Piala Futsal Gubernur NTT 2025 Resmi Ditutup, Melki Laka Lena Dorong Pembinaan Futsal Menuju Prestasi Nasional

Kupang nwartapedia.com  — Turnamen Futsal Piala Gubernur Nusa Tenggara Timur 2025 secara resmi ditutup oleh Melkiades Laka Lena, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi NTT, dalam upacara penutupan yang berlangsung meriah di GOR Oepoi Kupang. Acara ini menjadi puncak rangkaian kompetisi futsal yang diikuti berbagai tim dari kabupaten/kota di seluruh NTT.

Penutupan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kupang yang juga Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten Kupang, para perwakilan sponsor, jajaran pengurus Asosiasi Futsal Provinsi NTT, serta seluruh manajemen dan pemain dari tim peserta.

Dalam sambutannya, Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh pihak yang berperan dalam menyukseskan turnamen. Ia menilai turnamen ini telah berjalan dengan baik dan menjadi wadah strategis untuk menjaring pemain muda berbakat dari berbagai daerah.

“Turnamen ini menjadi ajang penting untuk menemukan potensi atlet futsal yang dapat dibina menjadi pemain profesional. Saya meminta panitia mencatat dan memetakan para pemain yang menonjol agar dapat dipersiapkan menuju level kompetisi nasional,” tegas Melkiades.

Ia juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini dirinya telah melakukan koordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga terkait pengembangan futsal di NTT. “Pemerintah pusat tetap melihat NTT sebagai provinsi yang memiliki potensi besar dalam cabang futsal. Karena itu, pembinaan berkelanjutan perlu kita lakukan bersama,” ujarnya.

Melkiades tak lupa memberikan motivasi kepada para atlet muda agar terus berlatih, menjaga disiplin, dan mengembangkan diri, baik di bidang olahraga maupun bidang kreatif lainnya. “Anak-anak muda NTT harus terus mengasah kemampuan. Jadilah generasi yang unggul dan berdampak bagi daerah ini,” pesannya.

Menutup sambutannya, Melkiades memanjatkan puji syukur dan memohon berkat Tuhan sebelum resmi menutup Turnamen Futsal Piala Gubernur NTT 2025. Ia menyampaikan optimisme bahwa futsal NTT dapat menorehkan prestasi pada PON 2028, meskipun cabang futsal akan digelar di Provinsi NTB.

“Saya berharap tim futsal NTT dapat tampil kuat dan meraih kemenangan di PON 2028. Potensi kita besar, tinggal kita kelola dengan baik,” tutupnya.

Upacara penutupan berlangsung dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada tim juara, pemain terbaik, serta apresiasi kepada sponsor dan pihak-pihak yang mendukung penuh penyelenggaraan turnamen ini. (MI)




Tes Kontrol Akhir Tahun Sentra PPLD, PPLMD, dan SPOBNAS Dispora NTT Resmi Dibuka

Kupang,nwartapedia.com   — Kegiatan Tes Kontrol Akhir Tahun bagi atlet-atlet binaan Sentra PPLD, PPLMD, serta SPOBNAS yang berada di bawah naungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dispora NTT) resmi dimulai pada Senin pagi (11/12).

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Plt. Kadispora NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Independen/Pengelola, para pelatih dari 11 cabang olahraga (cabor) binaan, serta atlet-atlet dari seluruh cabor tersebut.

Dalam struktur pembinaan, masing-masing cabor memiliki atlet inti (lapisan utama) dan atlet pendamping (lapisan kedua).

Menurut Dr. Frans Sales, seluruh atlet wajib mengikuti rangkaian item tes yang telah disusun oleh Tim Independen/Pengelola. Tes tersebut dikoordinir oleh Dudi Y. Baranuri, sementara instrumen tes dipimpin oleh Dr. Jhoni Lumba, M.Pd., dengan dukungan para pelatih, unsur pengelola sentra, dan ASN Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT.

Cabor Binaan Sentra PPLD & PPLMD

Saat ini, terdapat 11 cabang olahraga yang dibina pada kedua sentra tersebut, di antaranya Atletik, Tinju,  Pencak Silat, Kempo,Taekwondo, Wushu, Kick Boxing, Kriket, Futsal, Sepaktakraw dan Angkat Besi. 

