Menko PMK Pratikno Pimpin Rakor Penanganan Erupsi Lewotobi Laki-Laki dan Konflik Sosial di Flotim

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penangganan Pasca Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur yang dipimpin oleh Menko PMK Pratikno.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Flores Timur, Minggu (23/11) ini turut dihadiri Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Pj. Bupati Flotim Sulastri Rasyid,S.Pi,M.Si, Pj. Bupati Sikka Adrianus Firminus Parera, SE, M.Si, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Direktur Jenderal Bina Pemerintah Desa Kemendagri, Dr. La Ode Ahmad Pidana Bolombo, A.P., M.Si., Plh. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri Dr. Drs. Amran, MT, Kepala Biro Pemerintahan Setda Prov. NTT, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si., dan Pimpinan Perangkat Daerah se Kab. Flotim.

Adapun agenda rapat tersebut terdiri atas Pelayanan kepada masyarakat terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, pembangunan hunian sementara (huntaru) dan hunian tetap (huntap) dan pembangunan rumah masyarakat yang terdampak konflik sosial di Kecamatan Adonara Barat.

“Pembangunan huntap (hunian tetap) bukan sekedar membangun rumah konstruksi tetapi juga membangun lingkungan fisik, layanan kesehatan, pendidikan dan sosial harus dipertimbangkan dengan baik. Satu hal penting kunjungan kami harus juga segera menetapkan huntap yang telah dipikirkan secara komprehensif. Selain pelayanan pengungsi erupsi, kita juga harus segera memikirkan pembangunan kembali rumah warga yang terbakar di Kecamatan Adonara Barat,” ujar Menko Pratikno.

Menko Pratikno menyebutkan bahwa, berdasarkan Rapat Tingkat Menteri (RTM) sebelumnya, Ia telah bersurat kepada Presiden guna memohon arahan untuk pembangunan kembali rumah warga terdampak konflik sosial di Kecamatan Adonara Barat.

Kepala BNPB, Suharyanto menyatakan bahwa terkait Gunung Lewotobi Laki- Laki, erupsi masih terus terjadi meskipun tidak sebesar yang pertama kalinya. Kedua, terkait pengungsian terpusat tidak ada penambahan bahkan cenderung berkurang karena masyarakat yang diperkirakan telah menjadi pengungsi mandiri. Sedangkan, bantuan logistik terus berdatangan dan dipastikan bahwa kebutuhan konsumsi pengungsi dapat terpenuhi.

“Terkait huntara (huntara) tersedia lahan 9 Ha yang direncanakan akan dibangun 420 unit dimana setiap unit akan terdiri atas 5 Kepala Keluarga (KK), kami sudah hitung ada 2.200 KK yang akan dibangunkan huntara. Proses pembangunan akan dibantu oleh Satgas dari TNI dan ditargetkan selesai sebelum musim penghujan,” ujarnya.

Pj. Gubernur Andriko pada kesempatan ini melaporkan, “Pertama bahwa 3 titik sudah disiapkan dan kita survei, yang kita butuhkan adalah koordinatnya di dalam rekomendasi pelepasan. Kemudian, terkait logistik cukup dan diperlukan mapping agar tersalur dengan baik. Terkait kebutuhan beras, kami telah meminta 60 ton beras dari Pemkab lewat cadangan beras pemerintah kemudian Pemprov juga masih memiliki 80 cadangan beras yang siap disitribusikan jika sewaktu-waktu diminta untuk disalurkan ke masyarakat,” jelas Pj. Andriko.

Disampaikannya bahwa, Pemerintah Provinsi sedang menyiapkan rekomendasi pelepasan hutan lindung, dimana data-data sedang menunggu dari Pemkab untuk segera kita proses.

“Huntara di Desa Konga telah kita tinjau dan sementara disiapkan, kemudian kemarin kita juga telah rapat bersama terkait pembangunan 52 rumah terdampak konflik sosial di Kecamatan Adonara Barat yang juga akan ditangani oleh BNPB, poin penting yang harus kita laksanakan disana adalah bagaimana kita mengclearkan status tanah tersebut sehingga kita minta dari ATR/BPN agar nanti sebelum dilakukan pembangunan itu sekalian kita sertifikatkan, agar setelah dibangun memiliki legal formal. Sekali lagi kami juga menyampaikan terima kasih banyak atas perhatian pemerintah pusat mudah-mudah segera kita selesaikan dengan baik,” jelas beliau.

