Tokoh Peternak Pandawai Ajak Tolak Eksploitasi Ilegal Kuda Sandelwood Demi Kelestarian Populasi

Pandawai, nwartapedia.com — Stefanus Pekuwali, tokoh masyarakat sekaligus pelaku usaha peternakan hewan besar di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, mengajak seluruh peternak lokal untuk bersama-sama menolak berbagai praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood yang dinilai mengancam keberlanjutan populasi ternak endemik kebanggaan Pulau Sumba.

Menurut Stefanus, maraknya pengiriman ternak yang tidak sesuai prosedur, manipulasi dokumen, penjualan indukan betina produktif, hingga pengapalan kuda yang belum memenuhi syarat umur dan berat badan menjadi ancaman serius bagi masa depan peternakan di daerah tersebut.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap upaya manipulasi administrasi di lapangan. Menjual betina produktif dan memalsukan dokumen hanya demi keuntungan sesaat adalah tindakan yang merusak masa depan peternakan kita sendiri,” tegas Stefanus Pekuwali saat ditemui di kawasan sentra peternakan Pandawai.

Ia menegaskan bahwa seluruh regulasi yang telah diterbitkan pemerintah daerah perlu didukung bersama sebagai upaya menjaga kelestarian plasma nutfah Kuda Sandelwood sekaligus menciptakan tata niaga yang sehat dan harga yang lebih adil bagi para peternak.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Stefanus menyatakan siap menggunakan pengaruhnya untuk memberikan edukasi kepada peternak tradisional agar tidak terjebak dalam praktik ijon maupun bujuk rayu spekulan ternak ilegal yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

Selain itu, ia juga mendorong adanya pengawasan mandiri di tingkat masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pergerakan ternak yang mencurigakan, terutama pengangkutan ternak pada malam hari yang berpotensi melanggar aturan.

“Kita harus memutus rantai penyelundupan sejak dari hulu. Tujuan kita sama, yaitu membangun bisnis ternak yang legal, aman, dan menguntungkan bagi semua pihak tanpa merusak adat dan melanggar hukum negara,” ujarnya.

Stefanus turut mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan aparat kepolisian, khususnya Polresta Kupang dan Polres Sumba Timur, dalam mengawal jalur distribusi ternak serta memperketat pemeriksaan di pelabuhan dan karantina hewan.

Melalui gerakan bersama ini, Stefanus berharap Kecamatan Pandawai dapat menjadi contoh penerapan tata niaga ternak yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur.

Ia meyakini sinergi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan akan mampu menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban, sekaligus menjamin Kuda Sandelwood tetap menjadi simbol kebanggaan, kemakmuran, dan kejayaan masyarakat Sumba bagi generasi mendatang. **




Revi Adiana Silawati Resmi Dilantik sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT Periode 2026-2031

Kupang,nwartapedia.com — , nwartapedia.com – Revi Adiana Silawati resmi dilantik sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT masa bakti 2026-2031 oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam acara pelantikan yang berlangsung di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT, Selasa (26/5/2026).

Pelantikan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Dewan Komisaris PT Flobamor dan PT Kawasan Industri Bolok masa bakti 2026-2030, serta Direksi PT Flobamor dan PT Kawasan Industri Bolok masa bakti 2026-2031.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTT, sejumlah bupati dari berbagai kabupaten di Provinsi NTT, Wakil Bupati Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, serta berbagai unsur pimpinan daerah dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini bukan hanya hari pelantikan, tetapi juga hari di mana negara melalui Pemerintah Provinsi NTT memberikan kepercayaan kepada bapak dan ibu untuk memimpin, mengawasi, menata, dan membawa BUMD ke arah yang lebih sehat, produktif, serta berdampak,” ujar Gubernur.

Menurutnya, jabatan di lingkungan BUMD merupakan amanah sekaligus ruang pengabdian untuk menunjukkan integritas, profesionalitas, serta menghadirkan perubahan yang positif bagi pembangunan daerah.

