Ziarah Iman WKRI Paroki St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua Kupang: Melayani dalam Diam, Mencintai dalam Doa

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Di tengah hembusan angin dan keheningan alam Fulanfehan, langkah-langkah penuh makna dari para anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua menapaki tanah ziarah dengan hati yang menyala oleh cinta.

Ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi sebuah pulang ke dalam batin yang terdalam, tempat Tuhan hadir dalam sunyi dan kasih menemukan bentuknya yang paling murni: pelayanan dalam keheningan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa anggota WKRI bukan hanya hadir dalam kegiatan-kegiatan liturgis gereja, tetapi juga menjelma sebagai cahaya kecil di banyak ruang kehidupan umat.

Mereka hadir dalam dapur pelayanan, ruang-ruang diskusi komunitas, rumah-rumah sakit, hingga lorong-lorong yang jarang tersentuh, menjadi pelita yang tak padam meski dalam gelap.

“Ziarah ini menjadi momentum kontemplasi yang menghidupkan kembali semangat kami untuk terus melayani, bahkan ketika dunia tidak melihat,” ujar salah satu peserta dengan mata yang berkaca-kaca.

Di bukit sunyi dan langit yang luas, para peziarah mendengarkan ulang bisikan kasih dari Sang Pencipta, menyadari kembali bahwa tugas pelayanan bukanlah beban, melainkan rahmat yang dipercayakan kepada hati-hati yang terbuka.

Mereka merenungkan kata-kata Santo Fransiskus dari Assisi, pelindung paroki mereka:

“Mulailah dengan melakukan apa yang perlu, lalu apa yang mungkin; dan kelak engkau akan melakukan yang tidak mungkin.” Kalimat itu menjadi napas bagi langkah mereka yang tak hanya berjalan di bumi, tetapi juga menapak di dalam jiwa, menuju kedalaman iman dan cinta.

Romo Kondradus dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas semangat WKRI yang terus konsisten menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial dan rohani.

“Terima kasih atas pengorbanan dan catatan indah yang ditorehkan bagi WKRI Paroki kita. Pergi dengan sukacita dan pulang dengan tetap membawa sukacita,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Ketua WKRI DPC Assisi, Ketua Panitia, serta seluruh sahabat hati dan tim yang telah menjalin kebersamaan dalam perjalanan rohani ini.

“Semoga sukacita yang kami alami dalam ziarah ini juga mengalir dalam tugas pelayanan kami di tengah keluarga dan masyarakat,” tambah salah satu pengurus.

Ziarah iman ini menegaskan bahwa pelayanan sejati tidak selalu diukur dari besar kecilnya peran, tetapi dari kesetiaan dalam melayani dengan cinta. WKRI Paroki BTN Kolhua telah menorehkan kisah indah.

Kisah tentang kasih yang bekerja dalam diam, tentang tangan seorang ibu yang tak lelah membasuh luka dunia dengan ketulusan.  (RD Dus)




PPPK Kota Kupang Senang: Baru Sebulan Terima SK, Langsung Nikmati Tunjangan Beras

 

Kupang nwartapedia.com  –  Para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Kota Kupang menyambut gembira pemberian tunjangan beras yang mulai diberikan sejak Juni 2025.

Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk perhatian dan kesetaraan perlakuan antara PPPK dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Salah satu PPPK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Elisabeth Tagudedo, mengungkapkan rasa syukurnya karena meski Surat Keputusan (SK) pengangkatan baru diterima sebulan lalu, hak-hak mereka, termasuk tunjangan beras, langsung bisa dinikmati.

“Saya senang dan tentu berterima kasih karena meskipun kami baru dapat SK bulan kemarin, tetapi gaji dan tunjangan beras bisa cepat pula kami dapat. Ini cukup membantu keluarga saya,” ujarnya penuh senyum saat ditemui di kantornya, Kamis (5/6/2025).

Kebijakan pemberian tunjangan ini juga dibenarkan oleh Rumianik, staf keuangan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang mengatur distribusi beras bagi pegawai di instansi tersebut.