Usai Rakor tersebut, turut dilaksanakan penyerahan secara simbolis bantuan bagi Korban Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dengan rincian :

1.) Bantuan Kementerian Sosial RI untuk penanganan korban bencana di Kab. Flotim senilai Rp. 1.003.303.000 yang terdiri dari bantuan logistik tanggap darurat senilai Rp. 603.303.000, bantuan sembako 1.500 paket senilai Rp. 300.000.000 dan peralatan sekolah darurat 800 paket senilai Rp. 100.000.000.
2.) Bantuan CSR oleh PMK dan Bank Mandiri berupa 2.600 paket perlengkapan sekolah
3.) Bantuan Kementerian Kesehatan RI yang terdiri dari PMT 1/2 ton, Masker Anak dan Dewasa sebanyak 2.000 pcs, Oksigen Cosentrat 5 UT sebanyak 20 unit dan obat-obat (26 jenis obat)
3.) Bantuan Kemendagri Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan berupa bantuan sarana dan prasarana penyelenggaraan Trantibumlinmas Sub Urusan Bencana tahun 2024
4.) Bantuan anggota KORPRI Kemendagri barang dan uang senilai Rp. 100.000.000
5.) Bantuan oleh Caritas Indonesia – Caritas Larantuka berupa 2.573 paket sembako, 2.102 paket hygiene kit dan 12 ton beras
6.) Bantuan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) perlengkapan pengungsi berupa selimut dan perlengkapan makan
7.) Bantuan kemanusiaan oleh mdmc-lazismu berupa 1.250 paket sembako, 1.250 paket hygine kit, 3 tim pelayanan kesehatan dan pendidikan darurat. ***




Surat Terbuka Paket SIAGA untuk Tim dan Pendukung

Kupang,nwartapedia.com  – Jelang hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November 2024, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) dan Tim Pemenangan SIAGA, menyampaikan surat terbuka untuk seluruh tim partai, keluarga, relawan dan simpatisan, Sabtu, 20 November 2024.

Surat terbuka yang ditandatangani oleh Ketua Tim Pemenangan SIAGA, Kristo Blasin dan Sekretaris Tim Pemenangan, Donatus Djo serta Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu berisi ajakan untuk tetap solid dan menjaga semangat menghadapi hari-hari terakhir perjuangan di Pilkada.

“Kita telah menempuh perjalanan yang panjang dan penuh tantangan. Dari langkah pertama hingga saat ini, perjuangan kita diwarnai dengan kerja keras, doa dan kebersamaan,” kata Kristo Blasin menyampaikan surat terbuka itu, Sabtu, 23 November 2024.

Dirinya mengatakan, hari penentuan dari perjuangan selama ini telah di depan mata. “Saatnya untuk memberikan yang terbaik. Untuk itu, kami mengajak seluruh tim partai, keluarga, relawan dan simpatisan agar tetap solid. Menjaga semangat dan bekerja lebih keras dan cerdas di hari-hari yang terakhir ini,” ucap Kristo Blasin.

Dalam suratnya Tim Pemenangan SIAGA mengingatkan tiga hal penting kepada seluruh unsur pemenangan SIAGA.

1. Setiap suara adalah masa depan.
Dekati dan yakinkan masyarakat bahwa Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT
nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) calon kita adalah pilihan terbaik.

2. Kemenangan dimulai di TPS.
Pastikan keluarga, tetangga dan lingkungan kita hadir di TPS dan memilih nomor 3.

3. Soliditas adalah kekuatan kita.
Tetaplah bersatu menjaga koordinasi dan kerjasama untuk menjadikan segala upaya berjalan lancar

Pimpinan Tim Pemenangan SIAGA percaya dengan kerja keras, kerja cerdas, doa dan ikhtiar yang sungguh dan tulus SIAGA akan mampu memenangkan hati masyarakat dan meraih amanah ini.
“Kemenangan ini bukan hanya untuk kita tetapi untuk seluruh rakyat yang mendambakan perubahan,” ungkapnya.

Diakhir suratnya, Tim Pemenangan SIAGA mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah dicurahkan untuk perjuangan memenangkan SIAGA di Pilgub NTT.

“Akhir kata, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesarnya atas dedikasi, waktu, tenaga dan hati yang telah saudara curahkan untuk perjuangan ini.
Semoga Tuhan merestui langkah-langkah kita dan memberikan hasil yang terbaik. Tetap semangat, tetap optimis dan tetap SIAGA sampai kemenangan itu tiba,” tutup Kristo Blasin. ****




Hadiri Rapat Tingkat Menteri, Pj. Gubernur: Pemerintah Fokus Percepatan Penanganan Erupsi Gunung Lewotobi dan Konflik Sosial Flores Timur

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) guna membahas Percepatan Penanganan Pasca Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Konflik Sosial di Kab. Flores Timur, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), pada Rabu (20/11/2024).

RTM tersebut dipimpin langsung oleh Menko PMK Pratikno dan dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priono, Pj. Bupati Flores Timur Sulastri Rasyid (secara daring), Kepala Badan Geologi, Dirjen Anggaran Kemenkeu, dan Direktur Rencana dan Penggunaan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan.

Menko PMK menerangkan, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini masih berlangsung, tetapi tanpa indikasi peningkatan. Berdasarkan keterangan yang didapat dari BNPB, radius daerah berbahaya telah dikurangi, dan layanan pengungsian akan terus diupayakan semaksimal mungkin.

“Jumlah pengungsi terpusat sudah mengalami penurunan, sedangkan yang lebih banyak adalah pengungsi mandiri yang bergabung ke sanak keluarga di sekitar,” jelas Pratikno.

Untuk mengantisipasi musim hujan, Pratikno menyampaikan pemerintah telah memutuskan untuk segera membangun hunian sementara bagi pengungsi. Hunian sementara dibangun bersamaan dengan mempersiapkan proses relokasi dan pembangunan hunian tetap.

