Wali Kota Kupang Resmi Buka Pasar Murah Bersubsidi, Jaga Stabilitas Harga Jelang Hari Besar Keagamaan

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Bersubsidi di halaman Masjid Nurul Iman, Kelurahan Oebobo, pada Kamis (13/03).

Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, Nyepi Tahun Baru Saka 1947, dan Paskah.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pasar murah ini bukan hanya langkah untuk mengendalikan harga, tetapi juga bentuk kepedulian nyata dari pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Menjelang hari-hari besar keagamaan, harga kebutuhan pokok sering mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan. Kondisi ini tentu berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya yang kurang mampu. Karena itu, pemerintah hadir melalui program pasar murah ini untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok,” ujarnya.

Ketua Yayasan Masjid Nurul Iman, Drs. H. Ismail Kasim, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas inisiatif ini.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk nyata dukungan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Alfred A. Lakabela, menjelaskan bahwa pasar murah bersubsidi akan diselenggarakan di enam kecamatan dan 51 kelurahan se-Kota Kupang.

Sejumlah komoditas mendapat subsidi, antara lain beras, cabai kecil dan besar (Rp15.000 per kilogram), minyak goreng dan gula pasir (Rp5.000 per kilogram), serta telur, bawang merah, bawang putih, daging sapi, dan ayam potong (Rp10.000 per kilogram).

“Pasar murah ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh sembako berkualitas dengan harga terjangkau,” tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kupang bersama Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., dan jajaran Forkopimda telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar dan gudang distributor.

Dari hasil pemantauan, stok bahan pokok dinyatakan aman dan harga relatif stabil.

“Saya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying yang justru dapat memicu lonjakan harga,” pesan Wali Kota.

Sebagai bagian dari kegiatan, Wali Kota menyerahkan secara simbolis kupon pasar murah kepada lima warga Kecamatan Oebobo.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mulai membiasakan memilah sampah.

“Kolaborasi antara pemerintah, rumah ibadah, masyarakat, dan LSM sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan kota secara bersama-sama,” pungkasnya.

Pasar Murah Bersubsidi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Kupang, khususnya menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Masjid Nurul Iman Oebobo, Drs. H. Ismail Kasim, M.Pd., para imam Masjid Nurul Iman, serta sejumlah anggota DPRD Kota Kupang, antara lain Johni Luther Sa’u, Ahmad Thalib, dan Muhammad Ramli dari Daerah Pemilihan Kecamatan Oebobo. Wali Kota didampingi oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Magdalena M. Detaq, S.IP., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Alfred A. Lakabela, S.Pd., M.Pd., serta pejabat lainnya. *




Acara Pesta Rakyat NTT Sambut Gubernur dan Wakil Gubernur Dipastikan Berlangsung Tanpa APBD

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kosmas D. Lana mengumumkan bahwa Pesta Rakyat yang akan digelar pada Sabtu, 1 Maret 2025 pukul 20.00 WITA di Kota Kupang merupakan bentuk ungkapan syukur dari Gubernur dan Wakil Gubernur atas perjalanan mereka dalam memimpin daerah ini.

“Acara ini juga menjadi momen penting dalam mendukung UMKM lokal, dengan lebih dari 100 pelaku usaha kecil dan menengah yang akan berpartisipasi,”ungkapnya 

Dalam pernyataannya, Kosmas Lana menegaskan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan acara ini tidak menggunakan APBD Provinsi NTT, melainkan hasil gotong royong antara Gubernur, Wakil Gubernur, serta keluarga mereka.

Selain pesta rakyat pada Sabtu malam, rangkaian kegiatan juga mencakup aksi sosial. Pada Jumat, 28 Februari 2025, panitia akan menyalurkan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, yang telah disiapkan oleh tim yang dipimpin oleh Wakil Gubernur.

Dalam acara puncak nanti, berbagai hiburan akan memeriahkan suasana, termasuk penampilan dari seniman lokal dan artis nasional.

Artis lokal yang telah mengonfirmasi kehadirannya antara lain Teosila, dan Juan Reza. Sementara dari kancah nasional, Panji dan Momo akan turut serta menghibur masyarakat.

