Rotary Club Area Kupang Gelar Kampanye End Polio Now Peringati Hari Polio Sedunia

Kupang,nwartapedia.com  — Memperingati “Hari Polio Sedunia” yang jatuh pada tanggal 24 Oktober, Rotary Club area Kupang  *Rotary Club of Kupang Central dan Rotary Club of KupangRastamores* menggelar kampanye bebas polio dengan melibatkan 450 peserta dari berbagai latar belakang dan usia.

Dengan mengusung tema “Every Child, Every Vaccine, Everywhere”, kegiatan ini dipusatkan di halaman gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur ini diikuti oleh sekitar 450 peserta dari berbagai latar belakang dan usia.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT, Johny Asadomi, yang hadir dan memberikan sambutan penuh semangat.

Dalam pesannya, Johny Asadomi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya virus polio yang masih mengancam di beberapa wilayah dunia.

“Setiap orang tua tidak boleh lalai memberikan vaksin polio kepada anak-anaknya sesuai ketentuan. Jangan beri ruang bagi virus polio untuk masuk ke NTT,” tegasnya.

Selain membuka kegiatan, Wakil Gubernur juga menyempatkan diri berdialog dengan ratusan pelajar yang turut hadir dalam kampanye tersebut. Ia mendorong generasi muda menjadi agent of change dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Suasana acara semakin meriah saat Johny Asadomi melontarkan sejumlah pertanyaan seputar penyakit polio dan memberikan hadiah bagi pelajar yang mampu menjawab dengan benar.

Sementara itu, President Rotary Club of Kupang Central, Fery Kasse, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kampanye “End Polio Now” merupakan gerakan global yang digagas oleh Rotary International dan dilaksanakan secara serentak di berbagai negara.

“Kampanye ini melibatkan jutaan orang di seluruh dunia, digerakkan oleh lebih dari 1,4 juta anggota Rotary dari 46 ribu klub yang tersebar di lebih dari 200 negara,” jelas Fery.

Fery menambahkan, Rotary telah berkomitmen selama lebih dari tiga dekade untuk memerangi polio.

Sejak program PolioPlus diluncurkan, Rotary bersama mitra globalnya berhasil menghimpun dana sebesar 2,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp43 triliun untuk mendukung vaksinasi polio terhadap lebih dari 2,5 miliar anak di 122 negara. Upaya tersebut telah berhasil menurunkan kasus polio di dunia hingga 99,9%.

Sebagai pengetahuan umum, penyakit polio merupakan infeksi virus yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.

Penyakit ini terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun dan menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses dari penderita. Vaksinasi menjadi satu-satunya cara efektif untuk mencegah penyebaran virus ini.

Acara kampanye “End Polio Now” di Kupang ditutup dengan pemberian vaksin polio secara simbolis kepada sejumlah bayi oleh Wakil Gubernur bersama tamu undangan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Rotary Club area Kupang untuk kembali menyuarakan cita-cita besar: “Dunia Bebas Polio.” (MI)




Presidium PNI NTT Salurkan Dukungan untuk Persebata Lembata: Dorong Semangat Menuju Liga Nasional

Kupang, nwartapedia.com — Bentuk nyata kepedulian terhadap kemajuan olahraga sepak bola di Nusa Tenggara Timur kembali ditunjukkan oleh Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI) NTT. Kali ini, Presidium PNI NTT memberikan dukungan langsung kepada tim Persebata Lembata yang tengah mempersiapkan diri menghadapi putaran Liga Nasional.

Kunjungan berlangsung di Wisma Tunas Kelapa Kwartir Daerah Pramuka NTT, Jalan Adi Sucipto, Oesapa, Kupang.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Bidang Prasarana Perhubungan Presidium PNI NTT, Yohanes Bosco, mewakili Ketua Presidium PNI NTT, Bobby Lianto, menyerahkan bantuan berupa 20 dus air mineral Aqua dan 5 paket susu Dancow.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Manajer Persebata Lembata, Abdullah Syukur.

Dalam sambutannya, Yohanes Bosco mengatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud dukungan moral dan semangat kepada para pemain serta manajemen tim Persebata Lembata.

