Resmi Dilantik, Julie Laiskodat Siapkan Perkemi NTT Cetak Atlet Berprestasi hingga Level Dunia

Kupang, nwartapedia.com  —  Julie Sutrisno Laiskodat resmi memimpin Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Pengprov Perkemi) Nusa Tenggara Timur (NTT) masa bakti 2026-2030.

Di bawah kepemimpinannya, Perkemi NTT menargetkan penguatan pembinaan atlet dan peningkatan prestasi hingga tingkat internasional.

Pengukuhan dan pelantikan berlangsung di GOR Oepoi, Kota Kupang, Minggu (1/11/2026), dan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Perkemi, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Agus Setiadji, S.P.A., M.H., bersama jajaran pengurus serta insan olahraga Kempo.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran dan sosialisasi aplikasi My Perkemi, pembagian bonus atlet berprestasi, peringatan HUT Perkemi, serta Rapat Kerja Pengprov Perkemi NTT.

Dalam konferensi pers, Agus Setiadji menyampaikan bahwa NTT merupakan salah satu daerah yang memiliki kekuatan besar dalam pengembangan olahraga Shorinji Kempo di Indonesia.

Ia menilai potensi atlet dan sistem kaderisasi di NTT perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan atlet yang bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Agus menjelaskan, Indonesia berhasil menempati posisi kedua pada Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo 2023 di Jepang dari 43 negara peserta dengan raihan empat medali emas dan sejumlah medali perak serta lima medali perunggu.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo berikutnya direncanakan berlangsung pada 27 Oktober 2027 di Nagoya, Jepang. Karena itu, ia berharap NTT dapat memberikan kontribusi lebih besar dengan mengirimkan atlet-atlet terbaik untuk memperkuat kontingen Indonesia.

Menurutnya, pembinaan yang konsisten dan dukungan kepengurusan daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan prestasi atlet. Ia optimistis NTT dapat menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia dalam cabang olahraga Shorinji Kempo.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mengatakan dirinya menerima tanggung jawab memimpin organisasi tersebut karena melihat besarnya manfaat Shorinji Kempo dalam membangun karakter generasi muda.

Julie menilai olahraga Kempo bukan hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk kedisiplinan, mental, dan karakter anak-anak serta generasi muda.

Karena itu, ia ingin pembinaan Perkemi semakin menjangkau pelajar, mahasiswa, dan masyarakat di seluruh NTT.

Ia mengaku semakin optimistis setelah melihat langsung kemampuan atlet Kempo NTT yang telah menunjukkan prestasi membanggakan dalam berbagai kejuaraan.

Salah satu bukti prestasi tersebut terlihat pada Badung Cup 2026 di Bali. Kontingen NTT yang diperkuat 31 atlet berhasil membawa pulang 10 medali emas, sembilan medali perak, dan empat medali perunggu.

“Belum dilantik saja, atlet-atlet kita sudah menunjukkan prestasi yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa NTT memiliki potensi besar dalam olahraga Kempo,” ungkap Julie.

Untuk target ke depan, Julie secara khusus menyoroti Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo 2027 di Jepang.

Ia berharap atlet-atlet potensial dari NTT dapat masuk dalam kontingen Indonesia dan mempersembahkan prestasi terbaik.

“Target saya untuk Jepang bukan lagi tiga medali emas. Saya berharap minimal empat, tetapi target saya enam medali emas. Karena itu, saya membutuhkan dukungan semua pihak agar target ini bisa diwujudkan,” tegasnya.

Selain mengejar prestasi internasional, Julie juga berkomitmen memperkuat organisasi dan memperluas kaderisasi atlet di seluruh kabupaten/kota di NTT.

Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik bergabung dengan Perkemi melalui sosialisasi dan publikasi yang lebih luas.

Ia juga mengajak media massa untuk mengambil bagian dalam memperkenalkan olahraga Shorinji Kempo kepada masyarakat sehingga potensi atlet muda di NTT dapat terus berkembang.

