Yosep Lede Siap Pimpin DPD Pemuda Tani NTT, Dapat Sinyal Kuat dari DPP

 

Kupang,nwartapedia.com – Teka-teki mengenai siapa yang akan menahkodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menemui titik terang.

Nama Bupati Kupang, Yosep Lede, mencuat sebagai calon kuat untuk menduduki posisi strategis tersebut.

Dukungan terhadap Yosep datang langsung dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono, yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR RI.

Menanggapi sinyal dari DPP Pemuda Tani, Yosep Lede menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai Ketua DPD Pemuda Tani NTT.

“Saya siap menerima amanah yang diberikan oleh Ketua Umum DPP Pemuda Tani. Prinsipnya, saya tegak lurus dan satu komando dengan arahan pimpinan pusat,” tegas Yosep saat dikonfirmasi media, Rabu (8/5/2025).

Yosep yang juga kader tulen Partai Gerindra menilai bahwa keberpihakan partai terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani harus terus dikawal hingga ke tingkat daerah.

“Presiden Prabowo memberikan prioritas dan perhatian besar kepada perbaikan nasib petani. Sebagai kader Gerindra, saya siap mendukung kebijakan tersebut melalui wadah organisasi Pemuda Tani ini,” tambahnya.

Sementara itu, Caretaker Pengurus DPD Pemuda Tani NTT, Kristo Haki, membenarkan adanya dukungan dari DPP kepada Yosep Lede.

Kristo menyatakan bahwa kepengurusan saat ini siap mengamankan dan memfasilitasi proses transisi sesuai dengan aturan organisasi.

“Semangat Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia adalah agar kepengurusan di daerah dipimpin oleh sosok yang sevisi dengan pusat. Sosok Pak Yosep sangat representatif, selain menjabat sebagai Bupati, beliau juga kader Gerindra yang loyalitasnya tak diragukan,” jelas Kristo, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Pemuda Tani NTT.

Kristo menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif untuk mendukung proses peralihan kepengurusan dari pengurus lama ke struktur yang baru.

Dengan menguatnya dukungan dari pusat dan kesiapan dari daerah, besar kemungkinan Yosep Lede akan segera diumumkan secara resmi sebagai Ketua DPD Pemuda Tani NTT dalam waktu dekat. ***




Sakernas Februari 2025: Jumlah Angkatan Kerja di NTT Meningkat, Pengangguran Terbuka Naik Tipis

 

Kupang,nwartapedia.com  – Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025, jumlah angkatan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat mencapai 3,08 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,02 juta orang dibandingkan dengan Februari 2024.

Data ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B. Kale, dalam siaran resmi BPS pada Senin, 5 April 2025.

Meski jumlah angkatan kerja meningkat, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami penurunan sebesar 0,96 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal ini menunjukkan adanya penurunan proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi.

Penduduk yang bekerja pada Februari 2025 tercatat sebanyak 2,98 juta orang, meningkat 12,58 ribu orang dibandingkan Februari 2024.

Peningkatan terbesar tercatat pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yakni sebesar 89,01 ribu orang.

Namun demikian, proporsi pekerja formal di NTT menurun. Pada Februari 2025, sebanyak 0,76 juta orang atau 25,58 persen bekerja di sektor formal, mengalami penurunan sebesar 0,25 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, data juga menunjukkan kenaikan pada kategori setengah pengangguran sebesar 0,91 persen poin, yang mengindikasikan banyak pekerja yang belum bekerja secara optimal. Sebaliknya, jumlah pekerja paruh waktu menurun sebesar 0,89 persen poin.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami sedikit peningkatan. Pada Februari 2025, TPT tercatat sebesar 3,23 persen, naik 0,06 persen poin dari Februari 2024.

BPS menyebutkan bahwa dinamika ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap kualitas pekerjaan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja di NTT, terutama di sektor informal yang masih mendominasi. (MI)




Transportasi Udara dan Laut NTT Maret 2025 Meningkat, Penumpang Kapal Naik Lebih dari 120 Persen

 

Kupang,nwartapedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat adanya peningkatan signifikan pada aktivitas transportasi laut dan udara di wilayah tersebut selama Maret 2025.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Aula Kantor BPS NTT, Jumat (2/5/2025).