“Kami memastikan bahwa semua rencana, mulai dari renovasi rumah hingga pembangunan hunian tetap berjalan secara bersamaan, dengan cara itu kita akan bisa memberikan layanan yang baik bagi masyarakat terdampak,” ujar Pratikno.

Mengingat akan adanya proses pemungutan suara dalam Pilkada 2024, Pratikno menjelaskan bahwa proses tersebut akan tetap berlangsung melalui penyediaan TPS Khusus di sekitar pengungsian yang disiapkan oleh KPU.

Lebih lanjut Pratikno turut menerangkan, upaya penanganan konflik sosial yang terjadi di Adonara Barat telah dirumuskan dengan melibatkan semua pihak terkait. Perencanaan pembangunan rumah yang rusak akibat konflik telah disiapkan dengan melibatkan pihak-pihak yang bersengketa.

“Kami sudah merencanakan untuk pembangunan rumah kembali, proses administrasi sedang diupayakan, termasuk membicarakan dengan masyarakat yang bersengketa agar konflik sosial ini tidak terulang kembali,” jelas Pratikno.

Secara lebih terperinci, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan bahwa sebanyak 2.209 kepala keluarga (KK) akan direlokasi akibat bencana erupsi tersebut.

“Pemerintah telah menyiapkan dua opsi skema relokasi untuk mempermudah masyarakat terdampak dalam memulai kembali kehidupan mereka. Opsi pertama adalah relokasi terpusat, di mana pemerintah menyediakan lahan dan rumah yang sudah siap huni bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal baru. Sementara itu, opsi kedua adalah relokasi mandiri, di mana pemerintah akan membangunkan rumah bagi warga di tanah mereka sendiri, dengan dukungan fasilitas dan infrastruktur yang disiapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut Kepala BNPB menerangkan nantinya ada tiga lokasi potensial untuk relokasi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi yang telah diajukan oleh pemerintah daerah. Lokasi pertama adalah Botongkarang/Noboleto, yang dapat diakses dengan kendaraan roda dua, dan cocok untuk relokasi warga dari Desa Dulipali (223 KK), Desa Nobo (415 KK), dan Klatanlo (346 KK). Lokasi ini berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Lewotobi, sehingga dinilai aman.

Lokasi kedua adalah Wukoh Lewoloroh, yang terletak di perbatasan Flores Timur dan Sikka. Relokasi di kawasan hutan lindung ini akan mencakup Desa Boru (369 KK) dan Hokeng Jaya (457 KK). Lokasi ini berada di pinggir jalan raya dan memiliki lahan yang biasa digunakan untuk berkebun. Namun, relokasi di lahan ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Kehutanan karena termasuk kawasan hutan.

Lokasi ketiga adalah Kojarobet di Desa Hewa, yang diusulkan untuk relokasi warga Desa Nawokote (399 KK). Ketiga lokasi ini telah dipertimbangkan dengan matang untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga yang akan direlokasi.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan pemerintah akan menyiapkan sekitar 2.700 rumah bagi para penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Maruarar menjelaskan pembangunan hunian tetap itu akan dilakukan apabila sejumlah aspek seperti izin kehutanan, infrastruktur, keamanan, serta aspek geologi tuntas dibahas dan dipetakan.

“Kami akan siapkan sampai 2.700 rumah. Bahkan penyiapan dan pembuatan bahan baku pembangunan akan memaksimalkan sumber daya yang ada di sekitar masyarakat di Flores Timur. Dengan demikian, sekaligus akan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar/penyintas.” Jelas Maruarar.

Sementara itu, Pj. Gubernur NTT yang ditemui usai rapat tersebut mengatakan upaya-upaya penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan konflik sosial di Flores Timur sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Hari ini kita melaksanakan rapat yang dipimpin langsung oleh Pak Menko PMK dan dihadiri oleh para Menteri terkait serta Instansi terkait lainnya. Ini merupakan upaya-upaya kita, kerja keras kita semua dan bentuk tanggung jawab dan respon cepat pemerintah, baik pusat dan daerah untuk fokus dalam percepatan penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan juga konflik sosial yang terjadi di Flores Timur,” ujar Andriko.

“Kita terus berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan dan penanganan yang terbaik bagi para korban erupsi Gunung Lewotobi dan juga konflik sosial di Adonara, sehingga semuanya berangsur pulih. Saya juga sangat mengapresiasi segala macam bentuk dukungan, kepedulian dan kerja keras dari kita semua terhadap penanganan musibah ini. Dan bersama pemerintah pusat, kami juga bekerja dan mengupayakan serta memastikan agar hak pilih para pengungsi dapat terfasilitasi dengan baik, sehingga mereka dapat menyalurkan suaranya pada Pilkada yang akan datang.” Terang Pj. Gubernur NTT. ***




RDP Bersama Komisi II DPR RI dan Mendagri, Pj. Gubernur Pastikan NTT Siap Gelar Pilkada Serentak 

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, mengikuti Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas Persiapan dan Kesiapan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 dengan Komisi II DPR RI, bertempat ruang Rapat Komisi II (KK.III) Gedung Nusantara DPR RI, Jl. Jendral Gatot Subroto, Senayan-Jakarta Pusat pada Rabu (20/11).

