Kunjungi Kupang, Menteri Abdul Mu’ti Percepat Revitalisasi Sekolah

  1. Kupang, nwartapedia.com  – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan agenda utama mempercepat program revitalisasi pendidikan, Senin (4/5/2026).

Kedatangannya di Bandara El Tari Kupang disambut langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama jajaran pemerintah daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti meninjau TK Kristen Kota Kupang sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru sebagai bagian dari Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026.

Ia menegaskan, program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan wajib belajar 13 tahun sekaligus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya bagi anak usia dini.

“Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih optimal dan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di NTT. Ia menilai program revitalisasi menjadi langkah penting dalam mendorong kemajuan daerah melalui sektor pendidikan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan untuk memastikan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah NTT.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh pendidikan, serta perwakilan lembaga pendidikan yang turut mendukung penguatan sektor pendidikan di NTT. *




Pemprov NTT Bentuk Tim Akselerasi Pembangunan, Perkuat PAD dan Penanggulangan Kemiskinan Secara Terpadu

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi membentuk Tim Akselerasi Percepatan Pembangunan Daerah sebagai langkah strategis untuk mempercepat realisasi program prioritas, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi.

Tim tersebut melibatkan lebih dari 250 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah, guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dan terarah.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Lerry Rupidara, dalam konferensi pers bersama awak media di ruang Biro Administrasi Pimpinan, Selasa (28/4/2026).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT Kanisius Mau, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Prisila Q. Parera, Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT Beni Menoh, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Lerry menjelaskan, pembentukan tim akselerasi merupakan bagian dari strategi pembangunan daerah periode 2025–2030 yang menitikberatkan pada percepatan pelaksanaan program berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tim akselerasi ini dibentuk untuk memastikan program prioritas berjalan lebih cepat, terukur, dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tim tidak hanya berfungsi mengawal implementasi program, tetapi juga melakukan evaluasi berkala, menyusun rekomendasi kebijakan, serta merumuskan langkah strategis agar pelaksanaan pembangunan lebih efektif di lapangan.

Tim akselerasi dibagi ke dalam sejumlah kelompok kerja, yakni Tim Akselerasi Dasa Cita, Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu, Tim Optimalisasi PAD, Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan, serta Tim Transformasi Komunikasi Pemerintah.

Kelompok kerja tersebut mencakup lima sektor utama. Pertama, sektor ekonomi, pangan, industri, energi, dan logistik dengan fokus pada penguatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Kedua, pengembangan UMKM, pariwisata, dan ekonomi generasi muda. Ketiga, infrastruktur, kelistrikan, dan energi baru terbarukan. Keempat, pendidikan dan kesehatan. Kelima, transformasi digital, integrasi program, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Pada sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah menitikberatkan penguatan rantai nilai dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, akses pembiayaan, distribusi, hingga pemasaran produk lokal.

“Ekonomi NTT harus bertumpu pada ekonomi rakyat, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Karena itu, intervensi harus dimulai dari produksi hingga pemasaran,” tegas Lerry.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT, Beni Menoh, menyampaikan bahwa tim juga memiliki mandat khusus untuk meningkatkan PAD yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, sumber PAD berasal dari empat komponen utama, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta pendapatan sah lainnya.

“Kontributor terbesar PAD masih berasal dari pajak kendaraan bermotor. Karena itu, kami akan mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak serta optimalisasi potensi pajak lainnya,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan retribusi melalui peningkatan kualitas layanan dan identifikasi sumber pendapatan baru. Aset daerah yang belum produktif turut menjadi fokus untuk dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita memiliki banyak aset yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ini akan didorong agar memberikan nilai tambah bagi daerah,” tambahnya.

Dalam aspek penanggulangan kemiskinan, tim menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Salah satu anggota tim, Yosep, mengatakan bahwa selama ini penanganan kemiskinan sering terkendala akibat ketidaksinkronan data antar sektor.

“Penanggulangan kemiskinan harus berbasis data yang valid dan dilakukan secara terpadu. Tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Di bidang komunikasi publik, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Prisila Parera, menjelaskan bahwa tim juga membentuk kelompok kerja penguatan komunikasi pemerintahan guna memastikan seluruh program pemerintah tersampaikan secara luas, terbuka, dan transparan kepada masyarakat.

