Fontein Gerakkan Warga Peduli Sampah, Gereja dan Sekolah Minggu Diajak Terlibat

Kupang, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan mulai diperkuat Pemerintah Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Warga, gereja hingga sekolah minggu diajak bersama-sama mengambil peran dalam mengatasi persoalan sampah.

Ajakan tersebut disampaikan dalam sosialisasi pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan yang digelar di Kantor Lurah Fontein, Rabu (2/9/2026).

Plt. Lurah Fontein, Iwan Taklai, mengatakan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Menurutnya, perubahan harus dimulai dari masyarakat dan lingkungan masing-masing.

“Harapan kita, kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi. Kita ingin ada gerakan nyata dari masyarakat. Sedikit demi sedikit, kita mulai dari lingkungan masing-masing,” ujar Iwan.

Ia mengakui, capaian kebersihan Fontein dalam penilaian terakhir mengalami penurunan. Kondisi tersebut, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk kembali membangun lingkungan yang bersih dan tertata.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Joseph Leonard Kale, ST., M.Si, mendorong gereja untuk ikut menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan.

Menurutnya, pesan menjaga kebersihan tidak cukup hanya disampaikan dari mimbar gereja, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk melibatkan anak-anak sekolah minggu.

Salah satu gagasan yang didorong yakni mengajak anak-anak mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomi, kemudian ditimbang dan dicatat melalui bank sampah.

Dengan cara ini, anak-anak dapat belajar menjaga lingkungan sekaligus mengenal manfaat ekonomi dari sampah.

Ketua LPM Fontein, Jhoni Mandolang, juga menyoroti sejumlah lahan kosong dan kawasan sekitar sungai yang masih membutuhkan perhatian.

Ia berharap pemerintah kelurahan, masyarakat dan pemilik lahan dapat membangun komunikasi untuk bersama-sama menjaga kebersihan.

Dalam kegiatan tersebut, Kelurahan Fontein juga mendorong penguatan bank sampah dan rencana pembentukan forum bank sampah sebagai wadah koordinasi antar-RT.

Gerakan ini diharapkan melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari warga, RT/RW, gereja, sekolah minggu, pemuda, komunitas hingga dunia usaha.

Dengan kolaborasi tersebut, kepedulian terhadap sampah diharapkan tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi menjadi kebiasaan bersama untuk menciptakan Fontein yang lebih bersih dan nyaman. (MI)




Wali Kota Kupang Christian Widodo Turun Langsung Cek Plafon Rusak di SMPN 2

Kupang, nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung mengecek kondisi plafon yang rusak di UPTD SMP Negeri 2 Kota Kupang, Selasa (1/9/2026).

Peninjauan dilakukan setelah adanya laporan terkait kondisi plafon sekolah yang dinilai berpotensi membahayakan siswa dan guru.

Didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., serta Kepala UPTD SMP Negeri 2 Kota Kupang, Naomi Kore Doko, S.Pd., Christian melihat sejumlah bagian plafon yang rusak dan masih bergelantungan.

Ia langsung meminta pihak sekolah mengamankan bagian tersebut agar tidak jatuh dan mencederai warga sekolah.

“Sekarang juga bersihkan. Jangan sampai kena orang. Kalau tidak ada tangga, pinjam di Rujab,” tegas Christian.

Menurutnya, keselamatan di lingkungan sekolah harus menjadi prioritas dan tidak boleh menunggu hingga terjadi kecelakaan.

Christian juga meminta pihak sekolah melakukan pembenahan terhadap berbagai fasilitas yang rusak paling lambat satu bulan, termasuk fasilitas sederhana seperti gagang pintu.

“Jangan dianggap remeh. Ini kelihatannya kecil, tapi bisa mempengaruhi mood belajar peserta didik,” ujarnya.

Untuk perbaikan plafon yang bersifat mendesak, Pemkot Kupang akan mengupayakan penganggaran melalui APBD Perubahan 2026.

Christian meminta Dinas Pendidikan dan PUPR segera menghitung kebutuhan anggaran serta teknis perbaikannya.

“Ini yang urgen kita masukkan dalam perubahan. Dinas Pendidikan dan PUPR hitung kebutuhannya,” katanya.

Christian menegaskan, sekolah harus menjadi ruang belajar yang aman, nyaman dan layak bagi seluruh siswa.