Cabor Binaan Sentra SPOBNAS

Selain itu, pada Sentra SPOBNAS terdapat 5 cabang olahraga binaan, yaitu Atletik, Taekwondo, Pencak Silat, Wushu dan Karate.

Ketiga sentra pembinaan ini berada langsung di bawah koordinasi teknis Dispora NTT.

Upaya Besar Mewujudkan Prestasi dan Visi NTT Maju

Dr. Frans Sales menegaskan bahwa pembinaan olahraga ini merupakan kerja besar pemerintah untuk mencapai visi NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, Berkelanjutan, dan Berprestasi Tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi, sinergitas, dan soliditas antara semua pihak, baik internal maupun eksternal, termasuk para pemangku kepentingan (stakeholders). Semua pihak diharapkan memberikan kontribusi dan keterlibatan aktif untuk meningkatkan kualitas pembinaan di ketiga sentra tersebut.

“Sentra SPOBNAS, PPLD, dan PPLMD merupakan model pembinaan kolaboratif yang menjadi role model manajemen pemusatan latihan dan kompetisi di NTT. Dengan pola pembinaan yang baik dan profesional, kita berharap pada PON Bersama NTT–NTB tahun 2028, kontingen NTT memiliki data atlet yang siap tampil dan bersaing,” ujar Frans Sales.

Menuju PON Bersama 2028

Kegiatan tes akhir tahun ini menjadi bagian penting dalam pemetaan performa atlet menuju PON Bersama 2028. Data hasil tes akan menjadi dasar bagi pelatih dan tim teknis untuk menentukan program latihan lanjutan serta pemusatan latihan yang lebih terarah.

Dengan dukungan pemerintah, pelatih, pengelola, dan seluruh masyarakat olahraga NTT, diharapkan pembinaan pada Sentra SPOBNAS, PPLD, dan PPLMD terus meningkat demi kejayaan olahraga Nusa Tenggara Timur di masa mendatang. (MI)




Uskup Agung Kupang Resmikan Sekretariat SMGM, Tonggak Baru Penguatan Pelayanan Rohani

Kupang, nwartapedia.com — Uskup Keuskupan Agung Kupang, Mgr Hironimus Pakaenoni, meresmikan Sekretariat Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) Cabang Keuskupan Agung Kupang pada Senin, 8 Desember 2025.

Peresmian yang berlangsung sederhana namun sarat makna ini dihadiri puluhan anggota SMGM serta jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua.

Momen peresmian kali ini juga bertepatan dengan Pesta Imamat ke-10 Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, RD Longginus Bone, yang sekaligus menjadi Moderator Komunitas Doa SMGM.

Pembukaan sekretariat baru tersebut menjadi langkah strategis bagi penguatan pembinaan iman, pelayanan rohani, serta pengorganisasian karya kerasulan Komunitas SMGM di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adri Ceme, menyampaikan bahwa hadirnya sekretariat ini menjawab kebutuhan ruang koordinasi yang selama ini berjalan secara terbatas.

“Selama ini kegiatan administrasi SMGM dilakukan di rumah pribadi pengurus. Dengan adanya sekretariat ini, kita memiliki pusat koordinasi yang jelas, terstruktur, dan siap mendukung perkembangan spiritualitas serta karya pelayanan anggota SMGM,” ujar Adri.

Ia menjelaskan bahwa sekretariat tersebut akan difungsikan sebagai ruang rapat, pusat konsolidasi program, persiapan kegiatan rohani, hingga pusat data komunitas dan animasi kerasulan.

Moderator SMGM Keuskupan Agung Kupang, RD Longginus Bone, menegaskan bahwa peresmian sekretariat ini merupakan bentuk komitmen Gereja dalam memperkuat komunitas kategorial agar semakin hidup, aktif, dan relevan dalam pelayanan.

“Sekretariat ini mesti menjadi ruang bertumbuh dalam iman dan kebersamaan. Ini bukan hanya bangunan, tetapi simbol perhatian Gereja untuk mempersiapkan umat, khususnya komunitas kategorial, agar menjadi pewarta yang tangguh di tengah tantangan zaman,” tegas RD Longginus.