Jumlah penerbangan angkutan udara selama Maret 2025 tercatat sebanyak 2.172 penerbangan, terdiri atas 1.087 penerbangan berangkat dan 1.085 penerbangan datang.

Angka ini mengalami kenaikan sebesar 6,52 persen dibandingkan Februari 2025.

Namun, secara tahunan, jumlah tersebut turun 20,61 persen dibandingkan Maret 2024.

Bandara Eltari, Kupang menjadi kontributor terbesar dengan andil 38,54 persen dari total penerbangan, diikuti Bandara Komodo, Labuan Bajo dengan andil 23,20 persen.

Jumlah penumpang angkutan udara pada Maret 2025 mencapai 167.392 orang, naik 11,80 persen dari bulan sebelumnya, namun masih lebih rendah 9,41 persen dibandingkan Maret 2024.

Transportasi laut menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih signifikan.

Jumlah pelayaran selama Maret 2025 mencapai 4.834 pelayaran, naik 28,70 persen dibandingkan Februari dan meningkat 26,68 persen dibandingkan Maret tahun lalu.

Jumlah penumpang angkutan laut bahkan melonjak drastis mencapai 692.296 orang, yang terdiri dari 356.818 penumpang naik dan 335.478 penumpang turun.

Angka ini meningkat 27,12 persen secara bulanan dan 120,67 persen secara tahunan.

Kepala BPS NTT menyebutkan bahwa peningkatan volume transportasi, khususnya di sektor laut, menjadi indikator membaiknya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.

“Data ini penting untuk membaca pola pergerakan dan kebutuhan infrastruktur transportasi di NTT ke depan,” ujar Matamira B. Kale. (MI)




Gubernur NTT Melki Laka Lena Melayat Ke Rumah Duka Raymundus Fernandes

 

Kefa,nwartapedia.com – Di sela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyempatkan diri untuk melayat ke rumah duka mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, di Kota Kefamenanu, Jumat (28/3/2025).

Kehadiran Gubernur NTT di rumah duka disambut langsung oleh istri almarhum, Kristina Muki, ibu almarhum, serta keluarga besar.

Suasana duka menyelimuti rumah almarhum saat Kristina Muki tidak dapat menyembunyikan kesedihannya di hadapan Gubernur Melki.

Dengan penuh empati, Gubernur Melki memeluk Kristina dan berusaha menenangkan serta memberikan penghiburan di tengah tangis kesedihan yang mendalam.

Dalam sambutannya di hadapan keluarga dan para pelayat, Gubernur Melki mengenang sosok Raymundus Fernandes sebagai seorang pekerja keras dan pelayan masyarakat yang tulus.

“Saya mengenal Pak Raymundus sebagai politisi yang betul-betul mengakar ke bawah. Dia adalah sosok yang apa adanya, tidak suka basa-basi, dan memiliki kemampuan luar biasa dalam mengorganisir rakyat. Sejak masih menjadi aktivis, saya sudah melihat bakat kepemimpinannya. Tidak heran jika ia menjadi pemimpin politik di usia muda dan kemudian dipercaya memimpin Kabupaten TTU selama dua periode,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur Melki menambahkan bahwa kepergian Raymundus Fernandes merupakan kehilangan besar bagi masyarakat NTT.

“Kami sangat kehilangan salah seorang kaka, sahabat, dan putra daerah terbaik NTT. Dari Kaka Ray, kita belajar bahwa politik adalah medan pengabdian yang harus dilakukan dengan penuh dedikasi. Selamat jalan Kaka Ray, kami percaya bahwa ini adalah bagian dari rencana Tuhan. Kepada istri, anak-anak, dan keluarga yang ditinggalkan, saya berharap agar tetap kuat dan tegar serta terus melanjutkan perjuangan almarhum dalam melayani masyarakat,” tuturnya.

Kronologi Kecelakaan

Sebelumnya, Raymundus Fernandes dikabarkan meninggal dunia setelah perahu Lampara yang ditumpanginya bersama tujuh orang lainnya tenggelam di Perairan Oebubun, Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten TTU, pada Kamis (27/3/2025) dini hari.

Dari delapan penumpang, tiga orang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang hingga ke pesisir pantai, sementara dua orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian oleh tim SAR.

Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat TTU dan NTT secara keseluruhan.

Raymundus Fernandes, yang dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, kini telah berpulang, namun semangat pengabdiannya diharapkan terus menjadi inspirasi bagi banyak orang. ***




BGN Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di NTT, Pastikan Standar dan Manfaat Terjaga

 

Kupang,nwartapedia.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Tim Sistem dan Tata Kelola (Sistakol) telah menyelesaikan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini berlangsung pada 24-26 Maret 2025, dengan fokus utama memastikan bahwa dapur-dapur MBG beroperasi sesuai dengan standar dan prosedur BGN, baik dari aspek administrasi, kesiapan dapur, kualitas gizi, maupun dukungan dari yayasan dan mitra.

Tim Sistakol BGN yang dipimpin oleh RB. Nuriana Alim Putra, didampingi oleh Hurin Safira dan Raisha Azizahra S, mengunjungi sejumlah dapur MBG di Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu.

Selain mengevaluasi kesiapan dapur yang akan mulai beroperasi pada April 2025, kunjungan ini juga menjadi ajang diskusi dengan para mitra dan yayasan mengenai implementasi program di daerah.

Selama kunjungan, RB. Nuriana Alim Putra menekankan pentingnya standar BGN dalam setiap tahapan penyelenggaraan MBG, mulai dari infrastruktur dapur, proses persiapan makanan, hingga distribusi ke penerima manfaat.

“Kami ingin memastikan bahwa dapur-dapur MBG di NTT beroperasi sesuai standar BGN. Tidak hanya dari segi fisik bangunan dan alur kerja di dapur, tetapi juga memastikan bahwa makanan yang diterima anak-anak memiliki kandungan gizi yang optimal,” jelasnya.

Di sisi lain, Hurin Safira menegaskan bahwa setiap dapur wajib mengikuti SOP kesehatan dan gizi, dengan pendampingan langsung dari ahli gizi.

 “Kami mengingatkan agar ada komunikasi yang baik antara pengelola dapur dan tenaga gizi. Setiap bahan makanan yang diproses harus tetap bernilai gizi hingga sampai ke penerima manfaat,” katanya.

Selain pemantauan teknis, tim BGN juga berdiskusi dengan yayasan dan mitra di daerah untuk memahami tantangan serta peluang dalam pelaksanaan program MBG di wilayah NTT.

Tim Sistakol melakukan kunjungan ke berbagai dapur selama tiga hari, dimulai dari Kota Kupang yang mencakup dapur Kelapa Lima 1, Oesapa, Kelapa Lima 2, Oebobo 2, Oebobo 1, dan Alak.

Pada hari kedua, tim bergerak menuju Kabupaten TTS untuk meninjau dapur Soe Kota, kemudian ke Kabupaten TTU dengan mengunjungi dapur Naiola Bikomi Selatan, Yabiku, dan Maubesi Insana, sebelum akhirnya menutup hari dengan dapur Beirafu Kota Atambua di Kabupaten Belu.

Di hari ketiga, tim menyelesaikan evaluasi di Kabupaten Belu, dengan mengunjungi dapur Kuneru, Fatubenao, Motabuik, Kimbana, dan Raimanuk.

Para pengelola dapur dan mitra MBG menyambut baik kunjungan tim BGN, yang dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelancaran program di daerah.

Fatima Luan, pengelola dapur Fatubenao, mengaku antusias dengan evaluasi yang dilakukan langsung oleh tim BGN.

 “Kunjungan ini sangat berarti bagi kami. Pak Putra dan tim sudah melihat langsung kondisi dapur, memberikan masukan dan arahan agar kami bisa menyesuaikan dengan standar BGN. Kami siap melakukan perbaikan, terutama dalam alur proses kerja di dapur,” ujarnya.

Fatima juga menekankan bahwa MBG bukan hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat sekitar.

 “Kami sudah mulai mengajak warga untuk menanam sayur yang nantinya bisa dipasok ke dapur MBG. Selain itu, program ini jelas membawa manfaat bagi anak-anak dari segi gizi,” tambahnya.

Sementara itu, Januaria Ewalde Berek, mitra dapur Raimanuk, mengapresiasi dukungan BGN dalam menghadirkan dapur di wilayahnya.

