Kupang Menuju Kota Percontohan Pengelolaan Sampah Nasional, Pemerintah Pusat Beri Dukungan Penuh

Kupang, nwartapedia.com – Langkah serius Pemerintah Kota Kupang dalam membenahi sistem pengelolaan sampah mendapat penguatan dari pemerintah pusat.

Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, serta jajaran Pusdal Lingkungan Hidup Bali Nusra di ruang kerja Wali Kota Kupang, Rabu (8/4).

Turut hadir mendampingi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH, Kepala DPMTSP Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM, serta Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, Achmad Likur.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat menyampaikan apresiasi atas progres nyata yang telah dicapai Kota Kupang. Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, menilai komitmen yang ditunjukkan menjadi modal penting untuk mendorong Kupang tampil sebagai daerah percontohan di Nusa Tenggara Timur, bahkan di tingkat nasional.

“Sebagai ibu kota provinsi, Kupang memiliki peran strategis. Apa yang dilakukan di sini bisa menjadi acuan bagi daerah lain. Kami melihat keseriusan yang patut diapresiasi dan didorong lebih jauh,” ujarnya.

Data terbaru menunjukkan peningkatan capaian pengelolaan sampah Kota Kupang dari 41,93 menjadi 50,8. Meski masih dalam kategori pembinaan, tren ini dinilai sebagai fondasi kuat untuk akselerasi ke depan.

Pemerintah pusat pun mendorong peningkatan yang lebih ambisius agar Kupang mampu melampaui target nasional.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan pendampingan menyeluruh, mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, intensifikasi edukasi publik, hingga pengembangan kemitraan dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Salah satu langkah strategis yang akan dijalankan adalah pengembangan proyek percontohan pengelolaan sampah terpadu berbasis kecamatan dengan pendekatan zero waste.

Program ini dirancang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN seperti Pertamina dan PLN, untuk mengoptimalkan pengolahan sampah menjadi energi alternatif dan produk bernilai ekonomi.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menjalankan transformasi secara bertahap namun konsisten.

Ia menyebut pembenahan sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama pembangunan kota.

“Kami tidak ingin lagi hanya memindahkan sampah. Yang kami bangun adalah sistem pengelolaan yang menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Ini proses besar, tapi kami siap menjalaninya,” tegasnya.

Saat ini, produksi sampah di Kota Kupang mencapai sekitar 267 ton per hari. Untuk mengatasinya, Pemkot telah menyiapkan skema pengelolaan berbasis wilayah dengan target setiap kecamatan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sehingga hanya sebagian kecil residu yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Target kami jelas, hanya sekitar 15 persen residu yang masuk ke TPA. Sisanya harus diolah dan dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Berbagai inovasi juga telah diimplementasikan, seperti pembentukan Satgas Penanganan Sampah, pengaturan waktu pembuangan, penyediaan kontainer sampah, hingga program kompetisi kebersihan antar kelurahan dengan insentif mencapai Rp1 miliar.

Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah terus menggencarkan edukasi melalui berbagai pendekatan, mulai dari lingkungan pendidikan, tempat ibadah, hingga komunitas warga.
Haruki menekankan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh kolaborasi antara sistem yang baik dan partisipasi aktif masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah pusat juga mendorong pelibatan tenaga penyuluh lintas sektor guna memperkuat edukasi pemilahan sampah sejak dari sumber.

Audiensi ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan pendampingan berkelanjutan, termasuk pemantauan progres secara rutin.

Dengan sinergi yang semakin solid antara pemerintah pusat dan daerah, Kota Kupang kini berada di jalur strategis menuju kota percontohan pengelolaan sampah tidak hanya di NTT, tetapi juga berpotensi menjadi inspirasi di tingkat nasional. *




Ferdy Jeremias: HUT ke-17 Jadi Momentum Perumda Air Minum Kota Kupang Hadir Lebih Dekat untuk Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com  – Memasuki usia ke-17, Perumda Air Minum Kota Kupang terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang digelar pada Rabu (8/4/2026).