Secara khusus, Gubernur Melki menaruh harapan besar kepada Revi Adiana Silawati yang memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di dunia perbankan melalui Bank Jatim.

“Dengan pengalaman 30 tahun di Bank Jatim, saya mengharapkan Ibu Revi untuk betul-betul bersama Direksi dan Komisaris Bank NTT memastikan Bank NTT bisa benar-benar menjalankan tugas sebagai jantungnya ekonomi NTT,” tegasnya.

Gubernur meyakini pengalaman dan kompetensi yang dimiliki Revi akan menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kepatuhan, serta mendukung pertumbuhan Bank NTT ke depan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Direksi dan Komisaris Bank NTT dalam menjalankan berbagai program strategis yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Sinergi ini penting agar pada akhirnya memastikan bahwa Bank NTT bisa menjadi rumah bagi UMKM, bagi nelayan, bagi petani, bagi ASN serta seluruh masyarakat NTT,” ungkap Gubernur.

Dengan dilantiknya Revi Adiana Silawati sebagai Direktur Kepatuhan, diharapkan Bank NTT semakin memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas kontribusinya dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.




Dirut Bank NTT Charlie Paulus Pastikan Penyaluran KUR Kembali Berjalan Awal Juni 2026

Kupang, nwartapedia.com  — Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali dijalankan mulai awal Juni 2026.

Hal tersebut disampaikannya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku dan RUPS Luar Biasa Tahun Buku 2026 yang berlangsung di Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026).

Kepada awak media, Charlie Paulus menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga turut memengaruhi dana pihak ketiga di Bank NTT.

Meski demikian, pembagian dividen kepada para pemegang saham tetap dilakukan sesuai porsi kepemilikan saham masing-masing.

“Kurang lebih sekitar Rp151 miliar yang dibagi kepada para pemegang saham sesuai porsi sahamnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, Bank NTT saat ini juga memiliki cadangan modal yang cukup kuat, yakni mencapai Rp449 miliar.

Sebagian dana tersebut telah digunakan untuk mendukung kesiapan operasional program KUR yang kembali diaktifkan tahun ini.

Menurut Charlie, proses penyaluran KUR saat ini tinggal menunggu penyelesaian koneksi sistem dengan Departemen Keuangan.

Ia menyebut sejak 2019 Bank NTT sempat berhenti menjalankan program KUR sehingga perlu melakukan pendaftaran dan penyesuaian sistem kembali.

“Semua sudah beres, tinggal koneksi sistem komputer saja dengan Departemen Keuangan. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa dijalankan dan awal Juni sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Charlie menegaskan bahwa Bank NTT akan lebih selektif dalam menyalurkan KUR agar pengalaman kredit macet di masa lalu tidak kembali terulang.

Ia mengakui penghentian KUR sebelumnya dipicu tingginya angka kredit bermasalah.

“Dulu kredit macetnya terlalu banyak. Itu menjadi pengalaman pahit bagi kami, sehingga sekarang sistemnya diperbaiki dan penyalurannya lebih selektif,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat dua jenis KUR yang akan dijalankan, yakni KUR mikro tanpa agunan dengan plafon hingga Rp100 juta tampa agunan dan KUR kecil plafon hingga 500 juta membutuhkan agunan.

Program tersebut, lanjut Charlie, akan difokuskan pada sektor-sektor usaha produktif seperti pertanian, peternakan, produksi telur, dan berbagai usaha rakyat kecil lainnya yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“KUR ini tidak boleh dipakai untuk konsumtif. Fokusnya usaha produktif yang nyata dan benar-benar berjalan,” tegasnya.

Terkait banyaknya calon peminjam KUR yang terkendala riwayat kredit di OJK akibat pinjaman online maupun kredit bermasalah sebelumnya, Charlie mengatakan pihak bank tetap membuka ruang penilaian secara selektif.