Ia berharap sekretariat tersebut mampu melahirkan program-program kreatif dan sesuai dengan kebutuhan umat di era digital. RD Longginus juga mengingatkan kembali semangat pelayanan Mgr Gabriel Manek, yang sepanjang hidupnya mengutamakan pelayanan bagi mereka yang kecil dan lemah, meneladani Kristus yang datang “bukan untuk dilayani, melainkan melayani.”

Ia pun mengajak seluruh anggota SMGM menjadikan sekretariat ini sebagai rumah perjumpaan iman yang mempersatukan dan meneguhkan pelayanan.

Peresmian sekretariat ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mgr Hironimus Pakaenoni, disusul dengan doa pemberkatan. Hadir pula para pengurus SMGM Cabang Asisi Kolhua serta puluhan anggota DPP Paroki Kolhua.

Dengan beroperasinya sekretariat baru ini, Komunitas SMGM Keuskupan Agung Kupang diharapkan semakin solid, terarah, dan mampu menghadirkan karya pelayanan yang berdampak bagi Gereja maupun masyarakat luas. (goe)




Dispora NTT dan Kemenpora RI Gelar Tes Kontrol Akhir Tahun Sentra SPOBNAS

Kupang,nwartapedia.com  — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga bekerja sama dengan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menggelar Tes Kontrol Akhir Tahun bagi atlet-atlet binaan Sentra SPOBNAS Dispora NTT.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pola pembinaan berkelanjutan yang dilaksanakan sejak Januari hingga Desember 2025.

Kegiatan tes resmi dibuka hari ini oleh Plt. Kepala Dispora NTT melalui Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Dr Frans Sales.,S.Pd,MM.

Hadir dalam kegiatan tersebut tim dari Kemenpora RI yang dipimpin oleh Mantan ASDP Drs. Thobias Tubulau, mantan Asdep sekaligus pejabat senior Kemenpora RI, didampingi oleh Yonas Bain, M.Pd, serta tim pendukung lainnya. Turut hadir pula Dr. Joni Lumba, M.Pd, bersama para pelatih Sentra SPOBNAS NTT.

Sementara itu, Dudi Y. Baranuri bertindak sebagai koordinator tes, bersama jajaran ASN Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT.

Berlangsung Tiga Hari

Tes kontrol akhir tahun ini akan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 9, 10, dan 11 Desember, bertempat di GOR Futsal Oepoi Kupang. Selain untuk Sentra SPOBNAS,

Dispora NTT juga akan melakukan tes akhir tahun bagi atlet di Sentra PPLD dan PPLMD, sebagai bagian dari program pembinaan olahraga daerah.

Parameter Evaluasi Menyeluruh

Tes ini merupakan instrumen evaluasi penting untuk memotret progres pembinaan atlet selama satu tahun. Penilaian mencakup hasil tes berkala, data capaian latihan, prestasi atlet dalam berbagai event, perilaku dan kedisiplinan serta aspek pendukung performa lainnya

Seluruh data tersebut kemudian akan dianalisis oleh tim pengelola dan pelatih dari tiga sentra (SPOBNAS, PPLD, PPLMD).

Dari hasil evaluasi, tim akan merekomendasikan apakah seorang atlet dipertahankan dalam program pembinaan tahun 2026 atau dikembalikan ke daerah asal.

Evaluasi tidak hanya dilakukan untuk atlet, tetapi juga berlaku bagi pelatih dan pengelola di ketiga sentra tersebut.

Hal ini dianggap penting karena ketiganya saling berkaitan dalam mewujudkan peningkatan prestasi olahraga yang optimal.

Harapan untuk Dukungan Semua Pihak

Frans Sales  menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Kemenpora RI, pelatih, pengelola, serta seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan demi memperkuat pola pembinaan olahraga di tiga sentra utama: SPOBNAS, PPLD, dan PPLMD.

“Kami sangat berharap dukungan dari semua pihak untuk terus memperkuat pola pembinaan yang ada, demi melahirkan atlet-atlet berprestasi dan membanggakan NTT di tingkat nasional maupun internasional,” demikian disampaikan pihak Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT. (MI)




Wagub NTT Tinjau SPPG di Manggarai: Layani dengan Tulus untuk Masa Depan Anak-Anak Kita

Kupang, nwartapedia.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai pada Jumat (5/12/2025) untuk memantau langsung pelaksanaan Sentra Pemberdayaan Pangan dan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program strategis nasional yang tengah berjalan di NTT.

