BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kupang, Ajak Seluruh Masyarakat Wujudkan Data Akurat untuk Pembangunan

Kupang, nwartapedia.com  –  Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia secara resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di arena Car Free Day Kota Kupang, Sabtu (27/6/2026).

Pencanangan ini menjadi langkah awal pelaksanaan pendataan ekonomi nasional yang akan menjangkau seluruh pelaku usaha di Indonesia sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS RI, Pudji Ismartini, M.App.Stat, mengatakan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan agenda nasional tersebut.

Menurut Pudji, Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan sebuah upaya besar bangsa untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

“Melalui sensus ini kita ingin melihat secara utuh seluruh aktivitas ekonomi yang ada di Indonesia, mulai dari usaha yang dijalankan di rumah tangga, usaha mikro, pedagang kecil, hingga perusahaan berskala besar. Semua memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada usaha yang terlalu kecil untuk diperhitungkan dan tidak ada usaha yang terlalu besar untuk diabaikan. Seluruh pelaku usaha akan didata agar pemerintah memiliki informasi yang lengkap dalam menyusun kebijakan pembangunan.

Pudji menjelaskan, data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan pemerintah dalam merancang berbagai program pembangunan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan sektor ekonomi yang memiliki potensi besar di masing-masing daerah.

Selain bermanfaat bagi pemerintah, hasil sensus juga memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha. Data tersebut menjadi bukti bahwa usaha mereka tercatat sebagai bagian dari perekonomian nasional sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program pembinaan dan pengembangan usaha.

Bagi masyarakat, lanjutnya, hasil sensus akan memberikan gambaran mengenai perkembangan dunia usaha, potensi investasi, hingga peluang kerja yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan.

Salah satu pembaruan penting dalam Sensus Ekonomi 2026 adalah masuknya sektor pertanian ke dalam cakupan pendataan. Berbeda dengan sensus sebelumnya, seluruh aktivitas ekonomi di sektor pertanian kini akan didata sehingga menghasilkan gambaran ekonomi nasional yang lebih lengkap dan komprehensif.

“Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam pembangunan. Tanpa data yang benar, kebijakan bisa salah sasaran. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap,” kata Pudji.

Ia juga memastikan seluruh data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Statistik. Informasi yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan penyusunan statistik dan tidak berkaitan dengan kewajiban perpajakan maupun kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pudji mengajak masyarakat menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 melalui gerakan PIR, yakni P menerima petugas sensus dengan baik, I memberikan informasi secara jujur dan benar, serta R yakin bahwa seluruh data yang diberikan dijamin kerahasiaannya.

“Sensus Ekonomi 2026 adalah milik kita bersama. Setiap data yang diberikan masyarakat merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur, Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Drs. Petrus Seran Tahuk, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai agenda strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional.

Menurutnya, pemerintah sangat membutuhkan data statistik yang akurat dalam merumuskan kebijakan pembangunan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan, hingga sektor jasa.

“Data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, baik di tingkat nasional maupun di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran BPS, pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, media massa, serta seluruh elemen masyarakat yang mendukung pelaksanaan sensus tersebut.

Pemerintah Provinsi NTT berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar.

Dengan demikian, hasil Sensus Ekonomi 2026 benar-benar mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan yang berkualitas, memperkuat daya saing ekonomi daerah, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas. (MI)




Ketum KADIN NTT Apresiasi Sukses MTQ XXXI Nagekeo, Toleransi Antarumat Beragama Jadi Sorotan

Nagekeo, Nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Nagekeo.

Bobby Lianto menghadiri langsung pembukaan MTQ yang berlangsung di Masjid Agung Mbay, Kabupaten Nagekeo, Selasa (23/6/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Ketua KADIN Nagekeo, Sambu Aurelius Ignatius, Ketua KADIN Kabupaten Ende Haji Herry Jufry, serta Direktur Eksekutif KADIN NTT, Mercy Siubelan.

Kegiatan pembukaan MTQ XXXI secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT melalui sambungan virtual dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan daerah dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Turut hadir Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Roch Adi Wibowo, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Menurut Bobby Lianto, salah satu hal yang paling mengesankan dari pelaksanaan MTQ tahun ini adalah kuatnya semangat kebersamaan dan toleransi yang ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Nagekeo dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Ia menilai keberhasilan pelaksanaan MTQ di daerah yang mayoritas penduduknya non-Muslim menjadi bukti nyata bahwa masyarakat NTT mampu menjaga kerukunan dan menghormati keberagaman yang ada.

“Kegiatan ini sangat menggugah hati dan menunjukkan bahwa toleransi di NTT bukan hanya slogan, tetapi benar-benar hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Semangat seperti ini harus terus dijaga, dipelihara, dan semakin dipererat,” ujar Bobby Lianto.

Menurutnya, suasana persaudaraan yang terlihat selama pembukaan MTQ menjadi contoh nyata harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi NTT, Mohamad Ansor, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo, masyarakat, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXI.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi kebanggaan umat Islam, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat NTT yang dikenal memiliki tingkat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang tinggi.

Nilai-nilai kebersamaan tersebut semakin terlihat dengan hadirnya para pemuka agama Katolik dan Kristen yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ. Kehadiran para tokoh lintas agama tersebut menjadi simbol kuatnya semangat persaudaraan dalam keberagaman yang tumbuh di NTT.

Selain menjadi ajang syiar Islam dan pengembangan kemampuan membaca Al-Qur’an, MTQ XXXI juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta membangun semangat kebangsaan di tengah keberagaman budaya dan agama.

Bobby Lianto berharap pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTT dapat berjalan lancar hingga penutupan serta melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

“Semoga MTQ ini sukses hingga penutupan dan menghasilkan capaian yang luar biasa, baik dalam prestasi peserta maupun dalam memperkuat persatuan, persaudaraan, dan kerukunan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Pelaksanaan MTQ XXXI di Kabupaten Nagekeo pun menjadi bukti bahwa semangat toleransi, gotong royong, dan persaudaraan tetap menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat NTT, sekaligus memperlihatkan wajah daerah yang harmonis di tengah keberagaman. *




Rektor Undana Sambut Kerja Sama BPJS Kesehatan, RSU Undana Resmi Layani Peserta JKN di NTT

Kupang, nwartapedia.com  – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) menyampaikan bahwa kerja sama antara Rumah Sakit Umum (RSU) Undana dan BPJS Kesehatan merupakan langkah strategis dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui kolaborasi tersebut, RSU Undana kini resmi melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Peresmian layanan BPJS Kesehatan di RSU Undana ditandai dengan Grand Opening yang berlangsung di Kupang, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, jajaran BPJS Kesehatan, pimpinan Undana, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur pemerintah daerah.

Rektor Undana mengatakan, hadirnya layanan BPJS Kesehatan di RSU Undana menjadi bagian dari komitmen universitas untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit pendidikan milik Undana tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan pengembangan tenaga medis profesional yang siap mengabdi di NTT.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengaku bangga melihat perkembangan RSU Undana yang telah melalui perjalanan panjang sejak awal dibangun pada masa pandemi Covid-19 hingga kini mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui BPJS Kesehatan.

“Saya ingat sekali waktu itu setelah dibangun untuk penanganan Covid-19, saya bersama Pak Viktor datang memeriksa seluruh fasilitas yang ada dan disiapkan untuk pasien Covid-19. Saat itu sarana dan prasarana belum lengkap, tetapi pelayanan tetap berjalan,” ujar Johni.

Menurutnya, pembangunan RSU Undana berlangsung secara bertahap dan terus mengalami pengembangan dari waktu ke waktu berkat dukungan berbagai pihak.

Johni menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, Fakultas Kedokteran Undana, tenaga kesehatan, serta Pemerintah Provinsi NTT yang telah berkontribusi dalam menghadirkan rumah sakit yang kini dapat melayani masyarakat melalui program BPJS Kesehatan.

