Dispora NTT Gelar FGD Desain Olahraga Daerah, Jadi Tonggak Baru Pembinaan Prestasi

Kupang,nwartapedia.com   — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai langkah strategis dalam merumuskan arah pembangunan olahraga di NTT.

Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dispora NTT, Karel Muskansn, para pejabat administratif, pengawas, pejabat fungsional, serta ASN Dispora NTT, Ketua Panitia sekaligus Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Unum Ahli Muda pada bidang Prestasi Olahraga dan anggota panitia semua staf Bidang Prestasi Olahraga Dispora, Dudi Baranuri. SE.

Selain itu, hadir pula para akademisi, perwakilan Dispora kabupaten/kota, KONI Provinsi dan kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga (cabor) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Tonggak Sejarah Baru bagi Dispora NTT

Para peserta memberikan apresiasi tinggi dan menilai kegiatan ini sebagai sejarah baru bagi Dispora NTT. Untuk pertama kalinya, Dispora mulai merintis penyusunan Desain Olahraga Daerah, sebuah dokumen fundamental yang akan menjadi pandu dan titik pijak dalam pembinaan, pengembangan, serta peningkatan prestasi olahraga prestasi di NTT.

Desain ini diharapkan mampu mengarahkan pembangunan olahraga sehingga lebih terencana, terukur, dan mampu bersaing pada level lokal, nasional, hingga internasional.

Dilaksanakan Secara Hibrid

Pelaksanaan FGD dilakukan dengan metode hibrid, menggabungkan partisipasi luring (offline) dan daring (online).

Model ini memungkinkan keikutsertaan yang lebih luas dari seluruh pemangku kepentingan olahraga di berbagai wilayah NTT.

Pemateri dari Akademisi Olahraga

Kegiatan ini juga menghadirkan Moderator Maria Fatubun , S.Pd dan  narasumber utama Dr. Frans Sales, S.Pd., MM, yang membawakan materi terkait strategi penyusunan Desain Olahraga Daerah, model pembinaan jangka panjang, dan pendekatan ilmiah dalam pengembangan cabang olahraga.

Melalui kegiatan ini, Dispora NTT berharap hasil FGD dapat menjadi fondasi kuat dalam pembangunan ekosistem olahraga daerah, sekaligus mencetak prestasi yang membanggakan bagi Nusa Tenggara Timur. (MI)




Era Baru Bank NTT Dimulai: Melki Laka Lena Kukuhkan Direksi Baru, Tegaskan Tata Kelola Berintegritas

Kupang, nwartapedia.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena, resmi melantik jajaran Direksi dan Dewan Komisaris baru PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) di Aula Fernandez, Lantai VI Kantor Gubernur NTT, Kamis (13/11/2025).

Pelantikan ini digelar sehari setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang menetapkan susunan pimpinan baru Bank NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari transformasi besar-besaran dalam tata kelola dan budaya kerja Bank NTT.

“Pelantikan ini bukan hanya mengganti orang, tetapi membangun sistem dan tata kelola baru yang berintegritas, transparan, dan akuntabel demi kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tegas Melki.

Ia menambahkan, keputusan strategis hasil RUPS LB ini menjadi momentum untuk memperkuat struktur manajemen dan meningkatkan efisiensi agar Bank NTT lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi global dan kebutuhan daerah.

“Kami ingin Bank NTT menjadi lembaga keuangan daerah yang melayani dengan hati, berbasis data, dan berpihak pada rakyat. Bank ini harus menjadi motor penggerak ekonomi NTT, terutama bagi sektor UMKM, pertanian, perikanan, dan peternakan,” ujar Gubernur yang juga politisi Partai Golkar itu.

Berikut susunan pimpinan Bank NTT yang resmi dilantik Charlie Paulus sebqgai Direktur Utama, Rahmat Saleh sebagai Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia, Aloysius Geong sebahai Direktur Kredit, Heru Helbianto sebagai Direktur Dana dan Treasury dan Stefanus Donny Heatubun sebagai Komisaris Utama

Gubernur Melki menegaskan bahwa jajaran baru ini diharapkan mampu membawa semangat profesionalisme, inovasi, dan keberpihakan terhadap masyarakat dalam setiap kebijakan dan layanan Bank NTT.

Turut hadir dalam acara pelantikan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, yang menyampaikan dukungan dan apresiasi atas langkah reformasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT terhadap Bank NTT.