Dengan kepengurusan baru periode 2026-2030, Julie berharap Perkemi NTT semakin berkembang sebagai organisasi olahraga yang mampu membangun karakter generasi muda sekaligus melahirkan atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah dan Indonesia di tingkat dunia. (MI)




Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 Digelar Dua Hari, 126 Pelajar Ikut Bertanding di Kupang

Kupang, nwartapedia.com  — Sebanyak 126 pelajar dari 52 sekolah mengikuti Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 30–31 Oktober di Stadion Oepoi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini menjadi wadah penjaringan bibit atlet potensial sekaligus mendorong pembudayaan olahraga atletik di kalangan pelajar.

Kejuaraan yang diinisiasi Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) NTT tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky Malelak, S.STP., M.Si.

Kegiatan ini juga diintegrasikan dengan sosialisasi dan eksibisi olahraga hoki bagi pelajar.

Dalam sambutannya, Hengky Malelak menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Kupang kepada Pengprov PASI NTT dan panitia pelaksana yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, pemerintah memberikan perhatian terhadap berbagai masukan panitia terkait dukungan dan pengembangan olahraga di Kota Kupang.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pengurus Provinsi NTT dan panitia pelaksana yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ungkap Hengky.

Menurutnya, kejuaraan tersebut bukan hanya menjadi ajang memperebutkan medali atau gelar juara, tetapi juga memiliki nilai penting dalam membangun karakter, semangat persaudaraan, dan sportivitas di kalangan pelajar.

Saat membuka kegiatan, Hengky mengajak seluruh atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan mengikuti perlombaan dengan penuh semangat.

Ia berharap dari Stadion Oepoi akan lahir calon atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Kupang, NTT, hingga Indonesia.

“Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Tunjukkan kemampuan terbaikmu, junjung tinggi sportivitas, dan raihlah prestasi dengan penuh kebanggaan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov PASI NTT, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM., menjelaskan bahwa Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 merupakan inovasi program untuk membudayakan olahraga atletik sebagai bagian dari aktivitas masyarakat NTT.

Ia mengatakan, apabila atletik telah menjadi budaya gerak masyarakat, maka potensi atlet muda akan tumbuh dan dapat dibina secara berjenjang sesuai kelompok usia untuk mencapai prestasi olahraga yang lebih tinggi.

Frans Sales juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diintegrasikan dengan sosialisasi olahraga hoki kepada pelajar Kota Kupang dan sekitarnya. Eksibisi hoki melibatkan siswa SMAN 7 Kota Kupang yang menjadi salah satu pusat kegiatan atau camp hoki di NTT.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi Pengprov PASI NTT, SKO Flobamorata Kupang, Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Provinsi NTT, serta Komite SKO Flobamorata. Setiap pihak berkontribusi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang, Hironimus Pati, S.Pd., M.M., mengatakan Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 merupakan penyelenggaraan perdana yang bertujuan menjaring bibit atlet potensial dari berbagai sekolah di Kota Kupang.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki tujuan penting, yakni mengidentifikasi potensi atlet pelajar untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut sekaligus membangun solidaritas dan hubungan sosial yang baik antarpelajar.

“Tujuan pertama adalah memberikan edukasi sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial dari sekolah-sekolah, baik tingkat SD, SMP maupun SMA, untuk kemudian dibina lebih lanjut agar dapat mengikuti kompetisi pada level yang lebih tinggi,” jelas Hironimus.

Selain pembinaan prestasi, kegiatan ini juga menjadi sarana positif bagi pelajar untuk menyalurkan bakat dan kemampuan, membangun persahabatan, serta meminimalisasi kesenjangan sosial dan potensi tawuran antarsekolah.

Hironimus mengungkapkan, antusiasme sekolah terhadap penyelenggaraan perdana ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 126 atlet dari 52 sekolah mengikuti kejuaraan tersebut. Rinciannya, 54 atlet tingkat SD, 40 atlet SMP, dan 30 atlet SMA.

Sementara berdasarkan jenjang pendidikan, peserta berasal dari 19 sekolah tingkat SD, 18 sekolah tingkat SMP, dan 15 sekolah tingkat SMA.

Untuk nomor perlombaan, kategori SD mempertandingkan lari 60 meter putra dan putri, kategori SMP lari 80 meter putra dan putri, sedangkan kategori SMA mempertandingkan lari 100 meter putra dan putri.