“Sumbangan ini memang sederhana, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa PNI NTT hadir dan peduli. Kami berharap dukungan kecil ini dapat menambah semangat tim Persebata dalam berjuang dan membawa nama NTT harum di kancah nasional,” ungkap Yohanes Bosco.

Sementara itu, Abdullah Syukur menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dari Presidium PNI NTT.

Ia menyebut bahwa dukungan tersebut sangat berarti bagi tim yang kini sedang fokus pada latihan intensif menjelang kompetisi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ketua dan seluruh jajaran Presidium PNI NTT atas kepedulian dan dukungannya. Bantuan ini menjadi tambahan motivasi bagi para pemain untuk terus berlatih keras dan menjaga kondisi fisik menjelang laga nasional,” ujar Abdullah.

Abdullah juga menambahkan bahwa seluruh pemain, pelatih, dan manajemen berharap doa serta dukungan dari masyarakat Nusa Tenggara Timur agar Persebata Lembata dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah di level nasional.

“Dengan semangat dan dukungan dari semua pihak, kami optimistis Persebata Lembata bisa membawa prestasi terbaik bagi NTT,” pungkasnya. (dv)




Siswa ESCS Kupang Harumkan Indonesia Timur di Ajang Student Convention 2025 di Bogor

  1. Bogor,nwartapedia.com  — Sebanyak 22 siswa bersama 3 guru pendamping dari Excellent Spirit Christian School (ESCS) Kupang sukses berpartisipasi dalam Student Convention 2025, sebuah ajang kompetisi dan pengembangan karakter berskala internasional yang digelar di Taman Bukit Palem Resort dan Stadion Pakansari, Bogor, pada 13–17 Oktober 2025.

Kegiatan tahunan ini mempertemukan ratusan pelajar dari berbagai sekolah pengguna kurikulum Accelerated Christian Education (A.C.E.) di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Tahun ini, Student Convention tingkat nasional diikuti oleh 15 sekolah dari berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, hingga satu-satunya wakil dari Indonesia Timur, yakni Excellent Spirit Christian School Kupang.

Student Convention tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, karakter, iman, dan kepemimpinan Kristiani. Melalui beragam perlombaan, peserta ditantang untuk menampilkan potensi terbaik mereka dalam semangat sportivitas dan keteladanan iman.

“Kami bangga dapat membawa nama Kupang dan Nusa Tenggara Timur di panggung nasional. Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi juga pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar tentang disiplin, kerja keras, dan kepercayaan diri,” ujar salah satu guru pendamping ESCS Kupang.

Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Southern Cross Educational Enterprises (SCEE) distributor resmi kurikulum A.C.E. untuk kawasan South Pacific yang berbasis di Australia para peserta berkompetisi di lebih dari 140 kategori lomba yang terbagi ke dalam delapan divisi utama, yaitu Akademik, Olahraga, Musik, Pameran, Seni, Platform (pidato, khotbah, dan drama), Fotografi, serta Bible Memorization.

Selain mengasah kemampuan individu, para siswa juga berkesempatan membangun jejaring dengan pelajar dari berbagai daerah, memperdalam nilai kepemimpinan, serta memperkuat karakter Kristiani dalam konteks global.

“Pengalaman ini membuka wawasan kami. Kami belajar bahwa talenta yang Tuhan berikan harus dikembangkan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkap salah satu peserta ESCS dengan penuh semangat.

Student Convention merupakan bagian dari rangkaian kegiatan internasional yang juga diadakan di berbagai negara, seperti Australia, Amerika Serikat, Papua Nugini, Singapura, Selandia Baru, dan Fiji.

Partisipasi Excellent Spirit Christian School Kupang dalam Student Convention 2025 menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membentuk generasi muda yang beriman kuat, berkarakter unggul, dan siap menjadi pemimpin masa depan dengan semangat Kristus. (MI)




Wagub NTT Buka Rakerda PCI 2025: Dorong Sinergi Menuju Prestasi di PON 2028

Kupang, nwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia olahraga, khususnya cabang Cricket.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, saat membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTT Tahun 2025 yang digelar di Hotel Harper, Kupang, Jumat (17/10/2025).

