Dokter Christian Widodo di Mata Yoseph Amormeus Peraih Medali Emas PON XX Papua

 

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Atlit peraih medali emas cabang olahraga bela diri Tarung Derajat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021  dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yoseph Amormeus  menuturkan pernah mendapatkan pelayanan medis dari calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo.

Yoseph Amor sapaan akrabnya menceritakan pengalamannya bersama Dokter Christian Widodo ketika mengikuti PON XX di Papua tahun 2021, 

“Menurut saya Pak Dokter menjalankan tugas dengan baik, semua obat-obatan, vitamin tersalurkan ke atlit dengan baik,”ungkapnya ketika dihubungi media ini pada Jumad (08/11/2024).

Yoseph mengatakan, PON XX di Papua 2021 saat itu masih mengalami pandemi Covid-19 tetapi ia merasakan layanan kesehatan yang diberikan oelh tim medis dengan penuh perhatian.

“Meskipun saat PON XX di Papua, Pak Dokter tidak mendampingi secara langsung karena mungkin wilayah yang terpisah tetapi tetap didistribusikan apa yang menjadi keperluan atlit serta pelatih dan ofisial,”tuturnya.

Bagi Yoseph Amor, sosok seorang Dokter Christian Widodo sangat peduli dan perhatian dengan semua atlit PON XX di Papua.

“Dimata saya sosok Dokter Christian Widodo adalah seorang dokter yang sangat baik, memberikan perhatian dan sangat peduli dengan kami para atlit,”ujarnya.

Selain pada ajang PON XX Papua 2021, Yoseph Amor juga mengaku pernah kenal dektat dengan Dokter Christian Widodo karena menngeluti olahtara Gym di tempat yang sama.

“Setiap hari kami latihan Gym di tempatnya Pak Dokter Christian Widodo dan kebetulan Pak Dokter menjadi ketua umum organisasi kami sehingga saya kenal betul sosok yang baik hati dan murah senyum ini,”kata Yoseph Amor.

Yoseph Amor berharap jika Dokter Christian Widodo terpilih menjadi Walikota semoga tetap memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Kupang.

“Pesan saya buat Dokter Christian Widodo semoga tetap rendah hati dan mengandalkan Tuhan Yesus,”harapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh  Wakil Ketua Pengurus Provinsi Tarung Derajat NTT, Marianus Jago tentang sosok Dokter Christian Widodo yang dikenal sangat perhatian dengan para atlit.

“Pak Dokter orangnya baik dan murah hati serta memberikan perhatian penuh buat para atlit,”ungkapnya.

Marianus Jago menuturkan perhatian yang diberikan oleh Dokter Christian Widodo bagi para atlit bukan hanya dari obat-obatan tetapi juga dari segi material.

“Yang masih membekas dalam ingatan saya adalah pada persiapan PON XXl Aceh Sumut 2024 saat kita mau Try out atlit di Kabupaten Sikka, Dokter Christian Widodo memberikan dana pribadinya sebesar Rp.3 juta rupiah untuk transportasi atlit,”tuturnya.

Marianus Jago berharap agar masyarakat Kota Kupang memberikan dukungan dan kepercayaan kepada calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo sehingga perhatian yang pernah diberikan bagi para atlit dapat dirasakan oleh seluuruh warga Kota kupang.

“Saya mengajak warga Kota Kupang untuk memberikan dukungan buat Pak Dokter Christian Widodo pada Pilkada 27 November mendatang. Beliau orag baik dan sangat cocok untuk memimpin Kota Kupang,”pungkasnya. (MI)




Cerita Leonardus Bria Driver RS. Carolus Borromeus Tentang Sosok Dokter Christian Widodo

 

Kupang,nwartapedia.com –  Menjadi driver di Rumah Sakit Santo Carolus Borromeus membuat Leonardua Bria sangat mengenal Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo yang saat itu bekerja sebagai dokter pada rumah sakit tersebut.

“Dokter Christian Widodo orangnya terlalu baik dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi sehingga untuk pengobatan gratis bukan sesuatu hal yang baru karena sudah dilaksanakan dari dulu ketika dokter masih bekerja di RS. St, Carolus Borromeus,”ucap Leonardus ketika ditemui media ini di tempat pengobatan gratis yang berlangsung di RT 22/RW 02 Kelurahan Belo pada Rabu (06/11/2024)

Bagi Leonardus, memberikan pelayanan pengobatan gratis adalah merupakan salah satu hobi dari seorang Dokter Christian Widodo untuk menolong orang.

“Dulu kami belum ada BPJS dan sebagai karyawan kami paling senang jika berobat di Dokter Christian Widodo karena selain mendapatkan pelayanan kesehatan gratis kami juga mendapatkan uang tambahan dari dokter,”kenang Leonardus.

