Undana dan Pemprov NTT Bentuk Pusat Siber Sehat, Perangi Narkoba Digital di Kalangan Anak Muda

Kupang,nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membangun sinergi untuk melawan ancaman kecanduan konten digital berbahaya atau “narkoba digital”.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui rencana pembentukan Pusat Siber Sehat NTT, yang akan menjadi pusat edukasi, pencegahan, dan rehabilitasi ketahanan digital bagi generasi muda di NTT.

Pembahasan program strategis ini dilakukan dalam audiensi antara Kepala Dinas Kominfo NTT, Ady E. Mandala, dan Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, di Gedung Rektorat Undana, Kupang.

Rektor Undana menegaskan kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa dan masyarakat dari dampak negatif dunia digital, termasuk judi online dan pornografi.

Menurutnya, melalui Layanan Psikologi Terpadu, Undana siap menyiapkan tenaga ahli guna mendeteksi tingkat kecanduan digital di masyarakat.

Program Siber Sehat NTT akan berjalan melalui tiga pilar utama, yakni preventif, promotif, dan rehabilitasi. Pencegahan dilakukan lewat edukasi pola asuh digital, promosi melalui konten positif, serta rehabilitasi bagi korban kecanduan digital berat.

Sebagai langkah awal, Undana juga akan melakukan riset lapangan dan survei untuk memetakan sebaran paparan konten berbahaya di wilayah NTT.

Rencananya, program ini akan diluncurkan secara resmi pada kegiatan Car Free Day (CFD) dan melibatkan pelajar serta pengurus OSIS sebagai agen perubahan dalam membangun budaya digital sehat di NTT. *




Kota Kupang Siap Gelar Hardiknas 2026, Wali Kota Sambut Rencana Kunjungan Menteri Pendidikan

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menyatakan kesiapan penuh menyukseskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi panitia Hardiknas di ruang kerjanya, Rabu (29/4).

Pertemuan tersebut membahas rangkaian kegiatan Hardiknas sekaligus persiapan menyambut rencana kunjungan Menteri Pendidikan ke Kota Kupang dalam waktu dekat.

Ketua Panitia Hardiknas, Roy Nomlene, menjelaskan bahwa puncak peringatan Hardiknas akan dilaksanakan pada 2 Mei 2026 di wilayah Fatukoa. Sejumlah agenda pendukung juga telah disiapkan, termasuk festival budaya dan keterlibatan pelaku UMKM lokal.

Selain itu, pada 4 Mei 2026 dijadwalkan kunjungan Menteri Pendidikan untuk meninjau beberapa sekolah di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang menyambut baik agenda tersebut dan menilai kunjungan pejabat pusat menjadi kesempatan penting bagi daerah untuk menunjukkan perkembangan maupun tantangan sektor pendidikan.

“Kunjungan ini menjadi momentum strategis agar kebutuhan pendidikan di Kota Kupang dapat diketahui secara langsung dan mendapat perhatian ke depan,” ujar Christian Widodo.

Ia meminta seluruh perangkat daerah dan panitia bekerja maksimal agar seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Koordinasi lintas sektor dinilai penting, mulai dari protokol, transportasi, kebersihan hingga kenyamanan tamu.

Wali Kota juga mengingatkan agar festival budaya yang digelar tetap memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung.

Tak hanya itu, ia mendorong agar kunjungan Menteri juga diarahkan ke sekolah-sekolah yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana.

Menurutnya, langkah itu penting agar pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi pendidikan yang masih memerlukan dukungan.

Audiensi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, termasuk penyambutan Menteri di bandara, penyesuaian agenda, serta penguatan sinergi antara panitia dan Pemerintah Kota Kupang.

Pemkot Kupang berharap peringatan Hardiknas 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses belajar bagi seluruh masyarakat.

Picture: Wali Kota Kupang menerima audiensi Panitia Hardiknas 2026 di ruang kerja Wali Kota Kupang. *




Pemkot Kupang Hapus Biaya BPHTB dan PBG untuk Warga Kurang Mampu, Akses Miliki Rumah Kian Mudah

Kuoang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang menghadirkan kebijakan pro rakyat dengan membebaskan biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat kurang mampu.

