Pemeriksaan Ketat Hewan Kurban di Masjid Darul Hijrah Kolhua, Dokter Hewan Pastikan Sapi dan Kambing Sehat

Kupang, Nwartapedia.com  — Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Masjid Darul Hijrah BTN Kolhua, Kota Kupang, dilakukan secara ketat oleh tim dokter hewan menjelang proses penyembelihan Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Dokter hewan, drh. Gusti Komang Ayu Dewi Suryani, kepada media ini menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban yang telah diperiksa dinyatakan sehat dan layak untuk dipotong.

“Untuk lokasi di Masjid Darul Hijrah, kambing ada 24 ekor dan sapi 18 ekor. Dari hasil pemeriksaan ante mortem, semuanya layak untuk dipotong hari ini,” jelas Dewi.

Ia mengatakan, pemeriksaan dilakukan sebelum penyembelihan dengan sejumlah parameter kesehatan hewan. Pemeriksaan tersebut meliputi suhu tubuh, kondisi bulu, cermin hidung, mata, hingga kebersihan lubang hidung, mulut, dan anus hewan.

“Suhu normal hewan itu sekitar 38,5 derajat. Kemudian kita lihat bulunya kusam atau tidak, cermin hidungnya basah atau tidak, matanya bersinar, serta memastikan tidak ada indikasi diare atau penyakit lainnya,” ujarnya.

Selain itu, tim dokter hewan juga memeriksa kondisi fisik lain seperti organ reproduksi hewan untuk memastikan hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan syariat.

“Kalau hewan jantan normal itu testisnya lengkap dua dan simetris. Biasanya hewan kurban yang dipilih masyarakat memang sudah memenuhi syarat itu,” tambahnya.

Dewi menjelaskan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan sebelum pemotongan, tetapi juga sesudah penyembelihan atau post mortem untuk memastikan organ dalam hewan bebas dari penyakit.

“Kami melihat kondisi jantung, paru-paru, hati, ginjal, limpa, usus, hingga karkas. Kalau ada perubahan patologis seperti cacing hati, maka organ yang terindikasi sakit itu akan diafkir, tetapi dagingnya masih bisa dikonsumsi dengan perlakuan suhu tertentu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kurban Masjid Darul Hijrah, Muhammad Kasim, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 33 ekor sapi dan 24 ekor kambing.

Menurutnya, sebagian besar hewan kurban berasal dari jamaah masjid, sementara bantuan lainnya datang dari Pemerintah Kota Kupang dan yayasan sosial internasional asal Turki.

“Untuk sapi, sekitar 18 ekor berasal dari jamaah, satu ekor bantuan dari Wali Kota Kupang, dan 10 ekor bantuan dari Yayasan Turki Internasional. Kalau kambing semuanya dari jamaah,” katanya.

Muhammad Kasim menjelaskan, distribusi daging kurban dilakukan melalui kupon dan pengantaran langsung ke rumah warga oleh tim panitia.

“Kami targetkan sekitar 500 penerima manfaat. Tim distribusi sudah bergerak untuk membagikan daging kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses penyembelihan dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikat halal serta dibantu panitia yang dibagi dalam beberapa tim, mulai dari tim sembelih, tim jagal, tim kulit, tim pencacah, hingga tim pengepakan.

“Semua alat juga kami sterilkan. Ini bentuk komitmen kami menjaga kebersihan dan kualitas daging kurban agar aman dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya. (MI)




Etnis Minang di Kupang Sembelih 15 Ekor Sapi Kurban, Bagikan Daging untuk Muslim dan Non Muslim

Kupang, nwartapedia.com — Etnis Minang di Kota Kupang kembali melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban dalam perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Etnis Minang Maulafa, Kota Kupang, Rabu (27/5/2026).

Tradisi tahunan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial, kebersamaan, serta toleransi antarumat beragama di Kota Kupang.