Penyelenggara juga memperhatikan aspek toleransi dalam pelaksanaan acara.

Pesta rakyat dimulai pada pukul 20.00 WITA, sebagai bentuk penghormatan bagi umat Muslim yang sedang beribadah dan berbuka puasa. Sebelum acara utama, pukul 19.00 WITA, akan ada penampilan Marawis dari komunitas Muslim setempat.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, acara ini diharapkan menjadi momen kebersamaan bagi seluruh masyarakat NTT, sekaligus mendukung keberlangsungan UMKM lokal.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesta Rakyat, Heru Dupe mengatakan bahawa acara ini merupakan bagian dari ungkapan syukur Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap seniman dan pelaku UMKM lokal.

Selain pertunjukan musik, masyarakat juga dapat menikmati berbagai produk dari lebih dari 100 UMKM yang ikut serta dalam acara ini.

Pesta rakyat ini diharapkan menjadi ajang kebersamaan bagi masyarakat NTT dengan suguhan hiburan yang berkualitas serta dukungan terhadap ekonomi lokal. (MI)




Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Terpilih Pimpin Rapat Persiapan Pelantikan Serentak Kepala Daerah

 

Jakarta,nwartapedia.com  – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Wakil Gubernur terpilih, Johanis Asadoma, memimpin Rapat Koordinasi Teknis Pelantikan Serentak Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Rapat ini berlangsung di Ballroom Hotel Lume’os, Jakarta, dan dihadiri oleh para Bupati/Walikota terpilih beserta wakilnya serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Turut hadir dalam rapat ini Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas Lana, Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares, serta perwakilan Tim Transisi Frans Sarong dan H. Moh. Ansor.

Dalam arahannya, Gubernur NTT terpilih Melki Laka Lena menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental seluruh kepala daerah menjelang pelantikan serentak yang akan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Saya harapkan seluruh Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota dapat mempersiapkan diri dengan baik. Rangkaian kegiatan akan sangat padat, sehingga diperlukan kesiapan fisik dan teknis agar semuanya berjalan dengan lancar,” tegas Melki.

Setelah pelantikan di Istana Negara pada 20 Februari 2025, sejumlah agenda penting telah disusun untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus.

Pelantikan TP PKK tingkat Provinsi akan dilaksanakan pada sore harinya.
 Serah Terima Jabatan (Sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, yang dilanjutkan dengan syukuran pelantikan di Ballroom Tribrata Hotel and Convention Centre.

Gubernur terpilih juga menegaskan pentingnya kehadiran seluruh kepala daerah dalam acara sertijab dan syukuran ini. Setelah itu, mereka dijadwalkan berangkat ke Magelang untuk mengikuti pembekalan kepemimpinan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT terpilih, Johanis Asadoma, menyampaikan bahwa dirinya akan berkantor sementara di Jakarta setelah pelantikan sebelum berangkat ke Magelang pada 27 Februari 2025.

“Selama saya berkantor di Jakarta, saya akan melakukan pengecekan terhadap aset-aset pemerintah daerah serta melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian terkait. Para Wakil Kepala Daerah dari NTT juga akan mengikuti retreat di dua hari terakhir,” ujar Johanis.

Dalam penutupan rapat, Gubernur terpilih Melki Laka Lena menyampaikan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi pedoman dalam proses transisi kepemimpinan di NTT.

Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati/Walikota se-NTT akan dilaksanakan di Kupang pada 1 Maret 2025, sehari setelah pembekalan di Magelang selesai.

 Pelantikan TP PKK tingkat Kabupaten/Kota akan dilakukan pada hari yang sama setelah Sertijab.

Selama kepala daerah mengikuti pembekalan, tugas pemerintahan akan didelegasikan kepada Sekretaris Daerah di masing-masing wilayah.

“Saya memilih tanggal 1 Maret 2025, yang jatuh pada hari Sabtu, agar pada minggu pertama bulan Maret seluruh Kepala Daerah dan Wakilnya sudah siap berkantor dan langsung bekerja untuk masyarakat,” jelas Melki.

Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, transisi kepemimpinan di NTT diharapkan berjalan lancar. Pelantikan dan pembekalan ini menjadi langkah awal bagi para pemimpin daerah untuk segera bekerja dan mewujudkan program-program prioritas demi kesejahteraan masyarakat NTT.

(Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)




Kuasa Hukum Kepala Desa Napan Bantah Tuduhan Pengeroyokan: Klien Kami Justru Korban

Kefamenanu,nwartapedia.com  – Kepala Desa Napan, Wendelinus Kefi, kini menghadapi tuduhan pengeroyokan setelah Yoseph Restu Siki melaporkannya ke polisi dengan LP/GAR/B/11/2025/SPKT/SEK MIOTIM/POLRES TTU/POLDA NTT pada 12 Februari 2025.

Namun, kuasa hukum Wendelinus, Dominikus G. Boimau, S.H., dan Jeremias F. Bani, S.H., membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa klien mereka tidak bersalah, bahkan menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Tuduhan ini tidak berdasar. Bukti dan keterangan saksi di lokasi kejadian justru menunjukkan bahwa Wendelinus Kefi tidak melakukan pengeroyokan, melainkan berusaha menenangkan situasi,” ujar Dominikus G. Boimau kepada media ini pada Senin (17/02/2025).

Dua saksi yang berada di tempat kejadian perkara (Yohanes A. Snai dan Roberto Kolo) menyatakan bahwa tidak ada pengeroyokan yang dilakukan oleh Wendelinus Kefi.

Mereka justru menyaksikan perkelahian antara Yoseph Restu Siki dan Roni Siki.

“Kami ada di lokasi saat kejadian. Yang berkelahi itu Yoseph dan Roni, bukan kepala desa. Justru Pak Wendelinus yang mencoba melerai,” ungkap Yohanes A. Snai.

Lebih lanjut, laporan polisi lainnya (STTLP/39/II/YAN.2.5/2025/RES TTU) menunjukkan bahwa Wendelinus Kefi justru mengalami luka lebam di leher akibat dicekik oleh Yoseph Restu Siki, yang saat itu diduga dalam keadaan mabuk berat.

Kronologi Kejadian: Dari Evaluasi Kinerja hingga Perkelahian

Insiden ini bermula saat berlangsungnya Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS) yang dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, serta perwakilan kecamatan.

Seusai acara, peserta berkumpul untuk menikmati hidangan makan malam yang disertai musik sebagai bentuk relaksasi.

Di tengah suasana santai, Yoseph Restu Siki, yang menjabat sebagai Kaur Umum, tiba-tiba mengajukan evaluasi kinerja kepala desa dengan nada tinggi. Saat itu, ia diduga berada di bawah pengaruh alkohol.

“Kepala desa mencoba menenangkan Yoseph dan mengajaknya berbicara di dalam ruangan agar situasi tidak semakin memanas. Namun, Yoseph justru merespons dengan agresif dan langsung mencekik leher Wendelinus Kefi hingga menyebabkan luka lebam,” jelas Jeremias F. Bani.

Melihat kejadian itu, beberapa perangkat desa dan pendamping bergegas melerai pertikaian. Yoseph kemudian diarahkan ke luar ruangan untuk menenangkan diri.

Namun, beberapa saat kemudian, ia berlari ke arah Roni Siki, menendangnya hingga jatuh, sehingga perkelahian pun terjadi.

“Saat itu kepala desa berusaha mendamaikan Yoseph dan Roni. Namun, Yoseph masih emosi dan merasa tidak puas, hingga akhirnya menangis dan mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap pukulan Roni,” tambah kuasa hukum.

Setelah insiden tersebut, Wendelinus meminta Yoseph untuk pulang dan beristirahat, serta berjanji akan membahas masalah ini secara baik-baik keesokan harinya.

Kuasa Hukum: Kami Akan Buktikan Bahwa Klien Kami Tidak Bersalah

Menanggapi laporan tersebut, tim kuasa hukum Wendelinus Kefi menegaskan bahwa mereka akan menghormati proses hukum dan bersikap kooperatif, namun juga siap untuk membuktikan bahwa laporan terhadap klien mereka tidak memiliki dasar yang kuat.