Langkah tersebut diumumkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap warga berpenghasilan rendah agar lebih mudah memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman.

Menurut Wali Kota, sebelumnya masyarakat harus menanggung biaya BPHTB yang nilainya mencapai sekitar lima persen dari transaksi tanah atau bangunan. Kini pungutan tersebut resmi dihapus untuk kelompok masyarakat tertentu.

“Peraturan Wali Kota sudah saya tandatangani. Jadi masyarakat kurang mampu bisa menikmati pembebasan biaya BPHTB,” ujar Christian Widodo.

Tak hanya itu, Pemkot Kupang juga menggratiskan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang sebelumnya dikenal luas sebagai IMB.

Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membangun rumah secara legal tanpa terbebani biaya tambahan.

Untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, warga diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi, termasuk membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan.

Pengurusan pembebasan BPHTB dilakukan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang, sedangkan layanan PBG diproses di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pemerintah juga terus menyosialisasikan kebijakan ini melalui berbagai saluran informasi, termasuk media sosial resmi pemerintah daerah, agar semakin banyak warga mengetahui manfaat program tersebut.

Kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga menilai keputusan tersebut sebagai langkah konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat kecil.

Dengan adanya pembebasan BPHTB dan PBG, Pemerintah Kota Kupang berharap kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin meningkat serta kualitas hidup warga menjadi lebih baik. *




Wali Kota Gandeng PSMTI Bangun Kupang, Dari Aksi Bersih Kota hingga Festival Lampion

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang, dalam mendorong pembangunan kota yang bersih, harmonis, dan berdaya saing.

Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, bersama jajaran pengurus di Ruang Kerja Wali Kota Kupang, Rabu (29/4). Turut hadir mendampingi, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang Elia C. Tiara, S.STP serta Plt. Kabag Umum Hubertus Mani, SH.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas kontribusi PSMTI pada Karnaval Budaya dalam rangka HUT Kota Kupang.

Menurutnya, kehadiran PSMTI dengan penampilan barongsai dan atraksi budaya lainnya menjadi simbol kuat keberagaman yang hidup di Kota Kupang.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. PSMTI tampil luar biasa dengan semangat dan totalitas penuh. Kehadiran itu menunjukkan bahwa Kupang adalah rumah bersama yang kaya akan budaya,” ujar Christian Widodo.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang siap menjadi mitra strategis bagi setiap komunitas yang memiliki gagasan positif demi kemajuan daerah.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap ide dan program yang membawa manfaat bagi masyarakat. Pemerintah hadir untuk berkolaborasi, bukan berjalan sendiri,” tegasnya.

Salah satu agenda yang dibahas dalam audiensi tersebut yakni kegiatan Fun Walk PSMTI yang direncanakan berlangsung pada 16 Agustus 2026 menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini akan dipadukan dengan aksi pungut sampah di sepanjang rute.

Wali Kota menilai konsep tersebut sebagai gerakan kreatif yang memadukan olahraga, kebersamaan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini bukan sekadar jalan santai. Ini gerakan yang punya pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebersihan kota. Kita akan pilih lokasi yang memang membutuhkan perhatian agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Kupang siap membantu melalui koordinasi lintas OPD, penyediaan armada kebersihan, serta penguatan teknis lapangan.

Selain itu, Festival Lampion Tong Tjiu Pia yang dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026 juga mendapat sambutan hangat dari Wali Kota.

Ia mengusulkan kawasan depan Taman Nostalgia sebagai lokasi utama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, festival budaya semacam itu memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata baru di Kota Kupang sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Kalau kawasan ini dihiasi lampion dan diisi aktivitas budaya, tentu akan menarik minat masyarakat. Kota menjadi hidup di malam hari, UMKM bergerak, dan ekonomi lokal ikut tumbuh,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang siap memberikan dukungan penuh, mulai dari proses perizinan, pengamanan, hingga rekayasa lalu lintas agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan sukses.