Ia menyebutkan bahwa pemberian tunjangan beras kepada PPPK didasarkan pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang menyatakan bahwa PPPK dan PNS memiliki kedudukan yang sama dalam hal hak dan kewajiban.

“Hal ini tentu menjadi upaya pemerintah agar PPPK tidak merasa berbeda dengan PNS. Sebab dari sisi gaji maupun beban kerja sejatinya sama. Bedanya hanya pada kenaikan gaji berkala dan jaminan pensiun yang dimiliki PNS. Tapi secara keseluruhan, hak sebagai ASN itu sama,” jelas Rumianik secara terpisah kepada media ini.

Kebijakan ini disambut antusias oleh para PPPK karena dinilai menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperlakukan seluruh ASN secara adil, tanpa membedakan status kepegawaian.

(Goe)




Begini,! Cara Warga Bello Turut Serta Memperingati Hari Raya Idul Adha Ditengah Keberagaman

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah pada 6 Juni 2025 Komunitas Masyarakat Litarasi dan Taman Baca Masyarakat Gading Taruna Kelurahan Bello Kota Kupang akan menggelar lomba tangkap ikan lele

Kegiatan ini menurut rencana akan berlangsung esok Minggu, 8 Juni 2025 di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT.

Goris Takene, Pengelolah Taman Baca Masyarakat (TBM) Gading Taruna (GT) selaku sponsor saat ditemui di Bello Sabtu sore, (7/6-2025) membenarkan, kegiatan ini akan melibatkan anak-anak yang sering berkunjung di TBM Gading Taruna dengan memperebutkan sejumlah hadiah hiburan selain buku bacaan.

“Jadi begini kami sengaja memilih momen Idul Adha karena kita tau bahwa momen Idul Adha bukan hanya sekedar ritual berqurban dan mengingat kisah keimanan Nabi Ibrahim. Namun, juga menjadi simbol persatuan ditengah keberagaman, selain itu juga hari raya Idul Adha sarat dengan makna ketulusan, dan kepatuhan kepada Allah SWT Yang mengajarkan tentang keberagaman dan kebersamaan antar umat manusia,” jelas Goris.

Sebab menurut ASN pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaa. kota Kupang itu bahwa, menghormati dan menghargai perbedaan baik dari sisi budaya, adat hingga agama menjadi kunci penting sehingga terciptanya kerukunan antar masyarakat Kelurahan Bello khususnya di Kota Kupang.

Kegiatan lomba menangkap ikan lele itu mengambil tema, Idul Adha momen persatuan dalam keberagaman. (goe)




Masjid Darusalam Sikumana Sembelih 7 Ekor Sapi dan 16 Ekor Kambing pada Idul Adha 1446 H

 

Kupang,nwartapedia.com — Dalam rangka perayaan Idul Adha 1446 H yang jatuh pada 10 Zulhijjah, Masjid Darusalam Sikumana melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa 7 ekor sapi dan 16 ekor kambing.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Kurban, Patria Anwar, S.Sos., S.H., kepada awak media pada Sabtu (7/6/2025) di halaman masjid.

“Alhamdulillah, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berjalan lancar. Terdapat 7 ekor sapi dan 16 ekor kambing yang kami sembelih hari ini. Satu ekor sapi berasal dari Bapak Wali Kota, enam ekor sapi lainnya dari para donatur jamaah Masjid Darusalam, dan kambing seluruhnya merupakan sumbangan dari jamaah,” jelas Patria.

Ia juga menyampaikan bahwa Masjid Darusalam menerima bantuan tambahan dari pihak luar.

“Rencananya, akan ada 10 ekor sapi tambahan dari pihak donatur di Turki. Namun hingga saat ini baru 5 ekor yang diinformasikan akan dikirim hari ini, dan sisanya menyusul besok,” tambahnya.

Patria menyebutkan bahwa daging kurban akan didistribusikan kepada sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat.