Ia menambahkan, pelayanan tersebut bukan hanya karyawan di rumah sakit tetapi juga diberikan untuk masyarakat kurang mampu yang datang untuk berobat.

“Kami senang karena Dokter Christian Widodo memberikan pengobatan gratis bukan hanya karyawan tetapi banyak masyarakat juga dibantu oleh Dokter Christian Widodo,”ungkapnya.

Leonardus menuturkan, Selama bekerja dengan Dokter Christian Widodo dirinya merasa sangat dekat karena orangnya sangat ramah dan baik hati.

“Saya melihat Dokter Christian Widodo orangnya murah senyum, tidak pernah marah, paling baik sehingga kami di rumah sakit paling senang dengan dokter,”tuturnya.

“Kalau karyawan mengeluh sakit sedikit pasti menuju ke Dokter Christian Widodo karena dokter berjiwa sosial yang tinggi dan suka membantu,”tambahnya.

Selain pelayanan kesehatan, Leonardus mengungkapkan bahwa Dokter Christian Widodo juga mempunyai kebiasaan untuk selalu menghargai dan menghadiri setiap undangan dari karyawan.

“Jika ada karyawan memberikan undangan dalam hajatan pernikahan biar jauh pasti dokter pergi dan itu tidak pernah terlewatkan,”ujarnya.

Ketika mendegar Dokter Christian Widodo maju sebagai calon Walikota Kupang, Leonardus  merasa sangat senang karena kota ini akan dipimpin oleh orang baik seperti Dokter Christian Widodo.

“Selain kebaikannya, Dokter Christian juga masih muda, energik dan lebih menguasai teknologi sekarang sehingga sebagai pemuda saya sangat mendukung orang seperti dokter sebagai panutan di Kota Kupang,”sebut Leonardus.

Dririnya berharap pada tanggal 27 November mendatang warga Kota Kupang memilih dan memenangkan orang baik seperti Dokter Christian Widodo.

“Otomatis saya berharap Dokter Christian Widodo menang pada pemilihan Walikota Kota Kupang. Pesan saya dokter  tetap memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Kupang,”pungkasnya. (MI)




Ketum FKPTT, Eurico Guterres Sebut Sudah Saatnya Christian-Serena Jadi Walikota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Ketua Umum Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) Eurico Barros Gomes Guterres sebut sudah saatnya Kota Kupang dipimpin oleh Calon Walikota dan Wakil Walikota, Dokter Christian Widodo-Serena Francis (CS’an) pada ajang Pilkada Kota Kupang 27 November mendatang.

“Saya mau meyakinkan kita semua yang hadir disini bahwa sesungguhnya Dokter Christian Widodo-Serena Francis sudah menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang dan percayalah bahwa kali ini Kota Kupang harus dipimpin oleh Paket CS’an,”demikian disampaikan oleh Ketua Umum FKPTT ketika memberikan sambutan pada kampanye yang digelar oleh pasangan calon Dokter Christian Widodo-Serena Francis di Kantor Pusat FKPTT di Kelurahan Liliba pada Kamis (07/11/2024) sore.

Didepan ribuan warga eks Timtim dan masa simpatisan, Eurico Guterres mengatakan bahwa FKPTT adalah organisasi kemasyarakatan sama seperti ormas lain.

“Kita non partisipan independen tetapi kita juga punya hak politik yang sama untuk menentukan pilihan pada Pilkada mendatang,”sebutnya.

Kehadiran ribuan eks Timtim dan simpatisan dikantor FKPTT, menurut Eurico Guterres adalah untuk memberikan dukungan kepada Dokter Christian Widodo-Serena Francis agar terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang.

“Berdasarkan rapat kerja nasional, FKPTT memutuskan untuk mendukung Paslon yang didukung oleh partai Gerindra dan kebetulan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Christian-Serena partai koalisi yang mengusung didalamnya ada Partai Gerindra maka kami konsisten,”ucapnya.

Eurico Guterres menegaskan Kota Kupang akan lebih maju jika berada di tangan Dokter Christian Widodo-Serena Francis karena kedua sosok ini masih muda, sangat energik dan bersih dari politik. 

“Saya sebagai Ketua Umum FKPTT menghimbau kepada kita semua yang hadir disini yang sudah bergabung dalam FKPTT bahwa sudah waktunya kota ini dipimpin oleh orang-orang yang bersih dari politik, muda serta energik,”tegasnya.

Eurico Guterres menjelaskan,  FKPTT sudah mengalokasikan 2000 unit rumah di Kota Kupang tetapi kendalanya di lahan sehingga dirinya berharap jika Dokter Christian Widodo-Serena Francis terpilih akan menmenyelesaikan masalah ini.

“Untuk Kota Kupang kami alokasikan 2000 unit perumahan tetapi kami kendala dengan lahan sehingga kami minta untuk mengajukan hal ini ke pemerintah pusat,”pintanya. 

Selain perumahan,  Eurico Guterres juga menitipkan program pemberdayaan dan menempatkan birokrasi sesuai bidang ilmunya.

“Kalau kita salah menempatkan berarti disitu awal kegagalan. Kota ini sebenarnya indah sekali tapi orang-orang yang pernah mengurusnya salah sehingga kita mengharapkan kota ini dipimpin oleh orang benar karena jika Kota Kupang bagus maka mencerminkan NTT,”pungkasnya.

Sementara itu, Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dalam orasinya menyampaikan bahwa  Paket CS’an mempunyai program unggulan yakni meningkatkan kesejahteraan bagi warga Kota Kupang.

“Yang paling utama, kami ingin meningkatkan kesejahteraan warga Kota Kupang lewat pemberdayaan. Kami juga ingin meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter,”ucapnya.

Dokter Christian Widodo menjelaskan, soal pembangunan 2000 unit rumah yang disampaikan oleh FKPTT akan menjadi pekerjaan bersama jika paket CS’an terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang. 

“Bapa mama menitipkan kepada kami soal pembangunan perumahan pasti siap kami laksanakan. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati saya dan Kaka Serena mohon doa dan dukungannya supaya kami bisa menang setelah menang kami akan kembali ke sini duduk bersama dengan Pak Eurico Guterres, FKPTT dan Dinas PUPR untuk membahas lahan mana yang bisa dijadikan untuk membangun 2000 unit rumah,”pungkasnya. (MI) 




Sosok Dokter Christian Widodo di Mata Oki Pono Ambrosius Mantan Gurunya

Kupang,nwartapedia.com Sosok Dokter Christian Widodo sebagai calon Walikota Kupang dikenal sebagai anak yang sangat pintar sejak usia sekolah. Bahkan saat kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), seorang Dokter Christian Widodo pernah menulis majalah dinding sekolah tentang asimilasi atau pembauran antara pribumi dan orang China.

Demikian dikisahkan oleh Oki Pono Ambrosius mantan guru bidang studi Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama Katholik St. Theresia Kupang yang mengenal Dokter Christian Widodo sejak masih sekolah.

“Pola pikir anak SMP jaman itu, Dokter Christian sudah menulis di majalah dinding tentang asimilasi atau pembauran antara pribumi dan orang China”ungkapnya ketika ditemui media ini di SMPK St. Theresia Kupang pada Kamis (06/11/2024).

Berdasarkan ingatannya, karena karya tulisan Dokter Christian Widodo bagus maka Oki Ambrosius menyuruh untuk dikembangkan kemudian diseminarkan didepan teman-tamannya.

“Inilah kelebihan luar biasa yang dimiliki oleh Dokter Christian Widodo karena bagi saya di jaman itu sudah bisa menghasilkan satu karya yang berbicara tentang pembauran antara pribumi dan orang China sehingga dalam  pergaulan tidak pernah membedakan suku,”ucapnya.

Oki Ambrosius juga menjelaskan, kelebihan lain dari Dokter Christian Widodo dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah selalu membaca mendahului sehingga ketika dijelaskan tidak mengalami kesulitan.

“Pernah menjadi juara kelas dan dipilih menjadi ketua kelas serta ketua OSIS karena orangnya pintar dalam berpidato dan literasinya bagus pada masa itu yang belum secanggih sekarang,”jelasnya.

Baginya, selain memiliki kecerdasan, Dokter Christian Widodo juga adalah seorang yang patuh dan sopan dengan semua orang.

“Ketika bersalaman dengan kami guru-gurunya, Dokter Christian Widodo selalu menunduk dan itu terbawa sampai sekarang,”jelasnya.

Mempunyai kecerdasan dan berperilaku baik inilah yang membuat Oki Ambrosius meyakini Dokter Christian Widodo mampu membawa Kota Kupang menjadi lebih baik.

Sebagai mantan pendidik, Oki Ambrosius berpesan agar Dokter Christian Widodo dapat merangkul generasi muda  jika terpilih menjadi Walikota Kupang pada 27 November 2024 mendatang.

“Pesan saya untuk Dokter Christian Widodo agar pertahankan apa yang ada dan terus kembangkan terutama rangkul anak muda karena itu adalah kunci dimana anak-anak muda di kota ini sekarang kehilangan figur sebagai tokoh panutan,”pungkasnya.  (MI)




Pemkot Kupang dan Disnakertrans NTT Perkuat Kolaborasi Cegah Pengiriman PMI Non-Prosedural

 

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., menerima kunjungan kerja dari Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTT, Silvya R. Djawang, SP., MM., yang didampingi oleh Kepala Seksi P3TK, Ketut Supiastra, SE., pada Senin (04/11) pagi di ruang kerja Wali Kota Kupang.

Dalam pertemuan tersebut, Penjabat Wali Kota turut didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, SH., Kepala Bagian Kerja Sama, Yohanes D.B.K. Asan, S.Kom., Kepala Dinas Nakertrans Kota Kupang, Thomas Dagang, dan Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam menangani persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama terkait pencegahan pengiriman PMI secara non-prosedural. Kadis Nakertrans Provinsi NTT menyampaikan harapannya agar penanganan PMI tidak hanya menjadi tugas dari Disnakertrans saja, tetapi perlu melibatkan lintas sektor untuk memberikan edukasi yang masif dan berkelanjutan kepada masyarakat.

“Kuncinya adalah kolaborasi dalam mengedukasi dan mendiseminasikan informasi, agar masyarakat dapat mengakses kesempatan kerja luar negeri secara benar dan prosedural,” ungkapnya.

Silvya juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap modus baru yang dilakukan oleh calo yang menawarkan uang ‘FIT’ senilai Rp 5 hingga Rp 10 juta kepada calon PMI (CPMI) di desa-desa, tanpa prosedur administrasi yang sah.

“Modus seperti ini menarik minat CPMI, karena para calo menawarkan gaji tinggi dan penanganan dokumen yang ‘mudah,’ namun pada kenyataannya ini merupakan awal dari eksploitasi dan penderitaan bagi PMI kita,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memperketat pengawasan serta mengedukasi warga agar tidak tergiur oleh janji-janji dari calo.

Menanggapi hal tersebut, Linus Lusi menegaskan bahwa masalah PMI menyangkut keselamatan dan kesejahteraan warganya. “Kita perlu bersinergi dari hulu hingga hilir untuk mencari solusi komprehensif, termasuk langkah konkret untuk menangkal pengaruh para calo ini dengan membentengi masyarakat melalui pemahaman yang baik mengenai prosedur kerja di luar negeri,” ujarnya.

Linus menambahkan, Pemkot Kupang berencana membentuk Pusat Informasi Migran pada tiap kantor pelayanan publik untuk memudahkan akses informasi bagi masyarakat, termasuk kecamatan, kelurahan, Dukcapil, dan mal pelayanan publik.

Linus juga menyampaikan rencana membangun Desimigratif Mandiri sebagai percontohan pusat edukasi dan sosialisasi terkait peluang kerja luar negeri, yang sejalan dengan tugas dan fungsi pemerintah berdasarkan UU No. 18 Tahun 2017.

Dalam data yang dipaparkan Kadis Nakertrans Provinsi NTT, tercatat bahwa PMI prosedural asal NTT mencapai 535.000 orang yang tersebar di 108 negara, dengan remitansi tahunan mencapai Rp 1,5 triliun.

“Masyarakat kita perlu dibekali informasi yang memadai tentang pasar kerja luar negeri agar dapat bekerja dengan aman dan memperoleh hak-hak mereka secara layak,” tambahnya.

Kadis Nakertrans Kota Kupang, Thomas Dagang, menekankan pentingnya upaya preventif, dengan menyatakan bahwa satgas PMI perlu hadir hingga tingkat kelurahan dan kecamatan untuk menyalurkan informasi terkait prosedur kerja yang aman.

“Kami akan meningkatkan sosialisasi ini dan bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk memastikan informasi tentang peluang kerja luar negeri dapat tersampaikan dengan baik hingga ke desa-desa,” ungkap Thomas. (*)

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jefry Edward Pelt, SH., turut mendukung langkah-langkah edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif. “Penting bagi kita untuk membentuk desa desmigratif di setiap kabupaten/kota sebagai pusat informasi migran,” katanya.

Di akhir kunjungan, Kadis Nakertrans Provinsi NTT menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkot Kupang dan berharap adanya pejabat pengantar kerja di tingkat desa sebagai ujung tombak edukasi untuk calon PMI. Pertemuan diakhiri dengan foto bersama sebagai tanda sinergi dan kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam upaya melindungi PMI dari praktik-praktik non-prosedural.




Pemkot Selenggarakan Innovation Award Perdana, Sekda Tekankan Pentingnya Kualitas Inovasi Daerah Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com – Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, SE., M.Si., menghadiri acara perdana Kupang Innovation Award 2024 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah yang berlangsung di Palacio Aston Hotel & Convention Center, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang pada Selasa (5/11/2024)

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Pemerintahan Sekda Provinsi NTT, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si., Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kota Kupang, Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT., Plt. Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT, Djoese Nai Buti, S.Pt., M.Si., Asisten Administrasi Umum, Yanuar Dally, S.H., M.Si., serta jajaran kepala daerah dan camat se-Kota Kupang.