“OJK sebenarnya tidak melarang orang dengan riwayat kredit kurang baik untuk mendapat pinjaman. Tetapi bank tentu harus berhati-hati. Kalau sebelumnya bermasalah namun sekarang sudah baik, itu tetap menjadi pertimbangan bagi kami,” pungkasnya. (MI)




BRI Peduli Salurkan Beasiswa untuk 59 Mahasiswa UNIKA Weetebula di Sumba Barat Daya

Sumba Barat Daya, nwartapedia —  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Program BRI Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah melalui penyaluran bantuan beasiswa kepada mahasiswa Universitas Katolik Weetebula, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Penyerahan beasiswa berlangsung pada Selasa (12/5/2026) di Aula UNIKA Weetebula. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Pjs Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia Waikabubak, Raimond Lukito Widiatmo, kepada Rektor UNIKA Dr. Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phill., M.A. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla.

Dalam program tersebut, sebanyak 59 mahasiswa menerima bantuan beasiswa masing-masing sebesar Rp5 juta.

Penerima terdiri dari 10 mahasiswa kategori berprestasi dan 49 mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Para mahasiswa penerima berasal dari semester 2, 4, dan 6.

Pjs Pemimpin Cabang BRI Waikabubak Raimond Lukito Widiatmo mengatakan bahwa Program BRI Peduli Beasiswa merupakan bentuk nyata kepedulian BRI terhadap dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Program BRI Peduli Beasiswa ini merupakan wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan SDM, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus belajar, berprestasi, dan menyiapkan diri menjadi generasi unggul yang berintegritas serta mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNIKA Weetebula Dr. Wilhelmus Yape Kii menyampaikan apresiasi kepada BRI atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa UNIKA. Ia menjelaskan bahwa para penerima beasiswa merupakan hasil seleksi ketat dari total 112 mahasiswa yang mendaftar dan sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BRI atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa UNIKA. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.

Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla juga menyambut baik dukungan BRI terhadap sektor pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak guna menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan BRI Peduli, Bank Rakyat Indonesia terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia. *




Bobby Lianto Temui Dirijen Internasional Asal Kupang di Belanda, Bukti Putra NTT Mampu Bersaing di Eropa

Kupang, nwartapedia.com  — Perjalanan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri  (KADIN) Provinsi NTT, Bobby Lianto, selama berada di Eropa tidak hanya difokuskan pada promosi potensi daerah dan produk UMKM asal NTT, tetapi juga memperkuat jejaring dengan diaspora asal Nusa Tenggara Timur yang sukses di luar negeri.

Dalam agenda kunjungannya, Bobby Lianto turut bertemu para lulusan KADIN NTT Institute yang mengikuti program Ausbildung di Eropa, sekaligus melakukan pertemuan dengan pihak KBRI setempat guna membangun peluang kerja sama dan pengembangan sumber daya manusia asal NTT.

Salah satu momen menarik dalam perjalanan tersebut adalah saat Bobby Lianto bertemu sahabat lamanya semasa SMP, yakni Antonius Dody Soetanto, yang kini dikenal sebagai konduktor dan dirijen internasional di Belanda.

Pertemuan berlangsung hangat di Utrecht, Belanda. Bobby mengaku bangga melihat putra asal Kupang mampu menorehkan prestasi di panggung musik internasional dan membawa nama Indonesia, khususnya NTT, di Eropa.

Dody Soetanto lahir di Kupang dan menempuh pendidikan di SD Don Bosco IV Kupang, SMP Frater Kupang, lalu melanjutkan pendidikan di SMAK Santo Yusuf Malang.

Ia kemudian kuliah di Universitas Katolik Parahyangan Bandung sebelum melanjutkan pendidikan master seni musik di The Conservatory of Utrecht, Belanda.

Saat ini, Dody dikenal sebagai konduktor dan bariton yang aktif memimpin berbagai paduan suara dan ansambel vokal di Belanda.

Ia merupakan pendiri sekaligus direktur artistik VOKALISK, ansambel vokal yang beranggotakan 16 penyanyi dari berbagai wilayah di Belanda.