“Penerima kurban mencakup donatur, warga sekitar, tetangga, aparat keamanan, petugas medis, hingga rekan-rekan media. Kami ingin memastikan semua yang berhak mendapatkan bagian kurban ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, H. Dr. Abdul Rasaksundu, M.Si. sebagai Dewan Pembina Yayasan Darussalam Sikumana menyampaikan makna mendalam dari pelaksanaan kurban.

“Idul Adha adalah peringatan atas keteladanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT. Ini adalah momen penting untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat rasa kekeluargaan, serta membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama,” jelas Dr. Abdul Rasaksundu.

Beliau juga menekankan pentingnya menjadikan kurban sebagai sarana kemanusiaan lintas iman.

“Di lingkungan ini, banyak warga Muslim maupun non-Muslim. Kami ingin kurban ini menjadi simbol kepedulian sosial yang menyentuh semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Diperkirakan jumlah jiwa di sekitar wilayah Masjid Darusalam Sikumana telah mencapai lebih dari seribu orang, dengan 43 RT aktif. Panitia berharap ke depan jumlah hewan kurban bisa terus meningkat agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak warga. (MI)




Mahasiswa UCB Kupang Gelar Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Bagi Siswa SD

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Sebanyak 900 mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Nusa Tenggara Timur, memulai kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang.

Kegiatan ini berlangsung sejak 5 Juni hingga 5 Agustus 2025 dan merupakan bagian dari program praktik kerja lapangan (PKL) yang terintegrasi dalam mata kuliah Promosi Kesehatan.

Kampanye tersebut secara resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dalam sebuah upacara seremonial di halaman belakang kantor dinas, Kamis pagi (5/6/2025).

Turut hadir dalam acara itu, Pj Sekda Kota Kupang Ignas Lega, Asisten III Setda Kota Kupang Januar Edi Dally, Kabid Pendidikan Dasar Okto Naitboho, Ketua Prodi Kesehatan UCB, serta Kepala LP3M UCB Kupang.

Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UCB Kupang, Vinsen Making, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa mahasiswa akan menyasar siswa kelas III hingga kelas V dari 149 SD di Kota Kupang.

Mereka tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga berperan sebagai mentor dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.

“Program ini berbasis hasil riset yang menunjukkan tren peningkatan penyakit tidak menular, sehingga kami mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang membina siswa, guru, serta komunitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara mandiri,” ujar Vinsen Making.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Kota Kupang Ignas Lega menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam menjalankan tugas tersebut. Ia berharap para mahasiswa bisa menjadi inspirasi dan agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kerjakanlah setiap tugas dengan hati dan tetap jalin kolaborasi dengan semua pihak,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang melalui Kabid Dikdas, Okto Naitboho, menjelaskan bahwa seluruh sekolah di Kota Kupang telah melaksanakan instruksi Walikota Kupang terkait pengelolaan sampah dan pendidikan lingkungan.

Salah satu contohnya adalah penyediaan tempat sampah terpilah untuk mendidik siswa sejak dini mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya.

“Seluruh satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan telah secara aktif menggelar edukasi dan kampanye PHBS sebagai dukungan terhadap program Pemerintah Kota,” pungkas Okto.

Dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen promosi kesehatan, diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat dapat ditanamkan sejak dini kepada siswa sekolah dasar, guna membentuk generasi muda yang sehat dan peduli lingkungan. (Goe)




9 Sapi dan 7 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Al-Mutaqim Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, Masjid Al-Mutaqim Kota Baru, Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah mempersiapkan 9 ekor sapi dan 7 ekor kambing untuk pelaksanaan ibadah kurban.

Hal ini disampaikan oleh salah satu panitia Idul Adha, Randy Irwansah Korak, saat ditemui di halaman belakang masjid pada Kamis siang (5/6).

Ia memastikan bahwa seluruh hewan kurban telah berada di lokasi dan siap disembelih pada hari H.

“Soal jumlah, sampai siang ini sudah siap sembilan ekor sapi dan tujuh ekor kambing untuk dikurbankan,” ujar Randy.

Ia menjelaskan, seluruh hewan kurban tersebut merupakan sumbangan dari jamaah serta donatur tetap Masjid Al-Mutaqim.