Rakerda tahun ini mengangkat tema:
“Membangun Sinergi Antara Atlet, Pelatih, Pengurus, dan Pemerintah dalam Rakerda Menuju NTT Emas pada PON 2028.”

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, antara lain Ketua Dewan Pembina PCI Pusat Aziz Syamsudin, Ketua Umum Pengurus Pusat PCI Abhiram Singh Yadav, Ketua Umum PCI NTT Inche Sayuna, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Rektor UKAW Mesach Daniel Beeh, Ketua Sinode GMIT Pdt. Eben Nubantimo, Sekretaris Dispora NTT Karel Muskanan, serta para pengurus, pelatih, atlet Cricket NTT, dan siswa-siswi dari Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata.

Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT melihat olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat juang generasi muda.

“Pembinaan olahraga, termasuk Cricket, harus dibangun lewat sistem berkelanjutan dari pencarian bakat, pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan fasilitas latihan yang memadai,” tegas Johni.

Ia mengakui, meskipun cabang olahraga Cricket di NTT masih dalam tahap berkembang dengan keterbatasan fasilitas dan sumber daya, tetapi semangat dan capaian para atlet sudah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Sebagai mantan atlet nasional dan peraih medali emas SEA Games 1983, Johni Asadoma membagikan pengalamannya tentang pentingnya kerja keras dan disiplin.

Ia berpesan kepada para atlet muda untuk menjauhi gaya hidup tidak sehat dan fokus pada latihan serta pendidikan.

“Saya bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 1984 karena latihan lima kali sehari, disiplin tinggi, dan tidak mudah menyerah. Kalian juga harus jaga makan, jauhi rokok dan minuman keras, dan tetap tekun berdoa,” pesan Johni.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan formal sebagai bekal masa depan atlet.

“Bakat olahraga penting, tapi jangan lupakan sekolah. Prestasi di lapangan harus dibarengi dengan prestasi di kelas,” tambahnya.

Wagub Johni juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah membantu pengembangan Cricket di NTT, termasuk Universitas Kristen Artha Wacana Kupang yang telah menyediakan fasilitas berupa lapangan Cricket.

“Terima kasih kepada PCI Pusat, PCI NTT, UKAW, dan semua pihak yang bekerja dalam senyap namun menghadirkan fasilitas yang sangat penting bagi kemajuan Cricket di NTT,” ujar Johni.

Ia mengingatkan pentingnya soliditas dan kolaborasi antarpengurus.

“Jangan sampai ada ego sektoral yang merusak tim. Olahraga tidak bisa dibangun oleh satu orang saja, tetapi oleh semangat bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PCI NTT Inche Sayuna menyampaikan komitmennya bahwa tim Cricket NTT siap berlaga dan memberikan yang terbaik pada PON 2028 yang akan diselenggarakan di NTT dan NTB.

“Kami punya tim, pelatih, dan pengurus yang kompeten. Beberapa dari kami adalah mantan atlet nasional. Kami siap mempersembahkan emas untuk NTT,” tegas Inche.

Ia juga mengumumkan bahwa tahun depan PCI NTT akan menyelenggarakan Piala Gubernur Cricket NTT, sebuah turnamen nasional sebagai ajang penjaringan bakat dan memperkenalkan Cricket lebih luas di kalangan pelajar dan masyarakat.

Rakerda 2025 juga menjadi momentum peluncuran Komodo International Cricket Ground yang berlokasi di Oebolo, Kabupaten Kupang. Fasilitas ini menjadi simbol keseriusan PCI NTT dalam menyediakan sarana latihan bagi atlet-atletnya.

“Ini bukti nyata bahwa kami bukan hanya bicara, tapi bekerja,” ucap Inche penuh semangat.

Wakil Gubernur Johni Asadoma secara resmi membuka Rakerda PCI NTT 2025 dengan ajakan untuk terus menumbuhkan budaya olahraga yang menjunjung tinggi nilai karakter, kerja sama, dan semangat juang.

“Dengan semangat Olahraga Membangun Karakter, Sinergi Membangun Prestasi, mari kita bawa Cricket NTT melangkah lebih jauh, hingga ke pentas nasional dan internasional,” tutup Johni.