Lebih lanjut, Hironimus mengatakan kejuaraan ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan atlet muda NTT menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Menurutnya, potensi atlet yang tersebar di berbagai sekolah perlu diidentifikasi sejak dini agar mendapatkan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

Ia berharap Pemerintah Kota Kupang dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu program prioritas yang dilaksanakan secara rutin.

“Ke depan, cakupan peserta diharapkan semakin luas, mulai dari pendidikan anak usia dini, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dan masyarakat umum,”ungkapnya.

Selain perlombaan atletik, panitia juga memperkenalkan olahraga hoki melalui eksibisi sebagai upaya memperluas pengetahuan dan minat pelajar terhadap cabang olahraga tersebut.

Hironimus menjelaskan, sosialisasi hoki dilakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah agar para pelajar dapat mengenal dan memilih cabang olahraga sesuai bakat serta minat masing-masing. Saat ini, SMAN 7 Kota Kupang menjadi salah satu pusat kegiatan hoki di NTT.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan perdana tersebut.

Menurutnya, kritik dan saran yang membangun dari sekolah, guru pendamping, pelatih, orang tua, serta masyarakat sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.

Pembukaan Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026 turut dihadiri unsur Pemerintah Kota Kupang, jajaran Pengprov PASI NTT, Ketua Komisi Wasit/Juri Martin Lay, S.Pd., pengurus dan staf SKO Flobamorata, kepala sekolah, guru pendamping, official, orang tua atlet, serta masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Kupang serta aparat TNI dan Polri yang bertugas di wilayah Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo.

Melalui Kejuaraan Atletik Walikota Cup 2026, diharapkan semakin banyak talenta olahraga pelajar yang teridentifikasi dan memperoleh kesempatan pembinaan.

Kolaborasi pemerintah, organisasi olahraga, sekolah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun prestasi olahraga Kota Kupang dan NTT menuju PON 2028. (MI)




KADIN NTT Dorong Pembentukan Free Trade Zone Indonesia–Timor Leste di Kawasan Perbatasan

Kefamenanu, nwartapedia.com  – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong pembentukan Free Trade Zone (FTZ) Indonesia–Timor Leste sebagai langkah strategis untuk menarik investasi, memperluas perdagangan internasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Free Trade Zone kawasan perbatasan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) di Hotel Victory 2, Jalan Kartini, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengikuti kegiatan tersebut secara daring dan menyampaikan sambutan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Bupati TTU, Falentinus Delasalle Kebo, yang menekankan pentingnya pengembangan kawasan perbatasan sebagai penggerak ekonomi daerah.

Bupati TTU berharap pengembangan FTZ tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan industri dan memperluas akses NTT ke pasar dunia.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan Profesor Fredik Benu, anggota tim penyusun studi kelayakan (feasibility study) kawasan Free Trade Zone, dan Dr. David Pandi. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten TTU.

Ketua Umum KADIN NTT, Dr. (Cand) Bobby Lianto, MM., MBA., turut menghadiri kegiatan bersama Tim Satgas Percepatan FTZ, Micky Natun. Ia didampingi Ketua KADIN Kabupaten TTU, Dwiyanto Tantri, serta Ketua KADIN Kabupaten Malaka, Mery Kain, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Malaka.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan undangan dari Kabupaten TTU, Belu, dan Malaka. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan TNI, Ketua DPRD Kabupaten TTU, serta perwakilan Ketua DPRD Kabupaten Belu, dr. Valen Pareira dari Fraksi Golkar.

Dalam pembahasan mengenai peluang pengembangan FTZ, Bobby Lianto menyoroti potensi strategis NTT sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste dan memiliki posisi geografis yang relatif dekat dengan Australia.

Menurutnya, keberadaan FTZ di kawasan perbatasan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan industri, perdagangan, dan investasi internasional.

Kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi alternatif bagi investor yang ingin mengembangkan kegiatan manufaktur dan perdagangan di luar pusat-pusat industri yang telah berkembang di Pulau Jawa dan Batam.