Kelompok komunikasi tersebut dibagi dalam tiga bidang, yakni pemerintahan, perekonomian dan pembangunan, serta administrasi umum. Fokus utamanya mencakup perencanaan komunikasi, pengelolaan informasi publik, serta pemanfaatan platform digital.

“Kami memanfaatkan berbagai kanal digital seperti YouTube, Instagram, dan Facebook untuk menyampaikan informasi kegiatan pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Sejak dibentuk, Tim Akselerasi telah mulai bekerja dengan menelaah berbagai program yang sedang berjalan, mengevaluasi efektivitas pelaksanaan, serta mengidentifikasi kendala di lapangan. Tim juga telah menyiapkan sejumlah rekomendasi perbaikan dan usulan program baru agar pembangunan daerah semakin berdampak nyata.

“Fokus kami bukan hanya menjalankan program, tetapi memastikan setiap kebijakan benar-benar efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Lerry.

Pemerintah Provinsi NTT menilai pembentukan Tim Akselerasi ini sebagai langkah penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan PAD, serta menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan (MI)




Bobby Lianto Lantik Pengurus KADIN Sabu Raijua, Dorong Investasi dan Pengembangan Sorgum

Sabu, nwartapedia.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, secara resmi melantik Jondarius Bentanone sebagai Ketua KADIN Kabupaten Sabu Raijua bersama jajaran pengurus masa bakti 2026–2031, dalam prosesi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, Senin (27/4/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran dunia usaha di Kabupaten Sabu Raijua, sekaligus mendorong sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi lokal.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan yang baru serta menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Jondarius Bentanone.

Menurutnya, Jondarius merupakan figur pengusaha lokal yang tumbuh dari pengalaman panjang di dunia usaha dan memiliki semangat kerja keras yang patut menjadi teladan.

“Saya yakin Bapak Jondarius Bentanone adalah sosok yang lahir dari proses panjang sebagai pelaku usaha. Ini menjadi contoh nyata bahwa ketekunan bisa membawa kesuksesan,” ujar Bobby.

Pada kesempatan itu, KADIN NTT juga menyerahkan bantuan benih sorgum impor dari India sebagai langkah awal pengembangan komoditas alternatif di Kabupaten Sabu Raijua.

Bobby menjelaskan, sorgum memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, terutama jika dikembangkan dengan dukungan pasar industri.

“Kami sedang membuka peluang kerja sama dengan sektor industri pakan. Jika terserap, maka pengembangan sorgum dalam skala luas akan sangat memungkinkan,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, KADIN NTT juga memperkenalkan program Perseroan Terbatas (PT) Perorangan dari Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami menyediakan 10 kuota PT Perorangan secara gratis untuk pelaku usaha di Sabu, agar mereka bisa naik kelas dan lebih siap masuk pasar formal,” tambahnya.

Ketua KADIN Sabu Raijua yang baru dilantik, Jondarius Bentanone, menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata yang diberikan KADIN NTT kepada masyarakat dan pelaku usaha setempat.

“Kami berterima kasih atas bantuan benih sorgum yang sangat bermanfaat bagi para petani. Program PT Perorangan ini juga menjadi peluang besar bagi UMKM untuk berkembang lebih profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, menegaskan pentingnya kehadiran KADIN sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian dan membuka peluang investasi.

“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus ditingkatkan. Kami berharap KADIN mampu mendorong investasi dan mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.

Ia berharap pelantikan pengurus baru menjadi langkah awal membangun perekonomian Sabu Raijua yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi yang berkelanjutan. (MI)




KADIN NTT dan Rote Ndao Bergerak Cepat Dukung UMKM, Bobby Lianto Promosikan Tari Foti di Arena Pameran

Kupang, nwartapedia.com  –  Usai pelantikan Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao, Simson Polin, jajaran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) langsung bergerak cepat menunjukkan komitmen terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan dengan mengunjungi arena pameran UMKM di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Rote Ndao, Jumad (24/4/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, MM., MBA., bersama Ketua KADIN Rote Ndao, Simson Polin.

