NTP NTT Naik 0,45 Persen pada Mei 2026, Daya Tukar Petani Tunjukkan Perbaikan

Kupang, nwartapedia.com  – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

NTP NTT tercatat mencapai 99,86, meningkat dari 99,41 pada April 2026.

Dalam rilis resmi yang disampaikan BPS NTT pada Selasa (2/6/2026), kenaikan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) meningkat sebesar 0,52 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya naik 0,06 persen selama periode yang sama.

Peningkatan NTP menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi petani karena harga hasil produksi pertanian yang diterima petani mengalami kenaikan lebih besar dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.

Kenaikan NTP pada Mei 2026 terutama didorong oleh meningkatnya kinerja sejumlah subsektor pertanian.

Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan sebesar 1,66 persen.

Selain itu, subsektor Hortikultura naik 0,44 persen, Perikanan meningkat 0,18 persen, dan Tanaman Pangan bertambah 0,12 persen.

Di sisi lain, subsektor Peternakan mengalami penurunan NTP sebesar 0,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sejumlah komoditas unggulan menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan harga yang diterima petani.

Komoditas tersebut antara lain kakao atau coklat biji, kopi, vanili, kemiri, jagung, dan kacang hijau yang mengalami kenaikan harga selama Mei 2026.

Selain NTP, BPS NTT juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen menjadi 122,72.

Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya pengeluaran pada kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, NTUP tercatat sebesar 104,86 atau naik 0,66 persen dibandingkan April 2026 yang berada pada angka 104,17.

Secara keseluruhan, peningkatan NTP dan NTUP pada Mei 2026 mengindikasikan adanya perbaikan daya beli serta kemampuan usaha rumah tangga pertanian di Nusa Tenggara Timur.

Kondisi ini diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. ***




KSP Kopdit Obor Mas KCU TTS Raih Penghargaan Omset dan Pelayanan Kredit Tertinggi Tahun Buku 2025

Maumere, Nwartapedia.com  –  KSP Kopdit Obor Mas Kantor Cabang Utama (KCU) Timor Tengah Selatan (TTS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan kategori Omset dan Pelayanan Kredit Tertinggi Tahun Buku 2025 dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna ke-XLII KSP Kopdit Obor Mas.

Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Yohanes Severinus Padeng, Manajer KCU TTS, didampingi Sylvia Sisilia Funan,

Ketua MIDI KCU TTS, dalam acara yang digelar di Hotel Capa Resort, Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (30/5/2026).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja KCU TTS yang dinilai berhasil mencatatkan omset pelayanan kredit tertinggi sepanjang Tahun Buku 2025.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran KCU TTS dalam memberikan pelayanan terbaik kepada anggota.

Prestasi ini juga menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan koperasi yang terus berkembang di wilayah Timor Tengah Selatan.

RAT Paripurna ke-XLII KSP Kopdit Obor Mas berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Koperasi RI, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Bupati Sikka, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, unsur Forkopimda, serta jajaran pengurus, pengawas, manajemen, dan anggota koperasi.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi RI memberikan apresiasi atas pertumbuhan KSP Kopdit Obor Mas yang dinilai konsisten menjalankan prinsip-prinsip koperasi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota. Capaian KCU TTS disebut sebagai contoh keberhasilan kerja keras dan pengelolaan koperasi yang profesional di daerah.

Momen penyerahan penghargaan menjadi salah satu agenda yang paling mendapat perhatian peserta RAT. Yohanes Severinus Padeng menerima penghargaan tersebut di hadapan ratusan peserta yang memberikan apresiasi melalui tepuk tangan meriah.

Selain agenda penghargaan, RAT ke-XLII juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus dan Pengawas KSP Kopdit Obor Mas periode 2026–2029.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa koperasi semakin maju, profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggota.

Bagi KCU TTS, penghargaan ini bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.

Prestasi tersebut semakin menegaskan bahwa koperasi dari Kota Soe mampu bersaing dan menjadi yang terbaik dengan tetap berpegang pada semangat “Dari Anggota, Oleh Anggota, Untuk Anggota.” (***)




PW Persis NTT Gelar Pemotongan Hewan Kurban di Noelbaki, Perkuat Toleransi Antarumat Beragama

Oelamasi, nwartapedia.com – Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban 1447 Hijriah pada Kamis (28/5/2026) atau bertepatan dengan 11 Zulhijjah 1447 H di wilayah Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua sekaligus penanggung jawab kegiatan, Al Ustaz Muallim Chaniago, S.Ag., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa hewan kurban yang disembelih merupakan bantuan murni dari anggota DPD RI, Ustaz KH Muhammad Nuh, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Persis Bangil (IKAPB).

Menurut Muallim Chaniago, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

“Kegiatan kurban ini bukan hanya sebagai pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Noelbaki dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena daerah tersebut dikenal sebagai salah satu ikon toleransi dan moderasi beragama di Kabupaten Kupang. Masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut hidup berdampingan dengan damai meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda.

Dalam proses pembagian daging kurban, panitia tidak hanya menyalurkannya kepada warga Muslim, tetapi juga kepada warga Nasrani yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan. Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi nilai utama dalam perayaan Iduladha.

“Daging kurban tidak hanya dibagikan kepada kaum Muslimin, tetapi juga kepada tetangga sekitar yang beragama Nasrani sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan antarumat beragama,” jelasnya.

Data yang disampaikan panitia menunjukkan bahwa wilayah Noelbaki dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK), dengan sekitar 75 KK di antaranya merupakan keluarga Muslim. Meski demikian, kehidupan sosial masyarakat berlangsung harmonis dan penuh rasa saling menghargai.

“Alhamdulillah, kehidupan sosial kemasyarakatan di Noelbaki selalu rukun. Hampir tidak pernah terjadi keributan atau konflik yang berkaitan dengan perbedaan agama maupun latar belakang masyarakat,” tambah Muallim Chaniago.

Melalui kegiatan kurban ini, PW Persis NTT berharap semangat berbagi, persaudaraan, serta toleransi yang telah terjalin di Noelbaki dapat terus dipelihara dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghormati. (MI)




KBP2 Polri Sumba Timur Peringati HUT ke-6 Lewat Aksi Sosial dan Komitmen Jaga Kamtibmas

Waingapu, nwartapedia.com – Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBP2) Resor Sumba Timur merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar rangkaian kegiatan sosial di Lapangan Sandalwood Waingapu, Kamis (28/5/2026).

Acara puncak ditandai dengan Deklarasi Sitkamtibmas dan Bakti Sosial yang menyasar peningkatan kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan sosial kepada para purnawirawan dan warakawuri Polri.

Ketua KBP2 Polri Resor Sumba Timur, Moses Kopong, yang sehari-hari menjabat Kasie Propam Polres Sumba Timur, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian institusi terhadap masyarakat.

“Kami ingin mendorong kesadaran bersama bahwa lingkungan bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita semua. Melalui aksi ini, kami ajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan sekitar,” ujar Moses.

Selain fokus pada lingkungan, bantuan sosial diberikan untuk mempererat hubungan kekeluargaan di internal Polri.

“Kepedulian kepada sesama, terutama kepada keluarga besar Polri yang telah purna tugas, harus terus dijaga,” tambahnya.

Dalam deklarasi Sitkamtibmas, Moses menekankan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Sumba Timur bersinergi dengan Polres untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

“Dengan kerja sama yang solid, Sumba Timur bisa menjadi daerah yang nyaman bagi semua warga,” tegasnya.

Kegiatan bertema *“Indahnya Berbagi, Wujud Nyata Kepedulian untuk Sesama”* ini diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong. Pihak panitia berharap aksi serupa rutin digelar untuk memperkuat hubungan Polri dan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas wilayah. *




Tokoh Peternak Pandawai Ajak Tolak Eksploitasi Ilegal Kuda Sandelwood Demi Kelestarian Populasi

Pandawai, nwartapedia.com — Stefanus Pekuwali, tokoh masyarakat sekaligus pelaku usaha peternakan hewan besar di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, mengajak seluruh peternak lokal untuk bersama-sama menolak berbagai praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood yang dinilai mengancam keberlanjutan populasi ternak endemik kebanggaan Pulau Sumba.

Menurut Stefanus, maraknya pengiriman ternak yang tidak sesuai prosedur, manipulasi dokumen, penjualan indukan betina produktif, hingga pengapalan kuda yang belum memenuhi syarat umur dan berat badan menjadi ancaman serius bagi masa depan peternakan di daerah tersebut.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap upaya manipulasi administrasi di lapangan. Menjual betina produktif dan memalsukan dokumen hanya demi keuntungan sesaat adalah tindakan yang merusak masa depan peternakan kita sendiri,” tegas Stefanus Pekuwali saat ditemui di kawasan sentra peternakan Pandawai.

Ia menegaskan bahwa seluruh regulasi yang telah diterbitkan pemerintah daerah perlu didukung bersama sebagai upaya menjaga kelestarian plasma nutfah Kuda Sandelwood sekaligus menciptakan tata niaga yang sehat dan harga yang lebih adil bagi para peternak.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Stefanus menyatakan siap menggunakan pengaruhnya untuk memberikan edukasi kepada peternak tradisional agar tidak terjebak dalam praktik ijon maupun bujuk rayu spekulan ternak ilegal yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

Selain itu, ia juga mendorong adanya pengawasan mandiri di tingkat masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pergerakan ternak yang mencurigakan, terutama pengangkutan ternak pada malam hari yang berpotensi melanggar aturan.

“Kita harus memutus rantai penyelundupan sejak dari hulu. Tujuan kita sama, yaitu membangun bisnis ternak yang legal, aman, dan menguntungkan bagi semua pihak tanpa merusak adat dan melanggar hukum negara,” ujarnya.

Stefanus turut mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan aparat kepolisian, khususnya Polresta Kupang dan Polres Sumba Timur, dalam mengawal jalur distribusi ternak serta memperketat pemeriksaan di pelabuhan dan karantina hewan.

Melalui gerakan bersama ini, Stefanus berharap Kecamatan Pandawai dapat menjadi contoh penerapan tata niaga ternak yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur.

Ia meyakini sinergi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan akan mampu menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban, sekaligus menjamin Kuda Sandelwood tetap menjadi simbol kebanggaan, kemakmuran, dan kejayaan masyarakat Sumba bagi generasi mendatang. **




Revi Adiana Silawati Resmi Dilantik sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT Periode 2026-2031

Kupang,nwartapedia.com — , nwartapedia.com – Revi Adiana Silawati resmi dilantik sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT masa bakti 2026-2031 oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam acara pelantikan yang berlangsung di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT, Selasa (26/5/2026).

Pelantikan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Dewan Komisaris PT Flobamor dan PT Kawasan Industri Bolok masa bakti 2026-2030, serta Direksi PT Flobamor dan PT Kawasan Industri Bolok masa bakti 2026-2031.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTT, sejumlah bupati dari berbagai kabupaten di Provinsi NTT, Wakil Bupati Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, serta berbagai unsur pimpinan daerah dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini bukan hanya hari pelantikan, tetapi juga hari di mana negara melalui Pemerintah Provinsi NTT memberikan kepercayaan kepada bapak dan ibu untuk memimpin, mengawasi, menata, dan membawa BUMD ke arah yang lebih sehat, produktif, serta berdampak,” ujar Gubernur.

Menurutnya, jabatan di lingkungan BUMD merupakan amanah sekaligus ruang pengabdian untuk menunjukkan integritas, profesionalitas, serta menghadirkan perubahan yang positif bagi pembangunan daerah.

Secara khusus, Gubernur Melki menaruh harapan besar kepada Revi Adiana Silawati yang memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di dunia perbankan melalui Bank Jatim.

“Dengan pengalaman 30 tahun di Bank Jatim, saya mengharapkan Ibu Revi untuk betul-betul bersama Direksi dan Komisaris Bank NTT memastikan Bank NTT bisa benar-benar menjalankan tugas sebagai jantungnya ekonomi NTT,” tegasnya.

Gubernur meyakini pengalaman dan kompetensi yang dimiliki Revi akan menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kepatuhan, serta mendukung pertumbuhan Bank NTT ke depan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Direksi dan Komisaris Bank NTT dalam menjalankan berbagai program strategis yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Sinergi ini penting agar pada akhirnya memastikan bahwa Bank NTT bisa menjadi rumah bagi UMKM, bagi nelayan, bagi petani, bagi ASN serta seluruh masyarakat NTT,” ungkap Gubernur.

Dengan dilantiknya Revi Adiana Silawati sebagai Direktur Kepatuhan, diharapkan Bank NTT semakin memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas kontribusinya dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.




Dirut Bank NTT Charlie Paulus Pastikan Penyaluran KUR Kembali Berjalan Awal Juni 2026

Kupang, nwartapedia.com  — Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali dijalankan mulai awal Juni 2026.

Hal tersebut disampaikannya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku dan RUPS Luar Biasa Tahun Buku 2026 yang berlangsung di Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026).

Kepada awak media, Charlie Paulus menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga turut memengaruhi dana pihak ketiga di Bank NTT.

Meski demikian, pembagian dividen kepada para pemegang saham tetap dilakukan sesuai porsi kepemilikan saham masing-masing.

“Kurang lebih sekitar Rp151 miliar yang dibagi kepada para pemegang saham sesuai porsi sahamnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, Bank NTT saat ini juga memiliki cadangan modal yang cukup kuat, yakni mencapai Rp449 miliar.

Sebagian dana tersebut telah digunakan untuk mendukung kesiapan operasional program KUR yang kembali diaktifkan tahun ini.

Menurut Charlie, proses penyaluran KUR saat ini tinggal menunggu penyelesaian koneksi sistem dengan Departemen Keuangan.

Ia menyebut sejak 2019 Bank NTT sempat berhenti menjalankan program KUR sehingga perlu melakukan pendaftaran dan penyesuaian sistem kembali.

“Semua sudah beres, tinggal koneksi sistem komputer saja dengan Departemen Keuangan. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa dijalankan dan awal Juni sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Charlie menegaskan bahwa Bank NTT akan lebih selektif dalam menyalurkan KUR agar pengalaman kredit macet di masa lalu tidak kembali terulang.

Ia mengakui penghentian KUR sebelumnya dipicu tingginya angka kredit bermasalah.

“Dulu kredit macetnya terlalu banyak. Itu menjadi pengalaman pahit bagi kami, sehingga sekarang sistemnya diperbaiki dan penyalurannya lebih selektif,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat dua jenis KUR yang akan dijalankan, yakni KUR mikro tanpa agunan dengan plafon hingga Rp100 juta tampa agunan dan KUR kecil plafon hingga 500 juta membutuhkan agunan.

Program tersebut, lanjut Charlie, akan difokuskan pada sektor-sektor usaha produktif seperti pertanian, peternakan, produksi telur, dan berbagai usaha rakyat kecil lainnya yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“KUR ini tidak boleh dipakai untuk konsumtif. Fokusnya usaha produktif yang nyata dan benar-benar berjalan,” tegasnya.

Terkait banyaknya calon peminjam KUR yang terkendala riwayat kredit di OJK akibat pinjaman online maupun kredit bermasalah sebelumnya, Charlie mengatakan pihak bank tetap membuka ruang penilaian secara selektif.

“OJK sebenarnya tidak melarang orang dengan riwayat kredit kurang baik untuk mendapat pinjaman. Tetapi bank tentu harus berhati-hati. Kalau sebelumnya bermasalah namun sekarang sudah baik, itu tetap menjadi pertimbangan bagi kami,” pungkasnya. (MI)




BRI Peduli Salurkan Beasiswa untuk 59 Mahasiswa UNIKA Weetebula di Sumba Barat Daya

Sumba Barat Daya, nwartapedia —  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Program BRI Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah melalui penyaluran bantuan beasiswa kepada mahasiswa Universitas Katolik Weetebula, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Penyerahan beasiswa berlangsung pada Selasa (12/5/2026) di Aula UNIKA Weetebula. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Pjs Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia Waikabubak, Raimond Lukito Widiatmo, kepada Rektor UNIKA Dr. Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phill., M.A. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla.

Dalam program tersebut, sebanyak 59 mahasiswa menerima bantuan beasiswa masing-masing sebesar Rp5 juta.

Penerima terdiri dari 10 mahasiswa kategori berprestasi dan 49 mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Para mahasiswa penerima berasal dari semester 2, 4, dan 6.

Pjs Pemimpin Cabang BRI Waikabubak Raimond Lukito Widiatmo mengatakan bahwa Program BRI Peduli Beasiswa merupakan bentuk nyata kepedulian BRI terhadap dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Program BRI Peduli Beasiswa ini merupakan wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan SDM, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus belajar, berprestasi, dan menyiapkan diri menjadi generasi unggul yang berintegritas serta mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNIKA Weetebula Dr. Wilhelmus Yape Kii menyampaikan apresiasi kepada BRI atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa UNIKA. Ia menjelaskan bahwa para penerima beasiswa merupakan hasil seleksi ketat dari total 112 mahasiswa yang mendaftar dan sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BRI atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa UNIKA. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.

Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla juga menyambut baik dukungan BRI terhadap sektor pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak guna menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan BRI Peduli, Bank Rakyat Indonesia terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia. *




Bobby Lianto Temui Dirijen Internasional Asal Kupang di Belanda, Bukti Putra NTT Mampu Bersaing di Eropa

Kupang, nwartapedia.com  — Perjalanan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri  (KADIN) Provinsi NTT, Bobby Lianto, selama berada di Eropa tidak hanya difokuskan pada promosi potensi daerah dan produk UMKM asal NTT, tetapi juga memperkuat jejaring dengan diaspora asal Nusa Tenggara Timur yang sukses di luar negeri.

Dalam agenda kunjungannya, Bobby Lianto turut bertemu para lulusan KADIN NTT Institute yang mengikuti program Ausbildung di Eropa, sekaligus melakukan pertemuan dengan pihak KBRI setempat guna membangun peluang kerja sama dan pengembangan sumber daya manusia asal NTT.