Australia dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu mitra ekonomi potensial, mengingat posisi geografis NTT yang relatif dekat dengan negara tersebut.

Selain itu, peluang kerja sama dengan China juga menjadi perhatian, khususnya dalam konteks perkembangan hubungan ekonomi dengan Timor-Leste.

Bobby juga menyoroti momentum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada 2029 di Dili, Timor-Leste, yang dinilai dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi ekonomi kawasan perbatasan kepada dunia internasional.

Karena itu, KADIN NTT menyarankan agar Pemerintah Provinsi NTT menjalin kerja sama dengan Pemerintah Timor-Leste untuk membentuk tim bersama yang bertugas mempersiapkan paket pengembangan FTZ Indonesia–Timor-Leste.

Persiapan tersebut diharapkan dapat menghasilkan konsep pengembangan kawasan yang terarah, memiliki daya tarik investasi, serta membuka peluang kerja sama ekonomi lintas negara.

Pembentukan FTZ di kawasan perbatasan NTT diharapkan tidak hanya memperkuat aktivitas perdagangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri, membuka peluang usaha, dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Melalui kolaborasi pemerintah, KADIN, dan mitra internasional, pengembangan Free Trade Zone berpotensi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat posisi NTT sebagai pintu perdagangan dan investasi di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. ***




Kunjungi BPS NTT, Rachmat Pambudy Tekankan Pentingnya Data untuk Kebijakan Pembangunan

Kupang, nwartapedia.com — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi Kantor BPS Provinsi NTT, Senin (14/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Rachmat menekankan pentingnya pemanfaatan data BPS sebagai dasar pengambilan kebijakan dan arah pembangunan.

Menurut Rachmat, BPS tidak hanya bertugas mencatat kondisi daerah, tetapi juga menyediakan data yang dapat dimaknai untuk menentukan kebijakan secara tepat.

Ia mengibaratkan BPS sebagai “meteran pembangunan” yang digunakan untuk mengukur capaian dan mengevaluasi pembangunan.

Rachmat juga menilai NTT memiliki peluang pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas pertanian.

Ia mencontohkan produktivitas jagung dari sekitar 2,6 ton menjadi 4 ton per hektare yang dinilai dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara luas.

Selain pertanian, Rachmat mendorong hilirisasi komoditas lokal seperti ikan, daging, cokelat dan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah masyarakat.

Untuk pengendalian inflasi, ia mendorong pemanfaatan data BPS dalam menentukan intervensi, termasuk penguatan koperasi nelayan, pabrik es dan cold storage untuk menjaga pasokan ikan.

Sementara itu, Gubernur Melki mengapresiasi peran BPS sebagai mitra pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Data BPS menjadi penentu karena kami masih mengalokasikan sumber daya yang terbatas ini agar mampu menyentuh bidang-bidang pembangunan yang paling strategis,” kata Melki.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPS NTT Matamira B. Kale memaparkan sejumlah indikator pembangunan.

Sektor pertanian masih menjadi salah satu kekuatan utama NTT dengan kontribusi sekitar 28–30 persen terhadap PDRB.

Sementara tingkat kemiskinan NTT berada pada angka 17,52 persen dan terus menunjukkan tren penurunan.

Pertemuan tersebut memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan data BPS sebagai dasar pembangunan NTT yang lebih tepat sasaran dan terukur. **




Bobby Lianto Bawa KADIN NTT Peduli Pasien dan Anak Panti di Manggarai

Ruteng, nwartapedia.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana ditunjukkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui aksi sosial di Kabupaten Manggarai, Rabu (9/9/2026).

Aksi tersebut dipimpin langsung Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto bersama jajaran KADIN setelah menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) KADIN Manggarai di Aula SpringHill Hotel Ruteng.

Dalam agenda pelantikan tersebut, Bony Romas kembali dipercaya memimpin KADIN Kabupaten Manggarai. Kegiatan itu dihadiri Pemerintah Kabupaten Manggarai yang diwakili Kepala DPMPTSP Robertus Syukur dan Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Paulus Peos.