“Kami akan menghadirkan saksi dan bukti yang menunjukkan bahwa Wendelinus Kefi tidak terlibat dalam pengeroyokan. Kami juga berharap aparat penegak hukum bertindak secara objektif dan profesional agar tidak ada pihak yang dirugikan,” tegas Dominikus G. Boimau.

Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan di Polsek Miomaffo Timur, Polres TTU, Polda NTT.

Sementara itu, masyarakat Desa Napan berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan tanpa mengganggu stabilitas pemerintahan desa. (MI)




Kepala Desa Wendelinus Kefi Bantah Terlibat Pengeroyokan di Desa Napan: “Ini Fitnah!”

 

Kefamanan,nwartapedia.com  – Kepala Desa Napan, Wendelinus Kefi, dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam kasus pengeroyokan yang terjadi pada 12 Februari 2025 di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah yang mencemarkan nama baiknya dan bertekad untuk menempuh jalur hukum.

“Saya tidak terlibat dalam pengeroyokan. Bahkan saya sendiri sempat dicekik oleh staf Karo Umum Kantor Desa Napan, Yoseph Restu Siki (Yoris). Meski demikian, saya tetap berusaha menenangkan situasi dan mendamaikan Yoris dengan Roni Siki. Ini murni fitnah yang harus diluruskan,” tegas Wendelinus kepada media ini pada Sabtu (15/02/2025).

Sebagai langkah hukum, Wendelinus telah membuat laporan balik terkait penganiayaan yang dialaminya dan menegaskan bahwa kasus ini akan diusut hingga tuntas.

“Saya pastikan akan mengambil langkah hukum dengan pendamping saya. Saya juga meminta pihak kepolisian bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dengan adil dan transparan,” tambahnya.


Kronologi Kejadian: Dari Musyawarah Desa hingga Keributan

Menurut Wendelinus, insiden ini bermula pada 12 Februari 2025 sekitar pukul 19.00 WITA, setelah berlangsungnya Musyawarah Desa (Musdes). Setelah pertemuan, seluruh peserta makan bersama dalam suasana yang akrab, diiringi nyanyian dan cerita santai. Dalam kesempatan tersebut, Yoris menuangkan minuman sopi kepada peserta yang hadir.

Namun, dalam keadaan mabuk, Yoris tiba-tiba mengkritik Wendelinus secara terbuka.

Ia menuduh Wendelinus tidak melibatkan staf desa dalam pengambilan keputusan serta hanya membuat kebijakan yang menguntungkan tim suksesnya.

Mendengar hal tersebut, Wendelinus membantah dan menjelaskan bahwa semua kebijakan desa dibuat untuk kepentingan seluruh masyarakat, bukan kelompok tertentu. Namun, Yoris tetap bersikeras dan mulai berbicara dengan nada tinggi hingga akhirnya terjadi ketegangan.

“Saya berusaha menenangkannya, tetapi dia tiba-tiba berdiri dan mencekik saya. Saat itu, teman-teman segera melerai, dan saudaranya, Roni Siki, marah. Roni berkata lebih baik dia sendiri yang memukul Yoris daripada orang lain. Setelah itu, mereka mulai bertengkar,” ungkap Wendelinus.

Melihat situasi semakin tidak terkendali, Wendelinus membawa Yoris ke ruangan PKK untuk menenangkan dirinya. Namun, Yoris tetap tidak terima dan malah kembali ke kantor desa dalam keadaan emosi.

Ia menendang Roni hingga jatuh di depan pengurus desa, yang memicu perkelahian hebat hingga menyebabkan beberapa perabotan kantor rusak.

Saat kejadian berlangsung, Wendelinus mengaku hanya berdiri di depan pintu dan menyaksikan pertikaian tersebut tanpa ikut campur.


Upaya Damai Gagal, Kasus Berlanjut ke Jalur Hukum

Beberapa saat kemudian, Kapospol setempat menelepon Wendelinus dan melaporkan adanya keributan di kantor desa. Wendelinus pun segera datang ke kantor untuk menenangkan situasi.

Di sana, Yoris yang wajahnya mengalami luka akibat perkelahiannya dengan Roni, tiba-tiba menuduh Wendelinus sebagai pelaku pemukulan.