Turut mendampingi Direktur Eksekutif KADIN Mercy Siubelan, Bobby Famdale, Christopher Samara, serta pengurus lainnya.

Kehadiran rombongan KADIN disambut antusias para pelaku usaha dan masyarakat yang memadati lokasi pameran.

Selain meninjau stan-stan UMKM, rombongan juga membeli sejumlah produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap hasil karya masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, Bobby Lianto dan Simson Polin juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pelaku UMKM guna mendengar kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan usaha di daerah tersebut.

Suasana semakin semarak ketika Ketua KADIN NTT bersama Ketua KADIN Rote Ndao didaulat naik ke atas panggung untuk menarikan Tari Foti, tarian tradisional khas Rote Ndao.

Penampilan keduanya mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang hadir.

Bobby Lianto mengatakan, budaya lokal memiliki nilai strategis yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Ini adalah ciri khas daerah yang harus kita jaga bersama. Saya berharap Tari Foti terus dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Simson Polin menegaskan bahwa KADIN Rote Ndao akan fokus menjadi mitra pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas dan legalitas usaha masyarakat.

Ia menyampaikan, dalam lima tahun ke depan KADIN Rote Ndao menargetkan sedikitnya 10 UMKM dapat difasilitasi menjadi PT Perorangan agar memiliki kekuatan hukum dan akses bisnis yang lebih luas.

“Dalam lima tahun ke depan, KADIN Rote Ndao akan membantu sedikitnya 10 UMKM untuk mendaftar sebagai PT Perorangan, agar mereka bisa naik kelas,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga siap mendorong akses pembiayaan bagi UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), baik melalui Bank Himbara maupun Bank NTT, sehingga pelaku usaha lebih mudah memperoleh modal usaha.

Langkah cepat yang dilakukan usai pelantikan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa KADIN Rote Ndao siap hadir sebagai motor penggerak ekonomi daerah, dengan UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan masyarakat. (MI)




Bobby Lianto Lantik Ketua KADIN Rote Ndao, Dorong UMKM dan Pengembangan Sorgum

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, secara resmi melantik Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao, Simson Polin, beserta jajaran pengurus periode 2026–2031 di Hotel New Ricky, Rote Ndao, Jumat (24/4/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menyampaikan ucapan selamat kepada Simson Polin yang kembali dipercaya memimpin KADIN Rote Ndao untuk periode kedua.

Ia menilai Simson Polin merupakan figur pengusaha yang tumbuh dari bawah dan mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

“Saya percaya Bapak Simson Polin adalah sosok pengusaha yang dibangun dari kerja keras. Beliau telah membuktikan bahwa usaha yang dirintis dengan sungguh-sungguh dapat berkembang sukses, bahkan dipercaya masyarakat sebagai anggota DPRD Provinsi NTT,” ujar Bobby.

Selain agenda pelantikan, Bobby Lianto juga menyerahkan bantuan benih sorgum asal India untuk dilakukan uji coba penanaman di Kabupaten Rote Ndao.

Menurutnya, sorgum selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas lokal Rote, namun belum dikembangkan secara maksimal dalam skala industri.

“Benih yang kami bawa berasal dari India dan saat ini sudah digunakan sebagai bahan pakan. Kami sedang menjajaki kerja sama dengan pabrik pakan agar sorgum ini dapat diterima industri. Jika itu terwujud, maka peluang penanaman skala besar akan terbuka,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut masih berada pada tahap awal dan diharapkan tahun depan kerja sama dengan industri pakan dapat direalisasikan sehingga pengembangan sorgum bisa diperluas.

Tak hanya itu, Bobby juga melakukan sosialisasi program Perseroan Terbatas (PT) Perorangan sebagai bagian dari upaya mendorong pelaku usaha kecil dan menengah naik kelas menjadi lebih profesional.

“Banyak peluang usaha yang mensyaratkan badan hukum PT, misalnya pemasaran di bandara dan kerja sama bisnis lainnya. Karena itu, KADIN NTT menyiapkan 10 PT Perorangan gratis bagi pengusaha di Rote,” katanya.

