Wakil Wali Kota Kupang Hadiri Konferensi Pendidikan Indonesia di Jakarta

 

Jakarta,nwartapedia.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menghadiri kegiatan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) yang digelar di Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan sejumlah lembaga pendidikan serta pemerintah daerah.

Serena Francis dijadwalkan menjadi salah satu pembicara pada sesi kelima yang mengangkat tema “Berpihak Pada Anak”.

Sesi ini menjadi bagian dari rangkaian dialog yang bertujuan menggali praktik terbaik serta gagasan untuk memperkuat sistem pendidikan yang inklusif dan berpihak pada kepentingan anak.

Linda Effaria, staf Analisis Kebijakan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen RI), saat dihubungi dari Kupang, menjelaskan bahwa kehadiran Wakil Wali Kota Kupang merupakan bentuk komitmen daerah dalam mendukung transformasi pendidikan.

“KPI merupakan platform yang digagas oleh Lingkar Daerah Belajar (LDB) untuk mendorong kolaborasi dan menghubungkan ekosistem pendidikan antar daerah serta antara daerah dengan pusat,” jelas Linda.

“Tujuannya adalah berbagi ide, memetik pelajaran dari praktik, serta merancang dan menyelaraskan langkah untuk memperluas dampak lintas daerah.”tambahnya.

Lebih lanjut, Linda mengungkapkan bahwa setelah rangkaian kegiatan KPI berakhir, para partisipan akan difasilitasi untuk membentuk atau memperkuat Sekretariat LDB di wilayah masing-masing.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan di tingkat lokal.

“Ini penting agar perubahan pendidikan tidak berhenti di acara konferensi saja, tetapi terus berkembang dan mengakar di wilayah masing-masing di Indonesia,” tambahnya.

Menurut Linda, Lingkar Daerah Belajar hadir dengan keyakinan bahwa pemerataan kualitas pendidikan adalah jalan menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Pendidikan, katanya, tidak hanya berbicara tentang capaian di ruang kelas, tetapi juga tentang pembangunan kapasitas kolektif yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, kesehatan, sosial, dan lingkungan.

Konferensi Pendidikan Indonesia 2025 mengusung tema “Berdaya Bersama untuk Keberlanjutan Pendidikan yang Berpihak kepada Anak”, sebagai wujud nyata upaya bersama untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih adil dan merata di seluruh penjuru Indonesia.

(goe)




30 Pasangan Resmi Diberkati di Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Wali Kota Kupang Dapat Apresiasi Khusus

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sebanyak 30 pasangan suami-istri mengikuti pemberkatan nikah secara sakramental di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Kota Kupang, dalam sebuah misa syukur penuh sukacita, Rabu (14/5/2025).

Acara sakral ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang yang mendukung terselenggaranya pemberkatan massal tersebut. Kehadiran dan perhatian pemerintah kota mendapat apresiasi khusus dari perwakilan keluarga pengantin, Yoakim Asy.

“Atas nama 30 pasangan pengantin, para saksi, dan keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota dan seluruh jajarannya. Negara tidak hanya mengurus kesejahteraan warganya, tapi juga memperhatikan kehidupan spiritual mereka melalui ikatan perkawinan sakramental,” ungkap Yoakim dalam sambutannya.

Pemberkatan dipimpin oleh Pastor Paroki St. Fransiskus BTN Kolhua, RD. Dus Bone, Pr., didampingi para pastor dari berbagai paroki di Kota Kupang, seperti Paroki St. Yoseph Naikoten, Paroki St. Mathias Tofa, Paroki St. Familia Sikumana, Paroki St. Gregorius Oeleta, dan Paroki St. Joseph Pekerja Penfui. Turut ambil bagian pula para frater, suster, serta petugas liturgi dari masing-masing paroki, termasuk koor, lector, dan misdinar.

Momentum ini menjadi tonggak penting bagi para pasangan, yang kini sah sebagai suami-istri di hadapan Tuhan dan Negara.

Mereka juga secara resmi memperoleh hak-hak sipil berdasarkan Undang-Undang Administrasi Kependudukan No. 24 Tahun 2013, termasuk hak atas pencatatan dan akta perkawinan.

“Kami sangat bahagia hari ini. Senyum penuh syukur terlihat di wajah para pengantin baru, meskipun ada juga yang senyum tipis karena takut makeup-nya luntur,” ujar salah satu peserta, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga-keluarga dari latar belakang non-Katolik yang dengan kasih mendukung anggota keluarganya menerima Sakramen Perkawinan secara Katolik, bahkan mengikuti iman pasangan mereka.