“Dia bilang, ‘Kenapa Pak Desa pukul saya?’ Saya langsung jawab, ‘Jadi kamu berpikir saya yang pukul kamu?’ Padahal jelas-jelas yang baku pukul adalah dia dan Roni. Ini tuduhan yang tidak berdasar,” tegas Wendelinus.

Kapospol kemudian mencoba menawarkan jalan damai kepada kedua belah pihak. Namun, seorang warga bernama Bene Baluk menolak dan meminta agar kasus ini tetap diproses secara hukum.

Hingga saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Wendelinus berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan agar kebenaran dapat terungkap.

“Saya percaya pada hukum dan siap mengikuti prosesnya. Saya hanya ingin semuanya diselesaikan dengan baik agar tidak ada fitnah yang berlarut-larut,” pungkasnya. (MI)




Capaian Kerja BNNP NTT Tingkatkan Upaya Penanggulangan Narkotika di Tahun 2024

 

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) mencatat berbagai pencapaian signifikan dalam upaya pemberantasan, rehabilitasi, dan pencegahan penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2024.

Berikut adalah rangkuman laporan kinerja BNNP NTT yang disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol. Totok Lisdiarto S, S.I.K., S.H., M.H., pada konferensi pers didampingi oleh Kepala Bidang Pemberantasan dan intelijen BNNP NTT, Sonny W. Siregar yang berlangsung di Lantai 2 Kantor BNN Provinsi NTT pada Senin (23/12/2024).

Pada bidang Pemberantasan, Brigjen Pol Totok menjelaskan, pada tahun 2024,  BNNP NTT berhasil mengungkap empat kasus narkotika dengan barang bukti berupa 1,8106 gram methamphetamine (shabu) dan 531,2067 gram THC (ganja) yang telah dimusnahkan sesuai prosedur.

“Selain itu, 32 tersangka menjalani proses Asesmen Terpadu melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang melibatkan tim medis dan hukum,”Ungkapnya.

Pada bidang rehabilitasi, Brigjen Pol Totok menjelaskan, sebanyak 50 pecandu/penyalahguna narkotika menjalani layanan rehabilitasi di tahun ini. Untuk meningkatkan kualitas layanan, dua petugas rehabilitasi berhasil meraih sertifikasi kompetensi sebagai konselor adiksi.

“Guna mengatasi kesenjangan layanan, BNNP NTT membentuk 2 unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan melibatkan 10 agen pemulihan, yang telah membantu rehabilitasi 7 klien,”jelasnya.

Dalam bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala BNNP NTT mengungkapkan, Program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) diterapkan di 8 desa/kelurahan termasuk Desa Bolok dan Desa Tesabela. BNNP NTT juga melibatkan:

“40 keluarga dalam Intervensi Ketahanan Keluarga. 30 remaja dalam pelatihan Anti Narkoba. 130 relawan Anti Narkoba serta memberikan edukasi kepada 17.154 pelajar dan mahasiswa,”ujarnya.

Selain itu, BNNP NTT juga melakukan tes urine kepada 1.752 orang di instansi pemerintah, pendidikan, swasta, dan masyarakat untuk deteksi dini penyalahgunaan narkotika.

Ditambahkan, Brigjen Pol. Totok, BNNP NTT juga melakukan Kolaborasi Strategis dengan menandatangani 6 dokumen kerja sama, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, UPBU Komodo, KSOP Labuan Bajo, dan Balai Taman Nasional Komodo.

“Sinergi juga dilakukan dengan TP PKK Provinsi NTT dalam program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba serta berbagai komunitas pemuda,”tambahnya.

Sementara itu BNNP NTT melakukan sosialisasi ke Media Sosial dan berbagai Inovasi 

“BNNP NTT memanfaatkan media sosial untuk edukasi, seperti melalui konten Santun, Warung Mince Series, dan Si Pena. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan BNNP NTT melalui Facebook: BNN Provinsi NTT, Instagram: infobnn_prov_ntt, Twitter: @bnnpntt, YouTube: BNN Provinsi NTT, TikTok: bnnpntt dan Website: ntt.bnn.go.id,”ungkapnya.