Kepala Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jeremias, menyampaikan bahwa tema “17 Tahun Mengalirkan Harapan” bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

“Momentum ulang tahun ini kami maknai sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya melalui pelayanan air bersih, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberi dampak langsung,” ujarnya.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian HUT tersebut, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga talkshow interaktif di sejumlah radio lokal. Namun, perhatian terbesar masyarakat tertuju pada pasar murah yang dipusatkan di halaman kantor Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Perum BULOG NTT, Bank Indonesia, serta sejumlah mitra lainnya yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Menurut Ferdy, tingginya antusiasme masyarakat, khususnya pada program pembayaran menggunakan QRIS dari Bank Indonesia dengan harga Rp1, menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan warga.

“Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat sangat antusias. Ini menjadi evaluasi bagi kami ke depan agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan dengan skala yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak warga,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi inovasi digital yang dihadirkan oleh Bank Indonesia dalam mendukung kemudahan transaksi bagi masyarakat.

“Kami berharap pola seperti ini bisa terus dikembangkan, tidak hanya di kegiatan kami, tetapi juga di berbagai pasar murah lainnya. Ini sangat membantu masyarakat, apalagi dengan harga yang sangat terjangkau,” tambahnya.

Meski demikian, Ferdy tidak menampik adanya warga yang belum sempat mendapatkan bahan pokok karena tingginya minat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi catatan penting untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat yang belum kebagian. Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan ketersediaan stok agar manfaatnya bisa dirasakan lebih merata,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Ferdy menegaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Kupang akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan.

“Semoga harapan yang kami alirkan tidak hanya melalui air bersih, tetapi juga melalui setiap kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (MI)




Rangkaian HUT Perumda Air Minum Kota Kupang Diisi Donor Darah, Layanan Kesehatan hingga Pasar Murah

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam pelayanan publik melalui berbagai kegiatan sosial yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 tahun yang jatuh pada tanggal 3 April.

Sejumlah agenda kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan secara terpadu dan mendapat antusiasme tinggi dari warga.

Ketua Panitia HUT, Marius R. Seran yang juga menjabat sebagai Kepala SPI Perumda Air Minum Kota Kupang, menjelaskan bahwa pada hari Rabu tersebut difokuskan pada tiga kegiatan utama, yakni donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pasar murah.

“Pada hari ini, kami melaksanakan donor darah bekerja sama dengan PMI, kemudian pemeriksaan kesehatan gratis bersama Puskesmas Oesapa, dan juga pasar murah yang melibatkan berbagai pihak seperti Bulog, Bank Indonesia, Hypermart, serta UMKM lokal,” ungkapnya pada Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah hanya berlangsung pada Rabu (8/4/2026), sementara pasar murah akan terus dibuka hingga tanggal 10 April 2026 agar masyarakat memiliki waktu lebih luas untuk berpartisipasi.

“Pasar murah ini berlangsung selama tiga hari ke depan. Kami ingin memastikan masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya, khususnya dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelas Mario.

Selain kegiatan pada hari puncak tersebut, rangkaian HUT Perumda Air Minum Kota Kupang juga telah diisi dengan berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti kunjungan dan penyaluran bantuan ke panti asuhan, pembagian air bersih gratis kepada masyarakat, hingga program pemasangan sambungan rumah (SR) gratis bagi warga.

Menurut Mario, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak satu bulan sebelumnya melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk dukungan sponsor dari sektor perbankan seperti BRI, BNI, dan Mandiri, serta kolaborasi dengan sejumlah vendor.

“Harapan kami, momentum HUT ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga mampu membangkitkan semangat pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang agar semakin optimal. Kami juga ingin membangun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelayanan air minum yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Alvin Soehendry Wijaya dari Unit Donor Darah PMI Provinsi NTT menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan donor darah tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Perumda Air Minum Kota Kupang atas inisiatif kegiatan ini. Mudah-mudahan darah yang terkumpul hari ini dapat membantu pasien-pasien di rumah sakit yang membutuhkan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kebutuhan darah terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan pasien, sehingga kegiatan donor darah seperti ini sangat penting untuk terus digalakkan.