“Ayo Bangun Cricket NTT, Menuju NTT Emas di PON 2028! Ayo Bangun NTT!” ***




Melintasi Ombak, Membawa Kasih: Ziarah Cinta Uskup Agung ke Pulau Ndao

Rote Ndao, nwartapedia.com — Ombak tidak mampu menghalangi langkah kasih. Rabu pagi, 16 Oktober 2025, sebuah perahu kecil menantang gelombang di lautan selatan Pulau Ndao, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Di atasnya, berdiri tegap sosok berjubah putih. Bukan pelancong. Bukan pejabat. Ia adalah Mgr. Hironimus Pakaenoni, Uskup Agung Kupang, yang datang membawa sapaan kasih bagi umat Katolik di pulau terpencil itu.

Momen kedatangan beliau terekam dalam video yang kini tersebar luas di kalangan umat. Terlihat Mgr. Hironimus turun dari perahu dibantu para nelayan dan warga setempat, sementara deburan ombak tak berhenti menghempas. Namun wajahnya tenang mencerminkan keteguhan seorang gembala sejati.

“Beliau datang bukan membawa perintah, tapi membawa pelukan kasih,” ujar Pastor Erick Fkun, Pr, yang setia mendampingi perjalanan pastoral tersebut.

Kunjungan ini menjadi perwujudan nyata dari moto kegembalaan Mgr. Hironimus: “Pasce Oves Meas”Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh. 21:17).

Di tengah keterbatasan dan kesunyian pulau kecil yang dikelilingi lautan biru, sang uskup tidak hanya memimpin misa dan mendoakan umat, tetapi juga duduk bersama mereka, mendengar kisah hidup, perjuangan, dan harapan yang tersembunyi di balik senyum mereka.

“Uskup datang bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani,” kata seorang ibu paroki dengan suara bergetar.

“Kami merasa diperhatikan, diingat… dan itu artinya segalanya bagi kami.”tambahnya.

Di kapela kecil di tepi pantai, homilinya sederhana, namun sarat makna. Mgr. Hironimus mengajak umat untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan hidup, dan terus percaya bahwa kasih Tuhan melintasi segala batas: “Kasih Allah menyeberangi laut, melampaui badai, dan sampai kepada hati yang berserah.”

Umat Ndao pun menanggapi dengan air mata dan hati yang terbuka. Saat sang uskup menumpangkan tangan dan berdoa bagi anak-anak, orang sakit, hingga para nelayan, suasana berubah hening dan penuh haru. Banyak yang tidak mampu berkata-kata, hanya diam dalam tangis syukur.

Kunjungan pastoral ini bukan sekadar perjalanan, tetapi menjadi ziarah cinta. Ia meninggalkan jejak yang tidak kasat mata, namun terasa kuat: benih harapan, kekuatan iman, dan hangatnya perhatian seorang gembala yang sungguh hadir.

Ketika matahari mulai condong ke barat dan perahu kecil itu kembali menjauh dari dermaga, umat Ndao melambaikan tangan dengan senyum dan air mata.

Ia datang tanpa hiruk pikuk, dan pergi meninggalkan sesuatu yang lebih berarti Cinta yang tinggal. Harapan yang tumbuh.

Di tengah gemuruh ombak dan angin sore, pesan Sang Gembala masih bergema: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (goe)




Retret Kepemimpinan Strategis: Inovasi Visioner BKD Provinsi NTT untuk Mewujudkan Birokrasi yang Satu Arah

Oleh: Dr. Frans Sales, S.Pd., MM
Kabid. Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT

Kupang,nwartapedia.com  —  Dalam sejarah pemerintahan daerah, tidak banyak yang berani mengambil langkah berani dan inovatif dalam membina karakter dan kompetensi kepemimpinan birokrasi secara menyeluruh.

Namun, Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Jhoni Asadoma telah mematahkan kebekuan itu.

Melalui program Retret Kepemimpinan Strategis yang dijalankan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT, arah baru telah ditetapkan.

Ini bukan hanya inovasi administratif, melainkan sebuah gerakan transformasi budaya kerja birokrasi yang berani, progresif, dan menyentuh jantung persoalan: ketidaksamaan cara pandang dalam melayani rakyat.

