DLHK Kota Kupang Gelar Lomba Kebersihan Antar Kelurahan, Dorong Partisipasi Warga Jaga Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar lomba kebersihan antar kelurahan yang bekerja sama dengan komunitas pemerhati lingkungan yakni Komunitas Bersih Bersih (KBB).

Hal tersebut disampaikan Kepala DLHK Kota Kupang yang diwakili Sekretaris DLHK, Achmad Likur, S.Sos., MM, kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2026).

Menurut Achmad Likur, lomba kebersihan antar kelurahan digelar untuk merangsang partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.

“Kelurahan merupakan wilayah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, melalui lomba ini kami ingin mendorong warga untuk ikut terlibat secara aktif menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih di Kota Kupang sekaligus mewujudkan kota yang nyaman, sehat, serta menjunjung tinggi nilai etika dan estetika lingkungan.

Saat ini, proses penilaian telah memasuki tahap 10 besar kelurahan terbaik. Dari 10 kelurahan tersebut nantinya akan dipilih enam pemenang yang menempati peringkat satu hingga enam.

Achmad yang juga sebagai ketua tim lomba kebersihan mengatakan, kriteria penilaian dibuat sederhana dan mudah diterapkan. Fokus utama penilaian berada pada kondisi kebersihan kantor kelurahan dan lingkungan sekitarnya.

“Kami memangkas banyak indikator agar lebih sederhana. Yang kami lihat adalah apakah kantor lurah dan lingkungan sekitarnya bersih atau tidak. Jika hal-hal mendasar seperti itu tidak bisa dijaga, maka akan sulit berbicara mengenai kebersihan secara lebih luas,” jelasnya.

Selain itu, partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah juga menjadi perhatian penting. Warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ketika tempat sampah telah penuh.

“Kalau tempat sampah sudah penuh, jangan langsung membuang sampah di luar tempatnya. Simpan terlebih dahulu karena setiap hari petugas kami melakukan pengangkutan. Jika sampah ditumpuk sembarangan, tentu akan menimbulkan kesan kumuh dan tidak nyaman,” katanya.

Achmad mengingatkan bahwa Kota Kupang pernah masuk dalam daftar lima kota terkotor di Indonesia pada tahun 2019. Karena itu, pemerintah berkomitmen menghapus citra negatif tersebut melalui berbagai program kebersihan yang melibatkan masyarakat.

“Kita ingin keluar dari citra negatif itu. Tidak harus menjadi kota paling bersih, tetapi setidaknya tidak lagi dikenal sebagai kota yang kotor. Ini merupakan komitmen moral dari Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota Kupang yang harus diterjemahkan dalam berbagai program nyata,” tegasnya.

DLHK juga menggandeng berbagai pihak dalam upaya menjaga kebersihan kota. Salah satu mitra yang aktif mendukung gerakan tersebut adalah Komunitas Bersih Bersih (KBB) yang selama ini konsisten mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Terkait penilaian lomba tahun ini, Achmad menjelaskan bahwa proses penjurian lebih banyak melibatkan unsur internal DLHK berdasarkan pengalaman pelaksanaan lomba sebelumnya. Tim penilai telah dibentuk dan bekerja melakukan evaluasi terhadap seluruh peserta.

Meski hasil penilaian sementara telah menghasilkan 10 besar kelurahan terbaik, namun daftar tersebut masih dirahasiakan hingga penetapan pemenang resmi dilakukan.

Lebih lanjut, Achmad menegaskan bahwa lomba kebersihan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana untuk membangun rasa tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

“Lomba ini hanya pemantik. Sehebat apa pun program pemerintah, jika tidak didukung masyarakat maka hasilnya tidak akan maksimal. Kota Kupang memiliki lebih dari 450 ribu penduduk, sementara pemerintah memiliki keterbatasan personel. Karena itu partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program kebersihan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh warga Kota Kupang dapat menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama sehingga tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, dan layak huni bagi seluruh masyarakat.