Dengan rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, HUT Perumda Air Minum Kota Kupang tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan pelayanan publik di Kota Kupang. (MI)




Haru dan Syukur, Pengasuh Panti GMIT 221 Oeba Apresiasi Bantuan Perumda Air Minum Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  — Suasana penuh haru dan syukur mewarnai kunjungan Perumda Air Minum Kota Kupang ke Panti Asuhan GMIT 221 Oeba, Kelurahan Fatubesi, dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-17, Kamis (7/4/2026).

Kehadiran rombongan yang dipimpin langsung Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, disambut hangat oleh pengasuh panti, Ibu Bonya Rambu Leba, bersama 26 anak asuh.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Bonya menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas bantuan sembako dan perhatian yang diberikan. Ia mengaku sangat bersyukur karena bantuan tersebut menjadi berkat bagi anak-anak panti, terlebih karena direktur hadir secara langsung.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga besar Perumda Air Minum Kota Kupang yang sudah berbagi berkat bagi kami di sini. Kami juga merasa bangga dan terharu karena Bapak Direktur datang langsung mengunjungi kami. Ini menjadi perhatian yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-17 kepada Perumda Air Minum Kota Kupang, seraya mendoakan agar perusahaan tersebut terus diberkati dalam melayani masyarakat.

Panti Asuhan GMIT 221 Oeba sendiri telah berdiri sejak 17 Juli 1962. Ibu Bonya telah mengabdikan dirinya selama kurang lebih 42 tahun sebagai pengasuh, dengan penuh ketulusan melayani anak-anak yang memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda-beda.

Menurutnya, merawat anak-anak di panti bukan hanya soal memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan kasih sayang layaknya orang tua, terutama bagi anak-anak yang merindukan kehadiran keluarga.

“Kami melayani dengan kasih. Anak-anak ini membutuhkan perhatian dan cinta, apalagi saat mereka sakit. Kami selalu mengandalkan Tuhan dalam menjalani tugas ini,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa kehidupan panti selama ini bergantung pada bantuan dari para donatur. Namun, ia percaya bahwa selalu ada tangan-tangan Tuhan yang hadir melalui orang-orang yang peduli.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dasar anak-anak panti, khususnya terkait gizi dan kebutuhan sehari-hari.

“Bantuan sembako ini kami harapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak. Hal ini juga sejalan dengan pentingnya asupan gizi yang baik untuk pertumbuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari rasa syukur Perumda di usia ke-17, sekaligus komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat.

Selain itu, Isidorus kembali menegaskan pentingnya air sebagai sumber kehidupan. Oleh karena itu, Perumda akan terus berupaya meningkatkan pelayanan serta membuka peluang bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak panti agar tetap semangat dalam belajar dan tidak menyerah pada keadaan.

“Teruslah belajar dan berjuang. Masa depan kalian ditentukan oleh usaha dan semangat kalian sendiri,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial Perumda Air Minum Kota Kupang, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. (MI)




Di Balik HUT ke-17, Perumda Air Minum Kota Kupang Hadirkan Harapan bagi Anak Panti Aisyiyah

Kupang, wartapedia.com – Perayaan hari ulang tahun ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang tidak hanya menjadi ajang refleksi internal, tetapi juga momentum berbagi kasih kepada masyarakat.

Hal ini diwujudkan melalui kunjungan sosial ke Panti Asuhan Aisyiyah Kota Kupang, dengan membawa bantuan sembako dan dukungan dana, Kamis (7/4/2026).

Kedatangan rombongan yang dipimpin Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, disambut penuh kehangatan oleh Kepala Panti, Ustadz Syarif Idris, bersama puluhan anak asuh.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Ustadz Syarif Idris menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan.

Menurutnya, kehadiran Perumda bukan hanya memberi bantuan materi, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi anak-anak panti.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kehadiran ini menjadi bukti bahwa kami tidak sendiri. Semoga Perumda Air Minum Kota Kupang terus berkembang dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Panti Asuhan Aisyiyah yang berdiri sejak 1984 kini membina sekitar 50 anak dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

Seluruh anak tinggal di asrama dan mengenyam pendidikan formal di sekolah Muhammadiyah, dengan kebutuhan operasional yang cukup besar setiap tahunnya.