Usai meninjau kondisi sekolah, Wali Kota juga menyempatkan diri menyapa para siswa dan guru yang menyambut kedatangannya dengan antusias. **




Perumdam Kota Kupang Gandeng LPPM UNWIRA Dorong Riset untuk Perbaikan Layanan Air Bersih

Kupang,nwartapedia.com  – Perumda Air Minum Kota Kupang dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) menjajaki kerja sama riset untuk mendukung pembenahan dan peningkatan pelayanan air bersih di Kota Kupang.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Selasa (1/9/2026).

Kepala LPPM UNWIRA, Dr. Yulianti Paula Bria, S.T., M.T., Ph.D., bersama tim diterima langsung Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa.

Yulianti mengatakan, LPPM UNWIRA melihat terdapat ruang kolaborasi yang cukup luas dengan Perumda, khususnya dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan kebutuhan air bersih.

Menurutnya, riset dapat diarahkan pada sejumlah persoalan, seperti tata kelola air bersih, dampak ketersediaan air terhadap masyarakat, hingga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

“Dengan kerja sama ini, LPPM UNWIRA bisa mendukung berbagai agenda yang berkaitan dengan air bersih, baik dalam kaitannya dengan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Yulianti.

Ia menjelaskan, langkah berikutnya adalah membangun komunikasi dengan Pemerintah Kota Kupang untuk mendorong terwujudnya Memorandum of Understanding (MoU) antara UNWIRA dan Pemerintah Kota Kupang.

Setelah MoU terealisasi, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PK) antara LPPM UNWIRA dan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam melakukan kajian dapat memberikan sudut pandang akademis yang dibutuhkan Perumda.

“Kami sangat berterima kasih karena ini adalah langkah yang bagus, di mana LPPM UNWIRA memberikan ruang kolaborasi dengan Perumda Air Minum Kota Kupang,” kata Isidorus.

Ia mengatakan, kajian akademis dapat menjadi bahan masukan bagi Perumda dalam mengevaluasi tata kelola sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Perumdam Kota Kupang sangat membutuhkan masukan-masukan dan kajian-kajian dari pihak LPPM, misalnya dalam hal riset yang berkaitan dengan tata kelola air bersih Kota Kupang,” ujarnya.

Isidorus menambahkan, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada kajian akademis, tetapi dapat memberikan rekomendasi yang aplikatif bagi Perumda.

Dengan demikian, hasil riset dapat menjadi salah satu dasar untuk melakukan pembenahan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas cakupan jaringan air bersih di Kota Kupang.

“Kami menyambut baik niat dan upaya LPPM UNWIRA untuk membangun kerja sama ini. Harapannya, kajian yang dilakukan benar-benar relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.




PT Pembangunan Sehat Sejahtera Serahkan Pengelolaan Air Belo Sejahtera ke Perumda Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Pengelolaan infrastruktur air bersih di Perumahan Belo Sejahtera resmi dialihkan dari PT Pembangunan Sehat Sejahtera kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Pengalihan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Pembangunan Sehat Sejahtera dan Perumda Air Minum Kota Kupang di Kantor PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Selasa (1/9/2026).

CEO PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Bobby Lianto, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah untuk memastikan pelayanan air bagi penghuni perumahan dapat dikelola secara lebih profesional.

“Harapannya semakin profesional dan airnya tersedia, sehingga masyarakat tidak kesulitan,” ujar Bobby.

Ia menjelaskan, saat ini sekitar 200 unit rumah telah memiliki sambungan air dan jumlah tersebut berpotensi bertambah hingga sekitar 250 unit seiring perkembangan kawasan.

Bobby menilai pengelolaan air lebih tepat ditangani Perumda karena pelayanan air merupakan bidang utama perusahaan daerah tersebut. Sementara pihak developer dapat lebih fokus pada pembangunan dan pengembangan kawasan perumahan.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan developer menjadi salah satu cara memperluas akses pelayanan air minum kepada masyarakat.

“Kita bersyukur dan berterima kasih karena melalui kolaborasi ini kita bisa mendapatkan akses untuk melayani masyarakat,” kata Isidorus.

Ia memastikan sejak 1 September 2026, pengelolaan air di Perumahan Belo Sejahtera menjadi tanggung jawab Perumda Air Minum Kota Kupang.