“Kalau setiap warga menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, maka pemerintah akan lebih mudah menjalankan tugasnya. Pemerintah hadir sebagai regulator, sementara keberhasilan menjaga kebersihan kota sangat bergantung pada keterlibatan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (MI)




Wali Kota Kupang Ajak Warga Berikan Data Jujur dan Lengkap pada Sensus Ekonomi 2026

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap kepada petugas lapangan.

Menurutnya, kualitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kualitas data yang diperoleh dari masyarakat.

Data yang akurat akan membantu pemerintah mengetahui kebutuhan warga secara nyata, mulai dari lokasi keluarga miskin, kelompok rentan, hingga sektor usaha yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Data yang baik adalah fondasi utama dalam merumuskan kebijakan, menentukan prioritas pembangunan, dan menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu saya mengimbau seluruh warga Kota Kupang untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar, jujur, serta lengkap,” ujar Christian Widodo.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 yang disebutnya sebagai ujung tombak pembangunan berbasis data.

Ia menilai para petugas bukan sekadar pendata, melainkan jembatan yang menghubungkan kondisi riil masyarakat dengan kebijakan pemerintah di masa mendatang.

“Dalam setiap data yang dicatat secara akurat, terdapat harapan masyarakat, masa depan anak-anak, dan peluang bagi pemerintah untuk menghadirkan program yang lebih tepat sasaran. Karena itu tugas para petugas sensus sangat mulia,” katanya.

Christian mengakui tugas petugas sensus di lapangan tidak selalu mudah.

Namun ia meminta seluruh petugas tetap sabar, profesional, ramah, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ekonomi melalui koordinasi dengan camat, lurah, RT, RW, hingga pelaku usaha.

Bahkan, Pemerintah Kota Kupang telah menerbitkan surat instruksi dan surat edaran yang meminta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus ekonomi serta menerima kedatangan petugas pendataan.

“Tanpa data kita hanya berasumsi. Masa depan bangsa tidak bisa dibangun berdasarkan perkiraan, tetapi harus didasarkan pada data yang akurat dan kondisi nyata di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Kupang, Ivadia Elmina Patola, S.ST., M.T., menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik terbesar di bidang ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali oleh BPS di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret kondisi perekonomian nasional dan daerah secara menyeluruh, termasuk perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, perubahan struktur usaha, serta dinamika tenaga kerja.

“Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, dan ekonomi lingkungan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data,” jelas Ivadia.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan sensus di Kota Kupang melibatkan 289 petugas yang terdiri dari 255 petugas pendata lapangan dan 34 petugas pemeriksa lapangan.

Seluruh petugas telah mengikuti pelatihan pada 30 Mei hingga 9 Juni 2026 untuk memastikan kesiapan dan kompetensi dalam melaksanakan tugas.

Pendataan lapangan sendiri telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan ini mencakup enam kecamatan, 51 kelurahan, dan 144 satuan lingkungan setempat (SLS) di seluruh wilayah Kota Kupang.

Selama periode pendataan, petugas akan mendatangi rumah tangga dan bangunan usaha untuk mengumpulkan informasi terkait berbagai sektor ekonomi, mulai dari pertanian, perdagangan, industri, konstruksi, transportasi, hingga jasa.

Karena itu, BPS Kota Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan menerima kedatangan petugas serta memberikan informasi yang akurat demi menghasilkan data berkualitas bagi pembangunan daerah.

“Data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan di Kota Kupang. Dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan sensus ini,” pungkas Ivadia. (MI)




Saboak Catat Perputaran Ekonomi Rp6,3 Miliar, Wali Kota Kupang Siapkan Ekspansi dan Penambahan Hari Operasional

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) yang berlangsung meriah di Taman Nostalgia, Minggu (21/6/2026).

Perayaan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen untuk menjadikan Saboak sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan, kreativitas, dan ruang interaksi masyarakat Kota Kupang.

Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bawono Ika Sutomo, jajaran pimpinan perangkat daerah, sponsor, pelaku UMKM, komunitas, serta masyarakat Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan Saboak sejak pertama kali diluncurkan hingga mampu berkembang menjadi salah satu ruang publik favorit warga.

Menurutnya, lahirnya Saboak berawal dari gagasan sederhana untuk menghidupkan kawasan Taman Nostalgia agar tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkolaborasi sehingga Saboak bisa bertahan dan berkembang sampai hari ini,” ujar Christian.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah saat awal masa kepemimpinannya tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan program inovatif bagi masyarakat. Pemerintah Kota Kupang memilih mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak dibanding bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.

“Kami melakukan efisiensi dan membangun kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Bank Mandiri, Taspen, sponsor, komunitas, dan berbagai pihak lainnya. Dari kolaborasi itulah Saboak lahir dan berkembang,” jelasnya.

Christian mengungkapkan bahwa selama satu tahun berjalan, Saboak berhasil mencatat perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp6,3 miliar dengan rata-rata transaksi sekitar Rp80 juta setiap pekan.

Capaian tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa program berbasis kolaborasi mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

“Uang yang berputar di Saboak adalah uang masyarakat. Pemerintah Kota tidak mengambil retribusi dari para pelaku UMKM. Semua ini benar-benar hadir untuk masyarakat,” tegasnya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kota Kupang kini tengah mengkaji perluasan operasional Saboak dari satu hari menjadi tiga hari setiap pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan penambahan jumlah lapak UMKM, pembangunan pos Satpol PP, peningkatan penerangan kawasan, serta penguatan sistem keamanan dan fasilitas pendukung lainnya di Taman Nostalgia.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan fasilitas yang telah tersedia agar keberlangsungan program dapat terus terjaga.

“Ini milik kita bersama. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Karena itu mari kita jaga bersama-sama,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Christian juga menyoroti pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ia mengajak para pelaku UMKM untuk segera mendaftarkan merek dan produk inovatif yang dimiliki agar memperoleh perlindungan hukum.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menilai keberhasilan Saboak merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, komunitas, sponsor, dan masyarakat.

Menurutnya, perjalanan Saboak selama satu tahun tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca saat musim hujan, menjadi pengalaman berharga yang mendorong pemerintah terus melakukan pembenahan.

Ke depan, Pemerintah Kota Kupang juga berencana menghadirkan platform digital guna membantu pelaku UMKM memperluas pemasaran produk mereka sehingga tidak hanya bergantung pada transaksi langsung di lokasi pasar.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak agar Saboak semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Kupang,” ujar Serena.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Bawono Ika Sutomo, memberikan edukasi mengenai pentingnya pendaftaran merek dan perlindungan kekayaan intelektual bagi pelaku UMKM.

Ia menjelaskan bahwa pendaftaran merek memberikan kepastian hukum, meningkatkan reputasi usaha, memperkuat identitas produk, serta melindungi pelaku usaha dari potensi sengketa atau pengambilalihan merek oleh pihak lain.

Bawono juga mengungkapkan rencana pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di daerah guna mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pendaftaran HAKI tanpa harus datang langsung ke kantor Kementerian Hukum.

Perayaan satu tahun Saboak menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat mampu menciptakan ruang ekonomi baru yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga Kota Kupang.

Dengan berbagai rencana pengembangan yang telah disiapkan, Saboak diharapkan semakin menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Kupang. **




HUT Ke-1 Srikandi Christian Serena Dorong Kota Kupang Semakin Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat membangun masyarakat yang inklusif dan peduli terhadap kelompok rentan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Srikandi Christian Serena Kota Kupang yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (22/6/2026).

Momentum perayaan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi Pelayanan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang menghadirkan berbagai elemen masyarakat dan komunitas disabilitas di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan apresiasi atas kontribusi nyata Srikandi Christian Serena yang selama ini aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, organisasi perempuan tersebut telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga pendampingan bagi penyandang disabilitas.

“Srikandi Christian Serena telah banyak melakukan kegiatan positif, mulai dari bakti sosial, pengobatan gratis, peningkatan kapasitas anggota melalui seminar public speaking, hingga kegiatan yang mendukung terwujudnya Kota Kupang yang ramah disabilitas,” ungkap Christian.

Ia menilai keberadaan organisasi tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mendukung program Pemerintah Kota Kupang.

Kegiatan sosialisasi yang digelar pada perayaan HUT tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan sosial.

Ketua Srikandi Christian Serena Kota Kupang, Petronela Riberu, mengatakan organisasinya ingin menjadi wadah yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Menurutnya, penyandang disabilitas perlu diberikan ruang yang lebih luas agar mampu beradaptasi, berinteraksi, dan berkontribusi di tengah masyarakat tanpa rasa minder ataupun terdiskriminasi.

“Kami ingin mereka lebih percaya diri, lebih dikenal, dan dapat hidup berdampingan dengan masyarakat tanpa merasa malu ataupun terbatas oleh kondisi yang mereka miliki,” ujarnya.

Petronela menjelaskan bahwa selama satu tahun terakhir, Srikandi Christian Serena secara konsisten melaksanakan berbagai program sosial, mulai dari sosialisasi kemasyarakatan, aksi kebersihan lingkungan, hingga kegiatan yang mendukung program Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga kebersihan kota.

Ia mengakui perjalanan organisasi tidak selalu mudah. Namun berkat semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh anggota, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama.

“Yang membuat kami tetap bertahan adalah kebersamaan. Kami saling merangkul dan saling menguatkan sehingga organisasi ini terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat,” katanya.

Ke depan, Srikandi Christian Serena berkomitmen melanjutkan berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk kegiatan pengobatan gratis, edukasi publik, pemberdayaan perempuan, serta dukungan terhadap kelompok disabilitas.

Petronela berharap HUT pertama ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Kota Kupang yang inklusif, bersih, dan ramah bagi semua kalangan. (MI)




KADIN NTT Dukung Friendship City Kupang-Darwin, Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan, dan Pariwisata

Kupang, nwartapedia.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh Pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan kerja sama Friendship City dengan Darwin City, Australia.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan hubungan ekonomi, pendidikan, pariwisata, olahraga, hingga investasi antara kedua wilayah.

  1. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara jajaran KADIN NTT dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang pada Rabu (10/6/2026).

Rombongan KADIN NTT dipimpin Ketua Umum Dr. Cand. Bobby Lianto, MM., MBA, didampingi Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi Christopher Samara, Wakil Ketua Umum Bidang Asosiasi Randy Fransisco yang juga Ketua HIPMI Kota Kupang, Angga Pratama selaku pengurus dan sekretaris KADIN NTT, serta Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis didampingi Asisten II Setda Kota Kupang Ignasius Lega bersama tim protokol Pemerintah Kota Kupang.

Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana kunjungan delegasi Pemerintah Kota Kupang ke Darwin pada Juli mendatang sebagai tindak lanjut atas undangan Pemerintah Kota Darwin untuk melakukan penandatanganan kerja sama antarkota.

Serena Francis menjelaskan bahwa proses menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) harus melalui berbagai tahapan administrasi, termasuk penyampaian Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan minat sebagai langkah awal kerja sama.

Menurutnya, seluruh dokumen kerja sama dengan pemerintah luar negeri wajib mengikuti ketentuan dan memperoleh persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sesuai mekanisme yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto menegaskan pihaknya siap mendampingi Pemerintah Kota Kupang selama proses kerja sama berlangsung.

Ia mengatakan KADIN NTT telah lama menginisiasi hubungan antara Kupang dan Darwin melalui komunikasi intensif dengan Konsulat Republik Indonesia di Darwin serta Chamber of Commerce and Industry (CCI) Northern Territory.

Selain mendukung pemerintah daerah, Bobby juga mengungkapkan rencana KADIN NTT membawa sejumlah pelaku usaha asal NTT dalam kunjungan ke Darwin guna membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas.

Menurutnya, komunikasi dengan berbagai pihak di Darwin telah berjalan dengan baik dan beberapa bentuk kerja sama telah terealisasi, termasuk kolaborasi bersama Alana Group yang telah melaksanakan sejumlah kegiatan di Kota Kupang.

KADIN NTT menilai kerja sama Friendship City memiliki prospek besar untuk dikembangkan di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, perdagangan, pariwisata, olahraga, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Di bidang pendidikan, peluang yang dapat dikembangkan antara lain program pertukaran pelajar, kerja sama antarlembaga pendidikan, hingga peningkatan kapasitas generasi muda melalui kolaborasi internasional.

Bahkan, beberapa sekolah di Kota Kupang dan Australia telah memulai kegiatan pembelajaran bersama secara daring melalui platform Zoom sebagai langkah awal mempererat hubungan antargenerasi muda kedua kota.

Melalui kerja sama Friendship City antara Kupang dan Darwin, Pemerintah Kota Kupang bersama KADIN NTT berharap hubungan bilateral di tingkat daerah semakin kuat dan mampu menghadirkan berbagai peluang baru yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah. **




Pemkot Kupang Percepat Transformasi Digital, Sekda Tekankan Akurasi Data untuk Pelayanan Publik

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang terus mempercepat transformasi digital guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, cepat, dan terintegrasi.

Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Transformasi Digital Lingkup Pemerintah Kota Kupang dalam Rapat Tim Koordinasi Pemerintah Digital (Pemdi) Tahun 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang sekaligus Ketua Koordinator, Jefri Pelt yang didampingi oleh Kepala Diskominfo Kota Kupang Ariantje Baun, Asisten I Sekda Hengky Malelak, Asisten II Sekda Ignasius Lega, serta perwakilan perangkat daerah.

Dalam arahannya, Jefri Pelt menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pemerintah sangat bergantung pada kualitas dan keakuratan data yang dimiliki setiap perangkat daerah.

Menurutnya, data yang valid akan menjadi fondasi utama dalam mendukung pelayanan publik yang semakin mudah diakses masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bertujuan menyatukan berbagai layanan digital yang selama ini berjalan sendiri-sendiri sehingga lebih terintegrasi dan efisien.

Seluruh organisasi perangkat daerah diminta aktif memperbarui data secara berkala agar informasi yang tersedia selalu relevan dan dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan.

Sekda juga mengingatkan pentingnya disiplin administrasi, ketepatan waktu pelaporan, serta kolaborasi lintas sektor mulai dari tingkat dinas, kecamatan hingga kelurahan.

Menurutnya, setiap aparatur memiliki tanggung jawab terhadap data yang diinput dalam sistem digital pemerintah.

“Tujuan akhir dari digitalisasi melalui SPBE adalah memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, setiap data yang dimasukkan harus akurat, diperbarui secara rutin, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jefri menilai sinkronisasi seluruh aplikasi pemerintahan perlu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih sistem yang justru membebani pelayanan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah hanya menggunakan aplikasi yang benar-benar mendukung kebutuhan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Melalui percepatan transformasi digital tersebut, Pemerintah Kota Kupang berharap kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendukung evaluasi penyelenggaraan pemerintahan digital yang terus dipantau oleh pemerintah pusat melalui implementasi SPBE di daerah. (MI)




Christian Widodo Resmi Pimpin KONI Kota Kupang, Siap Wujudkan Prestasi Menuju PON XXII 2028

Kupang, nwartapedia.com   –  dr. Christian Widodo resmi dilantik sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kupang masa bakti 2026-2030. Pelantikan yang dilakukan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga sekaligus menyongsong pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh pengurus cabang olahraga untuk memimpin KONI Kota Kupang. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan bentuk pengabdian untuk memajukan olahraga di Kota Kupang.

Menurutnya, olahraga telah mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari disiplin, kerja keras, kepemimpinan hingga pentingnya kerja sama tim dalam meraih prestasi. Karena itu, seluruh pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu bersinergi tanpa melihat latar belakang profesi masing-masing demi kemajuan olahraga daerah.

Christian juga memastikan Pemerintah Kota Kupang akan memberikan dukungan penuh terhadap program-program KONI, termasuk penyelenggaraan berbagai event olahraga melalui ajang Wali Kota Cup di sejumlah cabang olahraga. Selain hibah untuk KONI Kota Kupang, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembinaan atlet sebagai bagian dari persiapan menuju PON XXII 2028.

Ia menegaskan bahwa komitmen awal harus dibarengi dengan konsistensi dalam bekerja agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan hingga menghasilkan prestasi nyata bagi Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI NTT, Alfons Theodorus, yang mewakili Ketua Umum KONI NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Umum KONI NTT tidak dapat hadir langsung akibat agenda pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Alfons, Ketua Umum KONI NTT menegaskan bahwa pelantikan pengurus KONI Kota Kupang memiliki makna strategis di tengah persiapan NTT menjadi tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028.

Ia menyebut waktu menuju PON yang tersisa sekitar 821 hari harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun pembinaan atlet, memperkuat organisasi, meningkatkan sarana prasarana olahraga, serta mempersiapkan penyelenggaraan yang berkualitas.

KONI NTT juga menekankan empat target utama menuju PON 2028, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses pertumbuhan ekonomi daerah melalui dampak penyelenggaraan event olahraga nasional tersebut.

Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT dinilai memiliki peran penting dalam mendukung agenda besar tersebut. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu membawa olahraga NTT semakin maju sekaligus mengukir prestasi di tingkat nasional.

Pelantikan pengurus KONI Kota Kupang ini diharapkan menjadi awal kebangkitan olahraga Kota Kupang sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam menyukseskan PON XXII Tahun 2028 dengan semangat “Ayo Bangun Olahraga NTT” menuju NTT Emas. (MI)




Wali Kota Kupang Apresiasi Dedikasi Guru TK pada Puncak HUT IGTKI, Tegaskan Peran Penting Pendidikan Anak Usia Dini

Kupang nwartapedia.com  – Perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Kupang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (4/6).

Kegiatan yang diisi dengan jalan santai dan pemotongan tumpeng tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk penghargaan terhadap dedikasi para guru TK dalam dunia pendidikan.

Ratusan guru TK dan kepala sekolah dari berbagai wilayah di Kota Kupang ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Mereka disambut langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Ketua TP PKK Kota Kupang yang juga Bunda PAUD, dr. Widya Cahya, saat tiba di garis finis usai mengikuti jalan santai dari Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Turut hadir Ketua IGTKI Kota Kupang Mandasia Samsudin, Ketua PGRI Kota Kupang Apolonia Dethan, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru TK yang selama ini telah berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda Kota Kupang.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia dini.

Ia menilai para guru TK memiliki peran strategis karena menjadi pendidik pertama yang menanamkan nilai-nilai kehidupan, karakter, disiplin, dan semangat belajar kepada anak-anak.

Peran tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Wali Kota juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Kupang menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program IGTKI, termasuk peningkatan kompetensi guru serta kegiatan yang mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.

Ia bahkan berharap perayaan HUT IGTKI pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas lebih besar dengan melibatkan lebih banyak partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT IGTKI Kota Kupang, Febriana Margaretha, menjelaskan bahwa kegiatan jalan santai merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun organisasi yang sebelumnya telah diawali dengan berbagai kegiatan Gebyar Anak di tingkat kecamatan.

Selain itu, IGTKI Kota Kupang juga berencana menggelar workshop dan lomba micro teaching dalam waktu dekat sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para guru TK.

