Wali Kota Kupang Tekankan Profesionalisme dan Integritas Saat Lantik Pejabat Baru

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, dan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada setiap aparatur sipil negara bukan sekadar posisi formal dalam struktur birokrasi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

“Jabatan bukan seremoni semata, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Christian Widodo.

Ia menjelaskan, proses pelantikan pejabat kali ini melalui tahapan yang cukup panjang, termasuk mekanisme administrasi dan pertimbangan teknis dari pemerintah pusat. Jumlah pejabat yang dilantik juga cukup besar, termasuk hampir 60 kepala sekolah.

Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa komitmen di awal jabatan harus dibuktikan melalui konsistensi kerja, disiplin, serta kemampuan menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

“Komitmen mudah disampaikan, tetapi konsistensi dalam bekerja itulah yang menentukan hasil,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan perlunya perubahan pola kerja birokrasi dari pendekatan reaktif menjadi sistematis dan berkelanjutan. Pemerintah, kata dia, tidak boleh hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi harus membangun sistem yang mampu mencegah masalah terulang kembali.

“Kita harus meninggalkan pola kerja tambal sulam dan mulai membangun sistem yang kuat serta efektif,” katanya.

Christian Widodo menilai birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang tetap berjalan baik meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Karena itu, pembangunan sistem kerja menjadi prioritas utama dalam reformasi pemerintahan Kota Kupang.

Di hadapan para pejabat yang dilantik, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan menghindari budaya saling menyalahkan dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan.

“Setiap persoalan adalah tanggung jawab bersama. Yang dibutuhkan adalah kerja sama dan solusi, bukan saling menyalahkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai landasan utama dalam pelayanan publik. Menurutnya, integritas tercermin dari sikap jujur dan tetap berbuat benar meskipun tanpa pengawasan.

“Integritas diuji ketika seseorang memiliki kewenangan dan dihadapkan pada berbagai pilihan,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh pejabat untuk menghadirkan inovasi dalam bidang masing-masing, baik melalui pembenahan pelayanan, percepatan kerja, maupun kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Inovasi tidak selalu harus besar. Langkah kecil yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat juga merupakan kemajuan,” katanya.

Menutup arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang membutuhkan aparatur yang bekerja dengan sungguh-sungguh, loyal terhadap tugas, serta memiliki semangat melayani masyarakat.

“Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi saya menuntut kesungguhan dalam bekerja,” pungkasnya.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah secara profesional, menjaga kepercayaan publik, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (MI)




Wali Kota Kupang Resmikan D’Alexa Arena, Siapkan Ruang Prestasi dan Kebangkitan Ekonomi Warga Alak

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka D’Alexa Arena Mini Soccer Field di Penkase, Kecamatan Alak, Senin (27/4/2026).

Kehadiran fasilitas olahraga modern tersebut dinilai bukan sekadar tempat usaha baru, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda serta penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada pengelola, khususnya David dan Yafet Homa, yang telah berinvestasi di Kota Kupang dengan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh manajemen D’Alexa Arena. Kehadiran usaha seperti ini membantu pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Christian Widodo.

Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga memiliki dampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Selain menjadi pusat aktivitas olahraga, tempat tersebut juga menjadi wadah membangun karakter anak muda melalui nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas.

“Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah tempat usaha, tetapi meresmikan wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi positif, mengembangkan bakat, dan membentuk mental juara,” katanya.

Christian menilai D’Alexa Arena berpotensi menjadi tempat lahirnya atlet-atlet muda berbakat dari Kota Kupang yang nantinya dapat berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.

“Mungkin dari lapangan ini akan lahir pemain-pemain hebat yang kelak membawa nama Kota Kupang di ajang PON maupun kejuaraan lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung momentum perayaan HUT ke-140 Kota Kupang dan 30 tahun otonomi daerah. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Kupang hari ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu dan seluruh masyarakat.

“140 tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun dengan pengorbanan, kerja keras, cinta, dan kebersamaan. Karena itu, kemajuan kota ini adalah hasil kontribusi banyak orang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan nasional yang baru diraih Kota Kupang sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia berdasarkan sejumlah indikator pembangunan.

