Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemkot Kupang Gelar Kerja Bakti Massal

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, Wali Kota Kupang dr. Cristian Widodo menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintah Kota Kupang untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti massal pada Kamis pagi (5/6), mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WITA.

Instruksi tersebut disampaikan melalui rilis resmi di grup WhatsApp Pemerintah Kota Kupang, yang mengatur pelaksanaan kerja bakti di sejumlah titik jalan utama sesuai dengan pembagian lokasi yang telah ditentukan.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan perangkat daerah, tetapi juga seluruh camat dan lurah se-Kota Kupang, Direktur RSUD S.K. Lerik, Kepala UPT SD dan SMP, serta Direktur Perusahaan Umum Daerah Kota Kupang. Seluruh ASN, PTT, pelajar, mahasiswa, dan warga juga diwajibkan untuk turut serta dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Menindaklanjuti instruksi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, menyatakan pihaknya telah mengarahkan seluruh kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMP, baik negeri maupun swasta, untuk menggelar kerja bakti di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

“Kami sudah menghimbau semua kepala sekolah, baik negeri maupun swasta dari TK sampai SMP, untuk mulai besok melaksanakan kerja bakti massal di area sekolah masing-masing, dengan radius 100 meter, guna memungut dan memilah sampah sesuai jenisnya,” jelas Okto.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung perlindungan lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan indah, terutama di lingkungan sekolah.

Diharapkan, kerja bakti ini dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama menjaga bumi, dimulai dari lingkungan sekitar.

(goe)




100 Hari Kepemimpinan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Dinilai Sukses Bangun Kepercayaan Publik

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pakar politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, menilai bahwa dalam 100 hari masa kerja pertama, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis telah menunjukkan konsolidasi kepemimpinan yang baik dan diterima secara positif oleh publik.

Dalam keterangannya kepada media ini, Minggu (1/6), Dr. Ahmad Atang menyebut bahwa langkah awal kedua pemimpin muda ini merupakan starting point yang penting dalam membangun kepercayaan publik.

“Dua figur anak muda ini sempat diragukan kapasitasnya dalam memimpin kota multikultur seperti Kupang. Namun, geliat 100 hari kerja mereka justru menunjukkan komitmen kuat untuk perubahan,” ujarnya.

Beberapa program prioritas seperti penanganan sampah, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, hingga penataan birokrasi menjadi indikator awal keseriusan dan arah kebijakan mereka ke depan.

Lebih lanjut, Dr. Atang menyoroti enam karakteristik kepemimpinan yang menonjol dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang:

1. Kemampuan Komunikasi Publik yang Baik. Keduanya mampu membangun komunikasi yang efektif dengan publik, terlihat dari gerakan masif seperti “Kupang Bersih” yang melibatkan banyak elemen masyarakat.

2. Kemampuan Relasi Sosial yang Kuat.
Gaya kepemimpinan mereka bersifat merakyat dan inklusif. “Mereka tidak membangun sekat, justru turun langsung dan berbaur dengan semua kalangan,” kata Dr. Atang.

3. Kesantunan dalam Interaksi Sosial
Meski menjabat sebagai pimpinan daerah, Christian dan Serena tetap menunjukkan keadaban publik, menghormati yang tua, dan menyayangi yang muda, tanpa sikap arogan atau elitis.

4. Kepekaan Sosial yang Tinggi
Respons cepat terhadap masalah sosial menjadi ciri khas keduanya. Mereka aktif hadir dalam berbagai situasi, dari kedukaan hingga kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

5. Ketegasan dan Kewibawaan
Dalam hal prinsip, keduanya dikenal tegas, namun tetap terbuka untuk berdialog dalam persoalan teknis. Hal ini menunjukkan kematangan dalam mengelola roda pemerintahan.

6. Penampilan yang Rapi dan Adaptif
Di ruang-ruang formal, keduanya tampil elegan dan profesional. Namun, dalam kegiatan informal, mereka tidak ragu tampil sederhana dan membaur, bahkan dengan kaus oblong dan sandal jepit.