“Kami berharap Bank NTT ke depan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung program-program seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih. Kita ingin Bank NTT hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” ujar Christian Widodo.

Pelantikan direksi baru ini menjadi tonggak penting bagi Bank NTT untuk memasuki era baru: era transformasi digital, transparansi, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan kepemimpinan baru, Bank NTT diharapkan semakin berperan besar dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Nusa Tenggara Timur. (MI)




Gubernur NTT Sahkan Direksi Baru Bank NTT, Pelantikan Dilakukan Besok

Kupang,nwartapedia.com  –  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkisedek Laka Lena, secara resmi mengumumkan pengesahan dan pengangkatan direksi baru Bank NTT dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur NTT, Rabu (12/11/2025).

Dalam konferensi pers tersebut, hadir Wali Kota Kupang, Bupati Manggarai Barat, Bupati Rote Ndao, dan Bupati Sumba Timur yang turut menyetujui keputusan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank NTT.

Gubernur Melkisedek menjelaskan bahwa proses pengesahan direksi baru telah melalui tahapan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kini resmi disahkan oleh Pemerintah Provinsi NTT sebagai salah satu pemegang saham utama.

“Kami sudah mengesahkan hasil keputusan RUPS luar biasa, yang juga telah melewati proses di OJK. Saat ini struktur direksi baru Bank NTT sudah lengkap dan siap bekerja,” ujar Gubernur Melkisedek.

Adapun susunan direksi baru Bank NTT yang diumumkan adalah sebagai berikut Direktur Utama, Charlie Paulus, Direktur Kredit Alo Geong, Direktur SDM dan Operasional Rahmat Saleh

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan bahwa masih terdapat dua posisi direksi yang belum terisi, yakni Direktur Dana dan Direktur IT. Untuk posisi tersebut, rapat pemegang saham mengusulkan nama Yohanes Landu Praing yang akan segera diajukan kepada OJK untuk mendapatkan persetujuan.

Sementara itu, posisi Komisaris juga telah dibahas dalam rapat. Beberapa nama telah diusulkan dan akan diproses lebih lanjut setelah mendapat persetujuan resmi dari OJK.

 “Malam ini juga saya akan menandatangani Surat Keputusan Gubernur untuk pengangkatan direksi baru yang telah diputuskan oleh rapat pemegang saham. Besok pagi kami rencanakan pelantikan agar para direksi dapat langsung bekerja,” tambah Melkisedek.

Gubernur menegaskan bahwa langkah penyegaran manajemen Bank NTT ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan transparansi lembaga keuangan daerah tersebut.

“Dengan keterlibatan aktif para pemegang saham dan penguatan struktur manajemen, kami percaya Bank NTT ke depan akan semakin profesional dan mampu menopang perekonomian daerah, program pemerintah, serta kebutuhan masyarakat NTT,” tutupnya. (MI)




Penerbangan Langsung Kupang–Dili Segera Terwujud: KADIN NTT dan Lion Air Group Dorong Konektivitas Regional

Labuan Bajo,nwartapedia.com  — Harapan masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste untuk memiliki jalur udara langsung semakin mendekati kenyataan. Rute penerbangan Kupang–Dili direncanakan segera dibuka oleh Wings Air, anak perusahaan dari Lion Air Group, hasil kerja sama dan dorongan kuat dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT.

Kabar tersebut disampaikan oleh Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA, Ketua Umum KADIN NTT, bersama Bpk. Rinus Zebua, General Area Manager Lion Air Group, saat keduanya berada di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kamis (6/11).

“Kami mendapat kabar baik dari pihak Lion Air Group bahwa Wings Air siap membuka penerbangan langsung Kupang–Dili. Ini langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi, sosial, dan pariwisata antara NTT dan Timor Leste,” ungkap Bobby Lianto.

Menurut Bobby, rencana ini bermula ketika Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma, bersama rombongan KADIN NTT, menghadiri Dili International Trade Expo di Timor Leste.

Dalam lawatan tersebut, mereka bertemu langsung dengan Menteri Telekomunikasi dan Transportasi Timor Leste, Miguel Mantelu, guna membahas pembukaan penerbangan langsung antara Kupang dan Dili.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Johni Asadoma menegaskan bahwa Bandara El Tari Kupang telah berstatus bandara internasional, sehingga secara infrastruktur sudah siap melayani penerbangan antarnegara.

