Kunjungi BPS NTT, Rachmat Pambudy Tekankan Pentingnya Data untuk Kebijakan Pembangunan

Kupang, nwartapedia.com — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi Kantor BPS Provinsi NTT, Senin (14/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Rachmat menekankan pentingnya pemanfaatan data BPS sebagai dasar pengambilan kebijakan dan arah pembangunan.

Menurut Rachmat, BPS tidak hanya bertugas mencatat kondisi daerah, tetapi juga menyediakan data yang dapat dimaknai untuk menentukan kebijakan secara tepat.

Ia mengibaratkan BPS sebagai “meteran pembangunan” yang digunakan untuk mengukur capaian dan mengevaluasi pembangunan.

Rachmat juga menilai NTT memiliki peluang pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas pertanian.

Ia mencontohkan produktivitas jagung dari sekitar 2,6 ton menjadi 4 ton per hektare yang dinilai dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara luas.

Selain pertanian, Rachmat mendorong hilirisasi komoditas lokal seperti ikan, daging, cokelat dan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah masyarakat.

Untuk pengendalian inflasi, ia mendorong pemanfaatan data BPS dalam menentukan intervensi, termasuk penguatan koperasi nelayan, pabrik es dan cold storage untuk menjaga pasokan ikan.

Sementara itu, Gubernur Melki mengapresiasi peran BPS sebagai mitra pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Data BPS menjadi penentu karena kami masih mengalokasikan sumber daya yang terbatas ini agar mampu menyentuh bidang-bidang pembangunan yang paling strategis,” kata Melki.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPS NTT Matamira B. Kale memaparkan sejumlah indikator pembangunan.

Sektor pertanian masih menjadi salah satu kekuatan utama NTT dengan kontribusi sekitar 28–30 persen terhadap PDRB.

Sementara tingkat kemiskinan NTT berada pada angka 17,52 persen dan terus menunjukkan tren penurunan.

Pertemuan tersebut memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan data BPS sebagai dasar pembangunan NTT yang lebih tepat sasaran dan terukur. **




Bobby Lianto Bawa KADIN NTT Peduli Pasien dan Anak Panti di Manggarai

Ruteng, nwartapedia.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana ditunjukkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui aksi sosial di Kabupaten Manggarai, Rabu (9/9/2026).

Aksi tersebut dipimpin langsung Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto bersama jajaran KADIN setelah menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) KADIN Manggarai di Aula SpringHill Hotel Ruteng.

Dalam agenda pelantikan tersebut, Bony Romas kembali dipercaya memimpin KADIN Kabupaten Manggarai. Kegiatan itu dihadiri Pemerintah Kabupaten Manggarai yang diwakili Kepala DPMPTSP Robertus Syukur dan Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Paulus Peos.

Usai pelantikan, Bobby Lianto bersama rombongan langsung mendatangi Rumah Sakit Lapangan Manggarai di sekitar Bandara Frans Sales Lega.

Kunjungan ini menjadi perhatian tersendiri setelah rombongan melihat kondisi pasien yang menjalani perawatan di dalam tenda. Pasien harus menghadapi kondisi panas pada siang hari dan dingin pada malam hari.

Situasi tersebut juga dirasakan anak-anak yang sedang menjalani perawatan. Sejumlah keluarga bahkan harus mengipasi pasien secara manual untuk membantu mengurangi rasa panas.

Merespons kondisi tersebut, KADIN NTT memutuskan memberikan dukungan berupa empat unit AC standing untuk digunakan di ruang perawatan Rumah Sakit Lapangan Manggarai.

Bobby Lianto mengatakan, bantuan tersebut didukung salah satu perusahaan yang berada di Jakarta melalui KADIN NTT.

“Ada perusahaan di Jakarta yang siap mensupport lewat KADIN NTT,” ungkap Bobby.

Ia memastikan pihaknya akan berupaya mempercepat pengiriman bantuan tersebut ke Manggarai.

“Kami usahakan secepatnya dapat dikirim ke sini, semoga dapat membantu para pasien secepatnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan RSUD Ruteng, Ns. Jenny, S.Kep, yang mewakili Direktur RSUD Ruteng, menyampaikan terima kasih atas kepedulian KADIN NTT dan KADIN Manggarai.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta membantu menjawab kebutuhan di Rumah Sakit Lapangan Manggarai.

Kepedulian KADIN NTT tidak berhenti di Rumah Sakit Lapangan. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Panti Asuhan Waepeca.