Retret: Momentum Menyamakan Frekuensi Birokrasi

Retret, dalam makna dasarnya, adalah penarikan diri dari hiruk-pikuk rutinitas demi meresapi kembali nilai, arah, dan tujuan.

Retret bukan pelarian. Justru sebaliknya, ia adalah penyusunan ulang kompas moral dan mental para pemimpin yang mengemban amanah publik.

Dengan melibatkan lebih dari 600 pejabat struktural eselon II, III, dan IV dalam dua gelombang (27 September dan 8 Oktober 2025), Retret Kepemimpinan Strategis ini menunjukkan bahwa pembinaan aparatur sipil negara tidak cukup hanya lewat pelatihan teknis.

Dibutuhkan proses pendalaman nilai-nilai kepemimpinan, penguatan integritas, dan penyelarasan visi secara menyeluruh.

Dari Retret ke Reformasi Birokrasi

Selama ini, reformasi birokrasi sering hanya berhenti pada tataran dokumen atau indikator. Namun, melalui retret ini, Pemprov NTT menunjukkan bahwa reformasi birokrasi yang sejati dimulai dari dalam dari cara berpikir, cara bersikap, dan cara memaknai jabatan sebagai pelayanan.

Retret menjadi ruang aman untuk melakukan refleksi bersama, menyusun strategi lintas perangkat daerah, serta membangun kesepahaman utuh terhadap visi-misi Melki-Jhoni 2025–2030, yaitu Mewujudkan NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan.

Provinsi Pertama, Langkah Pionir

Yang membanggakan, NTT menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengadopsi pendekatan retret kepemimpinan pejabat struktural, setelah sebelumnya dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming terhadap jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

Hal ini menunjukkan bahwa NTT bukan hanya mengikuti arus perubahan nasional, tetapi berani menjadi pelopor inovasi di tingkat daerah.

Ini adalah sinyal bahwa pemerintah daerah mampu menyesuaikan diri dengan standar tinggi kepemimpinan nasional — bahkan menginspirasi provinsi lain.

Materi Strategis, Evaluasi Memuaskan

Kegiatan retret ini diperkaya dengan materi kepemimpinan strategis dari berbagai institusi kredibel, termasuk Kementerian Dalam Negeri, BPSDMD Provinsi Bali, Universitas Pertahanan (Unhan) Ben Mboy, Inspektorat, serta jajaran TNI dari Yonif 744 Atambua.

Hasil evaluasi oleh Universitas Pertahanan Ben Mboy pun menunjukkan nilai “sangat baik dan memuaskan”.

Ini mengonfirmasi bahwa pelaksanaan program tidak hanya simbolik, tetapi berkualitas dan tepat sasaran.

Penutup: Jangan Biarkan Retret Menjadi Sekadar Seremoni

Retret akan kehilangan maknanya jika tidak diikuti oleh implementasi nyata di lapangan. Oleh karena itu, penandatanganan komitmen bersama para pejabat struktural di akhir kegiatan merupakan langkah penting, namun bukan satu-satunya.

Kini, tantangan sesungguhnya justru baru dimulai. Apakah visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur bisa benar-benar dijalankan oleh seluruh ASN dengan semangat yang sama? Apakah kesepahaman yang dicapai selama retret bisa diinternalisasi hingga tingkat staf?

Jika ya, maka Retret Kepemimpinan Strategis ini akan tercatat sebagai tonggak sejarah baru birokrasi NTT — bukan hanya sebagai program, tetapi sebagai gerakan perubahan mentalitas pemerintahan yang sesungguhnya.

Ayo Bangun NTT!

Semangat besar sudah dinyalakan oleh Gubernur Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Jhoni Asadoma. Saatnya seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat bergerak bersama.

Mari kita dukung bersama agar NTT benar-benar menjadi provinsi yang maju, sehat, cerdas, dan sejahtera secara berkelanjutan. Karena reformasi birokrasi bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga harapan seluruh rakyat.

Tagline: Ayo Bangun NTT  ***




Dorong UMKM Lokal, Lurah Oesapa Barat dan Ketua Kadin NTT Fasilitasi Lahan Gratis untuk Warga

Kupang nwartapedia.com  –   Sebuah langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dilakukan di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang. Pada Rabu (8/10), Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chandra, SH, bersama Ketua RT 07, Yohanes Yohan Paa, mengadakan pertemuan penting dengan Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, di Kantor Sejahtera Group.