Selain itu, Dody juga berafiliasi dengan Groot Concertkoor Amsterdam (GCA), Leids Kamerkoor (LKK), serta Vrije Universiteit Koor (VUkoor). Kiprahnya di dunia musik internasional semakin dikenal setelah tampil dalam Opera Forward Festival 2025 di Amsterdam yang diselenggarakan De Nationale Opera & Ballet.

Dalam festival tersebut, Dody memimpin VUkoor pada pertunjukan perdana opera baru bertajuk “CODES”.

Ia juga terlibat dalam berbagai kolaborasi orkestra besar, termasuk memimpin persiapan paduan suara untuk pertunjukan Simfoni Kedua Mahler bersama Groot Concertkoor Amsterdam dan Het Orkest Amsterdam di Concertgebouw Amsterdam. *




RUPS Bank NTT Ditunda, Agenda 24 Mei di Kupang Bahas Rencana Bisnis 2026

Kupang, nwartapedia.com – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) di Ende, Jumat (15/5/2026), ditunda karena keterbatasan waktu. Pembahasan akan dilanjutkan pada Minggu, 24 Mei 2026 di Kota Kupang.

RUPS yang digelar di Hotel Flores Mandiri Ende ini memiliki dua agenda utama: laporan pertanggungjawaban direksi Tahun Buku 2025 dan rencana bisnis Bank NTT 2026. Namun rapat tak tuntas karena diskusi memanjang.

Gubernur NTT Melki Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) memutuskan menunda rapat. Alasannya, waktu yang tersedia sudah habis dan ia harus kembali ke Kupang untuk mendampingi kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan.

“Pelaksanaan RUPS di Kabupaten Ende tertunda dan nanti disambung lagi tanggal 24 Mei 2026. Materi pembicaraannya memang butuh waktu yang agak cukup,” ujar Melki usai pelantikan pengurus PAN Se-NTT di Auditorium Undana Kupang.

Seluruh pemegang saham menyepakati tiga agenda utama untuk RUPS lanjutan rencana Bisnis Bank NTT 2022 yakni  Evaluasi arah pengembangan bisnis tahun depan, Pengangkatan Direktur Kepatuhan Baru Posisi strategis untuk tata kelola bank dan Perubahan Status Hukum Menjadi Perseroda Transformasi badan hukum Bank NTT.

Bupati Soroti Hubungan Dingin dengan Dirut Charlie Paulus
Sebelum ditunda, para bupati selaku pemegang saham Seri A menyoroti komunikasi dengan Direktur Utama Charlie Paulus yang dinilai dingin dan kaku.

Para bupati secara terbuka menyampaikan contoh konkret dalam forum.

Mereka merasa sikap jajaran direksi saat ini berbeda dengan periode sebelumnya.

“Pemegang saham saja alami hal begitu, bagaimana dengan para staf ya. Pasti lebih kaku lagi,” kata salah satu sumber.

Keluhan ini disebut sudah disampaikan ke Gubernur Melki sebelumnya, namun diminta ditahan hingga RUPS berlangsung.

Meski ada dinamika, Gubernur Melki menilai diskusi tetap berjalan baik dan fokus pada evaluasi kinerja Bank NTT.

“Prinsipnya, diskusi jalan bagus. Relatif berjalan baik. Nanti tanggal 24 baru kita lihat finalnya,” tegasnya.

RUPS lanjutan di Kupang dipastikan menjadi penentu arah kebijakan Bank NTT untuk 2026, termasuk struktur manajemen dan status badan hukum perseroan.**




Bank Rakyat Indonesia Perkuat Layanan Kemanusiaan, Serahkan Ambulans untuk Polda NTT

Kupang, nwartapedia.com  –  Bank Rakyat Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kali ini, BRI menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil ambulans kepada Polda NTT untuk mendukung pelayanan kesehatan dan penanganan kondisi darurat di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Kupang pada Kamis, 30 April 2026. Bantuan diserahkan langsung oleh Area Head BRI Kupang, Mochamad Reza Bondan Wibowo kepada Kapolda NTT, Rudi Darmoko.
Regional CEO BRI Region 17

Denpasar, Hery Noercahya mengatakan bahwa program TJSL BRI terus diarahkan untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, bantuan ambulans tersebut diharapkan mampu mendukung operasional kepolisian, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan yang cepat, tanggap, dan responsif kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat.

“BRI berkomitmen untuk terus hadir memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai program TJSL. Bantuan ambulans ini diharapkan dapat membantu Polda NTT dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, BRI tidak hanya fokus pada sektor perbankan, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam pembangunan sosial melalui berbagai program berkelanjutan di bidang kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kapolda NTT, Rudi Darmoko menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh BRI kepada institusinya.

Menurutnya, keberadaan ambulans tersebut akan sangat membantu tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama pada situasi darurat dan kegiatan kemanusiaan di wilayah NTT.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas bantuan yang diberikan. Ambulans ini tentu sangat bermanfaat untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui program TJSL, BRI terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya bergerak di bidang jasa keuangan, tetapi juga hadir mendukung pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah Indonesia. *




Bobby Lianto Promosikan Produk Unggulan NTT di Paris, Ghaura Coklat Bidik Pasar Eropa

Kupang, nwartapedia.com – Ketua Umum KADIN Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, melakukan kunjungan bisnis ke Paris, Prancis, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan asal NTT.

Bobby Lianto tiba di Paris pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat menggunakan penerbangan Air France AF 257. Setibanya di ibu kota Prancis tersebut, ia langsung menjalani sejumlah agenda penting terkait promosi produk lokal NTT ke pasar Eropa.

Kunjungan pertamanya dilakukan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris yang berlokasi di Rue Cortambert, Paris. Dalam pertemuan tersebut, Bobby diterima langsung oleh Atase Perdagangan KBRI Paris, Harry Putranto.

Dalam diskusi itu, Harry Putranto menjelaskan bahwa pasar Eropa memiliki standar dan regulasi yang sangat ketat terhadap produk impor, termasuk proses verifikasi kualitas, sertifikasi, hingga survei produk sebelum dapat dipasarkan secara luas.

Meski demikian, ia menilai peluang produk Indonesia untuk berkembang di Eropa tetap terbuka lebar apabila mampu memenuhi standar yang ditetapkan. Produk yang berhasil masuk bahkan berpotensi bertahan dalam jangka panjang di pasar internasional.

Menanggapi hal tersebut, Bobby Lianto menyampaikan bahwa pasar Eropa merupakan peluang besar bagi produk-produk asal Indonesia, khususnya dari NTT. Namun tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM adalah tingginya biaya pengiriman serta ketatnya persyaratan pasar Eropa yang sulit dipenuhi sebagian pelaku usaha kecil.

“Kalau sebuah produk sudah bisa masuk Paris, maka peluang menembus pasar Eropa Barat dan Eropa Timur akan semakin terbuka,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bobby Lianto turut didampingi Yuliana Nesia Angelina serta diaspora asal Kupang, Novy Adoe, yang telah lebih dari dua dekade menetap di Paris bersama suaminya, Olivier Richer.

Selain membangun jaringan dagang, Bobby juga membawa sejumlah produk unggulan asal NTT, salah satunya Ghaura Coklat. Produk tersebut memiliki sejarah penting karena biji kakao asal Desa Ghaura, Pulau Sumba, pernah mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia.

Pada tahun 2015, kakao Ghaura dari perkebunan PT Timor Mitra Niaga milik Hengky Lianto berhasil membawa Indonesia meraih penghargaan internasional dalam ajang International Cocoa Awards.

Kesuksesan tersebut kemudian mendorong Bobby Lianto bersama Leimena mendirikan pabrik coklat pertama di NTT pada tahun 2019 dengan nama Ghaura Coklat. Produk tersebut diproduksi di Kota Kupang dan pertama kali diperkenalkan pada ajang Salon du Chocolat Paris 2019.