Dalam pidatonya, Fahrensy menyampaikan apresiasi tinggi kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kupang atas kerja kerasnya menyelenggarakan acara yang bertujuan memacu perangkat daerah, perusahaan daerah, puskesmas, dan sekolah di Kupang untuk meningkatkan inovasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Pemerintah harus mampu melihat kekuatan dan kelemahan agar bisa melakukan perubahan. Inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas, efisiensi, dan efektivitas pelayanan publik,” ujarnya. Melalui inovasi, imbuhnya, pemerintah dapat menciptakan sistem, metode, dan teknologi yang menurunkan biaya, mempercepat waktu layanan, memangkas birokrasi, serta meningkatkan kepuasan masyarakat.

Kupang Innovation Award ini digelar untuk mendorong pertumbuhan inovasi di berbagai bidang, termasuk pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan daerah. Fahrensy mengungkapkan bahwa inovasi berperan penting dalam mengatasi tantangan lokal seperti kemiskinan, pengangguran, dan akses terhadap layanan dasar. Di samping itu, inovasi juga dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan teknologi baru dalam kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Indeks Inovasi Daerah (IID) Kota Kupang yang sempat menurun dari 47,34 pada tahun sebelumnya menjadi 19,44 pada tahun 2023 menjadi perhatian khusus.

“Kami berharap dengan inovasi-inovasi yang dikembangkan, Kota Kupang dapat bersaing di tingkat nasional dan global, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Fahrensy.

Merespons laporan dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kupang, Ir. Solvie Y.H. Lucas, Sekda menyampaikan pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong inovasi.

“Kolaborasi adalah kunci untuk menghasilkan inovasi yang efektif dan berkelanjutan. Kerja sama pemerintah dengan perguruan tinggi dan sektor swasta dapat menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, termasuk investasi dalam penelitian dan pengembangan,” jelasnya.

Ir. Solvie Y.H. Lucas juga memaparkan bahwa tema Kupang Innovation Award 2024 adalah “Inovasi Baru, Kota Kupang Maju.” Ajang ini bertujuan menjaring ide inovasi yang dapat diuji coba dan diterapkan, sehingga dapat mempercepat kinerja pemerintah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses inovasi.

Sebagai puncak acara, dilakukan pengukuhan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Kupang Nomor 149/KEP/HK/2024 tentang Promotor, Champion, dan Pamong Inovasi Daerah Kota Kupang, di mana Penjabat Wali Kota Kupang ditetapkan sebagai Promotor Hierarki, Ketua DPRD sebagai Promotor Politik, Sekda sebagai Ketua Champion, serta Kepala Perangkat Daerah sebagai anggota dan Pamong Inovasi.

Pada pagelaran Kupang Innovation Award Ke-1 Tahun 2024 ini, tiga nominasi terpilih sebagai pemenang, yaitu Juara 1 SMPN 8 dengan inovasi “Peduli Bumi,” Juara 2 SDK Canossa dengan inovasi “Pelopor Karakter Nilai Canossa,” dan Juara 3 RSUD SK Lerik dengan “Podcast Ngopi Sore.”

Dengan diadakannya Kupang Innovation Award, Pemerintah Kota Kupang berharap inovasi-inovasi yang lahir dapat memberikan solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan akses lebih baik untuk kesehatan, pendidikan, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah. (*)




Kunjungi SDI Sikumana 2, Pj. Wali Kota Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dan Kebersihan Lingkungan

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., mengunjungi SD Inpres Sikumana 2 pada Senin pagi (4/11).

Kehadirannya untuk menjadi pembina upacara di sekolah tersebut mendapat sambutan hangat dari para siswa, guru, serta sejumlah tenaga medis dari Puskesmas Sikumana yang turut hadir dalam upacara tersebut.

Turut mendampingi Kepala Dinas Perhubungan Kupang, Bernadinus Mere, AP., M.Si., Camat Maulafa, Matheus A. B. H. Da Costa, S.Sos., M.Si., Koordinator Pengawas SD Kota Kupang, Jhoni Rihi, Lurah Sikumana, Getruida Isabela, Kepala UPTD Puskesmas Sikumana, dr. Ivonny Ray, serta Kepala SD Inpres Sikumana 2, Adriana Ili Leto, S.Pd. Pj. Wali Kota beserta rombongan berkesempatan mengikuti upacara bendera pagi itu bersama para guru, pegawai dan siswa-siswi SD Inpres Sikumana 2. Upacara juga diikuti oleh dokter dan para mahasiswa magang dari Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana yang ada di Puskesmas Sikumana.

Dalam arahannya, Linus Lusi menyapa dan mengapresiasi kehadiran para siswa. Ia menegaskan pentingnya pendidikan karakter yang harus ditanamkan kepada siswa sejak dini.

“Saya hadir di sini sebagai bagian dari keluarga besar SD Inpres Sikumana 2. Sebagai seorang guru, saya memahami bahwa pendidikan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter yang kuat,” ujar Linus.

Linus juga meminta agar para guru memperhatikan tiga aspek utama dalam pembelajaran, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan karakter.

Ia mengimbau agar kebiasaan baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa, mulai dari perilaku di kelas, dan juga saat menggunakan fasilitas sekolah, sampai menjaga kebersihan lingkungan.

Ia bahkan menegaskan agar guru mengutamakan penilaian karakter selain juga penilaian terhadap pengetahuan dan ketrampilan peserta didik.

Selain pendidikan karakter, Linus Lusi juga menyoroti pentingnya kesehatan dan gizi bagi para siswa.

Ia menekankan bahwa angka stunting di Kecamatan Maulafa masih tinggi, dengan total kasus mencapai 4.086.

Linus berharap ada upaya bersama untuk menurunkan angka tersebut.

“Kesehatan anak bisa terlihat dari postur tubuh mereka. Jika ada siswa yang mengalami masalah gizi, kami siap mendukung penanganannya,” katanya, seraya mengapresiasi tim medis yang sigap menangani siswa yang tumbang saat upacara.

Lurah Sikumana, Getruida Isabela, juga turut memberikan motivasi kepada siswa.

Ia menyampaikan apresiasi atas semangat anak-anak dalam mengikuti upacara dan mengingatkan mereka akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Jaga semangat belajar kalian dan pastikan lingkungan tetap bersih. Kebersihan akan melindungi kita dari penyakit,” ujar Getruida.

Ia juga mengimbau siswa untuk mengurangi penggunaan gawai dan lebih fokus pada pelajaran.

Linus juga menekankan pentingnya dukungan bagi guru agar terus mengembangkan kualitas pembelajaran.

Ia meminta para guru untuk memantau kemajuan siswa, terutama dalam kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.

Linus menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dijadikan prioritas, dan sekolah tidak harus meluluskan siswa jika tidak memenuhi standar karakter yang baik.

Linus mengapresiasi partisipasi orang tua siswa yang sudah mendukung fasilitas sekolah seperti pemasangan paving blok di area sekolah, serta mengimbau para guru untuk juga turut berkontribusi sebagai wujud dari rasa memiliki sekolah tempat mereka mengabdi.

Selain itu, Linus langsung merespons permintaan sekolah terkait bantuan ekskavator untuk meratakan lahan di belakang sekolah dengan menghubungi Plt. Kepala Dinas PUPR.

Dalam dialog dengan para guru, Linus mencatat aspirasi terkait tunjangan tambahan penghasilan (TPP) yang saat ini sebesar 600 ribu rupiah.

Ia berjanji akan meninjau kembali nominal TPP agar lebih proporsional dan sejalan dengan peningkatan kinerja serta sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Linus juga mengajak para guru agar memanfaatkan fasilitas di Puskesmas Sikumana jika ada guru atau peserta didik yang mengalami masalah kesehatan di sekolah agar mendapatkan bantuan.

Linus mengumumkan bahwa pada 27 November 2024 mendatang akan dilaksanakan libur sekolah terkait pemungutan suara Pilkada Wali Kota Kupang.

Ia mengajak guru-guru Bahasa Indonesia dan PKN untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pemerintahan melalui tugas membuat makalah mini terkait debat pemilihan wali kota.

“Saya berharap siswa dilatih berdebat agar mampu berpikir kritis, berbicara dengan baik, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.

Di akhir amanat, Linus mengajak seluruh siswa berjanji untuk tidak membuang sampah sembarangan seumur hidup mereka melalui ikrar yang dibacanya dan turut diikuti oleh para murid di sekolah tersebut. Setelah upacara, Linus bersama jajaran berfoto bersama para guru dan siswa.

Kepala sekolah dan para guru berkomitmen untuk terus meningkatkan kebersihan sekolah.

Pj. Wali Kota berharap sekolah-sekolah juga ikut dilibatkan dalam lomba kebersihan antar kelurahan, agar mendorong kesadaran siswa dan warga sekolah akan pentingnya menjaga lingkungan.

Linus juga memberikan motivasi kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana yang tengah menjalani praktik di Puskesmas Sikumana dan turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Ia menekankan pentingnya Posyandu Siklus Hidup yang telah dijalankan oleh seluruh Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sikumana, melayani mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lansia.

SD Inpres Sikumana 2 memiliki 538 siswa, 38 guru, 35 pegawai, dan 22 rombongan belajar.

Dalam kesempatan ini, kepala sekolah juga menyampaikan permohonan terkait sertifikasi guru dan dukungan fasilitas, yang ditanggapi positif oleh Pj. Wali Kota. (***)




Ahmad Atang Sebut Ide Paslon Christian-Serena Sejalan Dengan Pemikiran Para Ahli

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat Politik Universitas Muhammadyah Kupang (UMK), Dr. Ahmad Atang, M.Si menyebut  Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis (CS’an) nomor urut 5 mengusung ide peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Kupang sejalan dengan pemikiran para ahli.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Politik yang juga adalah Direktur Pascasarjana pada UMK, Ahmad Atang ketika dimintai keterangan terkait debat kedua yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kota Kupang di Hotel Aston pada Sabtu (02/112024).

Ahmad Atang menilai, dari sekian banyak isi yang dilontarkan, persoalan menarik yang digagas oleh Paslon Christian-Serena adalah mempersiapkan SDM yang baik untuk mengelola infrastruktur Kota Kupang.

“Itu artinya pendidikan menjadi penting dalam membangun masyarakat cerdas,”ucapnya.

Ia menjelaskan, Ide ini sejalan dengan pemikiran para ahli bahwa pendidikan Sumber Daya Manusia memiliki kekuatan tiga kali lebih besar dalam menciptakan akselerasi pembangunan dibandingkan ekonomi dan politik.

“Pembangunan bertumpu pada manusia sebagai pelaku, maka mempersiapkan SDM merupakan kata kunci dan Paslon SC’an telah berada di jalan yang benar dalam membangun Kota Kupang,”jelasnya.

Ahmad Atang juga menegaskan, Fakta memperlihatkan bahwa mendahulukan ekonomi, infrastruktur justru menyebabkan banyak program terbengkalai karena manusia tidak dipersiapkan dengan baik.

“Infrastruktur dibangun banyak yang tidak terawat karena kurangnya kepedulian publik, begitu juga bantuan ekonomi ke masyarakat kelas bawah tidak berujung baik karena SDM tidak dipersiapkan dengan baik,”tegasnya..

Oleh karena itu, Ahmad Atang berharap paket SC’an harus konsisten dengan gagasan bahwa SDM sebagai lokomotif pembangunan benar-benar akan terwujud jika rakyat memberikan kepercayaan untuk memimpin.

Baginya, Penampilan Paslon Christian-Serena pada debat kedua jauh lebih bagus dibandingkan debat pertama. Rasa percaya diri, kemampuan menyampaikan ide dan merespon pertanyaan lebih sistematis, argumentatif dan terukur.

“Ini adalah modal besar untuk memberikan keyakinan pada publik atas desain masa depan Kita Kupang,”pungkasnya. (MI).




Pemkot Kupang Gelar Sosialisasi Cegah Korupsi, Gratifikasi dan SPI Kepala Sekolah

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang, melalui Inspektorat Daerah Kota Kupang, menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Korupsi, Pengendalian Gratifikasi, dan Survei Penilaian Integritas bagi kepala sekolah SMP dan SD negeri maupun swasta di lingkungan Pemkot Kupang.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (01/11) ini bertempat di Aula Jasmine Hotel Naka, Jl. Frans Seda, Kelurahan Fatululi, dan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M.Si.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Kupang dalam menindaklanjuti arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminimalisir praktik korupsi, seperti gratifikasi, suap, dan pemerasan di lingkungan sekolah, khususnya terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), mutasi siswa, serta proses pengadaan barang dan jasa.

Dalam sambutannya, Yanuar Dally menyampaikan bahwa Kota Kupang terpilih sebagai pilot project percontohan anti-korupsi bersama Kabupaten Belu dan Kabupaten Manggarai Barat.

“Sebagai ibu kota provinsi, Kota Kupang menjadi barometer dalam berbagai aspek, sehingga perlu komitmen dari semua pihak untuk mewujudkan hal ini,” ujar Yanuar.

Menurutnya, terpilihnya Kupang sebagai pilot project anti-korupsi oleh KPK mengharuskan seluruh instansi terkait di Pemkot Kupang untuk bersiap secara sistematis, dengan menerima berbagai masukan, termasuk keluhan publik di media sosial dan laporan dari Inspektorat dan BPK.

“Masukan dari berbagai pihak sangat penting dalam mempersiapkan Kupang menjadi kota anti-korupsi,” tambahnya.

Yanuar juga mengungkapkan bahwa nilai Lakip Pemkot Kupang saat ini berada pada peringkat B, sementara Monitoring Center For Preventing (MCP) berada di angka 66, yang masih harus ditingkatkan menjadi minimal 75 sesuai standar KPK.

Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan dapat memperkuat komitmen untuk mencegah korupsi di berbagai lini. Sejauh ini, Pemkot Kupang telah melakukan sejumlah langkah pencegahan, termasuk penerapan transaksi non-tunai untuk meminimalisir kebocoran anggaran.

Sekretaris Inspektorat Kota Kupang, Henry Sede, S.STP., MM., dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh 125 peserta, terdiri atas 85 kepala sekolah dan 40 aparat pengawas intern pemerintah dari Pemkot Kupang.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan akuntabilitas serta mengedukasi peserta tentang dampak negatif dari gratifikasi.

“Materi sosialisasi meliputi pengendalian gratifikasi, penilaian integritas, dan perilaku anti-korupsi, yang disampaikan oleh narasumber dari pejabat struktural dan fungsional Inspektorat Daerah Provinsi NTT,” ujar Henry.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Inspektur Inspektorat Provinsi NTT, Stefanus F. Halla, ST., MM., Inspektur Inspektorat Daerah Kota Kupang, Frengky Amalo, S.Sos., M.M., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si., serta para kepala sekolah dan sejumlah pejabat pemkot lainnya.*




Perkuat Sinergi Penanganan Masalah Sosial, Pj. Wali Kota Temui Uskup Agung Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., bersama sejumlah kepala perangkat daerah menemui Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Selasa (29/10). Kunjungan yang berlangsung penuh kehangatan ini bertujuan memperkuat kerja sama dalam menghadapi sejumlah masalah sosial, khususnya stunting, human trafficking dan pengentasan kemiskinan di Kota Kupang.

Dalam kunjungan kali ini, Pj. Wali Kota juga menyerahkan bantuan berupa peralatan ibadah untuk gereja yang telah dianggarkan oleh pemerintah. Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) serta Camat Maulafa.

Pembahasan utama dalam kunjungan ini adalah menggalang upaya bersama dalam menurunkan angka stunting di Kota Kupang yang saat ini mencapai 4.038 kasus, dengan angka tertinggi berada di Kecamatan Maulafa. Pj. Wali Kota juga menargetkan penurunan kasus stunting hingga 2.000 dalam 6 bulan masa jabatannya, mendekati target nasional sebesar 14%. Pihak gereja juga diharapkan ikut aktif dalam mendukung penanganan stunting sebagai salah satu prioritas bersama, serta diusulkan agar stunting menjadi perhatian khusus di lingkungan Gereja Katolik.

Sebelumnya, Pj. Wali Kota telah mengunjungi Universitas Citra Bangsa untuk meminta dukungan dalam penanganan stunting. Secara provinsi, NTT mencatat angka stunting tertinggi di wilayah TTS dan SBD, sementara Kota Kupang berada di urutan keempat, dengan angka yang masih tergolong tinggi secara nasional.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH, mengungkapkan pentingnya kolaborasi data dalam mengatasi stunting.

Gereja diharapkan dapat berperan aktif dalam menyediakan data umat yang membutuhkan bantuan. Selain itu, program “Bapa Angkat” untuk pengentasan stunting harus berjalan optimal, mengingat bahwa masalah stunting kerap kali berakar dari kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PRKP, Johannes Bell, ST., MT, menekankan pentingnya rumah layak huni sebagai bagian dari solusi stunting. PRKP memiliki program bantuan rumah layak huni, bekerja sama dengan CSR, bagi warga kurang mampu.

Dukungan dari gereja juga diperlukan untuk membantu pendataan dan intervensi bagi keluarga yang memerlukan tempat tinggal yang layak.

Selain stunting, human trafficking menjadi perhatian serius bagi Pemkot Kupang. Saat ini, pemerintah membangun balai latihan kerja untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, dengan harapan dapat menekan angka pekerja migran yang rentan menjadi korban human trafficking.

Hal ini menjadi langkah nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

Dalam pertemuan tersebut, Pj. Wali Kota menekankan pentingnya netralitas ASN di Kota Kupang. Birokrasi di Pemkot Kupang berjalan dengan harmonis dan melaksanakan kegiatan penyejukan iman lintas agama setiap Jumat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerukunan serta kerja sama antara jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur pemerintahan lainnya.

Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pj. Wali dan rombongan serta menyambut baik informasi terkait program sosial di Kota Kupang. Ia juga memberikan ucapan selamat atas jabatan Pj. Wali Kota yang diemban saat ini.

Uskup Agung menekankan pentingnya edukasi pranikah untuk calon pengantin dalam rangka pencegahan stunting, mengingat masalah ini juga menyangkut aspek mental, sosial dan budaya.

Ucapan terima kasih juga diberikan atas dukungan Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesra Setda Kota Kupang berupa bantuan alat peribadatan enam puluh kasula dan stola.

Dia berharap kunjungan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi kuat antara pemerintah dan gereja untuk bersama-sama menciptakan kesejahteraan dan menanggulangi masalah sosial di Kota Kupang. (*)