Pihak panitia juga masih membuka kemungkinan adanya tambahan hewan kurban dari donatur lain di luar lingkungan masjid.

“Kalau dari luar masjid, setiap tahunnya biasanya ada, dan kami dari pihak panitia siap menerima,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang jamaah Masjid Al-Mutaqim yang turut menyumbangkan satu ekor sapi, memilih untuk tidak disebutkan namanya.

Ia menegaskan bahwa niat berkurban didasari atas rasa syukur kepada Allah dan sebagai bentuk ketakwaan, tanpa mengharapkan pengakuan.

“Apa yang saya sumbangkan tidak perlu diketahui orang banyak, sesuai dengan ajaran Islam. Ini bentuk syukur kami kepada Allah dan pengorbanan untuk mendekatkan diri kepada-Nya,”ungkap pria paruh baya itu.

Ibadah kurban merupakan momen penting dalam Islam, tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, tetapi juga sebagai sarana berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Panitia dan seluruh pengurus Masjid Al-Mutaqim menyatakan kesiapan mereka dalam mengelola dan mendistribusikan hewan kurban kepada warga yang berhak.

(goe)




Dinas Pendidikan Kota Kupang dan UCB Kolaborasi Tangani Perilaku Hidup Sehat di Sekolah Dasar

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penanganan sampah di lingkungan pendidikan dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menggandeng Fakultas Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk melaksanakan program kolaboratif selama tiga bulan, mulai 5 Mei hingga 5 Agustus 2025.

Sebanyak 900 mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut diterjunkan ke 154 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di seluruh wilayah Kota Kupang untuk menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) sekaligus menjadi agen edukasi kesehatan lingkungan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, saat acara pelepasan di halaman belakang kantor dinas pada Kamis pagi (5/6), menjelaskan bahwa program ini merupakan perwujudan dari semangat kolaboratif yang terus digaungkan Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo.

“Pak Wali Kota selalu mengatakan, jika ingin berjalan cepat, pergilah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, pergilah bersama-sama. Itulah semangat dari kolaborasi ini – membangun Kota Kupang secara bersama,” ujar Naitboho.

Ia menambahkan, setiap sekolah akan mendapat pendampingan dari lima hingga enam mahasiswa yang akan bertugas mengkampanyekan PHBS dan edukasi pengelolaan sampah kepada siswa sekolah dasar.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Program ini juga diharapkan mampu membentuk lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UCB, Vinsen Making, menyampaikan bahwa mahasiswa, khususnya dari Fakultas Kesehatan, akan menjalankan PKL sebagai bagian dari mata kuliah praktikum. Namun lebih dari itu, mereka diharapkan mampu berperan sebagai mentor yang menanamkan nilai-nilai hidup bersih dan sehat kepada para siswa.

“Mahasiswa tidak hanya memantau, tapi juga mendampingi anak-anak, guru, dan warga sekolah untuk membiasakan diri hidup bersih. Harapannya mereka mampu mencegah penyakit secara mandiri dan ikut menciptakan lingkungan yang sehat,” ujar Vinsen.

Pelepasan resmi para mahasiswa dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Sekda Kota Kupang, Ignas Lega. Dalam sambutannya, Ignas menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan inspirasi di tengah masyarakat.

“Saya berharap program ini dijalankan dengan hati, penuh tanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi semangat kolaborasi selama berada di lapangan,” pesan Ignas.

Kolaborasi ini menandai langkah strategis Pemerintah Kota Kupang bersama institusi pendidikan tinggi dalam membangun generasi yang sehat dan peduli lingkungan sejak usia dini.

(Goe)




Pj Sekda Kota Kupang: Mahasiswa UCB Mesti Menjadi Agen Perubahan Dan Inspirasi

 

Kupang,nwartapedia.com  – Penjabat (Pj) Sekda Kota Kupang Ignas Lega saat melepas mahasiswa/wi Universitas Citra Bangsa (UCB) yang akan melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan) di Kota Kupang Kamis pagi, (5/6-2025) mengingatkan tiga hal penting yang perlu diingat dan dilakukan para mahasiswa saat berada di lapangan yakni, agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dan inspirasi bagi semua orang yang ditemui, selalu mengerjakan setiap tugas dan pekerjaan dengan hati dan penuh tanggungjawab serta tetap menjalin kolaborasi dengan semua.

“Kalian semua mesti menjadi agen perubahan dan inspirasi dengan mengerjakan segala sesuatu dengan hati termasuk tetap menjalin kerjsama dengan semua pihak,” pinta Ignas.

Sementara itu Dekan Fakultas Kesehatan UCB Kupang Sakti Oktaria Hutabarat menyampaikan banyak berlimpah terimakasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah menjalin mitera Univerditas Citra Bangsa (UCB). Dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa UCB untuk menjadi mentor tentang prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan Sekolah se Kota Kupang.

“Kami menyampaikan terimkasih kepada Pemkot Kupang yang telah menjalin mitera bersama UCB dan program ini merupakan bagian dari mata kuliah, dan soal peeilaku hidup sehat perlu di kampanyekan ke semua anak usia sekolah dasar agar sejak dini anak mengerti dan tertip hidup bersih sehat agar terhindar dari penyakit menular karena berperilaku hidup bersih, dengan demikian mereka bisa menjadi rool model bagi sesama warga,” ujar Oktaria.

Sedangkan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Okto Naitboho pada kesempatan itu mengatakan, surat tugas yang akan diberikan kepada mahasiswa PKL akan mendampingi 145 Sekolah Dasar (SD/MI) untuk mengempanyekan selain hidup beraih juga upaya penanggulangan sampah di lingkungan sekolah.

“Sebanyak 900 orang mahasiswa UCB dan Undana akan kolaborasi kampanyekan penanggulan sampah dan upaya hidup sehat dan bersih bagi siswa SD/MI,” ujar Okto.

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga bulan sampai Agustus 2025.(Goe).




Serahkan Hewan Kurban di Masjid Darussalam Sikumana, Wakil Wali Kota Tegaskan Semangat Kebersamaan dan Kepedulian

 

Kupang,nwartapedia.com  — Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis menyerahkan hewan kurban kepada pengurus Masjid Darussalam, Sikumana, Kamis (5/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat solidaritas sosial dan mendukung pelaksanaan ibadah umat Muslim di kota tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Yayasan Darussalam, Imam Masjid Darussalam, anggota DPRD Kota Kupang termasuk Ketua Komisi IV, serta sejumlah perwakilan pemerintah dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan merupakan bentuk nyata perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap seluruh elemen masyarakat Kota Kupang.

 “Idul Adha bukan hanya ritual keagamaan, tapi juga panggilan spiritual untuk memperkuat keimanan, meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim, dan menumbuhkan solidaritas sosial. Bantuan hewan kurban ini kami harap mampu membawa semangat berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Serena.

Ia juga menyampaikan bahwa bantuan hewan kurban tahun ini disalurkan ke 16 masjid di seluruh Kota Kupang, meskipun di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran.

“Kami menyadari masih banyak masjid yang belum menerima bantuan, dan untuk itu kami mohon maaf. Namun kami berkomitmen, perhatian kami kepada seluruh warga tetap besar dan tulus. Kami akan terus berupaya agar ke depan lebih banyak masjid yang bisa mendapatkan bantuan ini,” jelasnya.

Lebih jauh, Serena menegaskan bahwa membangun Kota Kupang bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga membangun nilai-nilai kebersamaan, kasih sayang, dan keberagaman.

 “Kota ini harus menjadi rumah bersama yang nyaman, bersih, penuh kasih, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Untuk itu, sinergi antara pemerintah, DPRD, tokoh agama, dan masyarakat sangatlah penting,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Imam Masjid Darussalam, Haji Ramli Deni, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Wakil Wali Kota dan rombongan atas kunjungan serta perhatian yang diberikan.