Sebelum pengalihan, Perumda telah melakukan survei lokasi serta sinkronisasi data dan kondisi jaringan bersama pihak developer.

“Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membenahi pelayanan yang mungkin masih kurang dan meningkatkan pelayanan yang sudah ada,” ujarnya.

Isidorus juga meminta warga segera menyampaikan laporan apabila terjadi gangguan pelayanan, kerusakan jaringan maupun persoalan pada pipa. Perumda, kata dia, memiliki mekanisme pengaduan untuk memastikan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti.

Dalam kerja sama tersebut, infrastruktur yang dikelola Perumda meliputi dua sumur bor, dua pompa submersible, dua panel listrik, dua reservoir atau tandon berkapasitas 5.000 liter, jaringan perpipaan dalam kompleks perumahan serta sambungan rumah pada seluruh unit rumah.

Isidorus menambahkan, kerja sama dengan Belo Sejahtera juga diharapkan menjadi awal bagi kolaborasi pengelolaan air dengan sejumlah kawasan perumahan lainnya di Kota Kupang.

“Kalau masih ada developer lain yang ingin berkolaborasi, kami terbuka. Tujuannya agar pelayanan air minum semakin maksimal dan semakin banyak warga yang bisa kami layani,” pungkasnya. (MI)




Hemat Anggaran, Pemkot Kupang Kucurkan Rp100 Juta untuk Gereja YMY Liliba

Kupang, nwartapedia.com  – Hasil efisiensi anggaran Pemerintah Kota Kupang kembali diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Kali ini, Pemkot Kupang memberikan hibah sebesar Rp100 juta untuk mendukung penyelesaian pembangunan Gereja Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba, Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri ibadah di Gereja YMY Liliba, Minggu (30/8/2026).

Hibah diterima secara simbolis oleh RD. Yonas Kamlasi, S.Fil., M.M., bersama Ketua Dewan Pastoral Stasi sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Gereja YMY Liliba, Zakarias Saka Muru.

Christian mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari hasil efisiensi anggaran Pemkot Kupang. Penghematan dilakukan melalui pengendalian belanja operasional, termasuk perjalanan dinas dan tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas baru.

“Hasil penghematan anggaran ini kami kumpulkan dan dialokasikan kembali untuk membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di Kota Kupang,” kata Christian.

Menurutnya, efisiensi anggaran bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi memastikan uang negara kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan pembangunan Kota Kupang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter dan kehidupan sosial masyarakat.

“Pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Rumah ibadah menjadi salah satu tempat penting untuk membangun karakter masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja YMY Liliba, Zakarias Saka Muru, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkot Kupang.

Ia mengatakan bantuan Rp100 juta tersebut akan digunakan untuk mendukung pekerjaan tahap akhir pembangunan gereja, terutama pemasangan plafon dan pengecatan.

“Kedatangan ini merupakan kali kedua Bapak Wali Kota hadir langsung mendukung tempat kami. Bantuan Rp100 juta ini sangat berarti untuk menyelesaikan tahap akhir,” ujar Zakarias.

Romo Yonas Kamlasi juga mengapresiasi dukungan pemerintah. Menurutnya, perhatian tersebut menunjukkan adanya semangat berjalan bersama antara pemerintah dan gereja dalam membangun masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Christian mengajak umat YMY Liliba mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores serta terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. ***




Lurah Kuanino Rehabilitasi TPS dan Pasang Imbauan Jam Pembuangan Sampah

Kupang, nwartapedia.com – Kelurahan Kuanino terus memperkuat penanganan sampah dan kebersihan lingkungan melalui rehabilitasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sudah tidak layak serta pemasangan papan imbauan mengenai jam pembuangan sampah.

Lurah Kuanino, Sem Tse, S.Pi, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kelurahan Kuanino dalam menangani persoalan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang tetap bersih dan tertata.

“Agenda kami di dalamnya menghimbau warga terkait jam buang sampah juga merehab TPS yang sudah tidak layak sebagaimana tindak lanjut dari komitmen kami menjaga kebersihan di Kelurahan Kuanino,” ujar Sem Tse kepada media ini pada Jumat (28/8/2026).

Sem Tse menjelaskan, salah satu langkah utama yang dilakukan Kelurahan Kuanino adalah merehabilitasi kembali TPS yang kondisinya sudah tidak layak.

