Gubernur NTT Luncurkan NTT Mart dan Dapur Flobamorata di Ende

Ende, nwartapedia.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi meluncurkan program NTT Mart berbasis One School One Product (OSOP) di SMK Negeri 2 Ende, Minggu (19/4/2026).

Pada kesempatan terpisah di hari yang sama, ia juga meresmikan Dapur Flobamorata di SMKN 1 Ende sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi berbasis sekolah.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa dunia pendidikan di NTT harus mengalami transformasi, tidak lagi hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menciptakan produk dan menggerakkan ekonomi daerah.

Hal ini dinilai penting mengingat kondisi defisit perdagangan NTT yang mencapai Rp51 triliun.

Menurutnya, kehadiran NTT Mart dan Dapur Flobamorata menjadi langkah konkret dalam mendorong hilirisasi produk sekolah, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

Ia menekankan bahwa hasil produksi tidak boleh berhenti pada bahan mentah, tetapi harus melalui tahapan pengolahan agar memiliki nilai tambah.

“Semua proses harus terintegrasi, dari tanam, panen, olah, kemas, sampai jual. Di situlah nilai ekonomi tercipta,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti tiga pilar utama pendidikan di NTT yang harus berjalan seimbang, yakni akademik, karakter, dan kewirausahaan.

Ia menegaskan bahwa kemampuan akademik tetap menjadi fondasi utama, namun harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat.

Selain itu, kewirausahaan menjadi aspek penting untuk menjawab tantangan ekonomi daerah.

Ia menyebut program OSOP sebagai bagian dari strategi besar bersama konsep One Village One Product (OVOP) dan One Community One Product (OCOP), yang seluruh produknya akan dipasarkan melalui NTT Mart.

“NTT tidak boleh terus bergantung pada produk luar. Kita harus jadi produsen dan membeli produk sendiri,” ujarnya.

Sebagai upaya menciptakan pasar, Pemerintah Provinsi NTT juga merancang kebijakan belanja Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk produk lokal, meski implementasinya masih menunggu kesiapan produksi.

Gubernur turut mendorong sekolah, khususnya SMK, untuk mengembangkan unit usaha berbasis potensi lokal seperti pertanian, peternakan, hingga pariwisata.

Ia menekankan bahwa proses pembelajaran harus berbasis praktik nyata agar siswa memiliki keterampilan dan pengalaman langsung.

“Belajar tidak cukup di kelas. Harus di kebun, di kandang, di lapangan usaha. Anak-anak harus tahu cara produksi sampai menghitung keuntungan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah berbasis sekolah dan masyarakat.

Ia menyebut NTT Mart akan menjadi etalase produk unggulan daerah, sedangkan Dapur Flobamorata berperan sebagai pusat inovasi kuliner dan praktik kewirausahaan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menambahkan bahwa Ende menjadi kabupaten kelima yang menjalankan program ini setelah Kota Kupang, Belu, TTU, dan TTS.

Ia menegaskan pentingnya pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan dunia kerja dan pasar, dengan target minimal 50 persen lulusan dapat langsung terserap.

“Sekolah harus menjadi pusat produksi dan pembelajaran yang menghasilkan nilai ekonomi nyata bagi siswa,” ujarnya.

Peluncuran NTT Mart dan Dapur Flobamorata di Ende menandai langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam menggeser paradigma pembangunan dari konsumtif ke produktif, dengan sekolah sebagai motor penggerak ekonomi daerah. *




Gubernur NTT Buka Smater Ndao Cup IV, Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Atlet Muda

Ende, nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Smater Ndao Cup IV yang digelar di SMA Katolik Frateran Ndao Ende, Sabtu (18/4/2026).

Ajang ini mempertemukan pelajar tingkat SMP/MTs dari seluruh wilayah NTT dalam berbagai cabang lomba seperti voli putra-putri, futsal, dan e-sport Free Fire.

Sebanyak 29 kontingen ambil bagian dalam turnamen tersebut. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan bakat serta pembentukan karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi pihak sekolah yang konsisten menghadirkan kegiatan positif bagi pelajar.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya dapat kembali ke lingkungan pendidikan yang memiliki nilai historis baginya.