Di SPPG Compang Dalo, Wagub Johni melihat kesiapan sarana, pengelolaan layanan, serta kinerja tenaga pendukung dalam memenuhi kebutuhan penerima manfaat. Kepada seluruh karyawan, ia memberikan apresiasi sekaligus dorongan.

“Selamat semuanya. Layanilah dengan tulus,” ujarnya.

SPPG Compang Dalo saat ini melayani 2.331 penerima manfaat dari jenjang PAUD hingga SMA, mencakup sejumlah sekolah seperti SMPN 7 Cumbi, SDK Wae Mbeleng, SDI Sama, SMP–SMA St. Claus, serta sejumlah PAUD dan KB di wilayah tersebut.

Sebelum itu, Wagub juga meninjau SPPG Lawir di Kelurahan Lawir, yang dikelola oleh Yayasan Prima Karya Mandiri.

Menurut staf SPPG Lawir, Riki Suhardi, sentra tersebut melayani 2.673 penerima manfaat, dengan jumlah terbesar berasal dari SMA Negeri 1 Ruteng yang mencapai 1.581 siswa.

Baik SPPG Compang Dalo maupun SPPG Lawir mempekerjakan 50 tenaga, terdiri dari tiga staf Badan Gizi Nasional dan 47 relawan yang bertugas mengelola suplai bahan pangan, memasak, dan mendistribusikan makanan bergizi kepada anak-anak.

Program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak, mencegah stunting, serta memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani, nelayan, dan UMKM sebagai pemasok bahan pangan bagi dapur-dapur MBG.

Usai meninjau SPPG, Wagub Johni mengunjungi Kampung Redong untuk menyalurkan sembako bersubsidi. Dalam kesempatan itu, ia mendorong warga memanfaatkan lahan-lahan tidur sebagai sumber produksi pangan yang dapat diserap langsung oleh dapur MBG.

“Inilah kesempatan kita. Jangan biarkan tanah kosong. Tanam sayur, pelihara ayam dan hasilnya bisa langsung dijual ke dapur-dapur MBG,” tegas Wagub Johni.

Ia berharap kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal dapat memastikan keberlanjutan program MBG sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di Manggarai. ***




Mentan Amran Beri Tambahan Anggaran Kakao untuk Sumba Barat, Usai Permintaan Ketua KADIN NTT 

Jakarta,nwartapedia.com — Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) KADIN Indonesia yang digelar di Park Hyatt Hotel Jakarta kembali menjadi panggung penting bagi sinergi pemerintah dan dunia usaha.

Selama tiga hari pelaksanaan, forum ini menghadirkan deretan menteri strategis, mulai dari Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Mendagri, Menteri Pertanian, Menteri Pariwisata, Menteri Kesehatan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga Kepala Danantara, hingga sejumlah menteri lainnya yang memaparkan arah kebijakan nasional di sektor masing-masing.

Namun salah satu momen paling menarik perhatian terjadi ketika Ketua Umum KADIN Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, M.M., MBA, menyampaikan apresiasi dan aspirasi langsung kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Dalam forum tersebut, Bobby Lianto yang juga baru dilantik sebagai Ketua Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian atas program revitalisasi perkebunan kakao di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah NTT.

Bobby Lianto tak hanya menyampaikan laporan teknis, tetapi juga membagikan kisah personal mengenai perjuangan orang tuanya membangun perkebunan kakao di Sumba Barat selama lebih dari 31 tahun.

Menurutnya, program revitalisasi yang dijalankan tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya para petani kakao di Sumba Barat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemerintah.

Bobby Lianto juga memohon agar pemerintah memberi kebijakan khusus bagi NTT untuk mempercepat lahirnya hilirisasi industri, sehingga potensi komoditas daerah dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Tak butuh waktu lama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman langsung memberikan tanggapan tegas yang mengejutkan seluruh peserta RAPIMNAS.

Di hadapan para pemimpin daerah, pengusaha nasional, hingga jajaran kementerian, ia menyatakan komitmennya memperkuat perkebunan kakao NTT, khususnya di Sumba Barat.