“Kalau kita ingin Kupang maju, maka seluruh unsur harus saling mendukung. Pemerintah, komunitas, dan masyarakat harus bergerak bersama,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterbukaan yang diberikan Wali Kota Kupang terhadap berbagai program PSMTI.

Menurutnya, agenda yang dirancang tidak hanya untuk mempererat kebersamaan internal komunitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Wali Kota. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus hadir memberi kontribusi. Fun walk nanti adalah bentuk kepedulian terhadap kebersihan kota, sedangkan festival lampion kami harapkan menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh warga Kupang,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan PSMTI dapat terus terjalin sebagai contoh kolaborasi positif dalam membangun Kota Kupang yang bersih, rukun, dan penuh keberagaman. *




Wali Kota Kupang Tekankan Profesionalisme dan Integritas Saat Lantik Pejabat Baru

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, dan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada setiap aparatur sipil negara bukan sekadar posisi formal dalam struktur birokrasi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

“Jabatan bukan seremoni semata, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Christian Widodo.

Ia menjelaskan, proses pelantikan pejabat kali ini melalui tahapan yang cukup panjang, termasuk mekanisme administrasi dan pertimbangan teknis dari pemerintah pusat. Jumlah pejabat yang dilantik juga cukup besar, termasuk hampir 60 kepala sekolah.

Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa komitmen di awal jabatan harus dibuktikan melalui konsistensi kerja, disiplin, serta kemampuan menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

“Komitmen mudah disampaikan, tetapi konsistensi dalam bekerja itulah yang menentukan hasil,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan perlunya perubahan pola kerja birokrasi dari pendekatan reaktif menjadi sistematis dan berkelanjutan. Pemerintah, kata dia, tidak boleh hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi harus membangun sistem yang mampu mencegah masalah terulang kembali.

“Kita harus meninggalkan pola kerja tambal sulam dan mulai membangun sistem yang kuat serta efektif,” katanya.

Christian Widodo menilai birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang tetap berjalan baik meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Karena itu, pembangunan sistem kerja menjadi prioritas utama dalam reformasi pemerintahan Kota Kupang.

Di hadapan para pejabat yang dilantik, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan menghindari budaya saling menyalahkan dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan.

“Setiap persoalan adalah tanggung jawab bersama. Yang dibutuhkan adalah kerja sama dan solusi, bukan saling menyalahkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai landasan utama dalam pelayanan publik. Menurutnya, integritas tercermin dari sikap jujur dan tetap berbuat benar meskipun tanpa pengawasan.

“Integritas diuji ketika seseorang memiliki kewenangan dan dihadapkan pada berbagai pilihan,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh pejabat untuk menghadirkan inovasi dalam bidang masing-masing, baik melalui pembenahan pelayanan, percepatan kerja, maupun kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Inovasi tidak selalu harus besar. Langkah kecil yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat juga merupakan kemajuan,” katanya.

Menutup arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang membutuhkan aparatur yang bekerja dengan sungguh-sungguh, loyal terhadap tugas, serta memiliki semangat melayani masyarakat.

“Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi saya menuntut kesungguhan dalam bekerja,” pungkasnya.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah secara profesional, menjaga kepercayaan publik, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (MI)




Wali Kota Kupang Resmikan D’Alexa Arena, Siapkan Ruang Prestasi dan Kebangkitan Ekonomi Warga Alak

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka D’Alexa Arena Mini Soccer Field di Penkase, Kecamatan Alak, Senin (27/4/2026).

Kehadiran fasilitas olahraga modern tersebut dinilai bukan sekadar tempat usaha baru, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda serta penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada pengelola, khususnya David dan Yafet Homa, yang telah berinvestasi di Kota Kupang dengan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh manajemen D’Alexa Arena. Kehadiran usaha seperti ini membantu pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Christian Widodo.

Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga memiliki dampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Selain menjadi pusat aktivitas olahraga, tempat tersebut juga menjadi wadah membangun karakter anak muda melalui nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas.

“Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah tempat usaha, tetapi meresmikan wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi positif, mengembangkan bakat, dan membentuk mental juara,” katanya.