Rehabilitasi tersebut dilakukan agar fasilitas pembuangan sampah dapat kembali berfungsi dengan baik dan mendukung upaya penataan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, keberadaan TPS yang layak menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan sampah, terutama di wilayah Kuanino yang berada di kawasan dengan aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Selain merehabilitasi TPS, Kelurahan Kuanino juga memasang papan imbauan mengenai jam pembuangan sampah pada enam titik TPS.

Pemasangan papan imbauan tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat agar membuang sampah sesuai waktu yang telah ditentukan sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di TPS maupun lingkungan sekitarnya.

“Sebagai komitmen saya terhadap prioritas penanganan sampah yang merupakan prioritas utama, maka kami telah melakukan langkah sebagai berikut, di antaranya memasang papan imbauan jam membuang sampah di enam titik TPS di Kelurahan Kuanino,” jelasnya.

Sem Tse menegaskan, upaya menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, program tersebut dilaksanakan bersama aparat kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ketua RW, ketua RT dan masyarakat.

“Hal ini kami lakukan sebagai langkah maju bersama semua aparat Kelurahan, LPM, Ketua RW/RT dan warga masyarakat dalam memerangi sampah dan menjaga lingkungan yang tetap bersih,” katanya.

Ia menyadari bahwa sebagai kawasan yang berada di pusat keramaian, aktivitas masyarakat di Kelurahan Kuanino tidak terlepas dari persoalan sampah.

Karena itu, menurutnya, selain menyediakan dan memperbaiki fasilitas TPS, kesadaran masyarakat dalam mematuhi waktu pembuangan sampah juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan.

“Walaupun di tengah pusat keramaian sudah tentu tidak terluputkan dari aktivitas warga yang pasti tidak terlepas dari yang namanya sampah,” pungkas Sem Tse. (MI)




Tingkatkan Kemampuan Pegawai, Perumdam Kota Kupang Gelar Pelatihan Water Meter Tester Portable

Kupang, nwartapedia.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kota Kupang terus meningkatkan kemampuan pegawai melalui pelatihan penggunaan water meter tester portable.

Pelatihan yang berlangsung di Kantor Perumdam Kota Kupang, Rabu (26/8/2026), tersebut diikuti pegawai yang memiliki tugas dan fungsi berkaitan dengan pemeriksaan serta pelayanan meter air pelanggan.

Peserta berasal dari Bagian Teknik, Bagian Hubungan Langganan, dan Satuan Pengawasan Intern (SPI).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pegawai agar mampu menggunakan water meter tester portable secara tepat dalam melakukan pemeriksaan meter pelanggan.

Direktur Perumdam Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., mengatakan pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi pegawai untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman, terlebih perangkat water meter tester portable merupakan alat baru yang mulai digunakan di lingkungan Perumdam Kota Kupang.

“Pelatihan ini sangat penting. Saya minta semua peserta untuk mengikutinya dengan baik, sehingga alat ini bisa digunakan dan berdampak untuk meningkatkan pelayanan Perumdam Kota Kupang,” ujar Isidorus.

Menurutnya, peningkatan kemampuan pegawai dalam mengoperasikan perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung pemeriksaan meter secara lebih akurat dan presisi.

Selain meningkatkan kompetensi pegawai, penggunaan alat ini juga diharapkan membantu Perumdam Kota Kupang dalam memperoleh hasil pembacaan meter pelanggan yang lebih tepat serta mendukung upaya mengurangi Non-Revenue Water (NRW).

Pelatihan menghadirkan Saefudin dari PT Widya Makmur Bandung sebagai pemateri. Ia menjelaskan bahwa water meter tester portable dapat membantu petugas mengetahui tingkat akurasi meter sekaligus mempermudah proses pemeriksaan di lapangan.

“Alat ini pada dasarnya sangat berguna untuk Perumdam. Semoga selama masa pemakaian alat ini, kinerja perusahaan semakin baik dan tingkat akurasi pembacaan meter semakin optimal,” jelas Saefudin.

Ia mengatakan, perangkat tersebut telah tersertifikasi dan memiliki masa berlaku selama lima tahun. Karena bersifat portable, alat tersebut dapat dibawa dengan mudah oleh petugas untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi.

Dalam pelatihan, pegawai mendapatkan materi mengenai cara penggunaan alat, termasuk pemeriksaan kecepatan aliran air, volume, dan tekanan.

Setelah menerima materi, peserta langsung mengikuti praktik penggunaan water meter tester portable di lapangan. Pada hari pertama, simulasi dilakukan di Zona Pelayanan Penfui, Liliba, dan Kelapa Lima.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, mulai 26 hingga 27 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, Perumdam Kota Kupang berharap kemampuan pegawai dalam menggunakan perangkat pemeriksaan meter semakin meningkat sehingga dapat menunjang pelayanan kepada pelanggan secara lebih efektif, akurat, dan profesional. **




Genap Dua Tahun Jadi Wakil Rakyat, Ahmad Talib Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Genap dua tahun menjalankan amanah sebagai wakil rakyat dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Kupang, khususnya warga di daerah pemilihan Kota Raja dan Kota Lama.

Ahmad Talib mengungkapkan apresiasi tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Atas nama pribadi, saya menyampaikan banyak limpah terima kasih kepada Bapak, Ibu, basodara, keluarga, seluruh sahabat dan teman-teman,” ujar Ahmad Talib kepada media ini pada Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, menjadi wakil rakyat merupakan sebuah amanah dari masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Karena itu, dirinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat serta mengawal berbagai program pemerintah yang berdampak langsung bagi warga.

Ia juga mengakui masih terdapat harapan dan kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat direalisasikan selama dua tahun masa pengabdiannya.

“Jika masih ada yang belum bisa terealisasi atau harapan masyarakat yang belum bisa terpenuhi, saya mohon dimaafkan. Semoga dalam sisa tiga tahun ini saya bisa terus berjuang mengawal program-program pemerintah untuk masyarakat Kota Kupang,” katanya.

Ahmad Talib menegaskan, dirinya terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat. Menurut dia, kritik merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Saya sebagai wakil rakyat sangat siap untuk dikritik atau menerima masukan dari masyarakat terkait hal-hal yang menjadi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterbukaan dan kejujuran menjadi prinsip penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan informasi secara terbuka mengenai hal-hal yang dapat maupun belum dapat diperjuangkan.

“Kritikan adalah sebuah masukan yang harus kita terima sebagai wakil rakyat. Apa yang bisa kita lakukan, kita harus berkata jujur, dan apa yang tidak bisa kita lakukan, kita juga harus terbuka kepada masyarakat,” pungkas Ahmad Talib.

Memasuki tiga tahun sisa masa pengabdiannya, Ahmad Talib berharap dapat terus membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperjuangkan aspirasi warga Kota Kupang, khususnya masyarakat di wilayah Kota Raja dan Kota Lama. **




Wali Kota Kupang Christian Widodo Antar Langsung Bantuan Rp635 Juta untuk Korban Gempa Flores

Labuan Bajo, nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menunjukkan kepedulian langsung kepada masyarakat terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Kota Kupang pada Selasa (25/8/2026).

Christian menempuh perjalanan dari Kupang menuju Flores untuk memastikan bantuan tersebut diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sekitar pukul 15.00 WITA, Christian tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Di lokasi tersebut, ia langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak gempa.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai. Setelah menempuh perjalanan darat sekitar empat jam melalui jalur berliku, Christian tiba sekitar pukul 21.00 WITA.

Meski perjalanan berlangsung hingga malam, Christian kembali mendatangi posko dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak gempa di Ruteng.

Dalam satu hari, dua wilayah menjadi tujuan kunjungan kemanusiaan Wali Kota Kupang, yakni Labuan Bajo pada sore hari dan Ruteng pada malam hari.

Total bantuan yang disiapkan Pemerintah Kota Kupang mencapai Rp635 juta. Dana tersebut terdiri dari Rp500 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) serta sekitar Rp135 juta dari donasi aksi sosial dan kontribusi ASN Pemerintah Kota Kupang.

Bantuan tersebut diarahkan untuk masyarakat terdampak gempa di enam kabupaten di Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Christian mengatakan, bantuan tersebut bukan hanya soal nilai anggaran, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas dan persaudaraan masyarakat Kota Kupang dengan warga Flores yang sedang menghadapi bencana.

“Kita ingin membangkitkan semangat kepedulian dan kemanusiaan agar kita bergotong royong. Walaupun kita tidak ikut merasakan saat bumi mengguncang, kita ingin menyampaikan bahwa basodara dong tidak sendiri. Ketong selalu ada bersama,” kata Christian.

Menurutnya, bencana tidak boleh membuat masyarakat merasa berjalan sendiri. Solidaritas dan kepedulian harus terus dibangun tanpa melihat batas wilayah administratif.

“Sebuah wilayah mungkin memiliki batas, bencana mungkin memiliki titik lokasi, tetapi rasa kemanusiaan tidak pernah mengenal batas wilayah,” ujar Christian.

Kehadiran langsung Wali Kota Kupang di Labuan Bajo dan Ruteng menjadi pesan bahwa Pemerintah Kota Kupang bersama masyarakatnya ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara mereka di Flores.

Dari Labuan Bajo hingga Ruteng, perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kupang memastikan bantuan kemanusiaan hadir langsung bagi masyarakat terdampak gempa Flores. **




Lurah Kuanino Fokus Benahi Sampah, TPS Rusak dan Sampah Berserakan Jadi Perhatian

Kupang, nwartapedia.com – Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian utama Lurah Kuanino, Sem Tse, S.Pi, dalam menjalankan program kerja 90 hari sejak dilantik pada 10 Agustus 2026.

Sem Tse mengatakan, pembenahan kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari upaya mendukung program strategis Pemerintah Kota Kupang.

Salah satu fokusnya adalah memastikan tempat pembuangan sementara (TPS) dapat berfungsi dengan baik dan masyarakat memiliki tempat membuang sampah yang layak.

Hal itu disampaikan Sem Tse saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, di Kelurahan Kuanino terdapat sejumlah TPS yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Namun, beberapa TPS mengalami kerusakan sehingga perlu mendapat perhatian dan pembenahan.

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana TPS yang ada bisa dimaksimalkan. Ada beberapa tempat yang kondisinya sudah rusak dan tidak layak, sehingga perlu kami benahi kembali,” ujar Sem Tse.

Ia menambahkan, pihak kelurahan terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan dengan RT dan RW maupun ketika aparat kelurahan turun langsung ke masyarakat.

Namun, persoalan tidak berhenti pada ketersediaan TPS. Sem Tse mengakui masih ditemukan sampah yang kembali berserakan setelah dibuang di TPS.

Menurutnya, terdapat sampah yang sebelumnya telah dipilah, tetapi kemudian dibongkar kembali sehingga kondisi di sekitar TPS menjadi tidak tertata.

Karena itu, Kelurahan Kuanino akan berupaya menata kembali sistem pengelolaan sampah, termasuk mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Ke depan kami ingin ada penataan yang lebih baik. Kalau sampah sudah dipilah, nantinya bisa diatur sehingga sampah yang masih bisa dimanfaatkan dapat diambil oleh kelompok atau masyarakat yang bergerak di bidang pengelolaan sampah,” jelasnya.

Sem Tse menegaskan, pembenahan pengelolaan sampah membutuhkan kerja sama antara pemerintah kelurahan, RT/RW, dan masyarakat.

Dengan dukungan semua pihak, ia berharap program 90 hari kerja dapat memberikan perubahan nyata terhadap kebersihan lingkungan di Kelurahan Kuanino. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Kuanino, J.E. Djaha Tang, mengatakan pihaknya telah menerima bantuan 14 kontainer sampah untuk mendukung pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Sebanyak 6 kontainer berasal dari kecamatan, sedangkan 8 kontainer lainnya merupakan bantuan dari DLHK.

Kontainer tersebut telah disebarkan ke sejumlah titik berdasarkan hasil kesepakatan bersama RT dan RW.

“Kontainernya sudah kami sebarkan ke titik-titik yang sudah disepakati bersama para RT dan RW,” ungkapnya.

Selain menempatkan kontainer, pihak kelurahan bersama RT dan RW juga berencana melakukan rehabilitasi TPS di RT 16 melalui swadaya masyarakat.

Rehabilitasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi TPS sekaligus membuat kawasan di sekitarnya lebih tertata.

Setelah TPS diperbaiki, sejumlah kontainer yang berada di bagian belakang lokasi juga akan ditata kembali.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah yang berserakan dan membuat masyarakat lebih nyaman saat membuang sampah. (MI)