Menurut Dr. Ahmad Atang, kombinasi gaya kepemimpinan seperti ini menjadi modal penting bagi Christian Widodo dan Serena Francis untuk melanjutkan kepemimpinan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Jika pola ini konsisten dijaga, maka dalam lima tahun ke depan, Kupang akan mengalami transformasi signifikan baik dalam tata kelola pemerintahan maupun pembangunan sosial,” pungkasnya. (MI).




Ferdy Hasiman: 100 Hari Kerja Wali Kota Kupang Tunjukkan Reformasi Birokrasi dan Responsivitas Tinggi

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pengamat Ekonomi dan Politik Nasional, Ferdy Hasiman, memberikan penilaian positif terhadap kinerja 100 hari pertama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Dalam pernyataannya kepada media ini pada Sabtu (31/5), Ferdi menyebut kepemimpinan saat ini lebih progresif dibandingkan periode sebelumnya, terutama dalam hal penanganan sampah, reformasi birokrasi, dan percepatan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Dalam 100 hari pertama, saya melihat langkah-langkah Wali Kota Kupang sangat konkret dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu persoalan krusial yang ditangani dengan serius adalah sampah, yang selama ini menjadi keluhan harian warga. Walaupun belum sepenuhnya tuntas, upaya yang dilakukan sangat nyata dan patut diapresiasi,” ujar Ferdy.

Lebih lanjut, Ferdy menilai langkah Wali Kota dalam mendorong percepatan pengangkatan tenaga P3K sebagai terobosan penting dalam tata kelola pemerintahan.

Kota Kupang, menurutnya, menjadi daerah pertama di Indonesia yang secara resmi mengangkat 1.747 tenaga P3K, melampaui jadwal nasional yang semula direncanakan pada bulan Juni.

“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan lobi dan negosiasi yang luar biasa dengan pemerintah pusat. Di tengah kebutuhan masyarakat akan pekerjaan dan penghasilan, Wali Kota menunjukkan keberpihakan yang nyata dengan mengambil langkah lebih cepat dan tepat,” katanya.

 

Ferdy juga menyoroti pendekatan kepemimpinan yang humanis dan profesional.

Ia menilai penempatan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Kupang dilakukan secara selektif dan berdasarkan kompetensi, bukan atas dasar kepentingan politik.

“Pak Wali Kota berkomitmen menempatkan birokrat yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Ini merupakan fondasi penting dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan responsif,” tambahnya.

Koordinasi lintas lembaga juga menjadi perhatian Ferdy. Ia menilai hubungan antara Wali Kota dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur serta DPRD Kota Kupang terjalin dengan sangat baik dalam 100 hari terakhir, yang menjadi faktor penunjang stabilitas pemerintahan.

“Hubungan yang harmonis ini menciptakan suasana kondusif dalam pelaksanaan program-program pembangunan. Bahkan, DPRD menunjukkan dukungan penuh karena melihat komitmen dan kedekatan Wali Kota dengan masyarakat,” jelasnya.

Ferdy berharap capaian dalam 100 hari ini menjadi awal dari kerja lima tahun yang konsisten dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kota.

“Pemerintah telah membangun sistem, tetapi partisipasi dan kesadaran warga sangat diperlukan, terutama dalam penanganan sampah. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan pemerintah,” pungkasnya. (MI)




Wali Kota Kupang Ajak ASN PPPK Kota Kupang Jadi Duta Sampah di Lingkungan Masing-Masing

 

Kupang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang untuk menjadi duta sampah di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Ajakan ini disampaikan Wali Kota saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 1.747 ASN PPPK di GOR Oepoi Kupang, Senin (26/5/2025). Dalam sambutannya, dr. Cristian menekankan pentingnya peran ASN PPPK sebagai motor penggerak dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah di Kota Kupang.