Kepala BNNP NTT, Brigjen Pol. Totok Lisdiarto S, S.I.K., S.H., M.H., dalam kesempatan tersebut  menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Indonesia Bersinar.

“Sinergi dan dukungan dari semua pihak adalah kunci utama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

BNNP NTT terus berkomitmen melindungi generasi muda NTT dari ancaman narkotika demi masa depan yang lebih cerah. (MI).




Grace Duasaru Perempuan Muda Kabupaten Sikka Wujudkan Mimpi Jadi Polwan Berprestasi

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dari pelosok Lekeba’i, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lahir sebuah kisah inspiratif dari seorang perempuan muda bernama Agri Fina Servio Duasaru, atau yang akrab disapa Grace. Lahir pada 6 Mei 2004, putri pasangan Yohanes Adventinus Mitak dan almarhum Marta Zero ini telah membuktikan bahwa kerja keras dan kegigihan mampu mengatasi segala keterbatasan.

Ayah Grace, Yohanes Adventinus Mitak kepada media ini pada Minggu tanggal 22 Desember 2024 menuturkan keinginan Grace untuk menjadi Polwan sejak kecil telah berhaail diraihnya.

Yohanes menuturkan, Grace berhasil mewujudkan impiannya menjadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, sekaligus mengharumkan nama NTT dengan prestasi luar biasa di tingkat nasional.

“Sejak kecil, Grace sudah memimpikan menjadi seorang Polwan. Pendidikan dasarnya dimulai di SD Imprese Tanangalu, berlanjut ke SMP Pancasila Lekeba’i, hingga menamatkan SMA di Frater Maumere. Namun, meraih cita-citanya bukan perkara mudah,”ungkapnya.

Ia mengatakan, Setelah lulus SMA, Grace memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah demi fokus pada cita-citanya.

“Ia mencoba mengikuti tes masuk Polwan, namun gagal. Tidak menyerah, Grace juga mencoba seleksi di Angkatan Laut, tetapi lagi-lagi hasilnya belum memihak,”kata Yohanes.

Bagi Yohanes, kegagalan demi kegagalan itu justru menjadi batu loncatan bagi Grace untuk terus bangkit.

“Grace menguatkan diri dan menggali potensi lain melalui olahraga pencak silat Perisai Diri, sebuah langkah yang kelak menjadi pembuka jalan baginya,”ujar Yohanes.

Yohanes menuturkan, dengan memiliki bakat luar biasa di bidang pencak silat. Ia berhasil menyabet juara kedua pada kejuaraan tingkat provinsi di Larantuka.

“Dengan modal prestasi ini, ia memberanikan diri mendaftar jalur Bakomsus (keahlian khusus) Polri di saat-saat terakhir menjelang penutupan pendaftaran,”tuturnya.

Dengan bangga dan terhatu, Yohanes menyebut, usaha keras puttinya terbayar lunas. Grace sukses menorehkan sejarah dengan meraih peringkat pertama di Polda NTT untuk jalur Bakomsus, membuktikan dirinya layak bersaing di tingkat nasional.

“Setelah lolos seleksi Polda NTT, Grace mengikuti pendidikan intensif di Sepolwan, Jakarta Selatan. Selama lima bulan, ia menempa diri bersama ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Semangatnya yang pantang menyerah membawa Grace masuk ke jajaran 100 siswa terbaik secara nasional, dengan menempati peringkat ke-78 dari 806 siswa,”sebut ayah yang seharian bekerja sebagai seorang petani.

Pada 18 Desember 2024, Grace resmi dilantik menjadi anggota Polwan Republik Indonesia.

Hari itu menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat NTT yang bangga atas pencapaian anak daerah mereka.

Bripka Grace Duasaru kini menjadi simbol kebanggaan dan inspirasi.

“Saya bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada keluarga serta semua pihak yang telah mendukung saya. Saya akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya demi mengharumkan nama NTT,” ujar Grace dengan penuh semangat.

Kisah Grace adalah bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras, keteguhan, dan doa.

Sebagai Polwan muda, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda NTT untuk tidak takut bermimpi dan berjuang.