Salah satu momen menarik dalam perjalanan tersebut adalah saat Bobby Lianto bertemu sahabat lamanya semasa SMP, yakni Antonius Dody Soetanto, yang kini dikenal sebagai konduktor dan dirijen internasional di Belanda.

Pertemuan berlangsung hangat di Utrecht, Belanda. Bobby mengaku bangga melihat putra asal Kupang mampu menorehkan prestasi di panggung musik internasional dan membawa nama Indonesia, khususnya NTT, di Eropa.

Dody Soetanto lahir di Kupang dan menempuh pendidikan di SD Don Bosco IV Kupang, SMP Frater Kupang, lalu melanjutkan pendidikan di SMAK Santo Yusuf Malang.

Ia kemudian kuliah di Universitas Katolik Parahyangan Bandung sebelum melanjutkan pendidikan master seni musik di The Conservatory of Utrecht, Belanda.

Saat ini, Dody dikenal sebagai konduktor dan bariton yang aktif memimpin berbagai paduan suara dan ansambel vokal di Belanda.

Ia merupakan pendiri sekaligus direktur artistik VOKALISK, ansambel vokal yang beranggotakan 16 penyanyi dari berbagai wilayah di Belanda.

Selain itu, Dody juga berafiliasi dengan Groot Concertkoor Amsterdam (GCA), Leids Kamerkoor (LKK), serta Vrije Universiteit Koor (VUkoor). Kiprahnya di dunia musik internasional semakin dikenal setelah tampil dalam Opera Forward Festival 2025 di Amsterdam yang diselenggarakan De Nationale Opera & Ballet.

Dalam festival tersebut, Dody memimpin VUkoor pada pertunjukan perdana opera baru bertajuk “CODES”.

Ia juga terlibat dalam berbagai kolaborasi orkestra besar, termasuk memimpin persiapan paduan suara untuk pertunjukan Simfoni Kedua Mahler bersama Groot Concertkoor Amsterdam dan Het Orkest Amsterdam di Concertgebouw Amsterdam. *




RUPS Bank NTT Ditunda, Agenda 24 Mei di Kupang Bahas Rencana Bisnis 2026

Kupang, nwartapedia.com – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) di Ende, Jumat (15/5/2026), ditunda karena keterbatasan waktu. Pembahasan akan dilanjutkan pada Minggu, 24 Mei 2026 di Kota Kupang.

RUPS yang digelar di Hotel Flores Mandiri Ende ini memiliki dua agenda utama: laporan pertanggungjawaban direksi Tahun Buku 2025 dan rencana bisnis Bank NTT 2026. Namun rapat tak tuntas karena diskusi memanjang.

Gubernur NTT Melki Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) memutuskan menunda rapat. Alasannya, waktu yang tersedia sudah habis dan ia harus kembali ke Kupang untuk mendampingi kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan.

“Pelaksanaan RUPS di Kabupaten Ende tertunda dan nanti disambung lagi tanggal 24 Mei 2026. Materi pembicaraannya memang butuh waktu yang agak cukup,” ujar Melki usai pelantikan pengurus PAN Se-NTT di Auditorium Undana Kupang.

Seluruh pemegang saham menyepakati tiga agenda utama untuk RUPS lanjutan rencana Bisnis Bank NTT 2022 yakni  Evaluasi arah pengembangan bisnis tahun depan, Pengangkatan Direktur Kepatuhan Baru Posisi strategis untuk tata kelola bank dan Perubahan Status Hukum Menjadi Perseroda Transformasi badan hukum Bank NTT.

Bupati Soroti Hubungan Dingin dengan Dirut Charlie Paulus
Sebelum ditunda, para bupati selaku pemegang saham Seri A menyoroti komunikasi dengan Direktur Utama Charlie Paulus yang dinilai dingin dan kaku.

Para bupati secara terbuka menyampaikan contoh konkret dalam forum.

Mereka merasa sikap jajaran direksi saat ini berbeda dengan periode sebelumnya.

“Pemegang saham saja alami hal begitu, bagaimana dengan para staf ya. Pasti lebih kaku lagi,” kata salah satu sumber.

Keluhan ini disebut sudah disampaikan ke Gubernur Melki sebelumnya, namun diminta ditahan hingga RUPS berlangsung.

Meski ada dinamika, Gubernur Melki menilai diskusi tetap berjalan baik dan fokus pada evaluasi kinerja Bank NTT.

“Prinsipnya, diskusi jalan bagus. Relatif berjalan baik. Nanti tanggal 24 baru kita lihat finalnya,” tegasnya.

RUPS lanjutan di Kupang dipastikan menjadi penentu arah kebijakan Bank NTT untuk 2026, termasuk struktur manajemen dan status badan hukum perseroan.**