Kini, Ghaura Coklat terus berkembang dengan berbagai varian produk dan jaringan distribusi yang telah menjangkau Kupang, Labuan Bajo, Bali, Australia, Singapura hingga pasar Eropa.

Dalam agenda lainnya di Paris, Bobby Lianto juga mengunjungi La Maison De L’Indonésie, sebuah butik khusus produk Indonesia yang berlokasi di Rue Jean Zay, Paris.

Di tempat tersebut, Bobby bertemu diaspora Indonesia, Eka Moncarre, yang memasarkan berbagai produk khas Indonesia seperti kopi, coklat, teh, rempah-rempah, hingga makanan tradisional.

Melalui kunjungan itu, Ghaura Coklat juga dipastikan akan menjadi salah satu produk Indonesia yang tersedia di La Maison De L’Indonésie sebagai bagian dari promosi produk lokal NTT di pasar internasional.




BPS: Ekonomi NTT Triwulan I 2026 Tumbuh 5,32 Persen Secara Tahunan

Kupang, nwartapedia.com  –  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa perekonomian NTT pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,32 persen secara tahunan (year-on-year).

Dalam rilis resmi yang disampaikan pada Selasa (5/5/2026), BPS mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT atas dasar harga berlaku mencapai Rp37,88 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp20,42 triliun.

BPS menjelaskan, pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha terjadi pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencapai 26,22 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan sebesar 19,92 persen.

Meski mencatat pertumbuhan tahunan yang positif, secara triwulanan (quarter-to-quarter) ekonomi NTT mengalami kontraksi sebesar 4,97 persen dibandingkan Triwulan IV 2025.

BPS mengungkapkan, kontraksi terdalam terjadi pada sektor konstruksi yang turun sebesar 19,34 persen.

Dari sisi pengeluaran, penurunan terbesar terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang terkontraksi hingga 45,29 persen, sejalan dengan pola realisasi belanja pemerintah di awal tahun anggaran.

Lebih lanjut, BPS menyebutkan struktur ekonomi NTT masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 28,34 persen.

Adapun dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 64,43 persen.

BPS menilai, capaian ini menunjukkan ekonomi NTT tetap tumbuh secara tahunan meskipun menghadapi tekanan pada awal tahun 2026. *




Badan Pusat Statistik NTT Catat Kenaikan Signifikan Transportasi Udara dan Laut Maret 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan perkembangan positif pada sektor transportasi selama Maret 2026, ditandai dengan meningkatnya jumlah penerbangan, penumpang udara, serta aktivitas angkutan laut.

Jumlah penerbangan angkutan udara tercatat sebanyak 3.184 penerbangan, yang terdiri dari 1.593 keberangkatan dan 1.591 kedatangan.

Angka ini meningkat 25,45 persen dibandingkan Februari 2026 dan tumbuh 46,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar terhadap aktivitas penerbangan berasal dari Bandara El Tari dengan porsi 36,87 persen, diikuti Bandara Komodo sebesar 23,93 persen.

Sejalan dengan itu, jumlah penumpang angkutan udara mencapai 223.302 orang, meningkat 38,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 33,40 persen secara tahunan.

Di sektor angkutan laut, jumlah pelayaran tercatat sebanyak 5.640 perjalanan, naik 25,72 persen dibandingkan Februari 2026 dan meningkat 16,67 persen dibandingkan Maret 2025.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut mencapai 431.469 orang, terdiri dari 213.048 penumpang turun dan 218.421 penumpang naik.

Secara bulanan angka ini meningkat 18,65 persen, meskipun secara tahunan mengalami penurunan sebesar 37,68 persen.

Secara keseluruhan, data ini mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas transportasi di NTT, khususnya pada sektor udara yang menunjukkan pertumbuhan paling signifikan. *