Sementara itu, Ketua KADIN Rote Ndao, Simson Polin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan KADIN NTT kepada para petani dan pelaku usaha di daerah tersebut.

“Kami berterima kasih atas bantuan benih sorgum yang sangat bermanfaat bagi petani di Rote. Program PT Perorangan juga sangat membantu pelaku UMKM agar bisa berkembang dan naik ke level yang lebih tinggi,” ungkap Simson.

Ia berharap dukungan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha baru di Kabupaten Rote Ndao.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menegaskan bahwa KADIN memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

“KADIN bukan hanya wadah berhimpunnya pelaku usaha, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah. Saya berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu mendorong peningkatan investasi dan mengembangkan potensi unggulan daerah,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, KADIN Rote Ndao dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam membangun ekonomi Rote Ndao yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. (MI)




Ketua Aliansi Masyarakat Adat Abui Aremang Ajak Warga Alor Jaga Kondusivitas Daerah

Kalabahi, nwartapedia.com  – Dinamika politik di Kabupaten Alor belakangan menjadi perhatian publik seiring munculnya berbagai isu terkait tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan daerah.

Menyikapi situasi tersebut, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Abui Aremang, Benyamin Alokafani, S.H., mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menurut Benyamin, kondisi daerah yang aman dan damai menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan pembangunan serta kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Alor.

“Saya mengajak kita semua, khususnya masyarakat Kabupaten Alor, untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di daerah ini. Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks, terutama yang disebarkan melalui akun-akun palsu di media sosial,” tegas Benyamin Alokafani, Sabtu (25/4/2026).

Ia menilai, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama isu-isu sensitif yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap informasi yang beredar harus terlebih dahulu diverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik sosial.

“Isu-isu yang beredar di media perlu kita filter atau kita saring terlebih dahulu sebelum kita tindak lanjuti. Kita juga perlu menjaga toleransi yang sudah ditanamkan oleh leluhur kita sejak dulu,” ujarnya.

Tokoh muda Abui tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, serta kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Alor dalam hidup berdampingan.

Selain itu, Benyamin mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap program-program pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Alor demi kemajuan daerah.

“Saya juga mengajak masyarakat Kabupaten Alor untuk mendukung program pemerintah Kabupaten Alor yang sementara berjalan. Kalau kita tidak mendukung program pemerintah, maka pembangunan di daerah ini tidak akan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan persatuan dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

Menurut Benyamin, suasana yang kondusif akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk bekerja secara maksimal serta memastikan pembangunan di Kabupaten Alor terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, berbagai dinamika politik di Kabupaten Alor masih menjadi perhatian publik. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap tenang, menjaga persaudaraan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai. (*)




Ketua KADIN NTT Lantik Pengurus KADIN Rote Ndao, Dorong Pengembangan Sorgum dan UMKM Naik Kelas

Rote Ndao, nwartapedia.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Bobby Lianto, resmi melantik Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao, Simson Polin, bersama jajaran pengurus untuk periode kedua.

Pelantikan tersebut digelar di Hotel New Ricky pada Jumat (24/4/2026), setelah melalui proses Musyawarah Daerah.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Simson Polin yang kembali dipercaya memimpin KADIN Rote Ndao.

Ia menilai Simson sebagai sosok pengusaha yang tumbuh dari bawah dan mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

“Beliau telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, usaha bisa berkembang hingga sukses, bahkan dipercaya masyarakat sebagai anggota DPRD Provinsi NTT,” ujarnya.

Selain agenda pelantikan, KADIN NTT juga menyerahkan benih sorgum asal India untuk dilakukan uji coba penanaman di Rote.

Bobby menjelaskan bahwa selama ini sorgum dikenal sebagai salah satu komoditas lokal Rote, namun belum dimanfaatkan secara maksimal dalam skala industri.

“Benih yang kita gunakan saat ini berasal dari India dan sudah digunakan sebagai bahan pakan. Kami sedang menjajaki kerja sama dengan pabrik pakan agar sorgum ini bisa diterima. Jika sudah masuk ke industri, maka peluang penanaman dalam skala besar akan terbuka,” jelasnya.