“Setelah pertemuan di Dili, kami dari KADIN NTT bersama CCI Timor Leste langsung mengirim surat kepada Direksi Lion Group untuk menjajaki kemungkinan penerbangan charter. Kami bahkan siap mencarter pesawat sendiri jika belum ada maskapai yang membuka rute tersebut,” jelas Bobby.

Tidak lama berselang, Lion Air Group menyampaikan kesiapannya untuk melayani rute tersebut melalui Wings Air.

Rinus Zebua, GM Lion Air Group, mengungkapkan optimisme bahwa penerbangan Kupang–Dili bisa dibuka pada awal tahun 2026, paling lambat bulan Maret, setelah seluruh proses perizinan dan administrasi selesai.

“Kami berharap, dengan dukungan semua pihak dan seizin Tuhan, penerbangan ini bisa segera beroperasi. Ini akan mempermudah masyarakat Kupang bepergian ke Dili, dan sebaliknya, membuka peluang baru bagi perdagangan dan pariwisata dua wilayah,” ujarnya.

KADIN NTT dikenal konsisten memperjuangkan pembukaan rute-rute internasional dari wilayah timur Indonesia. Sebelumnya, KADIN NTT juga berperan besar dalam menghadirkan penerbangan AirAsia rute Kuala Lumpur–Labuan Bajo, setelah bertemu langsung dengan Tony Fernandes, pemilik AirAsia, dalam ajang ASEAN Summit.

Langkah-langkah konkret ini menunjukkan komitmen KADIN NTT untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur sebagai gerbang ekonomi dan pariwisata internasional di kawasan timur Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor Leste. **




Kontingen NTT Tampil Penuh Semangat di POPNAS XVII 2025: Raih 3 Perak dan 1 Perunggu

Kupang nwartapedia.com  –   Kontingen Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan semangat juang luar biasa pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Tahun 2025.

Hingga Rabu (5/11/2025), para atlet muda NTT berhasil menorehkan tiga medali perak dan satu medali perunggu dari beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan.

Kontingen NTT telah mengumpulkan tiga medali perak dan satu medali perunggu, yaitu:

 Medali Perak

– Atletik nomor 5000m putra atas nama Patrick Sola
 – Atletik nomor 800m putri atas nama Angel Rambu Sasela
 – Taekwondo atas nama Maria Mesakh

Medali Perunggu

Taekwondo atas nama Sultan Baranuri

Hasil Lengkap Pertandingan Cabang Olahraga (5 November 2025)

1. Sepak Bola
Tim sepak bola POPNAS NTT harus mengakui keunggulan tim Jawa Tengah (Jateng) dengan skor 0–3 pada laga ketiga fase penyisihan. Dengan hasil ini, tim NTT belum berhasil melangkah ke babak berikutnya.

2. Tinju
Tiga petinju NTT tampil penuh semangat di ring:

  • Andini Uru Hida (48–50 kg youth girls) kalah KO di ronde kedua dari Fani Afnan Janati (DKI Jakarta).
  • Donisius Diki Dongga (54 kg youth boys) kalah angka dari Roney Messi Yohanes Somba (Sulawesi Utara).
  • Frederikus Heronmus Dapp (67 kg youth boys) mencatat kemenangan atas Gilbert Wisdom Efrata But (Kepulauan Riau).

3. Taekwondo

  • Sultan Baranuri meraih medali perunggu, tampil memukau meski masih berusia muda.
  • Maria Mesakh menyumbang medali perak setelah tampil gemilang hingga babak final.
  • Daniel Valentino Cono dan Alexandria Qeisha Leto Dasi gugur di babak penyisihan.

4. Wushu

  • Agid dan Kristian Umbu Roka berhasil menembus babak semifinal.
  • Zakharias dan Antonius terhenti di babak awal.

5. Karate

  • Jimi Andreas Tefa kalah melawan atlet asal Jambi.
  • Jessyca Moldena dijadwalkan kembali bertanding pada Kamis (6/11/2025) setelah laga ditunda.

6. Pencak Silat

  • Yuanita Oliva Juani Makin menang dan melaju ke babak semifinal.
  • Yohanes Baptista juga meraih kemenangan atas atlet asal Kalimantan Selatan.