“Prestasi ini bukan karena wali kotanya hebat, tetapi karena doa, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat Kota Kupang,” tegasnya.

Sementara itu, CEO D’Alexa Arena sekaligus Anggota DPRD Kota Kupang, Yafet Homa, mengatakan pembangunan arena olahraga tersebut dilatarbelakangi minimnya fasilitas olahraga representatif di Kota Kupang.

“Kami ingin menyediakan tempat terbaik bagi generasi muda agar mereka punya ruang berlatih, bertanding, dan mengembangkan potensi di bidang olahraga,” ujar Yafet.

Ia menjelaskan, kawasan D’Alexa Arena akan terus dikembangkan dengan tambahan berbagai fasilitas pendukung, termasuk area hiburan dan pusat UMKM agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat sekitar.

“Ini bukan hanya lapangan mini soccer, tetapi kawasan yang akan berkembang menjadi pusat aktivitas olahraga, hiburan, dan ekonomi warga,” jelasnya.

Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas olahraga, serta warga sekitar. Pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Kupang. (MI)




Wali Kota Kupang Resmi Buka Talkshow HKI dan Luncurkan Inovasi Daerah Gelang Nona 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan Talkshow Edukasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Klinik Konsultasi Pendaftaran Hak Cipta, serta peluncuran Inovasi Daerah Gelang Nona Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Senin (27/4/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan, kreativitas, dan gagasan yang lahir dari proses panjang.

“Hari ini kita tidak hanya bicara tentang kekayaan intelektual, tetapi kita sedang bicara tentang kehormatan sebuah ide. Sebab ide tanpa perlindungan akan mudah diambil orang lain,” ujar Christian Widodo.

Menurutnya, setiap karya dan inovasi yang lahir bukan sekadar produk, melainkan bukti perjuangan manusia untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan hukum melalui hak cipta, paten, dan berbagai instrumen HKI lainnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari gagasan besar, namun sering muncul dari ide sederhana yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Inovasi bukan soal seberapa besar idenya, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi banyak orang,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, akademisi, hingga masyarakat umum untuk berani berinovasi dan menciptakan karya baru demi kemajuan Kota Kupang.

“Masa depan kota ini tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki sekarang, tetapi oleh apa yang bisa kita ciptakan esok hari,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Christian Widodo juga menyampaikan perhatian khusus terhadap peran Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Kupang sebagai motor penggerak inovasi daerah.

Ia berjanji akan menambah dukungan anggaran bagi lembaga tersebut mulai perubahan APBD Tahun 2026.

“Saya ingin Litbang menjadi yang terdepan, karena pembangunan tanpa kajian itu sulit berjalan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Kepala Bapelitbangda Kota Kupang, Ir. Solvie Y.H. Lukas, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran hukum masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan pendaftaran hak cipta dan paten atas karya ASN, inventor, inovator daerah, maupun pelaku usaha kreatif di Kota Kupang.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan Hari Otonomi Daerah ke-30.

Adapun rangkaian acara meliputi talkshow edukasi HKI, layanan konsultasi dan pendampingan pendaftaran hak cipta serta paten, serta peluncuran resmi Kompetisi Inovasi Daerah Gelang Nona Tahun 2026.

Dengan mengusung tema Melindungi Inovasi, Menguatkan Daya Saing Kreatif, Pemerintah Kota Kupang berharap lahir semakin banyak inovasi daerah yang mampu meningkatkan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing Kota Kupang ke depan. (MI)




Kota Kupang Jadi Lokasi Uji Publik Pembelajaran STEM Nasional

Kupang,nwartapedia.com  — Kota Kupang dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan uji publik praktik pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kajian nasional pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Melalui Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP), Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kemdikdasmen saat ini tengah menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan pendidikan, sekaligus mengidentifikasi praktik baik pembelajaran STEM di satuan pendidikan.