Ketua Etnis Minang sekaligus Koordinator Panitia Idul Kurban, H. Mualim Chaniago, S.Ag mengatakan bahwa kegiatan kurban rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengabdian masyarakat Minang kepada Kota Kupang.

“Ini sebenarnya kegiatan tahunan yang tidak pernah luput kami laksanakan. Ada semboyan kami, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Kami hidup di Kota Kupang, maka kami juga berusaha membangun dan berbagi untuk masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Minang yang merantau di Kota Kupang tidak hanya fokus pada komunitas sendiri, tetapi juga aktif membangun hubungan sosial dengan seluruh warga tanpa membedakan agama maupun latar belakang.

Dalam pembagian daging kurban, panitia melibatkan masyarakat sekitar, peserta kurban, warga Minang, hingga tetangga non Muslim. Bahkan sejumlah pendeta dan warga gereja turut menerima kupon pembagian daging kurban.

“Kami tidak menghitung agamanya apa. Semua kami layani karena ini rumah bersama. Warga sekitar, termasuk pendeta dan masyarakat non Muslim juga menerima daging kurban,” katanya.

Ia menjelaskan, total hewan kurban yang dipotong tahun ini mencapai 15 ekor sapi. Sebanyak 12 ekor sapi dipotong oleh kelompok utama Etnis Minang dengan jumlah peserta kurban mencapai 86 orang, ditambah lima ekor kambing.

Sementara tiga ekor sapi lainnya dipotong kelompok perantau Minang dari satu kecamatan di Sumatera Barat yang juga berada di Kupang.

“Secara keseluruhan ada 15 ekor sapi. Alhamdulillah semua dari swadaya masyarakat Minang sendiri,” jelasnya.

Selain memiliki makna ibadah, H. Mualim menegaskan bahwa kurban juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Ia mengisahkan kembali keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai dasar pelaksanaan ibadah kurban.

“Makna sosialnya adalah berbagi. Orang yang berkurban hanya berhak menikmati sepertiga, sedangkan dua pertiga lainnya dibagikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Minang di Kota Kupang saat ini berjumlah sekitar 388 kepala keluarga yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Kupang.

“Alhamdulillah selama ini warga Minang hidup baik dan taat sebagai warga Kota Kupang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Etnis Minang, Masril Abdul Manan, S.Pd menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan warga Minang di Kupang yang terus menjaga tradisi gotong royong dan semangat berbagi kepada sesama.

Menurutnya, kegiatan kurban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang.

Masril menjelaskan bahwa kegiatan kurban juga menjadi bentuk nyata rasa syukur dan ketaatan masyarakat Minang kepada Allah SWT, sekaligus sarana berbagi rezeki kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan kegiatan ini membuat kami semakin taat beribadah dan terus menjaga nilai sosial dengan berbagi kepada sesama,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa daging kurban dibagikan dalam kondisi mentah agar masyarakat dapat mengolahnya sendiri di rumah masing-masing.

“Kalau akikah biasanya dibagikan dalam keadaan sudah dimasak, tetapi kalau kurban dagingnya dibagikan mentah supaya masyarakat bisa memasaknya sendiri bersama keluarga,” jelasnya. (MI)




Aksi Bersih Kali Dendeng Jadi Gerakan Bersama Wujudkan Kota Kupang Bersih dan Bebas Sampah

Kupang, nwartapedia.com  —  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II bersama Pemerintah Kota Kupang menggelar aksi bersih-bersih Kali Dendeng di Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama menjaga kebersihan sungai demi terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Hengky Malelak, S.STP., M.Si, yang mewakili Wali Kota Kupang. Dalam sambutannya, Hengky menyampaikan apresiasi kepada BBWS Nusa Tenggara II atas komitmennya menjaga kebersihan sungai di Kota Kupang.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada BBWS Nusa Tenggara II yang terus menunjukkan kepedulian dalam menjaga sungai-sungai di Kota Kupang. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Hengky.