Gubernur mendorong agar Smater Ndao Cup ke depan dapat ditingkatkan menjadi ajang yang lebih besar, bahkan berpotensi menjadi Piala Gubernur melalui sinergi dengan para kepala sekolah di NTT.

Ia juga berharap turnamen ini mampu melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang bisa mewakili NTT di ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menurutnya, kompetisi sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak prestasi olahraga.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas.

Ia mengingatkan bahwa setiap pertandingan harus dijalani dengan semangat fair play, serta menerima hasil dengan sikap dewasa.

Sementara itu, Kepala SMA Katolik Frateran Ndao, Albertus Sukatno, menyampaikan bahwa Smater Ndao Cup telah menjadi tradisi sekolah dalam membina karakter siswa melalui kegiatan positif.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, dan persaudaraan menjadi inti dari penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, ajang tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar untuk membangun relasi dan mempererat kebersamaan.

Turnamen Smater Ndao Cup IV diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten di daratan Flores dan Timor, dan akan berlangsung hingga 29 April 2026 di Lapangan Mardiwiyata. *




Kupang Jadi Pusat Solidaritas Nasional, Malam Amal Kanker Satukan Harapan dan Aksi Nyata

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat kebersamaan dalam menghadapi kanker mengemuka dalam kegiatan Malam Galang Dana atau Charity Night yang digelar dalam rangka peringatan World Cancer Day Indonesia 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (18/4) malam.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa perjuangan melawan kanker membutuhkan keterlibatan semua pihak tanpa memandang latar belakang.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan simbol kolaborasi yang menyatukan pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, hingga masyarakat luas.

“Perjuangan ini adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bersatu, akan lahir kekuatan besar yang mampu menghadirkan harapan bagi para pasien kanker,” ujarnya.

Acara yang mengangkat tema “United by Unique: Stronger Together, Powered by Hope” ini turut dihadiri Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang NTT periode 2026–2031, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, bersama jajaran TP PKK, unsur Forkopimda, tenaga medis, komunitas penyintas, serta perwakilan organisasi onkologi nasional dan internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Johni menekankan bahwa penunjukan Kupang sebagai tuan rumah peringatan nasional menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat terkait pencegahan dan deteksi dini kanker.

Ia juga mengakui bahwa tantangan penanganan kanker di NTT masih cukup besar, terutama terkait keterlambatan diagnosis, keterbatasan akses layanan, serta beban ekonomi pasien.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah mendorong terbentuknya kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat, termasuk peningkatan literasi kesehatan, pemberdayaan perempuan sebagai agen kesehatan keluarga, serta penguatan jaringan layanan kanker di wilayah NTT.

Dana yang berhasil dihimpun dalam malam amal tersebut diharapkan dapat mendukung program deteksi dini, akses pengobatan, edukasi masyarakat, hingga pendampingan bagi pasien dan penyintas kanker.

Sementara itu, Mindriyati Astiningsih Laka Lena menegaskan komitmen YKI NTT untuk terus memperluas peran dalam pengendalian kanker melalui sinergi dengan berbagai pihak.

Ia menilai, keterlibatan tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga komunitas menjadi kunci dalam membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat menghadapi kanker.

“Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat, masyarakat NTT dapat menjadi lebih sadar, lebih tanggap, dan lebih berdaya dalam menghadapi kanker,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol bahwa perjuangan melawan kanker tidak hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang solidaritas, kepedulian, dan harapan yang terus dijaga bersama. (MI)




Gubernur NTT Dorong Disiplin Pengelolaan Kendaraan Dinas dan Kepatuhan Pajak ASN

Kupang, nwartapedia.com – Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) dalam pengelolaan kendaraan dinas, termasuk kepatuhan terhadap kewajiban pajak dan kelengkapan administrasi.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel kendaraan dinas lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang digelar di halaman rumah jabatan gubernur, Kamis (16/4/2026).

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa kendaraan dinas merupakan aset negara yang harus dikelola secara tertib, baik dari sisi administrasi maupun kondisi fisik.

Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan setiap kendaraan dinas terdata dengan baik dan dalam keadaan layak operasional.

“Setiap kendaraan dinas harus dirawat secara rutin dan diperiksa secara berkala. Jika ada kendala, segera dilaporkan agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga mengingatkan bahwa kepatuhan pajak harus dimulai dari lingkungan internal pemerintah sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat.