Di lokasi tersebut, KADIN NTT dan KADIN Manggarai menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, susu, minyak goreng dan sejumlah bahan kebutuhan lainnya.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan Panti Asuhan Waepeca, Pater Rafael.

Melalui rangkaian aksi tersebut, KADIN NTT menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya bergerak dalam bidang dunia usaha, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di tengah kondisi sulit yang dihadapi warga Manggarai.




Bobby Lianto Pimpin Road Trip KADIN NTT, Pelantikan Daerah Dirangkai Aksi Sosial Korban Gempa Flores

Ende nwartapedia.com – Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto memimpin rangkaian road trip ke sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk menghadiri pelantikan Ketua KADIN Daerah sekaligus menjalankan aksi sosial bagi masyarakat terdampak gempa Flores.

Rangkaian kegiatan dimulai di Kabupaten Ende pada 7 September 2026, kemudian dilanjutkan ke Bajawa pada 8 September, Manggarai Timur pada 9 September, dan Kabupaten Manggarai pada 10 September.

Dalam perjalanan tersebut, Bobby Lianto didampingi Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi KADIN NTT Christopher Samara, Dewan Pakar KADIN NTT Stef Tani Temu, Direktur Eksekutif KADIN NTT Jacobis Mercy Siubelan, Staf Ahli Ketua Umum KADIN NTT Ramon Siubelan serta sejumlah tim lainnya.

Bobby mengatakan, di tengah suasana duka akibat gempa yang masih dirasakan masyarakat Flores, KADIN NTT tetap menjalankan agenda pelantikan KADIN daerah yang telah ditetapkan. Namun, pelantikan dilakukan secara sederhana dan langsung dirangkaikan dengan aksi sosial.

“Setiap daerah yang melaksanakan pelantikan akan langsung melakukan aksi kepedulian sosial bagi masyarakat terdampak gempa di wilayah masing-masing,” ujar Bobby.

Menurutnya, sejak hari pertama gempa terjadi, sedikitnya tujuh kepengurusan KADIN kabupaten telah bergerak turun ke lapangan membantu masyarakat.

Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, tenda, terpal, selimut dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. KADIN juga turut mendukung pembangunan WC komunal serta rumah ibadah yang terdampak bencana.

Bobby menegaskan, KADIN NTT berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana gempa Flores.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KADIN Indonesia, jajaran KADIN provinsi, serta sejumlah perusahaan di Jakarta yang telah memberikan dukungan terhadap aksi kemanusiaan tersebut.

Aksi sosial ini, lanjut Bobby, merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Asosiasi Pemuda Tani NTT, Presidium PNI NTT, Persekutuan Doa Zurich, Yayasan Peduli Flores, Beta Peduli NTT dan dunia usaha lainnya.

“Ini bukan kerja KADIN NTT sendiri. Kita bergerak bersama berbagai pihak untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa,” tegasnya. ***




Munas VIII PSMTI di Jakarta, Bobby Lianto Bawa Semangat Konsolidasi dari NTT

Jakarta, nwartapedia.com  – Musyawarah Nasional (Munas) VIII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menjadi momentum konsolidasi organisasi bagi para pengurus dari berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Sekretaris Umum PSMTI Pusat, Bobby Lianto, hadir bersama rombongan PSMTI NTT dalam agenda nasional yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Bobby menilai Munas VIII memiliki arti penting bagi keberlanjutan organisasi, terutama dalam memperkuat hubungan antara pengurus pusat dan daerah.

Menurutnya, PSMTI harus terus berkembang dengan membangun struktur organisasi yang kuat serta memperluas jangkauan pelayanan sosial di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini merupakan momentum yang baik untuk kita bersama-sama memperkuat organisasi dan membangun kebersamaan,” ujar Bobby.

Dalam Munas VIII tersebut, Wilianto Tanta terpilih sebagai Ketua Umum PSMTI periode 2026–2030.

Bobby berharap kepemimpinan baru dapat membawa PSMTI semakin aktif dalam menjalankan berbagai program sosial sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat di daerah.

Kehadiran rombongan NTT dalam Munas VIII menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap konsolidasi PSMTI secara nasional.

Total terdapat sekitar 17 orang dari NTT yang menghadiri kegiatan tersebut. Rombongan dipimpin Ketua PSMTI NTT Hengky Lianto bersama istri.