“Ketum KADIN NTT segera hubungi Bupati Sumba Barat. Ketemu Dirjen Perkebunan, dapat anggaran kakao,” ujar Mentan Amran.

Pernyataan spontan tersebut seketika disambut tepuk tangan meriah dari seluruh ruangan, menandai sebuah keputusan penting bagi sektor pertanian di wilayah timur Indonesia.

Dengan tambahan anggaran kakao tersebut, Sumba Barat diproyeksikan menjadi salah satu sentra kakao potensial yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi NTT melalui peningkatan produktivitas sekaligus peluang hilirisasi.

RAPIMNAS KADIN 2025 pun menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pemerataan pembangunan nasional dan NTT menjadi salah satu wilayah yang kini mendapat perhatian khusus. (MI)




Gubernur Resmi Membuka Turnamen Futsal Piala Gubernur NTT 2025

Kupang nwartapedia.com  — Turnamen Piala Gubernur NTT resmi dibuka oleh Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena dalam sebuah upacara meriah yang digelar pada Minggu (30/11/2025). malam.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pengurus Asosiasi Futsal NTT yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan olahraga bergengsi tersebut.

“Puji syukur kepada Tuhan karena malam ini kita bisa membuka turnamen futsal. Ini merupakan kerja keras dari seluruh pengurus futsal NTT,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh atlet muda yang mengikuti turnamen tersebut agar menjunjung tinggi sportivitas, patriotisme, serta integritas selama bertanding.

“Olahraga itu tidak harus selalu menang. Tetapi kemenangan yang sejati adalah saat kita bisa menjaga kehormatan, menghormati lawan, menjaga persaudaraan sebagai sesama atlet,” ujarnya.

Gubernur menambahkan bahwa ia pernah bertemu dengan atlet-atlet NTT yang kini berkarier di Thailand, dan hal itu membuktikan kualitas talenta olahraga daerah.

Gubernur juga mengingatkan para atlet untuk menjaga pola makan dan kebiasaan sehari-hari sebagai bagian dari disiplin diri.

“Tadi pagi saya sampaikan, atlet itu jangan makan sembarangan. Badan harus dijaga, olahraga harus benar, makan juga harus benar. Mudah-mudahan tujuan kalian bisa tercapai,” tegasnya.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Futsal NTT sekaligus Ketua Panitia, Jimy Sianto, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur NTT atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen yang membutuhkan biaya besar tersebut.

“Saya menyaksikan langsung bahwa kegiatan ini memerlukan biaya besar. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT atas dukungannya. Dengan dukungan sebesar ini, kita berharap futsal NTT dapat meraih medali pada PON mendatang,” ungkap Jimy.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur NTT memberikan instruksi khusus agar dilakukan proses seleksi ketat untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan mewakili NTT.

“Hari ini kita menyaksikan salah satu bentuk dukungan beliau, yaitu meminta dilakukan seleksi terbuka untuk mendapatkan pemain terbaik bagi NTT. Bahwa atlet NTT juga bisa, dan tidak ada KKN dalam proses ini. Semua dipilih langsung berdasarkan kemampuan,” tegasnya.

Jimy menambahkan bahwa turnamen yang diikuti oleh 31 tim yang terdiri dari 25 regu putra dan 6 regu putri ini menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi PON 2028, sekaligus wadah pembinaan generasi muda pecinta futsal di NTT.

“Atas nama masyarakat pecinta futsal, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT yang telah mendukung secara langsung. Ini adalah cara kita menyiapkan adik-adik futsal menuju PON 2028,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, ia memohon dukungan penuh dari masyarakat NTT agar kegiatan ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga daerah. (MI)




Bobby Lianto Resmi Dilantik sebagai Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia NTT Periode 2025–2030

Kupang, nwartapedia.com — Bobby Lianto resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk periode 2025–2030.

Ia bersama jajaran pengurus lainnya diambil sumpah dan dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, G. Budisatrio Djiwandono, dalam acara pelantikan yang berlangsung di Harper Hotel Kupang, Kamis (27/11/2025).

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja, hingga Anggota DPR RI dari Dapil NTT II Gavriel Novanto dan Usman Husin. Perwakilan berbagai organisasi kepemudaan dan kelompok Cipayung juga tampak memeriahkan kegiatan tersebut.