Usai pelantikan, Bobby Lianto bersama rombongan langsung mendatangi Rumah Sakit Lapangan Manggarai di sekitar Bandara Frans Sales Lega.

Kunjungan ini menjadi perhatian tersendiri setelah rombongan melihat kondisi pasien yang menjalani perawatan di dalam tenda. Pasien harus menghadapi kondisi panas pada siang hari dan dingin pada malam hari.

Situasi tersebut juga dirasakan anak-anak yang sedang menjalani perawatan. Sejumlah keluarga bahkan harus mengipasi pasien secara manual untuk membantu mengurangi rasa panas.

Merespons kondisi tersebut, KADIN NTT memutuskan memberikan dukungan berupa empat unit AC standing untuk digunakan di ruang perawatan Rumah Sakit Lapangan Manggarai.

Bobby Lianto mengatakan, bantuan tersebut didukung salah satu perusahaan yang berada di Jakarta melalui KADIN NTT.

“Ada perusahaan di Jakarta yang siap mensupport lewat KADIN NTT,” ungkap Bobby.

Ia memastikan pihaknya akan berupaya mempercepat pengiriman bantuan tersebut ke Manggarai.

“Kami usahakan secepatnya dapat dikirim ke sini, semoga dapat membantu para pasien secepatnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan RSUD Ruteng, Ns. Jenny, S.Kep, yang mewakili Direktur RSUD Ruteng, menyampaikan terima kasih atas kepedulian KADIN NTT dan KADIN Manggarai.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta membantu menjawab kebutuhan di Rumah Sakit Lapangan Manggarai.

Kepedulian KADIN NTT tidak berhenti di Rumah Sakit Lapangan. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Panti Asuhan Waepeca.

Di lokasi tersebut, KADIN NTT dan KADIN Manggarai menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, susu, minyak goreng dan sejumlah bahan kebutuhan lainnya.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan Panti Asuhan Waepeca, Pater Rafael.

Melalui rangkaian aksi tersebut, KADIN NTT menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya bergerak dalam bidang dunia usaha, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di tengah kondisi sulit yang dihadapi warga Manggarai.




Bobby Lianto Pimpin Road Trip KADIN NTT, Pelantikan Daerah Dirangkai Aksi Sosial Korban Gempa Flores

Ende nwartapedia.com – Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto memimpin rangkaian road trip ke sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk menghadiri pelantikan Ketua KADIN Daerah sekaligus menjalankan aksi sosial bagi masyarakat terdampak gempa Flores.

Rangkaian kegiatan dimulai di Kabupaten Ende pada 7 September 2026, kemudian dilanjutkan ke Bajawa pada 8 September, Manggarai Timur pada 9 September, dan Kabupaten Manggarai pada 10 September.

Dalam perjalanan tersebut, Bobby Lianto didampingi Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi KADIN NTT Christopher Samara, Dewan Pakar KADIN NTT Stef Tani Temu, Direktur Eksekutif KADIN NTT Jacobis Mercy Siubelan, Staf Ahli Ketua Umum KADIN NTT Ramon Siubelan serta sejumlah tim lainnya.

Bobby mengatakan, di tengah suasana duka akibat gempa yang masih dirasakan masyarakat Flores, KADIN NTT tetap menjalankan agenda pelantikan KADIN daerah yang telah ditetapkan. Namun, pelantikan dilakukan secara sederhana dan langsung dirangkaikan dengan aksi sosial.

“Setiap daerah yang melaksanakan pelantikan akan langsung melakukan aksi kepedulian sosial bagi masyarakat terdampak gempa di wilayah masing-masing,” ujar Bobby.

Menurutnya, sejak hari pertama gempa terjadi, sedikitnya tujuh kepengurusan KADIN kabupaten telah bergerak turun ke lapangan membantu masyarakat.

Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, tenda, terpal, selimut dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. KADIN juga turut mendukung pembangunan WC komunal serta rumah ibadah yang terdampak bencana.

Bobby menegaskan, KADIN NTT berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana gempa Flores.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KADIN Indonesia, jajaran KADIN provinsi, serta sejumlah perusahaan di Jakarta yang telah memberikan dukungan terhadap aksi kemanusiaan tersebut.