“Hari ini teman-teman sudah resmi menjadi anggota keluarga besar Pemerintah Kota. Karena itu, kita harapkan teman-teman semua bisa menjadi duta sampah di lingkungan tempat tinggal masing-masing, dengan cara mengumpulkan dan memilah sampah, terutama dari rumah tangga. Ini bagian dari upaya kita mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan mekanisme pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga. Sampah yang telah dipilah dapat diantar ke tempat penitipan sementara di masing-masing kelurahan, lalu dibawa ke lokasi pengolahan di tingkat kecamatan sebelum akhirnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Di waktu luang, teman-teman bisa mulai memilah sampah di rumah. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan Kota Kupang yang rapi, indah, dan bersih,” tambahnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah bagian dari warisan dan titipan bagi generasi mendatang.

Oleh karena itu, ASN PPPK diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan sampah organik menjadi kompos atau produk bermanfaat lainnya.

“Melalui peran ASN, kita ingin mengubah pandangan bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga bisa menjadi berkah,” pungkas dr. Cristian.

Upaya ini menjadi bagian dari gerakan “Kupang Bersih, Sehat, dan Indah” yang terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Kupang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup dan keberlanjutan masa depan kota.

(gOE)




Wali Kota Kupang Luncurkan Koperasi Merah Putih Oepura: Simbol Ekonomi Rakyat yang Inklusif dan Berdaya Saing

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sebuah babak baru dalam pemberdayaan ekonomi rakyat resmi dimulai di Kota Kupang. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meresmikan berdirinya Koperasi Merah Putih Oepura pada Selasa (27/5), sebuah inisiatif yang diyakini akan menjadi tonggak sejarah bagi penguatan ekonomi berbasis gotong royong dan digitalisasi usaha masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang menurutnya konsisten mendorong penguatan koperasi sebagai pilar ketahanan pangan dan kesejahteraan nasional.

“Koperasi adalah wujud nyata dari asas kekeluargaan sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945. Ini bukan hanya sejalan dengan arah kebijakan nasional, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari visi kita membangun Kupang yang mandiri dan sejahtera,” ujar dr. Christian.

Lebih dari sekadar seremoni, peresmian ini disebut Wali Kota sebagai langkah awal untuk membangun sistem ekonomi rakyat yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa koperasi adalah simbol kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial.

“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tapi kalau mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama,” ucapnya penuh semangat.

Salah satu keunggulan Koperasi Merah Putih Oepura adalah kesiapannya memasuki era digital.

Dengan peluncuran sistem digital koperasi, warga diajak untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

“Zaman sudah berubah. Dunia usaha sekarang harus berbasis teknologi. Kita tidak bisa lagi bertahan dengan cara lama. Yang bisa kita ubah adalah arah layar, bukan arah angin,” ujarnya, mengajak masyarakat untuk adaptif dan inovatif.

Ketua Koperasi Merah Putih Oepura, Dikson Haba, dalam laporannya menjelaskan bahwa koperasi ini terbentuk pada 19 Mei 2025 melalui Musyawarah Kelurahan Khusus.

Koperasi ini memiliki tujuh unit layanan utama yang menjawab kebutuhan ekonomi warga: unit simpan pinjam, gudang beku, gerai sembako, toko grosir dan eceran, klinik kesehatan/apotek, pengolahan sampah, serta sarana logistik masyarakat.

“Koperasi ini bukan milik pengurus, tapi milik seluruh masyarakat Kelurahan Oepura. Kami ingin koperasi ini menjadi rumah kedua bagi warga tempat tumbuhnya harapan dan kerja sama,” tegas Dikson.

Menutup acara, Wali Kota menyambut baik inisiatif koperasi yang turut membantu program pemerintah melalui unit pengolahan sampah dan menyerahkan 200 pohon Ketapang Kencana untuk penghijauan kota.

Ia menegaskan komitmen Pemkot Kupang untuk terus mendampingi koperasi agar dikelola secara jujur, transparan, dan penuh kasih.

“Koperasi Merah Putih ini adalah mesin kecil yang akan menggerakkan ekonomi rakyat. Mari kita jaga dan besarkan bersama, demi Kupang yang lebih kuat, adil, dan penuh harapan,” pungkas dr. Christian Widodo. (MI)




Wali Kota Kupang Serahkan SK kepada 1.747 PPPK Tahap I: Minta Tingkatkan Kinerja 

 

Kupang,nwartapedia.com – Sebanyak 1.747 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024 tahap l secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo. Penyerahan SK berlangsung di GOR Oepoi, Senin (26/5), sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cristian mengingatkan para PPPK untuk menunjukkan kinerja yang baik melalui disiplin, rajin, dan giat dalam bekerja.