Misa pemberkatan ini juga diwarnai pesan rohani yang mendalam, mengutip ajaran St. Ignatius dari Antiokhia dan St. Leo Agung tentang kesetiaan suami istri dan makna perkawinan sebagai lambang kasih Kristus terhadap Gereja-Nya.

Acara ditutup dalam suasana syukur dan harapan agar ke-30 pasangan yang berbahagia ini mampu membangun rumah tangga yang kokoh dalam iman, kasih, dan tanggung jawab bersama. ***




Pemkot Kupang Kembali Gelar Nikah Massal, 93 Pasangan Resmi Tercatat Secara Hukum

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Kupang kembali menyelenggarakan kegiatan nikah massal bagi pasangan suami istri (pasutri) yang telah menikah secara agama namun belum tercatat dalam administrasi negara.

Program tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 2003 ini bertujuan untuk membantu legalisasi pernikahan warga di mata hukum.

Pada tahun 2025 ini, tercatat sebanyak 93 pasangan mengikuti program nikah massal.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Jhoni Bire, menjelaskan bahwa pemberkatan dilakukan di beberapa gereja berbeda, sesuai latar belakang keagamaan masing-masing pasangan.

“Untuk tahun ini, kita nikahkan 93 pasangan. Di Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua ada 30 pasangan pada Rabu (14/5), di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) sebanyak 57 pasangan pada Kamis (15/5), dan enam pasangan lainnya di gereja-gereja denominasi pada hari berikutnya,” ungkap Jhoni saat ditemui di sela-sela acara yang berlangsung di Gereja Dt. Fransiskus dari Asisi BTN Kolhua pada Rabu (14/5/2025).

Pemkot Kupang menggandeng pihak gereja serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk mempermudah proses administrasi, terutama dalam pengurusan akta perkawinan.

Jhoni menyebutkan, selama ini banyak pasangan mengalami kendala dalam urusan adat dan administrasi, namun dengan kolaborasi ini, proses menjadi lebih mudah dan cepat.

“Semua pasangan kita fasilitasi, selama tidak ada hambatan. Biasanya ada kendala adat, tapi kita tetap proses semua berkas yang telah direkomendasikan oleh gereja,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada pasangan yang belum menikah secara resmi agar segera mengurus legalitas pernikahan mereka.

“Syaratnya hanya KTP dan KK Kota Kupang serta surat rekomendasi dari gereja. Kami siap bantu,” tambahnya.

Kepala Dispendukcapil Kota Kupang, Angela Tamo Inya Kadja, menuturkan bahwa pihaknya turut mendukung kegiatan ini dengan sistem jemput bola.

Setelah pasangan diberkati secara agama, pencatatan sipil langsung dilakukan di tempat, dan akta perkawinan diserahkan tanpa biaya.

“Kita fasilitasi penuh, mulai dari verifikasi, pencatatan hingga penerbitan akta. Untuk 30 pasangan di Gereja Katolik sudah kita selesaikan dan semua gratis tanpa pungutan,” jelas Angela.

Program nikah massal ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi para pasangan dan anak-anak mereka, serta mendukung tertib administrasi kependudukan di Kota Kupang. ***




Wali Kota Kupang Hadiri dan Beri Sambutan pada Nikah Massal di Gereja St. Petrus dari Asisi BTN Kolhua

 

Kupang,wartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan sambutan hangat dalam acara nikah massal tingkat Kota Kupang yang diselenggarakan di Gereja Katolik St. Petrus dari Asisi BTN Kolhua, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-139 Kota Kupang dan 29 tahun sebagai daerah otonom.

Acara yang digagas oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Kupang ini diikuti oleh 30 pasangan yang selama ini telah hidup bersama namun belum menikah secara sah.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kesra yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik, serta pihak Gereja Katolik yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

“Kami ingin supaya Pemerintah Kota Kupang hadir di tengah-tengah masyarakat. Tidak ada warga yang tertinggal, tidak ada keluarga yang terabaikan,” ujar dr. Christian pada Rabu (14/5/2025).