Dengan semangat juangnya, Grace membawa harapan baru bagi tanah kelahirannya.

Ia tidak hanya menjadi Polwan, tetapi juga pelopor perubahan, bukti bahwa seorang anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di kancah nasional. *




Sambut HUT NTT ke-66, Ketua Dekranasda NTT Gelar Parade Tenun dan Hari NTT Bertenun

 

Kupang,nwartapedia.com  – Ketua Dekranasda dan Ketua Tim Prnggerak PKK provinsi Nusa Tenggara Timur, Nyonya Santi Ambarwati, SE, menggelar konferensi pers terkait rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-66 Nusa Tenggara Timur (NTT)  yang berlangsung di Lantai 1 Kantor Gubernur NTT pada Kamis (19/22/2024).

Salah satu agenda utama adalah Parade Tenun yang akan memperagakan berbagai motif tenun dari seluruh kabupaten/kota di NTT.

Nyonya Santi menjelaskan bahwa setiap kabupaten akan menggunakan tenun khas daerah masing-masing untuk menunjukkan keunikan budaya lokal.

Sementara itu, di tingkat provinsi, tenun dari seluruh daerah akan diperagakan, termasuk motif khas Kota Kupang.

“Motif tenun ini bukan hanya identitas budaya, tetapi juga usaha untuk mempromosikan karya NTT ke seluruh Indonesia dan dunia,” ujar Nyonya Santi.

Salah satu motif unggulan, Motif Sepe, kini sedang dalam proses pengurusan hak paten sebagai upaya pelestarian budaya.

Selain Parade Tenun, Nyonya Santi juga mengumumkan pencanangan 20 Desember sebagai Hari NTT Bertenun yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun NTT.

“Hari ini akan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat NTT untuk menggunakan tenun, baik pemerintah, swasta, hingga pelajar,” tambahnya.

Rangkaian acara juga mencakup aksi sosial berupa pemberian bingkisan untuk 1.700 anak stunting dari keluarga kurang mampu di Kota Kupang.

“Konsumsi yang disediakan untuk acara ini berbasis pangan lokal, seperti shotgun jagung rote, agar masyarakat semakin mengenal potensi pangan daerah,” ujarnya.

Acara ini juga melibatkan 51 UMKM yang memamerkan hasil kerajinan dan olahan pangan khas NTT.

Meski banyak UMKM yang berminat ikut serta, keterbatasan tempat menjadi kendala.

Namun, diharapkan partisipasi ini mampu mewakili potensi daerah.

Selain itu, aksi sosial berupa donasi untuk korban terdampak erupsi juga digelar, dengan minimal donasi Rp66 sebagai simbol HUT ke-66 NTT.

Panitia yang terdiri dari Dharma Wanita, PKK, Dekranasda, dan didukung Pemprov NTT berharap acara ini membawa kebahagiaan bagi masyarakat Kupang dan NTT secara umum.

“Kami ingin semua lapisan masyarakat merasakan kebersamaan dan kegembiraan di Hari NTT Bertemu,” tutup Nyonya Santi.

Acara puncak akan diakhiri dengan syukuran dan hiburan yang diharapkan menarik antusiasme masyarakat. (MI)

 

 




Pj. Gubernur NTT: Penyertaan Modal Bank NTT Sebesar Rp100 Miliar untuk Penguatan Ekonomi Daerah

 

Kupang,nwartapedia.com
Pj. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus Pemegang Saham Pengendali Bank NTT, Andriko Notosusanto memberikan keterangan pers terkait langkah strategis penyertaan modal Bank NTT sebesar Rp100 miliar.

Demikian disampaikan PSP Bank NTT, Andriko Notosusanto dalam konferensi pers yang berlangsung di Lanyai 2 Kantor Gubernur pada Kamis (19/12/2024).

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memperkuat modal inti Bank NTT dan meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Dalam kesemoatan tersebut, Pj. Gubernur menjelaskan bahwa Bank NTT memiliki potensi besar untuk menjadi institusi keuangan terpercaya.

“Bank NTT memiliki modal yang cukup baik, jaringan yang luas, dan pengalaman yang mumpuni. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk jajaran direksi, komisaris, dan mitra-mitra ekonomi yang turut mendukung upaya penguatan ini,” ujarnya.