Rapat Kerja dan RDP yang juga diikuti oleh Pj. Gubernur Bali dan Pj. Gubernur NTB serta Pj. Bupati / Wali Kota se Provinsi NTT, Bali dan NTB tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, yang didampingi oleh Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda serta para Anggota Komisi II DPR RI lainnya yang hadir. Hadir juga mewakili Mendagri pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto.

Rapat Kerja dan RDP tersebut diawali dengan penyampaian perkembangan dinamika terkait proses tahapan Pilkada serentak yang sedang berlangsung di tiga provinsi yakni NTT, NTB dan Bali oleh Wamendagri, Bima Arya Sugiarto.

Secara khusus Wamen Bima juga menyampaikan seputar penanganan tanggap darurat bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, dimana Ia beserta jajarannya telah mengambil langkah antisipasi agar semua warga khususnya pengungsi yang terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki bisa menggunakan hak mereka untuk memilih.

“Kami intens melakukan rapat koordinasi dengan Bawaslu, KPU, temen-temen Forkompinda di NTT Flores Timur dan juga Sikka, dimana kita sudah lakukan langkah-langkah antisipasi agar semuanya bisa memilih. Dukcapil juga telah kami instruksikan untuk mendata dan akan mencetak surat keterangan identitas supaya para pengungsi dapat menyalurkan hak untuk memilih. Secara keseluruhan semua berjalan lancar persiapan-persiapan itu. ” Jelas Bima.

Sementara itu, dalam paparannya di forum tersebut, Pj. Gubernur NTT memaparkan keseluruhan kesiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 di NTT.

Dalam penjelasannya, Pj. Andriko menjelaskan secara terperinci terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT), percepatan perekaman E-KTP bagi masyarakat NTT yang memiliki hak pilih namun terkendala kartu identitas, anggaran dan logistik Pilkada, dukungan personel keamanan, Desk Pilkada, tingkat kerawanan Pilkada di NTT, serta yang paling aktual adalah kondisi khusus proses Pilkada di daerah bencana.

“Kami memiliki total jumlah penduduk NTT sebanyak 5.646.00 jiwa dengan DPT sebanyak 3.988.372 jiwa. Dimana jumlah pemilih laki-laki sebanyak 1.958.444 jiwa sementara pemilih perempuan 2.029.928 jiwa. Kemudian jumlah pemilih disabilitas tercatat sebanyak 54.858 jiwa. Jumlah pemilih tersebut tersebar di 22 Kabupaten/Kota dengan 315 Kecamatan, 3.442 desa dan 9.893 Tempat Pemungutan Suara (TPS),” papar Andriko.

“Terkait erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, terdapat 37 TPS yang terdampak, dengan total 17.044 pemilih. Kami telah menetapkan TPS khusus di lokasi posko bencana yang telah disepakati. Data pemilih terdampak akan dikelola paling lambat 20 November 2024. Kami juga telah mensosialisasikan kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada pengungsi- pengungsi baru yang belum terdata untuk segera kita fasilitasi terkait hak pilihnya.” Jelas Andriko.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkada 2024 merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan lembaga atau instansi terkait lainnya. Sehingga, ia berharap Pemda bertanggung jawab penuh dalam menjaga kondusifitas dan mengawal kelancaran pelaksanaan tahapan Pilkada 2024.

“Penyelenggaraan Pilkada ini baru pertama kalinya berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Sehingga, tugas pemda tidak hanya memberikan dana hibah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), TNI, dan Polri, melainkan ikut mengawal secara ketat pelaksanaan tahapan dalam Pilkada 2024 yang puncak pencoblosannya tinggal menghitung hari lagi.” Jelas Bahtra.

Ia juga mengingatkan Pj. Kepala Daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk dapat menjaga netralitas bersama seluruh jajaran ASN selama tahapan Pilkada 2024 berlangsung.

“Sebagian besar Pj. ini adalah pejabat karier. Sayang sekali kalau mengorbankan karier dan integritas hanya untuk berpihak kepada salah satu calon. Juga netralitas ASN harus selalu ditegakkan.” Ujarnya.

Salah satu Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Esthon Foenay yang hadir pada kesempatan tersebut juga memberi perhatian dan menyoroti pentingnya memastikan hak politik masyarakat terdampak bencana tetap dapat tersalurkan dengan baik.

“Bagaimana situasi dan kondisi yang ada di wilayah-wilayah yang terkena bencana harus juga menjadi perhatian utama kita. Kiranya dapat teridentifikasi dengan baik semua pengungsi dan masyarakat yang terdampak sehingga hak-hak politiknya dapat tersalur dengan baik.” kata Esthon.

Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda juga mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi kepentingan politik terkait dengan bantuan sosial (bansos) di daerah bencana selama tahapan Pilkada 2024 berjalan.

“Peristiwa bencana tetap membutuhkan upaya saling gotong royong sebagai bangsa karena hal ini menyangkut kemanusiaan. Namun pengelolaan bantuan bagi para korban bencana tidak boleh disusupi oleh kepentingan politik kandidat tertentu. Pemerintah harus jeli dan pandai mengawasi potensi pelanggaran tersebut.” Ujarnya.

Rapat Kerja dan RDP yang diadakan di Komisi II DPR RI ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan untuk menyukseskan Pilkada Serentak di seluruh Indonesia, termasuk di seluruh wilayah provinsi NTT. Diharapkan dengan adanya laporan dari berbagai daerah serta penanganan yang cepat, efektif dan efisien, Pilkada dapat berjalan dengan lancar dan aman, serta menghasilkan pemimpin yang dapat membawa perubahan positif dan kemajuan bagi daerah masing-masing. (***)




Pasangan Ansy-Jane Nyatakan Siap Ikuti Debat Terakhir

Kupang,nwartapeeia.com – Debat ketiga atau debat terakhir antar pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pemilihan tahun 2024 akan berlangsung Rabu  (20/11/22024).

Pasangan nomor urut satu Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto (Ansy-Jane) menyatakan kesiapannya untuk mengikuti debat mendatang.

“Kita sudah menyiapkan diri untuk debat terakhir. Saya dan Jane mempelajari berbagai hal tentang tema debat, yaitu meningkatkan daya saing daerah bersperspektif Gender Equality Disability and Social Inclusion (GEDSI), Resiliensi, dan Berkelanjutan,” ujar Ansy Lema, Senin (18/11/24).

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut mengatakan daya saing daerah (local competitiveness) menggambarkan kemampuan suatu daerah untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki melalui peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan persaingan demi kesejahteraan masyarakat yang tinggi dan berkelanjutan. Di sini, berbagai aspek daya saing daerah seperti perangkat kebijakan, kemampuan ekonomi daerah, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM) menjadi alat ukur.

Dalam konteks ini, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT dalam kondisi yang minim, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Realisasi PAD NTT sejak lima tahun terakhir hanya berkisar antara Rp 1,1 triliun – Rp 1,4 triliun.

Cagub NTT, Ansy Lema Sudah Berikan Bukti untuk Ribuan Petani di Pulau Sumba! Ini Faktanya
Karena itu, dibutuhkan berbagai upaya untuk meningkatkan PAD, mulai dari menyisir atau merapikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT untuk memangkas inefisiensi anggaran, melakukan digitalisasi pajak dan retribusi daerah untuk mencegah kebocoran penerimaan daerah, serta mengaktifkan aset-aset tidur pemerintah daerah.

“Kemampuan ekonomi NTT memang rendah. Sehingga perlu upaya ekstra untuk meningkatkan daya saing. Kalau kita bisa pelan-pelan berupaya secara mandiri dalam membiayai pembangunan, akan sangat baik untuk peningkatan laju pertumbuhan ekonomi NTT,” terang Ansy Lema.

Menurut Politisi Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut, hal terpenting yang perlu diperhatikan ketika ekonomi NTT hendak ditingkatkan adalah pemerataan dan keadilan. Kelompok-kelompok minoritas seperti kaum perempuan dan anak, serta disabilitas tidak boleh dipinggirkan dan ditinggal.

Hal ini yang menyebabkan, pria berdarah Ende-Belu ini, beberapa waktu lalu pernah melakukan dialog dengan Komunitas Teman Tuli Kota Kupang. Komunitas ini membutuhkan pemerintah yang sadar dan peduli terhadap penyandang disabilitas. Harapannya, setiap instasi pemerintah mulai dari rumah sakit dan sekolah harus memiliki Juru Bahasa Isyarat (JBI).

“Mereka (kelompok rentan) adalah bagian dari NTT. Mereka harus kita rangkul. Perlindungan, pemberdayaan dan pelayanan publik dengan berbagai kebijakan yang mendukung kesejahteraan mereka harus dilakukan,” tegas pria dengan tagline “Manyala Kaka” itu.

Di sisi lain, kaum perempuan adalah kelompok yang memang sedari awal mendapat perhatian dari satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan ini. Ansy-Jane mengusung program Desa Manyala, yang di dalamnya berisikan gerakan 1.000 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk perempuan per tahun. Setiap UMKM mendapatkan modal dana sebesar Rp 5 juta.

“Perempuan adalah penjaga gawang kesejahteraan keluarga. Saya dan Jane adalah pasangan yang sangat memperhatikan perempuan. Tagline kita adalah mama bantu mama, perempuan tolong perempuan,” tutup Ansy.* (***)




Cagub NTT, Ansy Lema Kunjungi Seminari Santo Petrus Ritapiret 

Maumere,nwartapedia.com –  – Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor Urut Satu Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema mengunjungi Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret di Desa Nita Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Seminari tersebut merupakan salah satu tempat bersejarah bagi umat Katolik di Indonesia, khususnya masyarakat NTT.

Kunjungan Ansy Lema ke Seminari Ritapiret berlangsung pada Rabu, 13 November 24, disambut oleh tiga pimpinan Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret yakni Rektor Seminari RD. Guidelbertus Tanga, Drs., M. Th, Spiritual TOR DR. Yohanes Hans Monteiro, dan Ekonom RD. Julius Cesar Reda.

“Saya ingin mengunjungi Situs Rohani “Vatikan Semalam” ke Kamar Paus Yohanes Paulus II. Sebagai seorang Katolik, saya sangat ingin memanjatkan doa di sini. Meminta dan memohon doa atas perjalanan hidup saya dan keluarga saya, serta provinsi dan bangsa ini,” ujar Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut.

Kamar Paus Yohanes Paulus II disebut sebagai “Vatikan Semalam,” kata Ansy, karena Paus Yohanes Paulus II pernah menginap semalam di seminari tersebut, di kamar tersebut saat melakukan perjalanan keagamaannya ke Indonesia pada tanggal 9 – 14 Oktober 1989.

Menurut Ansy Lema, itu adalah kali pertama dirinya menginjakkan kaki di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret.

Padahal, sudah sejak dulu ia ingin menelusuri jejak sejarah perjalanan apostolik Paus Yohanes Paulus II di Kabupaten Sikka.

Kedatangan pemimpin Paus Yohanes Paulus II ke Ritapiret pada 1989 silam, tidak hanya mewariskan wisata rohani bagi masyarakat Flores, tetapi juga meninggalkan pesan persatuan, nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan bagi seluruh umat beragama di Indonesia.

Mantan Juru Bicara Ahok itu menyampaikan kekagumannya dan menjelaskan ada begitu banyak nilai kehidupan yang dipetik olehnya dari tokoh besar Gereja Katolik tersebut.

Paus yang memiliki nama asli Karol Jozef Wojtyla ini dikenal sebagai sosok yang menentang keras segala tindakan penyimpangan agama, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dan menentang kediktatoran.

“Ada begitu banyak nilai kehidupan yang saya petik dari perjalanan hidup Paus Yohanes Paulus II. Ia adalah sosok yang mengajarkan kita untuk memupuk rasa kebangsaan yang besar pada negara. Ketika datang ke Indonesia waktu itu, ia juga kagum pada falsafah Pancasila yang disebut sebagai perekat toleransi antar suku bangsa dan antar umat beragama. Beliau adalah seorang tokoh yang sangat hebat,” tutur Ansy.

Ansy Lema mengakui ketika masuk ke Kabupaten Sikka, dirinya menyempatkan diri untuk datang ke Seminari Tinggi Ritapiret.

Kekuatan untuk membangun Tanah Flobamora harus berasal dari spiritualitas iman melalui berkat dan tuntunan orang-orang suci seperti Paus Yohanes Paulus II.

Paus Yohanes Paulus II dilantik menjadi Bapak Suci Umat Katolik pada Oktober 1978 menggantikan Paus Paulus Yohanes I yang meninggal akibat serangan jantung saat baru menjadi Paus selama 33 hari.

Ia adalah Paus non-Italia pertama dalam kurun waktu lebih dari 400 tahun.
Pria kelahiran Polandia ini dikenal sebagai tokoh besar gereja yang menentang kediktatoran dan komunisme.

Selama menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Yohanes Paulus II pernah mengunjungi 129 negara dan salah satunya adalah Indonesia. Pada 9 Oktober 1989,

Stadion Utama Senayan (sekarang menjadi Stadion Gelora Bung Karno) menjadi saksi khotbah Paus Yohanes Paulus II dihadapan 100.000 umat Katolik.

Di hadapan ratusan ribu umat Katolik Indonesia kala itu, Paus Yohanes Paulus II melantunkan khotbah yang mengajak dan menghimbau masyarakat segala umat di Indonesia untuk tetap menjaga persatuan, kesatuan, dan persaudaraan antar umat beragama.

Paus Yohanes Paulus II adalah tokoh yang melintas batas (passing over) dan merangkul perbedaan dalam solidaritas kemanusiaan.

“Saya juga datang sebagai seorang sahabat setiap orang Indonesia di dalam kemanusiaan kita bersama dan perhatian kita bersama terhadap pembangunan serta perdamaian dunia, tempat kita hidup bersama. Dan kepada saudara dan saudari kita yang beragama Islam, yang amat besar di negeri ini, saya mengulurkan tangan persahabatan yang tulus dan separuh hati dalam kepercayaan kita bersama akan Allah yang Esa, Pencipta dan Tuhan kita bersama yang maha rahim,” demikian penggalan khotbah Paus Yohanes Paulus II (baca di: https://jeo.kompas.com/mengenang-paus-yohanes-paulus-ii-kisah-hidup-dan-kiprah-26-tahun-menjadi-paus)***




Pemprov NTT Akan Gelar RUPS Bahas Pengisian Jabatan Penting di Bank NTT

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) merencanakan untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam waktu dekat guna membahas pengisian jabatan definitif di PT Bank Pembangunan Daerah NTT (Bank NTT).

Kursi Komisaris Utama dan Direktur Utama di Bank NTT telah kosong selama enam bulan, yang dinilai mengganggu stabilitas operasional bank tersebut.

Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa pengisian jabatan ini merupakan langkah mendesak demi menjaga kinerja dan keberlangsungan Bank NTT, serta tidak dilandasi motif politik.

“Organisasi Bank NTT sudah enam bulan tanpa Komisaris Utama dan Direktur Utama definitif. Bagaimana mau bekerja maksimal? Untuk itu, jabatan ini harus segera diisi,” kata Andriko dalam pertemuan dengan media di ruang rapat kerja Gubernur NTT, Rabu siang (13/11).

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemprov NTT akan mengadakan fit and proper test untuk memastikan bahwa calon pemimpin baru memiliki profesionalisme dan kompetensi yang sesuai.

Menurutnya, upaya Peningkatan Modal Inti Bank NTT. Salah satu fokus utama bagi Pemprov NTT dan manajemen Bank NTT saat ini adalah mencapai target modal inti sebesar Rp 3 triliun sebelum akhir tahun 2024.

Target ini menjadi syarat bagi Bank NTT untuk mempertahankan status sebagai bank umum. Dengan modal inti yang masih berada di angka Rp 2,7 triliun, Bank NTT harus berupaya keras agar tidak turun status menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yang dapat berdampak pada para karyawannya.

“Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan penyertaan modal dari Pemprov NTT. Harus ada usaha peningkatan profit dan disiplin SOP agar Bank NTT mandiri dan tetap tumbuh,” tambah Andriko.

Kerjasama Bank NTT dengan Bank Lain untuk Modal Inti

Dalam rangka mencapai target modal inti, Bank NTT telah melakukan penjajakan Kerjasama Usaha Bersama (KUB) dengan Bank Jatim dan sebelumnya dengan Bank DKI.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung Bank NTT dalam memperkuat modal dan menjaga stabilitas operasional serta memperluas jangkauan layanan perbankan bagi masyarakat NTT. (MI)




Pengamat Politik Dr. Ahmad Atang: Yang Disampaikan Ansy Lema Adalah Komitmen dan Tanggungjawab Nyata

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), Dr. Ahmad Atang, M.Si menyebut apa yang disampaiakan oleh Calon Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanis Fransiskus Lema (ansy Lema) membangun negara kesejahteraan (welfare state) merupakan tanggungjawab seorang pemimpin. 

Oleh karena itu, apa yang disampaikan oleh cagub Ansy Lema yang ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat NTT ketika dipercaya jadi gubernur bukan sesuatu yang utopis tetapi layak adanya,”ucap Ahmad Atang menanggapi pernyataan Ansy Lema dalam debat kedua yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Millenium Ballroom, Rabu tanggal 6 November 2024.

Menurut Ahmad Atang, di tangan seorang pemimpin, kesejahteraan masyarakat menjadi ukuran kepemimpinan.

“Jadi menurut saya, apa yang disampaikan oleh Ansy merupakan sebuah komitmen dan tanggungjawab nyata,”kata Ahmad Atang ketika dihubungi media ini pada Senin (11/11/2024).

Ahmad Atang mengungkapkan, untuk mewujudkan kesejahteraan,  Ansy Lema memulai dari masyarakat kelas bawah, yakni masyarakat desa yang hidup menggantung nasibnya pada alam.

“Masyarakat petani, nelayan, peternak adalah kelompok sosial yang perlu disentuh dengan konsep pemerataan, perlindungan dan pemberdayaan,”ucapnya.

Pada tataran aksi, Ahmad Atang menjelaskan, pemberdayaan menjadi penting karena masyarakat perlu memiliki life skill, karena kesejahteraan tidak mungkin datang tanpa adanya usaha.

“Pemerintah bertugas membuka ruang pemberdayaan agar masyarakat dalam menciptakan Pengembangan diri (self development),”jelasnya.

Maka pendekatan pembangunan yang berpusatkan pada rakyat (people center), menurut Ahmad Atang merupakan pemikiran yang cerdas dari Calon Gubernur NTT, Ansy Lema.

“Karena itu, kerja-kerja kolaborasi dan penthahelik merupakan sebuah keharusan untuk membawa masyarakat maju dan sejahtera,”pungkasnya. (MI)




Theo Widodo Terima Penghargaan dari K2S Keluarga Jawa NTT Sebagai Warga Kehormatan

Kupang,nwartapedia.com – Pengurus Kontak Kerukunan Sosiai (K2S) Keluarga Jawa Nusa Tenggara Timur memberikan penghargaan kepada Ir. Theo Widodo ayah dari Calon Walikota kupang, Dokter Christian Widodo sebagai Warga Kehormatan.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua K2S Keluarga Jawa Nusa Tenggara Timur, Ir. Poedji Watono dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus K2S Keluarga Jawa NTT masa bakti 2024-2029 di Suba Suka Kota Kupang, pada Minggu, (10/11/2024).

Ketua K2S Keluarga Jawa Nusa Tenggara Timur, Ir. Poedji Watono kepada media ini mengatakan, penghargaan yang diberikan ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Ir.Theo Widodo karena FPK sebagai induk untuk saling silaturahmi, berkolaborasi dan bersinergi dalam kebersamaan dengan berbagai etnis dan element penting di masyarakat.

“Penghargaan gelar warga kehormatan kepada Pak Theo Widodo selaku Ketua FPK  Karena  selama ini kita bernaung di bawah FPK yang kita lihat sebagai rumah induk untuk kita saling berinteraksi, bersilaturahmi dengan berbagai etnis dari hampir semua etnis di Indonesia. Karena kebersamaan ini maka setiap kali kegiatan kita undang Ketua FPK NTT bapak Theo Widodo, ” ungkapnya..