Menurutnya, uji coba tersebut masih berada pada tahap awal. Ia berharap pada tahun mendatang kerja sama dengan industri pakan dapat terealisasi sehingga pengembangan sorgum dapat diperluas dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Tak hanya itu, KADIN NTT juga akan melakukan sosialisasi program Perseroan Terbatas (PT) Perorangan yang merupakan inisiatif dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Program ini bertujuan mendorong pelaku usaha kecil dan menengah agar naik kelas dan lebih profesional.

“Melalui PT Perorangan, kami ingin mendorong para pelaku usaha untuk naik kelas. Banyak peluang usaha yang mensyaratkan badan hukum PT, misalnya untuk pemasaran di bandara. Karena itu, kami juga menyiapkan 10 PT perorangan gratis bagi pengusaha di Rote,” tambah Bobby.

Sementara itu, Ketua KADIN Rote Ndao terpilih, Simson Polin, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Ketua Umum KADIN NTT di tengah kesibukannya.

Ia mengapresiasi berbagai program yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan, termasuk bantuan benih sorgum yang sangat bermanfaat bagi petani di Rote. Selain itu, program pengurusan PT Perorangan juga sangat membantu pelaku UMKM untuk berkembang dan naik ke level yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan, sinergi antara KADIN NTT dan KADIN Rote Ndao dapat semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dan naik kelas. *




Gubernur NTT Soroti Akses Pendidikan dan Literasi dalam Rapat dengan Komisi X DPR RI

Kupang, nwartapedia.com  — Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan masih adanya berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan, mulai dari keterbatasan akses, sarana prasarana, hingga biaya pendidikan.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan bersama Komisi X DPR RI di Kupang.

Ia menyebut kondisi geografis NTT sebagai provinsi kepulauan menjadi tantangan utama pemerataan layanan pendidikan.

Gubernur juga menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi fokus, bukan sekadar capaian angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Selain itu, ia menyoroti kondisi perpustakaan daerah yang belum memadai serta pentingnya pelestarian budaya sebagai penggerak ekonomi.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, mengungkapkan kesenjangan pendidikan di NTT masih cukup tinggi.

Data 2025 menunjukkan rata-rata lama sekolah masih di bawah nasional, sementara kemampuan literasi dasar siswa juga menjadi perhatian.

Komisi X menyatakan komitmennya mengawal program strategis pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah, pengelolaan DAK, hingga sistem penerimaan murid baru.

Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, berharap dukungan konkret pemerintah pusat, terutama terkait peningkatan sarana pendidikan dan kesejahteraan guru.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat juga menyerahkan DAK Non Fisik Pendidikan 2026 untuk NTT sebesar Rp1,06 triliun. *




Penguatan Sinergi Gereja dan Pemerintah, Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang Terima Pin SMGM

Kupang, nwartapedia.com  —  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, dan Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, menerima penyematan Pin Sahabat Monsinyur Gabriel Manek dari Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek sebagai bentuk penghargaan sekaligus penguatan kolaborasi pelayanan iman dan sosial kemasyarakatan di daerah.

Penyematan pin kepada Gubernur NTT dilakukan oleh Romo RD Longginus Bone selaku Moderator SMGM di ruang kerja gubernur, Rabu (22/4/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus SMGM Keuskupan Agung Kupang.

Adapun penyematan kepada Wali Kota Kupang telah dilaksanakan sehari sebelumnya di rumah jabatan wali kota oleh tim pengurus SMGM.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, pengurus SMGM juga melakukan kunjungan ke Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang untuk menyampaikan eksistensi, visi, dan program kerja komunitas sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor.

Selain itu, audiensi juga telah dilakukan dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT.

Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi membangun kemitraan yang konstruktif antara komunitas umat dan pemerintah.

“Kami berupaya menghadirkan nilai keteladanan Monsinyur Gabriel Manek dalam kehidupan sosial dan pelayanan Gereja. Untuk itu, kami juga mengundang Bapak Gubernur dan Wali Kota bersama keluarga untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-9 SMGM,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-9 SMGM dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 pukul 17.00 Wita di Aula Keuskupan Agung Kupang, dan akan dipimpin oleh Hironimus Pakaenoni.