Ketua tim uji publik, Tatik Soroeida, mengatakan masukan dari berbagai pihak sangat penting untuk memastikan kebijakan yang disusun benar-benar responsif terhadap kondisi riil di lapangan.

“Masukan dari berbagai pemangku kepentingan memiliki peranan penting agar kebijakan yang dihasilkan relevan. Selain itu, kami juga mengidentifikasi serta mendokumentasikan praktik baik pembelajaran STEM yang telah diterapkan di satuan pendidikan untuk dapat diadaptasi oleh sekolah lain dengan karakteristik serupa,” ujar Tatik dari Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Uji publik dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/5/2026) pukul 08.30–17.00 WITA di Hotel Harper Kupang.

Kegiatan akan dikemas dalam bentuk diskusi kelompok terpumpun (DKT) yang dibagi ke dalam dua sesi, yakni kelompok kepala sekolah dan kelompok guru.

Pendekatan ini dirancang agar masing-masing peserta dapat menyampaikan pandangan dan pengalaman secara lebih leluasa sesuai peran mereka dalam implementasi pembelajaran STEM.

Dinas Pendidikan Kota Kupang turut dilibatkan dalam kegiatan ini, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari panitia daerah yang bertugas mendukung

kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Peserta yang diundang terdiri atas kepala sekolah dan dua guru dari sejumlah SD dan SMP terpilih di Kota Kupang.

Sebelum mengikuti kegiatan, para guru diwajibkan mengisi instrumen pembelajaran STEM secara daring paling lambat 3 Mei 2026.

Selain itu, setiap satuan pendidikan diminta membawa dokumen perencanaan pembelajaran STEM yang telah diterapkan, meliputi instrumen penilaian, rubrik, hasil evaluasi, serta dokumentasi proses pembelajaran.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada Rabu (6/5/2026) ke Sekolah Lentera Harapan Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, tim Kemdikdasmen akan mengamati secara langsung penerapan pembelajaran STEM di kelas, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, termasuk penyesuaiannya dengan konteks lokal.

Tim Kemdikdasmen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Ihya Ulumuddin, Tatik Soroeida, Voni Damayanti, dan Raisya Rahmatia.

Melalui uji publik ini, pemerintah berharap memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi pembelajaran STEM di berbagai daerah, sekaligus memperkuat kebijakan pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(goe)




Bobby Lianto Hadiri Festival Budaya HUT Kota Kupang, Apresiasi Semangat Keberagaman

Kupang, nwartapedia.com  –  Usai menghadiri dan melantik Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao beserta jajaran pengurusnya, Bobby Lianto langsung kembali ke Kota Kupang untuk mengikuti Pawai Festival Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Kupang ke-140, Sabtu (25/4/2026).

Bobby Lianto yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PSMTI Pusat serta Ketua Dewan Pakar PSMTI Kota Kupang hadir bersama rombongan dalam kegiatan budaya yang dipusatkan di Kota Kupang tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bobby memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang dinilainya berhasil menghadirkan konsep baru melalui pawai budaya dengan menampilkan beragam etnis yang hidup dan berkembang di Kota Kupang.

“Ini sebuah gagasan yang sangat baik. Kita tahu Kota Kupang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama. Festival ini mencerminkan kuatnya toleransi antar etnis dan umat beragama di Kota Kupang,” ujar Bobby Lianto.

Menurutnya, Kota Kupang merupakan miniatur keberagaman di Nusa Tenggara Timur bahkan Indonesia, karena mampu menjaga hubungan harmonis antar masyarakat di tengah perbedaan yang ada.

Ia menilai semangat persatuan dan kebersamaan yang terus dirawat menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan daerah, kesejahteraan masyarakat, serta terciptanya suasana damai di ibu kota Provinsi NTT tersebut.

Bobby juga berharap Festival Budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkenalkan kekayaan budaya Kota Kupang kepada masyarakat luas.

