Pj. Wali Kota Kupang Buka Rangkaian Kegiatan HUT ke-25 DWP Tingkat Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., resmi membuka serangkaian kegiatan Dalam rangka memperingati 25 tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang, Jumat (15/11).

Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda atau yang mewakili, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Ny. Lousje Merlinda Funay Pellokila beserta pengurus, Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kejaksaan Tinggi NTT serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat, Lurah, ASN dan PTT.

Dalam sambutannya, Pj. Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam peringatan ini.

“Dua puluh lima tahun adalah momen perak yang kita sambut bersama, dan pada usia ini, kita berharap untuk mencapai kualitas emas dalam peran dan kontribusi,” ujar Linus Lusi.

Pada perayaan ini, Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang menggelar dua perlombaan bagi para bapak-bapak, yaitu lomba memasak nasi goreng dan lomba menyanyi solo, yang diharapkan menjadi penghormatan kepada kaum wanita.

“Ini adalah bentuk penghargaan kita terhadap ibu-ibu yang selama ini menjadi tempat sandaran, baik dalam suka maupun duka,” tambahnya.

Pj. Wali Kota juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang yang telah menunjukkan kepekaan sosial melalui kegiatan berbagi kasih dengan masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Flores Timur.

“Kepedulian sosial DWP menjadi kontribusi penting dalam mempercepat pelayanan masyarakat Kota Kupang,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Pj. Wali Kota Kupang berharap Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang terus menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kita resmikan rangkaian acara hari ini dan mari kita lanjutkan dengan semangat berbagi dan kebersamaan,” tutupnya.

Ketua DWP Kota Kupang, Ny. Lousje Merlinda Funay Pellokila dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran istri ASN yang tergabung dalam DWP untuk menjaga persatuan dan membangun kolaborasi yang solid dengan organisasi sosial serta organisasi perempuan lainnya.

“Sebagai istri ASN, mari kita jaga martabat, jauhkan diri dari hal-hal yang merusak kehormatan keluarga dan organisasi, serta terus berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Kupang,” ujarnya.

Sebagai bagian dari perayaan, DWP Kota Kupang menyelenggarakan perlombaan khusus, yaitu lomba nyanyi solo pria dan lomba memasak nasi goreng yang melibatkan para suami anggota DWP. Keterlibatan para suami diharapkan menjadi bentuk penghargaan bagi mereka yang juga mendukung para istri dalam menjalankan peran di DWP.

Selain itu, dalam rangka kepedulian terhadap bencana alam yang menimpa masyarakat Flores Timur akibat letusan Gunung Lewotobi, DWP Kota Kupang turut mengumpulkan dana sebesar lima juta rupiah untuk disalurkan melalui Pemerintah Kota Kupang guna membantu korban bencana.

“Ini adalah wujud kepedulian DWP Kota Kupang dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Ketua DWP.

Acara diakhiri dengan senam bersama yang dihadiri oleh seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang baik ASN maupun PTT,serta pelepasan balon gas yang menambah suasana kebersamaan dalam peringatan yang penuh makna ini. (***)




Serah Terima Pondok Pangan Lestari dari Pj. Ketua TP PKK ke Dasawisma Nefonaek

Kupang,nwartapedia.com  – Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Angela Lusi-Deran melakukan serah terima Pondok Pangan Lestari ke Dasawisma Nefonaek yang berlangsung di Kantor Lurah Nefonaek pada Sabtu tanggal 15 November 2024.

Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Angela Lusi-Deran dalam sambutannya mengucapkan terima kasih untuk Dasawisma Nefonaek dan semua pihak yang turut berkontribusi dalam pondok pangan lestari. 

Usai serah terima pondok pangan lestari ini, Angela berharap dasawisma dan tim penggerak PKK mempunyai rasa memiliki terhadap pondok tersebut 

“Setelah rapat perdana kami langsung ke sini dan kita melakukan serah terima agar kita semua bergerak. Tidak boleh satu, atau dua orang saja yang bergerak. Kita sama-sama belajar jangan hanya sampai di sini, pulang rumah kita buat di rumah tambahan untuk konsumsi keluarga,” ucap Angela. 