7. Atletik

  • Anjel finis di posisi ke-5 pada nomor 400 meter.
  • Edelyade finis di posisi ke-5, Benedkita di posisi ke-7, dan Kristin di posisi ke-9 pada nomor 5000 meter.

Dengan perjuangan dan semangat tinggi yang ditunjukkan para atlet, Kontingen NTT optimistis dapat menambah koleksi medali pada pertandingan-pertandingan berikutnya di ajang POPNAS XVII 2025 ini. (MI)




Atlet Muda NTT Tampil Penuh Semangat di POPNAS XVII 2025: Tiga Medali Perak Diraih di Hari Kedua

Yogyakarta nwartapedia.com  –  Kontingen Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan daya juang luar biasa dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Tahun 2025 yang berlangsung di Yogyakarta.

Memasuki hari kedua pelaksanaan, para atlet muda NTT berhasil menorehkan sejumlah prestasi gemilang dan memperlihatkan semangat kompetisi yang tinggi di berbagai cabang olahraga.

Atletik Persembahkan Dua Medali Perak

Cabang atletik menjadi penyumbang prestasi terbesar hari ini.

Patris Sola sukses meraih medali perak pada nomor 5000 meter putra setelah bertarung ketat hingga garis finis.

Rambu Angel Sesela juga mempersembahkan medali perak untuk NTT di nomor 800 meter putri.

Sementara itu, Hiasintus Lodho menempati posisi kelima dan tetap menunjukkan performa membanggakan.

Maria Messakh Sumbang Medali Perak Taekwondo

Dari arena taekwondo, Maria Messakh menjadi bintang baru NTT setelah tampil luar biasa hingga melaju ke babak final dan meraih medali perak.

Dua rekannya, Pirlo Kiak dan Fidelis Soka, telah berjuang maksimal meski harus terhenti di babak penyisihan.
Hasil ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet bela diri di NTT terus menunjukkan perkembangan positif.

Tinju: Dua Kemenangan Penting untuk NTT

Petinju muda Andri A. Pentau (51 kg Youth Boys) dan Emanuel J. Arat (63,5 kg Youth Boys) sukses menang angka atas lawan mereka dari Kalimantan Barat dan Maluku.

Sementara Quin Sira (48 kg Youth Girls) serta Ely A. Mengga (46 kg Youth Boys) harus mengakui keunggulan petinju dari Jawa Tengah dan Bali.

Wushu dan Pencak Silat Cetak Kemenangan

Dari cabang wushu, tiga atlet NTT mencatat kemenangan atas lawan-lawan tangguh:

Zakharias Dappa Ole menundukkan atlet dari Banten, Rivaldo mengalahkan wakil Jawa Timur, danKristian Umbu Roka menang atas Yogyakarta.

Sementara Tania Lioni Dimu dan Benediktus Belarmino Jisent Hus belum berhasil melanjutkan langkah mereka.

Di pencak silat, dua pesilat NTT, Yuanita Oliva Juani Makin dan Yohanes Baptista, tampil gemilang dengan kemenangan atas lawan dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Leonita M. harus mengakhiri perjuangan setelah kalah dari pesilat Kepulauan Riau.

Sepak Bola dan Tenis Meja Masih Berjuang

Tim sepak bola NTT berjuang keras meski harus mengakui keunggulan Sumatera Utara dengan skor 1–7.
Sementara di cabang tenis meja, tim beregu NTT mencatat kemenangan meyakinkan atas Jawa Barat (3–0) namun gagal melaju ke babak selanjutnya setelah kalah dari DIY (0–3).

Karate Fokus pada Persiapan

Cabang karate belum memulai pertandingan resmi. Hari ini, para atlet mengikuti acara pembukaan POPNAS XVII dan menjalani latihan ringan sebagai bagian dari persiapan menuju laga perdana.

Apresiasi dari Pemerintah Provinsi NTT

Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan apresiasi atas semangat dan perjuangan para atlet muda.

“Setiap pertandingan adalah pengalaman berharga. Kami bangga dengan semangat pantang menyerah para atlet NTT yang terus berjuang mengharumkan nama daerah. Raihan tiga medali perak hari ini menjadi motivasi bagi seluruh kontingen untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Harapan untuk Hari Berikutnya

Dengan torehan tiga medali perak dan sejumlah kemenangan di berbagai cabang olahraga, kontingen NTT optimistis dapat menambah pundi-pundi medali pada hari-hari berikutnya.