Pada pawai kali ini, PSMTI Kota Kupang yang didominasi para generasi muda turut ambil bagian dengan menampilkan atraksi dua barongsai serta tarian budaya yang memukau para hadirin dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Kupang, Bobby Lianto yang juga Ketua Umum KADIN NTT dijadwalkan kembali melanjutkan agenda organisasi dengan melantik pengurus KADIN Kabupaten Sabu Raijua pada Senin (27/4/2026). (MI)




Wali Kota Kupang Resmi Buka Karnaval Budaya Perdana, Gaungkan Persatuan dalam Keberagaman

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi membuka Karnaval Budaya Kota Kupang yang digelar meriah di Bundaran Tirosa, Sabtu (25/4/2026) malam.

Kegiatan spektakuler tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan HUT ke-30 Otonomi Daerah.

Di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara, Christian Widodo menegaskan bahwa karnaval budaya bukan sekadar hiburan atau parade semata, melainkan momentum untuk merayakan identitas Kota Kupang sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan.

“Malam ini kita tidak hanya merayakan sebuah parade, tetapi merayakan identitas kita bersama. Kita merayakan jiwa Kota Kupang, yaitu keberagaman dan kolaborasi yang harmonis,” ujar Christian Widodo dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Kupang justru menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah, bukan sebagai penghalang maupun pemisah antarwarga.

“Keberagaman bukan jarak pemisah, tetapi jembatan yang menyatukan kita. Karena itu tema malam ini adalah Harmoni dalam Keberagaman,” katanya.

Menurut Christian, harmoni bukan berarti semua harus sama atau seragam, melainkan hidup berdampingan dalam keseimbangan dengan tetap menghargai keunikan masing-masing.

“Kita tidak bisa menyamakan semua orang, tetapi kita bisa hidup bersama dalam damai, saling menghormati, dan saling menguatkan,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Christian juga menyebut Kota Kupang sebagai miniatur Indonesia dan miniatur Nusa Tenggara Timur, karena dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku, agama, dan etnis yang selama ini hidup rukun.

Ia mengungkapkan, Karnaval Budaya tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan sepanjang sejarah 140 tahun Kota Kupang.

Kegiatan tersebut lahir dari aspirasi berbagai komunitas budaya yang ingin menampilkan kekayaan tradisi mereka kepada masyarakat luas.

“Banyak komunitas yang ingin menampilkan pakaian adat, tarian, dan budaya mereka, tetapi belum memiliki panggung yang tepat. Maka malam ini kami hadirkan ruang itu,” jelasnya.

Christian berharap karnaval budaya ini dapat menjadi agenda tahunan kebanggaan Kota Kupang sekaligus warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Saya bermimpi beberapa tahun ke depan acara ini menjadi event besar yang ditunggu-tunggu masyarakat. Bahkan wisatawan dari berbagai daerah datang ke Kupang untuk menyaksikannya,” ujarnya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Christian menilai kegiatan tersebut juga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama sektor UMKM dan industri kreatif.

“Hari ini penjual kain tenun, penyewa pakaian adat, make up artist, hingga pelaku UMKM ikut merasakan manfaatnya. Artinya budaya juga bisa menggerakkan ekonomi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Christian turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kota Kupang atas dukungan dan kebersamaan dalam membangun kota.

“Kalau Kota Kupang hari ini bercahaya, itu bukan karena pemimpinnya, tetapi karena lilin-lilin kecil yang menyala di rumah warga, di RT, RW, kelurahan, kecamatan, dan komunitas-komunitas masyarakat,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Kota Kupang sebagai warisan leluhur sekaligus titipan bagi generasi masa depan.

“Kita tidak hanya hidup di Kota Kupang, tetapi kita hidup untuk Kota Kupang,” pungkasnya. (MI)




Komunitas Beta Bersih Dorong 51 Kelurahan Berlomba Ciptakan Lingkungan Bersih di Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Satgas Lomba Kupang Bersih sekaligus Ketua Komunitas Beta Bersih, Irsan Dardana, menyampaikan perkembangan program lomba kebersihan antar kelurahan usai upacara peringatan HUT ke-140 Kota Kupang dan HUT ke-30 Otonomi Daerah di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, program tersebut telah resmi diluncurkan oleh Wali Kota Kupang pada 27 Februari 2026 dan kini telah memasuki tahapan penilaian oleh tim dewan juri.