Di tengah keterbatasan, dukungan dari berbagai pihak menjadi harapan utama untuk menjaga keberlangsungan pembinaan anak-anak tersebut, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus wujud syukur atas perjalanan 17 tahun pelayanan kepada masyarakat.

“Ulang tahun ini kami maknai dengan berbagi. Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya adik-adik di panti asuhan. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya air sebagai sumber kehidupan, terutama di Kota Kupang yang memiliki tantangan tersendiri dalam ketersediaan air.

Oleh karena itu, Perumda berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan sekaligus memperluas jangkauan distribusi air bersih.

Ke depan, pihaknya membuka peluang untuk memberikan dukungan berkelanjutan, termasuk penyediaan air bersih secara rutin bagi panti asuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Isidorus turut memberikan motivasi kepada anak-anak panti agar tetap optimis dan tekun dalam meraih masa depan.

“Jangan pernah merasa terbatas. Masa depan ditentukan oleh usaha dan semangat. Terus belajar dan percaya diri,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa perayaan hari jadi tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga dapat menjadi sarana berbagi dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Kupang. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Bakti Luhur Baumata

Kupang, wartapedia.com – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-17, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang menyalurkan bantuan sosial kepada anak-anak di Panti Asuhan Bakti Luhur Baumata, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial perusahaan terhadap sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-17, kami dari Perumda memberikan bantuan untuk adik-adik di sini. Kami berharap mereka selalu sehat dan tetap semangat. Kegiatan ini bukan yang pertama, dan ke depan kami akan kembali berkunjung,” ujarnya.

Panti Asuhan Bakti Luhur Baumata yang dipimpin oleh Suster Regina Ambu saat ini menampung sebanyak 21 anak, terdiri dari 12 perempuan dan 9 laki-laki.

Selain memberikan pengasuhan, panti ini juga mengelola layanan pendidikan seperti PAUD dan Sekolah Luar Biasa (SLB) bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Tenaga pengajar di panti tersebut berasal dari para suster serta dibantu oleh tenaga pengajar dari luar yang bekerja secara honorer, demi memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Suster Regina Ambu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan dan perhatian yang diberikan hari ini. Ini menjadi penguatan bagi kami bahwa kami tidak sendiri, masih banyak pihak yang peduli dan memperhatikan kami,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara lembaga pelayanan publik dengan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut berbagi dan peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak di panti asuhan. (MI)




Wapres Gibran Buka Festival Paskah Pemuda GMIT di Kupang, Tegaskan Peran NTT sebagai Pusat Wisata Rohani

Kupang, nwartapedia.com — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Festival Paskah Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Timor yang digelar di Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Senin (6/4/2026).

Perayaan akbar ini diikuti sekitar 5.000 peserta dan menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai iman, persatuan, dan toleransi di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Wapres memberikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang, Christian Widodo, atas gagasannya menjadikan Festival Paskah Pemuda GMIT sebagai agenda wisata rohani unggulan di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperkuat identitas spiritual daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

“Ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga investasi sosial dan ekonomi. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, festival ini bisa menjadi magnet wisata rohani yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Gibran.

Prosesi pembukaan ditandai dengan penyerahan obor perdamaian kepada perwakilan pemuda GMIT, sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan harmoni di tengah keberagaman.

Festival ini menghadirkan tiga rangkaian utama, yakni Prosesi Galilea, Prosesi Paskah, dan Prosesi Obor yang sarat nilai spiritual dan budaya.

Lebih lanjut, Wapres menyoroti besarnya potensi Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi wisata rohani nasional.

Selain Festival Paskah di Kupang, terdapat pula Semana Santa Larantuka serta Patung Bunda Maria Bukit Segala Bangsa yang telah dikenal hingga mancanegara.

Ia optimistis, dengan pengelolaan yang baik dan dukungan berbagai pihak, sektor ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat citra daerah di kancah nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga persatuan di tengah tantangan global.

Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi informasi, terutama di era digital yang rentan terhadap penyebaran hoaks.

“Jangan mudah terprovokasi. Kedepankan klarifikasi dan dialog jika terjadi perbedaan. Persatuan adalah kunci kekuatan bangsa,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan pemuda GMIT dari berbagai wilayah.