Dalam pidato perdananya usai dikukuhkan, Bobby Lianto menegaskan bahwa momentum pelantikan ini menjadi titik awal reformasi pertanian di NTT yang dipimpin oleh kaum muda.

“Di tahun pertama, kami memprogramkan penanaman jagung 1.000 hektare di Pulau Timor bekerja sama dengan PT Silvano Jaya. Hari ini sudah kita mulai dengan 150 hektare di kebun Lanud El Tari Kupang. Kami ingin mengubah lahan-lahan yang kuning di musim panas menjadi hijau,” ungkap Bobby.

Ia juga menegaskan komitmen DPD Pemuda Tani NTT untuk menjadi fasilitator bagi para petani melalui inovasi teknologi dan digitalisasi pertanian. Salah satunya adalah aplikasi Koperasi Pemuda Tani (Komuni) NTT, yang mempertemukan petani anggota koperasi dengan masyarakat untuk transaksi hasil pertanian secara online.

Aplikasi ini juga akan terhubung dengan SPPG atau dapur-dapur MBG sebagai bagian dari rantai distribusi.

Selain digitalisasi, Pemuda Tani NTT juga menghadirkan solusi untuk pasar kopi lokal. Bobby mengungkapkan, pihaknya telah mendatangkan dua unit mesin pengemasan kopi saset bekerja sama dengan Beta Print untuk memenuhi permintaan pasar yang membutuhkan kemasan kecil.

“Petani kopi di Flores sering cerita bahwa permintaan tertinggi adalah kopi saset. Selama ini belum ada alatnya di NTT, jadi kita hadirkan dua unit agar kopi lokal kita bisa masuk pasar dengan kemasan yang sesuai,” jelasnya.

Menutup pidatonya, Bobby mengajak seluruh pemuda di NTT untuk bangkit dan menjadi generasi yang memberi contoh bagi masa depan.

“Ini waktunya kita tunjukan bahwa kita generasi terhebat pada masa ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP PTI, G. Budisatrio Djiwandono, menyampaikan keyakinannya bahwa Bobby Lianto adalah figur yang tepat untuk memimpin Pemuda Tani NTT.

“Pak Bobby ini sudah paten. Saya yakin beliau mampu membawa anak-anak muda untuk mengembangkan pertanian NTT,” ujarnya.

Budisatrio mengatakan Indonesia menghadapi tantangan regenerasi petani, karena semakin banyak anak muda yang menjauhi bidang pertanian.

Ia berharap Pemuda Tani Indonesia dapat menjadi wadah inovasi bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menilai kehadiran Pemuda Tani Indonesia di NTT sangat strategis untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian.

“Ini organisasi yang sangat baik untuk membuat anak-anak muda terlibat lebih serius dalam pertanian,” ujarnya.

Melki juga menggarisbawahi stabilitas ekonomi NTT pada dua triwulan pertama tahun 2025 yang ditopang oleh sektor pertanian. Ia optimistis memasuki triwulan keempat, ekonomi NTT akan kembali menguat seiring musim tanam.

“Sektor pertanian kita stabil. Dengan adanya Pemuda Tani, partisipasi anak muda bisa semakin luas. Pertanian akan lebih terkonsolidasi, dan Pemuda Tani Indonesia akan menjadi wajahnya,” pungkasnya. (MI)




Andre Lado: Para Tergugat Gagal Pahami Nebis in Idem dalam Perlawanan Eksekusi Tanah Oesapa

Kupang, nwartapedia.com — Sengketa eksekusi tanah di kawasan Lampu Merah Oesapa, Kota Kupang, kembali mengemuka dan memicu perhatian publik. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Kupang pada Selasa (25/11/2025), kuasa hukum Pelawan Agustinus Fanggi, Advokat Andre Lado, S.H., menyampaikan Replik atas eksepsi dan jawaban tujuh Terlawan.

Dalam repliknya, Andre menegaskan bahwa seluruh eksepsi yang diajukan para Terlawan Satrya Dindus Liwe, Happy Christyn Liwe, Honey Lestari Liwe, Prince Liwe, El Roy Liwe, dan Drs. Anthon A. Liwe Rohi tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Para Terlawan tersebut hadir bersama kuasa hukum mereka: Bisri Fansyuri LN, S.H., Ahmad Azis Ismail, S.H., dan Leo Lata Open, S.H.

