berasal dari Cagar Alam Mutis.

Sebagai satu-satunya wakil rakyat asal NTT yang bersuara lantang menolak perubahan status Cagar Alam Mutis, Ansy menegaskan pentingnya menjaga kawasan tersebut dari eksploitasi.

“Saya adalah penjaga Cagar Alam Mutis. Jangan coba-coba ganggu Mutis. Mutis itu ibarat ibu yang menyusui masyarakat Timor. Sangat mengecewakan melihat keputusan sepihak dari KLHK yang menurunkan statusnya menjadi Taman Nasional,” ujar Ansy dalam sebuah konferensi pers di Kupang, Kamis (17/10/2024).

Menurut Ansy, penurunan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional atau Taman Wisata Alam akan membuka peluang bagi pembangunan fasilitas komersial yang bisa merusak ekosistem.

Luas kawasan Mutis, sekitar 12.315,61 hektar, yang selama ini difokuskan untuk konservasi, dapat terancam jika wilayah tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur seperti penginapan atau atraksi wisata lainnya.

Dalam pandangan Ansy, Cagar Alam Mutis memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai simbol budaya dan peradaban masyarakat Timor, tetapi juga sebagai sumber air bagi tiga kabupaten di Pulau Timor, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Selain itu, Mutis juga menjadi sumber empat sungai utama di wilayah Timor Barat, termasuk yang mengalir hingga Timor Leste, yaitu Noel Mina, Noel Besi, Noel Fail, dan Noel Benanain.

Ansy juga mengingatkan, penurunan status ini berisiko besar bagi kelangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di Mutis. “Kalau Mutis terganggu karena eksploitasi yang tidak bertanggung jawab, masyarakat Timor akan menghadapi kekeringan ekstrem. Jika air hilang, maka kehidupan dan identitas kultural Atoni Pah Meto akan ikut terancam,” tambah Ansy.

Penolakan Ansy Lema didasarkan pada minimnya studi ilmiah yang mendukung langkah penurunan status ini. Ia menegaskan bahwa belum ada kajian ilmiah yang secara komprehensif mengevaluasi dampak alih fungsi lahan di Cagar Alam Mutis terhadap keseimbangan ekologis. Oleh karena itu, menurutnya, upaya konservasi harus menjadi prioritas, bukan komersialisasi.

Mantan dosen ini juga menyatakan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan pelestarian Cagar Alam Mutis di level legislatif. Sebagai inisiator utama revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAE), Ansy berupaya memastikan bahwa undang-undang tersebut diperbarui untuk lebih sesuai dengan kondisi saat ini, terutama dalam melibatkan masyarakat adat dalam proses konservasi.

Dalam pandangannya, keterlibatan masyarakat adat adalah salah satu kunci untuk memastikan keberhasilan upaya konservasi. Eksistensi dan peran mereka harus dipertegas dan diperkuat agar konservasi dapat berjalan dengan efektif.

Ansy juga menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Konservasi air adalah level paling dasar dalam menjaga kehidupan. Jika kita tidak menjaga sumber air di hulu, maka segala upaya di hilir, seperti pembangunan embung atau sumur bor, akan sia-sia,” tegas Ansy. Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan terus berjuang untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air di NTT.

Dengan tagline “Manyala Kaka,” Ansy Lema ingin menunjukkan bahwa ia akan terus menyala sebagai penjaga konservasi Cagar Alam Mutis dan sumber daya alam di tanah Flobamora.

Perjuangannya untuk menolak penurunan status Mutis menjadi simbol komitmennya dalam melestarikan lingkungan dan melindungi kehidupan masyarakat Timor.

Ansy berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mau mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dan lebih mengutamakan prinsip konservasi.

Menurutnya, kelestarian Cagar Alam Mutis bukan hanya masalah lokal, tetapi juga berhubungan dengan keberlangsungan kehidupan di seluruh Pulau Timor dan sekitarnya.(Tim)




Kunker di Labuan Bajo, Pj. Gubernur NTT Bertemu Menteri Industri Pangan, Komoditas dan Pembangunan Regional Serawak

Kupang,nwartapedia.com – Di sela-sela kunjungan ke Pulau Padar dan Pulau Komodo, Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto melakukan pertemuan dengan Menteri Industri Pangan, Komoditas dan Pembangunan Regional Serawak Malaysia, Dato Sri Stephen Rundi Anak Utom di atas Kapal Pinishi Milik Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Minggu (20/10).

Perkenalan tak terduga dengan Dato Sri Stephen Rundi Anak Utom terjadi saat Pj. Gubernur Andriko melakukan pendakian ke puncak Padar. Pada saat bersamaan Dato Sri Stephen bersama rombongan juga melakukan trekking ke puncak Padar.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur menyinggung tentang banyaknya tenaga kerja NTT yang bekerja di Malaysia. Dan kebanyakan PMI asal NTT mengambil jalur illegal untuk bekerja di Malaysia.

“Mudah-mudahan Sri Dato bisa mengatur tentang ini secara lebih baiklah. Prinsipnya banyak tenaga kerja asal NTT yang kerja di Malaysia,” jelas Andriko Noto Susanto.

Lebih lanjut, Pj. Gubernur mengatakan, problemnya adalah masyarakat NTT butuh pekerjaan tapi kadang-kadang jalur legal dilihat masyarakat yang cari kerja agak ribet. Karena itu, masuklah orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menawarkan jalur illegal dengan jalan mudah.

“Kita ingin perusahaan yang cari pekerja dari Malaysia langsung berhubungan dengan para pencari kerja, kemudian kedua pemerintah saling memonitor. Ilegal lebih agresif karena mereka manfaatkan ketidaktahuan para pekerja. Dijanjikan yang muluk-muluk sampai di sana, ternyata jauh dari harapan setelah sampai di Malaysia serta timbulkan persoalan baru. Inilah yang kita mau carikan jalan keluarnya,” jelas Andriko.

Dato Sri Stephen mengungkapkan, prosedur seperti ini sudah banyak didengarnya. Dan dia sepakat bahwa semuanya harus diatur dengan baik dan legal.

“Untuk itulah saya datang. Malaysia membutuhkan banyak tenaga kerja Indonesia. Namun perlu sekali diatur secara baik melalui jalur yang sesuai aturan,”kata Dato Sri Stephen.

Lebih lanjut Dato Sri Stephen menjelaskan bahwa ia membawa serta Petinggi dari SALCRA, perusahaan milik Pemerintah yang bergerak di bidang kelapa Sawit.

“Kita ingin langsung tanpa melalui agen. Ini kita mau bangun direct tanpa melalui agent, tapi resmi,” jelas Joseph Blandoi, General Manager SALCRA.

Dalam pertemuan tersebut, Dato Sri Stephen sangat terkesan dengan keindahan Labuan Bajo, termasuk Kawasan Taman Nasional Komodo dan juga pulau sekitarnya.

Dato Sri Stephen yang baru pertama kali datang ke Labuan Bajo berjanji akan datang lagi dan membawa lebih banyak rombongan.

“Next time saya akan datang lagi dan akan membawa lebih banyak lagi orang,” katanya dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.

Joseph menjelaskan semuanya gratis, biaya rekrut dibayar oleh SALCRA termasuk tiket pesawatnya. Sampai di Malaysia pun mereka akan ditanggung biayanya selama satu bulan sebelum mereka terima gaji.

“Kita punya memang yang terbaiklah. Sudah sampai di sana kita bagi semua semacam kasur, peralatan dapur dan termasuk beras selama satu bulan gratis, tidak akan dipotong gajinya. Laki dan perempuan diakomodir, kalau perempuan yang sudah berkeluarga, harus dengan suami supaya tidak menimbulkan masalah sosial di sana. Yang sakit kita tanggung biaya pengobatan. Pernah tahun lepas (tahun sebelumnya, red), ada yang sakit dan dioperasi, butuh biaya sekitar 20 juta, semua ditanggung perusahaan,” jelas Joseph.

Lebih lanjut, Joseph mengungkapkan kontrak kerja yang disepakati minimal dua tahun dan diperpanjang maksimal sepuluh tahun. Setiap dua tahun bisa pulang libur dan uang pesawatnya ditanggung perusahaan.

“Kalau ada kecelakaan atau meninggal saat kerja akan ada santunan termasuk untuk ahli waris semacam asuransi jiwa. Gaji minimal sebesar 1.700 ringgit atau setara sekitar 6 juta rupiah sebulan,” jelas Joseph.

Sementara itu, Edy Simson Pardaman Sinurat, Direktur PT Wira Karitas, Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Resmi yang terdaftar di SISKOP2MI yang jadi mitra dari SALCRA di Indonesia mengungkapkan persyaratan untuk bekerja di SALCRA minimal bisa membaca, menulis dan berhitung.

“Minimal tamat SD, tidak tamat SD pun tidak apa-apa yang penting bisa membaca, menulis dan berhitung. PT Perkebunan Kelapa Sawit ini adalah Perusahaan Pemerintah semacam PTPN kalau di Indonesia,” pungkas Edy Simon.

Edy Simon menjelaskan mereka telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh NTT tentang hal ini.

“Kita akan secepatnya merekrut tenaga kerja ini sesuai prosedur yang legal. Dari 3.000 tenaga kerja yang dibutuhkan tahun ini untuk kerja di SALCRA, 1.000 orang kita khususkan dari NTT. Rencananya untuk tahap pertama, kita berangkatkan 215 orang, rencanaya carter flight langsung dari Kupang ke Serawak. Job ordernya sudah ,” jelas Edy Simon.

Pj. Gubernur Andriko Susanto menanggapi gembira hal ini dan berharap segera dikonsepkan perjanjiannya dengan pemerintah daerah dengan melibatkan juga BP2MI.

“Ini tentunya berita bagus dan terobosan keren karena sekaligus bisa memutus rantai persoalan PMI Ilegal yang selama ini menjadi salah satu masalah krusial di NTT. Prinsipnya kita tahu mereka kerja di mana sehingga kalau ada masalah, kita tahu harus berhubungan dengan siapa. Kalau bisa segera direalisasikan dan kalau perlu pelepasan pertama, saya bersedia melepaskan secara resmi,” ungkap Pj Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut Pj. Gubernur didampingi oleh Pjs Bupati Manggarai Barat, Ondy Christian Siagian, Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda. Tampak hadir pada kesempatan tersebut Sikin Sentok, Deputy General Manager SACRA, Addie Ngu Financial Controller, Wili Paul Blun, Chief Operating Officer, Alexander Wong, Human Resources Manager, Bobby Sangai, Plantation Production Manager,Maria Moritricia Layasna Ginting, Direktur Utama PT Wira Caritas dan beberapa petinggi SALCRA lainnya. (MI)




Jane Natalia Suryanto Soroti Pentingnya Peran Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi Lokal

Kupang,nwartapedia.com – Jane Natalia Suryanto calon Wakil Gubernur NTT yang berpasangan dengan Ansy Lema dalam Pilgub 2024, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian.

Dalam berbagai kesempatan kampanye, Jane mengungkapkan bahwa perempuan NTT merupakan pilar kekuatan yang dapat memajukan sektor-sektor vital seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Perempuan NTT memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan semangat dan inovasi, kita dapat memajukan pertanian demi masa depan yang lebih sejahtera,” ujar Jane dalam salah satu kampanyenya di Sumba Barat Daya.

Jane menginisiasi gerakan sosial seperti, Nelayan Tani Ternak, Mama Bantu Mama, dan Perempuan Bantu Perempuan, yang bertujuan mendorong kolaborasi antara perempuan di NTT untuk mendukung satu sama lain dalam meningkatkan taraf hidup. “Kami percaya bahwa perempuan membantu perempuan adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas,” tambahnya.

Pasangan calon Ansy Lema-Jane Natalia Suryanto berfokus pada program pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, dengan memprioritaskan inovasi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Mereka optimis bahwa dengan semangat gotong-royong, kesejahteraan masyarakat NTT dapat meningkat secara signifikan.