Semangat juang dan sportivitas tinggi menjadi modal utama para atlet muda Bumi Flobamora dalam menghadapi kompetisi nasional ini. (MI)




KADIN NTT Dukung Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting di Kabupaten TTS

Soe,nwartapedia.com   – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, menghadiri acara pembukaan kegiatan Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting yang digelar di halaman Kantor Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (29/10/2025) pagi.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menegaskan komitmen KADIN NTT untuk terlibat aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam penanganan stunting di wilayah NTT.

Ia menyatakan bahwa KADIN siap berperan sebagai “orang tua asuh” bagi anak-anak yang terdampak stunting melalui program yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Saya siap mendukung kegiatan BKKBN, khususnya menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting. Saya juga akan mengimbau anggota KADIN dan para pengusaha untuk turut berpartisipasi menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting di NTT,” ujar Bobby Lianto.

Selain itu, Bobby menambahkan bahwa KADIN NTT juga tengah mendorong pembangunan dapur SPPG dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan Kabupaten TTS.

“Kami dari KADIN NTT mendukung penuh pembangunan dapur SPPG dan MBG di daerah 3T, khususnya di TTS. Ini menjadi komitmen kami, sebab masyarakat di desa-desa terpencil sangat membutuhkan dukungan nyata seperti ini,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, yang dalam sambutannya menyampaikan kondisi kemiskinan dan stunting di wilayahnya. Menurut Eduard, angka kemiskinan di Kabupaten TTS masih tergolong tinggi, yakni mencapai 24,64 persen, sementara angka stunting berdasarkan data semester I tahun 2025 tercatat sebesar 41,5 persen, atau sekitar 12.213 anak.

“Pemerintah Daerah TTS sangat mengharapkan dukungan pemerintah pusat dalam program pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas Bupati Eduard.

Sementara itu, dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), hadir Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Sukaryo Teguh Santoso, yang memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemkab TTS dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.

Dalam arahannya, Sukaryo menyampaikan empat program prioritas dalam percepatan penurunan stunting, yaitu Program Ayah Asuh, Taman Asuh Sayang Anak, Gerakan Ayah Teladan, serta Lansia Berdaya. Ia juga menyoroti tantangan utama yang dihadapi masyarakat, yakni masih rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang stunting.

Melalui kegiatan ini, KADIN NTT menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting, khususnya di Provinsi NTT. ***




Mediasi Buntu! Andre Lado, S.H. Desak Pengadilan Tunda Eksekusi Tanah Lampu Merah Oesapa

Kupang, nwartapedia.com — Sidang mediasi perkara perlawanan eksekusi atas tanah bernilai miliaran rupiah di kawasan Lampu Merah Oesapa, Kota Kupang, berakhir tanpa kesepakatan.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Kamis (30/10/2025), dipimpin oleh Hakim Mediator Florence Katerina, S.H., M.H.

Enam tergugat melalui kuasa hukumnya, Azis Ismail, S.H., menolak tawaran damai, sementara tergugat ketujuh, Paulus Kou, memilih diam melalui kuasa hukumnya Yafet Mau, S.H.

Perkara bernomor 321/Pdt.Bth/2025/PN Kpg ini diajukan oleh Agustinus Fanggi sebagai pelawan, yang diwakili Advokat Andre Lado, S.H. Para tergugat adalah Satrya Dindus Liwe, Happy Christyn Liwe, Honey Lestari Liwe, Prince Liwe, El Roy Liwe, Drs. Anthon A. Liwe Rohi, dan Paulus Kou.

Objek sengketa berupa tanah SHM No. 2287/Oesapa seluas 535 m² atas nama Paulus Kou, dengan nilai aset diperkirakan lebih dari Rp2 miliar.

Andre Lado: “Ada Hak yang Belum Dipertimbangkan”

Kepada wartawan, Andre Lado menyampaikan bahwa pihaknya meminta PN Kupang menunda eksekusi tanah karena terdapat hak hukum kliennya yang belum dipertimbangkan, khususnya terkait bukti jual beli dan dua kwitansi pembayaran masing-masing Rp25 juta yang terjadi pada 2007 dan 2008.