Perayaan HUT IGTKI tahun ini tidak hanya menjadi momen peringatan hari jadi organisasi, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap para pendidik anak usia dini yang selama ini berperan sebagai penanam nilai, pembentuk karakter, dan penjaga harapan bagi masa depan generasi Kota Kupang. **




Pemkot Kupang Ingatkan Warga Waspada Penipuan Catut Nama Wali Kota Christian Widodo

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya pesan WhatsApp dari nomor 0823 6452 4574 yang mengaku sebagai Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

Dalam pesan yang beredar, pelaku menyampaikan arahan terkait rencana kunjungan mantan Presiden Joko Widodo ke Kota Kupang.

Tidak hanya itu, nomor tersebut juga mengirimkan dokumen yang berisi permintaan atau penggalangan dana yang dikaitkan dengan kegiatan tersebut.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa nomor WhatsApp tersebut bukan milik Wali Kota Kupang dan seluruh informasi yang disampaikan melalui nomor tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap pesan, telepon, maupun permintaan bantuan yang mengatasnamakan Wali Kota Kupang atau pejabat pemerintah lainnya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Pemkot Kupang juga mengimbau warga agar tidak memberikan data pribadi, mentransfer uang, maupun menindaklanjuti permintaan apa pun yang berasal dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai pejabat publik.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan nomor atau akun lain yang mencatut nama Wali Kota Kupang maupun pejabat pemerintah untuk tujuan penipuan.

“Penting bagi masyarakat untuk selalu cerdas dalam berliterasi digital, memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayainya, serta aktif melaporkan konten atau pesan yang terindikasi hoaks dan penipuan,” demikian imbauan Pemerintah Kota Kupang.

Pemkot Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyebaran informasi palsu dengan menerapkan prinsip cek informasi, verifikasi sumber, dan laporkan hoaks demi menjaga keamanan serta ketertiban di ruang digital. *




Masjid Darussalam Sikumana Salurkan Daging Kurban untuk Warga dan Perkuat Semangat Kebersamaan di Idul Adha 1447 H

Kupang, nwartapedia.com – Masjid Darussalam Sikumana, Kota Kupang, kembali melaksanakan penyembelihan dan pembagian hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antarwarga di lingkungan sekitar masjid.

Ketua Panitia Iduladha Masjid Darussalam Sikumana, Swahidin Nuhaikan, mengatakan bahwa semangat berkurban merupakan implementasi dari keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang mengajarkan keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, daging kurban yang diperoleh dari penyembelihan hewan kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan agar manfaat Iduladha dapat dirasakan secara merata.

“Inti dari kurban adalah berbagi kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam,” ujar Swahidin kepada awak media, Kamis (28/5/2026).

Tahun ini, Masjid Darussalam menerima dan menyembelih 11 ekor sapi serta 5 ekor kambing. Salah satu hewan kurban sapi berasal dari bantuan BNI Kota Kupang, sementara sisanya berasal dari partisipasi jamaah dan para pekurban.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga di sekitar masjid, termasuk sebagian kepada masyarakat nonmuslim sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi yang telah terjalin selama ini.

Swahidin berharap kegiatan kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut dapat terus berjalan dan semakin memperkuat silaturahmi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Imam Masjid Darussalam Sikumana, Haji Ramly Deny, menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan salah satu syariat Islam yang memiliki nilai ibadah sekaligus nilai sosial yang sangat besar.

Ia menegaskan bahwa kurban tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi jalan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu memperoleh asupan gizi yang lebih baik melalui pembagian daging kurban.

“Kurban memiliki dampak yang luas. Selain menjadi ibadah, kegiatan ini juga membantu masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi bagi para peternak yang mempersiapkan ternaknya untuk Iduladha,” jelasnya.

Menurut Ramly, meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun turut memberikan peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha peternakan mereka.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk berkurban terus meningkat sehingga manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Kupang.

“Semoga semangat berbagi dan kepedulian yang lahir dari ibadah kurban terus tumbuh sehingga membawa manfaat bagi umat dan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.