Ia juga mengenang perjuangan pendirian Fakultas Kedokteran Undana yang pada awalnya sempat diragukan banyak pihak. Namun, berkat komitmen dan kerja keras seluruh civitas akademika, fakultas tersebut kini berkembang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat NTT.

“Sesuatu yang baru memang tidak langsung sempurna. Semuanya dimulai dari ide yang baik, niat yang baik, dan kerja keras yang berkelanjutan. Hari ini kita menyaksikan bahwa Fakultas Kedokteran Undana telah berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat NTT,” katanya.

Johni menilai keberadaan Fakultas Kedokteran Undana bersama Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa menjadi harapan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan dokter di berbagai wilayah NTT.

Ia juga mengapresiasi langkah Undana yang telah membuka berbagai Program Pendidikan Dokter Spesialis, seperti anestesi, obstetri dan ginekologi (Obgyn), serta pengembangan program spesialis lainnya.

Menurut Johni, peningkatan kuota mahasiswa kedokteran di Undana perlu terus didorong agar semakin banyak putra-putri daerah dapat menempuh pendidikan kedokteran di NTT dan kembali mengabdi bagi masyarakat.

“Kita berharap anak-anak NTT bisa belajar di sini, menjadi dokter yang berkualitas, dan kembali mengabdi untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan kedokteran harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Karena itu, kerja sama antara RSU Undana dan BPJS Kesehatan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Johni Asadoma secara resmi membuka layanan BPJS Kesehatan di RSU Undana.

“Dengan memohon restu Tuhan Yang Maha Kuasa dan dukungan seluruh masyarakat, saya menyatakan layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Universitas Nusa Cendana resmi dibuka dan dapat melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tutupnya. (MI)




Pengurus INTI Kabupaten Kupang Masa Bakti 2026–2028 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Aksi Sosial, kemanusiaan dan Kebangsaan

Kupang, nwartapedia.com  – Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Cabang Kabupaten Kupang masa bakti 2026–2028 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/6/2026).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Daerah INTI NTT, Ir. Theodorus Widodo, sementara pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dilakukan oleh Sekretaris INTI NTT, David Kenenbudi.

Ketua INTI Kabupaten Kupang yang baru dilantik, Irsanki Gabrial Poa, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama seluruh jajaran pengurus.

Ia mengatakan amanah tersebut akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab melalui kerja sama yang solid demi menghadirkan organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kupang.

“Kami siap menjalankan visi dan misi INTI serta membangun kolaborasi untuk menghadirkan berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, kebangsaan dan pendidikan yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah INTI NTT, Ir. Theodorus Widodo, menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan INTI Kabupaten Kupang menjadi langkah penting dalam memperluas peran organisasi di wilayah NTT.

Menurutnya, INTI selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, budaya, pendidikan , hingga aksi kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kehadiran kepengurusan baru di Kabupaten Kupang diharapkan mampu memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman serta meningkatkan kontribusi organisasi di tengah masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kehadiran generasi muda dalam kepengurusan baru yang dinilai akan membawa semangat baru bagi perkembangan organisasi di masa mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat INTI, Dr. Indra Wahidin, yang mengikuti kegiatan secara virtual, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

Ia berharap kepengurusan INTI Kabupaten Kupang dapat menjalankan roda organisasi secara profesional, menjaga soliditas, serta bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Sekretaris Jenderal INTI Pusat, Hardy Stefanus, turut menegaskan bahwa pengurus cabang merupakan ujung tombak organisasi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Karena itu, ia berharap seluruh pengurus mampu menjaga kekompakan dan terus menyelaraskan program kerja dengan kebijakan organisasi di tingkat pusat maupun daerah sehingga manfaat organisasi dapat dirasakan secara luas.

Adapun susunan Pengurus Cabang Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kabupaten Kupang masa bakti 2026–2028 terdiri dari Erwin Yosep sebagai Penasehat, Irsanki Gabrial Poa sebagai Ketua, Yonathan Zakrabentus sebagai Wakil Ketua, Viren Aninfeto sebagai Sekretaris, dan Deddy Luan sebagai Bendahara.

Pelantikan ini diharapkan menjadi awal penguatan eksistensi INTI Kabupaten Kupang dalam menjalankan berbagai program sosial, kemanusiaan, budaya, dan pendidikan serta mempererat semangat persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat Kabupaten Kupang. (*)




KADIN NTT Sambut Positif Kebijakan Baru KPR Subsidi, Masyarakat Berstatus Kol 5 Kini Lebih Mudah Miliki Rumah

KADIN NTT Sambut Positif Kebijakan Baru KPR Subsidi, Masyarakat Berstatus Kol 5 Kini Lebih Mudah Miliki Rumah

KUPANG, nwartapedia.com – Kabar baik bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah subsidi. Pemerintah melalui kebijakan yang didukung Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kemudahan bagi calon debitur yang memiliki riwayat kredit Kol 1 hingga Kol 5 untuk mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.

Melalui kebijakan tersebut, masyarakat yang sebelumnya memiliki tunggakan kredit namun telah melunasi seluruh kewajibannya dan tidak berstatus hapus buku, kini dapat langsung melanjutkan proses akad KPR tanpa harus menunggu masa pemulihan kredit selama enam bulan hingga satu tahun seperti sebelumnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA, menyampaikan apresiasi kepada Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI) serta dukungan OJK yang telah mendorong lahirnya kebijakan tersebut.

Menurut Bobby Lianto, aturan baru ini menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini terkendala riwayat kredit akibat pinjaman online maupun pembiayaan lainnya, sehingga gagal memperoleh akses pembiayaan rumah subsidi.

Ia menilai banyak masyarakat yang sebenarnya telah melunasi kewajibannya, namun masih harus menunggu dalam waktu yang cukup lama sebelum dapat mengajukan KPR subsidi. Kondisi tersebut membuat kesempatan memiliki rumah layak huni menjadi semakin sulit diwujudkan.

Dengan diberlakukannya kebijakan baru tersebut, masyarakat yang telah menyelesaikan tunggakan kredit dapat segera mengajukan pembelian rumah subsidi tanpa harus menunggu masa pemulihan, sehingga proses kepemilikan rumah menjadi lebih cepat dan mudah.

Bobby Lianto berharap kebijakan ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan yang layak sekaligus mendukung program pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.




Pemuda Tani Indonesia NTT Buka Pelatihan Pertanian Modern Gratis dan Bersertifikat di Mojokerto

Kupang, nwartapedia.com  – Pemuda Tani Indonesia (PTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas di sektor pertanian melalui Program Pelatihan Tatap Muka Angkatan IV yang akan dilaksanakan di Training Center Yayasan Pelita Indonesia Timur (PIT), Sumberjati, Jatirejo, Mojokerto, Jawa Timur, mulai 27 Juni hingga 28 November 2026.

Program yang bekerja sama dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur tersebut merupakan kelanjutan dari pelatihan yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Setelah Angkatan III berhasil menyelesaikan programnya, PTI NTT kembali membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi NTT untuk mengikuti pelatihan intensif selama hampir lima bulan.

Selama mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai teknologi pertanian modern, sistem pertanian berkelanjutan, pengelolaan lahan, pembuatan pupuk organik, hingga pengembangan pertanian multikultur.

Seluruh materi dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di daerah asal masing-masing.

Ketua Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT, Bobby Lianto, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang berkualitas dan mampu menghadapi perkembangan teknologi di sektor pertanian.

Menurutnya, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar langsung di pusat pelatihan pertanian modern, kemudian kembali ke NTT untuk mengembangkan potensi pertanian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pelatihan diberikan secara gratis. Peserta akan memperoleh fasilitas tempat tinggal, konsumsi, materi pelatihan, hingga pendampingan selama mengikuti pendidikan di Mojokerto.

Selain itu, peserta yang berhasil menyelesaikan program akan memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi dan partisipasi dari Pemuda Tani Indonesia NTT melalui kerja sama dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur serta dukungan KADIN NTT.

“Peserta hanya perlu menyiapkan biaya transportasi dari daerah asal menuju Mojokerto. Selama pelatihan seluruh kebutuhan sudah disiapkan sehingga peserta dapat fokus mengikuti proses pembelajaran,” jelas Bobby Lianto.

Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda NTT yang memiliki keterampilan, wawasan, inovasi, dan jiwa kewirausahaan di bidang pertanian sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian daerah.

Pendaftaran peserta masih dibuka hingga 13 Juni 2026, dilanjutkan dengan seleksi wawancara secara daring pada 16 dan 18 Juni 2026, pengumuman peserta yang lolos pada 20 Juni 2026, dan pembukaan pelatihan pada 27 Juni 2026.

Pemuda Tani Indonesia NTT mengajak seluruh generasi muda yang memiliki minat di bidang pertanian untuk memanfaatkan kesempatan tersebut karena seluruh program diberikan secara gratis dan bersertifikat.

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program ini dapat menghubungi pengurus Pemuda Tani Indonesia di masing-masing kabupaten dan kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mendapatkan informasi pendaftaran lebih lanjut. *




KADIN NTT Apresiasi Langkah DPMPTSP Kabupaten Kupang Fasilitasi Penyelesaian Masalah Pelaku Usaha

Kupang, nwartapedia.com –  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang aktif memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di daerah tersebut.

Apresiasi itu disampaikan dalam rapat fasilitasi penyelesaian permasalahan pelaku usaha yang digelar di Aula DPMPTSP Kabupaten Kupang, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama para investor dan pelaku usaha yang mengalami kendala dalam pengembangan usaha maupun pengurusan perizinan.

Rapat yang dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang, Charles Banamtuan, itu turut dihadiri Sekretaris DPMPTSP Ina M. Ate, S.Pt., Pokja Perizinan Eduardus Hadu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang Made Supriyadi beserta jajaran, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dispenda, dan OPD terkait lainnya.

Sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang mengikuti forum tersebut di antaranya PT Danang Mandiri, PT Pembangunan Sehat Sejahtera, PT Bolelebo Nusa Pusaka, KSP Swasti Sari, Pabrik Tahu Trubus Subur, Kolam Renang Dapur Wisata, serta beberapa pelaku usaha lainnya yang menghadapi persoalan administrasi maupun teknis.

Ketua KADIN NTT, Dr. Cand. Bobby Lianto, MM., MBA., menilai langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kupang merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung dunia usaha sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif.

Menurutnya, forum yang mempertemukan seluruh OPD terkait dengan para investor sangat membantu dalam mencari solusi atas berbagai hambatan yang selama ini dihadapi pelaku usaha, mulai dari persoalan administrasi, perizinan hingga kendala teknis di lapangan.

Ia mengatakan masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan karena keterbatasan informasi mengenai persyaratan perizinan maupun regulasi yang berlaku.

Karena itu, pendampingan dari pemerintah menjadi hal penting agar proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bobby juga mengapresiasi keterlibatan seluruh instansi yang hadir, termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, dan OPD lainnya yang menunjukkan komitmen bersama dalam membantu penyelesaian persoalan investasi di Kabupaten Kupang.

Menurutnya, Kabupaten Kupang memiliki potensi investasi yang besar di berbagai sektor sehingga membutuhkan pelayanan yang cepat, koordinasi lintas instansi yang baik, serta pendampingan maksimal bagi investor yang ingin menanamkan modalnya.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah terus memberikan pelayanan terbaik kepada para pelaku usaha sehingga iklim investasi di Kabupaten Kupang semakin kondusif dan mampu menarik lebih banyak investor untuk berinvestasi di daerah ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan fasilitasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan dunia usaha guna menciptakan kepastian berusaha, meningkatkan investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. *




Sinergi SH Juwara Cafe dan PT Klinik Olahraga Kupang, Bangun Komunitas Sehat Menuju NTT Maju

Kupang,nwartapedia.com  –  SH Juwara Cafe bersama PT Klinik Olahraga Kupang membangun sinergi dalam mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sehat, bugar, dan produktif di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan Warung Kopi Sehat yang menjadi sarana edukasi kesehatan sekaligus tempat berkumpulnya masyarakat yang peduli terhadap pola hidup sehat.

Agen SH Juwara Cafe, Kanisius Maruli, saat ditemui media di PT Klinik Olahraga Kupang, Stadion Oepoi, Kamis (4/6/2026), mengatakan bahwa dirinya mulai bergabung dengan SH Juwara Cafe pada November 2025 dan hingga kini terus berkomitmen memperkenalkan kopi kesehatan kepada masyarakat.

Dengan mengusung slogan “Selagi Masih Sehat, Minumlah yang Sehat Supaya Tetap Sehat”, Kanisius mengaku optimistis produk yang dipasarkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha.

“Dalam berusaha yang paling penting adalah konsisten. Kami membuka pelayanan setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WITA. Awalnya mungkin belum banyak yang mengenal, tetapi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan konsisten, masyarakat akan semakin percaya. Saya yakin setiap usaha yang baik pasti akan menghasilkan berkat,” ujar Kanisius.

Menurutnya, SH Juwara Cafe merupakan kopi kesehatan yang memadukan biji kopi Arabika premium asal Brasil dengan ekstrak jamur Ganoderma atau Lingzhi yang telah dikenal luas karena kandungan nutrisinya.

Produk tersebut diproduksi melalui standar kualitas tinggi dengan dukungan laboratorium modern dan pusat budidaya Ganoderma di Taiwan.

SH Juwara Cafe hadir dalam dua pilihan produk, yaitu varian 3 in 1 tanpa gula yang memiliki cita rasa kopi lebih kuat dan pekat, serta varian 4 in 1 dengan gula tebu yang menawarkan rasa lebih lembut dan creamy untuk konsumsi sehari-hari.

Selain menggunakan biji kopi Arabika berkualitas premium, produk ini juga diperkaya krimer berbahan Virgin Coconut Oil (VCO) non-trans fat dan ekstrak Ganoderma Shuang Hor yang telah memperoleh sertifikasi resmi dari pemerintah Taiwan.

Kanisius menjelaskan bahwa SH Juwara Cafe memiliki empat keunggulan utama, yaitu alami, menyehatkan, nikmat, dan terjangkau.

Selain itu, produk tersebut juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha secara mandiri.

Ia menambahkan, kandungan Ganoderma dipercaya dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, mendukung kesehatan jantung dan hati, membantu mengurangi kelelahan, serta menunjang kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Produk ini disebut telah dipasarkan di berbagai negara selama lebih dari 19 tahun dan mendapat banyak testimoni positif dari konsumennya.

Sementara itu, Direktur PT Klinik Olahraga Kupang, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM, mengatakan bahwa kolaborasi dengan SH Juwara Cafe merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Menurut Frans Sales, Warung Kopi Sehat bukan sekadar tempat menikmati minuman, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualitas hidup melalui pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehat.

“Warung Kopi Sehat menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang ingin hidup lebih sehat dan bugar. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari,” katanya.

Frans Sales juga mengajak masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya untuk mengunjungi Klinik Olahraga NTT Mart Cafe yang berlokasi di Jalan W.J. Lalamentik, kawasan Stadion Oepoi Kupang.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat menuju NTT yang lebih sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Ayo bersama-sama membangun budaya hidup sehat. Dengan masyarakat yang sehat dan produktif, kita dapat berkontribusi dalam mewujudkan NTT yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.

 Frans Sales juga menjelaskan selain menyediakan layanan konsultasi kesehatan dan Perpustakaan Olahraga sebagai sarana edukasi dan literasi kebugaran, PT Klinik Olahraga Kupang kini juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung seperti ATM Mini, layanan rental mobil, penjualan t-shirt olahraga, serta aneka minuman dingin dan minuman kesehatan.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih lengkap bagi masyarakat. Karena itu, selain fokus pada kesehatan dan kebugaran, PT Klinik Olahraga Kupang juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar Frans Sales.

Melalui sinergi antara SH Juwara Cafe dan PT Klinik Olahraga Kupang, kedua pihak berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya komunitas yang peduli terhadap kesehatan dan kualitas hidup di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Safari Kebangsaan FPK NTT Kibarkan Merah Putih di Puncak Kelimutu dan Telusuri Jejak Bung Karno di Ende

Ende, nwartapedia.com  —  Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan Safari Kebangsaan ke Kabupaten Ende pada 28 Mei hingga 2 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.

Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo, kepada media ini pada Senin (1/6/2026), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan berbagai organisasi dan paguyuban etnis yang tergabung dalam FPK NTT. Di antaranya Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Kontak Kerukunan Sosial (K2S) Jawa, Ikatan Keluarga Kabupaten Ende Flores (IKKEF), Ikatan Keluarga Besar Rote Hailiteik (IKBRH), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Kerukunan Keluarga Madura Flobamora, Paguyuban Betawi, serta Perkumpulan Keluarga Pasundan Mangle.

Rombongan Safari Kebangsaan bertolak dari Kupang menuju Ende menggunakan KM Wilis pada 28 Mei 2026 dengan Ketua Tim Safari, Siprianus Reda, ST.

Setibanya di Ende pada 29 Mei, rombongan langsung menuju kawasan wisata Kelimutu dan bermalam di Desa Wisata Waturaka. Di desa tersebut, peserta diterima secara adat oleh Mosalaki Yohan dan Kepala Desa Yoseph Wawo.

 

Dalam kesempatan itu, FPK NTT juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat setempat serta menggelar pentas budaya sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman.

Puncak kegiatan berlangsung pada 30 Mei 2026 saat rombongan mendaki Gunung Kelimutu dan melaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di puncak gunung dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.

Upacara dipimpin oleh AKBP (Purn) Gede Aria Bawa, S.Sos., M.H. sebagai pembina upacara, sementara Ketua FPK NTT Ir. Theodorus Widodo bertindak sebagai inspektur upacara. Pengibaran bendera dilakukan oleh Kiyai Pono Musariyokerto dan Christina Tri Handayani, S.Ag., M.Pd., sedangkan doa dibawakan oleh Yuvenaris dari KKSS.

“Upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Kelimutu menjadi simbol kuat semangat persatuan bangsa serta penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila yang menyatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia,” ujar Theodorus Widodo.

Setelah upacara, rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata Air Tiga Rasa dan menikmati pemandian air panas di Desa Waturaka.

Pada 31 Mei, peserta Safari Kebangsaan mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Kampung Ambugaga, Kelurahan Kota Raja, Ende.

Lokasi tersebut menjadi saksi sejarah ketika Presiden pertama Republik Indonesia itu menjalani masa pengasingan pada tahun 1934 hingga 1938.

Rombongan juga mengunjungi Taman Renungan Bung Karno yang menjadi salah satu situs penting lahirnya gagasan kebangsaan dan nilai-nilai yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia.

Kegiatan berlanjut di Desa Nuabosi, di mana peserta diterima secara adat oleh Mosalaki dan pemerintah desa. Selain mengikuti panen ubi secara langsung di kebun masyarakat, peserta juga mengikuti ramah tamah yang diwarnai pertunjukan musik, lagu daerah, tarian gawi, hingga lagu “Ave Maria” yang dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta tanpa memandang latar belakang agama.

Kebersamaan tersebut semakin memperlihatkan semangat toleransi dan harmoni yang menjadi tujuan utama Safari Kebangsaan FPK NTT.

Pada 1 Juni 2026, rombongan mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila, Kota Ende. Upacara tersebut dipimpin oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf.

Usai upacara, peserta mengunjungi Serambi Bung Karno di Biara St. Yoseph SVD. Tempat tersebut memiliki nilai sejarah penting karena menjadi lokasi Sang Proklamator meminjam dan membaca berbagai buku dari perpustakaan biara selama masa pengasingannya di Ende.

“Di Serambi Bung Karno ini Sang Proklamator mengalami transformasi diri dan cara pandang. Patung Bung Karno disini paling menyerupai dg Bung Karno semasa muda” Demikian ungkap Bruder Simpli yg menerima kedatangan rombongan.

Menurut Theodorus Widodo, rangkaian Safari Kebangsaan ini tidak hanya menjadi perjalanan wisata sejarah dan budaya, tetapi juga sarana memperkuat rasa persaudaraan antar suku, agama, dan kelompok masyarakat di NTT.

“Melalui Safari Kebangsaan ini, kami ingin meneguhkan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus terus dirawat melalui kebersamaan, dialog, serta penghormatan terhadap perbedaan,” tegasnya.

Kegiatan Safari Kebangsaan FPK NTT dijadwalkan berakhir pada 2 Juni 2026 setelah seluruh rangkaian agenda kebangsaan, sosial, budaya, dan sejarah selesai dilaksanakan di Kabupaten Ende. ***




Wali Kota Kupang Letakkan Batu Pertama Kantor Baru KSP Kopdit Pintu Air, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kupang di Jalan Perintis Kemerdekaan III, Kelurahan Kelapa Lima, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat dan pilar kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, Wakil Pengawas KSP Kopdit Pintu Air Yengki, Wakil Komite Cabang Kupang Pdt. Jhon Djaru, jajaran pengurus dan anggota koperasi, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas kontribusi KSP Kopdit Pintu Air yang telah hadir dan bertumbuh bersama masyarakat selama 13 tahun di Kota Kupang.

Menurutnya, koperasi telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan akses layanan keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih kepada KSP Kopdit Pintu Air yang telah menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tiga belas tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun dengan kerja keras, pengorbanan, dan semangat pelayanan,” ujar Christian Widodo.

Ia menegaskan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Menurutnya, keberadaan koperasi harus mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi bagi kebutuhan ekonomi anggotanya.

Wali Kota juga menilai peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor baru tersebut bukan sekadar awal pembangunan fisik, melainkan simbol tumbuhnya harapan, kemandirian, serta semangat gotong royong yang menjadi fondasi gerakan koperasi.

Lebih lanjut, Christian Widodo menyebut koperasi sebagai salah satu bentuk implementasi nyata nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai kebersamaan, keadilan sosial, dan gotong royong yang menjadi dasar koperasi dinilai sejalan dengan semangat pembangunan nasional.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota koperasi untuk terus beradaptasi dengan teknologi dan menghadirkan inovasi dalam pelayanan.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar koperasi tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan.

Sementara itu, Ketua Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap perkembangan koperasi yang berawal dari sebuah desa kecil di Kabupaten Sikka tersebut.

Ia menjelaskan bahwa KSP Kopdit Pintu Air saat ini telah berkembang menjadi salah satu koperasi terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota lebih dari 506 ribu orang dan total aset mencapai Rp1,27 triliun.

“Kami hadir dengan semangat melayani sesama. Gedung kantor baru ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi anggota, khususnya di Kota Kupang,” kata Yakobus.

Baginya, gedung kantor baru yang akan dibangun memiliki tiga lantai dan ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun. Kehadiran gedung tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan yang lebih representatif dan modern bagi lebih dari 14 ribu anggota KSP Kopdit Pintu Air di Kota Kupang dan wilayah sekitarnya.

Pembangunan kantor baru ini sekaligus menegaskan komitmen KSP Kopdit Pintu Air untuk terus memperkuat pelayanan, memperluas manfaat koperasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong. *