Sejumlah pengurus PSMTI kabupaten/kota di NTT juga ikut hadir, di antaranya Ketua PSMTI Kota Kupang Deddy Gunawan Tanjung didampingi Sekretaris Ruddy Rikoni.

Turut hadir Ketua PSMTI Sumba Timur Erwin Karwelo, Ketua PSMTI Sumba Barat Teddy Tandoyo, serta Sekretaris PSMTI Rote Bruce K. Nitte.

Jajaran pengurus PSMTI NTT yang hadir antara lain Wakil Ketua Don Putra Gotama, Sekretaris Abimanyu, dan Bendahara Sonny Tamara. Kehadiran Koko Cici asal NTT, Koko Aldo dan Cici Lea, turut menambah semarak rombongan daerah tersebut.

Bobby yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KADIN Provinsi NTT mengatakan, penguatan organisasi di daerah perlu terus dilakukan agar keberadaan PSMTI semakin dirasakan masyarakat.

Ia menyebut, saat ini sudah terdapat delapan kepengurusan PSMTI tingkat kabupaten di NTT. Namun, masih ada sejumlah kabupaten dan kota yang belum memiliki kepengurusan.

“Daerah yang belum memiliki kepengurusan tentu menjadi perhatian kita. Ke depan kita dorong agar organisasi semakin berkembang dan hadir lebih luas,” katanya.

Bobby juga menekankan pentingnya semangat pembauran dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, PSMTI harus menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan sebagai sesama warga negara Indonesia.

Ia berharap PSMTI tidak hanya berkembang dari sisi organisasi, tetapi juga semakin banyak memberikan manfaat melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Yang utama adalah bagaimana kita terus membangun persatuan, kebersamaan dan kecintaan kepada Tanah Air,” tegas Bobby.

Ia optimistis kepengurusan PSMTI periode 2026–2030 dapat melanjutkan konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi sosial di berbagai daerah.

Sementara itu, penutupan Munas VIII berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh, di antaranya Hasyim Djojohadikusumo dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Kehadiran pengurus PSMTI NTT dalam Munas VIII diharapkan semakin memperkuat komunikasi antardaerah serta membuka ruang kolaborasi untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. ***




Harga Barang dan Jasa di Waingapu Naik 4,04 Persen, Tertinggi di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Waingapu mencatat kenaikan harga barang dan jasa tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, kenaikan harga di wilayah tersebut mencapai 4,04 persen.

Data ini disampaikan Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, dalam konferensi pers di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (1/9/2026).

Matamira menjelaskan, secara umum NTT mengalami kenaikan harga sebesar 2,59 persen selama periode Agustus 2025 hingga Agustus 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) NTT tercatat sebesar 110,74.

Di Waingapu, IHK berada pada angka 112,85, dengan kenaikan harga sebesar 4,04 persen. Sementara kenaikan harga terendah tercatat di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,53 persen dengan IHK 109,86.

Menurut Matamira, kenaikan harga di NTT dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran.

Kenaikan paling besar terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 13,93 persen. Selanjutnya kelompok transportasi naik 3,97 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 2,33 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,26 persen.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami kenaikan sebesar 1,53 persen, sedangkan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 1,96 persen.

“Perubahan harga ini menunjukkan adanya pergerakan yang berbeda pada setiap kelompok pengeluaran dan wilayah,” jelas Matamira.

Meski terjadi kenaikan harga dalam setahun terakhir, pada Agustus 2026 NTT justru mengalami penurunan harga sebesar 0,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara sejak awal tahun hingga Agustus 2026, kenaikan harga tercatat sebesar 1,65 persen.

Dengan kenaikan 4,04 persen, Waingapu menjadi wilayah dengan perubahan harga tertinggi di NTT pada Agustus 2026.




BPS Catat NTP NTT Agustus 2026 Tembus 101,29, Empat Subsektor Pertanian Menguat

Kupang,nwartapedia.com  – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mencatat NTP mencapai 101,29, naik 1,10 persen dibandingkan Juli yang berada di angka 100,19.

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (1/9/2026).

Matamira menjelaskan, NTP merupakan indikator untuk melihat daya tukar atau daya beli petani melalui perbandingan harga yang diterima petani dari hasil produksinya dengan harga yang harus dibayarkan untuk kebutuhan konsumsi dan produksi.