Menurutnya, ASN memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik terkait kewajiban perpajakan, sehingga harus terlebih dahulu menunjukkan kepatuhan dari dalam institusi.

“Kalau kita sudah tertib, kita bisa menjadi contoh dan lebih percaya diri mengajak masyarakat untuk taat pajak,” tegasnya.

Kegiatan apel ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Aset Daerah Provinsi NTT, Johny Ataupah, dengan diikuti sebanyak 120 unit kendaraan dinas yang terdiri dari 45 unit sepeda motor dan 75 unit mobil.

Dalam rangkaian kegiatan, Gubernur bersama jajaran pimpinan perangkat daerah serta perwakilan PT Jasa Raharja turut melakukan peninjauan langsung terhadap kendaraan dinas.

Pemeriksaan meliputi kelengkapan dokumen serta kondisi fisik kendaraan guna memastikan kesiapan operasional di lapangan.

Pemerintah Provinsi NTT berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran ASN dalam pengelolaan aset daerah sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kepatuhan pajak yang lebih optimal.***




KADIN NTT dan KPP Pratama Kupang Perkuat Sinergi, Dorong Kepatuhan Pajak Pelaku Usaha

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memperkuat kepatuhan pajak di kalangan pelaku usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus digalakkan melalui kolaborasi lintas lembaga.

Hal ini tercermin dalam kunjungan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang, Jehuda Bil Jonas Zacharias, ke Kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Perpajakan Ferry Vincentsius serta Direktur Eksekutif Mercy Siubelan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif.

Dalam kesempatan itu, Jehuda yang merupakan putra daerah asal Rote menyampaikan komitmennya untuk membangun kemitraan strategis dengan KADIN NTT.

Ia menilai peran KADIN sangat penting dalam menjangkau pelaku usaha di berbagai sektor guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak.

Menurutnya, transformasi sistem perpajakan yang semakin modern, termasuk penerapan Coretax, menuntut para pelaku usaha untuk terus memperbarui pemahaman mereka terhadap regulasi yang berlaku.

“Kami ingin KADIN menjadi mitra dalam menyosialisasikan kebijakan perpajakan. Perubahan sistem yang semakin maju harus diimbangi dengan pemahaman yang baik dari para wajib pajak,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bobby Lianto menyatakan kesiapan KADIN NTT untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi perpajakan di kalangan pengusaha.

Ia menegaskan bahwa KADIN memiliki jaringan luas yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan edukasi secara efektif.

“Kami siap menjadi jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha. Edukasi perpajakan sangat penting agar para pengusaha dapat menjalankan kewajibannya dengan benar,” ungkap Bobby.

Lebih lanjut, Bobby juga mengundang jajaran KPP Pratama Kupang untuk berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Kabupaten (Mukab) KADIN yang akan digelar pada 24 April 2026 di Rote.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk memberikan sosialisasi langsung kepada pelaku usaha di daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara otoritas pajak dan dunia usaha.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pelaku usaha yang belum sepenuhnya memahami aturan perpajakan, sehingga membutuhkan pendampingan yang intensif.

“Kami berharap ada pembinaan yang konsisten. Dengan pemahaman yang baik, para pengusaha tidak hanya terhindar dari sanksi, tetapi juga dapat berkontribusi lebih optimal bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Melalui sinergi yang terjalin antara KADIN NTT dan KPP Pratama Kupang, diharapkan tingkat kesadaran serta kepatuhan pajak pelaku usaha di NTT terus meningkat, seiring dengan penguatan edukasi dan komunikasi yang berkelanjutan. *




Terpisah Tiga Dekade, Alumni SMAN 1 Wolowaru Dipertemukan Kembali Lewat WhatsApp

Ende, nwartapedia.com – Setelah terpisah selama kurang lebih 30 tahun, para alumni SMAN 1 Wolowaru akhirnya kembali terhubung dan berkumpul melalui sebuah grup WhatsApp yang menjadi jembatan silaturahmi lintas waktu.

Momen reuni ini menjadi peristiwa penuh haru dan nostalgia, di mana kenangan masa putih abu-abu kembali hidup di tengah percakapan hangat para alumni.