Aksi sosial ini, lanjut Bobby, merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Asosiasi Pemuda Tani NTT, Presidium PNI NTT, Persekutuan Doa Zurich, Yayasan Peduli Flores, Beta Peduli NTT dan dunia usaha lainnya.

“Ini bukan kerja KADIN NTT sendiri. Kita bergerak bersama berbagai pihak untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa,” tegasnya. ***




Munas VIII PSMTI di Jakarta, Bobby Lianto Bawa Semangat Konsolidasi dari NTT

Jakarta, nwartapedia.com  – Musyawarah Nasional (Munas) VIII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menjadi momentum konsolidasi organisasi bagi para pengurus dari berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Sekretaris Umum PSMTI Pusat, Bobby Lianto, hadir bersama rombongan PSMTI NTT dalam agenda nasional yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Bobby menilai Munas VIII memiliki arti penting bagi keberlanjutan organisasi, terutama dalam memperkuat hubungan antara pengurus pusat dan daerah.

Menurutnya, PSMTI harus terus berkembang dengan membangun struktur organisasi yang kuat serta memperluas jangkauan pelayanan sosial di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini merupakan momentum yang baik untuk kita bersama-sama memperkuat organisasi dan membangun kebersamaan,” ujar Bobby.

Dalam Munas VIII tersebut, Wilianto Tanta terpilih sebagai Ketua Umum PSMTI periode 2026–2030.

Bobby berharap kepemimpinan baru dapat membawa PSMTI semakin aktif dalam menjalankan berbagai program sosial sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat di daerah.

Kehadiran rombongan NTT dalam Munas VIII menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap konsolidasi PSMTI secara nasional.

Total terdapat sekitar 17 orang dari NTT yang menghadiri kegiatan tersebut. Rombongan dipimpin Ketua PSMTI NTT Hengky Lianto bersama istri.

Sejumlah pengurus PSMTI kabupaten/kota di NTT juga ikut hadir, di antaranya Ketua PSMTI Kota Kupang Deddy Gunawan Tanjung didampingi Sekretaris Ruddy Rikoni.

Turut hadir Ketua PSMTI Sumba Timur Erwin Karwelo, Ketua PSMTI Sumba Barat Teddy Tandoyo, serta Sekretaris PSMTI Rote Bruce K. Nitte.

Jajaran pengurus PSMTI NTT yang hadir antara lain Wakil Ketua Don Putra Gotama, Sekretaris Abimanyu, dan Bendahara Sonny Tamara. Kehadiran Koko Cici asal NTT, Koko Aldo dan Cici Lea, turut menambah semarak rombongan daerah tersebut.

Bobby yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KADIN Provinsi NTT mengatakan, penguatan organisasi di daerah perlu terus dilakukan agar keberadaan PSMTI semakin dirasakan masyarakat.

Ia menyebut, saat ini sudah terdapat delapan kepengurusan PSMTI tingkat kabupaten di NTT. Namun, masih ada sejumlah kabupaten dan kota yang belum memiliki kepengurusan.

“Daerah yang belum memiliki kepengurusan tentu menjadi perhatian kita. Ke depan kita dorong agar organisasi semakin berkembang dan hadir lebih luas,” katanya.

Bobby juga menekankan pentingnya semangat pembauran dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, PSMTI harus menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan sebagai sesama warga negara Indonesia.

Ia berharap PSMTI tidak hanya berkembang dari sisi organisasi, tetapi juga semakin banyak memberikan manfaat melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Yang utama adalah bagaimana kita terus membangun persatuan, kebersamaan dan kecintaan kepada Tanah Air,” tegas Bobby.

Ia optimistis kepengurusan PSMTI periode 2026–2030 dapat melanjutkan konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi sosial di berbagai daerah.

Sementara itu, penutupan Munas VIII berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh, di antaranya Hasyim Djojohadikusumo dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Kehadiran pengurus PSMTI NTT dalam Munas VIII diharapkan semakin memperkuat komunikasi antardaerah serta membuka ruang kolaborasi untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. ***




Harga Barang dan Jasa di Waingapu Naik 4,04 Persen, Tertinggi di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Waingapu mencatat kenaikan harga barang dan jasa tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, kenaikan harga di wilayah tersebut mencapai 4,04 persen.