Ia mengatakan, pada Tahun Anggaran 2026, BBWS Nusa Tenggara II melaksanakan pemeliharaan pada empat ruas sungai dan 20 titik pembersihan di Kota Kupang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam mengurangi pencemaran sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Hengky menegaskan bahwa sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sehingga tidak boleh dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Sungai adalah urat nadi kehidupan kota. Dari sungai air mengalir dan kehidupan tumbuh. Jika sungai rusak, maka masa depan kita juga ikut terancam,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak sampah terhadap kehidupan nelayan di Kota Kupang.

Menurutnya, pencemaran yang terbawa hingga ke laut menyebabkan nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan ikan sehingga biaya operasional mereka meningkat.

Karena itu, Hengky mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap kebersihan lingkungan dari hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai dan saluran air.

“Jangan menunggu sungai kotor atau banjir baru kita peduli. Mari jadikan kebersihan sebagai budaya hidup kita sehari-hari,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, ST., MPSDA, mengatakan Sungai Dendeng merupakan salah satu dari empat sungai strategis di Kota Kupang yang menjadi fokus pemeliharaan rutin oleh pihaknya.

Menurutnya, sungai tidak hanya berfungsi sebagai saluran drainase, tetapi juga menjadi bagian penting dalam sistem tata kelola lingkungan perkotaan.

“Kalau sungai kita kelola dengan baik, maka sungai akan menjadi sumber kehidupan. Tetapi jika diabaikan, sungai juga bisa membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, BBWS Nusa Tenggara II memiliki kewenangan melakukan pemeliharaan dan normalisasi sungai, namun upaya tersebut membutuhkan dukungan semua pihak agar hasilnya lebih maksimal.

Parlinggoman juga menyoroti pentingnya pengendalian sampah dan limbah domestik yang masuk ke sungai karena berdampak langsung terhadap pencemaran laut dan menurunnya hasil tangkapan nelayan.

“Kita harus memastikan sungai tetap bersih terutama menjelang musim hujan agar aliran air tetap lancar dan tidak menyebabkan banjir,” ujarnya.

Selain aksi bersih sungai, BBWS Nusa Tenggara II bersama Pemerintah Kota Kupang juga berencana melakukan penataan kawasan Kali Dendeng melalui sinergi pembangunan lintas sektor.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai serta mewujudkan Kota Kupang yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

.Menanggapi keluhan warga,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Matheus A.H.T. Maahury juga menyatakan komitmennya untuk menambah satu unit kontainer sampah di kawasan Sungai dendeng guna mendukung kebersihan lingkungan dan mengurangi pembuangan sampah sembarangan.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai serta mewujudkan kota Kupang yang bersih sehat nyaman dan berkelanjutan. (MI)




Dinas Pertanian Kota Kupang Intensifkan Pengawasan Pemotongan Babi untuk Cegah ASF dan Lindungi Kesehatan Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com — Dinas Pertanian Kota Kupang melalui Bidang Veteriner meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pemotongan babi di luar Rumah Potong Hewan (RPH) resmi sebagai langkah pencegahan penyebaran African Swine Fever (ASF) yang saat ini mulai berkembang di sejumlah daerah.

Sebagai penanggung jawab operasional pemotongan hewan, khususnya di RPH Oeba, Bidang Veteriner melakukan pemantauan, pengawasan, serta pembinaan kepada lapak dan kios penjual daging babi di Kota Kupang.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos, M.Si menjelaskan bahwa pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap penyebaran ASF sekaligus memastikan daging babi yang beredar di masyarakat tetap aman dikonsumsi.

“Pemerintah terus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pelaku usaha pemotongan babi agar proses pemotongan dilakukan di RPH resmi yang telah memenuhi standar kesehatan hewan dan sanitasi. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran ASF serta menjaga keamanan pangan bagi masyarakat,” jelas Matheus..

Untuk memaksimalkan pengawasan, dinas membentuk empat tim yang akan bertugas di enam kecamatan dan 17 kelurahan di Kota Kupang. Pengawasan tersebut direncanakan berlangsung rutin setiap minggu.

Selain melakukan pembinaan kepada pedagang dan pelaku usaha, dinas juga tetap menyiapkan tim khusus untuk memantau aktivitas pemotongan di RPH Oeba dan RPH Bimoku guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan sanitasi.

Pemerintah berharap seluruh pelaku usaha pemotongan babi dapat melakukan proses pemotongan di fasilitas resmi yang telah disediakan sehingga kualitas daging yang beredar tetap aman dan layak konsumsi.

Dalam kegiatan tersebut, pendekatan yang dilakukan masih mengedepankan pembinaan dan edukasi kepada para pedagang.

Namun apabila masih ditemukan pelanggaran atau pelaku usaha yang tidak mengindahkan aturan, maka akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah pengawasan rutin ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keamanan pangan, melindungi kesehatan masyarakat, serta mencegah penyebaran penyakit ASF yang dapat merugikan peternak dan masyarakat luas di Kota Kupang. *




Lokakarya CAPACities 2026 Ditutup, Kota Kupang Siapkan Langkah Cepat Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang bersama Catholic Relief Services (CRS) resmi menutup Lokakarya Rencana Kerja Tahunan Program CAPACities Climate Action Partnership in Asian Cities Tahun 2026 di Hotel Neo Aston Kupang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam menyusun langkah bersama menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat Kota Kupang.

Penutupan lokakarya dilakukan oleh Kepala Bappeda Kota Kupang, Andre Otta.

Kepada media ini, Andre Otta menegaskan bahwa hasil pembahasan selama kegiatan akan menjadi dasar dalam penyusunan program prioritas perubahan iklim di Kota Kupang.

Menurut Andre, dampak perubahan iklim kini tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah hingga ancaman bencana alam.

Ia mencontohkan bencana Siklon Seroja yang pernah melanda Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu dampak nyata perubahan iklim yang harus diantisipasi secara serius.

“Perubahan iklim ini membawa dampak luas, mulai dari air bersih, sanitasi, sampah hingga ancaman bencana. Karena itu pemerintah harus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Dalam lokakarya tersebut, Pemerintah Kota Kupang bersama para mitra menyepakati beberapa langkah prioritas yang akan segera dijalankan.

Salah satunya adalah pembangunan sistem peringatan dini atau early warning system bagi wilayah pesisir.

Program tersebut diharapkan mampu memberikan informasi cepat kepada masyarakat nelayan dan warga pesisir terkait potensi cuaca ekstrem, gelombang tinggi maupun ancaman kenaikan air laut.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti pentingnya penguatan sistem penanganan pengaduan masyarakat agar pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif dan responsif.

Andre mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan laporan masyarakat akibat belum optimalnya integrasi antara teknologi dan tata kelola sumber daya manusia.

“Teknologi penting, tetapi tetap harus dibarengi dengan penguatan SDM. Karena pada akhirnya semua pelayanan dijalankan oleh manusia sehingga penyelesaian masalah masyarakat bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tingginya kepadatan penduduk di beberapa wilayah Kota Kupang yang berdampak pada meningkatnya persoalan sampah, sanitasi dan kebutuhan air bersih.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang tengah menyiapkan pembahasan lanjutan terkait regulasi dan dukungan anggaran untuk memperkuat program mitigasi perubahan iklim hingga tingkat kelurahan.

Bahkan, kata Andre, terdapat wacana mengalokasikan sebagian anggaran pembangunan kelurahan untuk mendukung program penanganan dampak perubahan iklim, termasuk sanitasi dan akses air bersih bagi masyarakat rentan.

Sementara itu, Program Manager CAPACities Indonesia dari Catholic Relief Services (CRS), Fransiska Sugi, mengatakan lokakarya tersebut merupakan agenda tahunan yang mempertemukan pemerintah daerah dengan Kelompok Kerja Perubahan Iklim Kota Kupang.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memastikan sinergi program antara pemerintah dan CRS berjalan efektif, realistis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini untuk memastikan program pemerintah dan CRS berjalan selaras sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Fransiska.

Ia menjelaskan terdapat tiga fokus utama dalam kemitraan tersebut, yakni penguatan kolaborasi, kebijakan yang inklusif dan akuntabel, serta penguatan komunikasi dan informasi iklim.

Fransiska menilai dampak perubahan iklim di Kota Kupang semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir, terutama melalui perubahan pola musim, peningkatan suhu udara, ancaman longsor, angin kencang hingga persoalan krisis air bersih.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah Kota Kupang memiliki tingkat kerentanan terhadap perubahan iklim dengan karakteristik persoalan yang berbeda antara kawasan pesisir, wilayah padat penduduk dan daerah dataran tinggi.

“Perubahan iklim itu dampaknya memang perlahan, tetapi kalau tidak diantisipasi sejak sekarang maka risikonya akan semakin besar di masa mendatang,” pungkasnya. (MI)




Pemkot Kupang dan CRS Perkuat Strategi Adaptasi Iklim Lewat Lokakarya CAPACities 2026

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang bersama Catholic Relief Services (CRS) menggelar Lokakarya Rencana Kerja Tahunan Program CAPACities Climate Action Partnership in Asian Cities di Hotel Neo Aston Kupang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menghadapi dampak perubahan iklim dan risiko bencana di Kota Kupang.

Lokakarya dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Kupang, Daud Novianus Nafi, mewakili Wali Kota Kupang.

Daud Nafi kepala media ini menegaskan bahwa kemitraan antara CRS dan Pemerintah Kota Kupang telah berjalan cukup lama dan memberikan kontribusi dalam mendukung program penanganan perubahan iklim.

Menurutnya, penyusunan rencana kerja tahunan melalui Program CAPACities bertujuan menyelaraskan kebutuhan pemerintah daerah dengan program yang dijalankan CRS agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah bisa membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk melakukan mitigasi perubahan iklim. Program yang dijalankan nantinya diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi risiko perubahan iklim secara bertahap,” katanya.

Ia menjelaskan, pembahasan dalam lokakarya juga menitikberatkan pada penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dalam merancang program adaptasi iklim berbasis kebutuhan wilayah.

Pada sesi materi, Sekretaris Dinas Sosial Kota Kupang, Gabriel Meo Wio, SP, memaparkan tentang relevansi tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial dalam mendukung adaptasi perubahan iklim di Kota Kupang.

Menurut Gabriel, Dinas Sosial memiliki tanggung jawab dalam perlindungan kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan masyarakat terdampak bencana.

“Dinas Sosial hadir melalui Kampung Siaga Bencana dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana, termasuk penyaluran bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Sosial juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui program peningkatan kemampuan keluarga dan kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W. A. Sjioen, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa berdasarkan kajian risiko bencana, Kota Kupang memiliki potensi terhadap 10 jenis bencana.

Jenis bencana tersebut meliputi kekeringan, cuaca ekstrem, banjir, longsor, banjir bandang, gelombang ekstrem, abrasi pantai, gempa bumi, tsunami, hingga wabah penyakit.

“BPBD terus melakukan sosialisasi kesiapsiagaan dan pelayanan informasi rawan bencana kepada masyarakat di enam kecamatan di Kota Kupang,” jelasnya.

Ia menambahkan, BPBD memiliki fungsi koordinasi, pelaksanaan, dan komando dalam penanganan bencana, termasuk pendataan warga terdampak, distribusi bantuan, dan penanganan pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut juga dibahas pentingnya penguatan pelayanan standar minimal kebencanaan melalui edukasi masyarakat, penyediaan air bersih di kawasan rawan bencana, serta peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi kondisi darurat.

Melalui Lokakarya CAPACities 2026 ini, Pemerintah Kota Kupang berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat guna menciptakan kota yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan ancaman bencana. (MI)




Wakil Wali Kota Kupang Tekankan Persatuan dan Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (20/5/2026).

Momentum nasional tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat semangat persatuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital.

Upacara yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” berlangsung khidmat dan diikuti aparatur sipil negara (ASN), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur kecamatan dan kelurahan, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, bertindak sebagai pemimpin upacara.

Sementara Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, tampil sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam sambutannya, Serena Francis menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus dijaga di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama akibat perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, nilai persatuan, gotong royong, dan solidaritas sosial harus menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat rasa persaudaraan dan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.

Literasi digital, kata Serena, menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa.

“Kita harus menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif. Jangan sampai hoaks dan informasi menyesatkan justru memecah persatuan masyarakat,” katanya.

Selain menyoroti pentingnya literasi digital, Serena juga menekankan bahwa semangat kebangkitan nasional perlu diwujudkan melalui pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Upacara peringatan Harkitnas 2026 tingkat Kota Kupang berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa dalam membangun Indonesia yang bersatu dan berdaulat. (goe)




Semangat Anak-anak PAUD dan TK di Kupang Warnai.Lomba HAN

Kupang, nwartapedia.com — Keceriaan dan semangat anak-anak mewarnai pelaksanaan lomba paduan suara Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang berlangsung di Kristal Hotel Kupang, Selasa (20/5/2026).

Sejak pagi hari, para peserta dari berbagai sekolah PAUD dan TK sudah memadati ruang persiapan bersama orang tua masing-masing.

Suasana di lokasi tampak sibuk namun penuh kehangatan. Para orang tua terlihat membantu anak-anak mengenakan kostum, merapikan rambut, hingga memastikan seluruh peserta siap tampil di atas panggung.

Salah satu kelompok peserta yang menarik perhatian berasal dari TKK Negeri Kelapa Lima.

Sejumlah siswi terlihat duduk rapi sambil dirias sederhana sebelum tampil membawakan lagu bersama teman-temannya.

Sebanyak 14 siswa dari sekolah tersebut dijadwalkan mengikuti lomba pada hari kedua kegiatan HAN 2026.

Persiapan dilakukan sejak pagi agar anak-anak tidak merasa gugup maupun terburu-buru saat tampil.

Salah satu orang tua murid, Kristin Mandala, mengaku sengaja datang lebih awal untuk membantu anak-anak bersiap.

“Kalau anak-anak dipersiapkan dari awal, mereka jadi lebih tenang dan percaya diri waktu tampil,” ujarnya.

Di sela-sela persiapan, tingkah lucu anak-anak juga mencuri perhatian. Ada yang sibuk bercermin melihat penampilannya, ada yang tertawa bersama teman-temannya, hingga beberapa anak yang tampak malu saat dirias.

Antusiasme peserta juga dirasakan para orang tua lainnya. Salah satu wali murid dari TKK Negeri Pembina mengatakan anaknya sangat bersemangat mengikuti lomba paduan suara dalam rangka HAN tahun ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk belajar tampil di depan umum dan membangun rasa percaya diri sejak usia dini.

Pelaksanaan HAN 2026 di Kota Kupang masih akan diisi berbagai penampilan seni dan kreativitas anak dari sejumlah sekolah PAUD dan TK.

Suasana penuh semangat dan kepolosan anak-anak menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. (goe)




Ahmad Talib Tinjau Korban Kebakaran Panti Asuhan Holy Angel di Kupang, Minta Pengurusan Dokumen Dipermudah

Kupang, nwartapedia.com – Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib, meninjau langsung korban kebakaran Panti Asuhan Holy Angel yang terjadi di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Kunjungan tersebut dilakukan pada malam hari di Balai Diklat Dinas Sosial Provinsi NTT, tempat sementara para korban kebakaran dievakuasi setelah musibah yang menghanguskan sejumlah fasilitas dan dokumen penting milik korban.

Dalam keterangannya, Ahmad Talib menyampaikan rasa prihatin dan kepedulian terhadap para korban yang terdampak bencana kebakaran tersebut.

“Saya atas nama pribadi menyampaikan turut prihatin dan peduli terhadap korban kebakaran yang dialami Panti Asuhan Holy Angel di Kelurahan Naikoten,” ujarnya.

Ia mengaku sengaja datang langsung ke lokasi pengungsian untuk memantau kondisi para korban sekaligus memastikan penanganan bantuan berjalan dengan baik.

Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudari kita yang terdampak kebakaran agar bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam penyaluran bantuan,” katanya.

Ahmad Talib juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Sosial Kota Kupang yang dinilai cepat tanggap dalam membantu para korban pascakebakaran.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Toto Asaan, yang turut hadir dan mendampingi para korban di lokasi pengungsian.

Menurutnya, selain kerugian materiil, kebakaran tersebut turut menyebabkan hilangnya berbagai dokumen administrasi penting milik korban.

“Banyak dokumen penting yang terbakar seperti sertifikat tanah, ijazah, KTP, KK, akta kelahiran, dan dokumen administrasi lainnya,” jelasnya.

Karena itu, Ahmad Talib meminta Kantor Pertanahan Kota Kupang dan instansi terkait lainnya untuk membantu mempercepat proses pengurusan dokumen milik korban kebakaran.

“Saya meminta pemerintah dan dinas terkait agar membantu pengurusan kembali dokumen korban kebakaran mulai dari sertifikat, ijazah, KTP, KK hingga akta kelahiran agar masyarakat bisa kembali mendapatkan hak administrasinya,” tegasnya.

Ia berharap seluruh korban kebakaran dapat segera memperoleh bantuan dan pendampingan sehingga dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa. *




Kunjungi MPP Kota Kupang, Wamen PANRB Soroti Pentingnya Pelayanan Publik Cepat dan Profesional

Kupang, nwartapedia.com – Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto menegaskan bahwa pelayanan publik yang cepat, profesional, dan responsif menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Mall Pelayanan Publik Kota Kupang pada Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam kunjungannya, Purwadi Arianto menilai kehadiran Mall Pelayanan Publik (MPP) mampu memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat melalui sistem pelayanan terpadu dan efisien.

Menurutnya, masyarakat yang datang ke kantor pemerintahan umumnya membawa persoalan yang membutuhkan solusi cepat dari pemerintah.

“Masyarakat datang itu membawa masalah, sehingga harus dilayani dengan baik. Pemerintah harus hadir memberikan solusi,” ujarnya.

Wamen PANRB menjelaskan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah dibangun melalui ketulusan dalam melayani dan kecepatan dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut pelayanan yang tulus harus dilakukan tanpa pamrih, sedangkan kecepatan pelayanan perlu ditunjang dengan sistem kerja yang efektif serta dukungan teknologi komunikasi yang memadai.

Selain itu, Purwadi Arianto juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam pelayanan publik.

Menurutnya, aparatur sipil negara harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan yang disiplin dan berkualitas.

“Kalau kita sudah tulus melayani, cepat merespon, dan taat SOP, maka itu akan menjadi teladan. Dari situlah kepercayaan masyarakat tumbuh,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan yang diterapkan di MPP Kota Kupang, termasuk pengembangan digitalisasi layanan untuk mempermudah masyarakat mengakses pelayanan pemerintah.

Meski demikian, ia mengingatkan agar transformasi digital tetap memperhatikan masyarakat yang belum sepenuhnya memahami teknologi.

“Digitalisasi itu penting, tetapi kita juga harus memastikan semua lapisan masyarakat tetap bisa mengakses layanan, termasuk yang belum familiar dengan teknologi,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wamen PANRB ke Kota Kupang.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Kupang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Kupang,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Kupang terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat melalui berbagai inovasi pelayanan berbasis digital dan peningkatan kualitas aparatur sipil negara. ***