Grup WhatsApp tersebut menjadi wadah utama untuk menyatukan kembali teman-teman lama yang sempat terputus komunikasi selama puluhan tahun.

Inisiatif ini digagas oleh salah satu alumni, Hadija Remo, yang akrab disapa Isha.

Ia berperan sebagai admin grup yang berhasil mengumpulkan kembali rekan-rekannya dari berbagai daerah untuk saling terhubung dan merencanakan reuni.

Kepada media ini, Isha mengungkapkan bahwa terbentuknya grup tersebut berawal dari rasa rindu yang mendalam terhadap masa-masa SMA.

“Rasa kangen itu muncul begitu saja. Kenangan waktu SMA terasa begitu indah, dan rasanya ingin kembali ke masa itu. Dari situ saya mulai menghubungi teman-teman satu per satu,” ujarnya Senin (13/4/2016).

Menariknya, para alumni yang kini telah tersebar dan tinggal berjauhan di berbagai daerah menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk bisa bertemu kembali.

Kerinduan yang selama ini terpendam akhirnya menemukan ruang untuk terwujud melalui rencana reuni yang tengah dipersiapkan.

Isha juga menambahkan bahwa hingga saat ini masih ada sejumlah teman yang belum bergabung dalam grup WhatsApp tersebut. Namun, pihaknya terus berupaya untuk mencari dan menghubungi mereka agar seluruh alumni dapat kembali terhubung.

“Masih ada teman-teman yang belum masuk grup, tapi kami akan terus mencari dan mengajak mereka agar semuanya bisa bergabung,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, grup tersebut semakin aktif dengan berbagai interaksi yang membangkitkan kenangan lama.

Para anggota saling berbagi cerita kehidupan, kabar terbaru, hingga mengirimkan foto-foto lama sebagai bentuk nostalgia.

Foto-foto kenangan tersebut menjadi pemantik cerita yang mempererat kembali hubungan emosional antar alumni.

Tawa dan kisah masa lalu pun kembali mengalir, seolah menghapus jarak waktu yang telah memisahkan mereka selama puluhan tahun.

Tak hanya sekadar wacana, persiapan reuni pun mulai dimatangkan. Mulai dari penentuan konsep kostum yang akan dikenakan saat reuni, hingga rencana pembuatan lagu mars reuni sebagai simbol kebersamaan, semuanya telah mulai direncanakan oleh para alumni.

Rencana pertemuan ini diharapkan menjadi puncak dari kebersamaan yang kembali terjalin, sekaligus menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan serta mengenang perjalanan hidup yang telah dilalui masing-masing.

Reuni 30 tahun ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi bukti bahwa persahabatan sejati mampu bertahan melampaui waktu, jarak, dan kesibukan hidup. (MI)




“Asa dan Rasa” Diluncurkan, Potret Satu Tahun Kepemimpinan NTT Diuji Publik

Kupang, nwartapedia.com  – Peluncuran buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” yang digelar di Aula El Tari, Kamis (9/4/2026), menjadi panggung refleksi terbuka atas perjalanan satu tahun awal kepemimpinan Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma.

Editorial Rudi Rihi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa lebih dari sekadar seremoni, kehadiran buku ini, menjadi ruang evaluasi publik terhadap arah pembangunan yang dijanjikan dalam gerakan “Ayo Bangun NTT”.

Buku Asa dan Rasa merangkum berbagai pandangan dari beragam kalangan dan menghadirkan potret jujur tentang sejauh mana janji politik mulai terwujud dalam realitas.

Buku ini menempatkan refleksi sebagai instrumen utama untuk mengukur jarak antara harapan dan kenyataan.

Dari berbagai testimoni dan data yang dihimpun, tergambar bahwa arah pembangunan mulai bergerak ke jalur yang tepat, meski diakui masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Narasi yang dibangun juga menegaskan bahwa langkah awal pemerintahan Melki–Johni telah menapakkan fondasi penting. Rute menuju perubahan dinilai sudah terbentuk, walaupun masih membutuhkan konsistensi, keberanian, serta kerja kolaboratif lintas sektor.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, menyampaikan bahwa buku ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.