“Kami berharap agar proses eksekusi ini dapat segera ditangguhkan. Ada hak hukum yang belum dinilai secara adil,” tegas Andre.

Ia menjelaskan, sesuai Pasal 207 ayat (3) HIR dan 227 RBg, perlawanan terhadap eksekusi (partij verzet) dapat diajukan jika ada pihak ketiga yang merasa haknya terganggu oleh pelaksanaan eksekusi.

“Klien saya bukan hanya pegang kwitansi jual beli, tapi juga telah menguasai tanah itu dan membangun lima kamar kos di atasnya. Kurang beralasan apa lagi?” ujarnya.

Dua Prinsip Hukum yang Berbenturan

Meski demikian, Andre juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kepastian hukum dari putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan perlindungan terhadap hak pihak ketiga yang mungkin dirugikan.

“Kasus ini membenturkan dua prinsip penting dalam hukum perdata: kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak yang sah,” jelasnya.

Sebelumnya, tanah sengketa ini telah melalui proses hukum panjang hingga Putusan MA RI No.1033 K/Pdt/2023 yang telah berkekuatan hukum tetap sejak 17 Mei 2023.

Namun, menurut Andre, kliennya tidak pernah dilibatkan dalam proses tersebut dan baru mengetahui fakta kepemilikan saat tahap konstatering.

Jika klaim kepemilikan Agustinus Fanggi terbukti sah, pengadilan berpotensi menunda eksekusi hingga perlawanan hukum ini memiliki putusan tetap. ***




Wagub Johni Asadoma Resmi Buka Musda XIV HIPMI NTT: Dorong Kolaborasi Pengusaha Muda Bangun NTT

Kupang nwartapedia.com  –  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XIV Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar H. Buchari; Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares; Ketua BPD HIPMI NTT Periode 2022–2025, M. Ikhsan Darwis; serta sejumlah pimpinan asosiasi dan lembaga seperti Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto, Ketua Gapensi NTT, Vivo Ballo, dan perwakilan dari Bank NTT, Jamkrida, serta Bank Christa Jaya.

Musda XIV HIPMI NTT kali ini juga menjadi ajang pemilihan Ketua Umum HIPMI NTT Periode 2025–2028, sekaligus penyusunan arah program kerja organisasi untuk tiga tahun ke depan.

Berdasarkan hasil pendaftaran, hanya terdapat satu calon ketua, yakni Heru Dupe, yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi tersebut.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Filmon Loasana menyampaikan bahwa Musda XIV mengusung tema “Kolaborasi Bangun NTT Bersama Pengusaha Muda NTT.”

Ia menegaskan bahwa keberadaan HIPMI bukan sekadar ajang prestise, melainkan wadah kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Hari ini kami berkomitmen bahwa HIPMI harus berkolaborasi dengan pemerintah. Kami HIPMI NTT akan berjalan bersama Pak Melki dan Pak Asadoma untuk membangun NTT yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI NTT, M. Ikhsan Darwis, menyoroti kondisi ekonomi daerah yang masih menghadapi tantangan serius, seperti pengangguran, kemiskinan, dan terbatasnya lapangan kerja.

“Pemerintah butuh HIPMI. Kita akan bekerja sama, membuka lapangan pekerjaan, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun NTT,” tegas Ikhsan.

Ia juga menambahkan bahwa HIPMI harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru di berbagai sektor, terutama pertanian, peternakan, dan kewirausahaan.

“Kalau kita lihat dari program Bapak Presiden, ada MBG. Kita bisa masuk ke situ, meningkatkan ekonomi di bidang pertanian, peternakan, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar H. Buchari, mengingatkan peserta Musda agar tidak kehilangan esensi kegiatan organisasi tersebut.

“Musda adalah tempat teman-teman menyusun program kerja yang relevan untuk membantu Pemprov NTT. Jangan hanya mengejar waktu, tapi hilang esensinya. Gunakan forum ini untuk berdialog, bernegosiasi, dan menyusun pokok-pokok pikiran yang bisa berkontribusi nyata bagi pembangunan provinsi NTT,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Musda XIV HIPMI NTT yang berlangsung tertib dan kondusif.

“Saya senang karena Musda ini hanya memiliki calon tunggal untuk Ketua HIPMI NTT, sehingga diyakini akan berjalan lancar tanpa perpecahan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya peran HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengelola potensi daerah dan membuka lapangan kerja baru.