Ia menekankan bahwa otonomi bukan semata-mata tentang kewenangan, tetapi tentang kebijakan yang berpihak pada rakyat—seperti halnya program nikah massal ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan adanya pernikahan yang sah secara agama dan hukum, pasangan-pasangan tersebut kini dapat mengakses layanan administrasi kependudukan seperti pembuatan Kartu Keluarga, KTP, hingga layanan sosial dan kesehatan seperti BPJS.

“Pembangunan sebuah kota bukan hanya soal gedung tinggi atau jalan bagus, tapi juga tentang membangun keluarga yang sah dan sejahtera sebagai fondasi masyarakat,” katanya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi dalam membina rumah tangga.

Menurutnya, pernikahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan cinta, melainkan awal dari proses yang menuntut saling pengertian, keterbukaan, dan kesetiaan.

“Kita bisa dengan mudah membuat komitmen, tapi tantangan sebenarnya ada pada konsistensi. Tanpa komitmen, kita tidak bisa memulai. Tapi tanpa konsistensi, kita tidak bisa menyelesaikannya,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan prosesi pemberkatan bagi ke-31 pasangan, yang kini resmi menjadi suami-istri secara hukum dan agama.




Ferdian Murianto Lay Wie Bangga: Wali Kota Kupang Berbusana Adat Sabu di Karnaval Budaya APEKSI

 

Surabaya,nwartapedia.com — Suasana semarak mewarnai Karnaval Budaya Munas VII APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang digelar di Kota Surabaya.

Dalam parade budaya yang mempertemukan berbagai kekayaan adat dari seluruh Nusantara ini,

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo tampil mencuri perhatian bersama sang istri, dr. Widya Cahya, dengan mengenakan busana adat khas Sabu.

Tanggapan positif pun datang dari berbagai kalangan, termasuk Ferdian Murianto Lay Wie, tokoh muda asal Sabu.

Ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap pilihan busana Wali Kota Kupang tersebut.

“Sebagai orang Sabu, beta (saya. Red) sangat bangga. Pak Wali Kota, dalam kegiatan tingkat nasional seperti ini, mengenakan pakaian adat Sabu,”ujar Ferdian Murianto.

“Ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap budaya kami, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi tenun dan budaya Sabu di kancah nasional,” tambahnya.

Busana adat yang dikenakan dr. Christian dan istri memadukan unsur tenun ikat khas Sabu dengan sentuhan modern yang tetap menjaga keaslian motif dan filosofi budaya.

Kehadiran mereka menjadi representasi kuat keberagaman budaya Nusa Tenggara Timur di tengah gemerlapnya acara nasional tersebut.

Ferdian berharap, langkah Wali Kota Kupang ini dapat menginspirasi lebih banyak pemimpin daerah untuk mengangkat dan mempromosikan budaya lokal dalam forum-forum nasional dan internasional. (MI)




Yosep Lede Siap Pimpin DPD Pemuda Tani NTT, Dapat Sinyal Kuat dari DPP

 

Kupang,nwartapedia.com – Teka-teki mengenai siapa yang akan menahkodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menemui titik terang.

Nama Bupati Kupang, Yosep Lede, mencuat sebagai calon kuat untuk menduduki posisi strategis tersebut.

Dukungan terhadap Yosep datang langsung dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono, yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR RI.

Menanggapi sinyal dari DPP Pemuda Tani, Yosep Lede menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai Ketua DPD Pemuda Tani NTT.

“Saya siap menerima amanah yang diberikan oleh Ketua Umum DPP Pemuda Tani. Prinsipnya, saya tegak lurus dan satu komando dengan arahan pimpinan pusat,” tegas Yosep saat dikonfirmasi media, Rabu (8/5/2025).

Yosep yang juga kader tulen Partai Gerindra menilai bahwa keberpihakan partai terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani harus terus dikawal hingga ke tingkat daerah.

“Presiden Prabowo memberikan prioritas dan perhatian besar kepada perbaikan nasib petani. Sebagai kader Gerindra, saya siap mendukung kebijakan tersebut melalui wadah organisasi Pemuda Tani ini,” tambahnya.

Sementara itu, Caretaker Pengurus DPD Pemuda Tani NTT, Kristo Haki, membenarkan adanya dukungan dari DPP kepada Yosep Lede.

Kristo menyatakan bahwa kepengurusan saat ini siap mengamankan dan memfasilitasi proses transisi sesuai dengan aturan organisasi.