“Buku ini adalah catatan perjalanan sekaligus refleksi atas apa yang telah kami kerjakan dalam satu tahun. Ini bukan akhir, melainkan pijakan awal untuk memastikan bahwa pembangunan NTT berjalan ke arah yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa membangun NTT bukan sekadar urusan administratif, tetapi juga upaya merawat keberagaman dan menghadirkan keadilan sosial.

Dengan kekayaan sumber daya alam, budaya, serta kearifan lokal, NTT memiliki potensi besar yang harus dikelola secara bersama.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga diaspora sebagai bagian dari kekuatan pembangunan yang inklusif.

“Capaian yang ada hari ini adalah hasil kerja kolektif. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk melahirkan kebijakan yang lebih bijaksana,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan pembangunan selama satu tahun terakhir. Karena itu, refleksi yang dituangkan dalam buku ini diharapkan menjadi bahan evaluasi yang jujur sekaligus kompas untuk langkah ke depan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma, menegaskan bahwa peluncuran buku ini harus dimaknai sebagai ruang diskusi dan refleksi bersama, bukan sekadar laporan kinerja pemerintah.

“Kita hadir dalam ruang ini sebagai ruang diskusi dan refleksi. Buku ini bukan hanya dokumentasi, tetapi upaya membaca diri dan perjalanan awal pemerintahan dalam bingkai harapan dan kenyataan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari bagaimana kebijakan tersebut dirasakan dan dimaknai oleh masyarakat.

Menurutnya, konsep asa dan rasa menjadi kunci penting dalam memahami arah pembangunan. Asa mencerminkan harapan besar yang dititipkan rakyat, sementara rasa menggambarkan realitas yang dialami masyarakat sehari-hari.

“Diskusi ini penting karena pembangunan tidak boleh berhenti pada narasi pemerintah saja, tetapi harus membuka ruang berbagai perspektif. Ada optimisme, ada kritik, dan di situlah kekuatan kita untuk berbenah dan melangkah lebih baik,” tegasnya.

Wakil Gubernur juga menyebut bahwa berbagai capaian awal sudah mulai terlihat, mulai dari penguatan ekonomi rakyat, pembangunan berbasis desa, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga reformasi birokrasi agar lebih dekat dengan masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut masih merupakan fondasi awal yang membutuhkan konsistensi, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi NTT, jajaran pemerintah provinsi, serta seluruh pimpinan OPD, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pembangunan daerah.

Melalui buku Asa dan Rasa, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian aktif dalam proses pembangunan.

Buku ini diharapkan menjadi jembatan antara harapan dan kenyataan, sekaligus penguat semangat bersama menuju NTT yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (MI)




Gotong Royong Umat Warnai Persiapan Minggu Palma di Kapela Santo Agustinus Bello

Kupang, nwartapedia.com — Menjelang Minggu Palma, umat Katolik di Kota Kupang menunjukkan semangat kebersamaan dalam mempersiapkan perayaan yang menandai awal Pekan Suci menuju Paskah.

Panitia Paskah Kapela Santo Agustinus Bello menyiapkan sekitar 6.000 batang daun palem untuk kebutuhan liturgi pada perayaan yang akan berlangsung Minggu, 29 Maret 2026. Misa dijadwalkan digelar dalam dua sesi, yakni pukul 06.00 WITA dan 08.00 WITA.

Ketua panitia, Herman Takene, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang dengan melibatkan partisipasi aktif umat.

Prosesi perayaan akan diawali dengan pemberkatan daun palem melalui perarakan imam bersama umat dari salah satu rumah warga menuju kapela.

“Seluruh persiapan sudah kami lakukan bersama umat, termasuk penyediaan daun palem untuk kebutuhan liturgi,” ujarnya.

Diperkirakan lebih dari 3.000 umat akan mengikuti perayaan tersebut, sehingga panitia memastikan seluruh kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik.

Anggota panitia, Diki Tuah, menjelaskan bahwa daun palem didatangkan dari wilayah Nekamese dan Baumata, Kabupaten Kupang, sejak dua hari sebelumnya dengan harga sekitar Rp3.000 per batang.

Ia menambahkan, seluruh proses mulai dari pengadaan hingga penataan daun palem dilakukan secara swadaya oleh panitia dan umat sebagai bentuk kebersamaan dalam menyambut perayaan iman.