“Indeks yang diterima menggambarkan pendapatan petani dari hasil produksi pertaniannya, sedangkan indeks yang dibayar menggambarkan pengeluaran petani untuk konsumsi rumah tangga dan kebutuhan produksi,” jelasnya.

Kenaikan NTP Agustus terutama dipengaruhi Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang naik 0,99 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun 0,10 persen.

Dari lima subsektor pertanian, empat mencatat pertumbuhan positif. Tanaman Perkebunan Rakyat naik 2,05 persen, Tanaman Pangan 1,05 persen, Perikanan 1,00 persen dan Peternakan 0,06 persen. Hanya subsektor Hortikultura yang turun 0,26 persen.

Sejumlah komoditas seperti umbi-umbian, bawang, cabai dan jagung turut menjadi penyumbang kenaikan indeks harga yang diterima petani.

Di sisi lain, NTUP Agustus 2026 tercatat 105,92, meningkat 0,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Indikator tersebut menunjukkan perbandingan harga yang diterima petani dengan biaya produksi dan penambahan barang modal.

Sementara Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani turun 0,13 persen, antara lain dipengaruhi penurunan harga bawang merah, sawi hijau dan tomat sayur.

Matamira mengatakan perkembangan NTP tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi daya dan usaha petani NTT. Meski secara umum meningkat, perkembangan masing-masing subsektor dan komoditas tetap berbeda.

“Yang penting kita lihat adalah bagaimana nilai yang diterima petani dibandingkan dengan pengeluarannya. Itu yang tergambar melalui NTP,” pungkasnya. (MI)




BPS NTT Perkuat Kolaborasi dengan Media, Dorong Penyebaran Data Statistik yang Akurat

Kupang, nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat kolaborasi dengan media massa untuk meningkatkan penyebarluasan informasi statistik yang akurat, objektif, berkualitas, dan mudah dipahami masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan diskusi BPS NTT bersama insan media dalam rangka meningkatkan pemahaman publik terhadap informasi statistik sekaligus mendukung terwujudnya Zona Integritas menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.

Kegiatan berlangsung di Kantor BPS NTT, Rabu (19/8/2026), dan dihadiri sejumlah insan media.

Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Pembina Statistik Sektoral dan Diseminasi BPS NTT, Indra Achmad Souri, S.Si., M.Si., mengatakan media memiliki posisi strategis sebagai mitra BPS dalam menyampaikan informasi statistik kepada masyarakat.

Menurutnya, data yang benar perlu disampaikan dengan cara yang sederhana agar dapat dipahami masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Media adalah mitra literasi. Mari kita mencatat dengan benar, memberitakan dengan benar, dan membangun kebijakan berdasarkan keadaan yang benar,” ujar Indra dalam diskusi tersebut.

Informasi Keliru Bisa Menyebar Lebih Cepat

Indra mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan apabila informasi yang beredar tidak berdasarkan data dan fakta.

Satu informasi yang keliru, kata dia, dapat menyebar lebih cepat dibandingkan proses klarifikasinya.

Karena itu, media diharapkan melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum disampaikan kepada masyarakat, khususnya informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan sosial.

BPS juga membuka ruang kolaborasi dengan media agar informasi statistik tidak hanya dipublikasikan dalam bentuk angka, tetapi dapat diolah menjadi informasi yang menarik sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Perhatian

Salah satu agenda penting yang dibahas dalam diskusi adalah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Indra menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang bertujuan memotret kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Pendataan tersebut mencakup berbagai kegiatan usaha, termasuk usaha kecil, usaha rumah tangga, usaha mandiri, hingga aktivitas ekonomi yang berkembang seiring kemajuan teknologi digital.

Menurutnya, pemetaan aktivitas ekonomi sangat penting karena banyak kegiatan usaha masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya tergambarkan dalam data statistik.

“Kalau aktivitas ekonomi masyarakat tidak kita petakan, kita tidak bisa memperoleh gambaran ekonomi secara lengkap,” katanya.

Pelaku Usaha Diminta Tidak Takut Memberikan Data

BPS NTT juga mengajak pelaku usaha untuk tidak khawatir ketika didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026.

Masyarakat diminta memastikan identitas dan perlengkapan petugas sebelum memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses pendataan.

Indra menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan.

Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk menggambarkan struktur ekonomi dan karakteristik usaha masyarakat sehingga pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam merancang berbagai program dan kebijakan.