Christian menilai D’Alexa Arena berpotensi menjadi tempat lahirnya atlet-atlet muda berbakat dari Kota Kupang yang nantinya dapat berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.

“Mungkin dari lapangan ini akan lahir pemain-pemain hebat yang kelak membawa nama Kota Kupang di ajang PON maupun kejuaraan lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung momentum perayaan HUT ke-140 Kota Kupang dan 30 tahun otonomi daerah. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Kupang hari ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu dan seluruh masyarakat.

“140 tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun dengan pengorbanan, kerja keras, cinta, dan kebersamaan. Karena itu, kemajuan kota ini adalah hasil kontribusi banyak orang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan nasional yang baru diraih Kota Kupang sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia berdasarkan sejumlah indikator pembangunan.

“Prestasi ini bukan karena wali kotanya hebat, tetapi karena doa, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat Kota Kupang,” tegasnya.

Sementara itu, CEO D’Alexa Arena sekaligus Anggota DPRD Kota Kupang, Yafet Homa, mengatakan pembangunan arena olahraga tersebut dilatarbelakangi minimnya fasilitas olahraga representatif di Kota Kupang.

“Kami ingin menyediakan tempat terbaik bagi generasi muda agar mereka punya ruang berlatih, bertanding, dan mengembangkan potensi di bidang olahraga,” ujar Yafet.

Ia menjelaskan, kawasan D’Alexa Arena akan terus dikembangkan dengan tambahan berbagai fasilitas pendukung, termasuk area hiburan dan pusat UMKM agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat sekitar.

“Ini bukan hanya lapangan mini soccer, tetapi kawasan yang akan berkembang menjadi pusat aktivitas olahraga, hiburan, dan ekonomi warga,” jelasnya.

Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas olahraga, serta warga sekitar. Pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Kupang. (MI)




Wali Kota Kupang Resmi Buka Talkshow HKI dan Luncurkan Inovasi Daerah Gelang Nona 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan Talkshow Edukasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Klinik Konsultasi Pendaftaran Hak Cipta, serta peluncuran Inovasi Daerah Gelang Nona Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Senin (27/4/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan, kreativitas, dan gagasan yang lahir dari proses panjang.

“Hari ini kita tidak hanya bicara tentang kekayaan intelektual, tetapi kita sedang bicara tentang kehormatan sebuah ide. Sebab ide tanpa perlindungan akan mudah diambil orang lain,” ujar Christian Widodo.

Menurutnya, setiap karya dan inovasi yang lahir bukan sekadar produk, melainkan bukti perjuangan manusia untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan hukum melalui hak cipta, paten, dan berbagai instrumen HKI lainnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari gagasan besar, namun sering muncul dari ide sederhana yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Inovasi bukan soal seberapa besar idenya, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi banyak orang,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, akademisi, hingga masyarakat umum untuk berani berinovasi dan menciptakan karya baru demi kemajuan Kota Kupang.

“Masa depan kota ini tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki sekarang, tetapi oleh apa yang bisa kita ciptakan esok hari,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Christian Widodo juga menyampaikan perhatian khusus terhadap peran Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Kupang sebagai motor penggerak inovasi daerah.

Ia berjanji akan menambah dukungan anggaran bagi lembaga tersebut mulai perubahan APBD Tahun 2026.

“Saya ingin Litbang menjadi yang terdepan, karena pembangunan tanpa kajian itu sulit berjalan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Kepala Bapelitbangda Kota Kupang, Ir. Solvie Y.H. Lukas, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran hukum masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan pendaftaran hak cipta dan paten atas karya ASN, inventor, inovator daerah, maupun pelaku usaha kreatif di Kota Kupang.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan Hari Otonomi Daerah ke-30.

Adapun rangkaian acara meliputi talkshow edukasi HKI, layanan konsultasi dan pendampingan pendaftaran hak cipta serta paten, serta peluncuran resmi Kompetisi Inovasi Daerah Gelang Nona Tahun 2026.