“Kami baru mulai membangun dapur, dan program ini benar-benar akan bermanfaat bagi anak-anak kami, terutama mereka yang tinggal di perbatasan dengan Timor Leste. Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah, khususnya dari Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Kegiatan Monev ini juga didampingi oleh berbagai perwakilan terkait, seperti Fransiskus C. Teda (PIC dapur MBG se-Flores Raya), Kristo Tpoy (perwakilan SPPI NTT), Jim Sarmento (perwakilan mitra MBG Kota Kupang), dan Isidorus Lilijawa (tim media BGN zona NTT).

Dengan evaluasi ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terus berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak serta masyarakat di NTT.

#BGN #MakanBergiziGratis #NTT #MBG #GiziUntukAnak. ***




PWI NTT Gelar Diskusi Publik, Bahas Komitmen Pemerintah Daerah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

 

Kupang,nwartapedia.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025 sekaligus HUT ke-79 PWI. Acara yang bertajuk “Membedah dan Mengawal Visi Ekonomi Kepala Daerah di NTT” ini berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, pada Senin, 24 Maret 2025.

Diskusi ini dihadiri oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, kepala daerah, tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan berbagai institusi.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena mengapresiasi PWI NTT atas terselenggaranya diskusi publik ini. Menurutnya, diskusi semacam ini memberikan kontribusi besar dalam mengawal visi ekonomi kepala daerah di NTT.

“Apresiasi kepada teman-teman wartawan yang menyelenggarakan diskusi ini dan juga selamat ulang tahun kepada PWI yang telah memasuki usia ke-79,” ujar Gubernur Melki.

Ia menekankan bahwa NTT terus membuka peluang investasi yang sehat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita semua harus berbenah agar investasi yang masuk dapat dikelola dengan baik. Kami juga telah melakukan pertemuan dengan para menteri di Jakarta untuk menyelaraskan program pembangunan di NTT dengan dukungan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Melki juga menyoroti kesepakatan bersama kepala daerah di NTT untuk mempercepat pembangunan Mall Pelayanan Publik yang ditargetkan beroperasi paling lambat Juni 2025.

“Mall Pelayanan Publik akan menjadi pusat layanan perizinan usaha yang lebih profesional dan transparan, sehingga dapat mendorong investasi dan kewirausahaan di NTT,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI NTT, Hilarius F. Jahang, menyatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk menyelaraskan visi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

“PWI NTT juga menyoroti pentingnya pemberitaan yang berkualitas dan sesuai kode etik jurnalistik, mengingat masih ada kasus-kasus pelanggaran yang sedang ditangani Dewan Pers,” ungkap Hilarius.

Diskusi ini menghadirkan empat pembicara utama, yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega, Deputi Kepala Perwakilan BI NTT Pratyaksa Candraditya, Plt Direktur Utama Bank NTT Yohanes Landu Praing, serta pengamat ekonomi Frits O. Fanggidae.

Acara ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersinergi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di NTT. ***




Mantan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes Meninggal Dunia dalam Insiden Laut di Oebubun

 

 

Kefamenanu,nwartapedia.com – Mantan Bupati Timor Tengah Utara (TTU) dua periode, Raymundus Sau Fernandes, ditemukan meninggal dunia setelah perahu lampara yang digunakannya untuk memancing tenggelam di perairan Oebubun, Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, pada Rabu (26/3).

Tragedi ini terjadi ketika Raymundus bersama beberapa rekannya memancing di tengah laut.

Namun, cuaca buruk dan gelombang tinggi menyebabkan perahu mereka kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam.

Tim SAR, aparat kepolisian, serta masyarakat setempat segera melakukan pencarian intensif.

Setelah beberapa jam pencarian, jasad Raymundus ditemukan di area laut yang dikenal sebagai “Kolam Tua” dalam kondisi tak bernyawa.

Raymundus Sau Fernandes merupakan sosok yang dihormati dan dicintai masyarakat TTU.

Lahir pada 31 Agustus 1972, ia mengabdikan diri sebagai Wakil Bupati TTU periode 2005–2010 sebelum akhirnya terpilih menjadi Bupati TTU selama dua periode, dari 2010 hingga 2021.

Di bawah kepemimpinannya, TTU mengalami berbagai kemajuan di sektor pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kepergiannya membawa duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat TTU yang mengenalnya sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat dan penuh kepedulian.

Sejumlah tokoh daerah serta masyarakat luas menyampaikan belasungkawa, mengenang jasanya dalam membangun daerah dan memperjuangkan kesejahteraan warga.

Saat ini, jenazah Raymundus telah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan sesuai adat istiadat setempat.

Sementara itu, pihak berwenang masih mendalami insiden ini guna memastikan penyebab pasti tenggelamnya perahu yang merenggut nyawa mantan bupati tersebut.

Kepergian Raymundus Sau Fernandes menjadi kehilangan besar bagi TTU. Warisannya sebagai pemimpin yang berdedikasi akan terus dikenang oleh masyarakat yang pernah dipimpinnya. ***




Menteri UMKM Maman Abdurahman Tegaskan UMKM NTT Adalah Prioritas Utama

 

Jakarta,nwartapedia.com  – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh perkembangan UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam pertemuan bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan para kepala daerah se-NTT di kantor Kementerian UMKM di Jakarta, Rabu (19/3/2025).

Menteri Maman menyampaikan bahwa pihaknya siap mengikuti setiap arahan dari Pemprov NTT demi kemajuan UMKM di wilayah tersebut.

“UMKM NTT adalah prioritas utama saya. Semua instruksi Pak Gubernur NTT untuk UMKM, saya dukung penuh!” tegas Menteri Maman.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Maman menegaskan bahwa Kementerian UMKM mendukung penuh program One Village One Product yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi NTT.

Program ini bertujuan untuk memperkuat hilirisasi produk unggulan desa agar memiliki nilai tambah serta daya saing lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional.

Sebagai langkah konkret, Kementerian UMKM akan menggelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di NTT pada Oktober 2025.

Acara ini akan menjadi ajang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, mendapatkan akses permodalan, serta perlindungan usaha.

Festival ini juga akan melibatkan berbagai lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), BPOM, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Askrindo, Jamkrindo, serta kementerian terkait lainnya.

“Festival ini adalah kesempatan emas bagi UMKM NTT untuk berkembang lebih pesat. Kami akan memastikan seluruh dukungan yang dibutuhkan tersedia,” ujar Menteri Maman.

Menteri Maman mengidentifikasi dua tantangan utama yang masih dihadapi UMKM di NTT, yaitu Akses Pendanaan – Banyak pelaku UMKM masih kesulitan memperoleh modal usaha dan Persaingan dengan Pemain Besar – Pasar masih didominasi oleh perusahaan besar, sehingga UMKM sulit bersaing.

Untuk mengatasi permasalahan pendanaan, Kementerian UMKM akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1 triliun melalui Bank NTT.

Namun, Menteri Maman menegaskan bahwa pencairan dana ini bergantung pada kesiapan Bank NTT dalam memenuhi persyaratan administratif, transparansi laporan keuangan, serta likuiditas yang kuat.

“Saya ingin Bank NTT menunjukkan komitmen mereka. Jika mereka bisa memenuhi standar yang ditetapkan, kami akan segera mengucurkan dana KUR ini agar benar-benar bermanfaat bagi UMKM di NTT,” kata Maman.

Selain pendanaan, Menteri Maman juga menegaskan pentingnya perlindungan negara terhadap UMKM, termasuk dalam bentuk insentif pajak dan kebijakan afirmatif.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021, pemerintah akan memastikan

 40 persen belanja daerah dialokasikan untuk produk UMKM.

30 persen infrastruktur publik disediakan untuk penjualan UMKM.

30 persen biaya sewa tempat promosi lebih rendah dibandingkan tarif komersial.

50 persen keringanan biaya pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Kami ingin UMKM NTT memiliki daya saing kuat dan terus berkembang. Dengan perlindungan serta kebijakan afirmatif ini, saya yakin UMKM bisa naik kelas,” ujar Maman.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik dukungan dari Kementerian UMKM. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memajukan UMKM di NTT.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap UMKM di NTT. Festival UMKM nanti akan menjadi momentum besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Gubernur Melki.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan UMKM di NTT semakin maju, memiliki daya saing tinggi, dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah maupun nasional. ***




Gubernur NTT dan Kepala Daerah Se-NTT Bahas Program Gizi dan Pendidikan dengan Pemerintah Pusat

 

Jakarta,nwartapedia.com – Gubernur NTT, Melki Laka Lena, bersama para Bupati/Wali Kota se-NTT, melaksanakan pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, guna memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam pembangunan di NTT.

Pertemuan pertama berlangsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membahas implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa Pemerintah Pusat akan mengalokasikan dana sebesar Rp9 triliun untuk membangun 696 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di NTT, guna meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus mendorong perekonomian lokal.

“Saat ini di NTT baru terdapat 17 SPPG. Dengan adanya tambahan 696 SPPG, layanan pemenuhan gizi akan mencakup 1,5 juta siswa, dengan setiap unit rata-rata melayani 3.000 anak. Dari total anggaran, 85% akan digunakan untuk pengadaan bahan baku, sedangkan 15% lainnya dialokasikan untuk pembiayaan jasa, termasuk tenaga pemasak dan pekerja lainnya,” jelas Dadan Hindayana.

Kebijakan ini disambut positif oleh Gubernur dan Para Kepala Daerah se-NTT, mengingat dampaknya yang besar bagi kesejahteraan masyarakat dan ekonomi daerah.

“Kami menyambut baik program ini karena memberikan dampak langsung terhadap masyarakat dan perekonomian daerah. Dana Rp9 triliun ini jumlahnya dua kali lipat dari APBD NTT. Ini kesempatan besar bagi kami untuk menggerakkan ekonomi rakyat guna mendukung Program MBG,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.

Setelah pertemuan dengan Badan Gizi Nasional, Gubernur Melki Laka Lena beserta rombongan melanjutkan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, beserta jajarannya di Kemendikdasmen RI.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah NTT dan Kemendikdasmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di NTT, terutama dalam memastikan pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan berkualitas.

“Kami melakukan pertemuan bersama Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai momentum penting dalam menyusun langkah strategis untuk menghadapi tantangan pendidikan di NTT. Kami ingin memastikan bahwa kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas di NTT dapat tercapai melalui sinergitas antara Pemerintah Daerah dan Kemendikdasmen,” ungkap Gubernur Melki.

Kedua pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat dalam membangun sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat, yang merupakan pilar utama pembangunan manusia.

Dengan adanya investasi besar dalam gizi anak-anak dan peningkatan kualitas pendidikan, diharapkan generasi muda NTT dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah serta bangsa. ***




Wakil Gubernur NTT Sambut Kedatangan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia di Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menyambut kedatangan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia (Nuncio) – Mgr. Piero Pioppo di VIP Pemda Bandara El Tari Kupang, Rabu (19/3).

Dalam penyambutan tersebut, Wagub Johni Asadoma mengalungkan kain adat Timor sebagai bentuk penghormatan kepada Monsinyur Piero Pioppo.

“Selamat datang kembali di Kupang, Bapa Monsinyur. Semoga selalu dalam keadaan sehat dan semoga Kota Kasih ini memberikan kenyamanan dalam karya pelayanan Bapa Monsinyur,” ujar Johni Asadoma.

Kunjungan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia ke Kupang kali ini bertujuan untuk menghadiri Perayaan Ekaristi Penerimaan Pallium bagi Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.

Acara ini akan berlangsung di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang, pada Rabu (19/3).

Pallium sendiri merupakan lambang otoritas dan persatuan dengan Paus, yang diberikan kepada seorang Uskup Agung sebagai bentuk mandat dari Takhta Suci Vatikan dalam memimpin keuskupan yang dipercayakan kepadanya.

Turut hadir dalam penyambutan Mgr. Piero Pioppo, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bernadetha M. Uskono, Inspektur Daerah, Stefanus Halla, Kepala Dinas Sosial, Kanisius Mau, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Viktor Manek, Para Imam Keuskupan Agung Kupang.

Kedatangan Duta Besar Vatikan ini semakin memperkuat identitas Kupang sebagai Kota Kasih, yang menjunjung tinggi toleransi, kebersamaan, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Provinsi NTT berharap kunjungan Monsinyur Piero Pioppo dapat semakin mempererat hubungan antara Vatikan dan umat Katolik di NTT, serta memberikan berkat bagi kehidupan rohani masyarakat di daerah ini. ***