“Jangan takut ketika petugas datang. Silakan tanyakan perlengkapan dan identitas tugasnya. Kalau sudah benar, tolong jawab semua pertanyaan dengan benar,” jelasnya.

Data Menentukan Arah Kebijakan

Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa statistik tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi menjadi instrumen penting untuk memahami kondisi masyarakat.

Data mengenai usaha masyarakat, misalnya, dapat membantu pemerintah mengetahui sektor yang berkembang, sektor yang membutuhkan dukungan, hingga kebutuhan permodalan dan pengembangan usaha.

Dengan data yang lengkap, kebijakan pemerintah diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

“Data ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memahami kondisi ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Tiga Pilar Ekonomi Jadi Perhatian

Dalam pemaparan tersebut, BPS NTT juga menyinggung sejumlah sektor yang memiliki peranan penting dalam perekonomian, di antaranya pertanian, aktivitas usaha dan sektor pemerintahan.

Kondisi ekonomi masyarakat di daerah, menurut Indra, perlu dipahami berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.

NTT memiliki potensi ekonomi yang beragam sehingga membutuhkan data yang mampu menggambarkan kondisi setiap wilayah secara objektif.

Data tersebut penting agar berbagai potensi ekonomi dapat dikembangkan sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan.

BPS NTT Komitmen Berikan Pelayanan Andal

Selain meningkatkan kualitas data, BPS NTT menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang andal.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya BPS mewujudkan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

BPS NTT berharap keterlibatan media dan masyarakat dapat semakin memperkuat budaya penggunaan data dalam kehidupan publik.

Indra menutup dengan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Dengan data yang benar, pemberitaan yang benar, dan kebijakan yang berdasarkan keadaan yang sebenarnya, kita bisa membangun ekonomi dan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya




Gubernur Melki Ajak Masyarakat NTT Bersatu Bantu Korban Gempa Flores

Kupang,nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena menyampaikan pesan kemanusiaan kepada masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi. Ia mengajak seluruh masyarakat NTT dan Indonesia untuk merapatkan barisan, memberikan bantuan serta doa bagi warga yang menjadi korban bencana.

Melki menyampaikan duka dan belasungkawa atas bencana yang terjadi di Flores. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT tidak akan berjalan sendiri dalam menangani dampak bencana tersebut.

“Kita akan lewati ini sama-sama dan mudah-mudahan duka ini bisa kita sama-sama selesaikan dalam waktu yang tidak lama,” ujar Melki.

Menurutnya, bencana yang menimpa masyarakat Flores merupakan persoalan kemanusiaan bersama. Ia kemudian mengutip pesan penyair Indonesia Fransiskus Subha, “Yang tertusuk padamu, berdarah padaku.”

Bagi Melki, pesan tersebut menggambarkan kuatnya solidaritas antarsesama. Masyarakat Flores yang terdampak gempa merupakan bagian dari keluarga besar NTT dan Indonesia.

“Apa yang dirasakan saudara-saudara kita adalah saudara kita sebangsa, setanah air, dan saudara sekemanusiaan,” katanya.

Karena itu, Melki mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan rasa kemanusiaan dan bersama-sama membantu warga terdampak.

“Duka Flores adalah duka NTT dan duka Indonesia. Mari kita rapatkan barisan, ulurkan tangan, dan bersatu memberikan bantuan serta doa terbaik bagi saudara-saudara kita di Flores,” ujarnya.

Melki Akan Cek Langsung Kondisi Flores

Melki juga menyatakan akan turun langsung ke Flores bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melihat kondisi masyarakat di lokasi terdampak.

“Saya bersama dengan Forkopimda akan berangkat ke Flores untuk langsung mengecek kondisi di lapangan,” katanya.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengetahui situasi terkini sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat yang harus segera dipenuhi.

Setelah kunjungan, Melki akan menyampaikan perkembangan kondisi di Flores kepada masyarakat NTT maupun Indonesia. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi penanganan antara Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, aparat keamanan dan berbagai unsur terkait.

Bantuan Diminta Segera Disalurkan

Melki meminta bantuan kepada masyarakat terdampak tidak menunggu seluruh dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Pusat tiba.

Ia telah menginstruksikan toko-toko makanan, minuman dan penyedia kebutuhan dasar di Flores untuk ikut membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diminta segera disalurkan hingga tingkat desa dan kelurahan dengan melibatkan TNI-Polri, Forkopimda serta pemerintah daerah.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan makanan, minuman maupun selimut dan sebagainya di Flores, saya minta semua toko-toko yang ada di Flores dan juga jajaran Pemda untuk memberikan bantuan disalurkan segera pada hari ini,” ujar Melki.