Langkah penyertaan modal ini, menurut Pj. Gubernur, merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang dirintis dengan baik. Salah satu momen penting dalam proses ini adalah penandatanganan kerja sama antara Bank NTT dan Bank Jatim. Meskipun Pj. Gubernur tidak hadir secara langsung di acara tersebut karena menghadapi bencana banjir di beberapa wilayah, ia tetap berdiskusi secara intensif dengan pihak terkait mengenai sinergi antara kedua bank.

“Kami berharap jajaran direksi dan komisaris Bank NTT dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin, sehingga Bank NTT dapat menjadi bank yang profesional, terpercaya, dan benar-benar berkontribusi dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat NTT,” tegasnya.

Selain itu, Pj. Gubernur juga menyampaikan bahwa penguatan modal Bank NTT tidak hanya mengandalkan penyertaan modal, tetapi juga melalui peningkatan profitabilitas. Dalam hal ini, ia berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penyertaan modal segera disetujui oleh DPRD.

Pada penandatanganan kerja sama dengan Bank Jatim, delapan anggota DPRD dari Komisi III, termasuk Wakil Ketua DPRD, turut hadir untuk menyaksikan langsung prosesi tersebut.

“Kami mengajak seluruh kabupaten/kota di NTT sebagai pemegang saham untuk ikut serta dalam penyertaan modal ini. Dengan penguatan modal inti yang solid, Bank NTT dapat mencapai target modal inti lebih dari Rp3 triliun dan menjadi bank kebanggaan masyarakat NTT,” ungkapnya optimis.

Langkah ini diharapkan mampu mendukung visi pembangunan ekonomi NTT yang inklusif dan berkelanjutan melalui peran aktif lembaga perbankan daerah.

“Kita yakin dengan dukungan semua pihak, Bank NTT dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi di NTT,” pungkas Pj. Gubernur. (MI)

 

 




Ketua DPW PSI NTT Sambut Pendeta Dedy Markus Sebagai Kader Baru

 

Kupang, nwartapedia.com  – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Christian Widodo, menyampaikan rasa bangga dan terhormat atas bergabungnya Pendeta Dedy Markus, M.Mis sebagai kader baru PSI.

Dalam pernyataannya, Dr. Christian Widodo yang juga sebagai Walikota Kupang terpilih periode 2024-2029 menegaskan keyakinannya bahwa kehadiran Pendeta Dedy Markus akan membawa dampak positif bagi perjuangan PSI di NTT.

“Kami merasa senang, terhormat, dan bangga atas kedatangan Pak Pendeta Dedy Markus bergabung bersama kami,”ungkapnya 

“Kami yakin beliau akan menjadi kader yang baik, handal, setia, dan berguna bagi Provinsi tercinta kita ini,” tambah Ketua DPW PSI NTT tersebut.

Dr. Christian Widodo juga mengungkapkan bahwa PSI adalah rumah bagi orang-orang muda yang berkomitmen untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat melalui politik yang bersih dan progresif.

Pendeta Dedy Markus dinilai sebagai sosok yang tepat untuk memperkuat perjuangan PSI, khususnya di NTT.

Dr. Christian Widodo menambahkan, sebagai kader baru, Pendeta Dedy Markus akan didukung penuh oleh struktur dan keluarga besar PSI untuk menjalankan visi politiknya yang sejalan dengan nilai-nilai partai.

“Selamat datang dan selamat bergabung kepada Pak Pendeta. Mari kita bersama-sama melayani masyarakat dengan semangat solidaritas dan dedikasi. Salam Solidaritas!” tambah Dr. Christian Widodo.

Baginya dengan bergabungnya Pendeta Dedy Markus menambah deretan tokoh berkualitas dalam tubuh PSI NTT.

“Dengan semangat generasi muda, partai ini terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, termasuk peningkatan jumlah kursi legislatif di NTT dan keberhasilan kader-kader PSI dalam kontestasi politik,”kata dr Christian Widodo.

Salam solidaritas! Bersama PSI, mari wujudkan perubahan untuk NTT dan Indonesia yang lebih baik. (MI)