Pada kesempatan tersebut, pengurus SMGM turut menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur NTT untuk mendukung serta menghadiri Musyawarah Nasional–Internasional (Munas) SMGM ke-IV yang direncanakan digelar di Kota Kupang pada Agustus 2027.

Sedikitnya empat tokoh publik telah dikunjungi guna dimintai kesediaan sebagai pelindung kehormatan dalam agenda tersebut.

Penasehat SMGM Pusat, Anton Bele, menegaskan bahwa dukungan pemerintah memiliki peran strategis dalam memperluas dampak pelayanan komunitas berbasis iman.

“SMGM tidak hanya bergerak dalam ranah spiritual, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan para pemimpin daerah sebagai pelindung kehormatan akan memberikan penguatan moral sekaligus dukungan strategis bagi suksesnya pelaksanaan Munas-Internasional SMGM ke-IV.

Melalui penyematan pin tersebut, SMGM berharap terbangun kolaborasi yang semakin solid antara Gereja dan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban di Nusa Tenggara Timur.  (goe)




Ibunda Prada Lucky Angkat Bicara Usai Putusan Banding, Tegaskan Kawal Keadilan hingga Tuntas

Kupang, nwartapedia.com – Ibunda almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Sepriana Paulina Mirpey, menyampaikan pernyataan resmi kepada media ini, Senin (20/4/2026), terkait putusan banding yang dikeluarkan Pengadilan Militer Tinggi III dalam kasus yang menewaskan putranya.

Dalam keterangannya, Sepriana mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas selesainya proses banding.

Ia menilai hasil putusan tersebut cukup memberikan rasa keadilan bagi keluarga, karena sebagian besar amar putusan tetap memperkuat putusan sebelumnya dari Pengadilan Militer Kupang.

“Kami bersyukur kepada Tuhan Yesus karena proses banding sudah selesai. Sebagian besar putusan tetap sama seperti sebelumnya,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui adanya perubahan hukuman terhadap dua perwira, yakni Letda Inf Made Juni Arta Dana dan Letda Inf Achmad Thariq Al Qindi, yang mendapat pengurangan vonis dari sembilan tahun menjadi tujuh tahun penjara.

Pihak keluarga, lanjutnya, tetap menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari kewenangan majelis hakim.

Sepriana menegaskan, hal terpenting bagi keluarga adalah adanya sanksi tambahan berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap para terdakwa.

Menurutnya, hal itu menjadi bentuk ketegasan hukum di lingkungan militer.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai para pelaku benar-benar diberhentikan secara resmi dari dinas militer,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap peristiwa yang menimpa putranya menjadi pelajaran penting bagi institusi TNI agar ke depan tidak terjadi lagi kekerasan dalam proses pembinaan prajurit.

“Pembinaan harus dilakukan dengan cara yang manusiawi, bukan dengan kekerasan yang bisa menghilangkan nyawa. Jadilah senior yang membina dengan baik,” ungkapnya.

Sepriana juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendampingi keluarga dalam memperjuangkan keadilan, mulai dari majelis hakim, oditur militer, tim kuasa hukum, LPSK, pemerintah daerah, hingga masyarakat dan media yang terus memberikan dukungan.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, mendukung, dan mendoakan kami selama proses ini,” tuturnya.

Putusan Banding dan Tahapan Lanjutan

Dalam putusan banding tersebut, mayoritas terdakwa tetap dijatuhi hukuman penjara serta sanksi tambahan berupa pemecatan dari dinas militer.

Selain itu, majelis hakim juga menetapkan kewajiban pembayaran restitusi kepada keluarga korban dengan total mencapai Rp544.625.070.

Namun, putusan ini masih berada pada tingkat banding dan belum berkekuatan hukum tetap.

Para pihak masih memiliki hak untuk menempuh upaya hukum lanjutan berupa kasasi ke Mahkamah Agung.

Sepriana menegaskan, keluarga akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo benar-benar terwujud. (MI)