“Semangat Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia adalah agar kepengurusan di daerah dipimpin oleh sosok yang sevisi dengan pusat. Sosok Pak Yosep sangat representatif, selain menjabat sebagai Bupati, beliau juga kader Gerindra yang loyalitasnya tak diragukan,” jelas Kristo, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Pemuda Tani NTT.

Kristo menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif untuk mendukung proses peralihan kepengurusan dari pengurus lama ke struktur yang baru.

Dengan menguatnya dukungan dari pusat dan kesiapan dari daerah, besar kemungkinan Yosep Lede akan segera diumumkan secara resmi sebagai Ketua DPD Pemuda Tani NTT dalam waktu dekat. ***




Pengurus Karang Taruna Kota Kupang Resmi Dilantik, Wali Kota Tegaskan Pentingnya Aksi Nyata Pemuda

 

Kupang,nwartapedia.com – Pengurus Karang Taruna Kota Kupang periode 2025–2030 resmi dilantik oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pada Senin, 5 Mei 2025, di Lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang. Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pengucapan janji oleh seluruh pengurus.

Dalam momen pelantikan tersebut, Wali Kota Kupang secara simbolis menyerahkan Panji Karang Taruna Kota Kupang kepada Ketua terpilih, Feliks Roy Hendrigues.

Usai penyerahan panji, pengurus Karang Taruna Kota Kupang bersama Pemuda Lintas Agama melakukan deklarasi peduli sampah.

Deklarasi ini merupakan komitmen bersama untuk mendukung Pemerintah Kota Kupang dalam aksi peduli sampah dan menjaga lingkungan kota tetap bersih.

Ketua Karang Taruna Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Andre Ota, yang turut hadir dan memberikan sambutan, mengapresiasi pelantikan ini dan memberikan pesan penting kepada pengurus baru.

“Untuk menjadi Ketua Karang Taruna, seseorang harus memiliki jabatan setingkat atau satu tingkat di bawahnya. Bung Roy memenuhi syarat itu dan saya ucapkan selamat,” ungkapnya.

Ia juga mendorong pengurus baru untuk segera menyusun rencana kerja. “Kami harapkan pengurus Karang Taruna Kota Kupang sesegera mungkin menggelar rapat kerja dan menentukan program kerja ke depan,” tambah Andre.

Dalam kesempatan itu, Andre menegaskan bahwa susunan pengurus Karang Taruna Kota Kupang periode 2025–2030 dibentuk tanpa intervensi dari Wali Kota. “Tidak ada titipan orang-orang Pak Wali dalam struktur. Maka saya minta, jaga terus independensi itu,” tegasnya.

Sementara itu, dalam arahannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan harapan kepada para pengurus baru.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus lama yang telah bertugas. Kepada pengurus baru, saya ucapkan selamat. Saya tidak menitipkan satu orang pun, silakan tanya ke ketua terpilih,” ujar Wali Kota.

Ia menekankan pentingnya independensi organisasi dan aksi nyata dari para pemuda.

“Organisasi ini bukan untuk gagah-gagahan. Karang Taruna dibentuk untuk berdarah-darah menyelesaikan masalah sosial di Kota Kupang. Tunjukkan bahwa orang muda bisa berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Wali Kota juga berjanji akan mendukung Karang Taruna melalui anggaran pelatihan dan pendampingan, terutama bagi pelaku UMKM dan bengkel mandiri.

“Nanti akan kita anggarkan untuk pelatihan dan pendampingan. Yang punya bengkel atau UMKM akan kita bantu secara konkret,” pungkasnya. (MI)




Wali Kota Kupang Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting dan Gerakkan UMKM Lokal

 

Kupang,nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi dari jajaran Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (SPPG BGN), Jumat (2/5), di Ruang Kerja Wali Kota.

Pertemuan ini menjadi momentum perkenalan para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sekaligus pemaparan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah pusat.

Hadir dalam audiensi tersebut antara lain Adiyatman Bahauddin (Kepala Satuan Kelapa Lima 1), Christin Angela Manao (Kepala Satuan Kelapa Lima 2), Novita Agatha Nainupu (Kepala Satuan Alak), Noni Yulianti Kamlasi (Kepala Satuan Maulafa 1), serta Niken Ayu Respati Samiun, Indah Puspita Sari, dan Bendelina Rafael.

Mewakili tim, Christin Angela Manao menjelaskan bahwa program MBG dirancang untuk menjangkau kelompok rentan seperti anak-anak usia dini hingga remaja (TK hingga SMP), ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah dua tahun (baduta).