“Program ini sudah berjalan dan saat ini masuk proses penilaian. Ketua tim dewan juri Bapak Ahmad Likur yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang bersama tim telah melakukan penilaian pada bulan Maret, dan direncanakan penilaian lanjutan kembali pada Juni dan Juli,” ujar Irsan Dardana kepada media ini

Ia menjelaskan, hasil lomba nantinya akan diumumkan pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Adapun sistem penilaian difokuskan pada kondisi kebersihan lingkungan di setiap kelurahan, mulai dari kebersihan trotoar, aliran sungai, hingga tempat pembuangan sementara (TPS).

“Poin utama penilaian adalah hasil nyata di lapangan. Jadi bukan hanya program di atas kertas, tetapi bagaimana lingkungan benar-benar bersih dan tertata,” jelasnya.

Lomba ini diikuti seluruh 51 kelurahan di Kota Kupang, sehingga seluruh wilayah secara otomatis menjadi peserta.

Ia menambahkan, dibanding tahun sebelumnya, kriteria penilaian kini diperketat dan lebih menitikberatkan pada hasil kerja pemerintah kelurahan, RT, RW, serta partisipasi masyarakat.

“Kalau dulu kriterianya umum, sekarang lebih dipertajam pada hasil yang dicapai. Tim juri turun langsung melihat kondisi di lapangan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Komunitas Beta Bersih menyediakan total hadiah sebesar Rp100 juta bagi enam kelurahan terbaik, yakni juara 1, 2, 3 serta harapan 1, 2, dan 3.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa komunitasnya tidak terlibat dalam proses penilaian. 

Seluruh mekanisme penjurian sepenuhnya diserahkan kepada tim independen dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang.

“Untuk penilaian, kami tidak ikut campur. Semua diserahkan kepada tim dewan juri dari DLHK agar objektif dan profesional,” tegasnya.

Ia berharap lomba ini mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, bukan semata demi meraih juara, tetapi untuk menciptakan budaya bersih yang berkelanjutan.

“Harapan kami, masyarakat antusias menciptakan lingkungan bersih di wilayah masing-masing. Bukan hanya memenangkan lomba, tetapi membangun budaya bersih demi mewujudkan Kota Kupang yang bersih, indah, dan asri,” tutupnya. (MI)




DLHK Kota Kupang Terima 22 Motor Sampah, Dorong Warga Aktif Pilah Sampah dari Rumah

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menerima bantuan 22 unit motor sampah dari Wali Kota Kupang dalam rangka peringatan HUT ke-140 Kota Kupang dan HUT ke-30 sebagai daerah otonom, Sabtu (25/4/2026).

Kepala DLHK Kota Kupang, Matheos Maahury, menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan didistribusikan ke setiap kelurahan guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.

“Sebanyak 22 unit motor sampah ini akan disalurkan ke kelurahan-kelurahan, sehingga penanganan sampah bisa lebih cepat dan efektif,” ujarnya kepada media ini usai kegiatan.

Ia menegaskan, selain peningkatan sarana, peran serta masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kebersihan kota. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Sampah yang memiliki nilai ekonomis bisa dimanfaatkan melalui bank sampah, bahkan dapat ditukar dengan nilai tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis masyarakat akan sangat membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Kupang juga merencanakan pembangunan tambahan fasilitas TPST guna meningkatkan kapasitas pengolahan sampah.

Lebih lanjut, Matheos Maahury mengungkapkan bahwa capaian kebersihan Kota Kupang terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan penilaian terbaru, nilai kebersihan kota telah mencapai 58,10 dan menunjukkan tren positif.

“Kita optimistis ke depan bisa meraih penghargaan Adipura. Tinggal kita tingkatkan lagi melalui kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, tokoh agama, maupun sektor swasta,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kerja sama dan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat.