“HIPMI harus menjadi mitra kerja pemerintah, mampu mengolah sumber daya daerah, membuka lapangan kerja, dan ikut menumbuhkan ekonomi masyarakat. Perekonomian NTT harus terus maju meskipun kita menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan dinamika geopolitik serta geoekonomi global,” ungkapnya.

Wagub juga berharap agar HIPMI terus berinovasi dan berkreasi dalam menjawab tantangan zaman.

“Semoga HIPMI terus membangkitkan semangat kewirausahaan, berinovasi, dan berkolaborasi demi kemajuan NTT,” tutupnya.

Dengan dibukanya secara resmi Musda XIV HIPMI NTT oleh Wakil Gubernur Johni Asadoma, diharapkan agenda organisasi ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi kemajuan HIPMI serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi NTT yang inklusif dan berkelanjutan. ***




NTT Lepas 101 Atlet Pelajar Ikuti POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI di Jakarta

Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT resmi melepas kontingen Provinsi NTT yang akan berlaga di dua ajang nasional bergengsi, yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Tahun 2025 dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI Tahun 2025 di Jakarta.

Acara pelepasan berlangsung khidmat di Kupang pada Selasa (28/10/2025), dihadiri oleh Gubernur NTT, Wakil Gubernur, Ketua DPRD Provinsi NTT, Plh. Sekda, unsur Forkopimda, pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT, serta jajaran KONI NTT dan pengurus cabang olahraga.

Dua Ajang Nasional, Dua Semangat Besar

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT., menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang memungkinkan terlaksananya kegiatan pelepasan kontingen tersebut.

“Hari ini kita bersyukur dapat bersama-sama melepas para atlet terbaik NTT yang akan membawa nama daerah dalam dua ajang besar: POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI tahun 2025 di Jakarta,” ujar Alfonsus.

Ia menjelaskan bahwa POPNAS XVII akan berlangsung pada 1–10 November 2025, sementara PEPARPENAS XI dilaksanakan pada 5–8 November 2025, keduanya terpusat di berbagai venue di Jakarta.

74 Atlet Siap Berlaga di POPNAS XVII

Kontingen NTT untuk POPNAS XVII berjumlah 74 orang, terdiri atas 67 atlet, 22 pelatih, 13 official/manager, serta 5 anggota tim pendukung. Mereka akan berkompetisi di 10 cabang olahraga, yakni:

  1. Angkat Besi
  2. Atletik
  3. Karate
  4. Pencak Silat
  5. Senam Artistik
  6. Sepak Bola
  7. Taekwondo
  8. Tinju
  9. Tenis Meja
  10. Wushu

Pertandingan akan digelar di berbagai lokasi, antara lain Pusat Pendidikan Olahraga (PPO) Ragunan, GOR POPKI Cibubur, Stadion Tugu, Gelanggang Remaja Jakarta, hingga GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun.

Dukungan untuk Atlet Disabilitas di PEPARPENAS XI

Selain POPNAS, NTT juga akan mengirimkan 27 peserta untuk mengikuti PEPARPENAS XI, terdiri dari 11 atlet, 2 pelatih, dan 8 official serta pendamping. Mereka akan bertanding di cabang Para Atletik, yang dilaksanakan di Stadion Atletik Ragunan, Jakarta Selatan, pada 5–8 November 2025.

“Partisipasi atlet disabilitas dalam PEPARPENAS XI menjadi bukti komitmen kita bahwa olahraga adalah untuk semua, tanpa kecuali. Mereka membawa semangat luar biasa untuk menginspirasi kita semua,” kata Alfonsus.

Harapan dan Doa untuk Kontingen NTT

Pada kesempatan tersebut, Alfonsus juga menyampaikan harapan agar seluruh atlet menjaga sportivitas dan disiplin selama mengikuti pertandingan.

“Kami berharap para atlet tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, pantang menyerah, dan memberikan yang terbaik bagi NTT,” pesannya.

Pelepasan kontingen diakhiri dengan doa bersama dan pernyataan resmi oleh Gubernur NTT, yang sekaligus memberikan arahan dan dukungan moril bagi seluruh kontingen.

“Tuhan memberkati langkah para atlet NTT. Selamat berjuang dan harumkan nama daerah di kancah nasional,” tutup Alfonsus. (MI)