Minggu Palma sendiri memiliki makna penting bagi umat Katolik, yakni mengenang peristiwa masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem yang disambut dengan daun palma sebagai simbol sukacita dan penghormatan.

Perayaan ini sekaligus membuka rangkaian Pekan Suci yang berpuncak pada Hari Raya Paskah. (goe)




Percepat KUR, Gubernur NTT Tekankan Sinergi dan Akses UMKM

Kupang, nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat percepatan implementasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama perbankan di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (27/3/2026).

Dalam rapat tersebut, Gubernur menegaskan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan, khususnya bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, KUR menjadi instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan usaha dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Permintaan KUR terus meningkat. Ini harus direspons cepat agar pelaku UMKM bisa terus berkembang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perbankan dalam penyaluran KUR, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menghindari risiko kredit macet.

Selain itu, Gubernur juga mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat agar pemahaman terhadap mekanisme dan manfaat KUR semakin luas.

Melalui langkah ini, Pemprov NTT berharap penyaluran KUR semakin tepat sasaran serta mampu memperkuat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. *




Wagub NTT Tinjau Jembatan Asam Tiga Ambruk, Penanganan Darurat Dipercepat

Kupang, nwartapedia.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan peninjauan langsung ke lokasi ambruknya Jembatan Asam Tiga di Kilometer 38 Oelamasi, Kabupaten Kupang, Kamis (26/3/2026).

Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan terputusnya jalur utama Trans Timor yang menjadi akses vital mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa struktur jembatan mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak dilalui kendaraan.

Wakil Gubernur menegaskan pentingnya percepatan penanganan mengingat ruas Trans Timor merupakan jalur strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Pulau Timor, termasuk Kupang, Soe, Kefamenanu, Atambua, Malaka hingga perbatasan Timor Leste.

“Dalam kondisi seperti ini, kehadiran negara harus nyata melalui langkah cepat dan terukur untuk memastikan akses transportasi masyarakat segera pulih,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama instansi terkait saat ini tengah mengintensifkan langkah penanganan darurat.

Upaya yang dilakukan meliputi pembukaan jalur alternatif serta pembangunan jembatan sementara guna menjaga kelancaran arus transportasi.

Kepala BPJN NTT, Janto, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan diduga disebabkan oleh pergeseran struktur pondasi. Untuk itu, pihaknya telah mengerahkan alat berat guna mendukung percepatan penanganan di lapangan.

“Saat ini kami tengah menyiapkan jalur alternatif dengan metode cross way di sisi jembatan, serta membangun jembatan darurat di bagian hilir. Kondisi lahan cukup mendukung sehingga diharapkan dalam waktu dekat dapat difungsikan,” jelasnya.

Wakil Gubernur menargetkan akses darurat tersebut dapat digunakan dalam kurun waktu tiga hingga lima hari ke depan, sebagai solusi sementara sebelum pembangunan permanen dilakukan.

Selain kerusakan jembatan, ditemukan pula pipa distribusi air yang mengalami kerusakan di lokasi kejadian. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat sekitar dan saat ini tengah dalam penanganan oleh pihak terkait.

Berdasarkan keterangan warga dan aparat di lapangan, retakan pada struktur jembatan mulai terlihat sejak Rabu (25/3/2026) sore dan terus membesar hingga akhirnya terjadi keruntuhan pada Kamis dini hari. Sebelum kondisi memburuk, warga bersama aparat sempat melakukan evakuasi kendaraan roda dua secara manual.

Wakil Gubernur juga meninjau jalur alternatif sementara melalui Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang. Jalur tersebut masih dapat difungsikan secara terbatas, khususnya untuk kendaraan roda dua dan kendaraan kecil, karena harus melintasi jembatan kayu yang kondisinya sudah cukup tua.

Ia turut mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian dan TNI, khususnya Polres Kabupaten Kupang dan Brigif 21 Komodo, dalam pengamanan lokasi serta pengaturan lalu lintas.

Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan perencanaan ulang pembangunan jembatan, mengingat ruas tersebut merupakan bagian dari jaringan jalan nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah membuka kembali akses darurat secepat mungkin guna memastikan aktivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan lancar. *