“Kalau kami berjalan sendiri tentu tidak mampu. Tapi jika kita bergerak bersama, maka kebersihan Kota Kupang bisa terwujud dengan baik,” tutupnya. (MI)




Perumda Air Minum Siap Perluas Layanan, Apresiasi Kinerja Pemkot di HUT ke-140 Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Momentum peringatan HUT ke-140 Kota Kupang dan HUT ke-30 sebagai daerah otonom dimaknai sebagai dorongan untuk meningkatkan pelayanan publik, khususnya di sektor air bersih.

Hal tersebut disampaikan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, usai mengikuti upacara yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Sabtu (25/4/2026).

Ia menilai, dalam kurun waktu sekitar satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, berbagai capaian telah menunjukkan arah pembangunan yang positif dan patut diapresiasi.

“Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas yang ditunjukkan oleh pimpinan daerah bersama seluruh jajaran menjadi fondasi penting bagi kemajuan Kota Kupang,” ujar Isidorus Lilijawa.

Menurutnya, semangat perayaan hari jadi kota tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Perumda Air Minum Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk mendukung program prioritas Pemerintah Kota Kupang, khususnya dalam mewujudkan visi “Kupang Berkualitas” melalui peningkatan layanan air bersih.

“Kami fokus pada perluasan cakupan pelayanan dengan menambah jaringan distribusi, sehingga lebih banyak masyarakat dapat menikmati akses air bersih yang layak,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, upaya pengembangan layanan akan diperkuat melalui rencana penyertaan modal guna mendorong investasi dan peningkatan infrastruktur.

“Dengan dukungan tersebut, kami optimistis dapat memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan masyarakat dalam memastikan pelayanan air minum berjalan optimal dan merata.

“Ke depan, kami yakin dengan sinergi yang kuat, pelayanan air bersih di Kota Kupang akan semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (MI)




Wali Kota Kupang Ajak Warga Perkuat Kebersamaan di HUT ke-140 Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, Christian Widodo memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-140 Kota Kupang dan HUT ke-30 sebagai daerah otonom yang berlangsung di Lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Christian Widodo engajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri perjalanan panjang Kota Kupang yang telah mencapai usia 140 tahun.

Ia menegaskan bahwa usia tersebut bukanlah perjalanan singkat, melainkan penuh dengan tantangan, pengorbanan, serta kerja keras seluruh elemen masyarakat.

“Sudah sepantasnya kita panjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat-Nya kita bisa hadir bersama merayakan hari bersejarah ini. 140 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh cerita, tantangan, dan harapan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa otonomi daerah yang telah berjalan selama 30 tahun harus dimaknai bukan sekadar kewenangan, tetapi sebagai upaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

“Memerintah itu adalah melayani. Otonomi daerah harus menjadi jalan untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada momentum peringatan tahun ini, Pemerintah Kota Kupang juga mencatat sejarah baru dengan akan digelarnya karnaval budaya untuk pertama kalinya.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat identitas budaya sekaligus mendorong pariwisata daerah.

Selain itu, Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,7 persen, peningkatan layanan publik, perbaikan infrastruktur jalan, serta kemajuan di sektor kebersihan dan sanitasi.

Ia turut mengungkapkan bahwa Kota Kupang baru saja meraih penghargaan nasional di bidang Strategic Leadership yang dinilai oleh Kementerian Dalam Negeri, Ombudsman Republik Indonesia, dan Metro TV. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan indikator objektif seperti tingkat kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan tingkat pengangguran terbuka.

“Ini bukan karena hebat saya, tetapi karena doa dan dukungan seluruh masyarakat Kota Kupang. Terima kasih atas kerja keras dan kebersamaan kita semua,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu dan membangun Kota Kupang dengan semangat kebersamaan demi masa depan yang lebih baik.

“Kalau kita berjalan sendiri, kita hanya setetes air. Tapi jika bersama, kita menjadi lautan. Mari kita bangun kota ini dengan cinta, persaudaraan, dan semangat untuk masa depan anak-anak kita,” tutupnya.

Dirgahayu ke-140 Kota Kupang, semoga terus maju dan menjadi kota yang inklusif, bersih, dan sejahtera bagi seluruh warganya. (MI)