Dengan mengusung tema Melindungi Inovasi, Menguatkan Daya Saing Kreatif, Pemerintah Kota Kupang berharap lahir semakin banyak inovasi daerah yang mampu meningkatkan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing Kota Kupang ke depan. (MI)




Kota Kupang Jadi Lokasi Uji Publik Pembelajaran STEM Nasional

Kupang,nwartapedia.com  — Kota Kupang dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan uji publik praktik pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kajian nasional pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Melalui Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP), Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kemdikdasmen saat ini tengah menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan pendidikan, sekaligus mengidentifikasi praktik baik pembelajaran STEM di satuan pendidikan.

Ketua tim uji publik, Tatik Soroeida, mengatakan masukan dari berbagai pihak sangat penting untuk memastikan kebijakan yang disusun benar-benar responsif terhadap kondisi riil di lapangan.

“Masukan dari berbagai pemangku kepentingan memiliki peranan penting agar kebijakan yang dihasilkan relevan. Selain itu, kami juga mengidentifikasi serta mendokumentasikan praktik baik pembelajaran STEM yang telah diterapkan di satuan pendidikan untuk dapat diadaptasi oleh sekolah lain dengan karakteristik serupa,” ujar Tatik dari Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Uji publik dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/5/2026) pukul 08.30–17.00 WITA di Hotel Harper Kupang.

Kegiatan akan dikemas dalam bentuk diskusi kelompok terpumpun (DKT) yang dibagi ke dalam dua sesi, yakni kelompok kepala sekolah dan kelompok guru.

Pendekatan ini dirancang agar masing-masing peserta dapat menyampaikan pandangan dan pengalaman secara lebih leluasa sesuai peran mereka dalam implementasi pembelajaran STEM.

Dinas Pendidikan Kota Kupang turut dilibatkan dalam kegiatan ini, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari panitia daerah yang bertugas mendukung

kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Peserta yang diundang terdiri atas kepala sekolah dan dua guru dari sejumlah SD dan SMP terpilih di Kota Kupang.

Sebelum mengikuti kegiatan, para guru diwajibkan mengisi instrumen pembelajaran STEM secara daring paling lambat 3 Mei 2026.

Selain itu, setiap satuan pendidikan diminta membawa dokumen perencanaan pembelajaran STEM yang telah diterapkan, meliputi instrumen penilaian, rubrik, hasil evaluasi, serta dokumentasi proses pembelajaran.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada Rabu (6/5/2026) ke Sekolah Lentera Harapan Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, tim Kemdikdasmen akan mengamati secara langsung penerapan pembelajaran STEM di kelas, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, termasuk penyesuaiannya dengan konteks lokal.

Tim Kemdikdasmen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Ihya Ulumuddin, Tatik Soroeida, Voni Damayanti, dan Raisya Rahmatia.

Melalui uji publik ini, pemerintah berharap memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi pembelajaran STEM di berbagai daerah, sekaligus memperkuat kebijakan pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(goe)




Bobby Lianto Hadiri Festival Budaya HUT Kota Kupang, Apresiasi Semangat Keberagaman

Kupang, nwartapedia.com  –  Usai menghadiri dan melantik Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao beserta jajaran pengurusnya, Bobby Lianto langsung kembali ke Kota Kupang untuk mengikuti Pawai Festival Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Kupang ke-140, Sabtu (25/4/2026).

Bobby Lianto yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PSMTI Pusat serta Ketua Dewan Pakar PSMTI Kota Kupang hadir bersama rombongan dalam kegiatan budaya yang dipusatkan di Kota Kupang tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bobby memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang dinilainya berhasil menghadirkan konsep baru melalui pawai budaya dengan menampilkan beragam etnis yang hidup dan berkembang di Kota Kupang.

“Ini sebuah gagasan yang sangat baik. Kita tahu Kota Kupang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama. Festival ini mencerminkan kuatnya toleransi antar etnis dan umat beragama di Kota Kupang,” ujar Bobby Lianto.

Menurutnya, Kota Kupang merupakan miniatur keberagaman di Nusa Tenggara Timur bahkan Indonesia, karena mampu menjaga hubungan harmonis antar masyarakat di tengah perbedaan yang ada.

Ia menilai semangat persatuan dan kebersamaan yang terus dirawat menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan daerah, kesejahteraan masyarakat, serta terciptanya suasana damai di ibu kota Provinsi NTT tersebut.

Bobby juga berharap Festival Budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkenalkan kekayaan budaya Kota Kupang kepada masyarakat luas.

Pada pawai kali ini, PSMTI Kota Kupang yang didominasi para generasi muda turut ambil bagian dengan menampilkan atraksi dua barongsai serta tarian budaya yang memukau para hadirin dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Kupang, Bobby Lianto yang juga Ketua Umum KADIN NTT dijadwalkan kembali melanjutkan agenda organisasi dengan melantik pengurus KADIN Kabupaten Sabu Raijua pada Senin (27/4/2026). (MI)




Wali Kota Kupang Resmi Buka Karnaval Budaya Perdana, Gaungkan Persatuan dalam Keberagaman

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi membuka Karnaval Budaya Kota Kupang yang digelar meriah di Bundaran Tirosa, Sabtu (25/4/2026) malam.

Kegiatan spektakuler tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan HUT ke-30 Otonomi Daerah.

Di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara, Christian Widodo menegaskan bahwa karnaval budaya bukan sekadar hiburan atau parade semata, melainkan momentum untuk merayakan identitas Kota Kupang sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan.

“Malam ini kita tidak hanya merayakan sebuah parade, tetapi merayakan identitas kita bersama. Kita merayakan jiwa Kota Kupang, yaitu keberagaman dan kolaborasi yang harmonis,” ujar Christian Widodo dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Kupang justru menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah, bukan sebagai penghalang maupun pemisah antarwarga.

“Keberagaman bukan jarak pemisah, tetapi jembatan yang menyatukan kita. Karena itu tema malam ini adalah Harmoni dalam Keberagaman,” katanya.

Menurut Christian, harmoni bukan berarti semua harus sama atau seragam, melainkan hidup berdampingan dalam keseimbangan dengan tetap menghargai keunikan masing-masing.

“Kita tidak bisa menyamakan semua orang, tetapi kita bisa hidup bersama dalam damai, saling menghormati, dan saling menguatkan,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Christian juga menyebut Kota Kupang sebagai miniatur Indonesia dan miniatur Nusa Tenggara Timur, karena dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku, agama, dan etnis yang selama ini hidup rukun.

Ia mengungkapkan, Karnaval Budaya tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan sepanjang sejarah 140 tahun Kota Kupang.

Kegiatan tersebut lahir dari aspirasi berbagai komunitas budaya yang ingin menampilkan kekayaan tradisi mereka kepada masyarakat luas.

“Banyak komunitas yang ingin menampilkan pakaian adat, tarian, dan budaya mereka, tetapi belum memiliki panggung yang tepat. Maka malam ini kami hadirkan ruang itu,” jelasnya.

Christian berharap karnaval budaya ini dapat menjadi agenda tahunan kebanggaan Kota Kupang sekaligus warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Saya bermimpi beberapa tahun ke depan acara ini menjadi event besar yang ditunggu-tunggu masyarakat. Bahkan wisatawan dari berbagai daerah datang ke Kupang untuk menyaksikannya,” ujarnya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Christian menilai kegiatan tersebut juga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama sektor UMKM dan industri kreatif.

“Hari ini penjual kain tenun, penyewa pakaian adat, make up artist, hingga pelaku UMKM ikut merasakan manfaatnya. Artinya budaya juga bisa menggerakkan ekonomi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Christian turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kota Kupang atas dukungan dan kebersamaan dalam membangun kota.

“Kalau Kota Kupang hari ini bercahaya, itu bukan karena pemimpinnya, tetapi karena lilin-lilin kecil yang menyala di rumah warga, di RT, RW, kelurahan, kecamatan, dan komunitas-komunitas masyarakat,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Kota Kupang sebagai warisan leluhur sekaligus titipan bagi generasi masa depan.

“Kita tidak hanya hidup di Kota Kupang, tetapi kita hidup untuk Kota Kupang,” pungkasnya. (MI)