Ini Perlawanan Pihak Ketiga, Bukan Sengketa Hak”

Andre Lado menyebut bahwa para Terlawan keliru dalam menafsirkan asas Nebis in Idem, karena perkara yang diajukan pihaknya bukanlah gugatan terkait hak kepemilikan, melainkan perlawanan pihak ketiga terhadap eksekusi (derden verzet).

“Klien kami bukan pihak dalam perkara 92/Pdt.G/2021/PN Kpg. Putusan itu tidak pernah memeriksa ataupun memutus hak Agustinus Fanggi,” tegas Andre.

Menurutnya, hukum acara perdata memberikan ruang bagi pihak ketiga yang merasa dirugikan atas tindakan eksekusi untuk mengajukan perlawanan, meskipun eksekusi didasarkan pada putusan berkekuatan hukum tetap.

Gugatan Kabur? Andre: “Itu Dalil yang Dipaksakan”

Menanggapi eksepsi yang menyatakan gugatan kabur (obscur libel), Andre menilai dalil tersebut tidak tepat.

“Seluruh posita dan petitum sudah terang. Perbedaan administrasi tahun pembayaran hanyalah kesalahan pengetikan. Substansi gugatan tidak berubah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa alat bukti yang mereka ajukan sesuai dengan pengakuan Terlawan VII, Paulus Kou.

Pengakuan Paulus Kou Dinilai Sebagai Judicial Admission

Andre menilai posisi hukum Agustinus Fanggi justru semakin kuat karena Terlawan VII Paulus Kou memberikan pengakuan terbuka bahwa:

  • Transaksi jual beli dengan Agustinus Fanggi terjadi pada 2007
  • Pembayaran Rp 50 juta benar dilakukan
  • Pembangunan kos 5 kamar dilakukan oleh Pelawan
  • Penjual sebelumnya menyetujui transaksi tersebut

“Pengakuan Terlawan VII merupakan judicial admission yang mengikat secara hukum,” tegasnya.

Penguasaan Fisik Objek Tanah Tidak Bisa Disangkal

Andre juga membantah dalil bahwa Pelawan tidak memiliki penguasaan terhadap objek sengketa. Menurutnya, kliennya telah membangun kos 5 kamar dengan biaya sendiri dan menempati lahan tersebut secara sah dan beriktikad baik.

“Fakta fisik pembangunan tidak dapat dibantah. Hak Pelawan harus dilindungi,” katanya.

Kasus Viral dan Menyita Perhatian Publik

Sengketa tanah di Lampu Merah Oesapa ini sebelumnya menjadi viral dan mendapat sorotan publik karena eksekusi disebut-sebut dapat merugikan pihak yang tidak pernah dilibatkan dalam perkara pokok. Kondisi itu mendorong Agustinus Fanggi mengajukan perlawanan eksekusi.

Isi Petitum Replik: Minta Eksekusi Ditunda Hingga Hak Pelawan Dipulihkan

Dalam petitumnya, Advokat Andre Lado meminta Majelis Hakim untuk:

  • Menolak seluruh eksepsi para Terlawan
  • Mengabulkan gugatan perlawanan eksekusi
  • Menyatakan Pelawan memiliki hak keperdataan atas tanah
  • Menetapkan bangunan kos 5 kamar sebagai milik Pelawan
  • Menunda atau membatalkan eksekusi sebelum hak Pelawan dipulihkan

Sidang perkara Nomor: 321/Pdt.Bth/2025/PN Kpg ini akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda duplik dari para Terlawan. (Tim)




Calon Ketua Bobby Lianto: Pemuda Tani Harus Jadi Penggerak Pertanian Modern NTT 

Kupang, nwartapedia.com — Calon Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan generasi muda yang modern, inovatif, dan siap membangun pertanian dari hulu hingga hilir.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers pelantikan Pemuda Tani Indonesia NTT yang berlangsung di Café Ghaura Coklat, Selasa (25/11/2025).

Rangkaian kegiatan pelantikan DPC dan DPD Pemuda Tani Indonesia NTT akan dilaksanakan pada 27 November 2025, dimulai dengan penanaman jagung pada pukul 08.00 Wita di Lapangan Lano sebagai simbol gerakan nyata membangkitkan pertanian daerah.

Usai penanaman, rangkaian dilanjutkan dengan pelantikan dan Sekolah Pemuda Tani Indonesia di Hotel Harper Kupang mulai pukul 10.00 Wita.

Pemuda Tani Harus Jadi Penggerak Pertanian Modern

Dalam pernyataannya, Bobby Lianto menyoroti semakin jauhnya generasi muda dari sektor pertanian. Ia menilai bahwa pertanian seharusnya menjadi ruang besar bagi anak muda untuk berkarya dan membangun ekonomi daerah.

“Banyak anak muda mulai meninggalkan pertanian. Lewat digitalisasi dan koperasi, kami ingin membangkitkan kembali semangat itu. Pemuda harus menjadi penggerak pertanian modern,” tegas Bobby.

Sebagai calon ketua tunggal yang akan dilantik bersama pengurus dari 22 kabupaten/kota se-NTT, Bobby menekankan bahwa Pemuda Tani Indonesia bukan sekadar organisasi, tetapi merupakan gerakan pemberdayaan ekonomi.

“Organisasi tidak boleh hanya berjalan sebagai struktur. Kita ingin gerakan nyata, dari lapangan, dari desa, sampai ke hilir. Inilah saatnya pemuda mengambil peran besar,” ujarnya.

Sekolah Pemuda Tani: Siapkan Generasi Muda yang Kompeten

Sekolah Pemuda Tani menjadi bagian penting dalam rangkaian pelantikan tahun ini. Para peserta akan mendapatkan materi dari sejumlah tokoh nasional, di antaranya:

  • Sekjen Pemuda Tani Indonesia
  • Pak Suroboyo, ahli pertanian
  • Pak Bachtiar, pemateri bidang organisasi
  • Hengki Lianto, pionir perkebunan kakao NTT dan pendiri PPSN
  • Dr. Andre Hartanto, inovator kelor yang telah menembus pasar Timur Tengah, Amerika, Eropa, dan Australia

Bobby menyebut bahwa materi yang diberikan akan membekali peserta dengan wawasan organisasi, pengelolaan pertanian modern, strategi bisnis, dan motivasi kewirausahaan.

Digitalisasi Pertanian: MOU, Koperasi ‘KOMUNITAS’, dan Aplikasi Petani

Pelantikan Pemuda Tani Indonesia NTT tidak hanya berisi prosesi seremonial, tetapi juga peluncuran terobosan penting, antara lain:

1. MOU Strategis

Meliputi kerja sama denganPoliteknik Pertanian, PT SMJ (teknologi drone dan digitalisasi pertanian), Telkomsel, Sejumlah lembaga pendukung lainnya

2. Peluncuran Koperasi Pemuda Tani: “KOMUNI”

Koperasi ini akan menjadi wadah ekonomi bersama yang memfasilitasi petani, pemuda, dan pelaku usaha tani di seluruh NTT.

3. Aplikasi Digital Pemuda Tani

Aplikasi khusus petani akan digunakan untuk Mengunggah stok hasil pertanian,  Menjual langsung ke dapur umum, hotel, restoran, dan masyarakat, Menyediakan layanan konsultasi pertanian, Memuat data petani berbasis GPS dan Mendukung pembelian pupuk dan alat pertanian.

“Digitalisasi adalah jawaban bagi anak muda. Kita siapkan aplikasi agar petani tidak lagi berjalan sendiri. Semua terhubung, semua bergerak,” jelas Bobby.

Gubernur Dipastikan Hadir

Panitia memastikan bahwa Gubernur NTT akan hadir dalam kegiatan penanaman jagung dan pelantikan. Bobby menilai kehadiran pemerintah menjadi dukungan penting dalam mendorong gerakan Pemuda Tani Indonesia NTT.

“Kami siap keliling seluruh kabupaten/kota untuk menggerakkan anak-anak muda. Ini bukan gerakan kecil. Ini gerakan kebangkitan pertanian NTT,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang berada di bawah naungan Ketua Dewan Pembina Presiden Prabowo Subianto, Bobby optimistis bahwa Pemuda Tani Indonesia NTT akan menjadi motor perubahan dalam pembangunan pertanian di wilayah Timur Indonesia. (MI)