Ia menekankan bahwa para PPPK merupakan wajah pelayanan publik Kota Kupang, sehingga sikap, hati, dan penampilan fisik harus dijaga dengan baik.

“Berpenampilan rapi tidak harus mahal, yang penting adalah memiliki komitmen dan konsistensi dalam diri masing-masing sebagai pelayan publik,” tegasnya.

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa penyerahan SK ini merupakan hasil dari upaya intensif Pemerintah Kota Kupang, termasuk permohonan langsung kepada Dirjen Kemenpan agar proses pengangkatan tahap pertama dipercepat, mengingat para tenaga PPPK sempat tidak menerima gaji selama beberapa bulan terakhir.

“Mulai hari ini, teman-teman PPPK telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Kupang. Karena itu, kami minta agar teman-teman bisa taat kepada pimpinan secara berjenjang dalam melayani masyarakat,” pesannya.

Wali Kota dr. Cristian, didampingi Wakil Wali Kota Serena, juga mengingatkan para PPPK agar mengelola kondisi keuangan secara bijak.

“Dengan diterimanya SK ini, kesejahteraan teman-teman meningkat. Jangan buru-buru menggadaikan SK. Mari kita hindari pola pikir konsumtif dan mulai membangun kebiasaan yang lebih produktif,” tutupnya.

Penyerahan SK ini menjadi langkah awal penguatan pelayanan publik di Kota Kupang melalui sumber daya manusia yang berkualitas, berdedikasi, dan berintegritas tinggi. (Goe)




Kupang Bersinar Jadi Gerakan Massal: Warga Bergerak, Kota Lebih Bersih

 

Kupang, nwartapedia.com — Aksi sosial “Kupang Bersinar” yang digagas oleh Komunitas Beta Bersih mendapat sambutan luar biasa dari warga Kota Kupang.

Gerakan yang digelar pada 23 Mei 2025 ini menjadi momentum penting dalam menggalakkan budaya bersih dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Ketua Aksi Kupang Bersinar, Valentino Bambang Soetjoto, dalam konferensi pers di Kota Kupang, Senin (26/5/2025), menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini melebihi ekspektasi.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami melihat sendiri bagaimana warga dari berbagai kalangan turun tangan langsung yakni pelajar, mahasiswa, guru, dosen, hingga komunitas-komunitas lokal ikut berkontribusi,” ungkap Valentino.

Menurutnya, hasil dari aksi tersebut sudah mulai tampak. Jalanan lebih bersih, volume sampah berkurang, dan yang terpenting adalah munculnya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan.

Valentino juga menyoroti kolaborasi solid antara Komunitas Beta Bersih dan Pemerintah serta masyarakat Kota Kupang turut menyukseskan gerakan ini.

“Banyak bantuan armada pengangkut sampah dari Komunitas Beta Bersih yang berjumlah 27 unit dump truck  dan sebagiannya dari Pemkot, jadi total keseluruhan armada sampah 57 unit kebersihan dikerahkan, Ini bentuk gotong royong nyata,” ujarnya

Gerakan Kupang Bersinar tidak hanya menargetkan kebersihan fisik, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Kami mengajak masyarakat untuk memulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kalau belum ada tempat sampah, simpan dulu. Sederhana, tapi berdampak besar,” tambah Valentino.

Anggota Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, menyampaikan bahwa gerakan ini terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan kota.

“Siapa pun boleh bergabung. Ini gerakan bersama untuk kota yang kita cintai. Ini bukan tentang siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling peduli,” tegas Irsan.

Sebagai lanjutan dari aksi tersebut, pihaknya tengah mempersiapkan lomba kebersihan antar-kelurahan se-Kota Kupang.

“SK kepanitiaan sedang diproses. Haduah yang disiapkan dari Komunitas Beta Bersih mencapai Rp100 juta belum termasuk hadiah dari Pemkot. Ini merupakan apresiasi sekaligus penyemangat,” jelas Irsan.

Kupang Bersinar diharapkan tidak berhenti sebagai gerakan insidental, tetapi tumbuh menjadi budaya kolektif.

“Kami ingin ini menjadi gaya hidup baru masyarakat Kupang  di mana bersih itu tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas,” tutup Valentino. (MI)




Kupang Bersinar Jadi Gerakan Massal: Warga Bergerak, Kota Lebih Bersih

 

 

Kupang, nwartapedia.com — Aksi sosial “Kupang Bersinar” yang digagas oleh Komunitas Beta Bersih mendapat sambutan luar biasa dari warga Kota Kupang.

Gerakan yang digelar pada 23 Mei 2025 ini menjadi momentum penting dalam menggalakkan budaya bersih dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Ketua Aksi Kupang Bersinar, Valentino Bambang Soetjoto, dalam konferensi pers di Kita Kupang, Senin (26/5/2025), menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini melebihi ekspektasi.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami melihat sendiri bagaimana warga dari berbagai kalangan turun tangan langsung pelajar, mahasiswa, guru, dosen, hingga komunitas-komunitas lokal ikut berkontribusi,” ungkap Valentino.

Menurutnya, hasil dari aksi tersebut sudah mulai tampak. Jalanan lebih bersih, volume sampah berkurang, dan yang terpenting adalah munculnya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan.

Valentino juga menyoroti kolaborasi solid antara Komunitas Beta Bersih dan Pemerintah serta masyarakat Kota Kupang turut menyukseskan gerakan ini.

“ Banyak bantuan armada pengangkut sampah dari Komunitas Beta Bersih yang berjumlah 27 unit dump truck  dan sebagiannya dari Pemkot, jadi total keseluruhan armada sampah 57 unit armada armada kebersihan dikerahkan, Ini bentuk gotong royong nyata,” ujarnya

Gerakan Kupang Bersinar tidak hanya menargetkan kebersihan fisik, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Kami mengajak masyarakat untuk memulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kalau belum ada tempat sampah, simpan dulu. Sederhana, tapi berdampak besar,” tambah Valentino.

 

 

Anggota Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, menyampaikan bahwa gerakan ini terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan kota.

“Siapa pun boleh bergabung. Ini gerakan bersama untuk kota yang kita cintai. Ini bukan tentang siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling peduli,” tegas Irsan.

Sebagai lanjutan dari aksi tersebut, pihaknya tengah mempersiapkan lomba kebersihan antar-kelurahan se-Kota Kupang.

“SK kepanitiaan sedang diproses. Haduah yang disiapkan dari Komunitas Beta Bersih mencapai Rp100 juta belum termasuk hadiah dari Pemkot. Ini merupakan apresiasi sekaligus penyemangat,” jelas Irsan.

Kupang Bersinar diharapkan tidak berhenti sebagai gerakan insidental, tetapi tumbuh menjadi budaya kolektif.

“Kami ingin ini menjadi gaya hidup baru masyarakat Kupang — di mana bersih itu tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas,” tutup Valentino. (MI)




Temu SEKAMI Stasi Santo Agustinus Bello Kota Kupang, Sederhana Namun Meriah

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pertemuan anak-anak dan remaja misioner (SEKAMI) se Stasi Santo Agustinus Bello Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Kupang meskipun berlangsung sedehana namun terbilang cukup meriah.

Setelah anak-anak dan remaja binaan dari 18 Kelompok Umat Basis (KUB) bertemu hanya dalam waktu beberapa jam dengan menampilkan sejumlah acara seperti; tarian daerah, puisi dan lagu. Yang berlangsung di Aula kapela itu usai misa ke-2 (Minggu, 25-5/2025).

Ketua panitia Muni Tuan salah satu anggota SEKAMI Santa Maria Virgo pada kesempatan itu mengaku, senang dirinya dan teman-teman se wilayah I Kapela Bello bisa berhasil menyelenggarakan acara itu meskipun berlangsung singkat dan sederhana namun cukup meriah dengan menghadirkan lebih dari 100 orang anak Sekami.

“Saya dan teman-teman bersyukur bisa menyelenggarakan kegiatan temu sekami perdana ini meskipun singkat dan sedehana namun meriah karena sejumlah sekami wilayah tampilkan beberapa acara, juha ini meeupakan kerinduan kami sejak lama akhirnya tercapai berkat dukungan dari semua,” jelas Muni Tuan usai acara

 

Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua RD Dus Bone yang sempatkan diri hadir menyampaikan terimakasih dan profisiat untuk semua yang telah menggagas acara Temu Sekami perdana Bello.

Terimakasih untuk semua yang telah menggagas dan mempersiapkan acara ini sering kali saya katakan bahwa kehilangan anak kehilangan sukacita, kehilangan remaja kehilangan harapan dan kehilangan orangtua kehilangan arah, karena itu mari kita terus bersama dalam meyebarkan kebaikan Kasih Kristus di setiap kesemapatan di mana saja kita berada,” ucap Romo Dus sambil melontarkan kuis untuk anak-anak.

Sementara itu Johni Manehat Ketua KUB Santa Maria Virgo Stasi Bello mengatakan, temu Sekami merupakan kesempatan bersua untuk saling belajar antar anak sekami sekaligus sebagai ajang pengkaderan.

“Ini kesempatan saling belajar antar sekami karena kita tidak ada pengkaderan secara formal terapi kesempatan ini kita berharap dapat dimanfaatkan untuk menganti tongkat estafet, hari ini kami mengurus kamu ke depan kamu mengurus kami,” harap Johni.

Kegiatan temu pentas Sekami dilakukan, setelah misa, kedua dalam kegiatan pengisian acara para anak Sekami saling berbagi dan menunjukkan talenta sehingga membuat kegiatan ini sangat meriah dan anak-anak sangat menikmati pertunjukan dari teman-teman sekami se Stasi Bello.(goe)




Dokter Christian Widodo: Kupang Bersinar adalah Awal Kebangkitan Budaya Hidup Bersih

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Aksi massal “Kupang Bersinar” yang digagas oleh Komunitas Beta Bersih bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang hari ini menjadi momentum penting dalam upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara langsung mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Hari ini kita tidak hanya membersihkan kota, tapi kita sedang membangun harapan dan karakter. Kupang Bersinar adalah simbol kebangkitan budaya hidup bersih di tengah masyarakat,” kata Wali Kota Kupang pada Jumad (23_5/2025).

Menurut dr. Christian, gerakan ini menunjukkan kekuatan kolektif masyarakat Kota Kupang dalam menjaga lingkungan. Ribuan warga dari berbagai kalangan pelajar, mahasiswa, ASN, komunitas, hingga tokoh masyarakat turun tangan bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah, perkantoran, ruang publik, bahkan selokan dan gang-gang sempit.

“Kesadaran ini luar biasa. Inilah Kupang yang kita impikan kota yang bukan hanya indah, tapi juga bersatu dalam aksi nyata,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menjadikan Kupang Bersinar sebagai program berkelanjutan, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Kita ingin ini menjadi kebiasaan. Budaya. Agar kebersihan bukan tanggung jawab petugas saja, tapi menjadi gaya hidup seluruh warga Kupang.”ungkapnya.

Wali Kota juga mengajak masyarakat menjadikan gerakan ini sebagai langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar.

“Mari kita rawat semangat ini. Kupang yang bersih, indah, dan asri adalah tanggung jawab kita bersama. Dan saya yakin, jika kita konsisten, tidak mustahil Piala Adipura akan kembali kita raih.”ajak Wali Kota Kupang.

Aksi Kupang Bersinar tahun ini menandai babak baru kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas dalam menjaga kelestarian dan kenyamanan kota.

Dengan semangat gotong royong, Kupang menapaki jalan menuju kota yang tidak hanya bersinar secara fisik, tetapi juga dalam semangat warganya. (MI)