Program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menekan angka stunting secara nasional.

“Setiap dapur SPPG mampu menjangkau hingga 3.500 penerima manfaat. Dari jumlah itu, 10 persen dialokasikan khusus untuk ibu hamil, menyusui, dan baduta,” ungkap Christin.

Ia menambahkan, pendekatan program berbasis komunitas ini juga mendorong kemandirian ekonomi lokal melalui penggunaan bahan baku dari pelaku UMKM.

Wali Kota Kupang menyambut baik pemaparan tersebut dan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program MBG di wilayahnya.

Menurutnya, meskipun Pemerintah Kota Kupang tengah menghadapi keterbatasan anggaran dan fokus pada efisiensi belanja, pihaknya tetap berkomitmen memfasilitasi dan memperluas cakupan program tersebut.

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, kami siap bersinergi untuk menjalankan program ini. Tantangan stunting tidak bisa diatasi sendiri. Diperlukan kerja bersama dari seluruh elemen,” tegas dr. Christian Widodo.

Ia juga menekankan pentingnya aspek kebersihan dalam pelaksanaan program, khususnya dalam pengelolaan sampah dapur.

“Satuan SPPG perlu memastikan sampah terpilah dengan baik agar tidak menyulitkan petugas kebersihan dalam pengangkutan,” pesannya.

Menutup pertemuan, Wali Kota Kupang mengutip pepatah inspiratif sebagai pengingat pentingnya kolaborasi:

“Jika ingin cepat, berjalanlah sendiri; jika ingin jauh, berjalanlah bersama.”

Program MBG diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan generasi sehat dan kuat, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan di Kota Kupang. ***




Wali Kota Kupang Pimpin Upacara Hardiknas 2025, Tegaskan Komitmen Bangun SDM Unggul dan Berkarakter

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Bertempat di Buoyant Montessori School, upacara ini menjadi simbol komitmen Pemkot Kupang dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai pondasi pembangunan manusia.

Dalam arahannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan upacara, serta menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya ditandai oleh infrastruktur, tetapi juga kualitas manusia yang menghuninya.

“Membangun kota berarti membangun manusia yang tinggal di dalamnya. Dan membangun manusia berarti membangun pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.

Wali Kota memaparkan sejumlah capaian penting dalam dunia pendidikan di Kota Kupang:

Tingkat partisipasi PAUD meningkat dari 54,8% menjadi 55,9%, Partisipasi jenjang SD naik dari 92% menjadi 93%.

Rasio guru dan murid yang ideal: 1 guru untuk 8–9 murid. Rata-rata lama sekolah: 11,64 tahun. Harapan lama sekolah: 16,44 tahun. Tingkat kelulusan SD dan SMP dua tahun terakhir: 100%.

Wali Kota mengutip pepatah Latin “Ubi Concordia, Ibi Victoria” – di mana ada persatuan, di situ ada kemenangan – sebagai semangat kolaborasi antar elemen dalam mendukung kemajuan pendidikan.

Kabar baik datang dari sektor tenaga pendidik: dari total 1.700 guru calon PPPK, lebih dari 1.300 telah memperoleh Nomor Induk Pegawai (NIP) dan segera menerima SK pengangkatan serta gaji. Wali Kota menegaskan bahwa proses percepatan pencairan hak para guru menjadi prioritas.

Dalam upacara ini, juga dilakukan penandatanganan kerja sama CSR antara Pemkot Kupang dan KB Bank yang diwakili oleh Direktur Compliance and Risk KB Bank, Dodi Widjajanto. CSR tersebut mencakup dua unit motor pengangkut sampah dan 10 unit kontainer sampah berkapasitas 660 liter.

“Kalau kita ingin bergerak cepat, kita bisa bergerak sendiri. Tapi jika ingin melangkah jauh, kita harus melangkah bersama,” ujar Wali Kota.

Acara dilanjutkan dengan Penyerahan hadiah lomba untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang.

Launching Mata Pelajaran Pendidikan Lingkungan sebagai mata pelajaran wajib dalam Kurikulum Muatan Lokal.

Peluncuran Buku “7 Kebiasaan Anak PAUD Indonesia”.

Wali Kota menutup sambutannya dengan pesan menyentuh kepada para guru:

“Tanpa komitmen, Anda tidak bisa memulai. Tapi tanpa konsistensi, Anda tidak bisa mengakhiri.”