“Ini adalah kunjungan pertama dari Wakil Wali Kota ke masjid kami, dan bagi kami ini adalah bentuk perhatian yang sangat membangkitkan semangat jamaah. Masjid ini berdiri sejak tahun 1987 atas swadaya umat, dan saat ini melayani tiga hingga empat kelurahan di wilayah Sikumana,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa Masjid Darussalam pernah mengalami masa sulit, termasuk dampak dari kerusuhan pada tahun 1999, namun tetap bertahan berkat semangat kebersamaan umat.

“Kami berharap kehadiran pemerintah terus membawa semangat persatuan dan menjadikan Kota Kupang sebagai kota yang wajahnya semakin indah, damai, dan diberkahi,” tutupnya.

Penyerahan hewan kurban ini diharapkan tidak hanya menjadi wujud ibadah, tetapi juga memperkuat jalinan sosial antarwarga dan menjadi fondasi kokoh dalam membangun Kota Kupang yang lebih harmonis dan inklusif. (MI)




Wali Kota Kupang Serahkan Hewan Kurban di Masjid Nurul Yakin: Wujud Kehadiran Pemerintah Bagi Semua Warga

 

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyerahkan langsung hewan kurban di Masjid Nurul Yakin, Kelurahan Bakunase II, pada Kamis (5/6/2025) sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Kupang dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H.

Kepada media ini,  Wali Kota menyampaikan bahwa sebanyak 16 ekor hewan kurban disalurkan tahun ini oleh Pemerintah Kota Kupang.

“Hari ini total ada 16 hewan kurban yang kita serahkan. Ibu Wakil Wali Kota menyerahkan tiga ekor, saya juga tiga, dan satu di Polres. Hari ini saya serahkan empat ekor. Ini bentuk kehadiran pemerintah kota bagi seluruh warga, agar semua merasa aman dan nyaman dalam merayakan hari besar keagamaan,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga anggaran yang menyentuh langsung masyarakat.

“Kita tahu ada efisiensi, tapi saya tegaskan, untuk anggaran yang langsung menyentuh masyarakat seperti ini jangan dipotong. Kalau perlu, potong saja perjalanan dinas, APK. Karena anggaran seperti ini harus tetap ada,” tegasnya.

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, menurut Wali Kota, Idul Adha adalah panggilan spiritual.

“Ini bukan sekadar perayaan tahunan, ini panggilan spiritual untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim, memperkokoh persatuan dan bentuk solidaritas terhadap sesama,”ungkapnya.

Wali Kota Kupang juga mengucapkan selamat menyambut hari raya Idul Adha agar semuanya berjalan dengan baik.

Selamat menjelang Idul Adha, semoga kita bisa menjalankannya dengan baik dan berbagi kasih kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kesejahteraan Masjid Nurul Yakin Oetona Bakunase II, Ajis Adang Djaha, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota dan perhatian pemerintah kepada umat Muslim di Kupang.

“Ceramah Bapak Wali tadi sangat menyentuh dan berarti bagi kami para jamaah. Kami merasa dihargai dan diperhatikan,”kata Ajis.

Baginya, toleransi antarumat beragama sangat dijaga di lingkungan sekirat masjid sejak tahun 1979.

“Bahkan saat adzan Subuh jam 4 atau jam 5 pagi, tidak ada keluhan dari tetangga non-Muslim,” jelasnya.

Ajis juga menceritakan bahwa banyak jamaah saat ini merupakan pensiunan dari berbagai instansi, sementara anak-anak mereka kini melanjutkan semangat kebersamaan tersebut.

“Kami berharap semangat kebersamaan dan solidaritas antarumat beragama ini terus terjaga setiap tahun. Hewan kurban dari panitia akan kami bagikan tidak hanya kepada jamaah masjid, tapi juga kepada warga sekitar tanpa memandang latar belakang,” tutupnya.

Penyerahan hewan kurban ini menjadi simbol komitmen Pemkot Kupang untuk menjaga keberagaman dan keharmonisan antarmasyarakat, khususnya dalam merayakan hari-hari besar keagamaan. (MI)