Selain mengusung program-program inovatif, Jane juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap usaha mikro dan kecil yang dikelola oleh perempuan, serta pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Jane Natalia Suryanto berharap dapat membangun masa depan NTT yang lebih cerah, adil, dan sejahtera, melalui pemberdayaan perempuan di seluruh pelosok daerah. (Tim)




Pj. Gubernur ajak Kepala Daerah se- NTT Wujudkan Spirit Sinergi dan Kolaborasi

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, memimpin Rapat Kerja bersama Kepala Daerah se – Provinsi NTT yang mengusung tema “Sinergitas dan Kolaborasi Membangun NTT” bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Selasa (15/10/2024).

Raker ini membahas beberapa hal pokok diantaranya, pertama Realisasi APBD Kabupaten/Kota. Kedua, Pencapaiaan Anggaran Pilkada 2024 dan Progres Perekaman E- KTP Se- NTT. Ketiga, Profil Kemiskinan, Kemiskinan Ekstrim dan Stunting di NTT serta penanganannya. Keempat, Penanganan dan Pengendalian Inflasi Provinsi NTT. Kelima, Analisa perubahan cuaca di NTT, Perpres Nomor 81 Tahun 2018 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Potensi Sumber Daya Lokal dan keenam, data CPNS dan PPPK Provinsi NTT Tahun 2024.

Dalam arahannya, Pj. Gubernur Andriko Susanto menyampaikan terima kasih atas kehadiran kepada Kepala Daerah se-NTT ini. Menurutnya, ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi untuk membangun NTT.

“Masing-masing telah memahami hal-hal teknis terkait peningkatan Realisasi Pendapatan Daerah dalam APBD, sehingga ini tolong diperhatikan oleh para Kepala Daerah. Kemudian yang berikutnya, Saya menyampaikan apresiasi atas persentase pencairan anggaran Pilkada yang telah mencapai 100%, ini adalah langkah awal untuk melancarkan Pilkada Serentak Tahun 2024. Saya berharap, progres perekaman E-KTP terus ditingkatkan, agar ini tidak menjadi isu dan pemilih dapat menggunakan hak pilihnya. Saya juga sekali lagi mengapresiasi setiap Kabupaten/Kota yang telah melakukan jemput bola dengan melaksanakan perekaman E-KTP hingga di sekolah-sekolah, harapannya Pilkada Serentak di NTT dapat berjalan maksimal,” jelasnya.

Selain itu, terkait penanganan stunting di NTT, Pj. Gubernur Andriko mengatakan dibutuhkan kolaborasi secara pentahelix yang akan dilaksanakan melalui Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terpadu (GKP2ST) yang digagasnya.

“Program GKP2ST akan dilaksanakan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT), berbasis B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, Aman), Makan Bergizi Gratis dan Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) Balita/Anak Stunting,” ungkapnya.

Kemudian, Pj. Gubernur Andriko menyebutkan bahwa mengantisipasi dampak peningkatan suhu bumi diwaktu mendatang, Ia menghimbau agar dilaksanakan gerakan menanam pohon.

“Kenaikan suhu bumi tentu akan membawa dampak perubahan cuaca yang signifikan sehingga ini harus segera kita cegah, bersama kita laksanakan gerakan menanam pohon seperti pohon kusambi, mangga, dan sebagainya. Saya harapkan masing-masing menyiapkan lokasi penanamannya, agar NTT rindang, NTT sejuk,” ujarnya.

Menutup arahannya, Pj. Gubernur Andriko turut menyampaikan sejumlah penegasan kepada Kepala Daerah se-NTT untuk mendorong peran aktif Pemerintah Desa melalui pemanfaatan Dana Desa untuk percepatan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal dengan berkolaborasi bersama Akademisi, pihak swasta atau Pelaku Usaha, Pemerintah Provinsi / Kabupaten / Kecamatan dan media.

Turut hadir pada kegiatan ini, Staf Khusus Pj. Guebrnur NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Kab/Kota se-NTT. (Biro AP)