Upacara Hardiknas 2025 menjadi refleksi bersama bahwa pendidikan adalah kunci menciptakan generasi unggul yang akan membawa Kota Kupang menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing. **




Wakil Wali Kota Kupang Lantik Pengurus Baru PMI Kota Kupang Masa Bakti 2025–2030

 

Kupang,nwartapedia.com — Semangat kemanusiaan mengisi udara Kota Kupang hari ini saat Wakil Wali Kota Kupang secara resmi melantik Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang masa bakti 2025–2030.

Pelantikan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan dedikasi, mencerminkan komitmen kuat PMI sebagai mitra sejati Pemerintah Kota Kupang dalam misi kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang menegaskan pentingnya peran PMI yang tidak hanya hadir saat terjadi bencana atau perang, tetapi juga aktif dalam menyediakan darah, melayani masyarakat, dan membangun kesiapsiagaan bencana melalui pembentukan Sekolah Siaga Bencana.

“Peran PMI sungguh luar biasa. Mereka bukan hanya hadir saat terjadi perang atau bencana alam, tetapi juga secara aktif menyediakan darah dan memberikan pelayanan kemanusiaan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelantikan ini merupakan hasil musyawarah yang mencerminkan sinergi antara pemerintah dan PMI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, yang menekankan pentingnya kerja sama dalam penyelenggaraan tugas-tugas kemanusiaan.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus PMI yang baru dilantik. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Wakil Wali Kota menyampaikan tiga harapan penting kepada pengurus baru PMI Kota Kupang:

1. Pegang Teguh Prinsip Kemanusiaan
Pengurus diimbau untuk menjalankan tugas berdasarkan tujuh prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

2. Jalin Kolaborasi Luas
PMI diharapkan membangun hubungan harmonis dengan pemerintah, DPRD, serta lembaga negara dan non-pemerintah guna memperkuat program kerja.

3. Perluas Jaringan dan Rekrut Relawan Muda
Pengurus diminta memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan, serta aktif merekrut relawan muda sebagai agen perubahan.

Dalam semangat “to govern is to serve”, Wakil Wali Kota mendorong seluruh pengurus untuk melayani masyarakat dengan hati, tanpa pamrih, dan menjadikan pengabdian sebagai kekuatan moral utama.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota menekankan bahwa PMI Kota Kupang memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Kota Kupang sebagai Kota Kasih—rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Kebersamaan dan solidaritas sosial disebutnya sebagai fondasi penting dalam membangun kota yang tangguh dan peduli.

“Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Kebersamaan adalah kunci dalam misi kemanusiaan,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan di internal PMI serta merancang program-program kemanusiaan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Markas PMI Kota Kupang, Melianus Lasi, membacakan susunan Pengurus PMI Kota Kupang Masa Bakti 2025–2030, berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 02/Sk/Org/03.03.01/IV/2025, sebagai berikut:

Ketua: dr. Bill B. R. Mandala

Sekretaris: dr. Virgin Mary Grace Seran

Bendahara: Marce Rusmiyati, SE., MM

Wakil Ketua I Bidang Organisasi, PMR & Relawan: Chatharina Ameli Maley, S.Kom., Lisjatim Monika Sinlae, S.Pd., MM

Wakil Ketua II Bidang Pendidikan dan Pelatihan: Alfred A. Lakabela, S.Pd., M.Pd., Tomas Aquino Huwa, ST

Wakil Ketua III Bidang Pelayanan Sosial & Kesehatan Masyarakat: Fepyani T. Feoh, S.Kep., Ns., M.Kep., Abdullah Amin

Wakil Ketua IV Bidang Penanggulangan Bencana & Logistik: Elsje W. A. Sjioen, S.Sos., M.Si., Satría A. Nenotek, S.Ak

Wakil Ketua V Bidang Kemitraan & Sumber Daya: Nikodemus Kale, S.Sos., Yuninda A. Lulan, S.Pd., M.Pd

Wakil Ketua VI Bidang Promosi, Humas, Publikasi & Umum: Matheos Kuas, S.Sos., Mohammad A. A. Jalil, SH., MM.

Dengan susunan pengurus baru ini, PMI Kota Kupang diharapkan semakin solid, profesional, dan siap menjadi garda terdepan dalam berbagai misi kemanusiaan di Kota Kasih. (MI)