Data ini disampaikan Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, dalam konferensi pers di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (1/9/2026).

Matamira menjelaskan, secara umum NTT mengalami kenaikan harga sebesar 2,59 persen selama periode Agustus 2025 hingga Agustus 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) NTT tercatat sebesar 110,74.

Di Waingapu, IHK berada pada angka 112,85, dengan kenaikan harga sebesar 4,04 persen. Sementara kenaikan harga terendah tercatat di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,53 persen dengan IHK 109,86.

Menurut Matamira, kenaikan harga di NTT dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran.

Kenaikan paling besar terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 13,93 persen. Selanjutnya kelompok transportasi naik 3,97 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 2,33 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,26 persen.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami kenaikan sebesar 1,53 persen, sedangkan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 1,96 persen.

“Perubahan harga ini menunjukkan adanya pergerakan yang berbeda pada setiap kelompok pengeluaran dan wilayah,” jelas Matamira.

Meski terjadi kenaikan harga dalam setahun terakhir, pada Agustus 2026 NTT justru mengalami penurunan harga sebesar 0,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara sejak awal tahun hingga Agustus 2026, kenaikan harga tercatat sebesar 1,65 persen.

Dengan kenaikan 4,04 persen, Waingapu menjadi wilayah dengan perubahan harga tertinggi di NTT pada Agustus 2026.




BPS Catat NTP NTT Agustus 2026 Tembus 101,29, Empat Subsektor Pertanian Menguat

Kupang,nwartapedia.com  – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mencatat NTP mencapai 101,29, naik 1,10 persen dibandingkan Juli yang berada di angka 100,19.

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (1/9/2026).

Matamira menjelaskan, NTP merupakan indikator untuk melihat daya tukar atau daya beli petani melalui perbandingan harga yang diterima petani dari hasil produksinya dengan harga yang harus dibayarkan untuk kebutuhan konsumsi dan produksi.

“Indeks yang diterima menggambarkan pendapatan petani dari hasil produksi pertaniannya, sedangkan indeks yang dibayar menggambarkan pengeluaran petani untuk konsumsi rumah tangga dan kebutuhan produksi,” jelasnya.

Kenaikan NTP Agustus terutama dipengaruhi Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang naik 0,99 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun 0,10 persen.

Dari lima subsektor pertanian, empat mencatat pertumbuhan positif. Tanaman Perkebunan Rakyat naik 2,05 persen, Tanaman Pangan 1,05 persen, Perikanan 1,00 persen dan Peternakan 0,06 persen. Hanya subsektor Hortikultura yang turun 0,26 persen.

Sejumlah komoditas seperti umbi-umbian, bawang, cabai dan jagung turut menjadi penyumbang kenaikan indeks harga yang diterima petani.

Di sisi lain, NTUP Agustus 2026 tercatat 105,92, meningkat 0,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Indikator tersebut menunjukkan perbandingan harga yang diterima petani dengan biaya produksi dan penambahan barang modal.

Sementara Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani turun 0,13 persen, antara lain dipengaruhi penurunan harga bawang merah, sawi hijau dan tomat sayur.

Matamira mengatakan perkembangan NTP tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi daya dan usaha petani NTT. Meski secara umum meningkat, perkembangan masing-masing subsektor dan komoditas tetap berbeda.

“Yang penting kita lihat adalah bagaimana nilai yang diterima petani dibandingkan dengan pengeluarannya. Itu yang tergambar melalui NTP,” pungkasnya. (MI)




BPS NTT Perkuat Kolaborasi dengan Media, Dorong Penyebaran Data Statistik yang Akurat

Kupang, nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat kolaborasi dengan media massa untuk meningkatkan penyebarluasan informasi statistik yang akurat, objektif, berkualitas, dan mudah dipahami masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan diskusi BPS NTT bersama insan media dalam rangka meningkatkan pemahaman publik terhadap informasi statistik sekaligus mendukung terwujudnya Zona Integritas menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.