Menutup sambutannya, Wapres menyampaikan apresiasi kepada GMIT atas kontribusinya dalam menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan daerah.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat terus diperkuat demi kemajuan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia secara keseluruhan. (MI)




Hoaks Undangan Wali Kota Tel Aviv Dibantah, Pemkot Kupang Minta Publik Tidak Terprovokasi

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang memberikan klarifikasi tegas terkait beredarnya konten di media sosial yang mengklaim adanya undangan kepada Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, untuk datang ke Kota Kupang melalui jalur Timor Leste.

Setelah dilakukan penelusuran serta konfirmasi langsung kepada Wali Kota Kupang, Christian Widodo, bersama Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Kupang, dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan termasuk kategori hoaks.

Pemkot Kupang menegaskan bahwa tidak pernah ada agenda ataupun komunikasi resmi terkait undangan kepada Wali Kota Tel Aviv.

Narasi yang menyebutkan kedatangan melalui jalur Timor Leste juga dipastikan sebagai informasi yang direkayasa tanpa dasar yang jelas.

Selain itu, konten visual yang beredar turut menjadi sorotan karena merupakan hasil manipulasi digital.

Foto yang digunakan dalam unggahan tersebut diketahui merupakan dokumentasi kegiatan resmi Pemerintah Kota Kupang yang telah diedit dan disalahgunakan konteksnya.

Fakta sebenarnya, dokumentasi asli menunjukkan momen Wali Kota Kupang saat menyerahkan cinderamata kepada pejabat lingkup Pemerintah Kota Kupang yang memasuki masa purna bhakti, bukan pertemuan dengan pihak luar negeri sebagaimana yang diklaim dalam narasi hoaks.

Pemerintah Kota Kupang mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar luas di platform digital seperti TikTok, Facebook, dan Instagram.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengedepankan sikap kritis serta memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi pemerintah sebelum membagikannya kembali.

“Bijak bermedia sosial adalah kunci untuk mencegah penyebaran hoaks. Mari bersama menjaga ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” demikian imbauan Pemkot Kupang. (MI)




Wali Kota Kupang Desak Ruang Fiskal Lebih Longgar, Isu Belanja Pegawai Mengemuka di Forum Kemendagri

Kupang, nwartapedia.com  — Keterbatasan ruang fiskal dan ketatnya aturan belanja pegawai menjadi sorotan utama dalam rapat koordinasi pengelolaan keuangan daerah yang digelar di Aula Fernandes, Lantai 4 Kantor Gubernur NTT, Selasa (31/3/2026).

Dalam forum yang menghadirkan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan langsung berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, khususnya terkait keterbatasan anggaran di tengah tuntutan peningkatan pelayanan publik.

Menurutnya, kondisi fiskal saat ini membuat daerah berada dalam posisi sulit antara memenuhi kewajiban regulasi dan menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa fleksibilitas kebijakan menjadi kebutuhan mendesak.

“Daerah membutuhkan ruang yang lebih adaptif agar tetap mampu menjalankan fungsi pelayanan secara optimal tanpa mengabaikan aturan yang ada,” ujarnya.

Ia juga menyinggung upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai tidak bisa dilakukan secara instan tanpa dukungan anggaran yang memadai.

Di tengah kebijakan efisiensi, langkah ekspansi pendapatan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang turut menyoroti perlunya perhatian terhadap daerah yang berprestasi, termasuk harapan atas insentif bagi capaian sebagai daerah terbaik TP2DD di wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Papua.

Menanggapi hal tersebut, Agus Fatoni menjelaskan bahwa meskipun regulasi dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 memberikan batasan tegas, pemerintah pusat tetap membuka ruang penyesuaian melalui kebijakan tertentu.

Ia menekankan pentingnya penataan ulang struktur belanja daerah serta optimalisasi sumber pendapatan baru, termasuk melalui digitalisasi sistem keuangan.

“Efisiensi dan inovasi menjadi kunci. Pemerintah daerah perlu memperkuat strategi pendapatan dan memanfaatkan teknologi sebagai penggerak utama,” jelasnya.

Fatoni juga mengapresiasi komitmen kepala daerah di NTT dalam mempertahankan tenaga PPPK sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan publik.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai solusi atas persoalan fiskal daerah dapat ditempuh melalui kebijakan strategis tanpa harus melalui proses legislasi yang panjang.

Ia mengusulkan adanya diskresi bersama antara kementerian terkait, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PAN-RB, sebagai langkah cepat untuk menjawab kebutuhan daerah.

“Pendekatan kebijakan lintas kementerian menjadi kunci agar daerah tidak terjebak dalam keterbatasan fiskal yang berlarut-larut,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk optimalisasi potensi pajak kendaraan bermotor yang dinilai masih belum tergarap maksimal.

Forum tersebut menjadi momentum penting dalam menyuarakan kondisi riil daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan solusi atas tantangan pengelolaan keuangan di tengah dinamika regulasi yang terus berkembang. ***




Umat Katolik di Kupang Rayakan Kamis Putih Khidmat, Ditekankan Iman yang Hidup dan Penuh Kasih

Kupang, nwartapedia.com — Umat Katolik di seluruh dunia merayakan Kamis Putih sebagai bagian dari rangkaian Tri Hari Suci. Di Kota Kupang, perayaan berlangsung khidmat di Kapela Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, pada Kamis (2/4/2026) malam.

Ratusan umat mengikuti Misa Kamis Putih yang dipimpin Pastor Paroki, RD Longginus Bone, yang akrab disapa Romo Dus Bone. Misa kedua yang dimulai pukul 19.00 WITA berlangsung penuh penghayatan, setelah sebelumnya misa pertama digelar pada pukul 17.00 WITA dengan partisipasi umat yang juga tinggi.

Kamis Putih merupakan momen penting yang mengenangkan Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid-Nya.

Dalam peristiwa tersebut, Yesus menetapkan Ekaristi sekaligus memberikan teladan kerendahan hati melalui tindakan membasuh kaki para rasul.

Dalam homilinya, Romo Dus Bone menegaskan bahwa iman tidak boleh berhenti pada keyakinan batin semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Iman tidak cukup hanya menjadi keyakinan, tetapi harus tampak dalam tindakan kasih yang tulus,” ungkapnya.

Ia mengajak umat untuk menghadirkan nilai kasih dalam kehidupan, baik di dalam keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas. Menurutnya, sikap saling menghargai, melayani, dan mengampuni merupakan cerminan iman yang hidup.

Romo Dus juga menekankan pentingnya kesetiaan dalam iman di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Ia mengingatkan bahwa teladan Yesus menunjukkan kekuatan sejati terletak pada kasih yang lembut, penuh belas kasih, dan tanpa kekerasan.

“Dari Yesus kita belajar menjadi pembawa damai, menghadirkan keadilan, dan merawat persaudaraan,” tambahnya.

Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan ritus pembasuhan kaki sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan. Suasana ibadat semakin khusyuk dengan iringan koor dari Kelompok Umat Basis (KUB) Santa Maria Virgo yang membawakan lagu-lagu liturgi secara penuh penghayatan.

Sebagai penutup, dilaksanakan perarakan Sakramen Mahakudus yang diarak mengelilingi umat sebelum ditahtakan di tempat khusus di dalam kapela. Prosesi ini melambangkan kehadiran Kristus yang senantiasa menyertai umat-Nya.

Usai pentahtaan, umat dari berbagai wilayah atau KUB secara bergilir melaksanakan doa berjaga sepanjang malam di hadapan Sakramen Mahakudus. Tradisi ini menjadi bentuk kesetiaan sekaligus permenungan atas sengsara Kristus.

Memasuki Jumat pagi, rangkaian ibadat dilanjutkan dengan adorasi, Jalan Salib, serta ibadat penghormatan Salib Suci sebagai bagian dari peringatan wafat Yesus Kristus.

Dengan partisipasi umat yang tinggi dan suasana yang sarat makna, perayaan Misa Kamis Putih di Kapela Stasi Santo Agustinus Bello menjadi momen refleksi iman yang mendalam, mengantar umat memasuki misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus dalam perayaan Paskah.
(goe)