Poedji Watono memberikan kesan tersendiri kepada Theo Widodo ayah dari Calon Walikota Kupang Christian Widodo yang merupakan sosok penggerak, menggairahkan, benar-benar hidup dan inspiratif penuh dedikasi, luangkan waktu, tenaga untuk FPK NTT.

“Bapak Theo Widodo adalah seorang yang luar biasa, kalau saya menilai. Dia mempunyai dedikasi, loyalitas memberikan diri dengan meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan biaya demi menghidupkan FPK NTT. Beliau sangat inspiratif untuk urusan sosial seperti ini. Kami sungguh merasakan sekali sebagaimana kita bisa bersilaturahmi pada 17 Agustus kemarin mulai dengan acara tirakatan malam sebelumnya, apel HUT ke – 79 RI dan pentas seni budaya setelah Apel. Karena kebersamaan dan sering bersinergi itu, maka dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus hari ini kami undang dan berikan penghargaan gelar warga kehormatan K2S Jawa – Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Pemberian gelar warga kehormatan itu juga diberikan kepada Forkopimda NTT, seperti KASAD Korem 161 Wirasakti, Kapolda NTT, dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Haji Darwis, karena K2S selama ini selalu bersinergi bersama.

” K2S juga memberikan gelar kehormatan juga kepada Forkopimda dan KKSS karena selama ini selalu bersinergi dengan mereka. K2S selalu bersinergi karena kita di K2S juga telah terbentuk sampai kabupaten, kota dengan jumlah anggota ribuan,”ungkapnya.

Poedji Watono menjelaskan, dalam rangkain acara ini Pihaknya juga mengisi dengan agenda Deklarasi Pilkada damai yang diikuti perwakilan dari berbagai elemen antara lain, Korem 161 Wirasakti, Polda NTT, DPRD NTT, FPK NTT, K2S Jawa Nusa Tenggara Timur, K2S Belu, K2S Rote Ndao, KKSS, Madura, K3NTT.

“Deklarasi itu bertekad menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pilkada 27 Nopember 2024. Berikut isi Deklarasi Pilkada damai yang dibacakan oleh Ketua Umum K2S dan dikuti urusan atau perwakilan lembaga kolaborasi terkait: “Segenap Warga K2S, bersama FPK dan Forkopimda NTT siap mendukung Pilkada Damai di NTT. NKRI harga mati, Indonesia Jaya,”pungkasnya. (MI)




Terinspirasi dari Thomas Aquinas, Palon Ansy-Jane Ingin Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Kupang,nwartapedia.com – Pasangan calon Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur nomor urut 1, Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto terinspirasi dari St. Thomas Aquinas seorang teolog dan filsuf terkemuka pada abad ke 13 yang mengatakan bahwa jika pemerintah tidak berupaya mencapai kesejahteraan umum sebagai tujuan tertinggi dan berorientasi kepada kepentingan privat yang egoistik maka tidak tercapai keadilan. 

“Teringat Santo Thomas Aquinas filsuf legendaris abad 13 mengatakan bahwa tujuan tertinggi dari politik itu adalah kesejahteraan masyarakat dan ini akan menjadi fashion kami untuk bangun NTT,”ungkap Ansy Lema dalam closing statement pada debat terbuka kedua calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang di selenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)  di Millenium Ballroom pada Rabu (06/11/2024).

Ansy Lema menegaskan, pemerintah sebagai wakil rakyat dan struktur negara perlu menghayati dan mengimplementasikan nilai keadilan dalam hidup dan dalam penerapan kebijakan publik yang mampu membawa kesejahteraan umum bagi seluruh lapisan masyarakat

“Kata kuncinya ada di pemimpin yang punya hati, punya otak, punya keberanian dan mau panggul salib dan rela berkorban untuk rakyat NTT dan kami hadir untuk memberi diri menjadi pelayan publik,”tegasnya,

Momentum tersebut digunakan oleh Ansy-jane untuk memaparkan konsep yang sudah digagas untuk membangun NTT.

“Konsep kami sederhana saja yakni yang pertama kami pembangunan pada people subjek dan orientasinya pada manusia. Kedua orientasinya pada kesejahteraan rakyat pada semua pihak,”ungkapnya.

“Ketiga kami juga sadar akan pentingnya kelestarian ekologi, tidak boleh merusak alam dan lingkungan hidup dan,”tambahnya.

Paslon Ansy-Jane juga mengajak kedua paslon yang lain untuk membangun solidaritas dan mempererat kekeluargaan.

“Keempat mari kita damai karena kita semua bersaudara membangun soliditas mempererat kekeluargaan, Politik boleh beda tetapi persaudaraan tidak boleh retak,”ajaknya.

Pasangan Ansy-jane juga menyatakan siap membangun kemitraan dengan berbagi lembaga demi terciptanya kesejahteraan di NTT.

“Terakhir  Kami akan membangun kemitraan dengan berbagai macam lembaga. Ingat jangan lupakan kampus sebagai lembaga riset dan inovasi pembangunan,”pungkasnya. (MI)