Sementara itu ditemoat yang sama, Mantan Penjabat Ketua Tim PKK, Ny. Lousje Marlina Funay Pellokila mengatakan, pondok pangan ini terbentuk karena dirinya pernah melihat hal serupa di provinsi lain saat masih menjabat. Sejak saat itu munculah ide untuk menanam aneka sayuran, untuk menjadi contoh bagi kelurahan dan warga Kota Kupang.

“Saya punya mimpi agar Kelurahan Nefonaek bisa menjadi agrowisata di Kota Kupang. Sehingga terbentuklah rumah pangan lestari ini. Walaupun belum sempurna tetapi saya ingin agar para dasawisma menghasilkan uang dari pondok pangan lestari ini. Orang bilang istilahnya tanam cabai hasilkan cuan,” ujarnya Jumat, 15 November 2024.

Selain itu Lousje juga menjelaskan pilar-pilar kayu yang dibuat di area itu, agar tanaman merambat bisa menghiasi pilar-pilar itu.

“Kalau sudah subur, orang akan tertarik berfoto-foto dan kita bisa pasang tarif untuk berfoto tersebut. Selain sayuran bisa juga kita tanam bunga-bunga agar semakin cantik,” ucapnya.

Untuk diuketahui, lahan pekarangan di Kantor Lurah Nefonaek, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang dijadikan pilot project atau contoh untuk budidaya sayuran.

Hal ini menjadi salah satu upaya untuk menekan angka stunting yakni dengan memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan kosong yang ada di rumah untuk ditanami sayur-sayuran dan bumbu dapur.

Tujuannya agar kebutuhan gizi dan vitamin terpenuhi dari berbagai sayuran, menekan pengeluaran rumah tangga, menekan inflasi, hingga mengurangi angka stunting.

Lahan ini ditanami dengan 250 polybag sayuran yang terdiri dari terong, cabai, tomat, kangkung, sawi pokcoy yang ditanam dengan metode hidroponik, Pare, dan budidaya 125 ikan lele.

Pondok pangan bernama Aku Hatinya PKK ini dalam pengelolaannya melibatkan berbagai stakeholder mulai dari PKK tingkat kota, PKK kecamatan, PKK kelurahan, dasawisma, kaum difabel, penyuluh, dan warga kelurahan. (MI)




Rayakan HUT Dokter Christian Widodo, Paket CS’an Ziarah Ke Makam Para Pahlawan

Paslon yang dikenal dengan sebutan “Paket CS-an” ini mengunjungi TMP Dharma Loka untuk menghormati almarhum S. K. Lerik, mantan Wali Kota Kupang, sebelum melanjutkan ke TPU Liliba untuk berziarah ke makam almarhum dr. Hermanus Man, mantan Wakil Wali Kota Kupang.

“Hari ini, tepat di momen ulang tahun saya ke-38, saya bersama Kak Rena (Serena Cosgrova Francis) berziarah dan berdoa di makam almarhum Pak S. K. Lerik dan Pak Herman Man. Kami ingin menghormati jasa dan dedikasi mereka sekaligus menyerap aura kepemimpinan yang mereka miliki,” ungkap dr. Christian saat ditemui usai kegiatan.

Penghormatan kepada Pendiri Kota Kupang

Ziarah ini, menurut dr. Christian, adalah bentuk penghormatan atas jasa para tokoh pendiri Kota Kupang yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan kota. “Walaupun kami generasi muda, kebijaksanaan dan pengalaman dari para pendahulu menjadi pelajaran berharga. Hal ini mengingatkan kami untuk melanjutkan perjuangan mereka,” ujarnya.

Selain sebagai penghormatan, momen ini juga menjadi ajang refleksi bagi pasangan calon termuda dalam kontestasi Pilkada Kupang 2024 ini. “Banyak yang menganggap usia muda sebagai kekurangan, tetapi justru usia produktif 30 hingga 45 tahun adalah masa emas untuk menunjukkan bahwa yang muda mampu memimpin,” tegas dr. Christian.

Doa untuk Kemajuan Kota Kupang

Serena Cosgrova Francis, calon Wakil Wali Kota Kupang, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memohon doa restu bagi kemajuan Kota Kupang ke depan. “Kami ingin menghormati almarhum S. K. Lerik, tokoh yang meletakkan dasar pembentukan Kota Kupang, dan almarhum dr. Herman Man, yang memberikan kontribusi besar selama dua periode kepemimpinan. Doa dan penghormatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk melanjutkan visi mereka,” jelasnya.

Serena juga mengajak masyarakat untuk terus mengenang jasa para pendiri kota dan bersama-sama membangun Kupang menjadi lebih baik. “Ziarah ini menjadi simbol persiapan kami menjelang hari pencoblosan pada 27 November nanti. Kami ingin membawa perubahan yang positif bagi Kota Kupang dengan inspirasi dari para pendahulu,” tutupnya.

Kegiatan ziarah ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat sebagai langkah yang menggambarkan penghormatan terhadap sejarah dan tradisi, serta komitmen pasangan calon untuk membawa semangat baru dalam memimpin Kota Kupang. ***




Teman Fakultas Kedokteran UNTAR Sebut Christian Widodo Cerdas dan Mampu Mengayomi

Kupang, nwartapedia.com – Teman kuliah fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara (UNTAR) Jakarta menyebut Calon Wali Kota Kupang, dr Christian Widodo adalah sebagai sosok yang cerdas, memiliki jiwa memimpin dan mampu mengayomi.

Kecerdasan dr Christian Widodo yang nampak sejak bangku pendidikan dasar terbawa hingga di bangku kuliah yang lulus dengan predikat Cumlaude di angkatannya saat menggapai ijazah profesi dokter tahun 2004 silam.

Christian Widodo mendapat gelar Cumlaude II setelah sang istri dr Widya Cahaya yang seangkatan dengannya mendapat gelar Cumlaude I.

Selain Cerdas, dr Christian Widodo dikenal sebagai sosok pemimpin yang mampu mengayomi teman seangkatannya.

Kesaksian ini diungkapkan tiga rekan kuliahnya dr Tri Sutrisno, dr Ardianto Sucinta, SpB, MARS, MH, dan dr Albertus Rico Prayogi, M.K.M, melalui zoom meeting, Jumat (15/11/2024).

Dokter Albertus Rico Prayogi menyampaikan, selama kuliah dr Christian Widodo memiliki jiwa pemimpin yang bisa menjadi panutan dan mengayomi rekan-rekannya.

“Kami memiliki grup Brotherhood bersama dr Christian. Dia menjadi sosok bapak, sosok pemimpin dan pengayom di grup kami. Dia mejadi penentu saat mengambil keputusan karena keputusan yang diambilnya selalu tepat dan memuaskan kami di grup maupun di bangku kuliah,” ujar dr Rico.

Dokter pada Yayasan Katolik Salus Infirmorum Riau ini mengakui berkat kecerdasan dan sosok pemimpinya ini membuat teman-temannya selalu dekat dengan dr Christian Widodo.

“Setiap kami kumpul kalau tidak ada dr Christian, rasanya belum lengkap. Karena itu setiap mau kumpul kalau dia berhalangan pasti kami batalkan,” jelasnya.

Dokter Ardianto Sucinta menambahkan, dr Christian Widodo juga dikenal sebagai seorang motivator dan bertanggung jawab.

“Dokter Christian selalu memotivasi kami untuk menyelesaikan tugas secara baik dan tepat waktu dan menjadi orang yang jauh lebih baik,” tegas Dokter Spesialis Bedah ini.

Selain itu, Magister Administrasi Rumah Sakit dan Magister Hukum ini mengungkapkan dr Christian memiliki rasa setia kawan yang kuat.

“Ia tampil selalu tidak mengecewakan kami dan selalu membela kami ketika kami berhadapan dengan masalah. Ia selalu memotivasi kami untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari hingga kami semua bisa sukses,” ungkapnya.

Sementara dr Tri Sutrisno yang saat ini mengelola klinik pribadinya di Purwokerto mengakui dr Christian Widodo memiliki jiwa yang sangat peduli dengan orang di sekitarnya.

“Dia selalu peduli dengan teman-temannya saat kuliah, apalagi yang mengalami kekurangan. Dia sosok yang memiliki jiwa mengasihi yang tinggi,” ujar dr Tri.

Hal ini yang terbukti saat ini, meski sudah menjadi seorang dokter, tetapi ia sering melakukan pengobatan gratis dan membagikan sembako kepada orang lain.

“Sikapnya ini bukan muncul ketika ia terjun ke dunia politik. Sudah dilakukannya sejak masa kuliah, bahkan yang kami dengar sejak duduk di bangku pendidikan dasar. Ia melakukan itu tanpa menuntut balasan,” pungkasnya.

Akhirnya ketiganya secara kompak mengaku bangga dengan dr Christian Widodo dan mendoakan agar apa yang dicita-citakan bisa tercapai.

Mereka berjanji akan hadir saat pelantikan rekan mereka dr Christian Widodo menjadi Wali Kota Kupang jika terpilih dalam Pilwalkot 2024 nanti.***




Diajak Bicara Tentang Dokter Christian Widodo, Adik Angkat Marselina Djara Menangis Haru

Kupang,nwartapedia.comMarselina Djara menangis haru ketika diajak bicara tentang kakak angkatnya, Dokter Christian Widodo yang saat ini sebagai calon Walikota Kupang periode 2024-2029.

Marselina Djara yang sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Dokter Christian Widodo sejak 2022 ketika dirinya masih menjadi Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kupang menangis ketika dihubungi media ini, Rabu (13/11/2024).

Kesedihan yang ditunjukan oleh Marselina saat ini bukan tidak berdasar tetapi karena mengenang sulitnya kehidupan yang dijalani sebelumnya.

Ia menceritakan, dua tahun lalu dirinya bersama lima saudaranya tinggal di rumah mama besar Dorkas Kadja.

“Kami tinggal di gubuk kecil di jalan Bajawa RT 034/RW012 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang,”jelasnya.

Bagi Marselina, kepedulian luar biasa yang diberikan oleh seorang Dokter Christian Widodo terhadap dirinya dan kelima saudaranya akan selalu diingat dalam hidupnya.

“Sampai dengan saat ini menjadi sesuatu yang tak pernah beta (saya, red) pikirkan dan bayangkan adalah mejadi adik angkatnya Kakak Dokter Christian,”ungkapnya dengan penuh haru.

Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo dalam hidupnya merupakan campur tangan dari Tuhan untuk meringankan beban hidup bersama saudaranya.

“Bagi saya, Kakak Dokter Christian sebagai malaikat dalam hidup karena sudah meringankan beban penderitaan kami,”kata Marselina.

Marselina menceritakan, kasih yang ditunjukan oleh kakak angkatnya, Dokter Christian Widodo membuat dirinya saat ini sudah bekerja disalah satu koperasi di Kabupaten Malaka.

“Berkat perhatian dari Kakak Dokter Christian sehingga saat ini saya sudah bekerja di Malaka,”ujarnya.

Marselina berpesan kepada Dokter Christian Widodo jika terpilih menjadi Walikota Kupang agar terus memberikan perhatian dan kepedulian orang kecil.

“Saya berharap Kakak Dokter Christian bisa lebih banyak membantu anak-anak, adik-adik dan saudara-saudara diluar sana yang memiliki keterbatasan hidup seperti saya. Tuhan dengan Kakak Dokter punya kebaikan,”pungkasnya. (MI)




Teman Sekolah Sebut Dokter Christian Widodo Berani dan Suka Membantu

Kupang,nwartapedia.com – Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo selain cerdas, pria kelahiran 16 November 1986 ini pemberani dan suka menolong teman-temannnya. Ia selalu bersedia membantu teman-temannya dalam kesulitan.

Demikian disampaikan Dokter Sanfred Lie bersama beberapa teman sekolah Dokter Christian Widodo kepada awak media pada Rabu 13 November 2024,

Dokter Sanfred Lie, teman sejak masih Taman Kanak-Kanak hingga sekarang masih ingat betul sosok yang kini menjadi calon Walikota Kupang periode 2024-2029 yang selalu hadir dengan ide-ide kreatif dan suka membantu teman-temannya.

Dokter Sanfred sapaan akrabnya, menceritakann bahwa saat di SMA, Christian kerap membantu teman-temannya, terutama ketika kiriman uang dari orang tua terlambat.

“Dokter Christian dulu ketika kami mengalami kesulitan, Ia akan selalu ada untuk kami,”kenang dr. Sanfred Lie.

Menurut Dokter Sanfred, saat mereka duduk di SMA di Malang, Dokter Christian Widodo dikenal sebagai teman yang setia dan berpendirian teguh.

“Ketika ada hal yang tidak sesuai atau keluar dari aturan, Dokter Christian akan maju paling depan untuk meluruskan,” ungkapnya.

Baginya, selain tegas, Dokter Christian Widodo juga dikenal sebagai sosok yang santai dan humoris.

“Dokter Christian bukan orang yang kaku, dia suka bercanda, tapi punya pendirian kuat. Saat kami tahu dia memilih jalur politik, kami sangat mendukung. Menurut kami, itu langkah yang berani dan cocok dengan karakternya,” jelas Sanfred.

Sebagai teman lama, Dokter Sanfred mengatakan mereka sangat mendukung penuh keputusan dr. Christian untuk maju dalam pemilihan kepala daerah.

“Dengan karakter kepemimpinan dan selalu mengedepankan demokrasi, tentunya Dokter Christian sangat memenuhi syarat dan Kota Kupang akan menjadi lebih baik di tangan Dokter Christian,”pungkasnya. (MI)




Ibunda Theresia Widodo Kenang Dokter Christian Widodo Begitu Penyayang Dalam Keluarga

Kupang,nwartapedia.com – Peran seorang perempuan bernama Theresia Avilla Widodo tidak bisa dipisahkan dari kehidupan calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo.

Ibunda Theresia Widodo menceritakan Dokter lulusan Universitas Tarumanegara yang dikenal sebagai penyayang keluarga dan sangat mencintai ibunya.

“Dokter Christian memang sangat sayang sekali dengan saya. Selama ini kalau saya minta apa saja pasti dikasih oleh Dokter Christian,”tutur Theresia Widodo kepada media ini di Resto Subasuka pada Minggu (10/11/2024).

Sikap penyayang yang dimiliki oleh seorang Dokter Christian Widodo menurut Ibunda Theresia Widodo masih dirasakan hingga sekarang.

“Setiap bulan saya dikasih uang dan Dokter Christian selalu bilang selama saya menjadi DPRD Provinsi NTT saya kasih mama ini, walaupun sedikit untuk mama belanja jika mama suka beli apa mama beli saja,”tuturnya.

Ibunda Theresia Widodo menyebut, kasih sayang yang diberikan oleh Dokter Christian Widodo akan tetap menjadi memori terindah dalam hidupnya.

“Sesekali Bapaknya bertengkar dengan saya, Dokter Christian akan mati-matian membela saya,”ucapnya bangga.

Bagi Theresia Widodo, menjadi anak kali-laki tunggal didalam keluarga tidak membuat Dokter Christian Widodo menjadi anak yang dimanja tetapi menjadi anak yang sangat penyayang dalam keluarga.

“Dokter Christian SMA di Santo Yusup Malang dan ketika pulang libur di Kupang maka sepanjang harian hanya menemani adiknya untuk bermain bersama,”kenang Ibunda Theresia Widodo.

Selain itu, kenang Ibunda Theressia Widodo, Christian kecil sudah menunjukkan sifat tidak tinggi hati dan solider. Hal ini ditunjukkan antara lain ketika dijemput disekolah seringkali dia protes, tidak mau mobil sampai di gerbang sekolah.

“Nanti dibilang sombong oleh teman temannya yang ketika itu masih banyak yang menggunakan angkot,”ucapnya.

Ia menuturkan, Dokter Christian Widodo sering jadi juara kelas dan juara umum sekolah. Bahkan ketika lulus SMP ia meraih NEM tertinggi kedua se-provinsi NTT.

“Saya masih simpan sampai sekarang kliping beritanya di koran. Walaupun demikian, semua ini tidak membuat Dokter Christian jadi anak yang sombong,”pungkasnya.  (MI)




Pius Rengka: Semangat Partriotik Keluarga Dokter Christian Widodo Tulus Hibahkan Lahan Demi Pancasila

Kupang,nwartapedia.com – Mantan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi NTT, Pius Rengka, SH., M.Sc menyebut calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo bersama keluarga yang telah menyerahkan hibah lahan seluas 5.000 meter persegi pada tanggal 3 September 2017 diruang kerja Gubernur NTT, Frans Lebu Raya merupakan suatu semangat ideologi dan patriotik yang luar biasa demi pancasila.

Demikian disampaikan oleh Mantan Ketua FPK, Pius Rengka ketika dihubungi media ini pada Minggu (10/11/2024).

Pius Renga menuturkan, ide untuk membangun Monumen Flobamora Rumah Pancasila tersebut digagas oleh FPK ketika dirinya menjabat sebagai ketua FPK.

“Pada saat saya menjadi Ketua FPK NTT kami menggagas untuk membangun patung atau arca dari Burung Garuda Pancasila karena ingin menegaskan tentang pancasila itu dilahirkan di NTT tepatnya di Ende,”ungkapnya. 

Ia menjelaskan, Monumen Rumah Pancasila bangun di Kota Kupang karena Kupang merupakan Ibu Kota Provinsi NTT.

“Kenapa monumen tersebut kita tidak bangun di Ende tetapi kita memilih di Kota Kupang karena Kupang adalah Ibu Kota Provinsi NTT,”jelasnya.

Setelah menggagas, lanjut Pius Rengka, pihaknya mencari lahan milik pemerintah guna dijadikan tempat untuk membangun monumen tersebut.

“Kami berusaha untuk mencari lahan milik pemerintah antara lain di dekat Hotel Sasando rencananya mau dibangun disitu,”tambahnya.

Tetapi menurut hasil diskusi tim besar FPK mengatakan bahwa lokasi tersebut tidak cukup strategis

“Waktu itu saya menggagaskan kalau bisa tempat itu ada dekat tempat yang sangat bagus maka pada waktu itu keluarga Dokter Christian Widodo yang kebetulan saat itu Pak Theo Widodo adalah Wakil Ketua FPK beliau merelakan untuk memberikan tanahnya untuk pembangunan,”ucapnya.

Pius Rengka mengungkapkan, sikap rela berkorban yang ditunjukan oleh Dokter Christian Widodo bersama keluarganya merupakan bukti nyata bentuk cinta tanah air dan Pancasila.

“Satu kerelaan yang menurut saya pertama sangat langka, kedua sangat istimewa dan ketiga sangat patriotik karena tidak gampang orang memberi tanah secara cuma-cuma atau prodeo apalagi tanah yang terletak di Kota Kupang daerah dekat Pelabuhan Tenau dan tempatnya sangat strategis berada di ketinggian yang begitu bagus,”ungkapnya.
Bagi Pius Rengka, sikap rela berkorban yang ditunjukan oleh keluarga Dokter Christian Widodo merupakan sikap yang langka dan tidak dimiliki oleh banyak orang di NTT.

“Saya sudah melihatnya lokasi itu dari dekat dan itu memang sikap humanisme dan patriotik, menurut saya tidak banyak orang yang melakukan hal seperti ini apalagi kelas di NTT tidak ada. ,”kata Mantan Anggota DPRD Provinsi NTT.

“Menurut saya reputasi keluarga ini memang meyakinkan apalagi saya cukup dekat dengan keluarga ini sehingga saya sangat tau mereka punya kualitas gagasan ideologisnya dan kualitas patriotiknya saya kenal betul,”tambahnya.

Pius Rengka menambahkan, lokasi yang letaknya sangat strategis untuk dijadikan tempat berbisnis rela dihibahkan kepada pemerintah demi membela ideologi negara merupakan sesuatu yang sangat luar biasa.

“Di Kota Kupang ada orang yang kasih tanahnya cuman 5 meter saja perkara sampai ke Tuhan tetapi ini dikasih 5.000 meter persegi secara cuma-cuma itu peristiwa langka yang luar biasa karena di NTT tidak ada orang seperti ini  dan saya sendiri secara pribadi sangat mengagumi keluarga ini,”tambahnya.

Pius Rengka menjelaskan,  pada saat terjadi pergantian pemerintahan yang dipimpin oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat belum sempat dilanjutkan karena belum menjadi prioritas.

“Pada prinsipnya Pak Viktor itu setuju untuk melanjutkan pembangunan itu tetapi pada waktu itu pilihan beliau itu belum prioritas jadi konteksnya pada waktu itu jelas jamannya pak Frans Lebu Raya bahwa terjadi krisis relasi secara cukup meluas di Indonesia sehingga pembangunannya dihentikan,”pungkasnya. (MI)




YJI Cabang Utama Kupang Bersama 26 Provinsi Rayakan HUT ke-43 Dengan Senam Jantung Sehat

Kupang,nwartapedia.com – Puluhan anggota Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Kupang mengikuti senam jantung sehat bersama serentak dari 26 provinsi dengan total peserta lebih dari 14 ribu orang, dalam rangka memperingati HUT Yayasan Jantung Indonesia ke-43, dengan tema ‘Use Heart for Action’ yang diperingati setiap tanggal 9 November.

Senam jantung sehat yang diadakan di halaman kantor BPR Krista Jaya Jl. Frans Seda No.16, Fatululi, Kecamatan Oebobo tersebut diikuti dengan begitu antusias oleh para peserta yang kebanyakan lansia pada Sabtu (9/11/2024).

Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Kupang, Dokter Hendrik Jodjana menyampaikan dengan usia yang cukup matang, YJI akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya upaya pencegahan penyakit jantung.

“Sebagai Pelopor Gaya Hidup Sehat, Yayasan Jantung Indonesia akan terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan penyakit jantung melalui Panca Usaha Jantung Sehat,” ucapnya.

Panca Usaha Jantung Sehat diantaranya dengan memastikan makanan yang masuk kedalam tubuh mengandung nutrisi seimbang, mengenyahkan rokok, menghindari dan mengatasi stress, mengawasi tekanan darah dengan rutin melakukan pemeriksaan minimal 1 bulan sekali serta teratur berolahraga.

“Setiap bulan ita harus melakukan Senam Jantung Sehat agar tubuh mendapat hormon endorfit membuat kita semangat dan senang,”ungkapnya.

“Selain itu kita yang berkumpul disini sudah lansia tertawa sampai terbahak-bahak akan mendapatkan hormon dopamin yakni salah satu senyawa kimia di dalam otak yang dapat meningkatkan suasana hati serta berperan dalam menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh,”tambah dr. Hendrik Jodjana.

 Ditempat yang sama, Ketua Harian Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama NTT, Ir Theo Widodo menyampaikan bahwa senam jantung sehat yang berlangsung selama ini sesuai dengan standar Yayasan Jantung Indonesia.

Theo Widodo menambahkan, sejalan dengan visi dan misi Yayasan Jantung Indonesia, maka tema Hari Ulang Tahun Yayasan Jantung Indonesia ke-43 tahun ini adalah Bergerak Untuk Jantung.

“Menjaga Jantung supaya tetap berdetak secara teratur adalah dengan menyayangi Jantung kita dengan tetap melakukan upaya Panca Usaha Jantung Sehat,”tambahnya.

 Diakhir, Ketua Harian YJI  Cabang Utama Kupang berpesan untuk terus aktif dalam senam jantung sehat dan berharap semakin mengenali jantung serta menjaga agar tetap sehat.

“Selaku Ketua Harian YJI, saya menyampaikan suatu pesan kepada Bapak dan Ibu untuk terus aktif  di senam jantung sehat  dan terus menambah pengetahuan untuk memelihara kesehatan jantung kita. Semoga kita semua semakin mengenali dan semakin menyayangi jantung kita dan menjaga jantung kita agar senatiasa sehat,” pungkas Theo Widodo. (MI)




Reses di Kelurahan TDM, Muhammad Ramli Sampaikan Pentingnya Pendidikan

Kupang,nwartapedia.comAnggota DPRD Kota Kupang, Muhammad Ramli melakukan reses di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada Kamis (08/11/2024).

Reses masa persidangan 1 Tahun sidang 2024-2025 ini menjadi sangat berarti bagi anggota Komisi lV yang membidangi Ketenagakerjaan, Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kepemudaan dan Olahraga, Agama, Kebudayaan, Sosial, Kesehatan, Keluarga Berencana, Peranan Wanita dan Transmigrasi.

Di Kelurahan TDM tersebut politis Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini bertatap muka dengan masyarakat.

“Saya melaksanakan kegiatan reses tahap pertama tahun 2024,”ungkapnya.

Dalam momentum reses tersebut, Muhammad Ramli menekankan tentang pentingnya pendidikan bagi kemajuan masyarakat di Kelurahan TDM.

“Masih banyak anak-anak kita yang belum mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi,”ucapnya.

Ahmmad Ramli juga menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas Sumber Daya manusia untuk menopang wilayah tersebut.

Menurutnya, tantangan pendidikan anak dalam era digital sangat berdampak dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Saya minta para orang tua untuk membatasi anak menggunakan handpone. Sebaiknya kasih anak permainan yang merangsang kreativitas,”ujarnya.

Tantangan lainnya, lanjut Muhammad Ramli adalah merebaknya kriminalitas yang akhir-akhir ini semakin meningkat di Kota Kupang seperti tawuran pelajar.

“Sehingga kita sebagai orang tua harus membekali anak-anak kita dengan pendidikan sejak diri dari rumah dan lingkungan untuk mencegah terjadinya yang tidak diinginkan oleh masyarakat,”ajaknya.

Ia menambahkan, dalam dunia pendidikan, keterampilan dan mental karakter anak-anak bisa dibangun mulai dari lingkungan rumah tangga, masyarakat dan juga lingkungan sekolah.

“Jadi kalau ingin anak-anaknya sukses di lingkungan rumah tangga juga harus diberikan contoh yang baik dan diperlukan diskusi didalam keluarga,” tuturnya.

Muhammad Ramli menegaskan, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua, pemerintah dan sekolah.

“Pendidikan itu sangat penting untuk memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dalam rangka mengubah nasib suatu bangsa,”pungkasnya. (MI)