Kegiatan berlangsung di Kantor BPS NTT, Rabu (19/8/2026), dan dihadiri sejumlah insan media.

Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Pembina Statistik Sektoral dan Diseminasi BPS NTT, Indra Achmad Souri, S.Si., M.Si., mengatakan media memiliki posisi strategis sebagai mitra BPS dalam menyampaikan informasi statistik kepada masyarakat.

Menurutnya, data yang benar perlu disampaikan dengan cara yang sederhana agar dapat dipahami masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Media adalah mitra literasi. Mari kita mencatat dengan benar, memberitakan dengan benar, dan membangun kebijakan berdasarkan keadaan yang benar,” ujar Indra dalam diskusi tersebut.

Informasi Keliru Bisa Menyebar Lebih Cepat

Indra mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan apabila informasi yang beredar tidak berdasarkan data dan fakta.

Satu informasi yang keliru, kata dia, dapat menyebar lebih cepat dibandingkan proses klarifikasinya.

Karena itu, media diharapkan melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum disampaikan kepada masyarakat, khususnya informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan sosial.

BPS juga membuka ruang kolaborasi dengan media agar informasi statistik tidak hanya dipublikasikan dalam bentuk angka, tetapi dapat diolah menjadi informasi yang menarik sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Perhatian

Salah satu agenda penting yang dibahas dalam diskusi adalah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Indra menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang bertujuan memotret kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Pendataan tersebut mencakup berbagai kegiatan usaha, termasuk usaha kecil, usaha rumah tangga, usaha mandiri, hingga aktivitas ekonomi yang berkembang seiring kemajuan teknologi digital.

Menurutnya, pemetaan aktivitas ekonomi sangat penting karena banyak kegiatan usaha masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya tergambarkan dalam data statistik.

“Kalau aktivitas ekonomi masyarakat tidak kita petakan, kita tidak bisa memperoleh gambaran ekonomi secara lengkap,” katanya.

Pelaku Usaha Diminta Tidak Takut Memberikan Data

BPS NTT juga mengajak pelaku usaha untuk tidak khawatir ketika didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026.

Masyarakat diminta memastikan identitas dan perlengkapan petugas sebelum memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses pendataan.

Indra menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan.

Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk menggambarkan struktur ekonomi dan karakteristik usaha masyarakat sehingga pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam merancang berbagai program dan kebijakan.

“Jangan takut ketika petugas datang. Silakan tanyakan perlengkapan dan identitas tugasnya. Kalau sudah benar, tolong jawab semua pertanyaan dengan benar,” jelasnya.

Data Menentukan Arah Kebijakan

Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa statistik tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi menjadi instrumen penting untuk memahami kondisi masyarakat.

Data mengenai usaha masyarakat, misalnya, dapat membantu pemerintah mengetahui sektor yang berkembang, sektor yang membutuhkan dukungan, hingga kebutuhan permodalan dan pengembangan usaha.

Dengan data yang lengkap, kebijakan pemerintah diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

“Data ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memahami kondisi ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Tiga Pilar Ekonomi Jadi Perhatian

Dalam pemaparan tersebut, BPS NTT juga menyinggung sejumlah sektor yang memiliki peranan penting dalam perekonomian, di antaranya pertanian, aktivitas usaha dan sektor pemerintahan.

Kondisi ekonomi masyarakat di daerah, menurut Indra, perlu dipahami berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.

NTT memiliki potensi ekonomi yang beragam sehingga membutuhkan data yang mampu menggambarkan kondisi setiap wilayah secara objektif.

Data tersebut penting agar berbagai potensi ekonomi dapat dikembangkan sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan.

BPS NTT Komitmen Berikan Pelayanan Andal

Selain meningkatkan kualitas data, BPS NTT menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang andal.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya BPS mewujudkan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

BPS NTT berharap keterlibatan media dan masyarakat dapat semakin memperkuat budaya penggunaan data dalam kehidupan publik.

Indra menutup dengan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Dengan data yang benar, pemberitaan yang benar, dan kebijakan yang berdasarkan keadaan yang sebenarnya, kita bisa membangun ekonomi dan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya