Hadiri Rakor Pembangunan Kawasan Pulau Timor, Wali Kota Dorong Investasi Pertanian dan Inovasi Pengelolaan Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, hadir dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah se-Pulau Timor yang dipimpin oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Lakalena, S.Si., Apt., bertempat di Gedung VIP Pemda, Bandara El Tari Kupang, Senin (15/4).

Forum strategis ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Irjen Pol (Purn) Johanis Asadoma, para kepala daerah se-Pulau Timor, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, serta jajaran OPD dan stakeholder terkait.

Dalam arahannya, Gubernur Lakalena menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah sebagai pendekatan baru dalam pembangunan.

“Kita harus bangkit dari bawah dan membangun kawasan secara terpadu. Setiap daerah memiliki keunggulan yang harus dioptimalkan secara sinergis,” tegasnya.

Rakor ini juga membahas isu ketenagakerjaan, khususnya peluang pengiriman tenaga kerja ke luar negeri secara resmi dan terlatih.

Gubernur menyampaikan rencana penguatan pelatihan bahasa dan keterampilan bagi calon pekerja migran, mengadopsi pendekatan seperti yang dilakukan Filipina.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang menyampaikan kesiapan Kota Kupang untuk mendukung kemandirian pangan dengan membuka ruang investasi di sektor pertanian.

“Kami memiliki potensi lahan sawah seluas 419 hektare dan non-sawah 6.700 hektare. Pemerintah Kota siap menyediakan modal, kami hanya butuh mitra dari pelaku usaha atau pengelola MDG,” jelas dr. Christian.

Ia juga memaparkan program percepatan atau quick win yang telah disiapkan Pemkot Kupang dalam waktu 100 hari hingga 1 tahun ke depan.

Salah satunya adalah pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui pendistribusian 1.300 kontainer sampah di seluruh RT dan pembangunan TPST di enam kecamatan.

“Target kami, hanya 15 persen residu sampah yang berakhir di TPA Alak. Sisanya akan diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti bata dan bahan baku lainnya,” tegasnya.

Dalam sektor industri, Wali Kota menyoroti pabrik garam iodisasi di Penkase Oeleta yang mengalami kekurangan pasokan bahan mentah.

“Produksi kami 1,5 ton per hari, namun terkendala bahan baku. Kami sangat membuka peluang kerjasama dengan kabupaten atau pihak swasta,” tambahnya.

Kupang juga dinyatakan siap mendukung program pengiriman tenaga kesehatan ke luar negeri.

“Stok perawat kami cukup, dan kami siap berkolaborasi untuk penempatan tenaga ke Jepang dan Australia,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Christian memaparkan rencana revitalisasi taman kota, termasuk Taman Nostalgia, sebagai ruang ekonomi kreatif melalui program Sunday Market.

“Kami ingin taman hidup dengan aktivitas UMKM dan komunitas, bukan hanya taman pasif,” jelasnya.

Menutup pemaparannya, Wali Kota menekankan pentingnya percepatan birokrasi melalui kehadiran head desk di tingkat provinsi sebagai jembatan koordinasi dengan pusat.

Ia juga menyampaikan bahwa Kota Kupang sedang menjajaki peluang kerjasama dengan Kota Darwin, Australia, dalam bidang pendidikan dan tenaga kerja.

Rakor ini menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen rencana pembangunan kawasan Pulau Timor yang akan diajukan kepada Presiden RI sebagai peta jalan pembangunan lima tahun ke depan. ***




Rektor UPG David Selan: Ir. Teo Widodo, Sosok Panutan di Balik Upaya Penanganan Sampah Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com — Di tengah tantangan pelik penanganan sampah di Kota Kupang, sosok Ir. Teo Widodo hadir sebagai figur yang membawa angin segar dalam gerakan peduli lingkungan.

Dikenal luas sebagai pemerhati lingkungan yang aktif dan konsisten, Ir. Teo Widodo menjadi tokoh sentral dalam upaya mengubah pola pikir masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kiprahnya yang tak hanya berhenti pada tataran gagasan, namun diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, menjadikan Ir. Teo sebagai panutan lintas generasi.

Salah satu bentuk kontribusinya terlihat dalam kegiatan kolaboratif lintas sektor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.

Rektor Universitas PGRI (UPG) NTT, David Selan, M.Si., turut menyampaikan apresiasinya terhadap peran Ir. Teo Widodo.

“Beliau adalah inspirasi nyata dalam gerakan peduli lingkungan. Sosok seperti Ir. Teo mengajarkan kita bahwa perubahan dimulai dari keteladanan dan aksi nyata. Mahasiswa kami melihat beliau sebagai role model yang menginspirasi,” ujar Rektor UPG kepada media ini pada Selasa (15/04/2025).

Tak sedikit masyarakat yang merasakan langsung dampak dari kepemimpinan Ir. Teo dalam memobilisasi kesadaran kolektif.

“Bapa Theo adalah panutan. Kepeduliannya pada lingkungan dan masyarakat kecil bukan hanya wacana, tapi betul-betul nyata. Kami yang mengenal beliau pasti satu suara,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Kota Kupang.

Semangat kolaboratif dan pendekatan yang inklusif menjadikan Ir. Teo Widodo sebagai figur yang mampu menjembatani berbagai lapisan masyarakat dalam satu tujuan bersama: menciptakan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan lestari. Dedikasi serta konsistensinya menjadi dorongan penting bagi gerakan lingkungan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. ***




Pemkot Kupang Gelar Aksi Berbagi Kasih Sambut Paskah 2025: Wujud Nyata Kepedulian dan Inklusi Sosial

 

Kupang,nwartapedia.com — Dalam rangka menyambut Hari Raya Paskah 2025, Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah kembali menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial melalui kegiatan “Berbagi Kasih”.

Aksi sosial ini dilaksanakan pada Senin (14/4), dengan menyasar tiga panti asuhan di Kota Kupang, yakni Panti Asuhan Attin Namosain, Panti Asuhan Kasih Kupang, dan Panti Asuhan Bakti Luhur di Kelurahan Tuak Daun Merah.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Si., yang secara pribadi turut berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan. Selain menyerahkan bantuan konsumsi, Wakil Wali Kota juga mengajak anak-anak untuk menonton film di bioskop, yang seluruh biayanya ditanggung secara pribadi.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Djoni D. Bire, SH., Analis Kebijakan Ivan L. Mila Meha, S.STP., MM., serta para lurah dari Kelurahan Kelapa Lima dan Tuak Daun Merah.

Di setiap lokasi, Wakil Wali Kota disambut dengan hangat oleh para pengelola panti, termasuk Ketua Panti Asuhan Attin Namosain, Mansyur Keneng, dan Kepala Sekolah Plus Attin, Syarif Mamang, S.Pd.I.; Ketua Yayasan Panti Asuhan Kasih Kupang, Alexander de Fretes; serta Suster Agustina Alma selaku penanggung jawab Panti Bakti Luhur.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan salam dan pesan dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, serta mengajak anak-anak untuk terus bermimpi besar, disiplin, dan bertanggung jawab.

Ia turut membagikan kisah perjuangannya menjadi Wakil Wali Kota termuda dan perempuan pertama di Kota Kupang.

“Kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang, tetapi oleh ketekunan dan tanggung jawab,” ungkapnya memotivasi para santri di Panti Asuhan Attin.

Di Panti Asuhan Kasih Kupang, yang menampung 30 anak penyandang disabilitas, Serena memberikan pesan inspiratif tentang pentingnya percaya diri.

“Berbuat baiklah terus-menerus, karena kebaikan akan datang di waktu yang tepat. Do good and good will come to you,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Panti Bakti Luhur yang diasuh oleh para suster Kongregasi Alma.

Di sini, Wakil Wali Kota mentraktir 30 anak panti menonton film animasi Indonesia berjudul Jumbo. Film tersebut dipilih karena mengandung pesan kuat tentang keberanian menghadapi perundungan, pentingnya percaya diri, serta nilai persahabatan dan cinta keluarga.

“Film ini saya pilih karena saya ingin anak-anak belajar bahwa perbedaan bukan kekurangan. Kita semua punya keistimewaan masing-masing. Jika kita berani mencoba dan terus berbuat baik, kita bisa menjadi pahlawan dalam kehidupan kita sendiri,” kata Serena.

Suster Agustina Alma dari Panti Bakti Luhur mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dari Pemerintah Kota Kupang.

“Anak-anak sangat senang dan merasakan sukacita yang luar biasa. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ucapnya.

Senada dengan itu, Alexander de Fretes menilai kegiatan ini sangat membantu dalam membangkitkan semangat dan kepercayaan diri anak-anak penyandang disabilitas.

Melalui aksi ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan kembali bahwa Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momen untuk mewujudkan kasih, berbagi sukacita, dan merangkul sesama yang membutuhkan.

Kegiatan Berbagi Kasih menjadi simbol nyata komitmen Pemkot Kupang dalam membangun masyarakat yang inklusif dan penuh kepedulian. ***




Wali Kota Kupang Apresiasi Inisiatif FPK NTT dalam Aksi Peduli Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan dukungan dan apresiasi tinggi terhadap kegiatan peduli sampah yang diselenggarakan oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 13 April 2025.

Kegiatan ini dinilai sebagai wujud konkret kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan serta bentuk sinergi lintas sektor dalam menciptakan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang dan turut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius R. Lega, S.H., Ketua FPK NTT Theo Widodo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi kemasyarakatan seperti Kontak Kerukunan Sosial (K2S) dan Ikatan Keluarga Manggarai Raya, perwakilan sponsor, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang, serta puluhan relawan yang tergabung dalam gerakan peduli lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Kota Kupang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kebersihan. Saya yakin, dengan kolaborasi yang solid, persoalan sampah di kota ini dapat kita tangani secara tuntas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota memaparkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah menyusun peta jalan (roadmap) penanganan sampah yang komprehensif, dimulai dari tingkat rumah tangga. Setiap Rukun Tetangga (RT) akan difasilitasi dengan minimal satu unit tempat sampah berukuran besar yang akan diangkut secara rutin.

Sampah kemudian akan diproses di tempat penampungan sementara (TPS) tingkat kelurahan untuk dipilah berdasarkan jenisnya.

“Dengan sistem ini, hanya sekitar 15 persen dari total sampah yang akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selebihnya akan dikelola secara produktif di tingkat kelurahan dan kecamatan,” jelas dr. Widodo.

Rangkaian kegiatan peduli sampah yang digelar mencakup edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, pembagian tempat sampah kepada warga, serta kerja bakti massal di sejumlah titik, termasuk di sepanjang jalan dan pesisir Pantai Pasir Panjang hingga area depan Hotel Aston Kupang.

Ketua FPK NTT, Ir. Theo Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi nyata pihaknya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat semangat pembauran kebangsaan.

“Sebagai bentuk dukungan, FPK NTT menyerahkan 150 unit bak sampah kepada Pemerintah Kota Kupang. Ini merupakan langkah awal kami dalam mendukung penguatan sistem pengelolaan sampah di wilayah ini,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para sponsor dan pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap suksesnya pelaksanaan aksi peduli sampah tersebut. ***




SMPN 5 Kota Kupang Rayakan HUT ke-46, Wali Kota Serahkan Dukungan untuk Pendidikan dan Lingkungan

 

Kupang,nwartapedia.com  — UPTD SMP Negeri 5 Kota Kupang menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 yang berlangsung meriah di Gedung SMPN 5, Jalan Frans Seda, Kelurahan Kelapa Lima, Sabtu (12/4).

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang disambut hangat oleh keluarga besar sekolah.

Kehadiran Wali Kota disambut secara adat dengan pengalungan kain tenun khas NTT dan pertunjukan tarian Kataga serta tarian selamat datang.

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat rasa cinta dan kebanggaan terhadap almamater, serta membangun semangat kebersamaan dalam lingkungan pendidikan.

Acara berlangsung semarak dengan berbagai penampilan dari siswa, termasuk puisi, solo vokal, paduan suara, pidato berbahasa Inggris, hingga tarian kreasi. Puncaknya ditandai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan ucapan proficiat kepada seluruh civitas akademika SMPN 5 atas usia ke-46 tahun.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga marwah lembaga pendidikan dan menjadikan momen ulang tahun sebagai titik tolak kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Acara seperti ini bukan untuk gagah-gagahan, tetapi harus memberi manfaat. Ibarat kapal yang indah, ia harus berlayar menembus gelombang samudra,” kata dr. Christian.

Ia juga menekankan pentingnya ruang kreasi budaya dalam membentuk karakter generasi muda serta melestarikan nilai-nilai lokal.

Wali Kota turut memuji kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah, yang dinilainya mencerminkan semangat positif seluruh warga sekolah.

Lebih jauh, dr. Christian menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk menciptakan generasi unggul melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.

“Misi kita adalah menciptakan SDM unggul dan berkarakter. Ini hanya mungkin terwujud bila ditopang oleh fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memadai,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota juga menggarisbawahi pentingnya peran sekolah dalam mendukung program kebersihan kota.

Ia menyebutkan bahwa satgas kebersihan telah terbentuk dan akan didukung dengan pengadaan tempat sampah terpilah di lingkungan sekolah.

“Sekolah harus menyediakan tempat sampah hijau, kuning, dan merah sesuai jenisnya. Untuk masyarakat, kami juga telah menyiapkan kontainer sampah besar di tingkat RT,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota kembali menegaskan bahwa bersama Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, Pemerintah Kota Kupang akan terus hadir sebagai pelayan masyarakat. Sebagai bentuk dukungan,

Wali Kota juga menyampaikan bantuan untuk perbaikan lapangan olahraga SMPN 5.

Sementara itu, Kepala UPTD SMPN 5, Ferderik Miratade, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Wali Kota.

Ia menilai kehadiran orang nomor satu di Kota Kupang menjadi energi baru bagi seluruh elemen sekolah.

“Selama 46 tahun berdiri, kondisi lapangan olahraga kami belum banyak berubah. Bantuan ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan layanan pendidikan, termasuk pengembangan bakat olahraga,” ujarnya.

Terkait program kebersihan, Ferderik menegaskan komitmen sekolah untuk mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota Kupang. Sekolah telah mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah terpilah sebagai bagian dari budaya bersih. ***




Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Sosial untuk Rumah Ibadah GMIT Bet’el Oesapa Tengah

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dengan menyerahkan bantuan sosial bagi rumah ibadah.

Kali ini, bantuan diberikan kepada Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Bet’el Oesapa Tengah dalam sebuah ibadah Minggu Sengsara VII yang berlangsung khidmat pada Minggu pagi (13/4) di gedung gereja, Jalan Damai No. 05, Kampung Nelayan, Oesapa.

Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang turut hadir bersama sejumlah pejabat, antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Jhoni Bire, SH., Analis Kebijakan Ahli Muda Ivan Lenny Mila Meha, S.STP., M.M., dan Lurah Oesapa Tengah, Kiai Kia. Hadir pula para majelis jemaat, presbiter, tim Compassion International dari Prancis, serta seluruh jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengucapkan selamat ulang tahun ke-200 kepada Jemaat Bet’el Oesapa Tengah. Ia menyebut usia dua abad sebagai cerminan kasih Tuhan dan ketekunan iman jemaat dalam membangun pelayanan gereja.

“Dua ratus tahun bukan sekadar warisan iman, tetapi juga cerminan keteguhan dan kedisiplinan umat yang telah menjadi denyut nadi perkembangan gereja di Kota Kupang,” ungkap dr. Christian.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada tim Compassion International yang selama 17 tahun telah menjadi mitra pelayanan dalam mendampingi anak-anak jemaat melalui pendekatan holistik.

“I would like to thank you for walking together with us for the last seventeen years—helping us here, helping our children, working together with the Child Development Centre. Thank you from the bottom of my heart. It’s been an honour to have you here,” ujar Wali Kota dalam bahasa Inggris.

Sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap rumah ibadah, bantuan dana sebesar Rp50 juta diserahkan untuk mendukung aktivitas pelayanan gereja.

Wali Kota menegaskan, pemerintah hadir bukan hanya sebagai penguasa, melainkan pelayan bagi seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini saya datang membawa sedikit bantuan. Kami mohon maaf jika belum bisa memberikan secara maksimal. Tapi kami berharap bantuan ini dapat berkenan dan mendukung pelayanan di gereja ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah, Pdt. Nicodemus O.R. Lepat, menyambut hangat kehadiran Wali Kota dan menyebutnya sebagai bagian dari keluarga besar jemaat.

“Beliau bukan sekadar pemimpin, tetapi bagian dari keluarga besar Jemaat Bet’el Oesapa Tengah,” ujarnya.

Pdt. Nicodemus juga mengungkapkan bahwa dalam rangka perayaan HUT ke-200, pihaknya telah menggelar lomba vokal grup tingkat klasis se-Kota Kupang dan Kupang Timur.

Meski menjadi tuan rumah, jemaat Bet’el berhasil meraih juara kelima dan akan menyerahkan piala tersebut kepada gereja di hadapan Wali Kota.

Acara ditutup dengan pengalungan kain tenun khas NTT dan pemberian cinderamata kepada Wali Kota, dilanjutkan sesi foto bersama dan ramah tamah penuh kehangatan. ***




PAMI NTT Gandeng 18 Organisasi Kepemudaan Gelar Aksi Tanam 1.000 Pohon di Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pergerakan Anggota Muda IAKMI (PAMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menggandeng 18 organisasi kepemudaan untuk melaksanakan Gerakan Peduli Bumi dengan aksi tanam 1.000 pohon di sepanjang jalur Petuk, dari cabang jalur Liliba hingga Jembatan Petuk 1, Sabtu (12/04/2025).

Ketua PAMI Daerah Provinsi NTT periode 2024–2025, Devisari Dedu Ngara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan dan dukungan terhadap Pemerintah Kota Kupang.

“Kegiatan ini dinisiasi oleh PAMI atas motivasi dari Ketua IAKMI NTT dan disambut hangat oleh teman-teman dari berbagai organisasi kepemudaan. Ini adalah bentuk kepedulian kami anak muda terhadap bumi yang kita pijak. Kami akan terus bergerak dan berdampak,” ujar Devi, mahasiswa FKM Undana.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk Lurah Liliba, Persemaian Permanen Fatukoa milik BPDAS Benain Noelmina, serta organisasi-organisasi pemuda yang terlibat.

“Ini juga bentuk dukungan kami kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota. Tanaman ini akan menjadi saksi dukungan kami terhadap pemerintahan ini,” tambahnya.

Jo Klau, perwakilan GMNI Cabang Kupang, turut menyuarakan harapannya agar warga sekitar ikut menjaga keberlanjutan aksi ini.

“Kami mengajak warga sekitar untuk menjaga tanaman-tanaman ini. Minimal, jangan membakar lahan saat musim kemarau. Ini untuk kebaikan bersama,” tegas Jo.

Sementara itu, Tini, Ketua Mapala Undana, menyampaikan bahwa keterlibatan kaum muda merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

“Kami generasi milenial tidak takut turun ke lapangan. Ini bukti bahwa kami ingin melestarikan alam. Ini bagian dari tanggung jawab kami,” ujarnya.

Sekretaris IAKMI NTT, Vinsen Belawa Lemaking, SKM., M.Kes, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi atas semangat para pemuda dalam kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda ini. Ini bentuk dukungan nyata terhadap Pemerintah Kota Kupang. Walau belum bertemu langsung dengan Wali Kota, mereka telah membuktikan komitmennya, termasuk dalam isu penting seperti pengelolaan sampah,” tutur Lemaking, yang juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UCB.

Adapun beberapa organisasi yang terlibat antara lain Mahasiswa Sumba Tengah, KMK FISIP Undana, BLM FKM Undana, HIMATRI Kupang, Politani Sumba-Kupang, Pasola Student Kupang, dan Persatuan Mahasiswa Manggarai Kupang. ***




Wali Kota Kupang Gaungkan Gerakan Hijau dan Edukasi Pemilahan Sampah di Taman Nostalgia

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan bersih. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri kegiatan Penanaman Pohon dan Simulasi Edukasi Memilah Sampah di Taman Nostalgia, Kamis (27/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Kupang, pimpinan DPRD Kota Kupang, Ketua TP PKK Kota Kupang, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang.

Acara ini bertujuan untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui aksi nyata dan edukasi.

Dalam sambutannya, Wali Kota dr. Christian Widodo mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat pelantikan dirinya dan Wakil Wali Kota.

“Saat pelantikan, kami meminta masyarakat memberikan bibit pohon sebagai bentuk syukuran. Sebagian telah kami tanam di Kantor Wali Kota, dan sisanya hari ini kita tanam di sini,” ungkapnya.

Menurutnya, pohon-pohon yang ditanam bukan sekadar penghijauan, tetapi simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari program “Kupang Green and Clean”, yang bertujuan menciptakan kota yang lebih bersih, hijau, dan nyaman.

Lebih dari sekadar penanaman pohon, Wali Kota juga membeberkan rencana besar untuk Taman Nostalgia.

Pada tahun 2026, taman ini akan dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih lengkap dengan fasilitas seperti toilet bersih, taman bermain anak, arena skateboard, dan akses Wi-Fi gratis.

Selain gerakan hijau, acara ini juga menjadi momentum edukasi tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Wali Kota menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Kami telah membentuk Satgas Penanganan Sampah dan mulai mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa kecamatan. Langkah ini untuk memastikan bahwa 85% sampah bisa diolah langsung di tingkat kecamatan, sehingga hanya 15% yang berakhir di TPA,” jelasnya.

Untuk mendukung hal ini, Pemkot Kupang telah menyediakan kontainer pemilahan sampah di setiap RT.

Sampah organik akan diolah menjadi pupuk atau maggot, sementara sampah plastik akan didaur ulang menjadi bahan baku biji plastik.

Kegiatan ini ditutup dengan penanaman pohon bersama dan sesi ramah tamah, yang semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. ***




Wali Kota Kupang Kukuhkan Pengurus Dekranasda 2025-2030, Momen Penting Dorong UMKM dan Tenun Lokal 

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri acara Pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kupang Masa Bakti 2025-2030 yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (26/03).

Acara ini menjadi momentum penting dalam mendorong perkembangan industri kerajinan dan UMKM di Kota Kupang.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., Ketua Dekranasda Kota Kupang yang baru dilantik, Ny. dr. Widya Cahya, serta Penjabat Ketua Dekranasda sebelumnya, Ny. Angela Lusi Deran, S.Ak.

Selain itu, hadir pula para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah terkait, serta pengurus Dekranasda yang baru dikukuhkan.

Prosesi pengukuhan diawali dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan antara Ny. Angela Lusi Deran, S.Ak., dan Ny. dr. Widya Cahya. Serah terima ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Kupang selaku Ketua Pembina Dekranasda dan Wakil Wali Kota Kupang sebagai Penasehat Dekranasda.

Selain itu, dilakukan pula serah terima Memori Dekranasda sebagai landasan kesinambungan program kerja ke depan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan dan pengukuhan pengurus Dekranasda Kota Kupang Masa Bakti 2025-2030.

Dalam kepengurusan yang baru, Ny. dr. Widya Cahya resmi menjabat sebagai Ketua, didampingi oleh Ny. Angela Lusi Deran, S.Ak. sebagai Wakil Ketua, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang sebagai Ketua Harian.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan UMKM dan industri tenun lokal.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya bersama Gubernur NTT baru-baru ini melakukan kunjungan ke Jakarta untuk menjalin kerja sama dengan kementerian terkait dan Gubernur DKI Jakarta.

Salah satu hasil dari kunjungan tersebut adalah upaya memfasilitasi pemasaran produk tenun Kupang di Jakarta melalui pameran atau expo, tanpa membebani para pengrajin dengan biaya perjalanan yang tinggi.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah Kota Kupang akan membeli langsung kain tenun dari para pengrajin, tanpa perantara atau sistem titipan.

Ia juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Kupang untuk membeli tenun asli dari Dekranasda Kota Kupang guna mendukung kesejahteraan para perajin.

“Kita harus memastikan bahwa pengrajin kita mendapatkan manfaat secara langsung. Karena itu, saya ingin semua ASN di Kota Kupang membeli tenun dari Dekranasda. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para perajin,” tegas Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan Dekranasda agar organisasi ini tidak hanya sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Ia berharap dalam lima tahun ke depan, Dekranasda bisa menjadi pendorong utama dalam meningkatkan daya saing produk unggulan UMKM Kota Kupang.

“Dekranasda bukan hanya tentang seremoni atau kegiatan rutin. Ini adalah wadah yang harus benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Kupang. Kita harus bekerja lebih profesional, lebih inovatif, dan lebih berdampak,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama membangun Dekranasda sebagai bagian dari pembangunan Kota Kupang yang berkelanjutan.

Acara pengukuhan diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh pengurus baru, menandai dimulainya langkah baru Dekranasda Kota Kupang dalam memperkuat industri kerajinan dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah ini. ***




BGN Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di NTT, Pastikan Standar dan Manfaat Terjaga

 

Kupang,nwartapedia.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Tim Sistem dan Tata Kelola (Sistakol) telah menyelesaikan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini berlangsung pada 24-26 Maret 2025, dengan fokus utama memastikan bahwa dapur-dapur MBG beroperasi sesuai dengan standar dan prosedur BGN, baik dari aspek administrasi, kesiapan dapur, kualitas gizi, maupun dukungan dari yayasan dan mitra.

Tim Sistakol BGN yang dipimpin oleh RB. Nuriana Alim Putra, didampingi oleh Hurin Safira dan Raisha Azizahra S, mengunjungi sejumlah dapur MBG di Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu.

Selain mengevaluasi kesiapan dapur yang akan mulai beroperasi pada April 2025, kunjungan ini juga menjadi ajang diskusi dengan para mitra dan yayasan mengenai implementasi program di daerah.

Selama kunjungan, RB. Nuriana Alim Putra menekankan pentingnya standar BGN dalam setiap tahapan penyelenggaraan MBG, mulai dari infrastruktur dapur, proses persiapan makanan, hingga distribusi ke penerima manfaat.

“Kami ingin memastikan bahwa dapur-dapur MBG di NTT beroperasi sesuai standar BGN. Tidak hanya dari segi fisik bangunan dan alur kerja di dapur, tetapi juga memastikan bahwa makanan yang diterima anak-anak memiliki kandungan gizi yang optimal,” jelasnya.

Di sisi lain, Hurin Safira menegaskan bahwa setiap dapur wajib mengikuti SOP kesehatan dan gizi, dengan pendampingan langsung dari ahli gizi.

 “Kami mengingatkan agar ada komunikasi yang baik antara pengelola dapur dan tenaga gizi. Setiap bahan makanan yang diproses harus tetap bernilai gizi hingga sampai ke penerima manfaat,” katanya.

Selain pemantauan teknis, tim BGN juga berdiskusi dengan yayasan dan mitra di daerah untuk memahami tantangan serta peluang dalam pelaksanaan program MBG di wilayah NTT.

Tim Sistakol melakukan kunjungan ke berbagai dapur selama tiga hari, dimulai dari Kota Kupang yang mencakup dapur Kelapa Lima 1, Oesapa, Kelapa Lima 2, Oebobo 2, Oebobo 1, dan Alak.

Pada hari kedua, tim bergerak menuju Kabupaten TTS untuk meninjau dapur Soe Kota, kemudian ke Kabupaten TTU dengan mengunjungi dapur Naiola Bikomi Selatan, Yabiku, dan Maubesi Insana, sebelum akhirnya menutup hari dengan dapur Beirafu Kota Atambua di Kabupaten Belu.

Di hari ketiga, tim menyelesaikan evaluasi di Kabupaten Belu, dengan mengunjungi dapur Kuneru, Fatubenao, Motabuik, Kimbana, dan Raimanuk.

Para pengelola dapur dan mitra MBG menyambut baik kunjungan tim BGN, yang dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelancaran program di daerah.

Fatima Luan, pengelola dapur Fatubenao, mengaku antusias dengan evaluasi yang dilakukan langsung oleh tim BGN.

 “Kunjungan ini sangat berarti bagi kami. Pak Putra dan tim sudah melihat langsung kondisi dapur, memberikan masukan dan arahan agar kami bisa menyesuaikan dengan standar BGN. Kami siap melakukan perbaikan, terutama dalam alur proses kerja di dapur,” ujarnya.

Fatima juga menekankan bahwa MBG bukan hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat sekitar.

 “Kami sudah mulai mengajak warga untuk menanam sayur yang nantinya bisa dipasok ke dapur MBG. Selain itu, program ini jelas membawa manfaat bagi anak-anak dari segi gizi,” tambahnya.

Sementara itu, Januaria Ewalde Berek, mitra dapur Raimanuk, mengapresiasi dukungan BGN dalam menghadirkan dapur di wilayahnya.

“Kami baru mulai membangun dapur, dan program ini benar-benar akan bermanfaat bagi anak-anak kami, terutama mereka yang tinggal di perbatasan dengan Timor Leste. Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah, khususnya dari Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Kegiatan Monev ini juga didampingi oleh berbagai perwakilan terkait, seperti Fransiskus C. Teda (PIC dapur MBG se-Flores Raya), Kristo Tpoy (perwakilan SPPI NTT), Jim Sarmento (perwakilan mitra MBG Kota Kupang), dan Isidorus Lilijawa (tim media BGN zona NTT).

Dengan evaluasi ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terus berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak serta masyarakat di NTT.

#BGN #MakanBergiziGratis #NTT #MBG #GiziUntukAnak. ***