Pertemuan ini membuahkan kesepakatan penting bagi para pelaku UMKM lokal. Ketua Umum KADIN NTT yang juga pemilik beberapa lahan di wilayah tersebut, Bobby Lianto, secara sukarela memfasilitasi penggunaan lahan tanpa biaya sewa untuk dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, khususnya para pengusaha lokal asli Oesapa Barat.

Beberapa lahan tersebut akan digunakan untuk kegiatan usaha produktif seperti jasa cuci motor, lapak jual beli ikan, dan bentuk usaha kecil lainnya yang mendukung ekonomi warga.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Christian E. Chandra menyampaikan harapannya agar pemilik-pemilik lahan lain yang masih belum dimanfaatkan juga bersedia membuka akses bagi masyarakat untuk berwirausaha, tentu dengan persetujuan dan kesepakatan yang saling menguntungkan.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan UMKM dan perputaran ekonomi di Oesapa Barat.

“Sangat penting bagi kami untuk menciptakan ruang-ruang usaha bagi warga, terutama UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Kami apresiasi niat baik dari Bapak Bobby Lianto yang dengan terbuka memberikan dukungan nyata,” ujar Lurah Christian.

Bobby Lianto dalam sambutannya menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa sebagai putra daerah dan Ketua Kadin NTT, dirinya berkewajiban mendorong ekosistem ekonomi yang sehat, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Kami berharap ini bisa menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menciptakan peluang ekonomi. UMKM harus jadi garda depan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi NTT,” kata Bobby.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lurah Oesapa Barat yang telah proaktif memfasilitasi warganya untuk bisa lebih mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan aset-aset lahan yang ada.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi warga Oesapa Barat dan wilayah lain di NTT untuk terus mengembangkan potensi lokal, memberdayakan masyarakat, dan membangun ekonomi dari bawah. (MI)




Pemprov NTT Luncurkan Portal Sasando: Langkah Strategis Menuju Pembangunan Berbasis Data

Kupang, nwartapedia.com – Dalam upaya memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi meluncurkan Portal Sasando NTT, sebuah Portal Data Terpadu Provinsi yang dirancang untuk memperbaiki tata kelola data dan mempercepat transformasi digital pemerintahan daerah.

Acara peluncuran berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Selasa (14/10/2025) siang, dan dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Bappenas RI, Maliki, Minister Counselor Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Tim Stapelton, Gubernur NTT Melki Laka Lena, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, perwakilan Program SKALA, serta insan pers.

Portal Sasando merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Program SKALA (Kemitraan Australia–Indonesia untuk Akselerasi Layanan Dasar), yang bertujuan mendukung penyediaan data pembangunan yang akurat, mutakhir, terpadu, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif Pemerintah Provinsi NTT menghadirkan Portal Sasando sebagai wujud komitmen dalam tata kelola data yang baik.

“Siapa yang memanfaatkan data dengan baik, maka pemerintahannya akan lebih efektif dan efisien. Ketika publik bisa mengakses data secara luas, maka pemerintahan akan menjadi lebih transparan, partisipatif, dan terbuka,” ujar Bima Arya.

Mantan Wali Kota Bogor itu menekankan pentingnya data sebagai dasar pengambilan kebijakan publik yang tepat sasaran.

Menurutnya, keberadaan Portal Sasando akan membantu Pemerintah NTT menjalankan program pembangunan secara lebih terarah dan terukur, serta memastikan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Portal Sasando menjadi tonggak penting dalam perjalanan digitalisasi birokrasi di NTT.

“Portal Sasando ini adalah wadah bersama bagi seluruh data pembangunan di NTT mulai dari data sektoral, hasil padu padan Regsosek, P3KE, DTKS, hingga visualisasi sampai ke tingkat desa,” jelas Melki.

Ia menambahkan bahwa portal ini akan menjadi instrumen utama dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral dan pelayanan publik di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

“Kami berkomitmen memastikan bahwa data yang dikelola melalui Portal Sasando tidak berhenti di portal, tetapi menjadi pijakan kebijakan publik yang adil, inklusif, dan menyejahterakan masyarakat,” tegas Gubernur Melki.

Menurutnya, Portal Sasando bukan sekadar sistem teknologi, melainkan simbol kolaborasi dan gotong royong data antara pemerintah pusat, daerah, mitra pembangunan, akademisi, dan masyarakat.

“Melalui peluncuran Portal Sasando ini, kita ingin menghadirkan wajah birokrasi NTT yang lebih terbuka, cepat, dan berbasis data,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, BPS, DFAT Australia, Program SKALA, serta seluruh perangkat daerah yang telah berkolaborasi dalam membangun sistem data terpadu ini.

Usai peluncuran, Wamendagri Bima Arya, didampingi Gubernur Melki Laka Lena, Deputi Bappenas Maliki, Minister Counselor Australia Tim Stapelton, serta Team Leader SKALA, melakukan peninjauan ke Sekretariat Bersama Portal Satu Data Daerah yang berlokasi di lantai dua Kantor Gubernur NTT.

Peluncuran Portal Sasando menandai babak baru transformasi digital Pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung pembangunan yang berbasis data, transparan, dan akuntabel. ***




Gubernur NTT Melki Laka Lena: Setiap Rupiah Anggaran Harus Berdampak bagi Publik

Kupang,nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Retret Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang sebelumnya digelar di Universitas Pertahanan (Unhan) Belu.

Penutupan kegiatan tersebut berlangsung di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, pada Senin (13/10/2025) siang.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa hasil dari kegiatan retret itu diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

 “Kita memastikan seluruh hasil dari Unhan, baik dalam memperbaiki tata kelola maupun pelayanan kita masing-masing,” ujar Gubernur Melki.

Retret ASN Dorong Perubahan dan Kolaborasi

Gubernur Melki menyebutkan bahwa kegiatan retret tersebut diikuti oleh lebih dari 600 ASN yang terdiri dari pejabat struktural di berbagai instansi Pemprov NTT. Ia berharap para peserta retret dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

 “Tidak boleh lagi ada kerja sendiri-sendiri. Lupakan ego dan perkuat kerja sama. Kita butuh kolaborasi untuk mencapai hasil terbaik,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja ASN, terutama pejabat eselon II, III, dan IV yang disebutnya sebagai motor penggerak dan motor perubahan birokrasi ke depan.

“Pencapaian per minggu harus dihitung secara cermat. Setiap pejabat harus tahu sejauh mana kontribusinya terhadap pelayanan publik,” imbuhnya.

Anggaran Harus Berdampak untuk Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran daerah di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah.

 “Di tengah pembatasan anggaran, kita harus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar berdampak bagi kebutuhan publik,” tandasnya.

Sebagai contoh, ia menyebut pelaksanaan Tour de EnTeTe, yang meski hanya menggunakan anggaran kurang dari Rp15 miliar, justru mampu mendatangkan alokasi dana sebesar Rp186 miliar untuk perbaikan jalan yang dilalui peserta lomba balap sepeda tersebut.

“Program apa, dampaknya apa, biayanya berapa — semua harus terukur. Setiap kritik masyarakat harus dijawab dengan kinerja,” tegas Gubernur Melki.

Menuju Transformasi Birokrasi Produktif

Lebih lanjut, Gubernur Melki menekankan pentingnya transformasi birokrasi dari pola kerja konvensional menjadi birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berjiwa entrepreneur.

 “Kita harus bertransformasi dari birokrasi yang biasa-biasa saja menjadi birokrasi yang berjiwa entrepreneur. Ke depan, tugas kita adalah melahirkan banyak pengusaha di berbagai bidang agar nilai tambah dan hilirisasi ekonomi bisa terjadi di masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Pemprov NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Melki berkomitmen menjadikan ASN sebagai agen perubahan yang tidak hanya melayani, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat melalui kolaborasi dan kerja nyata. ***




Kuasa Hukum Ajukan Perlawanan Eksekusi, Andre Lado Tegaskan Agustinus Fanggi Pemilik Sah Tanah di Lampu Merah Oesapa

Kupang,nwartapedia.com — Sengketa kepemilikan lahan di kawasan strategis Lampu Merah Oesapa, Kota Kupang, kembali menjadi sorotan publik.

Melalui kuasa hukumnya Andre Lado, S.H., warga bernama Agustinus Fanggi resmi mengajukan gugatan perlawanan eksekusi terhadap objek tanah seluas 535 meter persegi yang terletak di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri Kupang karena pihak Agustinus Fanggi mengklaim sebagai pembeli sah atas tanah tersebut berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 2287/Oesapa, hasil kesepakatan jual beli dengan Paulus Kou (terlawan VII) sejak tahun 2007.

Pembelian Disertai Bukti Pembayaran dan Itikad Baik

Dalam keterangan persnya kepada sejumlah awak media pada Senin (13/10/2025), Andre Lado menegaskan bahwa transaksi jual beli antara kliennya dan Paulus Kou dilakukan secara sah serta disertai bukti pembayaran yang sah di mata hukum.

“Klien saya telah menunjukkan itikad baik sebagai pembeli dengan melakukan pembayaran secara bertahap, yaitu Rp25 juta pada 20 April 2007 dan Rp25 juta pada 27 Desember 2008, dari total harga Rp350 juta. Sisanya akan dilunasi ketika sertifikat tanah dibawa ke notaris untuk penandatanganan akta jual beli,” jelas Andre.

Namun hingga tahun 2015, sertifikat tersebut belum juga diserahkan kepada Agustinus Fanggi karena disebut masih berada di tangan pihak lain.

Sudah Ditempati dan Dibangun Sejak 2017

Sejak tahun 2017, Agustinus Fanggi diketahui telah menempati dan membangun lima unit kamar kos permanen berukuran 3×4 meter di atas lahan tersebut.

Bangunan itu digunakan sebagai tempat tinggal dan usaha kecil, dan keberadaannya diketahui secara terbuka oleh masyarakat sekitar.

Namun, pada 4 Agustus 2025, pihak Pengadilan Negeri Kupang melakukan pemeriksaan lokasi untuk eksekusi lahan terkait putusan perkara perdata Nomor 92/Pdt.G/2021/PN KPG, di mana Paulus Kou (terlawan VII) dinyatakan kalah.

Andre Lado menuturkan bahwa kliennya tidak pernah menjadi pihak dalam perkara tersebut dan baru mengetahui adanya proses hukum itu ketika petugas datang ke lokasi.

“Klien kami tidak pernah dilibatkan atau diberitahu tentang perkara sebelumnya. Karena itu, pelaksanaan eksekusi atas objek tanah yang telah dibeli dan ditempati sejak lama jelas berpotensi melanggar hak hukum klien kami,” tegas Andre.

Isi Gugatan Perlawanan

Dalam gugatan yang telah terdaftar di Pengadilan Negeri Kupang, pihak Agustinus Fanggi meminta majelis hakim untuk:

  1. Menyatakan sah jual beli antara Agustinus Fanggi dan Paulus Kou atas tanah objek sengketa.
  2. Menyatakan sah kwitansi pembayaran sebagai bukti transaksi jual beli.
  3. Mengakui hak tinggal dan hak atas bangunan yang telah berdiri di atas lahan tersebut.
  4. Menunda eksekusi tanah hingga terdapat putusan hukum yang berkekuatan tetap (inkracht).

Gugatan tersebut juga mengacu pada Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 126K/Sip/1976 dan Nomor 1248 K/Pid/2019, yang menegaskan bahwa perjanjian jual beli tetap sah meskipun akta belum dibuat selama syarat-syarat materil terpenuhi, serta eksekusi atas objek yang disengketakan pihak ketiga dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum.

Menanti Keadilan dari Pengadilan

Hingga berita ini diturunkan, proses perlawanan eksekusi masih berlangsung di Pengadilan Negeri Kupang. Pihak Agustinus Fanggi berharap majelis hakim dapat menilai fakta hukum secara objektif, mengingat dirinya telah menempati, membangun, dan memanfaatkan lahan tersebut secara sah dan terbuka sejak 2007.

“Kami percaya pada asas keadilan. Harapan kami, pengadilan dapat menegakkan hukum secara adil dan tidak merugikan warga yang telah beritikad baik,” tutup Andre Lado. (***)