Menurutnya, bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat sedang dalam perjalanan menuju lokasi. Karena itu, dukungan dari toko dan pelaku usaha setempat sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar warga pada masa awal penanganan bencana.

Melki menegaskan bantuan dalam situasi bencana tidak semata-mata dipandang sebagai transaksi ekonomi. Keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar harus menjadi prioritas utama.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga diminta memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan, sehingga masyarakat Flores tidak menghadapi bencana seorang diri.




Wagub Johni Asadoma Ajak Warga NTT Jadi Terang dan Jaga Toleransi

Kupang,nwartapedia.com  – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi terang dengan menghadirkan kasih, pengharapan, kejujuran dan semangat melayani dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Johni saat menghadiri kegiatan Saat Teduh Bersama dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bersama Ps. Philip Mantofa yang diselenggarakan Gereja Mawar Saron (GMS) Kupang di Stadion Oepoi, Kota Kupang, Jumat (7/8/2026) malam.

KKR mengusung tema “Yesus Berkat Terbesar di Hidupku” dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Johni mengatakan pembangunan NTT tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh karakter, moral dan spiritual masyarakat.

“Menjadi terang berarti menghadirkan kasih di tengah kebencian, menghadirkan pengharapan di tengah keputusasaan, menghadirkan kejujuran di tengah godaan korupsi, serta menghadirkan semangat melayani di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Menurut Johni, nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun NTT menjadi daerah yang semakin maju, sehat, cerdas, sejahtera dan berkelanjutan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada gereja dan lembaga keagamaan yang selama ini berkontribusi dalam membangun kualitas manusia di NTT.

Johni menegaskan gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

“Gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Gereja dapat mendukung pengentasan berbagai persoalan seperti stunting dan kemiskinan,” tegasnya.

Selain itu, Johni mengajak masyarakat menjaga persatuan, toleransi dan kerukunan sebagai fondasi pembangunan NTT.

Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama.

“NTT dikenal sebagai Nusa Terindah Toleransinya. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan,” katanya.

Ia menilai masyarakat yang hidup dalam suasana damai akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pendidikan, pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi dan kesejahteraan.

Menutup sambutannya, Johni menyampaikan terima kasih kepada Ps. Philip Mantofa dan seluruh pengurus GMS Kupang atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap semangat kasih, persaudaraan, kebersamaan dan toleransi yang dibangun melalui KKR dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baginya, tingginya antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan kerohanian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan iman sekaligus membangun karakter masyarakat NTT. *




BPS NTT Catat Penduduk Miskin pada Maret 2026 Capai 1,04 Juta Jiwa

Kupang, nwartapedia.com  –   Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 17,52 persen.

Data tersebut disampaikan BPS Provinsi NTT dalam rilis resmi pada Rabu (5/8/2026).

Persentase penduduk miskin tersebut meningkat 0,02 persen poin dibandingkan September 2025.

Secara jumlah, penduduk miskin di NTT pada Maret 2026 mencapai 1,04 juta jiwa. Angka tersebut meningkat sekitar 5,95 ribu jiwa dibandingkan September 2025.

Jika dilihat berdasarkan wilayah tempat tinggal, persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 6,71 persen.

Sementara itu, persentase penduduk miskin di wilayah perdesaan jauh lebih tinggi, yakni mencapai 21,64 persen.

Dibandingkan September 2025, jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan pada Maret 2026 mengalami penurunan sebanyak 2,7 ribu jiwa.

Sebaliknya, jumlah penduduk miskin di wilayah perdesaan mengalami peningkatan sebanyak 8,7 ribu jiwa dalam periode yang sama.

BPS NTT juga mencatat Garis Kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp584.252 per kapita per bulan.

Sementara itu, rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi NTT pada Maret 2026 memiliki 5,54 anggota rumah tangga.

Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga tersebut, besarnya Garis Kemiskinan secara rata-rata untuk setiap rumah tangga miskin di NTT mencapai Rp3.236.756 per rumah tangga miskin per bulan.

Data BPS tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan di NTT masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah perdesaan yang memiliki persentase penduduk miskin lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan.

Perkembangan angka kemiskinan ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat serta menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam merancang berbagai program pengentasan kemiskinan di Provinsi NTT.